Tiga Hari Duel Sengit, 16 Sekolah Melaju ke Babak 8 Besar Mainbasket 3X3 Indonesia Competition

Persaingan sengit tersaji pada hari terakhir penyisihan event Mainbasket 3X3 Indonesia Competition, di Piazza Gandaria City Mall, Rabu (7/11). Setelah berjuang ketat selama tiga hari (5-7 November), terpilih 16 tim (8 tim putra dan 8 putri) yang berhak melanjutkan langkahnya ke babak 8 Besar. (DBL)

Jakarta- Persaingan sengit tersaji pada hari terakhir penyisihan event Mainbasket 3X3 Indonesia Competition, di Piazza Gandaria City Mall, Rabu (7/11). Setelah melalui perjuangan ketat selama tiga hari (5-7 November), terpilih 16 tim (8 tim putra dan 8 putri) yang berhak melanjutkan langkahnya. Mereka bakal tampil pada Babak 8 Besar yang digelar bersamaan dengan Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 pada 10-17 November, di GOR Soemantri Brodjonegoro Kuningan, Jaksel. Pada kategori putri, empat tim sudah lebih dulu memastikan tempat di Babak 8 Besar pada Selasa (6/11). Adalah SMAN 82 Jakarta, MAN 19 Jakarta, SMA PSKD 1 Jakarta (C), dan SMA PSKD 1 (A). Sementara empat tim lainnya, mengunci tiket lolos paska menekuk lawannya. SMA PSKD 1 (B) berhasil mengalahkan SMAN 53 Jakarta, dengan skor 8-0. Selanjutnya, MA Annajah maju ke Babak 8 Besar, usai unggul dari SMAN 32 Jakarta (A), dengan skor 3-0. SMA PSKD 1 (D), melengkapi hegemoni PKSD di kompetisi 3X3 ini. Tim yang bermarkas di daerah Senen itu menyudahi SMA Cita Buana dengan skor 4-2. Menanggapi kesuksesan sekolahnya, kapten SMA PSKD 1 (D), Regina Nathania Pramesti menyatakan gembira atas pencapaian SMA PSKD 1. “Sangat bersyukur karena latihan yang selama ini kami lakukan terbayar. Semua wakil kami lolos ke Babak 8 Besar,” ucap student athlete kelahiran 2002 ini. Sementara di sektor putra, seluruh tim harus bekerja ekstra. Bahkan, laga hari ini menjadi penentu guna melanjutkan langkah di Mainbasket 3X3 Indonesia Competition. Kedelapan tim 3X3 putra yang akhirnya lolos dan berangkat ke fase 16 terbaik adalah SMA Islam Al Ma’ruf (B), SMA Kolese Gonzaga, SMAN 71 (F), SMA Charitas (B), SMA PSKD 1 (A), SMA Dian Harapan (C), SMA Bukit Sion (A), dan SMAN 71 (E). Keseruan rangkaian acara Mainbasket Bareng DBL Indonesia di Piazza Gandaria City Mall, ditutup oleh penampilan memukau dari 12 tim dance yang bersaing pada UBS Gold Dance Competition. Mereka adalah Best Three alias tiga terbaik, yang terpilih dari masing-masing regional (West Region, North Region, South Region, dan East Region). Ke 12 tim itu yakni SMA Dian Harapan (Zebaoth), SMA IPEKA Puri (Equinox), dan SMA Kristoforus 2 (JLD) dari West Region. Lalu Bunda Mulia School (Groove), SMAK 5 Penabur (D-Vision), dan SMAN 30 Jakarta (Ratoeh Jaroe Veternate) dari North Region. Sementara dari South Region ada SMAN 6 Jakarta (PCM), SMAN 28 Jakarta (Crescent), dan SMAN 47 (Forsence). Dan dari East Region ada SMAN 44 Jakarta (The Glame), SMA Labschool Rawamangun (Diva), serta SMAN 81 (Cleotatra). Masing-masing kontestan all out menampilkan kreasi dan aksi yang lebih fresh untuk menjadi yang terbaik. Aksinya pun sangat total, karena penampilan pada acara ini ikut masuk penjurian. Tentunya ditambah dengan penjurian dari penampilan mereka pada Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018, di GOR Soemantri, 10-17 November nanti. (Adt)

DBL Gelar Special Basketball Clinic For Lombok, 222 Pelajar NTB Buru Tiket DBL Camp

Honda Developmental Basketball League (DBL) Special Basketball Clinic For Lombok, dimulai sejak Senin (5/11), yang berlangsung di Gelanggang Pemuda Mataram, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 222 pebasket pelajar di Pulau Lombok mendapat program latihan sekaligus seleksi menuju Honda DBL Camp. (DBL)

Mataram- Honda Developmental Basketball League (DBL) Special Basketball Clinic For Lombok, dimulai sejak Senin (5/11), yang berlangsung di Gelanggang Pemuda Mataram, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 222 pebasket pelajar di Pulau Lombok mendapatkan program latihan intensif yang menyenangkan. General Manager DBL Indonesia, Yondang Tubangkit mengatakan, program tersebut diselenggarakan untuk kali pertama di Lombok. Visi programnya membangkitkan semangat pemuda pasca bencana gempa. ”Mereka harus terus semangat. Bencana gempa tak boleh meruntuhkan itu. Kita bangkitkan mereka melalui program khusus ini,” kata Yondang. Para peserta mendapatkan program latihan khusus dari World Basketball Academy (WBA) Australia. Shane Froling dan Ryan Gardiner, yang datang langsung memberi materi. ”Mereka juga adalah pelatih di DBL Camp. Kita bekerjasama sejak 2010 silam,” jelasnya. Program latihan yang diberikan hampir sama dengan di DBL Camp. Mereka mendapatkan materi teknik dasar cara bermain basket yang tepat. ”Program ini sekaligus memberikan gambaran yang ada di Honda DBL Camp,” bebernya. Menjadi bagian dari Honda DBL camp cukup berat. Harus melalui seleksi yang ketat. “Paling tidak, melalui program ini, student-athlete NTB bisa merasakan atmosfer DBL Camp sesungguhnya,” ujarnya. Itu bisa memberikan suntikan spirit bagi mereka untuk terus berlatih basket. Semangat mereka yang digenjot melalui program tersebut, bisa menjadi tonggak bagi pebasket NTB berprestasi ke depan. ”Saya berharap, program ini bisa bermanfaat bagi perkembangan dunia basket NTB ke depan,” harapnya. Pebasket mendapatkan program latihan khusus selama tiga hari. Dari 5-7 November. Yondang mengatakan, program itu akan menjadi ajang seleksi, menuju ke Honda DBL Camp, di Surabaya, Jawa Timur. Lima pebasket putra dan putri akan mewakili NTB berebut tiket Honda DBL Indonesia All-Star. ”Pemain yang lolos menjadi DBL All Star, berangkat ke Amerika,” jelasnya. NTB memiliki potensi yang baik. Hanya saja perlu pembinaan lebih intens. ”Saya yakin mereka lebih semangat berlatih usai basketball clinic ini,” tutupnya. (Adt)

Ratusan Atlet Junior Ikuti Kejurnas Sepak Takraw Antar PPLP 2018, Kemenpora : Masa Depan Atlet Tidak Suram !

