Sejarah Etnis Tionghoa dalam Sepakbola Indonesia

sutanto-tan

Beberapa bulan yang lalu, dunia politik dikejutkan dengan isu SARA. Terbaru adalah soal pernyataan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu Anies Baswedan yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI tentang kata ‘pribumi’ menjadi polemik di tengah masyarakat. Ketika dunia politik, isu suku, ras, dan agama menjadi topik hangat, berbeda halnya dengan dunia si kulit bundar –sepak bola-. Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan semboyan dari Negara Indonesia. Frasa yang berasal dari bahasa Jawa Kuno ini diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kitab Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular pada abad ke-14 ketika zaman kerajaan Majapahit. Mpu Tantular menulisnya untuk mengajarkan sikap yang toleran antara umat Hindu Siwa dan Buddha. Semboyan dan makna frasa “Bhinneka Tunggal Ika” juga dapat berlaku untuk dunia sepak bola, terutama pada zaman ketika etnis Tionghoa masih aktif menjadi bagian dari timnas Indonesia. Sejarah Singkat Etnis Tionghoa dalam Sepakbola Indonesia Etnis dari keturunan Tionghoa mempunyai sejarah yang sangat panjang di Indonesia, khususnya dalam bidang sepakbola. Etnis Tionghoa mulai bermunculan dan terlibat dalam sepakbola Indonesia seiring lahirnya klub sepakbola yang bernama Union Makes Strength (UMS) pada tanggal 19 Desember 1905. Memang sejatinya sepakbola bukan hanya urusan menendang bola atau mengangkat trofi saja. Sepakbola dapat dijadikan alat pemersatu bangsa dan menunjukan identitas suatu bangsa. Pada 1938 ketika Indonesia menggunakan nama Hindia Belanda dan berhasil “mentas” pada ajang Piala Dunia yang digelar di Prancis, banyak nama-nama etnis Tionghoa yang bermunculan seperti Tan Mo Heng, Tan See Handi, dan Tan Hong Djien. Dalam ajang itu, Hindia Belanda (Indonesia) belum bisa berbicara banyak setelah dikalahkan Hungaria empat gol tanpa balas. Legenda sepakbola Indonesia keturunan Tionghoa, Tan Liong Houw pernah melontarkan kalimat seperti ini “Jangan tanyakan masalah nasionalisme orang-orang Tionghoa. Kami siap mati di lapangan demi membela Indonesia melalui sepakbola,”. Kalimat penuh semangat tersebut ternyata bukan hanya sekedar omong kosong belaka. Dalam sejarah sepakbola Indonesia sendiri, penulis buku Tionghoa Surabaya dalam Sepak Bola (2010) karya Bayu Aji, menuturkan bahwa kelompok etnis Tionghoa Surabaya sudah mendirikan sebuah klub sepak bola pada 1915. Pergerakan rintisan etnis Tionghoa pernah berperan membawa negeri ini, meski masih menenteng nama Hindia-Belanda saat itu, berlaga di Piala Dunia 1938 di Perancis. Romantisme etnis Tionghoa dengan sepak bola Indonesia mulai terkubur di awal 1960-an. Hal ini begitu memanas ketika situasi politik tahun 1965. Yang dipuncaki dengan meletusnya Gestapu dan genosida membuat etnis Tionghoa kian terpojok. Sentimen terhadap etnis Tionghoa di lapangan hijau semakin membuat mereka enggan menjadikan sepakbola sebagai pilihan utama. Setelah puluhan tahun peristiwa 1965, dalam beberapa tahun terakhir mulai muncul kembali pemain etnis Tionghoa ke lapangan hijau di Indonesia, seperti Juan Revi, Kim Jeffrey Kurniawan, dan yang terbaru adalah Sutanto Tan. Kemunculan pemain keturunan etnis Tionghoa di persepakbolaan Indonesia beberapa tahun terakhir, memperlihatkan bahwasanya mampu memberi ruang kepada etnis Tionghoa mampu berbicara di kancah sepak bola Indonesia kembali seperti terdahulu mereka. Semoga ini tetap terjaga dan berlanjut. (Dre) Sumber: panditfootball.com dan fourfourtwo.com

Pemerintah Optimis Test Event Asian Games 2018 Lancar

Wakil Ketua INASGOC, Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) memeriksa kesiapan venues jelang berlangsungnya Test Event Asian Games 2018. (net)

