Ajang Football for Peace Jawa Timur 2019 Akan Segera Digelar

ID Gen bekerjasama dengan PT Pilar Bangun Sentosan dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur akan mengadakan ajang sepakbola bertajuk “Football for Peace Jawa Timur 2019”. Program yang akan digelar di Surabaya ini bertujuan agar mendidik para kaum remaja tentang karakter, kepemimpinan, norma-norma di masyarakat, terutama untuk lebih meningkatkan rasa Bhineka Tunggal Ika. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Prawansa juga akan terlibat untuk memberikan bola kepada 100 anak-anak di Jawa Timur yang disambung dengan “Coaching Clinic” bagi siswa-siswa sekolah, guru-guru olahraga dan orang tua siswa sebanyak 100 orang. Acara ini akan digelar pada tanggal 24-27 Maret di Lapangan Koni Kertajaya Surabaya dan akan dilanjutkan pada tanggal 1-4 April 201 di lapangan sepak bola Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum sekaligus dengan program pelatihan bagi 100 santri di Pondok pesantren tersebut yang kemudian dilanjutkan dengan “Festival Sepak Bola Sarung”. Ajang yang dikepalai oleh KH. Zahrul Azhar As’ad (Gus Hans) pimpinan Pondok Pesantren Queen Al-Azhar Darul Ulum Jombang ini akan dipimpin oleh pelatih-pelatih yang berpengalaman dalam program Football for Peace sebelumnya. Acara ini pada dasarnya hanyalah program pembuka bagi program pelatihan sesungguhnya yang akan digelar September tahun ini, dimana nantinya akan dihadirkan pelatih-pelatih dari luar negeri. Pelatihan ini digelar di lapangan sepak bola Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum untuk mengirim anak-anak pilihan dari hasil pelatihan ini ke Spanyol untuk kemudian dikembangkan menjadi pemain sepak bola yang handal dan berkarakter plus. (IHA)

Jakarta International Stadium, Stadion Impian Jakarta, Diklaim Lebih Baik Dari Gelora Bung Karno

Jakarta International Stadium (JIS), akan segera berdiri di Jakarta, stadion ini disebut-sebut akan lebih spektakuler dibandingkan dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Kick off dilaksanakan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di lahan Taman BMW, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis lalu (14/03). Dengan berlangsungnya Kick Off ini maka resmi pula dibangunnya Stadion ini. PT. Jakpro selaku pihak pengembang akan mulai melakukan pengerjaan secara bertahap, mulai dari proses Cut & Fill, sehingga pada bulan kelima tahap pengerjaan utama akan dimulai. Proyek JIS ini direncanankan akan selesai pada 22 Juni 2021. Iwan Takwin selaku direktur PT. Jakpro megklai, membocorkan bahwa Jakarta International Stadium ini akan lebih baik dari Gelora Bung Karno. “Konsep stadion ini nantinya lebih baik daripada GBK karena spesifikasi desainnya proper. Bukan hanya standar football karena di sini bisa juga dilakukan konser musik,” kata Iwan. “Sementara di atas ada jogging trek, jadi jika masyarakat bisa menikmati bangunan ini dari atas bisa. Atapnya buka tutup jadi orang bisa jalan karena nanti ada paket wisata ada akses yang proper,” tambahnya. Selain berfungsi sebagai stadion, Taman BMW dengan luasan 22 hektar ini juga akan memiliki fasilitas hiburan dan atraksi seperti Rock Climbing dan Bungge Jumping setinggi 60 meter. “Maka dari itu kami melibatkan konsultan asing dari Inggris. Mereka biasa mendesain beberapa stadion di Liga Primer. Mereka juga yang mendesain stadion olimpiade Qatar. Jadi banyak ada spesialis master plan, spesialis sirkulasi penonton jadi ada tim ahli, tinggi kemiringan tribun, tangga tribun dan lain-lain,” kata Iwan. “Yang jelas, mereka tim desain spesialis stadion. Mereka juga akan membantu perencanaan kawasannya juga. Soal biaya itu nanti ada detailnya di tambahan perubahan anggaran,” tambah Iwan. Kick off ini selain dihadiri oleh Anies Baswe, juga dihadiri oleh Mantan petinggi Persija Jakarta Gede Widiade, direktur utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto, The Jakmania serta para tamu undangan lainnya. Perihal stadion yang akan dibangun ini, Gede Widiade turut ambil suara untuk memberikan dukungannya. “Seperti yang saya katakan setahun dua tahun, Anies (Baswedan) sebagai gubernur tak perlu ditagih, dia pasti membuktikan apa yang dijanjikan. Jadi ini sudah naluri pemimpin dan orang tua sudah tahu kebutuhan anaknya, terutama sepakbola. Tidak ada kata lain selain mendukung, mendukung dan mendukung, apa yang direalisasi gubernur,” Ungkap Gede. (IHA)

