Kirim Sembilan Petinju di Kejurnas Tinju Amatir Lampung, Pertina DKI Bidik Dua Emas

Tim tinju DKI Jaya yang bermaterikan sembilan petinju diantaranya petinju wanita nasional berusia 21 tahun, Novita Sinadia, membidik target dua medali emas dalam Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Elite 2018, di GOR Saburai, Bandar Lampung, 5-12 Desember. (Pertina DKI)

Jakarta- Tim tinju DKI Jaya membidik target dua medali emas dalam Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Elite 2018, di GOR Saburai, Bandar Lampung, 5-12 Desember. “Dalam kejurnas ini, kami menurunkan sebanyak 9 petinju,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PB Pertina) DKI Jaya, Hengky Silatang SH. Tim asal ibukota ini bermaterikan petinju-petinju nasional diantaranya, Vinky Montolalu kelas 75 kilogram, Aldom Sugoro (52 kilogram), Mathias Mandiangan (60 kilogram), serta petinju wanita kelahiran Manado, Novita Sinadia (21 tahun), di kelas terbang 51 kilogram. “Kejurnas ini jadi barometer persiapan menuju Pra-Kualifikasi PON 2029. Target kami adalah meloloskan sebanyak mungkin petinju, di setiap kelas yang dipertandingkan,” tukas Hengky, usai melepas para petinju di Hotel Atlet Century, Jakarta, awal pekan ini. Ia juga mengatakan, tim tinju DKI Jaya melakukan persiapan yang cukup panjang jelang event PON 2020 Papua. Mereka juga telah digembleng di HS Camp Ciseeng selama tiga bulan. Namun, di sisi lain, Hengky menyayangkan bahwa dalam kejurnas kali ini, wasit asal DKI Jaya tidak diakomodir tanpa alasan yang jelas. “Ini kami anggap adalah hal yang tidak masuk akal. Padahal, seharusnya semua daerah mengirim atlet dan juga wasit dalam kejurnas,” paparnya lagi. Terpisah, pelatih tim DKI, Hugo Muslim mengatakan, saat ini peta kekuatan para petinju di kejurnas merata. “Kondisi para petinju sudah siap untuk bertanding. Mereka, tinggal jaga kondisi saja. Dan ajang ini juga dijadikan seleksi untuk pembentukan kerangka tim SEA Games Filipina 2019. Apalagi, peta kekuatan tiap provinsi juga merata,” tandasnya. Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Elite 2018 ini, sejatinya sudan mulai di gelar sejak Senin (3/12), di GOR Saburai, Bandar Lampung, Lampung, dan memperebutkan tiga piala bergengsi, yakni Piala Gubernur, Piala Kapolda dan Piala Danrem. (Adt)

Pemanasan Jelang Seleksi Tim SEA Games 2019, PGSI Gelar Kejurnas Gulat Senior U-23

Kejurnas Gulat Senior U-23 2018 yang dilaksanakan oleh Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI), akan berlangsung 6-10 Desember, di GOR Simpang Lima, Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah. Event ini memakai regulasi gulat internasional atau United World Wrestling (UWW). (antaranews.com)

Semarang- Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gulat Senior U-23 di Kabupaten Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah. “Rakernas digelar pada 4-5 Desember, di Hotel 21 Purwodadi, sedangkan Kejurnas Gulat Senior U-23 berlangsung 6-10 Desember di GOR Simpang Lima, Grobogan, Purwodadi,” kata Ketua Pengurus Provinsi PGSI Jawa Tengah, Andreas Budi Wirohardjo di Semarang, Selasa (4/12). Andreas menjelaskan tujuan rakernas yang akan dipimpin oleh Ketua PP PGSI Trimedya Panjaitan itu akan menyusun agenda kegiatan 2019 dan mengkonsolidasikan organisasi gulat seluruh Indonesia. Usai rakernas dilanjutkan dengan Kejurnas Gulat Senior U-23, yang diikuti sekitar 300 pegulat dari 26 pengprov PGSI se-Indonesia. “Tujuan Kejurnas Gulat Senior U-23 adalah mencari atlet nasional untuk mengikuti SEA Games 2019 di Filipina,” ujarnya. Kemudian, membentuk jenjang dan pola pembinaan olah raga gulat, yang terintegrasi dengan melibatkan seluruh kompenen pendukung, serta menjaring atlet gulat berprestasi. Menurut Andreas, yang menarik dari Kejurnas Gulat Senior U-23 2018 adanya “talent scouting” yang menentukan tim yang masuk pelatnas mendatang. Gulat menjadi salah satu cabang olahraga yang diikuti Indonesia pada Asian Games 2018 yang lalu. Gulat memang belum pasti akan dipertandingkan di Sea Games 2018. Tapi, PP PGSI yakin jika cabang olahraga gulat akan masuk pada event olahraga multi event terbesar di kawasan Asia Tenggara itu. Kejurnas Gulat Senior U-23 2018 bakal memakai regulasi gulat internasional atau United World Wrestling (UWW). Andreas menyebut, regulasi UWW memastikan, jika proses timbang badan dan cek kesehatan dilakukan pada hari H, sehingga atlet tak akan bisa memanipulasi berat tubuhnya. Secara khusus, PGSI Jateng sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kejurnas Gulat SeniorU-23 mendapat kesempatan untuk mengikuti 21 kelas yang dipertandingkan. Beberapa kategori yang dipertandingkan pada Kejurnas Gulat Senior U-23 adalah gaya bebas putra, gaya bebas putri, serta gaya Grego Romawi putra dengan berbagai kelas mulai 48 kilogram hingga 130 kg. (Adt)

Renang Hari Ketiga IOAC 2018, Dara 16 Tahun Kembali Sumbang Emas Nomor 200 Meter Gaya Kupu-Kupu

Perenang 16 tahun dari Riau, Azzahra Permatahani, kembali meraih medali emas nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri, pada hari ketiga Kejuaraan Akuatik Indonesia Terbuka (IOAC) 2018, di Jakarta, Senin (3/12). Total, kini Zahra sudah mengoleksi tiga medali emas. (instagram.com)

Jakarta- Perenang nasional yang baru berusia 21 tahun, Aflah Fadlan Prawira, memborong dua medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra dan 200 meter gaya kupu-kupu putra, pada hari ketiga Kejuaraan Akuatik Indonesia Terbuka (IOAC) 2018, di Jakarta, Senin (3/12). Di nomor 200 meter gaya bebas putra, Fadlan, yang tampil untuk klub Aquarius Bandiung, mencatatkan waktu tercepat 1 menit 50,78 detik diikuti oleh Putra M Randa, MNA Jakarta, di peringkat dua untuk medali perak dengan waktu 1 menit 53,48 detik, dan Ricky Annggawijaya dari klub ESC, di peringkat tiga (1:54,19). Lalu di nomor 200 meter gaya kupu-kupu putra, pemuda kelahiran Cirebon 13 November 1997 ini kembali jadi yang tercepat, dengan waktu 2 menit 3,01 detik. Sejatinya, pada babak kualifikasi, catatan waktu Fadlan dikalahkan oleh Joe Aditya. Namun, Joe justru melorot ke peringkat lima, saat bertarung di babak final. Medali perak nomor diraih oleh perenang Aquarius lainnya, Reza Bayu Prasetyo, yang terpaut tipis dengan Fadlan (02:03,22). Dan perenang Pyramid, Azel Zelmi harus puas dengan perunggu (02:06,41). Di Nomor 200 meter gaya bebas putri, perenang klub MNA Surabya, Ressa Kania Dewi merebut emas dengan catatan waktu 2:05,30. Disusul Prada Hanan, Klub Aquarius, dengan 02:06,47 dan Sagita Putri, klub TCS, di tempat ketiga dengan waktu (02:07,25). Nama Anandia Treciel Vanessae Evato dari klub Belibis, Pekanbaru, menjadi yang tercepat di final nomor 50 meter gaya dada putri. Evato mencatatkan waktu 32,57 detik untuk mengamankan medali emas. Di peringkat kedua ada Adelia dari klub ESC (33,88) dan Ressa Kania Dewi, MNA Surabaya di peringkat tiga dengan waktu 34,24 detik. Dan emas nomor 50 meter gaya dada putra, milik Muhammad Fachri Tanjung, dari klub Boa (28,57). Perenang senior klub ACS, Gagarin Nathaniel Yus, harus puas di posisi dua dengan waktu 28,89. Diikuti oleh wakil klub MNA Jakarta, Dennis Tiwa mengantongi perunggu (29,07). “Setelah Asian Games belum ada latihan,” tukas Gagarin tentang performanya hari ini. “Kejuaraan ini sebagai tolak ukur saya, untuk melihat posisi saya ada di mana, jika turun tanpa latihan yang maksimal,” terangnya. Untuk nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri, perenang 16 tahun dari Riau, Azzahra Permatahani, kembali mencetak hasil gemilang. Zahra, yang berasal dari klub Belibis, Pekanbaru mencatatkan waktu (02:16,39) diikuti Adinda Kusuma Ningrum dari klub Aquarius, (02:18,37) dan Hanna Christina dari klub Paswind di tempat ketiga (02:26,04). “Kalau menurut aku di 200 meter gaya kupu-kupu ini, lebih sedikit berat dari kemarin, saat saya dapet emas di 200 gaya ganti,” ujar dara kelahiran Jakarta, 7 Januari 2002, usai perlombaan. Total, hingga Senin, Siswi kelas XII SMA Cendana Rumbai ini usdah mengoleks tiga medali emas. Hari keempat IOAC 2018, pada Selasa (4/12), akan melombakan cabang olahraga renang nomor 400 Gaya Ganti Perorangan Putra dan Putri, 50 Meter Gaya Kupu-kupu Putra dan Putri, 100 Meter Gaya Dada Putra dan Putri, 4×100 Gaya Bebas Estafet Putra dan Putri, serta 4×100 Gaya Ganti Estafet Campuran. Selain itu, juga akan dipertandingkan partai Polo Air Putra, yakni Jawa Timur kontra Jambi, Sumatera Selatan melawan Merauke, DKI Jakarta A hadapi DKI Jakarta B, Jawa Timur menghadapi Merauke, dan Jawa Barat menjajal Sumatera Selatan. (Adt)

