Peringati Hari Pahlawan, Ribuan Peserta Ikuti Lari Marathon Kota Tangerang

Lari-Marathon-kota-Tangerang

Hari Pahlawan pada 10 November disambut dengan penuh semangat dan mengenang jasa-jasa pahlawan semangat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Seperti di wilayah Kota Tangerang yang tengah menyelenggarakan lomba lari marathon 10 kilometer, yang berlokasi di Jalan Santri Sudirman, Kota Tangerang, Minggu (12/11). Sebanyak 3000 peserta mengikuti lari marathon 10 kikometer dengan tiga kategori yakni 10 kilo untuk umum, 5 kilo untuk pelajar SMA dan SMP, serta 2,8 kilo untuk tingkat Sekolah Dasar (SD). Pada kesempatan itu, Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, tak hanya dari peserta lokal namun ada peserta lain dari warga asing. Dengan begitu. Arief berharap, nantinya menjadikan Tangerang sebagai Kota Layak Dikunjungi dan memperkenalkan budaya di Tangerang. “Ada beberapa orang dari Warga Negara Asing (WNA) mengikuti lari maraton ini. Semoga kegiatan ini bisa menjadi Kota Tangerang sebagai Kota Layak Dikunjungi,” pukas Arief. Arief menambahkan, dengan lari maraton ini, kita tingkatkan semangat Kemerdekaan Bangsa Indonesia, sehingga akan tercipta semangat perjuangan yang luar biasa. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Tangerang, Dedi Suhada mengatakan, antusias peserta sangat luar biasa. Sekitar 3.300 peserta mengikuti event lari maraton ini. “Untuk memperingati Hari Pahlawan, maka kita gelar lari maraton 10 kilometer yang dibuka untuk umum. Dan, kami menyiapkan hadiah secara keseluruhan sebesar Rp 53 juta,” jelas Dedi. Dedi juga menambahkan, bahwa lomba lari maraton dibuka secara gratis. Dan, event ini merupakan kali kedua digelar dan sangat mendapatkan antusiasme yang baik dari peserta. “Ada warga negara asing yakni dari Kenya ikut mendaftar dalam event lari maraton ini. Dan, event ini dibuka secara gratis. Event ini pun, kali kedua diselenggarakan,” ujar Dedi.(pah/adt)

Futsal: SMAN 3 Tangerang Selatan Unggul 5-1 Atas SMK Yapipa

SMAN-3-vs-Yapipa

Pertandingan futsal di event olahraga FUSION SMAN 7 Tangerang Selatan, tengah memasuki babak penyisihan menuju semi final. Pertandingan pertama hari ini (13/11) dibuka oleh SMAN 3 Tangerang Selatan melawan SMK Yapipa. SMAN 3 Tangerang Selatan yang berhasil menang dengan skor 5-1. Di buka oleh gol Adi, dengan nomor punggung 77 menyumbangkan gol pertama di 5 menit awal. Tak lama kemudian, Adi berhasil memberikan gol kedua setelah kiper dari SMK Yapipa lengah. Gol ketiga diberikan oleh pemain bernomor punggung 10, dan selang beberapa saat, Adi kembali membobol gawang dan memberikan gol keempatnya. Dibabak kedua, SMK Yapipa berhasil membalaskan dendamnya dengan membobol gawang SMAN 3 Tangerang Selatan, dan memberikan gol pertama untuk SMK Yapipa. Pertandingan babak kedua ditutup dengan gol kelima dari Ridho untuk SMAN 3 Tangerang Selatan.(put/adt)

Ciptakan Peluang Baru, Hapkido Optimis Sanggup Mengibarkan Sang Merah Putih Di Ajang Internasional

Ade-Muhammad-Sujud,-selaku-Ketua-Pelatih-Hapkido-Banten

Cabang olahraga Hapkido merupakan salah satu cabang olahraga bela diri yang saat ini berkembang di Indonesia dan bersekeretariat berpusat di Yogyakarta. Salah satu sosok penggerak yang bernama lengkap Vincentius Suryadi, dirinya merupakan master Taekowondo dan juga yang memperkenalkan olahraga bela diri asal Korea ini di Indonesia. Ia menjelaskan kepada nysnmedia.com bahwa Indonesia sangat memiliki peluang yang besar untuk maju dalam kompetisi Internasional Hapkido. “Untuk ikut kejuaaran internasional, saya kira untuk Indonesia memiliki tipikal sendiri, seperti postur tubuh orang-orang Asia Tenggara pada umumnya. Saya kira untuk kelas bawah dan menengah kita punya kesempatan yang besar sekali untuk ke kompetisi internasional. Kalau untuk kelas menengah ke atas kayaknya jarang ada orang Indonesia yang menang, bahkan ukurun Se-Asia Tenggara juga jarang.”ujarnya Sementara itu di tempat yang sama Ade Muhammad Sujud, selaku Ketua Pelatih Hapkido Banten menjelaskan bahwa Provinsi Banten saat ini sudah mengikuti Kejuaraan Nasional untuk cabang olahraga Hapkido. Walaupun baru di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. “Untuk Banten memang sebuah hal yang baru, dan berkembangnya hanya di kota Tangerang dan Tangerang Selatan. Kita memang berkembang sedikit lambat, karena kita tidak ingin memaksakan perkembangan. Kalau dari jumlah kita di Banten hampir 400 orang. Untuk base atlet kita ada di Mall Bale Kota. Kita sudah ikut Kejuaraan Nasional pertama di Yogyakarta, dan ternyata Banten membawa pulang 4 emas, dan di Kejuaraan Nasional yang kedua, kita dapat 5 emas. “ujarnya Tak hanya itu, Ade Muhammad Sujud juga berharap kota dan kabupaten lain di Banten bisa bergabung di Hapkido. Selain itu ia juga berharap dapat pengakuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). “Harapan untuk jangka pendek 2 tahun kedepan kita bisa bergabung di KONI Banten, yang sedang kita usahakan untuk mendapatkan pengakuan sebagai cabang olahraga baru. Di 2020 kita berharap bisa masuk eksibisi Pekan Olahraga Nasional (PON).” tutupnya (put/adt/rjl)

