Timnas Indonesia Bertolak ke Madrid, Karateka 20 Tahun Juara Asian Games Berburu Poin Ke Olimpiade 2020 Tokyo

Karateka Indonesia, Rifki Ardiansyah (sabuk merah) bersama tujuh atlet Tim Nasional (Timnas) lainnya, bertolak ke Madrid, Spanyol, guna mengikuti Kejuaraan Dunia Karate (WKF) 2018, pada 6-11 November. Mereka akan berjuang merebut poin demi menjaga peluang tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. (sindonews.com)

Jakarta- Delapan karateka Tim Nasional (Timnas) Indonesia bertolak ke Madrid, Spanyol, Sabtu (3/11), guna bertanding di Kejuaraan Dunia Karate (WKF) 2018, pada 6-11 November. Mereka akan berjuang merebut poin demi menjaga peluang tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. Dilansir sindonews.com, Kejuaraan dunia di Madrid ini menjadi perhatian utama FORKI karena memiliki torehan poin terbesar, di antara kejuaraan-kejuaraan WKF lainnya. Itu pula yang membuat Indonesia, berharap banyak dari kejuaraan dunia 2018 ini. “Target kami adalah tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. Karena itu, kami akan berusaha ikut di ajang yang menyediakan poin cukup banyak, seperti kejuaraan dunia ini. Bahkan, bisa tampil di kejuaraan ini saja sudah mendapat poin, apalagi meraih prestasi medali, tentu poinnya lebih besar lagi,” ujar pelatih Timnas Indonesia, Syamsuddin. Syarat tampil di Olimpiade 2020 Tokyo, para karateka harus masuk peringkat 100 besar WKF. Jika tidak, mereka tak akan bisa merasakan aura Olimpiade. Karena itu, Forki terus menjaga peluang para karatekanya, dengan memberinya kesempatan tampil di ajang-ajang WKF, baik kejuaraan dunia, WKF Premier League, maupun Seri A. Bahkan, setelah kejuaraan dunia di Madrid, Forki juga kembali menurunkan beberapa karatekanya, di Kejuaraan Seri A di Shanghai, China, pada Desember nanti. Upaya Forki menurunkan karatekanya di event-event penting WKF, mendapatkan hasil yang lumayan. Rifki Ardiansyah Arrosyiid misalnya. Saat menjadi juara Asian Games 2018, peringkatnya hanya 329 WKF. Namun, setelah 5 kali bertanding di ajang Seri A di Chile, awal September lalu, anggota TNI kelahiran Surabaya 24 Desember 1997 ini, langsung meroket ke posisi 128 WKF. “Peringkat Rifki naik pesat jelas luar biasa. Kami harap, dia segera masuk 100 besar, untuk mendapatan peluang tampil di Olimpiade. Dan itu bisa terwujud jika dia main bagus di Kejuaraan Dunia Madrid,” ujar Syamsuddin, yang mendampingi Rifky saat bertanding di Chile. Hal senada disampaikan pelatih kata Omita Olga Ompi. Dia pun berharap dua karateka nomor kata yang akan tampil di Kejuaraan Dunia Madrid, turut meraih poin maksimal. Itu untuk menjaga peluang mereka lolos Olimpiade 2020 Tokyo. Saat ini, dua karateka kata Indonesa yang dipersiapkan ke Madrid, peringkatnya masih di 100 besar WKF. Ahmad Zigi Zaresta Yuda menempati peringkat 31 WKF, sementara Nawar Kautsar Mastura di 77 WKF. “Tapi, mereka harus berusaha menaikkan performanya agar peringkatnya tak tergeser karateka-karateka dunia lainnya. Kami berharap mereka tetap fokus berlatih dan memanfaatkan peluang poin di kejuaraan dunia WKF,” ujar Omita. Untuk menjaga itu, proses latihan disiplin tentu menjadi hal yang sangat penting bagi mereka. Jika mereka tidak mengikuti aturan yang ditetapkan manajer tim, itu akan berdampak pada performa mereka. “Mereka harus mengikuti aturan tim seperti jadwal latihan teknik kapan, latihan fisik berapa kali, serta makan dan pola tidur yang disiplin. Program itu dibuat agar mereka bisa peak saat tampil di event-event tertentu,” ujar Manajer Timnas Karate, Monang Napitupulu. Jack, panggilan akrab Monang, menegaskan, sejauh ini tim karate sudah berlatih teknik secara maksimal, di lokasi Pelatnas di Gloria Suites, Grogol, Jakarta. Sementara latihan fisik, rutin dilakukan dua kali dalam sepekan, di Hotel Peninsula, Jakarta Selatan. (Adt) Skuat Timnas Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia 2917 di Madrid, Spanyol Peraih medali emas kumite -61 kg putra Asian Games 2018, Rifki Ardiansyah Arrosyiid (128 WKF), Peraih medali perunggu kata perorangan putra Asian Games 2018, Ahmad Zigi Zaresta Yuda (31 WKF), Peraih medali perunggu kumite -55 kg putri Asian Games 2018, Cok Istri Agung Sanistyarani (17 WKF), Sandi Firmansyah (kumite -75 kg putra, 75 WKF), Nawar Kautsar Mastura (kata perorangan putri, 77 WKF), Srunita Sari Sukatendel (kumite -50 kg putri, 10 WKF), Dessyinta Rakawuni Banurea (kumite +68 kg putri, 54 WKF), Daniel Hutapea (U-21),

Sudah Lakukan Persiapan Matang, Tim U-12 Okky Youth Tampil di SingaCup 2018 di Singapura

Sebanyak 16 pemain terbaik hasil seleksi U-12 Okky Youth Soccer Team 2018, bakal mewakili Indonesia di event SingaCup 2018 U12, 5-8 November, di The Cage Sports Park, Turf City, Singapura. (istimewa)

Jakarta- Sebanyak 16 pemain terbaik hasil seleksi U-12 Okky Youth Soccer Team 2018, mewakili Indonesia di event SingaCup 2018 U12, mulai 5-8 November, di The Cage Sports Park, Turf City, Singapura. Mereka merupakan hasil talent scouting mantan atlet timnas 80’an, Dede Sulaiman dan Berti Tutuarima, di event national championship pada 11 September lalu. Para pemain sudah menjalani training centre (pemusatan latihan) selama tujuh hari di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Mereka pun telah melewati laga persahabatan di Lapangan C, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 28 Oktober lalu. “Hasilnya bagus saat menjalani trofeo dengan tim Okky 2017, dan tim IJSL yang menjadi juara 1 di Gothia Cup China 2018. Tim akan berangkat ke Singapura untuk mengikuti SingaCup 2018 U12, pada Minggu (4/11),” terang Head Group of Cup Suntory Garuda Beverage, Martinus Rezal dalam rilisnya, pada Sabtu (3/11). Tim Okky di SingaCup 2018 U12 masuk di Grup C bersama tim LFA protectors (Singapura), RC tanuan Labuyo (Fhilipina), Johor Da’rul Ta’zim FC (Malaysia), dan ZES football (Guam). Asep Padian yang pernah membawa tim Sister City DKI Jakarta meraih juara 1 di Beijing, dan tim IJSL Cipta Cendikia di Gothia Cup China 2018, dipercaya sebagai pelatih tim ini. U-12 Okky Youth Soccer League 2018 merupakan liga usia belia dari salah satu brand PT. Suntary Garuda Baverage, joint venture Suntory Jepang dan Garuda Food Group Indonesia, lalu bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Indonesia Junior Soccer League (IJSL). Pada event di 2017, U-12 Okky Youth Soccer League hanya hadir di Jabodetabek, tapi mulai 2018, kompetisi usia belia ini akhirnya hadir di enam kota besar, yakni Surabaya, Bandung, Malang, Yogyakarta, Semarang dan Jakarta. (art) Berikut 16 pemain terbaik OYSC 2018 yang akan berlaga di Singa Cup U-12 2018 Penjaga Gawang Rehan (SSB Browcelona) Lutfi Arta Nudgrha ( SSB Avatar) Belakang Catur Bima (SSB Bulog) Faturohma (SSB Tunas Harapan) Pramudia (SSB Tunas Harapan) M Hidayatulloh (SSB Bulog) Daffa Raisa (SSB Bulog) Tengah Raihan (SSB Alvatar), M Satria SKW (SSB Tunas Harapan) Rasyid Andika (SSB Tunas Harapan) Fadel (SSB Browcelona) M Syafiq (SSB Bulog) Depan Raffi Naraya (SSB Alvatar) M Giffari (SSB Alvatar) Dimas Juandika (SSB Tunas Harapan) Angga (SSB Browcelona) Pelatih : Asep Padian

