Muda dan Berprestasi, Ini Profil Voryn Thalya Kiriwenno

Muda dan Berprestasi, Ini Profil Voryn Thalya Kiriwenno

Voryn Thalya Kiriwenno dikenal sebagai atlet anggar putri muda prestasi di tanah air. Voryn Thalya Kiriwenno merupakan atlet anggar yang kerap bertanding di nomor Floret Individual Putri. Seperti apa profil Voryn Thalya Kiriwenno di cabang olahraga tersebut? Berikut ulasannya! Voryn Thalya Kiriwenno dikenal sebagai atlet anggar muda perempuan kelahiran Ambon, 16 Juni 1997. Dilansir dari laman Kompasiana, Voryn Thalya Kiriwenno telah lebih dari 10 tahun menggeluti cabang olahraga anggar. Bahkan, ia disebut-sebut sudah memegang pedang semenjak masih berusia empat tahun. Atlet perempuan keren ini bergabung dengan tim anggar DKI Jakarta pada 2008, tepatnya saat umur Voryn baru 11 tahun. Voryn turut memperkuat di tim anggar DKI selama kurang lebih 10 tahun sampai tahun 2018. Pada 2019, ia tak lagi bersama DKI dan diketahui sudah bergabung dengan tim anggar Papua. Ia bahkan sudah pernah memenangkan medali untuk Papua saat bertanding di ajang PON XX Papua yang berlangsung 2021 kemarin. Voryn tercatat tak hanya mencetak prestasi di ajang-ajang olahraga nasional, tetapi juga internasional. Berbagai prestasi pernah diperolehnya, mulai dari kejuaraan di Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga Asian Games. Tahun 2012, Voryn berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk tim DKI Jakarta di pertandingan berskala nasional pertamanya. Kala itu, ia bertanding mewakili ibukota di ajang PON XVIII yang berlangsung di Pekanbaru, Riau. Di tahun 2014, Voryn pernah pula menjuarai kejuaraan di Kalimantan Timur dan mengantongi dua medali emas. Pada 2016, putri dari Valencia Kiriwenno yang juga seorang atlet anggar itu memenangkan medali perak di PON XIX Jawa Barat. Selanjutnya pada 2018, Voryn kembali mencuri perhatian lantaran terlibat di ajang Asian Games dan menjadi atlet anggar peringkat 1 nasional. Tak cukup sampai di situ, sosoknya pernah pula meraih predikat peringkat 1 junior nasional di Kejuaraan Asia yang berlangsung di Dubai. Kemudian yang terbaru pada PON XX Papua 2021, atlet perempuan Indonesia berbakat ini menyumbangkan medali perunggu. Prestasi yang cukup membanggakan di usianya yang masih relatif muda.

Pebulutangkis Muda Bondowoso Raih Dua Medali dalam Kejuaraan Suryanaga

Pebulutangkis Muda Bondowoso Raih Dua Medali dalam Kejuaraan Suryanaga

Prestasi gemilang diukir Beryl Auliya Sungkono, pebulutangkis muda Bondowoso di ajang Suryanaga Cup Surabaya yang berlangsung akhir pekan, Minggu (20/2/2022). Dalam kejuaraan tingkat nasional tersebut, atlet masa depan Bondowoso itu meraih medali perak di nomor tunggal pemula putri dan perunggu di nomor ganda pemula putri. Prestasi atlet muda dari PB Junior ini sangat membanggakan insan bulutangkis Bondowoso. Sebab dalam kejuaraan tersebut, Beryl bersaing dengan atlet dari klub-klub besar di Indonesia. “Meski berangkat dari kota kecil namun Beryl bisa membuktikan bahwa dia mampu dan bisa,” kata Rudi Cahyono, ketua bidang prestasi PBSI Bondowoso. Sementara itu ketua PBSI Bondowoso Kukuh Rahardjo mengaku akan terus mencari dan mengasah bibit-bibit atlet muda di Bondowoso. Menurut Kukuh, salah satu kunci prestasi cabor adalah pembinaan di kelompok usia dini. “Makanya dalam kejurkab kali ini, kami menggratiskan usia dini atau pemula untuk mengikuti kejuaraan,” jelas dia. Kejurkab yang berlangsung di GOR itu diikuti puluhan peserta dari berbagai kelompok umur. “Mulai pra dini, usia dini, remaja, dewasa hingga veteran,” imbuh dia.

Perenang Muda Balikpapan Sabet Tujuh Medali di Kejurnas di Yogyakarta

Perenang Muda Balikpapan Sabet Tujuh Medali di Kejurnas di Yogyakarta

Siswa SMPN 5 Balikpapan, Farand G Simon, berhasil menyabet tujuh medali di ajang Kejuaraan Renang antar Sekolah dan Perguruan Tinggi se-Indonesia, di Yogyakarta pada 12-13 Februari lalu. Farand berhasil meraih lima emas dari 400 meter, 200 meter dan 100 meter gaya bebas, 50 meter dan 100 meter gaya kupu-kupu serta dua perak dari 200 meter gaya kupu-kupu dan 50 meter gaya bebas. “Tentu saja bahagia dan bangga bisa berprestasi bagi SMPN 5 Balikpapan pada kejuaraan tingkat nasional tersebut,” ujar siswa kelas IX ini. Torehan ciamik Farand tidaklah mudah. Dia kerap dipandang sebelah mata oleh peserta lain. Selain itu, persaingan pada ajang bergengsi tersebut berat, terutama perenang asal Jawa dan Bali. “Persaingan ketat dari SMP Cita Hari Christian School, Surabaya dan SMP Negeri 1 Singraja, Buleleng,” ungkapnya. Putra pasangan anggota DPRD Balikpapan, Simon Sulean dan Yohana Mangape ini akan terus berlatih untuk mempersiapkan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) kendati belum dirilis. “Yang penting saya tetap latihan rutin saja,” katanya. Di tengah minimnya fasilitas kolam renang di Kota Beriman, remaja 15 tahun ini tetap mampu menorehkan yang terbaik. Di mana saat ini Balikpapan belum memiliki kolam renang standar sebagai sarana penunjang latihan dan kompetisi. “Makanya kami (atlet, Red) sangat berharap pemerintah bisa merealisasikan pembangunan kolam renang yang sesuai standar untuk latihan dan kejuaraan,” paparnya. Untuk diketahui Farand juga didapuk sebagai Farand sebagai perenang terbaik KU II pada kejuaraan renang antar sekolah dn perguruan Tinggi se-Indonesia. Ketua Pengkot Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Balikpapan, Ali Bausat, menyebut, ada 12 perenang Balikpapan yang ambil bagian pada kejuaraan di Yogyakarta tersebut. “Selain Farand, perenang putri, Kaysha Radji Marzeanty juga turut mempersembahkan medali. Ini tentu prestasi yang membanggakan bagi Balikpapan dan khususnya sekolah mereka,” kata Ali Bausat.

