Tetesan Air Mata Lalu Muhammad Zohri, Apresiasi dan Beban Berat Di Pundaknya

Sprinter muda Lalu Muhammad Zohri siap berlaga di Asian Games 2018 usai menjadi juara dunia di Tampere, Finlandia. (Kemenpora)

Jakarta- Kedatangan Lalu Muhammad Zohri ke Tanah Air disambut meriah. Kalungan bunga dan uang pembinaan dari pemerintah sebesar Rp 250 juta serta tabungan emas 1 kg dari salah satu BUMN (Badan Usaha Milik Negara) didapat. Belum lagi beberapa sponsor yang lainnya. Bahkan, orang nomor satu di negeri ini, Presiden Joko Widodo, memerintahkan Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) untuk membangun rumah sprinter muda itu di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Itu semua ‘buah’ keberhasilannya sebagai juara dunia nomor 100 meter pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20, di Tampere, Finlandia, pekan lalu. Dari catatan resmi Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF), dalam 32 tahun penyelenggaraan, prestasi terbaik Indonesia hanya mampu menembus peringkat 8 babak penyisihan, pada 1986. “Saya tak menyangka mendapat sambutan seperti ini. USoal pembangunan rumah, saya banyak kenangan dengan rumah itu, terutama ingat ibu dan bapak saya. Terima kasih kepada semuanya yang menyambut saya,” ujar Zohri lirih seraya meneteskan air mata, di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (17/7) malam. “Saya tidak pernah menyangka (juara). Namun saya percaya diri dan yakin pertolongan Tuhan. Saya bersyukur kepada Allah bisa menjadi juara,” tuturnya. Lahir di Lombok, NTB, 1 Juli 2000, remaja yang akrab disapa Badok ini, merupakan anak ketiga dari Lalu Muhammad (ayah) dan Saeriah (ibu). Pria berpostur tegap itu ditinggal ibundanya sejak bangku SD (sekolah dasar). Dan, setahun yang lalu, ayahnya meninggal dunia. Ia kini tinggal bersama saudaranya yakni Baiq Fazilah, Lalu Ma’arif, dan Baiq Fujianti, di rumah sangat sederhana, di Karang Pangsor. Zohri bergabung di pelatnas atletik pada 2017. Adalah Mohammad Hasan, atau akrab disapa Bob Hasan, orang yang berjasa besar atas prestasi fenomenal Zohri. Ia merupakan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Bob Hasan telah membina atletik selama empat dasawarsa. Bekerja denga hati. Menteri Perindustian dan Perdagangan era Presiden Soeharto itu melakuan pencarian talenta muda berbakat ke pelosok, serta pusat pendidikan latihan dan pelajar (PPLP), dan menggelar kejuaraan nasional (Kejurnas). Seluruh biaya dikeluarkan melalui kantong pribadi pria kelahiran 1931 ini. Soal prestasi Zohri, pria asal Semarang, Jawa Tengah itu mewanti-wanti, agar Zohri diberikan dukungan bukan pujian berlebihan. “Jangan dipuji-puji. Nanti kepalanya besar. Jadi tegang, malah kalah,” cetusnya, beberapa waktu lalu. Kini, Zohri menanggung beban berat dipundaknya. Kurang dari satu bulan, ia akan membela Merah Putih di ajang Asian Games 2018. Di pesta multievent empat tahunan itu punya tantangan besar. Sebab, berhadapan dengan pelari-pelari senior sekaligus para pesaingnya. Catatan waktu Zohri yakni 10,18 detik saat di Finlandia, masih kalah jauh dibandingkan Femi Ogunade. Sprinter asal Qatar ini adalah kampiun Asian Games 2014 pada nomor yang sama. Ogunade meraih emas dengan catatan waktu 9,93 detik. Tak hanya emas, tapi ia mencatatkan namanya dalam rekor pelari 100 meter tercepat di Asia. Di peringkat kedua, ada sprinter asal China, Su Bingtian. Rekor Su Bingtian adalah 10,10 detik. Diikuti Kei Takase dari Jepang, yang mendapat medali perunggu dengan waktu 10,15 detik. Dari statistik ini, Zohri belum memiliki catatan waktu yang lebih cepat, dari tiga besar juara nomor 100 meter Asian Games 2014 itu. (Adt) Catatan Prestasi Zohri: 1. Juara 1 Kejuaraan Nasional PPLP (Pusan Pendidikan dan Latihan Pelajar) nomor 100 meter (10,25 detik) 2. Emas Kejuaraan Atletik Asia Junior nomor 100 meter (10,27 detik) di Gifu, Jepang 3. Emas Westwood Rafer Johnson & Jackie Joyner-Kersee Invitational nomor 100 meter (10,36 detik) di Amerika Serikat 4. Perak Test Event Asian Games 2018 nomor 100 meter (10,32 detik) 5. Emas Kejuaraan Dunia Atletik U-20 nomor 100 meter (10,18 detik) di Tempere, Finlandia

