IJSL 2018 Bidik 16 Pemain Merumput di Gothia Cup China

pagelaran-Indonesia-Junior-Soccer-League-(IJSL)

Tangsel- Indonesia Junior Soccer League (IJSL) Pre Gothia Cup China 2018 U-12 kembali bergulir di Jakarta Japanese Club (JJC), Sentul City, Bogor, pada Minggu (7/1). IJSL 2018 diikuti 48 tim terbaik yang berasal dari Jabodetabek. Pihak panitia membagi tim peserta ke dalam tiga grup yaitu U-12 Merah, U-12 Putih dan U-12 Biru. Tiap grup masing-masing dihuni 16 tim. Empat tim terbaik dari tiap grup berhak melaju ke babak 12 besar. Pada akhir liga, 16 pemain terbaik akan berangkat menuju kejuaraan Gothia Cup di China yang akan berlangsung 11-19 Agustus 2018. Hal ini disampaikan Direktur Kompetisi IJSL 2018, Dede Supriyadi. “Pemain terbaik akan kami kirim ke Gothia Cup di China. Kami punya talent scouting sendiri untuk memilih pemain terbaik di IJSL 2018,” ujar Dede melalui pesan whatsapp, Senin (15/1). Klasemen Grup merah dipuncaki SSB Citeureup Raya dengan koleksi 9 poin. Di grup putih, SSB Erlangga memimpin dengan nilai sama. Pemimpin Grup biru, SSB Putra Pakuan unggul dengan torehan nilai 9 dari tiga kali kemenangan. IJSL 2018 berakhir pada Mei dan akan ditentukan siapa pemain terbaik yang akan berangkat ke Gothia Cup China. “Putaran pertama mulai dari Januari hingga April. Selanjutnya di putaran kedua yakni babak final akan bermain di bulan Mei,” tambahnya. (pah) Berikut jadwal IJSL 2018 putaran 1 hingga putaran 2 (final): Putaran ke-1: Pekan I : 7 januari 2018 Pekan ke 2 : 18 Februari 2018 Pekan ke 3 : 25 Maret 2018 Pekan ke 4 : 8 April 2018 Pekan ke 5 : 15 April 2018 Putaran ke-2 ( final ): 1 Mei 2018.

Cuaca Tak Menentu? Jaga Kesehatan Kamu dengan Cara Ini

Cuaca saat ini sedang tidak bisa diprediksi, terkadang panas kemudian diselingi oleh hujan rintik bahkan deras.  Perubahan cuaca seperti itu membuat tubuh kamu harus bisa beradaptasi dengan cuaca. Seperti yang kita tau, kalau kamu banyak beraktifitas sedangkan tubuh kamu lemah, bisa saja langsung terserang berbagai macam penyakit, seperti demam, flu, diare. Untuk itu stamina yang fit sangat dibutuhkan. Ada pepatah mengatakan “Mencegah lebih baik daripada mengobati” Lantas, cara seperti apa yang efektif dalam menjaga kesehatan saat cuaca sedang tak menentu? Ini Dia solusi efektif buat kamu, do it! 1. Perbanyak Minum Air Putih Minum air putih bukanlah hal yang mudah bagi beberapa orang. Kebanyakan orang akan lebih memilih minum-minuman selain air putih, seperti teh, atau minuman bersoda. Menurut lansiran dari Alodokter.com, manfaat minum air putih bukan perkara gampang, air putih dapat mencegah dehidrasi tubuh, kesegaran kulit, melindungi saraf dan jaringan tubuh, serta mendukung otot dan sendi.  Dengan hal tersebut, tentu tak mungkin kesehatan terganggu. Orang dewasa, disarankan minum sekitar delapan gelas berukuran 230 ml per hari atau total 2 liter. Tips buat kamu yang ingin membiasakan minum air putih: Minum air putih tiap waktu, di mana saat dalam aktivitas apapun, misal menonton, makan atau saat mengonsumsi camilan. Bawa di setiap aktivitas kamu sebuah botol berisi air minum. Cara alternatif lain, kamu bisa memadupadankan air putih dengan irisan buah-buahan seperti minuman infused water. 2. Jaga Asupan Makanan, Konsumsi makanan bergizi Saat cuaca tidak menentu, jaga asupan makanan kamu. Konsumsi makanan makanan yang bergizi. Makanan bergizi bukan yang selalu mahal, namun sehat dan bergizi yang juga mengandung berbagai zat yang bermanfaat bagi tubuh kita, seperti : Karbohidrat, akan menjadi sumber energi Protein, sebagai zat pembangun tubuh dan memperbaiki jaringan yang rusak Lemak, sebagai cadangan energi dan pelarut vitamin A, D, E, K Vitamin dan Mineral, sebagai daya tahan dan kesehatan tubuh Serat, dari sayuran dan buah-buahan 3. Pola Tidur yang cukup Saat aktivitas kamu sudah banyak, kemudian cuaca sebentar panas kemudian hujan, terapkanlah pola istirahat atau tidur yang cukup. Berikut dilansir dari webkesehatan.com, waktu tidur yang dibutuhkan berdasarkan usia: Bayi (baru lahir, usia 0 – 2 bulan) : 12 – 18 jam Bayi (2 – 11 bulan) : 14 – 15 jam Batita 1 – 3 tahun : 12 – 14 jam Balita 3 – 5 tahun : 11 – 13 jam Anak usia sekolah (5 – 10 tahun) : 10 – 11 jam Remaja 10 – 17 tahun : 8,5 – 9,25 jam Dewasa, termasuk lansia : 7 – 9 jam 4. berolahraga secara rutin Terakhir, tentu harus diimbangi dengan berolahraga secara rutin minimal 3 kali seminggu selam 30 menit. Kalau tidak ada waktu atau bahkan saat cuaca tidak mendukung, kamu bisa tetap berolahraga di dalam rumah atau di ruangan. Yang terpenting, olahraga lah seminimal mungkin, untuk menjaga kestabilan kesehatan tubuh kamu. Keempat cara diatas harus kamu lakukan, demi memperlancar semua kegiatan kamu di kala cuaca tak menentu. Semangat!

