PP PBVSI Yakini Kejurnas Voli Antarklub U-17 Bakal Sengit, Menuju Persiapan Kejuaraan Junior Asia 2019

Tim Putra Vobgard DKI Jakarta (hijau) menjadi juara pada Kejurnas Voli Antarklub U-17, edis 2017 lalu, usai menekuk Pasundan Jabar dengan skor 3-0, di GOR Amongrogo, Yogyakarta. Pada 2018, event ini akan berlangsung di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada 20-24 November 2018. (bolapsort.com)

Jakarta- Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) meyakini Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Antarklub U-17, pada 20-24 November, bakal berlangsung sengit. Hal itu dikatakan Hanny S. Surkatty, Ketua Bidang Pertandingan PP PBVSI, di Jakarta, pada Kamis (25/10). “Kejurnas U-17 lebih sengit, karena itu memang turnamen yang mempertemukan klub dengan materi pemain muda,” ujar Hanny. Diungkapkannya, saat ini negara lain di dunia tengah gencar melakukan pembinaan pemain usia muda. “Sekarang itu dunia memang sedang menggalakan pembinaan di bawah U-17. Sehingga mau tidak mau, Indonesia juga harus fokus untuk melakukan hal yang sama dengan negara-negara lain. Supaya nantinya jangan sampai tertinggal prestasinya,” jelasnya. Turnamen voli junior ini akan berlangsung di Jakarta, tepatnya di Gelanggang Olahraga (GOR) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada 20-24 November 2018. Ajang bergengsi yang masuk agenda PBVSI itu, akan melibatkan total 32 tim dari seluruh Provinsi di Tanah Air, dengan rincian, 16 tim putra dan 16 tim putri. Event ini sebelumnya dihelat di Malang, Jawa Timur (2015-2016), dan Yogyakarta (2017), serta diharapkan melahirkan bibit-bibit unggul voli Indonesia. “Dari event ini nantinya yang menjadi juara, akan kami ikutsertakan, pada Kejuaraan yunior Asia untuk tahun depan,” tukas Hanny. Untuk kategori U-17, beberapa klub tanah air sudah menyiapkan skuatnya. Diantaranya klub Maluku dan JVC, yang akan mewakili tim putra DKI Jakarta, pada event ini. Disusul Klub Vobgard dan Satria Muda, di bagian putri. Lalu Bali, yang akan diwakili Klub putra Kartini Batik Club (KBC) asal Gianyar. Sementara, tim asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan diwakili oleh tim Yuso Yogya putri remaja U-17, yang pada medio Juli 2018, berhasil menjadi juara pada event Kejurda bola voli remaja antarklub se-DIY. (Adt)

Tembus Perempat Final Indonesia International Challenge 2018, Remaja 17 Tahun di Luar Dugaan Berhasil Tumbangkan Lawan Seniornya Dari Negeri Sakura

Surabaya- Tunggal Putra besutan PB Djarum Kudus Syabda Perkasa Belawa, sukses menembus perempat final kejuaraan bulutangkis ‘Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challenge 2018’. Melakoni laga babak ketiga (16 besar), pada Kamis (25/10), ia berhasil memulangkan wakil Jepang Takuma Obayashi, dua gim langsung, lewat duel berdurasi 50 menit, dengan skor 21-16, 22-20. Remaja kelahiran Jakarta, 25 Agustus 2001 itu, mengaku tak menyangka bisa memenangi duel dengan pemain asal Negeri Sakura itu. Sebab, menurutnya, lawan memiliki ranking lebih baik darinya. Berdasarkan catatan, Obayashi menempati ranking 201 dunia, sedangkan Syabda merupakan penghuni ranking 473 dunia. “Hasil ini di luar dugaan. Kalau dilihat dari ranking lawan lebih baik, dia juga lebih senior dari saya. Tak menyangka saja bisa menang,” ujar Syabda di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudirman Surabaya, Jawa Timur, dikutip situs resmi PB Djarum, pada Kamis (25/10). Lolos ke perempat final, semifinalis India Junior International Grand Prix 2018 (tunggal putra) itu, berharap bisa terus menghadirkan kejutan. “Masuk perempat final belum puas. Harapannya bisa terus melaju,dan memberikan perlawanan,” imbuh lulusan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2013 itu. Berikutnya, ia akan saling ‘bunuh’ dengan wakil Indonesia lainnya, Chico Aura Dwi Wardoyo, yang menempati unggulan 11, guna memperebutkan tiket semifinal. “Besok (Jumat, 26/10) ketemu Chico. Kalau melihat peluang, tentu saja masih ada. Tinggal bagaimana di lapangannya saja nanti. Saya harus siap main alot,” tukas Syabda. (Adt)

Empat Pertandingan Duel Penuh Gengsi, Buka Laga DBL 2018 DKI Jakarta East Region

Juara bertahan Seri Jakarta 2017, SMAN 22, akan bergabung bersama 29 tim (21 putra dan 8 putri) guna mengarungi perjalanan panjang Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region. Bertempat di GOR Pulo Gadung, Jakarta Timur, liga basket Pelajar se tanah air seri DKI Jakarta ini akan dihelat 26 Oktober - 2 November. (DBL)

Jakarta- Sebanyak 29 tim (21 putra dan 8 putri) siap mengarungi perjalanan panjang Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region. Bertempat di GOR Pulo Gadung, liga basket bergengsi se tanah air seri DKI Jakarta akan dihelat 26 Oktober – 2 November. Empat laga pada sektor putra akan tersaji pada opening party, Jumat (26/10). Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region jadi rangakain terakhir, dari tiga regional lainnya, sebelum babak Champoonship. West Region (area Jakarta Barat), North Region (area Jakarta Utara dan Pusat), dan South Region (area Jakarta Selatan), telah lebih dulu menyelesaikan rangkaian pertandingan. Empat tim (dua tim putra dan dua tim putri) yang masuk babak final, nantinya akan bergabung dengan tiga region lainnya. Mereka akan bertarung di babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 pada 10-17 November mendatang di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta Selatan. Petualangan panjang itu dibuka oleh laga antara sang juara bertahan, SMAN 22 Jakarta, yang akan meladeni SMAN 14 Jakarta. Lalu, dilanjutkan laga dua debutan yang baru ambil bagian di Honda DBL DKI Jakarta tahun ini. Antara SMAN 12 Jakarta kontra SMA Labschool Jakarta. Serta salah satu big match di Jakarta Timur, yang mempertemukan SMAN 21 Jakarta kontra SMAN 36 Jakarta. Laga opening party akan ditutup oleh SMA Fons Vitae 1 melawan SMAN 42 Jakarta. Sebagai juara bertahan, SMAN 22 Jakarta berjanji akan tampil ngotot demi menjaga asa mempertahankan gelar. Kapten tim Riverside (julukan SMAN 22) merasa beruntung bisa bermain di hari pembuka. “Jujur, saya deg-degan menghadapi opening. Tapi, ya ini adalah langkah awal demi mempertahankan gelar,” ujar Daffa Rizky, kapten tim SMAN 22. Duel penuh gengsi pun jadi tajuk utama pada salah satu laga opening party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 East Region, pada Jumat (26/10), di GOR Pulogadung. Finalis tiga tahun silam, SMAN 21 Jakarta, akan meladeni perlawanan dari sang rival, SMAN 36 Jakarta. Kedua tim sudah sering berjumpa sebelumnya. Termasuk pada Honda DBL DKI Jakarta edisi 2014. Pada pertemuan terkhir itu, tim asuhan Rizqy Almushaddieq harus bertekuk lutut di hadapan SMAN 36. Mereka takluk dengan skor tipis 28-26, SMAN 21 kalah satu bola. Kekalahan yang sangat membekas bagi Dust (julukan SMAN 21) itu, jadi misi utama mereka untuk menebusnya. Ditambah, prestasi tim yang bermarkas di daerah Kayu Putih itu terus tergerus usai menembus babak final pada 2015 lalu. Setahun setelah masuk final, Dust tersungkur oleh SMAN 3 Jakarta. Lalu, pada tahun 2017, lagi-lagi mereka harus angkat koper di awal usai kalah dengan lawan yang sama di tahun sebelumnya. Sebagai kapten tim Dust, Rizki Andika menuturkan pertandingan hari ini merupakan laga hidup mati bagi timnya. “Kemenangan melawan SMAN 36 itu hal mutlak yang harus dicapai oleh kami. Target kami tahun ini juara. Artinya, kami harus bermain dengan lebih fokus dan all out untuk dapat memenangkan laga hari ini,” tegasnya. Rizki menilao, SMAN 36 bukanlah lawan yang mudah. Kedua tim saling membunuh saat head to head. Rizki menyatakan SMAN 36 memiliki skuat yang kompeten. “Semua pemainnya bagus sih, hanya saja sang kapten Bari Daffa patut dikawal dengan ketat,” ujar student athlete berusia 17 tahun itu. Sementara dari sang lawan, SMAN 36. Bertemu salah satu rival menjadi hal yang menarik bagi tim asal Rawamangun tersebut. Bukti bila mereka mampu menyingkirikan salah satu pesaing terberatnya demi trofi di Jakarta Timur. “Kami telah ikut DBL dari tahun 2014, namun belum pernah menyicipi final. Karena itu, jika kami bisa mengalahkan mereka, tentu kami lebih percaya diri menggapai juara, ujar Bari Daffa, kapten tim SMAN 36. Jika menilik pada sejarah, prestasi terbaik SMAN 36 adalah lolos babak 8 besar Honda DBL DKI Jakarta tahun 2016. Namun, kala itu perjalanan mereka terhenti oleh salah satu tim kuat SMAN 3 Jakarta. Sementara pada tahun 2017, mereka harus menelan pil pahit dari SMAN 34 Jakarta, pada babak awal. “Mereka (re: SMAN 21) memiliki first dan second team yang sama bagusnya. Terutama salah satu pemainnya yang menonojol, Irfan Fadilah, kami tak boleh lengah demi meraih Championship. Kami tak mau gagal lagi,” tegas Bari. Sang pelatih SMAN 36, Frangky de Fretes berharap agar timnya berjuang hingga akhir. “Intinya jangan nyerah dan nggak perlu takut. Team work dan percaya sama Tuhan,” ujarnya untuk para anak asuhnya. Dengan persiapan serta motivasi juara dari kedua tim, tentu mereka siap saling terkam pada laga pembuka. Bersamaan dengan itu, terdapat pula tiga pertandingan yag tak kalah seru. Di antaranya SMAN 12 Jakarta kontra SMA Labschool Jakarta, lalu ada SMAN Fons Vitae 1 Jakarta yang akan menjajal SMAN 42 Jakarta. Dan tentunya laga antara sang jaura bertahan SMAN 22 Jakarta melawan SMAN 14 Jakarta. (Adt)