Perenang 16 Tahun Klub Belibis Pecahkan Rekor Nasional, Patricia Yosita Jadi Ratu Gaya Bebas

Perenang klub Belibis Riau, Azzahra Permatahani, yang masih berusia 16 tahun, memecahkan rekor nasional nomor 200 Meter Gaya Ganti Perorangan Putri, pada hari kedua 2nd Indonesia Open Aquatic 2018, Minggu (2/12). Siswa kelas XII SMA Cendana Rumbai ini, mematahkan rekornya sendiri, yang tercipta pada 2017 (02.17.42). (metrotvnews.com)

Jakarta- Perenang klub Belibis, Azzahra Permatahani, gemilang pada hari kedua 2nd Indonesia Open Aquatic Championship 2018, di GBK Aquatic Stadium, pada Minggu (2/12). Melesat menjadi yang terdepan untuk meraih emas (02.16.71), Zahra, sapaanya juga memecahkan rekor nasional nomor 200 Meter Gaya Ganti Perorangan Putri. Dara kelahiran Jakarta, 7 Januari 2002 itu mematahkan rekor miliknya sendiri, yang tercipta pada 2017 (02.17.42). Wakil klub MNA Surabaya, Ressa Kania Dewi, mendapat perak (02.18.85). Perunggu dikantongi perenang HIU, Adinda Larasati (02.25.30). “Kaget sih memecahkan Rekor Nasional, karena memang nggak ada rencana untuk memecahkan Rekor. Awalnya cuma menajamkan best time sendiri,” ucap zahra. Siswa kelas XII SMA Cendana Rumbai ini, juga mengukir medali emas nomor 1500 Meter Gaya Bebas Putri (17.25.04). Lalu, Raina Saumi dari klub ESC, di poisis dua (17.31.90). Perenang klub TH, Izzy Dwifaiva, harus puas dengan perunggu (18.11.47). Sedangkan atlet cantik klub MNA Surabaya, Patricia Yosita Hapsari, menjadi ratu pada nomor 100 Meter Gaya Bebas Putri. Atlet kelahiran Jakarta, 30 Juli 1995 ini, layak mendapat emas, usai mengantongi waktu tercepat 57.97 detik. Menyusul perenang klub HIU, Adinda Larasati (58.17). Posisi tiga atau perunggu, diduduki Sagita Putri yang membela klub TCS (59.10). Perenang andalan Indonesia, Gede Siman Sudartawa kembali unjuk gigi. Kali ini Siman yang membela klub MNA Jakarta mengunci titel kampiun nomor 50 Meter Gaya Punggung Putra. Catatan waktu Siman (25.58) menjadi yang tercepat dan berhak mengantongi emas. Menyusul di tempat kedua ada perenang Pari Sakti, Dwiki Anugrah, mendapat perak (27.31). Dan Farrel Armandio, yang membela klub Kraken AQ, mendapat perunggu (27.62). Untuk nomor 50 Meter Gaya Punggung Putri, emas berhasil diraih perenang Petrokimia, Nurul Fajar (30.43). AA Istri Kania dari klub MNA Jakarta menempati peringkat dua (30.59). Perenang klub MNA lainnya, Sofie Kemala, harus puas dengan perunggu (30.80). 100 Meter Gaya Bebas Putra dikuasai perenang ESC, Triadi Fauzi (51.50). Perak dikantongi sesama perenang ESC, Ricky Anggawijaya (51.80). Dan Erick Ahmad Fathoni dari klub Aquarius, mendapat perunggu (52.17). Persaingan sengit juga terjadi di nomor 200 Meter Gaya Ganti Perorangan Putra. Emas berhasil diraih Aflah Fadlan wakil dari klub Aquarius (02.04.81). Perak dikantongi Dwiki Anugrah, dari klub Pari Sakti (02.08.57). Dan I Putu Wirawan dari klub Bali Pari, meraih perunggu (02.09.27). Aflah Fadlan Prawira juga mendapat emas 800 Meter Gaya Bebas Putra. (08.15.35). Disusul Joe Aditya yang membela klub Pari Sakti, meraih perak (08.22.03). Sementara wakil Aquarius lainnya, Reza Bayu Prasetyo mengantongi perunggu (08.22.39). Pada Senin (3/12), akan memainkan nomor 200 Meter Gaya Bebas Putra dan Putri, 50 Meter Gaya Dada Putra dan Putri, 200 Meter Gaya Kupu-kupu Putra dan Putri, 4×50 Meter Gaya Bebas Estafet Putra dan Putri, serta 4×100 Meter Gaya Ganti Estafet Putri. Sementara cabang Polo Air Putra, juga akan mulai bertanding DKI Jakarta A melawan Jawa Timur, Jawa Barat kontra Jambi DKI Jakarta B menghadapi Sumatera Selatan pada sesi pagi hari mulai Pukul 08.30 WIB, dan dilanjutkan sore hari Pukul 15.00 WIB yakni DKI Jakarta A kontra Merauke Jawa Barat melawan DKI Jakarta B. (Adt)

24 Student Athlete Terbaik Indonesia Lolos Ke AS, Empat Orang Masih Berstatus Siswa Kelas X

Dendy Sean (tengah), Marketing Director MPM Motor Honda, bersama dengan Most Valuable Player (MVP) Honda DBL Camp 2018, yakni Andreas Marcellino Bonfilio (kiri/putra) dan Namira Ramandha (kanan/putri). Honda DBL Indonesia All-Star 2018 ini, nantinya akan menimba ilmu di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Februari 2019. (DBL)

Surabaya- Setelah lima hari penyelenggaraan, terpilihlah 24 student-athlete putra dan putri terbaik dari seluruh Indonesia. Melalui proses persaingan dan seleksi yang sangat ketat, para Honda DBL Indonesia All-Star 2018 nantinya akan menimba ilmu di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Februari 2019. Dari total 24 orang yang terpilih, dua putra dan dua putri diantaranya merupakan pelajar kelas X. Mereka yakni Juan Alexander dari SMA Soverdi Tuban, Mario Davidson dari SMA Karangturi Semarang, Brylia Tumanduk dari Manado Independent School, dan Putu Putri Nandini dari SMAN 2 Denpasar. Sebagai informasi, di perhelatan 2018, Honda DBL membuat regulasi baru, yaitu pelajar kelas X bisa turut serta berpartisipasi mengharumkan nama sekolah. Hal ini membuktikan meski masih musim pertama, mereka bisa menunjukkan performa terbaiknya. Mario mengungkapkan jika dirinya tak menyangka lolos dan menjadi salah satu diantara 12 pemain terbaik se-Indonesia. Ia mengaku sebelum di Surabaya selalu dilatih oleh sang kakak, yang pernah menjadi salah satu partisipan Honda DBL pada 2010. Ia juga mempersiapkan fisik lebih besar, karena tahu akan diberi banyak drill latihan dalam sehari. “Tak hanya menemani latihan lay-up serta shooting, Kakak saya, Andre, selalu berpesan supaya lebih giat latihan bila ingin mengikuti jejaknya menjadi pemain profesional. Selain Papa dan Mama, Kakak punya dampak besar dalam dunia basket saya,” ujar pemain dengan tinggi 178 cm ini. Tak hanya itu, Provinsi Bali dan Jawa Timur dilabeli sebagai dua provinsi yang paling konsisten menyumbang student-athlete terbaiknya. Sejak 2008, Jawa Timur sudah mengirim total 34 pemain terbaiknya, hingga musim lalu. Di tahun ini, lima pemain yang terdiri dari tiga putri dan dua putra, tergabung dalam skuad Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Sedangkan Bali yang menyumbang pemain terbaiknya sejak 2009, berhasil menerbangkan dua putra dan tiga putri di 2018, ke Amerika Serikat. Di tahun ke-11 penyelenggaraanya, Andrew Vlahov, Head Coach World Basketball Academy serta International Coach Honda DBL Camp 2018 menuturkan, bilaa musim ini sangat luar biasa. Secara skill, campers memiliki kemampuan yang merata. Bahkan di setiap step seleksi, sejak best 50, best 24, Wild Card, hingga Honda DBL Indonesia All-star 2018 para coach dibuat kesulitan memilih mereka. “Di tahun ini, campers terutama putra, memiliki fundamental yang lebih bagus, dibanding musim sebelumnya. Harapannya, tahun ini outputnya akan lebih kuat,” ujar Andrew. Azrul Ananda, Founder dan CEO DBL Indonesia menjelaskan para Honda DBL All-Star 2018 memiliki average tinggi yang bagus dan didukung dengan tubuh atletis. Tak hanya itu, secara skill fundamental campers juga sudah meningkat. Ini menunjukkan jika akar basket di Indonesia berupa pengembangan di kota-kota lain sudah mulai membaik. Selain dari segi fundamental yang membaik di tiap-tiap kota, empat siswa kelas X yang berhasil lolos dan masuk kedalam skuad Honda DBL Indonesia All-Star 2018, adalah sebuah “berlian” yang berhasil ditemukan. “Sekusam apapun situasi, berlian akan muncul. Ini sangat bagus karena artinya pengembangan basket di kota-kota membaik. Tinggal lihat akankah mereka terpilih kembali tahun depan atau tidak. Pasalnya, akan ada kelas sepuluh lain di musim depan yang akan bersaing dengan mereka,” tutup Azrul. (Adt) Honda DBL Indonesia All-Star 2018 Dalam Angka 6 Enam dari 12 putri dan 1 dari 12 Honda DBL Indonesia all-star 2018 merupakan skuad musim lalu 4 Empat dari 24 putra dan putri Honda DBL Indonesia All-Star adalah siswa kelas X Bali dan Jawa Timur jadi provinsi penyumbang Honda DBL Indonesia All-Star terbanyak musim ini. Keduanya menyumbang dua putra dan tiga putri. Jawa Timur jadi provinsi terproduktif dengan menyumbangkan pemain terbaiknya sejak tahun 2008 tanpa henti. Total ada 39 student athlete yang sudah menjadi bagian dari Honda DBL Indonesia All-Star. Sulawesi Selatan pun kembali menyumbang pemainnya ke Honda DBL Indonesia All-Star, setelah terakhir terjadi pada 2014.