Raden Isnanta, Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora saat menghadiri pembukaan Kejurnas Sepak Takraw 2018 Antar PPLP, di Hall Futsal Rafhelly Bypass Balai Baru Kuranji, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), yang akan berlansung pada 5-10 November 2018. (Istimewa)

Padang- Sebanyak 236 atlet junior, dari 12 PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar), dan 3 Sentra Keolahragaan di seluruh Indonesia mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepak Takraw 2018, di Hall Futsal Rafhelly Bypass Balai Baru Kuranji, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), pada 5-10 November 2018. Dari 15 tim yang bersaing menjadi yang terbaik di event itu, terdapat peserta PPLP maupun SKO (Sekolah Khusus Olahraga) dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Kehadiran mereka mendapatkan apresiasi yang tinggi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Sebab, beberapa waktu lalu, sebagian wilayah Sulawesi Tengah, porak poranda akiba Gempa Bumi berkekuatan 7,7 skala richter (SR), dan Tsunami. “Untuk menghilangkan rasa stres dan duka karena keluarganya terkena bencana Gempa Bumi dan Tsunami,” ujar Raden Isnanta, Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora, pada Rabu (7/11). Isnanta pun berharap, aktivitas olahraga bisa membantu dalam pemulihan traumatik akibat bencana. Dijelaskan Isnanta, menjadi juara di ajang Kejurnas bukanlah menjadi tujuan utama. Sebab, menurutnya, arena tertinggi adalah POPNAS (Pekan Olahraga Pelajar Nasional). “Atlet-atlet sekalian jangan khawatir masa depannya suram kalau menekuni atlet sepak takraw. Dengan prestasi yang diraih akan mendatangkan rezeki yang berlimpah, salah satunya peraih medali emas pada Asian Games 2018, mereka mendapatkan bonus uang Rp 1,5 miliar, dan diangkat menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil),” lanjutnya. Ia berharap seluruh atlet disiplin mengikuti Kejurnas. Seperti jam berapa pemanasan, latihan, dan tertib pertandingan. “Saat bertanding, jadwalnya jangan dipadatkan, sehingga anak-anak harus bertanding hingga larut malam. Hal ini tentu tidak baik, dan berdampak terhadap kesehatan atlet,” tambah Isnanta. Sementara itu, Devi Kurnia, Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi (Setdaprov), mewakili Gubernur Sumbar, menyebut sepak takraw patut bangga dengan prestasi di Asian Games 2018, Jakarta-Palembang, pada Agustus-September lalu. “Sejak Asian Games 1990, baru di Asian Games 2018, sepak takraw merebut medali emas,” ungkapnya. Sedangkan Adib Alfikri, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar, mengaku  event ini memiliki tujuan untuk mengukur kemampuan serta kematangan bertanding, sekaligus ajang silaturahmi antar PPLP se-Indonesia. “Event ini diikuti 236 atlet junior, dari 12 PPLP dan 3 sentra keolahragaan di seluruh Indonesia,” tukas Adib. (Adt)

Jasa Para “Pemain Berpengalaman” Timnas U-16 Kini Mulai dibidik Klub Liga 1

Winger jebolan Timnas U-16 yang kini membela Persib Bandung U-16, Amanar Abdillah (63), saat tampil melawan PSMS Medan U-16, di SPOrT Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, pada Minggu (4/11). Pertandingan ini merupakan partai di Grup A Elite Pro Academy PSSI U-16. (persib.co.id)

Jakarta- Amiruddin Bagas Kaffa dan Amiruddin Bagus Kahfi resmi menyusul jejak para pemain jebolan Timnas U-16 yang bergabung ke klub Liga 1. Si kembar Bagas Kaffa dan Bagus Kahfi, resmi bergabung dengan tim junior Barito Putera. Keputusan Bagas dan Bagus membela tim Liga 1, menyusul rekan-rekannya eks timnas U-16 yang merapat ke klub dalam negeri. Keduanya menyusul Muhammad Yudha Febrian, yang lebih dulu bergabung dengan Barito Putera. Sebelum Bagas dan Bagus, kapten Timnas U-16, David Maulana, memutuskan akan membela tim junior PSMS Medan. Hal itu disampaikan melalui cuitan akun Twitter @PSMSnews pada 27 Oktober lalu. Gelandang pengatur serangan Timnas U-16 itu diproyeksi tampil di tim senior PSMS mulai musim depan. Sementara itu, tandem David Maulana di lini tengah Garuda Asia, Andre Oktaviansyah, memutuskan untuk membela PS Tira. Selepas membela Timnas U-16 di Piala Asia U-16, Andre langsung menerima pinangan dari PS Tira. “Iya saya langsung diminta bergabung dengan PS Tira U-16 yang sedang ada kompetisi Liga 1 U-16,” kata Andre. “Saya langsung bergabung dan bersiap melawan PSMS Medan besok harinya,” ucap pemain bernomor punggung 8 tersebut, pekan lalu. Dua pemain lainnya jebolan timnas U-16, Brylian Aldama dan Ernando Ari Sutaryadi, juga sudah menentukan pilihannya dan merapat ke klub Persebaya Surabaya. Laman resmi Persebaya.id resmi mengonfirmasi kepindahan kedua pemain yang berposisi sebagai gelandang dan kiper itu. Persib Bandung juga berhasil mendapatkan salah satu talenta dari Timnas U-16. Dialah Amanar Abdillah. Winger lincah asal Lhokseumawe, Banda Aceh ini, telah memperkuat Maung Ngora, pada kompetisi Liga 1 Elite Pro Academy U-16. Awal November ini, bomber Timnas U-16, Sutan Diego Zico, membubuhkan tanda tangannya menjadi bagian skuat Persija Jakarta. Sebelumnya, Di kubu Macan Kemayoran, sudah ada anggota Timnas U-16 yang lebih dahulu bergabung, yakni kiper, Muhammad Risky Sudirman, serta bek kiri yang masih berusia 15 tahun, Muhammad Uchida. (art) Daftar Skuat Timnas U-16 di Tim Liga 1 1. Ernando Ari Sutaryadi (Persebaya Surabaya/Kiper) 2. Brylian Aldama (Persebaya Surabaya/Gelandang) 3. David Maulana (PSMS Medan/Gelandang) 4. Andre Oktaviansyah (PS Tira/Gelandang) 5. Amiruddin Bagas Kaffa (Barito Putera/Bek) 6. Amiruddin Bagus Kahfi (Barito Putera/Striker) 7. Muhammad Yudha Febrian (Barito Putera/Bek) 8. Amanar Abdillah (Persib Bandung/Striker) 9. Sutan Diego Zico (Persija Jakarta/Striker) 10.Muhammad Risky Sudirman (Persija Jakarta/Kiper) 11.Muhammad Uchida (Persija Jakarta/Bek)

Hari Kedua Mainbasket Bareng DBL Indonesia di Gandaria City Mall, Hadirkan Basketball Clinic

Keseruan acara Mainbasket Bareng DBL Indonesia di Area Piazza, Gandaria City Mall, Jaksel, berlanjut pada Rabu (6/11). Tak hanya kompetisi basket 3x3, event ini juga menghadirkan Basketball Clinic yang diikuti oleh 50 anak-anak, yang dimentori langsung oleh head coach DBL Academy, Dimaz Muharri. (DBL)

