Rangsang Minat Olahraga Golf Kepada Pemuda, Pembinaan Atlet Golfer Muda Terus Di Gelorakan

Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) Bidang Pertandingan, Markus Anthony Chandra saat memberikan kata sambutan dalam acara launching Indogolf Passport di Restoran Manado Rarampa, Rabu 29/11/17.

Olahraga golf merupakan olahraga yang belum begitu banyak peminatnya. Mungkin di Negara-negara lain, olahraga golf menjadi olahraga yang digandrungi, tetapi tidak di Indonesia. Meski tidak begitu banyak peminatnya terhadap olahraga golf, saat ini perkembangan golf dan pembinaan golf di Indonesia sudah mulai membaik. Hal itu disampaikan langsung oleh Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) Bidang Pertandingan, Markus Anthony Chandra. “Pembinaan golfer, sekerang sudah mulai membaik dibandingkan periode sebelumnya. Tapi, kita belum puas, karena di Negara lain terus bergerak dengan cepat. Kita berusah mengejar ketertinggalan dari Negara lain,” ucap Anthony kepada nysnmedia.com seusai soft lauching Indo Golf Passport, Rabu (29/11). Lanjutnya, dalam hal pembinaan golfer muda semua stakeholder harus ikut bergabung. Karena, olahraga golf merupakan olahraga saja tetapi membutuhkan faktor lain. “Ini tugas stakeholder, bukan institusi saja yang bertanggung jawab. Golf ini harus spesifik dan bukan hanya pembinaan saja, tetapi psikologi, nutrisinya dan faktor lain yang harus dijaga,” ungkapnya. Mengingat prestasi golfer Indonesia masih di bawah peringkat 100 dunia, Anthony akan terus melakukan peningkatan dalam pembinaan dan pertandingan. “Setiap pertandingan sebagai pembinaan. Saat ini pemain kita ada di rangking ratusan dunia. Untuk masuk 100 besar saja, sudah baik. Tapi balik lagi, kita belum puas walaupun saat ini peningkatan sudah baik. Yang dipikirkan sekarang bagaimana lapis bawah (junior) mengisi gap dari senior-seniornya. Tentunya ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bersama kita,” jelas Anthony yang juga menjabat sebagai General Manager Gading Raya Golf. (pah/adt)

Rilis Aplikasi Berbasis Online, IndoGolf Passport Tawarkan Kemudahan Layanan Golf

IndoGolf-Passport

Aplikasi online, IndoGolf Passport rilis pada 29 November 2017 lalu. Aplikasi dan website ini bertujuan untuk mengatur agenda pegolf, belajar hingga mengatur jadwal turnamen yang bisa diikuti. Tak hanya itu, pegolf juga dapat memesan klub latihan dengan penawaran khusus. IndoGolf Passport bekerja sama dengan Jack Nicklaus Academy Of Golf, Jakarta (JNAG) membangun aplikasi dan website yang akan memudahkan para pegolf di Indonesia. David Kurniawan selaku pendiri IndoGolf Passport percaya IndoGolf Passport akan membawa nilai-nilai permainan golf dan bisa mengajarkan golf di Indonesia. David yang tinggal di China sejak tahun 1999 memang memiliki latar belakang dalam manajemen dan pembangunan resort golf di China. Ia bahkan telah membantu Jack Ma pendiri Alibaba dalam pembangunan The Fuchun Resort di Hangzhou, China. Ia percaya bahwa China dan Indonesia dapat memiliki hubungan yang baik dalam bidang pariwisata dan ia juga bisa mendukung golf di Indonesia. David Kurniawan bermimpi mengenalkan golf di Indonesia kepada pegolf di China. Ia mulai membangun model bisnis untuk membentuk bisnis yang berasal dari Indonesia. Ir. Hidayat Tjokrodjojo, pendiri PT Realta Chakradarma yang juga teman lama David setuju dengan ide David dan membantu seluruh desain untuk aplikasi mobile dan website IndoGolf Passport. Bersamaan dengan itu, David juga bertemu dengan Mr. Ted Simons dari Nicklaus Academies. Ia pun mengajak kerja sama dengan Jack Nicklaus Academy Of Golf, Jakarta (JNAG) yang akan dibuka tahun 2018 di Gading Raya Golf & Country Club. JNAG juga akan membantu para pegolf lokal untuk mengajarkan golf melalui program sertifikasi mengajar. Fokus utama dalam kerjasama ini adalah mengenalkan kepada masyarakat yang percaya bahwa golf dapat menghubungkan orang-orang sesama pecinta golf.(put/adt)

Kisah Inspirasi Dibalik Soeratin Cup dan Kontribusinya ke Tim Nasional Indonesia

soeratin2

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang dibentuk pada 19 April 1930 di Yogyakarta, merupakan organisasi olahraga yang dilahirkan pada zaman penjajahan Belanda. Ketua PSSI pertama yakni Ir. Soeratin Sosrosoegondo, belum banyak yang mengetahui, perjuangan Soeratin dalam memajukan perkembangan sepakbola di Indonesia. Pada masa itu Soeratin harus menentang pemerintahan Belanda. Pada 28 Oktober 1928 terdapat pertemuan pemuda Indonesia, moment ini sangat tepat bagi Soeratin untuk membangkitkan nasionalisme melalui sepakbola. Maka dari itu, Soeratin gencar melakukan pertemuan-pertemuan dengan para tokoh sepakbola di Indonesia. Butuh waktu yang lama bagi Soeratin untuk mengembangkan sepakbola bagi pemuda-pemuda Indonesia. Akhirnya, pada tanggal 19 April 1930, berdirilah organisiasi PSSI yang diketuai oleh Soeratin sendiri. Setelah diangkat menjadi ketua, Soeratin langsung menyusun program untuk mengembangkan sepakbola. Dan, lahirlah kejuaraan sepakbola antar perserikatan untuk menentang pemerintahan Belanda. Soeratin yang melihat sepakbola Indonesia kian berkembang, menambah pondasi kuat dengan membuat badan olahraga nasional yakni ISI (Ikatan Sport Indonesia). Dari ISI lah lahirnya PON di Solo pada tahun 1938. Sepakbola Indonesia pada saat itu kian memuncak. Hanya satu yang menjadi tujuan utama Soeratin yakni membuat sepakbola Indonesia tidak dianggap pecundang di negara besar. Alhasil, Indonesia mampu unjuk gigi dikancah sepakbola dunia yakni Piala Dunia 1938. Kala itu Indonesia masih menggunakan nama East Indies. Para pemain sepakbola Indonesia, mampu bersaing dengan negara besar. Hingga pada akhirnya, Soeratin melepaskan jabatannya menjadi ketua PSSI pada tahun 1942, karena sudah melihat perkembangan sepakbola Indonesia mulai pesat. Dan, diteruskan oleh Artono Martosoewignyo. Saat itu, kehidupan Soeratin menjadi serba sulit. Meski sempat bekerja di perusahaan kontruksi dengan gaji yang besar. Namun, karena kecintaannya terhadap Indonesia dan sepakbola, ia tinggalkan pekerjaan itu. Alhasil pada tanggal 1 Desember 1959, Indonesia berduka. Soeratin wafat dalam keadaan ekonomi yang mengenaskan. Pada tahun 1965, PSSI yang diketuai Maulwi Saelan menggelar Soeratin Cup untuk mengenang bagaimana perjuangan Soeratin menyatukan pemuda-pemuda Indonesia untuk sepakbola. Dari Soeratin Cup situlah muncul talenta muda berbakat, seperti Adjat Sudrajat – PERSIB Bandung, Ronny Pasla – PSMS Medan dan Sutan Harhara dari Persija Jakarta. Dan, menjadikan Soeratin Cup sebagai ajang rutin. Soeratin Cup sempat terhenti akibat kisruh PSSI tahun 2012. Cukup lama terhenti, Soeratin Cup kembali bergulir pada tahun 2014 dengan batasan usia 17 tahun. Hasilnya, banyak pesepakbola muda yang bermunculan seperti Gian Zola, Maldini Pali, Febri Hariyadi dan masih banyak lagi pemain berbakat yang lahir dari Soeratin Cup. Dan, yang paling terbaru ada nama Egy Maulana Vikri, bintang timnas u-19. Egy yang membela Persab Brebes berhasil keluar sebagai juara dan Egy juga menjadi top skor. Terima kasih Ir. Soeratin Sosrosoegondo atas jasanya dalam memajukan sepakbola Indonesia. Jasa-jasa mu dalam sepakbola Indonesia tidak akan masyarakat Indonesia lupakan. Semoga, sepakbola Indonesia semakin hari-semakin baik. Dan, pembinaan usia muda berjalan dengan baik. “Soeratin Engkaulah Pahlawan Sepakbola Indonesia !!!”(pah/adt)