Atlet Termuda Timnas Anggar Asian Games Asal Kaltim Sabet Emas Kejurnas 2018, IKASI DKI Akui Minim Skuat Junior

Ketua Pengprov IKASI Kaltim, Muslimin bersama para atlet peraih medali Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anggar 2018 di GBK Arena, Senayan, pada Sabtu (3/11). Eks atlet Asian Games 2018 yang baru berusia 16 tahun, Gabhy Novitha (hijab hitam), berhasil menyabet medali emas, untuk kategori Sabel putri junior. (tribunnews.com)

Jakarta– Pengurus Provinsi (Pengrov) Ikatan Anggar DKI Jakarta mengirim 80 atlet pada Kejuaraan Nasional di GBK Arena, Senayan, 1–4 November. Tim anggar Ibu Kota menargetkan dua medali emas di kejuaraan itu. Ketua Ikatan Anggar DKI Jakarta M Suradji mengatakan tak ingin muluk-muluk target timnya di kejurnas tersebut. Apalagi, ini merupakan agenda keduanya setelah terpilih menjadi Ketua Umum Ikatan Anggar DKI Jakarta periode 2018–2022, Oktober lalu. Bahkan, mereka juga tak diperkuat beberapa atlet andalannya, termasuk Inka Mayasari (senior foil putri). “Pengurus kami baru saja dibentuk. Jadi, kami realistis saja bahwa target kami dua medali emas di kejurnas ini. Apalagi, dua pemain andalan kami tidak tampil karena sedang berada di Amerika Serikat,” kata M Suradji. Meski begitu, Suradji mengatakan DKI tetap berpeluang meraih medali emas di ajang itu. Dia berharap mendapatkannya dari nomor EP senior putra, dan foil kaadet pemula. Sementara nomor lainnya masih didominasi daerah lain seperti Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Selain itu, Suradji juga menambahkan jika atlet anggar DKI ini merupakan dari hasil se leksi dari Kejuaraan Provinsi DKI Jakarta, 27–28 Oktober lalu. Jadi, kejuaraan nasional ini, nantinya akan menjadi kesempatan mereka membuktikan yang terbaik agar bisa membela DKI Jakarta di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. “Para atlet ini, kami seleksi dari kejurprov akhir Oktober lalu. Atlet ini yang menjadi cikal-bakal skuat PON 2020 di Papua,” kata Suradji, didamping Sekjen Ganefiono. Suradji mengakui terjadi kekosongan atlet anggar dari level junior ke senior. Hal inilah menjadi tugas pengurus baru untuk mengisi kekosongan tersebut. “Di sini atlet masih banyak yang butuh peningkatan. Kekosongan level junior ke senior juga sangat terbatas,” ungkapnya. Sementara itu, atlet Ikasi Kalimantan Timur (Kaltim), tampil apik pada Sabtu (3/11). Sejauh ini empat atlet Kaltim sukses menembus zona medali. Bahkan eks atlet Asian Games 2018, Gabhy Novitha, berhasil menyabet medali emas, untuk kategori Sabel putri junior. Disusul Eka yang meraih medali perak sabel putri junior, Agnes meraih perak kadet degen Putri, dan Risnu Affan dengan medali perunggu foil kadet putra. Pada Kejurnas ini, Ikasi Kaltim mengirimkan full tim 48 atlet, termasuk 12 junior dan 12 senior. Sekedar catatan, Gabhy berhasil menembus timnas Anggar Indonesia di ajang Asian Games 2018, dengan usia terbilang masih sangat belia, 16 tahun. Perjalanan menuju Asian Games memang tak mudah, bagi atlet yang saat ini masih berstatus siswi Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kaltim ini. Dara kelahiran Samarinda 2002 harus melewati sejumlah tantangan mulai kategori kadet, junior, hingga senior. Ia Terlahir dari darah atlet, lantaran ibunya berstatus atlet anggar Kaltim PON 2016. Bakat besar Gabhy sudah tercium sejak 2015 lalu, usai sukses menyabet 3 medali emas, di Kejuaraan Thailand Sport School Game. (Adt)

Hingga Laga Level U-19, Duel Persija vs Persib Juga Tak Terhindarkan

Liga 1 U-19 2018 telah memasuki babak perempat final. Dua rival bebuyutan, Persija Jakarta U-19 (oranye) dan Persib Bandung U-19 berada di grup yang sama, bersaing di Grup A bersama Persebaya Surabaya U-19 dan PSM Makassar U-19. (Persija.id)

Jakarta- Liga 1 U-19 2918 telah memasuki babak perempat final. Delapan tim yang berpartisipasi di babak ini dibagi dalam dua grup. Menariknya, dua rival bebuyutan, Persija Jakarta U-19 dan Persib Bandung U-19 berada di grup yang sama. Mereka bersaing di Grup A bersama Persebaya Surabaya U-19 dan PSM Makassar U-19. Pertandingan grup ini berlangsung di Stadion Moch Soebroto dan Stadion Gemilang, Magelang, Jawa Tengah. Saat penyisihan, Grup A diwakili Persija Jakarta U-19 dan Sriwijaya FC U-19. Lalu, Persebaya Surabaya U-19 dan PS Barito Putera U-19 mewakili Grup B, serta Persipura Jayapura U-19 dan PSM Makassar U-19 dari Grup C. Sementara itu, dua klub yang menyandang predikat peringkat tiga terbaik yang dipastikan lolos ke babak perempat final yakni Pusamania Borneo FC U-19 dari Grup C, serta Persib Bandung U-19 dari Grup B. Persib pun mengungguli Bhayangkara, karena selisih gol. Hal tersebut sesuai dengan surat PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi, terkait status klub peringkat 3 terbaik yang dikirimkan pada manajemen klub Bhayangkara FC U-19 dan Persib Bandung U-19 bernomor 331/LIB/XI/2018. Alhasil skuat Pangeran Biru menjadi lawan perdana Persija U-19 di babak ini. “Namanya duel Persija vs Persib ya pastinya sangat ditunggu, meski levelnya junior. Saya harap anak-anak tidak terganggu dengan apa yang terjadi di luar, dan harus fokus untuk bisa memetik kemenangan di laga perdana. Ini penting, mengingat untuk modal di pertandingan selanjutnya,” ujar Sudirman, pelatih Persija U-19. Itu berarti wajib hukumnya bagi Young Tiger meraih kemenangan di laga perdana, dengan format Home Tournamet ini. Apalagi di Grup A, pesaing mereka selain Maung Bandung juga cukup kuat, seperti Persebaya Surabaya U-19 dan PSM Makassar U-19. Babak perempat final Liga 1 U-19 dibagi dalam dua grup dan digelar mulai tanggal 7, 9 dan 11 November. “Sekali lagi seluruh tim punya peluang sama besarnya untuk lolos. Saya tekankan disini, bahwa pelatih harus pandai-pandai merotasi pemain. Mengingat jarak pertandingan pendek. Kami akan bawa 23 pemain terbaik kami ke babak 8 besar supaya kami dapat hasil maksimal di Magelang,” tutupnya. Dua tim teratas dari kedua grup di atas akan melaju ke babak semifinal, yang menurut rencana digelar 15 November, dan babak final pada 18 November. Babak semifinal dan final akan digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (art) Hasil Drawing Perempat Final Liga 1 U-19 2018 Grup A Persija Jakarta U-19 Persebaya Surabaya U-19 PSM Makassar U-19 Persib Bandung U-19 Grup B Persipura Jayapura U-19 PS Barito Putera U-19 Sriwijaya FC U-19 Pusamania Borneo FC U-19 Jadwal Perempat Final Liga 1 U-19 2018 Grup A Venue : Stadion Moch Soebroto dan Stadion Gemilang, Magelang, Jawa Tengah Rabu (7/11) Persija U-19 vs Persib U-19 kick off 15.00 WIB Rabu (7/11) Persebaya U-19 vs PSM U-19 kick off 15.00 WIB Jumat (9/11) Persib U-19 vs Persebaya U-19 kick off 15.00 WIB Jumat (9/11) PSM U-19 vs Persija U-19 kick off 15.00 WIB Minggu (11/11) Persija U-19 vs Persebaya U-19 kick off 15.00 WIB Minggu (11/11) PSM U-19 vs Persib U-19 kick off 15.00 WIB Grup B Venue : Stadion 17 Mei dan Stadion Demang Lehman, Banjarmasin, Kalimantan Selatan Rabu (7/11) Persipura U-19 vs Borneo FC U-19 kick off 16.30 WITA Rabu (7/11) PS Barito Putera U-19 vs Sriwijaya FC U-19 kick off 19.30 WITA Jumat (9/11) Borneo FC U-19 vs PS Barito Putera U-19 kick off 16.30 WITA Jumat (9/11) Sriwijaya FC U-19 vs Persipura U-19 kick off 19.30 WITA Minggu (11/11) Persipura U-19 vs PS Barito Putera U-19 kick off 15.00 WITA Minggu (11/11) Sriwijaya FC U-19 vs Borneo FC U-19 kick off 15.00 WITA

