Gagal Maksimalkan Rotasi Pemain, Timnas U-23 Wajib Menebusnya di Dua Laga Sisa

Bek Timnas U-23, Ricky Fajrin (15) tengah mendapat instruksi dari tim pelatih, Bima Sakti dan Luis Milla, saat melawan Palestina U-23, Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Rabu (15/8). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 harus merasakan kegetiran setelah dikalahkan tim negeri sahabat dari Timur Tengah, Palestina, di laga kedua penyisihan Grup A Cabang Sepakbola Putra Asian Games 2018. Harapan besar sebetulnya muncul, usai Garuda Muda menekuk Taiwan U-23 dengan skor 4-0, di hari perdana merumput. Namun, di partai kedua, saat berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/8), Palestina menaklukkan Indonesia dengan skor 2-1. Secara permainan, dalam 45 babak pertama, Indonesia memberikan prospek. Tertinggal melalui penalti akibat handball tak perlu yang dilakukan Zulfiandi, Indonesia membalas melalui Irfan Jaya. Dengan membandingkan dua laga (versus Taiwan dan Palestina), maka pilihan rotasi memunculkan resiko. Resiko itu adalah skuat kontra Palestina ternyata tak memberikan dampak, sebagaimana rotasi yang dilakukan untuk memberikan kesempatan pada sejumlah pemain. Pelatih Timnas U-23, Luis Milla Aspas, memasang empat pemain berbeda, turun sebagai starter pada laga Palestina. Muhammad Hargianto, Septian David Maulana, Gavin Kwan Adsit, dan Bagas Adi Nugroho, adalah nama baru dalam line-up awal Milla. Kegagalan rotasi mulai tampak, ketika Milla menggantikan Septian David dengan Ilham Udin Armayn, di menit ke-38. Padahal, kedudukan masih imbang 1-1. Rupanya kehadiran Septian David, ternyata belum seirama, dengan Febri Hariyadi dan Irfan. Absennya Alberto ‘Beto’ Goncalves juga menimbun masalah di lini depan. Kreasi serangan dan tugas memecah konsentrasi lini pertahanan Palestina, mendadak macet. Stefano Lilipaly seolah berlari sendirian di area kota penalti lawan. Keputusan Milla menggeser Ricky Fajrin pada posisi full bek kiri, setelah di laga perdana menghadapi Taiwan, tampil cukup apik sebagai palang pintu berduet dengan Hansamu Yama, justru menjadi kontraproduktif. Alhasil, Milla akhirnya harus menarik Bagas, yang mengisi pos palang pintu, pada menit ke-54, dengan full bek asal Persija Jakarta, Rezaldi Hehanusa. Peran Ricky pun dikembalikan pada posisi awalnya, sebagai palang pintu. Tertinggal 1-2 memaksa Milla memainkan Saddil Ramdani, yang menjadi pembeda pada laga pertama. Masuk menggantikan Irfan, masih belum menjadi momen bagi Saddil, untuk memberikan warna baru. Perbedaan lain yang mengejutkan Indonesia adalah skuat Palestina punya kemampuan mempertahankan bola. Statistik Labbola mencatat, jika melawan Taiwan, Indonesia unggul penguasaan bola dengan 69 persen disertai 83 persen umpan sukses, maka menghadapi Palestina situasi jauh berbeda. Indonesia tetap menguasai bola dengan 53 persen, namun umpan sukses justru menurun menjadi 74 persen. Sebaliknya, Palestina melakukan 76 persen umpan sukses. Dari sisi serangan, Indonesia malah tumpul, lantaran dari total enam tembakan yang dlesakkan, hanya ada satu yang mengarah ke gawang. Sedangkan, Palestina melepaskan 14 tembakan dengan enam di antaranya tepat sasaran. Terlepas dari level dua lawan yang akan dihadapi di sisa grup, yakni menghadapi Hong Kong dan Laos, namun kemampuan untuk beradaptasi dengan instruksi pelatih dalam tuntutan rotasi, sejatinya merupakan hal yang penting untuk Garuda Muda. Meski kalah, peluang merah putih muda masih terbuka lebar. Memang, sejauh ini Indonesia turun ke peringkat ketiga, menyusul kemenangan besar Hongkong atas Taiwan dengan skor 4-0. Timnas berada di peringkat ketiga dengan nilai 3, sementara Hongkong di posisi runner up dengan nilai 6. Sementara Palestina yang menang atas Timnas Indonesia berada di peringkat pertama dengan nilai 7. Timnas memiliki peluang besar untuk lolos, asalkan bisa mengatasi Laos dalam pertandingan Jumat (17/8) nanti, dan mengalahkan Hongkong, pada Senin (20/8). Jika menang di dua pertandingan ini, nilai Timnas Indonesia menjadi 9. Apapun hasil pertandingan yang diraih tim lain di Grup A, Timnas akan lolos. Sebab pertandingan yang paling menentukan, sebenarnya terjadi kala bentrok melawan Hongkong, di pertandingan terakhir. (Dre/Ham) Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No      Tim              MP    Gol   Poin 1. Palestina U-23      3      4:2     7 2. Hong Kong U-23   2      7:1     6 3. Indonesia U-23     2      5:2     3 4. Taiwan U-23         3      0:6     1 5. Laos U-23            2      2:5     0 Jadwal Grup A Jumat (17/8) Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi 16.00 WIB Hongkong vs Palestina 19.00 WIB Laos vs Indonesia Senin (20/8) Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi 16.00 WIB Taiwan vs Laos 19.00 WIB Indonesia vs Hongkong

Timnas Ngotot Gunakan ‘False Nine’, Palestina Redam Spirit Garuda Dengan Skor Tipis 2-1

Striker Palestina U-23, Oday Dabbagh (20), saat melakukan eksekusi penalti pada babak pertama. Pertandingan akhirnya dimenangkan Timnas Palestina dengan skor tipis 2-1 atas Timnas U-23, pada laga penyisihan Grup A. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 kalah 1-2 dari Palestina U-23 pada fase Grup A Asian Games XVIII/2018, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/8). Kekalahan itu mengulangi hasil pada 2013, kala Indonesia takluk dengan skor sama 1-2, dari Palestina, pada ajang Islamic Solidarity Games, di Palembang, Sumsel. Kekalahan ini memaksa posisi Timnas U-23 terlempar dari dua besar, sebab Hong Kong mengantungi kemenangan 4-0 melawan Taiwan, pada laga sebelumnya. Pimpinan klasemen sementara dipegang Palestina, dengan koleksi tujuh poin dari tiga laga. Stefano Lilipaly dan kawan-kawan kini ada di posisi ke-3 klasemen sementara, meski mengatungi jumlah pertandingan lebih banyak ketimbang Palestina. Laga selanjutnya, Indonesia akan melawan Laos U-23, pada Jumat (17/8). Menghadapi Palestina U-23, Indonesia yang mencoba tampil dengan taktik ‘false nine’, lebih dulu tertinggal oleh gol Oday Dabbagh di menit ke-16. Tapi, Indonesia menyamakan kedudukan di menit ke-23 melalui gol Irfan Jaya. Hingga selesainya babak pertama, skor masih sama kuat 1-1. Palestina mencetak gol keduanya pada awal babak kedua. Gol Mohamed Darwish di menit ke-51, dan membuat Palestina unggul 2-1. Indonesia berusaha keras untuk menyamakan skor di sisa waktu. Tapi, hingga peluit panjang berbunyi, gol yang dicari Indonesia tak tercipta. Pelatih Timnas U-23 Luis Milla Aspas mengaku, Palestina tampil lebih baik pada laga hari ini. “Sampai fase sebelum penalti, Palestina bermain baik. Baru setelah penalti terjadi, kami gantian yang bermain baik dan mampu menyakakan kedudukan,” ujar Milla paska pertandingan. Pada babak kedua, Indonesia sempat bermain dengan 10 pemain. Irfan harus keluar sementara karena mendapatkan penanganan cedera. “Saat kami bermain dengan 10 pemain, Palestina bisa memanfaatkan peluang dan mencetak gol. Dua hari lagi akan ada pertandingan (melawan Laos) dan kami alihkan fokus ke laga itu,” tandasnya. Sementara penjaga gawang Timnas U-23, Andritany Ardiyasa membeberkan komentarnya soal partai kontra Palestina. Ia merasa masih optimis untuk mampu lolos dari fase grup dan memenangkan dua pertandingan tersisa. “Hari ini tidak ada yang bermain buruk, kalah maupun menang, ya sama saja karena kualitas Palestina berada diatas kami satu tingkat. Hari ini kalah bukan dari kesalahan satu atau dua pemain, namun dari satu tim,” tegas pemain asal Persija Jakarta tersebut. Sedangkan Kapten Timnas U-23, Hansamu Yama, mengungkapkan perasaannya usai menelan kekalahan dari Palestina. Komentar Yama diungkapkan dalam wawancara dengan stasiun televisi SCTV di pinggir lapangan. “Bisa dilihat kedua tim saling menyerang. Kami juga punya banyak peluang. Untuk ke depannya, kami akan maksimal lagi,” jelas Yama. Soal komposisi pemain yang berbeda dari laga pertama? “Ya namanya stategi. Palestina juga tim kuat. Kami melakukan rotasi pemain, itu strategi. Insya Allah, kami akan berjuang maksimal di laga berikutnya, melawan Laos dan Hong Kong,” pungkasnya. (Ham/Dre) Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No        Tim           MP    Gol   Poin 1. Palestina U-23     3      4:2      7 2. Hong Kong U-23  2      7:1      6 3. Indonesia U-23    2      5:2      3 4. Taiwan U-23        3      0:6      1 5. Laos U-23           2      2:5      0 Hasil Rabu (15/8) Grup A Hongkong 4-0 Taiwan Indonesia 1-2 Palestina Grup E Kirgistan 1-3 Malaysia Korea Selatan 6-0 Bahrain Grup F Arab Saudi 0-0 Iran Korea Utara 1-1 Myanmar Jadwal Grup A Jumat (17/8) Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi 16.00 WIB Hongkong vs Palestina 19.00 WIB Laos vs Indonesia

Padat Aktivitas Sekolah dan Latihan Sepak Bola tak Menyurutkan Semangat Dayat Untuk Bermain di Liga Besar

Hidayaturahim-sapaan-akrabnya,-pemain-Villa-2000-U-16-ini-mampu-memposisikan-diri-sebagai-penyerang,-gelandang-maupun-pemain-sayap.

