Fakta, Ini Dia Atlet Softball Termuda Di Ajang Asian Games 2018

Permainan sofbol atau yang lebih dikenal softball pada dasarnya merupakan permainan yang membutuhkan dua pemain dalam tiap pertandingan, yaitu tim pemain penyerang dan tim bertahan. Untuk tim bertahan, tentu mempunyai strategi mempertahankan base. Sedangkan tim pemain penyerang atau pitcher memiliki peran penting dalam permainan dengan strategi penyerangannya. Dari melihat keseluruhan tim yang bermain sebagai pitcher atau pelempar pada Asian Games 2018, ternyata ditemukan atlet Softball termuda loh.. Ya, permainan softball memang sudah mulai dipertandingkan hari ini di ajang Asian Games 2018. Apakah kamu tau fakta mengenai di tim nasional softball putri Indonesia ada satu pemain termuda? Hasil ini didapat dari melihat keseluruhan tim yang bermain sebagai pitcher atau pelempar pada Asian Games 2018. Yuk kita kenal lebih lanjut, siapa dia.. Atlet termuda itu bernama Adhisty Deynira Nuranjani, ia lahir pada 27 September 2001. Berarti atlet ini baru berusia 16 tahun loh. Bayangkan baru usia 16 tahun, tapi sudah jadi atlet softball yang bermain pada ajang perhelatan olahraga Se-Asia, keren bukan? Adhisty yang berasal dari club Reds Bull mengenakan nomor punggung 26 dan masuk pada inning ke tiga saat bertanding lawan Tiongkok hari ini, Minggu (19/08/2018). Adhisty masuk sebagai starter menggantikan Lidia Krey. Namun sayang sekali nih, sobat muda NYSN, pergantian pitcher pun tak bisa menghindarkan Indonesia dari kekalahan telak dengan Tiongkok. Timnas softball putri Indonesia kalah telak 0-14 di laga perdana ini. Hal ini pun berimbas menjadi “Mercy Rule”. Untuk informasi buat kamu, mercy rule itu keadaan saat pertandingan harus dihentikan karena masuk Inning ke empat dan salah satu tim tertinggal lebih dari atau sama 14 poin. Ya, dilansir dari antaranews.com bahwa laga ini tergolong berat bagi timnas Indonesia, karena Tiongkok sendiri masuk pada peringkat 12 dunia. Selain itu, Timnas Indonesia kalah pada postur tubuh dan kecepatan. Sehingga tak bisa menahan laju pukulan keras dari pemain timnas China. (liputan6.com, antaranews.com)

Postur Kalah Jauh Dan Telat Panas, Timnas Basket Putri Tunduk Dari Kazakhstan

Dengan tinggi 167 cm, Shooting Guard Timnas basket putri Indonesia, Christine Aldora Tjundawan (13), berduel melawan forward Kazakhstan, Oxana Ossipenko (19) yang berpostur 186 cm, pada babak penyisihan Grup X bola basket putri, Asian Games 2018, Minggu (19/8). (Riz/NYSN)

Jakarta- Timnas basket putri Indonesia kembali menelan kekalahan pada babak penyisihan Asian Games 2018 yang berlangsung di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (19/8). Meladeni Kazakhstan yang tergabung dalam Grup X, timnas putri Merah Putih takluk dengan skor 73-85. Dengan hasil ini, Natasha Debby Christaline dkk sudah mengoleksi dua kekalahan. Selumnya pada laga pembuka, Indonesia kalah dari Korea Bersatu dengan skor yang lebih telak, 40-108. Pada pertandingan melawan Kazakhstan, Indonesia, sempat bermain baik. Namun, kesalahan demi kesalahan yang terus dilakukan anak asuh Arif Gunarto itu, membuat kesempatan untuk mengimbangi permainan kubu lawan hilang. Bahkan, tanda-tanda kekalahan Indonesia mulai terlihat sejak kuarter kedua, ketika Tamara Yagodkina mencetak dua poin bagi Kazakhstan melalui aksi lay-up. Melalui aksi Yagodkina , Kazakhstan memimpin skor 25-22. Setelah itu, Indonesia makin sulit keluar dari tekanan lawan. Postur tubuh yang tak seimbang, kian menyulitkan Indonesia mendulang poin. Saat laga mencapai half-time, Indonesia tertinggal 31-43. Selepas jeda, permainan Srikandi Indonesia tak kunjung membaik. Buruknya akurasi tembakan dan kegagalan memenangi rebound membuat jarak poin dengan Kazakhstan semakin melebar. Di akhir kuarter ketiga, Indonesia tertinggal 44-66 dari Kazakhstan. Memasuki kuarter keempat, para Srikandi Merah Putih mencoba untuk bangkit. Berulang kali tembakan tiga poin yang dilepas Debby menemui sasaran. Akan tetapi, upaya keras tersebut belum bisa mengubah keadaan. Technical foul yang diberikan wasit pada pemain Kazakhstan juga tak memberi keuntungan bagi Indonesia. Ketika wasit meniup peluit panjang, Indonesia dipastikan menjadi pihak yang kalah. Andre Yuwadi, selaku asisten pelatih mengatakan jika anak asuhnya telat panas saat menghadapi Kazakhstan. “Anak-anak bermain bagus dari kuarter pertama sampai akhir, tapi kami telat panas,” ujar Andre, usai laga, Senin (19/8). Kekalahan ini membuat Indonesia tercecer di dasar klasemen Grup X Asian Games 2018. “Untuk skill, kami di atas mereka, tapi karena postur mereka tinggi-tinggi, itu jadi kendalanya. Di pertandingan selanjutnya, semoga mental anak-anak lebih baik,” ucap Andre. Selanjutnya, Indonesia kembali mendapatkan lawan tangguh, yakni pemuncak klasemen sementara, Taiwan, pada Selasa (21/8). Sebagai perbandingan, postur skuat Kazakhstan yang terendah adalah Elmira Abikeyeva (2) dan Oxana Bagmet (6), dengan tinggi 170 cm. Sementara yang tertinggi, Nadezhda Kondrakova (15) dengan tinggi 192 cm. Dan sembilan pemain lainnya rata-rata memiliki tinggi diatas 180 cm. Sedangkan di kubu Indonesia, sebagian besar berpostur 170 cm, kecuali Center Indonesa, Gabriel Sophia (22), yang memiliki tinggi 184 cm. Andre pun menilai, Taiwan lawan yang sulit ditaklukkan. Jadi, menurut dia, timnas basket putri Indonesia laga yang amat berpeluang bisa memetik kemenangan, ada dilaga terakhir penyisihan Grup X Asian games 2018, kontra India. “Di antara dua laga tersisa, yang paling relevan untuk meraih kemenangan, adalah melawan India,” pungkasnya. (Dre)

Dibantai Empat Gol Tanpa Balas Oleh Taiwan, Timnas Putri Tunggu Jalur Ranking Tiga

Gelandang Timnas putri Indonesia, Zahra Muzdaliffa (11) berebut bola dengan bek Taiwan, Yahue Chen (5), pada laga kedua Grup A, babak penyisihan sepak bola putri Asian Games 2018, di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Minggu (19/8). (INASGOC)

Palembang- Timnas putri Indonesia gagal meneruskan tren positifnya. Pada laga kedua babak penyisihan Grup A sepak bola putri Asian Games 2018, srikandi Indonesia takluk 0-4 dari Taiwan di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Minggu (19/8). Padahal, di laga pertama pada Kamis (16/8), Indonesia menumbangkan Maladewa 6-0. Indonesia kebobolan cepat saat pertandingan baru memasuki menit keempat. Pemain Taiwan, Yu Hsiu-chin, sudah merobek gawang Indonesia yang dikawal Norrfince Boma. Unggul cepat, membuat Taiwan semakin percaya diri dalam menyerang barisan pertahanan Indonesia.Hasilnya, Taiwan menambah keunggulan 2-0, di menit ke-16, lewat Hsin Hsuan Pao. Indonesia yang terus ditekan, kembali harus rela gawangnya dibobol di menit ke-31 oleh Pi Han Chan. Selang delapan menit, Taiwan menyudahi perlawanan Garuda Pertiwi –julukan Timnas Putri- setelah Hsuan Pao mencetak brace, sekaligus memastikan kemenangan timnya dengan skor telak 4-0. Postur lawan yang lebih unggul membuat barisan pertahanan Indonesia kesulitan mengatasi serangan bola-bola atas. Pelatih Timnas Putri, Satia Bagdja Ijatna mengakui, para pemainnya kalah dari segi postur, sehingga kerap kedodoran dalam duel udara. “Sejak awal, kami tahu, Taiwan bakal sering melepas crossing. Kami sering berlatih mengantisipasi serangan semacam itu, tapi perbedaan postur, ya sangat berpengaruh,” ucap Satia, dalam konferensi pers pasca-laga. Kekalahan ini menempatkan Indonesia di posisi tiga klasemen sementara, dengan poin tiga dari dua partai yang dilewati. Di duel terakhir yang menentukan, Rani Mulyasari dkk harus menghadapi tim kuat asal negeri ginseng, Korea Selatan, pada Selasa (21/8). Meski belum pasti kalah, langkah ini membuat Indonesia tak bisa lolos langsung ke 16 besar. Namun, jalur peringkat tiga terbaik, bisa menjadi alternatif. (Dre) Klasemen Grup A sepak bola Putri Asian Games 2018 No       Tim         MP   Gol   Poin 1. Korea Selatan   2    10:1    6 2. Taiwan             2     5:2     3 3. Indonesia         2     6:4     3 4. Maladewa         2     0:14   0 Hasil Grup A Sepak Bola Wanita Asian Games 2018, Minggu (19/8) Maladewa 0-8 Korea Selatan Taiwan 4-0 Indonesia Jadwal Grup A Selasa (21/8) Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang 18.30 WIB Indonesia vs Korea Selatan Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang 18.30 WIB Maladewa vs Taiwan

