Liga 3 Asprov DKI Jakarta Bergulir, 21 Tim Bertarung Buru Tiket Nasional

Asprov PSSI DKI Jakarta memakai format kompetisi penuh dengan formasi empat grup dan memperebutkan tiket menuju final. Juara Liga 3 Asprov DKI Jakarta otomatis lolos mewakili provinsi di kompetisi Liga 3 Nasional. (Ham/NYSN)

Jakarta- Asosiasi Provinsi (Asprov) DKI Jakarta menggulirkan kompetisi Liga 3 Asprov DKI Jakarta pada Minggu (22/7). Sebanyak 21 tim tergabung dalam empat grup akan memperebutkan gelar yang terbaik di regional DKI Jakarta. Liga 3 ini bermaterikan pemain dengan skuad amatir yang rata-raa berusia 16-21 tahun. Peringkat pertama dan kedua tiap grup akan melaju ke babak 8 besar. Tim-tim legendaris seperti Persitara Jakarta Utara, PSJS Jakarta Selatan, hingga Urakan FC akan bertarung, menjadi wakil DKI Jakarta, di event Liga 3 Nasional. Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta, Uden Kusuma Wijaya berharap kompetisi bisa lancar dan terkendali. Ia ingin sepak bola Jakarta mampu memutar kompetisinya dengan baik. “Kami ingin kompetisi berjalan baik. Jika memang ada pelanggaran yang dilakukan klub, ada sanksi tegas hingga pencoretan anggota,” ujar Uden pekan lalu. Sedangkan Ketua Komite Pemberdayaan Usia Muda Asprov PSSI DKI Jakarta, Rinci Gustiawan menjelaskan bila jumlah pertandingan seusai dengan regulasi PSSI. Selain itu, ia juga mengatakan format kompetisi 2018, akan berbeda dengan tahun kemarin. “Sesuai dengan instruksi dari PSSI, setiap tim bisa melakukan 12 kali pertandingan. Memang agak padat, tapi mau tidak mau kita akan lakukan,” ujar Rinci. “Kalau tahun lalu itu, event-nya terkesan dipaksakan. Tapi tahu ini bergulir dengan format tak jauh dari regulasi PSSI, yakni 12 tim bertanding sampai final,” tambahnya. Liga 3 Regional pada 2018 ini Asprov DKI Jakarta menyiapkan format kompetisi penuh dengan formasi empat grup. Masing-masing grup nantinya diisi lima tim memperebutkan tiket menuju final. Juara dari Liga 3 Asprov DKI Jakarta, otomatis lolos mewakili provinsi di kompetisi Liga 3 Nasional. Jika tahun lalu minimum klub bermain sebanyak tiga sampai empat kali, kali ini Asprov berupaya memberikan jumlah bermain 12 kali. Menariknya, Persitara Jakarta Utara dan Persija Muda tergabung satu grup di Grup D. Maklum, riwayat rivalitas kedua pendukung masih begitu kental di Jakarta. Persija Muda yang merupakan klub satelit dari Persija Jakarta akan didukung oleh Jakmania, begitu pula dengan NJ Mania di kubu Persitara. Untuk venue pertandingan Liga 3 berlangsung di beberapa lapangan di kawasan seputaran Jakarta. Diataranya yakni Lapangan Mako Brimob Kelapa Dua (Depok, Jawa Barat), Lapangan Brigif Jayasakti (Cijantung, Jakarta Timur), Lapangan Yon Zikon 14 (Srengseng, Jakarta Selatan), Lapangan Kodam Gagak Hitam (Bintaro, Jakarta Selatan) dan Stadion Cendrawasih (Cengkareng, Jakarta Barat). Asprov DKI Jakarta pun tengah berupaya menggelar pertadingan di lapangan milik TNI dan Kepolisian RI. Termasuk juga Lapangan Banteng, Jakarta Pusat yang dikelola oleh Disorda DKI Jakarta. (Dre) Liga 3 Asprov DKI Jakarta Grup A Laskar Muda Villa 2000 B PSJS Jakarta Selatan Batavia FC Betawi FC Grup B Bintang Kranggan Urakan FC Trisakti FC Kompak FC Pemuda Jaya PS Grup C Bintang Kota Taruna Persada Bina Mutiara Jakarta Barat PS Pro Direct Grup D ABC Wirayudha Putra Citra Muda Persija Muda Persitara Jakarta Utara MC Utama Jakarta Timur FC

Kondisi Lapangan Jelek, Villa 2000 Libas Laskar Muda di Liga 3 Asprov DKI Jakarta

Sebagai juara bertahan Liga 3 Asprov DKI Jakarta musim lalu, Villa 2000 FC (hitam) sukses melibas Laskar Muda (merah), dalam laga perdana Liga 3 Asprov DKI Jakarta, di Lapangan Gagak Hitam, Bintaro, Jakarta Selatan. (Ham/NYSN)

Jakarta- Villa 2000 FC menang telak 0-3 kontra Laskar Muda dalam laga perdana Grup A Liga 3 Asprov DKI Jakarta, yang dihelat di Stadion Gagak Hitam, Bintaro, Jakarta Selatan, Jumat (27/7). Sayang, kondisi lapangan yang tak cukup baik, menjadi sorotan pelatih Villa 2000 FC. “Kondisi lapangan disini berbeda jauh dengan lapangan latihan kami, di lapangan Villa 2000, Pamulang. Dari jalannya bola di beberapa sudut lapangan, struktur tanah bergelombang, ya pokoknya kurang. Tapi ya bagaimana lagi, mungkin ini yang tersedia,” ujar pelatih Villa 2000 FC, Aven Kristian. Dalam laga yang dimulai pada pukul 16.00 WIB ini, klub asal Pamulang (Tangerang Selatan) mendominasi permainan. Gol pembuka diciptakan di menit 22, hasil situasi bola mati. Meskipun sang lawan tak memberikan perlawanan yang berarti, hingga babak pertama skor 0-1 bertahan sampai jeda turun minum. Di babak kedua, Villa 2000 FC lebih trengginas hingga membuat lawan tanpa peluang di babak kedua. Permainan yang lebih menyerang ini membuat dua gol tambahan, yakni masing-masing menit ke-66 dan menit ke-69. Aven mengaku bersyukur atas hasil yang diraih anak asuhnya di laga pertama ini. Menyandang gelar sebagai juara bertahan regional DKI Jakarta musim lalu, tentu ada tekanan dari sisi psikologis. “Sebelumn bermain, saya bilang pada tim jika status juara bertahan bukan beban, dan kami harus bermain lepas. Alhamdulillah dapat tiga poin di pertandingan perdana,” ungkapnya pada nysnmedia.com, Jumat (27/7). The Black-Orange-julukan klub Villa 2000 FC- kembali melakoni partai lanjutan Liga 3 Asprov DKI Jakarta Grup A, melawan Batavia FC, pada Minggu (29/7) di Lapangan Gagak Hitam, Bintaro, Jakarta Selatan. “Saya belum tau kekuatan, skuat pemain, dan strategi Batavia FC. Ya pastinya kami masih meraba-raba kekuatan lawan,” jelas Aven. “Yang jelas kami akan bermain sesuai strategi dan taktik Villa 2000 FC,” tegasnya. Saat laga perdana Villa 2000 FC di Liga 3 ini, turut dihadiri oleh eks-pelatih Villa 2000 FC, yakni Blitz Tarigan. BT sapaan akrabnya, memiliki pesan khusus terhadap mantan anak asuhnya. “Usai main, masih ada recovery sehari. Karena seluruh skuad adalah pemain muda semua, saya harap anak-anak mampu memanfaatkan dengan baik dan jaga kondisi”, ucap BT yang kini menukangi tim muda Persija Jakarta U-16. (Dre)

Palestina Masuk Grup A, Timnas U-23 Batal Uji Coba Dan Terancam Tak Lolos Penyisihan Asian Games 2018

Dalam Grup A, lawan Timnas U-23 bertambah dengan masuknya Palestina, diikuti oleh Hongkong, Laos, dan Taiwan. Sehingga perjalanan di Asian Games 2018 dimulai lebih cepat yakni pada 10 Agustus. (goal.com)

Jakarta- Striker Timnas U-23, Alberto Goncalves, menyayangkan pembatalan uji coba melawan Timor Leste U-23. Dia menilai pertandingan itu sangat penting untuk persiapan terakhir menuju Asian Games 2018. Sebelumnya, Timnas U-23 dijadwalkan berlatih tanding kontra Timor Leste U-23 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 10 Agustus. Namun, duel itu justru batal digelar karena adanya pengundian ulang (redraw), yang berpengaruh pada jadwal pertandingan di Asian Games. Dalam Grup A, lawan Timnas U-23 bertambah dengan masuknya Palestina, diikuti oleh Hongkong, Laos, dan Taiwan. Ini membuat Timnas U-23 memulai perjalanannya di Asian Games 2018 lebih cepat yakni pada 10 Agustus 2018. “Uji coba lawan Timor Leste batal karena berdasarkan hasil drawing terbaru Asian Games jadi dimulai lebih awal yaitu pada tanggal 10 Agustus untuk cabang sepak bola,” kata Kepala Media dan Digital PSSI, Gatot Widakdo, Rabu (24/7). Sebelumnya, pasukan Luis Milla dijadwalkan melakukan laga perdana versus Taiwan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, pada 14 Agustus. “Kecewa sekali, karena kami butuh uji coba biar tahu kekompakan tim sebelum Asian Games,” ujar pemain yang akrab dipanggil Beto, pada Kamis (26/7). Pasukan Luis Milla kini hanya memiliki satu laga uji coba terakhir, yakni melawan Bali United. Duel versus tim berjuluk Serdadu Tridatu itu akan digelar secara terbuka di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (31/7). Meski menjalani satu laga uji coba saja, Beto menilai itu sangat bermanfaat untuk timnya. Ia berharap Timnas Indonesia U-23 bisa semakin kompak. “Harusnya minimal dua uji coba (tanding), tapi kalau cuma satu lawan Bali United saja, okelah bagus karena Bali United tim kuat, dan kami di Asean Games juga akan menghadapi tim kuat,” imbuh Beto. Hadrinya Palestina di Grup A sejatinya menambah rumit posisi Timnas U-23 sebagai tuan rumah. Dari ranking FIFA, tim merah putih berada di posisi kedua dari bawah di Grup A Asian Games 2018. Padahal, hanya dua tim yang lolos dari fase grup. Artinya, Indonesia harus mempecundangi dua negara dengan ranking FIFA yang lebih tinggi. Palestina sebenarnya belum lama jadi anggota FIFA. Pertama kali sepakbola mereka diakui pada 1998 lalu. Palestina memilih bertanding di konfederasi sepakbola Asia (AFC). Palestina adalah tim kuat, dan mencapai babak 16 Besar di AFC U-23 pada 2017, di Qatar. Enam sampai tujuh pemain mereka pun aktif berkompetisi di Eropa. (Dre) Ranking FIFA Negara Grup A Asian Games 2018  1. Palestina Ranking FIFA ke-99, dengan 347 poin 2. Taiwan Ranking FIFA ke-123, dengan 247 poin 3. Hongkong Ranking FIFA ke-142, dengan 195 poin 4. Indonesia Ranking FIFA ke-164, dengan 111 poin 5. Laos Ranking FIFA ke-178, dengan 82 poin