Polo Berkuda, Cabang Olahraga Yang Sempat Mati Suri Selama 50 Tahun di Indonesia

Polo-Berkuda-Cabang--Olahraga-Yang-Sempat-Mati-50-Tahun-1

Olahraga polo berkuda merupakan olahraga beregu dengan menunggangi kuda. Tugas pemainnya adalah menggiring bola kayu atau plastik ke gawang lawan dengan menggunakan tongkat pemukul atau yang biasa disebut mallet. Permainan dalam satu babak dihitung per 7 menit atau disebut dengan chukka. Biasanya, permainan berlangsung dalam 4 sampai 6 chukka tergantung dari jenis turnamen yang mengadakan pertandingan polo. Di Indonesia, polo berkuda sempat mati sampai 50 tahun. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Polo berkuda masuk di Indonesia saat masa penjajahan Belanda. Di tahun 1937, Belanda melakukan pertandingan dengan tim polo dari Malaysia dan bermain di Indonesia. Batavia Polo Klub merupakan klub polo berkuda yang didirikan di Lapangan Banteng, Jakarta. Dengan berdirinya Batavia Polo Klub, polo berkuda mulai merambah di Indonesia. Namun, saat terjadi perang dunia ke II dan Indonesia diambil alih Jepang, perkumpulan Batavia Polo Klub dibubarkan. Hal tersebut membuat polo berkuda mati karena tidak ada yang menjalankan Batavia Polo Klub. Hashim S. Djojohadikusumo dan James T. Riady kembali membangun polo di Indonesia pada tahun 1992. Mereka mendirikan Jakarta Polo And Equestrian Club (JPEC) yang bertempat di Bukit Sentul Selatan. Subiyakto Chakra Wardaya menjadi presiden Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi). Tak hanya itu, Hashim S. Djojohadikusumo pun terpilih menjadi Ketua Asosiasi Polo Indonesia. Dengan begitu, Indonesia pun menjadi bagian dari Federation Of International Polo (FIP). Di tahun 2002, polo kembali sempat terhenti karena Hashim Djojohadikusumo sibuk membangun bisnis di negara lain. Selang 3 tahun, Letnan Jendral (Pur.) Prabowo Subianto mendirikan Nusantara Polo Club. Di dalam klub ini lah atlet Indonesia berhasil membawa nama Indonesia ke turnamen internasional pertama yaitu Kings Cup 2006 yang diselenggarakan di Thailand dan Indonesia meraih peringkat ketiga. Tak hanya itu, tim nasional polo berkuda Indonesia juga menjadi runner-up di turnamen Mercedes Benz Thai Polo Open pada tahun 2008. Setelah itu, negara-negara yang tergabung di ASEAN sepakat untuk membuat cabang olahraga polo menjadi olahraga resmi yang akan dipertandingkan di Sea Games 2007 lalu. Di ajang Sea Games 2007 di Thailand,  Indonesian Polo Association  atau Pordasi memiliki peran penting dalam pembentukan South East Asian Polo Federation untuk memastikan kelangsungan kejuaraan polo berkuda ini. Pada bulan Februari 2007 Indonesia mengirimkan para calon atlet tim nasional polo berkuda Indonesia ke sekolah polo berkuda terbaik di dunia yaitu San Miguel Polo Club dan Las Aguilas Polo Club. Sekolah ini terletak di kita Del Monte, Argentina. Kuda-kuda yang akan dipertandingkan dipusatkan di Nusantara Polo Club. Keberadaan klub ini juga dimanfaatkan bagi masyarakat sekitar untuk mengumpulkan kotoran kuda bercampur serbuk organik yang akan menghasilkan pupuk organik. Kita tetap harus bangga polo berkuda bisa dikembangkan oleh orang Indonesia sendiri, meski cabang olahraga ini berasal dari negara lain.

Badminton: Di Pasangkan Oleh Orang Yang Belum Di Kenal, Beno Tetap Mampu Raih Medali Emas

Beno-Drajat-Badminton

Prestasi cemerlang berhasil diukir Beno pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2017. Pasalnya ia meraih 1 medali emas, 1 medali perak dan 1 medali perunggu. Beno yang pada saat itu mewakili wilayah Jawa Barat dalam cabang olahraga badminton. Cowok dengan nama lengkap Beno Drajat ini sudah menekuni badminton sejak duduk dibangku sekolah dasar. Dalam ajang POMNas di kategori ganda putra, Beno dipasangkan bersama partner yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Meski begitu, ia tetap mampu membawa pulang medali emas. “Di ganda putra saya bersama teman sekampus saya dan saya sebelumnya belum pernah main. Tapi alhamdulilahnya kita dapat medali emas. Emang sebelumnya kita bisa rame main lawan tuan rumah, tapi waktu itu emang harus adaptasi lagi sama partner. Sesudah itu kita bisa main enak sampai ke final,”ujarnya Meski sempat berhenti bermain badminton karena latihan fisik yang cukup keras, Beno pun kembali bangkit berkat dukungan keluarga dan teman-teman dekat. Beno yang kini telah meninggalkan club badmintonnya telah berfokus untuk mewakili kampus yang memberikannya beasiswa, Universitas Komputer Indonesia (Unikom) di Bandung. “Setelah saya keluar dari club dan memulai kuliah karena prestasi saya waktu itu lagi turun, saya harus banting setir. Tapi di kuliah masih badminton jadi ya sekarang kalo pertandingan bawa nama kampus. Apalagi saya dapat beasiswa juga, jadi saya harus banyak ngasih yang terbaik untuk Unikom,”ucap cowok yang berusia 20 tahun ini Beno yang saat ini mengambil jurusan Manajemen pun memiliki pandangan tentang bagaimana badminton di Indonesia. Menurutnya, olahraga badminton dalam sektor tunggal putri di Indonesia masih belum menonjol. “Pastinya badminton lebih bagus ya apalagi sebelumnya di ganda putri lagi turun dan sekarang sudah mulai naik lagi. Cuma tinggal di tunggal putri saja kayaknya masih belum terlalu menonjol gitu. Tapi kalau lebih giat dan berusaha yang maksimal pasti lebih bagus lagi dari sebelumnya,”tutupnya(put/adt)

