Daftar 25 Pemain Timnas U17 Indonesia TC di Bulgaria

Nova Arianto

Daftar 25 pemain Timnas U17 Indonesia yang menjalani TC di Bulgaria terdapat lima pemain abroad. Secara keseluruhan, pelatih Nova Arianto masih membawa para pemain yang sudah biasa ia panggil membela Timnas U17. Gelaran Piala Dunia U17 2025 semakin dekat saja. Turnamen tersebut akan digelar pada 3-27 November 2025 di Qatar. Artinya, tidak banyak lagi waktu persiapan yang dimiliki Indonesia dan negara peserta lainnya. Bagi Timnas U17 sendiri, terbang ke Bulgaria menjadi persiapan lanjutan mereka setelah bermain di Piala Kemerdekaan 2025 pada 12-18 Agustus lalu. Walau sayangnya dalam pemusatan latihan di Bulgaria ini pelatih Nova Arianto tidak bisa membawa seluruh pemain terbaiknya. Perlu dipahami bahwa skuad yang dibawa ke Bulgaria belum merupakan skuad final menuju Piala Dunia U17 2025. Dengan kata lain Nova masih akan mencari komposisi terbaik timnya untuk Piala Dunia nanti. Beberapa pemain abroad juga belum bisa dibawa ke Bulgaria termasuk Matthew Baker. Selain melakoni pemusatan latihan di Bulgaria mulai 1-14 September, Timnas U17 juga akan melakukan pertandingan uji coba di sana. Pada 7 dan 10 September akan digelar uji coba tertutup. Kemudian pada 13 September akan ada pertandingan melawan Makedonia Utara pukul 21.30 WIB. Laga tersebut juga tidak ada perubahan akan tayang live di Indosiar dan Vidio. Daftar Pemain Timnas U17 Indonesia TC Bulgaria Kiper Mike Rajasa (FC Utrecht/Belanda) Dafa Gasemi (Dewa United) Rendy Razzaqu (Madura United) Bek I Putu Panji Apriawan (Bali United) Lucas Lee (Ballistic United MLS Next U19/Amerika Serikat) Putu Ekayana Yoga (Bali United) Pandu Aryo (Asiana) Ida Bagus Putu Cahya (Bali United) Azizu Milanesta (Asiana) Fabio Azkairawan (Persija Jakarta) Daniel Alfredo (Persik Kediri) Eizar Jacob (Sydney FC/Australia) Dafa Zaidan (Borneo FC) Gelandang Ilham Romadona (Barito Putera) Evandra Florasta (Bhayangkara FC) Noha Pohan (NAC Breda/Belanda) Nazriel Alvaro (Persib Bandung) Striker Rafi Rasyiq (Semen Padang) Josh Holong (Persija Jakarta) Fandi Ahmad (Persija Jakarta) Muhammad Zahaby Gholy (Persija Jakarta) Nicholas Indra (Rosenborg BK/Norwegia) Mierza Firjatullah (Persik Kediri) Dimas Adi Prasetyo (PSM Makassar) Fadly Alberto Hengga (Bhayangkara FC)

Kualifikasi Piala Asia U23 2026: Indonesia Gilas Makau

Timnas U23 Indonesia vs Makau

Hasil Timnas U23 Indonesia vs Makau di Kualifikasi Piala Asia U23 2026 Grup J malam ini, Sabtu (6/9/2025), berakhir telak 5-0 untuk Tim Garuda Muda. Hasil positif di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, kembali membuka harapan lolos Tim Merah Putih ke AFC U23 2026. Gol pertama hadir berkat kesalahan tim lawan, Ieong Lek Hang, yang salah mengantisipasi crossing dari Rahmat Arjuna di menit ke-3. Tak mengendurkan serangan, Arkhan Fikri menambah keunggulan Garuda Muda lewat sepakan kerasnya di menit-17 sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0. Di menit ke-47, Rayhan Hannan mencatatkan namanya di papan skor dan membuat skor menjadi 3-0. Serangan demi serangan dilancarkan oleh Garuda Muda. Zanadin Fariz, yang masuk dari bangku cadangan tambah keunggulan di menit ke-68. Skor 4-0 untuk Indonesia. Rafael Struick yang juga masuk dari bangku cadangan, mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-74 dan membuat Indonesia unggul atas Makau 5-0. Keunggulan itu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Sementara itu hasil pertandingan lain di Grup J antara Korea Selatan U23 vs Laos U23 pada sore tadi, juga berakhir dengan kemenangan telak 7-0 untuk skuad muda Taegeuk Warriors. Berkat hasil ini Timnas Korsel U23 masih memimpin klasemen Grup J Kualifikasi AFC U23 2026, dengan koleksi 6 poin. Kemudian diikuti Indonesia U23, mengantongi 4 poin. Jika ingin lolos langsung ke putaran final Piala Asia U23 2026, Tim Garuda Muda wajib memetik kemenangan pada pertandingan terakhir kontra Korsel U23. Jadwal Indonesia U23 vs Korsel U23 pada matchday 3 Kualifikasi AFC U23 2026, akan berlangsung Selasa, 9 September 2025. Laga masih menggunakan venue di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Starting Line-up Timnas Indonesia U23 vs Makau U23 Indonesia U23 (4-3-3): Cahya Supriyadi (GK); Kakang Rudianto, Dion Markx, Alfharezzi Buffon, Frengky Missa; Toni Firmansyah, Ananda Raehan, Arkhan Fikri; Rahmat Arjuna, Rayhan Hannan, Hokky Caraka | Pelatih: Gerald Vanenburg Cadangan: M Ardiansyah, Daffa Fasya, Kadek Arel, Ferarri, Mikael Tata, Doni Tri, Robi Darwis, Zanadin Fariz, R Pratama, Salim, Rafael Struick, Jens Raven Makau U23 (5-3-2): Lam Chak (GK); Si Hou, Huang Cho, Ieong Lek, Lam Weng, Leong Kun; Wong Kit, Leong Wai, Kou Pak; Pan Si, Lei Man | Pelatih: Kwok Kar Lok Cadangan: Alex Ao, Botelho Felicio, Lei Ho In, Wong Chon Nam, Vong Sai Hou, Wong U Hin, Sou Hin Nang, Gu Soi Hou, Li Ion Hou, Lam Nok Io, Lei Cheng Lam, Chen Si Tin

