Jalan IJL Elite menuju partai final gelaran Malaysia Borneo Football Cup U-14

Pemain IJL Elite

IJL Elite merajai turnamen internasional bertajuk Malaysia Borneo Football Club U-14 musim 2019 usai menekuk wakil Filipina, Makati Football Club di partai final yang berlangsung pada Sabtu (5/10 ) di Stadion Likas, Kota Kinabalu. Gol emas penentu kemenangan disumbangkan oleh Bagas Prayoga. Jalan IJL Elite menuju partai final gelaran Malaysia Borneo Football Cup U-14 yang berlangsung selama 3-5 Oktober 2019 di Kota Kinabalu, Sabah, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mengantongi sembilan poin di babak penyisihan grup membuat mereka harus puas melenggang ke babak semifinal dengan status runner-up Pada babak semifinal, IJL Elite jumpa saudara setanah air, Indonesia Muda dalam duel bertajuk Derby Merah-Putih. Aroma gengsi di atas lapangan mampu ditutup dengan skor akhir 3-0. Di babak puncak, IJL Elite sukses menekuk perlawanan Makati Football Club lewat skor tipis 1-0. Adalah Bagas Prayoga Budiman yang mencatatkan namanya di papan skor di babak perpanjangan waktu lewat sistem golden goal. 2×25 menit laga berjalan, IJL Elite lebih mendominasi jalannya pertandingan. Serangan bertubi-tubi dilancarkan namun benteng pertahanan Makati memang cukup ketat, sukar ditembus. Waktu normal berakhir dengan hasil papan skor imbang tanpa gol. Di babak perpanjangan waktu dengan format 9vs9, Bagas Prayoga Budiman hadir jadi pembeda, gol emas ia cetak satu menit setelah wasit meniup peluit kick-off sebagai garansi kemenangan IJL Elite menuju podium trofi mahkota juara. Gol Bagas sendiri berawal dari kreasi lini tengah skuat IJL Elite. Pergerakan Saubyhaky Putra menyodorkan bola ke Rafly Ikram Selang membuka celah lini belakang Makati, tanpa pikir panjang Selang langsung melepaskan tembakan keras yang menghantam mistar gawang. Tak pelak, bola muntah langsung disambar oleh Bagas hingga berbuah gol emas. “Saya memang lebih memilih untuk bertemu Filipina di partai final karena mereka sebelumnya pernah mengalahkan kami di babak penyisihan grup. Banyak putar otak di laga puncak utak-atik formula, terutama harus lebih jeli mengatur tempo permainan,” jelas Mulyadi Madrizal, pelatih IJL Elite. “Pertandingan yang super melelahkan sekaligus amat sangat menegangkan,” tambah Mul. CEO IJL, Rezza Mahaputra Lubis mengaku salut dengan perjuangan Dzaky Muhammad Fawwaz dan kawan-kawan. Sempat terpleset kala jumpa Makati di babak penyisihan grup tidak membuat mental pasukan IJL Elite ambruk. “Final yang sangat luar biasa, anak-anak bisa menebus rasa penasaran mereka saat jumpa Makati. Kalau sudah bicara laga puncak memang sudah bicara soal mental,” ujar CEO IJL, Rezza Mahaputra Lubis. “Selain itu dari babak penyisihan grup sampai final, IJL Elite tetap konsisten mempertahankan gaya sepak bola indah, tidak heran begitu memanjakan mata penonton. Bahkan di Borneo Football Cup U-14 kami mendapat sokongan dari pemain ke-12 yang notabene adalah warga Malaysia, mereka begitu terhibur,” sambung Rezza seraya tersenyum. Malaysia Borneo Football Cup berlangsung sejak 2008, musim 2019 ini di kategori U-14 tercatat ada 10 tim ikut serta yakni British International School Phuket (Thailand), Datuk Peter Mojuntin Sport School (Malaysia), Makati FC (Filipina), Northern Inland FC (Australia), TABS (Malaysia), Turf City FC (Singapura), Futbol Directions (Australia), Adelaide City Australia, Indonesia Muda Semarang (Indonesia) dan IJL Elite. Hasil Pertandingan IJL Elite: Penyisihan Grup IJL Elite vs British International School Phuket 2-0 (Alief Apikri, Reza Wahyu Hidayat) IJL Elite vs Datuk Peter Mojuntin SS 4-1 (Fava Sheva Rustanto, Bagas Prayoga Budiman, Dzaky M Fawwaz, Reza Wahyu Hidayat) IJL Elite vs Makati Football Club 1-2 (Odilo Pinutusta) IJL Elite vs Northern Inland FC 11-0 (Alvin Alfareza 7 gol, Saubyhaky Putra 3 gol, Dzaky Fawwaz) Semifinal IJL Elite vs Indonesia Muda 3-0 (M Tezar Briantama, Alief Alpikri, Saubyhaky Putra) Final IJL Elite vs Makati Football Club 1-0 (Bagas Prayoga) Susunan Pemain IJL Elite: Kiper: Bima Aidil (M’Private Soccer School), Aidil Akbar (Laskar Pelangi Soccer) Bek: Muhammad Ferdi (Garec’s), Goesty Raka Pratama (Indonesia Rising Star), Yoga Aji Saputra (Tajimalela FA), Muthi Dzulkarnaen (Cipta Cendikia FA), Adam Restu Perdana (Salfas Soccer), Muhammad Radith (ASTAM) Gelandang: M Tezar Briantama (ASIOP), Dzaky Muhammad Fawwaz (ASTAM), Bagas Prayoga (M’Private Soccer School), M Rafly Ikram Selang (Cipta Cendikia FA), Fava Sheva (Indonesia Rising Star) Penyerang: Reza Wahyu Hidayat (ASTAM), Alvin Alfareza (ASTAM), Odilo Pinutusta (ASIOP), Saubyhaky Putra (Maesa Cijantung), Alief Alpikri (Indonesia Rising Star) Daftar Pencetak Gol: Alvin Alfareza: 7 Saubyhaky Putra : 4 Dzaky Fawwaz : 2 Bagas Prayoga: 2 Alief Alpikri: 2 Reza Wahyu: 2 Odilo Pinutusta: 1 M Tezar Briantama: 1 Fava Sheva: 1

