Pembagian Kelompok Usia dalam Bulu Tangkis, 2 Kategori untuk Seleknas PBSI 2022

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) bakal menggelar seleksi nasional mulai Senin (10/1/2022). Lantas, bagaimana pembagian kelompok usia pada Seleksi Nasional PBSI 2022? Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI untuk tahun 2022 akan digelar pada 10 hingga 15 Januari di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Adapun, Seleknas PBSI 2022 dijadikan sebagai pengganti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang merupakan amanat dari AD/ART PBSI. Selain itu, Seleknas PBSI 2022 juga menjadi bagian dari proses regenerasi serta promosi dan degradasi tahun 2022. Seleknas tahun ini akan menyasar pemain-pemain muda guna meneruskan regenerasi bulu tangkis Indonesia. “Kami akan mengadakan Seleknas sebagai pengganti dari Kejurnas khusus tahun ini,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky. “Tahun ini kami tidak bisa menggelar Kejurnas karena di setiap provinsi juga tidak mengadakan Kejurprov sebagai syarat menggelar Kejurnas. Ini juga karena dampak pandemi Covid-19 yang membuat kejuaraan-kejuaraan lokal tidak bisa diselenggarakan,” imbuh Rionny. “Seleknas kami gelar sebagai upaya regenerasi dan mengejar ketertinggalan tahun lalu karena pandemi Covid-19,” tutur Rionny menjelaskan. Pembagian Kelompok Usia dalam Bulu Tangkis Dilansir dari akun Twitter Badminton Indonesia, terdapat enam kelompok usia dalam bulu tangkis. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah pembagian kelompok usia dalam bulu tangkis: Usia dini: usia di bawah 11 tahun Anak-anak : usia di bawah 13 tahun Pemula: usia di bawah 15 tahun Remaja: usia di bawah 17 tahun Taruna: usia di bawah 19 tahun Dewasa: usia setelah 19 tahun Format dan Kategori Usia Seleknas PBSI 2022 Soal format Seleknas PBSI 2022, Rionny mengungkapkan bahwa format pertandingan yang digunakan adalah round robin dan knock out. Kemudian untuk kategori usia peserta Seleknas PBSI 2022, dua kategori yang akan dipertandingkan adalah Taruna dan Dewasa. Untuk kategori Taruna, atlet yang dapat menjadi peserta Seleknas PBSI 2022 adalah kelahiran 2004 dan seterusnya. Sementara itu, untuk kategori Dewasa adalah bagi atlet bulu tangkis kelahiran 2002 dan 2003. “Atlet kelahiran 2002 dan 2003 akan kami gabung dalam satu kategori kompetisi, dan kategori lain untuk atlet kelahiran 2004 dan seterusnya. Format pertandingan adalah round robin dan knock out,” kata Rionny Mainaky menjelaskan.

5 Pebulu Tangkis Putra Berpotensi Bersinar di 2022 Versi BWF

5 Pebulu Tangkis Putra Berpotensi Bersinar di 2022 Versi BWF

Tahun 2022 diprediksi bakal menjadi momen bersinarnya sejumlah pebulu tangkis muda dunia di berbagai ajang internasional. Dilansir dari BWF Badminton, Rachel Chan (Singapura), Wang Zhi Yi (Cina), dan Line Christophersen (Denmark) disebut sebagai pemain putri yang jadi sorotan pada 2022. Ketiga pemain muda itu telah terbukti mampu memberi sumbangsih besar untuk tim putri negara masing-masing di ajang Uber Cup 2020 tahun lalu. Selain para pemain putri, BWF Badminton juga merilis lima daftar pebulu tangkis putra yang memiliki potensi semakin berkembang di tahun 2022. “Anak didik” Viktor Axelsen (Denmark) di Dubai, Uni Emirat Arab, seperti Brian Yang dan Lakshya Sen, adalah dua dari lima pemain muda yang patut ditunggu aksinya. Berikut ini lima atlet muda putra yang diperkirakan bakal makin menambah ramai persaingan bulu tangkis dunia tahun 2022: 5. Brian Yang (Kanada) Rekan sparing Viktor Axelsen ini menunjukkan performa apik ketika menjadi tulang punggung Kanada di Sudirman Cup dan Thomas Cup tahun lalu. Pemain 20 tahun tersebut bahkan membuat kejutan ketika menang atas pemain elite seperti Jonatan Christie (Indonesia) dan Kanta Tsuneyama (Jepang). 4. Kunlavut Vitidsarn (Thailand) Seumuran dengan Brian Yang, Kunlavut Vitidsarn juga sudah menjadi salah satu tulang punggung Thailand di ajang Sudirman Cup dan Thomas Cup. Ia pun sudah mampu mengalahkan sejumlah pemain top, seperti Kidambi Srikanth (India), Shi Yu Qi (Cina), Jonatan Christie, Wang Tzu Wei (Taiwan), dan Lee Zii Jia (Malaysia). Tak heran jika BWF menganugerahi Kunlabut Vitidsarn sebagai Eddy Choong Most Promising Player edisi 2020/2021. 3. Lakshya Sen (India) Lakshya Sen juga merupakan rekan sparing Viktor Axelsen yang punya prospek cerah di dunia bulu tangkis terutama usai merebut medali perunggu BWF World Championships 2021. Masih berusia 20 tahun, Lahsya Sen termasuk pemain muda yang cukup konsisten dengan empat kali tembus semifinal dan satu final dari 10 turnamen yang diikuti sepanjang 2021. 2. Christo Popov (Prancis) Tampil rangkap di nomor tunggal dan ganda putra (bersama sang kakak, Toma Junior Popov), membuat Christo Popov memiliki stamina yang luar biasa. Pria 19 tahun initercatat jadi satu-satunya yang mampu mengatasi Viktor Axelsen di Thomas Cup 2020 serta membekuk Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia) di Indonesia Open 2021. 1. Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (Indonesia) Pramudya/Yeremia bersaing ketat dengan dua ganda putra seangkatannya, yakni Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, sejak awal 2021. Performa Pramudya/Yeremia makin meningkat menjelang akhir tahun 2021 dan total mengoleksi dua gelar dari Spain Masters dan Belgian International.

