Bangga! Indonesia Juara Edisi Perdana FIFAe World Cup featuring Footbal Manager 2024

Indonesia sukses meraih juara di FIFAe World Cup featuring Football Manager 2024 pada Minggu (1/9) di Liverpool, Inggris. Indonesia yang diwakili oleh Ichsan Taufiq (manajer) dan Budi Muhamad Manar Hidayat (asisten manajer), tampil luar biasa dengan mengalahkan Jerman lewat agregat 8-2. Mereka menerapkan pola permainan 4-2-3-1. Koen Casteels sebagai kiper, Alex Grimaldo, Presnel Kimpembe, Niklas Suele, dan Jonathan Clauss, sebagai empat bek di depannya. Ichsan dan Manar memainkan lima gelandang yakni Nicolas Seiwald, Andre-Franck Zambo Anguissa, Lorenzo Insigne, Xavi Simons, serta Matteo Politano, dan Niclas Fuellkrug sebagai striker. Seperti diketahui, di fase grup, Indonesia masuk di Grup C dan melatih Sporting Lisbon bersama empat lawan lainnya. Ichsan dan Budi Muhamad melangkah ke semifinal setelah tampil sebagai juara grup dengan nilai 364. Poin tersebut diraih setelah tiga musim menangani Sporting Lisbon dengan perincian 150 poin dari hasil di liga, 113 untuk turnamen, 65 untuk trofi, dan 36 poin dari penilaian manajemen. Indonesia unggul dari negara-negara lain di Grup C yakni Polandia (343 poin), Prancis (331), Inggris (295), dan India (265). Pada partai semifinal yang juga berlangsung pada Minggu (1/9), Indonesia mengalahkan Inggris dengan agregat 5-3. Seusai laga, Ichsan dan Budi Muhamad mengatakan bahwa Indonesia percaya diri bisa menjuarai ajang ini. Mereka menyebut kunci kemenangan Indonesia di final adalah bermain menyerang dan cara menangani taktik lawan. “Kita bermain attacking, yang paling penting adalah opposite instruction. Jadi setiap players yang membahayakan kita jaga dan tackling,” kata Budi Muhamad.

Ini Harapan Pemain Terbaik dan Top Skor Piala Menpora U-12

Sabtu (31/8) sore, nama Muhammad Rayyan Taqi berkumandang beberapa kali di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya. Bukan hanya sukses membawa timnya menjuarai seri nasional Piala Menpora U-12 Liga Anak Indonesia 2024, pemain ASSA Pro SS Bekasi itu juga berhasil meraih gelar Pemain Terbaik sekaligus Top Skor. Rayyan, demikian panggilan karibnya, rupa-rupanya tak menyangka bisa membawa pulang pencapaian tersebut. “Saya tidak menyangka. Ketika tahu jadi pemain terbaik dan topskor, rasanya senang. Luar biasa banget sih bisa dapat topskor dan pemain terbaik,” ungkapnya. Pelajar kelas VII SMP 4 Setu Bekasi itu mengaku awalnya sempat mengalami kesulitan dalam melakoni laga-laga wal di seri nasional. Namun perlahan Rayyan menemukan irama permainannya dan tak dinyana sukses menjadi yang terbanyak menjebol gawang lawan. Total 12 gol disumbangkan Rayyan untuk timnya, ASSA Pro SS Bekasi. Lima di antaranya dicetak dalam partai pemungkas kontra Sejahtera dan Barokah Martapura (SBM), sekaligus mengantarkan timnya sebagai yang terbaik pada turnamen ini. “Saya sempat kesulitan, susah untuk mencetak gol, bermainnya juga kurang baik waktu itu,” kenangnya. Pemain berusia 12 tahun ini mengaku keberhasilannya tak lepas dari latihan rutin yang dilakukan. Instruksi pelatih pun ditaatinya, seperti menjaga pola makan dan juga pola tidur. “Coach juga saranin tidur di bawah jam 10 malam,” kata Rayyan yang menggunakan waktu luangnya untuk berlatih bersama sang ayah. Rupa-rupanya ayah Rayyan juga seorang pelatih sepak bola. Hal inilah yang menjadikannya lekat dengan si kulit bundar bahkan sejak usia lima tahun. Karenanya penggemar Lionel Messi ini mengakui dukungan dari keluarga berperan penting dalam prestasinya. “Memang dukungan dari keluarga dan pelatih sangat penting. Jangan lupa untuk bekerja keras dan ibadahnya juga dijaga,” pesan pemain bernomor punggung 8 di ASSA Pro SS ini. Pencapaiannya di Piala Menpora U-12 Liga Anak Indonesia 2024 ini pun bagi Rayyan makin memantapkan untuk menggeluti sepak bola lebih dalam lagi. Apalagi penggemar klub Persija Jakarta ini bercita-cita menjadi pemain Timnas Indonesia dan merumput di Liga 1 Indonesia. “Harapannya semoga Liga Anak Indonesia makin bagus dan rutin diselenggarakan. Buat teman-teman yang lain jangan menyerah dan teruslah berusaha,” tegas Rayyan.

Paralimpiade 2024: Hikmat Ramdani dan Leani Ratri Persembahkan Emas Pertama Indonesia

Kontingen Indonesia akhirnya meraih medali emas pertama di Paralimpiade 2024 Paris. Indonesia berjaya pada nomor ganda campuran klasifikasi SL3 – SU5 pada Paralimpiade 2024. Dua wakil Indonesia, Hikmat Ramdani-Leani Ratri Oktila dan Fredy Setiawan-Khalimatus Sadiyah bertemu pada partai puncak di Porte de la Chapelle Arena, Paris, Senin (2/9) siang WIB. Terciptanya All Indonesian Final ini membuat lega karena medali emas dan medali perak sudah pasti didapatkan. Namun, perebutan medali emas ini terasa begitu emosional bagi empat atlet yang bertanding. Leani Ratri Oktila tak bisa menahan tangis usai memastikan kemenangan dengan dua set langsung, 21-16, 21-15. Ratri merasa gembira namun juga bersedih karena harus memupus harapan Khalimatus meraih emas. Pada Paralimpiade 2020 lalu, Leani Ratri bersama Khalimatus sukses merebut medali emas nomor ganda putri SL3 – SU5. Namun pada Paralimpiade 2024, nomor ganda putri tak dipertandingkan. “Kalau lawannya dari beda negara kita akan lebih lepas, tetapi karena ini sudah terbiasa bersama, apalagi di Paralimpiade ini tidak ada ganda putri, yang seharusnya saya sama Khalimatus, sekarang jadi lawan,” kata Leani Ratri usai pertandingan. Terlepas dari situasi tersebut, Leani Ratri gembira bisa kembali ke performa terbaiknya. Ia sempat tidak percaya diri karena baru saja melahirkan. Namun, keputusan memilih Hikmat Ramdani sebagai partner baru terbukti tepat. Ratri mendapat motivasi ganda karena Hikmat memiliki ambisi mencetak prestasi. “Saya memilih Hikmat yang masih muda, yang mungkin saat itu baru mulai berani tampil. Saya bertekad lagi, saya yakin dan Hikmat juga memotivasi saya, apalagi dengan ambisinya yang sangat besar karena masih muda,” jelas Leani Ratri. Leani Ratri mempersembahkan medali emas ini untuk keluarganya. Dukungan keluarga menjadi faktor penting selama masa persiapan menuju Paralimpiade 2024. “Rasanya bangga, senang dan bahagia. Medali ini saya persembahkan untuk anak dan suami saya yang hari ini ulang tahun,” ungkap Leani Ratri. Sementara itu, Hikmat Ramdani mengungkapkan rasa bahagianya bisa meraih medali emas pertama pada ajang Paralimpiade. Namun sama seperti Ratri, Hikmat juga merasa permainan pada partai final ini sangat berat. “Tentunya saya senang banget, tapi rasanya juga kurang lebih sama, mainnya tidak lepas karena mungkin sesama Indonesia. Saya yang biasanya suka teriak-teriak, di pertandingan ini tidak lepas,” jelas Hikmat. Hikmat merasa senang bisa berduet dengan Leani Ratri. Hikmat masih ingin mengejar prestasi lagi pada cabang olahraga para bulu tangkis. “Partner yang baik, banyak kasih motivasi saat di lapangan maupun di luar lapangan. Mudah-mudahan kedepan mbak Ratri jangan pensiun dulu,” ucap Hikmat. Tambahan medali emas dan medali perak ini membuat kontingen Indonesia sudah melebihi target medali pada Paralimpiade Paris 2024. Per Senin (2/9) pukul 16.44 WIB, Indonesia sudah mendapatkan satu emas, empat perak dan tiga perunggu.