Tangerang Selatan – Menjadi pemain yang serba bisa di segala posisi pasti impian setiap pemain sepak bola, tak mudah untuk bisa mendapatkan kemampuan tersebut, tapi tidak bagi remaja yang satu ini. Hidayaturahim atau ‘Dayat’ sapaan akrabnya, pemain Villa 2000 U-16 ini mampu memposisikan diri sebagai penyerang, gelandang maupun pemain sayap. Bermula dari sang kakak yang lebih dulu bergabung di Villa 2000, akhirnya Dayat pun ikut bergabung saat tengah duduk di kelas 2 Sekolah Dasar, namun tak lama setelah Dayat bergabung sang kakak berhenti dari dunia sepakbola sedangkan Dayat lanjut berlatih secara intensif sampai saat ini menduduki bangku kelas 2 SMK. “Dulu kakak gabung duluan, terus saya ikut gabung. Tapi kakak gak lanjut jadinya saya yang nerusin sampai sekarang, kakak juga nyuruh saya nerusin” terangnya. Meski masih berstatus pelajar, remaja asal Depok itu tetap rutin mengikuti latihan yang diadakan setiap sore. Remaja yang mengidolakan Alexis Sanchez dan Riko Simajuntak itu mengatakan tidak ada kendala saat membagi waktu antara pendidikan dan latihan, meskipun harus rela untuk memangkas waktu istirahatnya. Walupun terkadang merasa lelah karena padatnya aktifitas antara sekolah dan latihan sepakbola, namun menurut Dayat hal itu tergantung dari manajemen waktu masing-masing individu. “Kadang kalau waktu latihan mepet sama jam pulang sekolah, saya langsung bawa sepatu futsal dari rumah terus latihan. Kalo gak sempet makan ya di sekolah jajan dulu” pungkas remaja kelahiran 1 Maret 2002 tersebut. Tak hanya sekadar latihan, ketika ada event turnamen Dayat kerap dipanggil guna membela Villa 2000 pada laga tersebut. Seperti pada saat event Liga Kompas Gramedia, Piala Menpora, hingga Liga TopSkor. “Dari saking seringnya ikut turnamen, saya sering cidera lumayan sakit. Pernah lutut bagian tulang kering bengkak lumayan gede, langsung dikompres pake es batu dan akhirnya bisa sembuh” ujar Dayat. Dayat punya mimpi untuk bisa bermain di Liga Indonesia, oleh karena itu Ia optimis untuk terus menekuni hobinya yang telah diselami sejak dini dan salah satu motivasi terpenting bagi Dayat adalah dukungan penuh dari orang tua untuk bisa terus berprestasi di dunia Sepak Bola. Profil Singkat Nama : Hidayaturahim Tempat/Tgl Lahir : Depok, 1 maret 2002 Alamat : Jl. Cinangka sawangan depok Nomor Ponsel : 089510370873 Media Sosial : Instagram @hidayyatt_ Orang Tua : Alm. Ayani (ayah) Sarni (ibu) Anak ke 8 dr 8 saudara Pendidikan Sd Serua 02 SMP Muhammadiyah 22 Pamulang SMK Triguna Utama Prestasi Juara 1 Maesa Cup 2012 Juara 4 Piala JNC 2012 Juara 2 PSJS Cup 2012 Juara 3 Piala Bergilir Mensesneg Menpora 2012 Juara 3 Talas Cup 2013 Juara 3 Liga Kompas Gramedia 2013 Juara 3 Liga TopSkor 2013 Juara 4 Liga Kompas Gramedia 2014 Juara 1 Cilenggang Cup 2014 Juara 1 Piala Menpora Big Star 2018

Tampil di Asian Games, Palestina Selalu Kesulitan Saat Melawan Tim Asia Tenggara

Bek sekaligus kapten Palestina U-23, Abdallatif Albahdari (putih), akhirnya mencetak gol pada menit ke-90+5 ke gawang Laos, dan membawa timnya menang denga skor akhir 2-1, di laga fase Grup A Asian Games 2018. (pikiran-rakyat.com)

Jakarta- Timnas Indonesia tercatat tampil dalam sembilan edisi Asian Games. Partisipasi itu terjadi di tahun 1951, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1986, 2006, dan 2014. Dari keikutsertaan itu, Timnas Indonesia berhasil lolos ke perempatfinal sebanyak tiga kali, yaitu pada edisi Asian Games 1951, 1966, dan 1970. Merah putih juga lolos ke fase 16 besar di Asian Games 2014. Prestasi terbaik yang pernah diukir tim garuda adalah saat Asian Games 1954, 1958, dan 1986. Pada Asian Games 1954 di Manila, Timnas gagal merebut peringkat ketiga, setelah kalah 4-5 dari Myanmar. Timnas Indonesia akhirnya mampu meraih medali perunggu, pada Asian Games 1958 di Tokyo, Jepang, usai menekuk India 4-1. Lalu, Asian Games edisi 1986 di Seoul, Korea Selatan, Timnas finis di peringkat keempat. Pada perebutan medali perunggu, ketika itu Robby Darwis dkk. harus takluk 0-5 dari Kuwait. Berbeda dengan tim merah putih, meraba kekuatan Palestina dari tahun ke tahun, mereka tak sekali pun meraih kemenangan jika menantang kontestan dari Asia Tenggara. Di Asian Games 2002, Palestina tergabung dengan tiga tim besar sekelas Jepang, Bahrain, dan Uzbekistan. Palestina tak mampu meraih poin dan menjadi juru kunci Grup D Asian Games 2002. Berlanjut pada 2006, Palestina kembali menjadi juru kunci Grup C yang berisi Thailand, Kuwait dan Kirgistan. Kala itu, Palestina dipaksa menyerah dari Thailand, dengan skor tipis 1-0 Stadion Al-Rayyan, Qatar. Ini jadi tahun tersuram bagi Palestina, yang selalu kalah dan tak mencetak satu gol pun. Asian Games 2010, Palestina kembali gaagal di fase grup. Menjadi peringkat ketiga diantara Korea Utara, Korea Selatan, dan Jordania, jadi prestasi terbaik Palestina kala itu. Lalu, Asian Games 2014 menjadi titik balik kebangkitan. Meski kalah dari Singapura dengan skor 1-2, di Stadion Ansan Wa, Korea Selatan, Palestina sukses tampil sebagai juara Grup C kala itu. Namun, aksi Palestina terhenti di babak 16 besar, setelah ditekuk Jepang dengan skor akhir 0-4. Di babak fase grup Asian Games 2018, 25 tim cabor sepak bola tengah berusaha untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Tim-tim di Grup A sudah bertanding sejak tanggal 10 Agustus. Sementara itu, tim-tim di grup lain baru bertanding mulai 14 Agustus. Regulasi laga si kulit bundar di ajang multi event ini pun sudah diketuk. Di babak fase grup, pihak panitia penyelenggara telah menentukan aturan yang dipakai andai ada dua tim atau lebih, memiliki jumlah poin sama di klasemen akhir. Selisih gol menjadi penentu paling utama, bila terdapat poin yang sama. Faktor kedua, yakni keunggulan sisi produktivitas tim yang bersangkutan, bila selisih golnya sama. Bila ada tim yang masih sama juga jumlahnya, maka format head to head antar kedua tim, yang menjadi pertimbangan. Babak fase grup Asian Games 2018 cabang sepak bola rencananya akan bergulir hingga 20 Agustus. Setelah itu, fase knock-out dimulai pada 23 Agustus. (Dre) Peforma Palestina Berhadapan Tim asal Asia Tenggara di ajang Asian Games  28 November 2006 Palestina 0-1 Thailand 21 September 2014 Palestina 1-2 Singapura

Obral Strategi False Nine Lawan Palestina, Timnas U-23 Wajib Penuhi Banyak Syarat

Timnas U-23 kemungkinan akan menerapkan strategi false nine melawan Palestina pada laga kedua Grup A Asian Games 2018, di Stadion Patriot Candrabhaga, Rabu (15/8). (bola.com)

Jakarta- Pelatih Timnas U-23 Luis Milla berpeluang memakai strategi berbeda menghadapi Palestina dalam lanjutan penyisihan Grup A Asian Games 2018 yang akan digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/8). Selain merotasi beberapa pemain, pelatih asal Spanyol itu ingin menjajal strategi false nine kontra Palestina. “Ini turnamen yang sangat ketat dan waktu pemulihan kondisi sedikit. Jadi, seperti pertandingan sebelumnya termasuk SEA Games 2017, kemungkinan komposisi pemain akan diubah,” kata asisten pelatih Bima Sakti seperti dikutip Antara, Selasa (14/8). “Ada kemungkinan menggunakan pemain dengan peran sebagai false nine,” sambungnya. Mantan pemain primavera Indonesia itu memastikan skuat Garuda Muda dalam keadaan bugar jelang laga, termasuk kondisi pemain asal Mitra Kukar, Septian David Maulana yang sempat mengalami masalah di ototnya. Skuat Indonesia, kemungkinan akan menerapkan strategi yang berbeda saat menghadapi Palestina. Salah satunya perubahan komposisi lini depan Merah Putih yang sebelumnya bertumpu kepada Beto Goncalves. Artinya, Beto, bakal disimpan. Sebagai gantinya, tim pelatih akan menurunkan pemain bertipikal ‘false nine’ sebagai ujung tombak lawan Palestina. False nine sejatinya bukanlah sebatas posisi bermain, melainkan sebuah peran. ‘Si nomor 9 yang palsu ini’ seolah-olah bermain sebagai ujung tombak, namun ia bergerak lebih leluasa ke belakang, atau ke sisi sayap untuk membuka celah kepada pemain lainnya. Ilham Udin Armaiyn, Septian David Maulana serta Saddil Ramdani, berpotensi sebagai opsi mengisi peran ‘pembohong’ yang ingin diterapkan Milla. Namun, faktanya, tidak semua tim sebetulnya mampu menggunakan false 9, karena memang tak semua penyerang atau gelandang, bisa mengambil keputusan untuk memainkan peran false 9 dengan baik. Pemain ini setidaknya, harus memiliki kemampuan mencari ruang yang baik. Selain itu sang pemain juga harus punya kemampuan mengolah bola yang baik, karena false 9 juga akan menjadi pengatur serangan ketika dia telah menguasai bola. Sistem false 9 juga menyaratkan tim memiliki lini kedua yang baik, yang mampu menerobos masuk ke kotak penalti, kala sang striker melakukan “gerakan tipuan”. Indonesia berpeluang mengudeta puncak klasemen jika berhasil mengalahkan Palestina. Sebaliknya, Palestina memantapkan posisinya di tempat teratas jika mampu meraih poin atas Indonesia. Saat ini Palestina berhak memuncaki klasemen dengan raihan empat poin usai menang 2-1 atas Kamboja dan imbang 0-0 lawan Taiwan. Indonesia menguntit di posisi kedua dengan tiga poin, hasil kemenangan 4-0 atas Taiwan. Dari daftar pemain yang ada, terdapat tiga pemain Palestina yang kini tercatat bermain di klub Eropa. Pertama adalah Michel Milad Termanini, pemain 20 tahun itu kini bermain di klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Swedia, AFC Eskilstuna. Dalam dua pertandingan yang telah dijalani Palestina, Termanini adalah andalan di lini belakang. Pemain kedua yang berkiprah di klub Eropa adalah Omar Al Sharif. Al Sharif adalah pemain yang berposisi sebagai bek dan kini tercatat sebagai pemain SV Arminia Hannover. Klub tersebut kini berkiprah di kompetisi kasta kelima Liga Jerman atau yang dikenal Niedersachsenliga. Selanjutnya, ada Mohamed Darwish yang juga memperkuat Arminia Hannover. Berbeda dengan dua rekan setimnya, Darwish biasa bermain sebagai seorang gelandang. Berdasarkan data performa mereka dalam dua laga sebelumnya, Termanini menjadi pemain yang paling sering bermain di antara ketiganya. Tercatat, pemain bernomor punggung 4 itu sudah bermain selama 180 menit dalam dua laga. Sedangkan Al Sharif bermain sebagai pemain pengganti selama 24 menit saat melawan Cina Taipei dan 90 menit ketika menghadapi Laos. Sementara Darwish, baru dimainkan saat melawan Laos sebagai pemain pengganti dengan durasi 31 menit. (Ham) Jadwal Grup A Rabu (15/8) Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi 16:00 WIB Hong Kong vs Taiwan 19:00 WIB Indonesia vs Palestina Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No      Tim           Main  Gol  Poin 1. Palestina U-23     2     2-1    4 2. Indonesia U-23    1     4-0    3 3. Hong Kong U-23  1     3-1    3 4. Taiwan U-23        2     0-4    1 5. Laos U-23           2     2-5    0