Unggul Skor Tipis, Sapta Eka Cicipi Gelar Perdana DBL 2018 Jakarta East Region

Center tim putri SMAN 71 Jakarta, Zafirah Windi Annisa (12), meluapkan ekspresi kegembiraanya, usai tim putri SMAN 71 Jakarta menaklukan perlawanan SMAN 36 Jakarta, dengan skor 40-38, pada Jumat (2/11), dalam laga babak Final Party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region, di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. (Pras/NYSN)

Jakarta- Perhelatan Final Party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region menjadi penanda akhir dari kemegahan regional Timur. Dua sekolah resmi sebagai pemegang gengsi juara East region. Adalah tim putri SMAN 71 Jakarta, dan skuad putra SMAN 21 Jakarta. Setelah dua edisi sebelumnya berhasil masuk ke babak final Honda DBL DKI Jakarta, tim putri SMAN 71 Jakarta akhirnya meraih gelar perdananya. Penampilan yang garang dari anak-anak Duren Sawit, berhasil menaklukan perlawanan SMAN 36 Jakarta, dengan skor 40-38, pada Jumat (2/11), di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. Sapta Eka (julukan SMAN 71) sempat berlari menjauh dari SMAN 36 di babak awal. Sejak kuarter pertama, pertarungan antara kedua sekolah rival tersebut membuat para penonton tak henti bersorak sorai. Di awal laga menjadi bukti performa Zafirah Windi Annisa yang on fire. Sapta Eka memimpin 17-4 pada kuarter pertama. Tetapi, semangat juang srikandi Rawamangun sempat membuat Sapta Eka kewalahan pada akhir kuarter. Bagaikan pasir hisap yang perlahan menenggelamkan, sedikit demi sedikit SMAN 36 memangkas perolehan poin. Head coach SMAN 36, Franki Defretes lalu menginstruksikan, agar timnya lebih berani menerobos ke dalam sisi pertahanan Sapta Eka. Strategi ini dilakukan gna mendapatkan kesalahan foul para pemain Sapta Eka melalui free throw. Ranaa Putri Nisrina menjadi pemain yang memiliki andil besar dalam usaha untuk memangkas ketertinggalan tim SMAN 36. Kecerdikan pemain bernomor punggung 5 untuk memancing musuh untuk melakukan foul, kerap berhasil. Tercatat sebanyak 9 kali usaha Ranaa memancing lawan dan berbuah hasil. Torehan 18 poin berhasil dicetak Ranaa. SMAN 36 pun mengurangi ketertinggalan menjadi 5 poin. Namun, dewi fortuna seakan tak berpihak kepada putri SMAN 36, meski tampil ngotot di akhir. “Masih ada Championship, performa anak-anak udah bagus, cuma kami kurang beruntung aja, tadi beberapa kali dapat kesempatan,” ujar Franki mengomentari peforma timnya. Sementara, permainan gemilang Zafirah, justru membawa Sapta Eka meraih gelar perdana di East Region. Dara kelahiran 2 Mei 17 tahun silam itu bermain tatis. Terlihat dari perolehan double-double yang ia kemas. Total Zafirah mengukir 15 poin dan 13 rebound, oleh pemain berposisi center tersebut. Dengan kemenangan tipis atas lawannya, Zafirah merasa bangga dan bahagia karena dapat memberikan gelar juara Honda DBL pertama untuk sekolahnya. “Sebenarnya, aku sempat deg-degan terutama di kuarter pertama. Dan tak menyangka dapat memenangkan pertandingan melawan SMAN 36. Mereka tampil garang juga, kami sempat kerepotan di akhir,” ucapnya. Sedangkan, pelatih kepala Sapta Eka, Muhammad Ridzky merasa bangga dengan kerja keras anak-anaknya selama ini. “Saya bangga dengan performa anak-anak hari ini. Tapi, sebaiknya kami tidak terlena dengan perolehan juara di Jakarta Timur. Karena, masih ada gelar juara Championship yang menunggu untuk kita rebut,” pungkasnya. (Adt)

Punya Mental Juang Habis-habisan, Dust Gagalkan Misi Nasa Juarai DBL 2018 Jakarta East Region

Shooting guard SMAN 21 Jakarta, Muhammad Irfan Fadhillah (1/abu-abu) tampil memikat dengan torehan 26 poin, saat membantu timnya menjadi juara Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region, pad Jumat (2/11), di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. Dust (julukan SMAN 21) menekuk perlawanan SMAN 61 Jakarta, dengan skor 50-42. (Pras/NYSN)

Jakarta- Ambisi tim putra SMAN 61 Jakarta untuk revans atas kekalahan dari SMAN 21 Jakarta di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018, gagal terwujud. Dust (julukan SMAN 21) berhasil menaklukan Nasa (julukan SMAN 61) dengan skor 50-42, pada final party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region, Jumat (2/11). Meski menang, Dust bermain tak seperti biasanya. Mereka dipaksa bermain tanpa mengandalkan pemain center andalan mereka, Ihsan Faiz Ilhamsyah. Pegerakan Faiz di dalam area paint berhasil dikunci oleh Yoel Marco Benyamin, center andalan Nasa. Memanfaatkan kecepatannya Yoel membuat pergerakan big man bernomor punggung 4 itu nihil. Alhasil, Faiz hanya mampu mencetak 4 poin untuk Dust. Pelatih Nasa, Muhammad Fahmi menginstruksikan para pemainnya untuk menjaga Faiz secara ketat. Menyadari anak-anaknya kesulitan mendobrak pertahanan lawan, arsitek Dust, Rizqy Almushaddieq mengubah strategi, guna mengatasi ketatnya tembok pertahanan Nasa. Muhammad Irfan Fadhillah, akhirnya menjadi pilar utama Dust meruntuhkan rapatnya defense Nasa. Selama pertandingan, Irfan, membuat kocar-kacir barisan pertahanan Nasa. Berbekal speed yang kencang dan keberanian menusuk pertahanan Nasa, Student athlete kelahiran 2001 itu dominan mendulang angkat untuk Dust. Total, torehan 26 poin jadi bukti shooting guard andalan Dust ini tampil memikat di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. Nasa sempat mengancam Dust untuk menelan pil pahit. Center andalan Dust, Faiz terpaksa terkena foul trouble pada menit kedua kuarter empat. Hal ini tentunya membuat pertahanan Dust semakin rentan. Lowongnya pertahanan Dust, dimanfaatkan Nasa dan memimpin pertama kalinya, pada kuarter keempat. Dust tertinggal dengan skor skor 41-39. Toh, semangat juang skuat Kayu Putih, membuktikan mereka mengoleksi mental juara. Irfan mencetak 6 poin terakhir dari free throw, di dua menit terakhir, serta menjauh dari kejaran Nasa. Berkat kegaharan Irfan dan kolega, mimpi Nasa meraih titel juara harus kandas. Dust memenangkan laga dengan skor 50-42. Menjadi juara tentunya membuat Rizqy gembira dengan prestasi yang diukir anak-anaknya tersebut. Namun, ia mengaku harus membenahi beberapa kekurangan timnya. Lawan yang akan dihadapi saat Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 merupakan tim terbaik wakil regionalnya masing-masing. “Alhamdulillah kami menjadi juara. Namun, masih ada kekurangan di sisi pertahanan, dan sering melakukan turn over. Sedangkan babak Championship sudah mepet waktunya,” ungkapnya. Sementara itu, kapten dari Nasa, Tyas Satrio menyadari kekalahan timnya menjadi pekerjaan rumah yang besar. Jeda sepekan jelang Championship Series harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Belajar dari kekalahan di final East Region, kami harus melakukan banyak scrimmage untuk memperkuat mental kami. Kondisi kami yang di atas angin tadi sempat membuat kami lengah sehingga membuat kami kecolongan dari Dust, ungkapnya. (Adt)