Menang Telak Dari Mariana Utara, Timnas U-16 Indonesia Jadi Pemuncak Klasemen Grup G

Jakarta – Tim Nasional Indonesia U-16 menghadapi kepulauan Mariana utara pada laga kedua kualifikasi Piala Asia AFC U-16 2020, Rabu (18/9/2019) petang ini, pukul 19.00 WIB. Tim Nasional Indonesia U-16 sekali lagi sukses meraih poin penuh pada laga kedua mereka di grup G Kualifikasi Piala Asia U-16 2020, di Stadion Madya, Senayan, Jakarta. Garuda muda menang telak dengan skor 15-1 pada laga ini. Gol tersebut dicetak oleh Marselino di menit ke-8, 50,53, 63, 83 Aditya Daffa di menit 16, Athallah Arrayhan di menit 17, 18, 26, 41, Ruy di menit 57, 72 Wahyu Agung di menit 58,77, Alfredo di menit 81. Sedangkan gol Mariana Utara dicetak oleh Jim Kurt Maniago di menit ke-45. Dengan hasil ini Indonesia berhasil menggeser China dari puncak klasemen dengan selisih jumlah gol. Indonesia unggul selisih 5 gol dari China yang sama-sama telah mengoleksi 6 point. Sementara itu Mariana Utara sudah dipastikan tereleminasi setelah kalah dalam 3 laga yang sudah dijalani. Berikutnya Indonesia masih akan menjalani 2 pertandingan penentu, menghadapi Brunei Darussalam yang dijadwalkan Jumat (20/9/2019) pukul 18:30 WIB di stadion Madya, Senayan, Jakarta dan laga pamungkas melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta pada Minggu (22/9/2019) pukul 16:30 WIB.

Pertandingan Indonesia VS Filipina di Ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 2020

Salah satu pemain Filipina berusaha merebut bola dari pemain Indonesia bernomor punggung 19. (Prass/NYSN Media)