Perebutan Sabuk Emas Kelas Amatir & Professional Di Piala Panglima Kostrad

Piala-panglima-kostrad

Divisi infanteri 1 kostrad gelar pertandingan tinju kelas amatir profesional dan juga amatir. Tinju yang memperebutkan sabuk emas dan piala panglima kostrad divisi infanteri 1 kostrad berlangsung di area parkir mall living world Jln. Alam Sutera boulevard kav 21, Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Sabtu (13/1/2018) Ketua panitia penyelenggara Kolonel Infantri Agus Bhakti mengatakan kepada nysnmedia.com, bahwa olahraga tinju di Indonesia masih kurang populer di kalangan masyarakat karena faktor minimnya ajang yang di adakan “Di Indonesia, olahraga tinju sudah kurang populer di kalangan masyarakat, hal ini dikarenakan akibat kurangnya ajang yang di ciptakan. Oleh sebab itu divif 1 kostrad dan AMPRO mengadakan pertandingan yang memperebutkan sabuk juara nasional versi ATI dan juga sabuk emas PANGDIVIF 1 Kostrad. Karena memang, kami di militer memiliki altet tinju yang sangat banyak dengan segudang talenta. Oleh sebab itu, bakat yang di asah akan menjadi sesuatu yang berguna,”tandas Agus Pertandingan tinju 3 ronde yang di mulai dari pukul 15.30 wib ini, cukup menyita perhatian pengunjung mall ataupun decak kagum dari para prajurit yang menyaksikan kompetisi fair play. Dari 16 peserta yang tampil unjuk kebolehan terbagi menjadi 2 kategori, yaitu amatir dan profesional. “Kami hanya mencoba membangkitkan gairah pecinta tinju agar kembali menjadi olahraga yang di cintai masyarakar indonesia. Kali ini, Kejuaraan tinju amatir kelas Bantam 54 Kg, kelas Welter ringan 64 Kg, kelas ringan 60 Kg dan kelas layang 49 Kg. Sedangkan untuk kelas profesional yaitu Mandatory Fight 2018 versi ATI kelas Bantam 53,5 Kg,”tambah Agus Untuk kategori yang memperebutkan sabuk emas Pangdivif 1 kostrad kelas welter yunior dengan klasifikasi berat 63.5 Kg, sedangkan untuk profesional non title versi (Asosiasi Tinju Indonesia) ATI pusat adalah kelas bulu 57.1 Kg, dan juga kelas Bantam junior 52.2 Kg. Di lokasi acara turut hadir Promotor tinju Nasional, Pertina Banten, Pertina Tangsel, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tangsel, Dirut Living world, petinggi jajaran TNI AD dan juga ratusan prajurit yang larut dalam suasana semangat dari atas ring bersama iringan lantunan musik rock dari candil band .(adt)

Terkait Larangan Pemain Berkarir Di Luar Negeri, AFC Akan Selidiki PSSI

Evan-Dimas-yang-sudah-dikontrak-Selangor-FC

Sepertinya, PSSI tidak ada kapok-kapoknya mencari masalah. Kasus di banned oleh FIFA, tak membuat PSSI banyak belajar. Kali ini, terkait komentar Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi yang melarang Evan Dimas dan Ilham Udin bermain di Selangor FC, Malaysia. Terkait komentar tersebut, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akan menyelidiki PSSI. Melalui Sekjen AFC, Datuk Windsor Paul John, AFC akan terus mengkaji dan menyelidiki kebijakan yang terlontar dari Ketum PSSI. “Berdasarkan kabar yang beredar, aksi (pelarangan) tersebut lebih kepada pemain Indonesia untuk memperkuat tim nasional mereka. Saya pikir itu tergantung kepada sang pemain untuk memutuskan. Namun, tidak ada tindakan yang bisa dilakukan saat ini karena baru diajukan,” ujar Datuk Windsor Paul John seperti dilansir Berita Harian. Kalaupun, ada regulasi tentang larangan pemain AFC akan melihat dan mempelajarinya. Karena, pemain bebas untuk menentukan pilihan klub dan bebas untuk bermain di Liga manapun. “Jika regulasi tersebut sedang diatur (oleh PSSI), AFC harus terlebih dulu melihat apa arti dari regulasi tersebut dan jika terbukti melanggar peraturan FIFA dan AFC, kami dapat memulai penyelidikan karena pemain bebas untuk bermain di klub mana pun dan di negara mana pun,” lanjutnya. Apalagi Evan dan Ilham yang sudah diikat kontak, tak menunjukan batang hidungnya di tim yang pernah juga dibela Bambang Pamungkas dan Eli Eboy yakni Selangor. Selangor FA akan mengambil tindakan dalam kasus ini. Ditambah, Selangor ingin langsung bertemu dengan PSSI terkait kasus ini. (pah)

Olahraga Sambil Berlibur? Kenapa Tidak

Yuk-Lakukan-Olahraga-Ini-Saat-Kamu-Liburan-1

Saat menghadapi liburan panjang, pasti kamu sudah merencanakan acara liburan bersama keluarga atau sahabat. Namun, saat liburan waktu untuk berolahraga bisa berkurang atau bahkan kamu menjadi malas karena ingin santai menikmati waktu liburan. Olahraga sambil liburan juga menambah suasana baru dimana kamu bisa menikmati keindahan alam sekitar. Menurut penelitian dari Glasglow University melakukan olahraga di luar ruangan atau di alam terbuka lebih baik daripada di dalam ruangan. Suasana alam bisa menurunkan tingkat depresi dan meningkatkan kesehatan mental bahkan bisa mengurangi insomnia. Nah ada beberapa olahraga yang bisa kamu lakukan saat liburan dan juga rekreasi, yuk kita simak. Skipping Skipping merupakan olahraga bisa kamu lakukan dimana saja. Kamu bisa memilih spot yang tepat untuk melakukan skipping. Dengan melakukan skipping, bisa membantu kamu membakar kurang lebih 1000 kalori. Tali skipping yang mudah dibawa kemana saja memudahkan kamu untuk bisa melakukan skipping disela-sela waktu liburan. Jogging Menikmati suasana alam sekitar saat liburan memang saat menyenangkan. Jogging sangat mudah dilakukan, kamu hanya butuh sepatu olahraga kamu dan berlari disekitar lingkungan tempat kamu liburan. Suasana baru akan kamu dapatkan ketika jogging, jadi badan tetap sehat dan segar. Walking Tour Untuk kamu yang senang berjalan-jalan melihat tempat-tempat bersejarah, walking tour bisa juga menjadi alternatif untuk berolahraga. Biasanya, walking tour dilakukan dengan berjalan kaki bersama wisatawan lain yang ditemani pemandu wisata atau masyarakat lokal. Mereka akan menemani dan memandu kamu untuk melihat-melihat tempat-tempat bersejarah seperti museum, tempat ibadah, candi dan wisata lainnya. Nah sambil melihat tempat bersejarah, kamu akan berjalan-jalan mengelilingi tempat tersebut. Seru kan bisa berolahraga sambil menambah wawasan. Berenang Berenang memang olahraga yang sangat menyenangkan untuk dilakukan disaat kamu liburan. Berenang bisa dilakukan di water park dan kolam renang hotel kamu menginap. Untuk kamu yang liburan ke pantai atau laut, kamu juga bisa berenang bahkan menikmati keindahan bawah laut dengan menyelam. Yoga Olahraga yoga identik dengan ketenangan diri. Jika kamu liburan ke daerah pegunungan, yoga sangat cocok untuk kamu. Segarnya udara pegunungan dan keindahan pepohonan bisa menambah kedamaian dan ketenangan pikiran. Kamu hanya perlu matras yoga dan memilih tempat yang tepat untuk yoga. Yuk lakukan beberapa olahraga tersebut di saat waktu liburan. Semoga bermanfaat dan selamat berlibur.(put)