SMAN 21 Jakarta, Sang Kampiun Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 Regional Selatan

Galeri Foto Sapta Eka Lumat SMAN 36 Jakarta, Honda DBL DKI Series 2018 – East Region

Tembus Final DBL 2018 Jakarta East Region, Tim Putri SMAN 36 Jakarta Kini Torehkan Sejarah

Guard tim Putri SMAN 36 Jakarta, Patricia Putri Christian (9/hijau), saat mengalahkan SMAN 21 Jakarta, dalam laga semifinal Honda Developmental Basketball League (DBL) DKI Jakarta Series 2018 – East Region, di GOR Pulogadung, Jakarta Timur, pada Rabu (31/10). (tribunjakarta.com)

Jakarta- Tim basket putri SMAN 36 Jakarta akhirnya lolos ke babak final, Honda Developmental Basketball League (DBL) DKI Jakarta Series 2018 – East Region, usai menekuk SMAN 21 Jakarta. Sejak menit awal tim basket putri SMAN 36 Jakarta sudah dominan unggul atas Srikandi Dust (julukan SMAN 21), hingga kuarter empat berakhir. Skor akhir yang diraih SMAN 36 Jakarta atas SMAN 21 Jakarta terpaut tipis, dengan skor 33 – 41, di GOR Pulogadung, Jakarta Timur. Pelatih tim basket putri SMAN 36 Jakarta, Franki Defretes mengaku sudah puas dengan penampilan tim besutannya karena sudah berhasil mencapai target. “Sekarang sudah mencapai target. Targetnya gak muluk-muluk ya final saja sudah enak, sudah tenang,” ujar Franki saat ditemui usai pertandingan, Rabu (31/10). Sebab, DKI Jakarta Series 2018 – East Region, merupakan laga pertama tim putri SMAN 36 Jakarta. Raihan babak final pun menjadi prestasi yang membanggakan baginya. “Gausah juara satu, kalau pun nanti juara 1 berarti rezeki. Yang penting masih lolos ke ajang championship,” ujar Franki. Di babak final DKI Jakarta Series 2018 – East Region, pada Jumat (2/10), tim basket putri SMAN 71 Jakarta telah menanti, di GOR Pulogadung. Kepala sekolah SMAN 36 Jakarta, Endang Supardi, pun turut menjadi saksi keberhasilan anak muridnya melaju ke babak final Honda DBL DKI Jakarta East Region 2018. Endang mengaku bangga dengan pencapaian yang telah ditorehkan anak muridnya di ajang kompetisi basket untuk student athlete ini. “Sangat takjub melihat penampilan anak-anak di lapangan. Saya sebagai pimpinan sekolah harus memberikan inspirasi dan fighting spirit agar kepemipinan saya di sekolah bisa berprestasi lagi,” kata Endang, dilansir TribunJakarta, Rabu (31/10). Lebih lanjut, ia berharap anak muridnya bisa membanggakan sekolah dengan meraih gelar juara di partai puncak. “Insha Allah partai final itu kembali kepada energi dan spirit, seperti Asian Games 2018 butuh spirit. Tanpa semangat dan rasa nyaman, pastu tidak akan menjadi juara,” pungkas Endang. Sementara itu, tim basket putra SMAN 21 Jakarta sukses menembus partai puncak DKI Jakarta Series 2018 – East Region. Anak asuh Rizqy Almushaddieq itu menyudahi SMAN 39 Jakarta, dengan skor 53-49, di venue yang sama. Kepala sekolah SMAN 21 Jakarta, Taga Radja Gah, turut hadir menjadi saksi keberhasilan anak muridnya ke final. Ia mengaku bangga dengan perjuangan dan kerja keras yang dilakukan oleh anak muridnya di laga tersebut. “Penampilan anak-anak sangat luar biasa. Yang jelas, saya dari babak pertama, kedua dan ketiga itu, nafas saya seolah itu teras berat banget, karena poinnya ketat dan sempat tertinggal dari lawan,” kata Taga, usai laga. “Kita sempat ketinggalan 7-0 dan itu membuat drop. Sempat cepat leading, tapi nyatanya tim lawan juga mampu mendominasi awal pertandingan,” kata Taga. Para pemain SMAN 21 Jakarta berhasil tampil lepas, dan menampilkan permainan terbaik di laga kontra SMAN 39 Jakarta. “Tapi, saya lihat mereka mengatasi dengan baik dan konsistensinya terjaga. Akurasi juga kerjasamanya bagus,” kata Taga. Ia menilai keberhasilan anak asuhnya melaku ke partai puncak tak lepas dari defend yang kuat dilakukan oleh anak muridnya. (Adt)

Kandas di Laga Terakhir Penyisihan, Adelaide Callista Cs Justru Berpeluang ke Semifinal Kejuaraan Basket Asia U-18

Jasmine Isabelle (1/merah), power forward Timnas Basket Putri U-18 berusaha melepaskan diri dari hadangan lawan, untuk mencetak poin bagi kubu Merah Putih. Namun, Indonesia harus kalah dari Taiwan, dengan skor 54-99, pada Selasa (30/10). (FIBA)

Bengaluru- Adelaide Callista Wongsohardjo Cs gagal memetik kemenangan dari Taiwan, di pertandingan terakhir babak penyisihan Grup A, FIBA Usia (U)-18 Women’s Asian Championship (Kejuaraan Asia U-18) 2018. Kartini muda Indonesia dipaksa menyerah oleh Taiwan dengan skor 54-99, di Sree Kanteerava Indoor Stadium, Karnataka, India, pada Selasa (30/10). Anak asuh Arif Gunarto itu tertinggal cukup jauh di kuarter pertama, dengan skor 7-30. Taiwan mampu menambah 22 poin, sedangkan Indonesia hanya mengoleksi 13 poin. Kuarter kedua berakhir 20-52. Kartini muda masih belum menemukan formula yang tepat untuk mengejar defisit poin dari Cina Taipei di kuarter ketiga. Sebaliknya, lawan memiliki keleluasaan untuk bisa memperlebar jarak dengan Indonesia. Hasilnya, Cina Taipei mengunci kuarter ini dengan membukukan skor 78-33. Memimpin tiga kuarter, Taiwan tak mengendurkan serangan. Meski performa Tricia Mary Aoijs dan kolega membaik di kuarter akhir, namun tak cukup menghentikan dominasi tim yang dimotori Yu Chieh Chen. Sama-sama memanen 21 poin, akhirnya pertarungan ditutup Taiwan, dengan skor menyakinkan 99-54. Pada partai ini, jumlah turn over Indonesia, yakni 25. Sebaliknya, Taiwan hanya 15. Selain itu, Indonesia pun kalah rebound. Taiwan membuat total 62 rebound, sementara Indonesia hanya 40. Tricia Mary dan Leonita Angela Suwanto, mencetak poin terbanyak bagi Indonesia dengan 15 poin. Dari Taiwan, poin terbanyak disumbang Yu Chieh Chen, diikuti Hsuan Chia Hung dan Chih Ying Chen, yang mencetak 12 poin. Hasil negatif dari tiga kekalahan beruntun itu, membuat Indonesia berada di dasar klasemen penyisihan Grup. Sedangkan Korea Selatan (Korsel) berada di puncak klasemen dengan hasil sempurna. Mereka meraih tiga kemenangan dari tiga partai yang dilakoninya. Dan, Australia menempati posisi kedua, dengan dua kemenangan.Negeri Kanguru hanya sekali takluk, saat berhadapan dengan Korsel. Namun, hasil itu tak membuat Indonesia harus segera angkat koper, dari persaingan di Kejuaraan Asia U-18 ini. Sebab, Indonesia meski di dasar klasemen masih berpeluang maju ke semifinal lewat jalur perebutan peringkat. Indonesia menantang peringkat akhir Grup B, Malaysia, pada Kamis (1/11), yang juga menelan tiga kekalahan dari tiga laga penyisihan, yakni dari China (28-102), Jepang (31-130), dan Selandia Baru (32-99). (Adt)