Jakarta- Pemerintah melalui Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto dan Ketua INASGOC Erick Thohir serta Wakil Ketua Sjafrie Sjamsoeddin, pada Kamis (8/2) meninjau beberapa venue untuk Test Event Asian Games di Jakarta, 8-15 Februari 2018. Gatot menyatakan bahwa secara umum venue pertandiangan sudah siap. Namun, lanjutnya, ada beberapa kekurangan yang perlu segera diselesaikan secara maksimal oleh masing-masing penanggung jawab venue pada sore ini. Mulai Kamis sore ini, beberapa cabang dipertandingkan di test event. Gatot dan pimpinan INASGOC mengadakan cek fisik terakhir beberapa venue yang akan dipakai, mulai dari kawasan Gelora Bung Karno (GBK) hingga beberapa tempat lainnya. Diantaranya Tenis Indoor untuk cabang olahraga (cabor) bola voli, Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Basket, Panahan, dan Atletik, kemudian JIExpo Kemayoran untuk Taekwondo serta Padepokan Pencak Silat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). “Hari ini kami beserta seluruh pimpinan INASGOC mengadakan cek fisik terakhir, khususnya venue-venue yang dipakai test event atau invitation tournament, dan dipastikan seluruh fasilitas yang ada betul-betul siap,” ujar Gatot. “Secara umum (persiapan) 95% fine. Nanti ada cek lagi dari tim monitoring, karena janji mereka (penanggung jawab venue) sore ini siap. Secara umum kami puas dan optimis, itu fungsinya test event untuk mengantisipasi kekurangan, agar saat event sesungguhnya tak ada lagi kendala,” tambahnya. Selain itu, Gatot juga menekakan pentingnya papan-papan petunjuk arah (sign board), mengingat peserta dari negara-negara asing sangat membutuhkan hal itu. “Kelemahan kita di signing, apalagi orang asing yang tak tahu utara-selatan sangat memerlukan hal tersebut,” tutupnya. (adt)

Menginspirasi! Belajar Sepak Bola Dari Eks Striker Timnas Inggris

Michael Owen, mantan striker timnas Inggris datang ke Indonesia dan bercerita mengenai perkembangan sepak bola di tanah airnya. Menurut lansiran dari tempo.co pada Senin (5/2), Owen bercerita di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Inggris menjadi salah satu produsen pemain bola handal dunia. Kunci kesuksesan Inggris yang telah menjadi poros pesepakbola dunia adalah sebuah pembinaan sejak dini. Owen berkata saat masih muda gunakanlah untuk belajar teknik, seperti teknik dasar dan kontrol bola dalam permainaan sepak bola. Setelah itu, di Inggris usia 12-13 tahun, para bibit muda kemudian dilatih teknik dengan aspek-aspek sepak bola yang lebih tinggi dan mendalam. Menurut eks penyerang Liverpool tersebut, kualitas sepak bola di suatu negara akan bertambah baik apabila punya pelatih banyak, daya partisipasi tinggi dan juga ada fasilitas yang memadai. Pada umur 20 tahun, akan menjadi fase ujian. Tingkat keberanian serta mental di lapangan akan banyak teruji di umur tersebut. Owen berkata di Inggris pada zaman ia dulu, Ada banyak, sekitar 15 pemain muda potensial setiap tahunnya. Namun, hanya sedikit yang mampu bertahan dari ujian mental tersebut pada level senior bahkan saat masuk ke tim nasional (timnas). Seperti yang dilansir dari tempo.co, ia mengatakan pemain bola yang sukses berkembang yaitu mampu menjaga talentanya dan memanfaatkan kesempatan. Kedua hal tersebut merupakan kombinasi untuk masuk ke level yang lebih tinggi Eks mantan striker timnas Inggris berkata Indonesia punya peluang mengembangkan sepak bolanya. Hal ini karena masyarakat Indonesia sangat antusias terhadap sepak bola. Sampai-sampai Owen berencana akan membuat sekolah sepak bolanya di Indonesia. Michael Owen Michael James Owen, seorang eks striker timnas Inggris yang punya pengalaman hebat dan menginspirasi. Pemain kelahiran Chester, Inggris 14 Desember 1979, tampil di even tiga Piala Dunia ini menorehkan 40 gol dari 89 penampilan bersama Timnas. Pada 2001, saat menginjak usia 22 tahun, Owen menjadi salah satu pemain termuda yang menyabet gelar pemain terbaik Ballon d’Or. Usai membela Liverpool, Owen sempat berkarir di Real Madrid, Newcastle United, Manchester United, dan Stoke City. Akibat cedera lutut yang diderita, ia harus mengakhiri karirnya cukup cepat. “Kami harus menjadi pemain multitalenta. Ketika kamu ingin sukses, harus belajar dan saya rasa jika sudah ada talenta, akan lebih mudah lanjutnya,” -Michael Owen-

Kota ‘Drag Bike’ Milik Kota Tangsel

Tangsel-kota-drag-bike

Tangsel-Event Satlantas Tangsel Drag Bike, merupakan salah satu cara agar meminimalisir balap liar. Karena, banyak para pemuda yang melakukan balap liar di hari weekend dan selalu kejar-kejaran dengan anggota kepolisian. Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, H Ipul Syaepullah, berharap lebih dengan adanya event ini dapat berjalan rutin. Ditambah, harus ada event safety riding untuk para pembalap di Tangsel. “Saya harap, ini bisa meminimilasir balap liar di Tangsel. Antusias yang bagus, semoga event ini rutin untuk membantu tidak ada balap liar lagi. Saya sempat utarakan ke Kasat Lantas Polres Tangsel, agar setiap akhir minggu di adakan safety riding buat pelampiasan mereka (pembalap),” tututnya, Sabtu (27/1) petang. Menurutnya, ada data yang diperolehnya bahwa Tangsel dijuluki sebagai Kota Drag Bike. Maka dari itu, banyak yang berharap banyak event drag yang digelar di Tangsel ini. “Event ini, banyak yang bilang jangan hanya sekali. Sempat pesimis, apakah mereka tidak bosan jika diadakan terus menerus. Tapi, saya dapat info kalau Tangsel itu dijuluki Kota Drag Bike, karena 80% pembalap drag berasal dari Tangsel dan nomor duanya Jakarta,” jelasnya. Hal senada juga diutarakan oleh salah satu penonton, Irfan Maulana yang sangat mendukung kegiatan ini berlangsung rutin. “Saya sangat mendukung event ini, semoga event ini rutin. Saya sebagai pecinta balap motor, sekali lagi sangat-sangat mendukung jika event ini rutin diadakan,” kata Irfan. (pah)

