Dipercaya Dapat Menstimulasi Otak, Axel Berhasil Raih Juara 1 Olahraga Catur Dalam Kejurda Banten 2017

Alex-Catur

Olahraga otak yang satu ini sering di kaitkan dengan permainan strategy perang dengan cara korban mengorbankan, namun ternyata olahraga catur juga mengajarkan cara meminimalisasi pengorbanan dalam bertahan ataupun pada saat menyerang. Axel Stephen merupakan siswa SMAN 2 Tangsel kelas X, dirinya tak lain atlet catur yang tergabung dalam 2 club olahraga catur, yaitu BSD chess club dan Percasi Tangsel. Mengikuti olahraga catur sejak 6 tahun yang lalu membuat Axel sudah sangat berpengalaman dalam bidang olahraga catur tersebut. Terbukti dengan berbagai prestasi yang telah ia raih, diantaranya: 1. Juara 1 dalam Kejurda Banten 2016 2. Juara 1 dalam Kejurda Banten tahun 2017 3. Juara 1 dalam O2SN tingkat SMP 4. Juara 2 dalam O2SN tingkat SMP Ditanya mengapa tertarik dengan olahraga catur, Axel menjawab, “Saya tertarik dengan olahraga catur karena dapat menstimulasi, strategic is fun.” ujar Axel Sebagai manusia pada umumnya, remaja yang satu ini juga pernah merasakan kejenuhan dalam menekuni olahraga catur yang sangat menguras pikiran. “Terkadang saya merasa bosan dalam berlatih, namun keluarga saya sangat mendukung segala perjuangan saya sampai dapat berprestasi, terutama ayah saya yang sangat berperan dan selalu mendampingi saya.” ujar Axel. Axel juga mengatakan kepada NYSN, bahwa ia bercita-cita menjadi Sarjana Teknologi Pangan, dan tetap menjadikan olahraga catur sebagai hobbynya. Dan sedikit pesan dari Axel kepada pembaca NYSN jangan pernah menyerah walupun dalam keadaan kalah sekalipun. “Keep spirit, don’t give up even when get loser.” pesan Axel.(crs/adt)

Sering Keseleo Dalam Latihan Olahraga Tenis, Gadis Ini Menganggapnya Sudah Biasa

Balya-Tenis

Jika kita berbicara olahraga tenis lapangan, Indonesia tentu tidak ketinggalan dalam mengambil peran dalam kejuaraan turnamen dunia, namun jika nama Wimbledon yang di bahas, ini merupakan turnamen tenis paling tua dan paling bergengsi di dunia. Tidak mengherankan bila disebut sebagai salah satu dari empat turnamen paling bergengsi di dunia. Bahkan di antara beberapa pemain tenis dunia, mengatakan ini adalah turnamen yang paling diidamkan untuk menang. Kembali ke tanah air, gadis belia ini bernama Balya Mikaela Rahmah, yang tak lain merupakan siswi kelas X di SMA Negeri 3 Tangerang Selatan. Balya juga mencintai olahraga tenis lapangan putri, dan layak menjadi atlet, karena ia telah menuai banyak prestasi dalam berbagai kejuaraan tenis lapangan. Balya mengatakan kepada NYSN bahwa dirinya sudah menggeluti tenis semenjak duduk di bangku sekolah dasar. “Saya mulai ikut latihan tenis sekitar kelas 2 SD dan saat itu saya tergabung dalam club YBTA, Yayuk Basuki Tenis Academy.” kata Balya. Ia juga melanjutkan, bahwa ia mengikuti jejak sang kakak, Haekal Ramadhan yang sudah lebih dahulu menjadi atlet tenis dan juga sudah mempunyai banyak prestasi dalam bidang olahraga tersebut. “Awalnya cuma ikut kakak saya latihan, akhirnya penasaran dan setelah itu coba-coba, eh jadi berlanjut.” lanjutnya. Sudah banyak prestasi dalam olahraga tenis lapangan yang berhasil di koleksi Balya, beberapa diantaranya adalah: 1. Juara 1 dalam POPDA Pandeglang tahun 2016 2. Juara 1 dalam PORKOT Tangsel tahun 2016 3. Juara 3 dalam CBR Tenis Circuit tahun 2017 Balya mengakui, ia tidak pernah mengalami cidera serius selama menggeluti olahraga tenis, hanya sering keseleo yang menurutnya masih tergolong ringan. Di masa mendatang, Balya menuturkan bahwa ia ingin terus menjadi atlet tenis yang berprestasi, apalagi ditambah dengan pelatih serta keluarganya yang selalu mendukung dirinya untuk berjuang menjadi atlet tenis profesional. “Bosan berlatih tenis pernah beberapa kali saya rasakan, tetapi itu hal yang wajar. Cita-cita saya kedepan, saya ingin terus berlatih dan bisa berprestasi dalam bidang olahraga tenis lapangan.” tuturnya. Balya menutup percakapannya dengan NYSN seraya memberikan pesan untuk para siswa dan siswi yang sedang berjuang meraih prestasi dalam olahraga. “Untuk teman-teman yang sedang berjuang, terus berusaha, jangan pernah takut dan jangan pernah menyerah. Tetap semangat!” pesan remaja 15 tahun ini dengan semangat.(crs/adt)

Tak Butuh Waktu Lama Les Di SCUA, Remaja Ini Sabet Gelar Juara 1 Olahraga Catur Tingkat Nasional.

Akbar-Catur

Akbar Adiputra Irawan, atlet di bidang olahraga catur dan merupakan calon mahasiswa di Universitas Padjajaran. Pria yang lahir di Tangerang 28 November 1998 ini awalnya hanya diajarkan bermain olahraga catur oleh ayahnya, dan akhirnya memutuskan untuk mengikuti les catur. “Tahun 2010, pertama kalinya saya bermain Saya ingin menjadi atlet yang bergelar Grand Master kedepannya dan tahun ini insha Allah akan bermain di POMNAS (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional) catur dan pada saat itu saya diajari ayah saya untuk melangkahkan buah catur, ketika saya sudah bisa melangkahkan buah catur. Setelah itu, saya meminta kepada ayah saya untuk mengikuti les dan latihan di SCUA, Sekolah Catur Utut Adianto.” tutur Akbar. Sekitar delapan bulan berlatih catur, Akbar dipercayakan mengikuti kejuaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD dan berhasil sampai ke runner up nasional beregu dan akhirnya mewakili daerah Banten. Tak butuh waktu lama, pemuda ini terus memperlihatkan bakatnya di SCUA, lalu Akbar di ajak untuk memperkuat PERCASI Tangsel. “Setelah dua bulan saya les di SCUA, saya diajak guru catur pertama saya untuk masuk di PERCASI Tangsel.” lanjutnya. Akbar mengakui, dirinya menyukai catur karena seperti sedang memecahkan suatu masalah yang berada di atas papan catur dan semakin susah untuk menemukan sebuah langkah yang paling tepat, semakin semangat bagi Akbar untuk berpikir lebih keras. Berikut beberapa prestasi yang telah diraih oleh Akbar, diantaranya adalah : 1. Juara 2 Nasional Beregu tingkat SD tahun 2010 2. Juara 1 Nasional tingkat SM tahun 2014 3. Juara junior Banten berturut-turut tahun 2010 sampai 2017, 4. Rank 4 asean di Malaysia tahun 2015 5. Juara 1 tingkat Nasional tahun 2016 “Keluarga saya selalu mendukung saya sesuai dengan kemauan saya, dan selalu mengarahkan saya ke jalan yang benar sebagaimana Orang tua memberi nasehat ke anaknya.” ujar Akbar. Akbar juga mengatakan bahwa ia masih ingat pengalaman lucunya saat awal bermain catur. “Dulu pada saat masih di bangku sekolah dasar, saya kalau bermain olahraga catur dalam satu pertandingan selalu bawa air minum dan jumlahnya bisa empat botol dalam satu permainan.” kata Akbar. Akbar menceritakan bahwa pada tahun 2013, ia sempat berhenti bermain catur selama 1 tahun karena tidak bisa menyeimbangkan antara profesinya sebagai seorang atlet dengan kewajibannya sebagai seorang siswa yakni bersekolah. Ditambah dirinya juga suka bermain game. Akhirnya Akbar memutuskan untuk lebih mementingkan sekolah terlebih dahulu dan fokus belajar menjelang UN tahun 2014. Akbar juga bersyukur karena memiliki orang-orang terdekat yang bisa menyemangatinya. “Orang tua saya, kakak saya dan teman-teman saya selalu menyemangati saya ketika saya kalah.” tuturnya. Akbar juga memberikan beberapa tips untuk bisa menjadi pemuda yang berprestasi. “Menjadi diri sendiri, kalo kalian ingin sukses tentu harus ada pengorbanan. Seperti bekerja dan berusaha lebih keras. Bahkan di malam ketika hari orang tidur terkadang bisa kita gunakan untuk latihan atau belajar pelajaran sekolah. Jangan lupa untuk selalu berdoa dan meminta restu kedua orang tua.” pesan Akbar. “Saya ingin menjadi atlet yang bergelar Grand Master kedepannya dan tahun ini insha Allah akan bermain di POMNAS (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional).” tutupnya.(crs/adt)