PSSI Luncurkan Buku Tentang Pembinaan Sepakbola Di Indonesia

danurwindo-01-ist_a39582e

PSSI merilis buku tentang pembinaan sepakbola di Indonesia. Buku yang memiliki 166 halaman ini berisikan tentang sejarah sepakbola di Indonesia dan cara membina pemain-pemain muda dari usia 6 hingga 19 tahun. Buku ini diharapkan dapat menjadi pedoman untuk membangun sepakbola di Indonesia. Peluncuran buku yang dilaksanakan pada 9 November lalu diselenggarakan di Kantor PSSI, Grand Rubina, Kuningan, Jakarta Selatan. Direktur Teknis PSSI yang menjadi salah satu penulis, Danurwindo menuturkan ajakan kepada seluruh pihak untuk membangun dan peduli terhadap sepakbola Indonesia. “Kami mengajak semua pihak yang peduli dengan sepakbola di Indonesia untuk bersama-sama menyebarkan buku ini. Sehingga tercetak banyak pelatih berkualitas untuk mendidik lebih banyak pemain muda, dan akhirnya akan membentuk tim nasional Indonesia seperti yang kita harapkan,” tutur Danurwindo. Buku tentang pembinaan sepakbola di Indonesia yang memiliki 6 bab ini, akan menjelaskan bagaimana melakukan latihan yang baik sesuai dengan umur para pemain. Danurwindo juga berharap para pelatih dapat menerapkan pola latihan yang baik agar perkembangan pemain akan maksimal dan pemain dapat mengambil keputusan dalam sepakbola, tidak hanya mengandalkan skill. “Pemain sekarang ini tidak hanya harus punya skill yang bagus, tapi juga cerdas. Mereka harus belajar aksi-aksi sepakbola dengan mengambil keputusan yang tepat,” ucap Danurwindo. Buku ini juga sudah mulai disosialisasikan dalam kursus pelatihan lisensi D dan sudah menjangkau ratusan pelatihan akademi dan sekolah sepakbola sejak awal tahun 2017. PSSI berencana akan memprioritaskan guru SMP secara bertahap dan akan di mulai pada 12 November 2017 kepada 90 guru di Sawangan Depok. PSSI akan tetap melakukan kerja sama kepada berbagai pihak akan buku tentang pembinaan sepakbola di Indonesia ini dapat cepat menyebar luas ke seluruh Indonesia.(put/adt)

MP Tangsel Bawa Pulang 9 Emas dan 9 Perak Dari Pencak Silat

MP-Tangsel-bela-diri-pencak-silat

Baru saja diresmikan 22 Oktober lalu, Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong (PPS BETAKO) Merpati Putih (MP) cabang Tangsel sudah menunjukan taringnya dalam ajang perlombaan Tangerang Selatan Pencak Silat Championship, Sabtu-Minggu (11-12/11) bertempat di GOR Ciputat. Ribuan peserta dari berbagai klub beladiri tangan kosong unjuk kebolehan dalam bertanding di Tangerang Selatan Pencak Silat Championship 2017 yang merupakan event pertama yang ada di Tangsel. PPS BETAKO MP cabang Tangsel sendiri mengirimkan 18 atletnya baik putra maupun putri dan masih duduk di bangku SD serta SMP. Wakil Ketua Cabang MP Tangsel, Richard Kartiko mengatakan, semenjak diresmikan bulan Oktober lalu, MP Tangsel terus intens berlatih dan mempersiapkan atlet binaan dengan penuh keseriusan. Dan, hasilnya dapat menyumbangkan prestasi yang sangat membanggakan. “Persiapan bisa dikatakan tidak lama, tetapi kami intens dalam berlatih. Terus mempersiapkan atlet dengan baik. Apalagi ini event pertama, bisa dikatakan ajang pemasan dan hasilnya sangat menggembirakan,” ujar Richard. MP Tangsel berhasil mendapatkan sembilan emas dan sembilan perak dari pencak silat. Sungguh prestasi yang patut di acungi jempol, bagi MP Tangsel yang baru saja dibentuk. Hal ini, membuat Richard tak menyangka dan sangat terkesan dengan fighting para atlet MP Tangsel. “Gak menyangka juga, karena ini kan event pertama yang kami ikuti. Dan, hasilnya diluar dugaan sembilan emas dan sembilan perak. Atlet mampu fighting dengan penuh semangat juang dan juga memberikan penampilan yang terbaik,” terangnya. Richard pun, berharap event pertama dan prestasi ini dijadikan pengalaman bagi para atlet agar nantinya di event selanjutnya bisa memberikan prestasi yang lebih lagi. “Jangan cepat puas, jadikan ini sebagai pengalaman yang berharga. Semoga, para atlet bisa memberikan prestasi yang lebih baik di event selanjutnya,” tutur Richard.(pah/adt)