Jadi Calon Lawan di Babak 8 Besar Piala AFC U-19, Jepang Punya Memori Buruk Menantang Indonesia

Menyandang status juara bertahan Piala AFC U-19, membuat skuat Masanaga Kageyama jadi unggulan teratas di Piala AFC U-19 2018. Tiap kontestan disinyalir bakal inferior saat menghadapi tim sekaliber Jepang, yang kini dimotori Lionel Messi Asia, Takefusa Kubo. (AFC.com)

Jakarta- Status juara bertahan Piala AFC U-19, membuat skuat Masanaga Kageyama jadi unggulan teratas di Piala AFC U-19 2018. Setiap kontestan disinyalir bakal inferior ketika dihadapkan dengan tim sekaliber Jepang. Jepang menunjukan tajinya. Dalam tiga pertandingan Piala AFC U-19 2018, Yuta Taki dan kolega menyapu bersih semua laga dengan kemenangan. Teranyar, Jepang menggasak Irak lima gol tanpa balas, ketika melakoni matchday terakhir Grup B, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (25/10). Total selama penyisihan grup, tim negri bunga matahari ini sudah menggelontorkan 13 gol, dan baru kebobolan 3 kali. Satu-satunya negara yang sanggup menempel jumlah torehan gol Jepang adalah Qatar, yang ‘cuma’ mencatatkan 11 gol. Performa menawan Jepang sejatinya sudah terlihat sebelum dimulainya turnamen itu. Tim Samurai Biru menunjukan peforma mengkilap ketika menjalani tiga laga uji coba kontra Canary Islands, Republik Ceko, dan Spanyol. Jepang memetik kemenangan atas Canary Island dan Republik Ceko. Namun, Jepang takluk 0-2 dari Spanyol, dalam laga uji coba tersebut. Masanaga cukup jeli dalam memanfaatkan materi pemain Jepang. Pakem formasi 4-4-2 pun dipilih sang pelatih untuk melewati setiap pertandingan di Piala AFC U-19 2018. Taktik 4-4-2 membuat permainan Jepang begitu cair. Para penggawa mereka leluasa bertukar posisi saat menyerang lini pertahanan lawan. Startegi berjalan sesuai rencana karena Jepang juga didukung sejumlah pemain yang punya teknik yang mumpuni. Satu di antaranya adalah Takefusa Kubo. Sosok yang dijuluki Lionel Messi dari Jepang itu, punya kecepatan di atas rata-rata. Dia tak ragu menggiring bola dan melewati sejumlah pemain, demi merangsek ke kotak penalti lawan. Dengan kemampuannya, Takefusa dengan mudah mengancam pertahanan lawan. Dia pun telah menorehkan satu gol untuk Jepang, sepanjang turnamen bergulir. Namun, tidak hanya Takefusa, pemain yang patut diwaspadai Timnas U-19. Jepang juga memiliki penyerang andalan produktif di Piala AFC U-19 2018, yakni Koki Saito. Saito menyumbang tiga gol saat ini. Teranyar, dia mencatatkan namanya di papan skor usai melibas Irak 5-0. Timnas U-19 harus menyiapkan strategi jitu untuk meredam agresivitas Jepang, dalam pertandingan nanti. Meski terbilang sulit, Garuda Nusantara masih punya peluang menembus semifinal, jika tampil efektif dan maksimal. Timnas U-19 pun sebenarnya menyimpan catatan rekor yang bagus, kala menghadapi negara-negara dari Timur Asia. Sejak 1960 hingga 2004, dalam turnamen resmi, Indonesia sanggup mengimbangi negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, China, hingga Taiwan. Bukan hanya mengimbangi, bahkan jika dilihat dari statistik, skuat Garuda Nusantara bahkan unggul, dengan catatan tujuh kemenangan, empat imbang, dan lima kali kalah. Meladeni Jepang pun, Indonesia saling mengalahkan. Namun, skuat Jepang terkini, memang jauh lebih unggul dan meyakinkan. (art) Rekor Pertemuan Timnas U-19 vs Negara Asia Timur (turnamen resmi) Indonesia 1-5 China 27 September 2004 Grup B Piala Asia U-19 2004 Korea Utara 5-1 Indonesia 6 November 1990 Grup A Piala Asia U-16 1990 China 1-1 Indonesia 22 April 1976 Grup B Piala Asia U-19 1976 Korea Selatan 1-1 Indonesia 3 Mei 1976 Perempat Final Piala Asia U-19 1976 Indonesia 3-1 Taiwan 16 April 1972 Grup C Piala Asia U-19 1972 Indonesia 1-2 Korea Selatan 26 April 1972 Perempat Final Piala Asia U-19 1972 Indonesia 1-0 Taiwan 23 April 1970 Grup D Piala Asia U-19 1970 Korea Selatan 0-1 Indonesia 30 April 1970 Semifinal Piala Asia U-19 1970 Indonesia 4-2 Hongkong 16 April 1967 Grup B Piala Asia U-19 1967 Indonesia 3-0 Korea Selatan 18 April 1967 Grup B Piala Asia U-19 1967 Indonesia 0-0 Korea Selatan 17 April 1962 Grup B Piala Asia U-19 1962 Hongkong 0-2 Indonesia 19 April 1962 Grup B Piala Asia U-19 1962 Indonesia 2-2 Korea Selatan April 1961 Grup A Piala Asia U-19 1961 Indonesia 2-1 Jepang April 1961 Grup A Piala Asia U-19 1961 Korea Selatan 4-2 Indonesia 4 April 1960 Grup B Piala Asia U-19 1960 Jepang 3-2 Indonesia 7 April 1960 Peringkat Ketiga Piala Asia U-19 1960

Demi Komposisi Skuat Yang Lebih Matang, PP PGSI Gelar Kejurnas Gulat U-23 Pada Awal Desember

Jelang persiapan SEA Games 2019 Filipina, Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) akan menggelar kejuaraan nasional (Kejurnas) gulat U-23, pada 6-10 Desember 2018, di Grobogan, Jawa Tengah. (bolapsort.com)

Jakarta- Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) akan menggelar kejuaraan nasional (Kejurnas) gulat U-23 pada 6-10 Desember 2018 di Grobogan, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit pegulat masa depan Indonesia. “Salah satu agenda PP PGSI pada 2018 adalah mengadakan Kejurnas U-23. Setelah itu, akan ada lagi Kejurnas level junior, senior, dan kader. Ini Kejurnas pertama kali di level U-23, tampil di Grobogan, Jawa Tengah,” kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP PGSI, Gusti Randa, dalam rilisnya, pada Kamis (24/10). Menurut Gusti Randa, Grobogan dipilih sebagai tuan rumah karena Jawa Tengah adalah provinsi yang paling siap menggelar kejuaraan ini. Namun, ia belum bisa memastikan berapa banyak atlet yang akan berpartisipasi pada ajang ini. Gusti menjelaskan, PP PGSI tengah fokus mempersiapkan atlet lebih dini untuk nantinya memiliki persiapan yang matang pada SEA Games 2019 di Filipina. Terlebih, cabang olahraga gulat kemungkinan besar dapat dipertandingkan di event olahraga terbesar di kawasan Asia Tenggara itu. “Persiapan kita untuk seleksi atlet timnas, saat ini sudah bisa dilakukan sedini mungkin. Karena kami tak mau, hal yang sama terjadi seperti situasi timnas gulat di Asian Games 2018. Saat ada kepengurusan baru, tiba-tiba sudah tersedia atletnya,” ujarnya lagi. PP PGSI, kata Gusti, tak sempat menjaring atlet muda sejak terbentuk kepengurusan baru, karena mereka langsung berhadapan dengan event Asian Games 2018. Akibatnya, mereka mengandalkan atlet-atlet yang sudah tersedia. “Untuk persiapan SEA Games 2019, kami mendapatkan atlet yang banyak. Selain Kejurnas, bisa dari Pra PON (Pekan Olahraga Nasional), Porprov (Pekan olahraga Provinsi), atau dari mana saja, sehingga kita banyak mendapatkan atlet dan seleksinya lebih enak,” terang salah satu Exco di kepengurusan PSSI pimpinan Edy Rahmayadi itu. Pada bagian lain, Gusti menjelaskan, sebelum Kejurnas tersebut, PP PGSI juga akan menggelar rapat kerja nasional pada 4-6 Desember 2018. Baik Kejurnas maupun rapat kerja nasional, diputuskan dalam rapat yang dipimpin Ketua Umum PP PGSI, Trimedya Panjaitan, pada Senin (22/10) lalu. (Adt)