Juara Awal Tahun, Anthony Ginting Bidik Rangking Top Five

Anthony Sinisuka Ginting, Pemain tunggal putra Indonesia telah berhasil menjuarai Indonesia Masters 2018, di Istora Senayan, Jakarta Pusat, 28 Januari 2018. Dilansir dari tempo.co (28/01/2018), kesuksesannya mengalahkan pemain Jepang, Kazumasa Sakai tersebut dipersembahkan untuk keluarga dan pemain tunggal putra Indonesia lain. Gelar tersebut merupakan gelar kedua Ginting di tingkat Superseries. Tahun 2017, ia berhasil menjuarai Korea Open 2017. Prestasi ini menjadi pacuan “semangat” bagi pemusatan latihan nasional tunggal putra Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia yang sedang minim prestasi. Pelatih Ginting berkata harus tetap rendah hati, karena setelah juara satu, akan ada juara-juara lain. Prestasi-prestasi tersebut buat Ginting merupakan motivasi tersendiri baginya. Ia pun bersemangat untuk terus meningkatkan pretasinya, dengan berada di peringkat 16 dunia, juga menargetkan meningkatkan rangkingnya di tahun 2018 ini. Untuk rangking Ginting ingin masuk top ten atau top five. Namun, Ginting tidak memikirkan menggebu-gebu, ia tetap mencoba maksimalkan setiap pertandingan yang ada.

Marcus/Kevin Berhasil Raih Gelar Perdana 2018

Pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo raih kemenangan pada Indonesia Master 2018, di Istora Senayan, Minggu (28/01/2018) Dilansir dari sports.sindonews.com (28/01/2018), meski sempat tertekan di game pertama dan kalah 11-21, akhirnya Marcus/Kevin menang atas Li Junhui/Liu Yuchen. Pada game kedua, Marcus/Kevin tampil lebih agresif, dengan banyak memaksa Li Junhui/Liu Yuchen bermain bola-bola atas. kedua pasangan ini menampilkan strategi permainan cepat, silih berganti melakukan serangan smes kencang. Akhirnya, sukses di game tersebut dengan 10-21. Game ketiga, Marcus/Kevin memimpin 5-1. Dengan penampilan konsisten, sukses mengalahkan perlawanan pasangan China tersebut dengan skor 21-16. Kemenangan itu menjadi gelar perdana di 2018.

Ajang JSFL 2018, Asah Mental Bertanding Siswa SD Al Fath

JSFL-2018

Tangsel-Ajang tournament sepakbola untuk usia-usia dini, memang sangat diperlukan dengan tujuan dapat menemukan bibit-bibit berbakat yang nantinya dapat menjadi pemain Nasional dan membela timnas Indonesia. Sepertia halnya, JSFL (Jakarta School Football League) yang merupakan liga sepak bola bagi siswa yang mewakili sekolah. Terdapat puluhan sekolah di Jabodetabek ikut bersaing untuk menjadi pemenang. Seperti halnya, SD Al Fath yang baru pertama kalinya mengikuti event JSFL. Pelatih SD Al Fath, Eko Rahmat Hermanto, mengatakan para siswa yang ikut merupakan siswa kelas 3 dan 4. “Ini merupakan tahun pertama kami mengukuti JSFL. Persiapanya kurang lebih 2-3 bulan. Tim kami, terdiri dari siswa kelas 3 dan 4, kelahiran 2007-2009,” ujar Herman, sapaanya kala dihubungi nysnmedia.com, Selasa (30/1) Meski baru pertama kalinya mengikuti JSFL, Al Fath sukses menduduki posisi dua klasemen sementara. Dalam tiga laga, Al Fath meraih dua kemenangan melawan Al Azhar Cikarang dengan skor 6-2 dan menang melawan ACG International dengan skor 9-3. Herman menjelaskan, dengan berpartisipainya Al Fath di JSFL bertujuan untuk meningkatkan mental para siswanya. Selain itu, target tiga besar ingin diraih pasukan Al Fath ini. “Salah satu target kami mengikuti JSFL adalah selain menambah jam terbang bertanding siswa, juga untuk meningkatkan mental bertanding siswa. Target kami bisa peringkat 3 besar di akhir kompetisi,” paparnya. Guna mencapai target tersebut, Herman akan memberikan arahan kepada siswanya disaat bermain agar lebih baik dari segi transisi menyerang dan bertahan. Salah satu orangtua siswa Al Fath, Faiqoh Faqih selalu mendampingi sang anak Moh. Fawwaz Nabih bertanding. Dengan begitu, sang anak akan termotivasi untuk tampil baik. “Tentunya untuk mendukung anak saya dan Al Fath dong. Semoga bisa menjadi juara Al Fath,” ujarnya. (pah)