150 Peserta Gowes Resmi Dilepas Pada Acara Car Free Day

Gowes-Bareng-2017

Sejak pagi hari, Minggu (12/11) para peserta gowes tumpah ruah di acara Car Free Day (CFD) Tangsel. Dengan seragam hijau tosca dan putih, pesepeda itu bersiap untuk menempuh jarak 12 kilometer. Pada kesempatan itu Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie, mengangkat bendera tanda dimulainya gowes bareng 2017 yang diikuti ratusan peserta. Gowes bareng dengan rute mengambil start dari Lapangan Malibu, ITC BSD menuju bundaran Alam Sutera lalu putar arah dan finish di lokasi start atau sejauh 12 kilometer. Kegiatan kerjasama Pemkot Tangsel, Comunity bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangsel ini merupakan rangkaian Hari jadi Kota Tangsel yang ke-9 diperingati pada 26 November. Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie dalam sambutannya mengatakan, HUT Kota Tangsel ke-9 ini, masyarakat dapat menikmati berbagai event yang melibatkan langsung masyarakat. “Selain gowes bareng, banyak event-event yang melibatkan masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Bang Ben. Salah satu kegiatan memeriahkan HUT Kota Tangsel yang ke-9 ini dengan mengadakan sepeda santai atau gowes bareng. Bang Ben mengharapkan masyarakat dapat terlibat serta lingkungan sekitar di setiap eventnya. “Kita harapkan seluruh masyarakat bisa menikmati perayaan hari jadi ini. Dengan menjaga lingkungan dan keamanan tentunya,” ujarnya. Sementara itu, Ketua KONI Tangsel, Rita Juwita menambahkan, atlet asal Kota Tangsel dapat berprestasi diajang nasional maupun internasional. Rita juga berharap, atlet Tangsel bisa berlaga di Asian Games 2018. “Saya harapkan atlet Tangsel menjadi peserta di ajang olahraga tingkat internasional seperti Asian games. Sebagai pemanasan, atlet Tangsel akan mengikuti ajang PorProv (Pekan Olahraga Provinsi) yang sebentar lagi digelar,” terangnya. Para peserta Gowes Bareng 2017 ini, sangat antusias, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua menikmati Gowes Bareng ini. Tak hanya itu, para peserta dapat menikmati drorprize utama yakni satu unik sepeda motor, sepeda, televisi dan yang lainnya. Hal ini, di tegaskan oleh Ketua Panitia Gowes 2017, Amrizal yang mengatakan para peserta gowes tak hanya dari Tangsel tetapi datang dari luar Tangsel. “Gowes bareng 2017 ini merupakan yang kedua kalinya. Peserta pun sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Selain itu, banyak door prize yang kita siapkan,” tandasnya. (pah/adt)

Berlari Sambil Berdonasi, Nusanta.run Chapter 5 Digelar Demi Pendidikan Di Indonesia

Nusanta.run Chapter 4 yang digelar Cirebdion-Purwokerto tahun lalu

Nusanta.run adalah gerakan lari demi mengumpulkan donasi untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia. Jarak lari yang ditempuh adalah jarak ultra atau lebih dari 42 kilometer. Setiap tahunnya, misi yang dilakukan oleh Nusanta.run berbeda-beda, seperti pembangunan sekolah, bantuan untuk anak-anak yang putus sekolah ataupun pengembangan kualitas guru. Tahun ini, menjadi tahun kelima bagi Nusanta.run untuk mengembangkan kualitas 400 guru di Dieng, Jawa Tengah yang akan diadakan pada 15-17 Desember 2017 yang akan diikuti 222 pelari. Tak hanya itu, target untuk tahun ini akan mengumpulkan donasi sebesar 2 Miliyar Rupiah. Adji Dara Vania salah satu pelari menjelaskan misi dari Nusanta.run tahun ini. “Ditahun sebelumnya kita sudah berdonasi untuk pembangunan sekolah. Tahun ini kita berdonasi untuk pembinaan dan pengembangan 400 guru di Dieng dan sekitarnya. Waktu itu disana ada tes standar mengajar untuk guru dan 75% guru di Dieng tidak lulus tes. Makanya kita bantu untuk berkembang karena pastinya juga sebagai guru mereka ingin murid-muridnya dapat kualitas yang terbaik dan pastinya kalau gurunya memilki kualitas yang baik, muridnya juga akan berkualitas baik.” Ujarnya https://www.instagram.com/p/BbbEAMilapc/?taken-by=nusanta.run Nusanta.run sebelumnya sudah melewati Jakarta-Bogor ditahun pertama dengan jarak 53,5 kilometer, tahun kedua Bogor-Bandung dengan jarak 118 kilometer, tahun ketiga dari Bandung ke Cirebon dengan jarak 135 kilometer, dan tahun keempat Cirebon-Purwokerto dengan jarak 145 kilometer. Gerakan lari ini akan dibagi menjadi 2 kategori yaitu Full Course dengan jarak 127,9 kilometer dan Half Course kurang lebih menempuh 64 kilometer. Adji Dara juga menjelaskan harapannya dari diadakannya Nusata.run ini. “Nusanta.run ini juga sebagai wujud kecintaan kita sama Indonesia, jadi Nusanta.run akan keliling Indonesia dimulai dari Jakarta. Kalau tahun ini kan titiknya sudah di Dieng dan diharapkan tahun-tahun setelahnya akan terus berlanjut sampai seluruh pelosok Indonesia akan terlewatkan.”tutupnya(put/adt)