Bromelia 3×3 Cup Ajang Pencarian Pebasket Muda Potensial

Bromelia 3×3 Cup Ajang Pencarian Pebasket Muda Potensial

Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Bogor terus menjalankan roda pembinaan. Untuk menjaring atlet muda potensial, mereka menggelar event Bromelia 3×3 Cup 2021, di Lapangan Basket Bromelia Sport Center, Rabu (28/12/2021). Ketua Perbasi Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, event ini diikuti 25 tim dari masing-masing kategori. “Ada kategori open putra putri, dan usia 16 tahun putra putri juga,” kata Iwan Setiawan. Wakil Bupati Bogor itu berharap dari event ini akan lahir pebasket-pebasket muda potensial yang nantinya bakal menjadi tulang punggung Kabupaten Bogor di berbagai ajang bergengsi. “Pembinaan menjadi kunci utama untuk meraih prestasi. Tim yang ikut serta pun dari klub di bawah Perbasi,” jelas Iwan Setiawan. Sementara itu, Sekretaris Umum Perbasi Kabupaten Bogor, Mabruri Wijaya mengatakan, event ini resmi, dan tercatat di FIBA. “Ini upaya kami untuk mencetak, sekaligus melahirkan pemain muda potensial. Khusus untuk kategori usia 16 tahun, nantinya bakal dijadikan penilaian untuk Porprov 2026 nanti,” kata Mabruri Wijaya. Mabruri menjelaskan, event ini diikuti dari berbagai daerah untuk kategori open. “Ada dari tim Porprov Kota Depok, dan Kota Bogor. Untuk usia 16 tahun kelahiran 2005 khusus klub anggota Perbasi Kabupaten Bogor,” pungkasnya. Hasil turnamen Bromelia 3×3 basketball 2021 Kategori U-16 Putri NKC Fundamental A Dramaga Karadenan Cibinong NKC Fundamental B Dramaga One’C Ciawi Kategori U-16 Putra Karadenan Cibinong One’C Ciawi Garuda Acalapati A & Garuda Acalapati B Bojonggede Kategori Open Putri Karadenan Cibinong YMS Bojonggede Porprov Kota Depok South.B Cigombong Kategori Open Putra YMS Bojonggede PBC Parung Andaz Basketball Bogor & Garuda Acalapati Bojonggede

Sempat Tertunda, Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior Akan Digelar 2022

Sempat Tertunda, Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior Akan Digelar 2022

Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior (WJC) akan segera dilangsungkan di Spanyol pada 2022 mendatang. Ajang tertinggi bagi atlet di bawah 19 tahun ini sempat tertunda selama dua tahun. Pandemi virus corona membuat Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior harus tertunda. Turnamen itu terakhir dilangsungkan pada 2019 lalu, setelah itu. Pada 2020 Selandia Baru gagal jadi tuan rumah, setelah itu pada 2021 giliran Tiongkok yang batal melangsungkan Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior karena ketidaklayakan tempat. Rabu (29/12/21) BWF mengeluarkan pernyataan bahwa WJC akan dilangsungkan di Spanyol pada Oktober 2022 mendatang. Kabar tersebut disampaikan oleh BWF melalui laman resminya. “Awalnya, BWF telah menunda acara 2021 dengan harapan untuk menjadwal ulang pada akhir 2021 atau awal 2022, tetapi tidak ada solusi yang dapat ditemukan karena banyaknya kompleksitas COVID-19 seputar perjalanan dan keselamatan atlet muda,” demikian pernyataan dari BWF. “BWF yakin dan berkomitmen untuk Kejuaraan Dunia Junior yang berlangsung pada tahun 2022 dan kami berharap Turnamen Sirkuit Junior juga dapat dilanjutkan ke tingkat yang lebih besar di semua wilayah pada kuartal pertama tahun 2022,” sambungnya lagi. Di edisi terbaru kejuaraan dunia level junior ini, BWF mendapatkan sumbangan lima Piala Eye Level baru untuk diberikan kepada para pemenang di Kejuaraan Dunia Junior BWF 2022. Sumbangan tersebut berasal dari mantan Presiden BWF dan ketua Yayasan Budaya Pemuda Dunia, Dr. Kang Young Joong. Dr Kang pertama kali menyumbangkan Eye Level Cups pada tahun 2011 sebagai bagian dari dukungannya untuk mengembangkan bulu tangkis di kalangan anak muda. Uniknya, pada edisi kali ini, piala yang disumbangkan berbeda bentuknya dari turnamen sebelumnya. Biasanya piala-piala sebelumnya identik dengan memiliki “kuping”. Namun, untuk piala edisi terbaru sumbangan Dr. Kang Young Joong memiliki bentuk tegak lurus dan dibaluti warna emas. Turnamen sendiri akan dimulai dengan event beregu campuran dengan rincian jadwal sebagai berikut: Turnamen beregu Campuran – Senin 17 hingga Sabtu 22 Oktober 2022. Kegiatan Pendidikan / Kebudayaan – Minggu 23 Oktober 2022. Turnamen Perorangan – Senin 24 Oktober hingga Minggu 30 Oktober 2022. Edisi terakhir diadakannya kejuaraan ini tahun 2019, pada Surdinata Cup Indonesia berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Tiongkok pada babak final. Kemudian dari turnamen Eye Level Indonesia pun berhasil meraih 1 gelar juara di nomor ganda putra atas nama Leo Rully Carnando dan Daniel Marthin.

Menpora: Skuad Piala AFF Saat Ini Merupakan Proyeksi Piala Dunia U-20 dan SEA Games

Menpora: Skuad Piala AFF Saat Ini Merupakan Proyeksi Piala Dunia U-20 dan SEA Games

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menyebutkan skuad tim nasional yang saat ini berlaga di Piala AFF 2020 awalnya diproyeksikan untuk ikut dalam ajang FIFA World Cup U-20 tahun 2021 dimana Indonesia menjadi tuan rumah dan SEA Games 2020 di Vietnam. Namun karena pandemi COVID-19 mewabah di seluruh dunia, maka dua event olahraga ditunda. FIFA World Cup U-20 ditunda ke tahun 2023 dan Sementara SEA Games ditunda ke tahun 2022. Dengan demikian, skuad tim nasional saat ini usia rata-ratanya lebih muda dari skuad tim lain yang berlaga di ajang AFF 2020. Dengan umur yang masih muda, Menpora Amali menilai, ajang AFF 2020 ini menjadi ajang untuk persiapan mereka menuju multi event SEA Games 2022 mendatang. “Timnas ini kita persiapkan untuk SEA Games. Sehingga mereka sudah mendapatkan pengalaman terlebih dahulu bertemu dengan negara-negara di Asia Tenggara karena SEA Games ada batas maksimal usia. Tentu negara lain belum tentu semua timnya akan turun karena rata-rata pemain senior,” ujar Menpora Amali usai menjadi narasumber dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2021 TVRI, Minggu (26/12) malam. Menpora Amali optimistis pada SEA Games 2022 di Vietnam nanti cabang Sepakbola akan meraih prestasi. Apalagi saat ini tim Indonesia sudah lolos ke babak Final dan akan menghadapi Thailand. Meskipun awalnya diremehkan oleh negara-negara lain. “Awalnya timnas ini diremehkan oleh beberpa negara, diremehkan bahwa ini anak-anak muda, Indonesia turun dengan tim yang masih muda, tentu belum punya pengalaman tapi semangat mereka luar biasa. Dan jangan lupa tangan coach Shin Tae-yong,” ucapnya. Menpora Amali pun berharap tim nasional Indonesia teyap bersemangat dan meraih kemenangan dalam laga final di Piala AFF nanti untuk membuktikan bahwa skuad muda bisa meraih juara. “Anak-anak harus semangat dan membuktikan bahwa kita akan bisa menjawab semua keraguan orang termasuk harapan dari publik dalam negeri,” harapnya. Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia melaju ke final Piala AFF 2020 setelah mengalahkan Singapura dengan skor 4-2 pada leg kedua. Pada leg pertama Indonesia dan Singapura hanya bermain imbang dengan skor 1-1. Indonesia akan menghadapi Thailand pada final Piala AFF 2020, usai Thailand mengalahkan Vietnam pada leg pertama dengan skor 2-0. Sementara pada leg kedua, kedua hanya bermain imbang tanpa gol. Laga final Indonesia vs Thailand akan dilangsung secara dua leg dan semuanya ditayangkan secara live di RCTI dan iNewsTV. Leg pertama berlangsung pada Rabu 29 Desember 2021 pukul 19.30 WIB dan leg kedua dihelat pada Sabtu 1 Januari 2022 pukul 19.30 WIB.