Kejurnas Akuatik Bandung Utama Diikuti Ratusan Peserta

Kejurnas Renang dan Polo Air Bandung Utama 2025

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Renang dan Polo Air Bandung Utama 2025 mencatatkan partisipasi besar dengan 588 atlet yang turun di 2.300 nomor pertandingan. Ajang bergengsi ini digelar di Kolam Renang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), 4–7 September 2025. Ketua Pelaksana Kejurnas, M. Idham Dasuki, menjelaskan, para peserta datang dari 12 provinsi. Termasuk kontingen yang menempuh perjalanan jauh dari Bengkulu dan Bali. “Setiap tahun provinsi Bali selalu berpartisipasi. Selain itu, ada juga atlet dari Jakarta, Tangerang, dan Cilegon,” kata Idham, Sabtu (6/9/2025). Menurut Idham, kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang pemanasan bagi akuatik Kota Bandung menuju Babak Kualifikasi (BK) Porprov XV/2026. Ia menilai, melalui kompetisi ini, peluang untuk meloloskan atlet ke Porprov semakin besar. “Sekitar 90 persen atlet Porprov binaan Kota Bandung tampil di kejuaraan ini. Untuk cabang polo air, seluruh atlet juga turun. Kami menargetkan bisa mengawinkan medali emas putra dan putri di Porprov mendatang,” tegasnya. Idham menambahkan, kejuaraan semacam ini bukan hanya menguji kesiapan atlet, tetapi juga mengasah mental bertanding sejak dini. “Lewat event ini, kami ingin memastikan akuatik Bandung tetap menjadi lumbung prestasi. Harapannya, atlet muda kita bisa terus berkembang hingga ke tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Indonesia Raih 4 Medali di 1st AMMA Asian Youth Championships 2025

1st AMMA Asian Youth Championship 2025

Persatuan Tarung Campuran Indonesia (Pertacami) yang menurunkan tujuh atlet untuk berkompetisi di 1st AMMA Asian Youth Championship 2025 berhasil merebut empat medali dalam ajang yang berlangsung di Manama, Bahrain, 29 – 30 Agustus. “Perjuangan mereka tidak mudah karena lawan-lawan mereka dari negara kuat di Asia,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Pertacami Tommy Paulus Hermawan dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Senin. Sebanyak empat medali yang diraih terdiri dari satu emas yang diraih oleh Gibran Alfarizi yang tampil gemilang di nomor Traditional MMA 65 kg (U18), medali perak diraih atlet putri, Manayra Maritza Hersianti Siagian di nomor Modern MMA 45 kg (U18). Kemudian dua perunggu masing-masing disumbangkan oleh Lukas Oliver Lubis Sedlak di nomor Modern MMA 60 kg (U16) dan Bumi Magani Abraar Himara di nomor Modern MMA 55 kg (U18). Tommy menjelaskan bahwa ajang tersebut merupakan kualifikasi 3rd Asian Youth Games 2025 yang merupakan ajang kualifikasi di zona Asia menuju Youth Olympic Games 2026 di Dakar, Senegal. Oleh sebab itu pihaknya juga memanfaatkan ajang tersebut untuk mempelajari kekuatan lawan. Tommy menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh atlet muda Indonesia di ajang bergengsi ini. “Prestasi yang diraih para atlet muda ini membuktikan bahwa MMA Indonesia memiliki potensi besar di kancah internasional,” katanya. Dia menambahkan, dalam satu tahun terakhir, Pertacami secara konsisten membina MMA Indonesia menuju panggung internasional, bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta untuk latihan terpadu. “Pencapaian prestasi atlet-atlet kami membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di dunia dan mengokohkan komitmen Pertacami untuk terus melakukan pembinaan,” katanya. Tommy menambahkan bahwa MMA bukan sekadar adu fisik, melainkan olahraga yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang sejalan dengan visi GAMMA: integrity, humility, community, innovation, excellence, discipline, respect, dan leadership. “Kami berkomitmen membina talenta-talenta muda agar terus berkembang. Kami yakin MMA adalah cabang olahraga yang inklusif, disiplin, penuh sportivitas, dan layak dipertandingkan di Olimpiade,” katanya. Sumber: ANTARA