Prioritaskan Pembinaan Usia Dini, Menpora Tegaskan Naturalisasi Untuk Jangka Pendek

Prioritaskan Pembinaan Usia Dini, Menpora Tegaskan Naturalisasi Untuk Jangka Pendek

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menyampaikan, program naturalisasi pemain sepakbola untuk memperkuat tim nasional Indonesia merupakan program jangka pendek. Pembinaan atlet asli dan pembinaan atlet dari usia dini tetap menjadi prioritas jangka panjang program pemerintah bersama federasi. “Program naturalisasi ini untuk jangka pendek saja, jangka panjang kita tetap dalam rangka pembinaan asli pemain kita dan untuk pembinaan usia dini,” kata Menpora Amali saat jumpa pers di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Jl. Dukuh Kupang, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (19/2) petang. PSSI dan pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong saat ini sedang meminta bantuan kepada pemerintah Menpora Amali, agar mendapatkan bantuan melakukan program naturalisasi terhadap dua pemain bola asing yakni Jordi Amat dan Sandy Walsh. “Terkait naturalisasi, setelah kami mendengarkan alasan yang kuat baik dari PSSI maupun dari pelatih timnas STY, maka proses naturalisasi itu sekarang kami bantu untuk ke instansi yang terkait,” ujar Menpora Amali. Dalam langkah menuju naturalisasi, Menpora Amali mengaku sangat berhati-hati, ia tak ingin program ini kedepannya menimbulkan kesia-siaan belaka. “Kami sangat ketat terkait naturalisasi, kami tidak mau naturalisasi seperti yang dulu-dulu, kita naturalisasi padahal itu dia tidak berguna dari berbagai faktor untuk timnas kita,” urai Menpora Amali menjelaskan. Menpora Amali meminta program naturalisasi ini kedepan harus ada urgensinya serta harus ada yang bertanggungjawab, bukan lagi klub-klub sepakbola melainkan federasinya langsung. “Dulu klub saja meminta naturalisasi langsung bisa jalan, sekarang tidak, harus dari federasi/PSSI jadi ada yang bertanggungjawab dan kami tanyakan betul apa urgensi dari naturalisasi itu,” tambahnya. “Setelah dijelaskan ternyata durasi mainnya cukup panjang, karena yang akan dinaturalisasi ini bukan pemain yang sedang bermain disini melainkan mereka yang sedang bermain di kompetisi sepakbola Eropa, sehingga secara kualitas mereka bagus untuk timnas kita,” tutup Menpora Amali.

Zohri Siap Tampil Kejuaraan Dunia Atletik di Serbia

Zohri Bakal Ikuti Kejuaraan Dunia Atletik di Serbia

Atlet nasional asal Kabupaten Lombok Utara (Lotara), Lalu Muhammad Zohri, akan tampil di Kejuaraan Dunia Atletik Indoor 2022 atau World Athletics Indoor Championships 2022. Kejuaraan ini akan dihelat di Stark Arena Belgrade, Serbia 18-20 Maret. Pelari 21 tahun ini dijadwalkan akan turun pada nomor 60 meter putra. Zohri akan bersaing dengan atlet-atlet kelas dunia dalam olahraga ini. Sprinter muda ini terakhir kali tampil pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua 2-15 Oktober 2021 lalu. Dikutip dari Antara, Zohri mengaku, kondisinya sedang sehat dan bugar. “Tidak ada kendala apapun. Pada 2022 saya siap untuk bertanding,” katanya, Jumat (18/2). Zohri di awal tahun ini sebanarnya diagendakan tampil di ajang atletik internasional di Kazakhstan, namun itu ditunda karena tingginya Covid-19. “Februari saya sebenarnya tampil di Kazakhstan. Karena ada kendala jadinya batal, saya akan fokus untuk menghadapi kejuaraan dunia atletik di Serbia,” sambungnya. Zohri mengaku, sejauh ini persiapan telah dilakukan dengan baik. Dia bersama atlet lainnya menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Stadion Madya Gelora Bung Karno. “Latihan normal setiap hari, kecuali hari minggu,” ucapnya. Atlet kelahiran 1 Juli 2000 ini pun berharap doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia untuk dapat tampil maksimal di Serbia. “Semoga saya terus dapat memberikan prestasi membanggakan bagi Indonesia,” harapnya.

Profil Stephanie Widjaja, Sang Pemuncak Ranking BWF Junior Putri

Profil Stephanie Widjaja, Sang Pemuncak Ranking BWF Junior Putri

Tim Putri Indonesia menang 3-2 atas Korea Selatan setelah bermain sengit dalam lima partai pada ajang Kejuaraan Beregu Asia 2022. Stephanie Widjaja, pebulu tangkis tunggal putri, menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Korea Selatan, Kamis (17/2/2022). Stephanie Widjaja mengalahkan Kim Joo Eun dalam pertandingan straight game dengan skor 21-11, 21-13. Pada pertandingan sebelumnya kontra Hong Kong, dia juga menutup pesta Indonesia dengan kemenangan pada partai terakhir. Dia mengalahkan Mehta Saloni Samirbhai lewat straight game, 21-18 dan 21-13, serta membuat Indonesia menang 4-1 atas Hong Kong. Sementara pada laga melawan Kazakhstan, Stephanie Widjaja sengaja disimpan. Sebelum masuk ke kategori senior, Stephanie Widjaja meninggalkan jejak manis di kelas junior. Tunggal putri kelahiran 19 Februari 2003 tersebut pernah merasakan ranking 1 BWF junior putri pada tahun lalu. Tepatnya ketika update ranking BWF Junior pada 1 Januari 2021. Fani, sapaan akrabnya, berada di urutan pertama dengan total poin 13.670. Dia unggul jauh dengan atlet asal India, Samiya Imad Farooqui (11.360) dan Thailand (Pornpicha Choeikeewong (11.125). Sementara pada kelas senior atau BWF World Ranking (2/15/2022), dia menempati urutan ke-298. Awal karier Stephanie Widjaja di dunia bulu tangkis dimulai sejak dia duduk di bangku SMP dan dipoles oleh klub Jaya Raya Jakarta. Situs Badminton Asia memasukkan Stephanie Widjaja sebagai salah satu bibit baru tunggal putri di Benua Asia. Pada tahun 2019, namanya mulai tampak di dunia bulu tangkis tingkat Asia. Kala itu, dia tembus perempat final Kejuaraan Dunia Junior ketika usianya masih 16 tahun. Kemudian pada tahun berikutnya, Fani mampu tembus final German Open Junior kendati kalah dan meraih runner-up. Dia digadang-gadang menjadi The Next Susy Susanti dan bahkan bisa melampaui sosok pemain yang dia idolai sekaligus ranking 1 dunia, Tai Tzu Ying (Chinese Taipei). Di Tim Indonesia yang saat ini sedang berlaga di BATC 2022, Stephanie Widjaja merupakan salah satu andalan bersama tunggal putri yang juga masih muda yaitu Putri KW dan Gregoria Mariska. Bio Data Nama: Stephanie Widjaja Nama sapaan: Fani Tempat lahir: Jakarta Tanggal lahir: 19 Februari 2003 Tinggi badan: 164 cm Klub: Jaya Raya Jakarta Sektor: Tunggal putri Ranking Senior: 298 (per tanggal 15 Februari 2022)