Kembangkan Silat Modern MMA, Brotherhood dan Black Ant Akan Gelar Seminar Untuk Ormas

Brotherhood-dan-black-ant

Brotherhood Camp dan Black Ant merupakan camp bela diri yang berada di Tangerang Selatan. Salah satu bela diri yang diajarkan adalah Mix Matrial Art (MMA) yang saat ini sedang populer. Salah satu atlet jebolannya adalah Gunawan Sutrisno Putra yang saat ini menjadi juara nasional di One Pride MMA Tv One. Selain menjadi tempat bela diri, camp ini juga sering mengadakan berbagai kejuaraan dan seminar kepada masyarakat umum terkait bela diri. Tahun ini, sudah 5 event yang diadakan dan di tanggal 26 Desember mendatang akan diadakan event ke-6 dengan nama Tangerang Fight Night Series 3. Irwan Taufik, selaku pembina dan tim manajemen dari Brotherhood Camp dan Black Ant menjelaskan tujuan dari acara ini yang berfokus kepada organisasi masyarakat untuk tidak dipandang negatif oleh masyarakat. “Kalau di acara seminar, kita lebih mengenalkan ke masyarakat umum, dan disitu ada pengenalan pencak silat karena di Indonesia sudah banyak bela diri yang datang dari negara lain yang masuk. Lalu merangkul para organisasi masyarakat di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan, karena ya kita tahu bagaimana penilaian masyarakat tentang organisasi masyarakat. Jadi kita satukan di bela diri agar tidak ada hal-hal negatif kedepannya, dan terakhir lebih ke arah stop bullying dan women defense,”tutur Irwan Acara ini terbukti telah menarik ratusan peserta dari berbagai wilayah untuk mewakili camp masing-masing. Irwan juga menjelaskan kategori yang akan dipertandingkan. “Acara ini berbentuk seminar dan pertandingan. Untuk pertandingan akan ada 3 kategori, silat modern, boxing dan MMA amatir. Peserta yang pernah ikut ada yang dari Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Bali, Yogyakarta, Bandung dan sisanya Tangerang.”ucapnya Irwan pun menurturkan harapannya kepada pihak pemerintah agar mendukung acara ini sehingga dapat menumbuhkan bibit-bibit atlet baru yang dapat mengukir prestasi. “Harapan kita kedepan semoga event ini dikawal dalam bentuk dukungan oleh pemerintah daerah untuk sarana dan pra sarana. Karena di Tangerang ini kan belum banyak yang tau MMA dan ini tidak dibina oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tetapi dengan Badan Olahraga Professional Indonesia (BOPI). Nah BOPI sendiri belum bisa berkembang, jadi sepertinya pemerintah daerah harus turun tangan untuk mewujudkan masyarakat yang terdidik, terlatih baik dan juga berprestasi tentunya.”tutupnya (put/adt)

Mengenal Sambo, Olahraga Bela Diri Baru Yang Akan Dipertandingkan Di Asian Games 2018

Sambo-Olahraga-Bela-Diri-Baru-Yang-Akan-Dipertandingkan-Di Asian-Games-2018-1

Perhelatan akbar Asian Games 2018 yang akan di adakan di Indonesia akan memberikan warna baru. Pasalnya, ada beberapa cabang baru yang akan dipertandingkan, salah satunya adalah Sambo. Namun apakah cabang olahraga Sambo itu? Dan bagaimana kiprahnya di Indonesia? Sambo merupakan olahraga atau seni bela diri yang berasal dari Rusia yang populer pada tahun 1940-an. Sambo adalah singkatan dari Samozashchita Bez Oruzhia yang artinya pertahanan diri tanpa senjata.  Saat ini Sambo digunakan untuk seni bela diri militer tentara Rusia. Sambo menggabungkan gulat dan judo dengan menekankan pada kemampuan kontrol dan kuncian kaki. Sambo mengajarkan praktisi cara untuk mengakhiri perkelahian dengan cepat. Hal ini sering dilakukan dengan mengambil lawan ke tanah dan menerapkan penyerahan terus atau serangan cepat. Sejarah Sambo Sambo dipopulerkan oleh Vasily Oshchepkov yang lahir pada 6 Januari 1893 di Alexandrovsky Post. Vasily Oshchepkov pernah dikirim ke Seminari Ortodoks Tokyo Jepang setelah orang tuanya pada tahun 1907. Ia mengenyam pendidikan dan gaya hidup orang-orang Jepang. Pada 1908, Judo masuk dalam kurikulum Seminari yang diajarkan oleh Okamoto Yoshiro. Oshchepkov dan teman-temannya menunjukkan kemampuan yang luar biasa dan kemudian diundang ke Institut Kodokan, pusat komunitas Judo dunia. Namun, Judo dianggap sangat kasar dan Oshchepkov harus mempraktikkan seni bela diri tersebut melawan negara-negara yang pernah berperang dengan Rusia. Oshchepkov menjadi siswa Rusia pertama yang lulus dari Kodokan dan lulus dari seminari dengan nilai yang memuaskan. Ia pun dikirim ke Harbin untuk bertugas sebagai penerjemah militer di angkatan bersenjata Rusia. Ia melewati masa-masa sulit saat bertugas di angkatan bersenjata dan ia tidak pernah berhenti mengasah kemampuan Judonya. Pada tahun 1917, Oshchepkov menjadi salah satu penyelenggara turnamen Judo internasional pertama di Otaru-city Commercial High School. Namun, ia harus kembali ke Rusia pada tahun 1926. Setelah itu, ia mendedikasikan seluruh jiwa dan raganya untuk mempromosikan Judo. Ditahun 1929, Oshchepkov menjadi pelatih Judo di klub olahraga utama Tentara Merah, kemudian pindah ke Institut Pendidikan Fisik Moskow (Moscow Physical Education Institute). Ia pun berhasil membuat Judo sangat populer di kalangan masyarakat Rusia dan mengadaptasinya dengan realitas yang ada di Rusia hingga terbentuklah Sambo. Jenis-jenis Sambo Sambo memiliki 5 jenis yang berbeda, yaitu: Combat Sambo Combat Sambo dibuat untuk militer. Tidak hanya gaya mengunci, tetapi Sambo ini juga menggunakan senjata. Freestyle Sambo Freestyle Sambo menggunakan teknik mencekik, namun teknik ini sempat dilarang dalam olahraga Sambo. Bela Diri Sambo  Bela Diri Sambo adalah Jenis Sambo yang paling umum untuk dipelajari. Pada jenis ini, diajarkan cara membela diri terhadap senjata dan hal-hal sejenisnya. Banyak metode serangan memanfaatkan agresi lawan gerakan ini juga mirip dengan Jujitsu dan Aikido. Sambo Khusus  Sambo khusus ini dirancang untuk unit tertentu dengan serangan dan respon yang sangat cepat. Dalam hal ini, Sambo Khusus sangat mirip dengan Combat Sambo tetapi dengan serangan yang memiliki tujuan tertentu. Olahraga Sambo  Olahraga Sambo sangat mirip dengan Judo. Tujuannya adalah untuk menjatuhkan dan mematahkan pertahanan lawan. Aturan kompetisi mengizinkan semua jenis kuncian, termasuk mengunci dengan menggunakan kaki. Kiprah Sambo Di Indonesia Sambo sudah masuk ke Indonesia sejak tahun 2007 lalu.Tokoh pendiri Sambo di Indonesia adalah Ir. Aji Kusmantri dari Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI). Sambo pertama kali diperkenalkan di lingkungan Universitas Trisakti pada tahun 2008. Bersama Gerard Lim (Singapore Sambo), perlahan olahraga Sambo mulai dikenal di kalangan Perkumpulan Judo Universitas Trisakti. Pada awalnya,  tidak banyak mahasiswa yang mengikuti olahraga ini. Alasannya adalah belum tersosialisasikan dengan baik dan memiliki perbedaan dari segi seragam latihan yaitu menggunakan celana pendek dan sepatu khusus. Saat ini di Indonesia, Sambo telah memiliki induk organisasi resmi yaitu Pengurus Besar Persatuan Sambo Indonesia (PB PERSAMBI). Beberapa atlet telah berhasil menyumbangkan medali bagi Indonesia  dalam turnamen taraf  Dunia. Salah satu atlet yang berprestasi dalam Sambo adalah Vincent Majid yang meraih medali emas di nomor combat sambo kelas + 100 kg pada kejuaraan dunia, World Martial Arts Masterships (WMAM) 2016 di Cheongju City Sports Centre, Korea Selatan. Selain itu, atlet Sambo lainnya adalah Marx Xaverius meraih medali perunggu di kelas sports Sambo kelas -62 kg. Ada juga Johan Mulyo LEgowo (combat/-74 kg) dan Desi Rahayu (sports/-60 kg) yang juga mengikuti kejuaraan WMAM ini. Di Asian Games 2018 mendatang, PB PERSAMBI juga mengincar medali emas karena ini menjadi peluang yang besar bagi Indonesia sebagai tuan rumah dan juga sebagai ajang pemberitahuan bahwa banyak atlet Sambo Indonesia memiliki bakat yang luar biasa. Semangat terus para atlet Sambo Indonesia.(put)