Salah Baca Bendera Penanda, Siman Sudartawa Gagal Total Raih Medali Cabor Renang Hari Pertama

Perenang andalan Indonesia, I Gede Siman Sudartawa (ungu), akhirnya gagal mempersembahkan medali, hari pertama cabor renang Asian Games 2018, pada Minggu (19/8), di di Stadion Aquatik, Senayan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas renang Indonesia berpartisipasi pada empat, dari tujuh nomor yang dipertandingkan pada cabang olahraga (cabor) renang Asian Games 2018 di Stadion Aquatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (20/8). Namun, Timnas renang Indonesia gagal menyumbangkan satu pun medali. Dimulai saat Dewi Ressa Kania, memilih untuk tak mengikuti nomor gaya bebas 1.500 putri. Ressa terpantau dengan status DNS (did not start). Fitriyati Nurul Fajar pun gagal mengangkat nama Indonesia di nomor gaya punggung 200 meter putri. Catatan waktu 2:19, 38 detik, hanya membuatnya mengakhiri lomba di peringkat ketujuh. I Gede Siman Sudartawa yang memikul ekspektasi tinggi, untuk menyumbang medali pun, akhirnya juga gagal unjuk kebolehan. Kesalahannya saat berlomba dalam nomor gaya punggung 100 meter putra, membuat Siman menyelesaikan lomba di posisi buncit. Tampil di final nomor andalannya, Siman memulai perlombaan di balok start nomor urut satu. Namun, kejadian mengejutkan terjadi, saat para perenang lainnya kembali berputar untuk menuju titik start. Siman, yang sempat berada di posisi keempat, tampak terlihat berhenti sejenak, yang mengakibatkan dia tertinggal dari perenang lain. “Tadi itu, bendera lima meternya benar-benar tidak kelihatan. Yang seharusnya (melakukan) split salto, ini malah aku hempaskan (tangan lagi),” jelas Siman, di Stadion Akuatik, Minggu (19/8) malam. Bendera lima meter yang dimaksud Siman adalah bendera yang membentang di atas dua sisi kolam renang. Akibat ketidakmampuannya melihat bendera penanda itu, Siman harus finis di posisi buncit. Jiayu Xu menjadi perenang asal China yang merebut medali emas nomor 100 meter gaya punggung putra. Lalu, diikuti oleh Ryosuke Irie (Jepang) dan Juho Lee (Korea Selatan) di tempat kedua dan ketiga. Siman bakal kembali tampil pada Senin (20/8), di nomor 50 meter gaya punggung. Dia berharap bisa lebih fokus lagi di nomor tersebut. “Lebih fokus lagi. Hari ini sih kayanya kurang fokus. Bendera lima meter kurang kelihatan,” tambah atlet adalan PB Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) ini. Harapan terakhir Indonesia di cabor renang pada hari pembuka ini, ada di nomor estafet gaya bebas 4×100 meter putra. Indonesia yang diwakili empat atlet, Sagita Putri Krisdewanti, Adinda Larasati Dewi, Patricia Yosita Hapsari, Ressa Kania Dewi, urung berprestasi. Tim Indonesia hanya mengakhiri lomba di peringkat ketujuh. (Ham)

Pebulutangkis 19 Tahun Asal Garut Jadi Penentu, Indonesia Kunci Tiket Perempat Final Kontra Korea

Tunggal pertama tim beregu putri Indonsia, Gregoria Mariska Tunjung, menang atas pebulutangkis asal Hongkong, Cheung Ngan Yi, dalam duel tiga set, 19-21, 21-8, dan 21-18, di partai 16 besar beregu putri bulutangkis Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesia memastikan tiket perempat final bulutangkis beregu Asian Games XVIII/2018, dan berduel dengan unggulan empat, Korea Selatan. Negeri Ginseng itu langsung ke perempat final karena mendapatkan bye di babak 16 besar. Fitriani, pemain tunggal yang turun di partai ketiga, menjadi penentu kemenangan atas Hongkong dengan skor 3-0, di babak 16 besar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/8). Sebelum memastikan kemenangan, pebulutangkis kelahiran Garut, Jawa Barat, 27 Desember 1998 itu harus melewati pertarungan melelahkan saat berjumpa dengan Yip Pui Yin. Pemain asal PB Exist Jaya Jakarta itu menang rubber game, 18-21, 21-13, dan 21-10. “Di game pertama poinnya ketat. Di akhir game saya kecolongan. Mau mematikan lawan, tapi malah mati sendiri. Saya juga berusaha mengeluarkan permainan terbaik. Banyak ngolah bola. Apalagi lawan fisiknya juga sudah mulai menurun, mungkin dadanya sesak,” ujar Fitriani usai laga. “Pelatih juga mengingatkan ke saya jangan sampai terpengaruh. Alhamdullilah bisa sumbang kemenangan untuk Indonesia,” lanjutnya. Sebelumnya, kemenangan Indonesia atas Hongkong disumbang tunggal pertama, Gregoria Mariska Tunjung. Pebulutangkis kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 11 Agustus 1999 itu menuntaskan tugasnya dengan baik paska menumbangkan Cheung Ngan Yi, dengan duel sengit rubber game, 19-21, 21-8, dan 21-18. Indonesia memimpin 1-0 atas Hongkong. “Saat gim pertama saya kalah angin. Selain itu, saya juga merasa adaptasinya terlalu lama, terlalu santai. Dan sebelum bertanding rasanya tegang banget. Ini pertama kalinya main sebagai tunggal pertama, jadi tuan rumah, serta turnamen besar,” terang anak didik Minarti Timur itu. Gregoria tampil sebagai tunggal pertama karena peringkatnya lebih baik dari Fitriani. “Cheung adalah pemain yang temponya cepat dan menyerang. Saya tahu permainan dia lewat video pertandingan. Cheung kalau diajak reli cepet capek juga mainnya,” tambah pemain yang menghuni Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta sejak 2013 itu. Sementara itu, duet Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga sukses menambah angka bagi kubu Indonesia menjadi 2-0. Mereka mengatasi dobel Ng Tsz Yau/Yuen Sin Ying, dalam duel straight game, 21-14 dan 21-11. “Lawan lumayan bagus dan ada kendala angin di lapangan. Tapi, kami fokus pada permainan di lapangan saja,” ujar Apriyani. Greysia menambahkan pada pertandingan tadi dirinya bersama Apriyani ingin cepat mengakhiri permainan, namun justru hal itu yang membuat mereka melakukan kesalahan sendiri. “Tapi dari situ kami bisa coba pukulan dan coba lapangan lagi. Jadi kami selalu ambil positifnya,” jelas pemain berusia 31 tahun itu. (Adt) Hasil Babak 16 Besar Bulutangkis Beregu Asian Games 2018: Putra 1. Nepal vs Pakistan 3-1 2. Malaysia vs Jepang 3-0 3. Hongkong vs Mongolia (walkover) 4. Korea vs Thailand 3-1 5. Maladewa vs India 0-3 Putri 1. Pakistan vs China Taipeh 0-3 2. Maladewa vs Nepal 3-2 3. Hongkong vs Indonesia 0-3

Persembahkan Emas Perdana, Defia Penuhi Target PB TI Raih Medali

Defia Rosmaniar sukses merebut medali emas pertama bagi kontingen Indonesia, di Asian Games 2018. Defia merebut medali emas di poomsae taekwondo, Minggu (19/8). (sindonews.com)