Penuh Drama, Tim Putra Indonesia Atasi Perlawanan Korsel

Luar biasa. Laga menegangkan dan penuh drama akhirnya mampu dimenangkan oleh tim putra bulutangkis Indonesia saat berjumpa Korea Selatan. Sempat tertinggal, Chico cs. menang tipis 3-2 atas Korea Selatan. Chico Aura Dwi Wardoyo yang tampil sebagai ujung tombak tim Indonesia, sukses menunaikan tugas. Dia membawa Skuad Garuda Muda memimpin 1-0 atas Korea Selatan pada pertandingan kedua babak penyisihan Grup A Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu (BATC) 2022. Pada laga yang berlangsung Kamis (17/2) pagi di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, Chico bermain lebih tenang dan percaya diri saat menghadapi Jeon Hyeok Jin. Lewat pertarungan selama 66 menit, Chico menang 21-18, 15-21, 21-19. “Senang bisa melaksakan tugas dengan baik dan bisa sumbang poin kemenangan untuk Indonesia. Semoga dengan kemenangan saya ini makin memotivasi teman-teman yang lain untuk juga bermain maksimal dan menang,” ujar Chico. Di gim ketiga saat memimpin 18-12, Chico seperti kehilangan fokus. Permainan monoton dan kurang bervariasi. Pukulan-pukulannya bisa diantisipasi lawan, sehingga sempat tersusul hingga 18-16. Syukurlah setelah itu kapten tim Merah-Putih ini bisa kembali fokus ke permainan terbaiknya. “Tadi saya agak kurang in dan sempat kehilangan konsentrasi. Setelah itu saya lebih berkonsentrasi dan bisa in kembali. Saya mencoba fokus untuk mengambil satu poin agar lebih tenang di poin-poin kritis. Syukurlah akhirnya menang,” ujar Chico. Sayang pada partai kedua, penampilan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan gagal menyumbangkan angka. Hanya dalam durasi 31 menit, mereka menyerah kalah kepada Jin Yong/Na Sung Seung, 10-21, 19-21. Indonesia tertinggal 1-2 setelah pemain tunggal kedua, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dikalahkan Kim Joo Wan. Meski sudah berjuang keras dan pantang menyerah, Ikhsan takluk 18-21, 14-21. Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kembali tampil apik dengan membawa Indonesia menyamakan kedudukan 2-2. Pasangan berjulukan The Babbies ini menang atas Noh Jin Seong/Yoon Dae Il dengan skor 21-13, 21-13 dalam 32 menit. “Kami main normal saja. Bisa mengeluarkan permainan terbaik dan tidak memikirkan soal Indonesia tertinggal 1-2,” ujar Daniel. “Ya, tadi permainan kami lebih oke. Adaptasi dengan lapangan juga jauh lebih baik,” timpal Leo. Adalah Christian Adinata yang tampil di partai pamungkas saat skor 2-2, sempat dicekam ketegangan. Namun, setelah bisa menguasai keadaan dan beradaptasi dengan lapangan, dia akhirnya mampu mengatasi Jeong Min Sun, 21-19, 11-21, 21-17. “Puji tuhan bisa menyelesaikan pertandingan dan tak ada cedera. Senang bisa main maksimal dan menyumbangkan poin, meski tegang tapi akhirnya bisa mengatasi,” tutur Christian usai pertandingan kepada Tim Humas PBSI. “Tadi start di gim pertama kurang bagus dan banyak kesalahan sampai ketinggalan 3-11. Tetapi makin lama feeling saya bisa kembali. Saya pelan-pelan bisa mengejar dan akhirnya menang,” ujar Christian. Pada pertandingan selanjutnya, tim putra bulutangkis Indonesia akan jumpa India pada hari Jumat, 18 Februari, pukul 10.00 waktu setempat.

Libas Korea Selatan, Tim Putri Indonesia Juara Grup

Libas Korea Selatan, Tim Putri Indonesia Juara Grup

Tim putri bulutangkis Indonesia yang awalnya dianggap sebelah mata, justru menjadi juara grup. Pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup Z Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu (BATC) 2022, Gregoria Mariska Tunjung dkk., berhasil menekuk Korea Selatan. Dalam pertandingan di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, Kamis (17/2) petang, putri Skuad Garuda Muda sukses menjungkalkan tim Negeri Ginseng dengan 3-2. Sebelumnya Indonesia menang 4-1 atas Hong Kong dan mengungguli 5-0 Kazakhstan. Gregoria berhasil membawa Indonesia memimpin 1-0 setelah mengalahkan Sim Yu Jin. Lewat penampilan apik, terutama di gim pembuka, kapten tim putri Indonesia itu menang 21-6, 21-18. “Puji Tuhan saya bisa main baik dan menyumbangkan poin. Tadi di gim pertama, permainan saya memang sudah seperti direncanakan, sementara lawan banyak melakukan kesalahan sendiri,” kata Gregoria. Penampilan Gregoria di gim pembuka memang mengilap. Lawan tidak bisa berbuat banyak. Variasi serangan dan tidak banyak melakulan kesalahan, mengantarkannya menang mudah dengan skor 21-6. Sayang di gim kedua, Gregoria seperti kehilangan fokus. Dia mengikuti pola permainan lambat lawan. Adaptasi dengan lapangan juga terganggu. Setelah unggul 12-6, malah bisa terkejar. “Pada gim kedua, saya terbawa dan mengikuti pola permainan lambat lawan. Selain itu, saat unggul 12-6, saya juga kerap melakukan kesalahan sendiri dan kurang tenang. Padahal saya sudah leading banyak dan permainan saya pun jadi tegang dan terkejar,” sebut juara Kejuaraan Dunia Junior 2017 itu. “Untung, berkat kembali fokus, gim kedua pun dimenangi Gregoria dengan 21-18. “Setelah itu, saya bisa kembali fokus ke pola permainan sendiri. Tekanannya ditambah dan lebih cepat, hingga saya bisa memenangi gim kedua,” tambah Gregoria. Pada ganda putri pertama, pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi juga sudah berjuang dan menampilkan seluruh kemampuan terbaik. Namun, perjuangannya tidak menghasilkan kemenangan setelah kalah dengan skor 20-22, 19-21. Posisi Indonesia jadi tertinggal 1-2 setelah Putri Kusuma Wardani yang turun di partai ketiga, dikalahkan Lee Se Yeon, 16-21, 19-21. Pasangan dadakan Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari berhasil menyamakan krdudukan 2-2 setelah menang 21-16, 22-20 atas Kim Min Ji/Lee Seo Jin. “Alhamdulliah saya merasa senang karena bisa menang setelah Indonesia tertinggal dan bisa menyamakan kedudukan jadi 2-2,” ujar Lanny. Nita dan Lanny adalah pasangan dadakan setelah Jesita Putri Miantoro mengalami cedera paha kiri. Meski pasangan baru, cemistry Nita dan Lanny sudah oke karena sering latihan bareng di Pelatnas Cipayung. Kepastian Indonesia sebagai juara grup ditentukan Stephanie Widjaja yang tampil di partai kelima setelah mengatasi Kim Joo Eun, 21-11, 21-13. “Saya tegang juga sih, tetapi berusaha tenang biar mainnya lebih bagus. Kunci kemenangannya, saya yakin kalau saya lebih bagus. Saya senang karena bisa menang dan menjadi penentu,” kata Stephanie.