Tim Putri UNY dan UNS Bantai Lawan-lawannya, Langsung Pimpin Klasemen LIMA Futsal 2018

Rois Nurhidayah Safitri (5) skuat tim futsal putri Univ. Sebelas Maret Surakarta (UNS) sukses menyumbang sebuah gol, saat melumat tim tuan rumah Universitas Islam Indonesia (UII) dengan skor telak 16-1, pada laga perdana LIMA Futsal 2018 Java and Special Region of Yogyakarta Conferencem di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Yogyakarta. (LIMA)

Yogyakarta- Tim Putri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengawali dengan impresif laga LIMA Futsal: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference 2018. Pada Rabu (31/10), UNY mengalahkan Univ. PGRI Semarang (UPGRIS) dalam laga yang melibatkan banyak gol ini. UNY memborong tujuh dari sepuluh gol dalam duel di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Univ. Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Pemain UNY, Artika Novitasari (nomor punggung 16) membuka skor pada menit kedua. Naura Qatrunnada (15) membuat dua gol lagi bagi UNY di menit keempat dan ke-16 Namun, sebelum jeda antarbabak, Mufidatul Umah (25) memperkecil ketertinggalan semenit UNY kembali menggelontorkan empat gol lagi di paruh kedua. Ismi Nur Adizah (13) menyumbangkan dua gol [30′ dan 35′]. Dewi Setya Maharani (10) dan Sabrina Mutiara Firdaus Wibowo (5) menambah satu gol, masing-masing di menit ke-33 dan 37. UPGRIS menambah dua gol di babak kedua ini. Yuni Nur Afifah (5) mencetak gol di menit ke-25, disusul Mufidatul yang menorehan gol keduanya saat semenit sebelum bubar. Partai ketat juga terjadi pada pertandingan berikutnya. Bekal menjadi status tuan rumah, ternyata tak senantiasa memberikan keuntungan. Tim futsal putri Universitas Islam Indonesia (UII) merasakannya pada hari pertama LIMA Futsal: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference 2018, pada Rabu (31/10). Univ. Sebelas Maret Surakarta (UNS), terlalu tangguh dan melibas tuan rumah 16-1. UNS bahkan sudah menunjukkan keperkasaannya sejak menit awal. Tim dari Surakarta ini melesakkan 10 gol di babak pertama. UII hanya bisa memperkecil ketertinggalan dari kaki Vuan Maharani (9) di menit ke-17. UNS menambah setengah lusin gol lagi di paruh kedua. UII, di arena kebanggaan mereka, GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Yogyakarta, tak bisa menambah perbendaharaan gol mereka. Elen Yulianti (10) menjadi bintang dengan melesakkan lima gol. Dua pemain, yakni Zahra Juliashaputri Feriyanto (15) dan Renanda Kevin Selviana (9), mencetak trigol. Lalu Annisa Carollina (4) dan Erni Setyorini (19) menyumbangkan dua gol. Rois Nurhidayah Safitri (5) menambah sebuah gol. Kemenangan telak ini melesatkan UNS ke puncak klasemen Pul X. Duel berikutnya akan menarik. Dua tim yang telah membukukan sebuah kemenangan, UNS dan UNY, akan bersua pada Kamis (1/11). Di hari yang sama, UPGRIS akan menghadapi Univ. Gadjah Mada (UGM). UII baru akan melakoni partai kedua mereka pada Jumat (2/11), kontra UPGRIS. (Adt)

Banyak Hasil Tak Terduga, Battle of Semifinal DBL 2018 Jakarta East Region Bakal Penuh Kejutan

Tim putra SMA Islam Al Ma’ruf (putih), yang secara tak terduga menumbangkan SMAN 54 Jakarta, dengan keunggulan tipis 23-20, di GOR Pulogadung, pada Selasa (30/10), bakal melakoni battle of semifinals Honda Developmental Basketball League (DBL) DKI Jakarta Series 2018 – East Region, melawan SMAN 61. (DBL)

Jakarta- Honda Developmental Basketball League (DBL) DKI Jakarta Series 2018 – East Region kini memasuki fase krusial. Tersisa empat tim putra dan putri terbaik dari Jakarta Timur, yang siap tampil habis-habisan, pada battle of semifinals di GOR Pulogadung, pada Rabu (31/10). Ini adalah babak yang sangat menentukan. Karena siapapun yang menang, akan melanjutkan langkah tampil pada final party, pada Jumat (2/11). Sekaligus, memastikan diri sebagai wakil Jakarta Timur untuk bersaing dengan para finalis dari tiga regional lainnya (West, North, dan South), pada babak Championship di GOR Soemantri, 10-17 November mendatang. Tim putri SMAN 21 Jakarta, menjadi tim terakhir yang menempati slot semifinal. Kepastian itu diraih srikandi Dust (julukan SMAN 21), setelah menundukkan SMA Don Bosco 2, dengan keunggulan 28-18, pada Selasa (30/10). Hasil itu membawa Dust menantang SMAN 36, di fase semifinal. SMAN 36 sebelumnya terlebih dahulu memastikan tiket empat besar usai mengandaskan SMAN 42 Jakarta dengan skor telak 29-8. Laga semifinal putri lainnya mempertemukan SMA Labschool Rawamangun, dengan runner-up Honda DBL edisi 2015, SMAN 71 Jakarta. SMA Labschool Rawamangun menjadi tim pertama yang mengunci tiket semifinal. Mereka menyudahi perlawanan SMAN 39 Jakarta, dengan skor 16-7. Sementara itu, Sapta Eka (julukan SMAN 71) menyegel tiket semifinal setelah melangkahi lawannya SMAN 12 Jakarta, dengan skor meyakinkan 20-7. Sedangkan, persaingan di sektor putra pun tak kalah seru. Tiga slot semifinal juga baru bisa dipastikan, pada Selasa (30/10). Adalah SMA Islam Al Ma’ruf, SMAN 21 Jakarta, dan SMAN 39 Jakarta, lolos melaju ke semifinal. Tim putra SMAN 61 Jakarta menahbiskan diri sebagai tim pertama lolos ke babak Empat Besar. Lalu skuat debutan, tim SMA Islam Al Ma’ruf, yang tak terduga menumbangkan SMAN 54 Jakarta, dengan keunggulan tipis 23-20, Selasa (30/10). Hari ini, layak ditunggu apakah kejutan itu berlanjut. Lawan SMA Islam Al Ma’ruf pada semifinal adalah tim kuda hitam SMAN 61 Jakarta, yang menyingkirkan finalis Honda DBL DKI Jakarta Series dua tahun beruntun, SMAN 71 Jakarta, dengan skor 29-22. Laga semifinal putra lainnya, akan mempertemukan SMAN 21 Jakarta versus SMAN 39. Jagoan Dust (julukan SMAN 21) berangkat ke partai ini, setelah menyudahi perlawanan SMA Fons Vitae 1, dengan skor 39-15, pada Selasa (30/10). Hasil itu membuat Dust sebagai satu-satunya sekolah di Jakarta Timur, yang mengirim tim putra dan putrinya di semifinal. Dust akan ditantang oleh tim putra SMAN 39 Jakarta. Berstatus sebagai tim debutan, Galan (julukan SMAN 39) sukses menyingkirkan SMAN 14, dengan keunggulan 30-18, kemarin. (Adt)

Persija U-19 Bantai 7-1 PS TIRA U-19, The Young Tiger Juara Grup dan Lolos 8 Besar

Persija Jakarta U-19 (oranye) memastikan diri menjadi juara Grup A Liga U-19, usai laga terakhir membantai PS TIRA U-19 dengan skor telak 7-1, di Stadion Atletik Luar, Kompleks Jakabaring, Palembang, Selasa (30/10). The Young Tiger pun melaju ke babak delapan besar Liga 1 U-19 2018. (Persija.id)

