Rahmad Adi Mulyono, Pemuda 19 Tahun dengan Target Prestasinya di Asian Games & Olimpiade di Panjat Tebing

Inilah Target Rahmad Adi Mulyono di Asian Games dan Olimpiade

Pemanjat dinding Indonesia, Rahmad Adi Mulyono, mengincar dua target kemenangan di Asia Games 2022 dan Olimpiade Paris 2024. Adi yang berhasil meraih emas di IFSC Connected Speed Knockout 2020 pada 2 Agustus 2020 lalu itu mengaku siap bersaing dengan para seniornya untuk bisa berprestasi di level internasional. “Kalau latihan tidak mau kalah sama yang senior, pengen sih ngalahin prestasi yang senior-senior itu,” kata Adi seperti dikutip dari Sport.tempo.co, Senin, 10 Agustus 2020. Tentang target, atlet yang baru menginjak usia 19 tahun ini mematok juara di Asian Games Hangzhou 2022 dan Olimpiade Paris 2024. Sedangkan Olimpiade Tokyo 2021, ia memilih realistis karena cabang olahraga panjat tebing masih memperlombakan nomor kombinasi yakni speed, lead, dan boulder. “Targetnya 2024, kalau Olimpiade Tokyo itu tiga kategori. Kalau saya fokus ke Asian Games 2022 dan Olimpiade 2024,” ungkap Adi. Adi merupakan anggota klub panjat dinding Life Sport Climbing di Surabaya. Spesialisasinya adalah panjat dinding kecepatan. Ia mengaku pertama kali mengenal olahraga panjat tebing saat ia berada di kelas 6 SD. Pada awalnya, Adi merasa tertantang oleh adiknya yang lebih dahulu mengenal olahraga panjat tebing. “Lihat-lihat kok menantang, akhirnya ikut sendiri. Pertama diejek sama adek, dulu adikku sering juara, kamu tidak bisa seperti aku,” kata Adi menirukan tantangan adiknya. “Aku latihan terus, tak buktiin. Jadi saling bersaing, sekarang adekku masih di Pengcab (pengurus cabang) Surabaya,” lanjutnya. Nama Adi kian melejit saat ia menjuarai Kejuaraan Nasional kelompok umur pada 2015. Setelah itu, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mempercayakan dirinya tampil di Asian Youth Championship 2017 di Singapura. Namun, Adi belum mendapatkan hasil maksimal kala itu. Setelah itu, satu demi satu kejuaraan baik level nasional mau pun internasional diikuti oleh atlet kelahiran Surabaya, 31 Oktober 2000 ini. Adi pun bisa mempersembahkan beberapa medali hasil dari kerja kerasnya tersebut. Diantaranya medali emas di kejuaraan daerah dan nasional, medali perunggu untuk nomor perorangan dan medali emas untuk nomor beregu di Asian Youth Championship 2019. Ia juga menjadi kontingen Indonesia yang berangkat ke IFSC Youth World Championships di Arco, Italia. Adi berhasil membawa pulang medali perunggu.

Syaratkan 70 Negara Jadi Anggota Federasi, Pemerintah Perjuangkan Pencak Silat ke Olimpiade

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus berupaya memperjuangan cabang olahraga (cabor) pencak silat bisa dipertandingkan di pentas dunia, Olimpiade. (Kemenpora)

