Yuk! Kenal Lebih Dekat Dengan Atlet Petarung MMA, Stefer Rahardian

Stefer Rahardian, petarung kelas seni bela diri campuran atau mixed martial arts (MMA) One Championship asal Indonesia, mengaku menjadi atlet MMA adalah sebuah pilihan hidupnya. Tahun 2016, saat Stefer pertama kali bertanding di One Championship, ia berhasil mengalahkan Yotha Hutagalung di babak kualifikasi. Kemudian Stefer bertarung lagi melawan Hendrick Wijaya. Perjuangannya pun tidak sia-sia. Ia menang bertarung dua kali dalam semalam di turnamen tersebut. Stefer pun terus meningkatkan beberapa teknik pukulan. Ia mengaku terus melakukan program latihan yang ketat, seperti teknik Brazilian Jiujitsu, gulat, tinju hingga muaythai. Sebagai seorang atlet ia berpikir harus berlatih keras dan kerja keras karena ingin menjadi seorang petarung yang lebih baik lagi. Seperti lansiran dari kompascom (14/01/2018), dia berkata alasan menekuni olahraga seni bela diri campuran tersebut adalah karena atlet MMA adalah pilihan hidupnya.Ia berkeinginan menjadi petarung yang bagus dan bisa menginspirasi orang agar menggeluti olahraga MMA. “Ada anggapan bahwa olahraga ini liar dan keras, orang diadu, padahal semua ada aturannya. Ini adalah profesi yang membanggakan,” kata Stefer berdasar yang dilansir dari kompas.com. Untuk kedepannya, Stefer akan  mempertahankan rekor enam kali tak terkalahkan dalam pertarungan MMA. Dalam waktu terdekat, Sabtu (20/01/2018), ia akan bertarung dalam ONE Championship 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) dengan petarung asal Pakistan, Muhammad Imran.

Satlantas Tangsel Drag Bike Kejar 500 ‘Pembalap Jalanan’

satlantas-tangsel-drag-bike-2

Tangsel-Kota hasil pemekeran Kabupaten Tangerang yakni Kota Tangsel akan menggelar event yang dapat merangkul pembalap muda. Event merupakan gagasan Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin H, dengan tajuk Satlantas Tangsel Drag Bike Competition. Gelaran yang akan berlangsung pada 27-28 Januar, bertempat di Lapangan Sunburst, BSD City, Serpong, Tangsel. H-11 jelang lomba, animo pembalap muda mulai muncul. Hal ini disampkan oleh, Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, Ipul Syaepullah. Ķimonya sangat antusias. Update tanggal 15 Januari sudah ada 100 orang yang mendaftar. Semoga hari-H, target 500 starter bisa tercapai,” ujar Ipul, pada Selasa (16/1). Drag bike ini menempuh jarak 201 meter dan memperlombakan 19 kelas yang dikelompokkan dalam empat kelas. Yakni kelas utama, supporting, braket dan eksebisi. Dari empat kelas yang diperlombakan, kelas braket masih menjadi daya tarik pembalap. “Kelas braket ini peminatnya paling banyak. Ada 30 pembalap yang terdaftar,” terang Ipul. Sementara itu lewat pesan whatsapp, Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin H berharap ajang ini bisa merangkul para pembalap muda untuk menunjukan bakat yang dimilikinya. “Saya berharap, ini bisa menyalurkan bakat mereka, dari pada ikut balapan liar yang membahayakan pengguna jalan dan diri mereka sendiri,” jelas Lalu. (pah)

Balapan di Satlantas Tangsel Drag Bike, Peserta Daftar via Aplikasi Online

satlantas-tangsel-drag-bike

Tangsel- Para pembalap drag yang ingin mendaftar di Satlantas Tangsel Drag Bike Competition 2018, tak perlu jauh-jauh mendatangi lokasi panitia di kawasan BSD, Serpong. Even perdana Kasat Lantas Polres Tangsel pada 2018 ini, mengenalkan terobosan baru kali ini. Peserta yang mendaftar, cukup mendownload applikasi Rekor di Play Store dan melakukan login, selanjutnya sudah bisa mendaftar di event Satlantas Tangsel Drag Bike rencananya kan digelar 27-28 Januari, di Lapangan Sunburst BSD City, Serpong, Tangsel. “Ini terobosan baru dan untuk memudahkan pendftaran peserta dari luar daerah. Saat ini pendaftar via aplikasi ini sudah 20 pembalap dari Jawa Tengah dan Jawa Barat,” terang Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, Ipul Syaepullah, Selasa (15/1). Terobosan baru Satlantas Tangsel Drag Bike merupakan bentuk kerjasama dengan PT Rekor Sinergi Perkasa untuk mensukseskan event ini. “Aplikasi online ini, mempermudah proses registrasi pembalap di luar kawasan Tangsel, tanpa repot datang ke Sekre Rekor,” tuturnya lagi. Pendaftaran akan ditutup pada 26 Januari mendatang. (pah)