Mau Ikut Seleknas PBSI? Simak Ketentuannya!

Mau Ikut Seleknas PBSI? Simak Ketentuannya!

Seleksi Nasional (Seleknas) siap digelar oleh PB PBSI selaku federasi yang menangani olahraga bulutangkis nasional melalui klub nasional (Pelatnas) di Cipayung. Pelaksanaan seleksi nasional tersebut akan dilaksanakan pada 10 hingga 15 Januari 2022 sebagai pengganti Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Kejuaraan Nasional tersebut dilaksanakan atas amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PBSI sebagai proses regenerasi dan promosi-degradasi tahun 2022. Maksud digelarnya Seleksi Nasional sebagai program PBSI mencari bibit-bibit baru di dunia olahraga bulutangkis dimulai dari kelahiran 2002 dan 2003. Sedangkan kelahiran tahun 2004 termasuk kedalam kategori taruna. Kedua ketegori tersebut dipersiapkan untuk menghadapi turnamen Kejuaraan Dunia bulutangkis junior tahun mendatang. Hal tersebut dijelaskan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky yang mengatakan bahwa, Seleksi Nasional diadakan sebagai pengganti Kejuaraan Nasional tahun ini. “Kami akan mengadakan Seleknas sebagai pengganti dari Kejurnas khusus tahun ini,” ujar Rionny seperti dikutip Haloyuth pada Minggu, 26 Desember 2021 dari laman PB Djarum. Rionny juga menambahkan, jika tahun ini tidak bisa menggelar Kejurnas karena di setiap provinsi tidak mengadakan Kejurprov sebagai syarat menggelar Kejurnas. “Tahun ini kami tidak bisa menggelar Kejurnas karena setiap Provinsi juga tidak mengadakan Kejurprov sebagai syarat Kejurnas,” imbuh Rionny “Ini juga karena dampak Covid-19 yang membuat kejuaraan-kejuaraan lokal tidak bisa diselenggarakan,” tegasnya Tak sampai disitu, Rionny lebih lanjut mengatakan bahwa, Seleknas digelar sebagai upaya regenerasi untuk mengejar ketertinggalan tahun lalu karena dampak Covid-19. “Seleknas kami gelar sebagai upaya regenerasi dan mengejar ketertinggalan tahun lalu katrena pandemi Covid-19,” tegasnya “Atlet kelahiran 2002 dan 2003 akan kami gabung dalam satu kategori kompetisi, dan kategori lain untuk kelahiran 2004 dan seterusnya. Format pertandingan adalah round robin dan knock out,” jelasnya Dalam Seleknas tersebut, setiap provinsi hanya dibolehkan mengirimkan 5 wakilnya dari setiap sektor per kategori usia. Kesemua peserta berada dalam satu kompetisi. Para atlet yang menjadi juara dalam Seleknas tersebut secara otomatis mengunci tiket masuk kedalam atlet Pelatnas tahun depan. Berbeda bagi atlet yang tidak mengikuti Seleknas namun memiliki bakat tersendiri jika memenuhi kriteria pelatih. Maka, atlet tersebut bisa masuk ke Pelatnas. Rionny berharap Seleksi Nasional (Seleknas) ini berhasil untuk menjaring putra-putri terbaik agar bisa masuk Pelatnas nantinya. Sebab, generasi muda ini adalah sebagai tulang punggung bulutangkis Indonesia. Harapannya lagi, para peserta harus menunjukkan bakat serta kemampuan terbaik yang mereka punya. “Saya juga berharap semua peserta menunjukkan bakat dan kemampua terbaik yang mereka punya. Bertandinglah untuk menang,” tegasnya Diketahui bersama, pada 18 Desember kemarin, atlet penghuni Pelatnas Cipayung sudah dikembalikan ke klub masing-masing. Kemudian, seusai Seleknas selesai diselenggarakan. Maka, mereka akan dipanggil kembali sekaligus pengumumuman promosi dan degradasi.

Albert: Saat Ini Ada Dua Perenang Muda Potensial

Albert: Saat Ini Ada Dua Perenang Muda Potensial

Pelatih Timnas renang Indonesia, Albert C. Sutanto, optimistis dengan masa depan cabor renang Indonesia. Albert C. Sutanto menyebut Indonesia saat ini memiliki banyak perenang muda yang berpotensi menggebrak di level dunia. Dua di antaranya merupakan perenang dari sektor putri, yakni Angel Gabriella Yus dan Flairene Candrea. “Sebenarnya lapis bawah ini banyak sekali. Beberapa sudah menunjukkan potensinya,” ujar Albert dikutip dari Antara. “Tapi kalau untuk level internasional, so far kelahiran 2000 ke bawah kami anggap junior, mungkin baru dua,” ungkapnya. Potensi Angel dan Flairene, ujar Albert, mulai terliihat saat tampil pada PON XX Papua 2021. Keduanya kembali unjuk gigi pada ajang Indonesia Open Aquatic Cgampionship di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 9-12 Desember 2021. Diketahui, Angel adalah peraih emas pada nomor 50m gaya kupu-kupu pada PON Papua. Wakil DKI jakarta tersebut finis dengan catatan waktu 28,20 detik. Sebelum meraih emas, Angel juga memecahkan rekor nasional pada babak kualifikasi nomor tersebut dengan waktu 27,40 detik. Torehan tersebut melampaui catatan yang dibukukan AA Istri Kania Ratih Atmaja di Singapura pada 2018 silam, yakni 27,85 detik. Sementara itu, Flairene memecahkan rekor nasional KU 1 saat turun pada Indonesia Open nomor 100m gaya punggung putri dengan catatan waktu 1 menit 3,81 detik. Catatan ini dibukukan Flairene sebagai perenang pertama nomor estafet 4x100m gaya ganti putri. Adapun rekor sebelumnya dipegang oleh Masniari Wolf, yang membukukan waktu 1 menit 3,89 detik pada 17 Oktober 2021 di Berlin, Jerman. Albert menambahkan, kedua perenang beia ini menjadi harapan baru pada sektor putri pada ajang multievent Asia Tenggara, SEA Games Hanoi 2022. “Gabriella diandalkan pada nomor 50m dan 100m gaya kupu-kupu. Sementara Flairene nomor andalannya adalah 100m gaya punggung,” tuturnya. “Dia adalah atlet kelahiran 2005 yang catatan waktunya sudah melewati seniornya,” ujar Albert memungkasi.