Carles Puyol dan Trofi Liga Champions Sambangi Tiga Kota Besar di Indonesia

Carles Puyol dan Trofi Liga Champions

Jakarta- Indonesia menjadi salah satu negara yang terpilih dalam acara tur trofi Liga Champions bertajuk ‘UEFA Champions League Trophy Tour’. Acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan produsen minuman ternama Heineken. Terdapat tiga kota besar di Indonesia bakal mendapatkan kesempatan langka dikunjungi salah satu piala paling bergengsi di dunia sepak bola, Piala Liga Champions UEFA, yakni Jakarta pada 11-12 Maret, Surabaya (Jawa Timur) pada 13-14 Maret, dan Denpasar (Bali) pada 16-17 Maret 2019. Bersamaan dengan itu, Heineken, juga membawa dua pemain sepak bola legendaris, Carles Puyol dan Alessandro Del Piero yang kehadirannya dinantikan para penggemar sepakbola di Tanah Air. Kedua pemain ini telah memenangkan Liga Champions dengan klub mereka masing-masing, yaitu Barcelona dan Juventus. “lndonesia adalah negara dengan jumlah penggemar sepak bola yang sangat besar. Adalah sebuah kehormatan bagi kami untuk memulai Tur Piala Liga Champions UEFA secara resmi, serta mendatangkan pengalaman sepakbola kelas dunia ke Indonesia. Kami benar-benar bisa merasakan kegembiraan dan antusiasme dari para penggemar di sini. Untuk itu, kami ingin mengundang semua pecinta Liga Champions untuk bergabung dan menciptakan #Unmissable moment versi mereka sendiri,” ujar Mariska Van Drooge, Direktur Pemasaran PT Multi Bintang lndonesia Niaga, bagian dari HEINEKEN company, pada Senin (11/3). Kampanye Liga Champions UEFA 2018/2019 Heineken, mengambil tema ‘Unmissable’, karena setiap pertandingan Liga Champions UEFA memiliki berbagai momen berharga yang sayang untuk dilewatkan. Heineken, menghidupkan kembali momen-momen berharga ini untuk para penggemar sepak bola di seluruh dunia dengan memberi mereka pengalaman yang tidak terlupakan, yaitu bisa bertemu langsung Piala Liga Champions UEFA dan legenda sepak bola favorit mereka. Puyol, bek tengah legendaris dan mantan kapten Barcelona selama 10 tahun, mengaku sangat senang bisa berkunjung ke Indonesia untuk pertama kali. “Saya merasa terhormat bisa berada di sini sebagai duta besar dalam acara UEFA Champions League Trophy Tour presented by Heineken. Para penggemar di Indonesia, terutama fans Barca, menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi, membuat saya merasa seperti sedang berada di Stadion Camp Nou. Saya tidak sabar untuk menghabiskan empat hari ke depan di Jakarta dan Surabaya, dan bertemu dengan semua penggemar Liga Champions UEFA di acara ini,” terang Puyol. Dalam kesempatan itu, pria kelahiran La Pobla de Segur, Spanyol, 13 April, 40 tahun silam itu, juga berbagi kebahagian. Menurutnya, final Piala Champions 2006 merupakan momen paling berkesan bagi dirinya. Ketika itu, ia membantu Barcelona menaklukan Arsenal di partai pamungkas yang dihelat di Prancis. “Saya sudah pernah merasakan mengangkat trofi Liga Champions. Tapi, menurut saya yang paling berkesan adalah saat final 2006. Saya tidak bisa membayangkan rasanya seperti apa bisa mengangkatnya untuk pertama kali,” lanjutnya. Bagi Puyol, Liga Champions adalah turnamen yang paling diimpikannya sepanjang karier sebagai pemain sepak bola. “Hari ini saya datang ke Jakarta untuk berbagi kebahagiaan yang saya rasakan kepada masyarakat Indonesia,” tambah pria berpostur 178 centimeter itu. Puyol memiliki sejarah panjang dengan Liga Champions. Ia telah memenangkan Piala Liga Champions sebanyak tiga kali (2006, 2009, dan 2011) serta tampil dalam 120 pertandingan, menjadikannya pemain ke-15 yang memiliki jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah Liga Champions UEFA. Sementara itu, Puyol menyebut ‘Unmissable Moment’ yang paling berkesan dalam 15 tahun karirnya adalah di final Wembley, Inggris, pada 2011. Ia menyerahkan ban kapten kepada Eric Abidal agar Eric bisa menjadi pemain pertama yang mengangkat Piala Liga Champions ketika Barcelona memenangkan laga final. Beberapa bulan sebelumnya, Abidal didiagnosis dengan penyakit kanker. “Abidal telah berjuang sangat keras untuk tim. Dia layak menjadi pemain pertama untuk mengangkat Piala Liga Champions yang prestisius. Saya terharu ketika melihat dia mengangkat trofi, perasaaan tersebut susah saya deskripsikan dengan kata-kata,” tukas Puyol. Dan selama berada di ibukota, Trofi Piala Liga Champion bisa dijumpai di Atrium Utama Mall Lotte Shopping Avenue, dan terbuka untuk publik berusia 21 tahun ke atas. Pengunjung akan memiliki kesempatan langka untuk mengambil foto boomerang bersama Piala Liga Champions UEFA, mengikuti sesi penandatanganan merchandise bersama Puyol, dan merasakan momen bersejarah dari turnamen Liga Champions, dengan menjelajahi museum memorabilia. Museum ini akan menampilkan berbagai memorabilia yang berharga, seperti Jersey Liverpool FC Steven Gerrard dari final 2015 dan jersey Real Madrid Cristiano Ronaldo yang telah ditanda tangani dari final 2016. Kedua kaus ini dikenakan oleh Gerrard dan Ronaldo ketika mereka memenangkan Piala Liga Champions dalam pertandingan sengit di babak final. Tahun ini, UEFA Champions League Trophy Tour presented by Heineken, akan mengunjungi Afrika Selatan, Namibia, lndonesia, Mozambik, Cina, Nigeria, dan Amerika Serikat (AS). (Adt)

Kloter Kedua IJL Sukses, Lebih dari 1500 Pemain Membanjiri Sawangan

Lebih dari 1500 calon pemain rumput hijau menghadiri screening IJL kloter kedua pekan lalu (3/3) di sawangan, depok. Foto IJL

Setelah sukses menggelar screening kompetisi Indonesia Junior League (IJL) kloter pertama, kloter kedua pun digelar pekan lalu, Minggu (3/3/19) masih berlokasi di Sawangan. Screening kloter kedua pun dibanjiri oleh lebih dari 1500 calon calon pemain IJL yang siap unjuk gigi di IJL 2019. Gelombang kedua pun berjalan lancar dan sesuai prediksi tim IJL bahwa animo yang ada jauh lebih membludak dibandingkan hari gelombang pertama. Mendadak lapangan sepakbola Sawangan dibanjiri oleh lautan pemain muda calon bintang sepakbola tanaha air. Acara tersebut diawali dengan ASTAM dan diakhiri oleh FIFA Farmel. “Alhamdulilah berjalan lancar biarpun di pagi hari ada kendala cuaca dan banyaknya crew yang terhambat datang karena hujan deras tapi screening tetap on-time digelar sesuai jadwal,” ujar CEO Indonesia Junior League, Rezza Mahaputra Lubis. “Kendalanya banyak tim-tim yang dapat jadwal di pagi hari telat datang alhasil bertumpuk pada sore harinya. Ya tapi ini sebagian dari konsekuensi membludaknya animo untuk ikut IJL 2019,” tambah Rezza lagi. Setiap tahapan dalam proses screening dijalani oleh para pemain sepakbola cilik ini, tak pelak banyak orang tua yang mendampingi anak-anak mereka menjadi penasaran dan mencoba mengintip masuk ke ruang screening. Seperti diinformasikan sebelumnya bahwa tahap screening IJL terbagi menjadi empat tahap, yaitu keabsahan dokumen, tes forensik (cek gigi), sesi foto (database pemain) dan diakhir dengan validasi sidik jari. “Sebenarnya banyak orangtua khususnya dari U-9 mempertanyakan kenapa screeningnya membutuhkan waktu yang cukup lama,” tutur Rezza. “Screening yang dilakukan memang sangat ketat khususnya untuk pemain-pemain yang belum pernah ikut IJL. Pengecekan administrasi seperti cek ijazah, akte lahir dan nomor induk pelajar, pengecekan sidik jari sampai forensik meliputi rekam medis gigi. Ini memang bagian dari regulasi kompetisi,” terang Rezza. Dalam hal rekam medis IJL sangat menganggap hal ini serius, karena ini dinilai sebagai asset jangka panjang untuk mendapatkan database lengkap di masa depan bagi dunia sepakbola tanah air. “Screening medis kami melibatkan dokter gigi Rumah Sakit Mayapada yang sudah berpengalaman dan sangat kompeten di bidang screening usia. Selain memeriksa gigi, tahapan ini juga menjadi faktor penentu lolos tidaknya pemain untuk bermain di kompetisi IJL,” tegas Rezza. “Saya beri acungan jempol untuk beberapa SSB yang sangat tertib dan terorganisir dalam screening kemarin dan begitu memahami tahapan demi tahapannya. Bahkan tim komite IJL dan dokter RS Mayapada sampai membuat rangking delapan besar,” sambungnya lagi. “Pemeriksaan rekam medis ini nantinya pasti juga akan berguna bagi anak-anak di masa mendatang terutama bagi mereka yang punya komitmen menjadi seorang atlet profesional, karena itu kami menerapkan tahapan yang sangat ketat saat proses screening,” tambah Rezza. Dalam waktu dekat acara IJL 2019 akan segera digelar dengan kemeriahan dari 66 tim SSB, sembari menunggu proses rehabilitas lapangan GOR sawangan tersebut. “Semuanya tergantung kondisi lapangan POR Sawangan yang sedang dalam fase perawatan. Kick-off paling cepat 24 Maret, selambat lambatnya awal April. Kita lihat saja progresnya mulai dari sekarang karena soal lapangan IJL sebisa mungkin tidak mau setengah-setengah, kami ingin memberikan wahana terbaik untuk anak-anak,” pungkas Rezza. Berikut adalah daftar tim kontestan IJL 2019: U-9: ASTAM Salfas Soccer Ragunan Soccer School ASIOP Apacinti FU15FA Bina Sentra M’Private Soccer School All Star Galapuri CISS BMIFA Pro:Direct Academy Pelita Jaya SS Indonesia Rising Star Metro Kukusan Garuda Muda Soccer Academy Maesa Cijantung Ocean Stars Serpong Jaya GRT Sitanala Indonesia Muda Utara SoccerEd Cipondoh Putra SSJ Kota Bogor Alba FC Fifa Farmel Sparta Garec’s Remci Kancil Mas Kembangan 8 Putra Agung Young Warrior D’Joe Soccer U-11: ASTAM Salfas Soccer Ragunan Soccer School ASIOP Apacinti FU15FA Bina Sentra M’Private Soccer School All Star Galapuri CISS BMIFA Pro:Direct Academy Pelita Jaya SS Putra Sejati Giras FC Gagak Rimang Maesa Cijantung Ocean Stars Serpong Jaya GMSA Indonesia Rising Star Indonesia Muda Utara Java Soccer Academy GRT Sitanala Tajimalela FA Sparta Remci Young Warrior Satria Muda FA Fifa Farmel Alba FC Brazillian Soccer School Stoni Indonesia Garec’s D’Joe Soccer B24HABS. (IHA)