Kemenpora Gulirkan Dana Rp 26,77 Miliar, Kontribusi Pemerintah Untuk PSSI

Mulyana (Deputi IV Peningkatan Prestasi Kemenpora) menyebut pemerintah tela menggelontorkan dana Rp 26,77 miliar sebagai kontribusi untuk PSSI. (Kemenpora)

Jakarta- Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelontorkan dana Rp 26,77 miliar sebagai bentuk kontribusi untuk PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia). Nilai total dana yang diberikan kepada PSSI sebesar Rp 26,77 miliar, dan sudah dicairkan sekitar 70 persen atau Rp 19,37 miliar. Hal ini Diungkapkan Mulyana, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora. Ia mengatakan Kemenpora telah memberikan kontribusi kepada Pelatnas (pemusatan latihan nasional) Asian Games XVIII/2018, maupun peningkatan tenaga keolahragaan kepada PSSI. “Dengan perincian untuk Timnas (tim nasional) putra Rp 10,18 miliar dan Timnas putri Rp 9,18 miliar. Juga sebesar Rp 5,9 miliar yang diperuntukan untuk lisensi wasit internasional, pelatih profesional, dan upgrade pelatih international,” ujar Mulyana di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (13/8). Mulyana didampingi Raden Isnanta (Deputi Pembudayaan Olahraga), dan Candra Bhakti (Asisten Deputi Olahraga Prestasi). Dalam kesempatan itu, Mulyana memberikan selamat kepada skuat Timnas U-16, yang sukses menjadi kampiun di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, akhir pekan lalu. “Kami berikan apresiasi bagi Timnas U-16 yang menjuarai Piala AFF U-16 Tahun 2018 ini paska menaklukkan Thailand di partai final. Kemenangan ini memotivasi sekaligus modal dasar bagi atlet yang akan tampil di Asian Games nanti,” tegasnya. Mulyana mengungkapkan khusus Timnas U-16, pemerintah mang tak mengalokasikan bantuan saat penyisihan kejuaraan AFF U-16 pada 2018 ini. “Tapi kami membantu pembinaan dan kesiapan atlet sebesar Rp 1,5 miliar. Untuk pencairan Rp 1,5 miliar, mekanismenya nanti PSSI bisa mengajukan proposal,” tambahnya. Sementara itu, Isnanta mengungkapkan pihaknya selalu memantau serta mengikuti perkembangan Timnas U-16. “Perlu kami laporkan bahwa Kemenpora melalui Deputi III punya kompetisi berjenjang yakni U-12, U-14, dan U-16. Ada pula kompetisi usia dini lainnya,” tuturnya. “Memang ini sistem yang kami bangun, sistem usia muda yang berjenjang yang tujuannya adalah event internasional. Artinya, Kemenpora telah memberikan kontribusi kepada sistem kompetisi yang berjenjang yang melahirkan keberhasilan sepakbola tanah air,” terangnya. Lanjut Isnanta, dari sisi anggaran pada kompetisi liga berjenjang tiap tahunnya pemerintah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 8,7 miliar, untuk Liga Santri Rp 8 miliar, dan ditingkat Desa terdapat Liga Desa dengan anggaran lebih dari Rp 7 miliar. “Di PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) kami mempunyai 12 Diklat dengan anggaran tiap tahun sebesar Rp 23,4 miliar. Selain itu, pemberian penghargaan kami juga memberikan pada usia muda,” tukas Isnanta. (Adt)

Statistik Tampil Cemerlang, Gelandang Senior Timnas U-23 Ini Enjoy Jadi Striker

Pemain Timnas U-23, Stefano Lilipaly (merah) mencetak gol akrobatik, saat Timnas U-23 menang 4-0 atas Taiwan, pada laga perdana penyisihan grup Asian Games 2018, di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/8). (tribunnews.com)

Jakarta- Gelandang senior Timnas U-23, Stefano Lilipaly mengaku senang bisa mencetak dua gol bagi kemenangan di Asian Games 2018. Timnas U-23 menang 4-0 atas Taiwan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (12/8). Ia mencetak dua gol, salah satunya dengan tendangan salto spektakuler, dan juga menciptakan satu assist Lilipaly membayar tuntas kepercayaan Luis Milla yang memainkan dirinya sejak menit pertama. Bermain di lini tengah, Lilipaly bahu-membahu bersama Zulfian, Evan Dimas, Febri Hariyadi, dan Irfan Jaya untuk mengalirkan bola-bola matang ke AlBerto ‘Beto’ Goncalves yang diplot sebagai ujung tombak. Gol salto Lilipaly yang tercipta di menit ke-75, berawal dari umpan Rezaldi Hehanusa di sisi kanan. Kendati ditempel bek Taiwan, Lilipaly mampu menuntaskan umpan tersebut lewat aksi akrobatik, yang membuat si kulit bundar meluncur deras ke sudut kiri bawah gawang kiper Timnas U-23 Taiwan, Pan Wenchieh. Sebelumnya, Lilipaly juga menyumbang gol pertama bagi Indonesia di menit ke-67. Memanfaatkan sepakan bebas Evan Dimas, Lilipaly melepaskan sundulan akurat dari dalam kotak penalti. Bola lantas mengarah ke sudut kanan bawah gawang dan tak kuasa dibendung Wenchieh. Lilipaly yang saat ini berusia 28 tahun adalah satu dari tiga pemain senior yang dibawa Milla di Asian Games 2018. Selain dirinya, pelatih asal Spanyol itu juga memanggil kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, dan striker Sriwijaya FC, Beto. Nama terakhir menyumbang satu gol di laga melawan Taiwan. Sementara pemain Bhayangkara FC, Muhammad Hargianto menutup pesta gol Indonesia di injury time. “Saya senang bisa cetak gol dan bantu kemenangan tim di pertandingan ini. Ini hasil kerja keras semua pemain. Tapi paling penting kita dapat tiga poin malam ini. Terima kasih suporter Indonesia,” ujar Lilipaly, selepas pertandingan. Fano (panggilan akrab Stefano) juga tak mempermasalahkan dengan posisinya yang beberapa kali ditempatkan sebagai striker. “Tidak masalah, saya suka menjadi gelandang serang dan sayap. Terserah pelatih,” tambahnya. Dua gol Fano membuka peluang Indonesia di Grup A. Saat ini Skuat Garuda Muda berada di posisi kedua dengan koleksi tiga poin. Selisih satu poin dengan Palestina di puncak klasemen dengan poin empat. Dilansir dari Labbola, Lilipaly mencetak dua gol dari total 4 tembakan. Sebetulnya, total tembakan Lilipaly sama dengan Beto yang jadi tumpuan Indonesia di lini depan. Beto, pemain naturalisasi asal Brasil itu melepaskan 3 tembakan tepat ke gawang (satu tembakan berhasil menjadi gol) dan satu shots off target. Namun, Lilipaly lebih tajam karena dia berhasil mencetak 2 gol dari 2 tembakan tepat sasaran. Sementara itu dua tembakan lain yang dilepaskan Lilipaly gagal mengenai sasaran. Selain tembakan, kelebihan lain dari Lilipaly adalah umpan sukses. Pemain Bali United ini melepaskan 15 umpan sukses dari total 19. Tingkat kesuksesannya mencapai 78 persen. Dengan penampilan Lilipaly ini, setidaknya keputusan Milla cukup tepat untuk memainkannya pada Asian Games 2018. Lilipaly baru dipanggil dalam pemusatan latihan terakhir yang digelar di Bali, beberapa waktu lalu. (Ham)

Cetak Gol Salto, Lilipaly Bawa Indonesia Posisi Runner Up di Laga Perdana Asian Games 2018

Striker Timnas U-23, Stefano Lilipaly (10) mencetak dua dari empat gol kemenangan Timnas U-23 atas Taiwan, pada laga perdana penyisihan grup Asian Games 2018, di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/8). (INASGOC)

Jakarta- Timnas U-23 memetik kemenangan perdana pada fase penyisihan Grup A pada cabang olahraga sepak bola Asian Games 2018. Menghadapi Taiwan, Garuda Muda berhasil menang dengan skor telak 4-0 pada laga yang digelar di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/8). Empat gol kemenangan Tim Merah Putih muda dicetak oleh Stefano Lilipaly (66′ dan 76′), Alberto Goncalves (71′), dan Muhammad Hargianto (90+3). Walau menang degan skor telak, Indonesia ternyata belum berhasil meraih puncak klasemen sementara Grup A. Hansamu Yama dkk masih bertengger di peringkat kedua klasemen sementara Grup A, dengan koleksi tiga poin hasil dari satu laga yang dilakoni. Sedangkan Palestina masih nyaman duduk di puncak klasemen dengan raihan empat poin hasil dari dua laga. Sebelumnya, Palestina meraih satu kemenangan saat menghadapi Laos (2-1) dan satu hasil imbang, kala bertanding menghadapi Taiwan (0-0). Sementara itu, peringkat ketiga Grup A diduduki oleh Hong Kong U-23 yang meraih tiga poin. Kendati memiliki raihan poin yang sama dengan Indonesia, Hong Kong kalah dari segi produktivitas gol. Usai takluk dari Indonesia, Taiwan harus mendekam di peringkat empat dengan koleksi satu poin hasil dari dua laga yang dilakoni. Sedangkan posisi buncit Grup A dihuni oleh Timnas U-23 Laos yang belum berhasil meraih poin sama sekali. Dari dua laga yang dilakoni, Laos menelan kekalahan dua kali, yakni saat tumbang dari Hong Kong (1-3) dan takluk dari Palestina (1-2). Sementara itu, skuat asuhan Luis Milla akan menjalani laga kedua menghadapi Timnas U-23 Palestina. Laga akan digelar pada Rabu (15/8) di Stadion Patriot, Kota Bekasi, Jawa Barat. Melihat skornya, hasil gemilang ini merupakan start terbaik kedua yang pernah dilakukan Tim Merah Putih sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games. Kemenangan 4-0 atas Taiwan pada Minggu kemarin hanya kalah dari kesuksesan Indonesia melibas Timor Timur 7-0 pada pertandingan pertama Asian Games 2014. Selain dua edisi terbaru, Indonesia juga tampil pada Asian Games 1951, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1986, dan 2006. Pada 1951, partai awal Indonesia berujung dengan kekalahan 0-3 dari India. Karena saat itu sistem pertandingan masih menggunakan sistem gugur, Indonesia pun langsung tersingkir. Tiga tahun kemudian di Asian Games 1954, Indonesia yang tergabung di Grup C, mengawali langkah usai mengalahkan Jepang 5-3. Indonesia mampu mencapai peringkat empat di akhir turnamen. Di Asian Games 1958, Tim Merah Putih sukses melangkah hingga peringkat ketiga. Ini merupakan pencapaian terbaik sepanjang sejarah partisipasi di Asian Games. Empat tahun kemudian di Asian Games 1962, Indonesia mengalahkan Vietnam Selatan 1-0 pada pertandingan pertama di Grup A. Tetapi, Vietnam Selatan justru kemudian lolos ke babak berikutnya, sedangkan Indonesia tersingkir di fase grup. Pada Asian Games 1966, saat Indonesia mencapai perempat final, hasil partai pertama timnas di Grup C adalah kemenangan 3-0 atas Singapura. Berselang empat tahun, saat Indonesia kembali mencapai perempat final Asian Games 1970, Iswadi Idris dkk. ditahan Iran 2-2 di perjumpaan pertama di Grup C. Kemudian start timnas Indonesia di Asian Games 1986 adalah sukses menahan Qatar 1-1 di Grup C. Pada Asian Games 2006, Tim Merah Hitam langsung dihajar Irak 0-6 pada pertandingan pertama Grup B, dan akhirnya langkahnya terhenti di fase grup. (Dre/Ham) Hasil Asian Games 2018 Grup A, Minggu (12/8) Palestina 2-1 Laos Indonesia 4-0 Taiwan Hasil Grup A sebelumnya Taiwan vs Palestina: 0-0 Laos vs Hong Kong: 1-3. Jadwal Grup A Rabu (15/8) Stadion Patriot, Bekasi 16:00 WIB Hong Kong vs Taiwan 19:00 WIB Indonesia vs Palestina Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No        Tim          Main  Gol   Poin 1. Palestina U-23     2      2-1     4 2. Indonesia U-23    1      4-0     3 3. Hong Kong U-23  1      3-1     3 4. Taiwan U-23        2      0-4     1 5. Laos U-23           2      2-5     0