Den Haag- Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus berupaya memperjuangan cabang olahraga (cabor) pencak silat agar dipertandingkan di pentas dunia, Olimpiade. Syarat untuk bisa dipertandingkan di pesta multievent negara-negara se-dunia itu, federasi olahraga pencak silat internasional minimal memiliki 70-75 negara anggota. Sebelumnya, pencak silat sukses dipertandingkan di Asian Games XVIII/2018, pada Agustus-September lalu. “Bagi saya pencak silat adalah warisan olahraga dan budaya Indonesia yang harus terus dikembangkan. Dan sebagai wakil pemerintah, saya terus mendorong pencak silat masuk olimpiade,” ujar Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Den Haag, Belanda, pada Selasa (23/10). Dalam kesempatan itu, Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, didampingi YM. I Gusti Agung Wesaka Puja (Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda), dan Olivier Blancquaert (Ketua Pencak Silat Belanda). Melihat pesatnya perkembangan pencak silat, pemerintah Indonesia tak ingin kehilangan momentum mempromosikan olahraga pencak silat keseluruh dunia. Kini, federasi olahraga pencak silat internasional telah memiliki 49 negara anggota yang terdiri dari berbagai negara di seluruh penjuru dunia. Di kawasan Asia terdapat 25 negara anggota, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, Jepang, Korea, India, Laos, Myanmar, Pakistan, Filipina, Thailand, Vietnam, Kazakstan, Tajikistan, Turkmenistan, Kyrgyztan, Yordania, Kuwait, Oman, Palestina, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Sedangkan Afrika yakni Mesir, Maroko, Afrika Selatan, dan Suriname. Kemudian Kanada, Chili, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru (Oseania). Sementara negara Eropa, seperti Austria, Belgia, Bosnia, Denmark, Perancis, Jerman, Yunani, Italia, Belanda, Norwegia, Portugal, Spanyol, Swiss, Turki, dan Inggris. Imam menyebut di pentas Asian Games 2018, pencak silat mendapat sambutan dan perhatian yang luar biasa dari negara-negara Asia. Sehingga, menurutnya, untuk bisa masuk Olimpiade, pemerintah tidak akan pernah berhenti untuk mendorong pencak silat ke pentas dunia. “Kemenpora bersama Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) nanti akan terus bekerja bersama-sama untuk mengembangkan ke negara-negara lainnya, karena persyaratan untuk bisa dipertandingkan pada Olimpiade yakni minimal terdapat 70-75 negara anggota,” tukas Imam. (Adt)

Nur Vinatasari, Remaja 17 Tahun, Berhasil Meraih Medali Pertama Bagi Indonesia di Ajang Youth Olympic Games 2018

Lifter muda Nur Vinatasari (kanan) meraih medali perunggu dengan total angkatan 162 kg (snatch 72 kg dan clean and jerk 90 kg), di ajang Olimpiade Remaja, di Argentina. (Youth Olympic Games Argentina 2018)