Sah! Pratama Arhan Gabung Tokyo Verdy

Sah! Pratama Arhan Gabung Tokyo Verdy

Pratama Arhan dipastikan telah berpindah klub dari PSIS Semarang ke Tokyo Verdy. Arhan menjadi pemain keempat dari Indonesia yang akan mencicipi kompetisi Jepang, setelah sebelumnya ada Ricky Yacobi, Irfan Bachdim, hingga Stefano Lilipaly. Tokyo Verdy mengumumkan perekrutan Arhan pada Rabu, 16 Februari, dengan status permanen. Verdy tidak menjelaskan detail kontrak Arhan, baik nilai atau pun durasi, namun diyakini bahwa pemain asal Blora itu meneken kontrak selama satu musim. Lantas, berapa nilai transfer Arhan dari PSIS ke Tokyo Verdy? A.S. Sukawijaya selaku CEO dari PSIS membeberkan bahwa tidak ada nilai transfer yang didapat oleh PSIS atas perekrutan Arhan. PSIS mendukung penuh Arhan memulai karier di luar negeri. “Bocah kami sendiri, jebolan akademi PSIS Semarang, Pratama Arhan hari ini resmi kami umumkan akan kami lepas ke klub Liga 2 Jepang, Tokyo Verdy,” tulis Yoyok, via akun Instagram pribadinya. “PSIS tidak akan mempersulit karier pemain binaan kami yang akan berkarier ke luar negeri, apalagi ke Jepang. Arhan kami lepas tanpa biaya transfer satu rupiah pun. Arhan anak baik sepakat berkomitmen dengan PSIS bahwa sejauh mana Arhan pergi, Arhan tetap memiliki rumah di Indonesia yakni PSIS Semarang.” lanjutnya. Yoyok juga menuturkan, bahwa PSIS memberikan Arhan misi tersendiri selama ke Jepang, yang diharapkan membuat Laskar Mahesa Jenar lebih terkenal secara internasional. “Selain itu, Arhan selama di luar negeri akan menjadi brand ambassador PSIS untuk mempromosikan PSIS di level internasional,” ujar dia. Sementara itu, Arhan melalui akun Instagram miliknya turut mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan penuh dari PSIS dan Yoyok kepada kariernya. https://www.instagram.com/p/CaBcEOcvE7e/ “Semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa bantuan keluarga PSIS, Yoyok Sukawi, dan para pendukung yang selalu mendukung saya tanpa henti. Saya selamanya berhutang budi dan PSIS akan selalu menjadi rumah saya. Tapi sekarang saatnya bagi saya untuk #LevelUpMyGame dan membuka babak baru dalam karier saya,” katanya.

Skor Kembar, Tim Putra Juga Kalahkan Hong Kong 4-1

Skor Kembar, Tim Putra Juga Kalahkan Hong Kong 4-1

Tim putra bulu tangkis Indonesia sukses mengikuti rekan putri dengan memenangi laga perdana penyisihan Grup A Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu (BATC) 2022. Seperti tim putri, Chico Aura Dwi Wardoyo dkk., juga mengalahkan Hong Kong dengan skor 4-1. Pemain tunggal pertama, Chico Aura Dwi Wardoyo sukses melakoni peran sebagai ujung tombak Indonesia. Lewat penampilan penuh percaya diri dan terus mengontrol permainan, Chico dalam pertemuan pertamanya, sukses menggusur Lee Cheuk Yiu dengan 21-14, 18-21, 21-18. Indonesia pun bisa memimpin 1-0 atas Hong Kong. “Saya senang bisa mempersembahkan angka pertama bagi Indonesia. Kemenangan ini begitu penting biar teman-teman juga makin tambah semangat,” sebut Chico. Menurut Chico, kemenangan itu berkat strategi untuk terus memegang kendali permainan. “Dari awal saya mencoba memegang tempo permainan dan jangan mengikuti pola permainan cepat lawan. Sebab kalau mengikuti permainan lawan, saya kalah cepat,” ujar Chico. Hanya, setelah memenangi pertarungan di gim pembuka, di gim kedua Chico kurang konsisten. Dia juga banyak mati sendiri. Akibatnya, dia pun merelakan gim kedua untuk Lee. Pada gim ketiga, Chico sempat tertinggal 16-18. Namun, pelan tapi pasti dan terus memegang kendali permainan, Chico bisa merebut lima poin secara terus-menerus hingga menutup gim ketiga dan akhirnya menang 21-18. Hasil sebaliknya diukir Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Pasangan muda ini kalah secara menyakitkan dari Law Cheuk Him/Lee Chun Hei Reginald dengan skor 12-21, 21-18, 20-22. Padahal di gim ketiga, Pram/Yere sudah memimpin 20-16. Artinya tinggal butuh satu angka untuk menang dan membawa Indonesia memimpin 2-0 atas Hong Kong. Namun karena terburu-buru dan kurang pengalaman, Pram/Yere justru kalah menyesakkan. Enam angka beruntun malah didapat lawan dan pasangan muda Merah-Putih itu pun justru takluk di gim penentuan dengan 20-22. “Tadi kita terlalu buru-buru mau cepat-cepat menang. Ingin satu poin banget, dampaknya terlalu hati-hati dan kurang sabar. Kami juga terlalu menonton dalam serangan. Sayang nyaris menang, malah kalah. Ini tentu menjadi pelajaran penting bagi saya dan Yere untuk ke depannya,” sebut Pramudya. Pemain tunggal kedua, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay yang tampil dalam kedudukan 1-1, malah sukses membawa Indonesia jadi unggul 2-1. Dia berhasil mengatasi permainan Chan Yin Chak dengan skor 16-21, 22-20, 21-17. “Saya tadi tidak memikirkan soal kedudukan 1-1. Tetapi lebih fokus ke permainan diri sendiri untuk bisa tampil terbaik saja. Rasanya biasa saja bisa menang dan menyumbangkan angka. Saya baru akan sangat senang kalau Indonesia bisa juara,” sebut Ikhsan. Indonesia akhirnya memimpin 3-1 lebih dahulu setelah pasangan ganda kedua, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menang 22-20, 21-16 atas Ho Wai Lun/Yeung Ming Nok di partai keempat. “Syukur alhamdulillah bisa menang. Meski begitu dari sisi permainan saya belum puas. Banyak yang perlu diperbaiki seperti adaptasi dan tekniknya,” kata Leo. Christian Adinata yang turun di partai kelima berhasil menggenapkan kemenangan 4-1 Skuad Muda Garuda atas Hong Kong. Pemain tunggal ketiga ini berhasil menundukkan Jason Gunawan dengan 21-15, 21-14 dalam pertandingan yang berlangsung di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, Selasa (15/2) malam. “Puji Tuhan saya bisa menyumbangkan angka dan bermain tidak ada cedera. Saya terus terang merasa senang bisa tampil maksimal dan apa yang sudah diberikan oleh pelatih, bisa keluar semua dalam pertandingan ini,” kata Christian, dilansir dari laman PBSI.

Stephanie Widjaja Pertegas Kemenangan Indonesia

Stephanie Widjaja Pertegas Kemenangan Indonesia

Pebulu tangkis berusia 18 tahun, Stephanie Widjaja berhasil menutup laga Indonesia vs Hong Kong di awal Kejuaraan Beregu Asia 2022 dengan kemenangan. Tim bulu tangkis putri Indonesia yang didominasi atlet muda berhasil meraih kemenangan di laga pertama babak penyisihan grup Z Kejuaraan Beregu Asia 2022, Selasa, 15 Februari 2022. Di partai terakhir, Indonesia yang diwakili pebulu tangkis berusia 18 tahun, Stephanie Widjaja sukses meraih kemenangan. Stepahnie mampu mengalahkan wakil Hong Kong, Saloni Samirbhai Mehta dengan dua gim langsung 21-18, 21-13. Sebelumnya, Gregoria Mariska Tunjung yang turun pada partai pertama tunggal putri mampu mengalahkan Cheung Ying Mei dua gim langsung, 21-16 dan 21-12. Namun di partai kedua, Hong Kong menyamakan skor melalui wakil ganda putrinya, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam. Di mana Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam sukses menaklukkan wakil Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, melalui rubber game dengan skor 21-19, 19-21, 23-21. Di partai berikutnya, Hong Kong kembali menelan kekalahan dari wakil tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. Putri KW mampu menaklukkan perlawanan wakil Hong Kong, Yeung Sum Yee, dengan skor 21-14, 21-15. Di partai keempat, pasangan ganda putri, Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro menjadi penentu kemenangan tim putri Indonesia. Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro memastikan Indonesia menang 3-1 atas Hong Kong setelah mengalahkan Fan Ka Yan/Yau Mau Ying, dengan skor, 12-21, 21-14, 21-19. Kemudian di partai terakhir, pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Stephanie Widjaja, menyempurnakan poin kemenangan Indonesia menjadi 4-1. “Tadi saya berprinsip main tenang saja agar bisa mengeluarkan permainan terbaik saja,” sebut Stephani, dilansir dari laman resmi PBSI. Setelah menaklukkan Hong Kong, Indonesiakini memiliki dua laga tersisa di fase grup. Jika Srikandi Indonesia berhasil meraih satu kemenangan lagi, maka bisa dipastikan langkah merah putih untuk lolos ke babak selanjutnya terbuka lebar. Tim bulu tangkis putri Indonesia akan kembali bertanding melawan Kazakhstan pada laga kedua babak penyisihan grup Z. Pertandingan melawan Kazakhstan akan digelar pada Kamis (17/2/2022) di Setia City Convention Centre, Shah Alam, Selangor, Malaysia.