Kejurnas PBSI 2018 Digelar di Jakarta Bulan Depan, Kelas Taruna Jadi Promosi Atlet Bulutangkis Muda

DKI Jakarta menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional PBSI 2018 pada 18-22 Desember. Sport Mall Kelapa Gading, bakal menjadi arena pertandingan kejurnas, yang dibagi menjadi dua bagian yakni divisi I dan divisi II. (twitter.com)

Jakarta- DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah penyelenggara kejuaraan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (kejurnas PBSI) 2018 pada 18-22 Desember. Sport Mall Kelapa Gading, bakal menjadi arena pertandingan kejurnas, yang dibagi menjadi dua bagian yakni divisi I dan divisi II. Tiga ketentuan peserta yang masuk ke divisi I adalah mereka yang memiliki kontribusi besar dalam mengirim atlet ke Pelatnas PBSI seperti provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Selain itu, para atlet/klub yang meraih gelar juara Divisi II pada kejurnas tahun sebelumnya, berhak tampil, serta para atlet tunggal dan ganda yang memiliki ranking 30 besar, dihitung dari satu bulan sebelum kejurnas. Dari segi usia, kejurnas juga dibagi menjadi dua bagian yaitu taruna (U-19) dan dewasa. Pada tahun genap, kejurnas kelas dewasa akan memainkan nomor beregu campuran yang memainkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri serta ganda campuran, sementara kelas taruna memainkan nomor perorangan. Kejurnas khususnya kelas taruna, menjadi salah satu tempat ujian para atlet muda, serta untuk meninjau hasil pembinaan bibit-bibit muda di klub. Penyebabnya, mereka yang akan menjadi generasi penerus pada masa datang. Adapun bagi para pemain top dunia, menjadi sebuah kebanggaan membela klub yang telah membesarkan nama mereka, pada turnamen nasional paling bergengsi ini. Kehadiran para pemain elite tentunya menambah semangat bagi para pemain muda di klub tersebut. Sampai saat ini, PBSI tengah menggodok waktu pendaftaran. Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, menyebut ajang itu menjadi kesempatan pebulutangksi taruna untuk melihat langsung aksi pemain elite. Di sisi lain, PBSI akan menggunakan sebagai salah satu penilaian promosi dan degradasi. “Kami memang mau memantau bibit-bibit muda lewat hasil pertandingan terakhir di kejurnas ini. Untuk persiapan jelang Kejurnas, kami akan persilahkan para atlet untuk bergabung ke klub masing-masing untuk memaksimalkan kesiapan mereka,” kata Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI. Susy menjelaskan, Kejurnas PBSI 2018 tentunya bukan jadi satu-satunya event yang menentukan promosi dan degradasi atlet. Faktor-faktor ini juga dilihat selama setahun penuh di rangkaian turnamen BWF World Tour 2018 yang mereka jalani. “Kami akan pulangkan semua atlet ke klub, jelang kejurnas. Nanti ada pemanggilan lagi usai kejurnas, mungkin awal tahun depan diumumkan daftar promosi dan degradasi,” ujar Susy. Dua tahun lalu, Kejurnas Bulutangkis di Solo, Jawa Tengah, PB Djarum Kudus menjadi kampiun, usai mengalahkan Jaya Raya Jakarta dengan skor 3-0. (Adt)

33 Atlet Pelajar Jabar Ikuti Kejurnas Taekwondo Junior 2018, PBTI Fokus Seleksi Berpostur Ideal

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Junior 2018, di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, 14-16 Desember, dan diikuti 34 Propinsi, dengan mempertandingkan dua kategori, yakni Kyorugi dan Poomsae. (PBTI)

Bandung- Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Barat resmi menetapkan 33 atlet yang berusia 14 hingga 17 tahun, tampil pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Junior 2018, di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, pada 14 – 16 Desember. Menurut Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengprov TI Jawa Barat, Bayu Firmansyah, penetapan tim inti Kejurnas ini dilakukan karena pihaknya sudah harus memasukan siapa saja atlet yang akan ikut serta di Kejurnas. Adapun pemilihan atlet menggunakan sistem entry by name. “Sebab pada Minggu (25/11), sudah harus masuk entry by name. Dan kini, Pengprov sudah menetapkan jumlah atlet yang akan di ikut sertakan pada Kejurnas Taekwondo Junior 2018,” ucap Bayu, pada Rabu (26/11) . Bayu menambahkan, penetapan tim inti Kejurnas Junior sudah melalui tahapan seleksi, dengan kurun waktu persiapan kurang lebih sekitar dua bulan lamanya. Adapun jumlah tim inti Kejurnas Taekwondo Junior 2018, berjumlah 33 orang. “Seleksi dilaksanakan sekaligus dengan pelatda, dan sebelum menetapkan tim inti, kami sudah melaksanakan pelatda selama sebulan lebih. Sebelum seleksi, jumlah atlet ada 42 orang,” terangnya. Adapun komposisi atlet Jabar di Kejurnas Taekwondo Junior 2018, kata dia, terdiri dari 20 atlet putra/putri (Pa/Pi) nomor kyorugi, dan 13 atlet pomsaee Pa/Pi. Berbeda dengan nomor kyorugi, menurutnya, atlet pomsaee tak mengalami pengurangan dari jumlah total atlet sebelumnya. Kejurnas Junior ini akan diikuti oleh 34 Propinsi dengan mempertandingkan dua kategori, Kyorugi dan Poomsae. Untuk Kyorugi akan mempertandingkan sebanyak 10 (sepuluh) kelas putra dan 10 (sepuluh) kelas putri. Sedangkan, Kategori Poomsae mempertandingkan 5 (lima) kelas. Menurut Ketua Pelaksana Kejurnas Junior 2018, Tb. Ade Lukman, Kejurnas Junior ini jadi momentum strategis tak saja bagi Pengprov, karena sebagai ajang menetapkan formasi ideal atlet mereka, yang akan turun di PON 2020 di Papua, tapi juga bagi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI). Menurutnya, PBTI menjadikan event ini menjaring atlet muda menjadi pelapis atlet pelatnas, yang sebagian kini sudah terdegradasi. Selain itu, kata Ade, Kejurnas Junior ini juga dijadikan PBTI melakukan seleksi Timnas Junior, yang akan turun di kejuaraan Junior Asia 2019 mendatang. “Kejurnas kali ini menjadi sangat penting artinya, bukan saja bagi Pengprov yang akan membuktikan kualitas generasi baru atletnya yang akan tampil di PON 2020 di Papua, tapi juga bagi PBTI, guna mengambil atlet terbaik untuk kejuaraan Asia di 2019,” ujar Ade, di Jakarta, awal pekan ini. Lebih lanjut, ia menjelaskan gelaran Kejurnas Junior kali ini juga, PBTI melalui team talent scouting, akan lebih ketat dan fokus mengidentifikasi bakat atlet terbaik. Bukan saja dari segi teknik dan fisik, tapi juga dari sisi postur tubuh yang ideal. Atlet yang akan turun di Kejurnas Junior adalah atlet berusia di bawah 17 tahun. Tepatnya kelahiran antara tahun 2001 hingga 2004 dan melampirkan dan membuktikan Akte Kelahiran, Ijazah sekolah (Raport), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Sertifkat Taekwondo Minimal Geup V (ASLI) yang dikeluarkan oleh PBTI kepada panitia pelaksana. Dalam Kejurnas Taekowndo Junior 2018, kategori Kyorugi akan mempertandingkan sebanyak 10 (sepuluh) kelas putra dan 10 (sepuluh) kelas putri. Adapun untuk kategori Poomsae menampilkan 5 (lima) kelas yakni Individual Putra, Individual Putri, Team Putra, Team Putri dan Pair (Pasangan). Kelas untuk Putra : U-45 Kg, U-48 Kg, U-51 Kg, U-55 Kg, U-59 Kg, U-63 Kg, U-68 Kg, U-73 Kg, U-78 Kg dan Over 78 Kg. Sedangkan untuk putri kelas U-42 Kg, U-44 Kg, U-46 Kg, U-49 Kg, U-52 Kg, U-55 Kg, U-59 Kg, U-63 Kg, U-68 Kg dan Over 68 Kg. (Adt)