Polygon, Merek Lokal Yang Sering Disangka Sebagai Merek Dari Negara Lain

Merek-Lokal-Yang-Sering-Disangka-Merek-Internasional-1

Pecinta roda dua sepeda memang tidak akan asing dengan merek Polygon. Sudah banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan sepeda merek Polygon. Merek Polygon sering disangka merek yang berasal negara lain. Namun, siapa sangka merek yang sudah hadir sejak tahun 1989 ini asli dari Indonesia. Pabrik Polygon berada di Sidoarjo, Jawa Timur tepatnya di Desa Wadungasih, Bunduran. Sepeda Polygon hadir dengan berbagai pilihan jenis sesuai dengan kebutuhan seperti, Mountain Bike, Road Bike, Urban Bike, BMX atau Dirt Jump Bike dan Youth Bike. Jenis-jenis ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pengguna yang ingin memakai sepeda untuk sehari-hari, liburan atau untuk berolahraga. Polygon memproduksi sepeda yang bisa digunakan untuk semua kategori umur dan bisa dipakai untuk pemula hingga para atlet professional. Kualitas dari Polygon pun tidak kalah dengan kualitas merek internasional. Bahkan sepeda Polygon pun sudah diekspor ke berbagai negara seperti, Jepang, Inggris, Jerman, Korea, Malaysia, Spanyol dan berbagai negara lainnya. Sepeda Polygon pernah digunakan Tim Downhill Kelas Dunia Hutchinson UR Team 2 dalam ajang internasional UCI DH World Cup 2013. Pilihan jenis dari sepeda Polygon cukup banyak yaitu Polygon XC Race, Monarch, Xtrada, Premier dan masih banyak lagi. Meski terdapat banyak pilihan, desain warna dari Polygon tidak terlalu variatif dan cat serta sambungan besi yang di las tampak tidak tertutup rapih. Namun, frame dari Polygon pun diakui sangat kuat dan tahan lama. Bahan yang digunakan juga tahan karat jika sering terkena air. Sepeda Polygon juga mudah ditemukan diberbagai toko-toko sepeda. Harga yang ditawarkan sepeda Polygon ini mulai dari 1,7 Juta hingga puluhan juta rupiah. Meski harganya dianggap terlalu mahal, tetapi kualitas sepeda Polygon sudah standar dunia. Polygon memang sudah diakui sebagai sepeda dengan kualitas internasional. Meski sering dianggap produk negara lain, kita harus tetap bangga menggunakan produk lokal.(put)

Pro Dan Kontra Seputar Produk Hijab Besutan Nike

Zahra Lari, Atlet Ski Ice , salah Sstu brand ambassador hijab Nike. Foto: Gomuslim.co.id

Merek olahraga ternama dunia, Nike mengeluarkan koleksi hijab yang diperuntukkan bagi wanita muslim berhijab yang menyukai olahraga. Koleksi dengan nama “Pro Hijab” akan diluncurkan pada tahun 2018 dan menggandeng atlet dunia Zahra Lari atlet cabang olahraga ski es dan Amna Al Haddad atlet angkat besi. Produk yang dikeluarkan adalah penutup kepala yang dapat digunakan wanita berhijab agar bisa lebih leluasa saat berolahraga. Belakangan sebelum produk ini akan diluncurkan, Nike telah melakukan beberapa pertemuan dengan para atlet muslim untuk bertukar pikiran demi mengetahui produk apa yang dibutuhkan yang dapat mendukung kemudahan mereka dalam berolahraga. Nike Pro Hijab diciptakan dengan bahan yang tentunya lebih ringan dan lembut seperti kulit sehingga nyaman digunakan dan tidak mengganggu saat bergerak. Para penggunanya juga tidak perlu khawatir akan kepanasan, sebab penutup kepala ini memiliki lubang-lubang kecil yang tidak terlihat yang berfungsi untuk menjaga sirkulasi udara dan tidak membuat kulit kepala pengap. Inovasi baru ini sangat berguna bagi para wanita berhijab. Namun disisi lain, produk ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Pendapat yang kontra menilai bahwa dengan meluncurkan Pro Hijab, Nike mendukung penindasan terhadap wanita. Selain itu, muncul protes yang menyebut Nike meng komersialkan hijab, mengakomodasikan Islam di Amerika Serikat. Bahkan sampai ada yang mengancam akan memboikot Nike. Salah satu brand ambassador Pro Hijab, Amna Al Haddad mengatakan bahwa langkah Nike ini merupakan langkah yang bagus untuk para atlet berhijab yang dituntut tampil dalam turnamen. Ia yakin atlet berhijab bisa lebih berprestasi karena didukung produk yang baik. Tak hanya itu, saat ini atlet berhijab semakin meningkat jumlahnya maka Nike akan hadir untuk memberikan kebutuhan para atlet. Nike merupakan perusahaan yang inovatif dan Pro Hijab ini akan menciptakan produk untuk memenuhi kebutuhan pasar. Banyak orang setuju dan memuji Nike Pro Hijab ini sebagai bentuk bahwa setiap wanita layak mendapatkan hak untuk memilih apa yang dia ingin pakai. Cukup sulit bagi mereka memilih jilbab untuk memadukan dengan pakaian yang cocok. Ini adalah langkah ke arah yang benar sehingga semua wanita disertakan.(put)

Mengenal Istilah “Eat Breakfast Like A King, Lunch Like A Prince, And Dinner Like A Pauper” Dalam Pola Makan Yang Benar

Adelle Davis, seorang penulis dan ahli gizi dari Amerika, yang dianggap sebagai ahli gizi paling terkenal di awal hingga pertengahan abad ke-20. Foto: azquotes.com