PORKOT Siapkan Atlet Tangsel Dari Tingkat Kelurahan

Atlet-Berprestasi-di-Tangsel

Tangsel- Dispora Tangerang Selatan (Tangsel) menggandeng KONI Tangsel menyelenggarakan Perlombaan Olahraga Tingkat Kota Tangsel (Porkot) beberapa waktu lalu. Kabid Peningkatan Prestasi dan Olahraga Dispora Tangsel, Ucok A.H Siagian mengatakan, penjaringan atlet berprestasi dimulai dari tingkat dasar, lewat Porkot misalnya. “Penjaringan atlet prestasi dimulai dari ajang Porkot ini. Selama ini, kita hanya mengacu pada komponen yang sudah ada, dari KONI. Ini mandat Wali Kota Tangsel, untuk memasyarakatkan olahraga,” terang Ucok, pada Minggu (14/1). Dari hasil Porkot yang sudah berlangsung, Dispora dan KONI bersinergi untuk membina potensi atlet berprestasi, yang mayoritas berstatus pelajar SMP dan SMA. “Dari perlombaan tingkat RT, kelurahan dan kecamatan, akan kita bina, dan atlet yang berpotensi, siap dipetakan guna tampil ketingkat yang lebih tinggi,” ujarnya. Ia pun, akan mengarahkan atlet Tangsel tampil di tingkat Nasional hingga Internasional. “Kita arahkan mereka ke level yang lebih baik, dari tingkat Nasional hingga Internasional,” pungkasnya. (pah)

Persitangsel Menang di Uji Coba Pertama Menjelang Suratin Cup

Uji-coba-Persitangsel

Tangsel- Persitangsel U-17 terus mematangkan diri jelang tampil di even Suratin Cup. Mereka mengalahkan SSB Atep dari Cianjur dengan skor 3-1. Bermain 2×45 menit, Persitangsel muda unggul melalui gol Gea di menit 15 dan dua gol dari Riko ( ’70 dan ’85). Sedangkan, satu gol dari SSB Atep di cetak Angga di menit 35. Uji coba pertama di Lapangan Paku Jaya, Serpong Utara, Rabu (10/1), bertujuan untuk meningkatkan stamina para pemain. Asisten Pelatih Persitangsel U-17, Iwan Rukmana mengatakan, akan fokus membenahi stamina para pemain hingga akhir Januari ini. “Saya kurang puas, stamina anak-anak masih kendor. Tapi, saya maklum. Ini uji coba pertama,” jelas Iwan, akhir pekan lalu. Saat ini, Persitangsel dihuni 30 pemain dan akan memilih 20 pemain terbaik untuk mengikuti Suratin Cup. Ia sudah mengantongi nama-nama pemain dalam skemanya dan akan mencoret beberapa pemain yang tak maksimal. “Sistem degradasi pemain masih ada sampai akhir Januari. Ada enam pemain yang berpotensi ikut, atau dicoret,” tambahnya. Dengan target juara di Suratin Cup, Manajer tim, Edi Mamat siap memberi pola makanan yang sehat dan vitamin. “Ketika anak-anak latihan, mereka punya problem dengan pola makan. Artinya mereka butuh pola makan yang sehat, dan tambahan vitamin. Semoga target juara bisa tercapai,” tutup Edi, yang juga legislator Kota Tangsel. (pah)

IJSL 2018 Bidik 16 Pemain Merumput di Gothia Cup China

pagelaran-Indonesia-Junior-Soccer-League-(IJSL)

Tangsel- Indonesia Junior Soccer League (IJSL) Pre Gothia Cup China 2018 U-12 kembali bergulir di Jakarta Japanese Club (JJC), Sentul City, Bogor, pada Minggu (7/1). IJSL 2018 diikuti 48 tim terbaik yang berasal dari Jabodetabek. Pihak panitia membagi tim peserta ke dalam tiga grup yaitu U-12 Merah, U-12 Putih dan U-12 Biru. Tiap grup masing-masing dihuni 16 tim. Empat tim terbaik dari tiap grup berhak melaju ke babak 12 besar. Pada akhir liga, 16 pemain terbaik akan berangkat menuju kejuaraan Gothia Cup di China yang akan berlangsung 11-19 Agustus 2018. Hal ini disampaikan Direktur Kompetisi IJSL 2018, Dede Supriyadi. “Pemain terbaik akan kami kirim ke Gothia Cup di China. Kami punya talent scouting sendiri untuk memilih pemain terbaik di IJSL 2018,” ujar Dede melalui pesan whatsapp, Senin (15/1). Klasemen Grup merah dipuncaki SSB Citeureup Raya dengan koleksi 9 poin. Di grup putih, SSB Erlangga memimpin dengan nilai sama. Pemimpin Grup biru, SSB Putra Pakuan unggul dengan torehan nilai 9 dari tiga kali kemenangan. IJSL 2018 berakhir pada Mei dan akan ditentukan siapa pemain terbaik yang akan berangkat ke Gothia Cup China. “Putaran pertama mulai dari Januari hingga April. Selanjutnya di putaran kedua yakni babak final akan bermain di bulan Mei,” tambahnya. (pah) Berikut jadwal IJSL 2018 putaran 1 hingga putaran 2 (final): Putaran ke-1: Pekan I : 7 januari 2018 Pekan ke 2 : 18 Februari 2018 Pekan ke 3 : 25 Maret 2018 Pekan ke 4 : 8 April 2018 Pekan ke 5 : 15 April 2018 Putaran ke-2 ( final ): 1 Mei 2018.