Menyongsong Piala Dunia Basket, Perbasi Akan Seleksi 33 Pemain Untuk Tim Nasional U-18 Putra

OR_farewell_dbl_camp_dika_kawengian-5

Menjelang kompetisi bola basket internasional, Perbasi memanggil 33 nama atlet basket Indonesia U-18 putra untuk mengikuti seleksi pembentukan tim nasional, dan juga dalam rangka pengembangan program pencarian bakat untuk Piala Dunia. Perbasi yang menyebarkan surat dengan nomor 007/I/PP/2018 (Revisi) ini ditujukan kepada 8 Pengurus Provinsi (Pengprov) yaitu diantaranya, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Riau. Surat tersebut berisi pemanggilan 33 nama atlet yang berhak mengikuti seleksi pada tanggal 13 dan14 Januari 2018 di The Hawk Basketball Court, Taman Tekno, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Pengurus PP Perbasi, Alvin Indra menjelaskan bahwa Perbasi membuka kesempatan untuk mengirimkan tambahan maksimal 3 pemain dari setiap provinsi yang dipanggil. “Kami juga membuka kesempatan untuk seluruh pengprov dengan mengirimkan tambahan maksimal tiga pemain di luar 33 nama yang dipanggil,” jelas Alvin yang dilansir pada website mainbasket.com Selain itu, seleksi ini akan lebih fokus kepada pemain yang akan berlaga di Souteast Asia Basketball Association (SEABA) dan Federation International de Basketball (FIBA) Asia yang akan digelar pada tahun ini. Tak hanya itu, pemanggilan 33 nama ini juga sebagai bentuk persiapan yang dimulai dari sekarang untuk Piala Dunia basket tahun 2023 mendatang. Seleksi ini akan dipimpin oleh pelatih-pelatih independen dan Perbasi dan juga para mantan pemain tim nasional yang berjumlah lima orang. Danny Kosasih sebagai ketua Perbasi beserta pengurus lainnya juga akan ikut memantau langsung untuk memastikan kelancaran acara yang diadakan selama dua hari tersebut. Berikut nama-nama peserta seleksi yang dipanggil beserta daerah asalnya yang dilansir pada website mainbasket.com: -Darryl Sebastian (DKI Jakarta) -Aldy Izzatur Rachman (DKI Jakarta) -Kier Serai Dharmadji (DKI Jakarta) -Ali Bagir Wayarabi (DKI Jakarta) -Anthony William (DKI Jakarta) -Yesaya Alexander Saudale (DKI Jakarta) -Ronald Firdaus Puadawe (DKI Jakarta) -Harits Prasidya (DKI Jakarta) -Timothy Joseph Bahar (DKI Jakarta) -Erfandi Iqbal (DKI Jakarta) -Chritopher Felix (Jawa Barat) -Saddam Asyruna (Jawa Barat) -Mikha Haidar (Jawa Barat) -Darren Benaya Budiman (Jawa Barat) -Khoerotsa Wisnu Pamungkas (Jawa Barat) -Rovi Okta Hermawan (Jawa Barat) -William Rivaldi Kosasih (Jawa Timur) -Aulia Naafigo Setiawan (Jawa Timur) -James Patrick (Jawa Timur) -Christopher Jason Winata (Jawa Timur) -Bryan Fadhil Herlambang (Jawa Timur) -Mekhail Fidel Afloubun (Jawa Tengah) -Bangun Subhan (Jawa Tengah) -Gregorius Kristian Linduaji (Jawa Tengah) -Vincentius Bryant Fernando (Jawa Tengah) -Ariel Emilio (Jawa Tengah) -Flavianus Aditya Riesta Saputra (DI Yogyakarta) -Naufal Alif Farhan Ramdhani (DI Yogyakarta) -Vickness Warren (DI Yogyakarta) -William Hardi Dinata (Kalimantan Barat) -Nickson Damara Gosal (Nusa Tenggara Barat) -Argus Sanyudi (Riau) -Kelvin Sanjaya (Riau). (put/adt)

Walaupun Berlangsung Ketat, Jesslyn Dan Tim Bola Basketnya Berhasil Menyumbang Emas Di Pekan Olahraga Nasional

Basket-Jesslyn

Mendapatkan medali emas memang sangat diidamkan oleh seluruh atlet. Pasalnya pencapaian tertinggi pada kompetisi olahraga adalah nomer satu. Terlebih jika pertandingan tersebut sudah masuk babak final. Tim Jawa Tengah, Jesslyn Rasali atau yang akrab disapa Dhing-dhing, yang merupakan salah satu atlet basket dari wilayah Jawa Tengah. Jesslyn bersama tim Jawa Tengah berhasil menaklukan tim Jawa Timur di babak semi final dan juga mampu mengalahkan tim Jakarta di babak final Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 lalu. “Di PON dapat medali emas. Semi final lawan Jawa Timur, final lawan DKI Jakarta itu ketat banget. Waktu lawan Jawa Timur diawalnya ketat banget skornya juga gak terlalu jauh. Tapi kalau pas lawan DKI Jakarta itu ketat banget sampai akhir pertandingan. Skor akhirnya juga gak jauh hanya 5 atau 7 point gitu,”tuturnya Pertandingan di PON memang berkesan bagi Jesslyn. Selain rasa lelah dan membuatnya belajar mandiri, rasa kekeluargaan dengan tim sangat terasa. Atlet berusia 18 tahun ini juga sudah memenangkan berbagai pertandingan seperti Kejuaraan Nasional, Tim Nasional Divisi 2 dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional. Mahasiswi Psikologi Universitas Surabaya ini juga menceritakan bagaimana awal mula ia bisa bergabung dengan dunia basket yang sudah ia geluti sejak kelas 3 Sekolah Dasar. “Awal mulanya itu, aku lihat kakak yang lagi latihan basket. Terus ikut main-mainan saja, dan lama-lama jadi suka. Saya merasa kalau saya ada bakat juga ya, eh lanjut deh sampai sekarang,”ujarnya Selain itu, gadis yang mengidolakan pemain basket legendaris Stephen Curry ini memberikan pandangannya tentang perkembangan basket di Indonesia. “Perkembangan basket di Indonesia saat ini maju banget. Ditambah ada pemain-pemain asing yang masuk. Itu juga bisa menambahkan semangat, dan juga memajukan pemain-pemain lokal karena bisa termotivasi untuk lebih baik lagi,”tutupnya(put/adt)