Jojo, Satu-satunya Pemain Tunggal Putra Yang Lolos Sebagai 16 besar di Ajang French Open 2018

Jonathan Christie saat bertanding di ajang Asian Games 2018, Agustus silam (Prass/NYSN)

Paris – Jonatan Christie, tunggal putra Pelatnas PBSI Cipayung, lolos ke babak kedua (16 besar) kejuaraan bulutangkis ‘French Open 2018 BWF World Tour Super 750’, di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Perancis, pada Rabu (24/10). Jojo, sapaannya, setidaknya butuh waktu 61 menit untuk melewati rintangan pertama ketika berjumpa dengan pemain India Sameer Verma. Remaja kelahiran Jakarta, 15 September 1997 itu menang rubber game, dengan skor 16-21, 21-17, 21-15. Berdasarkan statistik pertemuan, laga di Paris, merupakan perjumpaan ketiga antara Jojo dan Verma. Keduanya bertemu pertama kali tiga tahun lalu, tepatnya di Vietnam Open 2015. Ketika itu, Jojo takluk rubber game, dengan skor 21-16, 19-21, 20-22. Dan, terakhir di ajang Denmark Open 2018, pekan lalu, Verma mempermalukan Jojo di babak kedua usai menang rubber game, 23-21, 6-21, 22-20. “Sebetulnya saya punya kans menang waktu di Denmark, tapi saya tidak bisa mengatasi di akhir gim ketiga. Saat itu saya juga merasa kurang beruntung. Saya banyak belajar dari kekalahan itu, salah satunya adalah tetap fokus, meski sedang memimpin jauh,” ujar Jojo usai laga dikutip situs resmi PBSI, pada Rabu (24/10). Keberhasilannya ini juga tak lepas dari hasil diskusi Jojo dengan koleganya, yakni Anthony Sinisuka Ginting, terkait kondisi lapangan dan shuttlecock yang cukup berat. “Saya banyak dapat masukan dari Anthony, katanya bolanya agak lambat, jadi jangan terlalu forsir menyerang. Dan ini benar terjadi pada saya di gim pertama, lawan memancing saya untuk terus menekan dan tenaga saya terkuras. Saya mengubah permainan di gim kedua dan ketiga,” tuturnya. Anak pasangan Andreas Adi Siswa (ayah) dan Marlanti Djaja (ibu) itu, menjadi satu-satunya tunggal putra Indonesia yang lolos ke babak 16 besar French Open 2018. Sebab, dua wakil Indonesia lainnya, Anthony Sinisuka Ginting dan Tommy Sugiarto harus angkat koper di babak pertama. (Adt)

Tekuk FIFA BC 4-1, PB Jaya Raya Hadapi PB Exist Perebutkan Juara Grup Pembangunan Jaya Cup Junior 2018

Dobel Ferdian Mahardika Ranialdy/Viorel Joan Fernando (kaos hitam) memastikan PB Jaya Raya Jakarta menang 3-0 atas FIFA BC Sidoarjo usai menaklukan Muhammad Rafi Rabbani Putera/Raveno Bagas Prayoga, 21-11, 21-8. (Adt/NYSN)

Ciputat – PB Jaya Raya Jakarta berhasil meraih kemenangan kedua pada kejuaraan beregu campuran ‘Pembangunan Jaya Cup Junior 2018’, di Gelanggang Olahraga (GOR) Jaya Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (24/10). Mereka sukses menekuk FIFA BC Sidoarjo, Jawa Timur, dengan skor 4-1, pada pertandingan siang hari. Di pertandingan pertama yang berlangsung pagi hari, PB Jaya Raya Jakarta menumbangkan PB SGS PLN Bandung, Jawa Barat, dengan skor 5-0. Menjalani laga kontra FIFA BC Sidoarjo, empat wakil PB Jaya Raya Jakarta mampu meraih kemenangan dalam tempo kurang dari 30 menit. Di partai pertama, duet campuran Ghifari Anandaffa Prihardika/Dhea Bunga Anjani menuntaskan laga selama 20 menit kontra Deri Yulianto/Alfina Putri Nurmalitasari. Mereka menang dua gim langsung, dengan skor 21-15, 21-10. Muhammad Febriansyah, yang turun di partai kedua meraih kemenangan atas Alfian Ridlo Rabbany, dua gim langsung, dengan skor 21-12, 21-13, dalam duel berdurasi 26 menit. Di partai ketiga, dobel Ferdian Mahardika Ranialdy/Viorel Joan Fernando mampu menyegel kemenangan usai melewati pertarungan selama 20 menit. Dika/Viorel yang memastikan PB Jaya Raya Jakarta memetik kemenangan 3-0 atas FIFA BC Sidoarjo itu mengakhiri duel mudah dengan Muhammad Rafi Rabbani Putera/Raveno Bagas Prayoga, 21-11, 21-8. “Saya baru pertama kali main tadi. Karena Dika dipertandingan sebelumnya sama Daffa (Ghifari Anandaffa Prihardika). Main lepas saja dahulu sekalian nyocokin lapangan. Meskipun latihan disini, tapi kalau suasana pertandingan berbeda,” ujar Viorel usai laga. “Intinya memberikan yang terbaik untuk PB Jaya Raya. Semoga dipertandingan berikutnya bisa main bagus dan maksimal. Dan, yang paling penting step by step dulu,” lanjut remaja kelahiran Yogyakarta, 7 Juni 2000. Di partai keempat, Maharani Sekar Batari tak mendapatkan banyak kesulitan ketika berjumpa Fadilla Ridhatul Hayati. Maharani menelan waktu 24 menit untuk mengunci kemenangan, straight game, dengan skor 21-13, 21-10. Sayang, kemenangan beruntun PB Jaya Raya harus ternoda. Duet Dhea Bunga Anjani/Dinda Dwi Cahyaning tak berdaya kontra Annisa Mubarokah/Rakhmatul Fuadah, rubber game, 11-21, 21-10, 19-21, dalam waktu 52 menit. Berikutnya, PB Jaya Raya akan menghadapi PB Exist Jakarta di pertandingan ketiga babak penyisihan group A, pada Kamis (25/10). Duel itu sekaligus menentukan siapa yang nantinya menyandang juara dan runner-up group. (Adt) Hasil Pertandingan Pembangunan Jaya Cup Junior 2018, pada Rabu (24/10): Pertandingan Pagi: 1. PB Exit Jakarta vs FIFA BC Sidoarjo: 4-1 2. PB Jaya Raya Jakarta vs PB SGS PLN Bandung: 5-0 3. PB Djarum Kudus vs Daihatsu Candra Wijaya: 4-1 4. PB Mutiara Cardinal Bandung vs PB Victory Bogor: 5-0 Pertandingan Siang: 1. PB Djarum Kudus vs PB Victory Bogor: 3-1 2. PB Mutiara Cardinal Bandung vs Daihatsu Candra Wijaya: 3-1 3. PB Jaya Raya Jakarta vs FIFA BC Sidoarjo: 4-1 4. PB Exist Jakarta vs PB SGS PLN Bandung: 5-0