Mimpi Dika Untuk Bertanding Dengan Sang Idola Terwujud Saat POMNas 2017

Safriliandika Ulul Umami di ajang POMNas 2017

Bertanding dengan atlet yang dikagumi memang menjadi tantangan tersendiri, seperti yang di alami oleh Safriliandika Ulul Umami atau Dika. Ia merupakan salah satu atlet cabang olahraga Kempo di ajang POMNas 2017. Dika menuturkan kepada nysnmedia.com bahwa ia semakin termotivasi lagi untuk latihan lebih baik setelah melawan sang atlet idola di semi final. “Saya pernah bertanding dengan atlet yang saya idolakan yaitu atlet asal Nusa Tenggara Timur. Saya suka karena dia main dengan bagus dan memang sering menang juga. Dari situ saya ingin bertanding dan melawannya. Kebetulan saat POMNas kemarin, saya bertemu di semi final. Tapi saya kalah, dan dari situ saya ingin terus berlatih biar lebih bagus lagi.” Ujarnya Gadis asal Jawa Tengah yang sudah mengukir prestasi sejak duduk dibangku SMA, semua bermula hanya sekadar ikut ekstrakulikuler Kempo di sekolah, dari saat itu Dika mulai serius latihan olahraga bela diri ini. Ia menceritakan bahwa Kempo tidak hanya belajar untuk bela diri tetapi juga untuk pengembangan diri pribadi. “Menurut saya, dengan bela diri Kempo tidak hanya bikin kita bisa bela diri. Tetapi kita juga bisa menambah teman karena pada dasarnya Kempo seperti sebuah persaudaraan. Selain itu kita bisa mengembangkan diri,” ucapnya. Mahasiswi Administrasi Negara Universitas Jendral Soedirman ini memang sudah mengikuti beberapa kejuaraan antar pelajar dan mahasiswa se-kabupaten Banyumas, Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah kejuaraan Nasional Kota Surabaya dan POMNas 2017. Mengikuti kejuaraan POMNas 2017 memang momen pertama kali bagi Dika karena bertanding diluar pulau Jawa. Namun, ia sempat mengalami kendala ketika mengikuti ajang yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan tersebut. “Saat POMNas kemarin itu, nomor peserta yang ikut itu banyak. Jadi kadang jadwal yang dipertandingkan sering mundur. Kita harus mempersiapkan diri biar selalu siap karena kalau sewaktu-waktu dipanggil kita sudah langsung siap” tutupnya. (put/adt)

Ingin Berbeda Dari Sebelumnya, Kejurda Drag Bike Banten Open Targetkan 1.000 Starter

Ajang balap Kejurda Drag Bike Banten Open 2017 akan meriahkan HUT Tangsel ke-9. (sumber foto: balapmotor.net)

Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangsel tinggal menghitung hari. Berbagai acara pastinya akan memeriahkan HUT Tangsel ke-9 ini. Seperti acara Kejuaraan Daerah (Kejurda) Drag Bike Banten Open yang akan diselenggarakan di Lapangan Udara TNI AU Cicangkal selama dua hari, rencananya pada 25-26 November mendatang. “Agenda ini sekaligus Final Kejurda Drag Bike Banten,” ujar Ketua Harian IMI Korwil Tangsel, Bahrudin. Bahrudin menargetkan, 1.000 starter pada Kejurda Drag Bike Banten Open dan akan melombakan 22 kelas. Ia, menambahkan, bahwa ingin memperingati HUT Tangsel dengan lebih berbeda dari sebelumnya. “Kami ingin peringatan HUT Tangsel tahun ini lebih berbeda, lebih bermakna bagi semua,” ucapnya. Bahrudin pun, berharap dengan acara ini dapat menampung pembalap drag dan juga membuat perkembangan drag bike maju di Kota Tangsel. “Saya berharap, dunia drag bike makin maju di Tangsel,” tambahnya. Gelaran event Drag Bike ini, menurutnya melibatkan sejumlah instansi. Antara lain Pemkot Tangsel, KONI Tangsel, ATS Bogor, Bravo90, Polsek Rumpin dan IMI Banten. “Untuk pendaftaran sampai 25 November. Kita juga siapkan hadiah utama berupa 1 unit Yamaha NMAX dan 1 unit Yamaha XRIDE,” tandasnya. Berikut Kelas yang Dilombakan: KELAS POINT 1 -BBK 4T 130 TU 2 -BBK 4T 200 TU 3 -MTC 155 TU 4 -MTC 200 TU 5 -SPORT 2T 155 FRAME STDR 6 -RXKING 140 FRAME STDR KELAS POINT LOKAL 7 -MTC 200 TU LOKAL 8 -RXKING 140 FRAME STDR LOKAL 9 -SPORT 2T 155 FRAME STDR LOKAL 10-MTC 130 FRAME STDR KELAS SUPPORTINH 11-BBK 2T 130 TU 12-BBK 4T 200 NON DOHC 13-SPORT 2T 140 TU 14-SPORT 2T 155 TU 15-FFA CAMPURAN 16-BRAKET 7,5 DETIK 17-BRAKET 8 DETIK 18-BRAKET 9 DETIK 19-BRAKET 10 DETIK 20-MINI GP OPEN 21-FFA VESPA 22-BBK 2T 130 NON BU (pah/adt)