Hoby Lari di Run Track Sejak Kecil, Jadi Bekal Celine Bergabung Timnas U-16 Putri

Celine saat memperkuat Timnas Putri Indonesia U-16 yang diasuh oleh pelatih Rully Rudolf Nere.

Jakarta- Mulai bergelut di dunia olahraga sejak kelas 1 Sekolah Dasar (SD), Celine Brigita Goutama atau Celine sapaannya, kerap tertarik melakukan joging di Run Track, atau lintasan lari. Justru sepak bola ia tekuni, saat dirinya memasuki kelas 4 Sekolah Dasar di Singapore International School Kelapa Gading (SIS KG). SIS KG dipilih karena dekat dengan tempat tinggal Celine. Namun, gadis kelahiran Jakarta 25 Februari 2003 ini sudah bergabung dengan SIS KG, sejak usianya masih sangat muda di kelas penitipan anak. Selain bersekolah di pendidikan formal, SIS KG memiliki kelas esktrakulikuler olahraga seperti renang, voli, sepak bola, bola basket dan lain-lain. Kegemarannya berlari menjadi bekal Celine, untuk aktif mengikuti hampir seluruh cabang olahraga kelas ekstrakulikuler di SIS KG. “Saya memilih sepak bola, karena ada unsur larinya, jadi lebih gampang, meski untuk menendang bola awalnya agak sulit, tetapi dengan latihan yang benar akhirnya saya bisa bermain bola,” ungkapnya. Selain karena ada unsur berlarinya, Celine ingin membuktikan bila perempuan juga bisa tampil di lapangan hijau layaknya laki-laki. Bermain di sektor sayap kiri dan lebih dominan melakukan serangan, baginya lebih menantang. “Banyak orang bilang, saya cocok di posisi penyerang karena lari saya sangat cepat,” tegasnya. Celine berlatih sepak bola selama 1 sampai 2 jam setelah bersekolah 8 jam lamanya. Pada 2015-2016, Celine dan tiga siswa SIS KG lainnya mendapat undangan berlatih dengan tim SIS United, yang merupakan klub sepak bola seluruh sekolah SIS, yang mayoritas anggotanya adalah siswa laki-laki. “Awal latihan agak gugup, tapi kata teman-teman nikmati saja. Saat berlatih, saya malah bisa cetak gol. Dan bermain dengan laki-laki ternyata tak ada bedanya dengan tim perempuan yang pernah saya lawan” tandasnya. Selain bermain dengan tim putra, Celine sempat bergabung dengan klub sepak bola wanita JAAC jr girls Football, sejak kelas 6 SD dan mendapatkan predikat “All Star Player” dan “Top Scorer” pada 2016, dalam event JACC soccer tournament. Tak hanya JAAC, ia pernah berprestasi di turnamen North Jakarta Athletics Conference (NJAC) cabang sepakbola pada 2017. NJAC adalah turnamen olahraga khsusu sekolah internasional, di Jakarta Utara. Di ajang ini, Celine mendapatkan predikat pencipta gol terbanyak, untuk semua divisi perempuan atau laki-laki. Celine pun mendapat panggilan bergabung dengan skuat Timnas Putri Indonesia U-16 yang diasuh oleh  Rully Rudolf Nere. “Tidak mudah ya bergabung dengan skuad Timnas U-16 Putri. Materi pelatihan yang diberikan juga berat. Itu banyak tekanan tapi dukungan teman dan keluarga membuat saya bisa melaluinya dengan kerja keras,” tukasnya. Proses latihan Timnas U-16 berlangsung selama 4-5 minggu dan setiap hari melewati proses seleksi yang sangat ketat. Dan Celine memenuhi syarat untuk bergabung dengan Timnas U-16, untuk tampil di ajang Piala AFF U-16 Putri 2018, di Palembang, Sumsel. “Saya yakin sepak bola tidak hanya untuk anak laki-laki, sebab banyak perempuan memiliki potensi untuk menjadi pemain sepak bola. Dan karena perempuan, tidak semestinya dilabeli sebagai “lemah” atau tidak cocok untuk olahraga laki-laki” tambah gadis berusia 15 tahun ini. Celine menegaskan jika masa depannya di dunia sepak bola masih sangat panjang.Namun, ia belum memastikan akan berkarir serius di lapangan hijau nantinya. “Masa depan saya masih panjang, saya pun harus masih belajar banyak memahami tekni sepak bola yang baik dan benar. Selain itu, meahami teknik, adalah cara untuk menhindari cedera yang kerap dialami atlet pesepakbola,” terangnya. Namun saat ini dirinya masih berharap terus berkontribusi untuk tampil membela timnas sepak bola wanita, karena menjadi pemain timnas adalah hal yang membanggakan. “Saya berharap lebih banyak lagi wanita bergabung dengan klub sepakbola wanita karena mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan timnas sepakbola wanita adlah hal yang luar biasa,” pungkasnya mengakhiri sesi wawancara. (Ham) Biodata Nama Lengkap : Celine Brigita Goutama Nama Panggilan : Celine Tempat, tgl lahir : Jakarta, 25 Februari 2003 Sekolah : Singapore Intercultural School Kelapa Gading Akun Sosial Media : Instagram @celinegoutama Hobi : Playing sports, Travelling and Adventuring Penghargaan Individu. 1. Mencetak lebih dari 50 gol untuk SIS KG di masing-masing sejak 2015-2018. 2. Gol terbanyak yang pernah dicetak di liga NJAC 2017. 3. All-Star dan pencetak gol terbanyak turnamen di JAAC Tournament pada 2016. 4. Pemain muda di Tim SIS KG U-19. Penghargaan Tim : 1. Tidak absen satu pun pertandingan di seluruh tahun ajaran 2016-17 bersama SIS KG dan mendapat posisi pertama di setiap kejuaraan. 2. Tim SIS KG memasuki 21 turnamen atau liga dari 2015 hingga 2018. 3. Pada 2016-2017 Tim SIS KG Putri memenangkan 22 pertandingan berturut-turut dan memenangkan 34 pertandingan sepanjang musim.

Drawing Ulang Cabor Sepak Bola Asian Games 2018 di Kuala Lumpur, INASGOC : Keputusan Ada Di OCA

Undian ulang cabor sepak bola Asian Games 2018 diwacanakan usai Uni Emirat Arab dan Palestina memprotes tak masuk dalam drawing awal, yang digelar pada 5 Juli lalu, di Kantor Pusat INASGOC di Jakarta. (malaymail.com)

Jakarta- Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) memastikan undian ulang pada cabang olahraga sepak bola akan dilakukan Rabu (25/7). Namun undian hanya dilakukan terhadap dua negara, yakni Uni Emirat Arab dan Palestina, yang protes karena tak masuk dalam undian pertama. “Besok akan digelar drawingnya. Di AFC (Federasi Sepak Bola Asia) House di Kuala Lumpur, Malaysia,” ujar Deputi 2 INASGOC Bidang Games Operation, Harry Warganegara, saat dikonfirmasi pada Selasa (24/7). Undian ulang memang diwacanakan setelah Uni Emirat Arab dan Palestina memprotes tak masuk dalam drawing awal, yang digelar pada 5 Juli lalu di Kantor Pusat INASGOC di Jakarta. INASGOC sempat menolak permintaan ini, namun akhirnya drawing ulang tetap dilaksanakan. Dua opsi muncul, yakni pertama undian ulang secara keseluruhan 26 negara yang ikut. Kedua, undian hanya dilakukan terhadap dua Uni Emirat Arab dan Palestina saja, atau oleh INASGOC disebut proposed partial redraw. “Jadinya, kami proposed partial redraw. Hanya 2 NOC (national olympic comittee) itu saja yang di-drawing,” ujar Harry. Dengan masuknya UEA dan Palestina, total negara yang akan bertanding di cabang sepak bola Asian Games 2018 berjumlah 26 negara. Dari drawing terakhir, 24 negara telah dibagi ke dalam enam grup, yang masing-masing terdiri dari empat negara. Indonesia berada di Grup A bersama Hong Kong, Laos, dan Taiwan. Hal senada juga diungkap, Sekjen INASGOC, Eris Heriyanto. “Rencananya kami undi dua negara itu saja. Soal format undian sudah dibahas oleh INASGOC, PSSI dan AFC pada Senin (23/7). Tapi, sampai sekarang belum ada titik jelas, seperti apa opsi yang akan diambil,” ujar Eris, di Kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (24/7). Pria kelahiran Bogor, Jawa Barat, 63 tahun silam itu, menegaskan Komite Olimpiade Asia (OCA) sebenarnya yang menjadi penentu soal ini. “Keputusannya ada di OCA. AFC cuma bantu. Dan, OCA akan datang besok (Rabu, 25/7) membahas masalah ini,” tukas purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Udara (AU) itu. (Adt)