16 Tim Ramaikan Persaingan Livoli 2018, Ajang Seleksi Atlet Muda SEA Games 2019 Filipina

PP PBVSI kembali menggelar kejuaraan nasional Livoli 2018, pada 28 Oktober - 4 November 2018, sekaligus menjadi ajang seleksi atlet muda untuk SEA Games 2019, Manila, Filipina. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) kembali menggelar kejuaraan nasional Livoli, pada 28 Oktober – 4 November 2018. Sebanyak 16 tim, terdiri dari 8 tim putra dan 8 tim putri bakal meramaikan persaingan event rutin tahunan itu. Sekaligus ajang seleksi jelang SEA Games 2019, Manila, Filipina. “Mudah-mudahan di ajang Livoli ini kami dapatkan pemain muda berbakat untuk regenerasi mengikuti event internasional. Ada waktu 10 bulan sebelum SEA Games Manila,” ujar Hanny S. Surkatty, Ketua Bidang Pertandingan PP PBVSI (demisioner), di Jakarta, Kamis (25/10). Livoli 2018 mengikutsertakan klub Divisi Utama dan Divisi Satu sebagai ajang pemanasan sebelum memulai Proliga 2019. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) masih menjadi sponsor utama untuk Livoli 2018. Pada Livoli 2018, delapan tim putra akan tampil yakni Bhayangkara Samator Surabaya, TNI AU Jakarta, Indomaret Sidoarjo, Sukun Yuso Gunadarma Yogyakarta, Berlian Bank Jateng Semarang, Surya Muda Salatiga, dan dua tim promosi dari Divisi Satu, yakni PU Grobogan Jateng, serta Bina Cijaura Bogor. Sedangkan delapan tim putri adalah Bank Jatim Surabaya, PGN Popsivo Polwan, TNI AU Jakarta, Petrokimia Gresik, TNI AL Jakarta, Alko Bandung, serta dua tim promosi dari Divisi Satu, yaitu JWS Sulut, dan LNG Bontang. Untuk Livoli Divisi Utama bakal dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Ki Mageti, Magetan, Jawa Timur, pada 28 Oktober – 4 November 2018. Dan, Livoli Divisi Satu bakal digelar di GOR Dimyati, Kota Tangerang, Banten, pada 12-18 November 2018. Hanny menegaskan Livoli tak kalah menarik dengan Proliga, sebab akan terjadi persaingan ketat diantara para peserta. Menurutnya, dua tim terbawah pada kejuaraan di Magetan, Jawa Timur, akan terkena degradasi ke Divisi Satu. Sedangkan dua tim teratas pada Livoli 2018 Divisi Satu, lanjut Hanny, bakal mendapatkan promosi di Divisi Utama. “Jadi dipastikan kejuaraan di Magetan nanti akan berlangsung ketat. Sebab, semua tim tidak ingin terlempar ke Divisi Satu,” tegas Hanny. Sementara itu, Santiaji Gunawan, Group Head Strategic Stakeholder Manajemen PT PGN, menyebut PGN Livoli memiliki peran strategis bagi pembinaan atlet nasional. Melalui kompetisi Livoli, ungkap Santiaji, para pemain muda dapat menimba ilmu dari para atlet senior yang telah berlaga di Proliga. “Seperti tahun lalu, Livoli juga berperan dalam meningkatkan kualitas para pemain untuk Asian Games. Kami menyadari untuk memajukan olahraga nasional khususnya bola voli dibutuhkan banyak kompetisi yang berjenjang, untuk itu PGN tetap berkomitmen menyelenggarakan PGN Livoli 2018,” terang Santiaji. (Adt)

Belum Bertemu Di Perempat Final Piala AFC U-19, Indonesia Sudah Babak Belur Dibantai Jepang 1-4

Gelandang Timnas U-19, Luthfi Akmal (7), saat berduel dengan skuat Timnas Jepang U-19, Hasioka Daiki (4/ketiga kiri). Indonesia takluk 1-4 dari Jepang U-19, pada partai uji coba jelang Piala AFC U-19, yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Minggu (25/3). (liputan6.com)

Jakarta- Timnas U-19 memastikan tiket ke perempat final Piala AFC U-19 2018, usai menang 1-0 atas Uni Emirat Arab (UEA), di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Rabu (24/10). Hasil tersebut membuat Indonesia menempati posisi runner-up Grup A. Adapun UEA harus gigit jari karena tersingkir meski sempat menguasai puncak Grup A beberapa hari. Posisi uara Grup A ditempati Qatar. Qatar unggul produktivitas gol (7-7), ketimbang Indonesia (6-6) dan UEA (2-2). Indonesia sudah ditunggu Jepang U-19, yang dipastikan menjadi juara Grup B, meski menyisakan satu laga melawan Irak. Laga itu kembali berlangsung di SUGBK, Jakarta, Minggu (28/10). Indonesia patut mewaspadai kekuatan Jepang. Pada Maret silam, Timnas U-19 babak belur dibantai Jepang pada partai uji coba persiapan Piala AFC U-19, pada Minggu (25/3), di SUGBK. Tim yang saat itu diasuh Bima Sakti, menelan kekalahan telak 1-4. Sejauh ini, Kyosuke Tagawa dan kawan-kawan menyapu bersih dua kemenangan, dan mencetak delapan gol. Bukan itu saja, Jepang pun berstatus juara bertahan di turnamen ini. Mereka menjuarai Piala Asia U-19 2016, yang berlangsung di Bahrain, 13-30 Oktober 2018. Selain itu, Jepang juga memiliki pemain andalan Takefusa Kubo. Pemain FC Tokyo itu, sempat menimba ilmu di akademi Barcelona, pada periode 2011-2015. Lebih dahsyat lagi, Jepang bahkan bagaikan sebuah monster, jika menilik rekam jejaknya di Piala Asia U-19. Terutama jika menyimak rekornya, sejak turnamen edisi 1988 di Bahrain. Sejak saat itu, Timnas U-19 Jepang tidak pernah gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-19. Pencapaiannya pun gila-gilaan. Sebelum menjadi juara untuk pertama kalinya pada 2016, Jepang tercatat 5 kali menjadi runner-up turnamen pada 1994, 1998, 2000, 2002, dan 2006. Jepang juga sempat menjadi peringkat 3 (1992 dan 2004), peringkat 4 (1996), dan selalu mencapai perempat final pada edisi 2008, 2010, 2012, dan 2014. Bagi Indonesia, lolos ke 16 besar jadi hasil terbaik sejak 1986. Dalam lima edisi terakhir, tim Merah Putih selalu kandas di babak grup. Tapi, torehan kali ini, memang bukan yang terbaik sepanjang sejarah. Sebelumnya, Timnas U-19 sudah pernah menjadi juara (1961), runner-up (1967 dan 1979), serta meraih posisi ketiga (1962). (art)

Maju Perempat Final Piala AFC U-19, 10 Orang Skuat Timnas U-19 Indonesia Pendam Ambisi UEA

Timnas U-19 lolos babak perempat final Piala AFC U-19, usai menundukkan Uni Emirat Arab (UEA) U-19 dengan skor tipis 1-0, pada laga penutup grup A, fase penyisihan Piala AFC U-19 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Rabu (24/10). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 berhasil menekuk Uni Emirat Arab (UEA) U-19 dengan skor tipis 1-0, pada laga penutup grup A, fase penyisihan Piala AFC U-19 2018. Selain lolos ke perempat final, kemenangan ini membuat Egy Maulana Vikri dkk membalaskan dendam Evan Dimas Cs empat tahun silam. Empat tahun lalu di ajang yang sama, Timnas U-19 yang dihuni angkatan Evan Dimas dan kolega, juga bersua Uni Emirat Arab (UEA). Indonesia takluk 1-4 di Stadion Stadion Whunna Theikdi, Myanmar, 14 Oktober 2014. Gol semata wayang Timnas U-19 saat itu, dicetak striker Dimas Drajad. Dua laga sebelumnya Garuda Nusantara menelan dua kekalahan. Timnas U-19 takluk 1-3 dari Uzbekistan dan 0-1 dari Australia. Alhasil skuat yang juga dinakhodai Indra Sjafri terpuruk di papan bawah Grup B, tanpa koleksi sebiji poin pun. Kini, kekalahan Timnas U-19 angkatan Evan Dimas dan kolega, akhirnya bisa terbalas oleh penampilan imrepsif Egy Maulana dkk. Laga ini dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Rabu (24/10). Meski di menit ke-53 harus bermain dengan 10 orang, paska Nurhidayat Haji Haris dikartu merah, Indonesia mempertahankan kemenangannya, lewat gol semata wayang Witan Sulaeman (22′). Ini adalah gol ketiga Witan, pada Piala AFC U-19 2018. Sebelumnya, dia mencetak dua gol pada partai versus Taiwan U-19. . Timnas U-19 pun lolos dengan torehan enam poin, dari dua kemenangan dan satu kekalahan. Selanjutnya, kiprah Indonesia akan berlanjut menghadapi juara Grup B, Jepang, pada perempat final Piala AFC U-19. Laga itu berlangsung di SUGBK, Minggu (28/10) Tiga tim teratas Grup A, sebenarnya semua memiliki poin sama, yakni enam. Namun, Indonesia dan Qatar, justru yang berhak lolos karena keunggulan produktivitas gol yang dicetak ketimbang UEA. Lihat foto-foto pertandingan Indonesia vs UEA Disini Ini mengacu aturan “liga mini”, ketika ada tiga tim yang punya nilai sama, maka pemeringkatannya dihitung tanpa mengikutkan hasil lawan tim terbawah. Untuk event Piala AFC U-19, juru kunci dipegang Taiwan. UEA tersingkir karena hanya menorehkan dua gol, sementara Indonesia mengoleksi enam gol, dan Qatar menggelontorkan tujuh gol. Pelatih UEA U-19, Ludovic Batelli mengatakan, timnya bermain tak sesuai rencana mereka, yang mengharapkan hasil imbang. “Menurut saya kami bermain berbeda di dua babak pertandingan. Babak pertama kami bermain buruk,” ujar Ludovic selepas pertandingan. “Saya tak terkejut Indonesia mengalahkan kami. Mereka bermain baik. Target kami adalah seri, tapi kami kurang taktis dan harus menerima kekalahan,” jelasnya. Dengan kekalahan ini, UEA U-19 dipastikan tersingkir dari area Piala AFC U-19. Target Piala Dunia U-20 pun harus berakhir di babak penyisihan. Sejatinya, dalam penentuan lolos peringkat di Piala Asia U-19 2018, ada beberapa hal memengaruhi sebuah tim di posisi grup. Berikut ini tie breaker untuk penentuan fase grup Piala AFC U-19 2018: 1. Jumlah poin yang diperoleh dari pertandingan grup yang melibatkan kedua tim tersebut ( head-to-head ); 2. Selisih gol yang dihasilkan dari pertandingan grup yang melibatkan kedua tim tersebut; 3. Jumlah gol yang dicetak dari pertandingan grup yang melibatkan kedua tim tersebut; 4. Jika terdapat lebih dari dua tim dengan perolehan poin yang sama dan kriteria head-to-head di atas tetap sama, kriteria pemeringkatan diterapkan berdasarkan aspek berikut ini: – Selisih gol dari seluruh pertandingan grup; – Jumlah gol yang dicetak dari seluruh pertandingan grup; – Adu penalti jika dua tim dengan poin yang sama bertemu di pertandingan terakhir grup; – Poin fair play berdasarkan kartu kuning dan kartu merah yang dikumpulkan dari seluruh pertandingan grup dengan penilaian sebagai berikut: * Kartu kuning: 1 poin * Kartu kuning kedua/kartu merah tidak langsung: 3 poin * Kartu merah langsung: 3 poin * Kartu kuning dan diikuti kartu merah langsung: 4 poin * Undian. (art) Hasil Pertandingan Grup A Piala AFC U-19 2018 Kamis, 18 Oktober 2018 16:00 WIB Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Uni Emirat Arab 2-1 Qatar 19:00 WIB Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Indonesia 3-1 Taiwan U-19 Minggu, 21 Oktober 2018 16:00 WIB Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Taiwan U-19 1-8 Uni Emirat Arab U-19 19:00 WIB Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Qatar U-19 6-5 Indonesia Rabu, 24 Oktober 2018 19:00 WIB Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Indonesia 1-0 Uni Emirat Arab U-19 19:00 WIB Stadion Pakansari, Cibinong Qatar U-19 4-0 Taiwan U-19