Junio Junior Open 2022, Jadi Magnet Petenis Muda Indonesia

Junio Junior Open 2022, Jadi Magnet Petenis Muda Indonesia

Turnamen Tenis Junio Junior Open 2022 tandingkan lima kelompok umur berbeda. Turnamen yang digelar sejak Minggu (13/2/2022) kemarin ini akan berlangsung hingga Sabtu (19/2/2022) mendatang. Untuk venue pertandingan, kejuaraan ini digelar di empat lapangan berbeda, antara lain; Lapangan Tenis Kompleks Stadion Sultan Agung, Lapangan Tenis RS DKT, Lapangan Tenis UNY dan Lapangan Tenis Sinduadi. Direktur Turnamen Junio Junior Open 2022, Anshari Nuraida menjelaskan kejuaraan dengan level nasional ini memberikan kesempatan untuk bertanding bagi petenis dengan kelompok umur 10, 12, 14, 16 dan 18 tahun. Kemudian mereka akan bertanding dalam dua nomor, yakni nomor tunggal dan ganda. “Dari kuantitas dan kualitas peserta yang datang ke Yogya, kami bersyukur dapat menaikkan gengsi event ini. Namun kami tak henti-hentinya mengingatkan peserta untuk mematuhi protokol kesehatan. Tenis beruntung termasuk cabang olahraga yang berisiko rendah paparan Covid-19,” ulasnya. Selain itu salah satu alasan dari penyelenggaraan kejuaraan ini DIY dapat menjadi magnet bagi petenis muda dari seluruh daerah di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan kenyataan dimana beberapa nomor pertandingan seperti KU 12, 14 dan 16 tunggal putra turnamen ini harus menggelar 128 draw size. Artinya, atlet harus melewati tujuh babak lebih dulu sebelum menjadi juara. Tak hanya dari segi antusiasme peserta, Kejurnas Junior yang masuk dalam kalender kompetisi resmi PP Pelti ini turut diramaikan petenis papan atas junior Indonesia. Beberapa nama petenis junior ternama yang andil di dalamnya antara lain; Aditya Yudha Pratama asal Slawi, Tegal yang menempati peringkat nasional petenis (PNP) 1 di KU 10 tahun putra. Kemudian Quora Prince asal Banjarmasin, yang juga PNP 1 KU 10 putri. Selain itu masih ada Rafalentino Dacosta (PNP 2 KU 14 putra) dan Mischka Sinclaire Goenadi (PNP 1 KU 14 Putri). Untuk KU 16 putra, petenis unggulan yang ambil bagian yakni Raphael Dandi dari Semarang (PNP 1), serta Tiara Naura Nur Azizah asal Riau (PNP 2 putri). Setelah Junio Junior Open 2022 ini, turnamen akan dilanjutkan dengan kelompok senior umum berlabel Britama Open dengan total hadiah Rp 100 juta. Sejumlah petenis nasional telah memastikan ikut meramaikan persaingan, diantaranya calon penghuni skuad Piala Davis Indonesia yang akan berlaga di babak play off Grup ll menjamu Venezuela awal Maret di Jakarta. “Kami masih memantau beberapa petenis seperti petenis Bantul yang membela Papua Barat, yakni Achad Imam Maruf dan rekannya, Althaf Baehaqi serta Tegar Abdi Satrio Wibowo dari Kalimantan Selatan,” kata Ketua Umum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar.

Rangkul Generasi Muda, TNI AL Bangun Sirkuit Motocross

Rangkul Generasi Muda, TNI AL Bangun Sirkuit Motocross

TNI AL terus bergiat dalam upayanya berbuat sebanyak-banyaknya manfaat untuk masyarakat. Kali ini, dalam rangka merangkul para pemuda agar dapat menyalurkan hobinya ke hal positif, TNI AL membangun sirkuit motocross yang diberi nama ‘Sirkuit Gajah Mada Lantamal V’ di Mojokerto Jawa Timur. Berdirinya Sirkuit Gajah Mada Lantamal V yang dijadikan sarana bagi penggiat olahraga otomotif Motocross di Indonesia khususnya di wilayah Jawa Timur ini merupakan kerjasama antara TNI AL Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya, Executive Jatim Motocross, serta Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Sirkuit tersebut tepatnya berada di Desa Bendung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Sarana olahraga ini memiliki luas lahan 7 hektar, dengan panjang lintasan 1,4 Km, lebar 8 meter, dilengkapi dengan area Paddock/peserta seluas 2,3 Hektar. Demikian informasi Dispenal. Sirkuit Gajah Mada Lantamal V diresmikan oleh Danlantamal V Laksamana Pertama TNI Yoos Suryono Hadi pada Sabtu (12/02) lalu. Bersamaan dengan itu, juga digelar Kejuaraan Terbuka Danlantamal V Cup tahun 2022. Kejuaran tersebut digelar selama 2 hari, pada 12 s.d 13 Februari 2022, yang diikuti sebanyak 335 pembalap tanah air dengan 27 kelas yang diperlombakan yaitu Kelas Motocross (MX) 14 Kelas, Kelas Grasstrack (Gtx) 12 Kelas, dan Kelas Legend Motocross 1 Kelas. Seusai meresmikan, Danlantamal V menyampaikan bahwa pembangunan sirkuit motocross ini merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Laut terhadap dunia olahraga otomotif untuk mengembangkan kemampuan dan eksistensi para atlet dan penghobby MX – GTX di Indonesia. “Diharapkan dengan adanya sirkuit ini, para pembalap MX – GTX dapat terus termotivasi untuk meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. Menurut Laksma Yoos, diharapkan dengan sirkuit tersebut dapat memberikan kegiatan positif bagi generasi muda dan peluang usaha bagi pengembangan ekonomi. “Dengan adanya sirkuit ini dapat memberikan kegiatan positif bagi generasi muda dan menjauhkan dari prilaku negatif. Selain itu juga memberikan peluang usaha dan pengembangan ekonomi bagi masyarakat sekitar,” katanya. Sementara itu, Bupati Mojokerto dr. Ikfina Fahmawati, M.Si, yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih dan bahagia dengan diresmikannya sirkuit tersebut di wilayahnya. “Selaku Bupati Mojokerto saya mengucapkan terima kasih kepada TNI AL, kami sangat berbahagia dengan diresmikannya sirkuit ini, kita semua berharap meskipun Pandemi Covid-19 belum berakhir, akan tetapi kita dapat terus produktif dengan tetap menegakkan protokol kesehatan yang ketat,” ungkapnya. Sirkuit Gajah Mada Lantamal V menjadi indikator Perintah Harian Kasal Laksamana TNI Yudo Margono tentang ‘Jaga kepercayaan negara dan rakyat kepada TNI Angkatan Laut melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi institusi, masyarakat, bangsa dan negara’, telah dilaksanakan dengan baik oleh seluruh Jajaran TNI AL.