Empat Sosok Muda ini Dianggap Sebagai Kunci Perubahan PSSI

Bob Hippy, legenda Timnas era 60-an mendukung empat sosok muda untuk membenahi PSSI.

Banyak orang berpikir bahwa ini saatnya bagi PSSI untuk mengadakan perubahan atau revolusi, terutama di dalam tubuh dan pengurus besar PSSI itu sendiri, mengingat beberapa insiden yang akhir-akhir ini terkuak, lengsernya Edy Rahmayadi dan juga kasus terkaitnya PLT Joko Driyono sebagai tersangka dalam tragedy “Match Fixing”. Semenjak itu banyak sekali dorongan dari pihak eksternal untuk merevolusi tubuh PSSI, bahkan salah satu legenda timnas era 60-an Bob Hippy ikut buka suara, Ia menantang para sosok muda untuk keluar dari “Persembunyiannya”. Bob Hippy, pria berusia 71 tahun itu terlihat lelah dengan bobrok yang tak berujung di dalam organisasi sebesar PSSI. “Saya kira PSSI memerlukan sosok yang benar-benar komit membangun sepak bola Indonesia yang bersih dan bertanggung jawab. Ini bukan hanya soal Ketua Umum atau Wakilnya saja tapi juga anggota Komite Eksekutif (Exco),” tegas Bob Jumat (29/2/19). “Juga Asprov di 34 Provinsi. Para voters yang punya hak suara harus pun harus dibekali visi-misi yang jelas, ya apalagi kalau bukan sepak bola bersih,” sambung Bob yang pernah mengoyak gawang Jerman Timur saat masih berseragam Persija Jakarta. Akhir-akhir ini ramai dibahas di kalangan media, mengenai siapa sosok muda yang dinilai memiliki kapabilitas untuk memimpin PSSI. Tercatat ada empat sosok muda yang mendominasi pembahasan tersebut, yaitu: Rezza Mahaputra Lubis (CEO Indonesia Junior League). Ahmad Zaki Iskandar (Bupati Tangerang) Munafri Arifudin (CEO PSM Makassar) Azrul Ananda (CEO Persebaya Surabaya) Siapa saja dan apa saja prestasi empat sosok diatas dalam bidang olahraga, tepatnya cabang olahraga sepakbola di tanah air, sehingga mereka disebut layak untuk me-“Revolusi” organisasi sepakboal terbesar di Indonesia. Ahmad Zaki sendiri jadi salah tokoh pemimpin daerah yang sukses membangun 27 stadion mini di Kabupaten Tangerang. Munafri Arifudin, sepak terjangnya cukup sukses dengan mengkomandoi klub legendaris sekelas PSM Makassar, hanya dalam jangka waktu dua tahun ia mampu mengembalikan marwah Juku Eja. Azrul Ananda, sebelum menjadi orang nomor satu di Persebaya adalah pendiri DBL (Development Basketball League), sosok milenial pula di kalangan media. Rezza Mahaputra Lubis, bersama Indonesia Junior League tengah hebat-hebatnya menyusun kerangka sepak bola Tanah Air lewat investasi di kompetisi level usia muda. Keempat sosok tersebut pun terdengar cocok bagi Bob, bahkan Ia berharap bukan hanya salah satu dari empat sosok tersebut, tetapi semuanya dapat maju bersama untuk melakukan pembenahan total di tubuh PSSI. “Yang paling penting tentunya harus punya waktu yang penuh untuk PSSI artinya tidak memegang jabatan lain. Wawasannya di sepak bola pun harus luas, tidak hanya skala nasional tapi juga Asia hingga Dunia,” ujar Bob di Jakarta. “Kalau mau revolusi ya harus benar-benar dari akarnya, jangan terulang lagi yang sudah, bersih-bersih total,” ujar Bob lagi.Rencananya PSSI akan mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB), ide ini tercetus setelah anggota Komite Eksekutif (Exco) mengadakan rapat di Jakarta (19/2) pasca penetapan Joko Driyono sebagai tersangka. KLB ini pada dasarnya memiliki dua agenda besar, yaitu membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). Bagaimana menurut pendapat sobat muda NYSN? silahkan komen dibawah ini. (IHA)

Turnamen Asiana Cup V Kembali Bergulir, Wujud Konsistensi ASS Lakukan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

Agus Gumiwang Kartasasmita, Pendiri ASS, membuka Asiana Cup V/2019. Menurutnya pembinaan usia dini sangat penting. (Adt/NYSN)