Gibran Darrow Harumkan Indonesia di Kejuaraan MMA Asia

Gibran Darrow

Atlet MMA asal Kota Surakarta, Gibran Darrow, kembali mencetak prestasi membanggakan bagi Indonesia. Bertanding di ajang 1st AMMA Asian Youth Championships 2025 yang digelar di Bahrain, Gibran sukses mengalahkan atlet dari Kazakhstan, Iran, dan Uni Emirat Arab (UAE), sekaligus meraih medali emas. Berdasarkan informasi dari Han Fighting Academy, Gibran, yang dibimbing langsung oleh legenda MMA, Johan Mulia Legowo, memenangkan laga terakhir melalui kuncian Kimura dari posisi Triangle. Prestasi ini sekaligus mengukuhkan nama Gibran sebagai salah satu atlet MMA muda berbakat yang membawa harum nama bangsa di kancah internasional. Gibran merupakan didikan pelatih Han Fighting Academy, Johan Mulia Legowo. Sementara itu, pelatih pelatnas Gibran berada dibawah bimbingan pelatih Marcos. Petrus Restanto Wibowo, Kabid Wasit Juri IBCA MMA Kota Surakarta, menambahkan bahwa kemenangan Gibran merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh tim pelatih. “Kami turut bangga dan berterima kasih kepada atlet muda kita tercinta, Gibran Darrow. Tidak lupa, apresiasi juga kami sampaikan kepada Han Fighting Academy di bawah asuhan Coach Johan Mulia Legowo dan Linda Darrow, yang tak henti-hentinya meregenerasi atlet-atlet berprestasi untuk mengharumkan nama Kota Surakarta di tingkat nasional maupun internasional,” katanya. Kemenangan Gibran Darrow ini menjadi bukti bahwa talenta olahraga dari Surakarta mampu bersaing di level internasional, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk menorehkan prestasi di dunia olahraga profesional.

Tiga Pemanjat Tebing Muda Indonesia Tampil di World Cup Koper 2025

Sukma Lintang Cahyani

Tiga pemanjat tebing muda Indonesia akan berlaga pada IFSC Climbing World Cup Koper 2025 nomor lead yang berlangsung di Koper, Slovenia, 5–6 September. Skuad Merah Putih menurunkan dua wakil putra yakni, Putra Tri Ramadani dan Muhammad Rizky Syahrafli Simatupang, serta satu wakil putri, Sukma Lintang Cahyani. Berdasarkan laman resmi Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC), Jumat, ajang ini menjadi seri terakhir Piala Dunia 2025 untuk disiplin lead, sekaligus menjadi panggung penting bagi Indonesia dalam memperluas kiprah di luar nomor speed. Putra adalah pemanjat tebing 19 tahun. Sepanjang 2025, dia telah tampil dalam rangkaian Piala Dunia seperti di Bali dengan menempati peringkat 17, Innsbruck, Austria di posisi 16 dan di Madrid Spanyol juga menempati urutan 16. Sementara Rizky yang berusia 21 tahun juga tercatat tampil di Piala Dunia Wujiang (posisi 32), Bali (8), Innsbruck (12), Chamonix (58), dan Madrid (26). Lalu untuk Sukma yang kini berusia 20 tahun juga tampil di ajang serupa dengan hasil Wujiang (18), Bali (28), Innsbruck (35), Chamonix (28), dan Madrid (31). Sebelumnya, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyatakan pengiriman atlet ke berbagai kejuaraan internasional merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kekuatan di disiplin lead dan boulder untuk menyongsong Olimpiade Los Angeles 2028. Selama ini, Indonesia dikenal mendominasi nomor speed. Namun dengan format baru Olimpiade Los Angeles 2028, panjat tebing akan mempertandingkan tiga disiplin speed, lead, dan boulder secara terpisah dengan masing-masing memperebutkan dua medali untuk sektor putra dan putri. Dengan demikian, total enam medali akan diperebutkan pada Olimpiade 2028, meningkat dari empat medali pada Olimpiade Paris 2024 yang masih menggunakan format kombinasi (lead dan boulder) serta speed.