Brotherhood Siap Mendorong Nasib Atlet Bela Diri Untuk Mendapatkan Hidup Layak

Brotherhood-Siap-Mendorong-Nasib-Atlet-Bela-Diri-Untuk-Mendapatkan-Hidup-Layak

Berlatar belakang ingin membuat standart gaji atau bayaran para atlet bela diri, organisasi yang bernama Brotherhood menjadi wadah perjuangan para atlet bela diri. Brotherhood yang bermarkas di ruko bidex Serpong membuka pendaftaran kepada para atlet dan petarung untuk bersama-sama bergabung menyuarakan dan menggelorakan beladiri dalam negeri. Irwan Taufik yang menggagas Brotherhood mengatakan kepada nysnmedia.com bahwa dirinya sudah menginisiasikan ini sejak tahun 2013. “iya, Brotherhood, merupakan organisasi atau wadah khusus untuk atlet petarung. Saya dan teman-teman sudah punya wacana sejak tahun 2013 lalu, intinya apapun latar belakang beladiri yang di tekuni boleh bergabung, dan mari kita buat menjadi lebih berwarna,” tegas Irwan Irwan menambahkan bahwa di Indonesia belum ada management untuk nasib atlet yang solid, dan stabil. “Menurut saya, di Indonesia sendiri belum ada yang mewadahi itu secara global, dan professional sehingga nasib atlet beladiri semakin tidak jelas, dan kami sedang mengarah kesana,” ucap Irwan. Lebih lanjut Irwan menambahkan dari masing-masing pengurus dan anggota Brotherhood merupakan atlet-atlet berbakat yang pernah mengharumkan nama daerah, wilayah dan negara Indonesia. “Kami yang berhimpun dalam wadah ini diantaranya merupakan atlet bela diri dari berbagai jenis beladiri, diantaranya wushu, MMA, Karate, Taekwondo, tinju, muaythai, kick boxing, hapkido dan pencak silat. Dari situ kita akan melakukan improve, create improve ajangnya misalnya pencak silat, akan kami buat ajang modern pencak silat,” jelas Irwan. Sementara itu Gunawan yang tak lain adalah atlet kebanggaan jawa timur di nobatkan menjadi duta petarung Brotherhood. Sambil mengatakan dengan logat jawanya yang kental, Gunawan juga menjelaskan tentang minatnya bergabung di Brotherhood dan prestasinya yang pernah di capai selama menjadi atlet bela diri wushu. “Terus terang saya sangat senang bergabung dalam keluarga besar brotherhood, disini kami di ajarkan berbagi dan bermanfaat untuk orang banyak yang kebanyakan orang tidak mampu, seperti pemuda jalanan, anak tidak mampu di latih dengan sukarela. Karena saya sendiri juga dari keluarga yang tidak mampu. Tapi alhamdullilah prestasi yang pernah saya capai dari wushu diantaranya, PON 2008 saya mendapatkan perak, pada tahun 2009 saya ikut kejuaraan di Kanada dapat perunggu, Seagame 2009 juga dapat perunggu, 2010 Indonesia Open saya kembali mendapatkan perunggu, PON 2012 dapat perak, 2013 mendapatkan juara nasional, di kejuaraan islamic soledarity games dapat perak, 2014 masuk Kejurnas, 2014 kejuaraan dunia di Jakarta, 2016 saya ikut PON Jabar perunggu, dan kejuaraan dunia di china dapat perunggu,” tutup Gunawan. (adt/rjl)

Hapkido, Bela Diri Asal Korea Mulai Merambah Di Indonesia

Hapkido,-Bela-Diri-Asal-Korea-Mulai-Merambah-Di-Indonesia

Barangkali, kebanggaan sesungguhnya adalah ketika kita mampu memenangkan ajang internasional dari olahraga bela diri dimana perwakilan petarung dari negara pencetusnya dapat kita kalahkan dalam sebuah ajang tersebut. Hapkido, olahraga bela diri asal Korea yang sudah sangat populer ini, mulai merambah ke Indonesia dan semakin mendapatkan respon baik di terima oleh masyarakat Indonesia. Sekertaris Umum Hapkido Banten, Irwan Taufik menegaskan bahwa hapkido masuk ke Indonesia sejak tahun 2015. “Ya, Hapkido memang tergolong baru di Indonesia, sekitar tahun 2015-2016, dan Hapkido ini lebih banyak mengadopsi tehnik dari Taekwondo dan Yongmoodo, lalu Hapkido hasil penggabungan di keduanya, hanya saja saat ini gaya-gaya MMA malah membooming di semua cabang olahraga petarung,” jelas Irwan. Mantan atlet ini juga mengatakan optimis, bahwa Hapkido di terima dengan baik oleh sebab memiliki gaya bertahan yang berbeda. “Iya, di Hapkido sendiri punya ciri khas yang unik, diantaranya self defend systemnya, gaya bertahan praktis. Sangat cepat di pelajari guna mencegah penjambretan, ataupun kekerasan dalam rumah tangga, ini yang paling efektif, karena Hapkido merupakan bela diri asal Korea dengan kecepatan tinggi,” tegas Irwan. Sambung Irwan, jajaran pengurus besar Hapkido Indonesia (PBHI) sudah mengirimkan surat kepada KONI pusat agar olahraga ini masuk di bawah naungannya. “Jajaran PBHI sendiri sudah mengirimkan surat kepada KONI, tinggal menunggu saja, dan harapannya semoga Hapkido yang saat ini pengurusnya berjumlah 1300, dapat memberi warna baru di dalam olahraga bela diri Indonesia,” tutupnya (adt/rjl)

Ribuan Pemain Sepakbola JSFL Tumpah Ruah Di Lapangan British School

Para calon peserta dari beberapa sekolah yang menghadiri sistem Grading untuk persiapan JSFL 2018 pekan lalu (11/11/17). Foto: NYSN Media (Fahrizal)

Ribuan lebih para peserta berbondong-bondong mendatangi lapangan British School, Tangerang Selatan, untuk melakukan seleksi grading yang di adakan oleh comite sepakbola JSFL (11/11) Menurut Kirk Evans, Ketua Komite JSFA, moment ini terlaksana tak lepas dari sosok komite terdahulu, yang konsisten menangani, dan secara professional hingga semua dapat terlaksana dengan baik. “Sosok komite terdahulu sangat menginspirasi kami, berorientasi kepada realisasi program, dan bergerak secara sosial merupakan misi kami untuk menambah minat masyarakat terhadap olahraga sepakbola,” tutur Kirk Kirk juga menambahkan, bahwa moment seperti ini sudah berjalan selama 13 tahun yang lalu. “Program yang di ikuti oleh sekolah Ini sudah berjalan kurang lebih 13 tahun. Sedangkan sistem seperti ini sudah berlangsung selama10 tahun, karena sebelumnya juga pernah ada orang dari british international school yang menjadi bagian dari komite, awalnya sih ada orang tua murid yang menanyakan “Kok anak saya selalu main bola di sekolah, tapi tidak ada kompetisinya”, lalu di buatlah ajang seperti ini,” tambah Kirk Kirk juga berterimakasih kepada semua pihak yang turut membantu hingga acara sepakbola JSFL ini terlaksana hingga tuntas nanti. “Acara ini berlangsung berkat kerjasama yang baik dengan semua pihak, terutama panitia, dan tak kalah penting adalah dorongan dari sponsor kami, yaitu coca cola, dan yang lainnya, tanpa sponsor kami tak mungkin bisa membuat sebesar ini,” tutup Kirk (red)

JSFL 2018 Menggelar Sistem Grading Untuk Menerapkan Sistem “Fair Play”