Unggul Statistik, Timnas U-16 Dominasi Laga Final Piala AFF U-16 2018 Kontra Thailand

Selain mengawinkan titel juara Piala AFF U-16 2018, dengan gelar top skorer lewat Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri, Timnas U-16 secara statistik tampil superior melawan Thailand U-16 di babak final. (istimewa)

Sidoarjo- Indonesia meraih gelar perdana di Piala AFF U-16 paska mengatasi Thailand pada edisi 2018, lewat drama adu penalti di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (11/8). Drama adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal. Timnas U-16 besutan Fakhri Husaini unggul lebih dulu setelah pemain pengganti, Fajar Fathur Rachman, memaksimalkan assist Andre Oktaviansyah menjadi gol menit ke-33. Namun, Thailand bisa menyamakan skor pada menit ke-72 lewat Apidet Janggam. Skor 1-1 pada 80 menit waktu normal membuat laga berlanjut di fase adu penalti. Empat eksekutor Garuda Asia, yakni Diego Sutan Zico, Bagus Kahfi, Rendy Juliansyah, serta kapten David Maulana berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Adapun kiper Ernando Ari Sutaryadi akhirnya menjadi pahlawan setelah mementahkan eksekutor kedua dan kelima Thailand. Kendati berbau bantuan ‘dewi fortuna’, sebenarnya Timnas U-16 membuat Thailand kerepotan di pertandingan ini. Pada babak pertama misalnya, keempat bek Thailand dipaksa melakukan 13 sapuan. Bek kanan Thailand, Pongsakorn Innet, menjadi yang terbanyak melakukan clearance (5) pada babak pertama. Sementara kedua bek tengah Thailand, membuat 6 halauan. Adapun keempat bek merah putih ‘cuma’ melakukan delapan clearance pada babak pertama. Tekanan yang dilancarkan timnas U-16 Indonesia tak berkurang di babak kedua. Keempat bek Thailand melakukan 11 clearance selepas turun minum. Artinya, kuartet bek timnas U-16 Thailand total mencatat 24 sapuan sepanjang laga. Sementara itu, keempat bek Garuda Asia tercatat ‘hanya’ menorehkan 19 clearance. Bek tengah Komang Teguh Trisnanda menjadi yang paling aktif dengan total 8 sapuan sepanjang pertandingan. Tak hanya itu saja, di lini depan, Timnas U-16 pun aktif melepas tembakan ke arah gawang. Tepatnya 12 shots, dan 7 sepakan itu di antaranya tepat sasaran. Sementara Thailand cuma melepas 8 tembakan, dan hanya 1 yang tepat mengarah ke gawang. Pelatih Thailand U-16, Thongchai Rungreangleas mengakui skuatnya tertekan pada babak pertama saat di partai final Piala AFF U-16, Sabtu (11/8). “Indonesia bermain cukup bagus. Kami akui pemain sempat tertekan dengan atmosfer pertandingan,” ungkap Rungreangleas usai laga, saat konferensi pers, Sabtu (11/8). Rungreangleas menambahkan, kehadiran puluhan ribu suporter membuat mental pemain gugup. “Atmosfer dan suporter yang bagus. Itu yang membuat pemain kami semakin dalan terlibat tekanan pada babak pertama,” tutup Rungreangleas. Namun ia terkagum-kagum dengan antusiasme pendukung Timnas U-16 . Menurutnya, suporter Indonesia sangat atraktif, walau baginya sangat ramah dan bersahabat. Lantaran tertekan di awal-awal babak pertama, ia berinisiatif melakukan sejumlah pergantian pemain dan perubahan strategi di babak kedua, sehingga membuat tim negeri Gajah Putih ini mampu mengimbangi tim merah putih. “Babak pertama kami kurang efektif. Kami coba lakukan pergantian pemain dan taktik di bahak kedua. Baru permainan berjalan baik dan mampu mengimbangi di babak kedua,” ujar Thongchai. Dengan hasil ini timnya akan melakukan evaluasi dan mempersiapkan turnamen selanjutnya yakni Piala AFC U-16 2018, yang diselenggarakan di Malaysia pada 20 September hingga 7 Oktober nanti. (Ham)

Hadiah HUT RI ke-73, Timnas Kawinkan Titel Juara Piala AFF U-16 2018 Dengan Gelar Sepatu Emas Bagus Kahfi

Timnas U-16 mengawinkan gelar juara Piala AFF U-16 2018, dengan gelar pencetak gol terbanyak (top skorer) melalui Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri, dengan torehan 12 gol. (istimewa)

Sidoarjo- Timnas U-16 akhirnya berhasil meraih gelar juara pertamanya di Piala AFF U-16 2018. Indonesia menang adu penalti 4-3 atas Thailand, pada laga final di Stadion Gelora Delta, Sabtu (11/8). Adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang 80 menit pertandingan. Tim Merah Putih unggul terlebih dahulu lewat Fajar Faturachman pada menit ke-32. Ini merupakan gol kedua striker berusia 16 tahun jebolan ASAD 313 Jaya Perkasa. di Piala AFF U-16 2018. Namun, Thailand menyamakan kedudukan lewat Apidet Janngam pada menit ke-71. Dalam drama tos-tosan, tendangan dua algojo Thailand berhasil dimentahkan kiper Timnas U-16, Ernando Ari Sutaryadi. Sedangkan empat eksekutor Garuda Asia menjalankan tugasnya dengan sempurna. Bagi Indonesia, inilah prestasi terbaik sepanjang keikutsertaan di Piala AFF U-16. Sebelumnya, catatan prestasi terbaik Timnas U-16 di ajang Piala AFF U-16 adalah runner up yang diraih pada 2013. Saat itu Indonesia kalah adu penalti dari Malaysia. Thailand dan Vietnam adalah dua negara tersering yang menjadi juara Piala AFF U-16. Mereka memenanginya sebanyak tiga kali. Sejak pertama kali digelar pada 2002, sudah tujuh negara menjadi juara Piala AFF U-16. Salah satunya adalah Jepang yang menjadi tamu pada 2012. Berkat keberhasilan pada 2018, David Maulana dan kolega, juga mengukir rekor langka, yang belum bisa diwujudkan tim-tim lain di Asia Tenggara. Rekor itu adalah juara sekaligus top skorer Piala AFF U-16 2018, melalui Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri dengan 12 gol. Hanya dua tim tamu, Australia dan Jepang, yang pernah melakukan itu. Belum pernah ada tim Asia Tenggara, termasuk Thailand dan Vietnam selaku juara Piala AFF U-16 tiga kali, yang mampu mengukir prestasi ini. Pada Piala AFF U-16 2008, Australia juara sekaligus merebut top skorer, lewat Kamal Ibrahim dan Kerem Bulut. Masing-masing mencetak 4 gol. Lalu, pada AFF U-16 2012, Jepang meraih juara sekaligus merebut gelar top skorer, lewat Ryoma Watanabe dengan mencetak 3 gol. Australia kembali merebut juara dan gelar top skorer pada Piala AFF U-16 2016 lewat John Roberts dengan 8 gol. Timnas U-16 akan berjuang di Piala AFC U-16 2018. Turnamen akan digelar di Malaysia, pada 20 September hingga 7 Oktober 2018. Indonesia lolos sebagai salah satu dari 16 peserta. Di Piala AFC U-16, Timnas U-16 pernah menduduki posisi keempat pada 1990. Pada empat kesempatan lainnya, Tim Garuda Muda selalu kandas di babak grup. (Dre) Daftar Juara dan Top Skorer Piala AFF U-16 Thailand 2007 Top Skorer : Kraikitti In-utane (Thailand) 5 gol 2011 Top Skorer : Adam Swandi (Singapura) 5 gol 2015 Top Skorer : Marc Moric (Australia) 8 gol Vietnam 2006 Top Skorer : – 2010 Top Skorer : Liang Yu (China) dan Rogerio Seran (Timor Leste) 2 gol 2017 Top Skorer : Sieng Chanthea (Myanmar) 5 Gol Myanmar 2002 Top Skorer : – 2005 Top Skorer : – Australia 2008 Top Skorer : Kamal Ibrahim dan Karem Bulut (Australia) 4 gol 2016 Top Skorer : John Roberts (Australia) 8 gol Jepang 2012 Top Skorer : Ryoma Watanabe (Jepang) 3 gol Malaysia 2013 Top Skorer : Cameron Joice (Australia) 6 gol Indonesia 2018 Top Skorer : Amiruddin Bagus Kahfi (Indonesia) 12 Gol Rekam Jejak Sejarah Indonesia di Piala AFF U-16 2002: posisi ketiga 2005: babak grup 2006: tak ikut 2007: posisi keempat 2008: babak grup 2009: tak ada turnamen 2010: posisi keempat 2011: babak grup 2012: tak ikut 2013: runner-up 2014: tak digelar 2015: hukuman sanksi FIFA 2016: hukuman sanksi FIFA 2017: babak grup 2018: JUARA

Rekor Bagus Lewati Raja Gol Singapura di Piala AFF Senior, Kaki Kirinya Ganas Meski Tak Kidal

Seluruh gol yang dicetak Amiruddin Bagus Kahfi dilakukan dari dalam kotak penalti. Bagus pun rata-rata mencetak 2,2 gol per pertandingan fase grup Piala AFF U-16 2018. (Goal.com)