FIBA U16 Asia Cup 2025: Perjuangan Indonesia Usai di Fase Grup

FIBA U16 Asia Cup 2025 Mongolia

Harapan Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia untuk melangkah ke babak knockout FIBA U16 Asia Cup 2025 Mongolia harus pupus. Hasil itu dipastikan usai menelan kekalahan atas Taipei di laga terakhir fase grup dengan skor akhir 107-102, Selasa, 2 September 2025. Sejatinya, Indonesia masih punya kesempatan untuk bisa memperebutkan kursi ke babak Knockout. Dengan catatan, mereka harus menang 11 poin atau lebih atas Taipei. Sejak awal pertandingan, anak asuh Parna Abrizalt Hasiholan tampil penuh ambisi. Target menang dengan margin besar membuat mereka terus menekan. Keunggulan bahkan sempat berpindah tangan sebanyak empat kali. Meski demikian, Taipei yang digadang-gadang sebagai salah satu tim unggulan di Grup B berhasil memberi perlawanan sengit. Kuarter pertama menjadi bukti kerja keras Indonesia. Sempat tertinggal cukup jauh, mereka menutup 10 menit awal hanya dengan margin tiga angka saja (26-23). Sayangnya, momentum itu belum cukup. Di kuarter kedua, Indonesia kembali tertinggal dan harus puas menutup paruh pertama 60-55. Selepas jeda turun minum, tensi di lapangan kian meningkat. Layup Bryan Gilbert di pertengahan kuarter ketiga, semppat membuat skor imbang 62-62. Bahkan Indonesia sempat berbalik unggul, sebelum akhirnya menutup kuarter ketiga dengan skor sama kuat 74-74. Namun, di kuarter penentuan, Taipei lebih konsisten menjaga tempo permainan. Indonesia justru sempat tertinggal 11 angka saat waktu tersisa kurang dari tiga menit (93-104). Meski begitu, Indonesia pantang menyerah. Mereka terus memangkas jarak hingga tinggal tiga poin di sisa 13 detik (105-102). Sayang, alih-alih menyamakan kedudukan, Indonesia justru melakukan pelanggaran yang memberi Taipei dua tembakan gratis. Momentum pun hilang, dan laga berakhir dengan skor 107-102. Kekalahan ini melengkapi catatan pahit Indonesia di fase grup. Tiga laga yang dijalani, seluruhnya berujung kekalahan, yakni melawan Selandia Baru, Filipina, dan Taipei. Tanpa kemenangan, Indonesia harus rela menutup perjalanan di dasar klasemen Grup B. Sesuai regulasi, hanya pemuncak klasemen yang otomatis lolos, sementara peringkat dua dan tiga beradu lagi untuk tiket tersisa. Meski gagal melaju, penampilan beberapa pemain layak diapresiasi. Benjamin Piet Hernusi tampil gemilang dengan torehan 22 poin, meski sempat mengalami cedera di laga sebelumnya. Steven Sebastian mencatatkan dobel-dobel 18 poin dan 12 rebound. Sementara Gede Dio Arghya Naranatha (14 poin) dan Bryan Gilbert (11 poin) juga ikut menyumbang dua digit angka. Perjuangan Timnas U16 memang harus terhenti lebih cepat. Namun, performa mereka yang mampu mengimbangi salah satu unggulan Asia memberikan catatan positif untuk masa depan basket muda Indonesia. Sumber: DBL

Kualifikasi Piala Asia U23 2026: Indonesia Ditahan Imbang Laos

Rafael Struick

Timnas Indonesia U23 harus puas mengawali perjalanan di Kualifikasi Piala Asia U23 2026 dengan hasil imbang pada laga perdana Grup J di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Rabu 3 September 2025. Meski menguasi jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang, skuad asuhan Gerald Vanenburg terlihat kesulitan menembus lini pertahanan Laos. Sejak menit awal, Garuda Muda tampil menekan. Gol cepat sempat tercipta lewat sepakan Rayhan Hannan di menit ke-5, namun dianulir wasit karena Jens Raven dianggap berada di posisi offside. Setelah itu, gempuran demi gempuran datang dari Arkhan Fikri, Robi Darwis, hingga Rafael Struick, tapi kokohnya lini belakang Laos dan ketangguhan kiper Kop Lokpha Thip membuat gawang mereka tetap perawan. Peluang emas kembali hadir lewat Toni Firmansyah. Tendangannya di menit ke-24 mampu ditepis, dan sepakan keduanya pada menit ke-33 diblok barisan pertahanan lawan. Hingga jeda, Indonesia terus mencari gol pembuka, namun skor tak berubah, 0-0. Memasuki babak kedua, Vanenburg memasukkan tenaga segar dengan menurunkan Hokky Caraka dan Ricky Pratama. Tekanan makin intens, bahkan peluang emas tercipta di menit ke-72 saat Hokky melepaskan tembakan keras yang masih bisa ditepis kiper Laos. Upaya lain lewat Rayhan Hannan (80’) dan Arkhan Fikri (55’) juga gagal menembus gawang lawan. Hingga peluit panjang dibunyikan, keberuntungan tak kunjung datang dan skor tetap kacamata. Dengan hasil ini, Indonesia hanya meraih satu poin sebelum menghadapi Makau dan Korea Selatan.

Exist Mendominasi di Mataram

Podium Ganda Anak-Anak Putri Sirkuit Nasional B NTB 2025

Tuntas sudah rangkaian final Sirkuit Nasional B NTB 2025. Berikut hasil-hasil selengkapnya di partai puncak! Sirnas B Pekanbaru 2025 digelar sedari Senin (25/8) sampai dengan Sabtu (30/8) di GOR Warna Agung, Mataram. Exist Badminton Club keluar sebagai juara umum dengan 5 gelar juara, disusul Djarum Kudus 3 gelar juara. Tiga gelar lain dibagi rata kepada Jaya Raya Jakarta, Jaya Raya Solo, dan Apita Badminton Club. Untuk seri Sirnas selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 6 – 11 Oktober 2025. Sirnas berlevel A tersebut akan berlangsung di Kota Bandung. Daftar Juara Sirnas B NTB 2025: TAPA: Ghathfaan Rizqie Ramadhan Haryanto TAPI: Mikha Ribka Kasalang GPC: Raynanda Laksmana/Malika Nur Aqilah GAPA: Alvian Ditya Ainurrochman/Shiddiq Alfarizi Fahrin TPA: Revan Adrilleo Saputra TPI: Zaira Octavia Armi GPA: Athaya Affan Zaidan/Raynanda Laksmana UDPA: M. Lazar Abrizam Adhyasta UDPI: Fayola Firzha Mahardi GAPI: Diajeng Putri Hartini/Nalini Sugiati Rahardjo GPI: Chintya C. Ayu Widayat/Yemima Febryanti Wijaya