Perebutan Sabuk Emas Kelas Amatir & Professional Di Piala Panglima Kostrad

Piala-panglima-kostrad

Divisi infanteri 1 kostrad gelar pertandingan tinju kelas amatir profesional dan juga amatir. Tinju yang memperebutkan sabuk emas dan piala panglima kostrad divisi infanteri 1 kostrad berlangsung di area parkir mall living world Jln. Alam Sutera boulevard kav 21, Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Sabtu (13/1/2018) Ketua panitia penyelenggara Kolonel Infantri Agus Bhakti mengatakan kepada nysnmedia.com, bahwa olahraga tinju di Indonesia masih kurang populer di kalangan masyarakat karena faktor minimnya ajang yang di adakan “Di Indonesia, olahraga tinju sudah kurang populer di kalangan masyarakat, hal ini dikarenakan akibat kurangnya ajang yang di ciptakan. Oleh sebab itu divif 1 kostrad dan AMPRO mengadakan pertandingan yang memperebutkan sabuk juara nasional versi ATI dan juga sabuk emas PANGDIVIF 1 Kostrad. Karena memang, kami di militer memiliki altet tinju yang sangat banyak dengan segudang talenta. Oleh sebab itu, bakat yang di asah akan menjadi sesuatu yang berguna,”tandas Agus Pertandingan tinju 3 ronde yang di mulai dari pukul 15.30 wib ini, cukup menyita perhatian pengunjung mall ataupun decak kagum dari para prajurit yang menyaksikan kompetisi fair play. Dari 16 peserta yang tampil unjuk kebolehan terbagi menjadi 2 kategori, yaitu amatir dan profesional. “Kami hanya mencoba membangkitkan gairah pecinta tinju agar kembali menjadi olahraga yang di cintai masyarakar indonesia. Kali ini, Kejuaraan tinju amatir kelas Bantam 54 Kg, kelas Welter ringan 64 Kg, kelas ringan 60 Kg dan kelas layang 49 Kg. Sedangkan untuk kelas profesional yaitu Mandatory Fight 2018 versi ATI kelas Bantam 53,5 Kg,”tambah Agus Untuk kategori yang memperebutkan sabuk emas Pangdivif 1 kostrad kelas welter yunior dengan klasifikasi berat 63.5 Kg, sedangkan untuk profesional non title versi (Asosiasi Tinju Indonesia) ATI pusat adalah kelas bulu 57.1 Kg, dan juga kelas Bantam junior 52.2 Kg. Di lokasi acara turut hadir Promotor tinju Nasional, Pertina Banten, Pertina Tangsel, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tangsel, Dirut Living world, petinggi jajaran TNI AD dan juga ratusan prajurit yang larut dalam suasana semangat dari atas ring bersama iringan lantunan musik rock dari candil band .(adt)

Terkait Larangan Pemain Berkarir Di Luar Negeri, AFC Akan Selidiki PSSI

Evan-Dimas-yang-sudah-dikontrak-Selangor-FC

Sepertinya, PSSI tidak ada kapok-kapoknya mencari masalah. Kasus di banned oleh FIFA, tak membuat PSSI banyak belajar. Kali ini, terkait komentar Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi yang melarang Evan Dimas dan Ilham Udin bermain di Selangor FC, Malaysia. Terkait komentar tersebut, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akan menyelidiki PSSI. Melalui Sekjen AFC, Datuk Windsor Paul John, AFC akan terus mengkaji dan menyelidiki kebijakan yang terlontar dari Ketum PSSI. “Berdasarkan kabar yang beredar, aksi (pelarangan) tersebut lebih kepada pemain Indonesia untuk memperkuat tim nasional mereka. Saya pikir itu tergantung kepada sang pemain untuk memutuskan. Namun, tidak ada tindakan yang bisa dilakukan saat ini karena baru diajukan,” ujar Datuk Windsor Paul John seperti dilansir Berita Harian. Kalaupun, ada regulasi tentang larangan pemain AFC akan melihat dan mempelajarinya. Karena, pemain bebas untuk menentukan pilihan klub dan bebas untuk bermain di Liga manapun. “Jika regulasi tersebut sedang diatur (oleh PSSI), AFC harus terlebih dulu melihat apa arti dari regulasi tersebut dan jika terbukti melanggar peraturan FIFA dan AFC, kami dapat memulai penyelidikan karena pemain bebas untuk bermain di klub mana pun dan di negara mana pun,” lanjutnya. Apalagi Evan dan Ilham yang sudah diikat kontak, tak menunjukan batang hidungnya di tim yang pernah juga dibela Bambang Pamungkas dan Eli Eboy yakni Selangor. Selangor FA akan mengambil tindakan dalam kasus ini. Ditambah, Selangor ingin langsung bertemu dengan PSSI terkait kasus ini. (pah)

Duet Toha dan Edi Resmi Mengatur Kendali Persitangsel U-17

M-Toha-(kiri)-dan-H-Edi-Mamat-(kanan)

Persitangsel U-17 patut berbangga, sebab dua anggota dewan Tangsel yakni M Toha dan H Edi Mamat secara resmi memegang kendali Persitangsel U-17 atau menjadi manajer. Peresmian duet manajer ini, disaksikan pelatih Persitangsel U-17, Iwan Rukmana dan juga official staff Persitangsel U-17 di Stadion Mini Ciputat, Senin (8/1). Manajer Persitangsel U-17, M Toha tentunya sangat senang dengan bergabungnya H Edi Mamat menjadi manajer. “Tidak ada wakil manajer. Saya dan H Edi Mamat sama-sama menejer Persitangsel U-17,” tuturnya. Toha juga mengungkapkan harapan dengan bergabungnya H Edi di dalam Persitangsel U-17. Ia pun, secara langsung akan membagi-bagi tugas guna membangun Persitangsel berprestasi. “Ya, saya harap bisa membawa nama Tangsel berprestasi dan juga membangun sepakbola Tangsel,” harap Toha. Sedangkan, H Edi Mamat langsung memberikan arahan kepada pemain Persitangsel muda agar mencontoh sang kakak yakni M Rezaldi Hehanusa yang kini sukses membela Timnas Indonesia. “Anak-anak harus semangat, mereka harus mempunyai kemauan untuk mengikuti kakak-kakaknya seperti Rezaldi Bule yang sudah menjadi pemain Timnas,” ungkapnya. Duet Toha dan Edi pun, langsung menargetkan juara di Suratin Cup pada bulan Maret mendatang. “Kami ingin membangun Persitangsel dan membawa nama harum Tangsel agar lebih maju kedepan. Yang terpenting ingin memajukan sepakbola di Tangsel,” ucap H Edi. Namun, sebelum itu, Toha dan H Edi harus menyelesaikan permasalahan dispensasi sekolah bagi para pemain. Karena, pemain yang mayoritas masih duduk di kelas X dan XI harus menunggu jam pulang sekolah untuk mengikuti latihan dan ingin mengganggu kesiapan tim. (pah)