Para calon peserta JSFL 2018 yang sedang melalui proses Grading yang digelar di British School pekan kemarin, 11/11/17. Foto: NYSN Media (Fahrizal)

Seleksi atau tahapan grading yang di lakukan oleh panitia Ajang JSFL 2018 menjadi perhatian penting bagi pelaksana acara, bagaimana tidak, pentingnya pengelompokan skill bertujuan untuk menggelar acara yang adil apabila ditinjau dari kekuatan masing-masing tim. Lebih lanjut, grading juga bertujuan untuk mengenal skill kemampuan, lalu di kelompokan secara matang, dan di pertandingkan dengan lawan yang setimpal. Guna menggelar kegiatan fair play tersebut, koordinator pelaksana ajang JSFL 2018, Pak Raden, mengatakan memakai pola yang dijalankan berkiblat dari ajang liga inggris. “Kami memakai sistem yang sama dengan liga inggris, memakai sistem home away, apalagi pertandingannya bukan hanya di lapangan British School saja, tetapi juga sejabodetabek,” ujar Pak Raden Sementara itu, menurut data yang di himpun terdapat peserta kurang lebih 40 sekolah untuk ajang U-8, dan 70 tim dari kategori U-10 yang tengah melakukan grading (red)

Rules Of The Game Yang Digunakan JSFL Berkiblat Kepada FIFA

Kirik-evans-selaku-ketua-comite-JSFA-2018

Moment grading yang di lakukan oleh komite JSFA di lapangan sekolah British School di warnai kemeriahan sorak sorai suara para pendukung sekolah yang sedang bermain, terlebih orang tua dari masing-masing pemain, turut menyemangati anaknya untuk bermain bagus. Kirk Evans mengatakan kepada nysnmedia.com bahwa panduan rules of the game pertandingan mengacu kepada FIFA. “Di JSFL Kami dibawah FIFA. Dan akan selalu mengikuti aturan FIFA atau Rules Regulation FIFA,” papar Kirk Kirk juga menambahkan transparansi menjadi kunci sukses di tiap kegiatan yang di laksanakan. “Disini kami open book, untuk orang keuangan langsung di lakukan dari pihak sekolah British International School, mereka part time untuk audit. Karena uang pendaftaran masuk ke rekening BIS, dengan istilah open book. Tidak ada yang disembunyikan atau nothing to hide,” tambah Kirk Sementara itu untuk moment grading ini pihak pelaksana melibatkan personil kurang lebih berjumlah 60 orang. “Personil yang terlibat diluar JSFL sekitar 20 orang, dan kalau ditambahkan dengan wasit, yang personilnya kurang lebih 40 orang. Dan disetiap venue atau lapangan harus ada perawat/nurse & ambulance. Jadi total personil termasuk nurse kurang lebih bisa 60 personil,” tutupnya (red)

Uni Papua, NGO Asal Indonesia Ini Meraih Penghargaan Dari Federasi Tertinggi Sepakbola Dunia, FIFA

Uni Papua Football Community. Foto : Doc. Uni Papua

Uni Papua Football Community kali ini mendapat perhatian dari federasi tertinggi sepakbola dunia, FIFA. Melalui ajang FIFA Diversity Awards 2017 yang diadakan pada 2 November lalu, FIFA memberikan penghargaan kepada Uni Papua Football Community sebagai salah satu anggota yang dianggap berhasil memperjuangkan anti diskriminasi dan rasisme secara konsisten baik dalam skala nasional maupun internasional. Penghargaan ini sudah dilakukan federasi tertinggi sepakbola dunia, FIFA sejak tahun 2011. Uni Papua dinobatkan sebagai juara ketiga yang dianggap berhasil melakukan kegiatan sepakbola sosial dengan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, mempromosikan perdamaian, pembentukan karakter yang dapat memberikan kekuatan kepada generasi muda untuk bisa mengatasi penyalahgunaan obat terlarang, alkohol serta pergaulan bebas. Selain itu, Uni Papua juga dianggap berhasil mengkampanyekan sepakbola anti warna kulit, ras dan agama. Harry Widjaja selaku CEO dan pendiri Uni Papua FC menuturkan rasa bahagia mendapatkan penghargaan tersebut. “Saya mengucapkan selamat kepada para pelatih, anggota, relawan, pengurus para mitra, sponsor, penasihat serta media partner yang selama ini ikut berj uang membesarkan Uni Papua FC.” Tuturnya Uni Papua FC memang memiliki tujuan utama untuk pembentukan karakter pemain sepakbola sejak usia dini. Hingga saat ini, Uni Papua FC sudah memiliki 40 cabang di seluruh Indonesia dan 4 cabang di Finlandia, Amerika Serikat dan negara Asia. Selain penghargaan dari FIFA ini, Uni Papua FC juga pernah mendapatkan penghargaan internasional lainnya seperti Global Family Award dari Asosiasi Organisasi Non Goverment Organization (NGO) terbesar di Finladia tahun 2015 lalu.(put/adt)