Syaratkan 70 Negara Jadi Anggota Federasi, Pemerintah Perjuangkan Pencak Silat ke Olimpiade

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus berupaya memperjuangan cabang olahraga (cabor) pencak silat bisa dipertandingkan di pentas dunia, Olimpiade. (Kemenpora)

Den Haag- Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus berupaya memperjuangan cabang olahraga (cabor) pencak silat agar dipertandingkan di pentas dunia, Olimpiade. Syarat untuk bisa dipertandingkan di pesta multievent negara-negara se-dunia itu, federasi olahraga pencak silat internasional minimal memiliki 70-75 negara anggota. Sebelumnya, pencak silat sukses dipertandingkan di Asian Games XVIII/2018, pada Agustus-September lalu. “Bagi saya pencak silat adalah warisan olahraga dan budaya Indonesia yang harus terus dikembangkan. Dan sebagai wakil pemerintah, saya terus mendorong pencak silat masuk olimpiade,” ujar Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Den Haag, Belanda, pada Selasa (23/10). Dalam kesempatan itu, Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, didampingi YM. I Gusti Agung Wesaka Puja (Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda), dan Olivier Blancquaert (Ketua Pencak Silat Belanda). Melihat pesatnya perkembangan pencak silat, pemerintah Indonesia tak ingin kehilangan momentum mempromosikan olahraga pencak silat keseluruh dunia. Kini, federasi olahraga pencak silat internasional telah memiliki 49 negara anggota yang terdiri dari berbagai negara di seluruh penjuru dunia. Di kawasan Asia terdapat 25 negara anggota, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, Jepang, Korea, India, Laos, Myanmar, Pakistan, Filipina, Thailand, Vietnam, Kazakstan, Tajikistan, Turkmenistan, Kyrgyztan, Yordania, Kuwait, Oman, Palestina, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Sedangkan Afrika yakni Mesir, Maroko, Afrika Selatan, dan Suriname. Kemudian Kanada, Chili, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru (Oseania). Sementara negara Eropa, seperti Austria, Belgia, Bosnia, Denmark, Perancis, Jerman, Yunani, Italia, Belanda, Norwegia, Portugal, Spanyol, Swiss, Turki, dan Inggris. Imam menyebut di pentas Asian Games 2018, pencak silat mendapat sambutan dan perhatian yang luar biasa dari negara-negara Asia. Sehingga, menurutnya, untuk bisa masuk Olimpiade, pemerintah tidak akan pernah berhenti untuk mendorong pencak silat ke pentas dunia. “Kemenpora bersama Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) nanti akan terus bekerja bersama-sama untuk mengembangkan ke negara-negara lainnya, karena persyaratan untuk bisa dipertandingkan pada Olimpiade yakni minimal terdapat 70-75 negara anggota,” tukas Imam. (Adt)

Pakai Shuttlecock Synthetic, Choirunnisa Singkirkan Yuki Suzuki di Indonesia International Challenge 2018

Choirunnisa menyingkirkan wakil Jepang Yuki Suzuki, di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, pada babak pertama (32 besar) 'Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challenge, dengan skor 21-12, 21-19. (PBSI)

Surabaya- Tunggal putri Indonesia Choirunnisa tanpa kesulitan melaju ke babak kedua (16 besar) kejuaraan bulutangkis ‘Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challenge 2018’, pada Rabu (24/10). Remaja putri kelahiran 31 Agustus 1999 itu, butuh waktu 32 menit untuk menyingkirkan wakil Jepang Yuki Suzuki, di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, pada babak pertama (32 besar), dengan skor 21-12, 21-19. Usai laga, Choirunnisa mengaku tak menemukan kendala di pertandingannya kali ini. “Hanya saja tadi harus sedikit beradaptasi dengan shuttlecock, karena di sini memakai shuttlecock synthetic, sehingga butuh penyesuai dulu,” ujar pemain tunggal besutan PB Mutiara Cardinal Bandung, dikutip situs resmi PB Djarum, pada Rabu (24/10). Di laga selanjutnya, Kamis (25/10), Choirunnisa ditantang wakil Indonesia lainnya, yakni Made Dea Surya Saraswati yang menang atas Silvi Wulandari, rubber game, dengan skor 19-21, 21-19, 25-23. “Buat besok lebih siap lagi, lebih fokus, dan harus siap capek karena lawan tidak bisa dianggap remeh. Semoga saya bisa tampil maksimal disetiap laga, dan berharap bisa juara,” tukas pemegang gelar Singapore International Series 2018 itu. (Adt)

Demi Hasil Maksimal PON XX 2020 Papua, 729 Atlet DKI Ikuti Tes Performa POB

Sebanyak 729 atlet dari 34 cabang olahraga, yang tergabung dalam Program Pembinaan Olahraga Berkelanjutan (POB) DKI Jakarta, telah menjalani test performa sejak 16 hingga 22 Oktober 2018 di Rawamangun, Jakarta Timur. (indopos.co.id)

Jakarta- Sebanyak 729 atlet dari 34 cabang olahraga, yang tergabung dalam Program Pembinaan Olahraga Berkelanjutan (POB) DKI Jakarta, telah menjalani test performa sejak 16 hingga 22 Oktober 2018, di Rawamangun, Jakarta Timur. Masih 10 cabang olahraga lagi yang belum melakukan tes perfoma. “Atlet yang belum mengikuti tes performa, akan dipanggil untuk segera mengikuti tes tersebut. Dengan harapan, agar kondisi fisiknya cepat terpantau dari jauh hari,” jelas koordinator technical sport POB, Del Asri, Senin (22/10) di Jakarta. Menurutnya, atlet yang belum mengikuti tes sebagian besar datang dari cabang olahraga beregu, seperti sepakbola dan futsal. Dia berharap, atlet dari cabang yang belum mengikuti tes dalam bulan ini (Oktober) sudah harus ikut tes, agar tetap masuk dalam daftar POB. Sementara itu, salah satu anggota Technical supports POB, Hermanto menegaskan, test yang dilakukan ini hasilnya masih akan dikumpulkan dan didata, oleh tim pengolah data. “Test performa bagi atlet yang tergabung dalam POB ini amat penting artinya demi mengetahui kondisi fisik yang dimiliki. Dan, atlet terus terpompa semangatnya, menyiapkan diri menuju PON XX Papua 2020,” ujar Hermanto. Ia menegaskan, pelaksanaan PON XX Papua 2020, waktunya memang cukup panjang, namun persiapan atlet harus jauh hari. Sebab, setiap atlet yang ditempa di bawah naungan PON harus selalu siap tampil di berbagai event. Begitu juga dengan fisik, teknik, dan psikologi, selalu siap tampil dalam berbagai event. Menurutnya, untuk tes performa dibagi tiga disiplin yakni kesehatan, psikologi dan fisik. Segi fisik test performanya cabang yang satu dan lainnya tidak sama. Seperti halnya catur dan bridge tidak bisa disamakan dengan cabang atletik yang harus memiliki fisik cukup handal. Nantinya, test performa yang dilakukan akan berbeda, antara yang satu atlet dengan lainnnya. Semua tes harus pun disesuaikan dengan cabang yang bersangkutan. Dengan harapan, fisik atlet tetap terjaga saat tampil dalam pertandingan. Saat ini, menurut Hermanto, atlet yang masuk dalam daftar POB berjumlah 1.100 orang. Sementara yang sudah mengikuti Test Performa mencapai 729 atlet. Untuk atlet yang belum mengikuti test, diharapkan segera menyusul dalam waktu dekat ini. Pembinaan Sport Science melalui program POB ini, menerapkan sistem Promosi Degradasi (Promdeg). Dengan waktu yang telah ditentukan, bila atlet yang tergabung dalam POB ternyata gagal menunjukkan peningkatan prestasi, maka ia dapat didegradasi dan digantikan atlet lain. Program Promdeg itu berjalan hingga pembentukan kontingen tim inti, menuju PON XX  Papua 2020. Targetnya adalah kontingen DKI Jakarta meraih juara umum alias menduduki peringkat satu dalam klasemen PON XX nantinya. (art)