WONDR by BNI Indonesia Masters 2024: Indonesia Juara Umum

Hasil lengkap final Indonesia Masters 2024 super 100 hari ini ada 3 wakil Indonesia yang keluar sebagai juara, Minggu (1/9/2024). Berlangsung di Pekanbaru, Indonesia, tiga gelar juara Indonesia didapat dari sektor ganda campuran, ganda putri, dan tunggal putra. Menariknya, ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Pasaribu berhasil back-to-back juara sejak di Indonesia International Challenge 2024 pekan lalu. Jafar/Felisha berhasil menang lagi di final ketika melawan kompatriotnya, Adnan Maulana/Indah Jamil lewat dua gim langsung. Torehan manis lainnya dibukukan oleh Zaki Ubaidillah ketika bertemu rekan senegaranya, Alwi Farhan. Alwi yang diunggulkan dalam turnamen ini justru tak berkutik saat berhadapan dengan Ubed – sapaan Ubaidillah. Hanya butuh dua gim saja bagi Ubed untuk menumbangkan sang juara dunia BWF junior 2023. Catatan kemenangan dari Jafar/Felisha dan Ubed mengantarkan Indonesia meraih dua gelar juara. Namun tak terhenti dari dua sektor itu saja, ganda putri Indonesia tampil menawan. Lewat Jesita Miantoro/Febi Setianingrum, ganda putri menunjukkan tajinya saat berhadapan dengan wakil Jepang, Mizuki Otake/Miyu Takahashi. Jesita/Febi berhasil mengontrol jalannya pertandingan sejak gim pertama hingga kedua. Konsistensi dan ciamiknya performa Jesita/Febi dalam menjaga momentum mengantarkan keduanya menjadi juara. Sayangnya torehan apik tiga gelar yang didapat kontingen Indonesia tak mampu dilengkapi oleh wakil ganda putra. Rahmat Hidayat/Yeremia Rambitan yang jadi andalan Indonesia di ganda putra justru keok di final. Berhadapan dengan Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-nga (Thailand), Yeremia/Rahmat ambyar dua gim langsung. Tertekan sepanjang laga, Yeremia/Rahmat harus mengakui keunggulan dari utusan Negeri Gajah Putih. Hasil minor yang dibukukan oleh Yeremia/Rahmat praktis tak mampu menyamai rekor mantan partnernya. Ialah Pramudya Kusumawardana yang berhasil menjuarai Indonesia Masters 2022 lalu bersama Rahmat. Begitu pula dengan Rahmat yang gagal kembali naik podium tertinggi di Indonesia Masters edisi kali ini. Kendati demikian, torehan tiga gelar juara di turnamen ini sudah cukup baik jika dibandingkan dengan agenda pekan lalu. Yakni Indonesia International Challenge 2024 yang mana kontingen Indonesia merebut dua gelar. Di Indonesia Masters setidaknya bertambah satu torehan gelar yang mengantarkan tuan rumah keluar sebagai juara umum. Rekap Hasil Final Indonesia Masters 2024 (Super 100): WS: Riko Gunji (Jepang) vs Hina Akechi (Jepang), 21-10, 22-20 XD: Adnan Maulana/Indah Cahya Jamil (Indonesia) vs Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Pasaribu (Indonesia), 11-21, 19-21 MS: Alwi Farhan (Indonesia) vs Moh Zaki Ubaidillah (Indonesia), 16-21, 14-21 WD: Jesita Putri Miantoro/Febi Setianingrum (Indonesia) vs Mizuki Otake/Miyu Takahashi (Jepang), 21-15, 21-13 MD: Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-nga (Thailand) vs Rahmat Hidayat/Yeremia Rambitan (Indonesia), 21-19, 21-15 Sumber: Tribunnews

Saptoyogo Purnomo Persembahkan Medali Perak di Paralimpiade 2024 Paris

Atlet para atletik Indonesia, Saptoyogo Purnomo, sukses mempersembahkan medali perak di Paralimpiade 2024 Paris. Saptoyogo mencatatkan waktu 11,26 detik pada partai final nomor 100 meter putra klasifikasi T37, Sabtu (31/8) pukul 01.00 dini hari WIB. Saptoyogo sejatinya hanya dibebani target medali perunggu pada Paralimpiade 2024 atau sama yang dia dapatkan pada Paralimpiade Tokyo 2020. Pada babak kualifikasi Paralimpiade 2024, Jumat (30/8) sore WIB, Saptoyogo juga berada di urutan ketiga dengan catatan waktu 11,35 detik. Saptoyogo berada di belakang dua wakil Brasil, Ricardo Gomes de Mendonca (11,07 detik) dan Edson Cavalcante Pinheiro (11,33 detik). Namun, pada partai final yang berlangsung Sabtu (31/8/2024) dini hari WIB, Saptoyogo mampu memperbaiki catatan waktunya menjadi 11,26 detik. Sementara Ricardo Gomes tetap mempertahankan waktunya pada angka 11,07 detik. Situasi berbeda justru dialami Edson Cavalcante yang mengalami penurunan waktu signifikan. Edson Cavalcante hanya berada di peringkat lima dengan catatan waktu 11,47 detik atau lebih lambat 0,14 dibandingkan hasil babak kualifikasi. Catatan waktu 11,26 detik memastikan Saptoyogo meraih medali perak, sekaligus memecahkan rekor Asia yang dibuatnya pada ASIAN Para Games 2022. Kala itu, Saptoyogo meraih medali emas dengan catatan waktu 11,28 detik. Saptoyogo tak bisa menutupi rasa bahagianya usai mendapatkan medali perak pada Paralimpiade 2024. Saptoyogo ternyata sempat down sebelum melakoni partai final di Stade de France, Paris. “Sempat down karena ada lawan-lawan yang baru dan saya tidak tahu catatan waktu terbaik mereka, tetapi saya menguatkan tekad untuk harus melakukan yang terbaik agar bisa meraih medali ini,” kata Saptoyogo usai pertandingan. Hujan yang mengguyur Stade de France juga sempat membuatnya khawatir. Untuk klasifikasi T37, turunnya hujan yang membuat udara menjadi dingin bisa mempengaruhi kinerja otot tangan maupun kaki. “Saya tidak menyangka bisa pecah rekor pribadi karena situasinya hujan. Saat hujan bisa tidak maksimal karena bisa mempengaruhi otot di kaki atau tangan. Jadi saya hanya optimis untuk meraih medali,” papar Saptoyogo. Raihan medali perak ini menjadi kado tambahan ketika sang istri juga sedang hamil empat bulan. Saptoyogo langsung menghubungi istrinya yang menyaksikan partai final melalui live streaming. “Untuk istri, terima kasih telah mendukung saya dan selalu memotivasi saya. Semoga ini bukan momen terakhir untuk mendapatkan medali. Ini harus berkelanjutan untuk mendapatkan medali,” tutur Saptoyogo. Sementara itu, pelatih para atletik Indonesia, Purwo Adi Sanyoto, mengapresiasi keberhasilan Saptoyogo Purnomo meraih medali perak pada Paralimpiade 2024. “Di para atletik, kita menargetkan medali perunggu, tetapi Alhamdulillah hari ini lewat Saptoyogo bisa meraih medali perak dan memecahkan rekor Asia atas nama Saptoyogo sendiri di Asian Para Games Hangzhou,” ucap Purwo Adi Sanyoto. Purwo Adi pun mengucapkan terima kasih atas dukungan program latihan yang diberikan Kemenpora, ketua umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun serta Chef de Mission (CdM), Reda Manthovani. Program latihan maksimal ditambah dengan motivasi besar yang ditunjukkan Saptoyogo bisa berbuah medali perak pada Paralimpiade 2024. “Saptoyogo memiliki semangat, disiplin latihan, daya juang dan mental bertanding yang luar biasa. Kelebihan Saptoyogo ini memiliki reaksi dan start yang bagus dibandingkan dengan lawan-lawannya, sehingga lebih mudah mempertahankan kecepatan menuju finish,” ungkap Purwo Adi. Saptoyogo Purnomo masih akan turun pada nomor pertandingan 200 meter putra klasifiksi T37. Namun, persaingan berebut medali bakal jauh lebih ketat dengan hadirnya atlet-atlet yang punya spesialisasi nomor pertandingan 200 meter.

