Unggul 3-2 Dari Legenda Timnas Indonesia, Sekjen PSSI : Timnas Putri Kurang Kencang Mainnya

Timnas Putri Senior berhasil mengalahkan Legenda Timnas Indonesia yang telah berusia 50-60 tahun (Indonesian Football Ambassador) dengan skor 3-2, di laga uji coba pada Kamis (5/4). (kumparan.com)

Jakarta- Sehari paska menang telak dengan Universitas Bina Nusantara (BINUS), pada Kamis (5/4) Timnas Putri Senior kembali melakukan uji coba. Namun, kali ini pertandingan digelar di Lapangan C, Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta. Lawan yang dihadapi anak asuh Satia Bagja pun Legenda Timnas Indonesia yang telah berusia 50-60 tahun (Indonesian Football Ambassador). Srikandi Indonesia mendominasi pertandingan dan meraih hasil positif dengan skor akhir 3-2. Gol Timnas diciptakan Tugiyati pada babak pertama, kemudian Zahra Muzdalifah dan Dhanielle Daphne di babak kedua. “Ini pengalaman pertama bermain di luar. Hasilnya cukup bagus. Diawal, beberapa pemain mengaku agak nervous, karena ditonton banyak orang. Tapi itu bagus, tes mental buat mereka buat,” ungkap Satia, pada Kamis (5/4). Namun, ia mengaku jika anak asuhnya tampil sesuai arahannya. “Anak-anak sudah paham, bagaimana cara membangun permainan dari belakang hingga ke depan, terutama passing pendek yang seperti diajarkan saat latihan”, tambahnya. Tak hanya pelatih, pencetak gol terakhir pada laga ini, Dhanielle Daphne juga menanggapi laga uji coba kedelapan mereka. “Lawannya lebih baik dari kemarin, karena mereka berpengalaman. Kami ada tekanan yang lebih. Banyak belajar dalam segi mental dan juga kekompakkan tim”, ujar perempuan penggemar David Beckham tersebut. Sesuai informasi, dijadwalkan jika PLT PSSI (Joko Driyono), Sekjen PSSI (Ratu Tisha) Menpora (Imam Nahrawi), akan hadir untuk memantau laga ini. Tetapi, hingga usai laga, hanya Ratu Tisha, yang hadir. Ia juga menyatakan, akan membidik lawan yang lebih cepat, kuat, dan gesit. “Meski ini laga persahabatan, tapi Timnas Putri harus bermain keras, seperti pertandingan sesungguhnya. Saya masih melihat ini harus lebih kencang, dan serius lagi latihannya,” tegas Ratu Tisha usai pertandingan. “Uji coba International Match pertama, rencananya akan kami undang klub sepak bola putri Thailand, pada 30 Mei, dan main di Palembang. Jadi, bulan April ini, mereka fokus di pemusatan latihan terlebih dahulu”, tambahnya. Setelah melawan Thailand, nantinya timnas Putri Hongkong dan Korea Utara, juga dibidik menjadi sparing partner, sebagai ajang persiapan Asian Games 2018. (Dre) Rekap Uji Coba Timnas Putri Timnas Putri vs Tim Pelatih Lisensi B (Putra): 1-3 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya (Putra) : 0-4 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya (Putra) : 1-4 Timnas Putri vs SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) (Putra) : 3-1 Timnas Putri vs UNJ Alumni (Putra) : 4-0 Timnas Putri vs SSB Goal Axis (Putri) : 23-0 Timnas Putri vs Univ Bina Nusantara (Putri) : 21-0 Timnas Putri vs Legenda Timnas Indonesia (Indonesian Football Ambassador) : 3-2

Kembali Hadirkan Kejutan, Dobel Putri Jaya Raya U-17 Tekuk Unggulan Enam asal Taiwan

Pasangan ganda putri (U-17) asal Klub Jaya Raya Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia sukses mengalahkan unggulan enam asal Taiwan Hsu Li Ying/Ting Ya Yun, dua set langsung.(Adt/NYSN)

Jakarta- Turnamen bulutangkis ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’, pada Kamis (5/4), kembali menghadirkan kejutan. Kali ini, kategori U-17 ganda putri asal Klub Jaya Raya Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia sukses memaksa pasangan unggulan enam asal Taiwan Hsu Li Ying/Ting Ya Yun untuk segera angkat koper dari turnamen junior itu. Bertarung dihadapan publik sendiri, seolah memberikan energi tambahan bagi pasangan tuan rumah. Buktinya, Lanny/Nadia tidak menemukan kesulitan berarti kala melakoni gim pertama. Angka demi angka dengan mudah diraih dan berhasil memaksa ganda putri Taiwan itu menyerah di gim pertama dengan skor 21-10. Berlanjut, di gim kedua, Lanny/Nadia yang tampil konsisten serta terus menerus memberikan tekanan hingga tidak memberikan kesempatan pada Hsu/Ting untuk bisa mengembangkan permainan. Usai pertarungan berdurasi 20 menit, Lanny/Nadia unggul dengan skor akhir 21-10 atas pasangan Hsu/Ting. Berdasarkan catatan, ini merupakan pertemuan pertama bagi kedua pasangan. Lanny mengatakan, pasangan Taiwan itu merupakan pemain tunggal, sehingga tak terlalu kesulitan mengantisipasi bola dari lawan. “Tadi siang mereka main tunggal dan kalah (Hsu vs Shellin Salsabila Nurfazriah, 17-21, 13-21 dan Ting vs Siti Sarah Azzahra, 19-21, 13-21). Tak terlalu berat buat kami. Banyakin rely-rely aja pas ketemu mereka, dan kami mainnya jangan sampai kendur,” ujar Lanny usai pertandingan. Diakui Lanny, pasangan lawan yang berstatus unggulan membuat dirinya khawatir tidak mampu mengimbangi permainan lawan. “Tapi sama Papa dikasih tahu kalau mainnya harus berani, dan lawan cuma menang di pertandingan luar. Karena yang namanya unggulan, sering bertanding diberbagai turnamen di luar negeri,” sambungnya. “Dipertandingan tadi kami disuruh main cepat dan harus melakukan tekanan terus ke lawan. Mungkin karena mereka mainnya juga standar, jadi kami bisa mengantisipasi bola pengembalian dari mereka,” timpal Nadia. Terpisah, pemain tunggal putri (U-17) Sekar Maji Bening Nur Kholifah berhasil mengalahkan pemain unggulan pertama asal Selandia Baru Roanne Apalisok (21-6, 21-6). Disusul pemain tunggal putri (U-17) Irgi Aprillia Hizkia Putri yang sukses menumbangkan pemain unggulan tiga asal Taiwan Huang Yu Hsun (21-5, 21-12). Selanjutnya, pemain tunggal putri (U-17) Nurani Ratu Azzahra mampu menghempaskan pemain unggulan 11 asal Taiwan Huang Ching Ping (21-16, 21-16). Dan, pemain tunggal putra (U-15) Rizky Dwi Cahyo menaklukkan pemain tunggal unggulan dua asal Selandia Baru Daniel Yang (21-10, 21-8). Dan duet putri (U-15) Vicka Aryandini/Arlya Nabila Thesa Munggaran yang sukses menekuk dobel unggulan satu Selandia Baru Ashley Tan/Camellia Zhou (21-13, 21-8). (Adt)

Jelang TC di Palembang Pada 21 April, Timnas Putri U-16 Takluk 1-4 Di Laga Uji Coba

Timnas Putri U-16 (hijau) takluk 1-4 di laga uji coba melawan tim putra U-13 SSB Bina Sentra 1-4, pada Kamis (5/4). (Ham/NYSN)