Presiden Ice Skating Institute Apresiasi Pelaksanaan Event Skate Asia 2017 Indonesia Di BX Rink

Leo-Ice-Skate

Acara yang bertajuk Skate Asia 2017 ini telah di buka sejak tanggal 8 Agustus lalu, dan saat ini sudah memasuki tahapan penilaian babak semi final penyeleksian. Dari pantauan NYSN di lokasi acara yang di adakan di mall Bintaro x change ini berlangsung lancar. Sementara itu Presiden Ice Skating Institute Asia Harry Janto Leo mengapresiasi pelaksana acara. “Ya, acara ini sudah bagus sesuai dengan standart, sudah mantab dan cukup baik, terutama penampilan atlet Indonesianya cukup berkualitas, dan saya berharap prestasinya bisa lebih baik lagi agar mampu bersaing baik di tingkat lokal maupun international”ujar Leo Leo menambahkan bahwa ice skating ini sudah sangat popoler di negara asia dan di Indonesia. “Ice skating ini sudah sangat populer respon dan sambutannya dari dalam dan luar negeri setaraf negara asia, dari beberapa negara seperti bangkok, Chang may sudah belasan ice rink di buat, dan di Indonesia sedang dalam persiapan di Jakarta, tepatnya di Cakung dengan standart Olympic,” tegas Leo. Sementara itu dalam press rilisnya panitia acara merasa sangat bangga dapat menjadi sejarah kompetisi ice skating di Indonesia, sejak pertama di laksanakan pada tahun 1999, dan tahun ini pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah skate asia. Lebih lanjut Wiwin Darmawan Salim selaku assistant competition director skate asia 2017 dan sekaligus merangkap manager BX Rink menambahkan sangat berterimakasih terhadap semua pihak yang mendukung keberlangsungan acara skate asia 2017. “Kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak, baik sponsor, media, dan pihak lain yang telah membantu terselenggaranya event skate asia ini,” tutup Wiwin (adt)

Mengusung Nama Skate Asia, Kompetisi Ice Skating Asia Pertama Resmi Di Gelar Di Indonesia

Skate Asia 2017 Indonesia yang diadakan di BX Rink.

Indonesia untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah perhelatan besar kompetisi ice skating tingkat asia bertajuk skate asia 2017 yang di adakan di mall Bintaro X change, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Pada kesempatan itu Presiden Ice Skating Institute Asia Harry Janto Leo mengatakan kepada NYSN bahwa event International yang di adakan di ikuti oleh sepuluh (10) negara asia. “Iya, kami mendorong agar olahraga ini masuk dalam kategori sport, karena jika melihat dalam sisi postur tubuh Indonesia mampu bersaing dengan negara asia dan negara eropa. Dari 10 negara asia tersebut diantaranya Malaysia, Hong Kong, China, Thailand, Taiwan, Vietnam, Kuwait, Cambodia, dan juga Indonesia yang dalam hal ini menjadi tuan rumah,” tutur Leo Leo menambahkan bahwa dirinya akan menggagas sebuah lokal development untuk menjaring talent dari asia dan di kembangkan di negara Indonesia. “Kami berupaya agar di Indonesia sendiri memiliki lokal development sebagai wadah untuk menjaring atlet bertalenta dalam olahraga ice skating ini, dan juga bisa grooming di Indonesia,” tambah leo Selain itu skate asia 2017 ini di ikuti oleh 339 atlet figure skating yang berasal dari 21 ice rink. Dalam pelaksanaannya kompetisi ice skating di nilai oleh 4 orang referee dari Amerika dan 6 orang referee dari Asia dengan total 371 event in one moment. Dan beberapa kategori yang masuk dalam penilaian diantaranya adalah artistic, solo comp, jump dan juga spin, hingga production team.(adt/rzl)

Tertarik Moment Fighting Pada Taekwondo, Iwan Siap Menjadi Macan Arena

Iwan-Taekwondo

Kombinasi serangan antara tangan dan kaki serta pengenalan dasar tentang istilah poomsae, kyukpa dan kyoruki ini hanya ada di olahraga bela diri taekwondo. Iwan Cahyono, yang tak lain merupakan pelajar kelas 9 di SMP PGRI 1 Ciputat, sangat menyukai olahraga jenis bela diri Taekwondo. Awalnya Iwan hanya bertujuan untuk ikut ekskul dan melatih tubuh agar lebih kuat, namun lama kelamaan Iwan tertarik dan makin mencintai taekwondo. Tak butuh waktu lama, dalam kurun waktu 3-4 bulan, Iwan telah menguasai olahraga taekwondo tersebut. “Aku suka bela diri, terus taekwondo juga keren karena jarang pakai tangan dan juga pas latihannya enak, seru.”ujar Iwan. Iwan juga menceritakan ketertarikannya pada dunia taekwondo dan telah menggelutinya sejak tahun 2015, pemanasan untuk memulai taekwondo sama seperti pemanasan pada latihan beladiri lainnya, diantaranya peregangan tangan, push up, sit up, lari, mengatur kuda kuda dan sebagainya. Pelajar yang sangat menyukai bagian fighting pada taekwondo ini sangat bersemangat untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pelatih taekwondo. Semangat Iwan sangat tinggi untuk menjadi atlet taekwondo profesional. Berbagai kejuaraan yang di gelar selalu diikuti olehnya. Dan Yang paling berkesan baginya ketika ia mendapatkan peringkat 2 dalam Kejuaraan di kota Tangsel. “Kalau seandainya selalu di ikut sertakan terus dalam kompetisi, saya akan manfaatkan peluang itu untuk menjadi yang terbaik, saya sangat berkeinginan untuk menjadi atlet taekwondo profesional. Dan setelahnya saya ingin menjadi pelatih untuk era selanjutnya.” tutup Iwan.(crs/adt)