Putri KW Puas Raih Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF

Kejuaraan Dunia BWF

Putri Kusuma Wardani harus puas meraih perunggu di Kejuaraan Dunia BWF. Pada babak semifinal yang berlangsung di Adidas Arena, Sabtu (30/8) sore WIB, Putri KW kalah dari Akane Yamaguchi dengan skor 17-21, 21-14, dan 6-21. Putri mengaku bangga bisa mendapatkan perunggu di turnamen ini. Apalagi, Putri jadi satu-satunya wakil Indonesia di babak semifinal. “Sangat luar biasa bisa mendapatkan medali perunggu di sini,” ucap Putri dikutip Antara. “Kalau bisa diulang ke belakang rasanya sedih juga, tapi aku bisa berada di sini sekarang berkat orang tua dan orang-orang yang mendukung saat aku jatuh,” tambahnya. Capaian Putri masuk ke semifinal jadi yang pertama sejak tahun 2015. Ketika itu, tunggal putri terakhir Indonesia yang bisa menembus semifinal Kejuaraan Dunia adalah Lindaweni Fanetri. Sementara, medali emas terakhir dari tunggal putri Indonesia disumbangkan oleh Susi Susanti pada 1993.

Timnas Putra Indonesia Tutup ASBC 2025 dengan Kemenangan

Timnas Basket Putra - ASBC 2025 (4)

Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia menutup perjalanan di 9th Asian School Basketball Championships (ASBC) 2025 dengan hasil yang kurang memuaskan. Pada laga terakhirnya, mereka sukses mengalahkan Arab Saudi dengan skor telak 83-50 di GOR Manahan, Solo, Sabtu, 30 Agustus 2025 dan harus puas di peringkat kelima. Meski gagal menembus semifinal, Indonesia membuktikan diri masih punya daya saing kuat. Sejak tepis mula, anak-anak asuhan Rifki Antoloyn ini langsung memimpin tempo permainan. Kuarter pertama ditutup dengan keunggulan tipis 19-14. Di kuarter-kuarter berikutnya, mereka melaju sangat cepat. Begitu memasuki kuarter kedua, margin semakin melebar dan tidak pernah lagi turun di bawah dua digit. Arab Saudi benar-benar kesulitan keluar dari tekanan pertahanan Indonesia. Kemenangan ini juga terasa spesial karena hampir semua pemain mendapat menit bermain yang merata. Rotasi luas yang diberikan pelatih membuktikan bahwa seluruh anggota tim mampu memberikan kontribusi nyata di lapangan. Dari sisi produktivitas, Kenneth Leebron Huang kembali menunjukkan konsistensinya sebagai mesin poin milik Indonesia. Pemilik nomor punggung itu mencetak 18 poin. Riovaldo Renjiro Leonardy juga tampil tajam dengan sumbangan 17 poin. Di paint area, Made Gandhi Wibisana Menara justru menjadi jangkar pertahanan berkat catatan 11 rebound. Salah satu pemain, Gablin Yomarlo Tobing, membagikan kesan pribadinya seusai laga. “So far, ikut ASBC ini seru sih, Kak. Tapi kalau sesuai target sih belum ya, target awal sih harus bisa bawa medali. Ternyata belum bisa tercapai, dan masih banyak evaluasinya,” ucapnya lewat wawancara WhatsApp. Dengan hasil ini, Indonesia resmi finis di posisi kelima 9th Asian School Basketball Championships 2025. Meski belum sesuai target, performa solid di laga terakhir ASBC 2025 memberikan modal berharga untuk turnamen selanjutnya. Sementara Arab Saudi harus puas menutup kompetisi di posisi keenam. Sumber: DBL

Srikandi Indonesia Raih Medali Perunggu ASBC 2025

Timnas Putri Indonesia - ASBC 2025

Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia menutup perjalanan di 9th Asian School Basketball Championships (ASBC) 2025 dengan manis. Bermain di Bronze Match, tim besutan Syafiq Ahmad Rizaldi itu berhasil mengalahkan Hong Kong 59-39 di GOR Manahan, Solo, Sabtu 30 Agustus 2025. Indonesia sempat tertinggal di awal pertandingan. Setelah dibuka dua tembakan gratis Komang Mariani Puteri Sekar Sari, Hong Kong justru unggul lima angka. Namun, Indonesia cepat bangkit. Tiga angka Kartika Hatta Mahanani menutup kuarter pertama dengan skor 14-10, untuk Indonesia. Di kuarter kedua, Indonesia sempat menjauh hingga 12 poin (25-13). Namun, Hong Kong tidak menyerah dan memangkas margin menjadi tiga angka saja di penghujung paruh pertama (25-22). Memasuki babak kedua, Indonesia tak ingin memberi celah. Dalam 20 menit sisa pertandingan, mereka menambahkan 34 poin, sementara Hong Kong hanya menambahkan 17 poin. Peluit akhir pertandingan pun memastikan kemenangan Indonesia dengan skor 59-39, sekaligus medali perunggu ASBC 2025. Secara statistik, akurasi Indonesia masih belum maksimal. Dari 68 percobaan, hanya 21 yang berbuah poin (30 persen). Eksekusi tembakan gratis dari Indonesia juga cenderung rendah. Hanya melesat 9 dari 16 kali percobaan (56 persen). Namun, keunggulan mereka tetap cukup untuk mengunci kemenangan. Putu Kezia Angelie Setiawan kembali jadi motor utama dengan 19 poin. Yang mana 12 di antaranya berasal dari tembakan tripoin. Komang Mariani Puteri tampil dominan di paint area dengan 17 rebound, ditambah 3 assist dan 2 poin. Sementara Berlian Yesi Triutari menyumbang 10 poin dan 7 rebound. Kemenangan ini menegaskan langkah Indonesia yang mampu bangkit setelah gagal di semifinal. Srikandi Merah Putih resmi menutup 9th Asian School Basketball Championships 2025 sebagai pemilik medali perunggu.

