Menanti Kiprah Altalariq Ballah Sang Debutan Timnas Indonesia

Menanti Kiprah Altalariq Ballah Sang Debutan Timnas Indonesia

Beberapa waktu lalu, pelatih tim nasional sepak bola Indonesia, Shin Tae-yong, memanggil 34 nama pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC). TC ini sebagai persiapan menghadapi tiga pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 grup G di Uni Emirat Arab (UEA). Diantara 34 nama tersebut, ada Altalariq Erfa Aqsal Ballah yang juga merupakan pemain muda. Pemain kelahiran 30 Desember 2000 ini menjadi amunisi baru Timnas Indonesia. Altalariq merupakan salah satu empat pemain yang pertama kali dipanggil timnas senior bersama Marc Klok, Saddam Gaffar dan Irfan Jauhari. Keputusan Shin memanggil Altalariq sejatinya cukup menarik. Pasalnya, tidak banyak yang mengetahui sepak terjang eks pemain junior Persib Bandung ini. Bagi yang masih asing, Altalariq adalah pemain berposisi gelandang atau penyerang sayap keturunan Afrika. Ia merupakan anak dari eks legiun asing Liga Indonesia asal Liberia, Anthony Jomah Ballah. “Ya, Alhamdulillah ada kesempatan bisa dipanggil sama timnas. Bersyukur pada Allah juga. Terima kasih sama keluarga dan teman-teman yang bantu juga sehingga saya bisa dipanggil timnas,” kata Altalariq, dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa 27 April 2021. Anthony memulai kariernya di Indonesia dengan tampil di PSM Makassar, PSIS Semarang, Persita Tangerang, Arema Malang, dan Persebaya. Menariknya, Anthony cukup lama bermain untuk Persita yang kini dibela Altalariq. Bersama Persita, Anthony mencatatkan 56 penampilan dan mencetak enam gol. Ia biasa mengisi posisi gelandang dan pernah tiga kali tampil untuk Timnas Liberia. Keberhasilan membantu Arema memenangi Piala Indonesia pada 2006 menjadi prestasi terbaiknya di tanah air. Altalariq diketahui memulai kariernya di Persib. Dia pernah tampil di Elite Pro Academy Liga 1. Selain itu, pemain 22 tahun ini juga pernah mendapat beasiswa atlet dari Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung pada 2019. Namun, Altalariq memilih meninggalkan Persib dan bergabung dengan Persita. Ia pun mendapatkan kesempatan tampil membela tim inti Persita di Piala Menpora 2021. Di Piala Menpora, Altalariq turun tiga kali sebagai pemain pengganti. Meski tidak mampu mencetak gol, Altalariq menunjukkan penampilan apik dengan mengisi pos sayap kiri. Kecepatan dan kemampuan menggiring bolanya cukup menonjol. Meski demikian, sebagai debutan, Altalariq dipastikan tak akan mudah mendapatkan satu tempat di pos sayap Timnas Indonesia. Pasalnya, ia harus bersaing dengan nama-nama mumpuni semacam Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, dan Osvaldo Haay. Namun, bukan berarti peluang Altalariq tertutup. Apalagi, Shin dikenal sebagai pelatih yang tak segan memberikan kesempatan besar bagi wajah-wajah baru. Timnas Indonesia saat ini masih menempati posisi lima di klasemen grup G. Poin maksimal yang bisa diraih Timnas Indonesia adalah sembilan angka dengan catatan menang semua laga sisa. Sementara itu, yang lolos ke babak selanjutnya hanya juara grup dan runner-up, yang saat ini diisi oleh Vietnam (11 poin) dan Malaysia (9 poin). Selanjutnya, Garuda Nusantara akan melawan Thailand pada 3 Juni, lalu Vietnam 7 Juni, dan terakhir UEA pada 11 Juni. Daftar 34 nama pemain timnas Indonesia di TC Jakarta untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022: Nadeo Argawinata – Bali United M Riyandi – Barito Putera Aqil Savik – Persib Andy Setyo – Tira Persikabo Arif Satria – Persebaya Rachmat Irianto – Persebaya Ryuji Utomo – Penang FC Yanto Basna – PT Prachuap Elkan Baggot – Kings Lynn Town Nurhidayat – PSM Firza Andika – Tira Persikabo Salman Alfarid – Persija Pratama Arhan – PSIS Rifad Marasabessy – Tira Persikabo Asnawi Mangkualam – Ansan Greeners Koko Ari – Persebaya Evan Dimas – Bhayangkara FC Kadek Agung – Bali United Syahrian Abimanyu – Newcastle Jets Marc Klok – Persija Genta Alfaredo – Semen Padang Witan Sulaeman – FC Radnik Surdulica Adam Alis – Bhayangkara FC Egy Maulana – Lechia Gdansk Yakob Sayuri – PSM Irfan Jauhari – Persis Osvaldo Haay – Persija Kushedya Yudo – Arema FC Altalariq Ballah – Persita Dendi Sulistyawan – Bhayangkara FC Saddam Emiruddin – PS Sleman Septian Satria – Persik Kediri Braif Fatari – Persija M Rafli – Arema FC

Persiapan Piala AFF, Timnas Indonesia U-16 Seleksi Pemain

Persiapan Piala AFF, Timnas Indonesia U-16 Seleksi Pemain

Pelatih timnas Indonesia U-16, Bima Sakti, mulai menyeleksi puluhan pemain di Lapangan D, komplek Gelora Bung Karno Jakarta selama dua pekan untuk dipilih masuk ke dalam pemusatan latihan (TC) pada awal bulan depan. Seleksi yang berlangsung sejak 21 April hingga 2 Mei ini sebagai bagian dari persiapan menghadapi Piala AFF U-15 tahun ini di Indonesia. Di dua hari pertama, pemain seleksi ini menjalani gim internal. “Hari ini kami langsung melakukan internal game. Kita memberikan waktu dua hari, sekarang dan besok sore. Kemudian, di hari Sabtu dan Minggu nanti ada sesi kedua, hari Senin masuk sesi ketiga, begitu seterusnya hingga kelima di hari Minggu depan tanggal 30 April dan 1 Mei 2021,” ujar Bima, dilansir dari laman resmi PSSI. “Saya ingin memberikan kesempatan semua pemain yang kita seleksi di seluruh Asprov kemudian ada juga dari luar, kita berikan kesempatan juga dan itu memang sudah kita lihat sebelumnya, mendata, kita mengharapkan mereka bisa memberikan yang terbaik untuk bisa kita lihat dan kita pilih untuk di seleksi saat TC bulan Mei,” lanjutnya. Selain mencari yang terbaik, mantan kapten Timnas Indonesia ini menjelaskan jika TC ini nantinya kemungkinan akan diikuti 30 pemain. Bima berharap para pemain yang mengikuti seleksi dapat menjaga performanya, sehingga TC bisa berjalan dengan mulus. “Kalau memang dapatnya 30 pemain kita akan ambil, soalnya kita masih ada waktu untuk persiapan dan menjaring pemain-pemain terbaik. Tim ini dibentuk, sebagai persiapan menghadapi turnamen Piala AFF timnas U-15 di Indonesia sebagai tuan rumah, jadi kita memang mencari pemain-pemain kelahiran di 2006 dan 2007. Jadi timnas yang kemarin 2004 dan 2005 sudah lewat umurnya,” tegasnya. “Tentunya dengan tetap tampil luar biasa seperti saat hari pertama ini. Mereka bisa menikmati latihan dan internal game. Semoga juga mereka bisa lebih baik lagi, saya juga sarankan kepada mereka untuk enjoy saja, jangan takut salah dan kita nanti akan melihat, semoga bisa mendapatkan pemain-pemain yang terbaik,” ucapnya.