Jakarta- Memasuki pekan keempat, Timnas Putri U-16 kembali merumput di Lapangan Atang Sutresna, Cijantung, pada kamis (5/4). Kali ini, tim putra U-13 SSB Bina Sentra asal Kota Udang, Cirebon, jadi mitra tanding. Dalam laga 90 menit ini, anak asuh Rully Nere itu harus takluk 1-4. Gol tunggal Srikandi muda, dicetak oleh striker asal Banten, Carla Bio Pattinasarany. Walau Carla dan kawan-kawan gagal meraup kemenangan, Rully mengaku senang dengan progres para pemainnya. “Dari uji coba pertama dan kedua, sampai ini yang ketiga, semua ada progresnya. Mulai terbentuk bagaimana mereka membangun serangan, built up skema permainan,” jelas Rully, pada Kamis (5/4). Rully menilai, jika kinerja sektor penjaga gawang, pemain belakang, gelandang, hingga penyerang, mulai menampakkan pola kerjasama, meski masih sangat minim. “Anak-anak harus mengikuti skema permainan. Kedepannya skema sepak bola putri Indonesia, ya akan seperti itu,” terang pria kelahiran Sentani itu, menyoroti peforma timnya. Ia mengaku jika porsi latihan terkait organisasi secara tim, belum dilaksanakan. Durasi latihan yang baru memasuki pekan ketiga, menjadi faktornya. Proses adaptasi antar pemain merupakan kunci. “Komunikasi antara lini belakang, tengah dan depan, harus makin terjalin. Saat bola kedepan, maka pemain belakang juga harus maju setengah lapangan. Komunikasi yang seperti ini yang dibutuhkan,” tegasnya. Termasuk, kedatangan Shafira Ika Putri Kartini, yang sudah bergabung, belum memberi pengaruh banyak untuk tim. Apalagi, selama berlatih bersama Timnas Putri senior, Ika diposisikan sebagai pemain belakang. “Mestinya, tak ada kesulitan untuk Ika. Memang dia harus adaptasi dengan metode latihan kami. Karena pasti berbeda, porsi latihan Timnas Senior dengan Timnas U-16,” jelas Rully lagi. Rencananya, Timnas Putri U-16, akan beruji coba dengan Timnas Putri Senior, di Lapangan ABC Senayan, pada 16 April mendatang. Agenda sparing partner berlanjut pada 18 dan 20,dengan lawan yang masih disiapkan. Sehari kemudian, pada 21 April, semua pemain terpilih, akan berangkat ke Palembang, dan melakukan TC di Stadion Gelora Jakabaring. (Ham) Rekap Hasil Uji Coba Timnas Putri U-16 Sabtu (24/3) Timnas Putri U-16 vs tim putri Pro:Direct Academy 6-0 Pencetak gol Timnas 6″ Carla 32″ Sheva Imut 35″ Vinny 48″ Carla 50″ Carla 68″ Hanifah Jumat (30/3) Timnas Putri U-16 vs tim putri FC Ngapak Putri 13-0 Pencetak gol Timnas 1″ Vinny 3″ Carla 12″ Carla 23″ Helsa 31″ Vinny 38″ Vinny 43″ Yasmin 52″ Carla 56″ Viranda 63″ Viranda 65″ Viranda 72″ Viranda 83″ Azra Kamis (5/4) Timnas Putri U-16 vs tim putra U-13 SSB Bina Sentra 1-4 Pencetak gol Timnas 19″ Carla

Indonesia Ultimate Golf Series 2018, Ajang Pegolf Amatir Indonesia Adu Prestasi

Cahaya Oktora Marpaung, founder Indonesia Ultimate Golf Series (tengah) secara simbolis menerima piala IUGS 2018 yang mulai bergulir sejak April hingga September 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Turnamen golf Indonesia Ultimate Golf Series (IUGS) 2018, merupakan salah satu ajang bagi pegolf-pegolf amatir Indonesia untuk unjuk kemampuan. IUGS pertama kali berlangsung pada 2016-2017 lalu. Pada 2018 ini, akan menghadirkan 30 pegolf amatir terbaik, untuk tampil berlaga di putaran final. Cahaya Oktora Marpaung, Founder IUGS mengatakan, setelah pertandingan, terdapat pembicaraan dengan golf course dari luar Jakarta dan Bali. “Spiritnya bahwa IUGS ini, menyatukan Indonesia lewat golf. Sehingga pegolf di Jakarta, juga familiar dengan pegolf di luar Jakarta,” ujar Cahaya, saat jumpa pers, Kamis (5/4). IUGS 2018 akan diadakan di 11 lapangan golf berbeda, yang terbagi menjadi lima region. Wanita yang akrab disapa Oca, ini menjelaskan masing-masing region, akan mengirimkan 30 pemenang. Nantinya, 30 pegolf pemenang ini akan bertanding pada November mendatang, di fase putaran final di Bali National Golf Club, Nusa Dua, Bali. “Tahun lalu, hadiah utamanya adalah ke London, Inggris, untuk tahun ini, juaranya berangkat ke Selandia Baru, karena disana ada lapangan golf terbaik di dunia,” lanjutnya. Cahaya juga mengucapkan terimakasih karena animo golf course di IUGS kali ini, cukup antusias untuk bekerjasama, demi memajukan pegolf-pegolf Indonesia. “Sumatera dan Kalimantan sedang persiapan. Sebenarnya, kami bangga sebagai anak Indonesia, dari ujung Sumatera sampai Papua, banyak bertebaran lapangan golf,” cetus Oca. Tahun depan, ia berharap IUGS proses penyelenggaraannya akan jauh lebih baik, lebih agresif, dan lebih update rules-nya. “Dari sisi pegolf-pegolfnya, momentum ini adalah event yang ditunggu-tunggu untuk level amatir di Indonesia,” pungkasnya. (Adt)

Taklukan Bona Vista, Tim Voli SIS Kelapa Gading Juarai Kategori D Putri

Tim voli SIS KG berhasil menjadi juara Kategori D Putri usai mengalahkan SIS BV dengan skor 25-13 dan 25-15. (Adt/NYSN)

Jakarta- Hari kedua Olimpiade SIS School Group, Kamis (5/4), menampilkan cabang olahraga bola voli (SIS Pantai Indah Kapuk/PIK), olahraga lapangan yakni lempar lembing, dan renang (SIS Kelapa Gading/KG). Di cabang bola voli, tim SIS KG berhasil menjadi juara untuk Kategori D Putri usai menaklukkan SIS Bona Vista (BV). Memainkan laga di Auditorium SIS PIK, Jakara Utara, Cecilia Zou dkk tampil dominan dibandingkan dengan tim lawan. Di gim pertama, pasukan ungu itu menang jauh atas SIS BV dengan skor 25-13. Tak beda jauh, dengan gim sebelumnya. Di gim kedua, SIS KG masih terlalu perkasa bagi lawan. Mereka mengakhiri gim kedua dengan skor 25-15. Sunshine, Pelatih Tim Voli SIS KG, mengatakan pertandingan antara kedua tim merupakan bentuk persahabatan yang sangat baik bagi pemain kedua tim. “Di laga ini juga bisa melihat bakat yang dimiliki oleh para pemain, terutama untuk putri,” ujarnya usai pertandingan. Ia menjelaskan menghadapi Olimpiade SIS School Group, tim-nya telah mempersiapkan diri dengan baik. “Selain memang olahraga ini bagian dari ekstrakurikuler. Kami berlatih setiap Senin, jadi memang sudah ada persiapan sebelumnya,” sambungnya. Diakui Sunshine, bila kemampuan lawannya pada pertandingan itu, memang sangat tak sebanding dengan lawan-lawan lainnya. “Jika melihat pertandingan hari ini, memang tak terlalu banyak tekanan juga ke tim kami. Beda dengan tim lawan sebelumnya, seperti SIS PIK,” tutup Sunshine. (Adt)