Jakarta- Turnamen sepak bola usia dini Asiana Cup kembali dihelat di Lapangan Panahan, Komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada 2-3 Maret 2019. Asiana Cup merupakan event tahunan yang diselenggarakan Asiana Soccer School (ASS). Tahun ini, turnamen ini telah memasuki penyelenggaraan kelima. Event yang diperuntukan bagi kelompok usia (KU) 10 tahun itu sekaligus merupakan ajang bertemunya anak-anak bertalenta dari berbagai kota dan mancanegara yang siap berlaga secara sportif. Pada Asiana Cup V/2019 diundang 9 SSB (Sekolah Sepak Bola) terbaik dari berbagai kota di Tanah Air, seperti Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta, Semarang, dan Malaysia. Agus Gumiwang Kartasasmita, Pendiri ASS, mengatakan pembinaan sepak bola usia dini mutlak diperlukan jika Indonesia ingin menorehkan prestasi di level Asia Tenggara maupun Asia. “Penting untuk dilihat dari anak-anak usia dini yakni menanamkan dasar-dasar sepak bola dan menguasai wawasan dalam bermain sepak bola. Karena tidak mungkin mereka bisa berprestasi nantinya tanpa adanya pembinaan usia dini,” ujar Agus Gumiwang usai membuka turnamen Asiana Cup V, di Lapangan Panahan, Kompleks GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (2/3). Ditegaskannya, semua stakeholder yang konsen terhadap sepak bola memiliki tanggung jawab bersama untuk melahirkan pemain yang bagus. “Indonesia tidak pernah kekurangan talenta-talenta muda sepak bola. Dan untuk menciptakan pemain yang memiliki karakter permainan yang bagus dimulai dari usia dini,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos) RI itu. Sementara itu, Galih Dimuntur Kartasasmita, Presiden Direktur (Presdir) PT Asiana Raga Prestasi, menyebut dari gelaran Asiana Cup yang telah memasuki tahun kedua, dan penyelenggaraan kelima ini diharapkan lahir bibit pemain usia dini yang nantinya bisa membawa harum nama Indonesia di tingkat internasional. “Kami melihat anak-anak ini merupakan bibit dan masa depan sepak bola bukan hanya di Indonesia, tapi juga Asia. Sehingga kami konsisten menggelar turnamen Asian Cup ini,” jelas Galih. Menurutnya, kunci dari pengembangan sepak bola terdapat di usia dini. Ia mencontohkan keberhasilan tim nasional (Timnas) U-22 yang berhasil menjadi kampiun di ajang AFF tak lepas dari peran pembinaan usia dini. “Ini menjadi tugas dan tanggung jawab dari orang tua, pelatih, dan semua pihak untuk membawa mereka ke level yang lebih tinggi,” tutur Galih. Sedangkan Luthfi Kamal Baharsyah, salah satu skuat Timnas U-22 yang sukses merajai Piala AFF U-22/2019, meminta para pemain tampil penuh semangat tinggi dan bisa menujukan sportifitas ketika bertanding. “Untuk semuanya bisa bermain dengan semangat dan sportif serta jangan takut bermimpi, semoga bisa membela timnas nantinya,” tukas Luthfi. (Adt)

Animo IJL Musim 2019 tak Terbendung, Lebih Dari 1000 Pemain Mengikuti Screening Kloter Pertama

Proses foto untuk mengumpulkan database pemain dalam screening IJL 2019 U-9 dan U-11 kloter pertama di sawangan, depok Minggu lalu (24/02/19). Foto: IJL

Indonesia Junior League (IJL) musim 2019 U-9 dan U-11 akan segera menyemarakkan kompetisi sepak bola usia dini di Indonesia. Ajang ini akan diawali dengan proses screening pemain yang dimulai di hari minggu (24/02/2019) hingga 3 Maret 2019. Proses screening hari pertama untuk kompetisi yang akan diikuti oleh 66 SSB ini dibuka dengan antusiasme yang tinggi. Tercatat lebih dari 1000 calon pemain laga IJL menyerbu lokasi screening yang terletak di Sawangan, Depok. Seperti diketahui Sawangan memang bukan tempat yang baru dikenal dalam dunia sepak bola tanah air. “Nama Sawangan sudah identik dengan Timnas Indonesia khususnya program pengembangan usia muda, setidaknya kehadiran IJL nantinya bisa memberi warna dan gairah baru lebih segar,” ujar Rezza Mahaputra Lubis yang menjabat sebagai CEO IJL. “Sebisa mungkin dari proses screening sampai kick-off kompetisi IJL 2019 bergulir, atmosfer itu yang akan kami bawa utamanya agar anak-anak bisa kenal Sawangan lebih dekat,” tambah Rezza. “Kami kan juga punya tim Elite semacam timnasnya IJL tiap musimnya, semoga dari Sawangan bibit-bibit baru akan lebih banyak bermunculan,” sambung Rezza lagi. Proses tahapan screening akan terbagi menjadi empat tahap mulai dari pengecekan data dokumen, cek gigi, sesi foto sampai validasi finger print. “Banyak dari mereka yang baru menjalani proses screening lewat sesi cek gigi, tidak jarang banyak hal lucu menghampiri. Anak-anak ini kita mereka akan disuntik,” ungkap Rezza seraya tertawa lebar. IJL tetap berlaku secara professional dalam menggelar proses screening ini, salah satunya adalah dengan konsisten menggandeng SSB sebagai mitra strategisnya dan juga menganggap serius pencatatan database pemain sebagai asset jangka panjang dunia sepak bola tanah air. “Tak lain kami ingin lebih menekankan soal profesionalisme ke teman-teman SSB, tidak gampang memang tapi setidaknya dari proses screening yang ketat akan menggambarkan pentingnya database pemain sebagai investasi jangka panjang masa depan sepak bola Indonesia. Harus dimulai sejak usia dini memang, kalau tidak sekarang ya kapan lagi,” tandas Rezza. (IHA)

Mengukir Sejarah, Indonesia Lolos Sebagai Kampiun Pada Ajang Piala AFF U-22 LG CUP 2019

Selebrasi Timnas Indonesia setelah menjuarai ajang Piala AFF U-22 2019 seusai menaklukkan Thailand 2-1 di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019). (foto : pojoksatu)

Sejarah baru dalam dunia olahraga Indonesa hari ini telah dicetak dari cabang olahraga Sepakbola, Indonesia berhasil lolos sebagai juara pada ajang Piala AFF U-22 2019 usai menaklukkan Thailand dengan hasil 2-1. Pertandingan final yang diadakan di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019) tersebut diawali dengan kondisi imbang 0-0 pada babak pertama. Walaupun Thailand sempat memimpin pada menit ke 57, tetapi tim merah putih dapat menyamakan keadaan dengan hanya dengan selisih satu menit melalui tendangan Sani Rizki yang membentur pemain bek Thailand. Pada menit ke 63, Osvaldo Haay pun tampil sebagai penentu kemenangan Indonesia dengan sundulannya setelah mendapatkan umpan tendangan bebas dari M. Luthfi Kamal. Meski dalam pertarungan sengit tersebut tim Indonesia harus kehilangan Kapten Bagas Adi Nugroho karena kartu merah, tetapi Indonesia mampu bertahan dan menuntaskan pertandingan tersebut sebagai Juara dengan hasil akhir 2-1 atas Thailand. (IHA)

Dua Pemain Sepakbola Akademi Tiga Naga Pekanbaru Akan Mengirimkan Pemain U-16 & U-18 ke CD Numancia Spanyol

Presiden CD Numancia, Moises (Kiri) bersama Rudi SInaga (Kanan) pemilik akademi Tiga Naga di Spanyol