Jakarta- Keseruan acara Mainbasket Bareng DBL Indonesia di Area Piazza, Gandaria City Mall, Jaksel, berlanjut pada Rabu (6/11). Tak hanya kompetisi basket 3×3, event seru yang digelar sebagai ‘pemanasan’ jelang Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 ini, juga menghadirkan Basketball Clinic. Dengan penuh semangat dan fun, sebanyak 50 anak-anak mengikuti klinik basket yang dimentori langsung oleh head coach DBL Academy, Dimaz Muharri, didampingi Muhammad Alfian Yassir dan Shabrina Putri Rizki. Lalu coach tamu pada basketball clinic ini adalah Faizatus Soimah, alumnus DBL Indonesia All-Star tahun 2017 dari Malang, serta salah satu pemain timnas U-18, yang juga menjadi anggota termuda Timnas putri Asian Games 2018, Adelaide Callista Wongsohardjo. Pada sesi awal, para peserta diajarkan bagaimana melakukan pemanasan yang baik. Pelatihan dibagi menjadi dua kelompok. Pertama untuk usia 7-9 tahun dan usia 10-15 tahun. Metode fun menjadi daya tarik utama DBL Academy dalam melakukan pengajaran pada para peserta. “Pelatihan basket yang tepat pada umur-umur dini seperti ini sebenarnya penting dalam perkembangan pemain basket. Nantinya mereka akan terbiasa saat dewasa. Tentu kita juga mengemasnya dengan gembira ya,” ucap Dimaz, yang pernah berpredikat point guard terbaik di ajang kompetisi IBL, dan kini fokus melatih DBL Academy. Selain pemanasan, anak-anak juga diajarkan bagaimana melakukan dribbling yang benar. Para peserta pun diarahkan menggiring serta mengontrol bola agar tak mudah diambil lawan. Dari beberapa peserta, ada pula Shailendra Naryama, putra dari artis cantik Ibu Kota, Dian Sastrowardoyo. Basketball Clinic by DBL Academy hari pertama ini, ditutup dengan prosesi pemilihan best participants. Kay, yang berasal dari kelompok usia 7-9 tahun, terpilih sebagai best participants. Keseruan Basketball Clinic ini akan berlanjut pada Kamis (7/11), di Area Mall, Gandaria City Mall, Jaksel. Sementara itu, memasuki hari kedua, persaingan Mainbasket 3×3 Competition makin panas. Jika di hari pertama debutan menampilkan performa gemilang, kini tim dengan nama besar menunjukkan tajinya. Keperkasaan SMAN 61 Jakarta di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region juga diperlihatkan pada Mainbasket 3X3 Competition. Tim SMAN 61 yang ambil bagian pada kompetisi 3X3 ini, memang tak diisi dengan pemain yang tampil di East Region. Namun, Nasa (julukan SMAN 61) kembali mengulangi kesuksesan. SMAN 61 (B) berhasil mengalahkan SMAN 71 (D) dengan skor 6-1. Nasa (julukan SMAN 61) meninggalkan jauh perolehan poin Sapta Eka (julukan SMAN 71). Sang kapten Nasa, Muhammad Dhafin Ganesha mengaku optimis dapat mencapai babak 8 besar dan tampil di GOR Soemantri Brodjonegoro. “Kesuksesan tim di East Region menular pada kami. Syukur kami bisa menang atas rival kami Sapta Eka. Dan optimis bisa berlaga di 8 besar nanti,” ucap siswa kelahiran 2002 itu. (Adt)

Ikat Kontrak Hingga Lima Tahun, Barito Putera Resmi Dapatkan Bintang Kembar Timnas U-16 Bagas-Bagus

Klub Liga 1 asal Kalimantan Selatan, Barito Putera resmi mengontrak selama lima tahun, duet kebar bintang Timnas U-16 asal Magelang, Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi (kiri), dan Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri (kanan), atau Bagas-Bagus. (twitter/@PSBaritoPutera)

Banjarmasin- Klub Liga 1 asal Kalimantan Selatan, Barito Putera menyatakan resmi mengontrak Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi dan Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri, atau Bagas-Bagus, bintang Timnas U-16. Manajer Barito Putera, H Hasnuryadi Sulaiman HB, pada Selasa (6/11), menyebut Bagas dan Bagus, serta bek kiri Timnas U-16, Mochamad Yudha Febrian, resmi dikenalkan kepada para suporter, saat laga Barito Putera vs PS Tira, Senin (5/11) malam, di Stadion 17 Mei Banjarmasin. “Sudah resmi kami nyatakan, mereka bergabung di keluarga Barito Putera,” papar Hasnuryadi. Hasnuryadu mengatakan, jika Barito Putera memberi perhatian pada bibit-bibit pesepak bola nasional untuk melanjutkan kiprahnya berlaga di klub profesional. “Ini sesuai cita-cita pendiri klub Barito Putera (Almarhum H Abdussamad Sulaiman HB) guna mencetak pesepak bola handal di negeri ini,” papar anggota DPR RI ini. Bagi dia, cita-cita pendiri klub adalah suatu hal yang sangat mulia bagi olahraga nasional, sehingga dirinya sebagai penerus akan berkomitmen mewujudkan. Sebagai wujud nyata yang sudah dilaksanakan, papar Hasnuryadi, klub sepak bola Barito Putera U-16 dan U-19 sudah berlaga di kompetisi nasional, bahkan banyak mengukir prestasi. “Bahkan, tim junior ini banyak yang diambil timnas, dan beranjak ke level senior tim Barito Putera,” tuturnya. Ia berharap, si kembar Bagas dan Bagus betah bergabung dengan Barito Putera dengan durasi panjang yang mencapai 5 tahun. “Nanti manajemen yang mengatur dan menilainya, tapi saya sangat gembira mereka ini sudah mau bergabung dengan tim kita, ini akan jadi kebanggaan dan idola baru masyarakat Kalsel,” ujarnya. Sementara itu, Bagas menyatakan, dia dan saudaranya Bagus memilih bergabung dengan Barito Putera karena tertarik dengan strategi permainannya. “Kami juga tertarik dengan klub ini karena memiliki unsur releginya yang kental,” paparnya. Sebelumnya, lewat akun Instagram resmi, pada Rabu (31/10), Barito mengumumkan mengikat Bagas dan Bagus. Mereka diproyeksikan tampil mengikuti kompetisi Liga 1 U-16 2018. Sejatinya, Barito bukan satu-satunya tim yang menginginkan Bagus dan Bagas. Ada pula Persija Jakarta, Bali United, sampai klub asal Malaysia, Serawak FA, yang tertarik pada keduanya. Namun didukung keputusan orangtua, mereka memilih berlabuh ke Barito Putera. “Kami bangga jadi keluarga besar klub ini, apalagi dilatih Jackson F Tiago, mantan pelatih timnas,” tukasnya. Barito memang tengah serius dalam pembinaan usia muda. Salah satunya dengan membangun Sekolah Sepakbola Barito Putera. Klub berjuluk Laskar Antasari itu juga sejauh ini sangat rajin memunculkan bibit-bibit muda. Ada nama Nazarula Fahmi dan Ady Setiawan dari tim muda Barito U-19, yang saat melawan Persija Jakarta di ajang Liga 1, mendapat kesempatan main di babak kedua. Selain itu, dua pemain Barito, Muhammad Riyandi dan M. Raffi Syarahil, juga masuk dalam skuat Timnas U-19. (art)

Bek Timnas U-19 Tiba di Brussel dan Trial di AFC Tubize, Klub Asalnya Kini Meradang

Bek kiri Timnas U-19, Firza Andika (jaket biru), saat ini sudah tiba di Brussel, Belgia. Firza akan memulai trial selama tiga pekan bersama klub Divisi 2 Belgia, AFC Tubize, hingga 25 November 2018. (instagram)