Jelang Kejurnas Anggar Pada November, IKASI DKI Jaya Gelar Kejurprov 27-28 Oktober

Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) DKI Jaya di bawah komando Ketua Umum Suradji periode 2018-2022 yang terpilih dalam Musprov, segera menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada 27-28 Oktober. (tribunnews.com)

Jakarta- Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) DKI Jaya di bawah komando Ketua Umum yang baru, Suradji, periode 2018-2022 yang terpilih dalam Musprov, segera menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada 27-28 Oktober. Ketua Pengprov Ikasi DKI Jaya, Suradji mengatakan tujuan kejurprov ini digelar yakni  persiapan kejuaraan nasional (Kejurnas) pada 1-7 November yang akan berlangsung di Jakarta, dan ajang seleksi atlet pelatda menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua. “Kami harus bergerak cepat, karena kami harus mempersiapkan atlet menghadapi kejurnas yang waktunya sudah dekat. Selain itu, kami harus menggelar pelatda menghadapi PON 2020 mendatang,” kata Suradji, di sela-sela Rapat Persiapan Kejurprov di Jakarta, pekan lalu. Kejurprov mempertandingkan nomor, pra-kadet U-12-14 tahun (foil), kadet 14-17 (foil, EP, saber) putra-putri, yunior 17-20 tahun semua nomor, senior 20 tahun ke atas semua nomor. Sementara untuk pembinaan, akan dilangsungkan nomor usia dini di bawah 12 tahun, khusus untuk nomor foil. Sekretaris Umum Pengrov Ikasi DKI Jaya, Ganefiono mengatakan, diharapkan prestasi para atlet DKI Jaya menjadi barometer daerah lainnya. Ia juga mengatakan, khusus untuk Kejurprov ini, atlet SEA Games dan Asian Games, mendapat fasilitas wild card dalam kejurnas nanti. “Selama ini Ikasi DKI Jaya belum memberikan kontribusi yang maksimal untuk DKI Jaya maupun nasional. Namun, dengan kepengurusan baru ini prestasi akan lebih baik. Dan mudah-mudahan permintaan Ketua Umum Ikasi Pusat, agar DKI Jaya menjadi barometer bisa terjawab,” paparnya. (Adt)

Pegolf Amatir 11 Negara Bersaing di Depok, Indonesia Andalkan Ribka Vania Paska Tampil di Olimpiade Remaja Argentina

Ketua Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI) Mudjo Suwarno (kiri), Deputi III Kemenpora Raden Isnanta (kedua kiri), Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Golf Indonesia (PGI) I Gusti Putu Gede (ketiga kanan), perwakilan Emeralda Golf Club Fajarudin Simanjuntak (kedua kanan), dan CEO Rych Water Grup Rudy Chandra, dalam jumpa pers Turnamen Piala Menpora-Emeralda 2018 bersama atlet-atlet golf nasional, di Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta, Selasa (23/10). (Antaranews.com)

Jakarta- Sebanyak 144 pemain golf amatir dari 11 negara akan saling bersaing dalam Turnamen Piala Menpora-Emeralda 2018, yang akan berlangsung di lapangan Emeralda Golf Club, di Tapos, Depok, pada 25-27 Oktober. “Dengan kompetisi yang semakin intensif dan pembinaan merata, cabang golf di Indonesia akan semakin merata prestasinya dan makin banyak atlet yang akan mengikuti seri internasional,” kata Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Raden Isnanta di Jakarta, Selasa (23/10). Isnanta mengatakan turnamen Piala Menpora-Emeralda yang telah hadir selama tiga tahun berturut-turut itu membangkitkan semangat atlet untuk terus berkompetisi sehingga mampu mewakili Indonesia dalam setiap kejuaraan bergengsi internasional. Sejumlah negara yang akan mengikutsertakan pegolf amatirnya dalam turnamen bertajuk “Road to Asia-Pacific” itu antara lain dari Australia, China, India, Korea Selatan, Malaysia, dan Swedia. Ketua Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI) Mudjo Suwarno, selaku penyelenggara Turnamen Piala Menpora-Emeralda 2018 mengatakan, hanya 36 peserta terpilih yang akan masuk pada babak final dari 144 pemain yang menyatakan akan turun di Depok itu “Kami akan memberikan hadiah berupa pengiriman tiga pemain terbaik putra dan tiga pemain terbaik putri, ke turnamen tingkat ‘A’ di Jepang, Korea Selatan, atau Australia dengan biaya sepenuhnya dari PAGI,” kata Mudjo. Indonesia, lanjut Mudjo, akan mengikutsertakan atlet-atlet golf terbaiknya dari 24 provinsi. “Kami akan memberikan fasilitas bebas biaya pendaftaran, fasilitas antar-jemput dari bandara-hotel-bandara dan selama turnamen, serta bebas biaya akomodasi hotel,” katanya. Sedangkan Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Golf Indonesia (PGI) I Gusti Putu Gede mengatakan, event ini menjadi salah satu turnamen uji coba bagi atlet Pelatnas seperti Naraajie Emerald Ramadhan Putra, Kevin Akbar, Almay Rayhan, Marcella Pranovia, serta Ribka Vania, yang baru mengikuti Olimpiade Remaja di Argentina. “Kami berharap atlet-atlet nasional kami, bisa juara dalam turnamen itu, sehingga mereka dapat dikirim mengikuti turnamen Asia-Pasifik, sehingga menambah jam terbang untuk menyiapkan diri dalam SEA Games 2019,” tukas Putu Gede. Salah satu atlet muda potensial yang diproyeksikan PGI adalah Vania, atlet kelahiran Bandung 25 April 2000. Dara lulusan SMA Katolik Trinitas di Bandung ini, selain tampil di Argentina, juga menjadi andalan timnas Indonesia dalam event Asian Games 2018 lalu. Ia kini menjadi anggota skuat Pelatnas SEA Games 2019. Pemusatan latihan nasional PGI membidik keikutsertaan atlet nasional dalam dua turnamen hingga Desember 2018, sebagai bekal persiapan jelang SEA Games 2019. “Kami akan tampil di Piala Menpora-Emeralda 2018, dan kejuaraan di Pondok Indah pada akhir tahun nanti,” jelasnya Ia memastikan bila atlet-atlet Indonesia memang tak akan mengikuti event internasional hingga akhir 2018, dan hanya fokus mengikuti dua kejuaraan di Jakarta dan Depok itu. Pelatnas PGI terdiri dari 11 atlet yang terdiri dari enam atlet putra dan lima atlet putri, yang akan terus berlatih dan mengikuti SEA Games 2019, tanpa ada promosi ataupun degradasi. “Kami ingin pemain-pemain pelatnas dapat meraih gelar juara Piala Menpora-Emeralda 2018, sehingga mereka dapat mengikuti kejuaraan Asia-Pasifik dan menambah ilmu dalam kompetisi internasional,” pungkasnya. (Adt)

Kondisi Belum Fit, Pemain 17 Tahun Asal PB Djarum Kudus Lolos ke Babak 32 Besar International Challange

Syabda Perkasa Belawa berhasil menaklukan Dean Bencha Wijaya, 21-6, 21-12, pada babak 32 besar 'Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challange 2018', di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (23/10). (PB DJARUM)

Surabaya- Syabda Perkasa Belawa, tunggal putra PB Djarum Kudus, berhasil lolos ke babak kedua (32 besar) dalam event kejuaraan bulutangkis bertajuk ‘Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challange 2018’, pada Selasa (23/10). Pemain kelahiran Jakarta, 25 Agustus 2001 itu, mampu menaklukan kompatriotnya Dean Bencha Wijaya, straight game, 21-6, 21-12, dalam tempo 21 menit, di babak pertama (64 besar), di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudirman, Surabaya, Jawa Timur. Semifinalis Malaysia Junior International Challenge 2018 itu mengaku kondisinya belum fit usai membela tim putra U-19 pada Superliga Junior 2018, pekan lalu. “Kalau musuh tidak menyulitkan saya. Tapi, kondisi belum fit usai pertandingan Superliga kemarin,” ujar Syabda, usai laga dikutip situs resmi PB Djarum, Selasa (23/10). Namun, ia berharap maksimal pada turnamen berhadiah total 25.000 dollar Amerika Serikat (AS) itu. ”Ingin tampil maksimal, dan mengeluarkan kemampuan yang dimiliki,” lanjutnya. Di babak 32 besar, pada Rabu (24/10), pemain berpostur 1,63 meter itu akan berjumpa dengan Jia Wei Tan, asal Malaysia sekaligus unggulan 15. “Lawan memang diunggulkan dari saya. Tapi, dipertandingan besok, ya sebisa mungkin saya akan memberikan perlawanan. Semoga bisa meraih kemenangan,” tukas pemuda yang kini duduk di rangking 468 dunia versi WBF. (Adt)

Jadi Runner-up di SYNC 2018, Saint John’s Catholic School Akui Kualitas Skuat SMA YP Karya

Kiper SMA Yayasan Pendidikan (YP) Karya Kota Tangerang (Hijau), saat menghadang pemain SMA Saint John’s Catholic School, dalam laga final ‘Saint John’s Youth Nation Cup (SYNC) 2018’ cabang futsal. SMA YP Karya menjadi juara, usai menang dengan skor telak 10-2, pada Selasa (23/10). (Riz/NYSN)