Sidoarjo- Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi tampil luar biasa di Piala AFF U-16 2018. Pemain asal Magelang, Jawa Tengah itu mengemas 11 gol dalam 280 menit bermain di lima pertandingan grup Piala AFF U-16.Bagus mencetak dua gol ke gawang Filipina, Myanmar, Vietnam dan Timor Leste. Sedangkan tiga gol lainnya dicetak ke gawang Kamboja saat menang 4-0 di laga akhir Grup A. Menariknya, torehan 11 gol menjadi yang terbanyak bagi pemain di ajang Piala AFF, di level U-16, U-19, dan senior. Sebelum Bagus, pemain Australia Marc Robic dan John Roberts, mengemas delapan gol pada edisi 2015 dan 2016. Sedangkan pada level U-19, gol terbanyak dicetak oleh Nguyen Xuan Nam dari Vietnam, di Piala AFF U-19 2011 dengan delapan gol. Lalu Egy Maulana Vikri dari Indonesia dengan torehan gol yang sama pada 2017. Luar biasanya, Bagus pun ternyata menyalip perolehan gol dari legenda Singapura, Noh Alam Shah. Along (sapaan akrab Noh Alam Shah) sukses mengukir namanya sebagai pencetak gol terbanyak Piala AFF senior, pada 2007 dengan koleksi 10 gol. Kini, semua catatan tersebut dilampaui oleh Bagus. Pencapaian luar biasanya patut diapresiasi. Pemain binaan Chelsea Soccer School itu berpeluang besar menjadi Top Skorer Piala Asia U-16 tahun ini. Dalam statistik yang ada, kaki kiri pemuda berambut kriting itu lebih mematikan dibanding kaki andalannya, kaki kanan. Selama lima laga di Grup A, sebanyak enam gol diciptakan pemain kelahiran Magelang itu dengan kaki kiri. Sisanya lima gol dikemas Bagus dengan menggunakan kaki kanan, termasuk dua gol dari titik penalti. Belum ada gol yang dicetak Bagus dengan menggunakan kepalanya. Dalam posisi mencetak gol, seluruh gol yang dibuat Bagus juga terjadi di kotak penalti lawan. Sebanyak empat gol dengan sontekan, dua penalti, dan selebihnya melalui akselerasi, yang dilanjutkan dengan tembakan ke gawang lawan. Bagus yang merupakan saudara kembar Amiruddin Bagas Kaffa, full bek Timnas U-16 itu, awalnya merupakan pemain cadangan saat Indonesia menang telak 8-0 atas Filipina di pertandingan pertama. Bagus masuk pada menit ke-61, usai Garuda Asia unggul 5-0. Meski hanya bermain selama 29 menit, Bagus yang kini berusia 16 tahun itu sukses mencetak dua gol pada menit ke67 dan 73′. Gol Bagus bertambah ketika dimainkan sejak awal oleh pelatih Fakhri Husaini saat melawan Myanmar di laga kedua. Di partai ini, Bagus kembali mengemas dua gol pada menit kedelapan dan 26′. Di duel ketiga melawan Vietnam, Bagus kembali menjadi cadangan dan bermain di babak kedua. Masuk dari bangku cadangan tak membuat ketajaman Bagus berkurang. Dua gol kembali dibuat pemain bernomor punggung 20 itu pada menit ke-45 dan 61′. Konsistensi Bagus tetap terjaga hingga pertandingan keempat melawan Timor Leste. Kesulitan mencetak gol di babak pertama, Bagus akhirnya bisa mencetak dua gol di babak kedua, menit ke-49 dan 82′. Pada laga terakhir melawan Kamboja penampilan Bagus makin mengilap. Meski hanya bermain selama 51 menit, Bagus justru sukses mencetak hattrick (21′, 34′, dan 43′). (Dre)

Digembleng Ala Semi Militer, Tim Hansaplast Topskor Indonesia U-14 Optimistis Juara di Gothia Cup China

Tim Hansaplast TopSkor Indonesia (TSI) U-14 digembleng ala semi militer sebelum tampil dalam Turnamen Gothia Cup China 2018 level B14 (Boys 14), yang berlangsung 12-18 Agustus 2018, Qingdao, China. (Ham/NYSN)

Jakarta- Tim Hansaplast TopSkor Indonesia (TSI) U-14 akan segera bertolak menuju Qingdao, China, untuk tampil dalam Turnamen Gothia Cup China 2018 level B14 (Boys 14), yang berlangsung 12-18 Agustus 2018. Ketua Delegasi Topskor Indonesia, Mohamad Yusuf Kurniawan mengatakan, berbekal persiapan matang dan pengalaman yang dimiliki, tim TSI U-14 diharapakan berbicara banyak dalam ajang Gothia Cup China 2018. Tim TSI U-14 rencananya akan berangkat pada Jumat (10/8). “Runner-up Gothia China Cup 2016, dan posisi 3 pada 2017, serta terkini meraih runner-up JSSL Cup Singapura 2018 pada April lalu, kini kami bertekad juara di Gothia China Cup 2018. Pengalaman bertanding dan pelatihan intensif, adalah bekal agar target juara bisa terpenuhi,” ujar Yusuf dalam acara pelepasan Tim TSI U-14, pada Rabu (8/8). Hal senada juga diungkap Deris Herdiansyah, selaku pelatih TSI U-14. Ia menyampaikan persiapan para pemain dilakukan dengan sangat serius, mengingat tak semua pemain, memiliki pengalaman di ajang internasional. “Persiapan kami sudah cukup lama dan matang, sejak 5 bulan yang lalu. Terutama selain fisik dan taktik, kami membangun kondisi mental pemain. Beberapa anak ada yang belum pernah main di turnamen level internasional,” kata Deris. Dalam pembentukan karakter dan mental pemain, ia menggunakan metode disiplin semi militer, agar para pemain mampu menerima tekanan dari lawan, maupun dari para pendukung yang hadir di lokasi. Konsep ini ditempuh, karena sebagai besar staf pelatih TSI U-14 berlatar belakang anggota TNI. Ia pun tak ragu memilih berlatih intensi di komplek lapangan Rindam Jaya, di kawasan Condet, Jakarta Timur. Berbicara potensi peluang juara, Deris yakin, jika anak asuhnya bisa menyajikan peforma yang meyakinkan. Melihat prestasi tahun lalu, tim dengan materi pemain kelahiran 2003, sanggup meraih peringkat 3, serta runner Up pada 2016. “Kriteria pemain yang dipilih terutama mereka yang punya kemampuan baik terkait dasar-dasar bermain sepak bola. Kemudian skill penting guna menyempurnakan gaya permainan yang akan diterapkan nanti,” tambah pria berbadan subur tersebut. Tomas Schwarz, pun turut optimistis. “Tampil di tingkat internasional semoga bisa mengasah kemampuan dan pengalaman mereka. Selamat berjuang Tim Sepakbola Hansaplast TopSkor Indonesia U-14,” ucap Direktur Pemasaran PT. Beiersdorf Indonesia ini, yang membawahi unit bisnis Hansaplast, produk plester penutup luka. (Dre/Ham) Daftar Pemain Tim Hansaplast Topskor Indonesia U-14 1. Muhammad Wisnu (SSB Bina Taruna) 2. Syarif Slamet (SSB Saint Prima) 3. Andhika Dwi (SSB Salfas Soccer) 4. Abdul Jaffar (SSB Buperta) 5. Vito Ramadyzky (SSB Remaja Masa Depan) 6. Richko Ridho (SSB Remaja Masa Depan) 7. Saptian Dwi W. (SSB ISA ICK Trisakti) 8. Jodi Chandra Geraldi (SSB Remaja Masa Depan) 9. Raychan Adji (SSB Remaja Masa Depan) 10. M. Akiel Marjik (SSB Tajimalela FA) 11. Resa Aditya (SSB ISA ICK Trisakti) 12. Arya Rafael (SSB Benteng Muda) 13. Tafrizal Aditya (SSB Garuda Putra) 14. Dicky Daniel (SSB Ragunan SS) 15. Azmiar Al Qadri (SSB ISA ICK Trisakti) 16. M. Ridho Imran (SSB ISA ICK Trisakti) 17. Aron Byron (SSB Matador Mekarsari) 18. Diandra Diaz Dewari (SSB SASWCO) 19. Bevan Rulif (SSB ISA ICK Trisakti) 20. Rayhan Everhard Bollemeyer (SSB ASIOP Apacinti)

Timnas U-16 Dihantui Bayang-bayang Inferior Malaysia Jelang Tampil di Semifinal Piala AFF U-16 2018

Gelandang Timnas U-16, Andre Oktaviansyah (kanan) mencoba menghadang laju pemain Malaysia U-16 pada laga uji coba di Stadion Petaling Jaya, Selangor, 6 Juli 2018. (facebook.com/FAM official)

Sidoarjo- Partai seru bakal tersaji pada semifinal Piala AFF U-16 2018 antara Timnas U-16 kontra Malaysia, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (9/8). Meski timnas U-16 lolos dari Grup A dengan sempurna, tetapi David Maulana dan kolega tak boleh menganggap remeh Malaysia. Dalam laga uji coba jelang Piala AFF U-16 2018, gawang Timnas U-16 dibobol empat kali oleh Malaysia. Laga di Petaling Jaya, Kuala Lumpur, pada Jumat (6/7) ini, sukses dimenangi negri Jiran dengan skor 4-3. Gol Malaysia dicetak oleh Harith Haiqal, Muhammad Alif, Muhammad Amirul Azzim, dan Muhammad Najmudin Akmal. Sedangkan gol Indonesia diciptakan Yadi Mulyadi, David Maulana, dan Muhammad Firdaus. Oleh sebab itu, laga semifinal tersebut harus dimanfaatkan oleh tim berjulukan Garuda Asia untuk membalas kekalahan saat laga uji coba di Malaysia. Namun, Malaysia juga tak akan tinggal diam mengingat kakak mereka, Tim U-19 pun turut mempermalukan Indonesia, pada semifinal Piala AFF U-19 2018. Saat itu, Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan takluk dengan drama adu penalti juga di Stadion Gelora Delta. Jika dicermati, maka dua partai semifinal Piala AFF U-16 2018, serupa dengan ‘adegan’ semifinal Piala AFF U-19 2018, pada Juli lalu. Saat itu, Indonesia berjumpa Malaysia, sedangkan pada partai lainnya, Thailand menghadapi Myanmar. Malaysia U-16 lolos sebagai peringkat kedua Grup B Piala AFF U-16, usai menang 1-0 atas Laos U-16. Malaysia U-16 akhirnya berjumpa dengan Timnas U-16 di semifinal. Pada laga lainnya, Thailand yang berada di puncak klasemen, akan menghadapi Myanmar, yang lolos sebagai peringkat kedua Grup A. Dua pertandingan itu, ternyata identik dengan semifinal Piala AFF U-19 2018. Skuad Timnas U-19 yang dinahkodai Indra Sjafri, juga berjumpa dengan Malaysia, di partai semifinal. Semifinal Piala AFF U-19 lainnya pun, menghadirkan pertemuan Thailand kontra Myanmar. Memang, laga Indonesia versus Malaysia selalu menyajikan duel yang menarik, entah karena intrik nuansa politik antar negara, atau faktor kualitas tim nasional keduanya yang tak jauh berbeda. Dari beberapa pertemuan terakhir, khususnya di level Timnas U-16, Indonesia dan Malaysia memang terbukti sama kuat. Pada penyisihan grup Piala AFF U-16 2013 di Mynamar, keduanya bermain imbang tanpa gol. Di turnamen yang sama, Indonesia kembali bertemu Malaysia di laga final. Saat itu, Garuda Asia harus kembali tertahan imbang 1-1 dalam 90 menit waktu normal, dan harus kalah lewat babak adu penalti yang membuat Malaysia meraih titel kampiun. Sejatinya, hingga lolos fase grup, Timnas U-16 mencatat hasil yang meyakinkan di ajang Piala AFF U-16 2018. Skuad asuhan Fakhri Husaini selalu menang dalam lima laga yang dihadapinya. Indonesia bahkan mengunci tiket lolos ke semifinal, sejak Sabtu (4/8). Mereka melaju ke babak empat besar dengan status juara Grup A. Indonesia mengoleksi 15 poin dari lima partai di fase grup. Tim merah putih juga paling produktif dalam turnamen ini. Garuda Muda telah mencetak 21 gol dari lima laga. Artinya, mereka menceploskan rata-rata 4,2 gol. Di Grup B, untuk sementara Thailand paling produktif dengan 12 gol atau rata-rata 3 gol per laga, disusul Malaysia 12 gol. Selain tajam di depan, Indonesia juga kuat di sektor pertahanan. Sebagai bukti, gawang Indonesia baru kebobolan tiga gol. di babak penyisihan grup. Garuda Asia jadi kesebelasan dengan pertahanan terbaik kedua setelah Thailand. Di Grup B, Thailand merajai persaingan dan sejauh ini mereka baru kecolongan dua gol saja. Tak hanya itu, Indonesia melambungkan striker Amiruddin Bagus Kahfi sebagai top skorer sementara di turnamen ini. Striker asal Magelang, Jawa Tengah yang akrab disapa Bagus itu, kini telah mencetak 11 gol dari lima penampilannya. Bagus unggul tiga gol dari striker Vietnam, Dinh Thanh Trung. Namun kran gol Thanh Trung tak akan bertambah karena Vietnam gagal lolos ke semifinal Piala AFF U-16 2018. (Dre)