Lintasan Sudah 90 Persen Rampung, Timnas Sepeda Jajal Venue Velodrome Awal Mei

Proses pembangunan track Velodrome di Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, sudah mencapai 90,88 persen dan akan rampung total pada Juni mendatang. (Pras/NYSN)

Jakarta- Sejumlah tenaga kerja asing dari ES Global dilibatkan dalam pembangunan track Velodrome di Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Venue ini sebagai salah satu arena balap sepeda Asian Games 2018, Agustus-September. Para pekerja asing itu khusus untuk memasang kayu jenis Siberian, pada track balapan sepeda. Sebab, tak ada tenaga lokal cukup berpengalaman yang bersertifikat Union Cycliste Internationale (UCI) atau Federasi Balap Sepeda Internasional, untuk pemasangan track. Satya Heraghandi, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), mengatakan kontraktor keseluruhan Velodrome adalah perusahaan asal Inggris. “Khusus pengerjaan lintasan, lalu proses konstruksi serta instalasinya dilakukan di Jerman, oleh kontraktor yang terdiri dari 12-14 orang Jerman. Sebab, kayu yang digunakan berjenis Siberian Wood,” ujar Satya, di Jakarta, awal pekan ini. Satya mengungkapkan progres pembangunan Velodrome Rawamangun sudah mencapai 90,88 persen, dimana utamanya adalah pengerjaan track balapan. “Pengerjaan Eksterior yang utama mendekati selesai. Akhir April, eksterior sudah selesai semua. Tinggal taman, sebab kami butuh waktu sampai hijau betul rumputnya, di pertengahan atau akhir Mei,” sambungnya. Ia mengaku bila pihaknya ditargetkan merampungkan Velodrome 100 persen, pada Juni mendatang. “Tapi, kami percaya diri bisa menyelesaikan pada akhir April,” tambahnya. Satya melanjutkan, usai lintasan track selesai akhir April, Velodrome akan mendapatkan kunjungan dari Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI) untuk mendapatkan sertifikasi arena Velodrome tingkat dunia. “Kami berharap keberhasilan sertifikasi itu. Karena, sejumlah negara gagal mendapatkan sertifikasi, lantaran jenis kayu yang digunakan untuk track berbeda,” cetusnya. “Kemiringan lintasan kayu itu harus sempurna dan penyambungannya dilakukan secara langsung tanpa tahapan amplas. Debu-debu sisa ampelas, berbahaya buat para pebalap sepeda, jika mereka melaju hingga 140 km/jam,” beber pria berkacamata itu. Sementara, Iwan Takwin, Direktur Proyek PT Jakpro, menyebut untuk karakteristik kayu Siberian ini, tingkat kelembabannya tidak boleh lebih dari 70 persen. “Bila kelembaban berada di atas itu, maka kami telah menyiapkan sarana humidity science di teknologi AC, dan di atap akan terbuka, sehingga lebih menghemat listrik,” terangnya. Ia juga memastikan percepatan pembangunan Velodrome ini yang akan rampung pada akhir April, maka track sudah bisa di ujicoba. “Insya Allah, awal Mei sudah bisa dicoba untuk track-nya, sehingga nantinya timnas sepeda juga sudah bisa mencoba track-nya,” tutup Iwan. Setelah rampung, Velodrome Rawamangun bisa menampung 3.500 penonton, terdiri 2.500 kursi, ditambah 1.000 kursi cadangan. Sedangkan, untuk penonton berdiri, kapasitasnya bisa mencapai 5.000 orang. (Adt)

Antisipasi Kegawatan di Ajang Asian Games 2018, Kemenkes Gelar Simulasi

Kemenkes menggelar simulasi Emergency in Sport Events Asian Games 2018. (kumparan)

Jakarta- Guna mengantisipasi kegawatan di ajang Asian Games 2018, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar simulasi ‘Emergency in Sport Events Asian Games 2018’, di lapangan Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (4/4). Pada simulasi ini melibatkan sejumlah dokter, perawat, dan fisioterapis. Mereka melakukan simulasi agar kecelakaan yang mungkin terjadi di lapangan bisa segera diantisipasi. dr. Bobi Prabowo, Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Emergency Indonesia, mengatakan simulasi yang dilaksanakan seolah-olah terdapat sebuah kasus, mulai dari ringan, sedang hingga berat. “Dari penanganan di lapangan, medical station, sampai diangkut di ambulans, sampai ambulans bergerak, dan tiba di UGD (Unit Gawat Darurat),” ujar Bobi. Tim yang terdiri dari Perhimpunan Dokter Ahli Emergency, spesialis kedokteran olahraga, dan Keperawatan Nasional Indonesia itu akan membuat skenario masalah kesehatan di lapangan. “Kita buat skenario, seolah-olah itu real-nya. Jika kita menerima kasus ringan bagaimana, sedang bagaimana, berat bagaimana. Prosesnya paripurna dari awal sampai akhir,” sambungnya. Sementara, drg. Kartini Rustandi, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan, menjelaskan simulasi itu bentuk penyegaran tenaga medis yang terlibat setelah diberikan pelatihan sejak 2017. “Sebelumnya, para petugas medis ini telah dilatih dan kali ini mereka hanya penyegaraan agar tidak lupa prosedur penanganan pasien saat ajang berlangsung,” tukasnya. (Adt)

Duet Dadakan Anjani/Zahwa Bikin Kejutan, Singkirkan Unggulan Empat Asal Taiwan

Duet ganda putri Pinicha Anjani/Vici Husnia Zahwa (biru) membuat kejutan mengalahkan duet unggulan empat asal Taiwan Lai Chung Huei/Lai Tzu Yu, 21-19, 21-18. (Adt/NYSN)

Jakarta- Duet putri Pinicha Anjani/Vici Husnia Zahwa membuat kejutan di Turnamen Bulutangkis Kategori Usia (U)-17 Tahun ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’, pada Rabu (4/4). Pasangan asal klub Pusdiklat Telkom Bandung itu menyingirkan pasangan unggulan empat asal Taiwan, Lai Ching Huei/Lai Tzu Yu, dua gim langsung, dengan skor 21-19 dan 21-18. Memainkan laga di Gelanggang Olahraga (GOR) PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, pada gim pertama, Anjani/Zahwa yang tidak diunggulkan mampu mengimbangi perlawanan Huei/Yu. Bahkan, laga kedua pasangan ini berlangsung ketat. Kesalahan sendiri yang dibuat lawan membuat pasangan Indonesia itu berhasil mengoleksi angka demi angka, hingga akhirnya berhasil menutup gim pertama dengan skor 21-19. Berlanjut di gim kedua, pasangan Taiwan sempat memimpin 2-0. Namun, Anjani/Zahwa mampu mengejar ketertigalan hingga berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Setelah itu, pasangan Indonesia ini terus mendulang angka hingga kedudukan 8-5. Memasuki kedudukan 11-10 untuk keunggulan pasangan Merah Putih, terjadi rely panjang. Namun, bola pengembalian yang keluar dari Huei memperlebar jarak angka menjadi 12-10. Dan, setelah memainkan pertandingan selama 34, akhirnya Anjani/Zahwa sukses membungkus gim kedua dengan skor 21-18. “Senang bisa mengalahkan pasangan unggulan empat asal Taiwan. Karena kami bukan unggulan, jadi bermainnya lepas, nothing to lose saja. Pelatih cuma bilang kami harus main bagus saja, soal hasilnya menang atau kalah tidak masalah,” ujar Anjani usai pertandingan. “Saya sebenarnya pemain tunggal, dan baru saja dipasangkan dengan Anjani. Jadi main juga tanpa beban. Menang syukur, kalah juga nggak apa-apa. Kami ingin juara, meski kami juga tidak ditargetkan menjadi juara sama pelatih dan klub di turnamen ini,” tukas Zahwa. (Adt)