Persitangsel U-17 Terus Susun Strategi Menjelang Suratin Cup

Persitangsel

Persitangsel U-17 terus melakukan persiapan demi mendapatkan hasil maksimal di Suratin Cup, bulan April mendatang. Seleksi demi seleksi terus dilakukan dibawah komando Iwan Rukmana dan Assisten pelatih, Budi Iswadi serta disaksikan langsung oleh manajer Persitangsel U-17, M Toha di Stadion Mini Ciputat, Tangsel, Senin (8/1). Seleksi sudah berjalan selama dua minggu, dari ratusan anak yang berpartisipasi dalam seleksi, kini sudah mulai mengerucut menjadi 30 anak terbaik dari Tangsel. Di mulai pukul 14.00 WIB, seleksi diawali dengan latihan fisik, kemudian menguji kekompakan dan selanjutnya melakukan game 11 vs 11 antara rompi orange melawan rompi hijau selama 2×25 menit. Dalam game tersebut, dimenangkan rompi orange dengan skor 2-0 melalui gol Faisal dan Andrian. Setelah game berlangsung pun, Persitangsel muda melakukan kembali tes fisik. Pelatih Persitangsel U-17, Iwan Rukmana mengatakan, sistem degradasi masih terus berlangsung untuk mencari 20 pemain terbaik. Iwan menargetkan, akhir Februari kerangka tim sudah terbentuk. “Masih ada sistem degradasi, ini sambil berjalan dan melihat layak masuk kerangka tim atau tidak. Nantinya, dari 30 pemain akan dikerucutkan menjadi 20 pemain terbaik,” ujarnya. Menanggapi game 11 melawan 11, Iwan melihat masih banyak kekurangan terutama di stamina pemain. Dan juga, Persitangsel muda masih membutuhkan pelapis penjaga gawang dan pemain bertahan. “Tadi game 2×25 saja, pemain mulai kedodoran staminya. Di bulan Januari ini, saya fokuskan untuk membenahi stamina pemain. Di bulan selanjutnya, baru saya mulai melakukan taktik bermain. Kendala kerangka tim, masih mencari pelapis di posisi penjaga gawang dan bertahan. Selebihnya saya lihat sudah bagus,” papar Iwan. Rencananya, Persitangsel U-17 akan melakukan agenda uji tanding melawan Ralin. “Kalau bisa lawan Ralin untuk uji tanding, Rabu (10/1) besok,” tutupnya. (pah)

Tergugah Dengan Kondisi Mental Pemuda Indonesia, Gunawan Rutin Menggelar Pembinaan MMA

MMA

Tim management Gunawan lakukan seminar keliling guna menambahkan pengetahuan tentang daya tarung pemuda yang di sinyalir dapat menjadi pegangan hidup kemudian hari, di mall lippo Cikarang, Sabtu (6/1/18) Sebanyak 25 bibit petarung muda mendapatkan pembinaan pengetahuan tentang tehnik bertarung bebas. Tidak hanya itu, Gunawan juga memperagakan langsung cara-cara melumpuhkan lawan di atas arena. Ketua Management Gunawan, Irwan Taufik Spd, mengatakan bahwa moment ini akan di rutinkan hingga ke seluruh wilayah Indonesia dalam rangka mengangkat harkat dan martabat pemuda Indonesia untuk bisa mengambil peran pembangunan. “Pembangunan Indonesia sudah cukup pesat. Artinya, jika pemudanya masih mengandalkan emosi sesaat bisa-bisa makin kacau negara ini. Adanya seminar tentang pembekalan pemuda di latar belakangi keprihatinan kami terhadap peluang kerja yang makin sempit. Era ini mewajibkan kepada seseorang bagaimana caranya harus mempunyai skill tambahan guna bertahan hidup. Ini salah satunya yang kami lakukan,”papar Irwan Perlu di pahami, Mixed Martial Arts (MMA) merupakan olahraga beladiri  kontak fisik yang memperbolehkan berbagai teknik pertarungan, seperti pergumulan, tendangan, dan pukulan. Kali ini sosok Gunawan, yang juga menjadi Icon MMA Indonesia tergugah untuk berbagi ilmu kepada pemuda Indonesia. Kegelisahannya terhadap masa depan merupakan faktor utama seminar bercampur diskusi interaktif ini di adakan. Irwan juga menambahkan bahwa selain di Cikarang, pihaknya Tim Gunawan, akan membuat seminar serupa di wilayah Banten, terutama di wilayahnya sendiri yaitu Kota Tangerang Selatan. “Saya fikir seminar ini bertujuan membentuk pemuda yang tangguh dan tergantung orangnya juga sih, kalau mau kerja rutin bisa ambil peluang kerja menjadi tim pengamanan, kalo mau kejar prestasinya ya jadi atlet saja. Setelah ini, kami akan adakan seminar serupa di wilayah Banten, tapi temanya lebih kepada tujuan kami menjadi wadah yang membentengi skill individu terhadap teman-teman ormas wilayah pada Januari ini. Target kami, agar ormas juga memiliki skill khusus di bidang beladiri,”tutup Irwan (adt)