Palestina dan UAE Protes, Drawing Ulang Sepak Bola Putra Asian Games 2018 Dilakukan Senin

Logo Asian Games 2018

Jakarta– Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) meminta Indonesia melakukan redraw atau undian ulang, pembagian grup penyisihan sepak bola putra Asian Games 2018. Dilansir BolaSport.com dari media Thailand, Bangkok Post, proses drawing ulang ini, berlangsung di Jakarta pada Senin (23/7). AFC telah menginformasikan ke semua asosiasi anggotanya yang mengikuti sepak bola Asian Games 2018, termasuk Federasi Sepak Bola Thailand (FAT). Sebelumnya, undian untuk turnamen diadakan di Jakarta pada 5 Juli 2018. Saat itu, cabang olahraga ini diikuti 24 tim yang akan terlibat persaingan memperebutkan emas. Namun, hasil drawing itu ’tergores’ oleh protes dari Uni Emirat Arab (UAE) dan Palestina. Kedua negara itu tak dimaksukkan dalam pelaksanaan undian awal, setelah mereka tak masuk drawing. Akhirnya, keputusan melakukan pengundian ulang pun dilaksanakan dengan 26 peserta. Tim-tim tersebut diunggulkan ke dalam empat pot berdasarkan penampilan mereka pada Asian Games 2014. Tuan rumah Indonesia secara otomatis akan masuk dalam pot 1 dan menjadi tim yang ada di Grup A. Sedangkan dari delapan tim yang lolos ke perempat final Asian Games 2014, hanya Yordania yang absen tahun ini. Pada 2014, Korea Selatan meraih emas setelah pada final menumbangkan Korea Utara. Irak merebut peruggu setelah menang atas Thailand pada perebutan posisi tiga. Sepak bola putra Asian Games 2018 akan mempertandingkan Timnas U-23 dengan tambahan tiga pemain senior. Empat stadion jadi arena pertandingan untuk fase penyisihan sampai final. Arena itu antara lain: Stadion Pakansari, Cibinong di Kabupaten Bogor, dan Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi. Lalu, Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, dan Stadion si Jalak Harupat, Sorean, Kabupaten Bandung. Semua stadion itu berada di Provinsi Jawa Barat. (Ham)

Menang Saat Uji Coba Malam Hari, Timnas U-16 Menunjukkan Perkembangan Pesat

Gelandang Timnas U-16 Muhammad Fajar Fathur Rahman (hijau), berusaha melewati hadangan dua pemain Akademi ASIFA U-16 Malang, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. (suryakabar.com)

Jakarta- Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini, memuji perkembangan anak asuhannya selama menjalani pemusatan latihan di Sidoarjo. Menurutnya, seluruh pemainnya sudah menunjukkan peningkatan performa. Selama melakoni TC Timnas U-16 sempat melangsungkan tiga laga uji coba, usai lawatan ke Malaysia. Skuat Garuda Asia, berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Timnas U-16 menang atas PSID Jombang (4-1), SSB Bligo U-17 (6-2), serta yang terakhir menekuk Akademi ASIFA U-16 Malang, empat gol tanpa balas. Saat melawan ASIFA, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jumat (20/7) malam, menjadi partai pemanasan yang amat disoroti oleh Fakhri. Kemenangan merah putih remaja itu merupakan hasil yang spesial dalam catatan sang pelatih. Pertama, ini adalah kemenangan pertama yang diraih tanpa kebobolan. Sebelumnya, timnas U-16 selalu kebobolan. ”Meski tidak kebobolan, ada beberapa kali pemain belakang tidak berada di posisi yang tepat,” kata Fakhri. ”Tetapi, ini laga yang bagus karena pemain bisa dapat suasana pertandingan karena nanti juga akan bermain di sini,” ucapnya. Kedua, Fakhri melihat David Maulana dan kawan-kawan bisa bermain efektif memanfaatkan peluang mencetak gol. Salah satunya lewat eksekusi bola mati. Tiga dari empat gol yang terjadi, semua berawal dari eksekusi bola-bola mati. Situasi tersebut disebut Fakhri menjadi catatan yang positif. Sebab, selama ini mereka kesulitan untuk memanfaatkan bola mati. Padahal, Timnas U-16 memiliki beberapa pemain dengan postur tinggi yang bisa dimanfaatkan untuk bola mati. ”Satu hal yang saya apresiasi adalah ketika mereka bisa memanfaatkan dengan sangat maksimal bola-bola set piece,” ucap Fakhri. ”Kami punya beberapa pemain yang tinggi dan ada tiga gol dari set piece. Ini jadi modal yang bagus.” Laga uji coba melawan ASIFA juga spesial, karena digelar malam hari. Pada laga-laga sebelumnya, uji coba Timnas U-16 selalu digelar pagi atau sore hari. Fakhri mengaku sengaja minta secara khusus untuk uji coba malam hari. ”Saya ingin mereka bisa beradaptasi dengan situasi pertandingan sebenarnya, jadi main malam hari pada uji coba terakhir ini,” tuturnya. Hasil ini membuktikan Sutan Zico dan kolega sudah siap tampil di Piala AFF U-16 pada 29 Juli – 11 Agustus 2018. Hanya saja, Fakhri menyebutkan timnya perlu memperbaiki beberapa aspek yang lemah. Upaya tersebut dilakukan agar timnas U-16 dapat meraih hasil maksimal di Piala AFF U-16. “Kami akan latihan rutin saja. Hal ini untuk menjaga stamina dan kondisi para pemain yang sebentar lagi (kurang lebih sembilan hari) akan mengikuti ajang piala AFF U-16,” kata Fakhri dikutip dari laman resmi PSSI. “Selama pemusatan latihan dan beberapa kali uji coba, para pemain sudah berkembang pesat. Adapun beberapa catatan dan evaluasi dari hasil uji coba telah kita lakukan serta diperbaiki. Secara keseluruhan, kami siap menyongsong turnamen AFF,” tambahnya. (Dre)

Empat Grup Berisi 16 Tim U-12, Saling Incar Tiket Juara AQUA Danone Ke Spanyol

16 tim sepak bola kategori umur dibawah 12 tahun (U-12), akan tampil di babak final nasional Festival AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC), pada 20-21 Juli di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Babak final nasional Festival AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) dimainkan di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, 20-21 Juli 2018. Sebanyak 16 tim sepak bola kategori umur dibawah 12 tahun (U-12), akan berjibaku dalam empat grup, guna mendapatkan status juara. Deretan tim yang berasal dari hasil seleksi se-Indonesia tersebut bakal mendapatkan hadiah istimewa jika berhasil menjadi jawara. Mereka akan mewakili Indonesia di pentas yang lebih tinggi lagi, yakni final Dunia Danone Cup (DNC) 2019 di Spanyol, tahun depan. Selain itu, tim terbaik mendapat kesempatan mendukung langsung perjuangan Timnas U-23, di pentas Asian Games 2018. Pihak panitia mengungkapkan, tim juara akan hadir di stadion mendukung Tim Merah Putih, meski belum tahu pertandingan mana yang akan ditonton langsung. Dua hadiah istimewa itu membuat perhelatan AQUADNC Indonesia bakal berlangsung seru. Panitia pelaksana menggelar drawing 16 tim di Ballroom Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/7). Para peserta terdiri dari 192 anak hasil seleksi regional di 11 provinsi. Turut hadir sebagai narasumber diantaranya Vera Galuh Sugijanto selaku VP General Secretary Danone Indonesia, Indra Sjafri Pelatih Timnas U-19, Jeffri Ricardo selaku Marketing Manager AQUA, Fary Djemy Francis selaku Departemen Sport Intelligent PSSI, serta Nurhidayat Kapten Timnas U-19. Jeffri mengungkapkan, Danone akan memeringati ulang tahun ke-100 pada tahun 2019. “Walhasil, pemenang tahun ini dan juga tahun depan akan berangkat ke laga Final Dunia DNC 2019, di Spanyol,” ujarnya. Indra juga ikut memberikan nasehat dan motivasi kepada para pemain. “Selamat kepada tim-tim yang lolos. Sepak bola usia muda bukan hanya sekedar menang atau kalah, tapi mampu memperlihatkan kultur asli sebagai negara Indonesia, dengan memperlihatkan budaya, persatuan, dan respek kepada sesama,” ujar pria 52 tahun ini. Sementara, Nurhidayat, yang merupakan jebolan Festival AQUADNC edisi 2011 ini mengingatkan untuk selalu berjuang. “Dulu, tim kami dari Makassar, tak diunggulkan, tapi juara di nasional, dan mewakili Indonesia ke Santiago Barnabeu (markas Real Madrid), Spanyol. Kerja keras tak akan mengkhianati hasil,” kata bek Bhayangkara FC itu. Saat ini, AQUADNC telah menjadi turnamen sepak bola anak-anak terbesar di Indonesia. Total, setidaknya sudah ada 800 ribu anak-anak dan menjangkau 160 kota/kabupaten di 34 provinsi. Efek bagi perkembangan sepak bola nasional pun sudah terlihat. AQUADNC melahirkan talenta-talenta muda Indonesia yang berhasil mewujudkan mimpi menjadi pesepakbola profesional, serta penggawa timnas Indonesian, diantaranya Andik Vermansah, Rasyid Bakri, Evan Dimas, Paolo Sitanggang, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, hingga Nurhidayat Haji Haris. (Ham) Berikut Hasil Drawing AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) 2018 Grup A Banten : SSB Salfas Soccer Sumater Utara : SSB Naga Berkisar Aceh : SSB Camar Laut Kepulauan Riau : SSB Blue Eagle Grup B DKI Jakarta : SSB ASIOP Apacinti Jawa Barat 1 : SSB Bionsa 330 Jawa Barat 2 : SSB Football Plus Jawa Tengah : SSB Tugu Muda Grup C Bali : SSB Putra Dewata Kalimantan Timur : SSB Aisa Jawa Timur I : SSB Putra Gemilang Jawa Timur II : SSB New Star Salam Grup D Papua : SSB Batik Nusa Tenggara Timur : SSB Bintang Timur Sulawesi Barat : SSB Tasinara Sulawesi Utara : SSB Bintang Kansa

Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-16, Minim Prestasi Predikat Anak Asuh Fakhri Husaini

Timnas U-16 tampil di AFF U-15 Youth Championship 2018 atau Piala AFF U-16 2018, yang berlangsung di Sidoarjo dan Gresik, pada 29 Juli hingga 11 Agustus 2018. (PSSI.org)

Sidoarjo– Timnas U-16 tampil di AFF U-15 Youth Championship 2018 atau Piala AFF U-16 2018, yang berlangsung di Sidoarjo dan Gresik, Jawa Timur, pada 29 Juli hingga 11 Agustus 2018. Peluang Garuda Asia –julukan Timnas U-16– menjadi yang terbaik di turnamen tahunan itu, terbuka lebar, asalkan mereka tidak jemawa. Sebelum tampil di ajang ini, Rendy Juliansyah dan kawan-kawan, mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-16 2018. Masuk di Grup G bersama tuan rumah Thailand, Timor Leste, Laos dan Kepulauan Mariana Utara, Sutan Zico dan kawan-kawan, menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan. Bahkan hanya dalam empat laga itu, tim asuhan Fakhri Husaini mengemas 25 gol dan hanya kemasukan satu gol! Selain itu pada Maret 2018, Amirudin Bagas dan kawan-kawan menjadi kampiun Jenesys Cup, di Jepang. Mereka mengalahkan Jepang 1-0 di semifinal, dan Vietnam di partai puncak, lewat skor yang sama. Sementara itu, jika menilik performa Garuda Asia di Piala AFF U-16, bagaimana raihan mereka sejauh ini? Sejak turnamen digulirkan pada 2002, Timnas U-16 belum pernah menjadi kampiun. Prestasi terbaik skuad U-16 ialah menembus partai puncak, pada edisi 2013. Saat itu, Asnawi Mangkualam dan kolega, tergabung di Grup B bersama Malaysia, Singapura, Laos dan Filipina. Usai melalui empat partai, Timnas U-16 mengoleksi delapan angka, dan finis di posisi dua, di bawah Malaysia selaku juara grup. Di semifinal, secara luar biasa Timnas U-16 mengalahkan Australia dengan skor 5-4, setelah berbagi skor 2-2 waktu normal. Euforia atas Australia justru membuat Timnas U-16 tampil kurang garang di partai puncak. Mereka takluk dari Malaysia via adu penalti, dengan skor 2-3, setelah sebelumnya skor sama kuat 1-1. Usai menyelenggarakan Piala AFF U-19, kini Indonesia kembali jadi host turnamen AFF lainnya, namun dalam kelompok umur berbeda yakni Piala AFF U-16 2018. Timnas U-16 berlaga di turnamen ini pada 29 Juli hingga 11 Agustus. Semua laga digelar di dua stadion berbeda yakni Gelora Delta, Sidoarjo dan Gelora Joko Samudro, Gresik. Pada babak penyisihan grup, tim merah putih remaja bergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste dan Filipina. Garuda Asian menghadapi Filipina di laga perdana Grup A. Pertandingan ini bakal berlangsung di Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (29/7). (Dre) Jadwal Timnas U-16 (live @indosiar) Minggu, 29 Juli 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Indonesia vs Filipina Selasa, 31 Juli 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Myanmar vs Indonesia Kamis, 2 Agustus 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Vietnam vs Indonesia Sabtu, 4 Agustus 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Indonesia vs Timor Leste Senin, 6 Agustus 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Kamboja vs Indonesia 27 Pemain Timnas U-16 TC Sidoarjo Kiper 1. Ernando Ari Sutaryadi – PPLP Jateng 2. Ahludz Dzikri Fikri – ASAD 313 3. Muhammad Risky Sudirman – SSB Villa 2000 4. Sabda Yoga Buana Putra – Diklat Ragunan 5. Jhuan Rico Geraeldo – Bina Taruna Belakang 6. Mochamad Yudha Febrian – SSB Cibinong Raya 7. Muhammad Salman – Diklat Ragunan 8. Fadillah Nur Rahman – PPLP Sumatera Barat 9. Amiruddin Bagas Kaffa – Chelsea Soccer School 10. Muhammad Reza Fauzan – FC Patriot 11. Surya Nata – SSB Cibinong Raya 12. Kartika Vedhayanto – PPLP Jawa Tengah 13. Giovani Renaldi – Chelsea Soccer School Tengah 14. David Maulana – PPLP Medan 15. Komang Teguh Trisnanda – Diklat Ragunan 16. Muhammad Talaohu – ASAD 313 17. Hamsa Lestaluhu – ASAD 313 18. Andre Oktaviansyah – SSB Pelita Jaya Soccer School 19. Brylian Aldama – SSB Gelora Putra Delta 20. Rendy Juliansyah – SSB ASIOP APAC INTI Depan 21. Mochammad Supriadi – Diklat Ragunan 22. Muhammad Fajar Fathur Rahman – ASAD 313 23. Zidane Pramudya – SSB Candrabaga 24. Yadi Mulyadi – ASAD 313 25. Amanar Abdilah – PS Tira U-17 26. Amiruddin Bagus Kahfi – Chelsea Soccer School 27. Sutan Diego Armando Ondriano Zico – Chelsea Soccer School

Banyak Peserta Asal Tangerang Raya, Serpong City FC Seleksi Skuad U-13 dan U-14

Serpong City FC melakukan seleksi terbuka untuk kategori U-13 dan U-14, pada Selasa (17/7), di lapangan Kampung Dongkal, Serpong Utara, Tangerang Selatan. (Ham/NYSN)

Tangerang Selatan- Serpong City FC melakukan seleksi terbuka di hari pertama kategori U-13 dan U-14, pada Selasa (17/7) di lapangan Kampung Dongkal, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Hal ini dilakukan guna mengisi beberapa kekosongan posisi, jelang berputar Liga U-13 dan Liga U-14 Indonesia Junior League (IJL) Mayapada 2018, pada Agustus. “Sesuai visi kami dalam pembenahan dan pembinaan usia muda, Serpong City FC rutin melakukan proses penyeleksian tiap jenjangnya, khususnya dari usia 8-14 tahun, bagi mereka yang tinggal di Tangerang Selatan”, ujar Dhani Noor, pelatih Serpong City FC, usai penyeleksian tahap pertama Seleksi ini dilakukan selama dua tahap. Di tahap pertama, peserta yang datang jumlanya mencapai 20 orang, dan terbagi di tiap kategori usia, serta berdomisili dari kawasan Tangerang Raya. “Hari ini, untuk kategori U-13 jumlahnya 15 orang, sedangkan U-14 ada 5 orang,” imbuh Dhani lagi. “Tapi, yang U-12 juga ada beberapa. Ya kami tetap tampung, karena kami tak ingin mengubur harapan-harapan mereka”, jelas pelatih berlisensi D Nasional ini. Untuk kriteria pemain terpilih menjadi penilaian pelatih dalam menentukan peserta, untuk bergabung ke klub yang bermarkas di Serpong Utara ini. “Kriteria peserta yang akan lolos, dilihat dari segi fisik, mental, skill, visi bermain. Namun, sampai saat ini hanya beberapa yang memiliki kriteria itu,” tutupnya. Seleksi tahap kedua, akan dilaksanakan pada Jumat (20/7) pagi, di lapangan yang sama. (Dre)

Raih Tempat Ketiga Piala AFF U-18, Ini Statistik Indra Sjafri Besut Egy Maulana Vikri dkk

Striker Timnas U-19 Feby Eka Putra (14), merayakan kemenangan usai membobol gawang Thailand di perebutan tempat ketiga Piala AF U-18. (bolatimes.com)