Bernomor Punggung Sama, Bepe Minta Striker U-16 Bagus Kahfi Diberi Ruang Berkembang

Legenda Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas (kanan), menanggapi peforma striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi, yang memecahkan rekor top skorer Piala AFF U-16 sepanjang masa dengan torehan sementara 11 gol. (Ham/NYSN)

Jakarta- Legenda tim nasional Indonesia, Bambang Pamungkas, meminta masyarakat Indonesia untuk memberikan kesempatan striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi, untuk berkembang tanpa dibebankan tekanan berlebih. Hal itu dikatakan pria yang akrab disapa Bepe terkait peforma cemerlang Bagus, di penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 di Sidoarjo, Jawa Timur. “Bagi saya, pressure kadang bikin talenta jadi seperti yang tidak diinginkan. Saran saya, biarkan mereka berkembang,” kata Bepe, di acara Nivea Men di Jakarta, Selasa (7/8). Bagus tengah disorot penampilannya di Piala AFF U-16, usai memuncaki daftar pencetak gol sementara ajang kelompok umur di bawah usia 16 tahun itu. Di laga pamungkas penyisihan Grup A, Bagus mengemas trigol ke gawang Laos dalam kemenangan 4-0 skuat merah putih. Tambahan tiga gol ini membuat pemuda Magelang, Jawa Tengah itu memimpin list pencetak gol Piala AFF U-16 dengan 11 gol, dan melampaui rekor gol terbanyak sepanjang turnamen yang sebelumnya dipegang dua pemain Australia, Marc Moris dan John Roberts, yang masing-masing mencetak delapan gol, pada edisi 2015 dan 2016. Menariknya, Bagus juga mengenakan nomor punggung 20 di skuat Timnas U-16, nomor punggung khas Bepe yang selalu dikenakan saat membela Timnas Indonesia, maupun di level klub. Bambang menilai capaian Bagus, memperlihatkan Indonesia memiliki banyak potensi di cabang olahraga terpopuler itu. Namun, selain dukungan harus ada pengawalan agar prestasi itu bisa diterjemahkan di level senior. “Banyak talenta junior Indonesia yang nggak kalah dengan negara lain, tapi akhirnya tak konsisten penampilannya saat di level senior. Perlu perjuangan, pengorbanan sampai mereka menikmati jadi level yang kita inginkan,” katanya. “Ada potensi di sana, kita dukung. Suatu saat nanti mereka bisa membuat kita bangga,” ujarnya menambahkan. Bagus, berpeluang mempertajam rekor catatan golnya di Piala AFF U-16, mengingat Indonesia melaju ke babak semi final dan melawan Malaysia, yang menjadi runner up Grup B. Malaysia menantang Indonesia pada semifinal Piala AFF U-16, setelah mengalahkan Laos 1-0 di laga terakhir grup B yang berlangsung di Stadion Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Selasa (7/8). Malaysia menempati peringkat kedua dan lolos bersama Thailand yang menjadi juara Grup B. Thailand akan menghadapi Myanmar. Malaysia lolos dengan koleksi poin 9 dari empat pertandingan, sedangkan peringkat pertama Thailand lolos dengan torehan poin 10. Partai semi final  berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (9/8). Andai Indonesia bisa melaju ke final, pertandingan partai pucak akan terselenggara pada Sabtu (11/8). (Ham)

Indonesia Junior League U-9 & U-11 Berakhir, Fokus Berikutnya Putar Kategori U-13

SSB Asiop Apac Inti menjadi juara Indonesia Junior League (IJL) Mayapada 2018 untuk kategori U-9. (Dre/NYSN)

Tangerang Selatan- Indonesia Junior League (IJL) Mayapada 2018 mencapai babak final di kategori U-9 dan U-11. Acara penutupan berlangsung di Lapangan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, pada Minggu (5/8), dengan menghadirkan dua laga final, di masing-masing kategori. Pada kategori U-9, mempertemukan SSB Asiop Apac Inti melawan SSB CISS (Camp Indonesia Soccer Skill), sementara SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) kontra Putra Sejati menapaki partai final untuk kategori U-11. SSB Asiop Apac Inti akhirnya menjadi juara, paska mengandaskan perlawaan alot SSB CISS, dengan skor tipis 1-0. Sementara di kategori U-11, kampiunnya diraih SSB Putra Sejati setelah unggul 2-1 dari SSB ASTAM. Dengan selesainya kompetisi IJL Mayapada 2018 kategori U-9 dan U-11, maka level kategori U-13 akan segera bergulir. Rezza Mahaputra Lubis, selaku CEO Indonesia Junior League, mengaku cukup bangga atas pencapaian turnamen kelompok usia dini, yang berputar sejak Februari-Agustus 2018 ini. “Saya cukup bahagia atas pencapaian ini, karena seluruh laga berjalan lancar dan bagus. Yang terutama adalah IJL memiliki hal yang mulia, yakni membina potensi anak-anak sejak dini,” jelas Rezza kepada nysnmedia.com, pada Minggu (5/8). IJL kini fokus memutar kompetisi U-13 yang berada di usia remaja. “Kami segera memutar kompetisi kategori U-13, yang levelnya ada di kasta lebih tinggi, dibanding U-9 dan U-11 ini. Kami harus jaga konsistensi kualitas kompetisi ini, karena harus sejalan dengan program kompetisi Internasional yang kami miliki”, pungkasnya. (Dre) Penghargaan Ajang Indonesia Junior League (IJL) 2018 Kategori U-9 Juara 1 SSB Asiop Apac Inti Juara 2 SSB Camp Indonesia Soccer Skill (CISS) Juara 3 SSB Maesa Cijantung Juara Harapan 1 SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) Juara Harapan 2 SSB Pro Direct Academy Klub Ter-fair play : SSB Pelita Jaya Kiper Terbaik : Ali Putra (SSB Asiop Apac Inti) Topskor : Rizky Eka Saputra (SSB Pelita Jaya) Pemain Terbaik : Eval (SSB CISS) Kategori U-11 Juara 1 SSB Putra Sejati Juara 2 SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) Juara 3 SSB Gagak Rimang Juara Harapan 1 SSB Sparta Juara Harapan 2 SSB Villa 2000 FC Klub Ter-fair play : SSB Serpong Jaya Kiper Terbaik : M. Farrel (SSB Putra Sejati) Topskor : Rival (SSB Sparta) Pemain Terbaik : Fernanda (SSB Astam)

Bidik Podium Juara, Jadi Misi Pecah Telur Garuda Asia Usai 16 tahun Tampil di Piala AFF U-16

Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi (20) yang tampil produktif dengan torehan delapan gol selama penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 diharapkan mampu membawa prestasi terbaik bagi merah putih. (inews.id)

Sidoarjo- Timnas U-16 belum pernah sekalipun mengecap gelar juara, semenjak Piala AFF U-16 dimulai pada 2002. Di event tahunan ini, satu-satunya catatan terbaik Timnas U-16 di podium hanyalah meraih gelar runner up, pada event Piala AFF U-16 2013, di Myanmar. Saat itu, Indonesia takluk dari Malaysia, yang akhirnya keluar menjadi juara. Garuda Asia kalah lewat drama adu penalti dengan skor ketat 2-3, setelah di babak normal pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Ajang turnamen remaja di Asean yang sudah bergulir 12 kali (2002, 2005, 2006, 2007, 2008, 2010, 2011, 2012, 2013, 2015, 2016, 2017), Timnas U-16 baru tiga kali melaju ke Semi Final dan 1 kali ke Final. Semifinal pertama diukir pada 2002, kala menjadi tuan rumah bersama Malaysia. Berjibaku dan lolos penyisihan, Indonesia melaju ke semifinal menantang Myanmar. Di laga ini, Indonesia justru keok dan digebuk setengah lusin gol, 6-0.  Akhirnya Indonesia mengecap peringkat ke 3, usai mengalahkan Malaysia. Dua kesempatan lainnya, Indonesia dapatkan ketika menembus semifinal pada 2007 dan 2013. Pada 2007, saat dilaksanakan di Kamboja, Timnas U-16 sanggup menjejak ke semifinal. Sayang, Laos akhirnya mengagalkan langkah Timnas U-16 ke final, usai takluk 0-3. Saat perebutan posisi 3, Indonesia kembali rontok, kali ini dari Vietnam, dalam drama adu penalti, dan harus puas finish di posisi ke-4. Hasil terbaik Indonesia akhirnya ditorehkan di Piala AFF U-16 2013, di Myanmar. Indonesia sukses melwati fase peyisihaan lalu menyegel tiket semifinal. Lalu menantang tim unggulan, Australia. Di partai ini, Timnas U-16 menahan imbang Socceros 2-2 di waktu normal. Bahkan, Asnawi Mangkualam dkk sukses melewati drama adu penalti, yang berkesudahan dengan skor 5-4 untuk kemenangan Garuda Asia. Mencapai asa di fase puncak melayani Malaysia, Indonesia sempat berpeluang meraih titel juara. Sayang, Indonesia akhrinya kalah, lagi-lagi lewat babak adu penalti dari Malaysia, dengan skor tipis 2-3, setelah di babak normal, pertandingan berakhir imbang 1-1. Di 2018, laga Timnas U-16 Malaysia versus Singapura, di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Minggu (5/8), berkesudahan dengan skor 4-0. Ini artinya, Malaysia memperpanjang nafas mereka di turnamen Piala AFF U-16 2018 dan membuka peluang lolos ke semifinal. Parade gol Malaysua dipersembahkan oleh Alief Abdul Aziz, Harith Jaineh, Fahmi Zaaim, dan gol bunuh diri Ryaan Sanizal. Dengan tambahan tiga poin, Malaysia memiliki 6 poin, dan masih berpeluang lolos ke semifinal Piala AFF U-16 2018. Timnas U-16 Malaysia dapat memaksimalkan laga terakhirnya di babak penyisihan Grup B. Negri Jiran perlu memenangkan laga kontra Laos, untuk lolos ke semifinal Piala AFF U-16 2018. Jika Malaysia lolos ke semifinal sebagai runner-up, maka berpeluang bertemu Indonesia. Dengan catatan, Indonesia menjadi juara Grup A dengan memenangi laga terakhir melawan Kamboja, pada Senin (6/8). Thailand sudah resmi mengamankan tiket ke babak semi-final Piala AFF U-16 2018, setelah hanya menyelesaikan laga, imbang tanpa gol oleh Laos, di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Minggu (5/8). Kendati meraih predikat sebagai tim pertama yang mewakili Grup B ke semfinal, namun hasil 0-0 melawan Laos cukup mengejutkan. Laos pun tetap mengintip peluang mecuri tiket empat besar. Keberhasilan Thailand didapat karena mereka mengemas sepuluh poin hasil dari tiga kemenangan dan satu kali imbang. Torehan itu memuluskan peforma mereka sebagai juara Grup B. Penentuan tempat kedua, diperebutkan oleh Malaysia dan Laos. Kedua tim akan saling sikut pada laga penutup pada Selasa (7/8). Laos saat ini di posisi dua dengan tujuh poin, sementara Malaysia di posisi tiga, dengan enam poin. Tim yang menjadi runner-up dari Grup B, berpotensi besar menghadapi Timnas U-16 pada empat besar. Garuda Asia saat ini, tak tersentuh sebagai raja Grup A, lewat empat kemenangan beruntun yang mereka raih dari Timor Leste, Myanmar, Vietnam dan Filipina. (Ham)