Rifqi Fitriadi Siapkan Fisik Serta Mental Untuk Piala Davis

Rifqi Fitriadi Siapkan Fisik Serta Mental Untuk Piala Davis

Petenis putra Indonesia M. Rifqi Fitriadi bersiap untuk laga Piala Davis Grup II Indonesia vs Venezuela, yang akan digelar di Stadion Tenis Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada 4-5 Maret 2022. Petenis Jawa Timur, yang baru saja menjuarai Mandiri Tennis Open 2022, itu mengatakan akan mempersiapkan diri baik fisik maupun mental untuk kejuaraan tenis beregu putra paling bergengsi di dunia itu. “Untuk persiapannya kita training camp di Senayan mungkin lebih banyak latih tandingnya, mungkin fisiknya lebih ditingkatkan lagi biar lebih maksimal di Davis Cup,” ujar Rifqi ditemui usai laga pemungkas melawan Achad Imam Ma’ruf dari Papua Barat di Jakarta, Minggu. Lebih lanjut, kepada Antara, Rifqi mengatakan bahwa Mandiri Tennis Open 2022 menjadi turnamen terakhirnya untuk persiapan menjelang pertandingan play-off Grup Dunia II Piala Davis 2022 itu. “Setelah ini mungkin lebih persiapan ke latihan-latihan fisik, dan mentalnya, karena di Davis Cup atmosfernya pasti beda,” kata Rifqi. Setelah memenangi nomor tunggal putra dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada Oktober lalu, Rifqi mengatakan banyak melakukan latihan ketika pulang ke kampung halamannya, Kalimantan Selatan. Petenis berusia 23 tahun itu juga sempat mengikuti Pangdam Cup 2021 di Manado, Sulawesi Utara, pada Desember lalu, sekaligus menyabet gelar pada kejuaraan nasional tenis lapangan tersebut. Sementara itu, Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) telah mengundang sejumlah petenis untuk mengikuti training camp (TC) guna menghadapi Piala Davis. Beberapa di antaranya bahkan telah mulai bergabung untuk latihan. Menariknya, terdapat satu nama baru dalam tim Piala Davis Indonesia kali ini, yaitu Nathan Anthony Barki. Ketua Umum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar, mengatakan masuknya Nathan dalam tim merupakan bagian dari upaya regenerasi atlet Indonesia. “Satu pemain ada yang di luar Nathan, dia mainnya di luar dia tidak pernah ada di Indonesia, dan ranking ITF junior-nya juga bagus, jadi nanti kita siapkan dia untuk di Davis Cup supaya ada satu pemain junior,” kata Rildo. “Setiap ada tim Davis atau apa pun Cup itu selalu saya masukan satu pemain junior… sekarang yang putra Nathan. Sebelumnya, ada Rifqi, sebelumnya lagi Tegar, Gunawan, kita siapkan regenerasi, kalau dia sudah digabung sama seniornya regenerasinya sudah cepat,” ujarnya menambahkan. Indonesia dan Venezuela bakal melakoni laga hidup-mati. Pertandingan tersebut akan menjadi penentu skuad Merah-Putih bertahan di Grup Dunia ll atau terdegradasi ke Grup III Piala Davis.

Cerita Aldila Sutjiadi Wujudkan Mimpi Bermain di Grand Slam

Cerita Aldila Sutjiadi Wujudkan Mimpi Bermain di Grand Slam

Prestasi membanggakan diraih salah satu petenis andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi, pada pertengahan Januari lalu. Atlet kelahiran Jakarta itu menembus babak utama Australian Open 2022 lewat jalur wildcard nomor ganda putri berpasangan dengan Peangtarn Plipuech asal Thailand. Ini merupakan pengalaman pertama Aldila Sutjiadi tampil di babak utama turnamen tenis Grand Slam untuk level senior. Dalam wawancara dengan redaksi Skor.id, perempuan 26 tahun itu pun sedikit berbagi cerita soal kisah di balik penampilannya di Australian Open 2022. “Awalnya, saya dan partner mau mengikuti turnamen pemanasan sebelum Australian Open. Kami mendaftar di Australian Open tetapi masuk ke alternate list. Saat itu, banyak sekali pemain yang ada di atas kami untuk masuk babak utama. Kira-kira kami di sekitar nomor 15 dari cut off-nya untuk babak utama,” ujar Aldila. “Harapannya memang kecil untuk bisa masuk (babak utama). Namun satu hari sebelum Natal, kami dapat e-mail dari Tennis Australia,” Aldila bercerita. “Mereka menawarkan untuk mendapatkan wildcard, bermain di babak utama ganda putri Australian Open,” ujarnya. “Pastinya kami senang sekali bisa mendapat tawaran tersebut dan kami menerimanya. Apalagi ini turnamen Grand Slam pertama buat saya dan partner saya,” tuturnya. Sayang, mereka langsung gugur di babak pertama usai takluk 4-6, 2-6 dari Alexa Guarachi/Nicole Melichar-Martinez yang berpredikat unggulan kelima. Namun, kekalahan tersebut tak serta merta membuat Aldila kecewa. Ia mengungkap ada banyak pengalaman berharga yang didapat dari Grand Slam pertamanya. Salah satunya adalah pengalaman berbagi ruangan dengan petenis-petenis top dunia, seperti Rafael Nadal dan Simona Halep. “Dulu, kayaknya cuma bisa melihat mereka (pemain top) dari jauh. Sekarang, lokernya barengan sama pemain-pemain pro. Player lounge, player cafe, semua jadi satu,” katanya. “Waktu aku ke player gym, sebelah ada (Rafael) Nadal lagi pemanasan, ada Simona Halep, ada (Aryna) Sabalenka juga.” lanjutnya Menurut Aldila, pengalaman tampil di Australian Open 2022 kali ini berbeda dibanding saat dirinya menembus semifinal ganda putri Australian Open Junior Championships 2012. Pengalaman kali ini membuat Aldila Sutjiadi lebih termotivasi untuk terus meraih prestasi dalam dunia tenis yang digeluti. “Bermain di Melbourne Park (venue Australian Open 2022) memberi aku semangat dan motivasi kalau aku bisa bermain di Grand Slam,” tuturnya memungkasi. Sumber: Skor.id

Persiapan SEA Games Vietnam, Vidya Rafika Tampil di Kejuaraan ISSF Grand Prix

Persiapan SEA Games Vietnam, Vidya Rafika Tampil di Kejuaraan ISSF Grand Prix

Petembak muda andalan Indonesia, Vidya Rafika terus mempersiapkan diri jelang SEA Games Vietnam. Vidya bersama puluhan atlet senior dan junior di Pelatnas Perbakin tampil di kejuaraan ISSF Grand Prix Rifle/Pistol Jakarta pada 8-18 Februari ini. Ajang yang diikuti juga oleh atlet Malaysia, Thailand, Singapura, Bangladesh dan Rumania ini menjadi ajang persiapan Indonesia sebelum SEA Games Vietnam. “Jadi ajang ini sekaligus sebagai tes event ke SEA Games tapi masih ada beberapa kejuaraan di luar (negeri) untuk menuju SEA Games,” jelas Ketua Perbakin, Letjen Joni Supriyanto, di Lapangan Tembak Senayan, Selasa (8/2/2022). Sebagai salah satu atlet andalan cabang menembak, Vidya akan turun di tiga nomor sektor putri. Langkah ini dilakukan sebagai strategi menghadapi para negara Asia Tenggara yang turut mengirim wakil di kejuaraan ini. Sebagai atlet muda cabang menembak, Vidya sudah menorehkan banyak prestasi gemilang untuk Indonesia. Pada SEA Games 2019, Vidya sukses meraih dua medali emas. Selain itu ia jadi atlet menembak pertama Indonesia yang tampil di Olimpiade tanpa wildcard. Bio Data Nama: Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba Panggilan: Vika Lahir: Depok, Jawa Barat, 27 Mei 2001 Tinggi Badan: 161 cm Pegangan Tangan: Kanan Debut Kompetisi: 2010 Nomor Lomba: AR60W, R3X40 Prestasi – SEA Games 2019 Filipina (Satu emas Air Rifle Women, satu emas Air Rifle Mix) – Asian Shooting Championships Qatar 2019 (Lolos Olimpiade Tokyo 2020) – SEASA 2019, Indonesia (Dua emas) – SEASA 2017, Malaysia (Satu perak, 1 perunggu) – ISSF World Cup 2021 (Satu medali perunggu) – ISSF Grand Prix 2021 (Satu medali emas)