Atlet Muda Putri Indonesia Raih Medali Perunggu di IFSC Youth World Championship Guiyang 2024

Putri Wijaya Berliana, atlet muda speed putri Indonesia, berhasil meraih medali perunggu dalam ajang bergengsi IFSC Youth World Championship Guiyang 2024. Prestasi ini diraih di kategori Women Speed U-20 pada Jum’at malam, (30/08) waktu Guiyang. Dalam kompetisi yang berlangsung malam tadi, Putri Wijaya Berliana menunjukkan performa menawan dengan mencatatkan waktu 7,34 detik di babak small final, mengalahkan Tkachova Daria asal Ukraina yang mencatatkan waktu 8,18 detik. Selisih waktu 0,44 detik menjadi penentu kemenangan Putri dan memastikan posisi podium ketiga untuk kontingen Indonesia. Sementara itu, atlet muda speed putra Indonesia, Ramaski Aswin Kristanto, belum berhasil menyumbangkan medali setelah gugur di babak perdelapan final kategori Men Speed U-20. Meskipun belum mencapai podium, Ramaski menunjukkan potensi dan semangat yang patut diapresiasi. Prestasi Putri Wijaya Berliana tidak hanya mencerminkan kualitas individu, tetapi juga menegaskan bahwa atlet muda Indonesia yang berlaga di kompetisi ini adalah calon bintang panjat tebing masa depan. Dengan dedikasi dan kerja keras, mereka menunjukkan bahwa Indonesia memiliki generasi penerus yang siap bersaing di level internasional. Dalam kompetisi youth internasional tersebut, FPTI tidak hanya mengirimkan atlet speed saja, tetapi juga mengirimkan delegasi untuk nomor lain seperti lead dan boulder yang terbagi ke dalam 3 kategori yaitu U-20 (junior Putra dan Putri), U-18 (youth A putra dan putri), dab U-16 (youth B putra dan putri). Namun, mereka belum berhasil mencapai podium. Federasi Panjat Tebing Indonesia, melalui Ketua Bidang Humas, Azairus Adlu mengucapkan selamat kepada Putri Wijaya Berliana atas pencapaian gemilang ini dan memberikan apresiasi kepada seluruh atlet muda yang telah berkompetisi dengan penuh semangat dan daya juang yang tinggi. Menurutnya, FPTI percaya bahwa pencapaian ini adalah langkah awal yang menggembirakan dan akan memotivasi para atlet untuk terus berlatih dan berjuang di kompetisi mendatang. “Kami optimis bahwa generasi muda ini akan membawa panjat tebing Indonesia ke level yang lebih tinggi di masa depan,” Pungkas Azairus Adlu.

Indonesia Juara Umum ASBC 2024

Indonesia akhirnya berhasil menjadi juara umum di ajang Asian School Badminton Championship (ASBC) 2024 dengan meraih 6 medali emas, 2 medali perak, dan 2 medali perunggu. Setelah sebelumnya berhasil mengamankan dua medali emas dari nomor beregu putra dan putri. Indonesia berhasil menambah empat medali emas dari nomor perorangan. Emas pertama dari nomor perorangan dipersembahkan oleh Muhammad Yusuf yang berhasil mengalahkan rekan senegaranya Zidane Cahyo Nugroho (21-14), (22-20). Emas kedua berhasil diraih dari ganda putra Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy T, yang juga berhadapan dengan tim senegaranya, Ikhsan Lintang Pramudya/ Lindan Mikael Mahardika M dengan skor (21-12), (15-21), (21-18). Ganda putri Indonesia juga berhasil menyumbangkan emas ketiga setelah pasangan Angelita Magdalena/Rasi Joase Niakhe sukses mengalahkan pasangan Thailand Jitaphat Thanaphudit/Worakorn C dengan skor 3-0. Sementara emas keempat diukir Muhammad Firza Athallah P/ Geraldine Alexandra Bolang yang menjadi ganda campuran terakhir yang mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dengan menaklukkan ganda campuran Malaysia pada partai final ASBC 2024, Datu Anif Isaac Bin Datu Asra/ Shaneesa Binti Shahidi dengan skor 10-21, 17-21. Mewakili Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat dan Daerah Kemenpora, Dwijayanto Sarosa Putera merasa bangga atas keberhasilan timnas Indonesia yang berhasil keluar sebagai juara umum pada turnamen ASBC 2024 dengan total perolehan 6 medali emas, 2 medali perak, dan 2 medali perunggu. “Selamat untuk ASBC 2024 dengan kesuksesan prestasi olahraga cabor bulu tangkis yang merupakan cabor prioritas DBON (Desain Besar Olahraga Nasional) dan kegigihan panitia penyelanggara sampai di titik ini,” Dwijayanto di GOR Universitas Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (31/8). “ASBC yang ke-9 nanti ditentukan kemudian oleh ASSF dimana akan dilaksanakannya. Anak-anak (atlet) ini nantinya akan dikembalikan ke klub masing-masing dan ini menjadi peran PBSI untuk membina talenta-talenta muda ini,” jelasnya. Sumber: Medcom