Indonesian Basketball League Pertalite All Star 2018 Berlangsung Meriah

IBL-Pertalite-All-Star

Ajang basket nasional Indonesian Basketball League (IBL) Pertalite All Star 2018 berjalan dengan sangat meriah pada hari Minggu, 7 Januari lalu. Event yang diadakan di Britama Arena, Kelapa Gading ini dihadiri oleh mantan pemain-pemain legendaris Indonesia seperti, Romy Chandra, Rony Gunawan, Ali Budimansyah dan Riko Hantono. Menjelang pertandingan utama, berbagai games dilaksanakan sekaligus sebagai pembuka beberapa kategori pertandingan. Seperti Skill Challenge, Three Poin Challenge dan Slam Dunk. Pertandingan yang dimulai sejak pukul 19.00 wib, turut diikuti oleh pemain dan mantan pemain basket Indonesia, dimana mempertemukan 2 tim basket Indonesia, yaitu tim Divisi Merah dan Tim Divisi Putih. Pertandingan dimenangkan oleh tim Divis Putih dengan skor 130-114. Pada pertandingan tersebut nama Chester Giles keluar menjadi Most Valuable Player (MVP) dengan mencetak 40 poin dan 10 rebound. Tak hanya pemain nasional yang turut bertanding, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi turut menghadiri ajang tersebut. Pada kesempatan itu Menpora menuturkan ucapan selamat dan pertandingan ini bisa menjadi sebuah persiapan bagi Indonesia untuk menghadapi Kejuaraan Basket Dunia di Tahun 2023. “Saya ucapkan selamat kepada Perbasi yang sudah menyelenggarakan IBL Pertalite All Star 2018. Malam ini saya menyaksikan langsung bahwa disinilah semangat besar bagi semua pebasket Indonesia untuk menjadi yang terbaik. Hal ini tontonan sangat menyenangkan dan menginspirasi bagi pebasket kita,”tuturnya pada Kemenpora.go.id Baginya, cabang olahraga basket di Indonesia semakin hari semakin baik dan bisa memberikan rasa kepercayaan yang luar biasa terutama menghadapi Asian Games 2018 dan Kejuaraan Basket Dunia 2023 mendatang. “Ini harus menjadi atmosfir baru bagi kita semua, tidak hanya untuk Perbasi tapi bagi masyarakat Indonesia untuk menyiapkan diri kita menyongsong Asian Games 2018 dan Kejuaraan Basket Dunia 2023 nanti,”tutupnya(put/adt)

Babar, Satu dari Segelintir Gadis Yang Berprestasi Dalam Olahraga Futsal

Babar-Futsal

Futsal wanita di Indonesia, bisa dikatakan masih sedikit peminatnya. Salah satunya adalah Bardina Desya Rahmah atau yang akrab disapa Babar. Melihat jumlah pemain futsal wanita yang sedikit, Babar tidak ragu untuk menekuni futsal. Berawal dari bermain sepakbola, Babar pun mencoba untuk terjun ke dunia futsal. “Dari kecil saya sudah suka main bola. Terus mencoba masuk ke dunia futsal dan ternyata sangat berbeda. Dulu juga masih sedikit pemain khusus wanitanya jika dibanding sekarang. Karena tidak banyak peminatnya, makanya saya terjun ke dunia futsal. Ternyata saya suka dan jadi hobi deh,”ujarnya Mahasiswi 20 tahun dari Universitas Negeri Jakarta ini, sudah menekuni futsal sejak duduk dibangku SMP. Sudah banyak turnamen yang ia ikuti, diantaranya, seperti membawa tim UNJ Women Futsal di Kejuaraan Nasional Brawijaya Malang, Liga Mahasiswa tahun 2017 dan 2016, International Sport Fiesta di Malaysia, dan masih banyak lagi. Selain itu, Babar juga memiliki pengalaman dimana ia menjadi anchor yang bisa menentukan kemenangan dari tim. “Selama pertandingan di event International Sport Fiesta, saya sebagai anchor bisa mencetak goal dan sebagai penentu kemenangan tim,”tuturnya Namun, sebagai seorang atlet terutama futsal, Babar tak jauh dari rasa lelah bahkan mendapatkan ejekan jika tidak menjuarai suatu pertandingan. “Ketika tidak menjuarai sebuah kejuaraan, pasti banyak ejekan atau hardikan. Kadang sudah capek abis pertandingan, namun harus latihan lagi. Harusnya refreshing, namanya atlet pasti ada jenuhnya,”tutupnya(put/adt)

KONI Tangsel Manfaatkan Pembinaan Teknologi Sport Science

Ketua-Umum-KONI-Tangsel-terpilih

Ketua Umum KONI Tangsel terpilih, Rita Juwita sudah menyusun pembinaan atlet-atlet yang ada di Tangsel selama empat tahun kedepan. Rita ingin, memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang di zaman sekarang untuk membina para atlet agar bisa menyeluruh. Ini sangat penting, dimasukan sebagai bahan acuan dalam misi yang akan diemban tahun-tahun mendatang agar garis komando dan garis kerja dapat sejalan dengan apa yang akan dicapai. “Optimalisasi alokasi sport science and technology di semua cabang olahraga dalam rangka memperoleh kesamaan dalam pola pembinaan dan peningkatan prestasi,” tukasnya. Tak kalah pentingnya, Rita ingin membangun karakter para atlet termasuk para pelatih agar memiliki rasa juang tinggi dalam mencapai prestasi. Rasa solidaritasnya wajib dibangun dengan tujuan rasa membangun, untuk menuju prestasi yang dilalui dengan kerjasama, bukan “one man show” atau kerja masing-masing. “Membangun karakter olahragawan yang baik bagi atlet, pelatih dan manajer guna memperbesar semangat juang, rasa nasionalisme dan militansi dalam setiap usaha meraih prestasi terbaik,” harap Rita.(pah/adt)

Penerus Keluarga Sugiarto di Bulutangkis Indonesia

Penerus-Sugiarto-di-Bulutangkis-Indonesia

Bagi para penggemar bulutangkis Indonesia, pastinya sudah tak asing dengan nama legenda hidup Icuk Sugiarto. Icuk merupakan atlet tunggal putra terbaik kepunyaan Indonesia di era 80-an. Berbagai prestasi mampu di dulangnya, untuk membawa nama harum Indonesia. Dikenal dengan staminanya yang kuat, membuat dirinya mampu memenangi Kejuaraan Dunia III di Denmark pada tahun 1983 melawan Liem Swie King. Pada tahun 1989, Icuk memutuskan pensiun sebagai atlet. Tetapi, generasi Sugiarto tak akan pernah sirna untuk membawa nama bulutangkis Indonesia berprestasi. Tommy Sugiarto dan Jauza Fadhilla Sugiarto, melanjutkan karir sang ayah sebagai pemain bulutangkis. Tommy Sugiarto – Tunggal Putra Indonesia Pria kelahiran 31 Mei 1988 ini merupakan, anak kedua dari legenda bulutangkis Indonesia. Di usiannya yang masih belia, Tommy sudah membawa klub Pelita Bakrie menjadi jawara di kejuaraan tingkat cabang PBSI Jakarta Barat. Bahkan di tahun 2008, Tommy masuk sebagai tunggal putra keempat tim Piala Thomas. Sering berjalannya waktu, Tommy mampu meraih gelar superseries pertamanya di tahun 2013 tepatnya di kejuaraan Singapura Open Superseries. Kini, prestasinya mulai sedikit meredup. Tommy masih kalah saing dengan juniornya seperti Jonatan Cristie yang menduduki peringkat 14 dunia dan Anthony Sinisuka Ginting peringkat 13 dunia. Sedangkan, Tommy hanya menduduki peringkat 25 dunia. Walaupun ia juga sempat menduduki peringkat tiga dunia pada tahun 2014. Jauza Fadhilla Sugiarto – Ganda Putri Indonesia Anak bungsu Icuk Sugiarto yakni, Jauza Fadilla Sugiarto sudah mulai menemukan prestasi bulutangkisnya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) DKI Jakarta tahun 2017. Dimana, Jauza mendapat tiga medali emas dari kategori tunggal putri, ganda putri dan beregu. Jauza lebih memilih bermain di sektor ganda putri berpasangan dengan Ribka Sugiarto. Ada yang unik, Ribka Sugiarto yang menggunakan nama belakang Sugiarto, ternyata bukan anak dari Icuk Sugiarto. Kendati demikian, pasangan cantik ini mampu memenangi Malaysia Internasional Junior Open 2017. Jauza dan Ribka kini menduduki peringkat 217 dunia. Tentunya, bagi masyarakat Indonesia hanya bisa berdoa agar penerus Sugiarto di bulutangkis bisa menyamai pencapain sang ayah, Icuk Sugiarto.(pah/adt)