Jakarta- Timnas U-19 berhasil meraih peringkat ketiga Piala AFF U-18 2018. Keberhasilan ini diraih usai Garuda Muda suskes mengalahkan Thailand 2-1 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (14/7) sore. Dengan kemenangan itu, Indonesia sukses membayar lunas kekalahan pada laga babak penyisihan Grup A. Dua gol timnas U-19 dibukukan oleh Feby Eka Putra menit ke-35 dan Syahrian Abimanyu menit ke-82. Thailand U-19 hanya bisa memperkecil ketertinggalan lewat Matee Sarakum pada menit ke-85. Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri meminta maaf pada suporter usai laga. Indra meminta maaf karena gagal memenuhi ekspektasi suporter yang begitu tinggi, pada Egy Maulana Vikri dan kolega. Sekaligus gagal mengulang sukses turnamen yang sama lima tahun silam. “Dengan berakhirnya laga tadi, berakhir kerja kami untuk AFF 2018, yang ditutup di peringkat ketiga di turnamen ini. Berarti sama persis dengan AFF tahun lalu,” ungkapnya usai laga. “Kami sampaikan mohon maaf kepada suporter dan masyarakat Indonesia yang sudah begitu antusias dan punya ekspektasi tinggi terhadap Timnas U-19,” imbuh mantan juru taktik Bali United ini. Indra berharap kegagalan di turnamen tingkat Asia Tenggara ini tak membuat suporter patah semangat. Apalagi sampai berhenti mendukung perjuangan Nurhidayat Haris dan kawan-kawan. “Doakan selalu kami karena ada tugas yang lebih berat yaitu harus berupaya bisa lolos ke Piala Dunia U-20, di kualifikasi Piala Asia U-19, di Gelora Bung Karno nanti,” harap Indra. Tak tercapainya gelar berarti gagal merealisasikan target yang dibebankan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Semula, federasi sepak bola Tanah Air itu mematok hasil tim merah putih remaja mengulang kesuksesan yang sama, kala terakhir kali meraih gelar pada 2013. PSSI melalui Sekretaris Jenderal, Ratu Tisha Destria, yang hadir di Stadion Delta Sidoarjo, Kamis (12/7) malam, mengaku sudah bertemu dengan staf kepelatihan. Artinya, akan ada pembicaraan setelah event ini rampung digelar. “Evaluasi pasti akan kami lakukan, match per match pun sudah kami lakukan. Dan ada Danurwindo (Direktur Teknik PSSI) hadir menemani tim pelatih. Tak hanya pertandingan sekarang, tetapi dari laga-laga sebelumnya,” kata Tisha. “Untuk laga menghadapi Malaysia ini, kita kalah. Nggak ada istilah hampir menang, kita kalah. Saat ini, mari menyongsong hari esok di pertandingan terdekat dan gaung yang lebih besar. Itu target utamanya di tahun ini,” tutur wanita kelahiran Jakarta 30 Desember 1985 ini. Sesuai penuturan Tisha, Timmas U-19 akan kembali bersiap dengan sejumlah agenda penting selepas Piala AFF. Mulai dari pemusatan latihan, uji tanding, dan pada Oktober mendatang, Nurhidayat Haris dan kolega akan mengahadapi Piala Asia U-19. “Agustus akan ada program lagi untuk Timnas U-19, seperti uji tanding dengan negara-negara di Asia, yang saat ini masih kami finalisasikan siapa lawan-lawannya. Jadi, ditunggu saja,” pungkasnya. (Dre) Catatan Hasil Timnas U-19 Di Bawah Indra Sjafri : Turnamen Toulon 2017 Indonesia 0-1 Brasil Indonesia 0-2 Rep.Ceko Indonesia 1-2 Skotlandia Piala AFF U-18 2017 Indonesia 2-1 Myanmar Indonesia 9-0 Filipina Indonesia 0-3 Vietnam Indonesia 8-0 Brunei Indonesia 2-3 (0-0) Thailand Kualifikasi Piala Asia U-19 2018 Indonesia 5-0 Brunei Indonesia 5-0 Timor Leste Indonesia 0-4 Korea Selatan Indonesia 1-4 Malaysia Piala AFF U-18 2018 Indonesia 1-0 Laos Indonesia 4-0 Singapura Indonesia 1-0 Vietnam Indonesia 1-2 Thailand Indonesia 1-1 (1-3) Malaysia (SF) Indonesia 2-1 Thailand (3rd place)

Lampu Stadion Mati Saat Adu Penalti, Timnas U-19 Ditekuk Malaysia Dan Terhenti Dari Piala AFF U-18

Striker Timnas U-19 Egy Maulana Vikri (10), gagal membawa timnya ke babak final Piala AFF U-18, usai takluk adu penalti 1-3 dari Malaysia U-19, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (12/7) malam. (detik.com)

Jakarta- Timnas U-19 tersingkir dari semifinal AFF U-18 Championship, usai kalah dari Malaysia U-19, melalui drama adu tendangan penalti 1-3, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (12/1) malam. Indonesia kalah adu penalti setelah tiga eksekutor yakni Witan Sulaeman, Firza Andika, dan Hanis Saghara Putra gagal melesakkan bola ke gawang Malaysia. Pada babak pertama, Indonesia sempat unggul 1-0 berkat gol penalti Egy Maulana Vikri saat laga baru berusia dua menit. Malaysia lalu menyamakan skor menjadi 1-1 melalui gol tandukan kapten Malaysia Muhammad Syaiful memanfaatkan sepak pojok rekannya. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia terus menekan pertahanan Malaysia. Skuat arahan Bojan Hodak juga mulai kesulitan mengembangkan permainan menghadapi serangan demi serangan para pemain Garuda Muda. Tampilnya Rivaldo Todd Ferre pada awal babak kedua menggantikan Rafli Mursalim mulai memberikan daya gedor Garuda Muda di lini depan. Meski terus menekan di pertahanan Malaysia, Indonesia masih juga kesulitan mengarahkan tendangan yang tepat mengarah ke gawang Malaysia. Anak asuh Indra Sjafri juga tampak kebingungan dalam membuat alur serangan di dalam kotak penalti lawan. Indonesia baru bisa membuka peluang tendangan ke gawang Malaysia yang dilepaskan Witan Sulaeman pada menit ke-51. Bola tendangannya mudah ditangkap kiper Malaysia Muhammad Azri. Berjarak dua menit kemudian, giliran Malaysia membahayakan gawang Indonesia melalui servis tendangan bola mati. Eksekusi tendangan bebas Nik Akif meluncur langsung ke gawang Indonesia. Kiper Garuda Nusantara, M Riyandi memilih meninju bola dan aman pula gawang timnya. Indonesia kembali membuka peluang pada menit ke-65 melalui aksi Egy merangsek ke kotak penalti. Namun, tendangan penyerang Lechia Gdansk itu masih melenceng. Egy sempat mengalami cedera karena kaki kanan yang salah bertumpu usai menendang bola ke gawang Malaysia. Ia kembali bisa bermain setelah mendapat perawatan dari tim medis. Amat disayangkan, Egy mengalami cedera pergelangan kaki sehingga ia harus ditarik keluar digantikan Hanis Saghara pada menit ke-88. Memasuki pengujung babak kedua, Indonesia mendapat peluang untuk mencetak gol, namun tendangan Hanis Saghara masih bisa ditangkap Muhammad Azri. Laga pun terpaksa dilanjutkan melalui adu penalti setelah skor 1-1 bertahan hingga usai waktu normal. Sempat terjadi kejadian memalukan mati lampu di Stadion Gelora Delta Sidoarjo saat penendang pertama, Luthfi Kamal Baharsyah, ingin melepas tendangan penalti. Indonesia akhirnya kalah adu penalti setelah tiga eksekutor yakni Witan Sulaeman, Firza Andika, dan Hanis Saghara Putra, gagal melesakkan bola ke gawang Malaysia dan gagal ke final Piala AFF U-18 2018. (Dre)

Gagas Turnamen Sepakbola Perdamaian, Uni Papua-Kemenkopolhukam Sinergi Jalankan Misi Pembinaan Usia Dini

Uni Papua Football menggagas turnamen sepak bola perdamaian, bersama Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) pada 22 Sepetember- awal Desember 2018. (NYSN)

Jakarta- Uni Papua bersama Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) menggagas turnamen sepak bola perdamaian, pada 22 September hingga awal Desember 2018, di empat kota yakni Jakarta, Aceh, Bali, dan Manokwari. Event ini sejalan dengan agenda prioritas pembangunan sepak bola nasional, yakni aktif melakukan pembinaan sepak bola usia dini, pembenahan sistem dan tata kelola sepak bola, pembenahan manajemen klub, serta penyediaan infrastruktur olahraga. “Uni Papua Football Community (UP FC) adalah satu-satunya komunitas sepak bola sosial di Indonesia, yang fokus pada pembentukan karakter anak-anak atau generasi muda Indonesia, melalui kegiatan sepakbola,” ungkap Uni Papua dalam rilisnya, pada Rabu (11/7). UPFC selalu menanamkan nilai-nilai perdamaian, kemanusiaan, toleransi serta cinta tanah air kepada anggotanya. Selain itu, UPFC yang eksis sejak 2011 di Tanah Papua dan menyebar hingga ke berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua. “UPFC mempunyai 35 komunitas yang tersebar di Aceh, Jakarta, Bandung, Semarang, Salatiga, Probolinggo, Denpasar, Puncak Jaya, Manokwari, Sorong, dan Halmahera, serta 4 komunitas di luar negeri diantaranya di Helsinki, Los Angeles, Osaka dan 1 perwakilan di London (Inggris). Jumlah anak binaan UPFC kurang lebih 2.500 anak,” Sedangkan Kemenkopolhukam mempunyai peran dalam event ini sebagai fungsi pembinaan masyarakat. Berdasarkan penelitian CSIS (Centre for Strategic and International Studies), sepak bola menjadi media dimana generasi milenial lebih tertarik dengan aktifitas olahraga. “Sepakbola adalah media pendekatan yang efektif untuk pembinaan masyarakat terutama generasi muda Indonesia. Hal ini juga sebagai langkah preventif mencegah gerakan-gerakan radikalisasi dan intoleransi yang belakangan banyak menyasar anakanak dan remaja,” Penelitian lain dari Nielsen Sport bahwa masyarakat Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di dunia yang senang dengan aktifitas persepak bolaan. Event ini akan diawali dengan Training of Trainers (ToT) atau coaching calon pelatih yang akan dimulai awal Agustus nanti di setiap kota tuan rumah. “ToT dikhususkan bagi mereka yang berusia diatas 21 tahun laki maupun perempuan, senang dengan sepak bola, tertarik dengan isu-isu olahraga, perdamaian, pengembangan generasi muda, isu sosial dan kemanusiaan, menjunjung tinggi sportifitas dan pastinya 100 persen cinta NKRI,” sebut Uni Papua. ToT ini dibuka untuk masyarakat umum dan seluruh elemen, dari unsur TNI atau Polri, guru olahraga dan umum, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, unsur universitas, dan komunitas-komunitas sosial lainnya. “Setelah ToT, para trainer atau pelatih diwajibkan untuk membentuk tim sepak bola yang berasal dari komunitasnya ataupun lingkungan masyarakat tempat dimana mereka tinggal atau lingkungan lain yang beranggotakan minimal 11 orang anak berusia di bawah 16 tahun,” Tim ini akan diikutkan dalam festival sepak bola untuk perdamaian yang akan digelar pada September hingga Desember 2018, di masing-masing kota. “Pemenang dari festival di masing-masing kota akan diberangkatkan ke Jakarta dan mengikuti festival nasional pada awal Desember nanti,” Materi-materi ToT harus diimplementasikan kepada tim sepak bola masing-masing. “Selain materi teknik sepak bola, Uni Papua dan Kementerian atau Lembaga atau Dinas terkait akan memberikan materi workshop narkoba, antiradikalisme, hoax, SARA, perdamaian, ujaran kebencian serta wawasan kebangsaan lainnya,” tutup Uni Papua. (Adt)