Pernah Kehabisan Nafas Di Atas Ring Saat Olahraga Tinju, Gadis Ini Bangkit Lagi Untuk Wujudkan Impiannya Menjadi Polwan

kiki-tinju

Bertarung di atas ring, olahraga tinju di yakini sudah ada pada masa yunani kuno tahun 688 SM, dan ternyata di afganistan tinju itu biasa di geluti oleh kaum hawa. Di Indonesia gadis belia yang bernama panjang Kiki Anjelina Tarigan ini merupakan siswi kelas 9 di SMPN 1 Tangsel, minatnya terhadap tinju bisa dikatakan adalah atlet baru. Meskipun baru, Kiki sudah menuai berbagai prestasi dalam bidang olahraga ekstrim tersebut. Menurut Kiki tinju wanita itu unik. “Saya berlatih tinju mulai bulan Febuari tahun 2016 ketika duduk di kelas 7. Sekarang tergabung dalam club Benteng Boxing Camp. Menurut saya tinju itu unik, tidak hanya laki laki yang bisa bermain tinju dan saya terinspirasi dari para petinju wanita lainya yang salah satunya juga saya idolakan, Ronda Rousey dan Amanda Nunes.” ujar Kiki. Kiki menambahkan bahwa ada peningkatan di dalam dirinya yang ia rasakan setelah berkecimpung dalam olahraga tinju. “Lewat tinju, saya bisa menambah keberanian, wawasan dan berbagai prestasi.” lanjutnya. Dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun, beberapa prestasi yang telah diraih Kiki antara lain: 1. Juara 1 Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VII tingkat Provinsi Banten tahun 2016 2. Juara 1 Kejuaraan Daerah Tinju Amatir tahun 2016 3. Juara 1 Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Tangsel tahun 2016 4. Juara 1 Kejuaraan Daerah tahun 2017 Kiki menceritakan kepada NYSN, awalnya ketika berlatih tinju sang mama tidak mengizinkan, karena pandangan mamanya, olahraga tinju cukup beresiko. “Mama sempat tidak mengizinkan karena khawatir dengan jenis olahraganya, tetapi papa dan kakak saya mendukung dan menyetujuinya. Pada akhirnya mama saya menyetujui karena melihat bakat yang saya miliki dalam olahraga tinju.” kata Kiki. Sempat mengalami kendala ketika sedang menjalani pertandingan, membuat Kiki lebih fokus untuk meningkatkan kemampuannya. “Waktu saya sedang mengikuti kejuaraan tinju di padenglang, saya sempat mengalami kehabisan nafas di atas ring. Karena saat itu fisik saya juga sedang tidak stabil. Dari situ saya mulai berpikir untuk mencoba dan meningkatkan fisik saya agar dapat lebih baik lagi.” tutur remaja kelahiran Jakarta, 4 Maret 2003 tersebut. Siswi yang mengakui bahwa olahraga tinju tidak membosankan baginya ini, juga mengatakan bahwa keluarga, pelatih serta para sahabatnya sangat berpengaruh dalam prestasi-prestasi yang telah didapatkannya. Kiki mengatakan, bahwa ia mempunyai cita-cita ingin menjadi polwan sekaligus pelatih tinju. “Saya bercita-cita menjadi Polwan dan pelatih tinju. Yang penting terus berjuang, jangan pernah berhenti mencoba. Dalam setiap keberhasilan pasti ada kegagalan, dan kegagalan akan mengantarkan kita menuju kesuksesan.” tutupnya.(crs/adt)

Ribuan Peserta Gowes Pesona Nusantara Pakai Hiasan Anggrek Tangsel

GPN3

Tingginya partisipasi masyarakat Tangsel dalam moment gowes pesona nusantara yang di gagas oleh kementerian pemuda dan olahraga membuat Deputi Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Raden Isnanta mengapresiasi pelaksana kegiatan. “Hari ini luar biasa, disambut kemeriahan peserta yang banyak, doorprize juga melimpah karena mitra kerja sangat peduli. Ini bukti olahraga benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Raden Selain itu Raden mengatakan bahwa perlunya stakeholder untuk membuat aturan baru tentang kewajiban berolahraga. “Saya kira pemerintah daerah bisa segera membuat polese atau peraturan daerah dalam tanda petik mewajibkan untuk keseharusan dalam melakukan aktifitas berolahraga pada hari tertentu menjadi hari bersepeda, di awali dengan peraturan”kata Raden Lebih lanjut Raden menambahkan bahwa yang sifatnya fun ini telah melebihi target. “Di Tangsel ini, moment gowes pesona nusantara telah melebihi target partisipan, target kami disini 2500 peserta, disini jumlah peserta mencapai 3000 lebih.” terang Raden Terlihat di lokasi keterlibatan semua unsur berlangsung meriah terbawa kegembiraan para peserta yang mendapatkan door prize dari pelaksana kegiatan. Hiburan dangdut, hadiah motor larut dalam moment yang berhasil menutup akses jalan selama 5 jam jalur serpong BSD Tangsel. Perencanaan yang matang telah di persiapkan sebelumnya oleh Dispora Tangsel yang bekerjasama dengan Polres Tangsel dan semua unsur. Sementara itu di temui di lokasi acara gowes pesona nusantara Edy Kurniawan S, Kepala cabang bank Jabar cabang BSD berpendapat bahwa masyarakat Tangsel sangat hobby berolahraga, dan ini mampu mencegah generasi muda melakukan aktifitas negative. “Acara ini sangat positif, masyarakat Tangsel sangat menyukai olahraga. Dengan berolahraga generasi muda kita takkan ada waktu lagi untuk narkoba, tidak ada waktu lagi melakukan tawuran, karena olahraga untuk kesehatan, dengan olahraga mereka sudah lelah maka sudah tidak sempat melakukan sikap yang negative.” tutup Edy (adt)