AFC Tunjuk Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Asia Wanita U-17

AFC Tunjuk Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Asia Wanita U-17

Indonesia resmi ditunjuk Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sebagai tuan rumah Piala Asia Wanita U-17 2022. Hal tersebut dipastikan setelah AFC menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) di Manama, Bahrain, Rabu (7/4/2021) lalu. Sementara, kepastian ini baru diumumkan PSSI melalui laman resminya pada Kamis (8/4/2021). Pada rapat Exco tersebut diambil sejumlah keputusan, diantaranya terkait tuan rumah Piala Asia Wanita U-20 dan U-17 tahun 2022. “Exco AFC memutuskan memberikan hak tuan rumah dari Piala Asia Wanita U-20 2022 kepada Asosiasi Sepak Bola Uzbekistan dengan tanggal baru yakni dari 4-17 April 2022. Sementara, Piala Asia Wanita U-17 2022 akan dihelat oleh PSSI pada 9-22 Mei 2022,” tulis pernyataan resmi AFC. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa PSSI siap menyelenggarakan event bergengsi tersebut. Dengan ditetapkannya Indonesia sebagai tuan rumah, PSSI pun akan berkoordinasi dengan semua pihak demi sukses ya gelaran tersebut. “Alhamdulillah bersyukur PSSI mendapat kepercayaan dari AFC untuk menggelar Piala Asia Wanita U-17 tahun 2022. Turnamen tersebut menjadi persiapan PSSI untuk menggelar Piala Dunia U-20 2023 mendatang agar sama-sama berjalan sukses dan lancar,” kata Iriawan. Iriawan berharap pada tahun depan pandemi Covid-19 sudah mereda dan tidak tertutup kemungkinan Piala Asia Wanita U-17 dapat dihadiri penonton secara langsung. “Tentu kami akan mempersiapkan dengan baik Timnas Wanita U-17 agar dapat bersaing dan berprestasi di turnamen tersebut. PSSI akan bekerja keras agar menjadi tuan rumah yang baik dan sukses dalam penyelenggaraan,” tambahnya. Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa mengatakan bahwa penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat pada gelaran AFC Champions League 2020 di Doha, Qatar, dijadikan dasar yang dapat digunakan pada tahun kompetisi di tahun 2021. Ia pun berterimakasih kepada seluruh anggota AFC yang menujukkan antusiasnya untuk menjadi tuan rumah penyelenggara kompetisi Asian Qualifiers, AFC Champions League dan AFC Cup dengan format sentralisasi. “Suksesnya penyelenggaraan AFC Champions League 2020 telah memberikan contoh sebagai dasar mengawali kompetisi tahun 2021 dengan keyakinan yang lebih baik. Terima kasih dan apresiasi yang tulus kami sampaikan kepada seluruh anggota AFC yang sudah sepakat untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan kompetisi baik untuk pertandingan tim nasional dan klub pada tahun 2021 ini,” kata Sheikh Salman. “Merupakan hal yang penting bagi kita semua untuk menunjukkan kepada dunia bahwa sepak bola Asia sudah siap untuk kembali. Untuk para pemain, tim dan suporter dari berbagai benua, dan sama pentingnya bahwa, kita harus membuktikan bahwa AFC terus berupaya melakukan semua hal terbaik untuk mewujudkan kompetisi yang aman dan bertaraf kelas dunia seperti yang tertuang pada visi AFC. Kami juga mengucapkan apresiasi tinggi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, yang hadir pada rapat Exco AFC di Bahrain. Selain itu berterimakasih kepada FIFA atas dukungan yang terus diberikan kepada AFC beserta anggotanya, khususnya pada masa-masa penuh tantangan seperti sekarang ini,” tukas Sheikh Salman.

Muhammad Dzaky, Pemain Termuda Pada Turnamen ePiala Indonesia 2021

Muhammad Dzaky, Pemain Termuda Pada Turnamen ePiala Indonesia 2021

Turnamen ePiala Indonesia 2021 yang digelar PSSI di Hotel Ibis Slipi, Jakarta telah resmi berakhir pada Sabtu (3/4) malam. Ajang eFootball resmi FIFA yang baru pertama kalinya digelar di Indonesia ini memunculkan Moehamd Zulisar sebagai juara. Namun, ada satu orang yang mencuri perhatian. Ya, dia adalah Muhammad Dzaky asal Sulawesi Selatan. Pada turnamen yang diikuti oleh 48 peserta tersebut, sebetulnya ada dua pemain termuda yang ikut berpartisipasi dalam gelaran ini dan lolos ke babak 8 besar. Mereka adalah Kevin Naufal Firmansyah asal Jawa Barat dan Muhammad Dzaky Firdaus asal Sulawesi Selatan. Keduanya diketahui masing-masing berusia 20 tahun dan 17 tahun. Meski usia mereka terbilang muda, namun keduanya mampu menumbangkan lawan-lawan yang sarat pengalaman dan menembus babak 8 besar turnamen ePiala Indonesia. Pada babak 16 besar, Kevin berhasil mengalahkan Muhammad Ikhsan dari DKI Jakarta dengan skor 6-3, sementara Dzaky menumbangkan perlawanan Guntur Wicaksono dengan skor tipis 5-4. Keikutsertaan keduanya dalam turnamen ini terasa istimewa karena pengalaman yang didapat terutama ketika bertemu dengan pemain-pemain pro lainnya. “Saya merasa deg-degan ketika mengikuti turnamen ini. Apalagi untuk lolos ke babak 8 besar saya bertemu dengan kak Guntur Wicaksono. Kak Guntur adalah pemain yang cukup dikenal di kalangan pemain FIFA, sementara saya jarang menggunakan mode permainan FIFA Ultimate Team (FUT). Saya senang sekali bisa ikut turnamen ini dan mengalahkan salah satu pemain kuat di turnamen,” ungkap Muhammad Dzaky. Hal yang sama juga diutarakan Kevin Nauval yang berhasil mengalahkan salah satu unggulan Muhammad Ikhsan. Kevin yang mengidolakan salah satu pemain pro Muhammad Egga Aditya atau Eggsy merasa bersyukut biasa berpartisipasi dengan pemain idolanya. “Saya sangat excited mengikuti turnamen ini. Dapat pengalaman baru untuk bertemu dan bertanding dengan pemain-pemain pro yang sudah biasa mengikuti kompetisi internasional. Diluar kompetisi dan sebelum pandemi, biasanya kami bertemu dengan beberapa pemain untuk membahas permainan atau main PlayStation bersama. Tapi untuk berada dalam satu turnamen sangat jarang. Senang karena salah satu pemain pro favorit saya juga ikut dalam turnamen resmi dari FIFA ini bersama saya,” ujar Kevin. Dihari ketiga penyelenggaraan turnamen, sayangnya langkah Kevin harus terhenti di babak 8 besar, pada Sabtu (3/4) pagi. Sementara Muhammad Dzaky, harus terhenti di babak semifinal. “Menurut saya kompetisi yang ada sudah bagus. Kompetitor yang dihadapi semuanya sama kuat sejak awal turnamen. Saya bukan dari Jakarta dan jauh-jauh ke sini untuk ikut turnamen ini. ini sangat berharga untuk pengalaman dan saya pribadi. Pemain FIFA bukan hanya dari Jakarta, banyak pemain diluar sana yang ingin merasakan atmosfer kompetisi juga. Semoga turnamen-turnamen seperti ini kedepannya akan sering dilakukan,” tutup Dzaky.