Korea Open 2024: Leo/Bagas Sabet Gelar Juara

Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana keluar sebagai juara Korea Open 2024 setelah mengalahkan pasangan andalan tuan rumah yang juga juara dunia 2023, Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae. Pasangan anyar “Merah Putih” itu menang rubber game 18-21, 21-9, 21-8, dalam pertandingan berdurasi 48 menit di Mokpo Indoor Stadium, Mokpo, Korea Selatan, Minggu (1/9). “Alhamdulillah bisa bermain baik seperti yang diinginkan dan bisa tampil sebagai juara untuk kali pertama sebagai pasangan baru. Pekan lalu di Japan Open kami tertahan di semifinal dan di Korea Open kami juara,” tanggap Leo kepada tim Humas dan Media PP PBSI. “Alhamdulillah saya sangat senang bisa juara Korea Open,” Bagas, menimpali komentar partner barunya itu.. Lebih lanjut Leo menyatakan, mereka harus melalui pertarungan ketat di gim pembuka. Meski berujung pada kekalahan, keduanya belajar dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan di gim pertama. “Di gim kedua kami benahi dan Alhamdulillah bisa bermain baik dan bisa merah kemenangan,” jelasnya. “Di gim ketiga kami makin percaya diri lagi setelah meraih kemenangan di gim kedua. Apalagi Mas Bagas memiliki smes kencang sehingga bisa meng-cover full saya dari sektor belakang. Saya tinggal menjaga di area kotak depan saja,” Leo, menambahkan. “Apalagi tampil di final itu tidak lagi bicara soal teknik dan lain-lain lagi. Tinggal tergantung bagaimana mental untuk bermain berani saja,” kata atlet kelahiran Klaten, Jawa Tengah, ini. Dalam perjalanan menuju partai puncak turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 500 tersebut, Leo/Bagas tercatat tak kehilangan satu gim pun. Di babak 32 besar, mereka menang 21-13, 21-16 atas Ming Che Lu/Tang Kai Wei asal Taiwan, kemudian di babak 16 besar menyingkirkan Nur Mohd Azriyn Ayub Azriyn/Tan Wee Kiong (Malaysia) dengan skor 21-17, 21-11 dalam tempo 29 menit. Di perempat final, Leo/Bagas, yang menempati unggulan ketujuh, mengalahkan wakil tuan rumah, Choi Sol Gyu/Heo Kwang Hee, dengan skor identik 21-17, 21-17 dalam laga berdurasi 30 menit. Leo/Bagas merebut tiket final setelah memenangi laga sesama ganda putra Indonesia di babak empat besar. Pertemuan perdana mereka dengan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin –juga unggulan ketujuh– tersebut berakhir dengan skor 21-9, 21-14. Inilah gelar juara pertama bagi pasangan baru racikan pelatih kepala ganda putra pelatnas bulu tangkis Aryono Miranat itu, sejak debut mereka pada Japan Open 2024 dua pekan lalu di Yokohama Arena, Yokohama, Jepang. Selain itu, Leo/Bagas dan Fikri/Daniel mencatatkan hasil positif dengan mencapai dua semifinal secara berturut-turut di Yokohama dan Mokpo. Sumber: Djarum Badminton

ASSA Pro Bekasi Juara Seri Nasional Piala Menpora U-12 Liga Anak Indonesia 2024

Kejuaraan Piala Menpora U-12 Liga Anak Indonesia 2024 seri nasional berlangsung sukses. Digelar selama tiga hari sejak Kamis (29/8) hingga Sabtu (31/8), tim dari Bekasi yang mewakili regional Jakarta yaitu ASSA Pro sukses keluar sebagai juara. Seri nasional yang berlangsung di Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya ini diikuti 16 tim U-12 dari berbagai daerah di Indonesia. Ke-16 tim tersebut tampil di seri nasional setelah menjuarai seri regional di daerahnya masing-masing. Format turnamen menggunakan fase grup yang terbagi dalam dua grup, masing-masing terdiri delapan tim, di mana setiap tim dalam grup saling bertanding. Dua tim dengan poin teratas berhak melaju ke fase gugur di babak semifinal. Babak semifinal yang digelar Sabtu (31/8) siang menyajikan dua partai yaitu juara Grup A Sejahtera dan Barokah Martapura (SBM) FC melawan Gladiator Boys Cendana (GBC) FC Batam, dan laga juara Grup B ASSA Pro Bekasi menghadapi Gama FA Malang. SBM FC melaju ke final setelah mengalahkan GBC FC dengan kemenangan 2-1. Sementara ASSA Pro memastikan tiket final melalui drama adu penalti kontra Gama FA 3-2, setelah pertandingan waktu normal imbang 2-2. Di partai pemungkas, ASSA Pro tampil mengesankan. Tim yang baru terbentuk dua tahun silam ini sukses mempecundangi SBM FC dengan skor 6-1. Menariknya lima gol ASSA Pro tercipta dari kaki pemain bernama Muhammad Rayyan Taqi. Pelajar 12 tahun itu pun dinobatkan sebagai pemain terbaik sekaligus pencetak gol terbanyak dalam Piala Menpora U-12 Liga Anak Indonesia edisi ini. Total 12 gol dilesakkannya di sepanjang turnamen. Pelatih ASSA Pro Didik Darmadi menyatakan senang para siswanya bisa berlaga di Piala Menpora U-12 Liga Anak Indonesia 2024. Apalagi timnya berhasil keluar sebagai juara. “Rasanya senang karena bisa bertemu talenta-talenta hebat di nusantara dan kita melihat banyak bakat hebat di Indonesia,” kata Didik. Menurut Didik, kunci kemenangan anak asuhnya ada pada saling percaya di antara pemain. Para pemain disebut mempunyai daya juang dan motivasi yang tinggi. Karenanya timnya mampu mencatatkan rentetan kemenangan sejak seri regional sampai ke seri nasional, hingga berhasil menjadi juara. “Persiapan kami dengan latihan yang kontinyu. Dengan latihan yang teratur, kami siapkan program untuk menuju event-event nasional,” terang Didik yang dalam turnamen ini didaulat sebagai Pelatih Terbaik. Hebatnya, selepas Piala Menpora U-12 Liga Anak Indonesia 2024 ini, ASSA Pro akan mengikuti turnamen South East Asia Football Tallent (Seaft) yang digelar di Malaysia. “Kejuaraan ini juga adalah bagian dari persiapan kami untuk menuju Seaft di Malaysia. Pada Seaft di Malaysia ini kami juga mewakili Indonesia,” jelas Didik. Atas keberhasilan menjadi juara, ASSA Pro diganjar hadiah uang pembinaan senilai Rp25 juta. Sementara runner-up SBM FC mendapat uang pembinaan Rp10 juta. Juara 3 Gama FA dan juara 4 GBC FC masing-masing mendapat uang pembinaan Rp5 juta. Piala Menpora U-12 Liga Anak Indonesia 2024 ini sendiri digelar Kemenpora RI melalui Asisten Deputi (Asdep) Olahraga Pendidikan (Ordik) pada Deputi 3 Bidang Pembudayaan Olahraga. Kejuaraan ini sebagai sarana pengembangan bakat dan pembentukan karakter bagi generasi muda.