Menpora Uji Sparing Atlet Bowling Dalam Persiapan Asian Games 2018

Tannya-Roumimper-Bersama-Imam-Nahrawi

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi datang mengunjungi arena cabang olahraga bowling yang bertempat di Jaya Ancol Bowling Center, Jakarta. Bersama atlet bowling nasional, Tannya Roumimper yang sangat senang saat Imam Nahwari datang pada Jumat, 5 Januari lalu. “Saya senang sekali didatangi pak Menteri, beliau sangat perhatian banget walaupun hingga malam padahal sudah kerja seharian,”ujar Tannya, seperti yang telah dilansir website Kemenpora.go.id Tak hanya itu, Tannya juga menambahkan bahwa ia sangat bersemangat dengan kehadiran Menpora disela-sela latihannya. “Buat saya ada arti tersendiri kehadiran pak menteri disini, saya ditelponin dan ikut latihan bareng. Saya terharu sehingga memacu semangat saya untuk terus latihan dan bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,”tambahnya Cabang olahraga bowling diprediksi akan menyumbangkan medali emas untuk Indonesia. Menpora Imam Nahrawi sangat senang melihat optimis dan kegigihan Tannya yang akan menghadapi Asian Games 2018. “Saya senang karena semangat dan optimisme Tannya sekaligus harapannya untuk menjadi yang terbaik betul-betul kelihatan, dan saya kira dia akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia,”tuturnya Imam Nahrawi pun langsung meminta Tannya untuk mengajarkannya bagaimana cara bermain bowling. Tak disangka, dilemparan pertama ia langsung mendapatkan strike. Di game satu, Imam Nahrawi berhasil mengumpulkan 136 poin sedangkan Tannya mendapatkan 166 poin. Lalu pada game selanjutnya, Tannya kembali memimpin dengan 180 poin dan Imam Nahrawi mendapatkan 152 poin.(put/adt)

Banyak Kejutan di Pekan ke-20 Liga Kompas

Siaga-Pratama-(hijau)-bermain-sangat-baik-ketika-menghadapi-JFA

Liga Kompas Gramedia U-14 sudah memasuki pekan ke-20, pada Sabtu (23/12) lalu. Banyak kejutan yang terjadi di tiap pertandingan, Liga Kompas Gramedia U-14 Asiop Apacinti (1) vs Remci Tangerang (0) Seperti yang telah di kutip oleh ligakg.kompas.id. Asiop Apacinti yang bertemu dengan Remci Tangerang yang mempertontonkan pertandingan yang alot. Kedua tim, sama-sama saling ngotot ingin meraih kemenangan. Hasilnya, gol tunggal dari Tegar Andy (17) berhasil membawa Asiop unggul pada menit ke-17, sekaligus menutup laga dengan skor 1-0. Dengan kemenangan ini, Asiop berhasil mengambil alih puncak klasemen sementara pada Liga Kompas Gramedia U-14. Pelatih Asiop Apacinti, Yayat mengatakan, pertandingan semakin ketat dan tak bisa di prediksi. Tak hanya itu, cuaca pun juga sulit di prediksi. “Tidak peduli papan atas maupun bawah, semuanya tampak kompetitif pada musim ini. Cuaca lapangan yang panas di luar dugaan kami, karena selama ini latihan selalu hujan. Makanya saya minta anak-anak lebih bermain taktikal”, imbuhnya. Sedangkan, Tim binaan Firman Utina yakni Talenta Muda FU15 belum memberikan hasil maksimal di pekan ke-20. FU15 yang bertemu dengan penghuni dasar klasemen SSJ Kota Bogor, hanya bermain imbang tanpa gol hingga laga usai. Dan hasil skorpun tak berubah. Talenta Muda FU15 (0) vs SSJ Bogor (0) Bina Taruna yang ditinggalkan sang pelatih, berdampak pada permainan tim. Dan benar saja, Bina Taruna harus takluk di tangan Cibinong Raya dengan skor 1-0. Meski, bermain dengan baik yakni menguasi penguasaan bola. Bina Taruna, merasa kesulitan menghadapi Cibinong Raya. Justru, Cibinong Raya berhasil mencuri gol di menit 45 melalui Dwi Putra (14). Gol tersebut, menjadi satu-satunya gol yang tercipta dan membuat Cibinong Raya meraih poin penuh. Hasilnya Cibinong Raya (1) vs Bina Taruna (0) Pelatih sementara Bina Taruna, Anwar sempat mengatakan, bahwa strategi yang digunakan tidak berjalan dengan baik. “Melawan Cibinong Raya kami selalu berusaha untuk pressing ke depan, namun transisi pemain dari menyerang ke bertahan masih belum sempurna,” terang Anwar. Sementara itu, Asiop Apacinti harus berterima kasih kepada Siaga Pratama. Karena, Siaga Pratama mampu mengalahkan JFA yang beberapa pekan ini berhasil memuncaki klasemen sementara. Siaga Pratama sukses mengalahkan JFA dengan skor 2-0 dan harus rela posisi puncaknya direbut Asiop Apacinti. Para pemain JFA tak menduga, pemain Siaga Pratama bermain begitu menggila. JFA tak bisa mengeluarkan permainan terbaiknya. Justru, pertahanan JFA terus menerus di tekan pemain Siaga Pratama. Wildhan (26) dan Satria Thoriq (12) menjadi aktor kunci mengalahkan JFA dengan sumbangan golnya pada menit 27 dan 47. Skor 2-0 pun, membuat Siaga Pratama meraih poin penuh atas JFA. Pelatih fisik Siaga Pratama, Wanda mengatakan, fisik pemain yang prima menjadi kunci utama memenangkan pertandingan ini. Walaupun, masih banyak terkendala dalam berlatih. “Sebenarnya lapangan latihan menjadi kendala utama kami. Siaga Pratama hanya bisa berlatih strategi permainan pada hari Jumat karena ketersediaan lapangan”, tuturnya. (pah/adt)