Turnamen Masih Terbatas, Rully Nere: Pembinaan Usia Dini Di Tangan Asprov

Nivea Men TopSkor

Jakarta- Atmosfir kegiatan sepakbola di Indonesia saat ini, perlahan mulai tertata dengan rapih. Kompetisi dan Turnamen kelompok usia muda mulai ramai dan berjalan dengan baik. Pembinaan ini gencar dilakukan mengejar ketertinggalan dari Negara kuat seperti Thailand dan Vietnam yang baru saja mencetak sejarah sebagai tim Asean pertama yang lolos ke babak final Piala AFC 2018 di China. Seperti yang diutarakan oleh Legenda Timnas Indonesia 80-an, Rully Nere. Rully yang hadir dalam pembukaan Liga Nivea Men TopSkor U-16 mengapresiasi kompetisi ini, guna menambah pengalaman bagi pemain di usia muda. “Ini sangat baik, masih jarang turnamen rutin diusia muda. Dengan adanya turnamen Liga Nivea Men TopSkor U-16, anak-anak bisa menambah jam terbang. Juga, memperkaya mental dan karakter mereka dalam bertanding,” paparnya di Lapangan Pertamina, Simprug, Jakarta Selatan, Sabtu (3/2). Rully mengatakan, dalam membentuk sepakbola Indonesia yang kuat harus bekerjasama dengan elemen-elemen yang mampu meningkatkan prestasi sepakbola Indonesia. “Misalkan, bekerjsama dengan instansi pendidikan. Jika, membangun sendiri sepakbola Indonesia, itu sangat berat. Sekolah Sepakbola (SSB) hanya wadah dan kompetisi ini sangat baik untuk mereka,” ucapnya. Pembinaan usia muda, terbantu dengan adanya SSB. Namun, SSB hanya menempuh ilmu bermain sepakbola hingga usia 16 tahun. Setelah itu, pemain seolah bingung ingin mengarah kemana. Ini yang masih menjadi kendala di sepakbola Indonesia. Lanjutnya, peran Asosiasi Provinsi (Asprov) disetiap wilayah harus bekerja untuk mencari dan membina atlet-atlet sepakbola yang potensial. “Askot (Asosiasi Kota) dan Asprov harus menjadi landasan tebentuknya para atlet muda. Asprov harus akitf bergerak, menyediakan instrumen pertandingan usia muda,” jelas Rully. (pah)

Hentikan Laga saat Azan, Mantan Wasit Liga Primer Inggris Banjir Pujian

Mantan Wasit Laga Primer Inggris, Mark Clattenburg, di banjiri pujian usai menghentikan pertandingan Piala Arab Saudi antara Al Feiha melawan Al Fateh, ketika azan berkumandang. Babak tambahan laga Al Feiha melawan Al Fateh yang berlangsung di Stadion King Salman, Al Majma’ah, Rabu (24/1),  baru berlangsung lima menit ketika Clattenburg tiba-tiba menangkat tangan meniup peluit. Para pemain kedua tim sempat bingung dengan tindakan Clattenburg karena wasit 42 tahun itu mebunyikan peluit saat tidak terjadi pelanggaran. Dikutip dari CNNIndonesia, sambil meminta bola Clattenburg lalu menjelaskan kepada para pemain bahwa keputusannya untuk menghentikan pertandingan karena terdengar suara Azan yang berkumandang dari masjid yang berada dari sekitar stadion. Pertandingan yang terhenti sekitar tiga menit. Setelah kumandang azan berhenti Clattenburg kemudian meniup peluit tanda pertandingan kembali dimulai. Ratusan penonton yang berada di Stadion King Salman pun memberi pujian atas keputusan Clattenburg dengan bertepuk tangan. Tak hanya mendapat pujian dari penonton di stadion, wasit terbaik dunia tahun 2016 itu juga dibanjiri pujian dari netizen di media sosial. Netizen merasa keputusan Clattenburg yang berani menghentikan pertandingan karena adzan berkumandang merupakan tindaknya yang patut di tiru oleh wasit lainnya. Mr @clattenburg1975 , What you did today in the Fayha vs Fateh game was really nice , It showed that you are very respectful and you indeed deserve the position you’re in , Good luck to you. — saud aljohani (@saudj99) January 24, 2018 Akun @saudj99 menulis, “Apa yang kamu lakukan di pertandingan Fayha vs Fateh sangat indah. Itu menunjukkan rasa hormat dan Anda memang pantas berada di posisi Anda saat ini.” Clattenburg terbilang memiliki karier yang cukup cemerlang. Wasit asal Consett, County Durham, itu sempat memimpin sejumlah pertandingan besar, seperti Final Liga Champions 2016 dan Final Piala Eropa 2016. Pada Februari 2017, Clattenburg mengambil keputusan mengejutkan. Ia meninggalkan posisi sebagai wasit Liga Primer Inggris dan menerima tawaran Asosiasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF). Clattenburg kini menjabat sebagai Kepala Wasit SAFF menggantikan posisi Howard Webb. Keputusan itu juga membuat Clatteburg kehilangan lencana wasit FIFA.