ASEAN U16 Girls Championship 2025: Daftar Peraih Gelar Individu

Nasywa Salsabila

Dengan keluarnya Australia sebagai juara, maka usai sudah gelaran ASEAN U16 Girls Championship 2025. Beberapa nama mencuat usai meraih gelar individu di turnamen yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah itu. Striker tim nasional U16 putri Indonesia, Nasywa Salsabila, dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak pada Kejuaraan ASEAN U16 Putri 2025 setelah mencetak empat gol sepanjang turnamen. Nasywa berbagi gelar pencetak gol terbanyak dengan Pattaramon Saengta dari Thailand dan Nur Laila Syamina dari Malaysia. Dalam laga pembuka Grup A, Nasywa berhasil mencetak tiga gol ke gawang Timor Leste, mengantarkan kemenangan 3-0 untuk Indonesia. Ia menambah satu gol lagi dalam pertandingan melawan Malaysia yang berakhir dengan kemenangan 3-1, membawa Indonesia ke semifinal. Sementara gelar pemain terbaik Kejuaraan ASEAN U16 Putri 2025 diberikan kepada gelandang timnas Australia Kaya Jugovic. Kemudian status kiper terbaik diserahkan kepada penjaga gawang Australia Annabelle Croll. Selain itu, ajang ini mencatatkan rekor penonton terbanyak sepanjang sejarah turnamen sejak pertama kali digelar pada tahun 2009.

ASEAN U16 Girls Championship 2025: Taklukkan Thailand, Australia Juara

Selebrasi Pemain Timnas putri Australia U16

Timnas putri Australia U16 berhasil merebut gelar juara Kejuaraan ASEAN Putri U16 2025 atau Piala AFF Putri U16 seusai menundukkan juara bertahan Thailand dengan skor tipis 1-0 di Stadion Manahan, Solo, Jumat (29/8/2025). Ini menjadi gelar kedua bagi Australia setelah sebelumnya menjuarai turnamen serupa pada 2009. Sejak awal laga, tim asuhan Michael Edward Cooper tampil agresif dengan beberapa peluang berbahaya, namun ketangguhan kiper Thailand Pimlapat Aeewong membuat babak pertama berakhir imbang tanpa gol. Gol penentu kemenangan lahir pada menit ke-49. Kiper Thailand gagal mengantisipasi tendangan bebas yang berujung bola liar, dan pemain pengganti Theodora Mickalad dengan sigap menyambar bola untuk membawa Australia unggul 1-0. Thailand mencoba bangkit dengan serangan bertubi-tubi, tetapi pertahanan solid Australia mampu meredam semua upaya. Kekalahan ini sekaligus menghentikan ambisi Thailand mempertahankan gelar untuk kali keempat secara beruntun. Australia sebelumnya juga menaklukkan Thailand 2-1 di fase grup, dan kemenangan di final memastikan mereka kini mengoleksi dua trofi dalam sejarah turnamen. Negara itu tersukses pada ajang itu adalah Thailand dengan koleksi tiga gelar juara, disusul Australia dengan dua trofi kampiunnya. Sumber: Berita Satu

ASEAN U16 Girls Championship 2025: Kalah dari Vietnam, Indonesia Peringkat Empat

Timnas Putri U16 Indonesia vs Vietnam

Hasil Timnas Putri U16 Indonesia vs Vietnam dalam lanjutan Piala AFF Putri U16 2025 di ASEAN U16 Girl’s Championship 2025, Jumat (29/8/2025) sore memastikan Vietnam meraih peringkat ketiga. Skor adu penalti Timnas Putri U16 Indonesia vs Vietnam dalam perebutan tempat ketiga Piala AFF Putri U16 2025 di Stadion Manahan, Surakarta adalah 6-7. Saat waktu normal, Vietnam mencetak gol lebih dulu via Thi Ngoc Anh (2′), sebelum dibalas Indonesia lewat gol Nafeeza Ayasha Nori (15′). Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit berakhir. Pertandingan langsung dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menentukan pemenang. Vietnam mengunci kemenangan adu penalti setelah penendang terakhir mereka, Thi Minh, berhasil mencetak gol. Sementara itu, Vivi Vera jadi penendang ketujuh Indonesia yang gagal menyarangkan bola. Adu tos-tosan pun berakhir dengan skor 6-7. Dengan hasil ini, Garuda Pertiwi gagal mengukir sejarah dengan meraih peringkat ketiga Piala AFF U16 Putri 2025. Laga perebutan tempat ketiga Piala AFF Putri U16 menjadi prestasi terbaik Timnas Putri U16 Indonesia selama berkiprah di ajang ini. Sumber: Kompas