Brussel- Bek kiri Timnas U-19, Firza Andika, saat ini sudah tiba di Brussel, Belgia. Firza akan memulai trial selama tiga pekan bersama klub Divisi 2 Belgia, AFC Tubize, hingga 25 November 2018. Kepastian Firza tiba di Belgia, disampaikan dua agensi yang mengurus kepindahannya, yaitu 2 Touch International dan Northcliff Sport. Dalam akun Instagram dua agensi itu, pada Senin (5/11), tampak Firza berfoto menggunakan jaket Timnas Indonesia, dengan latar belakang pemandangan Kota Brussel. “Kami sudah berada di Eropa untuk trial Firza Andika di klub Belgia, AFC Tubize. Ia melakukan trial yang dimulai pada hari ini dan berada di sini selama tiga pekan. Kami akan melakukan pembaruan dan akan membagikan lebih banyak perkembangan tentangnya,” bunyi caption foto dalam akun Instagram 2 Touch International. Dengan hadirnya Firza di Belgia, diharapkan akan semakin banyak pemain Indonesia yang benar-benar berkarier di Eropa. Sebelum Firza, rekan setimnya di Timnas U-19, Egy Maulana Vikri, sudah lebih dulu berangkat ke Eropa, dan kini resmi menjadi bagian dari klub Polandia, Lechia Gdansk. Sebelumnya, Firza sempat dikritik oleh pelatih PSMS Medan, Peter Butler, karena dinilai meninggalkan tim saat kondisi kritis. “Kenapa dia tak tunggu Natal atau Desember, hingga kompetisi selesai, setelah itu dia mau persiapan ke sana tidak masalah,” ujar Peter, dilansir dari Tribun Medan, pada Sabtu (3/11). “Tidak ada tertarik PSMS di hati dia. Kenapa, dia lebih tertarik dengan klub lain. Saya tak tahu, dia pergi ke sana karena uang atau buat masa depan dia,” tambahnya. Kekecewaan pelatih asal Inggris ini memang tanpa alasan, karena peran Firza sangat dibutuhkan PSMS demi bangkit dan terlepas dari zona degradasi. Saat ini, tim berjulukan Ayam Kinantan masih menjadi juru kunci klasemen sementara Liga 1 2018 dengan perolehan 30 poin. Firza sediaanya tampil memperkuat PSMS ketika menjamu Borneo FC pada pekan ke-29 Liga 1, Sabtu (3/11). Namun, Firza dikabarkan sudah tidak bersama PSMS Medan sejak Kamis (1/11). (art)

Antusias Sambut Championship Jakarta Series 2018, DBL Gelar Drawing dan Charity di Mall

Bintang basket profesional, Andakara Prastawa (Pelita Jaya) dan Daniel Wenas (kanan/Siliwangi Bogor), hadir dalam acara drawing, untuk menentukan posisi para peserta pada babak Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018, pada Senin (5/11) di Mall Gandaria City. (DBL)

Jakarta- Setelah melalui perjalanan panjang, hari yang dinanti perwakilan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 tiap region tiba. Pada Senin (5/11), bertempat di Mall Gandaria City, sebanyak 16 tim finalis hadir dalam acara drawing, guna menentukan posisi para peserta, di babak Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018. Babak Championship Jakarta Series 2018 akan berlangsung di GOR Soemantri, 10-17 November. Dalam prosesi drawing seluruh pemain dan ofisial diperkenalkan pada publik di Piazza Mall Gandaria City. Tak ketinggalan, orang tua dan keluarga seluruh pemai, turut dihadirkan pula, dalam acara yang bertajuk Mainbasket Bareng DBL Indonesia. Selain drawing, digelar Mainbasket 3×3 Competition, Basketball Clinic by DBL Academy, Talkshow with Darbotz, dan penampilan 12 besar UBS Gold Dance Competition. Pada hari pertama ini, Mainbasket Bareng DBL Indonesia dibuka dengan serunya Mainbasket 3×3 Competition. Tak hanya peserta, pengunjung Mall Gandaria City dibuat terpukau dengan laga 3×3 antar SMA ini. Usai panasnya Mainbasket 3×3 Competition, keseruan dilanjutkan dengan Talkshow inspiratif with Darbotz. Pada sesi talkshow, hadir pula Masany Audri selaku Direktur DBL Indonesia. Selain itu ada dua DBL All-Star tahun 2014 asal Makassar Erick Gossal dan DBL All Star 2017 asal Malang, Faizzatus Shoimah. Mereka berbagi pengalaman tentang bagaimana bisa meraih kesuksesan dari nol. Tak tertinggal sesi charity untuk Palu, juga terselenggara usai talk show inspiratif with Darbotz. DBL Indonesia berkolaborasi dengan Darbotz membuat t-shirt spesial dengan desain pilihan hasil vote instagram DBL Indonesia. Hasil penjualan t-shirt disumbangkan untuk saudaraDonggala.Palu dan Donggala. Bintang basket profesional, Andakara Prastawa (Pelita Jaya) dan Daniel Wenas (Siliwangi Bogor), turut mendukung program charity ini. Keduanya hadir dan menjadi orang pertama yang menggunakan t-shirt tersebut. ”Kolaborasi yang keren antara DBL Indonesia dan Darbotz. Senang rasanya bisa ikut support,” ujar Prastawa. ”Ini sedikit bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara yang terkena musibah di Palu dan Donggala. Desain t-shirt keren dan unik,” timpal Daniel. Keseruan Mainbasket Bareng DBL Indonesia masih terus berlanjut hingga Rabu (7/11). Masih akan ada ketatnya pertandingan Mainbasket 3×3 Competition, Basketball Clinic by DBL Academy, dan juga penampilan terbaik dari 12 besar UBS Gold Dance Competition. (Adt) Hasil Drawing Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 Putra Grup A SMA Al-Izhar SMA Permai SMAN 21 Jakarta SMA Bukit Sion Grup B SMAN 3 Jakarta SMAK 5 Penabur SMAN 61 Jakarta SMAN 2 Jakarta Putri Grup A SMAN 28 Jakarta SMAN 36 Jakarta SMAN 16 Jakarta SMAN 30 Jakarta Grup B SMAN 3 Jakarta SMAN 71 Jakarta SMK Yadika 2 SMAN 18 Jakarta

Batal Training di Belgia, Bomber Timnas U-16 Resmi Berkostum Persija Jakarta Tiga Musim Kedepan

Persija Jakarta resmi mendapat amunisi baru usai mendatangkan bomber Timnas U-16, Sutan Diego Armando Ondriano Zico (jaket hitam). Striker Garuda Asia ini diberikan kontrak oleh manajemen Persija selama tiga tahun. (Persija.id)