H-2 Panpel Satlantas Tangsel Drag Bike Sterilisasi Trek Aspal

Satlantas-tangsel-drag-bike2

Tangsel-Pelaksanaan Satlantas Tangsel Drag Bike tinggal menghitung hari lagi. Ini merupakan, event yang digagas oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin H. Satlantas Tangsel Drag Bike sendiri akan digelar pada Sabtu-Minggu (27-28/1) di Lapangan Sunburst BSD, Serpong, Tangsel. Dan, akan mempertandingkan 19 kelas yang dikelompokkan dalam empat kelas, seperti kelas utama, supporting, braket dan eksebisi. Seluruh panitia pelaksana (panpel) pun, terus melakukan segala persiapan agar Satlantas Tangsel Drag Bike bisa berjalan dengan sukses. “Persiapan saat ini sudah mencapai 90% untuk persiapan Satlantas Tangsel Drag Bike,” ujar Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, Ipul Syaepullah di Lapangan Sunburst BSD, Kamis (24/1). Panitia pun, akan kebut kekurangan 10% nya. Di H-2, panpel mulai melakukan sterilisasi aspal agar para pembalap tidak tergelincir saat bertanding. Seperti, membersihkan aspal dari debu dan batu-batu kecil yang bisa membahayakan pembalap. “Hari ini, kami melalukan sterilisasi aspal bersama dengan panitia yang lain. Dan, juga melakukan tanda batas atau garis bagi para pembalap,” terangnya. Lanjutnya, Satlantas Tangsel Drag Bike yang digelar selama dua hari (Sabtu-Minggu) akan mendapat respon yang bagus dari pecinta olahraga balap dan para penonton. Penonton yang hadir pun akan dikenakan Harga Tiket Masuk (Htm). “Untuk tiket sendiri kami kenakan biaya sebesar Rp 15 ribu bagi para penonton yang ingin menyaksikan event drag ini,” tutupnya. (pah)

Ratusan Siswa Bersaing di O2SN Tingkat Kecamatan Jatiuwung

O2SN-Kecamatan-Jatiuwung

Tangerang-Olimpiade Olahraga Siswa Nasional atau O2SN merupakan ajang untuk menyakurkan bakat bagi para pelajar baik itu SD, SMP maupun SMA. Ajang O2SN juga, ajang berkelanjutan dari mulai tingkat Kecamatan, Provininsi dan Nasional. Kini, dimulai dari tingkat Kecamatan yang berada di Tangerang, tepatnya Kecamatan Jatiuwung. Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) baik negeri maupun swasta ikuti O2SN yang berlangsung di GOR Jatiuwung dan di buka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Abduh Surahman, Selasa (23/1). Terdapat delapan cabang olahraga yang diperlombakan diantaranya pencak silat, karate, sepak bola mini, catur, renang dan bulutangkis. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Abduh Surahman mengatakan, O2SN merupakan tempat yang tepat bagi pembentukan mental siswa. “Sejak dini kita latih pelajar terutama mentalnya, semakin banyak latihan dan bertanding akan semakin baik mentalnya,”ucap Abduh, Selasa (23/1). Di tahun sebelumnya, karate mampu menembus babak Nasional. Abduh pun berharap, kali ini bisa mencetak banyak atlet berprestasi. “Untuk menjadi juara nasional ya kita harus juara dulu di Banten, kita harap melalui O2SN Kecamatan dapat melahirkan bibit atlet andal sehingga kita bisa menjadi juara di Banten,” tukasnya. Sementara itu, Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pendidikan Kecamatan Jatiuwung, Maramis Ahmadi mengatakan, 24 sekolah dari ratusan siswa beradu untuk mencari yang terbaik dengan sportif. “Ada 24 sekolah baik negeri maupun dan swasta yang berpartisipasi, Diharapan memperoleh prestasi yang bagus diajang ini,” ujar Ahmadi. Cabor catur dan sepak bola mini serta karate menjadi cabor yang diunggulkan untuk bisa berprestasi sampai dengan tingkat Nasional “Karate sudah sampai nasional kami harap juga diikuti cabor lainnya,” katanya. (pah)

Buka Turnamen Internasional, Presiden Jokowi Resmikan Istora Gelora Bung Karno

Presiden-jokowi-meresmikan-GBK

Jakarta- Selasa (23/1) Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo resmi membuka Istora Gelora Bung Karno yang berada di Senayan, Jakarta. Presiden Jokowi mengaku terkejut melihat Istora yang telah direnovasi dengan sangat berbeda dan diyakini bisa berguna bagi event olahraga. Setelah tahun 1960an, baru saat ini Istora mengalami renovasi besar. Setibanya di lokasi, Presiden Jokowi disambut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama seluruh undangan dan sejumlah atlet bulutangkis. Bersama Menko PMK Puan Maharani, KSP Muldoko, Mensesneg Pratikno, Menpora Imam Nahrawi dan MenPUPR Basuki Hadimuljono, Presiden Jokowi meresmikan Istora dengan mengucapkan Basmallah. “Kita harapkan Istora ini dapat juga digunakan untuk event-event olahraga dan event lainnya. Dengan ucapan Basmallah, renovasi Istora Gelora Bung Karno saya resmikan,” ucapnya pada lansiran Kemenpora.go.id Presiden Jokowi juga menandatangani prasasti dan menyerahkan raket secara simbolis kepada delapan atlet bulutangkis. Dalam peresmian ini, turut hadir pemain bulutangkis kebanggaan Indonesia seperti Susi Susanty, Alan Budikusuma, Chandra Wijaya, Kevin Sanjaya, Marcus F. Gideon, dan masih banyak lagi. Istora direnovasi sejak September 2016 hingga Desember 2017. Istora mengalami perubahan mulai dari lapangannya, tempat duduk yang mampu menampung 7.166 penonton, pencahayaan yang lebih terang dan pendingin ruangan. Meski mengalami perubahan, Istora tetap mempertahankan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan. “Ada beberapa bangku yang kami sisakan dalam rangka melihat herritagenya gedung ini,”ucap Basuki selaku MenPUPR Setelah diresmikan, Istora pun langsung digunakan untuk Turnamen Bulutangkis Daihatsu Indonesia Master 2018 Turnamen ini menjadi event pembuka setelah direnovasi. Event ini akan berlangsung hingga 28 Januari 2018. Diadakannya turnamen ini, Menpora Imam Nahrawi menuturkan sebagai ajang pembuktian diri bagi atlet bulutangkis Indonesia. “Ini sekaligus menjadi ajang pembuktian diri bagis proses panjang yang sudah dilakukan oleh Pelatnas Bulutangkis tanah air bahwa salah satu cabang unggulan kita yakni Bulutanhkis memberikan yang terbaik bagi Indonesia terutama tes event Indonesia Master ini,”tuturnya yang dilansir dari Kemenpora.go.id Ajang ini masuk dalam ketagori Super 500 dan mempertandingkan 5 kategori yaitu tinggal putra, ganda putra, ganda putri, tunggal putri dan ganda campuran. Turnamen ini diikuti 200 pemain dari 15 negara.(put)