Tehnik Mengajar Anak Usia Dini Yaitu Membiarkan Berlatih Dengan Fun

Dalam-melatih-anak-di-usia-dini,-tentunya-harus-mengikuti-cara-mereka.-Biarkan,-mereka-bermain-dengan-fun-terlebih-dahulu,-sebelum-berlatih-dengan-tingkatan-yang-lebih-serius

Mempunyai cita-cita menjadi seorang atlet tentunya harus giat berlatih agar bisa menjadi atlet yang berprestasi. Tak hanya itu, tentunya peran seorang pelatih ikut andil dalam melatih dan juga mengembangkan potensi yang di miliki oleh sang atlet. Alangkah lebih baiknya karakter tersebut di bentuk sejak masa usia dini, sang atlet sudah diberikan ilmu-ilmu yang dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sang atlet. Namun, bagaimana cara melatih dan mengembangkan potensi dari sejak usia dini, sulitkah atau mudah? Tim nysnmedia.com sempat berbincang dengan pelatih sepakbola yakni Iwan Rukmana yang merupakan pelatih dari Sekolah Sepakbola (SSB) Serpong Jaya. Iwan yang sudah malang melintang di dunia kepelatihan, banyak berperan dalam mengembangkan pesepakbola di usia dini. Simak sesi tanya jawab tentang bagaimana cara mengajar anak usia dini berikut ini. Apakah sulit melatih sepakbola di usia dini? Tentunya ada kesulitan, tetapi ada juga kemudahan dalam melatih anak usia dini. Kesulitannya, mungkin mereka masih takut untuk bergabung bersama teman-temannya di lapangan. Ada yang masih pemalu atau canggung untuk berkenalan dengan teman-temannya. Kita sebagai pelatih, jika menghadapi kejadian seperti itu, tentunya tidak bisa memaksakan mereka. Karena, mereka masih anak-anak itu hal yang wajar. Lalu, bagaimana cara agar mereka mau berbaur dengan teman-temannya di lapangan? Melatih usia dini tentunya sangat berbeda dengan melatih usia remaja. Di usia remaja cara latihannya pun, sedikit berbeda sedikit agar keras. Tapi, di usia dini, biarkanlah mereka berlatih dengan fun dan biarkanlah mereka bermain dengan cara mereka. Dan, peran orangtua pun sangat berperan, jangan sampai memarahi sang anak. Serta, jangan sampai pelatih membentak, itu bisa membuat mereka down dan cara yang salah. Biarlah mereka, berlatih dengan fun dan menemukan ritme mereka. Banyak orangtua, yang bilang ke pelatih bahwa dirumah sang anak ingin sekali bermain sepakbola. Tetapi, pada saat di lapangan bertemu dengan teman-temannya malah tak mau berbaur. Ini yang harus diperhatikan, biarkan mereka datang ke lapangan dan melihat teman-temannya berlatih dahulu, jika memang sang anak sudah siap baru mulai berlatih dengan fun. Apakah peran pelatih sangat penting di lapangan maupun luar lapangan? Sangatlah penting, di dalam lapangan kita sebagai pelatih menganggap diri kita ini orangtua atau sahabat mereka. Kita melatih mereka, dengan cara mengikuti cara mereka. Seperti tadi yang saya bilang, biarkan mereka bermain dengan fun. Jika di luar lapangan, pelatih bisa seperti teman ataupun tempat sharing mereka. Intinya, jangan sampai momok pelatih di mata mereka itu menyeramkan. Jadi pada garis besarnya adalah membiarkan sang anak berlatih dengan fun, dan lebih mengenal permainan terlebih dahulu, jangan sampai ada paksaan serta cara melatih yang salah. (pah/adt)

Optimisme Pertina Kota Sungai Penuh Dalam Ajang Porprov Jambi 2018

Pertina-Kota-Sungai-Penuh-Tinju

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi akan berlangsung pada bulan Juli mendatang di Kabupaten Bungo dan Tebo. Demi mematangkan kesiapannya, semua kontinten yang berpatisipasi di Porprov Jambi sudah mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk bisa membawa nama harum masing-masing kota/kabupaten. Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Persatuan Tinju Nasional (Pertina) Kota Sungai Penuh. Pertina Kota Sungai Penuh, yang sangat optimis bisa membawa harum nama Kota Sungai Penuh di ajang Porprov. Maka dari itu, Pertina Kota Sungai Penuh terus bekerja mempersiapkan segala sesuatunya. “Kita fokus mempersiapkan diri menyongsong Porprov Jambi 2018. Kita berharap hasil terbaik demi mengharumkan nama Kota Sungai Penuh,” jelas Ketua Pertina Kota Sungai penuh, Alpian. Alpian yang juga didampingi oleh Sekretaris Pertina, Dedi Iryanto, usai rapat pengurus dengan pelatih Pertina Kota Sungai Penuh. Seperti dikutip dari tribunjambi, segala persiapan dari mulai menggelar try out dan menambah fasilitas untuk latihan atlet. Dan, tentunya akan memberikan bonus kepada peraih medali Porprov 2018. “Kita juga akan melengkapi atlet dengan peralatan tanding yang di butuhkan,” sebutnya. (pah/adt)  

Walau Sempat Pesimis, Akhirnya Arya Berhasil Menyabet Medali Dari Ajang Panahan Internasional