Jakarta– Persija Jakarta mendapatkan amunisi baru usai mendatangkan bintang Timnas U-16, Sutan Diego Armando Ondriano Zico. Zico, sapaanya nantinya bisa membela dua tim sekaligus, yakni tim Persija Jakarta U-19 maupun U-16. Striker Garuda Asia ini diberikan kontrak oleh Persija selama tiga tahun. Penandatanganan kontrak langsung dilakukan pemuda kelahiran Jakarta, 7 April 2002, bersama orang tuanya, serta Direktur Utama Persija, Gede Widiade, di Kantor Springhill, Kemayoran, Senin (5/11) siang. “Sutan Diego Zico resmi kami beri kontrak selama tiga tahun. Ini sebagai bukti kami juga serius menyiapkan proyek jangka panjang untuk tim junior kami,” ujar Gede. Ini merupakan perekrutan ketiga untuk skuad timnas U-16. Sebelumnya, Persija sudah merekrut Muhammad Rizky dan Muhammad Uchida Sudirman. Rizky, sapaan Muhammad Rizky, kini membela Persija U-19 sebagai penjaga gawang. Sementara Uchi, panggilan Muhammad Uchida, yang lahir di Jakarta pada 25 Maret 2003 diproyeksikan menjadi bek andalan Persija U-16, dalam Elite Pro Academy U-16. Zico mengaku senang bisa bergabung dengan Persija. Macan Kemayoran klub impiannya untuk meniti karir profesional. “Alhamdulillah senang dan bangga bergabung dengan Persija. Ini tim kebanggaan saya dari kecil. Apalagi sejak usia 8 tahun, saya sudah nonton Persija. Semoga bisa sukses disini,” tukasnya. Awal Oktober lalu, Zico mendapat tawaran dari manajer JSSL Chelsea FC. Hanya, Zico belum mengiyakan tawaran itu. Kabar itu dibenarkan oleh ayah Zico, Oriyanto Jhosan. Saat itu, menurut Oriyanto, Zico belum sembuh total dari cedera pangkal pahanya. ”Ada tawaran ke Belgia atau Australia. Tapi, Zico memilih untuk memulihkan cedera pahanya lebih dahulu. Mungkin nanti bulan November atau Desember, dia bisa menerima tawaran itu,” tutur pria yang juga eks pemain Semen Padang itu. Itu juga yang menjadi alasan Zico jarang di turunkan dalam Piala AFF U-16 2018. Bahkan di Piala Asia U-16 September lalu, Sutan Zico hanya sekali turun full time. Itu saat Garuda Asia ditahan Imbang 0-0 oleh India (27/9). ”Ada ototnya yang sobek dan tak bisa dioperasi, harus istirahat. Itu berpengaruh di pergerakan dan kecepetan dia saat di lapangan,” ucap Oriyanto. Zico hanya mencetak dua, dari empat gol yang dicetak Timnas U-16, di Piala Asia U-16. Berkat kepiawaiannya mengolah si kuit bulat, Zico beberapa kali tampil di kompetisi internasional. Memasuki usia 12 tahun, Zico sering dipinjam sejumlah SSB mengikuti kejuaraan. Saat mengikuti turnamen junior U-14 di Karawang, Zico menjadi top scorer. Ia dipinjam SSB ASAD 313 Purwakarta, berlaga di Danone Nation Cup Brasil. Pada 2014, ia menjalani traing camp Chelsea Soccer School di Singapura. Selanjutnya pada 2017, ia mengikuti FC Bayern Youth Cup di Jerman, dan tampil di Piala Gothia yang berlangsung di China. (art) Bio Data Nama: Sutan Diego Armando Ondriano Zico Tempat tanggal lahir: Jakarta, 7 April 2002 Ayah : Oriyanto Jhosan Ibu : Neneng Suhartini Anak : kedua dari empat bersaudara Sekolah : Kelas XI SMA Negeri 1 Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat Asal Akademi: Sekolah Sepak Bola Bina Taruna, Jakarta Pemain Idola: Robert Lewandowski Karier bermain: 2014 Piala Danone di Brasil Chelsea Soccer School Singapura 2017 FC Bayern Youth Cup di Jerman Gothia Cup 2017 bersama klub LKG-SGF Indonesia Chelsea Soccer School Indonesia Tim Nasional Indonesia U-16 (Kualifikasi Piala AFC U-16 2017, Juara Piala AFF U-16 2018, Perempat Final Piala Asia U-16 2018) 2018 Persija Jakarta Junior (U-16 dan U-19)

Timnas Indonesia Bertolak ke Madrid, Karateka 20 Tahun Juara Asian Games Berburu Poin Ke Olimpiade 2020 Tokyo

Karateka Indonesia, Rifki Ardiansyah (sabuk merah) bersama tujuh atlet Tim Nasional (Timnas) lainnya, bertolak ke Madrid, Spanyol, guna mengikuti Kejuaraan Dunia Karate (WKF) 2018, pada 6-11 November. Mereka akan berjuang merebut poin demi menjaga peluang tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. (sindonews.com)

Jakarta- Delapan karateka Tim Nasional (Timnas) Indonesia bertolak ke Madrid, Spanyol, Sabtu (3/11), guna bertanding di Kejuaraan Dunia Karate (WKF) 2018, pada 6-11 November. Mereka akan berjuang merebut poin demi menjaga peluang tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. Dilansir sindonews.com, Kejuaraan dunia di Madrid ini menjadi perhatian utama FORKI karena memiliki torehan poin terbesar, di antara kejuaraan-kejuaraan WKF lainnya. Itu pula yang membuat Indonesia, berharap banyak dari kejuaraan dunia 2018 ini. “Target kami adalah tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. Karena itu, kami akan berusaha ikut di ajang yang menyediakan poin cukup banyak, seperti kejuaraan dunia ini. Bahkan, bisa tampil di kejuaraan ini saja sudah mendapat poin, apalagi meraih prestasi medali, tentu poinnya lebih besar lagi,” ujar pelatih Timnas Indonesia, Syamsuddin. Syarat tampil di Olimpiade 2020 Tokyo, para karateka harus masuk peringkat 100 besar WKF. Jika tidak, mereka tak akan bisa merasakan aura Olimpiade. Karena itu, Forki terus menjaga peluang para karatekanya, dengan memberinya kesempatan tampil di ajang-ajang WKF, baik kejuaraan dunia, WKF Premier League, maupun Seri A. Bahkan, setelah kejuaraan dunia di Madrid, Forki juga kembali menurunkan beberapa karatekanya, di Kejuaraan Seri A di Shanghai, China, pada Desember nanti. Upaya Forki menurunkan karatekanya di event-event penting WKF, mendapatkan hasil yang lumayan. Rifki Ardiansyah Arrosyiid misalnya. Saat menjadi juara Asian Games 2018, peringkatnya hanya 329 WKF. Namun, setelah 5 kali bertanding di ajang Seri A di Chile, awal September lalu, anggota TNI kelahiran Surabaya 24 Desember 1997 ini, langsung meroket ke posisi 128 WKF. “Peringkat Rifki naik pesat jelas luar biasa. Kami harap, dia segera masuk 100 besar, untuk mendapatan peluang tampil di Olimpiade. Dan itu bisa terwujud jika dia main bagus di Kejuaraan Dunia Madrid,” ujar Syamsuddin, yang mendampingi Rifky saat bertanding di Chile. Hal senada disampaikan pelatih kata Omita Olga Ompi. Dia pun berharap dua karateka nomor kata yang akan tampil di Kejuaraan Dunia Madrid, turut meraih poin maksimal. Itu untuk menjaga peluang mereka lolos Olimpiade 2020 Tokyo. Saat ini, dua karateka kata Indonesa yang dipersiapkan ke Madrid, peringkatnya masih di 100 besar WKF. Ahmad Zigi Zaresta Yuda menempati peringkat 31 WKF, sementara Nawar Kautsar Mastura di 77 WKF. “Tapi, mereka harus berusaha menaikkan performanya agar peringkatnya tak tergeser karateka-karateka dunia lainnya. Kami berharap mereka tetap fokus berlatih dan memanfaatkan peluang poin di kejuaraan dunia WKF,” ujar Omita. Untuk menjaga itu, proses latihan disiplin tentu menjadi hal yang sangat penting bagi mereka. Jika mereka tidak mengikuti aturan yang ditetapkan manajer tim, itu akan berdampak pada performa mereka. “Mereka harus mengikuti aturan tim seperti jadwal latihan teknik kapan, latihan fisik berapa kali, serta makan dan pola tidur yang disiplin. Program itu dibuat agar mereka bisa peak saat tampil di event-event tertentu,” ujar Manajer Timnas Karate, Monang Napitupulu. Jack, panggilan akrab Monang, menegaskan, sejauh ini tim karate sudah berlatih teknik secara maksimal, di lokasi Pelatnas di Gloria Suites, Grogol, Jakarta. Sementara latihan fisik, rutin dilakukan dua kali dalam sepekan, di Hotel Peninsula, Jakarta Selatan. (Adt) Skuat Timnas Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia 2917 di Madrid, Spanyol Peraih medali emas kumite -61 kg putra Asian Games 2018, Rifki Ardiansyah Arrosyiid (128 WKF), Peraih medali perunggu kata perorangan putra Asian Games 2018, Ahmad Zigi Zaresta Yuda (31 WKF), Peraih medali perunggu kumite -55 kg putri Asian Games 2018, Cok Istri Agung Sanistyarani (17 WKF), Sandi Firmansyah (kumite -75 kg putra, 75 WKF), Nawar Kautsar Mastura (kata perorangan putri, 77 WKF), Srunita Sari Sukatendel (kumite -50 kg putri, 10 WKF), Dessyinta Rakawuni Banurea (kumite +68 kg putri, 54 WKF), Daniel Hutapea (U-21),