Jadi Host Porprov V Banten 2018, Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp 20 Miliar Bangun 20 Venue

Stadion-Persita

Tangsel- Kabupaten Tangerang menjadi tuan rumah event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten ke-V 2018. Segala persiapan mulai dari venue dan lainnya, terus di kebut oleh Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) bersama KONI. Nantinya, 20 venue akan digunakan untuk 39 cabang olahraga (cabor) di Porprov Banten ke-V. Kepala Disporabudpar Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan, pembuatan venue merupakan kerjasama Pemkab Tangerang dengan pihak swasta. Hingga saat ini, anggaran yang sudah keluar yakni Rp 20 miliar. “Pembuatan 20 Venue, sekitar 60 persen dari kita dan sisanya dari pihak swasta. Dana yang sudah keluar sudah 20 miliar rupiah, untuk pembangunan Venue, gaji atlit, gaji pelatih dan lain-lain,” jelas Taufik, pada Kamis (18/1). Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, menargetkan proyek pembangunan stadion utama, di Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, selesai April 2018 sesuai rencana semula. “Agar dapat digunakan untuk acara pembukaan dan pertandingan pada Porda V Banten,” kata Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Taufik Emil, di Tangerang, pekan lalu, dilansir antaranews.com. Dia mengatakan, saat ini dalam tahap pekerjaan penyelasaian akhir dan pada bagian dalam telah ditanami rumput untuk lapangan sepakbola. Dia mengatakan proyek stadion yang juga sebagai pusat olahraga Kabupaten Tangerang itu mengunakan dana yang bersumber dari APBD tahun jamak sebesar Rp120 miliar. (pah)

Dibantu Sponsor Jakarta, Tim JK Angels Tangsel Optimis Juarai WPFL 2018

Futsal-putri-JK-Angels

Tangsel- Women Pro Futsal League (WPFL) 2018 segera digelar pada 20-21 Januari di Yogyakarta. Segala persiapan tim, mulai intensif dilakukan menyambut WPFL 2018 ini. Namun, tak semua persiapan tim berjalan lancar. Seperti runner-up WPFL 2017, Jaya Kencana (JK) Angels yang bermarkas di Tangsel. Mereka masih terkendala dalam persiapan WPFL 2018. Manajer JK Angels, Budianto mengatakan, JK Angels berangkat ke WPFL 2018 dengan segala keterbatasan yang ada. Dua pemain kuncinya yakni Citra Adisiti dan Maulina Novryliani hengkang ke Kebumen Angels. Namun, JK Angels tetap optimis merebut titel juara WPFL 2018. “Selain pindahnya pemain kunci, kendala kami soal mepetnya finansial, sehingga kami mulai persiapan Desember hingga Januari,” ujar Budi, sapaan Budianto, pada Kamis (18/1). “Alhamdulillah ada sponsor yang mau bekerjasama dengan kami. Dari sponsor yang ada, semuanya dari Jakarta dapat mbantu persiapan kami,” tambah Budi. Ia berharap Pemkot Tangsel maupun perusahaan di Tangsel bisa bekerjasama dengan JK Angels. “Semoga ada pengusaha atau perusahaan dari Tangsel yang juga mau bekerjasama dengan JK Angels,” tutupnya. (pah)