Seoul EOU Cup 2024: Indonesia Telan Kekalahan Kedua

Korea Selatan U-20 mengalahkan Indonesia 3-0 pada laga terakhir Seoul Earth on Us Cup 2024 di Stadion Mokdong, Seoul, Minggu (1/9) malam WIB. Korsel membuka keunggulan 1-0 saat laga baru berjalan lima menit. Gol dicetak pemain belakang Shin Minha melalui sundulan memanfaatkan eksekusi sepak pojok. Setelah unggul, Korsel tetap dengan pendekatan bermain yang agresif. Tim asuhan Lee Chang Won tampil ngotot dan tidak membiarkan para pemain Timnas Indonesia U-20 leluasa menguasai bola. Tuan rumah bahkan bisa memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-25. Umpan Hong Seokhyun di dalam kotak penalti dengan tenang dieksekusi Kim Taewon untuk membobol gawang Ikram Algiffari. Situasi sepak pojok kembali jadi petaka buat Timnas Indonesia U-20. Hong Seokhyun dengan cermat menyundul bola dari sepak pojok yang membuat Ikram memungut bola untuk kali ketiga dari gawangnya pada menit ke-32. Skor berubah jadi 3-0. Korsel U-20 punya peluang untuk mencetak gol keempat pada menit ke-58. Park Subeen melepaskan tembakan keras dari dalam kotak yang masih tipis berada di atas mistar gawang. Empat menit berselang giliran pemain pengganti Korsel U-20, Kim Gyeol yang menebar ancaman. Namun, tembakan Kim masih terlalu lemah dan mudah dijinakkan Ikram. Timnas U-20 akhirnya mendapatkan peluang yang mengancam pertahanan lawan pada menit ke-71. Umpan silang dikirimkan Riski Afrisal ke tiang jauh yang disambut sontekan Alfharezzi tetapi arahnya masih berada di samping kiri gawang Korsel. Dua menit berselang giliran Riski yang punya peluang. Tembakan kaki kiri dilepaskan Riski dari dalam kotak penalti yang mengenai pemain belakang lawan dan menghasilkan sepak pojok. Korea Selatan yang telah melakukan sejumlah pergantian pemain tidak lagi leluasa melakukan tekanan. Kondisi ini coba dimanfaatkan tim Garuda Nusantara yang sudah lebih percaya diri dalam melakukan tekanan. Hanya saja permainan yang lebih baik itu tetap saja tidak cukup untuk membuat Timnas U-20 memecahkan kebuntuan. Alhasil, skor 3-0 untuk kemenangan Korea Selatan U-20 tidak berubah hingga laga usai.

Seoul EOU Cup 2024: Indonesia Akui Keunggulan Thailand

Tim U-20 Indonesia harus mengakui keunggulan 0-2 dari Thailand di laga kedua mereka pada ajang Seoul Earth On Us Cup 2024, Jumat (30/8) di Stadion Mokdong, Korea Selatan. Gol-gol tersebut berasal dari Caelan Ryan di menit ke-10 dan Ratthaphum Phankhechon menit ke-90. Garuda Nusantara tampak kesulitan untuk bisa mengeluarkan permainan terbaiknya karena ditekan oleh Thailand U-20. Sementara lawan bermain lebih baik. Dony Tri Pamungkas, dan kawan-kawan awalnya sudah terlihat kewalahan melawan Thailand U-20. Sebab pasukan Indra Sjafri itu terus ditekan setiap kali memegang bola. Karena tekanan tinggi itu, para pemain Garuda Nusantara tampak kesulitan memainkan permainan terbaik mereka. Thailand U-20 justru bisa bermain lebih baik dan mencetak gol di menit ke-10 yang dicetak oleh Caelan Tanadon Ryan. Striker Thailand itu sukses mengantisipasi kesalahan pemain Garuda Nusantara, Rahmat Syawal tengah berupaya membuang bola ke arah Dony Tri Pamungkas, pemain Thailand, Thanawut Phochai mampu mengambil bola tersebut, yang pergerakan bolanya lantas mengarah ke kaki striker itu yang langsung menyambar bola dan gol pun tercipta. Kesalahan karena terlalu berani bermain di area sendiri akhirnya dibayar mahal. Memasuki babak kedua, permainan Garuda Nasional sedikit berubah, tampil menekan. Beberapa peluang sempat tercipta, namun tidak ada yang benar-benar berpeluang gol. Namun, Thailand U-20 pun berhasil menambah keunggulan via Ratthapum Phankhechon. Gol yang tercipta di menit 90+3 itu pun berbau kontroversi. Sebab dalam proses gol itu terjadi, pemain Timnas Indonesia dihalangi wasit hingga terjatuh dan kehilangan bola. Garuda Nusantara akhirnya harus akui keunggulan lawannya itu dengan skor 0-2.

Seoul EOU Cup 2024: Comeback Apik, Indonesia Kalahkan Argentina

Timnas Indonesia U-20 berhasil mengalahkan Argentina 2-1 di Stadion Mokdong, Seoul, Rabu (28/8/2024) siang WIB. Dalam pertandingan ini Argentina unggul lebih dulu di menit ke-16 melalui sundulan keras Mirko Juares Zemlich usai menyambut tembakan Rodrigo Stocco memanfaatkan bola intersep Kadek Arel dalam situasi sepak pojok. Pada menit ke-75, Indonesia mampu menyamakan skor menjadi 1-1 lewat sundulan Kadek Arel usai meneruskan umpan tendangan bebas Maouri Ananda Yves Ramli Simon. Bahkan pada menit ke-79 Indonesia berhasil comeback atau berbalik unggul 2-1 atas Argentina berkat gol penalti Maouri Ananda Yves Ramli Simon. Sementara itu pada pertandingan lain, Korea Selatan sukses membantai Thailand 4-1 di laga perdana Seoul Earth On Us Cup 2024 di Stadion Mokdong, Korea Selatan, Rabu (28/8) malam. Dengan demikian, Korea Selatan dan Indonesia menjadi pemuncak klasemen sementara dengan 3 poin, namun Korea unggul jumlah selisih gol. Pada pertandingan selanjutnya Korea Selatan akan bertemu Argentina, Jumat (30/8) petang WIB. Sedangkan Indonesia akan jumpa Thailand, Jumat (30/8) siang WIB.

Jay Idzes Bangga Debut di Serie A

Jay Idzes menjadi pemain Indonesia dan ASEAN pertama yang debut di Serie A. Hal ini setelah dirinya bermain untuk Venezia FC saat melawan Fiorentina di Stadion Artemio Franchi, Firenze, Minggu (25/8). Laga pekan kedua Serie A tersebut berakhir imbang 0-0. Seusai laga, pemain belakang timnas Indonesia tersebut bangga dan berharap kiprahnya bisa diikuti oleh pemain Indonesia lainnya. “Saya sangat bangga menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain di Serie A. Saya berharap akan ada lebih banyak pemain Indonesia yang bermain di level tinggi di masa depan. Semoga pencapaian saya dapat menginspirasi banyak orang,” kata Jay Idzes. Pada laga tersebut, Jay Idzes membuat 58 sentuhan, 3 clearance, dan sekali intersep serta tekel. Dirinya bermain selama 68 menit sebelum digantikan oleh Michael Svoboda. Penampilannya bersama Venezia mendapat banyak pujian dan tentunya sejarah untuk Indonesia. Jay Idzes juga menambahkan bahwa kondisinya saat ini tidak ada masalah. Dan siap bergabung bersama timnas Indonesia jelang laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde ketiga melawan Arab Saudi dan Australia. “Tidak. Semuanya baik-baik saja. Tidak ada yang serius,” kata pemain berusia 24 tahun tersebut. Skuad Garuda bakal lebih dulu bertandang ke Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, untuk melawan Arab Saudi, Kamis (5/9). Setelah itu menjamu Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (10/9). “Kami memiliki kesempatan luar biasa di depan kami. Kami akan bermain melawan negara-negara hebat dan kami memiliki peluang untuk lolos ke Piala Dunia,” jelas Jay Idzes. “Kami ingin menunjukkan apa yang bisa kami lakukan dan kami ingin semakin mengangkat nama Indonesia di peta dunia,” tukasnya.