Ratusan pebulu tangkis muda meriahkan kejuaraan Bupati Bekasi Open 2025

Iman Nugraha saat melakukan pertandingan eksebisi di acara pembukaan Kejuaraan Bulutangkis Bupati Bekasi Open Tingkat Jawa Barat 2025

Sedikitnya 800 pebulu tangkis muda dari berbagai klub di kabupaten maupun kota se-Jawa Barat memeriahkan kejuaraan bulu tangkis Bupati Bekasi Open 2025 di GOR Wibawa Mukti, pada 24-28 Agustus 2025. Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi Iman Nugraha saat membuka kejuaraan itu, Minggu, menyampaikan kejuaraan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas atlet bulu tangkis, khususnya di Kabupaten Bekasi. “Bulu tangkis merupakan olahraga yang sangat populer dan digemari, mulai dari usia dini hingga dewasa. Alhamdulillah, antusiasme peserta luar biasa. Ada 800 peserta yang mendaftar dan kalau tidak ditutup, jumlahnya bisa mencapai 1.000 peserta,” katanya. Iman berharap para atlet muda ini dapat terus mengembangkan bakat mereka dan menjadi pebulu tangkis handal di masa depan seperti sosok Susi Susanti hingga Taufik Hidayat. “Kuncinya adalah semangat dan giat berlatih. Jadikan kejuaraan ini sebagai ajang untuk mengukur kemampuan setelah berlatih di klub masing-masing,” katanya. Ketua Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Bekasi, Ahmad Sayuti berharap ajang ini bisa berlangsung secara berkesinambungan mengingat pembinaan atlet tidak hanya menjadi tanggung jawab PBSI melainkan juga membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah. “Insyaallah, dari kegiatan ini akan lahir atlet-atlet berbakat yang mampu berkiprah di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya. Kejuaraan ini menjadi ajang penting bagi para atlet muda untuk menunjukkan kemampuan mereka dan bersaing secara sehat selain juga menjadi wadah pembinaan bagi generasi penerus pebulu tangkis profesional. “Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kejuaraan ini semoga dapat melahirkan bintang-bintang baru yang akan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia,” kata dia.

Atlet Renang Junior Indonesia Petik Pelajaran dari Kejuaraan Dunia

Tim renang junior Indonesia

Atlet renang junior Indonesia memetik pelajaran berharga dari keikutsertaan mereka dalam ajang World Aquatics Junior Swimming Championship 2025 pada 19-24 Agustus di Aquatics Complex Otopeni, Rumania. Pelatih tim renang junior Indonesia, Albert Christiadi Sutanto mengatakan kejuaraan dunia itu menjadi bekal untuk peningkatan prestasi di masa mendatang. “Secara garis besar memang atlet-atlet yang berangkat ini semua atlet muda ya. Dan kelimanya itu baru mengikuti kejuaraan dunia junior ini pertama kali,” kata Albert, dikutip dari ANTARA. Menurut Albert, lima atlet yang mengikuti World Aquatics Junior Swimming Championship 2025 hanya memiliki pengalaman bertanding di tingkat Asia Tenggara. Hal itu terlihat dari perbedaan hasil yang cukup signifikan ketika bersaing di level dunia. “Kalau di Asia Tenggara mereka terbiasa naik podium. Namun di kejuaraan dunia ini, peringkat mereka cukup jauh. Bahkan, yang tertinggi Michelle Fang di 12 besar dunia,” ujar Albert. Meskipun belum ada yang berhasil mencapai final atau masuk delapan besar, Albert menilai bahwa pengalaman tersebut menjadi titik evaluasi penting dalam pembinaan atlet muda, terutama dalam meningkatkan usaha dan sikap saat latihan. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa para atlet juga menghadapi tantangan aklimatisasi akibat waktu keberangkatan yang cukup mepet dengan jadwal lomba. “Karena kita berangkat hanya H-3 di perjalanan sehingga pada saat sampai itu sudah H-2. Nah itu juga secara waktu perbedaan lima jam ini cukup lumayan,” kata Albert. “Di Hungaria kemudian ke Rumania empat jam. Jadi ya sedikit ada jet lag lah. Namun saya rasa mereka cukup excited ya,” ujarnya. Kendala lain yang dihadapi adalah tidak terbiasa dengan waktu lomba yang bervariasi, mulai dari pukul 09.30 hingga 12.00 siang. Hal itu dinilai memengaruhi kesiapan mental para atlet. Selain itu, keterbatasan jumlah nomor yang diikuti juga membuat mereka harus menunggu lebih lama sebelum bertanding. Ke depan, Albert mengungkapkan rencana untuk membawa para atlet ke lebih banyak kejuaraan internasional di atas level Asia Tenggara sebagai bagian dari persiapan menuju ajang yang lebih besar, seperti Asian Youth Games. Meski belum meraih hasil maksimal, Albert optimistis terhadap masa depan para atlet muda, khususnya Michelle Fang yang nyaris memecahkan rekor nasional, dan Muhammad Akbar Putra Taufik yang berhasil memperbaiki waktu terbaiknya di dua nomor, yakni 200m gaya bebas putra dan 1500m gaya bebas putra dalam satu hari.