Seleksi Sangat Ketat, Unselected Players Honda DBL Camp 2018 Berebut Dua Tiket Wild Card

Para Campers putra Honda DBL Camp 2018, memerhatikan penjelasan coach CJ Jackson, dari World Basketball Academy (WBA) Australia, dengan antusias. Lewat proses seleksi yang sangat ketat, terpilih Top 24 campers dari kelompok putra dan putri. (DBL)

Surabaya- Kamp basket pelajar terbesar tanah air, Honda DBL Camp 2018, menginjak hari kedua, pada Kamis (29/11). Melalui proses seleksi yang sangat ketat, terpilih Top 24 campers dari kelompok putra dan putri. Mereka terpilih usai menunjukkan potensi dalam offensive concept section, di DBL Academy Pakuwon Mall, Surabaya. Dengan arahan tim pelatih dari World Basketball Academy (WBA) Australia dan DBL Academy, Andrew Vlahov dan tim pelatih dari WBA memberikan dan mengaplikasikan materi tentang pentingnya memahami dan menerapkan pattern dalam menyerang. Beberapa pattern seperti 2on2 dan 3on3 offensive concept menjadi menu latihan mereka sejak pagi hari. Menurut Makailah Dyer, pelatih WBA, tujuan utama dari latihan ini adalah memberikan gambaran baru, dalam pola offense mereka. Ia melihat jika para campers saat ini terstigma bahwa pola serangan harus cepat. “Padahal, dalam menyerang itu tidak perlu tergesa-gesa. Karena mereka harus melihat pola defense lawan dulu, setelah itu tempo bisa meningkat secara drastis. Dan yang terpenting selanjutnya adalah masalah spacing (jarak). Hal ini akan berpengaruh terhadap banyaknya opsi dalam menyerang,” ujar Makailah. Pada Jum’at (30/11), perjuangan para campers untuk menembus skuad Honda DBL Indonesia All-Star 2018 masih berlanjut. Mereka yang terpilih sebagai Top 24 Campers putra dan putri, akan melanjutkan sesi offensive concept dan scrimmage game, di DBL Academy Pakuwon Mall, Surabaya. Sementara itu, bagi mereka yang berstatus unselected players, atau para campers yang tersisih dari status Top 50 dan Top 24, tetap akan berlatih dan diseleksi kembali di Sports Center Puncak Permai, dan indoor court Gloria 1 School, Surabaya. Mereka akan saling bersaing guna memperebutkan dua tiket wild card putra dan putri. Pengumuman siapa campers yang berhasil merebut tiket wild card akan dilakukan di lapangan DBL Academy Pakuwon Mall. Mereka yang berhasil mendapatkan tiket wild card, akan bersaing dengan Top 24 campers. Dan, puncaknya pada hari terakhir, pada Sabtu (1/12), akan diumumkan 12 pemain putra dan 12 putri, serta 4 pelatih, yang berhak menjadi skuat Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Mereka inilah yang akan diterbangkan ke Los Angeles, Amerika Serikat, untuk belajar dan bertanding pada Februari 2019. (Adt)

Tampil Impresif di Kejurnas Panjat Tebing, Lead Tim Putra Sumbang Emas Pertama Bagi Jawa Timur

Lead tim putra kontingen Jawa Timur (kaos hijau), akhirnya sukses meraih medali emas pada hari pertama, pelaksanaan Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018, di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (28/11). (FPTI)

Solo- Kontingen Jawa Timur (Jatim) menyabet satu medali emas dan satu medali perak pada hari pertama kejuaraan nasional (Kejurnas) XVII Panjat Tebing 2018, pada Rabu (28/11), di Solo Sport Climbing Center, Solo, Jawa Tengah (Jateng). Medali emas didapat dari kategori lead tim putra. Sedangkan perak didapat dari boulder tim putri. Lead tim putra Jatim dihuni Yohanes Angel Rossy Que, Akbar Huda Wardana, dan Fatchur Roji. Untuk medali perak lead tim putra direbut kontingen Jabar yang diperkuat Muhammad Rizal Ramdhan, Dimas Wahyu NR, dan Bim Sigrid. Dan, medali perunggu direbut kontingen Bali yang menurunkan Rifaldi Ode Sandjaya, Danes Devrian Sandehang, dan Temi Teli Lasa. Sementara itu, Jatim juga meraih medali perak melalui boulder tim putri. Jatim menurunkan Pradeva Adelin, Choirul Umi Cahyaning Ayub, Fitria Hartani, dan Amanda Nanda Mutia. Dalam babak final, boulder tim putri Jatim menorehkan 1 top, 1 zone, 1 AT, dan 6 AZ. Danu Iswara, Ketua Umum Pengda (Pengurus Daerah) FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Jatim, mengaku bersyukur bisa meraih medali emas dan perak di hari pertama Kejurnas. “Awal yang baik. Semoga performa atlet terus berlanjut sampai hari terakhir Kejurnas,” ujar Danu, pada Rabu (28/11) malam. Dengan raihan ini, Jatim yang merupakan juara umum Kejurnas tahun lalu itu memuncaki klasemen perolehan medali sementara, dengan meraih 1 medali emas dan 1 medali perak. Pada urutan kedua, Jateng mengantongi satu medali emas yang didapat dari tim putri pada kategori Boulder. Sementara kontingen Jabar di posisi ketiga dengan satu medali perak yang diraih tim putra pada kategori Lead. Kontingen Bali menempati posisi keempat dengan satu perak dan dua medali perunggu. Adapun kontingen daerah lain belum mendapat medali pada hari pertama ini. Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 berlangsung selama lima hari ke depan, mulai 28 November hingga 2 Desember 2018. Diikuti oleh 27 kontingen yang memperebutkan medali pada 18 nomor, termasuk 2 nomor olimpiade yang diikuti 129 atlet. (Adt)

Hasil Drawing Babak 8 Besar Elite Pro Academy Liga 1 U-16, Persija dan Persib Beda Grup

Babak 8 Besar Elite Pro Academy Liga 1 U-16, tim Persija Jakarta U-16 (oranye) akhirnya bergabung dalam Grup X, yang akan tampil di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Event ini akan bergulir 1-4 Desember di dua stadion yakni Stadion 17 Mei dan Stadion Demang Lehman. (Persija.co)

Jakarta- Kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-16 memasuki babak 8 besar. Delapan tim terbaik yang lolos ke babak tersebut yaitu Barito Putera, Persija Jakarta, Pusamania Borneo FC, dan Persebaya Surabaya. Kemudian PS Tira, PSMS Medan, Bali United, dan Persib Bandung. Di babak 8 besar, kompetisi digelar dengan sistem home tournament. Dua kota yang dipilih sebagai tuan rumah adalah Banjarmasin (Grup X) dan Bali (Grup Y). Klub-klub yang tergabung di Grup X di antaranya adalah Barito Putera, Persija, Borneo FC, dan Persebaya. Sementara Bali United, PS Tira, PSMS, dan Persib akan bersaing di Grup Y. Nantinya jika sesuai jadwal, partai semifinal dan final akan berlangsung 8 dan 9 Desember mendatang di Palembang, Sumatera Selatan. Sedangkan fase delapan besar akan mulai berlangsung 1-4 Desember. Dengan partai pembuka Grup X, yang mempertemukan Persija melawan Borneo FC, dan PS Tira menghadapi PSMS di Grup Y. Untuk lokasi pertandingan, Grup X akan menggunakan dua stadion yaitu Stadion 17 Mei dan Demang Lehman. Sementara Grup Y, akan memakai Stadion Kapten I Wayan Dipta dan Lapangan Pecatu. Elite Pro Academy Liga 1 U-16 telah digulirkan pada 15 September lalu. Sebanyak 18 tim yang terbagi dalam tiga grup, berkompetisi dengan sistem kandang-tandang, dengan masing-masing dua pertandingan dengan durasi 2 x 30 menit, melawan tim yang sama. Diharapkan Elite Pro Academy sebagai salah-satu jenjang pembinaan usia muda dapat menjadi sumber pemain klub atau tim nasional masa mendatang. Seperti yang diutarakan Direktur Teknik (Dirtek) PSSI, Danurwindo, yang menganggap tim-tim bermain dengan baik selama penyelenggaraan dan para pemain memiliki potensi untuk masa depan tim nasional. Ia antusias dengan hasil drawing 8 besar Elite Pro Academy Liga 1 U-16. Mantan Pelatih Timnas Primavera ini optimistis kompetisi ini akan menghasilkan pemain-pemain berkualitas untuk masa depan Timnas Indonesia. “Babak delapan besar bakal menyajikan pertandingan yang ketat dan menarik pastinya. Selama babak penyisihan, kami lihat tim-tim bermain sangat bagus dan pemain punya potensi untuk masa depan Timnas Indonesia,” pungkas Danur. (Art) Hasil Undian 8 Besar Elite Pro Academy Liga 1 U-16 2018: Grup X Venue : Banjarmasin, Kalimantan Selatan Stadion 17 Mei Stadion Demang Lehman Peserta : Barito Putera U-16 Persija Jakarta U-16 Pusamania Borneo FC U-16 Persebaya Surabaya U-16 Grup Y Venue : Denpasar, Bali Stadion Kapten I Wayan Dipta Stadion Lapangan Pecatu Peserta : PS Tira U-16 PSMS Medan U-16 Bali United U-16 Persib Bandung U-16