Palembang– Persija Jakarta U-19 memastikan diri menjadi juara Grup A Liga U-19, usai laga terakhir membantai PS TIRA U-19 dengan skor 7-1, di Stadion Atletik Luar, Kompleks Jakabaring, Palembang, Selasa (30/10). Gol Persija lahir dari hattrick Ghalih Apriliana, dua gol Ammarsyahdi, dan gol Irwanto Bajo serta Mario Nucahyo. Tim asuhan Sudirman memimpin klasemen akhir Grup A dengan perolehan 20 poin, unggul dua poin dari Sriwijaya FC. Atas keberhasilan ini, asisten pelatih Washiyatul Akmal mengaku lega karena ini sesuai target awal manajemen. The Young Tiger mampu mendulang enam kali kemenangan, dan masing-masing dua hasil seri dan kalah. “Kami bersyukur, Alhamdulillah diberi kemenangan oleh Allah SWT di laga terakhir, dimana kami bermain seperti yang kami harapkan tetap tidak anggap remeh lawan,” ujar Akmal, selepas laga, pada Selasa (30/10). “Anak-anak pun bermain seperti yang kami harapkan. Setiap pertandingan kami bilang pertandingan ini adalah final, final, final. Alhamdullilah diaplikasikan sesuai yang kami inginkan,” tambah mantan gelandang Persija Jakarta era 2000an ini. Meski lolos ke babak 8 besar, Akmal berharap anak asuhnya jangan cepat puas. Mengingat di 8 besar lawan berat sudah menanti. Anan Lestaluhu dan kolega akan menunggu, siapa yang akan menjadi lawannya di babak delapan besar. “Usai lolos ke 8 besar, kami harapkan kami tetap fokus dan tim pelatih tetap akan lakukan evaluasi. Dengan ini kami bisa terus melaju sejauh mungkin di turnamen ini,” tutupnya. Rencananya, pengundian fase delapan besar Liga 1 U-19, akan digelar di Jakarta, pada Rabu (31/10). Dan babak delapan besar akan dimulai Senin (5/11) dengan sistem Home Tournament dan dibagi menjadi dua grup. Pada 2017 lalu, Persipura Jayapura U-19 merebut juara Liga 1 U-19 2017. Mutiara Hitam menekuk Persib Bandung U-19, di laga final yang digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, pada Selasa (6/11/2017). Satu-satunya gol di laga ini dicetak melalui tendangan bebas, Todd Rivaldo Ferre, pada menit ke-30. Valdo, sapaannya, saat itu selain membawa timnya juara, striker mungil yang kini membela Timnas U-19 itu juga keluar sebagai pemain terbaik dan membawa pulang hadiah Rp 25 juta. (art)

Tundukan Jabar 54-46, Putri Kalbar KU-18 Pastikan Tiket Semifinal Kejurnas Basket di Pontianak

Tim Putri Kalimantan Barat (Kalbar) U-18 memastikan langkah ke babak semifinal Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Basket KU-16 Putra dan KU-18 Putri, usai menumbangkan Jabar, dengan skor 54-46 di GOR Perbasi, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa (30/10). (tribunnews.com)

Pontianak- Sebanyak 15 tim basket, yakni 8 tim putra dan 7 tim putri bersaing menjadi yang terbaik di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Basket KU-16 Tahun Putra dan KU-18 Tahun Putri, di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), pada 30 Oktober-3 November 2018. Adapun tim-tim yang berlaga diantaranya untuk KU-16 Putra, di Grup A, terdapat tuan rumah Kalbar, Jawa Tengah (Jateng), Banten, dan Sumatera Utara (Sumut). Sedangkan Grup B, dihuni Jawa Timur (Jatim), DKI Jakarta, Kalimantan Timur (Kaltim), Jawa Barat (Jabar). Sementara, di Grup A KU-18 Putri, ditempati Jatim, DKI Jakarta, Kaltim, dan Jateng. Kemudian, di Grup B, ada tuan rumah Kalbar, Jabar, dan Riau. Melakoni laga perdana di Gelanggang Olahraga (GOR) Perbasi, Kota Pontianak, pada Selasa (30/10), tim tuan rumah menorehkan hasil positif. Tim KU-16 Kalbar putra berhasil meraih kemenangan atas Sumut dengan skor meyakinkan 85-47. Hasil ini membuka peluang ke semifinal. Asalkan, tuan rumah berhasil mengukir kemenangan kedua kontra Banten. Sedangkan, srikandi tuan rumah berhasil menumbangkan Jabar, dengan skor 54-46. Kemenangan ini memastikan langkah tim Putri Kalbar KU-18 ke semifinal. Sebab, di Grup B hanya dihuni 3 tim. Selanjutnya, tim tuan rumah hanya tinggal berhadapan dengan Riau, di pertandingan terakhir. Terpisah, Jatim melalui Evi Ekawati, Manajer Tim, membidik gelar juara di Kejurnas KU-16. “Kami optimis mampu bersaing dengan tim-tim yang berkualitas dari daerah lain,” ujar Evi. Wanita yang juga menjabat Ketua Perbasi (Persatuan Bola Basket) Kota Surabaya itu, berharap anak didiknya bisa meraih hasil terbaik dengan menjadi juara. “Kejurnas ini juga sebagai media menambah pengalaman dan jam terbang bagi para atlet muda. Selain itu, dapat membentuk pemain, agar bisa menjadi atlet yang berkarakter,” pungkas Evi. (Adt)

Kirim Remaja 15 Tahun Tampil di BWF World Junior Championships 2018, Ajang Seleksi Aset Masa Depan Indonesia

Pebulu tangkis tunggal putri junior, Stephani Widjaja, yang baru berusia 15 tahun, berpose di sela event Pembangunan Jaya Junior Grand Prix 2018, pada April lalu. Ia menjadi anggota skuat Indonesia yang akan tampil di BWF World Junior Championships 2018, di Ontario, Kanada, awal November. (bulutangkis.com)

Jakarta- Jelang keberangkatan ke Kanada, Wakil Ketua Umum 1 PP PBSI, Alex Tirta memberi semangat kepada tim junior Indonesia yang akan bertanding di BWF World Junior Championships 2018. Alex berharap para garuda muda bisa mengeluarkan kemampuannya dengan maksimal dan bertanding tanpa beban. “Segala persiapan dan latihan sudah dilakukan dengan maksimal. Saya harap para atlet mampu mengeluarkan permainan terbaiknya. Keinginan menang pasti ada, tapi jangan sampai membebani penampilan di lapangan. Saya yakin kalian bisa,” ujar Alex pada pelepasan tim di Pelatnas PBSI Cipayung, Senin (29/10). Sebanyak 23 atlet Indonesia turun pada BWF World Junior Championships 2018 yang berlangsung pada 5-18 November 2018 di Markham Pan Am Venue, Ontario, Kanada. BWF World Junior Championships 2018 akan mempertandingkan dua nomor, yaitu beregu dan perorangan. Pertandingan beregu campuran berlangsung pada 5-10 November. Sedangkan perorangan berlangsung mulai 12-18 November. Tim Indonesia rencananya akan bertolak ke Kanada pada Rabu (31/10), menggunakan maskapai Cathay Pacific Airways CX 792, pukul 05.45 WIB, dari bandar udara Soekarno Hatta, Cengkareng. Rata-rata pemain Indonesia yang tampil di turnamen kali ini, masuk skuat tim junior Indonesia di Asia Junior Championships 2018 pada Juli lalu di Jakarta. “Pemilihan dilihat dari prestasi, rangking, dan potensi atlet, juga kebutuhan tim,” kata manajer tim junior Indonesia, Susy Susanti, awal Oktober lalu. “Target kami pada event ini meraih satu gelar juara. Kami usahakan mempertahankan dua gelar,” tuturnya. Tahun lalu, di kejuaraan yang sama, Indonesia berhasil pulang dengan membawa dua gelar melalui Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri) dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Salah satu terobosan yang dilakukan PP PBSI adalah mengirim Stephani Widjaja. Stephani adalah aset Indonesia di tunggal putri. Pada April lalu, ia menjadi andalan tim Indonesia U-19, pada turnamen bulutangkis Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix 2018 di GOR PB Jaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan. Sayang, langkah Stephani di nomor tunggal putri, gagal. Menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke perempat final, Stephani harus terhenti. Dia kalah 13-21, 2-11 (ret), dari pemain China, Yang Ruiwen. Stephanie masih berusia 15 tahun dan bernaung di bawah Klub Jaya Raya, Jakarta. Secara umur, Runner Up U-15 tunggal putri Asia Youth 2017 ini sebenarnya masuk kategori U-17. Namun, remaja kelahiran Jakarta, 19 Februari 2003 itu, justru ikut kelas yang lebih tinggi, bersaing dengan pemain yang secara umur lebih tua dan unggul dalam pengalaman. Pada 2018, Stephani tercatat sebagai atlet bulutangkis termuda, yang namanya lolos dipanggil masuk Pelatnas PP PBSI, dengan status magang. (Adt) Komposisi Skuat Indonesia di BWF World Junior Championships 2018 BEREGU Putra 1. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 2. Karono 3. Alberto Alvin Yulianto 4. Leo Rolly Carnando 5. Daniel Marthin 6. Ghifari Anandaffa Prihardika 7. Pramudya Kusumardana Riyanto 8. Rehan Naufal Kusharjanto 9. Christian Adinata 10. Bernadus Bagas Kusumawardana Putri 1. Putri Kusuma Wardani 2. Stephani Widjaja 3. Yasnita Enggira Setiawan 4. Siti Fadia Silva Ramadhanti 5. Agatha Imanuela 6. Ribka Sugiarto 7. Febriana Dwipuji Kusuma 8. Lisa Ayu Kusumawati 9. Putri Syaikah 10. Nita Violina Marwah PERORANGAN Tunggal Putra 1. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 2. Karono 3. Alberto Alvin Yulianto 4. Christian Adinata Tunggal Putri 1. Putri Kusuma Wardani 2. Stephani Widjaja 3. Yasnita Enggira Setiawan 4. Olivia Chelin Maria Ganda Putra 1. Daniel Marthin 2. Leo Rolly Carnando 3. Ghifari Anandaffa Prihardika 4. Pramudya Kusumardana Riyanto 5. Dwiki Rafian Restu 6. Bernadus Bagas Kusumawardana Ganda Putri 1. Siti Fadia Silva Ramadhanti 2. Agatha Imanuela 3. Ribka Sugiarto 4. Febriana Dwipuji Kusuma 5. Putri Syaikah 6. Nita Violina Marwah Ganda Campuran 1. Rehan Naufal Kusharjanto 2. Siti Fadia Silva Ramadhanti 3. Ghifari Anandaffa Prihardika 4. Lisa Ayu Kusumawati 5. Pramudya Kusumardana Riyanto 6. Ribka Sugiarto 7. Leo Rolly Carnando 8. Indah Cahya Sari Jamil