SMABA Gagal Curi Kemenangan Di Pertandingan Kedua, Pelatih : Kami Kehabisan Tenaga di Kuarter 3 dan 4

Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa (hitam) kembali menelan kekalahan di pertandingan kedua, melawan AAS Fresnes, dengan skor 46-61. (SMABA)

Jakarta- Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa gagal mencuri kemenangan di pertandingan kedua kejuaraan dunia basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Paris, Perancis. Melakoni laga dengan tim AAS Fresnes, Selasa (10/7), Syekhan Manzis dan kawan-kawan kalah dengan skor 46-61. Ari Adiska, Pelatih Tim, mengatakan di laga kedua semua pemain sudah mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Namun, diakuinya lawan memiliki keunggulan terutama dari segi postur tubuh. “Kalau dibilang puas ya belum puas dengan penampilan tim. Tapi, di pertandingan kedua ini para pemain sudah berani improve. Mungkin belajar dari pertandingan pertama. Sehingga bisa memperbaiki kesalahan,” ujar Ari. Ia menyebut kemampuan anak asuhnya sangat merata dan rapi dibanding dengan partai perdana saat berjumpa tim Paris Bballwithus, pada Senin (9/7). Bahkan, pada kuarter pertama dan kedua, tim smaba masih mampu mengimbangi permainan AAS Fresnes. “Tapi, di kuarter ketiga dan keempat kami sudah kehabisan tenaga. Sehingga lawan bisa memenangkan pertandingan,” tambahnya. Berikutnya, Muhammad Aofar dan kawan-kawan akan melakoni laga ketiga melawan tim Isso India 2, pada Rabu (11/7). Senada dikatakan Abdurrasjid Juzar, punggawa tim. Menurutnya, di game kedua bersama rekan-rekannya sudah mengeluarkan kemampuan semaksimal mungkin. “Kuarter pertama dan kedua, kami masih mengimbangi skor. Perbedaannya hanya 5 point. Namun di kuarter ketiga dan keempat, kami sudah tidak bisa mengimbangi karena masih kalah soal stamina dan fisik,” terang Juzar. Sedangkan Fajar Satria, Kapten Tim, menyatakan melawan tim AAS Fresnes banyak perkembangan dibandingkan game sebelumnya melawan tim Paris Bballwithus. “Kami mulai bisa beradaptasi disini. Kami sanggup mengimbangi hingga pertengahan kuarter 3, namun di kuarter terakhir kami mulai ketinggalan dengan lawan,” urainya. “Tapi, ketinggalan itu tak seburuk seperti game pertama. Kami sudah lumayan mendapatkan ritme seperti di Indonesia, dan kami harap untuk ke game selanjutnya kami dapat bisa memberi lebih dari game sebelumnya,” tukas Satria. (Adt)

Lanjutkan TC Piala AFF U-15 di Sidoarjo, Timnas U-16 Bakal Uji Coba dengan Pemain Lebih Tua

Timnas U-16 melakukan TC tahap berikutnya di Sidoarjo, Jawa Tiur, jelang persiapan event Piala AFF U-15 2018 di Indonesia akhir Juli. (Bola.com)

Jakarta- Timnas U-16 sedang dalam masa persiapan jelang menghadapi gelaran Piala AFF U-15 2018, pada akhir Juli nanti. Dalam persiapan ini, Timnas U-16 menggelar training camp (TC) di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Dilansir dari laman resmi PSSI, Timnas U-16 telah menggelar tiga kali uji coba, sebelum menuju Jawa Timur. Dalam tiga uji coba itu, skuat Garuda Asia meraih satu kemenangan, satu kali imbang, dan satu kekalahan. Pada uji coba pertama, anak asuh Fakhri Husaini bermain imbang kontra PS Tira U-17 dengan skor akhir 1-1. Sedang uji coba kedua, David Maulana dkk mampu mengalahkan Diklat Ragunan dengan skor 5-2. Kemudian pada uji coba ketiga, Timnas U-16 harus mengakui keunggulan tim seleksi Liga Topskor dengan hasil akhir 0-2. Dan usai melewati jeda dan libur bulan puasa, David Maulanda dkk akan diuji Persida Sidoarjo U-17, pada Minggu (1/7) sore. Uji coba kali ini bertujuan untuk melihat perkembangan setiap pemain selama TC. “Laga uji coba bukan semata-mata tentang menang atau kalah. Tetapi di sini, saya ingin melihat perkembangan tim selama TC,” ucap Fakhri. Fakhri mengaku telah menentukan siapa lawan yang tepat dalam laga uji coba untuk mendeteksi perkembangan pemain. “Pemilihan lawan dilakukan agar anak-anak terbiasa dengan tekanan,” ucap Fakhri. “Melawan tim yang dengan bermaterikan pemain yang lebih tua membuat mereka bisa lebih dewasa dalam memandang pentingnya suatu pertandingan, siapapun lawannya,” ujarnya menambahkan. TC ini digelar sebagai ajang persiapan bagi timnas U-16 yang akan berlaga di Piala AFF U-16 mulai 29 Juli 2018. Timnas U-16 Indonesia telah memulangkan dua pemain lantaran tidak sesuai dengan kriteria bagi sang pelatih. Timnas U-16 telah menjalani training camp (TC) sejak Rabu (20/6). Fakhri sebelumnya sempat memanggil 27 nama guna menjalani seleksi. Namun, perlahan dua nama telah dicoret oleh Fakhri lantaran dinilai tak sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Kedua pemain tersebut ialah Sabda Yoga Buana Putra yang berposisi sebagai kiper dan Jovanni Renaldi yang merupakan bek. “Ada pun pemain bernama Sabda Yoga Buana Putra dan Jovanni Renaldi dipulangkan,” tutur Fakhri. “Karena, mereka masih kalah bersaing dengan pemain lain yang ada dalam pemusatan latihan ini,” ujarnya dari laman PSSI. Rupanya pengganti posisi kedua pemain itu telah ditetapkan dari 27 nama yang dipanggil yakni Jhuan Rico Geraeldo (kiper) dan Kartika Vedhayanto (bek). Keduanya ada di posisi sama dengan Jovanni dan Sabda Yoga. Sudah ada 25 nama pemain yang masih mengikuti program TC timnas U-16 Indonesia di Sidoarjo, Jawa Timur. (art) Daftar Timnas U-16 TC di Sidoarjo Kiper Ernando Ari Sutaryadi (PPLP Jateng) Ahludz Dzikri Fikri (ASAD 3130) Muhammad Risky Sudirman (SSB Villa 2000) Jhuan Rico Geraeldo (Bina Taruna) Belakang Mochamad Yudha Febrian (SSB Cibinong Raya) Muhammad Salman (Diklat Ragunan) Fadillah Nur Rahman (PPLP Sumatera Barat) Amiruddin Bagas Kaffa (Chelsea Soccer School) Muhammad Reza Fauzan (FC Patriot) Surya Nata (SSB Cibinong Raya) Kartika Vedhayanto (PPLP Jawa Tengah) Tengah David Maulana (PPLP Medan) Komang Teguh Trisnanda (Diklat Ragunan) Muhammad Talaohu (ASAD 313) Hamsa Lestaluhu (ASAD 313) Andre Oktaviansyah (SSB Pelita Jaya Soccer School) Brylian Aldama (SSB Gelora Putra Delta) Rendy Juliansyah (SSB ASIOP APAC INTI) Depan Mochammad Supriadi (Diklat Ragunan) Muhammad Fajar Fathur Rahman (ASAD 313) Zidane Pramudya (SSB Candrabaga) Yadi Mulyadi (ASAD 313) Amanar Abdilah (PS Tira U-17) Amiruddin Bagus Kahfi (Chelsea Soccer School) Sutan Diego Armando Ondriano Zico (Chelsea Soccer School)

Uji Tanding Lawan Korea Selatan U-23, ‘Kapok’ Bawa Lerby Luis Milla Pilh Lilipaly

Stefano Lilipaly dipanggil pelatih Timnas U-23, Luis Milla mengikuti uji coba melawan Korea Selatan U-23, akhir pekan ini, di Stadion Pakansari, Bogor. (goal.com)