Jakarta- Defia Rosmaniar merebut medali emas pertama bagi kontingeng Indonesia, di Asian Games 2018. Defia merebut medali emas di poomsae taekwondo, Minggu (19/8). Di final, Defia mengalahkan Marjan Salah shouri dari Iran. Ini merupakan medali kedua Indonesia di Asian Games 2018. Sebelumnya, Edgar Xavier Marvelo menjadi peraih medali pertama bagi tim Indonesia di Asian Games 2018 ini, ia meraih perak nomor changquan putra. Bertarung di komplek Jakarta Convention Center (JCC), atlet kelahiran Bogor 25 Mei 1995 ini, menang dalam dua babak. Babak pertama Defia mengumpulkan 8,620 dan Marjan mendapatkan nilai 8,760. Kemudian di babak kedua, Defia meraih 8,760 dan lawan mendapatkan 8,470. Presiden RI, Joko Widodo turut menyaksikan langsung perjuangan Defia. Usai berhasil memastikan emas, Defia pun bertemu dengan Presiden Jokowi, untuk mendapatkan ucapan selamat. Defia terlihat menangis saat bertemu dengan Presiden Jokowi. Dengan perolehan emas ini, maka target dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) terpenuhi. Sebab, taekwondo menargetkan satu emas di Asian Games 2018. Sementara itu Sampai pukul 16.00, update perolehan medali terbanyak masih dikumpulkan China disusul Taiwan. China untuk sementara berada di posisi 1 klasemen perolehan medali sementara Asian Games XVIII di Jakarta-Palembang. China mengumpulkan 1 medali emas dari wushu, 1 medali perak dari menembak. Diposisi kedua Taiwan mengumpulkan 1 emas dari menembak, 2 perunggu wushu dan taekwondo. Sedangkan Indonesia, berhasil meraih 1 medali perak pada cabang wushu. Posisi empat klasemen diduduki India dengan meraih 1 perunggu menembak. Lalu, posisi 4 lainnya yaitu Filipina, Thailand dan Vitenam yang mendapat 1 perunggu dari taekwondo. Korea dan Malaysia juga mendapat 1 perunggu dari taekwondo. (Adt)

Diantara Pembukaan Asian Games 2018 dan Olimpiade 2012, Ada Apa?

Sobat Muda NYSN pasti semalam berdecak kagum dan bangga kan dengan kemeriahan Pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Tak hanya menimbulkan kesan bangga, acara pembukaan yang telah menjadi sorotan  se-Asia ini juga menampilkan satu hal yang menarik bahkan telah sampai jadi trending topic. Hm, kamu pasti sudah tau bukan? Pada video intro opening ceremony Asian Games 2018 menampilkan aksi Presiden Joko Widodo menggunakan motor gede (moge). Dalam video ditunjukkan adegan Presiden Jokowi menuju ke Stadion Utama Gelora Bung Karno menggunakan moge karena mobil kepresidenannya terjebat macet. Tak hanya sampai disitu, ada juga adegan orang nomor satu se Indonesia itu melakukan aksi lompatan dengan motor. Hingga akhirnya, Jokowi digambarkan telah tiba di SUGBK dan masuk ke area parkir. Sang Presiden pun tiba di SUGBK dan disambut dengan kemeriahan puluhan ribu penonton di stadion. Aksi tersebut pun menuai kekaguman orang Indonesia maupun luar negeri. Seperti yang dilansir dari kompas.com, Seorang pengusaha asal Australia, James yang menyaksikan pembukaan berkata bahwa Jokowi menggunakan sepeda motor adalah momen terfavoritnya. dan James menambahkan, dilansir kompas.com, bahwa video intro Asian Games 2018 itu mempunyai benang merah dengan upacara pembukaan Olimpiade 2012. Mengapa begitu? Pasalnya, sobat muda tau gak, kalau video intro opening Olimpiade 2012 juga menampikan aksi tokoh penting. Dimana waktu itu, saat London 2012, Daniel Craig yang merupakan pemeran James Bond beradu peran dengan Sang Ratu Elizabeth II. Dalam cuplikan video, Craig dan Sang Ratu naik helikopter dari Buckingham Palace menuju ke Stadion Olimpiade London. Setelah helikopter tepat berada di atas stadion, Sang Ratu dan Daniel Craig pun melakukan aksi lompatan terjun payung dari helikopter. Hingga akhirnya, Ratu Elizabeth didampingi suami masuk ke venue stadion Olimpiade dan duduk di tribune kehormatan. Kesamaan akan “rasa” cerita dari video intro tersebut ternyata karena keberadaan seorang Scott Givens. Dia lah penyebab mengapa video intro Asian Games 2018 itu mempunyai benang merah dengan upacara pembukaan Olimpiade 2012. Sobat Muda NYSN, Givens adalah pemimpin perusahaan FiveCurrents yang bergerak di dunia entertaiment, khususnya seperti pengelolaan live event. Sepanjang karier, Scott Givens telah berhasil menangani lebih dari 400 event-event besar. Sejumlah acara pembukaan olimpiade dengan total 12 ajang musim panas maupun dingin sudah banyak berhasil ditangani. Mulai dari Salt Lake 2002 hingga Rio de Janeiro 2016. Pada Olimpiade 2012 di London, FiveCurrents merupakan production company di opening ceremony. Enam tahun setelah acara tersebut, Givens bertindak sebagai Executive Producer di Upacara Pembukaan Asian Games 2018. Enam tahun berselang, barulah Givens didaulat sebagai Executive Producer dari upacara pembukaan Asian Games 2018. Pada upacara yang berlangsung pada Sabtu (18/08/2018) Scott berkata bahwa upacara tersebut menampikan sejarah dengan cerita berbeda, memunculkan juga unsur-unsur yang alami sebagai elemen, seperti bumi, angin, dan api yang merupakan dari budaya Indonesia. Tak hanya itu, ada juga tarian budaya yang menjadi magnet di penampilan pembukaan. Oh iya, informasi tambahan buat kamu, kalau panggung Upacara Pembukaan Asian Games 2018 memiliki berat 600 ton dengan ukuran panjang 120 meter, lebar 30 meter, serta tinggi 26 meter. Panggung tersebut menampilkan pemandangan gunung dan tumbuh-tumbuhan sebagai ciri khas Indonesia. Sungguh menarik dan bikin kamu makin terkagum-kagum lagi, bukan? Kalau begitu, jadi makin Bangga yaa jadi Bangsa Indonesia.   (kompas.com)

Jika Lolos 16 Besar Lewat Jalur Ranking Tiga Terbaik, Timnas U-23 Bakal Ditunggu China

Jika Timnas U-23 lolos 16 besar dari jalur ranking tiga terbaik, maka skenario lawan yang akan dihadapi adalah juara Grup C. Saat ini, China berada di puncak klasemen Grup C, disusul Suriah dan Uni Emirat Arab. (Pras/NYSN)