SEA V League 2024: Tim Putra Indonesia Takluk di Partai Final

Tim voli putra Indonesia kembali gagal meraih gelar juara SEA V League usai dikalahkan Thailand 1-3 (20-25, 24-26, 25-22, 26-28) pada laga penutup di GOR UNY Yogyakarta, Minggu (25/8/2024) malam. Dengan kekalahan itu, tim asuhan pelatih asal Tiongkok, Li Qiujiang itu hanya menempati peringkat kedua, sama dengan prestasi pekan lalu di Filipina. Sedangkan Thailand kembali meraih gelar juara. Kissada Nilsawai dkk pada pekan pertama lalu, di Filipina juga meraih gelar juara. Dua seri penyelenggaraan SEA V League ini, Thailand tidak terlalahkan dalam enam laga. Dan hanya kehilangan satu set yakni melawan timnas Indonesia di laga terakhir di Yogyakarta. Timnas Indonesia tertinggal dua set lebih dulu dari Thailand. Set pertama, anak-anak Indonesia tak mampu berbuat banyak dan takluk 20-25. Set kedua timnas tertinggal jauh dari Thailand dengan 10-16. Namun, secara perlahan mampu menyusul bahkan di akhir set kedua sempat unggul 24-21. Akan tetapi, Thailand mampu mengejar dan memaksa deuce 24-24. Bahkan, tim asuhan Park Ki Won itu mampu menyelesaikan set kedua dengan skor 26-24. Set ketiga timnas bangkit dan mampu menyelesaikan dengan kemenangan 25-22. Set keempat kedua tim saling kejar mengejar angka. Timnas sempat memimpin dengan 18-16. Tetapi anak-anak Thailand mampu menyamakan 18-18. Dan, spike Agil Angga Anggara keluar membuat kedudukan 18-19. Laga set keempat itu terus berlangsung ketat. Kedua tim terus kejar mengejar angka dari 20-20 hingga 24-24, 25-25 , dan akhirnya 26-28 untuk kemenangan Thailand Usai laga, asisten pelatih timnas Indonesia, Anwar Sadat mengaku Farhan Halim cs jelek di dalam melakukan receive. “Karena receive error membuat kita susah dalam melakukan serangan pada set pertama,” ujar Sadat usai laga. Pada set kedua, tambah Sadat, sudah mulai ada perkembangan di dalam permainan. “Tapi sepertinya mereka kelelahan, sehingga kita sudah unggul bisa dikejar,” tutur pelatih asal Jabar. Sadat mengaku timnas ini sudah harus dievaluasi menghadapi pertandingan ke depan, jik ingin ada perbaikan. Pada pertarungan Filipina versus Vietnam, di luar dugaan Filipina mampu unggul atas Vietnam dengan skor ketat 3-2 (27-25, 14-25, 22-25, 25-21, 15-12). Selain mendapatkan piala dan medali, Thailand juga mendapat hadiah uang pembinaan sebesar USD16 ribu. Sedangkan tim tuan rumah sebagai runner-up mendapat USD 13 ribu. Peringkat ketiga, Filipina menerima USD 11 ribu, dan keempat mendapat US$ 10.000. Timnas juga mendapat dua gelar terbaik yakni Dio Zulfikri sebagai best setter dan best outset hitter yang ditempati Farhan Halim bersama Michaelo Buddin dari Filipina. Pemain terbaik atau MVP diraih Napadeth Binijdee dari Thailand. Sumber: Berita Satu

Laga Uji Coba, Tim U-17 Indonesia Menang Lawan India

Tim U-17 Indoesia sukses mengalahkan India dengan skor 3-1 pada laga uji coba internasional di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Minggu (25/8). Tiga gol kemenangan Indonesia dicetak oleh Evandra Florasta pada menit ke-15, Fandi Ahmad menit-50′, dan Mierza Firjatullah menit ke-62. Uji coba ini merupakan bagian dari pemusatan latihan (TC) Garuda Muda di Bali jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2025. Babak kualifikasi itu berlangsung pada 19-27 Oktober 2024. “Tentu kami apresiasi anak-anak atas kemenangan pada laga uji coba ini. Meski begitu, masih banyak catatan-catatan yang perlu diperbaiki di tim seperti fokus, konsentrasi serta komunikasi antar lini,” kata Nova Arianto. “Yang pasti fokus pemain bisa dilihat. Di babak pertama dan kedua ada kekurangan. Anak-anak harus bisa mengatur ritme pertandingan. Transisi juga diperlukan. Saya inginnya setelah mendapatkan bola, bawa kedepan. Tetapi banyak kehilangan bola dan ini jadi catatan kami,” tambahnya. Setelah TC di Bali, Putu Panji dan kawan-kawan akan melanjutkan TC di Spanyol dan Qatar sebelum ke Kuwait. Pada Kualifikasi Piala Asia U-17 di Kuwait, Indonesia berada di grup G bersama Australia, Kuwait dan Kepulauan Mariana Utara. Nantinya hanya 10 juara grup dan lima runner-up terbaik akan melaju ke putaran final bersama tuan rumah Arab Saudi yang digelar di Saudi pada tanggal 3-20 April 2025. Kedua tim akan kembali melakukan uji coba pada Selasa (27/8) mendatang di tempat yang sama.

MilkLife Archery Challenge 2024: Bibit-Bibit Atlet Panahan Potensial Lahir di Kudus