Mahasiswa UMN Tangerang Gabung Dalam Broadcast Legacy Asian Games 2018

INASGOC-UMN

Tangerang– Tujuh bulan lagi event olahraga terbesar kedua di dunia yakni Asian Games 2018 akan berlangsung di Indonesia. Ini merupakan kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah, setelah sebelumnya pada 1962. Segala persiapan sudah jauh-jauh hari untuk mensukseskan pagelaran olahraga bergengsi di tingkat Asia inu. Seperti, halnya menggandeng Universitas untuk ikut ambil bagian dalam mensukseskan Asian Games 2018 dalam program broadcast legacy. Program broadcast legacy merupakan progam yang diinisiasi oleh INASGOC. Dan, melibatkan sepuluh Universitas terdiri dari enam Universitas Jakarta, Palembang dan Bandung seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Moestopo, London School of Public Relations (LSPR), Binus University, STIKOM InterStudi, Universitas Sriwijaya, Universitas Bina Darma, Universitas Padjajaran (UnPad) dan Universitas Komputer Indonesia (Unikom). INASGOC sendiri akan menjaring 530 mahasiswa dari sepuluh universitas sebagai kru penyiaran selama Asian Games 2018 berlangsung Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang berada di Kabupaten Tangerang, patut berbangga terpilih menjadi partner university program Broadcast Legacy Asian Games 2018. UMN merupakan satu dari sepuluh universitas di Indonesia yang beruntung bisa ikut ambil pagian pada Asian Games 2018. Dalam keterangan persnya, penandatangan nota kesepahaman dilakukan oleh Ketua INASGOC (Indonesia Asian Games Organize Committee) Erick Thohir dengan Rektor UMN, Ninok Leksono dan Project Director IGBS (International Games Broadcast Services) Mike Wilmot, di INASGOC Headquarter, Wisma Serba Guna, Jakarta, pada Rabu (17/1). Ketua INASGOC Erick Thohir menjelaskan, broadcast legacy bertujuan untuk mengembangkan keterampilan di bidang penyiaran, terutama di bidang siaran olahraga. “Setelah 56 tahun, inilah kesempatan besar bagi generasi muda, termasuk mahasiswa menjadi bagian dari sejarah dengan memanfaatkan Asian Games 2018 untuk mengembangkan potensi mereka di bidang penyiaran,” jelas Erick. Sementara itu, Rektor UMN, Ninok Leksono tak menutupi rasa bangganya atas diberikannya kesempatan mahasiswa UMN oleh INASGOC serta IGBS untuk ikut andil dalam Asian Games 2018. “Kami sangat bangga atas kerjasama ini. Mahasiswa kami dapat memetik pengalaman dan menyumbangkan keahlian, dalam bidang teknis maupun non teknis untuk kesuksesan Asian Games 2018,” ungkap Ninok. Ninok pun, menambahkan bahwa mahasiswa yang mengikuti program broadcast legacy akan dinilai dengan kerja magang, dan menjad salah satu syarat kelulusan. Adapun posisi yang tersedia di bidang teknis, diantaranya camera assistant, audio assistant, engineering assistant, loggers, dan IBC/engineering. Sedangkan di bidang non-teknis, diantaranya venue assistant, IBC information assistant, logistics assistant, legacy assistant, dan liaison/information. (pah)

Setahun Berpasangan, Greysia Polli Dan Apriyani Rahayu Bidik Emas Asian Games 2018

Greysia-Polii-Apriyani-Rahayu

Jakarta- Duet ganda putri kebanggaan Indonesia, Greysia Polli dan Apriyani Rahayu menjadi salah satu pasangan yang ditargetkan membawa pulang emas untuk Indonesia di Asian Games 2018. Mereka belum setahun dipasangkan, namun berbagai prestasi sudah mereka raih. Salah satunya menjadi juara di Perancis Terbuka Super Series 2017, yang merupakan gelar pertama bagi ganda putri Indonesia sejak 20 tahun tidak berhasil menjadi juara. Mereka juga pernah menjadi juara di ajang GrandPrix Gold di Thailand Terbuka dan menjadi pasangan ganda putri peringkat ke-11. Dengan modal ini, tak heran mereka percaya diri dan santai menghadapi Asian Games yang dilaksanakan Agustus mendatang. “Beban sih nggak. Saya enjoy saja, karena kak Greysia juga tak harus menuntut ini itu. Jalani saja dan tunjukkan yang terbaik,” ungkap Apriyani pada Kamis (18/1) dalam lansiran detik.com Apriyani merasa ia sudah sangat klop dengan Greysia meski belum genap setahun dipasangkan. Tinggal mematangkan kekurangan masing-masing bersama Greysia. “Kami sudah sama-sama tahu pola main dilapangan sudah klop tinggal mematangkan kekurangan masing-masing saja,” tambahnya Bagi Apriyani, negara-negara lain juga sudah menyiapkan strategi untuk bisa menang terutama untuk China dan Jepang yang sangat kuat bermain dilapangan. (put)

