Gebuk Lawan 8-1, Timnas Pelajar U-15 Lolos Rintangan Pertama Bali IFC

Seorang pemain Timnas Pelajar U-15 Indonesia (putih) berebut bola, saat menghadapi tim asal Filipina, Apuesto Bueno United FC, pada event BBali International Football Championship (IFC) 2018 di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, pada Senin (3/12). Anak asuh Firman Utina ini menang dengan skor 8-1. (antaranews.com)

Denpasar- Timnas Pelajar U-15 Indonesia lolos rintangan pertama, usai menggelontor lawannya, Apuesto Bueno United FC asal Filipina 8-1 pada turnamen Bali International Football Championship (IFC) 2018 di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, Senin (3/12). Hasil yang diraih anak asuh Firman Utina ini sesuai dengan target, meski sebelumnya tim yang didukung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini belum mengetahui dengan detail kemampuan calon lawan. “Saya senang hasil ini. Bukan menang karena banyak gol, namun gol yang tercipta semuanya melalui proses,” kata Firman, usai laga. Menurut dia, gol melalui proses yang dimaksud adalah tidak dilakukan oleh satu pemain saja. Namun buah dari hasil kerja sama yang dilakukan antar lini. Terbukti gol yang tercipta didominasi oleh penyerang dan gelandang serang. “Ini menunjukkan mereka tak main individu. Namun kondisi itu hanya terjadi di babak pertama. Pada babak kedua sedikit mengalami perubahan, sehingga permainan kurang berkembang,” ujar playmaker timnas era 2000’an itu. Mental pemain, kata dia, jadi catatan khusus terutama di babak kedua. Pihaknya menilai kondisi itu akan merugikan jika tak segera dibenahi mengingat pada pertandingan kedua bakal menghadapi tim asal Korea Selatan, Busan FC, pada Selasa (4/12), di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali. Sebagai pertandingan pembuka kejuaraan yang baru pertama kali digelar ini, Timnas Pelajar memang langsung menggebrak. I Putu Kresna Putra membuka keran gol Timnas U-15 Indonesia saat laga baru berjalan 10 menit. Tidak lama berselang Ardi Ardiana, menggandakan keunggulan bagi Tim merah putih remaja. Bahkan dia mencetak trigol hingga babak pertama usai. Satu gol lainnya dibukukan Ahmad Fauzi. Apuesto Bueno United FC yang berusaha mengejar ketertinggalan ternyata malah menuai hasil sebaliknya. Laga baru berjalan hitungan detik, pundi gol Indonesia bertambah lewat sontekan Andrian Rusdianto. Itu bukan satu-satunya gol Andrian. Gelandang bernomor punggung 20 itu kembali mengukir namanya di papan skor untuk kali kedua. Pemain yang menimba ilmu di klub Liga Spanyol, CD Leganes U-16, tampaknya belum puas. Remaja asal Sidoarjo yang diturunkan pada babak kedua ini, sukses merangkai trigol jelang 10 menit laga usai. Menjelang pertandingan usai, tim asal Filipina ini mendapatkan gol hiburan. GolĀ  tercipta melalui tendangan bola mati, yang dilakukan oleh Nathaniel Alden Saludez, setelah sebelumnya pemain belakang Timnas Pelajar melakukan pelanggaran. Kedudukan 8-1 untuk Indonesia bertahan, hingga pertandingan usai. (Adt)

Kemenpora Gelar Kejuaraan Internasional Sepak Bola U-15 di Bali, Tambah Jam Terbang Pemain Muda Indonesia

Raden Isnanta, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora (memegang maskot), berharap turnamen Bali IFC U-15 dapat memberikan jam terbang dan pengalaman tanding yang lebih banyak kepada pemain muda Indonesia. (Adt/NYSN)