Sabreena Dressler Bicara Soal Tantangan Di Timnas Wanita

Sabreena Dressler Bicara Soal Tantangan Di Timnas Wanita

Pesepakbola putri, Sabreena Dressler merupakan satu dari sekian nama yang dipanggil ikut pemusatan latihan timnas Indonesia putri di Jakarta pada 8-31 Maret 2021. Dara berusia 20 tahun tersebut mengakui tak mudah menjalani program yang diberikan pelatih Rudy Eka Priyambada. Saat ini, Sabreena dan 37 pemain lain sedang mengikuti (TC) Timnas Wanita Indonesia untuk proyeksi SEA Games 2021 Vietnam. Sabreena tak pernah menyangka satu dari sekian banyak mimpinya terwujud. Pemain asal DKI Jakarta ini tak berhenti bersyukur karena salah satu impiannya untuk mengikuti seleksi dan pemusatan latihan (TC) timnas wanita Indonesia bisa tercapai di awal tahun 2021 ini. Dilansir laman resmi PSSI, Sabreena mengaku jika minat terhadap olahraga sepakbola yang ia miliki berawal dari hobi berolahraga saja. “Dari kecil saya sudah menyukai olahraga tetapi sejujurnya saya tidak pernah main sepak bola. Saya baru mulai bermain sepakbola sejak usia 12 tahun. Saat itu di sekolah saya tidak ada tim sepak bola putri, karena tidak ada yang suka bermain bola. Saya bergabung dengan tim putra dan mulai mengikuti turnamen kecil sepakbola putri antar sekolah,” kata Sabreena. Setelah menyadari dirinya mampu bermain sepakbola, Sabreena memutuskan untuk mengasah kemampuannya di Pro Direct Academy pada tahun 2018. Namun sayangnya tak lama berselang ia bergabung bersama Pro Direct, pemain berdarah campuran Jerman-Indonesia ini dibekap cedera selama delapan bulan, hingga akhirnya menetap beberapa waktu di Jerman. Setelah sedikit pulih dari cedera, Sabreena pun kembali ke Indonesia dan tak lama setelah itu tepatnya pada tahun 2019, dirinya pun dipanggil untuk memperkuat Persija Putri pada kompetisi tertinggi sepakbola putri di Indonesia, Liga 1 Putri 2019. “Saat saya dikontrak dengan Persija, rasanya sungguh luar biasa senang, karena bertepatan dengan sembuhnya saya dari cedera. Seperti momen comeback dan keajaiban yang ditunggu-tunggu. Sayangnya saat di Persija saya memang belum banyak mendapatkan kesempatan bermain karena kondisi yang belum fit seratus persen,” ujar Sabreena. Kini Sabreena masuk dalam seleksi dan pemusatan latihan Timnas Wanita. Tiga pekan sudah pemain yang berposisi sebagai gelandang sayap ini berada dalam TC dibawah asuhan pelatih Rudy Eka Priyambada. Ini menjadi pencapaian yang luar biasa untuk Sabreena selama dirinya berkarier dalam dunia sepakbola. “Senang sekali saya bisa masuk seleksi dan TC. Keinginan untuk masuk ke timnas sudah ada sejak lama, tapi saya sadar fisik dan skill saya belum cukup bagus untuk bisa diperhitungkan di timnas, apalagi pernah dibekap cedera. Dipanggil ikut TC saja sudah sangat bersyukur. Saya aku coba menunjukkan yang terbaik dan berusaha lebih keras lagi,” lanjutnya Sabreena pun menyadari latihan yang dijalani bersama timnas jauh lebih intens dan berat daripada latihan lainnya. Anak keempat dari empat bersaudara ini mengaku materi yang diberikan selama pemusatan latihan menjadi tantangan tersendiri untuk dirinya. “Materi yang diberikan tentu lebih susah daripada yang di klub apalagi dari segi fisik. Di sini benar-benar dilatih fisiknya. Drill-drill yang diberikan juga intens dan menantang. Namun yang terpenting adalah pembentukan mental. Mental kita benar-benar ditempa disini. Di sini kami dituntut untuk selalu fokus, baik saat latihan atau pertandingan, karena kita bermain untuk negara,” tambah Sabreena “Tidak ada kesulitan beradaptasi sama teman-teman karena saya orangnya mudah bersosialisasi dengan orang lain dan saya tahu berbicara bahasa Indonesia dengan lancar juga, jadi tidak ada kesulitan untuk bergabung dengan yang lain selama TC ini,” tutupnya.

Belum Ada Kompetisi, Akademi PS Sleman Tetap Berlatih

Guntur Cahyo Utomo

Kompetisi sepak bola di Indonesia dari segala usia masih belum bergulir karena izin dari pihak Kepolisan RI belum dikeluarkan. Namun, akademi PSS Sleman tetap menggelar latihan dan kegiatan pembinaan pemain muda. Mereka tetap mempersiapkan tim menghadapi kompetisi tahun 2021. Tim U-16, U-18 dan U-20 tetap berlatih sejak September 2020. Kepala Development Center PSS, Guntur Cahyo Utomo, menjelaskan saat ini terdapat lebih dari 70 pemain yang berstatus trial. Mereka berlatih dengan didampingi tim pelatih, analis dan kitman. Menurut Guntur, terhentinya kompetisi tentu merugikan bagi tim. Karena menghambat perkembangan pemain akibat tak adanya pertandingan yang kompetitif. Akan tetapi, Guntur juga melihat sisi positif dari tidak adanya kompetisi ini. “Terhentinya kompetisi usia muda memang merugikan karena tak adanya medium untuk bertanding secara kompetitif,” kata Guntur kepada wartawan, Minggu (13/12/2020). “Namun, pada sisi lain didapatkan keuntungan untuk mengembangkan dan bereksperimen berbagai hal, tanpa dikejar kompetisi,” lanjutnya. Peran penting akademi sepakbola, kata Guntur, tak hanya dilihat dari aspek pembinaan. Tapi juga pengembangan bisnis sebuah klub. Saat ini manajemen PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) juga mempersiapkan lapangan latihan untuk para pemain Akademi PSS. Lapangan itu berlokasi di daerah Prambanan. “Memang dibutuhkan modal tidak kecil untuk mewujudkan sebuah akademi yang benar-benar siap dan profesional. Namun keuntungan yang didapatkan bagi sebuah klub tidaklah sedikit, baik untuk bibit atau calon-calon pemain yang akan memperkuat tim senior maupun dari aspek bisnis,” paparnya. Para pemain Akademi PSS pada 2020 ini juga menorehkan catatan tersendiri. Terdapat 6 pemain yang terpilih bergabung dengan tim senior PS Sleman, dan 5 pemain ke klub lain. Selain itu 6 pemain muda dipanggil tim nasional. Satu pemain ke Timnas U-19, 4 peman saat ini mengikuti seleksi Timnas U-16 dan 1 pemain terpilih dalam skuat Garuda Select III. “Catatan itu membuat Akademi PSS makin bersemangat untuk terus mengembangkan bibit-bibit pemain muda ke level yang lebih tinggi,” kata Guntur. Selain itu, keberhasilan para pemain Akademi PSS berhasil menembus timnas juga membuktikan bahwa pembinaan pemain tidak bisa dilakukan secara instan. Bibit-bibit pemain usia muda harus dicermati, diberikan jalan untuk bisa lebih berkembang, dan salah satunya melalui Akademi PSS. Menurut Guntur yang pernah menjadi asisten pelatih timnas U-19, tim Development Center PSS juga menyiapkan buku “Super Elja Method”. Buku ini merupakan panduan mengembangkan pemain terutama dalam tataran teknis. Tujuan buku ini, tambahnya, agar ada ukuran apakah metode yang sudah diterapkan sukses atau tidak. Buku tersebut nantinya bisa disebarluaskan agar ada keseragaman, terutama untuk sepakbola di akar rumput. “Kami berharap akhir Desember 2020 buku itu sudah selesai cetak,” pungkasnya.

Kapuas Hulu Kirim 3 Atlet Untuk Ikuti Seleksi Timnas U-19 di Pontianak

Kapuas Hulu Kirim 3 Atlet Untuk Ikuti Seleksi Timnas U-19 di Pontianak

PSSI kembali melakukan pencarian bakat baru pemain untuk skuat Timnas U-19. Tiga atlet sepak bola Kapuas Hulu ikut seleksi Timnas U-19. Seleksi dilakukan hingga ke setiap daerah di Indonesia salah satunya Seleksi Pemain Timnas U-19 yang diselenggarakan di Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam kesempatan seleksi Timnas U-19 kali ini tiga orang atlet sepak bola Kapuas Hulu Kalimantan Barat mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi Tim Nasional (Timnas) di bawah usia 19 tahun (U-19) di Pontianak. “Tiga atlet kita itu sudah berangkat ke Pontianak mengikuti seleksi Timnas U-19, sesuai permintaan dari Persatuan sepak bola seluruh Indonesia (PSSI) Pontianak,” kata Ketua Asosiasi kabupaten (Askab) PSSI Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat, di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu. Menurut Wahyudi, tiga pemain sepakbola muda asli Kalimantan Barat tersebut memang memiliki potensi dan sering mengikuti turnamen atau kejuaraan sepak bola seperti Gala Siswa Indonesia dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Wahyudi menyebutkan ketiga pemain muda tersebut terdiri dari Gabriel Batistuta Lawing, Fanni Muhammad dan Lecovic Renold Uvaan. “Pelatih Timnas U-19 ingin melihat langsung secara fisik, sehingga mereka bertiga kita kirim ke Pontianak, dengan harapan ketiganya bisa lolos seleksi dan mengharumkan nama daerah dan Timnas,” kata Wahyudi yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Kapuas Hulu. Ketiga atlet sepak bola itu dua orang berasal dari daerah Mendalam Kecamatan Putussibau Utara dan satu pemain lainnya berasal dari Kedamin Kecamatan Putussibau Selatan. Wahyudi berharap ketiga pemain asal Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat ini bisa mendapat kesempatan untuk lolos mengikuti pemusatan latihan Timnas U-19 dibawah asuhan langsung pelatih Timnas asal Korea Selatan Shin Tae-yong.