Tanpa Perlawanan Berarti, Skuad Putri Udinus Libas UAD 69-5

Berjersey putih, Tim putri Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, taklukkan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dengan skor telak 69-5, dalam LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018, Rabu (18/7).

Yogyakarta- Tim putri Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, membungkam Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dalam laga hari pertama LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Regional of Yogyakarta Conference (CJYC) 2018, Rabu (18/7). Dalam laga di Pul Y itu, Udinus menang telak dengan skor 69-5. Dalam tiga kuarter, UAD tak dapat keluar dari tekanan Udinus. Sejak kuarter pertama hingga ketiga, permainan didominasi oleh permainan tim berkostum putih tersebut. Alhasil, UAD kesulitan menerobos ketatnya pertahanan sang lawan. Udinus menang setelah melibas UAD dengan skor telak, yakni 27-0, 46-0, dan 54-0 hingga kuarter ketiga. Di kuarter keempat, UAD akhirnya keluar dari kebuntuannya. Lima poin berhasil masuk ke koleksi UAD, dan bertahan hingga akhir laga. Namun, perolehan skor UAD itu masih jauh untuk menandingi Udinus. Akhirnya, tim asuhan Yan Novi Indriati mantap mengakhiri laga dengan skor 69-5. “Tadi kami belum menampilkan permainan yang maksimal, karena defense tim UAD tidak terlalu kuat. Masih ada hal yang harus kami evaluasi lagi sebelum partai berikutnya yang akan lebih berat dari ini,” kata asisten pelatih Udinus, Vickry Rekardho. Menurut Vickry, tim terberat bagi Udinus di klasemen Pul Y adalah UNY dan UNS. Ia akan memastikan timnya agar siap bertanding dengan kedua tim tersebut. “Yang jelas kondisi fisik kami harus tetap terjaga agar bisa menghadapi UNY dan UNS,” pungkas Vickry. (Dre)

Banyak Peserta Asal Tangerang Raya, Serpong City FC Seleksi Skuad U-13 dan U-14

Serpong City FC melakukan seleksi terbuka untuk kategori U-13 dan U-14, pada Selasa (17/7), di lapangan Kampung Dongkal, Serpong Utara, Tangerang Selatan. (Ham/NYSN)

Tangerang Selatan- Serpong City FC melakukan seleksi terbuka di hari pertama kategori U-13 dan U-14, pada Selasa (17/7) di lapangan Kampung Dongkal, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Hal ini dilakukan guna mengisi beberapa kekosongan posisi, jelang berputar Liga U-13 dan Liga U-14 Indonesia Junior League (IJL) Mayapada 2018, pada Agustus. “Sesuai visi kami dalam pembenahan dan pembinaan usia muda, Serpong City FC rutin melakukan proses penyeleksian tiap jenjangnya, khususnya dari usia 8-14 tahun, bagi mereka yang tinggal di Tangerang Selatan”, ujar Dhani Noor, pelatih Serpong City FC, usai penyeleksian tahap pertama Seleksi ini dilakukan selama dua tahap. Di tahap pertama, peserta yang datang jumlanya mencapai 20 orang, dan terbagi di tiap kategori usia, serta berdomisili dari kawasan Tangerang Raya. “Hari ini, untuk kategori U-13 jumlahnya 15 orang, sedangkan U-14 ada 5 orang,” imbuh Dhani lagi. “Tapi, yang U-12 juga ada beberapa. Ya kami tetap tampung, karena kami tak ingin mengubur harapan-harapan mereka”, jelas pelatih berlisensi D Nasional ini. Untuk kriteria pemain terpilih menjadi penilaian pelatih dalam menentukan peserta, untuk bergabung ke klub yang bermarkas di Serpong Utara ini. “Kriteria peserta yang akan lolos, dilihat dari segi fisik, mental, skill, visi bermain. Namun, sampai saat ini hanya beberapa yang memiliki kriteria itu,” tutupnya. Seleksi tahap kedua, akan dilaksanakan pada Jumat (20/7) pagi, di lapangan yang sama. (Dre)