Ajang Honda DBL Camp 2018 Dibuka dengan Ukiran Rekor Baru Beep Test

Suhari, Marcomm Development Division Head MPM Distributor Honda (ketiga dari kiri), Azrul Ananda (CEO dan Founder DBL Indonesia), dan Andrew Vlahov bersama para trainer World Basketball Academy Australia, hadir dalam acara peresmian Honda DBL Camp 2018, pada Selasa (27/11), di DBL Academy Pakuwon Surabaya, Jawa Timur. (DBL)

Surabaya- Pada Selasa (27/11), Honda DBL Camp 2018 resmi dibuka. Berlokasi di DBL Academy Pakuwon Surabaya, 303 campers dari 22 Provinsi se-Indonesia berkumpul untuk melakukan pemusatan latihan serta bersaing untuk merebut tiket emas menjadi Honda DBL Indonesia All-Stars 2018. Acara ini dibuka langsung oleh CEO dan Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda. Didampingi oleh Suhari (Marcomm Development Division Head MPM Distributor Honda), serta Andrew Vlahov dari World Basketball Academy Australia. Ratusan student athlete terbaik tanah air tampak antusias dan tak sabar untuk menunjukkan bakat terbaiknya. Dalam kesempatan tersebut, para peserta diberi gambaran tentang apa saja yang akan menjadi menu keseharian mereka selama berada di Honda DBL Camp 2018. Dalam pelatihan yang dilakukan selama empat hari, Andrew dan para trainer akan melakukan beberapa metode latihan yang merupakan upgrade dari tahun sebelumnya. Di tahun ini WBA memperbesar porsi latihan skill agar bisa melihat kemampuan para campers. “Banyak metode latihan yang diulang di pagi hari dan siang hari. Sehingga, para pelatih bisa melihat kemampuan mereka secara mendetail. Harapannya ini menjadi metode penilaian yang lebih fair,” ujar Andrew. Namun, sebelum itu semua dimulai, kemarin mereka melakukan beep test sebagai salah satu penilaian stamina. Dalam beep test ini, ketahanan fisik diuji dengan berlari sepanjang 20 meter bolak balik dengan interval waktu yang makin cepat. Sorakan terdengar kencang saat Namira Ramandha, Campers asal SMAN 5 Bogor, dan Felisia asal SMA Santu Petrus Pontianak, berhasil memecahkan rekor baru. Felisia, yang tahun ini baru mengikuti Honda DBL Camp, berhasil mencetak 106 lap, dan disusul Namira dengan perolehan 105 lap. Mereka melampaui rekor sebelumnya atas nama Luh Putu Ninda dari SMAN 3 Samarinda, dengan perolehan 98 lap pada 2014. “Saya senang memecahkan rekor yang sudah ada. Untuk persiapan, saya memperbanyak latihan fisik saja, mulai dari banyakin lari, selain itu saya atur jam tidur tak lebih dari jam 10 malam,” ujar dara berusa 15 tahun tersebut. Tak mau kalah, dua campers putra pun mengukir rekor baru beep test. Adalah Faldo Payon, student athlete SMAN 1 Kupang yang menembus 139 lap. Serta Andreas Marcellino Bonefilo dari SMA St. Louis 1 Surabaya, dengan catatan 135 lap. Keduanya melampaui rekor sebelumnya sebabyak 132 lap Rekor itu dicatatkan Joseph Paian D, dari SMA Dyatmika Denpasar, pada Honda DBL Camp edisi 2014 lalu. Keempat campers itu resmi merilis nama mereka dalam Hall of Fame tantangan beep test, yang sengaja dipajang di pinggir lapangan. Semntara itu, Azrul menuturkan, bila 99 persen campers Honda DBL Camp 2018 tak akan menjadi pemain basket profesional. Namun, 100 persen campers akan menjadi seseorang yang profesional di bidangnya masing-masing kelak. Ia menambahkan bahwa sebagai student athlete, mereka harus bisa menyeimbangkan antara belajar dan basket. “Menyeimbangkan itu (belajar dan basket) membutuhkan disiplin dan memaksa diri agar tak melakukan hal-hal semaunya. Untuk bisa menjadi seorang yang profesional mereka harus profesional dan juga harus komitmen. Semua itu ada dalam Honda DBL Camp 2018 mulai dari memasukkan baju hingga menggunakan sepatu,” pungkas Azrul. (Adt)

211 Atlet Siap Panaskan Persaingan Kejurnas Panjat Tebing di Solo, Berebut Tiket Olimpiade 2020 Tokyo

Sebanyak 211 atlet siap memanaskan Kejurnas Panjat Tebing XVII di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, yang mulai dihelat pada Rabu (27/11). Mereka juga akan berebut tiket Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. (Dok. Humas FPTI)

Solo- Sebanyak 211 atlet, terdiri dari 131 atlet putra dan 80 atlet putri dari 25 provinsi, tampil dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing XVII di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah. Mulai Rabu (27/11), mereka bakal berebut tiket Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Event ini diyakini induk organisasi panjat tebing Indonesia berlangsung ketat. Selain bertabur atlet terbaik, juga diramaikan atlet Asian Games 2018, mewakili daerah masing-masing. Momen ini juga dimanfaatkan PP (Pengurus Pusat) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menjaring atlet untuk pra-Olimpiade 2019 di Prancis dan Olimpiade 2020 di Tokyo. Nomor yang akan dipertandingkan di Olimpiade adalah combine, yakni setiap atlet akan memainkan lead, boulder, dan speed sekaligus. Sedangkan saat ini yang menjadi andalan Indonesia adalah nomor speed. “Kalau yang lalu didominasi atlet speed, maka di Kejurnas ini kami harus realistis mencoba atlet yang berangkat dari lead dan boulder,” ujar Pristiawan Buntoro, Wakil Ketua II PP FPTI, pada Selasa (26/11). Pris, sapaannya, mengatakan skema Pelatnas untuk pra-Olimpiade dan Olimpiade akan berbeda dengan pelatnas Asian Games. Ia menjelaskan, karakter otot atlet speed dengan lead dan boulder sangat berbeda. Sehingga, jelas Pris, treatment untuk para atlet menjelang Olimpiade juga akan sangat berbeda dengan saat Asian Games lalu. “Itu susahnya, tapi ini problem di semua negara. Saat atlet itu bagus di speed, maka lead dan bouldernya kurang. Begitu juga sebaliknya,” lanjutnya. Selain hasil Kejurnas, poin lain yang akan dipertimbangkan dalam seleksi atlet Pelatnas jelang Olimpiade adalah prestasi atlet di tingkat nasional. “Meski secara umum, hasilnya nanti tak jauh berbeda,” tambahnya. Disisi lain, kendati skema seleksi berubah, namun PP FPTI akan mempertahankan atlet andalan Indonesia, yakni spiderwomen Aries Susanti Rahayu, dan Aspar ‘Babon’ Jaelolo. Sebab keduanya merupakan atlet andalan di nomor speed dengan prestasi level dunia. Alasan lainnya, Aries dan Aspar dipertahankan untuk menambah tiket Indonesia di pra-Olimpiade dan Olimpiade. Karena kuota masing-masing negara di kejuaraan tersebut hanya 2 orang putra dan 2 orang putri. Namun ada kuota tambahan bagi pemegang peringkat 5 besar dunia di nomor speed, lead, maupun boulder. “Kita enggak bisa singkirkan Aries dan Aspar. Mereka berdua akan masuk jadi tulang punggung timnas karena sudah kuat,” tegas Pris. Saat ini, Aries memegang peringkat 4 dunia di nomor women’s speed, sedangkan Aspar peringkat 8 men’s speed. Untuk itu, Aries dan Aspar akan digenjot mengikuti seri Kejuaraan Dunia pada 2019 agar prestasi mereka semakin bagus. “Jadi selain Aries dan Aspar, nantinya akan ada 8 atlet lain, yang bakal dipilih untuk Pelatnas pra-Olimpiade,” tukas Pria. (Adt)

Tampilkan Kategori Junior, Kejurnas Menembak Antar Provinsi 2018 Jadi Persiapan PON Papua

Tercatat 395 petembak dari 30 Provinsi bersaing untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam event Kejurnas Menembak antar Pengprov 2018 yang berlangsung 24-29 November, di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta. (mediaindonesia.com)