Jaring Calon Atlet Muda, Dispendik dan Dispora Surabaya Gerilya Di Lomba Antarsekolah

Jaring Calon Atlet Muda Berbakat, Dispendik dan Dispora Surabaya Gerilya Di Lomba Antarsekolah

Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya berupaya mencari calon atlet muda melalui lomba olahraga antarsekolah yang digelar selama libur Natal dan Tahun Baru 2022. “Adanya lomba ini, bakat anak-anak ini bisa terasah dengan baik. Jadi bukan hanya latihan di sekolah saja. Harapannya, bibit muda ini nantinya bisa mengharumkan nama Kota Surabaya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Sekolah Menengah Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Tri Aji Nugroho di Surabaya, Selasa. Menurut Aji, lomba olahraga antar-sekolah menengah pelajar (SMP) Negeri maupun Swasta ini dibagi menjadi tujuh event pertandingan yakni futsal, volly, basket, atletik lari 100 dan 400 meter, pencak silat, band dan nyanyi solo. Selain itu, lanjut dia, perlombaan ini diikuti oleh puluhan peserta tim dari setiap sekolah, di antaranya 32 tim bola volly putra dan putri, 32 tim basket putra dan putri, 16 tim futsal putra serta tim perseorangan dari pencak silat dan atletik. Lomba ini digelar dua sesi dalam dua pekan yakni pada pekan pertama dimulai dari tanggal 20-23 Desember 2021, sedangkan di pekan kedua, dimulai dari 27-30 Desember 2021. “Ini kan yang ikut ada kategori putra dan putri. Jadi satu sekolah ada yang mendaftarkan dua tim putra dan putri untuk olahraga bola volly dan basket. Sedangkan yang ikut futsal, atletik lari dan pencak silat, satu sekolah hanya diperbolehkan mengirim satu orang mulai dari kelas 7 – 9 diperbolehkan ikut,” katanya. Aji menjelaskan, selain untuk mengisi waktu liburan Nataru, lomba ini juga bagian dari program besar Dispendik Kota Surabaya yaitu Free Extraordinary You, program yang menampung bakat seni dan olahraga para siswa siswi SMP se-Kota Pahlawan. “Jadi, lomba antarsekolah ini sebagai kick off (pemanasan) untuk memulai kembali even antar sekolah yang sempat vakum,” kata Aji.

Naturalisasi Kevin Diks Alot, Shin Tae-yong Incar Pemain Muda Pengganti

Jadi Incaran Shin Tae Yong, Pemain Muda Ini Selangkah Lagi WNI

Program Naturalisasi terus dikedepankan PSSI sesuai permintaan pelatih Shin Tae-yong. Beberapa nama sudah masuk kedalam radarnya. Bahkan, ada yang tinggal selangkah lagi untuk menjadi WNI. Nama Ragnar Oratmangoen, pemain berdarah Belanda-Indonesia jadi salah satu calon pemain naturalisasi yang masuk radar pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong beserta jajarannya. Sosok Ragnar Oratmangoen muncul setelah Kevin Diks tak kunjung merespons niat PSSI untuk melakukan proses naturalisasi. Itu diketahui lewat pengumuman yang dibuat anggota Exco PSSI Hasani Abdulgani. “Pemain keturunan: Karena posisi Kevin Diks dianggap sama dengan Sandy Walsh, akhirnya Coach Shin Tae-yong menukar Diks dengan Ragnar Oratmangoen,” tulis Hasani di Instagramnya “Sampai hari ini dokumen yang sudah 90 persen lengkap baru dari Jordi Amat dan Sandy Walsh. Sedangkan Mess Hilgers belum lengkap. Sedangkan Oratmangoen belum kasih kabar,” tambahnya. Diketahui, Oratmangoen memiliki darah Belanda-Indonesia. Darah Indonesia didapatkan dari sang ayah yang berasal dari Kepulauan Tanimbar, Maluku. Oratmangoen lahir di Kota Oss, Belanda, pada 21 Januari 1998. Setelah menimba ilmu bersama tim muda Top Oss, Ragnar Oratmangoen berkarier bersama tim NEC Nijmegen U-21. Pemain 23 tahun itu lebih dulu menimba ilmu di NEC sejak 2016 namun gagal menembus tim utama Nijgemen yang saat ini bermain di kompetisi teratas Liga Belanda. Pemain serba bisa yang mampu memainkan posisi winger dan gelandang serang itu kemudian mulai mendapat kepercayaan setelah dipinjam ke TOP Oss pada 2018. Oratmangoen kemudian memutuskan pindah ke klub kasta kedua sepakbola Belanda, Cambuur SC, pada 2019. Merujuk statistik Transfermakt, Oratmangoen sukses mencetak 13 gol dan enam assist dari 50 pertandingan di Cambuur. Pada 2021, Oratmangoen memutuskan pindah ke klub kasta teratas Liga Belanda, Go Ahead Eagles. Dari total 17 penampilan, Oratmangoen sudah mengemas dua assist untuk Eagles. Kehadiran Oratmangoen yang bisa bermain di beberapa posisi, diharapkan bisa menambah kekuatan skuad Garuda era Shin Tae-yong.

Adakah Batas Umur Jadi Atlet Bulu Tangkis Menurut BWF?

Adakah Batas Umur Jadi Atlet Bulu Tangkis Menurut BWF?

Berapa batas umur jadi atlet bulu tangkis? Apakah bisa menjadi atlet bulu tangkis jika memulai di usia dewasa? Simak aturan BWF dan usia ideal untuk berkarir sebagai atlet bulu tangkis, lengkap dengan jawaban berapa batas umur jadi atlet bulu tangkis berikut ini. Secara umum, sebenarnya tidak ada batas umur bermain bulu tangkis. Jadi, berapa pun usiamu bisa tetap menjadi pemain bulu tangkis. Bahkan, BWF mengadakan berbagai level turnamen untuk berapa pun usia atlet bulu tangkis mulai dari level junior, dewasa hingga senior. Pertandingan junior bisa diikuti oleh anak-anak hingga remaja yang berusia kurang dari 19 tahun. Level turnamen dewasa bisa diikuti oleh atlet badminton usia 19 tahun ke atas dan kurang dari 35 tahun. Sementara itu, level senior bisa diikuti atlet bulu tangkis berusia 35 tahun ke atas. Ada pun pebulutangkus tertua di dunia yaitu Lin You Mao. Bahkan ia mendapatkan Rekor Dunia Guinness sebagai pemain bulu tangkis tertua di dunia. Lin yang lahir 15 Agustus 1922 telah menjadi pemain tetap di beberapa kompetisi bulu tangkis Taiwan selama bertahun-tahun. Namun perlu diketahui, jika kamu mulai belajar bulu tangkis di usia 20 tahun ke atas, maka kamu hanya bisa menjadi pemain bulu tangkis biasa tapi tidak bisa jadi atlet badminton profesional. Simak penjelasan batas umur atlet bulu tangkis dengan contoh sederhana berikut ini. Sebagai contoh, kamu memulai belajar bulu tangkis di usia 22 tahun, maka kamu perlu waktu dua tahun untuk mengasah keterampilan dan skill bulu tangkis. Selanjutnya, kamu perlu waktu 2-3 tahun untuk bertanding dengan rekan satu tim untuk mempelajari taktik dalam permainan. Lalu, kamu perlu belajar lagi selama 2 tahun untuk mengasah mental dan memperbanyak jam terbang di pertandingan nasional hingga internasional. Setelah perjalanan panjang itu, kamu sudah mencapai usia mendekati pensiun dan kondisi fisik yang mulai menurun. Oleh sebab itu, banyak asosiasi bulu tangkis yang mencari anak-anak berbakat sejak usia anak-anak yakni 7-8 tahun. Selanjutnya mereka akan dilatih dengan keras dan ketat hingga usia 17 tahun. Jika kamu ingin menjadi atlet bulu tangkis profesional, coba cek aturan klub bulu tangkis Indonesia seperti PB Djarum, Jaya Raya, dan lainnya terkait ketentuan usia. Batas Umur dan Peta Karir Atlet Bulu Tangkis Berikut kami merangkum ketentuan batas umur dan peta karir atlet bulu tangkis yang dikutip dari website PB Djarum. 1. Usia 7-8 tahun Mulai belajar bermain bulu tangkis di klub-klub di kota asalnya 2. Usia 12-13 tahun Mulai meniti karir bulu tangkis di klub besar 3. Usia 15-16 tahun Mulai menentukan bulu tangkis sebagai pilihan karir 4. Usia 18-19 tahun Diharapkan sudah masuk ke skuad nasional 5. Usia 20 tahun Mulai mengukir prestasi internasional 6. Usia 23 tahun Di puncak kematangan sebagai seorang atlet 7. 29-30 tahun Jika terus menekuni bulu tangkis, bisa memulai karir sebagai pelatih Itulah aturan BWF dan usia ideal untuk berkarir sebagai atlet bulu tangkis, lengkap dengan jawaban berapa batas umur jadi atlet bulu tangkis.