Jakarta- Indonesia untuk pertama kalinya menggelar turnamen sepak bola usia (U)-15 berskala international. Turnamen yang diprakarsai Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) dan diikuti 10 negara di Asia itu bertajuk Bali International Football Championship (Bali IFC) 2018, dan akan berlangsung pada 1-10 Desember 2018. Terdapat 12 tim dari 10 negara yang tampil di Stadion Pecatu, Badung, Bali, untuk menjadi yang terbaik. Tuan rumah mengikutsertakan dua tim, yakni Tim Nasional Pelajar U-15, yang diarsiteki Firman Utina. Timnas ini merupakan hasil seleksi Piala Menpora U-14 tahun. Dan tim lainnya adalah Bara FC, yang merupakan kombinasi para pemain Bali dan SKO Ragunan, dengan juru taktik Bambang Warsito. Jepang mengirimkan tim Progresso Sano FC dengan pelatih Masao Katahara. China menerjunkan tim Hubei FA yang dilatih Chen Fangping. Sedangkan Australia mempercayakan misinya kepada tim Western Football dengan pelatih Garry Church. Korea Selatan mengirimkan dua timnya, yakni Busan Football Academy yang dilatih Cho Chan Dae, dan tim Gyeongnam Changnyeong SC, dengan pelatih Park Giho. Filipina mengutus tim Apuesto Buenos United FC dengan pelatih Elierjer Fabroada. Thailand mengirim tim Cruzeiro Academy Asia dengan pelatih Jonathas Candido. Kemudian Malaysia menampilkan tim Felda United FC dengan pelatih Mohd Nasir Shariff. Lalu, Singapura mewakilkan tim Sporting CF SA didikan Terence Ong. Dan, Timor Leste mengirim National Team Timor Leste, besutan Sekjen (Sekertaris Jenderal) FA. Raden Isnanta, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, mengaku perhelatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman bertanding bagi atlet muda berbakat Indonesia, agar memiliki jam terbang tinggi sejak di usia muda. “Mereka nantinya akan menghadapi lawan yang memiliki postur tubuh dan karakteristik permainan yang berbeda. Itu bagus untuk mengasah mental bertandingnya untuk lebih matang,” ujar Isnanta, di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, pada Jumat (30/11). Dari sisi pembinaan, lanjut Isnanta, turnamen internasional ini dapat memacu pembina SSB (Sekolah Sepak Bola) yang ada di Indonesia maupun akademi-akademi usia muda Indonesia untuk lebih semangat. “Pemerintah memfasilitasi event-event usia muda seperti ini. Dan, dipastikan akan melahirkan calon atlet usia muda untuk bisa bermain di pentas Internasional membawa nama Indonesia,” tuturnya. Menurutnya, pemain usia muda yang dimiliki Indonesia sangat banyak. Isnanta berjanji pihaknya akan terus memantau dan menciptakan generasi muda baru. “Sehingga pada usia emas yakni pada 2032, para pemain muda ini dapat membawa sepak bola Indonesia berjaya di level internasional,” terangnya. Pria asal Kulon Progo itu menegaskan kedepannya Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemenpora dan Pemerintah Daerah (Pemda), yakni Kabupaten Badung, Bali, memiliki komitmen yang kuat ingin memperluas dengan melakukan ekspansi terhadap event ini. “Tentu diawali dengan penyediaan lapangan yang berstandar internasional serta jumlahnya yang semakin meningkat,” jelasnya. Ditegaskannya, jika gelaran Bali IFC U-15 ini akan menjadi event tahunan yang terus berlangsung di Bali. “Jika nanti ada pihak lain atau sponsorship yang peduli dengan pembinaan sepak bola muda Indonesia untuk kelompok umur yang lainnya, maka akan kita percayakan kepada daerah lain yang tentunya akan membranding potensi kearifan lokal maupun wisatanya,” cetus Isnanta. Sementara itu, Alman Hudri, Panitia Nasional Bali IFC U-15, berharap tim U-15 yang bertanding ini kedepannya menjadi tim inti di U-16 tahun. “Fakhri Husaini (pelatih timnas U-16) juga akan hadir memantau bakat-bakat pemain U-15,” ungkap pria yang menjabat Asisten Deputi (Asdep) Pengelolaan Olahraga Pendidikan Kemenpora itu. Sedangkan Muhammad Ahwani, Tim Statistik GoBolaBali, menyebut Stadion Pecatu, Badung, Bali, secara umum sudah siap digunakan. “Rumput Stadion Pecatu tak kalah dengan yang ada di Stadion Utama Gelora Bung Karno atau Pakansari. Kami sedang memastikan 12 tim sudah fix, guna memudahkan pembagian grup,” tukas Ahwani. (Adt)