Pernahkah anda mendengar sebuah pepatah tentang pola makan yang benar yaitu “Eat Breakfast Like A King, Lunch Like A Prince, And Dinner Like A Pauper” atau jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah “Makan Sarapan Seperti Seorang Raja, Makan Siang Seperti Seorang Pangeran dan Makan Malam Seperti Si Miskin”. Pepatah tersebut pernah diungkapkan oleh Adelle Davis seorang penulis dan ahli gizi dari Amerika, yang dianggap sebagai ahli gizi paling terkenal di awal hingga pertengahan abad ke-20. Namun, apakah arti dari pepatah tersebut, dan apa hubungannya dengan pola makan yang benar? Mari kita ulas. Breakfast Like A King Sarapan layaknya seorang raja merupakan perumpamaan yang diartikan bahwa kita harus sarapan dengan porsi banyak. Sarapan merupakan makanan pertama yang kita konsumsi setelah beristirahat di malam hari. Hal tersebut perlu dilakukan karena kita harus mengisi glukosa dalam diri yang merupakan hal penting bagi otak dan sumber energi kita sepanjang hari. Jika kita melewatkan sarapan, gula dalam diri kita akan rendah dan akan menurunkan produktivitas diri dalam beraktifitas sepanjang hari. Pada umumnya, kita sering melewatkan sarapan, padahal sarapan sangat penting bagi diri kita untuk menjalani kehidupan maupun aktifitas sehari-hari. Dr. Hana Kahleova salah satu peneliti dari Universitas ;Loma Linda di California menyatakan bahwa makan pagi harus menjadi makanan yang terbesar yang kita konsumsi sehari-hari karena tubuh akan mengeluarkan energi yang lebih banyak maka diperlukan makanan yang cukup. Dalam sarapan, kita harus mengkonsumsi makanan yang memiliki karbohidrat tinggi agar menambah energi seperti gandum, sereal, telur dan sebagainya. Lunch Like A Prince Dalam pola makan yang benar makan siang bagaikan seorang pangeran yang diartikan kita harus mengurangi porsi makan siang kita. Seorang peneliti, Dr. Daneila Jakubowicz pernah melakukan penelitian di Wolfson Medical Center dengan beberapa wanita gemuk. Hasilnya menyatakan bahwa orang yang mengkonsumsi makan siang dengan 700 kalori dapat menurunkan berat badan setelah 12 minggu. Disaat makan siang, diharapkan mengkonsumsi makanan yang tidak terlalu berat dan lebih mengandung protein seperti kacang-kacangan, dada ayam, atau telur. Karena pada dasarnya, porsi makan siang kita harus setengah dari sarapan biasa. Dinner Like A Pauper Lalu pada saat makan malam, bisa diibaratkan makan layaknya si miskin. Dalam artian, kita dianggap tidak memiliki uang dan makan dengan porsi sedikit atau setengah dari porsi makan siang. Hal ini dikarenakan pada malam hari tubuh manusia tidak dapat melakukan proses pencernaan dengan baik bahkan akan mengalami gangguan tidur. Bahkan tidak hanya itu, makan malam dengan porsi banyak akan menaikkan berat badan kita karena tubuh akan menyimpan makanan dan minuman yang dikonsumsi sebagai lemak bukan energi. Profesor ahli gizi, Dr. Marie Pierre St.Onge yang memimpin penelitian di Columbia University’s College Of Physicians And Surgeons menjelaskan bahwa dalam hasil penelitiannya orang yang berpuasa pada malam hari kurang lebih 18-19 jam dan makan pada pagi berikutnya dapat menurunkan berat badan hingga 8 persen dari berat badan aslinya. Pada malam hari, kita disarankan makan buah-buahan untuk membuat kita tetap kenyang walaupun hanya makan sedikit. Nah, para pembaca nysnmedia yang berbahagia, artinya pepatah tersebut sangat berarti dalam pola makan yang benar dan bisa terapkan dalam kehidupan sehari-hari. (put/adt)

Mimpi Pangya Yang Bertekad Mengembangkan Olahraga Rugby Di Indonesia

Pangya-Rugby

Pria yang memiliki nama lengkap Christoper Aditya Hardwika, atau yang biasa disapa dengan Pangya ini merupakan salah satu pemain cabang olahraga rugby yang mewakili Indonesia di berbagai kejuaraan nasional dan internasional. Ia pernah mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON), Sea Games, Tim Nasional U-20 dan masih banyak lagi. Pangya berpendapat bahwa rugby saat ini sudah mulai berkembang di masyarakat, dan ia pun bertekad untuk membuat rugby semakin populer di Indonesia. “Rugby di Indonesia pasti akan berkembang pesat. Melihat orang Indonesia yang punya spirit dan terlebih sekarang sudah banyak juga kegiatan get into rugby di berbagai daerah. Tujuannya untuk mengembangkan dengan mengadakan penyuluhan ke anak-anak sekolah, bahkan universitas supaya rugby semakin populer dan berkembang di Indonesia.”ujarnya Berawal dari bergabung di Jakarta Banteng Rugby Club, Pangya merasa sangat tertantang bermain rugby yang dapat dikatakan olahraga baru di Indonesia. Berlatar belakang rasa kekeluargaan sangat terasa, dan juga terbentuknya karena memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengembangkan rugby di Indonesia. “Saya merasa tertantang serta enjoy saat sedang bermain rugby. Rugby itu fair banget, dilapangan kita saling hajar, cuma kalau sudah selesai pertandingan ya kita ngobrol dan bercanda. Di lapangan memang serius banget, gak kenal teman. Tapi semua nya punya tujuan yang sama buat mengembangkan olahraga rugby di Indonesia.”tutur cowok yang berusia 22 tahun ini. Mahasiswa Teknik Industri Universitas Atma Jaya Jakarta ini, ternyata juga akan membela Indonesia di ajang Asian Games 2018 mendatang. Ajang PON 2016 merupakan salah satu momen yang tidak terlupakan bagi Pangya dan tim rugby Banten. Ketika melawan tim rugby Papua, jumlah pemain tim Banten sangat sedikit sehingga tidak bisa mengganti pemain yang cedera. Meski begitu, tim rugby Banten berhasil mengalahkan tim rugby Papua. “Pas eksibisi PON kemarin, tim Banten dengan pemain yang seadanya bisa menang lawan Papua di babak Semi Final, karena pertandingannya weekday dan banyak yang tidak bisa hadir. Ya walaupun menang kita dibalas di final. Pas dibalas di final, ya kita mengakui mereka lebih hebat dibanding kita. Fisik mereka lebih fit mungkin tapi kita menang di teknik saja,” tutup Pangya.(put/adt)