Pebasket Pelajar SMA Seluruh Indonesia Bertanding Rebut Piala Gubernur Jatim 2021

Pebasket Pelajar SMA Seluruh Indonesia Bertanding Rebut Piala Gubernur Jatim 2021

Kejuaraan Basket Antar SMA se-Indonesia 2021 memperebutkan Piala Gubernur Jawa Timur secara resmi bergulir di GOR Kertajaya, Surabaya, mulai 16 Desember 2021. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jatim Pulung Chausar, didampingi Ketua Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jatim Grace Evi Ekawati. Pulung Chausar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu untuk menyukseskan gelaran pertama ini. Menurutnya ini merupakan gelaran penting di tengah pandemi COVID-19. “Kami sangat bangga sekali terselenggaranya event ini tentunya tanpa dukungan semua pihak semua stakeholder mulai pegiat olahraga, sponsor, gugus COVID-19 tidak akan bisa menyelenggarakan in, kita tahu bersama sekarang masih momen pandemi kita berhati-hati betul, dengan adanya event ini sungguh luar biasa untuk kebangkitan olahraga di Jatim,” ungkap Pulung, Jumat (17/12/2021) Diuraikan kegiatan ini, sesuai dengan amanah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa harus bisa melahirkan bibit-bibit pebasket baru tidak hanya untuk kepentingan Jatim tapi juga untuk kepentingan nasional. Sesuai pesan Bu Gubernur diharapkan event ini menjadi wadah pembinaan atlet-atlet muda dan mencari bibit unggul untuk prestasi Jatim yang lebih baik ke depan. “Event ini juga sekaligus untuk mempersiapkan diri jelas Pra Popda, Pra Popnas dan nanti sampai PON,” ujarnya. Setelah muncul bibit unggul, ia pun menaruh harapan besar kepada Perbasi Jatim untuk melakukan pembinaan sehingga dapat mencapai prestasi tinggi. Apalagi, Perbasi Jatim memiliki target untuk menyapu bersih empat emas di PON 2024 di Aceh dan Sumut. Sementara itu, Ketua Perbasi Jatim Grace Evi Ekawati menyampaikan, kejuaraan ini menjadi ajang untuk mencari bibit baru untuk diproyeksikan masuk dalam skuad pemusatan latihan daerah (Puslatda) Jatim di PON XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara. Tentu ini jadi ajang pencarian atlet untuk Puslatda bahkan sampai nasional, kalau selama ini pengprov taunya klub, sedangkan anak lain kita tidak tahu. “Ssehingga, dengan adanya kejuaraan ini kita tahu potensi atlet karena tidak semua atlet yang ada itu masuk dalam klub, itulah kenapa kemudian kejuaraan ini antar SMA,” kata Evi. Karena itu, nantinya akan ada tim pencari bakat yang akan melihat potensi para peserta, lalu akan dipilih untuk mengikuti camp yang sudah masuk dalam program kerja kepengurusan baru Perbasi Jatim periode 2021-2025. “Kita akan cari bakat, hasilnya akan kita data lalu kita lakukan pembinaan tetap dengan format promosi degradasi sesuai dengan kemampuan masing-masing anak,” jelasnya. Ia pun optimis dengan potensi yang ada dan pembinaan dilakukan dengan benar, sangat besar peluang Jatim meraih empat emas di PON 2024. Dalam kejuaraan Piala Gubernur ini ada 16 peserta yang terdiri dari 16 SMA dari beberapa provinsi, tercatat diantaranya SMAN 2 Bandung, SMAN 8 Bandung, SMAN 2 Surabaya, SMAN 1 Puri Mojokerto, NSA Surabaya, SMA Frateran Surabaya, SMAN 16 Surabaya, SMAN 9 Surabaya. SMAN 1 Waru, ITP Surabaya, SMAN 1 Blitar, Fatih Billingual School Aceh, SMAN Warga Surakarta, SMAN 2 Kediri, SMA BOPKRI 1 Yogyakarta, dan SMA Kedungwaru Tulungagung.

Atlet Muda Dominasi Pelantas Angkat Besi 2022

Atlet Muda Dominasi Pelantas Angkat Besi 2022

PB PABSI akan melakukan pemanggilan pelatnas pada minggu pertama Januari mendatang. Kabidbinpres PABSI Hadi Wihardja menyatakan, saat ini pihaknya mengajukan 23 atlet untuk Pelatnas 2022. Jumlah tersebut mengalami penambahan jika dibandingkan dengan pelatnas tahun ini yang berisi 16 atlet. “Mengingat tahun depan ada SEA Games dan Asian Games 2022. Tapi, belum tahu berapa jumlah yang akan disetujui pemerintah. Misalnya cuma disetujui 18, ya lima sisanya gugur,” ujar Hadi. Dia menjelaskan bahwa sebagian besar atlet pelatnas tahun depan akan didominasi lifter muda. Sebab, selama setahun ini, mereka menunjukkan prestasi yang menonjol jika dibandingkan dengan lifter-lifter senior. Sebagaimana Windy Cantika Aisah yang meraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Rizki Juniansyah yang tahun ini menjadi juara dunia junior kelas 73 kg. Kemudian, ditutup raihan Rahmat Erwin Abdullah yang meraih gelar juara dunia 73 kg senior pada pekan lalu. “Kami cermati selama setahun ini, raihannya seperti apa. Lifter remaja dan junior raih hasil bagus. Prinsipnya, penempatan bergantung penampilan,” lanjut Hadi. Meski begitu, Hadi tetap membuka peluang bagi lifter yang tidak masuk daftar. Bagi lifter yang terdegradasi, mereka akan kembali ke daerah masing-masing. Jika ada peningkatan, mereka bisa saja dipanggil ke pelatnas lagi. Apalagi, ada tes angkatan rutin tiap bulan untuk memantau progres atlet. “Intinya, meski terdegradasi, mereka tidak berhenti berproses. Pemanggilan kami usahakan secepatnya karena akan lebih baik untuk melanjutkan program,” imbuhnya.