Jadi Pemain Termuda di TC Timnas Wanita, Salwa Wujudkan Mimpi Bermain dengan Idola

Jadi Pemain Termuda di TC Timnas Wanita, Salwa Wujudkan Mimpi Bermain dengan Idola

Timnas Indonesia putri memang tengah melakukan pemusatan latihan. Sebanyak 38 pemain berlatih di bawah arahan komando pelatih Rudy Eka Priyambada. Dalam pemusatan latihan kali ini, Rudy Eka Priyambada memang memanggil wajah-wajah baru. Bahkan tak sedikit dari mereka yang baru pertama kali dipanggil oleh timnas Indonesia. Salwa Rafidatun Nabila menjadi salah satu pemain yang dipanggil pelatih Rudy Eka Priyambada pada seleksi dan pemusatan latihan (TC) Tim Nasional Wanita di Jakarta. Pemain yang akrab disapa Salwa ini tidak pernah menyangka bahwa kecintaannya terhadap dunia sepak bola, ternyata berhasil membawanya terbang dari kampung halaman ke Jakarta demi mengikuti rangkaian seleksi. Salwa memang menarik perhatian karena dirinya menjadi pemain termuda yang ikut pada seleksi Timnas wanita saat ini. Pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang ini memang bersaing dengan beberapa nama yang tidak asing dibawah mistar gawang skuat Garuda Pertiwi, seperti kiper Timnas Norffince Boma, serta dua kiper lain yang juga pernah mengikuti Timnas Putri U-16, Adinda Citra dan Fani. Salwa yang masih berusia 15 tahun ini merasa bersyukur karena mendapat kesempatan untuk merasakan atmosfer seleksi dan TC hingga level Tim Nasional. “Waktu saya dapat kabar dipanggil untuk seleksi dan ikut TC, saya dan orang tua sangat kaget karena dapat kesempatan ikut seleksi ke Jakarta. Sampai sekarang rasanya masih campur aduk antara gugup, takut dan senang sekaligus bangga karena bisa dipanggil ikut seleksi ini,” ungkap Salwa. Pemain yang kini duduk di bangku kelas 8 SMP Negeri 1 Kretek, Bantul ini mengaku baru satu tahun terakhir menekuni sepakbola. Itu pun berawal dari kompetisi internal di sekolah yang memainkan anak-anak perempuan dalam kompetisi mini sepak bola. “Awal saya bermain sepakbola saat saya masih kelas 7, tepatnya saat pertandingan kecil antar kelas. Di kompetisi itu sebenarnya saya menjadi pemain depan, tetapi pelatih saya di sekolah mengarahkan saya jadi kiper. Sempat tidak mau, tapi saya coba untuk jadi kiper dan kebawa sampai sekarang, saya pun latihan di klub Protaba Bantul dengan posisi yang sama hingga saat ini” lanjut Salwa. Ada hal menarik ketika Salwa tiba di Jakarta untuk mengikuti seleksi dan pemusatan latihan Timnas Wanita. Anak ketiga dari tiga bersaudara ini bertemu dengan pemain sepakbola wanita idolanya yakni Zahra Muzdalifah. “Masuk dalam seleksi sudah luar biasa bersyukur karena mendapat ilmu baru dari pelatih yang ada. Masuk TC ini juga ada pemain idola saya kak Zahra Muzdalifah. Masih tidak menyangka bisa latihan bersama,” ujar Salwa. Mendapat suntikan motivasi dengan berlatih dengan sang idola, Salwa pun berkomitmen untuk menjalani latihan bersama tim yang sedianya diproyeksikan untuk SEA Games 2021 di Vietnam ini. “Ini kesempatan langka bagi saya untuk berlatih bersama pelatih dan kakak-kakak senior. Awalnya saya masih malu-malu, tetapi alhamdulillah bisa beradaptasi dengan cepat dengan semuanya. Saya akan latihan dengan sungguh-sungguh dan fokus selama seleksi ini” tutup Salwa. Sebelumya pelaksanaan TC untuk timnas Wanita diapresiasi oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Ia menyebut ini adalah momentum yang baik. Apalagi timnas wanita satu tahun lebih belum ada kegiatan karena pandemi Covid-19. “Alhamdulillah TC untuk timnas wanita bisa digelar di awal tahun ini. Saya berharap para pemain bekerja keras, disiplin dan berlatih secara maksimal di TC ini,” kata Iriawan. Iriawan pun mengingatkan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan ketat bagi semua pihak yang menjadi TC ini. “Kesehatan dan kedisiplinan menjadi hal terpenting saat penyelenggaraan TC di tengah pandemi. Mari kita sama-sama disiplin, baik saat latihan maupun menerapkan protokol kesehatan untuk keselamatan kita bersama” pungkasnya.

Nasihat Marc Klok Untuk Pemain Muda Indonesia

Nasihat Marc Klok Untuk Pemain Muda Indonesia

Pemain Persija Jakarta, Marc Klok, memberikan nasihat kepada para pesepakbola muda Indonesia. Gelandang berusia 27 tahun itu menuturkan bahwa seorang pesepakbola harus berani untuk keluar dari “zona nyaman”. Hal itu diungkapkan Klok dalam wawancaranya dengan konfederasi sepakbola Asia (AFC). Klok berharap, pemain muda harus “berani” ketika ada tawaran untuk berkarir di luar negeri demi meningkatkan kemampuan diri sendiri. AFC sebelumnya menyoroti sejumlah pemain muda Indonesia yang memilih berkarir di Eropa maupun Asia. AFC menyebut ada lima pemain muda memilih berkarir di Eropa, yakni Witan Sulaeman yang merumput bersama klub Serbia, FK Radnik Surdulica, Egy Maualana Vikri (Lechia Gdansk/Polandia), Elkan Baggott (Ipswich Town/Inggris), Brylan Aldama (HNK Rijeka/Kroasia), dan Bagus Kahfi (FC Utrecht/Belanda). Sedangkan tiga lainnya memilih berkarir di kompetisi Asia, seperti Todd Rivaldo Ferre yang memperkuat klub Thailand, Lampang FC, Syahrian Abimanyu (Newcastle Jets/Australia), dan Asnawi Mangkualam Bahar (Ansan Greeners/Korea Selatan). “Jika kita bicara dari sisi profesionalisme dan struktur, ada beberapa liga yang bagus di Asia. Jika pemain Indonesia mendapatkan pengalaman di sana, itu akan sama seperti bermain di Eropa,” ujar Klok. “Bukan berarti Eropa itu lebih bagus dibandingkan negara-negara [Asia] itu. Jika mereka pergi ke kompetisi elit Asia, atau Eropa, itu hanya membuktikan mereka berani keluar dari zona nyaman.” lanjutnya. “Itu merupakan faktor paling penting buat mereka untuk berkembang. Jika selalu berada di zona nyaman, mereka tidak akan pernah mendapatkan didikan dan perkembangan dengan cara yang berbeda, karena mereka tidak pernah mendapatkan dorongan yang bisa mereka peroleh di liga yang berbeda.” kata pemain kelahiran Amsterdam, Belanda, tersebut. Klok menambahkan, keberanian keluar dari zona nyaman bakal mendatangkan keuntungan tersendiri bagi sang pemain, terutama karir mereka di masa depan. Sebab, para pemain ini nantinya mempunyai pengalaman yang dapat meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia. “Sebagai pemain muda, Anda perlu bermain dan mengambil kesempatan berkarir di luar negeri. Mendapatkan kesempatan bermain di Eropa atau bahkan liga-liga terbaik di Asia dengan organisasi yang bagus dan level lebih tinggi, itu akan menjadi keuntungan buat mereka,” tutur Klok. “Itu akan menjadi modal dalam karir mereka. Sebab level struktur dan profesionalisme yang akan mereka lihat, bermain dengan cara berbeda, serta bagaimana cara hidup seorang atlet, tidak bakal mereka peroleh bila tetap menghabiskan karir di Indonesia.” “Saya sangat senang dengan mereka [yang berkarir di luar Indonesia], karena itu akan mencerahkan masa depan mereka. Saya berharap lebih banyak lagi yang mengikuti jejak pemain-pemain itu. Pada akhirnya, ini akan memberikan keuntungan tersendiri untuk persepakbolaan Indonesia agar menjadi lebih baik.” pungkasnya.