Jakarta- Kontingen Olimpiade Remaja (Youth Olympic Games) 2018, di Buenos Aires, Argentina, meraih medali perunggu dari cabang angkat besi melalui Nur Vinatasari. Turun di kelas 53 kg, pada Selasa (9/10) waktu setempat atau Rabu (10/10) dinihari waktu Indonesia, Nur Vinatasari berhak atas medali perunggu setelah membukukan total angkatan 162 kg, yakni 72 kg untuk angkatan snatch, dan 90 kg untuk clean and jerk. Lifter remaja kelahiran Pringsewu, Lampung, 5 Juli 2001 itu, mengaku bangga dengan prestasi yang diraihnya pada Olimpiade Remaja ini. Menurutnya, kunci dari semua itu adalah kerja keras, tidak mudah putus asa, dan disiplin dalam melakukan segala hal. “Saya bangga dengan prestasi ini. Saya berharap bisa menjadi motivasi bagi anak muda Indonesia lainnya untuk mampu memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara,” ujar Vina, sapaannya, Rabu (10/10). Usai mengukir medali perunggu di Olimpiade Remaja, Vina membentang asa. Ia berharap menjadi yang terbaik pada kejuaraan internasional lainnya. Lebih dari itu, Vina membidik prestasi tinggi bisa menembus Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. Sementara itu, Sabina Baltag asal Rumania meraih medali emas usai mencatatkan total angkatan 177 kg (snatch 77 kg dan clean and jerk 100 kg). Dan, medali perak menjadi milik Junkar Acero asal Kolombia dengan total angkatan 176 kg (snatch 78 kg dan clean and jerk 98 kg). Sedangkan Dito Ario Tejo, Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Youth Olympic Games (YOG) 2018, menegaskan dirinya bangga dengan pencapaian lifter muda Indonesia itu. Ia menyebut hasil ini sudah menyamai pencapaian kejuaraan yang sama sebelumnya di Nanjing, Cina, empat tahun lalu. “Kami berharap akan bertambah lagi, ada beberapa cabor lagi yang berpotensi mengharumkan nama bangsa,” ungkap Dito. Olimpiade Remaja 2018 di Buenos Aires, Argentina, berlangsung pada 6-18 Oktober. Terdapat 32 cabang dengan 241 nomor yang dipertandingkan. Kontingen Indonesia mengirimkan 18 atlet untuk berpartisipasi pada 8 cabor. Yakni badminton (Maharani Sekar Batari dan Ikhsan Leonardo Immanuele Rumbai), atletik (Diva Renatta Jayadi dan Adi Ramli Sidiq), renang (Adinda Larasati Dewi Kirana, Farrel Armando Tangkas, Azzhara Permatahani, dan Azel Zelmi Arialingga). Kemudian, angkat besi (Nur Vinatasari), basket 3×3 (Ni Putu Eka Liana, Michelle Kurniawan, Hoo Valencia Angelique, dan Nathania Claresta Orville), menembak (Muhamad Naufal Mahardika), golf (Vania Ribka), dan voli pantai (Bintang Akbar dan Danang Herlambang). (Adt)