Persiapan PopNas, Dispora Jabar Akan Rutin Gelar Kejuaraan

popnas

Memasuki tahun 2018, tentunya banyak perubahan yang mesti diperbaiki demi menuju kesuksesan. Para atlet pun, terus mengasah kemampuan untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan yang digelar baik di level pelajar, daerah, provinsi maupun nasional. Seperti halnya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat yang ingin di tahun 2018 menggelar event kejuaraan lebih banyak lagi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kadispora Jawa Barat, Ahmad Johara mengatakan, event kejuaraan tahun ini akan lebih condong kepada pelajar. Karena, nantinya mereka akan berpartisipasi di ajamg Pekan Olahraga Pelajar Nasional (PopNas). “Insyaallah pada tahun ini kita akan menggelar even keolahragaan lebih banyak dari tahun sebelumnya, tapi kita akan lebih fokus ke pelajar untuk persiapan Popnas,” ungkap Ahmad seperti dikutip galamedianews.com. Sebelumnya di tahun 2017, Jawa Barat hanya menggelar 6 kejuaraan dan akan banyak menggelar kejuaran. Yang pertama yakni kejuaraan Piala Gubernur 2018 yang akan mempertandingkan 10 hingga 12 cabang olahraga (cabor). “Kita rencananya tahun ini sebanyak 10-12 kali. Tapi cabor yang diutamakan adalah cabor yang dipertandingkan di Popnas dan menjadi andalan Jawa Barat,” ujar Ahmad. Ia pun, sangat berharap para atler Jawa Barat bisa terus meningkatkan prestasinya dan memberikan kado kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang sudah memberikan dedikasinya untuk olahraga di Jawa Barat. “Kita berharap dapat memberikan kado yang istimewa untuk beliau (Gubernur Jabar, red) sebagai bentuk apresiasinya di bidang olahraga selama ini,” katanya. (pah)

Menyongsong Piala Dunia Basket, Perbasi Akan Seleksi 33 Pemain Untuk Tim Nasional U-18 Putra

OR_farewell_dbl_camp_dika_kawengian-5

Menjelang kompetisi bola basket internasional, Perbasi memanggil 33 nama atlet basket Indonesia U-18 putra untuk mengikuti seleksi pembentukan tim nasional, dan juga dalam rangka pengembangan program pencarian bakat untuk Piala Dunia. Perbasi yang menyebarkan surat dengan nomor 007/I/PP/2018 (Revisi) ini ditujukan kepada 8 Pengurus Provinsi (Pengprov) yaitu diantaranya, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Riau. Surat tersebut berisi pemanggilan 33 nama atlet yang berhak mengikuti seleksi pada tanggal 13 dan14 Januari 2018 di The Hawk Basketball Court, Taman Tekno, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Pengurus PP Perbasi, Alvin Indra menjelaskan bahwa Perbasi membuka kesempatan untuk mengirimkan tambahan maksimal 3 pemain dari setiap provinsi yang dipanggil. “Kami juga membuka kesempatan untuk seluruh pengprov dengan mengirimkan tambahan maksimal tiga pemain di luar 33 nama yang dipanggil,” jelas Alvin yang dilansir pada website mainbasket.com Selain itu, seleksi ini akan lebih fokus kepada pemain yang akan berlaga di Souteast Asia Basketball Association (SEABA) dan Federation International de Basketball (FIBA) Asia yang akan digelar pada tahun ini. Tak hanya itu, pemanggilan 33 nama ini juga sebagai bentuk persiapan yang dimulai dari sekarang untuk Piala Dunia basket tahun 2023 mendatang. Seleksi ini akan dipimpin oleh pelatih-pelatih independen dan Perbasi dan juga para mantan pemain tim nasional yang berjumlah lima orang. Danny Kosasih sebagai ketua Perbasi beserta pengurus lainnya juga akan ikut memantau langsung untuk memastikan kelancaran acara yang diadakan selama dua hari tersebut. Berikut nama-nama peserta seleksi yang dipanggil beserta daerah asalnya yang dilansir pada website mainbasket.com: -Darryl Sebastian (DKI Jakarta) -Aldy Izzatur Rachman (DKI Jakarta) -Kier Serai Dharmadji (DKI Jakarta) -Ali Bagir Wayarabi (DKI Jakarta) -Anthony William (DKI Jakarta) -Yesaya Alexander Saudale (DKI Jakarta) -Ronald Firdaus Puadawe (DKI Jakarta) -Harits Prasidya (DKI Jakarta) -Timothy Joseph Bahar (DKI Jakarta) -Erfandi Iqbal (DKI Jakarta) -Chritopher Felix (Jawa Barat) -Saddam Asyruna (Jawa Barat) -Mikha Haidar (Jawa Barat) -Darren Benaya Budiman (Jawa Barat) -Khoerotsa Wisnu Pamungkas (Jawa Barat) -Rovi Okta Hermawan (Jawa Barat) -William Rivaldi Kosasih (Jawa Timur) -Aulia Naafigo Setiawan (Jawa Timur) -James Patrick (Jawa Timur) -Christopher Jason Winata (Jawa Timur) -Bryan Fadhil Herlambang (Jawa Timur) -Mekhail Fidel Afloubun (Jawa Tengah) -Bangun Subhan (Jawa Tengah) -Gregorius Kristian Linduaji (Jawa Tengah) -Vincentius Bryant Fernando (Jawa Tengah) -Ariel Emilio (Jawa Tengah) -Flavianus Aditya Riesta Saputra (DI Yogyakarta) -Naufal Alif Farhan Ramdhani (DI Yogyakarta) -Vickness Warren (DI Yogyakarta) -William Hardi Dinata (Kalimantan Barat) -Nickson Damara Gosal (Nusa Tenggara Barat) -Argus Sanyudi (Riau) -Kelvin Sanjaya (Riau). (put/adt)