Serpong- SMA Yayasan Pendidikan (YP) Karya Kota Tangerang, Banten, menjadi kampiun di ajang ‘Saint John’s Youth Nation Cup (SYNC) 2018’. Tim futsal putra yang dimotori Bagus Setiadi itu, sukses mengalahkan SMA Saint John’s Catholic School, Serpong, dengan skor telak 10-2, di laga final, pada Selasa (23/10). Di partai krusial, pesta gol SMA YP Karya diawali oleh aksi Bagus yang melakukan tendangan terarah dan tepat bersarang disisi kanan gawang SMA Saint John’s Catholic School, membuat skor berubah 1-0. Gol yang diciptakan SMA YP Karya itu berhasil meruntuhkan mental bermain tim besutan Randy Djielyandi ini. Meski begitu, tim tuan rumah berusaha keras mengejar ketertinggalan. Sempat mendapatkan peluang, namun tembakan pemain SMA Saint John’s Catholic School masih jauh dari sasaran. Alih-alih mengejar ketertinggalan, justru gawang SMA Saint John’s Catholic School kembali bobol oleh sepakan Bagus. Bahkan tim sekolah yang berlokasi di Cipondoh, Kota Tangerang itu, kembali memanen gol masing-masing melalui Hasnan Habib, Ikhsan Nurhidayat, Abdul Kholis, dan Bagus. Babak pertama berakhir dengan skor 6-0. Memainan babak kedua, para pemain SMA Saint John’s Catholic School mencoba bangkit. Mereka menebar ancaman ke jantung pertahanan lawan. Hasilnya, Ariel Jetro Christo Manurung berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan. Skor berubah 1-6. Tak butuh waktu lama, SMA YP Karya mampu membalas lewat aksi individu Aris Sunandar. Satu gol kembali tercipta melalui kaki Bagus, yang tampil impresif sepanjang laga berlangsung. SMA Saint John’s Catholic School akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol ‘hiburan’ dari pemain yang akrab disapa Thegar. Meski berada di atas angin, tim tamu tak mengendurkan serangan. Bahkan, mereka berhasil menambah dua gol lewat Dendi Nugraha Prasetyo, dan Hasnan Habib. Skor 10-2 untuk SMA YP Karya ini bertahan hingga wasit meniup pluit tanda pertandingan berakhir, sekaligus memastikan meraih gelar juara di ajang ‘Saint John’s Youth Nation Cup (SYNC) 2018’. Sedangkan posisi tiga diraih SMK Al-Amanah, Setu, Kota Tangerang Selatan, yang menang atas SMKN 1 Kota Tangerang, Banten. Randy, juru racik tim futsal SMA Saint John’s Catholic School, menyebut tim lawan memiliki kualitas permainan yang bagus. “Peluang di pertandingan tadi sebenarnya ada, tapi kami mengakui lawan memiliki kualitas pemain yang bagus, baik secara individu maupun tim,” ujar Randy, usai laga. Namun, ia tetap memberi apresiasi anak asuhnya yang berjuang keras di final ini. “Kami tetap apresiasi para pemain yang sudah berusaha dan berjuang dengan keras untuk bisa meraih kemenangan. Tapi, memang hasilnya belum maksimal. Kedepan, mereka harus lebih fokus,” lanjutnya. Sementara itu, Hikmat, arsitek tim futsal SMA YP Karya, mengaku belum puas terhadap penampilan Bagus Setiadi Cs. Sebab, menurutnya, para pemain belum menemukan lawan yang seimbang, sehingga kualitas permainan mereka bisa lebih teruji. “Belum puas 100 persen melihat penampilan mereka tadi. Karena mungkin lawan pernah mereka kalahkan disaat penyisihan, sehingga karena sudah tahu kemampuan lawan, jadi mereka menganggap remeh,” terang Hikmat. “Inilah yang membuat masing-masing pemain ingin menunjukkan skill pribadi, bukan secara tim. Mungkin lain cerita kalau misalkan lawan memiliki kemampuan di atas tim kami, bisa lebih teruji,” tambahnya. Di pertandingan lainnya, tim futsal putra SMP Annisaa Kota Tangerang Selatan, menyabet gelar juara usai menaklukan tuan rumah SMP Saint John’s Catholic School, dengan skor 7-2. Dan, peringkat ketiga direbut SMP Global Islamic School, Serpong, Tangerang Selatan, usai menyudahi SMP Ehipassiko, Serpong, Tangerang Selatan. Nur Illahi, pelatih tim futsal SMP Annisaa, mengatakan prestasi skuatnya itu sudah sesuai target. “Hasil ini sesuai target bahwa kami harus juara. Padahal, di babak penyisihan kami ketemu dan kalah dengan skor 1-3. Tapi, hari ini anak-anak bermain lebih lepas dan enjoy,” tutur pria yang juga guru pendidikan jasmani (Penjas) itu. Disisi lain, Randy yang juga menukangi tim futsal SMP Saint John’s, menegaskan timnya hanya kalah mental, dan tak beruntung. “Kami juara pool, dan lawan runner-up pada saat penyisihan. Mental kami jelek, beberapa kali kebobolan, akibat bola lambung dari kiper yang dilempar langsung ke pertahanan kami,” imbuhnya. “Dipertandingan tadi para pemain juga kurang siap, dan sering ragu-ragu, sehingga hasilnya kurang memuaskan. Yang pasti kualitas permainan mereka meningkat sejak dari penyisihan hingga ke final,” pungkas Randy. (Adt)

Nivea Men Liga TopSkor U-17 Siap Bergulir, Pemain Bakal Tampil Dengan Jam Terbang Tinggi

Nivea Men Liga TopSkor U-17 segera bergulir mulai 28 Oktober 2018 hingga pertengahan April 2019. Laga perdana musim 2018/2019 ini, akan dibuka pada Minggu (28/10), di Stadion Bea Cukai Rawamangun, Jakarta. (Pras/NYSN)

Jakarta- Nivea Men Liga TopSkor U-17 segera bergulir. Laga perdana musim 2018/2019 ini, akan dibuka pada Minggu (28/10), di Stadion Bea Cukai Rawamangun, Jakarta. Jumpa pers penyelenggaraan kompetisi yang sebelumnya menggelar kompetisi untuk U-16 ini, dilakukan di Wisma Kemenpora RI Jakarta, pada Selasa (23/10). Hadir dalam acara tersebut adalah Deputi III Kemenpora Raden Isnanta, Direktur Liga TopSkor M. Yusuf Kurniawan, pelatih Timnas U-16 Indonesia Fakhri Husaini, serta dua pemainnya yakni Rendy Juliansyah dan Andre Oktaviansyah. Raden Isnanta atas nama Menpora RI Imam Nahrawi mengucapkan selamat atas diselenggarakannya Nivea Men Liga TopSkor U-17 musim ini. Diharapkan dari kompetisi ini makin banyak pemain yang terpantau ke timnas usia muda Indonesia. Sedangkan Yusuf mengungkapkan usaha menggelar kompetisi ini tidaklah mudah. Namun, dengan segala usaha dan didukung Nivea Men, gelaran kompetisi usia muda ini kembali bisa diselenggarakan dan berlangsung hingga pertengahan April 2019. Rencananya ada 20 tim yang bertanding di Nivea Men Liga TopSkor U-17. Jumlah tim itu dibagi ke dala dua grup. Nantinya dari penyisihan dua grup, akan dipecah menjadi 5 grup berdasarkan peringkat. Dengan begitu akan terdapat banyak pertandingan yang dijalani pemain. Dan, memang itulah yang diharapkan karena pemain butuh jam terbang tinggi dalam berkompetisi. Fakhri sebagai pelatih yang nantinya akan menangani Timnas U-17, berharap dari kompetisi ini bisa memunculkan pemain yang pantas untuk direkrut. Tapi dipastikan para pemain yang berkompetisi, harus menunjukkan kemampuan optimal. Pasalnya para pesaing dari banyak daerah juga punya peluang yang sama untuk masuk ke timnas. Sementara Rendy dan Andre yang sejak lama berkiprah di Liga TopSkor sejak U-13, menyambut positif kompetisi seperti ini. Dengan ada kompetisi yang berjenjang, membuat para pemain tidak khawatir kehilangan tempat untuk mengasah kemampuan. “Kompetisi ini benar-benar memicu kami untuk memberikan yang terbaik. Semangat yang sama membakar kami sehingga dapat mengharumkan nama Indonesia di Piala AFF U-16 dan AFC U-16 kemarin, bersama pelatih dan teman-teman timnas,” ungkap Rendy. (Adt)

Lawan UEA Tepis Skenario Hitung-hitungan Lolos, Timnas U-19 Wajib Tiru Spirit Era Evan Dimas dkk