Olimpiade SIS School Group, Ajang Siswa Unjuk Kemampuan Dalam Situasi Kompetitif

Olimpiade olahraga murid SIS School Group dari 7 sekolah yang tersebar di Jakarta, Medan (Sumut), Cilegon (Banten), Semarang (Jateng), dan Palembang (Sumsel), digelar mulai 4-7 April. (Pras/NYSN)

Jakarta- Tahun ini, olimpiade olahraga murid SIS School Group kembali digelar, 4-7 April 2018. Olimpiade yang pertama kali diadakan 12 tahun lalu itu diadakan guna mengumpulkan para siswa tiap satu tahun sekali untuk saling berkompetisi di berbagai bidang olahraga. Peserta olimpiade SIS School Group berasal dari 7 sekolah yang tersebar di Jakarta, Medan (Sumatera Utara), Cilegon (Banten), Semarang (Jawa Tengah), dan Palembang (Sumatera Selatan), dengan mempertandingkan sembilan kegiatan olahraga. Salah satu cabang yang dipertandingkan pada olimpiade SIS yakni tenis meja. Di nomor double, pasangan putri Trisha Cokro/Audrey Angdias asal SIS Pantai Indah Kapuk (SIS PIK) berhasil mengalahkan duet Simone Kishore/Sangha Lee (SIS Kelapa Gading). “Pertandingan tadi lawannya sangat berat. Tapi, kami juga latihan sudah cukup lama. Target kami memang juara di olimpiade SIS kali ini. Saya juga melihat lawan-lawan di pertandingan ini sangat bagus-bagus,” ujar Trisha usai pertandingan, Rabu (4/4). Sementara, Gareth Jones, Head of Sports and Health SIS Group of Schools, mengatakan olimpiade ini pertama kali diadakan 12 tahun lalu, dimana ide-nya berasal dari salah satu sekolah yakni SIS Bonavista. “Ide dasarnya untuk mengumpulkan para siswa tiap satu tahun sekali dan saling berkompetisi diberbagai bidang olahraga. Kami punya 7 sekolah diberbagai daerah di Indonesia. Tiga di Jakarta dan empat di luar Jakarta. Seperti Medan, Semarang, Palembang, dan Cilegon,” ujar Gareth. “Setiap bulan April kami punya kegiatan selama empat hari yang berisi sembilan kegiatan. Hari ini adalah futsal (Kelapa Gading), dan ditempat lain ada badminton dan tenis meja. Sedangkan pada Kamis (5/4) ada bola voli, renang, dan juga olahraga lapangan seperti lempar lembing (javelin throw),” sambungnya. Sedangkan, lanjut Gareth, untuk Jumat (6/4), ada pertandingan bola basket, catur dan e-sport. “E-sport dalah sesuatu yang saya perkenalkan tahun lalu karena saat ini sedang populer. E-sport juga sebuah bisnis besar yang tumbuh dengan cepat. Bahkan tim profesional punya tim e-sportnya sendiri saat ini,” tambahnya. “E-sport adalah suatu hal yang penting bagi generasi sekarang dan ini populer buat mereka. Kami ingin memberikan mereka sesuatu yang mereka bisa nikmati dan semuanya ikut berpartisipasi. Tidak semuanya lihai dalam sepak bola atau bola basket, jadi ini memberikan kesempatan bagi mereka yang tidak pandai dalam olahraga,” ungkapnya. Ia melanjutkan, pada pertandingan ini para peserta tidak mendapatkan uang sebagai hadiah. “Mereka mendapat medali dan trofi dan setelah hari keempat saya akan menghitung jumlah perolehan nilai yang didapat dari nomer individu atau tim dan sekolah yang memperoleh nilai terbanyak akan mendapatkan piala bergilir,” terangnya. “Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan apa yang telah mereka pelajari sejauh ini dan terlibat dalam situasi yang kompetitif. Ini juga bisa menjadi batu loncatan bagi mereka apabila ingin melangkah ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Tapi, yang terutama mereka menikmati acara ini. Itu menjadi hal utamanya,” tutup Gareth. (Adt)

Dua Kali Menang Terlalu Besar, Pelatih Timnas Putri Malah Semakin Kecewa

Timnas Putri Senior (hijau) kesulitan mencari lawan uji tanding yang sepadan. Pada Rabu (4/4), Timnas unggul 21-0 dari tim putri Bina Nusantara (Binus). (Ham/NYSN)

Sawangan– Timnas Putri Indonesia Senior kembali merumput pada rabu (4/4) sore, menjalani laga uji coba ke tujuh. Pekan lalu, Zahra Musdalifa dan kawan-kawan tampil meladeni SSB Putri asal Sukabumi, Goal Axis, di lapangan NYTC, Sawangan. Kali ini, lawan yang bertandang adalah tim sepak bola putri Universitas Bina Nusantara (Binus). Namun, Binus harus menerima kekalahan dengan skor akhir 0-21. Zahra dan skuat lagi-lagi mencetak kemenangan besar, seperti saat melucuti tim Goal Axis sebanyak 23 gol tanpa balas. Hasil ini disikapi Pelatih Timnas Putri Senior, Satia Bagja dengan kecewa. Ia enggan berkomentar soal pertandingan hari ini. Maklum, ia sempat berharap tim yang menjamu anak asuhnya adalah tim putra. “Nggak perlu komentar apapun lah. Sudah lihat sendiri gimana pertandingannya ‘kan. Saya maunya lawan tim putra, cuma adanya ini, ya mau bagaimana lagi,” sergah Satia pada Rabu (4/4). Hal serupa juga dikatakan oleh salah satu pemain asal Papua, yakni Rulin Aspalek. “Tim Binus ini sama lawan kami kemarin, kami nggak dapat tekanan. Beda halnya lawan laki-laki, seperti Pelita Jaya saat itu, karena banyak tekanan, kami banyak belajar dari pertandingan tersebut”, tegas Rulin. Komentar sama juga datang dari Benny van Breukelen. “Harusnya kami berujicoba rutin dengan laki-laki atau tim kuat, biar dapat tekanan dari lawan. Saat turnamen, lawan pasti lebih berat dan kuat, meskipun sama-sama perempuan,” ungkap pelatih Kiper Timnas Putri ini. Bagi Satia, melawan tim putra meski usianya lebih muda, namun cara permainan dan sistem strateginya, sudah mampu membuat Timnas Putri Senior mendapat tekanan. Saat melawan Binus, Satia mencoba menerapkan permainan bola pendek dengan dua sentuhan bola. Dengan kedudukan 16-0 hingga pertengahan babak kedua, Satia ingin timnya lebih berani melakukan pergerakan posisi, menjalin komunikasi, dan kerjasama antar pemain lebih solid. Targetnya dalam 10 menit akhir pertandingan, pemain bisa menciptakan empat gol. Namun yang diharapkan melebihi ekspektasi. Tim justru membuat lima gol di menit akhir, dan satu gol bunuh diri dari lawan sehingga skor akhir menjadi 21-0. Usai mengadakan uji coba hari ini, pada kamis (5/4) Timnas Putri Senior mengadakan uji coba, melawan Legenda Timnas Indonesia Putra, yang saat ini berusia 50-60 tahun. Laga ini rencananya juga dihadiri oleh Menpora Imam Nahrawi, PLT PSSI Joko Driyono dan Sekjen PSSI Ratu Tisha. (Dre/Ham) Rekap Uji Coba Timnas Putri Timnas Putri vs Tim Pelatih Lisensi B (Putra): 1-3 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya (Putra) : 0-4 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya (Putra) : 1-4 Timnas Putri vs SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) (Putra) : 3-1 Timnas Putri vs UNJ Alumni (Putra) : 4-0 Timnas Putri vs SSB Goal Axis (Putri) : 23-0 Timnas Putri vs Univ Bina Nusantara (Putri) : 21-0