Dua Tahun Berlatih, Tim Rowing Indonesia Try Out Ke Australia dan Belanda

Olahraga Rowing

Bandung- Rowing merupakan salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018. Indonesia akan mengirimkan 28 atlet Rowing yang terdiri dari 10 atlet putra dan 18 atlet putri. Tim Rowing Indonesia tengah membutuhkan perahu baru. Saat ini, mereka berlatih memakai perahu keluaran tahun 2013. Untuk meningkatkan performa, dibutuhkan perahu dengan spesifikasi khusus tahun 2016 atau 2017. Perahu ini sangat berbeda, bahkan bobotnya lebih ringan dari sebelumnya. Agenda program latihan lainnya adalah nelakukan try out ke Australia dan Belanda. Di Australia, meraka akan mengikuti Australia Open pada bulan Maret. sedangkan di Belanda, mereka akan mengikuti uji coba. Dua agenda ini menjadi latihan terakhir sebelum tampil di Asian Games pada bulan Agustus nanti. Menurut Syafril, pelatih cabang olahraga Rowing, beberapa target sudah disiapkan diraih oleh Indonesia. “Targetnya medali emas. Terutama dari nomor LM 8+ dan Women 4-. Saat kejuaraan Asia September lalu di Thailand, kami memperoleh 2 medali emas,” tuturnya pada lansiran detiksport.com Venue latihan yang berada di Situ Cileunca Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendapatkan kunjungan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi pada Selasa(16/1). Imam menuturkan pihaknya akan terus mendukung seluruh cabang olahraga yang akan diikuti Indonesia pada Asian Games mendatang. “Saya datang dan melihat langsung mereka berlatih habis-habisan. Keringet mereka ini akan membuahkan hasil di Asian Games nanti,” ungkapnya pada lansiran merdeka.com. Program latihan Rowing memakan waktu lama hingga 2 tahun. Tim segera merencanakan pemusatan latihan pada bulan Juni dan Juli mendatang. Dengan latihan yang panjang, para atlet Rowing ini berharap bisa menyabet medali emas dari 15 nomor yang akan dipertandingkan. (put)

Kurang Dua Unit Jelang Porprov Banten 2018, IMI Tangsel Siap “Patungan” Untuk Pembelian Unit Motor

IMI-Tangsel-2

Tangsel- Pengurus cabang (Pengcab) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Tangerang Selatan (Tangsel) mengajukan penawaran ke KONI Tangsel untuk pengadaan empat unit motor untuk kesiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018 ini. Namun, KONI Tangsel hanya memberi dua unit motor, yakni Honda Sonic 150cc dan Honda Supra X 125cc. “Kami mengajukan empat unit, karena ada kelas beregu. Tapi, hanya diberikan dua unit. Padahal empat motor itu, untuk ikut Kejurda dan Kejurnas, sebelum turun di Porprov 2018,” terang Ketua Pengcab IMI Tangsel, H Bahrudin di Sekre IMI Tangsel, Pamulang, pada Rabu (17/1). Meski hanya diberikan dua unit, IMI Tangsel menargetkan juara di Porprov V Banten 2018. Dengan segala kekurangan yang ada, para pengurus IMI Tangsel terus mempersiapkan dan menutupi kendala yang ada. “Andai tak mendapatkan dua motor lagi, Pengurus IMI siap untuk patungan membeli dua unit motor lainnya,” ucap Bahrudin. Dua motor yang diterima oleh IMI Tangsel, sampai saat ini pun belum bisa dirombak untuk dijadikan motor balap. Beruntung, IMI Tangsel mendapat dukungan dari para sponsor. “Motor yang diterima masih standar, belum kami rombak. Alhamdulillah, beberapa sponsor membantu untuk merombak motor sampai siap balapan. Ini memperkecil anggaran perombakan,” tutupnya. (pah)

Biaya Sewa di Sentul Mahal, IMI Tangsel ‘Latihan’ Lewat Kejurda

IMI-Tangsel

Tangsel- Kota Tangerang Selatan (Tangsel) punya segudang atlet berbakat di cabang olahraga (cabor) balap motor. Beberapa pekan lalu, atlet Tangsel dengan segala kekurangan fasilitas yang ada, sukses naik podium ke-5 di Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Cianjur, Jawa Barat. Ketua Pengurus cabang (Pengcab) IMI Tangsel, H Bahrudin mengatakan, saat ini mereka punya problem utama terkait sirkuit. IMI Tangsel selalu mengeluarkan biaya ekstra saat latihan di Sentul. “Minimnya ketersediaan fasilitas sirkuit latihan di Tangsel, memaksa kami menempuh jarak cukup jauh, dan biaya mahal ke Sentul,” ucapnya pada Rabu (17/1). Guna meminimalisir besarnya bujet latihan, para atlet balap Tangsel rutin tampil di even Kejurda dan Kejurnas guna menambah jam terbang. “Kami rutin mengirim atlet ikut Kejurda maupun Kejurnas, itung-itung mereka latihan juga,” lanjutnya. Para pengurus pengcab IMI Tangsel, berharap Pemkot Tangsel segera membangun sirkuit balap. (pah)

Perahu Baru Bertambah, PODSI Tangsel Pede Raih Emas Porprov Banten

Dayung-PODSI

Tangsel- Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Tangsel, beberapa waktu lalu mendapatkan suntikan positif dari KONI Tangsel berupa dua buah perahu baru jenis dragon boat. Tambahan dua perahu ini, diharapkan bisa menambah semangat atlet Tangsel untuk berprestasi. Total, kini Podsi Tangsel memiliki empat buah perahu latihan. “Total ada empat perahu masing-masing Perahu Kayak Singel 2 dan Perahu Naga 2. Semoga bermanfaat dan ada hasil makaimal di PORPROV (Pekan Olahraga Provinisi) Banten 2018,” jelas Prima Bara Abdurahman, Ketua Podsi Tangsel, pekan lalu. Mendulang emas di ajang PORPROV jadi target atlet Tangsel mendulang emas. Pada ajang Kejurda lalu tim dayung Tangsel mampu meraih tiga emas, empat perak dan empat perunggu. “Dua perahu baru latihan ini, membuat semangat atlet meraih emas, mudah-mudahan tercapai,” harap Prima. (pah)