Jakarta- Sepak Bola Asian Games 2018 sudah berputar sejak 10 Agustus lalu. Ada 25 tim yang berpartisipasi dalam ajang multievent di Asia ini. Semua peserta dibagi ke dalam enam grup. Grup A yang diisi tuan rumah Indonesia, menjadi yang terbanyak penghuninya. Selain Indonesia, ada Hong Kong, Taiwan, Laos, dan Palestina. Sementara masing-masing grup lainnya diisi empat tim. Status Tim yang berhak lolos ke babak 16 besar, adalah juara dan runner-up grup, plus empat tim dari posisi tiga terbaik. Untuk penghuni peringkat ketiga terbaik di tiap klasemen, perhitungannya tak jauh berbeda dengan dua tim terbaik tiap grup. Persoalan terjadi, jika ternyata ada dua atau lebih tim, memiliki poin sama dalam satu grup. Maka kriteria tim yang dinyatakan lolos, dihitung melalui selisih gol, dan produktivitas tim. Andai masih sama, diberlakukan perhitungan selisih gol dari seluruh pertandingan yang sudah dimainkan di grup. Bila masih sama juga, harus dilakukan adu tendangan penalti, dengan syarat tim bersangkutan berada dalam satu lapangan dan sedang bertanding. Penentuan lainnya, yakni melalui skor terendah dari jumlah kartu kuning dan kartu merah yang diterima, saat penyisihan grup. Terakhir adalah penentuan berdasarkan pot, saat dilakukan drawing. Tim yang berada di pot atas saat drawing, bakal mendapat lampu hijau untuk lolos. Lalu bagaimana penentuan empat tim di posisi tiga terbaik? Penentuan dilihat dari tim mana saja yang menempati posisi ketiga di klasemen grup. Namun, tim yang berada dalam satu grup yang jumlahnya lebih banyak dari grup lain, ada mekanisme lain. Grup A yang dihuni lima tim, maka penentuan tim peringkat ketiganya, akan menghilangkan hasil laga pertandingan dengan penghuni dasar klasemen grup, yang mereka huni. Hal ini ditempuh, agar jumlah pertandingannya, bisa dihitung sama dengan peringkat ketiga grup lainnya. Terakhir, empat peringkat tiga terbaik ditetapkan, melalui jumlah poin yang dikoleksi tim, selisih gol, jumlah gol yang dicetak, kriteria fair play (skor terendah dari jumlah kartu kuning dan kartu merah) dan juga ditentukan berdasarkan pot tertinggi. Dari seluruh tim Grup A, baru Palestina yang resmi merampungkan empat partai pertandingan. Empat tim lain menyisakan laga pamungkas pada Senin (20/8). Indonesia akan berhadapan dengan Hong Kong pada laga pamungkas. Kemenangan pada laga tersebut akan memastikan posisi Indonesia sebagai juara grup atau tidak. Jika menjadi juara Grup A, Hansamu Yama dan kolega, akan berhadapan dengan salah satu tim peringkat ketiga terbaik, dari Grup C, D, atau E. Andaipun seri, Indonesia menyimpan peluang lolos sebagai salah satu dari empat peringkat ketiga terbaik. Hanya saja, lawan mereka akan lebih sulit pada babak 16 besar. Salah satu potensi terbesar jika Garuda Muda lolos melalui jalur ranking tiga terbaik ini, adalah skenario menantang juara Grup C. Saat ini, China ada di puncak klasemen Grup C, disusul Suriah dan Uni Emirat Arab. China sangat produktif dengan mencetak 9 gol, dan belum kebobolan hingga laga kedua, pada Kamis (16/8) lalu. (Ham) Group C Klasemen Grup C No         Tim                    MP   Gol   Poin 1  China U23                     2     9:0     6 2  Suriah U23                    2     1:3    3 3  Uni Emirat Arab U23      2      4:2    3 4  Timor Leste U23            2     1:10   0 Klasemen Timnas U-23 di Grup A No      Tim           MP   Gol  Poin 1 Palestina U23     4     5:3    9 2 Hong Kong U23  3     8:2    7 3 Indonesia U23    3     8:2    6 4 Taiwan U23        3     0:8    1 5 Laos U23           3     2:8    0 Jadwal Grup A Senin (21/8) Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi 19.00 WIB Hongkong vs Indonesia Stadion Pakan Sari, Bogor 19.00 WIB Taiwan vs Laos

Kiostix Sulit Diakses, INASGOC Gandeng Blibli Jual Tiket Asian Games 2018

Kacaunya proses penjualan tiket online Asian Games 2018 di KiosTiX, membuat Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 Indonesia (INASGOC) mengambil tindakan cepat, dan mengalihkannya ke situs e-commerce Blibli.com. (Alinea.id)

Jakarta- Kacaunya proses penjualan tiket online Asian Games 2018 di KiosTiX membuat Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 Indonesia (INASGOC) mengambil tindakan cepat. INASGOC memutuskan untuk mengalihkan penjualan tiket online yang semula dilakukan di KiosTiX, ke situs e-commerce Blibli.com. Langkah ini diambil demi mengatasi berbagai masalah yang dialami pembeli tiket Asian Games 2018 di KiosTiX. Kiostix sebagai mitra penjualan tiket Asian Game ke-18, baik tiket upacara pembukaan, penutupan, ataupun pertandingan, menghadapi persoalan. Direktur Media dan Public Relations Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc) Danny Buldansyah mengatakan, hal tersebut disebabkan kendala yang dialami oleh KiosTix.com, situs yang sebelumnya dipercaya menangani distribusi tiket. “Intinya bahwa karena KiosTix sistemnya ada kendala, jadi mereka bekerja sama dengan Blibli. Jadi mudah-mudahan kalau sistemnya sudah naik maka sudah bisa beli lewat Blibli,” kata Danny, pada Jumat (17/8). Sementara itu, Erick Thohir, selaku Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 menyatakan bahwa aksi cepat penambahan jalur distribusi penjualan tiket ini, dilakukan untuk memberi akses lebih luas dan mudah bagi masyarakat, yang ingin menikmati secara langsung perhelatan olahraga terbesar kedua di dunia ini. “Kami sebagai panitia berkomitmen penuh untuk terus memberikan yang terbaik demi kesuksesan Asian Games 2018 dan selalu berupaya maksimal dalam mencari solusi pada setiap masalah yang muncul,” ujar Erick dalam rilisnya, pada Jumat (17/8). Direktur Utama KiosTix Ade Sulistioputra mengatakan, kendala akses dihadapi calon pembeli tiket di situs kiostix.com menyusul lonjakan permintaan yang tinggi terhadap pembelian tike. Bahkan, Sejak Rabu (15/8), situs ini sudah mulai sulit diakses oleh calon pembeli tiket laga sepak bola putra, saat Indonesia melawan Palestina. “Kami harap penambahan sejumlah titik distribusi dapat menjawab persoalan lalu lintas data yang tinggi karena antusiasme masyarakat juga tinggi,” ujar Ade. INASGOC memastikan pembelian tiket Asian Games 2018 melalui dua jalur distribusi menyusul kehadiran Blibli.com, sebagai salah satu agen penjual. (Adt)

Bidik 30 Medali Emas, Asian Games 2018 Jadi Pemanasan Jepang Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Chef de Mission (CdM) Kontingen Jepang, Yasuhiro Yamashita, saat berbicara pada sesi jumpa wartawan, di Media Press Center (MPC), Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (18/8). (bolapsort.com)

Jakarta- Kontingen Jepang menargetkan meraih 30 medali emas pada penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018. Event olahraga empat tahunan ini sekaligus dijadikan ajang ujicoba Jepang menuju tuan rumah Olimpiade 2020, Tokyo. “Kami berharap mencapai target posisi ke-3 di Asian Games 2018, dengan target 30 medali emas. Sebenarnya target kami bukan disini (Asian Games), tapi Olimpiade 2020, di Tokyo,” ujar Yasuhiro Yamashita, Chef de Mission (CdM) Kontingen Jepang, di Media Press Center (MPC), Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (18/8). Pada Asian Games XVII/2014, Incheon, Korea Selatan (Korsel), Jepang finish diurutan ke tiga dalam daftar peraih medali dengann 200 medali, terdiri dari 47 emas, 77 perak, dan 76 perunggu. Jepang berada di bawah China sebagai Juara, dengan 151 emas, 109 perak, dan 85 perunggu. Diikuti Korsel 79 emas, 70 perak, dan 79 perunggu. Menurut Yamashita, terdapat beberapa cabang olahraga yang secara tradisional merupakan keunggulan Jepang pada Asian Games ini seperti judo, gulat, senam dan renang. “Kami juga memiliki potensi di cabang tenis meja, karate, sofbol, badminton, juga bisbol,” lanjutnya. Peraih emas cabang judo pada Olimopiade 1984, Los Angeles, Amerika Serikat (AS) itu, menegaskan Asian Games 2018 ini menjadi ajang ujicoba menuju Olimpiade 2020, saat Jepang bertindak sebagai tuan rumah. “Jika kami meraih hasil terbaik di Asian Games ini maka itu sangat bagus dan kami siap untuk Olimpiade 2020. Tapi, jika nanti hasilnya kurang memuaskan, maka akan menjadi bahan evaluasi untuk persiapan Olimpiade 2020,” terangnya. Ia hanya berharap para atlet Negeri Sakura bisa menampilkan performa terbaik dalam cabaang olahraga terutama yang menjadi unggulan. “Bila mereka mampu melakukannya disini (Asian Games), itu artinya kami punya tim yang menjanjikan untuk dua tahun ke depan,” cetus Yamashita. (Adt)