Kisah Inspiratif: Mary Kom, Petinju Wanita India Pertama Yang Masuk Dalam Olimpiade Musim Panas

Mangte Chungneijang Mary Kom (Mary Kom) adalah atlet tinju dunia yang berasal dari India. Lahir pada 1 Maret 1983, Mary Kom menjadi satu-satunya petinju wanita asal India yang terkualifikasi untuk Olimpiade Musim Panas di London pada 2012 dan berhasil membawa pulang medali perunggu. Bicara prestasi, wanita 34 tahun ini sarat dengan gelar kampiun. Saat tampil di ajang multievent Asian Games 2010, Mary hanya membawa pulang medali perunggu. Namun, empat tahun berikutnya di perhelatan yang sama, ia menebusnya dengan torehan emas. Sebelumnya, Mary adalah pemegang titel juara AIBA Women’s World Boxing Championship selama 5 kali berturut-turut, sejak 2002. Wanita kelahiran Kangathei, Manipur ini juga penguasa Asian Women’s Boxing Championships. Total ia meraih 11 medali, dan lima diantaranya adalah medali emas. Dalam tubuhnya, mengalir darah suku Kom-Kuki (Kuki), salah satu suku dari Kelompok Kuki di Manipur India. Suku Kuki, juga dikenal sebagai Chin, di Negara Bagian Chin, Myanmar dan sebagai Mizo di negara bagian India, Mizoram. Suku ini merupakan sejumlah rumpun suku bangsa yang berkaitan dengan bangsa Tibet-Burma. Tak heran secara fisik, mereka nyaris berbeda dari orang India pada umumnya. Namun, tak banyak yang tahu tentang bagaimana kisah dibalik kesuksesan Mary Kom. Dengan menggunakan nama panggung “Magnificent Mary”, Mary melewati berbagai halangan untuk mengejar cita-citanya sebagai seorang atlet. Yuk kita simak perjalanan Mary Kom. Dilarang Sang Ayah Mengikuti Tinju Mary lahir disebuah desa kecil bernama Kangathel. Kehidupan keluarga Mary dapat dikatakan kurang beruntung. Bersama adik-adiknya, ia membantu orang tua dengan bekerja di sawah sebagai buruh tani, dan juga sekolah jika waktu senggang. Mary memang tidak pandai dalam sekolah, namun ia bisa berlari, melempar lembing panjang dan juga melakukan pukulan yang keras. Mary sudah tertarik dengan olahraga sejak kecil. Ia sudah bermimpi suatu saat akan menjadi atlet yang baik dan menjadi pribadi yang disiplin. Saat ia telah menyelesaikan studinya, Mary pun mencari tahu tentang tinju untuk wanita setelah ia melihat Dingko Singh, petinju yang memenangkan medali emas di Asian Games. Sejak saat itu, ia bertekad untuk bisa masuk kedalam ring tinju. Mary melihat Sport Authority of India (SAI) dan bertemu dengan seorang mantan petinju pria, Ibomcha Singh. Mary pun melewati berbagai serangkaian ujian hingga akhirnya dia berhasil untuk bergabung. Mary memulai karirnya pada 2001. Mary tidak pernah memberitahukan latihannya kepada orang tua hingga ia memenangkan medali  pertama dalam sebuah turnamen di tingkat negara bagian. Saat itu, karir Mary mulai meroket. Tetapi sang Ayah yang keras terhadap dirinya sangat menentang apa yang sudah diraih oleh Mary. Toh, Mary tetap berlatih dengan segala kepedihan yang ia alami. Kecintaan Mary terhadap tinju tetap tertanam hingga ia beranjak dewasa. Vakum Bertanding Tinju Setelah memenangkan juara dunia untuk ketiga kalinya, Mary Kom memutuskan untuk menikah  dengan pria yang juga pernah mengikuti tinju jalanan beranama Onler Kom. Pernikahan Mary yang dilaksanakan dalam puncak karirnya, memiliki imbas terhadap jenjang karir yang ia raih. Mary hamil anak kembar dan secara otomatis menghentikan karirnya. Mary menyibukkan diri sebagai seorang ibu dan mulai melupakan tinju. Namun, berkat dukungan sang Suami, Mary bertekad kembali ke ring setelah vakum selama 2 tahun. Tak mudah bagi Mary untuk memulai karir setelah vakum bahkan ia sempat berselisih dengan Ketua Komite Tinju India untuk tetap bisa mengharumkan nama India meski telah dikaruniai anak. Film Mary Kom Mary mendapatkan perlakuan diskriminasi gender, saat wanita dianggap sebagai makhluk yang lemah dan rawan akan kekerasan. Namun, kemunculan sosok Mary seakan mematahkan statement tersebut. Kisah inspirasi Mary Kom dijadikan film dengan nama “Mary Kom” yang rilis pada 5 September 2014. Ide film ini adalah menjadikan Mary Kom sebagai sosok panutan tokoh perempuan yang tak lebih rendah dari laki-laki. Mary juga dianggap sebagai tokoh yang bisa membantu perempuan untuk mendapatkan hak dan mempertahankan diri jika diperlakukan dengan tidak pantas. Mary merupakan salah satu contoh bahwa kita tak boleh patah semangat untuk mengejar mimpi meski banyak hal yang menghalangi. (put)

Bagaimana Cara Internasional Olympic Committee (IOC) Memilih Tuan Rumah Olimpiade?

Bagaimana-cara-Internasional-Olympic-Committee-(IOC)-Memilih-Tuan-Rumah-Olimpiade-1