Lakoni Penyisihan Kejuaraan Basket Asia U-18 Putri, Srikandi Muda Indonesia Kalah Telak Dari Australia dan Korea Selatan

Timnas Basket Putri Indonesia U-18 yang diisi Adelaide Callista Wongsohardjo dan kolega, kalah telak di dua laga penyisihan Grup A, FIBA Usia (U)-18 Women’s Asian Championship (Kejuaraan Asia U-18), di Sree Kanteerava Indoor Stadium, Bengaluru, Karnataka, India. (FIBA)

Bengaluru- Srikandi muda Indonesia harus mengalami kekalahan telak di dua laga penyisihan Grup A, FIBA Usia (U)-18 Women’s Asian Championship (Kejuaraan Asia U-18) 2018, di Bengaluru, Karnataka, India. Bertanding di Sree Kanteerava Indoor Stadium, pada Minggu (28/10), Adelaide Callista Wongsohardjo dan kolega dipaksa menyerah dari Australia, dengan skor 28-96. Di pertandingan itu, Indonesia tercatat melakukan 33 turn over. Faizzatus Shoimah, siswi SMAN 8 Malang, Jawa Timur (Jatim), mencetak poin terbanyak skuat Merah Putih, yakni 8 poin, 4 rebound, dan 1 steal. Di tim Australia, Isobel Anne Anstey, pemain center berusia 17 tahun ini mampu mencetak 20 poin, 12 rebound, 2 assist, dan 4 steal. Berikutnya, pada Senin (29/10), Indonesia dipaksa menyerah 40-84 dari Korea Selatan (Korsel). Di kuarter pertama, Indonesia tertinggal 6-20. Tim Negeri Gingseng makin memantapkan keunggulan setelah memundi 25 poin di kuarter kedua. Pertandingan berakhir dengan kedudukan 45-14 untuk Korsel. Indonesia berusaha bangkit dengan mendulang 16 poin di kuarter ketiga. Namun hasil itu belum cukup mengejar defisit poin dari Korsel yang mampu memanen 24 poin. Korsel tetap memimpin 69-30. Di kuarter akhir, kedua tim tetap tampil impresif. Sayang, akurasi yang buruk membuat Adelaide Callista Cs tak mampu mendulang poin. Sebaliknya, Korsel yang dimotori Jihyun Park memaksimalkan kesempatan melesakkan bola ke keranjang Indonesia. Hasilnya, laga berakhir dengan keunggulan 40-84 untuk Korsel. Dikubu Korsel, Jihyun Park, forward berusia 18 tahun ini mencetak 20 poin, 9 rebound, 5 assist, 3 steal, dan 1 block. Sebaliknya, Indonesia melalui Adelaide Callista, point guard kelahiran 12 Oktober 2001, menghasilkan 5 poin, 5 rebound, 2 assist, dan 3 steal. Indonesia melakoni laga kontra Cina Taipei, pada Selasa (30/10). Laga kedua tim adalah pertandingan terakhir penyisihan Grup A. Senasib, Cina Taipei juga menelan dua kekalahan, yakni melawan Korsel 56-64, dan Australia 66-106. Nantinya, semifinalis kompetisi ini berkesempatan lolos langsung ke Piala Dunia Basket U-19, pada 2019, di Thailand. (Adt)

Genjot Kualitas Atlet, Kei Shin Kan Segera Perbanyak Event Nasional Dan Junior

Karateka Kei Shin Kan asal Jawa Barat, Silvani Anjela (16 tahun), menjadi juara best of the best kadet-junior Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kei Shin Kan edisi ketujuh 2018. Juara kumite -53 kg junior putri itu jadi yang terbaik, usai menekuk karateka juara kelas 48 kg putri junior asal Sumatera Utara, Nadya Zaskia Harahap. (sindonews.com)

Jakarta- Perguruan Karate Kei Shin Kan akan terus meningkatkan kualitas karatekanya dengan memperbanyak event nasional. Bahkan, usai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kei Shin Kan edisi ketujuh 2018 di GOR Cempaka Putih, Jakarta, Minggu (28/10), mereka menetapkan DI Yogyakarta (DIY), sebagai tuan rumah berikutnya dua tahun mendatang. “Ini bagian dari pembinaan kontinu yang kami lakukan. DIY akan menjadi tuan rumah kejurnas berikutnya,” ujar Ketua Umum PP Kei Shin Kan Leonard Mamahit. Ia meyakini dengan banyak event yang digelar perguruan, itu membantu proses peningkatan kualitas karateka. Mereka memperoleh pengalaman bertanding dari berbagai karakter karateka. ”Kami berharap Yogyakarta siap dan mampu menggelar event dengan lebih baik lagi,” ujar Sekjen PP Kei Shin Kan Bahari, yang juga Ketua Panitia Kejurnas Kei Shinkan VII. Kejurnas Kei Shin Kan VII pada 27-28 Oktober berlangsung sangat ketat. Terbukti, event ini diikuti 412 karateka dari 14 provinsi. Kejuaraan itu mempertandingkan 87 nomor kata dan kumite putra putri dalam tujuh kategori junior dan dua senior, yakni kategori prausia dini (6-7 tahun), usia dini (8-9 tahun), pra pemula (10-11 tahun), pemula (12-13 tahun), kadet (14-15 tahun), junior (16-17 tahun), U-21 (18-20 tahun), senior (>20 tahun), dan veteran. Pada event itu, tim Kei Shin Kan Jawa Barat, tampil sebagai yang terbaik dengan 31 medali emas, 30 perak, dan 35 perunggu. Posisi kedua direbut tim Kei Shin Kan Sumatera Utara, yang meraih 20 medali emas, 9 perak, dan 11 perunggu. Tuan rumah DKI Jakarta, menempati posisi ketiga dengan 4 emas, 6 perak, dan 22 perunggu. Kesuksesan tim Jawa Barat makin sempurna, dengan penampilan Silvani Anjela (16 tahun), menjadi juara best of the best kadet-junior. Juara kumite -53 kg junior putri itu menjadi yang terbaik, setelah menundukkan karateka juara kelas 48 kg putri junior asal Sumatera Utara, Nadya Zaskia Harahap. Sementara best of the best putra jatuh ke tangan karateka Sumatera Utara, Willy Situmorang. Willy yang sebelumnya sudah menjuarai kelas 76 kg putra junior, menjadi yang terbaik setelah menundukkan rekan setimnya, Muhammad Idil, yang juara kelas 55 kg putra junior. ”Kami berharap kejurnas ini menjadi tambahan pengalaman bagi karateka kami. Kami akan terus membina dan mempersiapkan mereka dengan mengirimkan atlet ke event nasional yang digelar PB Forki maupun event internasional lainnya,” ujar Leonard. Kejurnas Kei Shin Kan 2018 ini juga semakin bermakna berkat kehadiran Ketua Kei Shin Kan Internasional Shihan Kisaku Uchida yang juga pemegang sabuk hitam Dan 8, Ketua Kei Shin Kan Jepang Eiichi Yamazaki (Dan8), serta Ketua Kei Shin Kan Singapura dan Australia. “Dari sisi teknik, saya lihat Kei Shin Kan Indonesia sudah sangat bagus. Kejurnas seperti ini sangat penting untuk mengasah jam terbang dan kemampuan karateka. Karena, dalam mencetak karateka andal diperlukan latihan rutin dan pertandingan kontinu,” kata Shihan Uchida. (Adt)