Menang di HUT RI 73, Dua Gol Striker Naturalisasi Bantu Indonesia Jaga Peluang

Cukur Laos 3-0 dalam laga penyisihan Grup A Asian Games 2018, dua gol Timnas U-23 diborong pemain naturalisasi Alberto "Beto" Goncalves (9) pada ment ke-13 dan 47, di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jumat (17/8). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 sukses mengalahkan Laos 3-0 dalam pertandingan Grup A cabang sepak bola Asian Games 2018 di Stadion Patriot Bekasi, Jumat (17/8). Indonesia akan lolos ke babak 16 besar, bila mampu mengalahkan Hong Kong pada laga terakhir pada Senin (20/8). Indonesia tampil dominan di laga ini. Dua gol diborong pemain naturalisasi Alberto “Beto” Goncalves pada ment ke-13 dan 47. Gol lainnya diceploskan Ricky Fajrin pada menit ke-75. Dengan hasil ini, Indonesia mengemas nilai 6 dari tiga laga. Dua gol yang dicetak oleh Beto, membuat pemain Sriwijaya FC itu masuk jajaran pencetak gol terbanyak sementara di Asian Games 2018. Beto sejauh ini sudah mencetak tiga gol untuk Timnas U-23. Selain Beto, ada nama Stefano Lilipaly yang masuk daftar pencetak gol terbanyak dengan torehan 2 gol. Tiga gol yang telah dicetak Beto membuat pemain naturalisasi ini sama dengan torehan pemain Hong Kong, Tan Chun Lok, dan striker Malaysia, Safawi Rasid. Jumlah gol yang ditorehkan Beto bersama Timnas U-23 hanya kalah dari pemain Korea Selatan, Hwang Ui-jo, yang mengoleksi 4 gol. Tim asuhan Luis Milla itu menempati posisi ketiga klasemen, tertinggal satu poin dari Hong Kong di urutan kedua. Sementara Palestina statusnya lolos ke babak 16 besar karena sudah mengemas 8 poin, dari 4 laga. Gelandang Timnas U-23, Evan Dimas sukses menyabet tite sebagai raja operan dalam laga. Dilansir BolaSport.com dari data Labbola, Evan memang menjadi pemain yang paling banyak melepas passing. Bermain sejauh 81 menit, gelandang Selangor FA itu sukses melepas 88 operan. Namun hanya 78 operan bola yang berhasil, sepuluh lainnya tak tepat sasaran. Catatan ini seolah merupakan titik kembalinya Evan dalam skuat timnas U-23. Dari dua laga sebelumnya yang dilakoni Indonesia, sosok Evan yang dikenal sebagai pembagi bola tak tampak. Pada partai pertama melawan Taiwan, Evan yang dimainkan 67 menit hanya melepas 49 passing. Sementara pada laga kedua melawan Palestina, Evan absen. Namun, Evan sangat berkontribusi dalam permainan Indonesia menantang Laos. Selain sukses menjadi raja passing, eks Bhayangkara FC juga tercatat melepas tiga tembakan. (Ham) Hasil Jumat (18/8) Grup A Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi Palestina 1-1 Hong Kong Indonesia 3-0 Laos Klasemen Timnas U-23 di Grup A No   Tim               MP     Gol     Poin 1 Palestina U23       4      5:3      9 2 Hong Kong U23    3      8:2      7 3 Indonesia U23      3      8:2      6 4 Taiwan U23          3      0:8      1 5 Laos U23             3      2:8      0 Jadwal Grup A Senin (21/8) Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi 19.00 WIB Hongkong vs Indonesia Stadion Pakan Sari, Bogor 19.00 WIB Taiwan vs Laos Daftar Top Skorer Sementara Asian Games 2018 4 gol Hwang Ui-jo (Korea Selatan) 3 gol Tan Chun Lok (Hong Kong) Alberto Gonçalves (Indonesia) Safawi Rasid (Malaysia) 2 gol Stefano Lilipaly (Indonesia) Gao Zhunyi (Tiongkok) Wei Shihao (Tiongkok) Zhang Yuning (Tiongkok) Jordi Tarrés (Hong Kong) Yuto Iwasaki (Jepang) Ernist Batyrkanov (Kirgizstan) Abdulrahman Gharib (Arab Saudi) Supachai Jaided (Thailand) Zayed Al-Ameri (Uni Emirat Arab)

Beregu Indonesia Hadapi Lawan Berat, PBSI Minta Kerja Keras Sejak Awal

Anthony Sinisuka Ginting, salah satu andalan skuat tim bulutangkis beregu putra Indonesia Asian Games XVIII/2018 harus berjuang keras sejak awal. Sebab, mereka dihadapkan tantangan berat. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) meminta tim beregu putra dan putri Asian Games XVIII/2018 harus berjuang keras sejak awal. Sebab, mereka dihadapkan tantangan berat. Hal itu dikatakan Achmad Budiharto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBSI menanggapi hasil undian beregu cabang bulutangkis, di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/8) malam. “Kita tidak bisa mengeluhkan hasil drawing. Itu adalah fakta yang harus dipersiapkan. Yang penting tim berjuang keras sejak awal,” ujar Budiharto. Tim putra Indonesia berada di pool bawah bersama tim India, Maladewa, Jepang, Malaysia, Thailand, dan Korea Selatan (Korsel). Indonesia yang menempati unggulan dua mendapat jatah bye di laga perdana. “Hasil tim putra, ini perjuangan berat untuk semuanya. Karena tim-tim bagus terkumpul di pool bawah. Untuk babak pertama kalau digambarkan, Jepang bertemu Malaysia, Korsel berhadapan dengan Thailand. Empat tim tersebut terkumpul dan hanya satu yang ke semifinal,” lanjutnya. Jika di babak kedua berhasil melewati hadangan pemenang antara India dan Maladewa, Indonesia bakal menghadapi lawan berat di semifinal. “Kami menunggu pemenang antara Maladewa dan India. Memang perjuangan berat nantinya di semifinal. Siapa pun yang melewati India. Tim yang dihadapi relatif kuat,” tambahnya. Sementara, tim putri Indonesia menempati pool atas bersama Hongkong, Korsel, India, dan Jepang. Srikandi Merah Putih memulai laga pembuka menantang Hongkong. Jika berhasil melewati Hongkong, Fitriani dan kolega di perempat final bakal berjumpa dengan Korsel yang mendapatkan bye di babak pertama. Dan jika langkah mereka terus berlanjut, maka mereka akan bertarung dengan pemenang antara Jepan dan India. Baik Jepang maupun India, turut mendapatkan bye di babak pertama. “Kalau tim putri, kami tahu karena tidak seeded. Hasil undian itu realitas yang harus dihadapi. Kami berada di pool atas. Pertama, kami sudah harus berjuang menghadapi Hongkong. Jika lolos bertemu Korsel. Jadi ini yang harus dihadapi,” tukas Budiharto. (Adt) Skuat Beregu Bulutangkis Indonesia Asian Games 2018 : Putra : 1. Jonatan Christie 2. Anthony Sinisuka Ginting 3. Ihsan Maulana Mustofa 4. Kevin Sanjaya Sukamuljo 5. Marcus Fernaldi Gideon 6. Fajar Alfian 7. Muhammad Rian Ardianto 8. Mohammad Ahsan 9. Tontowi Ahmad 10. Ricky Karanda Suwardi Putri : 1. Fitriani 2. Gregoria Mariska Tunjung 3. Ruselli Hartawan 4. Greysia Polii 5. Apriyani Rahayu 6. Della Destiara Haris 7. Rizki Amelia Pradipta 8. Ni Ketut Mahadewi Istarani 9. Liliyana Natsir 10. Debby Susanto

Lawan Laos, Kartu Truf Timnas U-23 Itu Bernama Evan Dimas Darmono

Merotasi beberapa pemain, usai menang telak kontra Taiwan U-23 di partai perdana, pelatih Luis Milla mengistirahatkan nama Evan Dimas Darmono, saat Timnas U-23 takluk 1-2 dari Palestina, pada Rabu (15/8). (INASGOC)