LIMA Basketball Digelar di DIY Yogyakarta, 13 Tim Putra dan 10 Tim Putri Siap Bersaing

LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018 pada 18-25 Juli, di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, akan menjadi event keempat LIMA Basketball Season 6. (LIMA)

Jakarta- Pelaksanaan LIMA Basketball di DIY Yogyakarta disambut dengan antusiasme yang tinggi dari tim peserta. Sebanyak 13 tim putra dan 10 tim putri telah memastikan diri untuk ikut berlaga di LIMA Basketball region Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta. Ke-13 tim putra yang memastikan diri berlaga adalah Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Sanata Darma, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Semarang dan Universitas Dipenogoro. Lalu ada Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Islam Indonesia, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Gadjah Mada. Seementara sektor putri akan diikuti 10 tim. Yakni Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Sanata Darma, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Dipenogoro, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Islam Indonesia, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Gadjah Mada. Sebelumnya LIMA sudah sukses menggelar LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference, LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference dan LIMA Basketball: Blibli.com West Java Conference. LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) 2018 jadi event keempat LIMA Basketball Season 6. Kompetisi bola basket antarmahasiswa se-Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta ini akan digelar pada 18-25 Juli 2018. Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menjadi arena penyelenggaraan LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018 musim keenam ini. Musim ini kali ketiga UII bagi menjadi venue LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018. Ajang ini merupakan buah kerja sama LIMA dan UII sebagai pembinaan dan pengembangan soft skill mahasiswa. “Selalu menggembirakan melihat antusiasme besar pergelaran LIMA, seperti yang terlihat di LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta 2018 ini. Antusiasme besar ini telah menjadi awal bagus menuju keberhasilan pergelaran,” ucap Ryan Gozali, CEO Liga Mahasiswa. Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII menyampaikan pelaksanaan LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018 di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo UII, merupakan wujud komitmen UII, mendukung kegiatan positif bagi mahasiswa di bidang olahraga. Hal ini sejalan dengan program UII di bidang pembinaan bakat dan minat olahraga mahasiswa seperti Penerimaan Mahasiswa Baru melalui jalur Penerimaan Siswa Berprestasi Bidang Olahraga dan Seni dan pembinaan Unit Kegiatan Mahasiswa bidang olahraga. Selain itu pengiriman delegasi mahasiswa untuk mengikuti kompetisi olahraga tingkat nasional dan internasional. UII sangat mengapresiasi kerja sama dengan LIMA ini untuk bersama mendukung upaya mencetak bibit unggul atlet Indonesia. Momen pelaksanaan LIMA Basketball: Kaskus CJYC ini memberikan mahasiswa kesempatan berkontribusi bagi bangsa dan negara melalui aktivitas positif cabang basket. Pada musim keenam, LIMA hadir di region Jakarta Raya, region Jawa Barat, region Sumatra, region Jawa Tengah & Yogyakarta, dan region Jawa Timur. Pelaksanaan di region Sumatra, LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference 2018, hadir berkat kerja sama sponsorship baru antara LIMA dengan Go-Jek. Pelaksanaan LIMA Basketball region Sumatra telah berlangsung pada 6-13 Juli 2018. Yogyakarta menjadi kota keempat perhelatan LIMA Basketball. Paska Yogyakarta, LIMA akan hadir di Surabaya pada 30 Juli-6 Agustus 2018. Tim-tim terbaik dari tiap region, dengan komposisi 12 tim putra dan delapan tim putri akan kembali bersaing di LIMA Basketball Nationals. Surabaya menjadi kota pelaksanaan LIMA Basketball Nationals pada 9-16 Agustus. Ini merupakan puncak pelaksanaan LIMA Basketball Season 6 2018. Paska event LIMA Basketball usai, Liga Mahasiswa akan menggelar LIMA Volleyball, yang akan dimulai di Jakarta, pada 12-20 Agustus, di Gelanggang Remaja Kecamatan Pasar Minggu. (Dre)