Bagi Ajeng, Ucapan Sang Ibu Menjadi Obat Penenang Saat Bertanding Voli

Egidia-ajeng-rista-Voli

Menjadi seorang atlet memang perlu kekuatan fisik maupun batin. Tidak jarang para atlet sering mendapatkan ucapan yang tidak enak dari lawan dan saingan sesama atlet. Seperti yang sempat dialami oleh Ajeng, yang merupakan atlet voli asal Pontianak. Sering mendapatkan ucapan yang tidak enak dari lawan memang menjadi suatu tantangan tersendiri bagi gadis yang memiliki nama lengkap Egidia Ajeng Resta. “Omongan dari orang yang gak suka sama kita tuh jadi tantangan, yang bagiku merupakan tantangan paling berat. Ajeng selalu curhat sehabis pulang latihan sama Ibu terus Ibu bilang “mbak, kalau mau sukses kamu harus ngadepin hal seperti ini. Ini masih langkah awal, nanti semakin tinggi dan semakin hebat, kamu akan lebih banyak lagi omongan yang lebih dari ini. Orang hanya iri dan gak mau kamu sukses.” Jadi kalau sekarang masih ada yang begitu, Ajeng selalu ingat perkataan Ibu.” Ujar Ajeng Gadis yang sekarang duduk dibangku kelas 2 SMAN 7 Pontianak ini mengikuti 2 cabang olahraga, yaitu voli umum dan voli pantai. Pada awalnya, ia hanya mengikuti cabang olahraga voli, namun ketika ia diminta oleh sekolah untuk ikut cabang olahraga voli pantai dan ternyata ia berhasil menyabet juara 1 di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) dan Kejuaraan Daerah di Sintang. Bahkan ia menganggap bahwa saat bertanding voli pantai lebih sulit dibandingkan voli biasa. “Sebenarnya bertanding voli pantai lebih susah karena perlu kekompakan dan kerja sama yang maksimal. Misalnya skor kita baru 10 pasti udah capek banget soalnya memang fisik kita harus lebih kuat.” ucapnya Ajeng juga menambahkan bahwa ia merasa berkesan ketika kumpul dengan timnya baik saat menang maupun kalah. “Buat Ajeng yang berkesan selama main voli ya kalau kita menang selalu langsung kumpul dan makan bareng. Tapi kalau kita kalah juga harus kumpul dan ngomongin kesalahan saat pertandingan.”tutupnya (put/adt)

UPH Sediakan Program Beasiswa Bagi Para Atlet Olahraga

tim-basket-UPH-saat-melawan-STIE-BP

Universitas Pelita Harapan (UPH) yang sudah bergelut di dunia pendidikan selama 23 tahun lamanya, semakin mendapat antusias yang luar biasa dari calon mahasiswa. Bagaimana tidak, tiap tahunnya sebanyak 3 ribu terdapat mahasiswa baru. Dengan banyaknya minat tersebut, UPH selalu memberikan program beasiswa kepada calon mahasiswa yang mempunyai bakat dalam bidang olahraga. Beasiswa tersebut ditujukan kepada atlet olahraga, adapun beasiswa yang diusung UPH sebesar 25% bahkan 100% untuk biaya pendidikan. Internal Sport Program Development UPH, Cesar Wilhelem mengatakan, program beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa berbeda dengan kampus-kampus lain. “Sekarang sekitar 12 ribu mahasiswa yang aktif. UPH sendiri setiap tahunnya menerima 3 ribu lebih mahasiswa baru. UPH telah menyediakan beasiswa kepada mereka yang memiliki bakat. Berbeda dengan treatmen kampus lain, UPH mempunyai intercollege team mulai dari persiapkan beasiswa, tempat tinggal untuk menunjang atlet ini hingga membawa nama harum UPH di ajang kompetisi,” papar Cesar kepada nysnmedia.com. Meski begitu, para penerima beasiswa ini harus berkembang dan mempertahankan nilai-nilai yang sudah di tanda tangani oleh atlet olahraga tersebut. Para atlet harus bisa menyeimbangkan antara prestasi dan pendidikannya. “Atlet harus balance, ada kontrak yang harus memastikan mereka memenuhi standar IPK dan IPS yang ditetapkan. Selain itu, mereka harus mengikuti aturan UPH seperti menjauhi drugs, clubing, yang bertolak beakang dari nilai UPH. Dari olahraga, social lifenya harus balance, yang penting spiritual. Olahraga ini kendaraan mereka untuk mendapatkan pendidikan dan mereka bawa sampai kedepannya serta bisa bermanfaat bagi mereka,” paparnya. Di UPH sendiri terdapat 140 lebih atlet dari berbagai cabang olahraga seperti basket putra dan putri, swimming putra dan putri, futsal putra dan putri, soccer putra, badminton putra dan putri, volley ball putri. Namun, dari berbagai cabang olahraga yang ada di UPH, basket, swimming dan badminton yang paling menonjol dalam hal prestasi. Cesar juga menjelaskan, bahwa atlet UPH harus memiliki attitude yang baik. Bukan hanya sekedar skill, tetapi karakter para atlet baik di luar maupun di dalam kampus harus terjaga dengan baik. “Para atlet yang direkrut, harus memiliki pendidikan dan attitude. Bukan hanya sekedar skill saja, tetapi mereka nantinya bisa menjadi acuan bagi mahasiswa lain maupun di lingkungannya,” ucap Cesar. (pah/adt)

Bertema Nivea Men Top Skor Cup U-16, 22 Tim Akan Bertarung Di Lapangan ISCI Ciputat

Pembinaan sepakbola usia dini harus terus digencarkan oleh PSSI maupun masyarakat. (sumber foto: Viva News)

Sepakbola merupakan olahraga yang sangat popular, dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia hingga kini. Dua tahun lamanya, sepakbola Indonesia sempat mati suri karena di hukum oleh federasi FIFA. Tahun 2017, menjadi kebangkitan sepakbola Indonesia. Tentunya dengan begitu, tak hanya PSSI yang memajukan sepakbola Indonesia, tetapi dari berbagai kalangan pihak dan membutuhkan komitmen banyak pihak agar dapat terus menggeliat dan memperlihatkan prestasi yang mengharumkan nama Bangsa dan Negara. Tak hanya itu, proses pembinaan usia dini juga menjadi faktor yang sangat penting, di percaya untuk mencetak pemain-pemain muda berbakat, dan berkualitas yang menjadi harapan Bangsa di masa mendatang. Melihat pentingnya proses pembinaan usia dini pada olahraga populer sepakbola tersebut, NIVEA MEN sebagai merek perawatan kulit muka terkemuka di dunia memperlihatkan kontribusinya untuk turut mendukung perkembangan olahraga sepakbola Tanah Air melalui penyelenggaraan kompetisi sepakbola NIVEA MEN Top Skor Cup U-16. NIVEA MEN Top Skor Cup U-16 adalah turnamen sepakbola paduan antar Sekolah Sepakbola (SSB) dan sekolah formal (SMU/SMK) terbaik di wilayah Jabodetabek berusia di bawah 16 tahun. Terdiri dari 22 kesebelasan yang diundang berdasarkan prestasi dan reputasinya di turnamen maupun kompetisi usia muda. Ajang ini juga menjadi wadah talent scouting PSSI untuk persiapan Timnas U-16 menuju putaran final Piala Asia U-16 tahun 2018 mendatang. Nivea Men Top Skor Cup U-16 secara resmi akan digulirkan pada tanggal 11 November 2017 mendatang di International Sports Club of Indonesia (ISCI), Jalan Ciputat Raya No. 2, Cireundeu (sebelum kampus UIN), Ciputat, Tangerang Selatan. Bagi Nivea sendiri, tournament untuk U-16 sendiri baru pertama kali digelar.(pah/adt)