Incar Posisi Empat Besar, Villa 2000 U-12 Siap Merumput di Gothia Cup China 2018

CEO Villa 2000 Asher Imaret Siregar (ketiga dari kiri), saat melepas tim Villa 2000 U-12 yang akan tampil di Turnamen Gothia Cup U-12, pada 12-18 Desember 2018, di Qingdao, China. (Dre/NYSN)

Tangerang Selatan- Jelang tampil mengikuti kejuaraan usia dini dan usia muda turnamen Gothia Cup China 2018 di Qingdao, China, pada 12-18 Agustus 2018, Villa 2000 U-12 menggelar konferensi pers di Aula Villa 2000 FC Academy, Villa Pamulang, Tangerang Selatan, pada Minggu (5/8). Selain para pemain, acara ini turut dihadiri Asher Imaret Siregar (CEO Villa 2000 FC), Arta Wijaya (Pelatih Senior), Feraldo Axel Paulus (Manager Villa 2000 FC Gothia Cup), serta Ayadi (Pelatih Villa 2000 U-12). Asher mengatakan, ini untuk pertama kalinya Villa 2000 mengikuti turnamen U-12 di Gothia Cup China 2018. Terakhir, Villa 2000 mengikuti turnamen serupa, di Manchester, Inggris, pada 2008. Ia juga mengucapkan rasa terima kasih kepada orang tua siswa SSB Villa 2000 yang sudah bersinergi untuk membawa anaknya berlaga di event tersebut. “Gothia Cup 2018 merupakan turnamen cukup besar yang berlangsung di China. Turnamen itu ada di usia 8 tahun sampai 18, dan tim kami ikut di level 12 tahun. Di sana lawannya mayoritas SSB China yang juga tangguh-tangguh,” kata Asher. “Saya berharap rombongan yang akan berangkat bisa saling membantu karena akan berlaga di negara orang,” tambahnya. Asher menunjuk Ayadl sebagai pelatih menukangi Villa 2000 U-12. Ia juga meminta Feraldo ‘Aldo’ Axel Paulus, seorang mahasiswa di Liverpool, Inggris, untuk menjadi manajer tim tersebut. Ayadi sebagai pelatih kepala mengatakan sangat bersyukur timnya bisa bermain di level lebih tinggi. Terkait persiapan, Hariyadi mengatakan timnya sudah siap. “Secara keseluruhan, tim ini sangat siap. Target kami adalah empat besar,” ucapnya. Sebelum berlaga di Gothia Cup 2018, Ayadi menambah intensistas waktu sesi latihan, dari seminggu dua kali menjadi empat kali. Beberapa turnamen dan lawan uji coba juga digelar Ayadi, agar pemainnya bisa langsung mengerti permainan tim. “Ini kami lakukan untuk melihat persiapan anak-anak sudah sampai mana agar mereka bisa mengaplikasikan apa yang saya mau di sana,” bilangnya. “Saya harap pemain bisa bersemangat untuk menerapkan apa yang sudah dilakukan selama ini. Anak-anak juga harus mandiri karena ini turnamen yang bergengsi,” ucap Ayadi. Adapun Arta Wijaya, selaku pelatih senior di Villa 2000, menekankan agar pemain bersikap displin. “Disiplin waktu. Saat istirahat dan makan, harus dipatuhi, karena seluruh pemain yang tampil, tidak didampingi orangtua. Juga jangan minder, jangan takut. Siapapun harus dihadapi,” jelas Taul panggilan akrabnya. Gothia Cup China adalah cabang dari Gothia Cup Swedia. Sebab, kejuaraan ini merupakan pelebaran sayap dari penyelenggaraan di Swedia. Hal itu karena disadari besarnya potensi tim dari Asia, tetapi terkendala besarnya pengeluaraan untuk pergi ke Swedia mengikuti Gothia Cup. Oleh karena itu penyelenggara Gothia Cup melebarkan sayap penyelenggaraan ke Asia. Dan, Cina yang merupakan negara dengan penduduk terbanyak di dunia menjadi tempat penyelenggara. Gothia Cup China 2018 mempertandingkan tim putra (Boys) jenjang usia 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, dan 25. Lalu putri (Girls) kelompok umur 12 dan 14. Tahun ini di Gothia Cup China, 5 tim dari Indonesia tersebar di tiga penyelenggaraan kelompok umur. Villa 2000 U-12 dan IJL U-12 akan mengikuti ajang Boys 12. Kemudian TopSkor Indonesia mengirimkan 2 tim, untuk kelas Boys 14 dan Boys 15. Terakhir adalah Tim Pelajar Kemenpora (U-16) yang mengikuti Boys 16. Nantinya, 13 pemain Villa 2000 akan bersaing dengan pemain dari 31 klub lainnya. Villa 2000 U-12 tergabung dalam grup 4, bersama tiga klub asal China, yakni Left Wing FC, Wenlai MS, dan Zhengzhou Quenjia FC. Di penyisihan grup, setiap tim bermain empat kali mulai Senin sampai Jumat, dengan ada satu hari libur bertanding. Selebihnya adalah fase knock-out. Villa 2000 U-12 bertolak menuju kota Qingdao pada Sabtu (11/8) pukul 16.00 WIB. (Dre) Skuat Villa 2000 U-12 Gothia Cup China 2018 1. Rahmatito Hijrah Harjana 2. Masyraffa Nabatan Setiyono (C) 3. Muhammad Haikal Riansyah 4. Dzikri Ahmadi Akbar 5. Muhammad Hannan Hadzami 6. Irsyad Maulana 7. Malvin Evander Lopulalan Kurniawan 8. Fachry Ghulam Aradana 9. Muhammad Zulfan Djiaulhaq Mukti 10. Maha Rhaziqa Putra Ediwan 11. Galang Rai Nugraha Wedya Sukma Direja 12. Jatsia Rabbani 13. Erlangga Maula Syahputra Tim Indonesia Gothia Cup China 2018 Boys 12 Villa 2000 U-12 (Grup 4) IJSL U-12 (Grup 8) Boys 14 TopSkor Indonesia (Grup 5) Boys 15 TopSkor Indonesia (Grup 1) Boys 16 Tim Pelajar Kemenpora (Grup 2)

Delapan Gol Bagus Kahfi Bantu Timnas U-16 Kunci Tiket Semifinal Piala AFF U-16

Amiruddin Bagus Kahfi (20), kembali memimpin daftar top skor atau pencetak gol terbanyak sementara Piala AFF U-16 2018, dengan total raihan delapan gol. (tribunnews.com)

Sidoarjo- Timnas U-16 mengunci tiket semifinal Piala AFF U-16 2018 usai menang 3-0 atas Timor Leste di laga keempat Grup A di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (4/8). Meski menyisakan satu partai terakhir versus Kamboja, pada Senin (6/8), Garuda Asia mengemas 12 poin dari empat pertandingan dan tak terkejar pesaingnya. Gol-gol kemenangan Timnas U-16 atas Timor Leste dicetak oleh Amiruddin Bagus Kahfi (49’dan 82′) serta Sultan Zico (72′). Dengan koleksi 12 poin dari empat laga, David Maulana dkk dipastikan takkan tergeser oleh Myanmar, maupun Vietnam, yang sama-sama mengoleksi 9 poin. Sementara itu, Thailand lebih dulu memastikan diri melaju ke semifinal dari Grup B. Mereka adalah tim pertama yang lolos usai menang 3-1 atas Singapura, Jumat (3/8). Thailand mengoleksi 9 poin dari tiga laga. Posisi mereka aman karena para pesaingnya akan saling berhadapan pada dua laga sisa, yaitu Laos vs Malaysia, pada Rabu (7/8). Saat ini, empat tim yang sudah dipastikan tersisih dan tak mungkin lolos ke semifinal Piala AFF U-16 2018 adalah: Kamboja, Timor Leste, Filipina (Grup A) dan Brunei (Grup B). Timnas U-16 juga kini mengukir calon kandidat pencetak gol terbayak. Bagus yang memborong dua gol pada laga ini, resmi melewati catatan top skor tahun lalu. Pada 2017, top skorer Piala AFF level U-16 adalah penyerang Kamboja, Sieng Chanthea. Dia membukukan sebanyak lima gol. Gol-gol Chanthea itu tak mampu mengantarkan Kamboja lolos grup. Pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala AFF U-16 adalah John Robert dan Marc Moric. Mereka membukukan delapan gol. John Robert mencatatkannya dua kali, yakni pada event Piala AFF U-16 edisi 2016 dan 2017. Sementara Moric sekali mencatatkannya pada 2016, bersama Roberts. Bagus pun kini juga sudah mengoleksi delapan gol. Menyisakan satu partai di fase grup tahun ini, Bagus berpotensi kembali menambah pundi-pundi golnya lagi. Di laga pertama melawan Filipina, Bagus baru masuk di babak kedua, namun ia langsung mencetak dua gol. Sedangkan melawan Myanmar, dua gol kembali ia cetak saat tampil sebagai starter. Saat melawan Vietnam, striker asal Magelang ini juga bermain dari bangku cadangan di babak kedua menggantikan Sutan Zico. Lagi-lagi Bagus bisa mencetak dua gol, satu melalui titik putih. Nalurinya dalam mencetak gol akan dibutuhkan lagi oleh Timnas U-16 di laga terakhir fase grup, melawan Kamboja. Uniknya, Bagus selalu mencetak dua gol setiap turun tampil bermain. (Dre) Hasil lengkap Grup A Kamboja 0-1 Vietnam Indonesia 8-0 Filipina Myanmar 3-2 Timor Leste Vietnam 4-0 Timor Leste Indonesia 2-1 Myanmar Kamboja 5-1 Filipina Timor Leste 2-1 Kamboja Vietnam 2-4 Indonesia Myanmar 4-1 Kamboja Vietnam 6-1 Filipina Indonesia 3-0 Timor Leste Klasemen Grup A Piala AFF U-16 No     Tim     Main  Gol   Poin 1 Indonesia    3    +14    12 2 Myanmar     3    +10     9 3 Vietnam      3     +8      9 4 Kamboja     3     −1      3 5 Timor Leste 3    −7       3 6 Filipina        3    −24     0 Jadwal Grup A Senin, 6 Agustus 2018 15.30 WIB Timor Leste vs Filipina (Stadion Joko Samudro, Gresik) 15.30 WIB Vietnam vs Myanmar (Stadion Gelora Delta, Sidoaro) 19.00 WIB Kamboja vs Timnas U-16 (Stadion Gelora Delta, Sidoaro) Daftar Top Skorer Sepanjang Masa Piala AFF U-16 Piala AFF U-16 2017 Sieng Chanthea Mynmar 5 Gol Piala AFF U-16 2016 John Roberts Australia 8 Gol Piala AFF U-16 2015 Marc Moric Australia 8 Gol John Roberts Australia 8 Gol Piala AFF U-16 2014 Dibatalkan karena kurang peserta. Hanya tiga yang mendaftar, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Piala AFF U-16 2013 Cameron Joice Australia 6 Gol Bạch Hồng Hân Vietnam 6 Gol Piala AFF U-16 2012 Ryoma Watanabe Jepang 3 Gol Piala AFF U-16 2011 Adam Swandi Singapura 5 Gol Piala AFF U-16 2010 Liang Yu China 2 Gol Rogerio Seran Timor Leste 2 Gol Piala AFF U-16 2009 Dibatalkan karena virus H1N1 menyebar di Thailand. Piala AFF U-16 2008 Kamal Ibrahim Australia 4 Gol Kerem Bulut Australia 4 Gol

Punya Kualitas Sekelas Eropa, Timnas U-16 Akankah Terganjal Persoalan Klasik Soal Konsistensi ?