Atlet Berprestasi di Jambi Bisa Kuliah Dengan Biaya Ringan

Atlet Berprestasi di Jambi Bisa Kuliah Dengan Biaya Ringan

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi selalu membawa kabar bahagia. Kali ini terkait langkah strategis mewujudkan visi misi olahraga Jambi berprestasi dalam dunia pendidikan. Dengan menjalin kerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara kedua belah pihak. Nota kesepahaman diteken langsung oleh Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Budi Setiawan dan Rektor UIN STS Jambi, Prof. Suaidi, pada Jumat (11/2), di ruang senat, gedung Rektorat UIN STS Jambi, kampus Simpang Sungai Duren, Mendalo, Muaro Jambi. Turut disaksikan oleh Wakil Rektor III, para dekan UIN STS Jambi, dan sejumlah pengurus KONI Provinsi Jambi. Yakni, Wakil Ketua Umum II KONI Provinsi Jambi Hendri Hutabarat, Sekretaris Umum Mumtaz Mona, Bendahara Umum Rubi Salam, Kabid Media dan Humas Maskun Sopwan, Wakabid Media dan Humas Aidil Putra, Kabid Pembinaan Prestasi Muhammad Ali, Kabid Auditor Internal Windy Adriana, Wakabid I Pendidikan dan Penataran KONI Provinsi Jambi Desi Rahmiatai, dan Ketua KONI Kota Jambi, M. Kadafi. Wakil Rektor III UIN STS Jambi, Dr. Bahrul Ulum, menjelaskan, ini bertujuan mensinergikan potensi dan sumber daya yang dimiliki para pihak, guna pengembangan sumber daya manusia dan pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi yang meliputi, pendidikan, penelitian dan pengembangan sumber daya nanusia, pengabdian masyarakat serta pembinaan olahraga pada instansi para pihak. “Tujuan nota kesepahaman ini adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dan potensi lainnya yang dimiliki para pihak dalam pelaksanaan tugas dan fungsi para pihak sesuai kewenangan masing-masing,” ujarnya. Adapun isi dari nota kesepahaman ini mencakup: 1. Penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pelatihan; 2. Penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat; 3. Peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia; Penggunaan fasilitas olahraga para pihak; 4. Kemudahan fasilitas bagi atlet berprestasi untuk masuk kuliah; 5. Pemberian keringanan biaya perkuliahan bagi atlet berprestasi baik tingkat daerah, nasional maupun internasional; 6. Pembinaan bersama beberapa cabang olahraga sesuai dengan potensi, SDM, dan sarana yang ada; 7. Saling koordinasi antara Humas para pihak dalam hal publikasi kegiatan. Setiap pemberitaaan dari implementasi kerjasama agar dimuat di website masing-masing dan mengirim link pemberitaannya kepada para pihak; 8. Dan kegiatan lain yang disepakati oleh para pihak. Ketua umum KONI Provinsi Jambi, Budi Setiawan dalam sambutannya menyambut baik inisiasi UIN STS Jambi dalam menjalin kerjasama memajukan olahraga di Provinsi Jambi. Budi berharap, kerjasama tersebut dapat meningkatkan minat mahasiswa UIN Jambi untuk gemar berolahraga. “Ada banyak manfaat dari kerjasama ini, atlet-atlet kita yang berprestasi yang ingin berkuliah bisa mendapat keringanan biaya, pihak UIN juga akan membangun sejumlah venue olahraga, nah kalau ada event besar seperti Porprov, atau kejuaraan nasional PON bisa kita berkolaborasi, melakukan pertandingan olahraga di UIN ini,” tuturnya. Ia berharap kerjasama tersebut dapat berjalan baik, dan membuahkan hasil dalam memajukan serta meningkatkan prestasi olahraga di Provinsi Jambi. Sementara itu Rektor UIN STS Jambi, Prof Dr. H. Su’aidi dalam sambutannya mengatakan, lewat kolaborasi dengan KONI Provinsi Jambi, masyarakat dapat mengetahui bahwa UIN STS Jambi saat ini tidak hanya berfokus pada pendidikan agama, melainkan juga pada aspek umum lainnya yang dapat bersaing secara global. “UIN Jambi dalam hal ini dengan paradigma yang kita bangun sekarang transitegrsi ilmu memungkinkan untuk melaksanakan kerjasama dengan berbagai pihak, khususnya hari ini berkaitan dengan olahraga olahraga, kita bisa menciptakan generasi muda yang tangguh jujur juga berkompetisi dan dengan mengangkat nama baik Jambi di di tingkat nasional,” tuturnya Suaidi juga menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan berbagai fasilitas olahraga, diantaranya stadio bola kaki dengan lintasan atletik. “Proposalnya sedang kita ajukan ke kementerian terkait, kita harapkan dalam kerjasama tadi KONI dapat mensuport proposal itu, kita siap membantu Provinsi Jambi, Kota menjadi tuan rumah, dan bukan hanya bola kaki termasuk juga volly ball, tennis meja, badminton dan lain sebagainya,” lanjutnya “Karena dengan fasilitas olahraga seperti ini memungkinkan untuk menyatukan masyarakat dengan UIN, dengan demikian UIN Jambi ingin ikut serta mengangkat nama baik menjadikan Jambi yang mantap lebih unggul,” pungkasnya.