Atlet Termuda Timnas Anggar Asian Games Asal Kaltim Sabet Emas Kejurnas 2018, IKASI DKI Akui Minim Skuat Junior

Ketua Pengprov IKASI Kaltim, Muslimin bersama para atlet peraih medali Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anggar 2018 di GBK Arena, Senayan, pada Sabtu (3/11). Eks atlet Asian Games 2018 yang baru berusia 16 tahun, Gabhy Novitha (hijab hitam), berhasil menyabet medali emas, untuk kategori Sabel putri junior. (tribunnews.com)

Jakarta– Pengurus Provinsi (Pengrov) Ikatan Anggar DKI Jakarta mengirim 80 atlet pada Kejuaraan Nasional di GBK Arena, Senayan, 1–4 November. Tim anggar Ibu Kota menargetkan dua medali emas di kejuaraan itu. Ketua Ikatan Anggar DKI Jakarta M Suradji mengatakan tak ingin muluk-muluk target timnya di kejurnas tersebut. Apalagi, ini merupakan agenda keduanya setelah terpilih menjadi Ketua Umum Ikatan Anggar DKI Jakarta periode 2018–2022, Oktober lalu. Bahkan, mereka juga tak diperkuat beberapa atlet andalannya, termasuk Inka Mayasari (senior foil putri). “Pengurus kami baru saja dibentuk. Jadi, kami realistis saja bahwa target kami dua medali emas di kejurnas ini. Apalagi, dua pemain andalan kami tidak tampil karena sedang berada di Amerika Serikat,” kata M Suradji. Meski begitu, Suradji mengatakan DKI tetap berpeluang meraih medali emas di ajang itu. Dia berharap mendapatkannya dari nomor EP senior putra, dan foil kaadet pemula. Sementara nomor lainnya masih didominasi daerah lain seperti Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Selain itu, Suradji juga menambahkan jika atlet anggar DKI ini merupakan dari hasil se leksi dari Kejuaraan Provinsi DKI Jakarta, 27–28 Oktober lalu. Jadi, kejuaraan nasional ini, nantinya akan menjadi kesempatan mereka membuktikan yang terbaik agar bisa membela DKI Jakarta di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. “Para atlet ini, kami seleksi dari kejurprov akhir Oktober lalu. Atlet ini yang menjadi cikal-bakal skuat PON 2020 di Papua,” kata Suradji, didamping Sekjen Ganefiono. Suradji mengakui terjadi kekosongan atlet anggar dari level junior ke senior. Hal inilah menjadi tugas pengurus baru untuk mengisi kekosongan tersebut. “Di sini atlet masih banyak yang butuh peningkatan. Kekosongan level junior ke senior juga sangat terbatas,” ungkapnya. Sementara itu, atlet Ikasi Kalimantan Timur (Kaltim), tampil apik pada Sabtu (3/11). Sejauh ini empat atlet Kaltim sukses menembus zona medali. Bahkan eks atlet Asian Games 2018, Gabhy Novitha, berhasil menyabet medali emas, untuk kategori Sabel putri junior. Disusul Eka yang meraih medali perak sabel putri junior, Agnes meraih perak kadet degen Putri, dan Risnu Affan dengan medali perunggu foil kadet putra. Pada Kejurnas ini, Ikasi Kaltim mengirimkan full tim 48 atlet, termasuk 12 junior dan 12 senior. Sekedar catatan, Gabhy berhasil menembus timnas Anggar Indonesia di ajang Asian Games 2018, dengan usia terbilang masih sangat belia, 16 tahun. Perjalanan menuju Asian Games memang tak mudah, bagi atlet yang saat ini masih berstatus siswi Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kaltim ini. Dara kelahiran Samarinda 2002 harus melewati sejumlah tantangan mulai kategori kadet, junior, hingga senior. Ia Terlahir dari darah atlet, lantaran ibunya berstatus atlet anggar Kaltim PON 2016. Bakat besar Gabhy sudah tercium sejak 2015 lalu, usai sukses menyabet 3 medali emas, di Kejuaraan Thailand Sport School Game. (Adt)

Unggul Skor Tipis, Sapta Eka Cicipi Gelar Perdana DBL 2018 Jakarta East Region

Center tim putri SMAN 71 Jakarta, Zafirah Windi Annisa (12), meluapkan ekspresi kegembiraanya, usai tim putri SMAN 71 Jakarta menaklukan perlawanan SMAN 36 Jakarta, dengan skor 40-38, pada Jumat (2/11), dalam laga babak Final Party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region, di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. (Pras/NYSN)

Jakarta- Perhelatan Final Party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region menjadi penanda akhir dari kemegahan regional Timur. Dua sekolah resmi sebagai pemegang gengsi juara East region. Adalah tim putri SMAN 71 Jakarta, dan skuad putra SMAN 21 Jakarta. Setelah dua edisi sebelumnya berhasil masuk ke babak final Honda DBL DKI Jakarta, tim putri SMAN 71 Jakarta akhirnya meraih gelar perdananya. Penampilan yang garang dari anak-anak Duren Sawit, berhasil menaklukan perlawanan SMAN 36 Jakarta, dengan skor 40-38, pada Jumat (2/11), di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. Sapta Eka (julukan SMAN 71) sempat berlari menjauh dari SMAN 36 di babak awal. Sejak kuarter pertama, pertarungan antara kedua sekolah rival tersebut membuat para penonton tak henti bersorak sorai. Di awal laga menjadi bukti performa Zafirah Windi Annisa yang on fire. Sapta Eka memimpin 17-4 pada kuarter pertama. Tetapi, semangat juang srikandi Rawamangun sempat membuat Sapta Eka kewalahan pada akhir kuarter. Bagaikan pasir hisap yang perlahan menenggelamkan, sedikit demi sedikit SMAN 36 memangkas perolehan poin. Head coach SMAN 36, Franki Defretes lalu menginstruksikan, agar timnya lebih berani menerobos ke dalam sisi pertahanan Sapta Eka. Strategi ini dilakukan gna mendapatkan kesalahan foul para pemain Sapta Eka melalui free throw. Ranaa Putri Nisrina menjadi pemain yang memiliki andil besar dalam usaha untuk memangkas ketertinggalan tim SMAN 36. Kecerdikan pemain bernomor punggung 5 untuk memancing musuh untuk melakukan foul, kerap berhasil. Tercatat sebanyak 9 kali usaha Ranaa memancing lawan dan berbuah hasil. Torehan 18 poin berhasil dicetak Ranaa. SMAN 36 pun mengurangi ketertinggalan menjadi 5 poin. Namun, dewi fortuna seakan tak berpihak kepada putri SMAN 36, meski tampil ngotot di akhir. “Masih ada Championship, performa anak-anak udah bagus, cuma kami kurang beruntung aja, tadi beberapa kali dapat kesempatan,” ujar Franki mengomentari peforma timnya. Sementara, permainan gemilang Zafirah, justru membawa Sapta Eka meraih gelar perdana di East Region. Dara kelahiran 2 Mei 17 tahun silam itu bermain tatis. Terlihat dari perolehan double-double yang ia kemas. Total Zafirah mengukir 15 poin dan 13 rebound, oleh pemain berposisi center tersebut. Dengan kemenangan tipis atas lawannya, Zafirah merasa bangga dan bahagia karena dapat memberikan gelar juara Honda DBL pertama untuk sekolahnya. “Sebenarnya, aku sempat deg-degan terutama di kuarter pertama. Dan tak menyangka dapat memenangkan pertandingan melawan SMAN 36. Mereka tampil garang juga, kami sempat kerepotan di akhir,” ucapnya. Sedangkan, pelatih kepala Sapta Eka, Muhammad Ridzky merasa bangga dengan kerja keras anak-anaknya selama ini. “Saya bangga dengan performa anak-anak hari ini. Tapi, sebaiknya kami tidak terlena dengan perolehan juara di Jakarta Timur. Karena, masih ada gelar juara Championship yang menunggu untuk kita rebut,” pungkasnya. (Adt)