KONI Yogyakarta Gandeng Guru SMP Dalam Pencarian Bibit Atlet Potensial

KONI Yogyakarta Gandeng Guru SMP Dalam Pencarian Bibit Atlet Potensial

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Yogyakarta menggandeng guru-guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk ikut dalam program pemantauan atlet potensial di hotel kawasan Kemetiran, Yogyakarta, Sabtu (11/12/2021). Upaya ini dilakukan agar program pembibitan atlet usia muda berjalan baik, sehingga dapat terciptanya regenerasi atlet berprestasi. Selain itu agenda ini sejalan dengan Sosialisasi Undang-undang No.3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional yang dihadiri guru-guru SMP se-kota Yogyakarta. Ketua Umum (Ketum) KONI Yogyakarta, Aji Karnanto mengungkapkan agenda ini dapat menumbuhkan sinergi antara dunia pendidikan dan olahraga prestasi bisa semakin ditingkatkan. Menurut Aji, dunia pendidikan jadi satu di antara pihak penting dalam dalam tahapan pembinaan dan pembentukan prestasi dan karier seorang atlet. “KONI memang cuma mengelola dan membina olahraga prestasi, tetapi untuk bisa maksimal jelas tidak luput dengan sinergitas bersama olahraga pendidikan,” jelasnya. Lantas selepas tahapan sosialisasi ini harapannya dapat dimunculkannya kegiatan pencairian bibit-bibit atlet dari sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta. “Harapannya nanti atlet-atlet Kota Yogyakarta bisa lebih berprestasi baik secara nasional maupun internasional lewat sinergi ini,” tegasnya. Dalam agenda ini, ada tiga pembicara untuk menyajikan materi terkait pembinaan olahraga. Ketiga pembicara tersebut yakni, Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Yogyakarta, Hasyim, Danardono sebagai akademisi keolahragaan dari FIK UNY dan Bastari Ilyas dari praktisi hukum. Hasyim mengungkapkan, di tingkat SMP, siswa akan banyak mencoba untuk meraih prestasi individual, mulai dari prestasi akademik hinggal olahraga. “Prestasi siswa di bidang olahraga, memiliki faktor pendukung mulai dari fisik, teknik, psikologis, guru PJOK, orang tua dan sarana prasarana,” tuturnya.

Rahmat Erwin Sabet 2 Emas Pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021

Rahmat Erwin Abdullah kembali mengharumkan Indonesia di kancah internasional. Baru-baru ini, ia menyabet dua medali emas masing-masing pada angkatan clean and jerk dan total angkatan dalam persaingan kelas 73 kg putra Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021 yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, Jumat malam WIB. Dalam perebutan medali angkatan clean and jerk, lifter 21 tahun itu menjadi yang terbaik setelah pada angkatan ketiga mengangkat beban 192 kg. Rahmat Erwin membuka angkatan pertama dengan 180 kg dan kedua dengan 186 kg. Rahmat Erwin mengalahkan lifter Albania Briken Calja yang membawa pulang perak setelah membukukan angkatan terbaik clean and jerk 186 kg. Sementara perunggu diraih lifter Korea Selatan Hansol Jeong dengan angkatan terbaik 181 kg. Namun pada angkatan snacth, Rahmat Erwin hanya mampu menempati posisi kelima. Dia membuka laga dengan melakukan angkatan snacth 142 kg. Kemudian pada percobaan kedua dia mengangkat beban 147 kg dan terakhir 151 kg. Sementara medali emas angkatan snacth diraih Briken Calja dengan 156 kg. Suttipong Jeeram dari Thailand meraih perak dengan 154 kg dan Sergei Petrov wakil dari Federasi Angkat Besi Rusia membawa pulang perunggu usai mengangkat 153 kg. Dengan hasil tersebut, secara keseluruhan atau gabungan dari angkatan snacth dan clean and jerk, Rahmat Erwin memastikan medali emas dengan total angkatan 343 kg. Sementara perak diraih Calja Briken dengan total angkatan 342 kg dan Jeeram Suttipong membawa pulang perunggu setelah membukukan total angkatan 334 kg. Pelatih Kepala Pelatnas, Dirja Wihardja mengatakan dua emas yang diraih Rahmat Erwin merupakan konsistensi prestasinya setelah Olimpiade Tokyo 2020. “Total angkatan yang diraih Rahmat Erwin Abdullah mengalami peningkatan 1kg dari Olimpiade Tokyo 2020 lalu,” kata Dirja Wihardja dalam keterangan tertulis, Sabtu dini hari. Pada Olimpiade Tokyo, Rahmat Erwin Abdullah meraih perunggu dengan total angkatan 342 kg (150 kg snatch dan 190 kg pada clean and jerk). “Dengan penerapan strategi yang mumpuni tim pelatih dan sang ayah Erwin Abdullah berhasil membawa anaknya menjadi juara dunia, sehingga tahun ini komplet Indonesia memiliki dua juara dunia di dua kategori yakni junior adalah Rizky Juniasyah dan pada senior Rahmat Erwin Abdullah,” kata Kabid Binpres PABSI, Hadi Wihardja. Dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021, Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) mengirim 14 atlet ke Tashkent. Mayoritas adalah lifter muda. Pada bagian putri ada nama Juliana Klarisa (kelas 55 kg), Sarah (59 kg), Najla Khoirunnisa (45 kg), Nelly (59 kg), Siti Nafisatuh Hariroh (49 kg), Tsabitha Alfiah Ramadani (64 kg), Restu Anggi (64 kg), dan Nurul Akmal (+87 kg). Sementara untuk putra selain Rahmat Erwin Abdullah, ada Muhammad Faathir (61 kg), Mohammad Yasin (67 kg), Triyatno (67 kg), Muhammad Zul Ilmi (89 kg), dan Satrio Adi Nugroho (55 kg).