Airin Sambut Baik Kota Tangerang Selatan Menjadi Kota Olahraga

Opening-GPN

Acara yang bertajuk Gowes Pesona Nusantara di sambut baik oleh warga Kota Tangerang Selatan, rombongan gowes dari sabang di kawal oleh kementerian pemuda dan olahraga singgah di Kota Tangerang Selatan Prov Banten. Banten yang menjadi provinsi kedua yang di kunjungi oleh iring iringan sepeda (gowes) membawa misi mempersatukan nusantara dan menjaga solidaritas anak bangsa. Di temui setelah acara berlangsung di lapangan ITC BSD City sejak pukul 5.30 ini, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, menyambut baik Kota Tangerang Selatan menjadi Kota olahraga. “Ya, saya menyambut baik Kota Tangsel menjadi Kota olahraga, sesuai dengan visi misi kita untuk menjadikan Kota Tangsel yang cerdas, modern dan religius. Untuk menuju cerdas kita harus sehat dulu dong, maka kemudian menjadi jiwa-jiwa yang sehat.” ujar Airin minggu (6/8) Tidak hanya itu, masyarakat di persilahkan untuk menggunakan taman kota I dan II, juga semua sarana publik yang menggunakan anggaran APBD Tangsel sebagai tempat olahraga. “Kepada masyarakat silahkan perggunakan taman kota sebagai tempat berolahraga, dan semua sarana seperti yang sudah tersedia yaitu jogging track di area publik di manfaatkan untuk kesehatan.” tambah Airin. Selain itu Airin juga menambahkan himbauan kepada Dispora Kota Tangsel untuk segera membuat kajian sebagai langkah penjaringan atlet bagi siswa siswi yang berprestasi melalui home schooling. “Saya sudah mengarahkan kepada dinas pemuda dan olahraga terkait dengan siswa siswi yang berprestasi dalam olahraga dan segera lakukan langkah pembinaan, saya juga sudah memberikan masukan agar pola home schooling di jalankan, menurut saya lebih efektif.” lanjut Airin. Lebih lanjut Airin mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak kementerian pemuda dan olahraga menjadikan Tangsel ini menjadi salah satu track gowes pesona nusantara. “Rasa terima kasih saya sampaikan kepada kementerian pemuda dan olahraga yang menjadikan Kota Tangsel ini menjadi rute dalam program gowes pesona nusantara, dengan ini kami akan lebih mencintai tanah air, mudah mudahan ini akan mempersatukan kita, apalagi kegiatan gowes di lakukan di bulan agustus dalam rangka menyambut hari kemerdekaan bangsa Indonesia.” tegas Airin Sementara itu hal senada juga di katakan oleh ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangsel Rita Juwita mengatakan bahwa gowes merupakan bagian dari KONI. “Iya, KONI Tangsel menyambut baik moment ini, gowes atau bersepeda adalah bagian dari cabor sepeda. Dalam hal ini KONI menurunkan atlet professional sepeda untuk mengikuti iring iringan sampai dengan rute Lebak Bulus.” tutur Rita (adt)

Ingin Menjadi Pembuat Game Online, Pemuda Ini Terus Berprestasi Lewat Olahraga Renang

Rakha-Renang

Alangkah sempurnanya hidup ini jika hobby dan cita-cita dapat berjalan selaras menjalani kehidupan sehari hari dengan mengukir sejarah mempersembahkan prestasi dari tingkat daerah, wilayah, nasional bahkan internasional. Rakha satya mahardhika merupakan siswa SMAN 3 Tangsel, telah mengukir banyak prestasi dalam olahraga renang. Siswa kelas XII ini mengatakan bahwa sudah berlatih renang sejak kelas 1 SMP. “Kalau pulang sekolah, di rumah tidak ada kegiatan. Jadi akhirnya cari-cari kegiatan apa yang bisa mengisi waktu luang saya. Lalu ada yang ajakin ikut renang, terus ikut lomba. Dipikir-pikir seru juga, nih kalo bisa menang dalam perlombaan.” tutur Rakha. (3/8) Tergabung dalam club parisakti jakarta, berikut beberapa prestasi Rakha. 1. Juara 2 O2SN tingkat Provinsi 2. Mendapatkan medali emas, perak dan perunggu dalam Kejurda DKI Jakarta 3. Mendapatkan medali emas kategori estafet gaya ganti 4×100 dan medali perunggu kategori gaya bebas 4×200 dalam Kejuaraan KRAPSI (Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia) tingkat nasional di Surabaya Bagi Rakha, teman-teman yang menjadi saingan ketika lomba juga saling memotivasi. “Karena sebenarnya kita semua saling mendukung. Walaupun bersaing ketika lomba, tapi itu hanya menjadi saingan ketika di dalam air, setelah lomba kita tetap berteman.” ujarnya. Saat pertama kali mengikuti kejuaraan olahraga renang, Rakha mengatakan bahwa ia memiliki pengalaman lucu sekaligus sedikit memalukan yang pernah dialaminya. “Pertama kali ikut pertandingan renang, biasa peraturannya tidak kalau sudah lompat dan berada dalam air, harus langsung bergerak dan tidak boleh buang waktu sekalipun kacamata lepas. Tapi tidak sengaja kacamata saya terlepas ketika sudah lompat ke dalam, akhirnya saya perbaiki dulu posisi kacamata padahal harusnya sudah mulai berenang. Itu sebenernya terlihat agak bodoh, tapi maklum masih SMP.” kata Rakha seraya tertawa. Ditanya soal cita-cita, Rakha menuturkan bahwa ia ingin menjadi penemu game online. “Saya ingin menjadi penemu game online, karena saya suka bermain game online. Memang tidak ada hubungannya dengan renang, tetapi saya juga berimpian dapat menjadi pelatih renang untuk mengisi waktu luang dan bisa bayar kuliah sendiri untuk meringankan beban orang tua. Karena kalau kita mau jadi yang terbaik, kita harus berusaha menjadi yang terbaik, jangan puas hanya dengan menjadi yang kedua atau ketiga.”tutup Rakha (crs/adt)

Melalui Tenis Meja, Gadis Ini Memendam Mimpi Yang Mulia, Lihat Apa Yang Coba Dia Lakukan?

Rizkia Tenis Meja

Umumnya semua manusia yang ada di bumi memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing, juga dengan latar belakang yang berbeda-beda agar bisa saling melengkapi. Begitupun dengan Razkia yang awalnya menekuni olahraga bulu tangkis pindah menjadi tenis meja. Memiliki tubuh yang mungil, membuat Petty Razkia sempat kesulitan ketika memilih olahraga yang akan ditekuninya. Siswi kelas XII di SMAN 3 Tangsel ini mengatakan bahwa pada awalnya ia mengikuti olahraga bulu tangkis. “Awalnya saya ikut bulu tangkis, tapi karena tubuh saya kecil, orang tua saya khawatir fisik saya kurang kuat kalau ikut bulu tangkis. Akhirnya disuruh coba tennis meja, karena kebetulan keluarga saya memang bisa tennis meja semua. Ternyata memang lebih ringan dari bulu tangkis. Akhirnya saya tertarik dan mulai berlatih olahraga tersebut sekitar kelas 5 SD.” kata Petty (3/8) Petty yang tidak pernah absen mendapatkan juara dalam setiap pertandingan antar sekolah ini, pernah juga mendapatkan juara 1 tingkat Tangerang Selatan beberapa kali. Kejadian yang dianggapnya memalukan juga pernah dialami Petty pada saat service (memberikan bola kepada lawan saat pertama mulai). “Waktu SMP, pelatih memasukkan saya ke dalam pertandingan yang tingkat kemampuan atletnya sudah lumayan berpengalaman dan sudah usia SMA ke atas. Saya paling muda disitu. Ketika memulai pertandingan dan mulai service awal, saya diberikan service yang belum pernah saya coba. Akhirnya saya tidak bisa menerima servicenya dan ditertawakan oleh lawan saya. Akhirnya saya nangis, tapi tetap meneruskan pertandingan sambil nangis. Saya masih merasa malu sampai sekarang.” terang Petty. Menurut Petty, Tennis meja adalah sampingannya untuk prestasi di luar akademis, karena di masa mendatang, Petty memiliki rencana yang lebih mulia. Ia sangat ingin menjadi sukarelawan yang bisa blusukan ke berbagai daerah pedalaman untuk mengajar anak-anak yang tidak bisa bersekolah. “Terima kasih kepada orang tua saya yang sudah menyarankan saya untuk menekuni tennis meja, juga pelatih yang sudah membimbing saya dan bisa berprestasi sampai saat ini, serta teman-teman yang selalu mensupport kegiatan saya.” tutup Petty.(crs/adt)