Jakarta- Tercatat 395 petembak dari 30 Provinsi bersaing untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam event Kejurnas Menembak antar Pengprov 2018 yang berlangsung 24-29 November, di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta. Menurut Ketua Komisi Perwasitan Perbakin Henry Oka yang juga menjadi Direktur Kompetisi Kejurnas Menembak, mereka yang menjadi peserta berhak mendapatkan poin yang diperlukan untuk bisa masuk PON 2020, jika tampil maksimal. “Kejurnas tahun ini jadi salah satu ajang pengambilan poin. Tahun depan ada lagi kejuaraan yang bisa jadi babak kualifikasi,” kata Henry, pada Sabtu (24/11). Dijelaskan Henry, karena setiap peserta mewakili provinsi, sudah bisa diperkirakan siapa saja atlet yang akan diturunkan ke PON 2020 di Papua. Ia mengatakan jika Kejurnas antarprovinsi pasti lah diibaratkan seperti PON mini. “Karena perebutan medali demi provinsi masing-masing,” katanya lagi. Adapun nomor yang dipertandingkan di Kejurnas kali ini, ialah 10 m air rifle, 50 m rifle 3 position, 10 m air pistol, 25 m rapid fire postol, dan 50 m pistol untuk kategori putra. Lalu, 10 m air rifle, 50 m rifle 3 position, 10 m air pistol, dan 25 m pistol untuk kategori putri. Kemudian untuk kategori campuran, ada dua nomor, yakni rifle dan pistol. “Kami juga mempertandingkan kategori junior, dengan usia maksimal 18 tahun. Kami bedakan putra dan putri dengan masing-masing nomor 10 air rifle dan 10 m air pistol. Dari 15 nomor itu, ada 10 yang dipertandingkan di olimpiade. Kejurnas ini juga jadi persiapan menuju ajang itu,” kata Henry. Selain merupakan agenda tahunan Pengurus Besar Persatuan Menembak Indonesia (PB. Perbakin), ajang ini diharapkan bisa menjaring petembak berbakat yang kelak menjadi andalan Indonesia di even internasional. Menurut Ketua Bidang Target & Prestasi PB.Perbakin, Silvy Husen, gelaran kali ini jadi sangat strategis karena pada tahun 2019 ada beberapa even penting akan diikuti petembak Indonesia seperti SEA Games dan kualifikasi Olimpiade. “Pada 2019 ada SEA Games di Filipina. Namun Indonesia dan beberapa negara Asean lainnya akan melakukan pertemuan dengan Federasi Menembak Asean dan panitia SEA Games Filipina guna memperjuangkan beberapa nomor agar tampil di SEA Games. Karena yang dipertandingkan justru nomor non olimpiade,” ujar Silvy di Jakarta, kemarin. Pertemuan yang akan berlangsung 29 Nopember mendatang di Filipina itu seperti dikatakan Silvy, juga akan membahas sejumlah cabang olahraga yang diusulkan Indonesia seperti catur dan bridge. Dalam kesempatan itu Silvy juga menjelaskan bila petembak nasional yang membela kontingen Indonesia di Asian Games 2018 lalu juga tampil, seperti Monika Damayanti, Muhammad Naufal Mahardika dan Fathur Gustafian. Kehadiran mereka jelas akan menambah senginya persainga ”Justru petembak daerah berambisi untuk bisa mengalahkan atlet nasional apalagi yang menjadi angota timnas Asian Games 2018 lalu. Motivasi mereka sangat besar, jadi para petembak eks Asian Games jangan menganggap enteng,” papar petembak nasional era 90’an ini. Sekedar informasi, cabang olahraga (cabor) menembak sukses meraih perak di Asian Games 2018 lalu dari nomor running target campuran 10 meter putra, melalui Muhammad Sejahtera Dwi Putra. (Adt)

Gelar Honda DBL Camp 2018, Lima Pelatih Basket Top Australia Latih ‘Student-Athlete’ Terbaik Indonesia

Mulai 28 November - 1 Desember, para campers, sebutan peserta Honda DBL Camp 2018, pemain dan pelatih terbaik dari 30 kota 22 provinsi berkumpul di Surabaya, Jawa Timur, dalam Honda DBL Camp 2018, bersaing menuju Amerika Serikat pada Februari 2019. (DBL)

Surabaya- Gelaran Honda Developmental Basketball League (DBL) 2018 memasuki tahapan puncak. Mulai 28 November – 1 Desember, pemain dan pelatih terbaik dari 30 kota 22 provinsi berkumpul di Surabaya untuk bersaing dalam Honda DBL Camp 2018. Inilah camp basket pelajar terbesar tanah air, sebagai seleksi tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Pemusatan latihan basket pelajar terbesar ini rutin digelar sejak 2008 di Surabaya. Saat itu, masih bernama Indonesia Development Camp yang diselenggarakan atas kerja sama DBL Indonesia bersama NBA. Dilatih langsung oleh Danny Granger, anggota tim NBA All-Star 2009. Sejak 2010, DBL Indonesia bekerjasama dengan World Basketball Academy (WBA) Australia. Dipimpin legenda basket Australia Andrew Vlahov, yang bakal didampingi oleh Shane Froling, CJ Jackson, Mark Heron, dan Makailah Dyer. Kelima pelatih top WBA ini jadi camp coordinator berkolaborasi dengan tim pelatih dari DBL Academy, satu-satunya akademi basket profesional berstandar internasional di Indonesia. Honda DBL Camp merupakan tahap akhir dari penyelenggaraan Honda DBL 2018. Seperti tahun sebelumnya, dari 30 kota 22 provinsi penyelenggaraan Honda DBL, terpilih DBL First Team, yaitu pemain dan pelatih terbaik. Masing-masing berisi lima pemain putra, lima pemain putri, dan dua pelatih. Total 303 student-athlete dan pelatih yang akan mengikuti Honda DBL Camp 2018. Selama empat hari, para campers, sebutan peserta Honda DBL Camp, berlatih dan bersaing. Mereka bekerja keras mengerahkan kemampuan terbaik. Puncaknya, akan dipilih 12 putra, 12 putri, serta empat pelatih sebagai tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Tim elit tersebut akan belajar dan bertanding di Amerika Serikat! “Sudah 10 tahun kami konsisten mengumpulkan pemain muda terpilih dari seluruh Indonesia. Kami cari pemain yang punya kemampuan basket dan fisik terbaik dan berkarakter menjadi tim Honda DBL All-Star 2018. Mereka akan kami terbangkan ke Amerika mengikuti rangkaian program di bulan Februari ,” ungkap Masany Audri, Direktur DBL Indonesia. Melalui Honda DBL Camp, Masany meyakini bahwa jadi wadah penting bagi para student-athlete untuk bisa mengembangkan kemampuan mereka. ”Honda DBL Camp ini adalah sebuah pencapaian, satu langkah lagi mereka menjadi pemain terbaik dari yang terbaik di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (Adt)

Siapkan Atlet Karate Potensial ke Kejuaraan Dunia, Kandaga Sarana Gelar Kejurnas

Kejurnas Karate Perguruan Kandaga Prana 2018 digelar di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada 24-25 November 2018. Sebanyak 317 atlet dari 18 Pengurus Provinsi Kandaga Prana di Indonesia, tampil dalam 60 kelas, dari usia dini hingga senior. (tempo.co)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Perguruan Kandaga Prana menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Perguruan Kandaga Prana, yang berlangsung di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat, 24-25 November. Perguruan Kandaga Prana merupakan salah satu dari 25 perguruan karate di bawah naungan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki). Ketua Dewan Guru Kandaga Prana, Aldrin Tando menyampaikan, agar atlet terus menempa diri. “Karate ini satu-satunya cabang olahraga yang tak tergantung alat, tergantung pada diri sendiri, selamat bertanding, tantangan terbesar anda adalah mengalahkan diri sendiri”, ujar Aldrin di Jakarta, Minggu (25/11). “Tahun 2020 untuk pertama kali karate dipertandingkan di Olimpiade yaitu di Jepang, kami berharap dari ajang ini atlet muda kami meniti karir sebagai atlet karate. Dan bisa bertanding di Olimpiade serta ajang nasional, dan internasional bahkan lainnya,” tutur Rocky Pesik, Ketua Pengurus Provinsi Kandaga Prana DKI. Wakil Ketua Panitia Kejurnas Harison Mocodompis, menyatakan kejuaraan ini diikuti oleh atlet Kandaga Prana dari seluruh Indonesia. “Selama dua hari ini akan bertanding 317 atlet dari 18 Pengurus Provinsi Kandaga Prana di Indonesia, mempertandingkan 60 kelas, dari usia dini hingga senior,” ungkap Harison. Kandaga Prana yang berdiri pada 1971 adalah salah satu dari 20 perguruan pendiri PB Federasi Karatedo Indonesia (Forki). Namun perguruan ini tak berkembang, dan hanya punya 5 pengurus provinsi sebelum pembenahan menejemen pada 2015 oleh Aldrin. Saat ini Kandaga Prana tersebar di 17 provinsi. Selain Kejurnas, juga diselenggarakan tiga event penting, yakni penataran untuk wasit dan guru dalam rangka penyegaran, ujian DAN, oleh Shuseki-Shihan & Direktur Federasi Shotokan Karate-Do International, Manabu Murakami (dan 8) dari Jepang. (Adt)

Sukun Muda Jawa Timur dan Bandung Tectona Kampiun Kejurnas Bola Voli U-17, PBVSI Saring 30 Atlet untuk Kejuaraan Asia 2019