Jelang SEA Games, PSSI Ingin Timnas U-23 Lakoni Minimal Tiga Laga Uji Coba

Jelang SEA Games, PSSI Ingin Timnas U-23 Lakoni Minimal Tiga Laga Uji Coba

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-23 tengah melakukan pemusatan latihan/training camp (TC) di Stadion Madya dan Lapangan D, Jakarta. Saat ini, TC sudah memasuki pekan kedua. Berbagai menu latihan pun sudah diberikan tim pelatih demi perkembangan positif pemain timnas. Selain menggelar latihan, Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, meminta agar timnas U-23 menjalani tiga laga uji coba sebelum mengakhiri pemusatan latihan (TC) di Jakarta pada akhir Februari. Menurutnya, sudah ada beberapa tim yang bersedia menjadi lawan. “Saya meminta minimal ada tiga kali pertandingan persahabatan. Kalau bisa sebenarnya lima kali, tetapi melihat perkembangannya,” ujar Iriawan kepada awak media di Jakarta, Kamis (18/2/2021). “Kemudian sudah ada yang bersedia (menjadi lawan). Kalau tidak salah, Bali United dan Persib U-23,” tambahnya. Timnnas U-23 yang dipersiapkan untuk mengarungi SEA Games 2021 ini memang dijadwalkan menjalani TC di Jakarta hingga akhir Februari. Namun, hingga pekan kedua pelaksanaan TC, pelatih Shin Tae-yong masih terus membenahi fisik para pemain yang dinilai turun karena tidak bertanding hampir setahun. Iriawan pun mengaku setuju dengan program latihan pelatih asal Korea Selatan tersebut. Sebab menurutnya, bukan hal bagus juga jika para pemain dipaksa bertanding ketika kondisi kebugaran belum sempurna. “Saya juga meminta jangan melakukan ‘sparring’ dengan tim lain kalau fisik belum siap,” pungkas Iriawan. SEA Games 2021 dijadwalkan berlangsung di Vietnam, 21 November- 2 Desember. PSSI menargetkan medali emas dari ajang ini demi mengulangi prestasi serupa yang terakhir kali diraih pada 1991 silam. Saat ini, skuad Timnas Indonesia U-23 sudah lengkap. Dalam sesi latihan Rabu 17 Februari 2021, tiga pemain Osvaldo Haay, Braif Fatari, dan Rizky Pellu, sudah gabung. Mereka melengkapi formasi 36 pemain yang dipanggil oleh Shin Tae-yong. Sesuai aturan yang berlaku, SEA Games memberikan kelonggaran kepada para pesertanya untuk mendaftarkan dua pemain senior. Namun, aturan resmi untuk SEA Games kali ini terkait hal tersebut belum muncul sampai sekarang. Sementara untuk ajang SEA Games 2021 sendiri direncanakan akan berlangsung mulai bulan November mendatang di Hanoi, Vietnam. Pada SEA Games 2019 lalu, timnas Indonesia meraih perak usai kalah 0-3 dari Vietnam pada laga final yang berlangsung di Stadion Rizal Memorial Manila, Filipina.

Jalin Kerja Sama, SSB Bida Taruna Batam dan PSMS Medan Fokus Pembinaan Atlet Muda

Jalin Kerja Sama, SSB Bida Taruna Batam dan PSMS Medan Fokus Pembinaan Atlet Muda

Sekolah Sepak Bola (SSB) Bida Taruna Batam merupakan salah satu dari sekian sekolah sepak bola yang sedang terdampak dari pemberhentian sementara kompetisi reguler dari Asosiasi Kota (Askot) PSSI Batam. Alih-alih rehat sejenak, mereka justru memilih untuk tetap fokus terhadap pembinaan atlet usia dini. Hal ini seperti yang diungkapkan salah satu pembina SSB Bida taruna, Barnov Sihite saat ditemui di lapangan sepak bola Rusun BP Batam Sekupang, Minggu (14/2/2021) kemarin. “Pembinaan pemain itu sangat penting. Ibarat sebuah pohon, pembinaan itu adalah cara merawat akarnya agar tetap bagus sehingga pertumbuhan pohon juga bagus,” tegas Barnov, dilansir Tribun Batam. Lebih lanjut, Barnov menjelaskan jika beberapa program baru untuk para siswa pun telah dirancang oleh Yayasan Bida Taruna. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan salah satu klub ternama di Indonesia, PSMS Medan. “Kami sudah bicara dengan manajemen PSMS Medan. Melalui program itu, anak-anak Bida Taruna yang mau ikut seleksi pemain di sana dipersilakan oleh mereka,” tambahnya. Menurut Barnov, tujuan program itu adalah memberi kesempatan bagi siswa untuk bersaing di level kompetisi yang lebih tinggi dari biasanya. Mengingat, upaya untuk menyalurkan bakat para pemain muda di Batam masih sangat minim. “Anak-anak di Batam ini hanya perlu kesempatan. Seharusnya kompetisi lokal harus rutin diadakan sehingga pembinaan atlet usia dini tak berhenti begitu saja,” jelas pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Pembinaan Usia Muda PSSI Batam pada tahun 2011-2015 lalu. Keprihatinan Barnov terhadap pola pembinaan atlet sepak bola di Batam beralasan. Saat mengikuti Liga 3 tahun 2019 lalu, tim kebanggaan masyarakat Batam, PS Batam, didominasi oleh para pemain cabutan asal Jawa. Hal ini menurut Barnov, seharusnya menjadi pekerjaan rumah (PR) berat bagi seluruh insan sepak bola di Batam. “Pembinaan itu dimulai dari akademi, level 2, baru naik ke tim senior. Jadi berjenjang dan tak putus,” ungkapnya. Ke depannya, ia berharap agar klub senior asal Batam dapat menjalin kerja sama dengan SSB Bida Taruna ataupun SSB lainnya. SSB Bida Taruna sendiri diketahui sempat akan dibubarkan. Akan tetapi, karena tekad yang kuat dari tim pelatih dan seluruh peserta didik, SBB ini masih tetap eksis dan bertahan hingga sekarang. Selain program kerja sama dengan PSMS Medan, SSB Bida Taruna sendiri juga tengah merintis program sosial. Program itu terdiri dari dua kategori. Pertama adalah beasiswa bagi anak panti asuhan dan anak kurang mampu di Batam yang memiliki bakat sepak bola. Sedangkan program kedua adalah program orang tua asuh. “Jadi anak-anak itu diberikan kelonggaran untuk pembiayaan di SSB kami. Selama membawa surat keterangan dari panti asuhan. Kalau untuk kategori tidak mampu cukup dengan surat pengantar dari RT dan RW,” pungkas Barnov.

Mengenakan Batik, Bagus Kahfi Resmi Diperkenalkan FC Utrecht

Mengenakan Batik, Bagus Kahfi Resmi Diperkenalkan FC Utrecht

FC Utrecht telah resmi memperkenalkan Bagus Kahfi sebagai pemain mereka pada Jumat (5/1/2021) sore WIB. Dalam perkenalannya tersebut, Bagus tampak mengenakan batik berwarna coklat-hitam sembari difoto dengan memegang kostum kebanggaan FC Utrecht. Bagus Kahfi akan bersama dengan klub yang bermarkas di Stadion Galgenwaard tersebut hingga pertengahan tahun 2022 dengan opsi perpanjang kontrak selama dua tahun.   Meski dikenalkan oleh akun tim utama, Bagus Kahfi tak akan langsung tampil bersama FC Utrecht senior. Dia akan lebih dahulu diasah performanya di Jong FC Utrecht, tim usia muda yang tampil di Jupiler League, atau kompetisi kasta kedua Liga Belanda. Nama Bagus Kahfi mulai santer dibicarakan pencinta sepak bola Indonesia sebagai bakat muda usai penampilannya di timnas Indonesia kategori U-16 dan U-19 besutan Fakhri Husaini. Kala berada di timnas Indonesia U-16, dia membawa skuad Garuda Muda juara Piala AFF U-18 tahun 2018. Kemudian pada timnas Indonesia U-19, nama Bagus Kahfi tercatat sebagai pemain tersubur di ajang Piala U-18 AFF tahun 2019. Kemampuan tersebut yang membuat Bagus mendapatkan pujian dari Direktur Teknik FC Utrecht, Jordy Zuidam. “Bagus itu pemain yang kreatif dan mempunyai kemampuan teknik, dengan dribble yang bagus,” kata Zuidam di situs resmi FC Utrecht. “Dia sudah terbukti di klub dan tim muda Indonesia bahwa dia mempunyai kemampuan mencetak gol. Untuk Bagus, melangkah dari Indonesia ke Eropa merupakan salah satu yang besar,” lanjutnya. “Oleh karena itu, kami akan memberinya kesempatan untuk melakukan aklimatisasi dengan tim U-18. Di sana dia bisa beradaptasi dan menyatu dengan program kami. Kami akan melakukan apapun yang kami bisa untuk bisa melakukan pengembangan lebih lanjut, Bagus bersama kami dan melihat kesempatan dari ini,” kata dia menambahkan. Bagus Kahfi menjadi segelintir pemain muda Indonesia yang berkarier di Benua Eropa seperti Egy Maulana Vikri (Lechia Gdanks/Polandia), Witan Sulaeman (FK Radnik Surdulica/Serbia), dan Brylian Aldama (HNK Rijeka/Kroasia). View this post on Instagram A post shared by FC Utrecht (@fc_utrecht)