Arya-Panahan

Setiap atlet pasti pernah mengalami ketidakpercayaan diri atau pesimis, terlebih saat akan menghadapi kejuaraan. Apalagi melihat lawan-lawan yang memiliki kemampuan yang lebih baik. Seperti yang dialami oleh Arya Dwi Putra Umarella atau yang akrab disapa Arya. Atlet nasional di cabang olahraga panah ini, berbagi cerita kepada nysnmedia.com, tentang pengalamannya ketika mengikuti kejuaraan nasional pelajar ditahun 2015. Ia seakan tidak percaya saat dinyatakan telah berhasil membawa pulang 2 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu. “Jadi pas kejuaraan nasional pelajar di Jawa Tengah 2015, saya kurang pede karena cuma dapat 1 medali perak di tahun 2014. Soalnya faktor lawan-lawannya itu adalah atlet juara nasional pelajar semua. Aku Cuma bisa bedoa dan berusaha. Dan setelah selesai bertanding, Aku gak sadar kalau bisa jadi juara, pas dipanggil nama Arya, saya malah melamun, dan baru sadar setelah dipanggil temen-temen. Alhamdulilah banget,”tutur Siswa Kelas 2 SMA Sekolah Atlet Ragunan Bermula diminta orang tua untuk menjadi atlet, Arya pun sudah menekuni panah sejak 5 tahun lalu. Sang ayah juga merupakan atlet atletik dan sang ibu atlet panah. Selain kejuaraan nasional pelajar, Arya pun pernah menjuarai SKO Open di Thailand tahun 2016 dan 2017 dan Children Open Tournament Di Rusia tahun 2016 lalu. Arya yang juga sempat gugup ketika mengikuti Children Open Tournament Di Rusia, namun berkat motivasi dalam diri, Arya berhasil mendapatkan 2 medali. “Waktu kejuaraan Children Open Tournament Di Rusia, Aku pesimis juga karena melihat lawan yang jam terbangnya lebih banyak dan lebih hebat. Pas disitu Aku berpikir, kalau Aku telah dipilih sama Indonesia buat kesini berarti aku nggak kalah hebat dari lawanku. Mulai dari situ aku mulai optimis,”tuturnya Cowok berusia 16 tahun ini juga memiliki pandangan tentang olahraga panahan di Indonesia. Baginya, pemerintah kurang memberikan perhatian kepada atlet pemanah. “Menurutku, perkembangan olahraga panah di Indonesia kurang pesat, soalnya pemerintah masih kurang peduli. Misalnya menjelang Asean Games tahun ini, sampai sekarang belum ada training center buat panahan,”ujarnya Arya juga menambahkan kurangnya perhatian dalam alat panahan berbeda dengan negara lain yang sangat memperhatikan sarana dan prasarana alat panah. “Alat panah kan mahal banget harganya, dari Negara Indonesia itu kurang memperhatikan. Harus berprestasi banget baru akan diperhatiin. Padahal atlet negara lain kalau soal peralatan sudah dipehatikan banget detailnya,”tutupnya (put/adt)

Sembilan Cabor Akan Ikuti Test Event Asian Games 2018

AFF SUZUKI CUP 2016 Final Rounds Final Leg 1, Indonesia 14 December 2016

Beberapa bulan lagi, pagelaran event olahraga terbesar kedua yakni Asian Games akan dihelat. Indonesia menjadi tuan rumah pada pagelaran Asian Games 2018 ajang empat tahunan ini. Demi kelancaran event tersebut dan pemanasan para atlet, Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) bersiap menggelar test event bagi sembilan cabang olahraga (cabor) dan mempertandingkan 105 nomor. Total terdapat 1.991 atlet yang akan mengikuti test event pada Februari 2018 di Jakarta. “Saat ini KOI mempersiapkan perangkat untuk seleksi atlet yang akan ikut test event Asian Games 2018. Kami akan berkoordinasi dengan para manajer dan Chief de Mission masing-masing,” tutur pelaksana tugas Sekjen KOI, Hellen Sarita Delima, di kantor INASGOC seperti dikutip bola.com. INASGOC akan terus bekerja keras untuk mengkebut perbaikan venue yang sedang dalam tahap renovasi. Meski dalam tahap renovasi, terdapat beberapa cabor yang sudah menggelar test event terlebih dahulu. Karena, jika menurut jadwal test event akan berakhir pada bulan Maret mendatang. Berikut sembilan cabang olahraga yang akan menggelar test event Asian Games 2018:  Sepak Bola  Voli Indoor  Taekwondo  Angkat Besi  Pencak Silat  Panahan  Basket  Tinju  Atletik (pah/adt/blc)

Ini Daftar Nama Pemain Indonesian Basketball League Pertalite All Star 2018

Ini-Dia-Daftar-Pemain-Indonesian-Basketball-League-(IBL)-Pertalite-All-Star-2018-1

Ajang Indonesian Basketball League (IBL) Pertalite All Star akan segera dimulai pada hari Minggu, 7 Januari 2018 mendatang. Turnamen basket nasional ini akan diadakan di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta. Pemilihan pemain dilakukan melalui vote secara online melalui Instagram @pertalite_90. Pemungutan suara ditujukan kepada siapa saja yang sudah memfollow dan memberikan like di postingan @pertalite_90. Pemilihan ini dilakukan selama 4 hari, setiap pukul 12.00 WIB pada 24 hingga 27 Desember 2017 lalu. Sedangkan pengumuman pemain sudah dipublikasikan pada 30 Desember 2017 kemarin. Para pemain akan dibagi menjadi dua divisi, yaitu divisi merah dan divisi putih. Dari kedua tim tersebut, para pemain akan dibagi menjadi 5 posisi. Pemain-pemain yang terpilih di tim utama merupakan pemain yang memiliki suara terbanyak dan pemain-pemain cadangan dipilih oleh pihak IBL dan tim clubnya sendiri. Berdasarkan hasil voting, pemain dari tim Satria Muda dan Pelita Jaya akan mendominasi pertandingan IBL Pertalite All Star 2018. Berikut daftar nama-nama pemain yang terpilih dan jumlah suara yang diperoleh pemain yang dilansir pada website mainbasket.com: Divisi Merah Guard Hardianus Lakudu (8027) Diftha Pratama (7987) Abraham Wenas (2778) Wendha Wijaya (2158) Forward Arki Wisnu (9767) Avan Seputra (7410) Surliyadin (3605) Yanuar Priasmoro (1352) Center Christian Ronaldo (8968) Kevin Yonas (8010) Reza Guntara (3781) Galank Gunawan (3051) Small Man Keenan Palmore (9066) Devin Matthews (8089) Anthony McDonald (7526) Brachon Griffin (6608) Big Man Dior Lowhorn (13884) Nahshon George (8514) Roderick Flemings (7444) Emilio Park (3293) Divisi Putih Guard Abraham Grahita (8849) Andakara Prastawa (7753) Respati Ragil (4437) Nuke Saputra (2014) Forward Xaverius Prawiro (9382) Daniel Wenas (8915) Rizky Effendi (3331) Indra Muhammad (1956) Center Ponsianus Indrawan (9936) Adhi Pratama (9429) Isman Thoyib (2511) Henry Lakay (1897) Small Man David Seagers (11751) Wayne Bradford (11481) Dominic Williams (10909) Madarious Gibbs (5072) Big Man C.J Giles (10966) Mike Fey (8308) Nate Barfield (8188) Jontaveous Sulton (7301) Semoga ajang nasional basket ini berjalan dengan lancar dan bisa menumbuhkan rasa kebersamaan pada basket Indonesia. (put/adt)