Jakarta- Asian Games 2018 menjadi turnamen akbar yang bakal dihadapi Timnas U-23 dalam waktu dekat. Sebagai persiapan, uji tanding melawan Korea Selatan U-23 akan digelar pada Sabtu (23/6) di Stadion Pakansari, Bogor. Anak asuh Luis Milla mulai berkumpul pada Rabu (20/6) di Jakarta, melakukan latihan selama dua hari. “Laga ini juga momentum untuk terus mematangkan persiapan tim. Setelah melawan Thailand, kami masih membutuhkan laga uji coba internasional,” jelas Milla, dari laman resmi PSSI. Selain memanggil kembali skuad yang sebelumnya pernah mengikuti pelatnas, seperti Awan Setho, Ricky Fajrin, Hansamu Yama, Muhammad Hargianto, Septian David, Febri Hariyadi, Milla juga memanggil Stefano Lilipaly, yang sudah lama tidak dipanggil Milla. Lilipaly juga tercatat menjadi salah satu pemain lokal yang paling banyak mencetak gol di Liga 1 musim ini, yakni delapan gol untuk Bali United. Yang menarik, salah satu pilar Persebaya, Nelson Alom, dipanggil dalam uji tanding kali ini. Pemain asal Papua itu pernah mengikuti pemusatan bersama Milla pada Februari lalu. “Saya memanggil Lilipaly dan beberapa pemain senior seperti Muhammad Ridho, Nelson Alom, Riko Simanjuntak, dan Alberto Goncalves. Selain itu, saya memanggil dua pemain muda yakni Hanis Saghara dan Feby Eka,” jelas mantan pemain Real Madrid, pada Senin (18/6). “Saya ingin melihat perkembangan pemain terutama siapa saja yang akan mengisi slot tiga pemain senior di Timnas U-23, saat Asian Games mendatang. Yang jelas kami akan bermain maksimal melawan Korea Selatan,” tambah pelatih asal Spanyol itu. Selama membentuk Timnas U-23, Milla telah memanggil sejumlah pemain senior. Antara lain Ilija Spasojevic, Andritany Ardhiyasa, Lerby Eliandry, Riko Simanjuntak, Victor Igbonefo, Alberto Goncalves, Teja Paku Alam, dan M Ridho. Khusus di posisi striker, nama Lerby menjadi sorotan lantaran peformanya yang tak kunjung memuaskan. Padahal Lerby saat ini menjadi satu-satunya penyerang lokal yang diharapakan memberi kontribusi bagi tim merah putih. Jelang Asian Games 2018, Timnas U-23 akan melakoni program pelatihan secara bertahap, yakni selama tujuh hingga 10 hari dalam setiap bulan. Progam pelatihan ini dibuat bertahap untuk memberikan kesempatan kepada pemain agar tetap konsisten membela klub masing-masing. Pertandingan melawan Korea Selatan ini tidak menjadi satu-satunya uji tanding yang dihelat Timnas U-23 menjelang Asian Games. Timnas Thailand U-23 menjadi lawan mereka di uji tanding. Di laga pertama pada 31 Mei, Timnas menuai kekalahan 1-2. Sementara, di pertemuan kedua, skor 0-0 menjadi penanda bahwa laga yang juga dihelat di Stadion Pakansari itu berakhir dengan hasil tak memuaskan bagi skuat ‘Garuda’. (Ham) Daftar Timnas U-23 Uji Coba Lawan Korea Selatan Kiper Awan Setho R (Bhayangkara FC) Muhammad Ridho (Borneo FC) Belakang Rezaldi Hehanussa (Persija Jakarta) I Putu Gede (Bhayangkara FC) Hansamu Yama Pranata (Barito Putera) Gavin Kwan Adsit (Barito Putera) Andy Setyo (PS Tira) Ricky Fajrin (Bali United) Bagas Adi Nugroho (Arema FC) Gelandang M Hargianto (Bhayangkara FC) Riko Simanjuntak (Persija Jakarta) Stefano Lilipaly (Bali United) Hanif Abdurrauf Sjahbandi (Arema FC) Saddil Ramdani (Persela Lamongan) Zulfiandi (Sriwijaya FC) Septian David Maulana (Mitra Kukar) Febri Hariyadi (Persib Bandung) Osvaldo Ardiles Haay (Persebaya Surabaya) Irfan Jaya (Persebaya Surabaya) Nelson Alom (Persebaya Surabaya) Feby Eka P (Bali United) Striker Hanis Saghara (Bali United) Alberto Goncalves da Costa (Sriwijaya FC)

Bukan Pele Jadi Pemain Termuda Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Gelandang asal Irlandia Utara, Norman Whiteside, menjadi pemain termuda yang pernah tampil dalam sejarah gelaran Piala Dunia, saat berusia 17 tahun 41 hari. (twitter.com)

Jakarta- Kehadiran pemain muda memang selalu menjadi hal yang menarik untuk dibicarakan, baik saat kompetisi di level klub maupun saat turnamen antar negara seperti Piala Dunia tengah berlangsung. Ternyata ada tujuh sosok yang terpilih sebagai pemain termuda, sepanjang sejarah turnamen empat tahunan tersebut. Siapa sajakah pemain yang masuk dalam daftar ini? 7. Christian Eriksen (Denmark) Kualitas yang dimiliki Christian Eriksen kini sepertinya sudah tak perlu diragukan lagi, ia menjadi salah satu pemain penting yang dimiliki Tottenham Hotspur. Tak hanya gemilang di level klub, pemain berusia 26 tahun itu pun menjadi pemain yang tak tergantikan di lini tengah timnas Denmark. Ia melakukan debutnya bersama tim Dinamit di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Saat itu, Eriksen masuk sebagai pemain pengganti di pertandingan melawan Belanda, momen tersebut nampaknya tak bisa dilupakan oleh pemain yang sempat memperkuat Ajax Amsterdam itu, sebab ia juga menjadi pemain termuda, karena baru menginjak 18 tahun empat bulan. 6. Manuel Rosas (Meksiko) Sosok Manuel Rosas mungkin tak banyak yang tahu, namun ia menjadi salah satu pemain legendaris yang dimiliki tim nasional Meksiko. Berposisi sebagai bek, ia menjadi sosok tangguh di lini pertahanan. Di Piala Dunia 1930 Uruguay, ia menjadi salah satu pemain termuda, yakni menginjak 18 tahun dua bulan dan 26 hari. Tak hanya menjadi pemain termuda, ia juga menjadi pemain pertama yang sukses mencetak gol dari titik penalti. 5. Carvalho Leite (Brasil) Brasil menjadi negara yang paling sering berpartisipasi di Piala Dunia, sejak tahun 1930, tim Samba belum pernah absen satu kali pun. Piala Dunia 2018 sendiri akan menjadi partisipasi mereka yang ke-21. Di Piala Dunia 1930 Uruguay, meski tim Samba hanya lolos hingga fase grup, Piala Dunia edisi perdana tersebut sepertinya menjadi hal yang istimewa bagi salah satu pemain mereka, Carvalho Leite. Ia menjadi pemain termuda, kala itu usianya baru menginjak 18 tahun 25 hari. Selain menjadi negara yang paling sering lolos ke putaran final, Brasil pun menjadi tim yang sukses meraih trofi Piala Dunia terbanyak, yakni lima kali. Mereka sukses menjadi juara di tahun 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. 4. Bartholomew Ogbeche (Nigeria) Nigeria menjadi salah satu tim yang kerap memberikan kejutan di setiap edisi Piala Dunia, prestasi tertinggi yang ditorehkan Victor Moses dkk adalah lolos ke babak 16 besar. Di Piala Dunia 2002 Jepang-Korea, meski Kamerun gagal lolos dari abbak fase grup, turnamen empat tahunan tersebut tetap terasa lebih istimewa bagi salah satu pemain mereka, Bartholomew Ogbeche. Ogbeche ia menjadi pemain termuda dan usianya baru menginjak 17 tahun delapan bulan dan satu hari. Sayang Ogbeche tak bertahan lama di timnas, ia memutuskan pensiun setelah mengoleksi 11 caps. 3. Pele (Brasil) Pele dikenal sebagai salah satu pemain terbaik dunia sepanjang masa, namun ternyata awal dikenalnya sang pemain dimulai pada 1958, kala ia membela tim nasional Brasil dan menjadi pemain termuda, saat itu usianya baru menginjak 17 tahun, tujuh bulan dan 23 hari. Dalam Piala Dunia di Swedia ini, Pele juga mampu mencetak enam gol dan terpilih sebagai pemain muda terbaik serta juga memenangkan Silver Ball dan Silver Boot. Tak berhenti sampai di sana, pria yang sempat memperkuat Santos ini pun sukses terpilih sebagai pemain termuda yang mampu mencatatkan hattrick di partai final. 2. Samuel Eto’o (Kamerun) Kualitas yang dimiliki Samuel Eto’o jelas sudah tak perlu diragukan lagi, ia sempat membela sejumlah klub top Eropa, sebut saja Barcelona, Chelsea dan Everton. Tak hanya diandalkan di lini depan klub yang ia bela, pemain yang kini tengah berkarier bersama klub asal Turki, Konyaspor itu juga menjadi sosok tak tergantikan di lini depan tim nasional Kamerun. Di Piala Dunia 1998 Prancis, Eto’o pun menjadi pemain termuda, kala itu usianya baru berusia 17 tahun, tiga bulan dan tujuh hari. Sebagai tambahan informasi, debutnya bersama timnas Kamerun berlangsung kala sang pemain baru berusia 16 tahun. 1. Norman Whiteside (Irlandia Utara) Pele memang menjadi sosok fenomenal di Piala Dunia 1958, ia menjadi pemain termuda dan juga mampu mencetak gol di laga final, bahkan pemain asal Brasil itu juga mampu mencetak tiga gol yang sekaligus mengantarkan negaranya menjadi juara. Namun rekor Pele sebagai pemain termuda sepanjang gelaran Piala Dunia akhirnya terpatahkan dengan kehadiran Norman Whiteside di Piala Dunia 1982 Spanyol, kala membela Irlandia Utara. Gelandang Manchester United itu baru berusia 17 tahun dan 41 hari saat itu. (art)

Tangani Timnas Futsal U-20 Indonesia, Kensuke Takahashi Punya Trio Asisten Pelatih Lokal

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Kensuke Takahashi (kiri), akan didampingi tiga pelatih lokal, saat membentuk Timnas Futsal U-20. (kumparan.com).