Bertemunya pihak akademi Tiga Naga, sebuah klub pembinaan sepakbola di Pekanbaru, Riau dengan pihak CD Numancia di Soria, SPanyol pada Oktober tahun lalu membuka kesempatan bagi pihak Tiga Naga untuk mengirimkan pemainnya berlatih dan bermain di CD Numancia. Rudi Sinaga sendiri selaku pemilik dari Klub Tiga Naga saat itu bertemu langsung dengan Presiden dan pemilik Klub CD Numancia Moises Israel Garzon, tim Segunda Division Spanyol – Liga 2 Spanyol. Dalam pertemuan tersebut ternyata pihak CD Numancia tertarik untuk melihat penampilan dan kualitas para pemain Tiga Naga. “Pihak CD Numancia tertarik dengan pemain kita. Mereka minta untuk dikirimkan,” kata Rudi, Sabtu (9/2/2019). Karena hal tersebut maka mereka sepakat untuk mengirimkan dua pemain Tiga Naga untuk berlatih dan bertanding di kompetisi liga 2 Spanyol tersebut. Pemain yang akan dikirimkan adalah dari kelompok umur U-16 dan U-18, mengenai siapa yang akan dikirimkan Rudi Belum bisa memberikan komentar pasti. Bulan Maret depan Rudi berencana untuk bertolak kembali ke Madrid, Spanyol, untuk mendalami aturan dan prosedur perihal pengiriman pemain bola dari Indonesia ke Spanyol. “Di Madrid kita akan ketemu dengan Pak Moises dan tim. Di situ akan kita finalisasi pengiriman pemain kita ke CD Numancia,” ujarnya. Pihak Tiga Naga juga berterima kasih kepada CEO Uni Papua, Harry Widjaja yang telah berkontribusi untuk menjalin kerjasama antara Akademi Tiga Naga dan CD Numancia, sehingga Tiga Naga dapat menjalankan program pengembangan pemain usia dini dengan maksimal. Dalam jangka panjang, kerjasama antara Tiga Naga, Uni Papua dan CD Numancia akan terus terjalin demi menyaring bibit-bibit muda yang berbakat di kelompok umur U-16 dan U-18 di Indonesia. “Setelah kita dapat, bisa dibina di Akademi Tiga Naga dulu atau langsung ke CD Numancia,” ujarnya. Tidak lupa Rudi juga turut berkomentar mengenai pemain sepakbola Indonesia yang saat ini juga sedang menjalani masa trial di CD Numancia, Osvaldo Ardiles Haay, seorang rising star di Indonesia yang juga merupakan pemain terbaik Liga 1 Musim 2018 di Indonesia. “Kita harapkan semua pihak bisa mendukung langkah Osvaldo Ardiles Haay. Dia pemain bagus yang saat ini butuh pengalaman di luar,” ujar Rudi. (IHA)

Tonjolkan Kearifan Lokal, Riors Luncurkan Jersey Anyar PSIS Semarang

Perusahaan apparel asli Indonesia, Riors meluncurkan jersey anyar PSIS Semarang. Yudhi Setiawie mengatakan design jersey tersebut menonjolkan kearifan lokal Kota Semarang. (Adt/NYSN)

Jakarta– Perusahaan apparel asli Indonesia, Riors dan klub sepak bola PSIS Semarang kembali menjalin kerjasama. Sinergi kedua belah pihak yang sudah terjalin selama tiga tahun, sejak 2017, ditandai dengan peluncuran jersey anyar bagi klub berjuluk ‘Laskar Mahesa Jenar’ tersebut. Jersey yang disediakan Riors untuk PSIS Semarang dalam mengarungi kompetisi musim 2019 yakni berwarna biru (kandang) dan putih (tandang). Yudhi Setiawie, Owners Riors, mengatakan design jersey yang dikenakan klub kebanggaan warga Semarang tersebut diambil dari kearifan lokal Kota Semarang. “Untuk design jersey ini, kami ingin lebih menonjolkan kearifan lokal Kota Semarang. Selain dari segi bahan dan pola, kami juga sangat fokus pada kenyamanan serta fungsional untuk dikenakan oleh para pemain,” ujar Yudhi, di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (18/2). Dibandingkan dengan jersey sebelumnya, kali ini Riors memasang kepala Naga di bagian depan jersey berwarna biru PSIS Semarang. “Jersey ini kami konsepkan dengan matang. Kami juga perlihatkan ada wajah naga di bagian depan jersey,” lanjutnya. Dan, untuk jersey berwarna putih, ungkap Yudhi, terdapat sisik-sisik naga. “Kami ingin para pemain ini juga kuat seperti naga pada saat bertanding,” tambah Yudhi. Sedangkan untuk Jersey PSIS Semarang yang akan dikenakan untuk mengarungi Liga 1 Indonesia musim mendatang, Yudhi menjelaskan pihaknya akan merancang jersey dengan design terbaik, dengan kualitas yang terus ditingkatkan. “Menatap Liga 1 Indonesia musim 2019-2020, Riors akan merancang jersey PSIS Semarang yang pastinya jauh lebih baik dari jersey yang kami luncurkan saat ini,” cetus Yudhi. Dalam kesempatan yang sama, Yoyok Sukawi, CEO PSIS Semarang, menyebut Riors selalu memberikan kejutan kepada klub sepak bola kebanggaan warga Kota Atlas. Ia juga menyebut selama kurun waktu tiga tahun menjalin kerjasama, Riors telah menjadi bagian dan setia menemani PSIS Semarang sejak dari Liga 2 hingga Liga 1 Indonesia. “Atas dukungan maupun support yang luar biasa ini, kami ucapkan banyak terima kasih pada Riors,” cetus Yoyok. Disisi lain, Yoyok mengaku mendapatkan keuntungan lebih atas penjualan jersey resmi PSIS Semarang, dimana totalnya mencapai ribuan jersey. “Tahun kemarin kami cukup bagus penjualannya. Dan kami menargetkan penjualan tahun ini bisa lebih besar atau dua kali lipat,” tutur Yoyok. Sementara itu, salah satu skuat PSIS, Bayu menyebut dengan jersey baru ini akan dapat menambah kepercayaan diri dalam melakoni setiap pertandingan. “Dengan jersey baru ini, secara pribadi semakin menambah kepercayaan diri, dan berusaha melakukan yang terbaik dalam setiap pertandingan untuk bisa meraih kemenangan,” tukas Bayu. (Adt)

Bulan Juli Berlaga di Pentas Internasional, Kemenpora-BLiSPI Berangkatkan Tim Pelajar U-15 ke Portugal

Kemenpora bersinergi dengan BLiSPI (Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia) dan sponsor akan memberangkatkan Tim Pelajar Usia (U)-15 ke Portugal, mengikuti turnamen sepak bola usia muda Iber Cup 2019, di kota Lisbon, pada 1-6 Juli. Raden Isnanta berharap skuat Garuda Muda mendapatkan pengalaman berlaga di pentas internasional. (Istimewa)