Indonesia Sabet 2 Gelar Juara dari Bangladesh

Indonesia Sabet 2 Gelar Juara dari Bangladesh

Kabar membanggakan datang dari tim junior bulu tangkis Indonesia. Para bibit muda Merah-Putih itu sukses membawa pulang dua gelar dari kejuaraan Bangladesh Junior International Series 2021. Dalam laga final yang digelar di Shahid Tajuddin Ahmed Indoor Stadium, Bangladesh, Kamis (09/12/21), Indonesia berhasil mengantongi dua gelar juara. Dua gelar juara tersebut masing-masing diperoleh dari sektor tunggal putra dan putri. Pada partai final Bangladesh International Series 2021 di sektor tunggal putra dan putri tersaji all Indonesian Final. Mengutip unggahan akun Instagram resmi PBSI, di sektor tunggal putra Alwi Farhan berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan kompatriotnya Iqbal Diaz Syahputra. Alwi terlibat duel sengit melawan Iqbal, setelah berhasil memastikan gelar lewat pertarungan rubber game. Di gim pertama, Alwi berhasil mengunci keunggulan terlebih dulu dengan skor 21-19. Pada gim kedua, Iqbal berhasil mencuri kemenangan dengan skor 18-21. Pada gim terakhir atau gim ketiga, Alwi akhirnya berhasil mengamankan gelar juara di dengan kedudukan 21-13. Sementara itu, gelar juara Bangladesh Junior International Series 2021 di sektor tunggal putri berhasil direbut oleh Bilqis Prasista. Bilqis Prasista terlibat duel melawan rekan senegaranya, Ruzana, sebelum akhirnya memastikan diri untuk naik ke podium juara. Pebulutangkis berusia 18 tahun tersebut berhasil menang straight game atau dua gim langsung 21-14 dan 21-13. Berikut hasil final Bangladesh Junior International Series 2021: Ganda Putri Farbin Binte Emdad Hridita/Nasima Khatun (Indonesia) vs Urmi Akter/Smrity Rajbongshi (Bangladesh): 9-21, 21-18, 12-21 Ganda Campuran Akib Solaiman/Nasima Khatun (Indonesia) vs Md Nazmul Islam Joy/Urmi Akter (Bangladesh): 18-21, 14-21 Tunggal Putri: Bilqis Prasista (Indonesia) vs Ruzana (Indonesia) : 21-14, 21-13 Tunggal Putra: Iqbal Diaz Syahputra (Indonesia) vs Alwi Farhan (Indonesia) : 19-21, 21-18, 13-21 Ganda Putra Syed Saker Mohammad Sibgat Ullah/Gourab Singha (Bangladesh) vs Md Nazmul Islam Joy/Babu Md Rasel (Bangladesh): 21-12, 21-15.

IYSF Gelar Liga Golf Pelajar dan Mahasiswa

IYSF Gelar Liga Golf Pelajar dan Mahasiswa

Indonesia Youth Sport Foundation (IYSF) akan menggelar program Indonesia Youth Golf Series 2021-2025 atau Liga Pelajar dan Mahasiswa dengan melibatkan alumni perguruan tinggi. Liga Siswa dan Mahasiswa akan digelar sebanyak enam seri. Seri pertama rencananya diselenggarakan pada minggu kedua Februari 2022. “Pada masa pandemi Covid-19 kami melihat jumlah peminat olahraga golf justru makin banyak. Namun apa kah hal tersebut nantinya juga akan diikuti dengan meningkatnya prestasi di tingkat nasional dan regional? Kami melihat ada mata rantai yang putus pada pembinaan atlet golf, sejak dini hingga menjadi pegolf profesional. Kami ingin ikut mendukung peningkatan prestasi golf Indonesia dengan menyelenggarakan program ini,” kata Ketua Komite Organisasi IYSF, Sonny T Noegroho di Permata Sentul Golf & Country Club, Bogor, Sabtu (4/12/2021). IYSF merupakan yayasan yang didirikan oleh para pegiat di bidang olahraga, khususnya golf yang berinisiatif untuk menyelenggarakan pertandingan golf untuk para pelajar dan mahasiswa secara series setiap tahunnya. Dua visi yayasan ini adalah menginspirasi pegolf junior untuk mengejar masa depan akademis mereka dengan universitas-universitas di Indonesia melalui jalur pretasi, mewujudkan semangat bersaing antarperguruan tinggi Indonesia, baik alumni dan mahasiswanya masing-masing. Tujuan dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh IYSF, ujarnya, adalah menyediakan jalur masuk perguruan tinggi Indonesia yang bergengsi sehingga dapat menarik minat anak muda untuk berpartisipasi dalam golf, sebagai gerbang alternatif bagi pegolf junior ke universitas-universitas lokal Indonesia melalui prestasi golf mereka, menyediakan rangkaian acara golf yang kompetitif antar pelajr dan perguruan tinggi di Indonesia dengan biaya terjangkau. “Selain itu tujuan kami juga berkolaborasi dengann stake holder lainnya, yaitu perguruan tinggi, PB PGI, komunitas golf untuk memajukan industri dan prestasi golf di Indonesia,” kata Ronggo Sadono, Wakil Ketua Komite Organisasi IYSF. Mereka yang dapat menjadi peserta dalam turnamen adalah siswa SMA di Indonesia yang memiliki prestasi, baik golf maupun akademik sesuai standar yang dibutuhkan untuk dapat diterima sebagai mahasiswa di perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia, dan alumni perguruan tinggi di Indonesia. Menurutnya, perguruan-perguran tinggi memiliki potensi sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga golf. Perguruan tinggi memiliki daya tarik akademik yang jarang bisa diraih oleh atlet golf, khusunya di Indonesia. IYSF juga akan membuat program tambahan berupa Youth Golf Camp, yaitu program di-create untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pegolf remaja.

Menpora: Sumut Salah Satu Sentra Pembinaan Atlet Dalam DBON

Menpora: Sumut Salah Satu Sentra Pembinaan Atlet Dalam DBON

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali, menuturkan bahwa Sumatera Utara adalah salah satu daerah yang menjadi sentralisasi pembinaan atlet dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). “Dari 10 provinsi, salah satunya adalah Sumatera Utara,” katanya di Medan, pada sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Sabtu (4/12/2021). Dipilihnya provinsi ini karena dianggap salah satu punya potensi yang besar dalam membina dan menciptakan prestasi olahraga kedepan. “Sumatera Utara adalah daerah yang ketujuh dalam sosialisasi Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentang desain besar olahraga nasional,” kata Menpora Amali. Menpora Amali memuji kontribusi Sumatera Utara yang konsisten dalam menyumbang atlet nasional. Sebut saja diantaranya Lindswel Kwok, mantan atlet wushu dengan prestasi mendunia. Lalu, ada Egy Maulana Vikri yang saat ini meniti karir di Eropa. Sebelumnya juga ada beberapa yang pernah memperkuat Timnas Indonesia. “Sumatera Utara masuk ke dalam DBON sebagai salah satu sentra pembinaan talenta dan bibit atlet karena kita melihat sejarah dari yang ada dari Sumut. Sejak dulu Sumut penyumbang atlet nasional, banyak atlet yang berkiprah ditingkat nasional berasal dari Sumut,” ujar Menpora Amali. Dalam desain besar olahraga nasional atau yang populer dengan sebutan DBON, Menpora Amali berharap akan ada cabang olahraga yang menjadi fokus bagi Sumatera Utara untuk terus meningkatkan prestasi. “Semoga dengan sentra pembinaan ini bisa menghasilkan atlet-atlet elite yang kedepannya bisa melahirkan prestasi,” jelas Menpora Amali. Seperti diketahui, Perpres Nomor 86 tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional ini ditandatangani Presiden Joko Widodo tepat pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-38. Dasar pertimbangan diterbitkannya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) ini adalah diperlukannya arah kebijakan pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional jangka panjang secara terintegrasi dan kolaboratif untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam bidang keolahragaan. DBON merupakan dokumen rencana induk yang berisikan arah kebijakan pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional yang dilakukan secara efektif, efisien, unggul, terukur, sistematis, akuntabel, dan berkelanjutan dalam lingkup olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, olahraga prestasi, dan industri olahraga. Adapun tujuan dari DBON adalah untuk meningkatkan budaya olahraga di masyarakat; meningkatkan kapasitas, sinergitas, dan produktivitas olahraga prestasi nasional; serta memajukan perekonomian nasional berbasis olahraga. Selanjutnya dalam aturan ini ditegaskan bahwa penyelenggaraan DBON dilaksanakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota secara sinergis dengan organisasi olahraga, dunia usaha dan industri, masyarakat dan lainnya.