Jakarta- Takluk 1-2 dari Palestina U-23, pada Rabu (15/8), di laga kedua penyisihan Grup A Asian Games 2018, Timnas U-23 ternyata menyimpan strategi khusus. Merotasi beberapa pemain, usai menang telak kontra Taiwan U-23 di partai perdana, pelatih Garuda Muda, Luis Milla mengistirahatkan nama Evan Dimas Darmono. Evan sejatinya dikenal sebagai pengumpan jitu saat bermain. Ternyata, anggota klub Selangor FA ini handal sebagai pemain bertahan. Hal ini ia tunjukkan saat Timnas U-23 mengalahkan Taiwan dengan skor 4-0, pada Minggu (12/8). Evan memang tak mencetak gol atau menyumbang assists. Namun, pemuda 23 tahun dibawah manajemen Munial Sport Group ini, mendukung timnya mencatatkan clean sheet alias tak kebobolan. Bermain 67 menit, Evan mencetak total 4 tekel, dan 3 diantaranya sukses. Presentasi kesuksesan tekelnya mencapai 75 persen. Catatan tekel Evan, lebih tinggi daripada torehan tekel keempat bek Garuda Muda. Hansamu Yama, misalnya, melakukan 3 kali tekel, namun hanya 2 diantaranya berujung sukses. Torehan tekel Evan cukup produktif, lantaran label pengumpan sudah lekat dengan dirinya, dibanding peran menahan serangan lawan. Selain itu, Evan juga menorehkan satu kali intersep dan clearences dalam partai itu. Lalu bagaimana dengan statistik Evan sebagai pengoper bola? Pemain asal Jawa Timur itu melepaskan 43 umpan sukses dari total 49 passes. Ia menjadi pemain keempat dengan umpan terbanyak. Pemain terbanyak melepaskan umpan adalah Ricky Fajrin. Bek Bali United tersebut mencatat 65 umpan sukses dari total 67. Evan kini ‘dipromosikan’ menjadi central midfielder, yang memainkan fungsi deep lying playmaker, dalam skema dua gelandang bertahan sejajar. Milla menilai Evan tak flamboyan, lantaran ia mampu mengemban tugas layaknya gelandang petarung, sekaligus pemain lini tengah yang serba bisa. Namun, Evan masih terbelit ‘penyakit’ akibat kebiasaannya melakukan drive (menerobos berikade lawan sembari menggiring bola) muncul di waktu yang tidak tepat. Padahal dirinya adalah gelandang sentral, yang bertugas memastikan progresi bola berjalan bersih, agar Timnas U-23 tak mudah kehilangan bola. Milla menyadari, penyakit Evan ini tak menguntungkan jika terus terlihat di Asian Games 2018. Saat meladeni Taiwan, Pelatih Spanyol ini menggantinya dengan Hargianto. Dua tujuan ingin dicapai Milla dari pergantian ini. Pertama, memastikan lini tengah Timnas U-23 lebih stabil. Kedua, memaksimalkan sepakan jarak jauh spesialiasi Hargianto sebagai opsi membongkar pertahanan Taiwan. Dua tujuan Milla tercapai. Hargianto berhasil “menenangkan” lini tengah yang terlalu agresif, ketika Evan masih ada di atas lapangan. Bahkan Hagi, sapaanya, mencetak gol dari tendangan canon ball di luar kotak penalti. Dan diantara 20 pemain yang menghuni skuat Timnas U-23 di Asian Games 2018, ada dua nama berpengalaman membobol gawang Laos, calon lawan pada Jumat (17/8). Garuda Muda akan berhadapan dengan Laos U-23 dalam laga ketiga Grup A Asian Games 2018, di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Laos kerap bertemu di level junior atau kelompok usia di bawah 16 tahun dan 19 tahun. Pada Piala AFF U-19 2016, skuat muda Merah Putih yang berada di bawah asuhan Eduard Tjong, bertemu dengan Laos di fase grup. Laga yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, dimenangkan Timnas U-19 dengan skor 3-1, berkat gelontoran gol-gol yang dicetak Pandi Lestaluhu, Saddil Ramdani, dan M Rafli Mursalim. Saddil kini tercatat sebagai pilar Timnas U-23 di Asian Games 2018. Pemain asal Persela Lamongan itu selalu tampil dari bangku cadangan dalam dua laga terakhir saat menghadapi Taiwan dan Palestina. Rafli yang dua tahun lalu mencetak gol ke gawang Laos, juga tercatat sebagai pemain pelapis skuat U-23. Jebolan Liga Santri Nusantara 2016 itu, baru tersingkir menjelang Asian Games 2018 berputar. Pemain lain yang pernah mencetak gol ke gawang Laos dan masuk dalam skuat pilihan Milla adalah Evan. Berbeda dengan Saddil yang mencetak gol ke gawang Laos di level junior, Evan memproduksi gol di ajang Piala AFF 2014. (Dre)

Cetak Rekor Enam Gol di Laga Perdana, Timnas Putri Bantai Maladewa dan Pimpin Klasemen Sementara

Gelandang Timnas Putri Indonesia, Zahra Muzdalifah, melakukan selebrasi, usai mencetak gol ke gawang Maladewa. Indonesia akhirnya unggul 6-0, pada laga perdana penyisihan Grup A Asian Games 2018, di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Kamis (16/8).

Palembang- Pelatih Timnas putri Indonesia, Satia Bagdja Ijatna bersyukur timnya melibas Maladewa 6-0 pada pertandingan pembuka Grup A Asian Games 2018, di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Kamis (16/8). Hasil produkif itu membuka jalan srikandi Indonesia lolos ke fase berikutnya. Timnas Putri sudah unggul tiga gol saat babak pertama usai. Gol timnas putri masing-masing dicetak Zahra Muzdalifah (10′), ZP Mayang (16′), dan Sada Yudith (16′). Di babak kedua, gol timnas dibuka oleh gol kedua ZP Mayang (55′). Tambahan dua gol lainnya dicetak Sari Jesella (61′), dan gol kedua Zahra (72′). Satia mengatakan, Timnas Putri sempat bermain terburu-buru di awal pertandingan. Namun, melihat kualitas lawan, tim srikandi merah putih berani bermain lebih terbuka. “Alhamdulillah, kita bisa menang untuk modal ke depan. Terima kasih untuk pemain yang telah bekerja keras,” kata Satia dalam jumpa pers usai pertandingan. Kemenangan ini disambut sukacita oleh kubu Indonesia meski ada satu kritik yang diarahkan pada para pemain terkait banyaknya peluang yang terbuang. Indonesia dianggap bisa menang dengan skor lebih besar andaikan Mayang dkk. bisa lebih tenang dalam memanfaatkan kans yang ada. “Walaupun menang dengan skor 6-0, tapi masih ada beberapa evaluasi. Terutama soal pemain yang terkesan masih buru-buru sebelum akhirnya tercipta gol pertama, di sini pemain terlihat percaya diri dan tenang dalam bermain,” beber Satia. Sementara itu, Pelatih timnas putri Maladewa Athif Mohamed mengaku, secara keseluruhan anak asuhnya sudah bermain baik. Namun tingginya semangat pemain Indonesia yang menjadi tuan rumah, membuat Maladewa tidak bisa berkembang. “Kami ucapkan selamat kepada Indonesia yang memenangkan pertandingan ini,” kata Athif. Sedangkan, gelandang timnas, Muzdalifah Zahra menilai Indoesia berhasil mencetak sejarah, “Ini pertama kalinya bagi kami, menang di Asian Gaes. Semoga, lebih mudah bagi kami untuk lolos,” kata Zahra. Taiwan yang takluk 1-2 dari Korsel, pada pertandingan pertama, menjadi lawan berikutnya Garuda Pertiwi. Hal serupa juga disampaikan penjaga gawang Timnas Putri asal Wamena, Norffince Boma. Fince, sapaannya, menjadi starter pada laga ini. Baginya, lawan di pertandingan perdana ini sebetulnya cukup kuat, terutama untuk level sepak bola wanita. “Meski kami menang besar, Maladewa bisa dibilang lumayan kuat. Beberapa kali mereka memberikan tekanan yang cekup serius. Tapi dengan kerjasama tim yang baik, kami bisa mendapatkan hasil yang memuaskan,” ungkap gadis kelahiran 26 April 1995 itu. Mengantungi kemenangan dengan skor besar jadi hal positif bagi Zahra Muzdalifah dkk. Sebab, mereka tergabung di grup yang sebetulnya cukup menyulitkan, dengan adanya Korea Selatan (Korsel). Indonesia memimpin klasemen sementara Grup A dengan tiga poin, di atas Korsel yang menang 2-1 atas Taiwan. Pada partai selanjutnya, Srikandi Merah putih akan menghadapi Timnas Putri Taiwan, Minggu (19/8). Dan berikutnya Garuda Pertiwi akan menghadapi lawan berat, menantang Korsel, pada Selasa (21/8), di lokasi yang sama. (Ham) Klasemen Grup A sepak bola Putri Asian Games 2018 No     Tim          MP   Gol   Poin 1. Indonesia        1     6:0     3 2. Korea Selatan  1     2:1     3 3. Taiwan            1     1:2     0 4. Maladewa        1     0:6     0 Hasil Kamis (16/8) Grup A Korea Selatan 2-1 Taiwan Indonesia 6-0 Maladewa Jadwal Grup A Minggu (19/8) Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang 15.00 WIB Maladewa vs Korea Selatan 18.30 WIB Taiwan vs Indonesia Selasa (21/8) Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang 18.30 WIB Indonesia vs Korea Selatan Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang 18.30 WIB Maladewa vs Taiwan

Lakukan Debut di Asian Games 2018, Beban Mental Pebasket 16 Tahun Adelaide Callista Wongsohardjo