Turnamen olimpiade dunia sudah terlaksana selama 36 kali. Rio De Janeiro, Brazil menjadi tuan rumah terakhir pada tahun 2016 lalu. Di tahun 2020, kota Tokyo, Jepang menjadi kota selanjutnya yang dipilih menjadi tuan rumah. Sejak tahun 1896, International Olympic Committee (IOC) sudah memilih berbagai kota untuk menjadi tuan rumah. Namun bagaimana cara IOC menentukan tuan rumah? dan apa saja tahapan yang dilakukan? Kota tuan rumah olimpiade biasanya sudah diplih sejak 7 tahun sebelum perayaan olimpiade di mulai. Negara yang akan mencalonkan diri harus mengirimkan proposal ke National Olympic Committee (NOC) yang berada di negaranya. Setelah itu, NOC akan mengajukan proposal ke IOC untuk memilih salah satu kota dari negara tersebut yang layak menjadi tuan rumah. Proses seleksi pun akan menghabiskan waktu selama 2 tahun dengan melewati 2 tahapan. Tahapan pertama adalah negara pemohon mengisi kuisioner yang terkait dengan kriteria utama penyelenggaraan olimpiade. Dalam tahapan ini, pemohon harus memberikan jaminan agar tetap mematuhi Piagam OIimpiade beserta aturan-aturan lain. Setelah kuisioner di isi, IOC akan membentuk anggota khusus untuk mengevaluasi kota yang diajukan. Jika evaluasi selesai, Dewan Ekskutif IOC akan melanjutkan ketahap kedua. Tahapan kedua adalah tahap pencalonan dimana para kandidat terpilih akan dianalisis oleh Komisi Evaluasi. Komisi ini lah yang akan mengunjungi kota-kota di negara kandiidat, melakukan wawancara dengan pejabat-pejabat setempat dan memeriksa tempat-tempat yang layak untuk diselenggarakan. Setelah tahap kedua selesai, Komisi Evaluasi akan memberikan hasil laporan kepada IOC sebulan sebelum proses keputusan akhir. Daftar calon akan dipresentasikan di sidang umum IOC. Sidang umum akan diselenggarakan di negara yang tidak mencalonkan diri menjadi kandidat tuan rumah. Para anggota IOC akan memberikan suaranya setelah proses presentasi. Setelah suatu negara terpilih, tuan rumah beserta NOC akan menandatangani kontrak dengan IOC dan secara resmi dinobatkan sebagai tuan rumah. Dari pihak negara harus siap mendanai acara olimpiade. Kita tahu bahwa menjadi tuan rumah akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit dimana para atlet beserta kontingen lainnya harus ditempatkan di sebuah tempat khusus dengan standart yang ditentukan.(put)

Tarik Tambang, Olahraga Tradisional Yang Pernah Dilombakan Pada Ajang Olimpiade Kelas Dunia

Tarik-Tambang-Salah-Satu-Olahraga-Yang-Pernah-Ada-Di-Olimpiade-Dunia-1

Siapa yang tidak kenal permainan tarik tambang? Permainan yang sering diselenggarakan pada hari kemerdekaan Indonesia ini merupakan salah satu permainan yang menyenangkan dan menjadi favorit masyarakat Indonesia. Dua tim dengan jumlah anggota yang sama akan beradu kekuatan menarik tali tambang hingga batas yang ditentukan. Namun, siapa yang sangka bahwa permainan yang berasal dari India Kuno ini menjadi salah satu cabang olahraga yang pernah meramaikan olimpiade musim panas dunia. Ajang tarik tambang atau Tug Of War pernah tampil selama dua dekade dalam pelaksanaan olimpiade musim panas pada tahun 1900 hingga tahun 1920. Bermula dipertandingkan di Olimpiade Paris pada tahun 1990, usia cabang olahraga ini berhenti dipertandingkan pada Olimpiade di Antwerpen tahun 1920. Pada saat itu, Inggris menjadi juara bertahan. Inggris telah mengumpulkan 2 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu. Disusul oleh Amerika Serikat yang mendapatkan 1 medali emas, 1 medali perak dan 1 medali perunggu. Swedia juga menjadi negara yang pernah memenangkan 1 medali emas pada cabang olahraga tarik tambang. Tarik tambang juga merupakan bagian dari olahraga dunia dan memiliki organisasi yaitu Tug Of War International Federation (TWIF). Bahkan TWIF, menyelenggarakan kejuaraan dunia untuk tim nasional setiap dua tahun sekali. Peraturannya tidak jauh berbeda dengan permainan yang sekarang masih rutin dilakukan. Masing-masing tim akan terdiri dari 8 peserta dan menarik tali tambang dengan panjang kurang lebih 1,8 meter. Namun, tarik tambang harus dihapuskan pada tahun 1920. Komite Olimpiade Internasional menyatakan bahwa tarik tambang bukan olahraga yang memiliki asosiasi yang baik dan tidak bisa mewadahi secara global. Selain itu, tarik tambang memiliki resiko yang cukup tinggi bagi para pemain. Meski telah dihapus, tarik tambang tetap ada dan menjadi salah satu permainan tradisional yang rutin ada dalam acara kemerdekaan Indonesia.(put)