Sepuluh Atlet Kalsel Siap Bersaing di Kejurnas Atletik Pada Desember Mendatang

Atlet atletik Kalsel

Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mempersiapkan para atletnya di cabang olahraga atletik untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik, tanggal 6-9 Desember mendatang, yang rencananya akan diselenggarakan di Stadion Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur. Ke 10 atlet atletik Kalsel ini, merupakan para atlet yang sudah menghasilkan prestasi di ajang Porprov X di Tabalong, beberapa waktu lalu. Demi mempersiapkan atletnya dengan baik, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) mengadakan pertemuan dengan KONI Kalsel. Pada kesempatan itu Ketua Umum Pengprov PASI, H Rusdi Aziz mengatakan, pertemuannya dengan KONI Kalsel sebagai bentuk laporan para atlet yang akan pentas di Kejurnas Atletik di Jakarta. “Rapat ini sekaligus laporan kepada KONI Kalsel, dan meminta dukungan mengenai dana keberangkatan para atlet,” ucap H Rusdi yang dikutip dari portal banjarmasinpost.co.id. Saat ini, atlet atletik Kalsel sedang menjalani pemusatan latihan dan berangkat ke Jakarta pada 5 Desember mendatang. H Rusdi pun, berharap agar atlet Kalsel dapat berbicara banyak di Kejurnas Atletik. “Kami tidak menargetkan hasil yang tinggi, semoga mampu berbicara di tingkat nasional, ya minimal medali perunggu,” harapnya. Berikut Nama-nama atlet atletik Kalsel yang dikirim ke Kejurnas Jakarta 2017 No-Nama-Nomor Atletik 1. Mardiansyah (HST) -lari 100 meter, 200 meter, dan estafet 2. Ahmad Rofikudin (Baritokuala) -lompat jauh 3. Aif Rahman Rifani (Banjar) -estafet 4. M Surya Ariandy (Banjarmasin) -estafet 5. Nofarin (Banjarmasin) -lompat tinggi 6. M Syaifullah (Tabalong) -lari 5000 meter 7. Ayu Sri Ningsih (Baritokuala) -estafet 8. Desy Ratnasari (Tabalong) -lari 100 meter, estafet 9. Mujalifah (HST) -estafet, lari 100 meter. 10 Ismi (Banjarbaru) -estafet(pah/adt/bmp)

Perkembangan Bola Basket di Usia Dini Mulai Pesat, U-12 Dianggap Sebagai Peluang Emas

Jetz-Basketball-Club-2

Perkembangan olahraga bola basket saat ini, mulai banyak digandrungi oleh usia-usia dini. Bermula dari tayangan televisi atau ajakan dari orangtua, membuat anak-anak ini mulai tertarik menekuni olahraga basket. Seperti di lakukan oleh Jetz Basketball Club, yang sering berlatih di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Jetz Stadium sendiri sudah memiliki fasilitas yang baik, membuat Jetz Basketball Club ini menjadi tujuan pengembangan para orangtua untuk melatih bakat sang anak dalam olahraga bola basket. Penting untuk di catat, bahwa Jetz Stadium selalu menjadi pilihan berlatih timnas pelajar Indonesia. Di Jetz Basketball Club, terdapat pembinaan atlet basket mulai dari usia 4 tahun hingga 18 tahun. Khusus untuk U-10 dilatih oleh pelatih berpengalaman yakni Awi. Awi sendiri sudah melatih di Jetz Basketball Club sejak 2016. Selama berkecimpung di dunia basket, Awi melihat perkembangan basket di usia dini sudah mulai pesat. “Perkembangan basket di usia dini saat ini sudah pesat. Di klub-klub basket saat ini, usia 12 tahun kebawah peminatnya sangat banyak. Ini merupakan, perkembangan yang bagus bagi basket Indonesia untuk membina atlet di usia dini,” terang Awi. Lanjutnya, usia-usia 4 hingga 12 merupakan usia emas mereka untuk melatih bakat dan juga mendapatkan ilmu basket. Tak terkecuali di Jetz Basketball Club yang mempunyai 50 anak usia 10 tahun. “Usia 12 tahun kebawah atau kelahiran 2008, merupakan usia emas mereka untuk melatih gerakan mereka di basket. Mereka akan dengan mudah menerap ilmu basket, walaupun masih berlatih dengan fun,” jelasnya. Dengan pesatnya perkembangan bola basket di usia muda, tentunya akan menjadi nilai plus bagi kemajuan basket Indonesia. Jaya selalu basket Indonesia. (pah/adt)

Jetz Basketball Club Targetkan Anak Binaannya Menjadi Juara di JJBC 2017

Jetz-Basketball-Club

Jetz Junior Basketball Championship (JJBC), merupakan sebuah ajang para pebasket usia muda untuk unjuk kebolehan. Rencananya ajang tersebut di laksanakan bulan Desember mendatang, bertempat di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Nantinya, sebanyak sembilan klub akan bertanding dalam tujuh kategori usia, yakni U-7 hingga U-16. Jetz Basketball Club sendiri sudah mulai mempersiapkan diri dengan baik. Pelatih U-10 Jetz Basketball Club, Awi mengatakan, akan mempersiapkan anak-anaknya untuk meriah juara. Terlebih, di tahun sebelumnya anak-anak U-10 tidak mendapatkan juara. “Kami mempersiapkan dengan baik, berlatih seminggu dua kali, Sabtu dan Minggu. Meski begitu, ada kendala dalam latihan di hari weekend,” ucap Awi. Event JJBC selalu menjadi daya tarik bagi klub basket di wilayah Jabodetabek. Sang pelatih pun, menargetkan akan menjadi juara di JJBC, Desember mendatang. “Target pasti juara yah, maka dari itu kami akan persiapkan diri dengan baik di setiap umur,” katanya. (pah/adt)

Sepak Takraw: Latihan Keras Cici Hingga Larut Malam Akhirnya Membuahkan Hasil

cici-sepak-takraw2

Bermula dari keingintahuan tentang cabang olahraga yang ditekuni sang kakak, Cici Herfiyuli atau yang akrab disapa Cici, berhasil menjadi salah satu atlet sepak takraw perwakilan wilayah Riau pada berbagai turnamen nasional. Gadis yang berusia 20 tahun ini berbagi cerita kepada nysnmedia.com tentang awal mula ia menekuni cabang olahraga sepak takraw. “Dulu saya hanya berlatih di kampung, Taluk Kuantan, Riau. Disana ada penerimaan pembibitan sepak takraw cewek dan saya diajak abang kandung untuk bermain. Dulu untuk pengen jadi atlet sepak takraw gak ada sama sekali keinginan, cuma karena rasa penasaran akhirnya saya mencoba mendalami apa itu sepak takraw. Tanding demi tanding antar kabupaten, dan akhirnya saya terpilih masuk Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Riau.”ujarnya Sebagai seorang gadis, Cici pun kerap dilarang orang tua untuk mengikuti sepak takraw terutama jika latihan hingga sore dan malam hari. “Pernah saya dan abang telat pulang latihan. Sampai rumah kena marah sama bapak. Dan saya pernah dilarang bermain sepak takraw sama orang tua. Kami kan latihan suka pulang lambat. Untuk seorang cewek apalagi di kampung gak boleh pulang lewat dari magrib. Sedangkan kami latihan mulai jam 4 sampai 6 sore.”tutur atlet yang membawa medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2017 lalu. Cici yang saat ini berkuliah di Universitas Lancang Kuning, jurusan Administrasi Negara, memang sudah 7 tahun menekuni sepak takraw. Cici bersama tim riau pernah mengalami kejadian yang kurang enak saat mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 lalu ketika melawan tim Jawa Barat. “Pas PON melawan Jawa Barat ada masalah dengan teman tim saya yang dibilang memakai kalung. Wasit menganggap itu kalung dari dukun atau semacamnya untuk pegangan tim kita. Padahal itu cuma kalung bola takraw dan Riau sudah memimpin jauh. Karena ada masalah itu jadi gak fokus dalam bermain. Akhirnya kami kalah dalam final lawan Jawa Barat.”tuturnya(put/adt)