Pebasket 16 Tahun asal Malang, Adelaide Callista Wongsohardjo (12), mengaku grogi turun membela Merah Putih di laga perdana sekalgus ajang debutnya di event Asian Games XVIII/2018. (mainbasket.com)

Jakarta- Adelaide Callista Wongsohardjo patut bangga diberi kesempatan masuk dalam skuat tim nasional (Timnas) basket putri Indonesia Asian Games XVIII/2018. Bahkan, gadis kelahiran Malang 12 Oktober 2001, diberi kepercayaan sang juru racik tim Arif Gunarto memulai debut perdananya saat berjumpa Korea Bersatu. Gabungan Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) itu, ia hadapi di Hall Basket Komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, pada Rabu (15/8). Sayang, Adelaide dan kolega harus mengakui ketangguhan tim Korea, dengan skor 40-108. Pengalaman bermain di Asian Games 2018 tentu bakal menjadi pelajaran yang berharga baginya. Tak setiap edisi, timnas basket putri Indonesia bisa tampil pada ajang empat tahunan itu. Usai laga, MVP atau pemain terbaik kompetisi DBL 2017 ini mengaku grogi turun membela Merah Putih di laga perdana. “Agak grogi gitu, tapi senang dikasih kesempatan bertanding lawan Korea,” ujar Laide–sapaan akrabnya, ditemui di Mixed Zone. Sebagai pemain termuda, apakah memiliki beban mental? “Iya, sih, harus mengimbangi pemain-pemain senior. Misalnya defense harus baik, tidak banyak salah,” jawab pemain binaan klub Bimasakti Malang itu. Diakui, dirinya mendapatkan pelajaran berharga kala berjumpa punggawa Negeri Ginseng itu. Apalagi, pada laga itu, Laide masih belum menyumbang poin bagi Indonesia. “Ya finishing-nya harus banyak lagi. Karena kami masih kurang di finishing, terus fundamental juga kurang. Ke depannya lebih berani lagi, dan kurangi kesalahan-kesalahan serta lebih semangat,” ungkap siswi SMAK St Albertus, Malang, Jawa Timur. Untuk selanjutnya, dara dengan tinggi 173 cm juga belum tahu bermain di klub profesional pada Srikandi Cup, atau tidak. Namun, ia membidik target untuk bermain di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. “Setelah Asian Games 2018, masih ingin fokus sekolah, dan belajar. Mungkin target yang ingin dikejar itu PON,” pungkasnya. Sementara itu, Wahyu Gunarto, Manajer Timnas Basket Putri Indonesia menyebut pihaknya ingin Asian Games 2018 meninggalkan warisan kepada generasi muda. “Apalagi tidak setiap kesempatan Indonesia bisa tampil, sehingga ini merupakan waktu yang tepat memberikan pengalaman kepada pemain junior,” cetus Wahyu. (Adt)

Gagal Maksimalkan Rotasi Pemain, Timnas U-23 Wajib Menebusnya di Dua Laga Sisa

Bek Timnas U-23, Ricky Fajrin (15) tengah mendapat instruksi dari tim pelatih, Bima Sakti dan Luis Milla, saat melawan Palestina U-23, Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Rabu (15/8). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 harus merasakan kegetiran setelah dikalahkan tim negeri sahabat dari Timur Tengah, Palestina, di laga kedua penyisihan Grup A Cabang Sepakbola Putra Asian Games 2018. Harapan besar sebetulnya muncul, usai Garuda Muda menekuk Taiwan U-23 dengan skor 4-0, di hari perdana merumput. Namun, di partai kedua, saat berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/8), Palestina menaklukkan Indonesia dengan skor 2-1. Secara permainan, dalam 45 babak pertama, Indonesia memberikan prospek. Tertinggal melalui penalti akibat handball tak perlu yang dilakukan Zulfiandi, Indonesia membalas melalui Irfan Jaya. Dengan membandingkan dua laga (versus Taiwan dan Palestina), maka pilihan rotasi memunculkan resiko. Resiko itu adalah skuat kontra Palestina ternyata tak memberikan dampak, sebagaimana rotasi yang dilakukan untuk memberikan kesempatan pada sejumlah pemain. Pelatih Timnas U-23, Luis Milla Aspas, memasang empat pemain berbeda, turun sebagai starter pada laga Palestina. Muhammad Hargianto, Septian David Maulana, Gavin Kwan Adsit, dan Bagas Adi Nugroho, adalah nama baru dalam line-up awal Milla. Kegagalan rotasi mulai tampak, ketika Milla menggantikan Septian David dengan Ilham Udin Armayn, di menit ke-38. Padahal, kedudukan masih imbang 1-1. Rupanya kehadiran Septian David, ternyata belum seirama, dengan Febri Hariyadi dan Irfan. Absennya Alberto ‘Beto’ Goncalves juga menimbun masalah di lini depan. Kreasi serangan dan tugas memecah konsentrasi lini pertahanan Palestina, mendadak macet. Stefano Lilipaly seolah berlari sendirian di area kota penalti lawan. Keputusan Milla menggeser Ricky Fajrin pada posisi full bek kiri, setelah di laga perdana menghadapi Taiwan, tampil cukup apik sebagai palang pintu berduet dengan Hansamu Yama, justru menjadi kontraproduktif. Alhasil, Milla akhirnya harus menarik Bagas, yang mengisi pos palang pintu, pada menit ke-54, dengan full bek asal Persija Jakarta, Rezaldi Hehanusa. Peran Ricky pun dikembalikan pada posisi awalnya, sebagai palang pintu. Tertinggal 1-2 memaksa Milla memainkan Saddil Ramdani, yang menjadi pembeda pada laga pertama. Masuk menggantikan Irfan, masih belum menjadi momen bagi Saddil, untuk memberikan warna baru. Perbedaan lain yang mengejutkan Indonesia adalah skuat Palestina punya kemampuan mempertahankan bola. Statistik Labbola mencatat, jika melawan Taiwan, Indonesia unggul penguasaan bola dengan 69 persen disertai 83 persen umpan sukses, maka menghadapi Palestina situasi jauh berbeda. Indonesia tetap menguasai bola dengan 53 persen, namun umpan sukses justru menurun menjadi 74 persen. Sebaliknya, Palestina melakukan 76 persen umpan sukses. Dari sisi serangan, Indonesia malah tumpul, lantaran dari total enam tembakan yang dlesakkan, hanya ada satu yang mengarah ke gawang. Sedangkan, Palestina melepaskan 14 tembakan dengan enam di antaranya tepat sasaran. Terlepas dari level dua lawan yang akan dihadapi di sisa grup, yakni menghadapi Hong Kong dan Laos, namun kemampuan untuk beradaptasi dengan instruksi pelatih dalam tuntutan rotasi, sejatinya merupakan hal yang penting untuk Garuda Muda. Meski kalah, peluang merah putih muda masih terbuka lebar. Memang, sejauh ini Indonesia turun ke peringkat ketiga, menyusul kemenangan besar Hongkong atas Taiwan dengan skor 4-0. Timnas berada di peringkat ketiga dengan nilai 3, sementara Hongkong di posisi runner up dengan nilai 6. Sementara Palestina yang menang atas Timnas Indonesia berada di peringkat pertama dengan nilai 7. Timnas memiliki peluang besar untuk lolos, asalkan bisa mengatasi Laos dalam pertandingan Jumat (17/8) nanti, dan mengalahkan Hongkong, pada Senin (20/8). Jika menang di dua pertandingan ini, nilai Timnas Indonesia menjadi 9. Apapun hasil pertandingan yang diraih tim lain di Grup A, Timnas akan lolos. Sebab pertandingan yang paling menentukan, sebenarnya terjadi kala bentrok melawan Hongkong, di pertandingan terakhir. (Dre/Ham) Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No      Tim              MP    Gol   Poin 1. Palestina U-23      3      4:2     7 2. Hong Kong U-23   2      7:1     6 3. Indonesia U-23     2      5:2     3 4. Taiwan U-23         3      0:6     1 5. Laos U-23            2      2:5     0 Jadwal Grup A Jumat (17/8) Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi 16.00 WIB Hongkong vs Palestina 19.00 WIB Laos vs Indonesia Senin (20/8) Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi 16.00 WIB Taiwan vs Laos 19.00 WIB Indonesia vs Hongkong

Kalah Telak 108-40, Srikandi Merah Putih Dapat Pelajaran Berharga Dari Tim Korea Bersatu

Shooting Guard Timnas Basket putri Indonesia, Nathania Claresta Orville (21) berusaha melewati hadangan Tim putri Korea Bersatu, dan takluk 108-40, di penyisihan Grup X basket putri Asian Games XVIII/2018. (Riz/NYSN)