Resmi, AFC U-16 dan U-19 Tahun Ini Dibatalkan

Resmi, AFC U-16 dan U-19 Tahun Ini Dibatalkan

Komite Konfederasi Sepak Bola Asia (Asian Football Confederation – AFC) secara resmi membatalkan turnamen Piala AFC U-16 dan Piala AFC U-19 yang sedianya digelar tahun ini. Pandemi Covid-19 yang belum mereda menjadi alasan dan menambah jumlah turnamen yang dibatalkan setelah sebelumnya Piala Dunia U-20 juga urung untuk dilaksanakan tahun ini. Pembatalan ini sebenarnya sudah diprediksi jauh-jauh hari, terutama setelah pembatalan Piala Dunia U-20 2021. Apalagi, Federasi Sepakbola Yaman (YFA) sudah mengabarkan hal ini melalui Twitter dengan sumber informasi dari AFC. الاتحاد الاسيوي لكرة القدم يُقرر رسمياً إلغاء كأس آسيا للشباب والناشئين بسبب تداعيات انتشار جائحة كورونا ، مع احتفاظ اوزباكستان والبحرين بحق الاستضافة في النسختين القادمتين. pic.twitter.com/trxDh8mbD3 — YemenFA (@Yemenfa) December 31, 2020 Saat digelar pada 2023 nanti, sudah tidak ada lagi Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19. Hal itu sesuai keputusan AFC yang melakukan branding ulang 12 kejuaraan sebagaimana diumumkan pada 2 Oktober 2020. Ada 12 kejuaraan yang di-branding ulang oleh AFC dengan nama dan format baru. Titel ‘Championship’ dalam setiap kejuaraan di bawah naungan AFC diganti menjadi ‘Cup’. Misalnya, AFC U-23 Championship (Piala Asia U-23), diubah nama kejuaraannya menjadi AFC U-23 Asian Cup atau Piala Asia U-23. Selain itu, AFC juga memutuskan Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19 2020 menjadi edisi terakhir untuk kategori usia itu. Mulai 2023, Piala Asia U-16 akan menjadi Piala Asia U-17. Sementara Piala Asia U-19 juga akan diubah menjadi Piala Asia U-20 mulai 2023. Hal yang serupa juga terjadi di Piala Asia U-19 Putri yang akan berganti menjadi Piala Asia U-20 Putri mulai 2022. Piala Asia U-19 Putri 2019 menjadi edisi terakhir kejuaraan ini dengan kategori U-19. Khusus 2023, Bahrain dan Uzbekistan tetap akan menjadi tuan rumah Piala Asia U-17 dan Piala Asia U-20. Bahrain seharusnya menjadi tuan rumah Piala Asia U-16 tahun ini, sementara Uzbekistan untuk Piala Asia U-19. PSSI selaku induk olahraga sepak bola Indonesia, menerima keputusan ini dan memutuskan untuk fokus dengan persiapan dari timnas U-16 dan U-19. “Kita hormati keputusan ini. PSSI akan tunduk dan patuh terhadap apapun keputusan dari AFC. Penundaan ini membuat kita punya waktu yang panjang untuk mempersiapkan tim U-16 dan U-19,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Timnas U-19 Pulang Lebih Cepat Dari Spanyol

Timnas U-19 Pulang Lebih Cepat Dari Spanyol

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 tak kunjung menggelar laga uji coba selama berada di Spanyol. PSSI akhirnya memilih memulangkan mereka lebih cepat pada, Rabu (13/1/2021). Awalnya, David Maulana cs direncanakan menjalani pemusatan latihan/training camp (TC) di Spanyol hingga 31 Januari 2021 mendatang. Hal ini dipastikan oleh Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, setelah melihat perkembangan di Spanyol serta berkomunikasi dengan pelatih timnas U-19, Shin Tae-yong dan Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri. “Kami akhirnya memulangkan timnas U-19 lebih cepat. Hal ini karena timnas U-19 tidak dapat menjalani pertandingan uji coba yang sudah direncanakan. Keputusan ini dilakukan usai kami berkomunikasi dengan Pelatih Shin Tae-yong dan Direktur Teknik Indra Sjafri,” kata Yunus Nusi, dilansir dari laman resmi PSSI. Yunus menambahkan bahwa tujuan PSSI mengirimkan timnas U-19 ke Spanyol untuk menjaga mental skuat Garuda Muda. Ia menegaskan PSSI tetap berkomitmen terhadap timnas U-19. Meskipun Piala Dunia U-20 diundur ke tahun 2023, pemain-pemain ini akan menjadi pemain timnas U-23 atau timnas senior nantinya. “Semua uji coba tidak bisa dilaksanakan karena tidak mendapat izin dari pemerintah setempat karena Spanyol pandemi Covid-19 nya masih tinggi. Kami menghormati keputusan pemerintah setempat dan tidak bisa memaksakan berlama-lama di Spanyol. PSSI juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia yang sudah membantu kami agar dapat TC di Spanyol,” tambahnya. Yunus juga mengapresiasi semangat dan perjuangan pemain selama menjalani TC di Spanyol. Tentu ini menjadi pengalaman yang luar bisa dan meningkatnya skill, fisik dan lain-lainnya bagi pemain selama di Spanyol. “Memasuki pekan ketiga TC Spanyol, saya mendapat update bahwa pemain terus berkembang, disiplin dan bekerja keras. Tentu ini hal yang sangat baik dan menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi pemain profesional nantinya dan generasi penerus timnas U-23 atau timnas senior,” tukas Yunus. Timnas U-19 direncanakan akan mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng pada Kamis, 14 Januari 2021. Selama di Spanyol, timnas U-19 hanya melakukan latihan di lapangan, gym dan pertandingan internal game. Pada awalnya, PSSI telah menjadwalkan serangkaian agenda untuk Timnas U-19 bertanding. Mereka adalah Gimnastic Tarragona, Lleida Esportiu U-19, Sabadell U-19, Ceuta U-19, dan Arab Saudi U-19 yang juga terpaksa harus membatalkan seluruh agenda uji coba mereka.

Peran Ganda Zakiri Bersama Timnas U-19

Peran Ganda Zakiri Bersama Timnas U-19

Khairul Imam Zakiri merupakan salah satu Garuda Muda yang sedang menjalani pemusatan latihan/training camp di Spanyol sejak bulan Desember lalu. Namun, selain menjalani latihan seperti rekan-rekan lain, Zakiri ternyata memiliki peran lain bersama Timnas U-19. Peran ganda yang dimaksud adalah sebagai penerjemah pemain, pelatih dan ofisial bila menemui kesulitan berkomunikasi dengan orang disini. Seperti yang diketahui, Zakiri sudah cukup lama berada di Spanyol. Zakiri pernah merasakan ketatnya kompetisi Liga Spanyol. Ia tergabung bersama Gynnastica Ceuta, klub yang bermain di Division de Honor atau kasta tertinggi kompetisi U-19 Spanyol Grup 4. Ia juga pernah bermain di klub Spanyol seperti Real Valladolid dan Leganes, juga klub Ucam Murcia bersama Rendy Juliansyah. “Ya, saya cukup lama tinggal di Spanyol karena sekolah dan membela klub di sini jadi saya bisa berbahasa Spanyol. Saya senang Timnas U-19 dapat menjalani TC di sini,” kata Zakiri dalam laman resmi PSSI. Tak hanya lihai soal bahasa Spanyol, Zakiri juga cukup cemerlang saat melakoni TC kali ini. Pada laga uji coba internal terakhir, Minggu (10/1/2021), di Complex Esportiu Futbol Salou, Zakiri mencetak dua gol dan membawa timnya menang 2-1 atas tim ungu. Pemain kelahiran 19 Desember 2001 itu pun menyatakan bahwa ia bertekad untuk dapat terus berseragam Tim Nasional Indonesia. Meski ia sadar tidak mudah karena dibutuhkan kerja keras, disiplin dan selalu memberikan yang terbaik. “Saya bangga selalu dipanggil Timnas U-19 sejak 2019 hingga saat ini. Awalnya pada 2017 lalu saya sempat ikut seleksi Timnas U-19, namun saya belum dapat menembus tim utama. Hal tersebut menjadikan saya termotivasi untuk terus belajar dan tidak cepat puas,” tambah pemain kelahiran Jakarta tersebut. Biodata Nama: Khairul Imam Zakiri Tanggal Lahir: 19 Desember 2001 Tempat Lahir: Jakarta, Indonesia Posisi: Pemain Tengah Klub Saat Ini: Club Gimnastica Ceuta (Spanyol)