Setelah Sukses Dengan Lari Kajen 5K, Bupati Pekalongan Kembali Cabangkan Lari Kajen 20K

event-Lari-Kajen-5K

Dinas Kepemudaan dan Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, baru-baru ini menggelar event Lari Kajen 5K, Minggu (26/11). Event lari yang dibuka langsung oleh Bupati Pekalongan, H Asip Kholbihi dan diikuti oleh kurang lebih 1.234 peserta. Para peserta Lari Kajen 5K Tahun 2017 akan melalui rute Alun alun Kajen – SMA 2 PGRI Kajen – Jalan Teuku Umar – SPBU Gejlig – Jalan Pahlawan – Tugu Km O – Jalan Mandurorejo, dan kembi ke Alun alun Kajen. Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan M Bambang Irianto mengatakan, event ini sebagai ajang pembinaan atlet yang lebih terstruktur dan juga matang. Mayoritas peserta Lari Kajen 5K berasal dari pelajar SMP maupun SMA, yakni sekira 734 dan untuk umumnya sebanyak 500. “Lomba lari Kajen 5K 2017 terbuka untuk pelajar dan umum. Untuk pelajar terbatas hanya pelajar Kabupaten Pekalongan. Sedangkan untuk umum dibuka untuk warga Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten/Kota sekitarnya,” kata Bambang seperti dikutip radarpekalongan.co id Lanjutnya, event Lari Kajen 5K dianggap sebagai wadah para atlet lari untuk mengasah kemampuannya bersama peserta lain “Mengukur pencapaian pembinaan prestasi olahraga atlet cabang atletik Kabupaten Pekalongan. Dan sebagai momentum peningkatan gairah dan motivasi atlet untuk berlatih dan berprestasi di ajang olahraga yang lebih tinggi,” ucapnya. Sementara itu Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi sempat mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh jajaran panitia yang sudah melaksanakan kegiatan Lari Kajen 5K. Bahkan, dirinya akan membuat Lari Kajen dengan jarak 20K. “Hari ini (kemarin, red) kita memasyarakatkan olahraga yang murah meriah sekaligus aspek kekeluargaannya dapat kita jalin yaitu lomba lari Kajen 5K, dimana start-finishnya masih sekitar dalam kota. Untuk itu saya akan merancang Lomba Lari Kajen 20K, dimana nanti larinya menuju columnar joint (karang tegak) Watubahan di Desa Lemahabang Kecamatan Doro. Itu adalah salah satu columnar joint yang ada di Indonesia dan perjalanannya sangat menantang apabila larinya dari Kajen sini,” ujar Bupati. Tambahnya, dengan adanya Lari Kajen 20K para peserta akan tertantang dengan rute yang dilaluinya. Ia juga mengatakan, dengan event seperti ini, secara tidak langsung juga turut memperkenalkan wisata Kota Pekalongan. “Ini saya kira sebuah terobosan yang harus kita laksanakan dalam rangka untuk mengenalkan tempat wisata. Disamping itu juga agar kita bersama-sama mengolahragakan masyarakat dan sebaliknya memasyarakatkan olahraga lari yang murah, meriah, sekaligus kita menjalin silaturahim melalui olahraga ini,” imbuhnya.(pah/adt)

Dua Kali Ikuti Ajang Singa Cup, SSB Astam Cukup Puas Meski Berada Di Posisi 3 Besar

SSB-Astam-U-12

Mengusung konsistensi pembekalan skill secara dini telah dilakukan oleh Sekolah Sepakbola Astam (SSB ASTAM) sebagai salah satu pilot project mencetak atlet muda yang berkualitas. Sempat mengikuti Singa Cup 2017 yang termasuk event tahunan turnamen sepak bola untuk berbagai kelompok usia (KU), mulai dari umur 8, 10, 12,14 hingga 18 tahun di Singapura beberapa waktu lalu. Pada kesempatan itu Tangsel yang diwakili SSB Astam berhasil menyabet gelar juara 3 untuk usia 10 dan juara 2 untuk usia 12. Pelatih SSB Astam, Dzulfikri Bashari mengatakan Singa Cup sudah menjadi agenda rutin bagi SSB Astam, dan ini merupakan kali kedua Astam ikut serta di Singa Cup. “Singa Cup merupakan agenda kompetisi rutin SSB Astam, terutama untuk kompetisi usia 10 dan 12. Astam sendiri baru 2 kali berpartisipasi pada event ini yaitu pada 2016 dan 2017,” ujar Dzulfikri atau biasa disapa Bang Dzul. Di tahun pertama Singa Cup, SSB Astam berhasil menorehkan prestasi yang memuaskan, dimana pada kategori U-12 menjadi runner-up. Sedangkan U-10 pada Singa Cup 2016 harus puas berada di peringkat 4, dimana pada perebutan juara 3 harus takluk oleh tim sesama Indonesia. Di ajang Singa Cup 2017 beberapa waktu lalu, pria yang akrab dengan sapaan Bang Dzul ini juga mengatakan, bahwa tim yang paling siap dalam hal persiapan yakni U-10. Sedangkan, tim U-12 memutuskan tidak ikut dikarenakan beberapa faktor. “Pada Singa Cup 2017 sebenarnya yang paling siap adalah tim U-10 kami, yaitu para siswa kelahiran 2007. Tim U-10 ini selalu berlatih bersama dan mempersiapkan tim untuk singa cup ini dari jauh-jauh hari. Sedangkan, di kategori U-12 sebenarnya Astam sempat memutuskan untuk tidak ikut, karena banyak pemain yang berhalangan untuk ikut dikarenakan banyak hal seperti jadwal sekolah dan lain-lain,” terang Bang Dzul. Namun, beberapa hari menjelang keberangkatan ke Singa Cup, 16 pemain Astam di U-12 telah siap untuk tanding. Nah, pada saat pertandingan berlangsung, Astam yang sejatinya meraih peringkat tiga Singa Cup 2017 U-12. Namun, karena kesalahan teknis membuat Astam meraih runner-up. “Karena tim Imran Soccer Academy terkena diskualifikasi, karena memainkan pemain yang tidak sah, maka Astam U-12 yang tadinya Juara 3 merangkak naik menjadi juara 2, dan Blispi Bina Sentra yang tadinya juara 4 menjadi juara 3. Ini merupakan prestasi yang meningkat bagi Astam,” paparnya. Berikut nysnmedia.com berikan perjalanan SSB Astam U-12 di Singa Cup 2017 Fase Grup: -ASTAM vs Football West Australia (1-0; Ikram Selang) -ASTAM vs FCBarcelona Escola India (4-0; Ikram Selang 2, Rafi Saragih, Hanief) -ASTAM vs ActiveSG Singapore (3-1; Rafi Saragih 2, Ikram Selang) 8 besar -ASTAM vs Balestier Khalsa Singapore (1-0; Rhaga) -Semifinal ASTAM vs ISA (0-5) -Perebutan Juara 3 ASTAM vs Blispi Bina Sentra Indonesia 1(5)-1(4); Zildjian *adu penalti(pah/adt)