Jakarta- Tim putri gabungan Korea Selatan dan Korea Utara (Korea Bersatu) memberikan pelajaran berharga bagi srikandi Merah Putih. di laga perdana penyisihan Grup X cabang olahraga basket putri Asian Games XVIII/2018. Melakoni laga di Hall Basket Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada Rabu (15/8), anak didik Arif Gunarto itu kalah telak 40-108. Hasil ini, membuat Indonesia berada posisi keempat, di bawah Korea Bersatu, Taiwan dan Kazkhstan. Karena dipertandingan sebelumnya, Taiwan sukses meraih kemenangan atas Kazakhstan 72-42, sedangkan India belum memainkan laga. Berlaga dihadapan publik Jakarta, Korea Bersatu tampil dominan sejak awal laga. Tim yang dimotori Yunghui Lim itu memanen angka demi angka atas tuan rumah. Indonesia harus mengakui ketangguhan lawan dikuarter pertama dengan skor terpaut jauh 8-25. Alih-alih memangkas jarak poin atas lawan, Korea Bersatu justru makin produktif dengan memundi 33 poin, sedangkan Indonesia hanya 12 poin. Henny Sutjiono dan kolega dipaksa menyerah di kuarter dua dengan skor 20-58 dari Korea Bersatu. Usai jeda, Indonesia berusaha mengimbangi permainan lawan. Namun, Korea Bersatu yang telah mendapatkan momentum makin percaya diri melesakkan bola ke dalam keranjang tuan rumah. Kuarter tiga ditutup dengan sempurna oleh Korea Bersatu 79-29. Situasi tetap tak berubah di kuarter empat. Korea Bersatu terus mengancam daerah pertahanan Indonesia. Bermain secara cepat dan efektif membuat Gabriel Sophia tak bisa berbuat banyak. Raihan poin Korea Berstau tak terbendung. Indonesia harus mengakhiri pertandingan dengan skor terpaut jauh 40-108. “Meskipun kalah kami tetap fight. Sebelumnya memang pernah sparing melawan mereka saat try out. Memang mereka bermain cepat. Kami berusaha mengantisipasi, tapi memang rotasi yang dijalankan juga tidak efektif. Kami terlalu banyak membuang bola. Harusnya banyak shooting, ini malah banyak melakukan turn over,” ujar Gabriel. Pemain berusia 26 tahun itu, mengakui mendapatkan pelajaran berharga saat berjumpa dengan Korea Bersatu. “Pelajarannya untuk eksekusi bola masih kurang, mungkin karena pertandingan pertama jadi masih deg-degan. Berikutnya harus tetap fight dan optimis untuk laga selanjutnya,” lanjutnya. Pada laga itu, Suk Yong Ro mengjadi pencetak angka terbanyak dengan 22 poin, diikuti Hye Yon Kim yang mengoleksi 14 poin. Sementara di kubu tuan rumah, Natasha Debby Christaline menjadi pemain yang mencetak angka terbanyak yakni 17 poin, dan Gabriel Sophia dengan 8 poin. “Secara keseluruhan kami tidak puas dengan hasil ini. Debby tadi performanya sangat baik. Catatannya, kalau sudah kalah strategi dan fisik maka semua bersatu dalam tim untuk saling membantu,” terangnya. Sedangkan Arif menegaskan bahwa timnya bermaterikan pemain muda sehingga mereka masih terus belajar utnuk mengasah skill dan mental tanding. “Mungkin pertandingan pertama jadi agak grogi. Apalagi banyak pemain muda-muda. Selanjutnya, kami akan memperbaiki difense dan shooting. Tadi juga turn over terlalu banyak,” terangnya. “Selanjutnya kami fokus untuk menghadapi Kazakhstan, yang punya skuat tinggi-tinggi, dan kami akan memakai strategi bermain cepat dan memperkuat difense. Tapi, untuk pertandingan, ya kami fokus satu-satu dulu,” pungkas Arif. (Adt)

Timnas Ngotot Gunakan ‘False Nine’, Palestina Redam Spirit Garuda Dengan Skor Tipis 2-1

Striker Palestina U-23, Oday Dabbagh (20), saat melakukan eksekusi penalti pada babak pertama. Pertandingan akhirnya dimenangkan Timnas Palestina dengan skor tipis 2-1 atas Timnas U-23, pada laga penyisihan Grup A. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 kalah 1-2 dari Palestina U-23 pada fase Grup A Asian Games XVIII/2018, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/8). Kekalahan itu mengulangi hasil pada 2013, kala Indonesia takluk dengan skor sama 1-2, dari Palestina, pada ajang Islamic Solidarity Games, di Palembang, Sumsel. Kekalahan ini memaksa posisi Timnas U-23 terlempar dari dua besar, sebab Hong Kong mengantungi kemenangan 4-0 melawan Taiwan, pada laga sebelumnya. Pimpinan klasemen sementara dipegang Palestina, dengan koleksi tujuh poin dari tiga laga. Stefano Lilipaly dan kawan-kawan kini ada di posisi ke-3 klasemen sementara, meski mengatungi jumlah pertandingan lebih banyak ketimbang Palestina. Laga selanjutnya, Indonesia akan melawan Laos U-23, pada Jumat (17/8). Menghadapi Palestina U-23, Indonesia yang mencoba tampil dengan taktik ‘false nine’, lebih dulu tertinggal oleh gol Oday Dabbagh di menit ke-16. Tapi, Indonesia menyamakan kedudukan di menit ke-23 melalui gol Irfan Jaya. Hingga selesainya babak pertama, skor masih sama kuat 1-1. Palestina mencetak gol keduanya pada awal babak kedua. Gol Mohamed Darwish di menit ke-51, dan membuat Palestina unggul 2-1. Indonesia berusaha keras untuk menyamakan skor di sisa waktu. Tapi, hingga peluit panjang berbunyi, gol yang dicari Indonesia tak tercipta. Pelatih Timnas U-23 Luis Milla Aspas mengaku, Palestina tampil lebih baik pada laga hari ini. “Sampai fase sebelum penalti, Palestina bermain baik. Baru setelah penalti terjadi, kami gantian yang bermain baik dan mampu menyakakan kedudukan,” ujar Milla paska pertandingan. Pada babak kedua, Indonesia sempat bermain dengan 10 pemain. Irfan harus keluar sementara karena mendapatkan penanganan cedera. “Saat kami bermain dengan 10 pemain, Palestina bisa memanfaatkan peluang dan mencetak gol. Dua hari lagi akan ada pertandingan (melawan Laos) dan kami alihkan fokus ke laga itu,” tandasnya. Sementara penjaga gawang Timnas U-23, Andritany Ardiyasa membeberkan komentarnya soal partai kontra Palestina. Ia merasa masih optimis untuk mampu lolos dari fase grup dan memenangkan dua pertandingan tersisa. “Hari ini tidak ada yang bermain buruk, kalah maupun menang, ya sama saja karena kualitas Palestina berada diatas kami satu tingkat. Hari ini kalah bukan dari kesalahan satu atau dua pemain, namun dari satu tim,” tegas pemain asal Persija Jakarta tersebut. Sedangkan Kapten Timnas U-23, Hansamu Yama, mengungkapkan perasaannya usai menelan kekalahan dari Palestina. Komentar Yama diungkapkan dalam wawancara dengan stasiun televisi SCTV di pinggir lapangan. “Bisa dilihat kedua tim saling menyerang. Kami juga punya banyak peluang. Untuk ke depannya, kami akan maksimal lagi,” jelas Yama. Soal komposisi pemain yang berbeda dari laga pertama? “Ya namanya stategi. Palestina juga tim kuat. Kami melakukan rotasi pemain, itu strategi. Insya Allah, kami akan berjuang maksimal di laga berikutnya, melawan Laos dan Hong Kong,” pungkasnya. (Ham/Dre) Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No        Tim           MP    Gol   Poin 1. Palestina U-23     3      4:2      7 2. Hong Kong U-23  2      7:1      6 3. Indonesia U-23    2      5:2      3 4. Taiwan U-23        3      0:6      1 5. Laos U-23           2      2:5      0 Hasil Rabu (15/8) Grup A Hongkong 4-0 Taiwan Indonesia 1-2 Palestina Grup E Kirgistan 1-3 Malaysia Korea Selatan 6-0 Bahrain Grup F Arab Saudi 0-0 Iran Korea Utara 1-1 Myanmar Jadwal Grup A Jumat (17/8) Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi 16.00 WIB Hongkong vs Palestina 19.00 WIB Laos vs Indonesia