Tangerang- Usai gelaran Piala AFC Futsal Women’s Championship 2018 di Thailand bulan Mei, pelatih Timnas Futsal Indonesia, Kensuke Takahashi kini bertugas membentuk Timnas Futsal U-20. Timnas Futsal U-20 diproyeksikan tampil di AFC U-20 Futsal Championship. Namun, dalam staff kepelatihan Timnas Futsal U-20 ini berbeda saat menakhodai Timnas Wanita lalu. Ada tiga pelatih lokal yang mendampingi Kensuke, yakni Sayan Karmadi (Pelatih Permata Indah Manokwari), Wahyu Kocoy (Pelatih Giga FC Kota Metro), dan Ade Lesmana (Pelatih Kiper Giga FC Kota Metro). Skema tiga asisten pelatih sudah menjadi keputusan bulat Federasi Futsal Indonesia (FFI). Edi Prasetyo, selaku Sekjen FFI mengatakan, keberadaan tiga pelatih lokal ini sangat cocok untuk mendampingi Kensuke. “Sayan sudah berkomunikasi Kensuke. Selain itu dia punya prestasi”, kata Edi Prasetyo, dilansir dari situs bolalob.com, akhir pekan lalu. “Kocoy dipilih karena kecocokan dengan pelatih kepala dan asisten di tim. Begitupun dengan Ade Lesmana”, tambah Edi. Tugas pertama trio asisten pelatih ini adalah memantau FFI U-20 Futsal Championship 2018 pada 28 Juni – 13 Juli, di GOR ITB Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Selain itu, target Timnas U-20 adalah lolos dari kualifikasi zona asean AFC U-20 Futsal Championship. AFC U-20 Futsal Championship diperuntukkan pemain U-20 ini dijadwalkan pada 14-23 Juni 2019. Jika negara peserta yang ikut lebih dari 20 tim, maka diadakan kualifikasi, yang rencananya diadakan pada 1-9 Desember 2018. Turnamen ini pertama kali diadakan pada 2017, di Bangkok, Thailand. Iran menjadi juara pertama setelah mengalahkan Irak di babak final. Indonesia sukses menembus babak 8 besar, sebelum dikalahkan tuan rumah Thailand. Sebuah prestasi yang cukup apik dari penggawa muda Timnas Futsal. Timnas Futsal U-20 besutan Kensuke ini, ditargetkan lolos ke putaran final AFC U-20 Futsal Championship. (Dre)

Timnas U-23 Tampil Sarat Taktik, Thailand U-23 Paksa Hasil Imbang Tanpa Gol

Winger Persija Jakarta, Riko Simanjuntak (20), diturunkan Timnas U-23 sebagai starter, dalam laga kontra Thailand U-23, pada Minggu (3/6) malam. (Pras/NYSN)

Bogor- Timnas U-23 terpaksa mendulang hasil imbang 0-0 saat menghadapi Thailand U-23 di partai uji coba kedua. Pertandingan itu merupakan rematch setelah Indonesia dikalahkan Thailand di Stadion PTIK, tiga hari lalu Bertanding di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (3/6) malam, Timnas U-23 memasang striker Lerby Eliandry sejak awal laga. Pelatih Luis Milla Aspas pun menurunkan winger Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, sebagai starter. Alih-alih menyerang, Timnas U-23 justru dipaksa meladeni permainan cepat Thailand. Beberapa kali gawang Muhammad Ridho terancam oleh aksi Phitiwat Sookjitthammakul. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim tak kunjung mencetak gol. Di babak kedua, Milla memasukkan Alberto Goncalves, dengan harapan mampu memecah kebuntuan Merah Putih. Permainan Hansamu Yama dkk sayangnya justru tak berkembang di babak kedua. Menjelang laga berakhir, Goncalves mendapat peluang di depan gawang Thailand. Sayang, pemain itu berlama-lama dengan bola hingga serangan bisa diredam barisan bertahan Thailand. Skor imbang 0-0 bertahan hingga laga berakhir. Meski gagal revans atas Thailand, namun performa tim merah putih mengalami perubahan yang begitu signifikan di pertandingan malam ini. Hal ini diungkapkan Milla, jika anak asuhnya bermain sarat taktik, semenjak evaluasi dari hasil uji coba pertama Kamis (31/5) lalu. “Saya sangat senang hari ini. Pertandingan hari ini sarat taktik. Perjuangan anak-anak sudah bagus, karena menjalankan evaluasi di hari pertama,” jelasnya. Ajang uji coba ini merupakan salah satu rangkaian Timnas U-23 yang akan mengikuti ajang multi event terbesar di benua Asia, Asian Games 2018, Agustus mendatang. Meski event itu kurang dari tiga bulan, Milla berkeyakinan membongkar pasang kerangka pemain sampai batas yang ditentukan untuk mengirim skuat yang akan bertarung di agenda empat tahunan itu. “Masih ada beberapa waktu, kami terus pantau para pemain sampai batas yang ditentukan. Khususnya untuk kuota pemain senior”, tambahnya. Sementara, asisten pelatih Thailand U-23, Naruephon Kaenson, menilai Indonesia bermain agresif dan daya juang yang tinggi. “Tak mudah melawan Indonesia hari ini, karena Indonesia punya gairah yang begitu tinggi dibandingkan laga pertama,” kata Kaenson, saat jumpa pers paska laga. Nama Goncalves, juga menjadi sorotan timnya. Pemain naturalisasi bernomor punggung 9 asal Brasil ini, dianggap punya kemampuan diatas rata-rata. “Nomor punggung sembilan cukup berbahaya, karena dia pandai keep bola dan bermain individu. Itu yang berbahaya bagi pertahanan kami,” pungkas pria asal  Negri Gajah Putih itu. (Ham/Dre) Susunan Pemain Timnas U-23 Pelatih : Luis Milla Aspas Muhammad Ridho; Rezaldi Hehanusa, Ricky Fajrin, Gavin Kwan Adsit, Hansamu Yama Pranata; Muhammad Hargianto, Febri Haryadi, Hanif Sjahbandi, Riko Simanjuntak, Septian David Maulana; Lerby Eliandry Thailand U-23 Pelatih : Naruephon Kaenson Nont Muangngam; Suriya Singmui, Shinnaphat Leeaoh, Chaiyawat Buran, Saringkan Promsupa; Sansern Limwatthana, Tanasith Siripala, Montree Promsawat, Jakkit Wachipirom, Phitiwat Sookjitthammakul, Poramet Arjvilai

Punya Keuntungan Jadi Tuan Rumah, Donzol : Vamos Lolos Perempat Final AFC Futsal Club 2018

Pengamat sekaligus pelatih Futsal, Junika Rahmat Ramadhan atau Donzol memprediksi langkah Vamos Mataram di AFC CLub Championship 2018. (Pras/nysn)

Jakarta- Vamos Mataram menjadi wakil Indonesia dalam ajang AFC Futsal Club Championship 2018 yang berlangsung di Yogyakarta, 1-12 Agustus 2018. Turnamen yang diikuti 16 tim ini, Vamos tergabung dalam Grup A bersama Nagoya Oceans (Jepang), Dalian Yuan Dynasty (China), dan Victoria University College (Myanmar). Ini menjadi kesempatan kedua bagi Vamos, berlaga di AFC Futsal Club Championship, setelah musim lalu hanya mengakhiri turnamen di babak penyisihan Grup. Turnamen ini akan berlangsung di dua Gedung Olah Raga (GOR) yakni, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Yogyakarta, dan Amongrogo. Juara Liga Pro Futsal Indonesia akan menghadapi lawan berat di grup yaitu juara 3 kali AFC Futsal Championship asal Jepang Nagoya Ocean. Juara 2011, 2014 dan 2016 tersebut berada di Pot 2 dalam pengundian, dan masuk grup A bersama Vamos. Klub lainnya adalah juara Chinese Futsal League 2017- 2018, Dalian Yuan Dinasty. Dalian adalah mantan klub bintang Vamos FC, Bambang Bayu Saptaji. Bayu bermain untuk Dalian pada musim 2013-2014 dan berhasil meraih gelar juara bersama klub itu. Klub lainnya Vamos akan menghadapi klub asal Myanmar, Victoria University College. Klub ini juga harus diwaspadai mengingat dalam beberapa kali pertemuan klub atau timnas futsal Indonesia, sering mendapatkan kesulitan dari klub atau timnas Myanmar. Pengamat sekaligus pelatih Futsal, Junika Rahmat Ramadhan menyebut peluang Vamos berbicara lebih dalam event ini, sangat terbuka lebar. Bagi pria yang biasa disapa Doni Zola (Donzol), Vamos ternyata bakal memiliki beberapa keuntungan. “Vamos banyak keuntungan. Selain tuan rumah, jika Vamos memakai skuat Pro Futsal League 2018, maka peluang terbuka lebar bisa lolos fase grup,” ujar Donzol, pada Senin (21/5). Selain itu, terbiasa dengan atmosfir Futsal Indonesia, dan dukungan ekstra dari penonton, adalah faktor plus Vamos bakal melaju hingga fase perempat final. “Namun, saat lolos di 8 besar, laga akan lebih sulit, untuk Vamos bisa menembus ke semifinal,” pungkas penulis buku Total Futsal Donzol ini. (Dre) Jadwal AFC Futsal Club Championship 2018 Rabu, 1 Agustus 2018 GOR UNY Grup A Nagoya Oceans vs Dalian Yuan Dinasty Vamos Mataram vs Victoria University College GOR Amongrogo Grup B Al Dhafra FC vs Nafit Al Wasat Thai Son Nam vs Jeonju MAG FC Kamis, 2 Agustus 2018 GOR UNY Grup D Bank of Beirut vs AGMK FC Mes Sungun Varzaghan vs FC Sipar GOR Amongrogo Grup C Al Sailiya SC vs FC EREM Bluewave Chonburi vs Vic Vipers Jumat, 3 Agustus 2018 GOR UNY Grup A Victoria University College vs Nagoya Oceans Dalian Yuan Dinasty vs Vamos Mataram GOR Amongrogo Grup B Jeonju MAG FC vs Al Dhafra Nafit Al Wasat vs Thai Son Nam Sabtu, 4 Agustus 2018 GOR UNY Grup D FC Sipar vs Bank of Beirut AGMK FC vs Mes Sungun Varzaghan GOR Amongrogo Grup C Vic Vipers vs Al Sailiya FC Erem vs Bluewave Chonburi Minggu, 5 Agustus 2018 GOR UNY Grup A Vamos Mataram vs Nagoya Oceans Grup B Nafit Al Wasat vs Jeonju MAG FC GOR Amongrogo Grup B Thai Son Nam FC vs Al Dhafra FC Grup A Dalian Yuan Dinasty vs Victoria University College Senin, 6 Agustus 2018 GOR UNY Grup C FC Erem vs Vic Vipers Grup D AGMK FC vs FC Sipar GOR Amongrogo Grup C Bluewave Chonburi vs Al Sailiya Grup D Mes Sungun Varzaghan vs Bank of Beirut Rabu, 8 Agustus 2018 GOR UNY Perempat Final 1 Perempat Final 3 GOR Amongrogo Perempat Final 2 Perempat Final 4 Jumat, 10 Agustus 2018 GOR UNY Semifinal 1 Semifinal 2 Minggu, 12 Agustus 2018 GOR UNY 3rd Place Final