Winger Timnas U-16, Mochammad Supriadi (11), saat berakselerasi dalam laga Piala AFF U-16 2018 kontra Vietnam di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (2/8). (medcom.id)

Jakarta- Tiga kali tampil di fase penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 ternyata Timnas U-16 memiliki karakter yang serupa dengan seniornya di Timnas U-19, atau Timnas U-23 yang tak lama lagi berlaga di Asian Games 2018. Membukukan 16 gol dan kebobolan tiga, kemiripan pasukan Fakhri Husaini dengan skuat Indra Sjafri dan Luis Milla adalah penguasaan bola. Ketiga tim ini cenderung aktif menyerang, dengan strategi memegang sebola banyak mungkin. Saat menghadapi Filipina, Myanmar, dan Vietnam, Garuda Asia – julukan Timnas U-16 – mencetak penguasaan bola sebesar 73 persen, 61 persen, dan 57 persen. Jika dirata-ratakan, maka Indonesia sekurang-kurangnya mendapatkan bola sebanyak 63,66 persen. Sekadar mencari pembanding, pada Piala Dunia 2014 di Brasil, event yang tercatat sebagai gelaran Piala Dunia dengan intensitas dan kualitas sepakbola tertinggi, rata-rata penguasaan bolanya malah tak sampai menyentuh angka 60 persen. Berdasarkan riset International Journal Science Culture and Sport, juara dunia saat itu, Jerman, tercatat sebagai tim dengan penguasaan bola terbesar pada angka 56,71 persen, diikuti Argentina dengan 54,56 persen, Brasil dengan 53,12 persen, dan Belanda mencatatkan 50,32 persen. Namun, penguasaan bola tersebut harus pula dibuktikan dengan akurasi dan kesuksesan menyampaikan umpan. Untuk angka ini, Timnas U-16 ternyata tak jauh berada di bawah empat tim terbaik di Piala Dunia 2014. Di tiga laga pembuka AFF 2018, Timnas U-16 mencatatkan 82 persen umpan sukses versus Filipina, 73 persen kontra Myanmar, dan 69 persen menghadapi Vietnam. Rata-rata mereka mencatatkan 74,66 persen umpan sukses. Jumlah itu berselisih 0,13 persen dari Brasil di Piala Dunia 2014. Sementara Jerman, mendapatkan 81,90 persen umpan sukses. Andai level tim Piala Dunia masih terlalu jauh untuk dijadikan perbandingan, mari melihat statistik laga final Piala Dunia U-17 2017 antara Inggris dan Spanyol di Kalkuta, India, Oktober tahun lalu. Untuk urusan penguasaan bola, Indonesia pun masih unggul. Inggris, yang keluar sebagai pemenang dalam laga yang berakhir melalui adu penalti itu, hanya menguasai 52 persen bola, berbanding 48 persen yang dimiliki Spanyol. Atau, dari segi yang lain, catatan laga Piala Eropa U-17 antara Italia dan Belanda, di Rotherham, Inggris, 21 Mei 2018. Partai yang dimenangi Belanda sebagai juara usai adu penalti (1-4), merangkum total tembakan yang dilepaskan Italia adalah empat bidikan sukses dan tujuh melenceng. Sedangkan sang juara mengoleksi sembilan tembakan, empat di antaranya on target dan sisanya melenceng. Bandingkan dengan Indonesia, yang mencatatkan total sebelas tembakan dalam laga menghadapi Vietnam, selama 80 menit bermain. Tujuh di antaranya mengarah ke gawang lawan. Tidak berbeda dengan Italia, dan bahkan lebih dari Belanda. Catatan ini menunjukkan kepada pencinta sepakbola Indonesia, bila peforma Timnas U-16 potensial bersaing di level yang lebih menantang. Hanya saja, komitmen terbesarnya adalah apakah potensi itu bisa terjaga saat mereka bermain di kategori senior. (art)

Kuasai Klasemen, Indonesia Tatap Skenario Lawan Malaysia di Semifinal Piala AFF U-16 2018

Dua gol striker asal Magelang, Jawa Tengah, Amiruddin Bagus Kahfi (20) saat menekuk Vietnam 4-2, mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sementara di Piala AFF U-16 dengan torehan enam gol. (goal.om)

Sidoarjo- Raih kemenangan ketiga secara beruntun Timnas U-16 selangkah lagi menembus babak semifinal Piala AFF U-16 2018. Yang terbaru saat skuat asuhan Fakhri Husaini menang 4-3 atas Vietnam dalam laga ketiga Grup A pada Kamis (2/8), di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Garuda Asia saat ini hanya butuh minimal satu hasil imbang di dua laga terakhir Grup A, yakni melawan Timor Leste dan Kamboja yang notabene kualitasnya dibawah mereka. Status juara grup membuat Indonesia berpotensi bertemu dengan Malaysia di babak semifinal turnamen ini. Malaysia baru tampil satu kali di Grup B, dan mereka kalah 1-2 dari tim unggulan Thailand. Masih tersisa empat pertandingan lagi bagi Malaysia di putaran grup, yakni melawan Brunei, Singapura dan Laos. Pertemuan Indonesia dan Malaysia tentu akan berlangsung dengan aroma panas. Kedua negara memiliki rivalitas tinggi baik di level senior maupun junior. Timnas U-16 bisa membalas kekalahan yang diderita timnas U-19 di Piala AFF U-19 bulan lalu. Sebelumnya sempat terjadi polemik yang disebabkan oleh salah satu pemain asal Malaysia yakni Amirul Ashrafiq Hanifah. Nama Amirul memang sempat viral dan mendapat kecaman dari netizen Indonesia. Hal itu setelah dia mengunggah Insta-story dengan membalik bendera Indonesia. Namun tak lama usai kejadian itu dirinya meminta maaf. Banyak yang menyayangkan atas tindakan Amirul karena memicu hawa panas jelang bergulirnya Piala AFF U-16 2018. Usai laga kontra Vietnam, Fakhri memuji timnya yang bermain penuh determinasi. Timnas U-16 dalam laga ini sebenarnya sempat tertinggal 0-1. Namun Garuda Asia membalikkan keadaan hingga menang 4-2, meski harus diwarnai drama kartu merah untuk wingback merah putih, Amiruddin Bagas Kahfi. “Syukur Alhamdulilah kami menang di laga yang berat dan ketat menguras banyak tenaga. Saya bangga dengan yang diperlihatkan pemain selama 80 menit dengan determinasi tinggi. Motivasi yang tinggi ini tidak lepas dari semangat untuk mengalahkan juara bertahan,” ucap Fakhri. Fakhri mengingatkan bahwa kemenangan ini tak perlu dirayakan secara berlebihan. Para penggawa Garuda Asia harus tetap rendah hati mengingat tiket semifinal pun belum berada di dalam genggaman. “Saya mengingatkan kepada seluruh pemain ini masih babak penyisihan kami tidak perlu merayakan secara berlebihan. Tapi, saya apresiasi semua pemain dan tidak hanya yang mencetak gol,” lanjut Fakhri. Sementara arsitek Vietnam, Vu Hong Viet mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit asal Laos, Xaypaseth. Hong Viet mempertanyakan kartu merah yang diterima pemainnya, Vo Nguyen Hoang. Menurutnya keputusan itu sangat tidak wajar. “Saya ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia. Ini pertandingan yang bagus dimana kedua tim bermain baik. Saya tidak senang dengan wasit, dan tidak mengerti alasan pemain saya di kartu merah, karena ia tidak melakukan apa-apa,” ucap Hong Viet. Kekalahan ini membuat peluang Vietnam makin terancam untuk lolos ke semifinal. Vietnam butuh kemenangan di dua laga terakhir melawan Filipina dan Myanmar untuk bisa lolos. Tambahan tiga poin membuat Indonesia kini mengoleksi 9 angka di klasemen Grup A. Sementara Vietnam merosot ke posisi ketiga, digusur Myanmar yang mencetak kemenangan telak 7-0 atas Filipina di hari yang sama. Sementara itu, Timor Leste menang 2-1 atas Kamboja pada hari ini. Itu merupakan kemenangan pertama mereka di ajang Piala AFF U-16 2018. Selain kokoh di puncak klasemen Grup A, kemenangan Indonesia turut membawa nama Amiruddin Bagus Kahfi kian tak tersentuh di daftar pencetak gol terbanyak ajang ini. Dua gol penyerang asal Magelang, Jawa Tengah itu, kini memantapkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sementara di Piala AFF U-16 dengan torehan enam gol. Raihan Bagus dikuntit oleh striker Laos, Chony Wenpaserth dan frontman Vietnam, Dinh Thanh Trung, yang sama-sama mengoleksi empat gol. (Dre) Hasil Pertandingan Kamis (2/8) 15:30 WIB Timor Leste vs Kamboja 2-1 15:30 WIB Filipina vs Myanmar 0-7 19:00 WIB Indonesia vs Vietnam 4-2 Hasil lengkap Grup A Kamboja 0-1 Vietnam Indonesia 8-0 Filipina Myanmar 3-2 Timor Leste Vietnam 4-0 Timor Leste Indonesia 2-1 Myanmar Kamboja 5-1 Filipina Timor Leste 2-1 Kamboja Vietnam 2-4 Indonesia Klasemen Grup A Piala AFF U16 No       Tim     Main  Gol  Poin 1    Indonesia    3    +11    9 2    Myanmar     3    +7     6 3    Vietnam      3     +3     6 4    Kamboja     3    +2      3 5    Timor Leste 3    −4      3 6    Filipina        3   −19     0 Jadwal Grup A Sabtu, 4 Agustus 2018 15.30 WIB Filipina VS Vietnam (Stadion Joko Samudro, Gresik) 15.30 WIB Myanmar VS Kamboja (Stadion Gelora Delta, Sidoaro) 19.00 WIB Timnas U-16 vs Timor Leste (Stadion Gelora Delta, Sidoaro) Daftar Top skorer sementara Piala AFF U-16 2018. 6 Gol Bagus Kahfi 4 Gol Chony Wenpaserth (Laos) Dinh Thanh Trung (Vietnam) 2 Gol Mochammad Supriadi Ky Rina (Kamboja) 1 Gol David Maulana Komang Teguh Trisnanda Putra Muhammad Fajar Fathurahman Mohammad Supriadi Rendy Juliansyah Sutan Diego Armando Ondriano Zico Andre Oktaviansah Dinh Thanh Trung (Vietnam) Khun Kyaw Zin Hein (Myanmar) Aung Ko Oo (Myanmar) Naing Htwe (Myanmar) Angelo Da Costa Gusmao (Timor Leste) Aldo Amaral (Timor Leste)