Jakarta – Tim nasional U-16 Indonesia berhasil meraih poin penuh di laga perdana kualifikasi piala Asia U-16 2020 melawan Filipina. Timnas U-16 sukses meraih kemenangan 4-0 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin (16/9/2019), pada laga Indonesia vs Filipina. Empat gol tersebut dicetak oleh Ahmad Athallah Araihan, Marselino Ferdinan, Alfin Lestaluhu, dan Wahyu Agong Drajat. Jalannya pertandingan : Indonesia langsung menyerang pada awal pertandingan. Hasilnya pada menit ke-8 Elvateeh Varesia Akhada hampir membuat gol dengan tendangan jarak pendeknya yang diumpan oleh rekan setimnya. Sayangnya kiper Filipina, Emmanuel Martin Puno berhasil menghalau tendangan Elvateeh. Laga terhenti sementara pada menit ke-19 setelah kiper Filipina, Emmanuel Martin Puno mengeluh kesakitan karena cedera. Puno digantikan oleh Adrian De Sola. Selang beberapa detik, Sola mendapatkan ujian dari tuan rumah. Serangan demi serangan dilancarkan oleh Indonesia. Dua peluang emas terjadi lewat sundulan dari umpan-umpan crossing. Asik menyerang, Indonesia hampir kecolongan oleh tendangan bebas yang langsung disambut sundulan bek asal Filipina, David Nicolo Pahud yang berbuah gol. Tapi gol tersebut dianulir wasit karena Pahud berada dalam posisi offside. Tuan rumah akhirnya memecahkan kebuntuan pada menit ke-37 berkat gol Athallah yang spektakuler. Athallah yang melepaskan tembakan dari luar kotak penalti ke sudut gawang tak mampu dihalau oleh kiper Filipina. Pada menit ke-40 Indonesia semakin optimis menyerang. Kesempatan terus didapatkan oleh Indonesia namun selalu diamankan oleh kiper De Sola. Skor 1-0 bertahan hingga akhir babak pertama selesai. Hanya butuh 5 menit setelah masuk babak ke dua, Marselino Ferdinan berhasil menggandakan skor Indonesia menjadi 2-0. Setelah kerjasama satu-dua dengan rekannya Ferdinan melepaskan tembakan ke sisi kiri gawang Filipina. Unggul 2 gol, para pemain timnas U-16 semakin percaya diri. Hasilnya, pada menit ke-51, gawang Filipina kembali bobol. Gol ketiga Indonesia kali ini diciptakan oleh Alfin Farhan Lestaluhu lewat tendangan jarak pendek ke tiang jauh. Tim asuhan Bima Sakti tak mengendurkan serangan meski sudah unggul 3-0. Serangan terus dilancarkan oleh Marselino dkk. Hasilnya pada menit ke-77, gol keempat didapatkan oleh tuan rumah. Kali ini lewat pemain pengganti Wahyu Agong Drajat. Berawal dari kemelut di depan gawang, Wahyu memanfaatkan bola yang datang padanya dengan tendangan voli keras kearah gawang Filipina. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak kedua, tak ada gol tambahan yang tercipta. Timnas Indonesia U-16 pun menang 4-0 atas Filipina. Selanjutnya, timnas U-16 Indonesia dijadwalkan menghadapi Kepulauan Mariana Utara di tempat yang sama, pada Rabu (18/9/2019) lusa. Indonesia: 23-Putra Kaicen; 2-Alfin Farhan Lestaluhu, 4-Kadek Arel Priyatna, 13-Marcell Januar Putra, 14-Alexandro Felix; 8-Resa Aditya Nugraha, 10-Marselino Ferdinan, 16-Elvateeh Varesia Akhada, 17-Raka Cahyana Rizky, 21-Valeroen; 19-Ahmad Athallah Araihan Pelatih: Bima Sakti Filipina: 1-Emmanuel Martin Puno; 2-Zachary Taningco, 4-David Nicolo Pahud, 15-Eugene Tillor; 5-Mark Dadivas, 6-Sam Rudolfo Taylor, 8-Kamil Jaser Amirul, 12-Arun Jaroensaeng, 14-Enzo Courbet; 9-Uriel Dalapo, 20-Simon Andrei Del Campo Pelatih: Bongbong Roxy Dorlas

Vidio Tayangkan UEFA Champions League dan UEFA Europa League, Jadikan Destinasi Utama Penggemar Sepak Bola di Tanah Air

Hermawan Sutanto, Deputy CEO Vidio menyatakan, “Tayangan UEFA Champions League dan UEFA Europa League secara online dan eksklusif di Vidio