Gelar Kejurda Pertama Kali, Golf Jatim Cari Atlet untuk PON 2024

Gelar Kejurda Pertama Kali, Golf Jatim Cari Atlet untuk PON 2024

Setelah puluhan tahun berdiri, Pengurus Persatuan Golf Indonesia (PGI) Provinsi Jawa Timur untuk pertama kalinya menggelar kegiatan bertajuk Kejuaraan Daerah (Kejurda) Golf Amatir 2021 yang berlangsung di Club House Graha Family, Surabaya, 4-5 Desember 2021. Ketua PGI Jatim, Deddy Suhajadi mengatakan, kegiatan ini sengaja digelar untuk melakukan pembinaan dalam rangka pencarian atlet proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Aceh-Sumatera Utara. “Kejurda tahun 2021 ini memang pertama kalinya dilakukan PGI Jatim setelah 20 tahun lebih kita belum pernah Kejurda. Ini menjelang PON 2024 di Aceh dan sudah kita persiapkan. Makanya peserta Kejurda kita batasi maksimum 23 tahun, supaya nanti pada saat PON usianya ditambah 3-4 tahun rasanya masih mampu mengikuti PON,” ungkap Deddy. Menurutnya, usia menjadi salah satu faktor penting mengingat olahraga ini memakan cukup banyak energi, sehingga pegolf berusia 30 tahun ke atas akan sangat berat karena harus berjalan kaki dari satu hole ke hole lain dengan jarak yang jauh. “Apalagi pertandingan di PON itu bisa sampai delapan hari, pasti akan sulit. Makanya kita cari atlet muda-muda,” ujarnya. Dari hasil Kejurda ini, PGI Jatim hanya tujuh atlet putra terbaik dari total 36 peserta putra yang akan diambil untuk dibina dan ditingkatkan kemampuannya. “Total ada 39 peserta terdiri dari 36 putra dan tiga putri. Memang sulit mencari atlet putri. Nah nanti tidak ada juara, tapi akan saya ambil tujuh putra terbaik. Kalau yang putri otomatis akan kita ambil semua untuk kita bina,” pungkasnya. Sumber: ngopibareng.id

Debut Firza Faturahman Berbuah Emas Asian Youth Para Games 2021

Debut Firza Faturahman Berbuah Emas Asian Youth Para Games 2021

Atlet para atletik Indonesia, Firza Faturahman Listianto, sukses meraih medali emas Asian Youth Para Games 2021 dalam ajang internasional pertama buatnya. Dalam perlombaan yang digelar di Khalifa Sports City Stadium, Isa Town, Bahrain, Sabtu (4/12) malam waktu setempat, Firza tampil mengejutkan dengan finis tercepat di nomor lari 100 meter T42-T46. Dia menyentuh garis terakhir paling pertama dengan catatan waktu 11,62 detik. Firza unggul atas pelari Indonesia lainnya, Ryan Arda Diarta yang merebut medali perak dengan catatan waktu 12,11 detik, serta perunggu yang diraih Yuta Hakatubu dengan waktu 12,52 detik. “Saya sangat senang bisa membanggakan bangsa Indonesia di pentas Asian Youth Para Games 2021 karena ini merupakan ajang internasional pertama saya,” ucap Firza, dalam rilis NPC Indonesia. Medali emas ini sekaligus menambah pundi-pundi medali Indonesia setelah sebelumnya Indonesia juga berhasil meraih hasil yang sama pada cabang para-renang, salah satunya dari Muhammad Gerry Pahker. Dia merebut medali emas dari gaya dada 100 meter putra SB4-9. Perenang berusia 17 tahun itu mencatat waktu terbaik 1 menit 39,66 detik. Setelah mempersembahkan emas, Gerry menyumbangkan kepingan perunggu dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu S2-7 putra. Gerry finis dengan catatan waktu 39,76 detik. Deputi Chef de Mission Kontingen Indonesia, Andar Perdana Widiastono, merespon positif tambahan sejumlah medali yang diraih oleh atlet muda tersebut. “Pencapaian prestasi hari ini semoga semakin memotivasi atlet lainnya supaya bisa menunjukan penampilan terbaik di ajang ini,” ucap Andar Perdana Widiastono. Prestasi bagus dari para-atletik dan para-renang membuat Indonesia kini mengoleksi empat medali emas, tiga perak dan enam medali perunggu. Kontingen Merah-Putih masih berpeluang besar untuk menambah koleksi medali di ajang AYPG 2021.

Gubernur Khofifah Minta Fokus Pembinaan dan Pembibitan Atlet Usia Muda

Gubernur Khofifah Minta Fokus Pembinaan dan Pembibitan Atlet Usia Muda

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, optimis melalui pembinaan sekaligus pembibitan yang terstruktur, atlet-atlet usia dini cabang olahraga (cabor) selam kolam di Jatim mampu menorehkan prestasi di kejuaraan nasional maupun level internasional. Pasalnya, orang nomor satu di Jatim ini melihat banyaknya atlet pembibitan yang dihasilkan oleh Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengprov POSSI) Jatim. “Sebuah semangat dan meyakini pembinaan dan pembibitan atlet usia di Jatim tidak kekurangan stok, sehingga mampu mencetak banyak atlet yang akan turun dalam kejuaraan tingkat nasional elite, regional hingga internasional,” ujar Gubernur Khofifah saat menyambangi kejuaraan nasional (Kejurnas) finswimming antar Kabupaten/Kota se Indonesia dalam ajang Piala Gubernur Jawa Timur 2021 di Kolam Renang Dispora, KONI Jatim, Sabtu, (4/12). Kejurnas finswimming yang diadakan sejak Jumat-Minggu (3-5 Desember 2021) itu, kata Gubernur Khofifah, merupakan Kejurnas dengan peserta terbanyak sepanjang sejarah finswimming di Indonesia. Mengingat, dua tahun sebelumnya, kejurnas finswimming sempat mandek akibat pandemi Covid-19. “Ada sebuah semangat baru di Jatim yang menjadi sebuah keyakinan bagi atlet cabor selam kolam usia dini agar ke depan mampu menorehkan prestasi,” tuturnya. Kejurnas cabor selam kolam sendiri diikuti sebanyak 800 atlet dari 13 provinsi dan 56 kab/kota. Dari total jumlah peserta cabor finswimming, Gubernur Khofifah mengatakan, sebanyak 400 peserta berasal dari Kab/Kota di Jatim. “Atlet Jatim usia dini harus dibina agar mereka bisa berprestasi bagi Jatim dan Indonesia,” imbuhnya. Pada kejurnas yang diikuti kontingen usia dini hingga usia senior (kua dan kuf), Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menyempatkan untuk menyaksikan kontingen putra bertanding di nomor 400 m. Sementara itu, Ketua Pengprov POSSI Jatim Mirza Muttaqin menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang menaruh perhatian luar biasa kepada cabang olahraga selam. Gubernur Khofifah, kata Mirza, tidak sekadar memperhatikan pembinaan dan pembibitan atlet usia dini, akan tetapi juga ikut mempromosikan event ini. “Beda dengan cabor lain, selam memang masih perlu diendorse,” ujarnya.