Jakarta- Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) bersinergi dengan BLiSPI (Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia) dan sponsor akan memberangkatkan Tim Pelajar Usia (U)-15 ke Portugal, mengikuti turnamen sepak bola usia muda Iber Cup 2019, di kota Lisbon, pada 1-6 Juli mendatang. Raden Isnanta, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, menyebut keberangkatan atlet pelajar ke kancah internasional akan memberikan pengalaman yang sangat luar biasa. “Kami berharap anak-anak ini memperoleh pengalaman yang luar biasa. Sebab, pengalaman internasional dari para atlet top dari ‘benua sepak bola’ merupakan sesuatu yang harus diperoleh,” ujar Isnanta, di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2). Diungkapkan Isnanta, bahwa gelar juara bukan tujuan utama dari skuat Garuda Muda ini, namun pengalaman menjadi sesuatu yang lebih berharga. “Kalau juara memang bukan target tim pelajar ini. Apalagi kompetitornya memang luar biasa, karena selama ini tim terbaik Indonesia saja hanya masuk 8 besar,” lanjutnya. “Tapi dengan melawan postur tinggi dan pola pembinaan yang benar disana, harapan kami mereka bisa mendapatkan ilmu yang berharga,” tambah Isnanta. Pria Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu, menegaskan pemerintah menyiapkan generasi muda sepak bola ini untuk go internasional bukan tanpa tujuan. “Terlebih Indonesia ingin kembali menjadi “macan Asia’ untuk itu kami bersyukur anak-anak ini diperkenalkan ke pentas Eropa sejak usia dini,” terangnya. Lebih lanjut, ungkap Isnanta, dengan dana yang sangat terbatas membuat Kemenpora selama ini baru bisa memberangkatkan para atlet ke level Asia Tenggara. Sehingga, pihaknya berharap para sponsor bisa memberikan dukungan yang besar bagi kemajuan olahraga, khususnya sepak bola di usia muda. “Kekuatan dari sponsor-sponsor ini akan menjadi sumbangan yang besar untuk sekitar 18 atlet sepak bola pelajar U-15 dari 90 atlet nantinya,” tegasnya. Sementara itu, Ray Manurung, Manajer Timnas U-15, menerangkan nantinya dari 90 atlet yang terjaring akan disaring menjadi 18 pemain pada waktunya. Dan, dari 90 pemain yang terpilih, ungkap Ray, mereka akan diikutkan dalam tiga training center (TC). “TC pertama diawal April, dan Juli mendatang akan kami sampaikan TC berikutnya seperti apa. Kemungkinan TC kami gelar di Lembang (Bandung), Bali dan Jakarta,” tutur Ray. Ditambahkannya, nantinya dari TC kedua akan terbentuk paling tidak 18 pemain. Para pemain ini akan masuk pada TC ketiga, di Portugal. “Mereka akan bertanding pada 1 hingga 6 Juli 2019. Sedangkan konsekuensi TC di Portugal ini biayanya sangat tinggi, modal kami hanya yakin dan percaya saja, karena ini untuk bangsa dan negara. Jika ingin hasil ‘buah’ yang bagus, maka harus tanam bibit yang bagus pula,” tegas Ray. Sedangkan Subagja Suihan, Ketua BLiSPI, mengungkapkan pemain yang akan berangkat ke Portugal merupakan hasil kejuaraan Liga Sepak bola Pelajar U14 dan U16 Piala Menpora 2018. “Kami menunjuk Pak Ray, agar BLiSPI bisa memperoleh hasil yang terbaik dan berkualitas di Portugal. demi kepentingan sepak bola nasional,” tukas Subagja. (Adt)

Eks Kiper Timnas U-16 Indonesia, Berpeluang Tembus Skuat Senior Persebaya Surabaya

Kiper Timnas U-16 Indonesia era 2018, Ernando Ari Sutaryadi (kiri), berpeluang masuk skuat Persebaya Surabaya senior musim 2019. Manajemen Persebaya akan mempromosikan sosok kiper, yang mengantarkan Timnas U-16 juara Piala AFF U-16 2018 itu. (bola.com)

Surabaya- Kiper Timnas U-16 Indonesia era 2018, Ernando Ari Sutaryadi, berpeluang masuk skuat Persebaya Surabaya senior musim 2019. Tak hanya itu, manajemen Persebaya juga berencana mempromosikan sosok kiper yang mengantarkan Timnas U-16 juara Piala AFF U-16 2018 itu. Hal ini disampaikan Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, yang berburu informasi regulasi memainkan pemain yang berkompetisi di Elite Pro Academy U-16 itu. “Nando sudah kami kontrak sebagai pemain Persebaya dan kami sedang pelajari regulasi elite pro dan senior, bagaimana koneksinya,” kata Candra dikutip Tribun Jatim, Minggu (3/2). Manajemen Bajul Ijo berharap ada regulasi yang membolehkan remaja kelahiran Semarang, 2 Februari 2002 ini bisa bermain untuk Persebaya U-16 saat Elite Pro Academy U-16 dan juga Liga 1 2019 bersama tim senior Persebaya. “Kalau bisa (bermain di Elite Pro dan Liga 1) kami akan sesuaikan dengan kebutuhan,” tambahnya. Upaya ini dilakukan oleh manajemen tak lain arahan dari pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman. Djanur membutuhkan kiper tambahan, meski sudah memiliki Miswar Syahputra dan Imam Arief Fadhillah, serta melakukan negosiasi dengan eks kiper PSMS Medan, Abdul Rohim. Jika mendapatkan persetujuan dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI selaku penanggung jawab kompetisi Liga 1, bukan tidak mungkin Kiper yang merintis karir di klub SSB Bina Bakat Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah ini, bisa menembus skuat utama Persebaya. Tentu kehadiran Nando menjadi hal positif bagi Persebaya. Apalagi, pelajar kelas XII SMAN 3 Pangkalan Bun saat ini tengah ditempa bersama rekan-rekan Garuda Select di Inggris. Jadi, ketika nanti kembali ke Persebaya, Ernando telah mendapatkan bekal dari proses pelatihan tersebut. (Adt)

Timnas U-22 Hadapi Bhayangkara FC di Bekasi, Tiga Winger Terbaik Absen Piala AFF 2019

Pemain Timnas U-22, Osvaldo Haay, saat melakukan latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, pada Selasa (22/1). Gelandang 21 tahun itu dikabarkan menerima tawaran trial dari klub Segunda Division Spanyol, CD Numancia, sehingga terancam absen tampil di Piala AFF U-22 2019. (Bola.com)