Perbakin Kaltim Punya Dua Sekolah Menembak Gratis, Cetak 60 Atlet Baru

Perbakin Kaltim Punya Dua Sekolah Menembak Gratis, Cetak 60 Atlet Baru

Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki dua sekolah menembak di Kota Balikpapan dan di Kota Samarinda. Dari dua sekolah itu mampu mencetak puuhan atlet menembak. “Alhamdulilah dari dua sekolah ini sekarang kita punya 60 atlet yang kira-kira kelasnya itu itu ada mungkin 10 orang yang nilainya sudah mendekati ke atlet nasional,” ujar Ketua Pengprov Perbakin Kaltim, Roy Norwan, pada pelantikkan Pengurus Kota Perbakin Balikpapan, Sabtu (12/02/2022). Dia mengatakan, sudah ada yang dipanggil dan bergabung dengan pelatnas Sehingga dia merasa bangga. Bahkan usia atlet tersebut masih sangat muda dan dari Kota Balikpapan. “Itu kita buktikan dengan salah satu atlet kita sudah masuk pelatnas, umurnya baru 14 tahun anak Balikpapan. Kemarin saya ke Jakarta, anak itu sudah bagus. Membanggakan Kaltim,” ujarnya Roy menjelaskan, awalnya berdiri dua sekolah menembak. Karena keresahannya sejak 2008 Kaltim selalu menggunakan atlet luar dalam setiap lomba dan tak pernah mencetak atlet sendiri. “Tujuan kita adakan sekolah menembak ini karena selama ini Kaltim sangat mengandalkan atlet-atlet yang dari luar daerah,” ujarnya “Dari periode 2008 kita ikut di PON sampai dengan PON sebelum Papua kita sangat mengandalkan atlet-atlet dari luar daerah. Sehingga tidak ada pembinaan atlet-atlet lokal,” “Setiap ada dana yang kita terima untuk keikutsertaan dalam event nasional, umumnya dana itu terpakai untuk atlet-atlet yang kiota beli dari luar. Padahal itu menjadi hak atlet-atlet di Kaltim,” tegasnya. Namun, setelah dirinya terpilih menjadi Ketua Perbakin Provinsi Kaltim kebijakan tersebut dirubahnya. Tidak boleh lagi bergantung dengan atlet luar dan harus mencetak atlet sendiiri. “Tetapi di dalam kepengurusan saya, saya rubah itu kita sekarang tidak boleh bergantung dari atlet-atlet luar, kita harus mencetak atlet kita sendiri,” ujarnya. Kata dia, sekolah menembak tersebut gratis. Termasuk juga sarana dan prasarana yang disediakan. “Untuk itu sekolah kita gratiskan, senjata kita siapkan, peluru kita kasih, pelatih kita kasih gratis,” ujarnya. Harapannya, akan banyak anak-anak di Kaltim yang bergabung dengan sekolah menembak. Sehingga Kaltim bukan hanya mencetak atlet nasional, namun juga atlet internasional yang membanggakan.

Kerap Diremehkan, Chloe Kim “Membalas” Dengan Prestasi

Kerap Diremehkan, Chloe Kim "Membalas" Dengan Prestasi

Chloe Kim baru saja menunjukkan prestasinya yang tak bisa dipandang sebelah mata walau masih berusia muda. Atlet kelahiran 23 April 2000 itu telah berhasil mengamankan dua medali emas Olimpiade secara berturut-turut. Atlet 22 tahun ini telah menjadi atlet wanita pertama dalam sejarah Olimpiade yang memenangkan 2 medali emas berturut-turut. Sebelum memenangkan medali emas pada Olimpiade Beijing 2022 baru-baru ini, ia adalah wanita termuda yang menyabet medali emas halfpipe snowboard saat memenangkan Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang pada tahun 2018 lalu. Lahir di California, orang tua Kim berasal dari Korea Selatan. Ia dibesarkan di Torrence. Sebagai keturunan Asia, ia mengaku bahwa dirinya juga tak kebal dari pelecehan rasial terhadap orang Asia-Amerika. Tak sedikit juga yang meremehkan prestasinya hanya karena dia orang Asia. Kim mengungkapkan bahwa setiap kali dia mencapai sesuatu, akan ada suara-suara yang mengkritiknya karena mengambil medali emas dari gadis kulit putih Amerika di tim. Bahkan hal itu sampai membuatnya menangis hingga mengadu kepada sang ibu. “Saya sangat bangga dengan pencapaian saya, tetapi saya malah menangis tersedu-sedu di tempat tidur di samping ibu saya,” kata Kim dalam beberapa waktu lalu saat wawancara dengan ESPN. ‘Mengapa orang-orang begitu jahat karena saya orang Asia?,” lirihnya. Serangan rasial pun ia dapatkan secara online maupun offline. Pernah suatu ketika ia menerima ratusan pesan bernada kebencian di akun Instagram miliknya. “Hati saya hancur karena orang-orang berpikir perilaku seperti ini tidak apa-apa,” tulisnya waktu itu. Ia bahkan pernah diludahi dan diteriaki saat berada dalam lift. Pelecehan yang dia terima memaksanya untuk berhenti berbicara bahasa Korea kepada orang tuanya di luar rumah dan membatasi pergerakannya. Kim mengatakan bahwa dia selalu membawa taser gun, semprotan merica, dan pisau di tasnya saat keluar. Kim mengatakan bahwa pesan negatif itu didapatnya sejak memenangkan medali pertamanya di X Games Aspen ketika dia berusia 13 tahun. “Saya merasa sangat tidak berdaya dan takut kadang-kadang. Saya benar-benar berjuang,” lanjutnya. Pada Maret 2021 lalu, Kim berhasil memenangkan kejuaraan dunia halfpipe kedua berturut-turut di Aspen, Colorado. Ia mencetak skor 90,00 dan 93,75 selama dua putaran pertamanya, nilai tertinggi di bidang delapan wanita. Pada 2018, ia memenangkan medali emas pertamanya di Olimpiade Musim Dingin yang digelar di Korea Selatan. Di usia belia, 17 tahun, ia menjadi wanita termuda yang memenangkan medali emas tersebut untuk cabang snowboard halfpipe. Ia mengakui bahwa perjuangannya tak mudah. Namun, ia bersyukur bahwa orang-orang di sekitarnya telah memberinya energi positif untuk terus maju. “Ketika saya masih muda, saya sedikit berjuang untuk memahami identitas saya,” kata Kim pada 2018 lalu. “Saya pikir memiliki keluarga yang berada di samping saya untuk melalui seluruh proses sangat membantu. Saya telah mengelilingi diri saya dengan orang-orang yang luar biasa sehingga mereka pasti membuatnya lebih mudah bagi saya,” pungkasnya

Erick Thohir: Ajang MotoGP Mandalika Picu Motivasi Generasi Muda Indonesia Jadi Pebalap Profesional

Erick Thohir: Ajang MotoGP Mandalika Picu Motivasi Generasi Muda Indonesia Jadi Pebalap Profesional

Menteri BUMN Erick Thohir berharap ajang internasional MotoGP yang akan digelar di Mandalika, Pertamina Grand Prix of Indonesia, dapat memotivasi generasi muda Indonesia untuk menjadi pebalap profesional. “Bagaimana event ini juga bagus buat generasi muda Indonesia yang tadinya pada bermimpi menjadi pebalap jalanan, sekarang bisa jadi pebalap sirkuit beneran,” ujar Erick ditemui usai peluncuran Grand Prix of Indonesia, kerja sama Pertamina dengan Dorna, di Jakarta, Rabu. Terlebih, Erick melanjutkan, sirkuit Mandalika nantinya tidak hanya menjadi tuan rumah MotoGP, tetapi juga akan menjadi tempat digelarnya sejumlah kejuaraan, termasuk Asia Talent Cup, yang diharapkan dapat diikuti oleh pebalap muda Indonesia. Hal itu, menurut Erick, juga diharapkan dapat mengurangi jumlah kecelakaan yang tinggi karena balapan liar. “Nanti kita juga alokasikan bagaimana tadi pebalap-pebalap itu bisa ditampung juga di event-event yang baik di Mandalika supaya mereka juga bisa menjadi bagian pembangunan olahraga dari motor balap di Indonesia,” kata Erick. Terkait atlet yang bergelut di dunia balap, Erick melihat saat ini sudah banyak atlet muda yang bertanding di kelas di bawah MotoGP, seperti Moto2 dan Moto3. Meski begitu, hal tersebut dianggap Erick tidak cukup. Pria yang telah lama berkecimpung di industri olahraga itu berpendapat Indonesia harus memiliki lebih banyak atlet yang punya komitmen fokus di dunia balap mengingat persaingan begitu ketat. Ekosistem pembinaan berkelanjutan, menurut pria yang pernah dipercaya sebagai Direktur Keuangan Persija Jakarta itu, menjadi PR selanjutnya, termasuk kompetisi untuk mengasah potensi sehingga para talenta muda dapat menaikkan level mereka.