Berkat Perjuangan Orang Tua, Remaja Ini Dinobatkan Menjadi Kiper Terbaik Dalam Barcelona Cup

Adi-Sepak-Bola

Sepak bola merupakan olahraga yang sangat disukai oleh Muhammad Adi Satryo. Pelajar yang biasa dipanggil Adi ini sudah menjadi atlet sepak bola sejak kelas 3 SD. Berawal hanya mengikuti sepak bola mini atau biasa disebut dengan futsal, akhirnya Adi merasa bahwa ia memiliki potensi dalam olahraga tersebut. Prestasi Adi bersama timnya dan juga prestasi individunya antara lain adalah sebagai berikut: 1. Juara 1 dalam Liga Menpora tingkat Nasional 2. Juara 2 dalam Liga Suratin 3. Keeper terbaik dalam Liga Danon 4. Keeper terbaik dalam Liga Suratin 5. Keeper terbaik dalam Barcelona Cup Diakui Adi, sang mama sangat berjasa selama ini dalam memperhatikan Adi agar tidak salah jalan dan terjatuh dalam pergaulan negatif yang sedang marak di kalangan anak muda sekarang ini. “Dari kecil, sebelum fokus dengan sepak bola, mama selalu melibatkan saya dalam berbagai jenis olahraga.” tutur Adi, yang juga mengatakan kepada NYSN bahwa untuk mengisi waktu senggang dan menghindari kegiatan yang tidak jelas, sekarang ini ia memiliki pelatih sendiri untuk mengajar sepak bola secara privat. (3/8) Pengalaman sedih juga pernah dirasakan oleh Adi di saat turut liga suratin dimana ada dua pilihan yang harus di pilih salah satunya. “Saat Liga Suratin, semi final dan finalnya bentrok dengan kegiatan UKK dari sekolah. Sempat ada masalah sama eyang dan mama, disuruh pilih pelajaran atau olahraga. Akhirnya saya nurut sama eyang, saya lebih pilih sekolah dan ikut UKK, karena biar bagaimanapun sekolah tetap yang utama. Saat itu, club saya yang di Bandung, yang akan mengikuti Liga Suratin bersama, langsung kecewa dan sampai sekarang masih agak canggung.” kata Adi. Di masa depan, Adi mengatakan bahwa ia ingin menjadi ABRI, karena tertarik ketika melihat film perang-perangan semasa kecil. “Raihlah cita-citamu setinggi mungkin, dan jangan lupa diiringi dengan doa.” tutup Adi.(crs/adt)

Para Wasit Perempuan Ini Siap Memimpin Jalannya Pertandingan Sepakbola di Inggris

Deliana-Wasit

Emansipasi perempuan saat ini sudah masuk ke dalam hampir seluruh segmen para laki laki, balap motor, balap mobil, basket, bahkan dalam olahraga tinju sekalipun wanita sudah mendominasi. Tak terkecuali dalam sepak bola, sudah banyak dalam suatu pertandingan menggunakan wasit perempuan. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa British Council dan Premier league sedang bekerjasama dengan wasit sepakbola Indonesia pada tahapan kursus pengembangan wasit premier skills yang pertama kali di adakan di Jakarta. Dalam kursus tersebut terdapat tiga level atau tiga tahapan dalam program pengembangan wasit, untuk tahun ini sebagai permulaan program level 2 dan 3 di lapangan ISCI Ciputat, Tangsel. Pada pengembangan level 1 adalah tentang pemahaman tentang pengantar peraturan standart law of the game (peraturan permainan) dan juga mengembangkan keterampilan praktis agar dapat memenuhi kualifikasi sebagai wasit. Sedangkan pada level 2 kursus tersebut lebih di tekankan pada jam terbang atau berpengalaman selama1-3 tahun di tiap pertandingan, dalam artian mereka terjun langsung memimpin pertandingan secara rutin. Rutinitas level 2 para wasit ini secara langsung mendemonstrasikan serangkaian kompetisi dan potensi sampai mereka lolos ke tingkat yang lebih tinggi. Dan pada level 3,selain terlibat secara rutin, mereka juga di tuntut untuk terlibat pembelajaran progresif dengan fase masa 4 tahun pengalaman. Serangkaian level tersebut sedang di jalani oleh calon wasit di program premier skills, dari banyaknya yang terlibat dalam program tersebut ada diantaranya 4 orang wasit perempuan. Dia bernama Mimin Mintarsih, Sumarni, Deliana Iman Dewi Gita, Gita Dewi Mulyani. Keempat wasit wanita ini akan di gadang menjadi wasit yang berskala international melalui program premier skills.(adt)

Masuk Pelatnas Merupakan Impian Terbesar Bagi Atlet Bulutangkis Putut Panji Asmoro

Putut-bulutangkis

“Dampak memukul raket dan melompat-lompat membantu meningkatkan kepadatan tulang secara yang alami.” Demikian kutipan dari Jane Taylor, seorang pelatih atlet bulutangkis pribadi di Inggris. Atlet muda bulutangkis bernama Putut Panji Asmoro merupakan Siswa SMAN 3 Tangsel, sudah beberapa kali mendapatkan prestasi dalam olahraga yang menggunakan raket dalam permainannya. Putut, yang sudah berlatih bulutangkis sejak kelas 5 SD ini memang berasal dari keluarga yang turun temurun adalah pecinta olahraga. Namun, Putut juga menambahkan bahwa awal bermain bulutangkis hanya untuk iseng dan mengisi waktu luang saja. “Awalnya cuma ikut pertandingan biasa untuk iseng-iseng. Akhirnya lama kelamaan saya tertarik dan masuk dalam salah satu club bulutangkis.” ujarnya. (02/8) Kepada NYSN siswa kelas XII yang pernah meraih Juara 1 O2SN tingkat Provinsi dan Juara 2 dalam Liga Menpora tingkat nasional ini mengatakan, bahwa peran orang tua dan pelatih tak lepas dari perjuangannya meraih prestasi sampai saat ini. “Orang tua saya sangat berperan dalam mendukung saya, begitupun pelatih saya dari kecil yang biasa saya panggil Kak Jaja. Beliau sangat memotivasi dan mendukung saya selama ini.” kata Putut. Dapat menjadi atlet bulutangkis dan bisa mengikuti berbagai kejuaraan bulutangkis di berbagai tempat, membuat Putut sangat senang karena bisa mempunyai teman-teman baru dan semakin banyak yang memotivasinya. “Saya ingin menjadi pemain nasional dan masuk pelatnas. Di samping itu, saya juga ingin menjadi pengusaha sukses serta bisa kuliah di universitas impian saya yaitu Universitas Brawijaya, Malang. Maka dari itu, hargai waktu sebaik mungkin, jangan disia-siakan dan berlatih terus agar yang diinginkan dapat tercapai.” tuturnya.(crs/adt)

Gadis Ini Sempat Ditolak Saat PON, Ternyata Saat Ini Ia Meraih Gelar Juara di Olahraga Renang