Jakarta- Direktur Teknik Bhayangkara FC, Yeyen Tumena, mengungkapkan pertandingan uji coba timnya melawan Timnas U-22 digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/2). Meski mengungkapkan jadwal dan tempat agenda uji coba, Yeyen belum membocorkan terkait harga dan jumlah tiket laga ini. Pertandingan melawan Timnas U-22 akan digelar di Stadion Patriot pada 6 Februari 2019 pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini bisa disaksikan umum dan kami akan jual tiket,” kata Yeyen kepada wartawan. “Kami mau koordinasi dengan PSSI. Panpelnya itu dari Bhayangkara FC, tapi perangkat pertandingan dan tanggung jawab dari PSSI,” ujar Yeyen. Melawan Bhayangkara FC merupakan agenda pertama Timnas U-22 setelah pemusatan latihan, sejak 7 Januari 2019. Laga ini digelar untuk mempersiapkan Garuda Muda tampil di Piala AFF U-22 2019. Setelah itu, Timnas U-22 kembali melakoni uji coba melawan Arema FC, pada Minggu (10/2). Sayangnya, anak asuh Indra Sjafri ini berpotensi tak diperkuat winger-winger terbaiknya, di Piala AFF 2019. Kepastian itu terjadi, usai mereka tak mendapat izin dari klubnya. Piala AFF 2019 yang berada di luar kalender FIFA, membuat klub-klub luar negeri tak berkewajiban melepas pemainnya ke Timnas Indonesia. Kabar terbaru, Pahang FA berkirim surat dengan PSSI, yang isinya dengan berat hati tak bisa meminjamkan Saddil Ramdani. Pahang FA hanya mau melepas Saddil, untuk Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, pada Maret mendatang. Langkah yang dilakukan Pahang FA, serupa dengan Lechia Gdansk. Selain karena bukan agenda FIFA, Lechia Gdansk enggan melepas Egy Maulana Vikri, karena mereka berada pada pekan-pekan krusial di Liga Polandia. Hal ini tentu saja menjadi kabar buruk buat Timnas U-22. Selain kedua nama itu, belakangan Osvaldo Haay, juga diyakini absen pada ajang Piala AFF 2019. Pemain 21 tahun itu justru menerima tawaran trial, dari klub Segunda Division Spanyol, CD Numancia. Situasi ini tentu saja membuat Indra gamang. Apalagi ketiga pemain-pemain tersebut sangat cocok dengan karakterisik permainan yang diusung arsitek asal Sumbar itu. Pelatih kelahiran 2 Februari 1963 itu pun belum memutuskan apakah mengandalkan sumber daya pemain yang ada, atau memanggil nama baru. Keputusan itu akan diambil Indra, setelah Timnas U-22 melakukan uji coba. “Indonesia punya banyak pemain. Kami akan melihat perkembangan setelah uji coba nanti,” tegas Indra. (Adt)

Apresiasi Program Kampanye Perdamaian, FIFA Foundation dan La Liga Dukung Uni Papua

Uni Papua yang merupakan gerakan sepak bola sosial di Indonesia kembali meraih kepercayaan dan dukungan FIFA Foundation serta La Liga Spanyol. Perwakilan LaLiga Global Network, Rodrigo Gallego Abad (kanan), bertemu dengan Harry Widjaja, Founder & CEO Uni Papua. (istimewa)

Jakarta– Uni Papua yang merupakan gerakan sepak bola sosial di Indonesia kembali meraih kepercayaan dan dukungan FIFA Foundation serta La Liga Spanyol. FIFA Foundation mendukung program dari yayasan yang didirikannya pada Maret 2013 itu, karena Uni Papua mengampanyekan sepak bola untuk menanamkan benih-benih perdamaian. Adapun program dari Uni Papua itu adalah Football For Peace Indonesia 2019. CEO Uni Papua, Harry Widjaja, mengungkapkan rasa gembira karena FIFA Foundation kembali memberikan kepercayaan pada yayasannya. Ia berharap seluruh kalangan, khususnya di Indonesia, bisa menggunakan sepak bola sebagai alat perdamaian dan silaturahmi. “Kerja sama dengan FIFA ini dimulai sejak 2014 dengan organisasi FIFA yang bernama FIFA FOOTBALL FOR HOPE. Setelah 5 tahun berjalan, FIFA FOUNDATION mendukung kembali Uni Papua di tahun 2019. Ini adalah sebuah kesempatan berharga dan kepercayaan dari FIFA kepada Uni Papua dan Organisasi Indonesia,” ujar Harry. “Saya dengan kerendahan hati memohon dukungan semua pihak, baik pemerintah, media, jurnalis, aktivis dan pencinta sepakbola, klub-klub sepakbola, suporter, maupun semua pihak yang ingin menggunakan sepak bola untuk perdamaian,” tuturnya. Ia menyampaikan bahwa FIFA Foundatioan dalam waktu dekat juga akan memberitahukan kepada Federasi Sepakbola Indonesia, dalam hal ini adalah PSSI tentang dukungan kerja sama institusinya dengan Uni Papua. FIFA Foundation menyetujui tiga program dari Uni Papua, yaitu: Memperkuat rasa toleransi dan penerimaan perbedaan suku, ras, dan agama di kalangan anak-anak. Mengajak berbagai pihak, baik organisasi, perorangan, maupun pemerintah untuk mendukung Sepak Bola untuk Perdamaian. Menciptakan role model, yaitu figur duta perdamaian dari anak-anak berbagai kalangan atau status sosial. Sementara itu, tak hanya FIFA Foundation, La Liga Spanyol juga memberi dukungan untuk Uni Papua. Melalui perwakilannya di Indonesia, La Liga Global Network, Rodrigo Gallego Abad, bertemu dengan Harry di Jakarta, pada Rabu (23/1). La Liga akan melanjutkan kerja sama dengan Uni Papua yang sudah dimulai pada 2017. Dukungan yang diberikan di antaranya coaching clinic dari pelatih La Liga Spanyol yang akan berkunjung ke Indonesia. Uni Papua dan La Liga akan mengadakan kompetisi 5-A-Side bagi anak-anak yang sudah mengikuti coaching clinic. Selain itu, mereka akan memproduksi jersey dan t-shirt kasual sebagai produk charity, yaitu penggalangan dana bagi sepak bola untuk kemanusiaan dan trauma healing bagi anak-anak. (Adt)

Pakai Jersey Nomor 38, Firza Andika Pilih AFC Tubize Karena Sepi

Usai resmi menandatangani kontrak dengan klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize, Firza Andika, akan memakai nomor punggung 38. Ia akan membela tim berjuluk Les Sang et Or (Si Merah Darah dan Emas) itu selama dua musim. Tampak Firza (kiri), dan CEO AFC Tubize, Shim Chan Koo, di Kantor Northcliff, Jakarta, pada Jumat (25/1). (bolasport.com)