Venue Equestrian Park Pulomas Senilai 400 Miliar, Sanggup Tampung Ratusan Kuda

Venue Equestrian Park di Kawasan Pulomas, Jakarta Timur, tampak dibuat spesial menyerupai kuda melompat (Jumping horse), sehingga lebih ikonik. (Pras/NYSN)

Jakarta- Venue Equestrian Park di Kawasan Pulomas, Jakarta Timur, terus dikebut pembangunannya. Arena cabang olahraga berkuda Asian Games 2018 itu menghadirkan kemewahan. Pada bangunan utama (main stadium) tampak bentuk bangunan dibuat spesial menyerupai kuda melompat, sehingga lebih ikonik. “Main Tribune terdiri dari 4 lantai, kapasitasnya adalah 1.000 penonton untuk outdoor, lalu 500 untuk VIP. Ini bangunan tribun-nya juga agak spesial karena desain bentuknya seperti kuda melompat (jumping horses). Terlihat lebih ikonik,” ujar Bambang Mursalim, Direktur Utama PT Pulomas Jaya, di Jakarta, Selasa (3/4). Kemudian, lanjut Bambang, untuk kandang kuda yang biasanya satu lantai, dibuat dua lantai, sehingga jumlahnya 156 unit. “Diperkirakan sanggup menampung kuda dari negara-negara peserta Asian Games 2018 itu sekitar 100 sampai 120 ekor kuda,” sambungnya. Soal pembangunan, ia mengaku venue Equestrian Park prosesnya sudah mencapai 95 persen. Yang tersisa, ungkap Bambang, adalah lapangan pasir outdoor arena. “Special footing material tinggal menunggu datangnya pasir dan bahan mix-nya, yang diimport dari Jerman. Serta pembenahan cross country arena, landscape yang sebentar lagi selesai,” paparnya. Sementara, anggaran yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk pembangunan Equestrian Park sebesar Rp 417 miliar, termasuk biaya sertifikasi lahan yang mencapai Rp 50 miliar. “Target penyelesaian 100 persen ini, kami perkirakan dibulan Mei. Jadi, kira-kira 3 bulan sebelum penyelenggaran Asian Games 2018, pada Agustus,” tukasnya. Sejauh ini pihaknya tak menemukan kendala berarti dalam pembangunan venue internasional itu. Namun, faktor cuaca menjadi salah satu kendala penyelesaikan konstruksi arena pertandingan. “Selain itu import material. Jadi pasirnya khusus kami cari dari seluruh Indonesia. Karena ukuran dan warnanya itu harus khusus, serta kandungan pasir silica khusus. Ini memakan waktu lama,” bebernya. “Kemudian bahan import geotekstil yang diimport dari Jerman. Sehingga butuh waktu produksi, pengapalan dan shipping untuk bisa sampai ke Indonesia,” urainya. Saat ini, Equestrian Park juga mengejar sertifikat bebas penyakit hewan atau Equine Disease Free Zone (EDFZ) dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE). “Pada Mei, OIE akan menggelar sidang guna memastikan Indonesia bebas dari penyakit hewan. Ini aturan Equestrian Internasional, bahwa kawasan pertandingan, harus bebas dari hewan apapun, termasuk lalat,” tegas Bambang. Diketahui, cabang olahraga Equestrian Asian Games 2018 bakal menggelar tiga disiplin pertandingan, yakni dressage, jumping, dan eventing. (Adt)

Tak Pernah Kalah, Putri UM Wakili Malang Lolos LIMA Badminton Nationals 2018

Tim putri Universitas Negeri Malang (UM) menjadi wakil Malang di fase nasional yang akan digelar di Surakarta, 1-8 Mei 2018. (LIMA)

Malang- Tim putri Universitas Negeri Malang (UM) menjadi yang tak terkalahkan hingga laga terakhirnya, Selasa (3/4), dalam pergelaran LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Malang Subconference 2018. Usai menundukkan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) dengan skor 3-0, UM pastikan langkahnya ke LIMA Badminton Nationals. Lapangan 2 Sports Center Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menjadi saksi tangguhnya UM. Partai pertama telah menunjukkan dominasi UM atas Unitri. Tripel UM, Fitria Ayu/Ingeldy Vyola/Miftahul Rahma menekuk Devi Anggraini/Efrosina Winda/Kalista Elsi dengan skor telak, 21-0, di gim pertama. Di gim kedua, UM hanya memberi dua poin untuk Unitri. UM mengakhiri partai pertama ini dengan skor 21-2 di gim kedua. Unitri mencoba membuka peluang lewat Yemima Shintia. Meski selisih skor yang diciptakan Unitri semakin sempit dari UM, tim debutan ini masih belum mampu mengimbangi lawannya. Partai kedua masih didominasi UM, dengan skor akhir 21-13 dan 21-9. Di partai ketiga, UM kembali menekuk Unitri dengan skor telak. Sekar Widya/Yefi Anggraini, ganda UM mengeksekusi partai terakhir kontra Efrosina/Kalista dengan kemenangan, 21-3 dan 21-2. Tiga laga berhasil disapu bersih UM. Sehingga, UM menempati posisi puncak klasemen. Berdasarkan nilai koefisien, Malang memiliki slot satu kuota tim putri untuk dikirim ke LIMA Badminton Nationals. UM, sang pemuncak klasemen, menjadi wakil Malang di fase nasional yang akan digelar di Surakarta, 1-8 Mei 2018. “Alhamdulillah kami kembali menang sapu bersih di tiga pertandingan kami. Kami juga bersyukur bisa lolos ke fase nasional. Kami memasang target juara di nasional,” ungkap Emdi Ramadhan, pelatih UM. (Adt)

Bikin Turnamen Sepak Bola Big Stars U-16, Maria Lawalata Gandeng Kemenpora

Turnamen sepak bola Big Stars U-16 memperebutkan Piala Menpora, akan berlangsung pada 3-9 Mei, di kawasan Sunter, Jakarta Utara. (suarakarya.id)