Sengit Sesama Satu Wilayah, Derby Duren Sawit Akhirnya Resmi Milik SMAN 61

Dua tim sekolah yang sama-sama berasal dari Duren Sawit, SMAN 61 dan SMAN 71, harus melakoni derby, dalam lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region, di GOR Pulogadung, Senin (29/10). SMAN 61 akhirnya menang 29-22. (DBL)

Jakarta- Duel sengit tersaji dalam lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region, di GOR Pulogadung, Senin (29/10). Dua tim sekolah yang sama-sama berasal dari Duren Sawit, SMAN 61 dan SMAN 71, harus melakoni derby. Demi melanjutkan langkah pada kompetisi basket pelajar terbesar di tanah air ini. Sejak tip-off dimulai, laga derby ini langsung membuat para penonton riuh. Kedua tim saling berbalas mengoyak ring dan ngotot memenangkan laga sore hari ini. Namun, SMAN 61 berhasil menyudahi perjalanan runner-up Honda DBL DKI Jakarta Series tahun lalu, SMAN 71, lewat keunggulan 29-22. Pada menit-menit awal, Sapta Eka (Julukan SMAN 71) dan SMAN 61 sama-sama scoreless. Kedua tim menuai kebuntuan dalam mencetak poin. Inisiatif time out langsung diambil Sapta Eka, Addy Mulyadi pada menit ketiga. Sejak itu, skuat Sapta Eka langsung terbakar. Finalis edisi 2016 dan 2017 itu mengeluarkan tajinya. Tiga poin Ananta Dandy menutup keunggulan Sapta Eka, skor 6-4. Memasuki kuarter kedua, SMAN 61 berbalik unggul. Melalui forward Dhimas Aldry, yang berhasil membukukan 8 poin untuk membawa timnya unggul. Belum genap satu menit berlaga, pemain bernomor punggung 9 itu langsung mencetak three point. Hal itu jadi titik balik SMAN 61 untuk unggul atas rival abadinya, dan menutup kuarter kedua dengan berbalik unggul. Tyas Satrio dkk unggul 15-8. Ketatnya laga semakin meningkat pada kuarter ketiga. Kali ini, Sapta Eka yang kembali unggul atas SMAN 61. Duet Nasser Muhammad dan Ananta Dandy membuat tim polesan Muhammad Fahmi tak berkutik. Torehan 6 poin Nasser dan Ananta dari total 10 poin Sapta Eka, pada kuarter ketiga membuat mereka unggul tipis satu bola. Sementara SMAN 61, hanya mampu membukukan 1 poin pada kuarter ini, skor 18-16, jadi milik Sapta Eka atas rivalnya. Puncak drama terjadi, saat memasuki kuarter keempat. Pada babak penentu ini, kedua tim asal Duren Sawit terlihat ngotot untuk memenangkan laga. Digadang-gadang sebagai sebagai final prematur, SMAN 61 menunjukkan mereka layak dipandang di Honda DBL DKI Jakarta. Tim berjersey putih ini memperlihatkan team work yang lebih baik, pola permainan mereka sangat terlihat rapi pada kuarter penentu. Kali ini center andalan mereka, Yoel Marco mampu membawa timnya unggul. Torehan 14 rebound pemain berpostur tinggi 190 sentimeter ini, membuat barisan penyerangan Sapta Eka buntu. Ditambah, absennya salah satu guard andalan Sapta Eka, Muhammad Hafizh, yang membela DKI Jakarta di Kejurnas Basket U-16 di Pontianak, Kalbar, makin membuat Sapta Eka sulit berkembang pada masa-masa krusial. Hal ini sudah diprediksi Fahmi, sebagai arsitek tim. “Kami sudah scouting pemain SMAN 71, saat mereka tanding pada babak awal East Region. Jadi, saya sudah sangat menyiapkan plot pemain untuk saling menempel ketat pemain andalan mereka. Dan hal itu berhasil, Alhamdulillah kami menang,” jelas Fahmi. (Adt)

Dua Skuat Timnas U-16, Kini Resmi Memperkuat Persebaya Surabaya U-16 Di Ajang Liga 1 U-16

Persebaya Surabaya U-16 menurunkan dua pemain Timnas U-16, Ernando Ari Sutaryadi (71) dan Brylian Negietha Dwiki Aldama (68), dalam laga perdana Seri 3 ajang Liga 1 U-16 Grup C, di Makassar, Sulawesi Selatan, pekan ini. (Persebaya.id)

Surabaya- Kiper Timnas U-16, Ernando Ari Sutaryadi, resmi bergabung dengan Persebaya U-16, untuk berlaga di kancah Liga 1 U-16. Ernando bahkan dimainkan saat Persebaya U-16 menghadapi PSM Makassar, Senin (29/10). Usai mendatangkan Brylian Negietha Dwiki Aldama, Persebaya U-16 kembali merekrut skuat Timnas U-16 lainnya, yakni Nando, sapaannya, yang berposisi sebagai kiper. Remaja kelahiran Semarang, 2 Februari 2002, didatangkan ke Persebaya U-16, karena memiliki hubungan baik dengan keluarga. “Nando kini sudah resmi memperkuat Persebaya U-16. Ada hubungan yang baik antara kami dan keluarganya. Kebetulan adiknya, pemain Putra Surabaya U-13,” ungkap Yahya Hasan Alkatiri, manajer Persebaya U-16. Nando yang mengawal gawang Timnas U-16 pada Piala Asia U-16 2018 langsung dimainkan, saat Persebaya U-16 melawan PSM Makassar U-16, di Lapangan Hasanuddin, Makassar. Pada laga itu, Persebaya U-16 harus puas bermain imbang dengan skor 1-1 versus PSM U-16. Persebaya U-16 sempat tertinggal pada menit ke-6, melalui gol Aan Sesario. Pada menit ke-31, M. Akrom, akhirnya berhasil mencetak gol penyeimbang. Sehari sebelumnya, Brylian sukses mencatatkan debut manis, saat mencetak gol kemenangan melawan Mitra Kukar U-16, pada Liga 1 U-16, Minggu (28/10). Menghadapi Mitra, pada laga perdana Seri 3 Liga 1 U-16 Grup C, gelandang enerjik Timnas Garuda Asia ini mencetak satu-satunya gol pada laga itu. Bermain di Lapangan Hasanuddin, Makassar, Persebaya U-16 baru bisa mencetak gol jelang laga usai. Brylian sukses mencetak gol pada menit ke-60 setelah menerima umpan dari Ega Vafian Fitrianto. Ia melepaskan tembakan kaki kanan untuk membobol gawang Mitra, yang dikawal Muhammad Syahru Ramadhan. Hingga laga usai, skor 1-0 Persebaya U-16 atas Mitra U-16 tetap bertahan. Laga melawan Mitra, sekaligus menjadi partai perdana Brylian, menjadi skuad Persebaya U-16. Laga debut remaja kelahiran Sidoarjo 23 Februari 2002, bersama Persebaya U-16 makin berkesan, dengan catatan gol yang dicetak pemain yang punya daya jelajah tinggi saat bermain. (art)