Ratu-Renang

Sudah menjadi sebuah kebutuhan yang harus di lakukan, olahraga adalah kebutuhan tubuh yang mesti di jaga. Apalagi banyaknya pemukiman atau tawaran tempat tinggal ideal yang menawarkan konsep multi fungsi tersedianya kolam renang sebagai bentuk kebugaran orang-orang dalam kategori mapan dalam olahraga renang. Selain untuk menjaga kebugaran, kolam renang yang juga di sediakan untuk umum di percaya sebagai tempat yang dapat menampung minat para penyuka olahraga air, santai, seru, bersifat terapi, dan menyenangkan. Ratu shalsabila merupakan atlet renang yang baru-baru ini memenangkan juara 1 olahraga renang 100m Putri dalam O2SN tingkat Provinsi Banten dan akan melanjutkan pada tingkat nasional dalam waktu dekat ini. Berawal dari mengikuti ajakan teman dan bisa meraih prestasi dalam lomba renang pertamanya, Ratu akhirnya memutuskan untuk fokus dalam olahraga air tersebut. “Saya ikut renang mulai kelas 6 SD. Awalnya karena di komplek ada teman yang ikut renang dan saya diajak ikut latihan. Baru 4 kali ikut latihan, pelatihnya menyuruh saya ikut latihan rutin setiap hari. Satu bulan kemudian, saya langsung disuruh ikut lomba dan mendapatkan medali perak pada lomba renang pertama saya.” kata Ratu. (02/8) Selain Juara 1 renang 100m putri dalam O2SN tingkat Provinsi Banten, ratu juga meraih juara di beberapa kategori dalam Dispora Cup Nasional 2017, antara lain juara 1 gaya bebas 50m putri, juara 1 gaya dada 50m putri, dan juara 2 gaya punggung 50m putri. Ratu mengatakan kepada NYSN bahwa dirinya sangat ingin mengejar cita citanya menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) angkatan laut. “Saya ingin jadi TNI Angkatan Laut dan olahraga renang tetap saya ikuti, begitupun kejuaraannya. Dalam angkatan laut juga ada latihannya, bahkan jika kita menang dalam kejuaraan-kejuaraan renang tersebut, itu dapat dijadikan untuk menaikan pangkat di angkatan laut.” tutur Ratu. Siswi yang tergabung dalam club renang bernama Parisakti Jakarta ini juga pernah mengalami hal menyedihkan ketika akan mengikuti PON Remaja. “Ketika akan mengikuti PON remaja, nama saya tercatat masuk dalam DKI. Ketika sudah mau berangkat untuk seleksi, tiba-tiba Banten mengakui bahwa saya masih tercatat sebagai atlet mereka. Padahal sudah tidak. Akhirnya nama saya dicoret dari DKI dan saya tidak jadi berangkat. Sampai saat ini saya belum bisa masuk dalam pelatda lagi.” ujar Ratu. Ratu selalu memiliki prinsip untuk langsung kembali bangkit ketika terjatuh, itu pula yang selalu ia terapkan kepada teman-teman seperjuangannya. Sehingga hal tersebut, walaupun terasa menyedihkan bagi Ratu, dirinya tetap terus berjuang untuk berprestasi dalam cabang olahraga renang.(crs/adt)

Lihat Apa Yang Ingin Diraih Oleh Pemuda Ini Dengan Cara Menguasai Olahraga Karate Dan Olaharaga Atletik

Fandy-Karate

Lihai dalam satu bidang olahraga saja bisa di katakan kecerdasan, tapi jika sudah menguasai 2 cabang olahraga sekaligus olahraga karate dan olahraga atletik kemudian berprestasi, itu adalah sebuah bakat dan anugrah sang pencipta yang di sebut manusia unggul. Atlet olahraga karate yang bersekolah di SMAN 3 Tangsel ini bernama Fandy Achmad Fathoni. Ia sudah berlatih karate sejak dirinya duduk di bangku kelas 4 SD. Fandy mengatakan, bahwa selain dapat meraih prestasi, karate sangat berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri dan bisa memiliki kemampuan beladiri sebagai perlindungan diri. 1. Juara 1 Chaki cup nasional 2014 2. Juara 2 Insan Cendekia Madani cup 3. Juara 2 O2SN tingkat Tangsel 4. Juara 3 dalam Porkot tangsel Selain olahraga karate, Fandy juga memiliki prestasi di cabang olahraga atletik kategori lompat jauh dan beberapa waktu lalu mendapatkan juara 3 tingkat kota Tangsel. “Pelatih saya, Sensei Samuel sangat berjasa bagi saya, karena dari pertama latihan karate saya banyak mendapatkan pengalaman dan bimbingan dari beliau. Banyak juga murid-murid yang berprestasi di bawah bimbingannya.” ujar pelajar kelas XII ini. Perasaan kecewa juga sempat dirasakan oleh Fandy ketika mengikuti salah satu pertandingan. “Waktu SMP, ada kejuaraan yang bentrok sama study tour sekolah. Saya memilih ikut lomba, tapi ternyata saya tidak dapat apa-apa, tidak menang. Rasanya sedih dan sempat berpikir bahwa pengorbanan saya tidak ikut study tour jadi sia-sia. Tapi setelah itu saya bangkit lagi.” tutur Fandy. Bagi Fandy, karate akan ia jadikan sebagai sarana atau batu loncatan untuk meraih cita-citanya yang ingin menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selain itu, ia juga ingin menjadi penulis dan dapat menempuh pendidikan di salah satu Universitas Favorit di Jakarta, yaitu Universitas Indonesia. “Perjalanan kita untuk menggapai cita-cita masih panjang, terus berjuang demi masa depan kita.” pesan Fandy.(crs/adt)