Jakarta- Meski cabang olahraga atletik yang membesarkan namanya, tapi mantan atlet nasional, Maria Lawalata, justru siap membina sepak bola. Melalui Yayasan Big Stars Nusantara, peraih medali emas nomor Marathon putri pada SEA Games 1991, menggelar Turnamen Sepak bola Big Stars U-16 Piala Menpora. “Saya tertarik menggelar turnamen sepak bola karena saat saya menyumbang medali emas pertama bagi Kontingen Indonesia, sepak bola menutupnya dengan perolehan emas, di SEA Games Manila 1991. Dan, saya ingin sepakbola Indonesia berprestasi lebih baik nantinya,” kata Maria di Jakarta, pada Selasa (3/4). Kejuaraan yang melibatkan 24 tim dari berbagai daerah ini akan berlangsung di kawasan Sunter, Jakarta Utara, pada 3-9 Mei. Maria, yang juga pendiri Yayasan Big Stars, mengaku tujuan diadakannya turnamen ini adalah untuk melakukan pembibitan. Semua atlet yang berpotensi, akan dibina oleh Akademi Sepak Bola Big Stars. “Kami ingin seluruh insan sepak bola, para pemangku kepentingan yang terkait dengan olahraga dapat mendukung turnamen ini demi kemajuan prestasi nasional. Semua bentuk dukungan sangat dibutuhkan,” ujarnya. Selain Yayasan Big Stars Nusantara, turnamen ini juga didukung penuh pengusaha minuman sari buah apel, Juni Eko Susanto. “Saya sangat menyenangi sepak bola. Dan, saya akan mendukung penuh niat Maria Lawalata untuk menggelar Turnamen Sepak bola U-16 Piala Menpora,” kata Juni. Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi mengatakan kepastian diadakannya Big Stars Piala Menpora ialah setelah Yayasan Big Stars menjadi mitra Kemenpora pada tahun lalu. “Jangan lupa, Big Stars Piala Menpora diharapkan juga bisa ikut menyosialisasikan Asian Games 2018,” tutur Imam. Lewat Asisten Deputi Pembinaan Sentra Olahraga Kemenpora, Teguh Rahardjo mengatakan, pihak Kemenpora hanya mendukung pelaksanaan turnamen remaja ini. Alasannya, panitia tidak mengajukan proposal bantuan dana. “Kita hanya bantu doa saja,. Saat ini, kita belum bisa support dana,” kata Teguh saat menjawab pertanyaan tentang dukungan dana terhadap Turnamen Sepakbola U-16 Piala Menpora. (Art)

Babak Play Off Srikandi Cup Siap Dihelat, Picu Generasi Muda Cirebon Gemari Basket

Babak Play Off Srikandi Cup siap dihelat di di GMC Arena, Cirebon, pada 18-21 April 208. (Pras/NYSN)

Jakarta- Babak Play Off Srikandi Cup siap dihelat di Kota Cirebon, Jawa Barat, 18-21 April 2018. Kompetisi basket putri tertinggi di Indonesia itu diharapkan memicu generasi muda ‘Kota Udang’ untuk menggemari olahraga asal Amerika Serikat (AS) itu. Babak Play Off yang berlangsung di GMC Arena, markas Tim Generasi Muda Cirebon (GMC) itu, sekaligus seri terakhir dari rangkaian Srikandi Cup musim 2017-2018. Babak ini mempertemukan 8 tim peserta Srikandi Cup dalam format knock-out untuk mencari juara Srikandi Cup musim 2017-2018. Delapan tim kontestan Srikandi Cup akan dibagi berdasarkan peringkat di babak reguler yang telah dimainkan sebanyak 3 seri yakni Makassar (Seri Satu), Surabaya (Seri Dua), dan di Jakarta (Seri Tiga). Nantinya, tim-tim ini  akan memasuki babak perempat final dan bermain dengan model single elimination guna menentukan pemenang dari musim perdana Srikandi Cup. Pada Babak Play Off itu, Tim ‘Kota Pahlawan’ Surabaya Fever tetap menjadi unggulan karena prestasi mereka yang sanggup merajai tiga seri Srikandi Cup sebelumnya. Njoo Lie Wen, General Manager GMC Cirebon, menyebut adanya Srikandi Cup di Kota Cirebon dapat menarik penonton. “Dengan begitu, animo penonton basket di Cirebon makin bertambah,” ujarnya. “Bukan hanya animo penonton saja yang bertambah, namun pengetahuan tentang basket di Cirebon bisa terus meningkat,” sambungnya. Lebih lanjut, ia berharap Srikandi Cup bisa memicu generasi muda Cirebon untuk hobi bermain basket. “Ini kesempatan melihat pemain nasional bertarung membela klubnya masing-masing di Srikandi Cup,” tambah Njoo Lie. (Adt)

Totalindo Purwokerto Open 2018 Jadi Ajang Hitung Peringkat Petenis Junior Indonesia

Petenis junior Nasional bersaing di turnamen tenis 'Totalindo Purwokerto Open 2018'. (net)

Jakarta- Petenis junior papan atas nasional turut meramaikan persaingan di turnamen tenis bertajuk ‘Totalindo Purwokerto Open 2018’, di Lapangan Tenis Gelanggang Olahraga Satria Purwokerto, Jawa Tengah, 2-8 April. Para petenis ini diantaranya penghuni peringkat nasional Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti), yang merupakan peringkat atas putra dan putri Kelompok Umur (KU)-16 tahun, yakni Lucky Chandra Kurniawan (Sukoharjo) dan Niken Ferlyana (Blora). Dan, KU-14 yaitu Adinda Satria Gamal (Kediri), dan Aurelya Chamsiayu (Sukoharjo). Sedangkan M. Aji Faizal Nizam (Tulungagung) dan Joanne Lynn (Bandung/6) pada KU-12. Selain petenis junior unggulan, juga diramaikan kehadiran 100 petenis junior yang datang dari berbagai penjuru nusantara. Johannes Susanto, Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti 2017-2022, mengatakan pihaknya tengah membenahi pembagian jenis kategori turnamen junior dan sistem pemeringkatan petenis. Agar, terangnya, akan mampu meningkatkan kualitas pembinaan usia muda. “Mulai tahun ini, poin peringkat hanya dihitung dari enam hasil terbaik masing-masing petenis. Dan kategori kejuaraannya, harus berlangsung seminggu penuh, seperti Totalindo Purwokerto Open ini, bukan dari turnamen dua atau tiga harian,” ujar Johannes, Senin (3/4). Sementara, Budhi Setiawan, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Banyumas, mengapresiasi gelaran turnamen tenis junior berlevel nasional itu dimana daerahnya dipilih menjadi tuan rumah. “Semoga event ini menjadi titik awal bagi kemajuan olahraga tenis di Banyumas,” cetusnya. “Kami cukup bangga memiliki sarana lapangan tenis yang memenuhi standar penyelenggaraan turnamen nasional dulu. Tentu, kami ingin ada petenis Banyumas yang mampu bersaing di ajang seperti ini,” tambah Budhi. Sedangkan, Dudi Rochjat, Direktur Turnamen Totalindo Purwokerto Open 2018, mengungkapkan andai waktunya tak mepet dengan pelaksanaan ujian akhir sekolah, kemungkinan peserta pada turnamen ini akan lebih banyak. “Tapi, persaingan menuju tangga juara ajang ini tetap akan sengit,” tukas Dudi. (Adt)