10 Fakta Menginspirasi Dari Muhammad Ali Yang Belum Diketahui

Kekelaman menyelimuti hati banyak orang diseluruh dunia dunia kehilangan seorang legenda tinju kelas berat dunia, yaitu Muhammad Ali. Ia lahir pada 17 Januari 1942, meninggal dunia pada 3 Juni 2016, di usia 74 tahun. Ali memang sudah tiada, guys! Namun namanya akan tetap abadi. Tak hanya prestasi di ring tinju yang bersinar, sikap patriot Muhammad Ali terhadap sesama membuat Ia tak hanya dikenal sebagai atlet, tetapi juga tokoh berjasa bagi dunia. Masyarakat dunia merasa kehilangan seorang pahlawan. Ya, selain seorang juara tinju yang pernah memegang sabuk kelas berat WBC, WBA dan merebut medali emas Olimpiade Roma 1960, Ali yang juga dijuluki “The Greatest” itu juga dikenal sebagai aktivis kemanusiaan. Sejumlah penghargaan diraih berkat kedermawanannya kepada sesama. Salah satu aksi Ali, ketika berani menentang kebijakan wajib militer di Amerika Serikat untuk ikut Perang Vietnam. Kendati sikapnya trrsebut Ia dihukum denda sebesar 10 ribu dolar dan dilarang bertinju. Saat itu, dukungan banyak dihantarkan ke Ali sampai-sampai akhirnya dia kembali bertinju di atas ring. Aksi itu hanya segelintir sikap dari fakta hidup seorang Muhammad Ali. Seperti dikutip dari SINDOnews (berdasar World Boxing News), Ini 10 fakta lainnya dari Ali yang jarang diketahui dan bisa menjadi sumber inspirasi. 1. Awal karier Ali dari kisah konyol Kisah Ali dalam mengawali karir yakni kehilangan sepeda. Yap. Kemudian, seorang polisi meminta Ia berlatih tinju agar bisa mempertahankan barang atau hal apapun secara mandiri. Sejak itulah, Ali belajar dan menekuni tinju. 2. Pernah Menyalakan Obor Olimpiade Pada 1996, Ali mendapat sebuah kehormatan. Ia diminta menyalakan obor Olimpiade Atlanta. Sebagai seorang atlet, hal itu suatu kehormatan besar buatnya. 3. Janji Ali Dipertarungan Sebelum pertarungan, Ali sempat berjanji akan membuat lawannya, Archie Moore, tumbang di ronde keempat. Saat pertarungan berlangsung di Memorial Sports Arena, Los Angeles, California, 15 November 1962, benar saja, Moore dibikin KO di ronde keempat. Mantap! 4. Menciptakan Kemenangan Tercepat Dalam sejarah pertinjuan, Ali pernah menciptakan kemenangan tercepat, loh.. Saat itu Ia menghadapi Sony Liston di Civic Center, 25 Mei 1964, Ali menghadapi lawannya sampai roboh hanya dalam 20 detik. Wow, bukan?! 5. Tolakan Ali Ke Perang Vietnam Yap, seperti yang sudah diceritakan diatas, Ali pernah menolak masuk militer Amerika Serikat selama masa Perang Vietnam karena menurutnya perang itu tidak dianjurkan dalam Islam. Dan Ia pun sempat dilarang bertinju. Namun, karena mendapat dukungan yang besar. Akhirnya Ia ke ring tinju kembali. 6. Aktivis Pembela Warga Kulit Hitam Sejak aksi kemanusiaan Ali yang paling hebat diatas, Ia dikenal sebagai aktivis pembela warga kulit hitam. Walau aksinya sempat mengakibatkan didenda sebesar 10 ribu dolar dan semua gelar juara yang telah didapat dilepas, tapi Ali tetap mendapat banyak dukungan. Sehingga Ia bisa kembali berkarir di atas ring dan juga mendapat julukan hebat. 7. Ali Juga Pernah Kalah, Ia Telan kekalahan dengan Profesional Kekalahan pertamanya waktu itu saat melawan Joe Frazier tahun 1971. Dan Ia menerima dengan profesional. Tiga tahun kemudian, Ali membalas kekalahan dalam pertarungan “The Fight of the Century”. 8. Ali vs Chuck Wepner jadi sumber inspirasi Pertarungan Ali vs Chuck Wepner jadi sumber inspirasi. Tahukah kamu? Film bertema tinju yang terkenal, Rocky, terinspirasi dari pertarungan itu. Ali Sempat roboh di ronde kesembilan, namun Ali berbalik menang TKO di ronde ke-15. 9. Ali Jadi Petinju Kelas Berat Pertama Muhammad Ali dikenal petinju kelas berat pertama yang memenangkan gelar juara sebanyak tiga kali. 10. Aksi Ali Lainnya Saat itu Ali turun langsung untuk menyelamatkan warga Amerika Serikat yang disandera di Irak. Ia berani mendatangi Saddam Hussein untuk membebaskan sandera. Dan…benar saja, para tawanan bisa pulang dengan selamat. Sepuluh fakta tadi pasti membuat kita menjadi teringat, mengenang atau bahkan terkejut akan hal yang belum diketahui tentang Muhammad Ali. Semoga salah satu fakta diantaranya, bisa menginspirasi kita dalam hal apapun. Yap, sosok Muhammad Ali memang sungguh bisa menginspirasi bagi kita semua. Ali memang telah tiada di dunia ini, namun kebaikan dan kisahnya tetap ada sepanjang masa di dunia ini. Terimakasih telah menginspirasi! Semoga tenang disana, Muhammad ‘The Greatest All Time’ Ali!