Meski Kurang Persiapan, Ahmad Zulfikar Mampu Meraih Medali Emas POMNas 2017

Ahmad-Zulfikar-(Kiri)-bersama-dengan-kembarannya-Ali-Fikri-(kanan)-saat-di-ajang-POMNas-2017-lalu

Persiapan adalah modal dasar dalam melakukan semua hal, karena sebuah kegagalan sama halnya dengan merencanakan kegagalan. Berbeda dengan sosok pemuda ramah yang bernama lengkap Ahmad Zulfikar, atau yang sering disapa Fikar. Fikar merupakan atlet cabang olahraga Kempo, perwakilan dari Jawa Barat di ajang POMNas 2017. Fikar mengikuti cabang olahraga Kempo dari kategori pasangan, bersama kembarannya Ali Fikri. Fikar mengakui bahwa saat mengikuti ajang POMNas 2017 lalu, ia dan kembarannya memiliki persiapan yang kurang matang, dan tidak pernah menyangka akan mendapatkan gelar juara 1. “Persiapan POMNas kemarin cuma 3 minggu, dan tekniknya masih banyak yang harus diganti. Awalnya juga pesimis, karena persiapan yang kurang matang dan melihat lawan yang kemarin adalah juara 1 di PON. Tapi alhamdulillah semua karena ijin Allah saya menang.” Ujar Fikar Bertanding dari kategori berpasangan bukanlah hal yang mudah, karena harus memiliki persamaan agar kompak saat bertanding. Dan bagi Fikar, bermain bersama kembaran sudah tercipta secara alami untuk kompak. “Karena saya kembar jadi sudah sehati dan secara alami aja gitu kompak. Soalnya juga, kalau mau bertanding pasti selalu terus berdua,” ucap mahasiswa Universitas Ibd Khaldun Bogor (UIKA). Tak hanya itu, atlet yang sudah mengikuti kempo sejak tahun 2010 ini juga menceritakan asal muasal bagaimana ia bisa tertarik dengan Kempo. “Saat saya kelas 3 SMP ada Kempo masuk dalam kelas olahraga saya. Awalnya sih saya gak tertarik. Lalu sang pelatih Kempo melihat, saya dan kembaran memiliki bakat, ia juga bilang kalau kita bagus kalau main dikategori berpasangan. Semenjak itu jadi tertarik untuk ikut latihan Kempo,”ucapnya Fikar yang sudah mengikuti beberapa kali kejuaraan, dan selalu mendapatkan juara dalam berbagai turnamen, menjelaskan prestasinya. Seperti juara 1 pada Kejuaraan Nasional Pelajar tahun 2012 dan 2013, lalu juara 1 Pekan Olahraga Daerah (PORDA) Jawa Barat 2014 dan juara 2 Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. Mahasiswa yang masih tingkat semester 5 jurusan Manajemen ini juga berbagi cerita, tentang suka duka saat sudah bergabung dalam cabang olahraga Kempo. “Kalau sukanya sih kita bisa berprestasi, bisa membuat bangga orang tua, banyak teman dan nambah pengalaman. Mungkin kalau dukanya waktu bersama dengan orang tua, dan teman pasti berkurang. Dan yang paling sering itu kangen sama orang tua, kalau udah di mess. Apalagi disaat ada teknik baru, sedangkan kita belum bisa, malah jadi kepikiran terus, alias terbayang bayang terus,”tutupnya. (put/adt)

Ini Jadwal Pertandingan LIMA Basketball Regional Red Team 2017 Di UPH

Saat Tim basketball UPH menghadapi Tima basketball STIE BP

Liga Mahasiswa (LIMA) merupakan ajang bagi para mahasiswa unjuk kebolehan dalam bidang olahraga. Dimana terdapat beberapa pertandingan diantaranya basket, sepakbola, badminton, futsal dan swimming. Beberapa cabang olahraga sudah mulai di helat oleh LIMA, bahkan futsal baru saja selesai menyelenggarakan babak Nasional. Kali ini, untuk kompetisi basket sedang melangsungkan pertandingan. Beberapa region sudah menggelar babak regional ini. Seperti di Universitas Pelita Harapan, yang dipercaya menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan LIMA Basketball Regional Red Team yang digelar di GOR UPH, Karawaci, Tangerang. Babak regional Red Team ini diikuti oleh lima tim yang terdiri dari Universitas Pelita Harapan Banten sebagai tuan rumah, STIE BP Jakarta, ABFI Perbanas Jakarta, Universitas Sebelas Maret Surakarta dan Universitas Esa Unggul Jakarta. Regional Red Team pun, sudah berlangsung sejak 6 November lalu dan akan berakhir pada 11 November. Berikut informasi rangkuman agenda yang masuk ke redaksi nysnmedia.com. Pertandingan LIMA Basketball Regional Red Team 2017: (pah/adt)