Persitangsel U-17 Terus Susun Strategi Menjelang Suratin Cup

Persitangsel

Persitangsel U-17 terus melakukan persiapan demi mendapatkan hasil maksimal di Suratin Cup, bulan April mendatang. Seleksi demi seleksi terus dilakukan dibawah komando Iwan Rukmana dan Assisten pelatih, Budi Iswadi serta disaksikan langsung oleh manajer Persitangsel U-17, M Toha di Stadion Mini Ciputat, Tangsel, Senin (8/1). Seleksi sudah berjalan selama dua minggu, dari ratusan anak yang berpartisipasi dalam seleksi, kini sudah mulai mengerucut menjadi 30 anak terbaik dari Tangsel. Di mulai pukul 14.00 WIB, seleksi diawali dengan latihan fisik, kemudian menguji kekompakan dan selanjutnya melakukan game 11 vs 11 antara rompi orange melawan rompi hijau selama 2×25 menit. Dalam game tersebut, dimenangkan rompi orange dengan skor 2-0 melalui gol Faisal dan Andrian. Setelah game berlangsung pun, Persitangsel muda melakukan kembali tes fisik. Pelatih Persitangsel U-17, Iwan Rukmana mengatakan, sistem degradasi masih terus berlangsung untuk mencari 20 pemain terbaik. Iwan menargetkan, akhir Februari kerangka tim sudah terbentuk. “Masih ada sistem degradasi, ini sambil berjalan dan melihat layak masuk kerangka tim atau tidak. Nantinya, dari 30 pemain akan dikerucutkan menjadi 20 pemain terbaik,” ujarnya. Menanggapi game 11 melawan 11, Iwan melihat masih banyak kekurangan terutama di stamina pemain. Dan juga, Persitangsel muda masih membutuhkan pelapis penjaga gawang dan pemain bertahan. “Tadi game 2×25 saja, pemain mulai kedodoran staminya. Di bulan Januari ini, saya fokuskan untuk membenahi stamina pemain. Di bulan selanjutnya, baru saya mulai melakukan taktik bermain. Kendala kerangka tim, masih mencari pelapis di posisi penjaga gawang dan bertahan. Selebihnya saya lihat sudah bagus,” papar Iwan. Rencananya, Persitangsel U-17 akan melakukan agenda uji tanding melawan Ralin. “Kalau bisa lawan Ralin untuk uji tanding, Rabu (10/1) besok,” tutupnya. (pah)

Tergugah Dengan Kondisi Mental Pemuda Indonesia, Gunawan Rutin Menggelar Pembinaan MMA

MMA

Tim management Gunawan lakukan seminar keliling guna menambahkan pengetahuan tentang daya tarung pemuda yang di sinyalir dapat menjadi pegangan hidup kemudian hari, di mall lippo Cikarang, Sabtu (6/1/18) Sebanyak 25 bibit petarung muda mendapatkan pembinaan pengetahuan tentang tehnik bertarung bebas. Tidak hanya itu, Gunawan juga memperagakan langsung cara-cara melumpuhkan lawan di atas arena. Ketua Management Gunawan, Irwan Taufik Spd, mengatakan bahwa moment ini akan di rutinkan hingga ke seluruh wilayah Indonesia dalam rangka mengangkat harkat dan martabat pemuda Indonesia untuk bisa mengambil peran pembangunan. “Pembangunan Indonesia sudah cukup pesat. Artinya, jika pemudanya masih mengandalkan emosi sesaat bisa-bisa makin kacau negara ini. Adanya seminar tentang pembekalan pemuda di latar belakangi keprihatinan kami terhadap peluang kerja yang makin sempit. Era ini mewajibkan kepada seseorang bagaimana caranya harus mempunyai skill tambahan guna bertahan hidup. Ini salah satunya yang kami lakukan,”papar Irwan Perlu di pahami, Mixed Martial Arts (MMA) merupakan olahraga beladiri  kontak fisik yang memperbolehkan berbagai teknik pertarungan, seperti pergumulan, tendangan, dan pukulan. Kali ini sosok Gunawan, yang juga menjadi Icon MMA Indonesia tergugah untuk berbagi ilmu kepada pemuda Indonesia. Kegelisahannya terhadap masa depan merupakan faktor utama seminar bercampur diskusi interaktif ini di adakan. Irwan juga menambahkan bahwa selain di Cikarang, pihaknya Tim Gunawan, akan membuat seminar serupa di wilayah Banten, terutama di wilayahnya sendiri yaitu Kota Tangerang Selatan. “Saya fikir seminar ini bertujuan membentuk pemuda yang tangguh dan tergantung orangnya juga sih, kalau mau kerja rutin bisa ambil peluang kerja menjadi tim pengamanan, kalo mau kejar prestasinya ya jadi atlet saja. Setelah ini, kami akan adakan seminar serupa di wilayah Banten, tapi temanya lebih kepada tujuan kami menjadi wadah yang membentengi skill individu terhadap teman-teman ormas wilayah pada Januari ini. Target kami, agar ormas juga memiliki skill khusus di bidang beladiri,”tutup Irwan (adt)