Dominan Atlet Srikandi Cup 2018, Timnas Basket Putri TC AG2018 Di Cirebon

Shooting Guard asal Klub Surabaya Fever, Nathasa Debby Christaline (18) kembali terpanggil masuk dalam TC Asiang Games 2018 yang berpusat di kota Cirebon. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pengurus Pusat Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) resmi memanggil 16 pemain dan 7 official bergabung dalam Training Center (TC) Timnas basket putri. TC ini menjadi ajang persiapan jelang tampil di Asian Games 2018. PP Perbasi mengeluarkan surat resmi bernomor: 088/III/PP/2018 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PP Perbasi, Danny Kosasih. Deretan nama yang dipanggil begabung TC, nyaris didomonasi pemain yang tampil di Srikandi Cup 2018. Ada pun dua pemain non jebolan Srikandi Cup 2018 yakni Christine Aldora Tjundawan (Jawa Timur/Sahabat Surabaya) dan Adelaide Callista Wongsohardjo (Jawa Timur/Bimasakti Malang). Sementara itu, sebagai Pelatih Kepala dipercayakan kepada Arif Gunarto, sedangkan posisi manajer tim diemban oleh Wahyu Gunarto. TC timnas basket putri rencananya akan digelar di GOR GMC Basketball Arena, Cirebon pada 23 April hingga 8 Juni 2018. Pemilihan venue di Cirebon merupakan momen yang dipilih PP Perbasi, paska sehari rampungnya seri penutup Srikandi Cup yang bergulir di Cirebon, pada 21-22 April 2018. “Manager akan menyediakan akomodasi untuk para pemain di tanggal tersebut. Mengingat TC Pelatnas ini cukup Panjang dan sudah intensif, maka barang bawaan atlet untuk latihan Tim Nasional harap sudah dibawa ke Cirebon, karena sempitnya waktu persiapan tidak memungkinkan untuk pulang kembali ke daerah masing-masing,” bunyi pernyataan surat pemanggilan TC Pelatnas timnas basket putri itu. (Adt) Susunan official dan pemain TC timnas basket putri : Pelatih dan Official : 1. Arif Gunarto – Jawa Barat 2. Tri Prasetiyo Utomo – DKI Jakarta/Pelita Jaya 3. Efri Meldi – Jawa Tengah/Satya Wacana Salatiga 4. Kim Dong Won – Republic of Korea 5. Alvin Indra – Banten 6. Muslihudin – Jawa Barat/Siliwangi Bandung 7. Nur Rizki Fahrul Roji – Ara Physio/Banten/GMC Cirebon Pemain : 1. Priscilla Annabel Karen – DKI Jakarta/Tenaga Baru 2. Tiara Aulia Denaya – DKI Jakarta/Tanago Friesian 3. Helena Maria Elizabeth – DKI Jakarta/Merpati Bali 4. Dora Lovita – DKI Jakarta/Merpati Bali 5. Henny Sutjiono – Jawa Timur/Surabaya Fever 6. Vonny Hantoro – Jawa Timur/GMC Cirebon 7. Christine Aldora Tjundawan – Jawa Timur/Sahabat Surabaya 8. Adelaide Callista Wongsohardjo – Jawa Timur/Bimasakti Malang 9. Clarita Antonio – Jawa Barat/Surabaya Fever 10. Nathasa Debby Christaline – Jawa Tengah/Surabaya Fever 11. Ivonne Febriani Sinatra – Jawa Tengah/Surabaya Fever 12. Dyah Lestari – Jawa Tengah/Sahabat Semarang 13. Gabriel Sophia – Kalimantan Timur/Surabaya Fever 14. Nathania Claresta Orville – Jambi/Surabaya Fever 15. Kadek Pratita Citta Dewi – Bali/Merpati Bali 16. Putu Eka Liana Febiananda – Bali/Merpati Bali

Kunjungi Wisma Atlet Kemayoran Yang Akan Dilengkapi Karaoke, INAGSOC Bakal liburkan Sekolah

INASGOC bakal melengkapi Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan fasilitas hiburan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Demi menciptakan kenyamanan selama penyelenggaraan Asian Games 2018, Agustus-September mendatang, INASGOC bakal melengkapi Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan fasilitas hiburan. Tri Ananta Andrewan, Direktur Wisma Atlet INASGOC, mengatakan panitia akan menempatkan beberapa fasilitas pendukung di Wisma Atlet Kemayoran, seperti ruang karaoke, gym, serta kafe, dan WiFi disekitaran Wisma Atlet Kemayoran. “Nanti ada penambahan fasilitas (di Wisma Atlet). Misalnya karaoke, lalu gym, serta kafe. Supaya oficial dan para atlet bisa menikmati dan rileks,” ujar Tri Ananta di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (3/4). Namun, fasilitas ini masih belum siap dan dalam proses untuk penyediaan. Untuk soal WiFi, ia menyebut tak hanya ada di dalam kamar, tapi nantinya tersedia diseluruh Kawasan Wisma Atlet. “Pastinya kami masih akan usahakan soal itu,” tambahnya. Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, terdiri dari 10 tower, dan tiga tower mampu menampung lebih dari 7 ribu orang. Tiap tower pertama memiliki 24 lantai dengan jumlah kamar mencapai 650 unit. Di tower kedua, ada 32 lantai serta memiliki 880 kamar, selanjutnya tower ketiga memiliki 24 lantai dengan kapasitas 840 kamar. Masing-masing kamar memiliki dua kamar tidur dan satu toilet atau kamar mandi. Kamar-kamar di Wisma Atlet bertipe 36. Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah sepakat meliburkan sekolah di Jakarta, utamanya yang berdekatan dengan venue pertandingan pesta olahraga akbar empat tahunan di Asia itu. Erick Thohir, Ketua INASGOC, menyebut opsi meliburkan sekolah dilakukan guna mengurangi kemacetan di Jakarta. Ia berharap pelaksanaan event edisi ke-18 olahraga negara-negara se-Asia itu dapat berlangsung dengan lancar. “Soal transportasi, Wakil Gubernur DKI Jakarta (Sandiaga Uno) membuat keputusan dan melaporkan ke Wakil Presiden (Jusuf Kalla), yang akan meliburkan proses belajar-mengajar di Jakarta, terutama sekolah yang berdekatan dengan venue Asian Games 2018,” urai Erick di Jakarta, Selasa (3/4). Ia berharap dengan meliburkan beberapa sekolah tersebut akan meminimalisir kemacetan di Ibukota. “Setidaknya kemacetan di DKI Jakarta selama berlangsungnya Asian Games bisa berkurang sampai dengan 21 persen,” tukasnya. (Adt)

Tanpa Perlawanan, Tim Putra UB Tak Terbendung Di Hari Kedua

Tim Putra Universitas Brawijaya (UB) kembali mendulang kemenangan di dua partai yang dilewati pada laga hari kedua LIMA Badminton EJC Malang, Senin (2/4). (LIMA)

Malang- Partai tim putra Universitas Brawijaya (UB) melawan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) membuka LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Malang Subconference 2018 hari kedua, Senin (2/4). UB, juara musim lalu, kembali menunjukkan keunggulan permainannya di Sports Center UIN Maliki Malang. UB berhasil mengalahkan sang tuan rumah 4-1. Hasil ini menjadi kemenangan kedua untuk UB, setelah kemarin, UB menang atas Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) dengan skor sempurna, 5-0 Zulfa Risyad menjadi tunggal pertama yang diturunkan UB. Di partai pertama ini, Faris Syaefudin, tunggal pertama UIN Maliki, sempat unggul. Skor 11-7 diraih Faris hingga waktu interval. Usai istirahat, Risyad baru mulai melancarkan serangan. Ia akhirnya berhasil mengungguli Faris. Gim pertama di partai pertama ini berakhir dengan keunggulan Risyad, 21-17. Gim kedua di nomor tunggal pertama ini kembali dimenangi oleh Risyad. Meski sempat saling mengejar poin, Risyad menguncki skor 21-15 dan menutup gim kedua partai pertama. Duet Ilham Yudha/Iqval Anggi menambah perolehan poin UB. Ilham/Iqval unggul dengan selisih jauh atas Fuad Budairi/Rhazilun Marsyahid di gim pertama, 21-11. Di gim kedua, Fuad/Rhazilun sempat unggul 11-10. Namun, tak bertahan lama, ganda UIN Maliki ini harus mengakui kembali ketangguhan UB dan kalah 21-19. UIN Maliki akhirnya berhasil merebut poin di laga sengit partai ketiga. Lewat Faris Syaefudin/Lugas Gema/Saiful Rijal, UIN Maliki memecah kebuntuan poinnya usai pertarungan di babak rubber game. Gim pertama dimenangi tripel UIN Maliki, 21-19. Di gim kedua, sang lawan, Achmaddieo Maulana/Adhika Ariyadi/Akbar Utama, unggul 21-13. Trio UIN Maliki kembali unggul di babak tambahan dengan skor 11-5. Kedudukan kini 2-1 untuk keunggulan UB. Gagal menambah angka, UIN Maliki harus kalah lagi dari UB di partai keempat. Tunggal kedua UB, Ilham Yudha, mengeksekusi laga ini. Ilham unggul atas Fuad 21-13 dan 21-12. UB kembali menegaskan ketangguhannya, kedudukan menjadi 3-1. Ganda kedua UIN Maliki, Alfajar Assidiq/Hisyam Rofiqi mencoba merebut poin kembali. Beberapa kali Alfajar/Hisyam unggul atas Achmad Rizal/Aditya Chelievan. Namun, akhirirnya kemenangan masih untuk UB. Partai penutup ini berakhir degan skor ketat, 21-18 dan 23-21. Usai menyudahi UIN Maliki, UB kembali mencetak skor 4-1, paska berhadapan kedua kalinya dengan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri), di pertandingan keduanya. Tim putra UB total mengantongi tiga kemenangan di LIMA Badminton: McDonald’s EJC Malang Subconference ini. Di laga Selasa (3/4), UB akan berhadapan dengan tuan rumah, UIN Maliki. (Adt)