Bidik 26 Emas di ASEAN School Games 2018, Indonesia Incar Posisi Juara Umum

Indonesia akan mengikuti ASEAN School Games (ASG) X 2018 di Malaysia, 19 hingga 27 Juli 2018 di Shah Alam, Selangor dan Kuala Lumpur, beserta 10 negara anggota yang tergabung dalam Asean Schools Sports Council (ASSC). (Kemenpora)

Jakarta- Menpora Imam Nahrawi secara resmi melepas kontingen Indonesia ke ASEAN School Games (ASG) X 2018 di Malaysia. Indonesia ditargetkan jadi juara umum di ajang tersebut. ASG 2018 akan dilangsungkan di Shah Alam, Selangor dan Kuala Lumpur, pada 19-27 Juli 2018. Kontingen Indonesia di ASG 2018 berkekuatan 231 orang, termasuk 189 atlet. Kontingen Indonesia dilepas di Audiotorium Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7). Acara pelepasan tak semeriah biasanya, lantaran dilakukan mendadak. Hari pelepasan dimajukan sehari, lantaran Imam akan mendampingi Presiden RI Joko Widodo menghadiri pembukaan kirab obor Asian Games, di Yogyakarta, pada Rabu (18/7). Dalam sambutannya, Imam mengatakan, pengiriman atlet ke ASG 2018 menjadi bagian penting dalam mengasah atlet-atlet muda menuju ke level selanjutnya. “Betapa pentingnya, menurut saya, pengenalan dalam konteks fondasi karena karakter harus dibina, dibentuk, sejak usia dini. Saya sering mengulangi istilah bahwa tidak ada prestasi tanpa partisipasi. Inilah fondasi penting,” tutur Imam. Pada ASG 2018, kontingen Indonesia berkekuatan 189 orang yang terdiri dari 158 atlet putra dan 31 atlet putri. Selain itu juga didukung puluhan orang tim teknis. Untuk persiapan, semua atlet digembleng dibeberapa titik, termasuk di SKO Ragunan Jakarta. “Atlet yang dikirim semua adalah hasil binaan PPLP. ASG merupakan kejuaraan yang tepat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana. Di ASG 2018, Indonesia mengikuti delapan cabang olahraga, yakni atletik, renang, bulutangkis, sepak takraw, bola voli, bola basket, senam, dan squash. Sementara di cabang net ball dan tenis meja, Indonesia tak mengirimkan wakilnya. Kontingen Indonesia diharapkan bisa membawa pulang sedikitnya 26 medali emas. Dari sembilan cabang olahraga yang diikuti, renang bakal menjadi tumpuan untuk mendulang emas, karena pada ASG 2017 di Singapura, mampu meraih 20 emas. Khusus untuk di Malaysia, tim renang Indonesia ditarget mampu menyumbang 15 medali emas. “Saya mendapat laporan dari Deputi IV targetnya ingin yang terbaik. Tahun lalu jadi runner-up, sekarang harapannya jadi juara umum,” kata Imam. “Yang pasti semangat mereka luar biasa dan akan lebih lagi jika berhasil menjadi juara dan dapat mengibarkan bendera Merah Putih,” tuturnya. Dengan 26 emas, kontingen Indonesia berharap biasa finis di puncak klasemen. Tuan rumah Malaysia, Thailand dan Vietnam bakal menjadi pesaing ketat. Namun, Indonesia telah bersiap diri untuk bersaing pada kejuaraan tahunan khusus pelajar ini. ASG atau yang disebut juga Youth SEA Games adalah pesta olah raga pelajar ASEAN untuk sekolah dan peguruan tinggi yang berada di kawasan Asia Tenggara dan di bawah kewenangan Dewan Olahraga Sekolah ASEAN atau ASEAN Schools Sports Council (ASSC). ASG pertama kali berlangsung di Suphanburi, Thailand, pada 2009. Pada ajang tahunan ini, prestasi Indonesia tergolong tidak istimewa. Tim pelajar Merah Putih, baru sekali merasakan gelar juara umum, pada 2015 silam, saat tampil di Brunei Darussalam. Kejuaraan khusus pelajar ini tak hanya prestasi olahraga saja yang menjadi target. Selain itu juga untuk mencari jam terbang, sebelum naik level untuk tingkat Asia maupun dunia. Selain itu juga untuk mengenal budaya masing-masing negara peserta. (Ham)