Tim putra Sukun Muda Jawa Timur menjadi kampiun Kejurnas Bola Voli Usia (U)-17 Tahun, usai mengalahkan Elektrik PLN Sulawesi Utara, dengan skor 3-2 (20-25, 25-18, 25-14, 23-25, dan 17-15). di Gelanggang Olahraga (GOR) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (24/11). (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim putra Sukun Muda Jawa Timur dan tim putri Tectona Bandung, sukses menjadi kampiun Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Usia (U)-17 Tahun, di Gelanggang Olahraga (GOR) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (24/11). Kemenangan itu membuat masing-masing tim berhak membawa pulang hadiah uang tunai senilai Rp 10 juta. Memainkan laga final, Sukun Muda mematahkan peforma klub Elektrik PLN Sulawesi Utara, dengan skor 3-2 (20-25, 25-18, 25-14, 23-25, dan 17-15). Indrajaya, juru racik Sukun Muda, mengaku puas dengan performa anak didiknya di pertandingan final ini. Terlebih, ungkapnya, pertandingan kedua tim berjalan ketat dan seru. “Kami akui lawan layak menjadi finalis. Apalagi kekuatan kedua tim sama kuat,” ujar Indrajaya usai tim-nya meraih kemenangan, pada Sabtu (24/11). Diakuinya, salah satu pemain lawan memiliki kemampuan di atas rata-rata, yakni Jordan. Ia menginstruksikan anak didiknya untuk ‘mematikan’ Jordan. “Alhamdulilah anak-anak bisa menjalankan itu. Sebenarnya keunggulan kami itu ada pada tosser dengan postur yang tinggi, sehingga bisa menekan lawan,” lanjut Indrajaya. Sementara itu, Tectona Bandung yang bermaterikan pemain debutan berhasil menyudahi perlawanan Bharata Muda Jakarta dengan skor 3-2 (16-25, 23-25, 25-15, 25-22, dan 15-4). Emiel Sanger, arsitek Tectona Bandung, mengatakan kemenangan anak didiknya itu merupakan sebuah kejutan. “Ini surprise bagi kami selaku pelatih. Karena secara umur mereka masih bisa bermain kembali di Kejurnas U-17 tahun depan. Dan, hampir semua pemain adalah wajah-wajah baru. Tapi, kami bisa menang di Kejurnas tahun ini. Sangat luar biasa,” tegas Emiel. Menurutnya, dengan materi pemain muda dan baru pertama kali mengikuti Kejurnas ini, maka yang dibutuhkan adalah ketenangan untuk bisa memenangi setiap laga. “Secara materi pemain berimbang, tapi kami punya kelebihan di quicker, serta kami bermain cepat pada saat lawan tertekan,” cetusnya. Usai Kejurnas Bola Voli U-17, Pengurus Pusat (PP) PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) bakal menjaring 30 atlet untuk dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Junior Asia pada 2019. “Setelah Kejurnas ini kami akan menjaring 30 atlet yang akan kami persiapkan untuk menghadapi Kejuaraan Junior Asia tahun depan. Kejurnas ini menambah motivasi bagi para atlet muda untuk terus giat berlatih,” terang Denny Hendri Wijaya, Ketua Panitia Pelaksana 2018 Kejurnas Bola Voli U-17 itu. Kembali, Indrajaya menyambut baik keinginan PP PBVSI yang akan menjaring 30 atlet guna menghadapi Kejuaraan Asia. “Sangat bagus karena memotivasi pembina bola voli di daerah untuk terus melakukan pembinaan atlet usia dini. Apalagi atlet-atlet muda potensial justru paling banyak berada di daerah,” tegas Indrajaya. Hal senada dikatakan Emiel. Menurutnya, hal itu akan memotivasi atlet-atlet muda untuk semangat berlatih. “Pembinaan memang harus terus berjalan. Sedangkan bagi kami akan terus melakukan pembinaan, sehingga regerasi atlet voli nasional terus terjaga,” tukas Emiel. (Adt) Hasil Final Kejurnas Bola Voli U-17: Putra Juara I: Sukun Muda Jawa Timur Juara II: Elektrik PLN Sulawesi Utara Juara III: Rajawali Yogyakarta Juara IV: Vobgard Jakarta Putri Juara I: Tectona Bandung Juara II: Bharata Muda Jakarta Juara III: Jenggolo Jawa Timur Juara IV: GMSBS Musi Banyuasin

Lima Skuat Timnas U-19 Termahal di Liga 1 2018

Saddil Ramdani (11/merah), pemuda kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara, 2 Januari 1999, anggota Timnas U-19 dan winger Persela Lamongan, kabarnya jadi wonderkid Indonesia termahal yang tampil di Liga 1208, dengan harga mencapai Rp 2,5 Miliar. (Pras/NYSN)

Jakarta- Disaat prestasi timnas senior kian menurun, muncul generasi-generasi muda yang sanggup membuat penggemar sepakbola kembali tersenyum. Pembuktian dilakukan oleh Timnas U-16 dan U-19 di level Piala Asia. Walau tak mampu mencapai target yang ditentukan, yakni lolos hingga semifinal, namun Garuda Muda membanggakan seluruh rakyat Indonesia dengan mengantarkan Indonesia sampai ke babak 8 besar turnamen sepakbola terbesar se-Asia. Sejumlah talenta-talenta muda pun bermunculan di dalam skuat Garuda Muda. Bahkan, hal ini menjadikan beberapa dari wonderkid Indonesia tersebut menjadi yang termahal di Liga 1 2018. Dilansir Transfermarkt, berikut ini adalah lima wonderkid Indonesia termahal di Liga 1 2018. Saddil Ramdani Karir Saddil Ramdani di level klub dan Timnas terbilang sukses. Bahkan, Saddil seolah lebih sering membela Timnas, dibanding klubnya sendiri, Persela Lamongan. Saddil selalu jadi langganan skuat Timnas U-19. Ia mampu mengantarkan Garuda Nusantara mencapai babak perempat final Piala Asia U-19 2018. Bahkan, pemuda kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara, 2 Januari 1999 seharusnya tercatat sebagai pemain yang akan memperkuat timnas senior di ajang Piala AFF 2018. Namun, lantaran tersandung kasus hukum, membuat Saddil dicoret oleh pelatih Bima Sakti di Piala AFF 2018. Di klub Persela, Saddil selalu menjadi tumpuan mengisi posisi sayap skuat Laskar Joko Tingkir. Punya kecepatan saat dribling, akurasi tembakan yag baik, kabarnya ia dihargai sebesar Rp 2,5 Miliar. Asnawi Mangkualam Bahar Asnawi Mangkualam Bahar merupakan sosok penting dalam skuat PSM Makassar dalam mengarungi Liga 1 2018. Asnawi turut andil menjaga lini pertahanan dari PSM, membuat tim berjuluk Juku Eja turut kini memuncaki tabel klasemen Liga Indonesia. Pemain kelahiran Makassar 4 Oktober 1999 ini pun jadi sosok sentral dalam Timnas U-19 pada turnamen Piala Asia 2018. Putra legenda PSM, Bahar Muharram ini pemain yang multi posisi. Selain fasih bermain menjadi gelandang bertahan, Asnawi juga natural berfungsi di bek kanan. Ia dihargai dengan nilai transfer sebesar Rp 2,5 Miliar. Todd Rivaldo Ferre Aksi lincah Todd Rivaldo Ferre dalam mengolah bola dan mencetak Hattrick kala melawan Qatar di Piala Asia U-19 2018 telah menjadi perhatian publik. Rivaldo pun kini berjuluk wonderkid dari Papua. Meski pada akhirnya kalah pada laga tersebut, namun semangat dari telah membangun mental anak asuh dari coach Indra Sjafri hingga akhirnya bisa menembus 8 besar. Nama winger kelahiran Jayapura 15 Maret 1999 pun turut melambung sejak itu. Pemain berpostur mungil dan sempat menjadi pemain terbaik Liga 1 U-19 edisi 2017 yang kini membela Persipura Jayapura itu, konon kini dihargai sebesar Rp 1,2 Miliar, jika ingin menebus jasanya Nurhidayat Haji Haris Nurhidayat Haji Haris adalah pemain tersering tampil bersama klubnya, Bhayangkara FC di Liga 1 2018, diantara seluruh pemain Timnas U-19. Hal inilah yang menjadikan Kapten Garuda Nusantara kelahiran Makassar, 5 April 1999, pada Piala Asia U-19 2018 dihargai dengan nilai transfer sebesar Rp 1,2 Miliar. Firza Andika Penampilan gemilangnya di ajang Piala Asia U-19 2018 bersama Timnas U-19, menjadikan sosok Firza Andika banyak dilirik oleh klub Eropa. Pemuda kelahiran Medan, 11 Mei 1999 kini sedang berada di Belgia, untuk menjalani trial, bersama klub AFC Tubize. Bek kiri yang punya kecepatan ini turut menjadi sosok krusial jantung pertahanan PSMS Medan di kompetisi Liga 1 2018. Sebagai pemain asal Asia yang berpeluang tampil di Eropa, Firza mendapatkan harga dengan nilai transfer cukup tinggi, yakni Rp 843 juta. (art)

Tampil Superior, Tectona Bandung dan Vobgard Jakarta Melenggang ke Semifinal Kejurnas Bola Voli U-17