Lifter Indonesia Pertanyakan Dimana Perhatian Pemerintah Untuk SEA Games

Lifter Indonesia yang juga merupakan andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan mempertanyakan perhatian pemerintah atas kegagalan dirinya dalam meraih medali emas di ajang SEA Games 2017. Menurut lansiran netralnews.com (29/08/2017), Pasalnya, Eko menganggap pemerintah  kurang memperhatikan persiapan cabang olahraga angkat besi. Padahal cabang olahraga ini di SEA Games tidak pernah putus menyumbang medali sejak tahun 2000. Sebagai Lifter Indonesia Eko Yuli telah tiga kali meraih medali di pentas Olimpiade, namun sekarang ia gagal dan hanya mampu meraih medali perak. Ia hanya mampu mengangkat beban seberat 306 kg, turun di kelas 62 kilogram. Medali emas sekarang menjadi milik atlet Vietnam, Trinh Van Vinh yang mencatat total angkatan 307 kg. Sementara atlet Myanmar, Myint Kyi, merebut medali perunggu dengan total angkatan 284 kg. Menanggapi kekalahannya tersebut, peraih perak Olimpiade 2016 itu mengakui persiapan sebelum SEA Games tidak optimal. Persiapan tim vietnam maupun myanmar lebih bagus, sedangkan persiapan tim Indonesia masih sekitar 90 persen. Dari persiapan tersebutlah, Eko amat menyayangkan pemerintah yang kurang memperhatikan persiapan latihan cabang angkat besi. “Selama persiapan, memang kami pernah ditengok di Bandung? Tidak tahu kan pemain kita bagaimana, makanan kami bagaimana. Kami semua pakai biaya sendiri dari PB yang menalangi. Jadi ya mau tidak mau, inilah hasilnya,” terang mantan juara dunia junior itu yang dilansir netralnews.com. “Dan hasil ini sudah melewati rekor-rekor di latihan. Kalau dibandingkan tahun lalu, ya memang ini lebih rendah tapi kalau untuk tahun ini, ini yang terbaik,” lanjutnya. Kegagalan tahun ini sekaligus memutus dominasi Eko dalam empat SEA Games yang telah ia ikuti.