Timnas U-19 melakoni laga hidup-mati dalam matchday terakhir babak penyisihan grup A kompetisi sepak bola Benua Asia, Piala Asia U-19 2018, kontra sang pemuncak klasemen, Uni Emirat Arab (UEA) U-19, pada Rabu (24/10). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 akan melakoni laga hidup-mati dalam matchday terakhir babak penyisihan grup A kompetisi sepak bola Benua Asia, Piala Asia U-19 2018, kontra sang pemuncak klasemen, Uni Emirat Arab (UEA) U-19. Pertandingan yang bakal berlangsung pada Rabu (24/10), di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta itu, menjadi pertandingan penentu bagi Egu Maulana Vikri dan kolega untuk dapat melangkah ke babak selanjutnya. Andai Timnas U-19 meraih hasil seri sekalipun, mereka masih harus berharap pada pertandingan lainnya. Terlebih bila mendapatkan kekalahan, dapat dipastikan mimpi untuk Indonesia tampil di Piala Dunia U-20, kembali pupus tahun ini. Kemenangan atas UEA akan meloloskan Indonesia, berapapun skornya. Namun bagaimana jika Indonesia kalah? Akankah Merah Putih Muda bakal otomatis tersingkir? Jawabannya tidak. Andai kalah berapapun skornya, Indonesia masih bisa lolos, dengan syarat Taiwan menang atas Qatar. Jika syarat tersebut terpenuhi, UEA bisa dipastikan menjadi juara grup dengan 9 poin. Lalu Taiwan, Qatar, dan Indonesia sama-sama mengantongi 3 poin dan memperebutkan posisi runner up. Menurut regulasi, tim dengan poin yang sama akan dilihat dari head to head. Bila Indonesia dan Qatar sama-sama menang, maka akan dilakukan proses hitung-hitungan selisih gol antara kedua tim dan UEA, yang akan sama-sama memiliki nilai 6. Untuk itu hasil atas Taiwan akan diabaikan. Posisi sebelum laga ketiga itu, selisih gol masing-masing tim adalah sebagai berikut: UEA 2-1 (+1), Qatar 7-7 (0), dan Indonesia 5-6 (-1). Dengan demikian kemenangan 2-0 atas UEA, cukup membuat Timnas U-19 lolos. Dari jejak UEA U-19 kontra tim-tim asal Asia Tenggara di gelaran Piala Asia U-19, sejatinya tim asal Timur Tengah ini tak mempunyai rekor pertandingan yang impresif, bahkan mereka sempat dipermalukan salah satu wakil Asia Tenggara. Edisi tahun ini menjadi keikutsertaan ke-14 sepanjang sejarah. UEA baru sekali menjadi juara di Piala AFC yakni pada edisi 2008. Pada edisi sebelumnya, kiprah UEA hanya sampai babak penyisihan grup. Timnas UEA U-19 pertama kali tampil di Piala Asia U-19, pada 1982. Tercatat, mereka sudah 17 kali tampil di Piala Asia U-19. Dalam 17 kesempatan tersebut, Timnas UEA U-19 sudah tujuh kali berhadapan dengan tim asal Asia Tenggara. Hasilnya beragam, meski secara statistik UEA U-19 masih unggul dari keseluruhan pertemuan. Pertemuan pertama terjadi di Piala Asia U-19 1985, saat melayanai Thailand U-19. Pada laga itu, sekaligus menjadi kemenangan perdana UEA kontra tim Asia Tenggara, usai unggul telak dengan skor 7-1. Hasil pun berlanjut hingga gelaran Piala Asia 1996 dan 2002, saat Al Sukoor (The Falcons) kembali menang atas Thailand dan tim asal Asia Tenggara lainnya, Vietnam. Justru torehan minor sempat mereka terima, kala takluk dari Thailand 2-1 di Piala Asia U-19 2006, dan menyerah dari Myanmar 1-0 di perempatfinal Piala Asia U-19 2014. Artinya anak asuh Indra Sjafri, memang harus mewaspadai tim yang kini yang diasuh Mahdi Redha itu. Namun, Timnas U-19 setidaknya memiliki kenangan manis tentang UEA, yaitu kemenangan 2-1, di uji coba pada 2014. Empat tahun lalu, Garuda Nusantara yang masih diperkuat generasi Evan Dimas, mampu memaksa skuat berjuluk Alap-alap (The Falcons) ini, kehilangan dua pemain akibat kartu merah. (art) Rekor UEA U-19 vs Asia Tenggara UEA U-19 (7) vs (1)Thailand U-19 (Piala Asia U-19 1985) Thailand U-19 (2) vs (3) UEA U-19 (Piala Asia U-19 1996) UEA U-19 (2) vs (0) Vietnam U-19 (Piala Asia U-19 2002) Thailand U-19 (2) vs (1) UEA U-19 (Piala Asia U-19 2006) UEA U-19 (4) vs (0) Vietnam U-19 (Piala Asia U-19 2010) UEA U-19 (0) vs (1) Myanmar U-19 (Piala Asia U-19 2014) Vietnam U-19 (1) vs (1) UEA U-19 (Piala Asia U-19 2016)

Kalahkan Banten 4-3 Lewat Adu Penalti, Jawa Timur Rebut Juara Gala Siswa Indonesia 2018 Dan Kunjungi Juventus

Kompetisi Gala Siswa Indonesia (GSI) SMP Tingkat Nasional yang berlangsung sejak 8 Oktobe melahirkan juara pertama yakni Provinsi Jawa Timur, usai mengalahkan Provinsi Banten melalui adu pinalti dengan skor 4-3. Tim Jawa Timur berfoto bersama Mendikbud Muhadjir Effendy. (menara62.com)

Jakarta- Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi juara di Gala Siswa Indonesia (GSI) 2018 setelah mengalahkan Provinsi Banten di partai final, Sabtu (21/10). Jatim menang lewat drama adu penalti 0-0 (4-3) di Stadion Madya, Gelora Bung Karno. Keberhasilan tim asuhan Nurul Huda ini membuat arek-arek Jawa Timur berhak meraih beasiswa dan latihan di Juventus. Di klub juara bertahan Seri A itu, pemain akan melakukan uji coba dengan beberapa tim junior serta tim akademi skuad berjuluk La Vecchia Signora tersebut. “Kami bangga dengan apa yang diperlihatkan pemain. Mereka bermain baik sepanjang pertandingan,” kata Nurul usai pertandingan. Laga berlangsung menarik karena kedua tim sama-sama bermain terbuka. Tapi, setelah waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir belum ada pemenang, laga dilanjutkan melalui adu penalti. Jatim sempat unggul 3-1 setelah tiga dari empat penenandang berhasil menjalankan tugas, tapi Banten berhasil menyamakan menjadi 3-3. “Kami puas dengan permainan meski hasilnya kurang memuaskan,” kata Pelatih Banten Suwandi. Keluarnya Jatim sebagai juara, lalu Banten menempati runner up dan Jawa Tengah di peringkat ketiga, menjadi akhir GSI 2018 yang digelar mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi sampai nasional. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi memberi ucapan selamat dan memberikan apresiasi pada para pemain. Mendikbud mengatakan, pertandingan final berlangsung menarik dan merasa senang melihat kualitas dari para pemain. Termasuk bagaimana para finalis bermain. “Tahun depan GSI akan digelar lagi,” tutur Mendikbud. Selain Mendikbud, hadir juga Sekjend Kemendikbud Didik Suhardi, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad, Dirjen Guru dan Tenaga Pendidikan Supriano, Plt. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Sutanto, Ketua Umum KON Tono Suratman, Sekjend PSSI Ratu Tisha, serta pelatih U-19 yang menjadi duta GSI Indra Sjafri. “Ini merupakan bagian terintegrasi. Pertandingan sepak bola ini dalam program pendidikan karakter melalui sepak bola,” ujar Dirjen Hamid. Indra melihat cukup banyak bakat dari siswa SMP yang bertanding sepanjang musim kompetisi GSI. Dia berharap kompetisi GSI dapat berlanjut setiap tahunnya. “Ini kan pas untuk timnas U-16. Kami dapatkan rekomendasi dari tim talent scouting nama-nama pemain mendukung tim U-16,” tuturnya. Sebagai kompetisi perdana bidang sepak bola bagi siswa SMP, GSI 2018 telah menyelenggarakan 3.554 pertandingan, dengan melibatkan sekitar 205 ribu orang siswa. Dio Rizky Saputra (Jawa Timur), yang berhasil meraih penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus Atlet berprestasi pada GSI 2018, mengungkapkan rasa harunya karena berhasil meraih penghargaan tersebut. Untuk prestasinya tersebut, Dio mendapatkan hadiah sepatu emas dan uang tunai sebesar Rp 15 juta. “Saya berhasil mencetak enam gol, tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak,” ucap siswa SMP Negeri 2 Sidoarjo, Jawa Timur. Hal yang sama disampaikan Aprilius Amanah Bentriska, peraih penghargaan penjaga gawang terbaik. Ia tampak terkejut saat diumumkan sebagai penjaga gawang terbaik. Trofi dan uang sebesar Rp 5 juta resmi dikantunginya. “Saya kaget sata diumumkan jadi kiper terbaik. Saya sangat bersyukur sekali,” tutur siswa SMP Negeri 5 Sidoarjo. Beasiswa bakat dan prestasi Para peserta GSI SMP Tingkat Nasional mendapatkan Beasiswa Bakat dan Prestasi masing-masing sebesar Rp3 juta dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sedangkan untuk kategori penjaga gawang terbaik, pemain belakang terbaik, gelandang terbaik, pemain penyerang terbaik, dan pelatih terbaik, masing-masing mendapat hadiah uang sebesar Rp 5 juta. Selanjutnya, provinsi peraih juara pertama mendapatkan hadiah sebesar Rp 150 juta, juara kedua sebesar Rp 100 juta, juara ketiga sebesar Rp 50 juta, dan juara keempat sebesar Rp 25 juta. Juara pertama GSI akan diberangkatkan ke kandang klub sepak bola Juventus, Italia, untuk berlatih sepak bola. (art)