Tim putri Tectona Bandung (hijau/kanan) lolos ke semifinal Kejurnas Bola Voli U-17 usai mengalahkan Yuso Sleman dengan skor 3-0 (25-21, 25-19, 25-17), di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/11). (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim putri Tectona Bandung dan tim putra Vobgard Jakarta, tampil superior pada laga perempat final Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Usia (U)-17 Tahun, pada Jumat (23/11). Bertanding di Gelanggang Olahraga (GOR) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Tectona tanpa kesulitan membungkam Yuso Sleman dengan skor 3-0 (25-21, 25-19, 25-17). Emiel Sanger, Arsitek Tectona Bandung, mengatakan kemampuan anak didiknya sedikit di atas lawan. “Jadi memang secara recieve maupun spike kami lebih unggul dibandingkan lawan. Apalagi block lawan juga kurang rapat, sehingga saya biarkan anak-anak main secara terbuka di pertandingan tadi,” ujar Emiel usai laga, pada Jumat (23/11). Diakui Emiel, pihaknya belum menerapkan strategi khusus pada pertandingan kontra Yuso. “Kami tidak ada strategi khusus untuk pertandingan tadi. Yang kami lakukan ada melakukan bongkar pasang pemain. Jadi siapa yang siap dan tidak siap untuk dimainkan pada semifinal nanti,” lanjutnya. “Selain untuk menghemat fisik dan tenaga mereka menghadapi laga selanjutnya,” tambahnya. Memainkan laga semifinal, Emiel meminta anak didiknya bermain tenang. “Jangan sampai mainnya terburu-buru, dan benar-benar konsentrasi ke pertandingan,” tegas Emiel. Sementara itu, Vobgard menghentikan kekuatan Borneo Kalimantan Timur, dengan skor 3-0 (25-18, 25-20, 25-21). Ikhsan Pascal, arsitek Vobgard Jakarta, mengapresiasi anak didiknya yang bermain gemilang di pertandingan ini. “Kekhawatiran kami soal fisik tak terbukti di pertandingan hari ini. Mereka sangat fight menghadapi Borneo,” cetus Ikhsan. Bermain di semifinal, Ikhsan tak ingin anak didiknya itu menganggap remeh lawan. Menurutnya, semua tim yang melaju ke semifinal merupakan tim-tim terbaik. “Pertandingan selanjutnya pasti akan sulit, karena tim yang lolos semifinal adalah tim kuat dan terbaik. Apalagi kami juga belum tahu kekuatan lawan yang kami hadapi nanti. Sehingga kami belum bisa menyusun strategi guna menghadapi semifinal pada sore (Jumat, 23/11) nanti,” jelas Ikhsan. (Adt)

Kejurnas Panjat Tebing 2018 Siap Digelar di Solo, FPTI Yakini Persaingan Bakal Ketat dan Seru

Venue di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, siap digunakan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) XVII Panjat Tebing 2018, yang mulai berlangsung pada 27 November-2 Desember 2018. (Dok. Humas FPTI)

Solo- Event nasional panjat tebing tertinggi di Tanah Air, yakni Kejuaraan Nasional (Kejurnas) XVII Panjat Tebing 2018 siap dihelat di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, pada 27 November – 2 Desember 2018. Pristiawan Buntoro, Wakil Ketua II Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), mengatakan Kejurnas kali ini siap digelar meskipun harus memindahkan lokasi penyelenggaraan. “Awalnya diselenggarakan di Sulawesi Tengah. Namun, karena ada bencana gempa bumi dan tsunami, jadi venue kejuaraan kami pindahkan ke Solo,” ujar Pristiawan, seperti keterangan yang diterima nysnmedia, pada Kamis (22/11). Dalam kondisi tertentu seperti saat ini, penyelenggaraan akan diambil alih oleh PP FPTI. Ia melanjutkan bila pemindahan venue merupakan hal lumrah karena secara berkala, selalu dilakukan review mengenai kesiapan daerah yang bersangkutan. Dan, Solo dipilih, menurut Pristiawan, karena dinilai memiliki venue yang layak untuk penyelenggaraan kejurnas. “Kejurnas ini akan menggelar 18 nomor lomba,” terangnya. Adapun 18 nomor yang dipertandingkan yakni lead perorangan putra (pa), lead perorangan putri (pi), lead tim (pa), lead tim (pi), speed world record (WR) perorangan (pa), speed WR perorangan (pi), speed WR tim relay (pa), speed WR relay (pi). Lalu, boulder perorangan (pa), boulder perorangan (pi), speed klasik perorangan (pa), speed klasik perorangan (pi), speed track perorangan (pa), speed track perorangan (pi), combined perorangan (pa), dan combined perorangan (pi). Pristiawan menambahkan Kejurnas ini akan berlangsung ketat. “Atlet top juga akan turun termasuk atlet nasional yang mewakili Indonesia di Asian Games 2018. Mereka akan mewakili daerah mereka masing-masing,” ungkapnya. Bahkan, Pristiawan optimistis Kejurnas ini menyajikan kompetisi yang ketat dan seru. Sebagai event tertinggi nasional dan bergengsi, tiap daerah diharapkan mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Sementara itu, Her Suprabu, Ketua Umum FPTI Solo, menyebut sebagai tuan rumah, FPTI Solo siap menjamin kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan Kejurnas ini. “Untuk venue, kami sudah siap, dan lokasi sekarang lebih luas. Rekomendasi dari PP FPTI juga kami penuhi agar penyelenggaraan sukses,” cetusnya. Disisi lain, terang Suprabu, FPTI Solo juga akan memberikan sentuhan khas Solo dalam pelaksanaan. Dalam Kejurnas itu akan ada bazar makanan, cenderamata, dan oleh-oleh khas Solo. “Dari sisi atlet, ada tiga atlet Solo yang akan ikut serta, salah satunya Alfian M Fajri. Alfian ini merupakan atlet nasional. Kami harapkan dia dan atlet lainnya bisa memberikan prestasi yang terbaik,” tukas Suprabu. (Adt)

Libas Mitra Utama Jawa Timur 3-0, Vobgard Jakarta Kunci Predikat Juara Pool Kejurnas Bola Voli U-17

Tim putra Vobgard Jakarta (kanan) membukukan kemenangan ketiga pada laga penyisihan grup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Usia (U)-17 Tahun. Melakoni laga di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/11), anak didik Ikhsan Pascal itu melibas Mitra Utama Jawa Timur dengan skor 3-0. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim putra Vobgard Jakarta membukukan kemenangan ketiga pada penyisihan grup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Usia (U)-17 Tahun. Melakoni laga di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/11), anak didik Ikhsan Pascal itu melibas Mitra Utama Jawa Timur dengan skor 3-0. Pada set awal pertandingan berjalan seru, silih berganti serangan demi serangan dilancarkan kedua tim. Namun, Vobgard lebih siap dalam mengantisipasi kekuatan lawan. Hasilnya, set pertama berakhir dengan skor 25-21. Tak ingin mengulang kesalahan, Mitra Utama berusaha bangkit di set kedua. Bahkan smash keras dan tajam yang dilancarkan para pemain wakil Jawa Timur itu memundi angka. Namun, hal itu belum cukup untuk menghentikan perlawanan Vobgard. Tampil tenang serta percaya diri dalam mengeksekusi bola membuat wakil ibukota itu kembali membukukan kemenangan di set kedua dengan skor 25-20. Kembali Vobgard menunjukkan kelasnya sebagai tim juara bertahan. Memainkan set ketiga, Vobgard terus memimpin perolehan angka. Mitra Utama berusaha memangkas angka dengan lawan. Namun, kerja keras mereka belum membuahkan hasil. Vobgard justru mengunci kemenangan di set ini, dengan skor 25-23. Dengan hasil tiga kali menang atas Mitra Utama, dan sebelumnya dengan tim Maluku (Selasa, 20/11), serta tim Perkasa (Rabu, 21/11), otomatis Vobgard berhak menyandang predikat juara pool. Usai laga, Ikhsan mengaku senang tim-nya sukses meraih kemenangan ketiga pada laga penyisihan. Kendati demikian, ia menilai kondisi fisik anak didiknya itu menurun dibanding dua penampilan sebelumnya. “Alhamdulillah anak-ank bermain dengan baik di pertandingan tadi. Tapi memang kondisi fisik anak-anak tidak bisa dibohongi. Penampilan mereka menurun dibanding laga sebelumnya,” ujar Ikhsan. “Kami mampu menjadi juara pool, tapi tak otomatis kami mudah menghadapi laga berikutnya di fase gugur. Banyak yang harus diperbaiki. Semua tim yang lolos ke fase gugur pasti telah mempersiapkan diri dengan baik. Dengan sisa waktu yang ada akan kami manfaatkan sebaik-baiknua untuk recovery fisik,” terangnya. Ikhsan menambahkan pendeknya waktu persiapan menghadapi Kejurnas Bola Voli U-17 ini menjadi bahan evaluasia bagi tim pelatih. Bahkan, ia mengungkapkan kerap melakukan bongkar pasang tim inti hingga mengatur strategi jitu demi memaksimalkan performa anak asuhnya itu. “Karena mereka pelajar, sehingga fokus dan konsentrasinya terbagi antara sekolah dan pertandingan. Berbeda dengan atlet profesional yang fokus bertanding. Mungkin ini salah satu kendala yang kami hadapi, namun kami tidak ingin hal itu sebagai alasan. Semoga kami bisa tetap tampil baik hingga final nanti,” tukas Ikhsan. Kejurnas Bola Voli U-17 adalah ajang kejuaraan yang digagas Ikatan Atlet Voli Indonesia (IAVI) dan mendapatkan dukungan dari PB (Pengurus Besar) PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) serta Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga). Bahkan, Kejurnas Bola Voli U-17 sudah masuk dalam kalender resmi PBVSI dalam rangka pembinaan usia dini. Tahun ini merupakan edisi keempat yang sudah berlangsung sejak 2015. Sebelumnya event ini dihelat di Malang, Jawa Timur (2015, 2016), dan Yogyakarta (2017). Kali ini, Jakarta mendapat kehormatan sebagai tuan rumah. Ajang ini mengikutsertakan 16 tim putra dan 16 tim putri. Tak hanya dari Jawa, peserta juga muncul dari berbagai wilayah Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Tujuan utamanya adalah mencari atlet muda berbakat yang tersebar di seluruh Indonesia sekaligus mengukur pembinaan yang telah dilakukan di level klub. (Adt)