Punya Mental Juang Habis-habisan, Dust Gagalkan Misi Nasa Juarai DBL 2018 Jakarta East Region

Shooting guard SMAN 21 Jakarta, Muhammad Irfan Fadhillah (1/abu-abu) tampil memikat dengan torehan 26 poin, saat membantu timnya menjadi juara Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region, pad Jumat (2/11), di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. Dust (julukan SMAN 21) menekuk perlawanan SMAN 61 Jakarta, dengan skor 50-42. (Pras/NYSN)

Jakarta- Ambisi tim putra SMAN 61 Jakarta untuk revans atas kekalahan dari SMAN 21 Jakarta di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018, gagal terwujud. Dust (julukan SMAN 21) berhasil menaklukan Nasa (julukan SMAN 61) dengan skor 50-42, pada final party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region, Jumat (2/11). Meski menang, Dust bermain tak seperti biasanya. Mereka dipaksa bermain tanpa mengandalkan pemain center andalan mereka, Ihsan Faiz Ilhamsyah. Pegerakan Faiz di dalam area paint berhasil dikunci oleh Yoel Marco Benyamin, center andalan Nasa. Memanfaatkan kecepatannya Yoel membuat pergerakan big man bernomor punggung 4 itu nihil. Alhasil, Faiz hanya mampu mencetak 4 poin untuk Dust. Pelatih Nasa, Muhammad Fahmi menginstruksikan para pemainnya untuk menjaga Faiz secara ketat. Menyadari anak-anaknya kesulitan mendobrak pertahanan lawan, arsitek Dust, Rizqy Almushaddieq mengubah strategi, guna mengatasi ketatnya tembok pertahanan Nasa. Muhammad Irfan Fadhillah, akhirnya menjadi pilar utama Dust meruntuhkan rapatnya defense Nasa. Selama pertandingan, Irfan, membuat kocar-kacir barisan pertahanan Nasa. Berbekal speed yang kencang dan keberanian menusuk pertahanan Nasa, Student athlete kelahiran 2001 itu dominan mendulang angkat untuk Dust. Total, torehan 26 poin jadi bukti shooting guard andalan Dust ini tampil memikat di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. Nasa sempat mengancam Dust untuk menelan pil pahit. Center andalan Dust, Faiz terpaksa terkena foul trouble pada menit kedua kuarter empat. Hal ini tentunya membuat pertahanan Dust semakin rentan. Lowongnya pertahanan Dust, dimanfaatkan Nasa dan memimpin pertama kalinya, pada kuarter keempat. Dust tertinggal dengan skor skor 41-39. Toh, semangat juang skuat Kayu Putih, membuktikan mereka mengoleksi mental juara. Irfan mencetak 6 poin terakhir dari free throw, di dua menit terakhir, serta menjauh dari kejaran Nasa. Berkat kegaharan Irfan dan kolega, mimpi Nasa meraih titel juara harus kandas. Dust memenangkan laga dengan skor 50-42. Menjadi juara tentunya membuat Rizqy gembira dengan prestasi yang diukir anak-anaknya tersebut. Namun, ia mengaku harus membenahi beberapa kekurangan timnya. Lawan yang akan dihadapi saat Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 merupakan tim terbaik wakil regionalnya masing-masing. “Alhamdulillah kami menjadi juara. Namun, masih ada kekurangan di sisi pertahanan, dan sering melakukan turn over. Sedangkan babak Championship sudah mepet waktunya,” ungkapnya. Sementara itu, kapten dari Nasa, Tyas Satrio menyadari kekalahan timnya menjadi pekerjaan rumah yang besar. Jeda sepekan jelang Championship Series harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Belajar dari kekalahan di final East Region, kami harus melakukan banyak scrimmage untuk memperkuat mental kami. Kondisi kami yang di atas angin tadi sempat membuat kami lengah sehingga membuat kami kecolongan dari Dust, ungkapnya. (Adt)

SMAN 21 Jakarta, Sang Kampiun Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 Regional Selatan

Galeri Foto Sapta Eka Lumat SMAN 36 Jakarta, Honda DBL DKI Series 2018 – East Region

Tim Putri UNY dan UNS Bantai Lawan-lawannya, Langsung Pimpin Klasemen LIMA Futsal 2018

Rois Nurhidayah Safitri (5) skuat tim futsal putri Univ. Sebelas Maret Surakarta (UNS) sukses menyumbang sebuah gol, saat melumat tim tuan rumah Universitas Islam Indonesia (UII) dengan skor telak 16-1, pada laga perdana LIMA Futsal 2018 Java and Special Region of Yogyakarta Conferencem di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Yogyakarta. (LIMA)

Yogyakarta- Tim Putri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengawali dengan impresif laga LIMA Futsal: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference 2018. Pada Rabu (31/10), UNY mengalahkan Univ. PGRI Semarang (UPGRIS) dalam laga yang melibatkan banyak gol ini. UNY memborong tujuh dari sepuluh gol dalam duel di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Univ. Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Pemain UNY, Artika Novitasari (nomor punggung 16) membuka skor pada menit kedua. Naura Qatrunnada (15) membuat dua gol lagi bagi UNY di menit keempat dan ke-16 Namun, sebelum jeda antarbabak, Mufidatul Umah (25) memperkecil ketertinggalan semenit UNY kembali menggelontorkan empat gol lagi di paruh kedua. Ismi Nur Adizah (13) menyumbangkan dua gol [30′ dan 35′]. Dewi Setya Maharani (10) dan Sabrina Mutiara Firdaus Wibowo (5) menambah satu gol, masing-masing di menit ke-33 dan 37. UPGRIS menambah dua gol di babak kedua ini. Yuni Nur Afifah (5) mencetak gol di menit ke-25, disusul Mufidatul yang menorehan gol keduanya saat semenit sebelum bubar. Partai ketat juga terjadi pada pertandingan berikutnya. Bekal menjadi status tuan rumah, ternyata tak senantiasa memberikan keuntungan. Tim futsal putri Universitas Islam Indonesia (UII) merasakannya pada hari pertama LIMA Futsal: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference 2018, pada Rabu (31/10). Univ. Sebelas Maret Surakarta (UNS), terlalu tangguh dan melibas tuan rumah 16-1. UNS bahkan sudah menunjukkan keperkasaannya sejak menit awal. Tim dari Surakarta ini melesakkan 10 gol di babak pertama. UII hanya bisa memperkecil ketertinggalan dari kaki Vuan Maharani (9) di menit ke-17. UNS menambah setengah lusin gol lagi di paruh kedua. UII, di arena kebanggaan mereka, GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Yogyakarta, tak bisa menambah perbendaharaan gol mereka. Elen Yulianti (10) menjadi bintang dengan melesakkan lima gol. Dua pemain, yakni Zahra Juliashaputri Feriyanto (15) dan Renanda Kevin Selviana (9), mencetak trigol. Lalu Annisa Carollina (4) dan Erni Setyorini (19) menyumbangkan dua gol. Rois Nurhidayah Safitri (5) menambah sebuah gol. Kemenangan telak ini melesatkan UNS ke puncak klasemen Pul X. Duel berikutnya akan menarik. Dua tim yang telah membukukan sebuah kemenangan, UNS dan UNY, akan bersua pada Kamis (1/11). Di hari yang sama, UPGRIS akan menghadapi Univ. Gadjah Mada (UGM). UII baru akan melakoni partai kedua mereka pada Jumat (2/11), kontra UPGRIS. (Adt)