PSSI Pastikan Tidak Ada Praktik Jual Beli Manajer Timnas

PSSI Pastikan Tidak Ada Praktik Jual Beli Manajer Timnas U-19

Beberapa waktu lalu sepak bola Indonesia digemparkan dengan isu praktik jual beli untuk jabatan manajer timnas Indonesia U-19 untuk Piala Dunia U-20 2021. Namun, Badan Yudisial PSSI telah bergerak cepat dan menggelar sidang pada 7 Januari 2021 untuk mengklarifikasi isu tersebut. Isu jual beli tersebut muncul setelah beredar kuitansi penyetoran uang 100 ribu dolar Singapura (setara Rp1 miliar) di media sosial. Dalam keterangannya tertulis pemesanan tiket Piala Dunia U-20, dengan nama Achmad Harris (rekan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin), dan diterima oleh Djoko Purwoko (staf khusus Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan). Kedua orang tersebut dipanggil Badan Yudisial PSSI untuk diminta klarifikasi tentang isu yang beredar. Harris mengakui menyetor uang itu kepada Joko, tapi bukan untuk membeli jabatan manajer timnas Indonesia U-19. Harris menyatakan uang tersebut diberikan untuk bisnis probadi yakni bisnis tiket dan merchandise. Namun, karena Piala Dunia U-20 tahun ini dibatalkan FIFA, Joko akhirnya mengembalikan uang itu. FIFA memutuskan Piala Dunia U-20 2021 tidak jadi digelar karena belum berakhirnya pandemi virus corona. Indonesia tetap ditunjuk sebagai tuan rumah saat Piala Dunia U-20 dihelat 2023. Berikut kesimpulan Badan Yudisial PSSI: 1. Kedua pihak yakni Sdr Joko Purwoko dan Sdr Achmad Harris mengakui adanya transaksi senilai Rp1 miliar dalam bentuk mata uang dollar Singapura, yang diserahkan di Jakarta untuk kepentingan bisnis dalam gelara Piala Dunia U-20. 2. Bahwa tidak ada jual beli jabatan (manajer timnas Indonesia) di lingkungan PSSI. Berdasarkan keterangan Sdr Achmad Harris dan keterangan Sdr Joko Purwoko, bahwa berkaitan penyerahan uang sebesara 100.000 dollar Singapura hanya sebatas hubungan bisnis pribadi (bisnis tiket dan merchandise) dan sejak adanya keputusan FIFA untuk menunda Piala Dunia pada tahun 2023, maka uang sebesar 100.000 dollar Singapura telah dikembalikan dari Sdr Joko Purwoko kepada Sdr Achmad Harris, sehingga tidak ada kaitannya dengan PSSI dan tidak melibatkan ketua umum, sesuai dengan yang tertera dalam kuitansi yang ditandatangani oleh Sdr Joko Purwoko dari Sdr Achmad Harris yaitu untuk pembelian tiket sesuai copy kuitansi terlampir. 3. Kepentingan bisnis menyangkut penjualan tiket dan merchandise dimana kedua pihak menegaskan bahwa kepentingan bisnis murni yang dilakukan tidak ada kaitannya dengan jual beli jabatan Manajer tim nasional U-19 untuk Piala Dunia U-20, dan mengatasnamakan bisnis pribadi tanpa melibatkan Bapak Dody Reza. 4. Presiden Joko Widodo melalui KEPPRES No. 19 Tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 membentuk panitia nasional penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2021 yang disebut sebagai Indonesia FIFA U-20 World Cup 2021 Organizing Committee (INAFOC) dan melibatkan perwakilan lintas kementerian. INAFOC bertanggung jawab langsung kepada Presiden, Kepres No 19 Tahun 2020 Pasal 5 Ayat (1) huruf b, Ketua panitia Pelaksana INAFOC dijabat Menpora, Ketua panitia pelaksana bidang sarana dan perasarana Menteri PUPR dan Ketua pelaksana peningkatan prestasi Timnas U 20 dijabat Ketum PSSI, bahwa manajer timnas sampai saat ini berdasarkan Keppres Nomor 19 Tahun 2020 masih dipegang Ketua Umum PSSI berkaitan dengan Peningkatan Prestasi PSSI pada ajang Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang, demikian pula berkaitan dengan pertanggungan jawaban Anggaran APBN yang tidak memungkinkan jabatan Manager Timnas diserahkan kepada pihak lain.

Elkan Baggott Jadi Incaran Klub Raksasa Liga Inggris

Elkan Baggott Jadi Incaran Klub Raksasa Liga Inggris

Pemain belakang andalan timnas Indonesia U-19, Elkan Baggott, dirumorkan menjadi incaran beberapa klub Liga Premier Inggris. Elkan tengah dirumorkan diincar oleh empat klub Inggris yaitu Manchester United, Everton, Leeds United dan West Ham United sebagai target transfer musim dingin. Leeds dinilai paling serius, karena membutuhkan pemain belakang, mengingat tiga bek mereka dalam kondisi tidak bugar. Kabar kepindahan sang pemain makin berhembus kencang setelah Elkan dilaporkan menolak perpanjangan kontrak di Ipswich Town yang akan berakhir pada Juni 2021 mendatang. Namun, menurut media lokal Ipswich bernama East Anglian Daily Times mengklaim jika Elkan akhirnya menolak tawaran-tawaran tersebut dan setuju dengan penawaran kontrak baru di Ipswich Town. “Leeds dan West Ham termasuk di antara mereka yang tertarik kepada Elkan Baggott. Namun, bertentangan dengan laporan Football Insider, Elkan Baggott diperkirakan tidak menolak tawaran perpanjangan kontrak dan negosiasi sedang berlangsung,” tulis East Anglian Daily Times. “The Blues dipahami tetap yakin kesekapatan akan dilakukan. Baggott dan perwakilannya saat ini sedang mempertimbangkan tawaran kontrak klub,” imbuhnya. Salah satu penyebab Elkan begitu diminati adalah performanya yang mampu meningkatkan penampilan Ipswich Town, khususnya Ipswich Town U-18 dan U-23. Dalam semua laga yang diikutinya setelah pulang dari pemusatan latihan timnas U-19 Indonesia pada Oktober lalu, Baggott selalu memperoleh kemenangan. Saat menjalani debut bersama Ipswich Town Senior pada 6 Oktober 2020, pemain berpostur 195 cm itu membantu timnya menang 2-0 atas Gillingham FC. Bahkan ia turut mengantarkan Ipswich Town U-18 menembus putaran keempat dalam gelaran FA Youth Cup musim ini. Biodata: Nama: Elkan Baggott Tanggal Lahir: 23 October 2002 Tempat Lahir: Bangkok, Thailand Posisi: Pemain Belakang Klub Saat Ini: Ipswich Town (Inggris) Idola: Virgil van Dijk

Kembali Dipanggil Timnas U-19, Pemain Keturunan Jerman Ini Antusias

Kembali Dipanggil Timnas U-19, Pemain Keturunan Jerman Ini Antusias

Kelana Noah Mahessa menjadi salah satu pemain yang dipanggil oleh Shin Tae-yong untuk mengikuti pemusatan latihan/training camp (TC) di Negeri Matador, Spanyol. Seolah tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Kelana langsung memenuhi panggilan tersebut dan mengaku bangga. Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab ini merupakan panggilan kedua baginya setelah sebelumnya mengikuti TC di Kroasia. Namun, pada pemanggilan kali ini hanya dirinya saja, sang saudara kandung, Luah Fynn Jeremy Mahesa, tidak termasuk ke dalam skuat Garuda Muda. “Ya saya senang dan bangga dapat kembali bergabung bersama Timnas U-19 setelah sebelumnya ikut TC saat di Kroasia lalu. Saya dalam kondisi baik dan tidak masalah dalam kebugaran,” kata Kelana Noah Mahessa dikutip dari laman resmi PSSI. “Saya bertekad untuk memberikan yang terbaik selama TC ini. Tentu saya harus selalu bekerja keras dan berjuang demi sebuah tempat di timnas Indonesia,” ujar Kelana. Sementara itu, Shin Tae-yong, dalam keterangan pers di Jakarta, menyebut masih akan memanggil salah satu dari Mahessa bersaudara. Saat itu ia menilai Kelana bermain lebih baik ketimbang adiknya. Saat ini Kelana masih memegang paspor Jerman dan harus melepas jika mau memperkuat Timnas Indonesia di ajang resmi. Belum diketahui apakah ia masih akan mau melakukannya setelah ia tak punya kesempatan lagi tampil di Piala Dunia U-20. Kelana sudah tak punya peluang tampil karena usianya sudah mencapai 22 tahun saat Piala Dunia U-20 digelar pada 2023 mendatang. Biodata: Nama: Kelana Noah Mahessa Tanggal Lahir: 30 Januari 2001 Tempat Lahir: Köln Posisi: Gelandang Klub Saat Ini: Bonner SC (Jerman) Idola: Hector Bellerin & Thiago Alcantara