Stadion Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah menjadi saksi lahirnya bibit – bibit atlet panahan potensial yang diharapkan kelak mampu menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional. Melalui kejuaraan MilkLife Archery Challenge 2024 yang digelar selama empat hari mulai dari Kamis (22/8) hingga Minggu (25/8), tak kurang dari 357 pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) beradu kemampuan melepaskan anak panah. Pada partai final turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife dan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kudus yang diadakan Minggu (25/8), berbagai keseruan tersaji di arena pertandingan. Para peserta yang terbagi dalam tiga nomor yang dipertandingkan yakni PVC KU 10, PVC KU 12, dan Nasional (Standar Bow) KU 12 baik putra dan putri meningkatkan daya juang, konsentrasi dan mental demi meraih podium tertinggi. Di nomor pertandingan PVC KU 10 Putra, Rhymonda Felix Alviero dari SDIT Al-Ikhlas Tlogowungu Pati sukses menjadi jawara usai mengalahkan Yudhistira Putra W dari SDIT Umar Bin Khathab Juwana Pati dengan set point 6-0 (84-76). Sedangkan di sektor putri, hasil mentereng ditorehkan oleh Arista Adinda Zahrani dari SDN Tondokerto Pati yang membukukan set point 6-0 (81-65) atas lawannya Annisa Farzana Afia dari MI NU Banat Kudus dan berhak merebut titel kampiun. Beralih ke kategori PVC KU 12, di nomor putra, Muhammad Zahfa Rafi Arrosyid dari SDIT Umar Bin Khathab Kudus berhasil mengandaskan Muhammad Fahri dari SD 1 Bae Kudus dengan set point 7-1 (107-102). Sedangkan pada sektor putri, Ayudya Zaqiya dari MI NU Banat Kudus tersenyum lebar setelah memastikan diri menjadi juara dengan set point 7-3 (132-128) atas Fia Anatasya dari SD 1 Burikan Kudus. Atmosfer perebutan gelar juara yang lebih kompetitif terjadi di kategori Nasional (Standar Bow) KU 12. Di nomor putri, dominasi Shakila Queena Elrakha dari SDUT Bumi Kartini Jepara atas lawannya Cahaya Niva Sridewi dari SD Muhammadiyah 1 Wonogiri tak terbendung dengan mencetak set point 6-0 (87-73). Adapun di sektor putra, Chalief Danesh Barana Setya dari SDN Geritan Pati berhasil mengalahkan perlawanan Muhammad Kenzie Bushido dari SDIT Al Huda Wonogiri dengan perolehan set point 6-2 (115-111). “Saya senang banget bisa juara satu di kejuaraan ini. Pas final tadi, tantangannya memang dari kondisi lapangan yang tiba-tiba angin kencang. Lalu lawan saya juga nggak mudah, saya sudah ketemu dia dua kali di kompetisi sebelumnya. Jadi persiapannya harus lebih matang sebelum tanding. Semoga dari sini saya bisa menang terus,” bilang Shakila sambil menggenggam erat piala yang ia peroleh. Tak hanya aduan perorangan, MilkLife Archery Challenge 2024 sekaligus mempertandingkan format beregu yang membela nama sekolah. SD 1 Burikan Kudus menjadi juara beregu di kategori PVC KU-10 Putra dan PVC KU-10 Putri, SDIT Umar Bin Khathab Kudus (PVC KU-12 Putra, PVC KU-12 Putri dan Nasional KU-12 Putri), serta SDIT Al Huda Wonogiri (Nasional KU-12 Putra). Hasil ini membawa SDIT Umar Bin Khathab Kudus sukses meraih gelar Juara Umum kategori Nasional Ku-12. Legenda Panahan Indonesia, Lilies Handayani, bangga dengan torehan prestasi yang dicapai peserta dalam MilkLife Archery Challenge 2024 ini. Ratusan pelajar yang ambil bagian dalam turnamen tersebut merupakan angin segar untuk meningkatkan prestasi cabang olahraga panahan Indonesia di panggung dunia pada masa mendatang. “Saya optimistis, dari ratusan peserta ini pasti ada yang bisa jadi atlet profesional dan menembus Pelatnas sehingga bisa membela Indonesia di kejuaraan level dunia. Saya akan sangat Ikhlas dan bersyukur bila ada yang bisa melewati prestasi saya di Olimpiade, 36 tahun yang lalu,” ujar Lilies yang merupakan salah satu anggota 3 Srikandi (peraih medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade). Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge 2024 bertujuan guna menumbuhkan kecintaan masyarakat Kudus dan sekitarnya terhadap cabang olahraga panahan, khususnya di level pelajar. Yoppy mengapresiasi tingginya antuasiasme peserta pada gelaran perdana turnamen panahan ini. “Setelah memasyarakatkan sepak bola putri dan atletik, kini kami mengajak seluruh warga Kudus dan sekitarnya untuk mengenal lebih dalam cabang olahraga panahan. Karena kami melihat olahraga ini memiliki potensi untuk mendulang prestasi di level dunia. Meski baru pertama kali, kami bersyukur antusiasme dari guru maupun peserta cukup baik dan melebihi ekspektasi. Semoga ini menjadi angin segar yang bisa dikembangkan ke depannya baik dari sisi pembibitan atlet maupun peningkatan prestasi,” ujar Yoppy. Ia melanjutkan, di level provinsi, prestasi panahan di Kudus dan sekitarnya masih berada di bawah Solo dan Semarang. Untuk itu, Yoppy berharap dengan digelarnya MilkLife Archery Challenge akan muncul bibit-bibit potensial yang bisa membawa Kota Kudus menorehkan prestasi yang lebih tinggi lagi, tak hanya di level Jawa Tengah namun juga di tingkat nasional. “Target utama kami, Kudus bisa memiliki regenerasi pemanah handal. Kami menyiapkan kaderisasi pemanah Kudus secara berjenjang dan berkesinambungan, sehingga bisa menembus tiga besar di provinsi, lalu lanjut ke tingkat nasional. Karena Solo dan Semarang sudah berpuluh-puluh tahun berada di tiga besar tingkat Jawa Tengah,” imbuhnya. Selaras dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak menuturkan, dukungan Djarum Foundation dan MilkLife dengan menyelenggarakan MilkLife Archery Challenge menjadi dorongan semangat bagi para pemangku kepentingan di cabang olahraga panahan untuk meningkatkan prestasi. Ia optimistis, kegiatan memasyarakatkan olahraga panahan akan berdampak positif terhadap lahirnya atlet-atlet yang kelak membela Indonesia. “Selama ini, Jawa Tengah merupakan barometer bagi olahraga panahan. Itu terlihat di tahun lalu jumlah atlet yang menghuni Pelatnas, ada enam dari Jateng. Kami berharap, dengan dukungan dari Djarum Foundation dan MilkLife, akan semakin banyak suplai atlet dari Jateng ke Pelatnas semakin meningkat yang akan mendorong prestasi cabang olahraga ini di level dunia. Untuk itu, kami meminta kepada penyelenggara agar kegiatan ini rutin diadakan,” ujar Abdul Razak. Gayung bersambut, Direktur Marketing Global Dairi Alami sebagai produsen susu MilkLife, Soegiono, mengungkapkan penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge sejalan dengan visi mereka yakni menyehatkan anak Indonesia. Ia berharap dengan rutin menjalani berbagai kegiatan olahraga dan didukung oleh asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang seperti MilkLife, akan melahirkan generasi penerus berprestasi. “Dalam upaya menyehatkan anak-anak Indonesia melalui produk susu berkualitas, kami berkomitmen bergandeng tangan bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk menggelar turnamen-turnamen yang positif bagi tumbuh kembang anak. Tak hanya menciptakan kesenangan tapi juga menyehatkan generasi masa depan serta melahirkan calon atlet kebanggaan Tanah Air, termasuk juga di cabang olahraga panahan yang mengawali prestasi … Read more

Tak Banyak Yang Tahu, Jens Raven Sudah Kantongi Lisensi Pelatih Eropa

Jens Raven masih muda belia, belum juga 19 tahun. Kendati demikian bomber Timnas Indonesia U-19 itu sudah mengantongi lisensi kepelatihan. Nama Raven mulai muncul dalam perbincangan publik sepak bola nasional pada beberapa bulan lalu ketika masuk radar naturalisasi. Kini pemuda 18 tahun itu kian sohor lantaran mengantarkan Timnas Indonesia U-19 menjadi juara Piala AFF U-19 2024. Kendati masih belia dan diharapkan bisa menjadi ujung tombak tajam Timnas Indonesia, Raven ternyata sudah memiliki lisensi melatih. “Iya itu benar. Saya punya lisensi B di Eropa,” ujarnya ketika ditanya soal rumor kepemilikan izin melatih. Dalam wawancara di mixed zone Stadion Gelora Bung Tomo usai laga final Piala AFF U-19 2024, Raven menjelaskan alasan memiliki lisensi tersebut. “Sepak bola untuk saya ke depannya dan hobi. Saya [kelak] di Belanda juga [ingin] melatih anak-anak,” terang pemain yang kini berkostum Dordrecht tersebut. Raven juga menjelaskan proses pengambilan lisensi sudah dimulai dari level junior C. Sementara ia sudah memiliki lisensi B sejak akhir Juni. Raven menjadi pemain Timnas Indonesia U-19 yang paling produktif di Piala AFF U-19 2024 dengan koleksi empat gol sekaligus mengungguli dua bek subur Iqbal Gwijangge dan Kadek Arel, serta sederet pemain lain seperti Arlyansyah Abdulmanan, Alfharezzi Buffon, Arkhan Kaka, dan Kafiatur Rizky.