ASBC 2025: Tim Putra & Putri Indonesia Gagal Raih Poin Penuh

Kenneth Leebron Huang

Tim Nasional (Timnas) Basket Putra dan Putri Indonesia harus mengakui keunggulan lawan mereka pada laga perdana mereka di 9th Asian School Basketball Championships (ASBC) 2025. Bertanding di GOR Manahan Solo pada Senin, 25 Agustus 2025, skuad putra Indonesia kalah dengan skor 96-82 atas China. Meski demikian, asa Indonesia untuk melaju ke fase berikutnya masih ada. Mereka masih memiliki dua pertandingan sisa di fase grup. Paling dekat, Indonesia dijadwalkan bertemu dengan Thailand pada Selasa, 26 Agustus 2025 pukul 13.00 WIB. Pertandingan ini akan berlangsung di Sritex Arena, Solo, yang juga menjadi venue utama ASBC 2025. Sementara itu, Timnas Basket Putri Indonesia juga harus menelan pil pahit di laga perdana mereka. Bertanding di GOR Manahan Solo, Senin 25 Agustus 2025, skuad Indonesia juga takluk dari China dengan skor 66-53. Pada laga kedua, Timnas Basket Putri Indonesia akan bersua dengan Singapura, Selasa, 26 Agustus 2025 pukul 08.00 WIB, bergeser ke Sritex Arena, Solo. Partai ini bakal menjadi salah satu momentum kebangkitan sekaligus pembuktian bahwa skuad muda Indonesia mampu bersaing di level Asia.

Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah ASBC 2025

Tim Indonesia Untuk ASBC 2025

Indonesia siap menjadi tuan rumah ajang 9th Asian Schools Basketball Championships (ASBC) 2025 yang akan berlangsung di Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Kejuaraan ini digelar di dua venue utama, GOR Sritex Arena dan GOR Manahan, menghadirkan tim basket pelajar dari berbagai negara Asia, yakni Arab Saudi, Malaysia, China, Singapura, Thailand, Hong Kong, dan tuan rumah Indonesia. Adapun acara pembukaan secara resmi digelar di Solo Paragon Hotel dan Residences pada 24 Agustus kemarin. Sementara Pertandingan Penyisihan berlangsung 25–28 Agustus, Semifinal & Final 29–30 Agustus, dan Penutupan pada tanggal 31 Agustus. Acara ini dibawah langsung arahan Menpora RI Dito Ariotedjo, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Surono, dan Ketua Panitia Luhur Dewanthono. Ajang ini tidak sekadar kompetisi internasional di level Benua Asia, tetapi juga menjadi wadah solidaritas, integrasi, interaksi dan pertukaran budaya antarnegara Asia. Juga mempererat persahabatan pelajar Asia; serta meningkatkan kesatuan diplomasi negara-negara kawasan Asia melalui semangat sportivitas. Menpora RI menyatakan komitmennya untuk menjadikan event ini sukses. “Indonesia siap menjadi tuan rumah yang tidak hanya menggelar kejuaraan basket pelajar Asia, tetapi juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat sport diplomacy dan menginspirasi generasi muda agar semakin mencintai olahraga,” ujar Dito Ariotedjo. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Surono, menegaskan bahwa ajang ini penting untuk pembinaan atlet muda usia pelajar. “ASBC 2025 adalah kesempatan emas untuk mengasah mental juara dan memberi pengalaman bertanding internasional bagi atlet-atlet pelajar kita,” katanya. Dukungan itu membuat Ketua Panitia penyelenggara Luhur Dewanthono yang juga Tenaga Ahli Menpora, memastikan bahwa seluruh persiapan telah berjalan baik. “Opening Ceremony sudah mendekati 100 persen. Kami pastikan venue, keamanan, dan kenyamanan peserta sesuai standar internasional,” ujarnya. Kemenpora berharap kejuaraan ini membawa dampak positif bagi olahraga pelajar, pariwisata, dan citra Indonesia di mata dunia.

ASEAN U16 Girls Championship 2025: Kalahkan Malaysia, Indonesia Juara Grup

Timnas Putri U16 Indonesia

Timnas Putri U16 Indonesia menjadi juara grup klasemen Piala AFF Putri U16 2025 atau ASEAN Girl’s Championship 2025 usai mengalahkan Malaysia, Minggu (24/8/2025). Bermain di Stadion Manahan, Solo, Timnas Putri U16 Indonesia berhasil meraih kemenangan 3-1 atas Malaysia. Pasukan Timo Scheunemann tampil impresif sejak awal laga. Mereka membuka keunggulan melalui gol cepat Nasywa Salsabila Fatah di menit ke-4. Tak butuh waktu lama, penalti Jazlyn Kayla Firyal pada menit ke-15 menambah keunggulan Indonesia menjadi 2-0 di babak pertama. Memasuki paruh kedua, Malaysia sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Nur Laila Syamila. Namun, Garuda Pertiwi merespons dengan cepat. Pemain pengganti Vivi Vera Fernanda mencetak gol ketiga, memastikan skor akhir 3-1 untuk kemenangan Indonesia. Kemenangan ini membuat Timnas Putri U16 Indonesia mengamankan posisi juara Grup A Piala AFF Putri U16 2025. Selain itu, Garuda Pertiwi memastikan satu tiket ke babak semifinal ASEAN U16 Girl’s Championship 2025. Sebab, dengan kemenangan atas Malaysia, Timnas Putri U16 Indonesia mengoleksi 6 poin dari dua laga yang telah dijalani. Sementara Malaysia harus puas di posisi runner-up dengan 3 poin dan menunggu hasil laga terakhir Grup B dan C untuk menentukan status runner-up terbaik.