Laga Uji Coba Kembali Batal, Timnas U-19 Lanjut Latihan

Laga Uji Coba Kembali Batal, Timnas U-19 Lanjut Latihan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali batal menggelar laga uji coba pertamanya di Spanyol. Ini adalah pembatalan kedua uji coba Garuda Muda di Negeri Matador. Sebelumnya, Bagas Kaffa cs dijadwalkan untuk melawan Gimnastic Tarragona, Minggu (3/1), namun diundur menjadi Kamis (7/1). Karena penundaan tersebut, maka yang menjadi lawan timnas berikutnya yaitu Lleida Esportiu U-19, pertandingan yang seharusnya digelar hari ini, Selasa (5/1). Namun, laga yang direncanakan digelar di Stadium of CE Futbol Salou ini ternyata juga mengalami penundaan. “Timnas U-19 pada, Selasa (5/1) belum akan melakoni laga uji coba. Sebelumnya Garuda Nusantara dijadwalkan akan menjalani laga uji coba melawan Lleida Esportiu U-19, namun harus ditunda,” tulis pernyataan resmi PSSI. Tak ada informasi lanjutan soal nasib penjadwalan ulang laga melawan Lleida Esportiu U-19 yang ditunda. Mau tak mau Timnas U-19 pun cuma akan melanjutkan latihannya. “Untuk itu tim pelatih kembali menggenjot latihan kepada David Maulana dan kawan-kawan,” lanjut keterangan tertulis PSSI. Tim nasional Indonesia U-19 saat ini sedang menjalani pemusatan latihan/training camp (TC) di Spanyol. TC yang berlokasi di kota Salou, Tarragona tersebut direncanakan hingga 31 Januari 2021 mendatang. Selain menjalani TC, skuat Garuda Nusantara rencananya akan melakoni beberapa laga uji coba. Rangkaian TC ini pada awalnya merupakan bagian dari persiapan jelang dua ajang besar yakni Piala Dunia U-20 dan Piala AFC U-19. Namun, beberapa waktu lalu, FIFA telah secara resmi menunda gelaran Piala Dunia U-20 dikarenakan pandemi yang belum juga mereda. Sementara Piala AFC U-19 masih simpang siur dan berembus kabar jika akan diundur sama seperti Piala Dunia U-20. Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan juga mengatakan bahwa PSSI tetap berkomitmen terhadap timnas U-19. Meskipun Piala Dunia U-20 diundur ke tahun 2023, pemain ini adalah cikal bakal timnas U-23 maupun timnas senior nantinya. “Kami berharap pemain terus bersemangat dan terus bekerja keras. TC Spanyol juga jadikan ajang untuk menambah pengalaman, skill, fisik dan lain-lainnya,” kata Iriawan.

PSSI Mendapat Pujian Dari AFC Berkat Empat Pilar Strategi

PSSI Mendapat Pujian Dari AFC Berkat Empat Pilar Strategi

Federasi sepak bola Asia (AFC) memberikan apresiasi untuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pembinaan usia dini pemain. PSSI sendiri sebelumnya menjalankan strategi pengembangan komprehensif yang fokus pada empat pilar. Empat pilar tersebut adalah kemitraan, program untuk pemain, kompetisi usia dini dan pendidikan kepelatihan. Tentu saja hal tersebut untuk memaksimalkan potensi dalam negeri khususnya pengembangan sepak bola usia dini. Menurut Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dengan adanya AFC Grassroot Charter menjadi hal baik untuk pihaknya. PSSI juga telah menyediakan panduan dalam pengembangan usia dini. Selain itu PSSI juga akan membangun kerja sama lebih erat lagi dengan AFC. “Saya yakin ini menjadi tolak ukur yang baik dalam meningkatkan pengembangan sepakbola usia dini di Indonesia. Dengan adanya AFC Grassroot Charter, PSSI telah menyediakan panduan untuk pengembangan sepak bola usia dini di Indonesia dan Asia,” katanya seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Selasa (5/1/2021). “PSSI akan melanjutkan kerja sama yang lebih erat lagi dengan AFC dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk memaksimalkan manfaat yang akan didapatkan bagi pegiat sepak bola Indonesia melalui sepak bola,” lanjutnya. PSSI menjadi anggota asosiasi AFC ke-31 yang telah disahkan oleh AFC Grassroots Charter, dimana program yang ada akan digunakan sebagai acuan bagi para anggota asosiasi AFC lainnya dalam upaya mendukung dan meningkatkan kualitas dari pengembangan program sepak bola usia dini. Sebelumnya, PSSI mengajukan aplikasi pada AFC Grassroot Charter panel Desember 2020. Penilaian AFC ini tidak hanya berdasarkan dari kegiatan-kegiatan pengembangan usia dini yang telah dilaksanakan PSSI, namun juga dari hasil menganalisa permasalahan yang terjadi pada sepak bola usia dini di Indonesia, solusi serta rencana program ke depan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut rincian empat pilar PSSI untuk pengembangan sepak bola usia dini: Kemitraan Komitmen PSSI dalam menjalankan program pengembangan sepakbola usia dini secara penuh didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Asosiasi Provinsi, sponsor, dan akademi sepak bola usia muda. Dengan bekerja sama dengan berbagai pihak otoritas setempat, PSSI telah melaksanakan berbagai aktivitas serta membuat buku panduan yang bisa digunakan oleh para guru olahraga, pembina pelatih dan anak-anak dengan tujuan mempromosikan sepak bola itu sendiri. Program untuk Pemain PSSI juga telah meluncurkan Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia) yang berkesinambungan dengan kurikulum pengembangan sepakbola Indonesia. Itu dilakukan dengan tujuan menjangkau semua komunitas sepak bola di seluruh Indonesia secara merata. Dalam upaya mempromosikan filanesia kepada para pelatih dan pemain, PSSI menginisiasi program Filanesia On The Road, yang diikuti oleh lebih dari 750 anak dan 250 pelatih dari lima kota, yakni Jakarta, Padang, Banjarmasin, Kupang dan Ambon. PSSI juga menyelenggarakan program pengembangan sepak bola usia dini lainnya seperti AFC Grassroots day dan festival sepak bola usia muda untuk anak-anak perempuan dan laki-laki. Kompetisi Usia Muda PSSI mengategorikan usia muda dalam tiga fase, yakni menyenangkan, akuisisi kemampuan dan permainan. Anak-anak berusia enam sampai sembilan tahun diperkenalkan dengan permainan terlebih dahulu sebelum diperkenalkan lebih lanjut pada fase pengembangan kemampuan yang dimulai pada kelompok usia 10 hingga 13 tahun. Fase permainan akan diterapkan pada kelompok usia 14 hingga 17 tahun, di mana pada fase ini menjadi langkah awal untuk melakukan seleksi bagi pemain. PSSI juga menyelenggarakan kompetisi secara regular untuk kelompok usia di bawah 8 tahun (U-8) dan di bawah 20 tahun (U-20), yang secara keseluruhan diikuti oleh 7.444 pemain dari 278 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Pendidikan Kepelatihan PSSI melaksanakan program pendidikan kepelatihan pada tahun 2018 yang dimulai dengan pendidikan kepelatihan AFC, yang memiliki tujuan jangka panjang, yakni melatih banyak instruktur lokal dalam upaya mempromosikan filanesia. Dalam tiga tahun terakhir, lebih dari 3.500 pelatih untuk sepakbola usia dini yang mendapatkan ilmu dan manfaat dari 137 pelaksanaan pendidIkan kepelatihan yang digelar oleh PSSI.