Pebulutangkis Junior Dari 19 Negara, Buru Poin BWF di ‘Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix Gold 2018’

Ribuan pebulutangkis junior ramaikan persaingan di Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix Gold 2018. (vavel.com)

Jakarta- Sebanyak 1.054 atlet dari 19 negara memastikan tampil pada turnamen bulutangkis bertajuk ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’. Event ini berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, 3-8 April 2018. Imelda Wiguna, Pengurus Harian PB Jaya Raya, mengatakan turnamen ini merupakan kesempatan besar bagi pemain-pemain, khususnya PB Jaya Raya untuk menguji kemampuan mereka. “PB Jaya Raya realistis dalam memasang target, yakni satu gelar di sektor Ganda Putra Kategori U-19, melalui pasangan Ferdian Mahardika Ranialdy/Giffari Anandaffa Prihardika,” ujar Imelda, Senin (2/4). Ia berharap anak didiknya seperti Stephanie Widjaja di sektor Tunggal Putri pada Kategori U-17 dan Tasya Farahnailah di Tunggal Putri untuk Kategori U-15, dapat membuat kejutan pada turnamen ini. Turnamen internasional ‘Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix Gold 2018’ bakal mempertandingkan tiga kategori, yakni U-15, U-17 dan U-19. Event ini sangat bergengsi, karena untuk Kategori U-19, poinnya langsung diperhitungkan dalam peringkat BWF (Federasi Bulutangkis Dunia). Dan untuk Kategori U-17 dan U-15, diperhitungkan dalam peringkat BAC (Konfederasi Bulutangkis Asia). Pada kalender BWF 2018, untuk di Asia event Junior Grand Prix Gold, hanya digelar di Indonesia, 2-8 April 2018, serta di India, 7-12 Agustus 2018. Tony Soehartono, Ketua Panitia Turnamen, menjelaskan status turnamen dengan level tertinggi untuk junior, maka pemain-pemain junior terbaik dari beberapa negara akan hadir pada turnamen ini. “Mereka mengincar poin untuk peringkat BWF. Turnamen ini menjadi persaingan sengit para pemain junior,” cetusnya. Di turnamen ini, para pebulutangkis junior Indonesia menjadi kontingen terbanyak yakni 751 pemain yang berasal dari Pelatnas dan klub. Mereka akan bersaing dengan peserta dari negara lain, seperti Tiongkok dan Korea Selatan yang mengirimkan 20 pemain. Sementara, India sebanyak 57 pemain, kemudian Jepang dengan 9 pemain. Selanjutnya, Thailand menerjunkan 47 pemain, Malaysia mengutus 25 pemain, serta Singapura berkekuatan 14 pemain. (Adt)

Dijanjikan Juara AFF 2018 dan Lolos Piala AFC, Hary Tanoe : Kensuke Dikontrak Jangka Panjang

Menjadi pelatih anyar timnas futsal Indonesia, Pelatih asal Jepang, Kensuke Takahasi (kiri) langsung menangani tiga tim sekaligus. (Ham/NYSN)

Jakarta- Federasi Futsal Indonesia (FFI) resmi menunjuk Kensuke Takahasi sebagai pelatih anyar timnas futsal Indonesia. Pelatih asal Jepang itu membubuhkan kontrak di Jakarta, pada Senin (2/4). Ia diikat hingga 2020 nanti. Durasi kontrak ini bisa saja diperpanjang oleh FFI, andai Kensuke sukses membawa timnas futsal Indonesia berprestasi selama musim 2018. Hal ini disampaikan Ketua Umum Federasi FFI, Hary Tanoesoedibjo. “Dia melatih Timnas putra putri, dan dikontrak jangka panjang,” ucap Hary Tanoe. “Kontrak tiga tahun yang opsinya bisa diperpanjang, jika jadi juara AFF 2018 dan lolos Piala Futsal AFC 2020,” tegas Ketua Partai Perindo ini. Kensuke akan mengawal Timnas pada empat ajang yang dilewati timnas futsal putra dan putri Indonesia, selama 2018. Keempat event itu adalah AFC Women’s Futsal Championship, Kualifikasi AFC Women’s Futsal Championship 2019, AFF Futsal Championship, Kualifikasi AFC U-20 Futsal Championship. Hary Tanoe sangat optimistis Kensuke bisa membawa kesuksesan berama timnas futsal Indonesia baik putra dan putri. Menurutnya Kensuke merupakan pelatih yang sangat komunikatif dan intes berbicara dengannya. “Dia itu tahu apa yang harus dikerjakan, dan punya pandangan kelemahan timnas futsal Indonesia,” tutur Hary Tanoe. “Konsepnya jelas disampaikan ke saya, yakni satu tahun itu akan lolos final Piala AFF 2018, lalu masuk empat besar Piala AFC 2020, dan meningkatkan kualitas futsal Tanah Air di dunia,” beber pria asal Surabaya ini Ia menambahkan bahwa Kensuke harus meningkatkan komunikasi dengan FFI. Eks arsitek klub futsal Jepang, Badral Urayasu itu tak akan bekerja sendiri selama membesut timnas futsal Indonesia. “Dia perlu kerja sama yang intens dengan pengurus FFI, dan dengan para anggota timnas,” pungkasnya. (Ham) Biodata Nama : Kensuke Takahasi Tanggal lahir: Hokkaido (Jepang), 8 Mei 1982 Tinggi/Berat : 173cm/62Kg Negara : Jepang Karir Pemain 2003-2004 Divertido Asahikawa 2004-2008 Predator FC (Bardral Urayasu) 2008-2010 Caja Segovia (Spanyol) 2010-2011 Guadalaraja (Spanyol) 2011-2015 Bardral Urayasu Prestasi Pemain AFC Futsal Championship Juara (2006, 2010, 2012) Runner-up (2005 dan 2007) Karir Timnas 2003-2012 Timnas Senior (60 caps) Piala Dunia Futsal 2004 (Fase Grup) 2012 (16 Besar) Karir Melatih 2016-2017 Bardral Urayasu (Direktur Teknik) 2017-2018 Bardral Urayasu (Tim Senior) 2018-.. : Timnas Indonesia Prestasi Melatih Bardral Urayasu – Peringkat 4 All Japan Futsal Championship 2018