Indonesian Basketball League Pertalite All Star 2018 Berlangsung Meriah

IBL-Pertalite-All-Star

Ajang basket nasional Indonesian Basketball League (IBL) Pertalite All Star 2018 berjalan dengan sangat meriah pada hari Minggu, 7 Januari lalu. Event yang diadakan di Britama Arena, Kelapa Gading ini dihadiri oleh mantan pemain-pemain legendaris Indonesia seperti, Romy Chandra, Rony Gunawan, Ali Budimansyah dan Riko Hantono. Menjelang pertandingan utama, berbagai games dilaksanakan sekaligus sebagai pembuka beberapa kategori pertandingan. Seperti Skill Challenge, Three Poin Challenge dan Slam Dunk. Pertandingan yang dimulai sejak pukul 19.00 wib, turut diikuti oleh pemain dan mantan pemain basket Indonesia, dimana mempertemukan 2 tim basket Indonesia, yaitu tim Divisi Merah dan Tim Divisi Putih. Pertandingan dimenangkan oleh tim Divis Putih dengan skor 130-114. Pada pertandingan tersebut nama Chester Giles keluar menjadi Most Valuable Player (MVP) dengan mencetak 40 poin dan 10 rebound. Tak hanya pemain nasional yang turut bertanding, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi turut menghadiri ajang tersebut. Pada kesempatan itu Menpora menuturkan ucapan selamat dan pertandingan ini bisa menjadi sebuah persiapan bagi Indonesia untuk menghadapi Kejuaraan Basket Dunia di Tahun 2023. “Saya ucapkan selamat kepada Perbasi yang sudah menyelenggarakan IBL Pertalite All Star 2018. Malam ini saya menyaksikan langsung bahwa disinilah semangat besar bagi semua pebasket Indonesia untuk menjadi yang terbaik. Hal ini tontonan sangat menyenangkan dan menginspirasi bagi pebasket kita,”tuturnya pada Kemenpora.go.id Baginya, cabang olahraga basket di Indonesia semakin hari semakin baik dan bisa memberikan rasa kepercayaan yang luar biasa terutama menghadapi Asian Games 2018 dan Kejuaraan Basket Dunia 2023 mendatang. “Ini harus menjadi atmosfir baru bagi kita semua, tidak hanya untuk Perbasi tapi bagi masyarakat Indonesia untuk menyiapkan diri kita menyongsong Asian Games 2018 dan Kejuaraan Basket Dunia 2023 nanti,”tutupnya(put/adt)

KONI Tangsel Manfaatkan Pembinaan Teknologi Sport Science

Ketua-Umum-KONI-Tangsel-terpilih

Ketua Umum KONI Tangsel terpilih, Rita Juwita sudah menyusun pembinaan atlet-atlet yang ada di Tangsel selama empat tahun kedepan. Rita ingin, memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang di zaman sekarang untuk membina para atlet agar bisa menyeluruh. Ini sangat penting, dimasukan sebagai bahan acuan dalam misi yang akan diemban tahun-tahun mendatang agar garis komando dan garis kerja dapat sejalan dengan apa yang akan dicapai. “Optimalisasi alokasi sport science and technology di semua cabang olahraga dalam rangka memperoleh kesamaan dalam pola pembinaan dan peningkatan prestasi,” tukasnya. Tak kalah pentingnya, Rita ingin membangun karakter para atlet termasuk para pelatih agar memiliki rasa juang tinggi dalam mencapai prestasi. Rasa solidaritasnya wajib dibangun dengan tujuan rasa membangun, untuk menuju prestasi yang dilalui dengan kerjasama, bukan “one man show” atau kerja masing-masing. “Membangun karakter olahragawan yang baik bagi atlet, pelatih dan manajer guna memperbesar semangat juang, rasa nasionalisme dan militansi dalam setiap usaha meraih prestasi terbaik,” harap Rita.(pah/adt)