Banyak Hasil Tak Terduga, Battle of Semifinal DBL 2018 Jakarta East Region Bakal Penuh Kejutan

Tim putra SMA Islam Al Ma’ruf (putih), yang secara tak terduga menumbangkan SMAN 54 Jakarta, dengan keunggulan tipis 23-20, di GOR Pulogadung, pada Selasa (30/10), bakal melakoni battle of semifinals Honda Developmental Basketball League (DBL) DKI Jakarta Series 2018 – East Region, melawan SMAN 61. (DBL)

Jakarta- Honda Developmental Basketball League (DBL) DKI Jakarta Series 2018 – East Region kini memasuki fase krusial. Tersisa empat tim putra dan putri terbaik dari Jakarta Timur, yang siap tampil habis-habisan, pada battle of semifinals di GOR Pulogadung, pada Rabu (31/10). Ini adalah babak yang sangat menentukan. Karena siapapun yang menang, akan melanjutkan langkah tampil pada final party, pada Jumat (2/11). Sekaligus, memastikan diri sebagai wakil Jakarta Timur untuk bersaing dengan para finalis dari tiga regional lainnya (West, North, dan South), pada babak Championship di GOR Soemantri, 10-17 November mendatang. Tim putri SMAN 21 Jakarta, menjadi tim terakhir yang menempati slot semifinal. Kepastian itu diraih srikandi Dust (julukan SMAN 21), setelah menundukkan SMA Don Bosco 2, dengan keunggulan 28-18, pada Selasa (30/10). Hasil itu membawa Dust menantang SMAN 36, di fase semifinal. SMAN 36 sebelumnya terlebih dahulu memastikan tiket empat besar usai mengandaskan SMAN 42 Jakarta dengan skor telak 29-8. Laga semifinal putri lainnya mempertemukan SMA Labschool Rawamangun, dengan runner-up Honda DBL edisi 2015, SMAN 71 Jakarta. SMA Labschool Rawamangun menjadi tim pertama yang mengunci tiket semifinal. Mereka menyudahi perlawanan SMAN 39 Jakarta, dengan skor 16-7. Sementara itu, Sapta Eka (julukan SMAN 71) menyegel tiket semifinal setelah melangkahi lawannya SMAN 12 Jakarta, dengan skor meyakinkan 20-7. Sedangkan, persaingan di sektor putra pun tak kalah seru. Tiga slot semifinal juga baru bisa dipastikan, pada Selasa (30/10). Adalah SMA Islam Al Ma’ruf, SMAN 21 Jakarta, dan SMAN 39 Jakarta, lolos melaju ke semifinal. Tim putra SMAN 61 Jakarta menahbiskan diri sebagai tim pertama lolos ke babak Empat Besar. Lalu skuat debutan, tim SMA Islam Al Ma’ruf, yang tak terduga menumbangkan SMAN 54 Jakarta, dengan keunggulan tipis 23-20, Selasa (30/10). Hari ini, layak ditunggu apakah kejutan itu berlanjut. Lawan SMA Islam Al Ma’ruf pada semifinal adalah tim kuda hitam SMAN 61 Jakarta, yang menyingkirkan finalis Honda DBL DKI Jakarta Series dua tahun beruntun, SMAN 71 Jakarta, dengan skor 29-22. Laga semifinal putra lainnya, akan mempertemukan SMAN 21 Jakarta versus SMAN 39. Jagoan Dust (julukan SMAN 21) berangkat ke partai ini, setelah menyudahi perlawanan SMA Fons Vitae 1, dengan skor 39-15, pada Selasa (30/10). Hasil itu membuat Dust sebagai satu-satunya sekolah di Jakarta Timur, yang mengirim tim putra dan putrinya di semifinal. Dust akan ditantang oleh tim putra SMAN 39 Jakarta. Berstatus sebagai tim debutan, Galan (julukan SMAN 39) sukses menyingkirkan SMAN 14, dengan keunggulan 30-18, kemarin. (Adt)

Tundukan Jabar 54-46, Putri Kalbar KU-18 Pastikan Tiket Semifinal Kejurnas Basket di Pontianak

Tim Putri Kalimantan Barat (Kalbar) U-18 memastikan langkah ke babak semifinal Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Basket KU-16 Putra dan KU-18 Putri, usai menumbangkan Jabar, dengan skor 54-46 di GOR Perbasi, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa (30/10). (tribunnews.com)

Pontianak- Sebanyak 15 tim basket, yakni 8 tim putra dan 7 tim putri bersaing menjadi yang terbaik di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Basket KU-16 Tahun Putra dan KU-18 Tahun Putri, di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), pada 30 Oktober-3 November 2018. Adapun tim-tim yang berlaga diantaranya untuk KU-16 Putra, di Grup A, terdapat tuan rumah Kalbar, Jawa Tengah (Jateng), Banten, dan Sumatera Utara (Sumut). Sedangkan Grup B, dihuni Jawa Timur (Jatim), DKI Jakarta, Kalimantan Timur (Kaltim), Jawa Barat (Jabar). Sementara, di Grup A KU-18 Putri, ditempati Jatim, DKI Jakarta, Kaltim, dan Jateng. Kemudian, di Grup B, ada tuan rumah Kalbar, Jabar, dan Riau. Melakoni laga perdana di Gelanggang Olahraga (GOR) Perbasi, Kota Pontianak, pada Selasa (30/10), tim tuan rumah menorehkan hasil positif. Tim KU-16 Kalbar putra berhasil meraih kemenangan atas Sumut dengan skor meyakinkan 85-47. Hasil ini membuka peluang ke semifinal. Asalkan, tuan rumah berhasil mengukir kemenangan kedua kontra Banten. Sedangkan, srikandi tuan rumah berhasil menumbangkan Jabar, dengan skor 54-46. Kemenangan ini memastikan langkah tim Putri Kalbar KU-18 ke semifinal. Sebab, di Grup B hanya dihuni 3 tim. Selanjutnya, tim tuan rumah hanya tinggal berhadapan dengan Riau, di pertandingan terakhir. Terpisah, Jatim melalui Evi Ekawati, Manajer Tim, membidik gelar juara di Kejurnas KU-16. “Kami optimis mampu bersaing dengan tim-tim yang berkualitas dari daerah lain,” ujar Evi. Wanita yang juga menjabat Ketua Perbasi (Persatuan Bola Basket) Kota Surabaya itu, berharap anak didiknya bisa meraih hasil terbaik dengan menjadi juara. “Kejurnas ini juga sebagai media menambah pengalaman dan jam terbang bagi para atlet muda. Selain itu, dapat membentuk pemain, agar bisa menjadi atlet yang berkarakter,” pungkas Evi. (Adt)