Jakarta- Eks Timnas U-19 yang tengah mengikut Pelatnas Timnas U-22, Firza Andika resmi menandatangani kontrak dengan klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize. Firza telah menandatangani kontrak berdurasi dua musim dalam acara seremoni yang digelar di Kantor Northcliff Indonesia, SCBD, Jakarta, Jumat (25/1). Hadir dalam kesempatan ini berbagai perwakilan pihak-pihak yang mendukung Firza merumput dan berkarir di Eropa. Yakni Shim Chan Koo selaku CEO AFC Tubize, dan Khairul Asyraf selaku Consultant of Northcliff Sport. Selain resmi menandatangani kontrak berdurasi dua musim, Firza juga mendapatkan nomor punggung 38. “Pakai nomor 38 karena sebenarnya mau pakai 11 atau 29. Tapi, nomor itu sudah dipakai,” ujar pemuda kelahiran Medan 11 Mei 1999. “Kalau 3 ditambah 8 ‘kan jadinya 11 juga dan itu adalah tanggal lahir dan di timnas pun pakai nomor 11,” ujar bek sayap yang mengawali karir dari SSB Tasbih dan SSB Asamkumbang di Medan. “Terima kasih untuk Northcliff yang mendukung saya selama ini. Terima kasih juga manajemen Tubize. Mungkin anak Indonesia bisa bermimpi seperti saya. Intinya bekerja keras untuk bisa menggapai mimpi,” tukas jebolan Akademi Semen Padang dan Sekolah Semen Padang ini. Firza punya dua pilihan sebelum akhirnya menerima tawaran klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize. Selain menjalani trial di Tubize, pemain yang pernah menjadi bek kanan, gelandang, sayap kiri dan striker ini, sempat menunjukkan kemampuannya bersama klub kasta keempat Liga Spanyol yakni UD Alzira. Kedua klub itu kemudian sama-sama menyatakan minatnya kepada eks bek kiri PSMS Medan itu. Ia akhirnya lebih memilih AFC Tubize dan menandatangani kontrak berdurasi dua musim di Kantor Northclifff, Jakarta, Jumat (25/1). Lalu apa alasan Firza memilih berkarier di klub dengan Stadion Leburton sebagai kandang itu ? “Saya pilih Tubize karena permainan timnya sangat bagus. Orang-orangnya juga bisa berkomunikasi dengan baik dan sangat terbuka,” bilangnya paska tandatangani kontrak. “Jadi, saya sangat ingin bermain di sana. Selama trial, di sana juga tak ada kendala berarti, seperti misalnya cuaca,” terang pemain yang punya kecepatan ini. Kota Tubize, berada sekitar 33 km ke arah selatan Brussel, ibu kota Belgia. Suasana sepi Tubize, juga jadi salah satu faktor pilihannya. Firza bisa fokus mengembangkan karier dan bakatnya. “Lingkungan di sana juga bagus karena sepi, jadi bisa lebih fokus. Apalagi saya orangnya tak terlalu suka main keluar,” tuturnya. (Adt)

Jadi Arsitek Timnas Senior, PSSI Beri Dua Target Bagi Simon Mcmenemy

Simon Mcmenemy (kiri) mendapatkan dua target khusus dari PSSI selama melatih Timnas Indonesia senior pada 2019-2020. Pelatih 41 tahun asal Skotlandia itu dituntut bisa membawa Indonesia duduk di peringkat 120 besar FIFA, dan meraih juara Piala AFF 2020. (Adt/NYSN)

Jakarta- Simon Mcmenemy mendapatkan dua target khusus dari PSSI selama menjadi pelatih Timnas Indonesia senior pada 2019-2020. PSSI selaku federasi sepak bola nasional yang bertanggung jawa terhadap prestasi merah putih, memiliki dua target khusus pada edisi 2019-2020. Dua target ini dipasrahkan kepada Mcmenemy, yang akan menangani skuat Garuda selama dua tahun ke depan. Pelatih 41 tahun asal Skotlandia itu dituntut membawa timnas Indonesia sanggup menembus peringkat 120 besar FIFA, dan meraih gelar juara di Piala AFF 2020. Kedua target itu diharapkan bisa terealisasi pada akhir 2020. “PSSI menargetkan kerja keras jangka panjang dimulai dari hari ini supaya bisa menyongsong ambisi juara di akhir 2020,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, di Jakarta, Kamis (24/1). “Ini menjadi satu kesatuan dengan agenda besar pada akhir 2020 peringkat FIFA kita baik signifikan dan ditargetkan masuk 120 besar,” ujar Tisha. Saat ini, Indonesia masih menempati peringkat ke-159 per Desember 2018. Ratu mengungkapkan sejumlah event dan target bakal dipikul pria yang mulai melatih pada usia 33 tahun itu. Pada perhelatan Piala AFF 2018, Indonesia gagal lolos dari fase grup setelah menempati peringkat keempat di Grup B dengan catatan satu kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. Timnas Indonesia belum pernah meraih gelar juara di ajang Piala AFF sejak edisi pertama pada 1996. Catatan terbaik timnas Indonesia hanyalah menjadi runner-up selama lima kali pada 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016. Selain Piala AFF tahun depan, Indonesia menjalani babak kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023, pada 2019. Ronde pertama babak kualifikasi akan dimulai pada bulan Juni nanti. Selain itu, Indonesia juga memiliki agenda pertandingan persahabatan pada Maret. Namun, Tisha berharap Indonesia tidak perlu menjalani ronde pertama dan bisa langsung masuk ronde kedua. Adapun ronde kedua babak kualifikasi, dijadwalkan berlangsung pada September 2019. “Diharapkan pada Juni nanti Indonesia tak perlu lagi berlaga di ronde pertama, namun kami otomatis lolos ke ronde kedua di bulan September,” ucap Tisha mengakhiri. Dua target ini akan menjadi tantangan baru bagi eks pelatih Timnas Filiphina, yang sukses mengantarkan Bhayangkara FC meraih gelar juara Liga 1 2017. (Adt)

Teken Kontrak Dua Tahun, Bek 19 Tahun Asal Medan Bela Klub Kasta Kedua Belgia

Bek sayap serba bisa milik Timnas U-19 dan mantan pemain PSMS Medan, Firza Andika (kiri), resmi dikontrak Klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize. Pemain Kelahiran Medan 11 Mei 1999 ini bergabung usai tampil di Piala AFF U-22. (foxsports.co.id)

Jakarta- Pesepakbola asal Medan, Firza Andika mewujudkan mimpinya bermain di Eropa. Klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize resmi mengontrak eks pemain PSMS tersebut, pasca mengikuti proses trial selama dua minggu pada November 2018. Hal tersebut dibenarkan Khairul Asyraf, agen Firza yang juga Direktur 2Touch. “Iya benar (sudah deal) di sana. Dia dikontrak dua tahun,” ujarnya via WhatsApp, Kamis (24/1) petang. Konsultan Sepak Bola Divisi Olahraga NorthCliff ini menambahkan pilihan jatuh ke AFC Tubize juga lantaran klub tersebut sangat bagus untuk perkembangan pemain muda. “Klub yang sangat bagus untuk mengembangkan potensi pemain muda di sana,” jelasnya. Namun, Firza belum bisa bergabung dengan klub barunya, karena mengikutui pemusatan latihan Timnas U-22 di Jakarta. Mantan bek sayap kiri PSMS itu berpeluang tampil di Piala AFF U-22 bulan depan di Kamboja. Klub Tubize didirikan pada tahun 1990 dan saat ini bermain di First Divison B (kasta kedua) Belgia di bawah asuhan manajer Philippe Thys. Pemain Kelahiran Medan 11 Mei 1999 ini akan memulai transisi dari tim cadangan (reserve), sebelum bergabung dengan tim senior tahun ini. First Division B di Belgia saat ini berada di tahap paruh kedua musim, selayaknya kompetisi lain di Eropa, dan klub ini juga memiliki relasi yang kuat dengan raksasa Inggris, Manchester City. Ernest Agyiri dan Aaron Nemane adalah pemain Tubize yang dipinjam dari tim Premier League Inggris, sementara putra dari legenda Liverpool Ronny Rosenthal, yakni Tom Rosenthal, akan menjadi salah satu rekan satu tim bek sayap serba bisa milik Timnas U-19 dan PSMS Medan, di Tubize nanti. Kini Firza segera menyusul rekannya di Timnas U-19 yaitu Egy Maulana Vikri yang lebih dulu bergabung dengan klub Polandia, Lechia Gdansk sejak tahun lalu. Indonesia kini telah menarik banyak minat para pencari bakat dari klub-klub di sepakbola Eropa. (Adt)