Demi Mengangkat Olahraga Softball, Pemuda Ini Rela Melepas Pekerjaannya

Sigit-Softball

Totalitas memang sangat di butuhkan dalam menekuni salah satu cabang olahraga, konsisten dalam berlatih, focus kepada target pencapaian adalah formula manusia yang sering di sebut mengejar impian. Begitu juga dengan olahraga softball. Sigit Suryadarma, adalah seorang atlet softball di Sulawesi Tenggara yang mulai menekuni olahraga tersebut mulai tahun 2007. Bagi Sigit, olahraga softball di Sulawesi Tenggara belum begitu familiar dan ia tergabung dalam Lakidende Softball Club di Sulawesi Tenggara. “Yang membuat saya tertarik dengan olahraga softball adalah karena olahraga ini belum familiar di Sulawesi tenggara dan mengajarkan kita untuk membuat keputusan cepat, tepat dan akurat.” tutur mahasiswa lulusan ekonomi Universitas Haluoleo. Prestasi club dan daerah yang sudah diraih Sigit antara lain: 1. Juara 1 dalam kejuaraan giants cup V, U-25 di Jakarta tahun 2013 2. Juara 1 dalam kejuaraan summer grandslam national softball open championship di Filipina tahun 2013 3. Juara 1 dalam softball putra open tournament international walikota cup 2016 di Makassar. 4. MEDALI EMAS PON XIX di Jawa Barat Dan prestasi Individu Sigit antara lain: 1. The best hitter dalam kejuaran UNHAS CUP I Tahun 2011 2. The best hitter dalam kejuaraan invitasi softball di kendari tahun 2012. 3. The best hitter dalam Kejuaraan PERPROV di SULTRA tahun 2015 4. Medali emas kejuaraan nasional Softball U-19 di Medan tahun 2016 ( sebagai Head coach) Bagi Sigit, sang ayah adalah sosok memegang peranan penting ketika ia berjuang menjadi atlet softball berprestasi. “Ya, bapak saya sangat berjasa, apalagi ketika tahun 2015 saat saya sedang bekerja di sebuah perusahaan swasta dan harus resign demi mengikuti training center di Filipina selama sebulan untuk persiapan PRAPON di Jakarta.” ujar Sigit. Sigit juga mengatakan bahwa latihan olahraga softball yang berat dan terpisah dengan keluarga kala itu sempat membuat dirinya bosan dan ingin berhenti. “Yang paling terkenang adalah ketika kami harus menjalani Training Center kedua di Filipina untuk persiapan PON XIX. Selama 6 bulan kami tidak pulang dan harus terpisah dengan keluarga, bahkan tidak bisa ikut berkumpul saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha demi membela Daerah.” kata Sigit Namun Sigit merasa bersyukur karena memiliki Manager yang luar biasa, yaitu Bapak Fahri Yamsul dan asistennya Bapak Rifuji yang selalu total dalam mensupport Sigit dan atlet lain dalam tim softballnya. Saling mendukung dan peduli satu sama lain dalam tim juga sangat dirasakan Sigit. Salah satunya ketika ia mengalami kecelakaan motor beberapa tahun yang lalu ketika sedang dalam persiapan kejuaraan nasional senior di Jakarta tahun 2014, yang mengakibatkan adanya pergeseran pada bahu kanannya. Tetapi dengan dukungan pengurus tim, Sigit bersemangat untuk cepat pulih dan dapat ikut bertanding meskipun belum pulih total. “Saya berharap olahraga softball bisa berkembang khususnya di Sulawesi Tenggara, dengan dukungan pemerintah dan swasta sehingga dalam mencari SDM bisa lebih mudah demi mempertahankan nama club dan daerah sebagai yang terbaik di Indonesia seperti saat ini.” tutur Sigit. “Prestasi tidak diraih dengan hanya menyukai hobby kita, tapi tekunilah dengan serius pasti jalan menuju prestasi akan terbuka.” tutupnya.(crs/adt)

Tergabung Dalam Club Olahraga Panahan Lamandau Archery, Ali Sedang Berjuang Demi NKRI

Ali-Panah

Focus pada target yang ingin di capai dan masuk dalam jangkauan olahraga panahan hampir sama dalam menjalani kehidupan kita sehari hari, dalam mengikuti pelajaran sekolah, kita di tuntut mampu mengerti (focus) sehingga berhasil menyelesaikan soal yang di berikan. Maulana Ali Nurohman (18) merupakan lulusan dari SMAN Ragunan (sekolah khusus olahragawan), dan saat ini sedang fokus menekuni olahraga panahan. Ali mengatakan kepada NYSN bahwa olahraga panahan dapat melatih kesabaran dan juga konsentrasi. “Saya ikut panahan sejak kelas 2 SMP dan sekarang tergabung dalam club panahan bernama Lamandau Archery Club. Panahan termasuk dalam sunah Rasulullah Saw, serta dapat melatih konsentrasi, sabar, fokus dan lain sebagainya.” ujar Ali.(31/7) Selama menekuni olahraga panahan, Ali sudah mengikuti berbagai kejuaraan, salah satu prestasinya mendapatkan 3 medali emas dan 2 medali perak dalam Porprov Kalteng. Dalam perjuangannya, diakui Ali banyak sekali orang yang berperan dan mendukungnya. Terutama orang tua, pelatih, dan teman-temannya. Banyak pengalaman menyenangkan yang dirasakan oleh Ali selama berlatih panahan. Ali bercerita bahwa ia pernah terlambat bangun ketika akan berlatih sampai akhirnya harus mendapatkan hukuman akibat keterlambatannya. Dapat bercanda tawa dengan teman-teman di cabang latihannya juga merupakan hal berharga bagi Ali. Ingin mengharumkan nama NKRI, salah satunya lewat cabang olahraga panahan merupakan impian dan cita-cita Ali. “Saya ingin mengharumkan nama NKRI. Saya juga berharap dapat menjadi orang yang berprestasi dalam bidang olahraga dan dalam hal apapun. Rencana ke depan ini, saya masih ingin fokus menjadi atlet.” ujar Ali. Bagi Ali, giat berlatih, sabar, fokus dan jangan mengeluh merupakan kunci menuju kesuksesan, serta beberapa hal ini juga disampaikan oleh Ali “Terus berjuang, jangan meninggalkan kewajiban untuk beribadah, disiplin, sopan dan terutama jangan sombong.” pesan Ali.(crs/adt)

Dari Basket Pindah Ke Olahraga Baseball, Pemuda Ini Ucapkan Terima Kasih Kepada Orang Yang Telah Berjasa

Ranjani-Baseball

Tidak mudah mengukir prestasi jika kemampuan individual tidak mendukung, di dalam tim tidak hanya di tuntut kerjasama yang baik, tapi juga mampu mencari peluang untuk menjadi pemenang apalagi dalam olahraga Baseball. Ranjani Lubis, sudah mengikuti baseball sejak tahun 2004 dan merupakan atlet baseball yang sudah malang melintang di berbagai kejuaraan baseball serta menuai banyak prestasi bersama beberapa tim yang pernah menaunginya. “Awalnya saya bermain basket dan tidak pernah berprestasi, lalu kakak sepupu saya mengajak bermain olahraga baseball dan ia sering bertanding keluar kota. Saya berpikir mungkin seru juga kalau saya bisa bertanding di luar kota. Akhirnya saya tertarik dan mulai menekuni baseball.” kata pria yang akrab disapa Jani ini. (31/7) Jani sudah pernah tergabung dalam beberapa tim di Jakarta dan Lampung. Berikut prestasi-prestasi Jani bersama tim maupun individu. -Prestasi tim: 1. Juara 2 kejurnas junior 2007 (tim Lampung) 2. Juara 2 kejurnas junior 2008 (tim lampung) 3. Juara 1 ILL 2009 (tim prambors jakarta) 4. Juara 1 kejurnas junior 2010 (tim DKI jakarta) 5. Juara 1 kejurnas open club 2010 (prambors club jakarta) 6. Juara 2 seagames 2011 7. Juara 1 Pra PON 2011 (tim DKi Jakarta) 8. Juara 1 PON 2012 (tim DKI Jakarta) 9. Juara 1 Redsox cup 2013 (tim Lampung) 10. Juara 1 kejurnas open 2014 (tim Lampung) 11. Juara 2 Asia cup 2015 12. Juara 2 PraPON 2015 (tim Lampung) 13. Juara 2 PON 2016 (tim Lampung) 14. Juara 2 Redsox 2016 (tim Lampung) 15. Juara 1 Valiant cup 2017 (tim Prambors Jakarta) 16. Juara walikota cup samarinda (tim Pirates samarinda) -Prestasi individu: 1. 2009: Most Valuable Player , the best Hitter 2. 2010: the best hitter, the most R.B.I, the best Slugger 3. 2010: the most R.B.I 4. 2013: the best hitter, the best slugger , the most valuable player 5. 2014: most valuable player , the best hitter , the best slugger 6. 2016: the best hitter , the best slugger , most valuable player Belasan tahun berlatih baseball sudah pasti Jani pernah mengalami yang namanya cidera. Ia bercerita bahwa pernah mengalami cidera yaitu dislokasi (bahu lepas) pada bahu kirinya ketika penyisihan PON 2012, tetapi tim, pelatih dan managernya dengan cepat memberikan pengobatan dan 2 hari kemudian, Jani sudah bisa bermain di partai final PON 2012. “Pengalaman tidak terlupakan pada saat saya lulus SMA di Lampung, saya sangat ingin berprestasi di Jakarta supaya bisa mengikuti ILL (indonesia Little League). Saat itu, club saya di Lampung tidak mengikuti kejuaraan tersebut, jadi saya pindah ke Jakarta. Saya di antar oleh kakak sepupu. Di Jakarta, saya menawarkan diri ke 2 club baseball tapi ternyata tidak sesuai harapan. Saya di tolak oleh salah satu club tersebut dan saya juga mencoba menawarkan diri ke club baseball Prambors Jakarta, ternyata saya di terima. Disitulah awal saya berprestasi dan banyak mengenal hal baru tentang olahraga baseball.” ungkap Jani. Jani sempat berkuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan melanjutkan ke Sekolah Tinggi Olahraga (STO) Lampung pada tahun 2015 ini tak luput mengucapkan terima kasih kepada orang yang pernah berjasa. “Banyak orang berjasa bagi saya, seperti keluarga, kakak sepupu saya yang memperkenalkan baseball, club Smanda Lampung, pengurus baseball lampung, club Prambors Jakarta, pengurus baseball DKI jakarta, pacar saya serta teman-teman.” tutur Jani. Bukan hanya sebagai hobby, tetapi Jani juga ingin memajukan baseball Lampung dan ingin meraih medali Emas dalam Seagames, serta menjadi atlet baseball profesional. Terakhir, Jani mengatakan bahwa tanpa semangat berlatih dan terutama berdoa, prestasi tidak akan bisa diraih.(crs/adt)