UNJ Sabet Gelar Juara LIMA Football Air Mineral Prim-A GJC and NC 2017

Tim-Universitas-Negeri-Jakarta

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berhasil merajai pagelaran atau menjadi juara LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference and Nusantara Conference 2017 yang pertama kali. Event bagi para mahasiswa ini bergulir sejak 16-23 November dan diikuti oleh tujuh tim dari berbagai universitas bertempat di Stadion Universitas Indonesia (UI) Depok. Yogyakarta menjadi salah satu penyumbang tim yang diwakili oleh Universitas Islam Indonesia (UII). Kali ini UNJ berhasil menjadi juara di LIMA Football dengan menyapu bersih kemenangan dan meraih 16 poin. Yang paling mencenangkan, tak ada tim yang bisa membobol gawang UNJ, dan UNJ telah memasukan 22 gol dalam enam pertandingan. Anak asuh dari Agung Nopari ini, memang selalu ditekankan untuk bisa memaksimalkan peluang. Buktinya, 22 gol berhasil dicetak oleh anak-anak UMJ. Berikut, tim nysnmedia.com berikan daftar juara, top skor dan pemain terbaik di LIMA Football 2017: Juara 1: Universitas Negeri Jakarta Peringkat 2: Universitas Budi Luhur Jakarta Peringkat 3: Universitas Indonesia Selain penghargaan untuk tim terbaik, LIMA juga memberikan penghargaan secara individual. Best Management: Universitas Indonesia Best Goal Keeper: Rifqi Fhalevi (30), Universitas Budi Luhur Most Valuable Player: Eka Khairul Insan (8) , Universitas Negeri Jakarta Top Scorer: Ade Fajar Kurniawan (9), Universitas Negeri Jakarta All Academic Player: Ian Surya Prayoga (15), Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (pah/adt)

Seberapa Pentingkah Peran Pemain Naturalisasi Untuk Timnas Indonesia?

spasojevic

Indonesia dalam hal prestasi sepakbola memang masih belum menunjukan prestasinya yang luar biasa. Pada saat di era kepemimpinan Nurdin Halid tahun 2006, muncul sebuah ide gila untuk mengangkat prestasi sepakbola Indonesia muncul melalui proses naturalisasi. Namun, ide gila ini mendapat pertentangan dari berbagi kalangan, karena Nurdin Halid pada saat itu mengambil sembilan pemain Brazil usia 23 tahun untuk dijadikan pemain timnas Indonesia. Empat tahun berselang, tepatnya tahun 2010. Sistem naturalisasi pemain asing makin kencang. Tetapi, kali ini caranya lebih masuk akal. Diantaranya dengan pola menjadikan pemain asing yang sudah lama tinggal di Indonesia, untuk memeluk kewarganegaraan Indonesia. Produk unggulnya sebut saja Cristian Gonzales, menjadi pemain pertama yang diambil sumpahnya untuk menjadi WNI dan membela timnas Indonesia. Piala AFF menjadi ajang pembuktian, Gonzales di timnas Indonesia. Meski, di ajang AFF 2010 hanya menjadi runner-up, setelah di final kalah melawan Malaysia. Disana PSSI melihat ada peningkatan dalam prestasi, karena semenjak Gonzales bergabung di timnas Indonesia, ini yang membuat PSSI ketagihan atau terus gencar melakukan naturalisasi pemain. Hasilnya, terdapat John Van Bukhering, Tony Cussel, Kim Jefry Kurniawan, Irfan Bachdim, Victor Igbonefo, Bio Paulin, Diego Michiels, Stefano Lilipaly dan yang terbaru terdapat Ilija Spasojevic. Tapi, apakah sudah tepat naturalisasi pemain untuk peningkatan prestasi Indonesia di level Asia atau Asia Tenggara? Tim nysnmedia.com mencoba berbincang hangat dengan pengamat sekaligus wartawan sepakbola Hanif Marjuni. Bung Hanif sapaan akrabnya, yang sudah malang melintang di dunia sepakbola Nasional mengatakan, bahwa naturalisasi untuk membawa jangka panjang sepakbola Indonesia itu penting. Tapi, skalanya hanya untuk menjadi pemicu para pemain lokal untuk bisa bersaing dengan pemain naturalisasi. “Dalam jangka waktu yang panjang itu bisa di katakan penting, tapi kadarnya sebagai pemicu saja, bukan untuk skala yang luas. Karena, kalau kita meliat naturalisasi sebagi proyeksi instan iya, tapi untuk perkembangan timnas saat ini. Kita melihat sebagai jangka panjang untuk menjadi pemicu pemain lokal atau bakat-bakat pemain Indonesia untuk lebih,” terang Bung Hanif kepada nysnmedia.com. Dirinya pun, melihat dua sampai tiga tahun menjadi pemicu untuk pemain lokal. Apalagi, masalah harga pemain lokal sudah bisa bersaing dengan pemain asing. Terlebih, naturalisasi bagi timnas Indonesia belum mampu mengangkat prestasi bagi timnas. Namun, ada sisi baiknya juga dalam hal naturalisasi bagi timnas Indonesia. “Setidaknya sepakbola bukan hanya prestasi saja, tapi dalam sisi entertainment berhasil. Ada perhatian dari public tentang perkembangan sepakbola di Indonesia. Ya, terlepas gagal membangkitkan prestasi sepakbola Indonesia,” tuturnya. Pemain naturalisasi diusia keemasannya, diharapkan mampu memberikan ilmu kepada pemain lokal untuk bisa bersaing sehat. Masyarakat Indonesia pastinya sangat rindu akan prestasi timnas Indonesia, bukan rindu akan masalah. Maju terus sepakbola Indonesia ! (pah/adt)

Borong Enam title di Super Series 2017, Kevin/Marcus di Puji Susy Susanti

Susy Susanti selaku Kabid Binpres PBSI, memberikan pujian kepada semua atlet Indonesis yang berlaga di Super Series 2017. Terutama kepada pasangan Ganda Putra Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon yang pada Minggu, (26/11) kemarin memecah rekor, dengan berhasil menyabet enam titel super series/premier musim ini. Dari lima nomor yang dipertandingkan di super series tahun ini, tak ada pebulutangkis yang mampu meraih enam gelar juara pada musim ini selain Kevin/Marcus. Gelar Kevin/Marcus didapat dari All England, India Super Series, Malaysia Super Series, Jepang Super Series, China Super Series Premier, dan Hong Kong Super Series. Dilansir dari cnnindonesia.com, Susy Susanti yang merupkan atlet legendaris bulutangkis indonesia memberi ucapan selamat Atas gelar yang diraih Kevin/Marcus, “Salut untuk mereka karena di tahun 2017 mereka bisa meraih enam titel super series,” ucap Susy dalam rilis resmi. Kevin/Marcus tampil sempurna di dua pekan terakhir dalam rangkaian turnamen China Super Series Premier dan Hong Kong Super Series. Dua gelar yang didapat Kevin/Marcus membuat tim bulutangkis Indonesia berhasil memenuhi target yang dibebankan oleh PBSI. “Target kami di China dan Hong Kong terpenuhi, karena Kevin/Marcus yang secara konsisten bisa menjuarai dua turnamen tersebut.” Selain memuji Kevin/Marcus, Susy juga memberikan apresiasi pada Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang dapat menembus babak final Hong Kong Super Series. “Permainan ganda putri (Greysia/Apriyani) cukup baik meski harus mengakui keunggulan Chen Qingchen/Jia Yifan di babak final.” ujarnya. Sedangkan untuk nomor tunggal putra, Susy mengakui hasil yang diraih oleh Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting kurang memuaskan. “Para pemain tunggal putra harus lebih yakin dengan pola dan strategi permainan. Tentu juga mereka harus lebih mematangkan teknik dan fisik agar meraih hasil lebih baik di pertandingan berikutnya,” kata Susy.