Indonesia Kirim 20 Atlet ke Kejuaraan Dunia Panjat Tebing Junior di China

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akan mengirim atlet-atlet muda menuju Guiyang, China, untuk tampil di ajang IFSC Climbing Youth World Championships 2024. Pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing Junior IFSC yang berlangsung pada 22-31 Agustus 2024 tersebut, Indonesia akan diwakili oleh 20 atlet muda. Mereka terdiri dari sebelas putra dan sembilan putri yang akan bersaing dengan atlet muda panjat tebing dari seluruh dunia di IFSC Climbing Youth World Championships 2024. Kejuaraan yang akan berlangsung selama sebelas hari di China itu akan mempertandingkan tiga disiplin panjat tebing yaitu, lead, boulder, dan speed. Ketua Bidang Humas dan Media FPTI, Azairus Adlu, mengatakan bahwa keberangkatan ini merupakan bagian dari upaya FPTI untuk menambah jam terbang dan pengalaman kepada atlet-atlet muda di panggung internasional. “Kejuaraan ini sangat penting untuk para atlet muda Indonesia untuk menambah jam terbang dan pengalaman mereka,” kata Adlu, Senin (19/8) “Di sisi lain, hal ini juga merupakan program kami untuk keberlanjutan pembinaan dan menciptakan atlet Indonesia yang siap berprestasi di masa depan.” Adlu juga tidak lupa meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar atlet-atlet Indonesia yang berlaga nanti dapat memberikan hasil terbaik di kejuaraan tersebut. “Mari kita bersama-sama memberikan semangat kepada tim panjat tebing muda Indonesia,” katanya. Adapun ke-20 atlet muda panjat tebing Indonesia yang akan diberangkatkan menuju China adalah: Putra 1. Ardana Cikal Damarwulan (Jawa Barat) 2. Abdillah Nabihan Tajusa (D.I Yogyakarta) 3. Aeifhel Tri Andika (Jawa Tengah) 4. Antasyafi Robby Al Hilmi (Jawa Timur) 5. Aditya Maulana Ibrahim (Jawa Timur) 6. Muhammad Fauzan Akbar (Riau) 7. Samudera Setiadji Putra (Bali) 8. Noval Bayu Wardhana (Jawa Timur) 9. Noor Arsyada (Kalimantan Selatan) 10. Ramaski Aswin Kristanto (D.I Yogyakarta) 11. Roeyhan Hidayat (DKI Jakarta) Putri 1. Mayra Azalia Nabila (Jawa Timur) 2. An Nisa Angelia Panuntun (Banten) 3. Fransiska Alexandria Dwi Rahayu (DKI Jakarta) 4. Cinta Dwi Maharani (Jawa Timur) 5. Taqiyya Nur Aziza (D.I Yogyakarta) 6. Aninda Qalbi Arsyillah (DKI Jakarta) 7. Berliana Putri Wijaya (Jawa Timur) 8. Iinaas Nuur Ghoni (Jawa Timur) 9. Sisilia Putri Kusuma Wardani (Jawa Timur) Sumber: Akurat.co

Asian School Badminton Championship Siap Digelar di Semarang

Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah Kejuaraan bulutangkis bertaraf internasional untuk para atlet muda bertajuk Asian School Badminton Championship (ASBC) 2024. Semarang akan didapuk menjadi tuan rumah Kejuaraan ASBC 2024 yang rencananya akan bergulir mulai 25 Agustus sampai 2 September mendatang. Termasuk Indonesia, kejuaraan ini akan diikuti tujuh negara peserta lainnya seperti Brunei Darussalam, Hongkong, Malaysia, Singapura, Sri Lanka, dan Thailand. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, menyambut positif kejuaraan ini. Menurutnya, ASBC 2024 menjadi salah satu wadah yang dibutuhkan bagi atlet-atlet muda Tanah Air untuk meningkatkan jam terbang mereka. “ASBC ini untuk mengasah dan juga menambah jam terbang yang lebih bagi atlet-atlet muda. Jadi ini salah satu program jangka panjang yang harus dipersiapkan,” kata Dito di kantornya, Jakarta, Kamis (22/8). Selain itu, kejuaraan ini diharapkan bisa untuk menjaring bibit-bibit pebulutangkis muda potensial. Jika memenuhi kualifikasi, tidak menutup kemungkinan mereka akan terus dibina, hingga bisa dialihkan ke Pelatnas PBSI. Selain ASBC, saat ini juga tengah berlangsung turnamen bulutangkis U16 Piala Menpora. Turnamen ini berlangsung di enam wilayah di Indonesia seperti, Makassar, Jayapura, Bali, Palembang, Balikpapan, dan Solo. Dengan mempertandingkan dua kategori tunggal putra dan tunggal putri, para peserta terbaik pada setiap kota nantinya akan kembali bertanding di babak final yang bergulir di Jakarta. “Saat ini Kemenpora mengadakan Piala U-16 di zona di seluruh Indonesia dan final di Jakarta. Ini juga dalam rangka bisa menambah atlet-atlet yang berpotensi,” kata Dito. “Dari talent scouting harapannya bisa ditindak lanjuti PBSI. Di mana penambahan atlet muda ini pasti berdampak ke potensi Olimpiade 2028 dan juga 2032,” pungkasnya.

Mathew Baker sudah Bergabung dengan Tim U-17 di Bali

Mathew Baker, pemain tim U-17 yang bermain di klub Melbourne City, sudah bergabung dengan rekan-rekan satu timnya di TC Bali. Baker hadir Senin (19/8) di sore hari. Diakui olehnya, bahwa dia sangat antusias bisa bergabung kembali dengan teman-temannya yang lain di tim U-17 Indonesia. Dirinya juga tak sabar ingin latihan dan berprogres positif bersama dengan yang lainnya. “Saya senang bisa bergabung kembali dengan tim, bersama teman-teman yang lainnya juga. Selalu antusias bisa kembali dalam lingkungan yang bagus ini, saya sangat bersemangat dan gembira bisa berprogres positif bersama rekan-rekan satu tim lainnya,” buka Baker. Mathew Baker, pemain tim U-17 yang bermain di klub Melbourne City, sudah bergabung dengan rekan-rekan satu timnya di TC Bali. Baker hadir Senin (19/8) di sore hari. Diakui olehnya, bahwa dia sangat antusias bisa bergabung kembali dengan teman-temannya yang lain di tim U-17 Indonesia. Dirinya juga tak sabar ingin latihan dan berprogres positif bersama dengan yang lainnya. “Saya senang bisa bergabung kembali dengan tim, bersama teman-teman yang lainnya juga. Selalu antusias bisa kembali dalam lingkungan yang bagus ini, saya sangat bersemangat dan gembira bisa berprogres positif bersama rekan-rekan satu tim lainnya,” buka Baker.