Pemuda Ini Berharap Kepada Pemerintah Untuk Memperjuangkan Atlet Olahraga Tenis Indonesia

Iswandaru-Tennis

Atlet tenis berprestasi, yang merupakan salah satu siswa SMAN Ragunan (khusus olahragawan) bernama Iswandaru Kusumo Putro, awalnya mengakui tidak ada ketertarikan untuk menekuni olahraga tenis. “Saya mulai bermain tenis ketika umur 8 tahun, dulu latihannya sama bapak terus masuk club di Blora. Sebenarnya, sejak awal tidak tertarik sama sekali, tapi lama kelamaan merasa enjoy dan senang dengan olahraga ini.” ujar Iswandaru. (31/07) Semasa sekolah, Iswandaru juga merupakan murid yang berprestasi. Ia selalu memiliki nilai yang bagus dan selalu menjadi juara kelas. Hal itu menjadikan pihak sekolah juga mendukung kegiatan Iswandaru dalam olahraga tenis. “Waktu SD, saya pulang sekolah jam 5 sore, jadi waktu saya untuk berlatih tenis sangat terbatas. Apalagi ketika mengikuti pertandingan berminggu-minggu, saya harus izin sekolah. Kebetulan saya di selalu ranking 1 dari kelas 1 sampai lulus, jadi gampang kalau mau izin ikut kejuaraan atau mau latihan di siang hari pasti diizinkan. Padahal kalau teman-teman saya mau minta izin pasti sulit sekali karena sekolah saya memang keras dan sangat disiplin. Teman-teman saya sampai heran karena saya mudah mendapatkan izin dari sekolah.” tambah Iswandaru. “Namun, itu semua tetap ada syaratnya, yaitu pada saat nanti ujian nasional, nilai matematika saya harus sempurna. Dan alhamdulillah pada saat ujian nasional nilai matematika saya 100 dan menjadi ranking 1. Jadi menurut saya, tidak ada alasan ketika kita fokus pada tenis atau sesuatu hal lainnya, sekolah tetap harus diutamakan.” lanjut remaja kelahiran 6 Januari 2000 ini. Cidera juga pasti pernah dialami Iswandaru. Salah satunya ketika sedang pertandingan di Perth Australia, ketika usia Iswandaru masih 12 tahun dan diperintahkan untuk bermain dalam kelompok 14 tahun. Selain pukulannya jauh lebih kencang dan postur tubuhnya jauh lebih besar, power yang dimiliki Iswandaru juga tidak sebesar kelompok tersebut. “Karena memang saya tidak main di kelompok yang sesuai dengan usia saya, jadi sangat berbeda. Setelah itu bahu saya cidera lumayan lama, sekitar 3 sampai 4 bulan belum juga sembuh total.” ujarnya. Diakui Iswandaru, olahraga tenis termasuk salah satu olahraga yang membutuhkan modal yang cukup besar. “Bisa dibilang olahraga tenis itu lumayan mahal, butuh pertandingan yang banyak, peralatan yang tidak murah dan semua itu pasti butuh dana. Di Indonesia masih sulit cari sponsor yang mau mendanai, apalagi pemerintah juga kurang memperhatikan tenis. Jangankan saya, yang sudah ikut pelatnas saja masih susah dapat dananya.” kata Iswandaru. Iswandaru juga melanjutkan, sesekali ia berpikir bahwa ingin beralih dari menjadi atlet tenis. “Terkadang terlintas buat banting stir ke dunia akademis karena kalau dipikir, menjadi atlet tenis masih belum ada jaminan dari pemerintah, kecuali kalau juara olimpiade. Tapi tenis, kan beda, tenis itu proses, kalo mau juara dunia ya modalnya harus banyak juga, mahal, harus pertandingan keliling dunia, peralatan juga harus lengkap dan memadai. Kalau bicara juara dunia berat ya, mau biaya sendiripun sulit.” tutur Iswandaru. Berikut beberapa prestasi tenis yang telah dikantongi oleh Iswandaru: 1. Finalis tunggal putra umum kejurnas tenis cbr, jkt 21-26 Maret 2017. 2. Winner double putra umum kejurnas tenis cbr jkt 21-26 maret 2017. 3. Boys double winner AGS-V JUNIOR INTL.CHAMPIONNSHIP. Jkt, 31-05 Juni 2016. 4. Boys Double Finalis AGS- VI JUNIOR INTL CHAMPIONSHIPS, Jkt 4-9 Okt 2016. 5.Semi finalist BOY’S DOUBLE 18 & UNDER ITF JUNIOR WIJOYO SOEJONO PELINDO III -MNC GROUP 35. GROUP 5 INTERNASIONAL JUNIOR TENNIS CHAMPIONSHIP 2016 Oktober 8 -16. 6. LTF Boys Double Winner AGS-IV JUNIOR INTL CHAMPIONSHIPS. Jkt, 4-11, okt 2015. 7.Juara 1 Tenis lapangan ganda campuran POPNAS XIII JABAR. 9-18 Sept 2015. 8. Juara 3 ganda putra POPNAS XIII JABAR 9-18 Sept. 2015. 9. Juara 2 Tunggal putra Tenis Lapangan PON REMAJA I JATIM Surabaya , 9-15 Des 2014. 10. Juara 2 ganda campuran Tenis Lapangan PON REMAJA I JATIM. Surabaya 9 – 15 Des. 2014 Prestasi terbaru Iswandaru adalah beberapa minggu lalu, ia mengikuti Asean School Games di Singapore dan berhasil telah membawa pulang 2 medali perak.(crs/adt)