Penerus Keluarga Sugiarto di Bulutangkis Indonesia

Penerus-Sugiarto-di-Bulutangkis-Indonesia

Bagi para penggemar bulutangkis Indonesia, pastinya sudah tak asing dengan nama legenda hidup Icuk Sugiarto. Icuk merupakan atlet tunggal putra terbaik kepunyaan Indonesia di era 80-an. Berbagai prestasi mampu di dulangnya, untuk membawa nama harum Indonesia. Dikenal dengan staminanya yang kuat, membuat dirinya mampu memenangi Kejuaraan Dunia III di Denmark pada tahun 1983 melawan Liem Swie King. Pada tahun 1989, Icuk memutuskan pensiun sebagai atlet. Tetapi, generasi Sugiarto tak akan pernah sirna untuk membawa nama bulutangkis Indonesia berprestasi. Tommy Sugiarto dan Jauza Fadhilla Sugiarto, melanjutkan karir sang ayah sebagai pemain bulutangkis. Tommy Sugiarto – Tunggal Putra Indonesia Pria kelahiran 31 Mei 1988 ini merupakan, anak kedua dari legenda bulutangkis Indonesia. Di usiannya yang masih belia, Tommy sudah membawa klub Pelita Bakrie menjadi jawara di kejuaraan tingkat cabang PBSI Jakarta Barat. Bahkan di tahun 2008, Tommy masuk sebagai tunggal putra keempat tim Piala Thomas. Sering berjalannya waktu, Tommy mampu meraih gelar superseries pertamanya di tahun 2013 tepatnya di kejuaraan Singapura Open Superseries. Kini, prestasinya mulai sedikit meredup. Tommy masih kalah saing dengan juniornya seperti Jonatan Cristie yang menduduki peringkat 14 dunia dan Anthony Sinisuka Ginting peringkat 13 dunia. Sedangkan, Tommy hanya menduduki peringkat 25 dunia. Walaupun ia juga sempat menduduki peringkat tiga dunia pada tahun 2014. Jauza Fadhilla Sugiarto – Ganda Putri Indonesia Anak bungsu Icuk Sugiarto yakni, Jauza Fadilla Sugiarto sudah mulai menemukan prestasi bulutangkisnya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) DKI Jakarta tahun 2017. Dimana, Jauza mendapat tiga medali emas dari kategori tunggal putri, ganda putri dan beregu. Jauza lebih memilih bermain di sektor ganda putri berpasangan dengan Ribka Sugiarto. Ada yang unik, Ribka Sugiarto yang menggunakan nama belakang Sugiarto, ternyata bukan anak dari Icuk Sugiarto. Kendati demikian, pasangan cantik ini mampu memenangi Malaysia Internasional Junior Open 2017. Jauza dan Ribka kini menduduki peringkat 217 dunia. Tentunya, bagi masyarakat Indonesia hanya bisa berdoa agar penerus Sugiarto di bulutangkis bisa menyamai pencapain sang ayah, Icuk Sugiarto.(pah/adt)

Menpora Uji Sparing Atlet Bowling Dalam Persiapan Asian Games 2018

Tannya-Roumimper-Bersama-Imam-Nahrawi

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi datang mengunjungi arena cabang olahraga bowling yang bertempat di Jaya Ancol Bowling Center, Jakarta. Bersama atlet bowling nasional, Tannya Roumimper yang sangat senang saat Imam Nahwari datang pada Jumat, 5 Januari lalu. “Saya senang sekali didatangi pak Menteri, beliau sangat perhatian banget walaupun hingga malam padahal sudah kerja seharian,”ujar Tannya, seperti yang telah dilansir website Kemenpora.go.id Tak hanya itu, Tannya juga menambahkan bahwa ia sangat bersemangat dengan kehadiran Menpora disela-sela latihannya. “Buat saya ada arti tersendiri kehadiran pak menteri disini, saya ditelponin dan ikut latihan bareng. Saya terharu sehingga memacu semangat saya untuk terus latihan dan bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,”tambahnya Cabang olahraga bowling diprediksi akan menyumbangkan medali emas untuk Indonesia. Menpora Imam Nahrawi sangat senang melihat optimis dan kegigihan Tannya yang akan menghadapi Asian Games 2018. “Saya senang karena semangat dan optimisme Tannya sekaligus harapannya untuk menjadi yang terbaik betul-betul kelihatan, dan saya kira dia akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia,”tuturnya Imam Nahrawi pun langsung meminta Tannya untuk mengajarkannya bagaimana cara bermain bowling. Tak disangka, dilemparan pertama ia langsung mendapatkan strike. Di game satu, Imam Nahrawi berhasil mengumpulkan 136 poin sedangkan Tannya mendapatkan 166 poin. Lalu pada game selanjutnya, Tannya kembali memimpin dengan 180 poin dan Imam Nahrawi mendapatkan 152 poin.(put/adt)

Tehnik Mengajar Anak Usia Dini Yaitu Membiarkan Berlatih Dengan Fun

Dalam-melatih-anak-di-usia-dini,-tentunya-harus-mengikuti-cara-mereka.-Biarkan,-mereka-bermain-dengan-fun-terlebih-dahulu,-sebelum-berlatih-dengan-tingkatan-yang-lebih-serius