Swimming Open 2017 Jakarta Championship Siapkan Bibit ke Arena Olimpiade & PON

Para peserta Swimming Open 2017 saat sedang berlaga di GOR SOemqantri Brodjonegoro, 5/26/17 (NYSY Media)

Acara yang di buka pada tanggal 23 Mei 2017 kemarin masih berlangsung ketat di Gelanggang renang Gor mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta. (25/5) Swimming open 2017 Jakarta Championship yang berhasil menyerap kurang lebih 40 Club Se Indonesia di harapkan mampu mewakili Indonesia di ajang Olimpiade maupun Pekan Olahraga Nasional (PON). Dari tiap Club yang mewakili Kota, Kabupaten ataupun Provinsi di Indonesia antara lain, hampir mengikuti semua kategori gaya. Gaya dada, gaya punggung, gaya kupu kupu dan gaya bebas. Dalam renang sendiri, lebih untuk sebuah olahraga yang melombakan kecepatan atlet dalam berenang. Faturmuji selaku panitia pelaksana kegiatan mengatakan kepada NYSN, bahwa ajang tersebut guna mempersiapkan atau menseleksi atlit menyambut Olimpiade dan PON mendatang. “Atlit atlit muda yang mengikuti limba ini merupakan perwakilan club dari berbagai macam kota, kabupaten yang tersebar hampir seluruh pelosok negeri. Dan para Atlit yang ikut sudah melalui tahapan seleksi dan yang paling berprestasi di wilayahnya masing masing. Lalu acara ini di dedikasikan untuk mempersiapkan olimpiade dan PON mendatang.” Ungkap Fatur. Event Swimming open 2017 Jakarta Championship yang di gagas oleh FINA, AASF, PRSI dan KUMANG ini di percaya mampu akan menyalurkan dan mewakili nama besar Indonesia di ajang olahraga Nasional PON dan Internasional tiap empat tahunan yang mempertandingkan cabang-cabang olahraga musim panas dan musim dingin serta diikuti oleh ribuan atlet yang berkompetisi dalam berbagai pertandingan olahraga.(bgs/adt)

Swimming Open 2017 Jakarta Championship Siapkan Bibit ke Arena Olimpiade dan PON

swiminng open 2017

Acara yang di buka pada tanggal 23 Mei 2017 kemarin masih berlangsung ketat di Gelanggang renang Gor mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta. (25/5) Swimming open 2017 Jakarta Championship yang berhasil menyerap kurang lebih 40 Club Se Indonesia di harapkan mampu mewakili Indonesia di ajang Olimpiade maupun Pekan Olahraga Nasional (PON). Dari tiap Club yang mewakili Kota, Kabupaten ataupun Provinsi di Indonesia antara lain, hampir mengikuti semua kategori gaya. Gaya dada, gaya punggung, gaya kupu kupu dan gaya bebas. Dalam renang sendiri, lebih untuk sebuah olahraga yang melombakan kecepatan atlet dalam berenang. Faturmuji selaku panitia pelaksana kegiatan mengatakan kepada NYSN, bahwa ajang tersebut guna mempersiapkan atau menseleksi atlit menyambut Olimpiade dan PON mendatang. “Atlit atlit muda yang mengikuti lomba ini merupakan perwakilan club dari berbagai macam kota, kabupaten yang tersebar hampir seluruh pelosok negeri. Dan para Atlit yang ikut sudah melalui tahapan seleksi dan yang paling berprestasi di wilayahnya masing masing. Lalu acara ini di dedikasikan untuk mempersiapkan olimpiade dan PON mendatang.” Ungkap Fatur. Event Swimming open 2017 Jakarta Championship yang di gagas oleh FINA, AASF, PRSI dan KUMANG ini di percaya mampu akan menyalurkan dan mewakili nama besar Indonesia di ajang olahraga Nasional PON dan Internasional tiap empat tahunan yang mempertandingkan cabang-cabang olahraga musim panas dan musim dingin serta diikuti oleh ribuan atlet yang berkompetisi dalam berbagai pertandingan olahraga.(bgs/adt)