Mempunyai cita-cita menjadi seorang atlet tentunya harus giat berlatih agar bisa menjadi atlet yang berprestasi. Tak hanya itu, tentunya peran seorang pelatih ikut andil dalam melatih dan juga mengembangkan potensi yang di miliki oleh sang atlet. Alangkah lebih baiknya karakter tersebut di bentuk sejak masa usia dini, sang atlet sudah diberikan ilmu-ilmu yang dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sang atlet. Namun, bagaimana cara melatih dan mengembangkan potensi dari sejak usia dini, sulitkah atau mudah? Tim nysnmedia.com sempat berbincang dengan pelatih sepakbola yakni Iwan Rukmana yang merupakan pelatih dari Sekolah Sepakbola (SSB) Serpong Jaya. Iwan yang sudah malang melintang di dunia kepelatihan, banyak berperan dalam mengembangkan pesepakbola di usia dini. Simak sesi tanya jawab tentang bagaimana cara mengajar anak usia dini berikut ini. Apakah sulit melatih sepakbola di usia dini? Tentunya ada kesulitan, tetapi ada juga kemudahan dalam melatih anak usia dini. Kesulitannya, mungkin mereka masih takut untuk bergabung bersama teman-temannya di lapangan. Ada yang masih pemalu atau canggung untuk berkenalan dengan teman-temannya. Kita sebagai pelatih, jika menghadapi kejadian seperti itu, tentunya tidak bisa memaksakan mereka. Karena, mereka masih anak-anak itu hal yang wajar. Lalu, bagaimana cara agar mereka mau berbaur dengan teman-temannya di lapangan? Melatih usia dini tentunya sangat berbeda dengan melatih usia remaja. Di usia remaja cara latihannya pun, sedikit berbeda sedikit agar keras. Tapi, di usia dini, biarkanlah mereka berlatih dengan fun dan biarkanlah mereka bermain dengan cara mereka. Dan, peran orangtua pun sangat berperan, jangan sampai memarahi sang anak. Serta, jangan sampai pelatih membentak, itu bisa membuat mereka down dan cara yang salah. Biarlah mereka, berlatih dengan fun dan menemukan ritme mereka. Banyak orangtua, yang bilang ke pelatih bahwa dirumah sang anak ingin sekali bermain sepakbola. Tetapi, pada saat di lapangan bertemu dengan teman-temannya malah tak mau berbaur. Ini yang harus diperhatikan, biarkan mereka datang ke lapangan dan melihat teman-temannya berlatih dahulu, jika memang sang anak sudah siap baru mulai berlatih dengan fun. Apakah peran pelatih sangat penting di lapangan maupun luar lapangan? Sangatlah penting, di dalam lapangan kita sebagai pelatih menganggap diri kita ini orangtua atau sahabat mereka. Kita melatih mereka, dengan cara mengikuti cara mereka. Seperti tadi yang saya bilang, biarkan mereka bermain dengan fun. Jika di luar lapangan, pelatih bisa seperti teman ataupun tempat sharing mereka. Intinya, jangan sampai momok pelatih di mata mereka itu menyeramkan. Jadi pada garis besarnya adalah membiarkan sang anak berlatih dengan fun, dan lebih mengenal permainan terlebih dahulu, jangan sampai ada paksaan serta cara melatih yang salah. (pah/adt)

Berharap Tahun 2018 Lebih Baik, Nysnmedia.com Gelar Syukuran

Setelah 7 bulan eksis di media online, nysnmedia.com mulai berbenah dalam rangka persiapan program kesinambungan di tahun 2018, dan juga dalam persiapan langkah verifikasi oleh dewan pers sebagai media online yang bersertifikat dan terdaftar sesuai amanat UU ITE. Berita demi berita yang di sajikan tak lepas ingin menjadi tempat sharing informasi, berbagi cerita dan juga menguak pengalaman para manusia unggulan (atlet). Di awal 2018, tentunya banyak keinginan yang bisa melebihi target di tahun 2017. Resolusi-resolusi untuk lebih baik pun, sudah dicanangkan dengan matang. Seperti halnya media olahraga yang menyediakan berita-berita khusus mengenai prestasi para atlet muda di seluruh Indonesia yakni National Youth Sport Network (NYSN) media dengan slogan share, inspire and dream. Media yang baru bergerak tujuh bulan ini, mempunyai target di tahun 2018. Mengusung tema “Kick Off 2018” NYSN yang berkantor di Ruko Renata, Jalur Sutera Timur melakukan potong tumpeng sekaligus berharap di tahun 2018 bisa lebih baik, Jumat (5/1). Dalam acara tersebut, hadir pula seluruh pegawai mulai dari para reporter, redaktur, pimpinan redaksi dan para bloger. Pimpinan Redaksi, Ivan Hanif Anwar mengatakan, di tahun 2017 menjadi pelajaran bagi tim nysn untuk bisa lebih baik lagi di tahun 2018. “Ini Kick Off di 2018 untuk tim nysn. Setelah di 2017 menjalaninya dengan baik, saya berharap di 2018 bisa lebih baik lagi dan bisa melebihi target,” ujar Ivan. Sementara itu, Manager Marketing Ignatius Eric sangat berharap agar seluruh tim nysn bisa kompak. Dan, bisa menjalani target di tahun 2018 dengan baik. “Kita ini tim, dan ini sebagai rumah kita, kita nysn bukan orang lain. Segala sesuatu yang ada, harus kita rundingkan terlebih dahulu. Jangan sampai ada kerenggangan dalam komunikasi. Semoga, di 2018 jadi lebih meningkat dan lebih baik lagi,” papar Eric. (pah/adt)

Optimisme Pertina Kota Sungai Penuh Dalam Ajang Porprov Jambi 2018

Pertina-Kota-Sungai-Penuh-Tinju

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi akan berlangsung pada bulan Juli mendatang di Kabupaten Bungo dan Tebo. Demi mematangkan kesiapannya, semua kontinten yang berpatisipasi di Porprov Jambi sudah mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk bisa membawa nama harum masing-masing kota/kabupaten. Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Persatuan Tinju Nasional (Pertina) Kota Sungai Penuh. Pertina Kota Sungai Penuh, yang sangat optimis bisa membawa harum nama Kota Sungai Penuh di ajang Porprov. Maka dari itu, Pertina Kota Sungai Penuh terus bekerja mempersiapkan segala sesuatunya. “Kita fokus mempersiapkan diri menyongsong Porprov Jambi 2018. Kita berharap hasil terbaik demi mengharumkan nama Kota Sungai Penuh,” jelas Ketua Pertina Kota Sungai penuh, Alpian. Alpian yang juga didampingi oleh Sekretaris Pertina, Dedi Iryanto, usai rapat pengurus dengan pelatih Pertina Kota Sungai Penuh. Seperti dikutip dari tribunjambi, segala persiapan dari mulai menggelar try out dan menambah fasilitas untuk latihan atlet. Dan, tentunya akan memberikan bonus kepada peraih medali Porprov 2018. “Kita juga akan melengkapi atlet dengan peralatan tanding yang di butuhkan,” sebutnya. (pah/adt)