JAKARTA – Vidio sebagai destinasi layanan video streaming online terlengkap dengan berbagai macam konten pilihan mulai dari berita, entertainment, sinetron dan olahraga, secara resmi mengumumkan sebagai Official Online Broadcaster secara eksklusif gelaran liga antarklub sepak bola Eropa, UEFA Champions League (UCL) dan UEFA Europa League (UEL) untuk musim 2019/2020. Hermawan Sutanto, Deputy CEO Vidio menyatakan, “Tayangan UEFA Champions League dan UEFA Europa League secara online dan eksklusif di Vidio ini akan melengkapi konten eksklusif sepak bola lainnya, yaitu Shopee Liga 1, yang menjadi salah satu konten favorit di Vidio.” Penggemar liga antarklub sepak bola Eropa bisa menikmati tayangan pertandingan UCL dan UEL di Vidio dengan biaya yang sangat terjangkau, hanya dengan membayar mulai Rp. 10.000,- saja. Vidio sebagai Official Online Broadcaster, akan memanjakan penggemar sepak bola di tanah air dengan 138 pertandingan UCL dan 205 pertandingan UEL, mulai dari babak penyisihan grup 17 September 2019 ini sampai dengan babak final yang akan berlangsung bulan Mei 2020 mendatang. Tayangan 343 pertandingan secara online ini adalah yang terlengkap dari gabungan pertandingan yang disiarkan melalui saluran Champions TV 1, Champions TV 2, dan saluran in-house Vidio. UEFA Champions League dan UEFA Europa League adalah liga antarklub sepak bola paling prestisius di daratan Eropa karena hanya diikuti oleh klub-klub dengan peringkat dan prestasi terbaik dari masing-masing liga sepak bola negara anggota Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA). “UCL dan UEL selama ini selalu ditunggu penggemar sepak bola tanah air karena selalu menghadirkan drama-drama tersendiri di setiap musimnya. Sering terjadi kejutan-kejutan besar ketika klub non-unggulan bisa mengalahkan klub unggulan sehingga melibatkan emosi luar bisa dari para penontonnya dan ini menjadi alasan mengapa Vidio menayangkan UCL dan UEL,” jelas Hermawan. Sementara Hendy Lim, Vice President Content & Channel Indonesia Entertainment Group (IEG) menyatakan bahwa saluran Champions TV 1 dan Champions TV 2 merupakan saluran olahraga 24 jam berbagai program olah raga populer seperti sepak bola, bola voli, tenis, bela diri, dan lainnya. “Untuk sepak bola, kami menyiarkan pertandingan pilihan UEFA Champions League dan UEFA Europa League musim 2019/2020,” jelasnya. Hermawan menambahkan bahwa untuk menambah pengalaman menonton UCL dan UEL secara online, Vidio menyajikan fitur live interaction yang unik, yaitu fitur kuis online dan group chat antar sesama penonton. “Kami akan terus menambah konten premium eksklusif di Vidio Premier, seperti tayangan UCL dan UEL ini, sebagai strategi kami untuk menggaet jumlah pengguna aktif yang lebih banyak lagi,” pungkas Hermawan.

Mola TV dan PSSI Kerjasama Pengelolaan Hak Siar Sepak Bola Indonesia

PSSI Gandeng Mola TV

Jakarta, 2 September 2019. Mola TV dan PSSI melakukan kerjasama pengelolaan hal siar tayangan sepakbola di Indonesia. Mencakup pertandingan kasta tertinggi seperti Timnas senior Indonesia hingga tingkat grassroot seperti kejuaraan piala Suratin. Kerjasama ini akan berlangsung selama tiga tahun dengan tujuan meningkatkan eksposur kegiatan sepakbola nasional ke masyarakat. Mirwan Santoso, selaku perwakilan dari Mola TV menyatakan bahwa Mola TV bertekad untuk membantu meningkatkan perkembangan industri sepakbola di Indonesia, dan bukan mengeksploitasi PSSI dengan mengambil hak siar pertandingan saja, “Mola TV memiliki komitmen serius untuk membantu PSSI dalam menggarap industri sepakbola di Indonesia. Dan hal ini kami lakukan bukan dari sekedar lingkup pengelolaan hak siar seperti produksi liputan dan distribusi penayangan pertandingan, namun juga membantu dalam peningkatan program PSSI sendiri seperti mengelola program Garuda Select di Eropa dan juga membantu mencari lawan tanding bagi timnas di setiap jenjang usia.” Ujar Mirwan. “Intinya apapun yang diperlukan oleh PSSI, kami siap membantu selama kami mampu.” Tambah Mirwan. Untuk tayangan pertama, pada Kamis 5 September 2019, Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Timnas Malaysia di laga kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia dan Piala Asia 2023. Laga ini bisa disaksikan disemua jaringan Mola TV (parabola dan digital) dan melalui jaringan TVRI, TV nasional dengan jangkauan terluas di Indonesia. “Terimakasih kepada Mola TV yang telah memberikan kontribusi sangat besar bagi dunia sepak bola di Indonesia . Semoga dengan kerjasama ini, tayangan sepak bola semakin mudah diakses dan makin banyak yang menonton. Semakin banyak pula bibit-bibit muda pesepakbola tanah air yang akan menorehkan prestasi melalui sepak bola.” Ucap Plt. Ketua Harian PSSI Gusti Randa. Selain penayangan langsung pertandingan, Mola TV juga akan memproduksi dan mengelola penayangan beragam konten lain seperti dokumenter, profil, dan acara-acara menarik lainnya seputar kegiatan nasional PSSI. Mengenai skuat Garuda sendiri saat ini berlatih dibawah asuhan pelatih asal Skotlandia, Simon McMenemy.

Yamindo Dukung Sepak Bola Generasi Muda Indonesia

Erlangga Arya Yazid Adiwidya dan Muhammad Shoim Fadillah adalah penerima beasiswa Yamaoka Foundation.

Jakarta, 3 September 2019 – Salah satu perusahaan Yanmar Group, PT. YANMAR AGRICULTURAL MACHINERY MANUFACTURING INDONESIA membagikan bantuan bola untuk 27 klub sepak bola anak Indonesia pada sebuah acara penghargaan khusus yang diadakan di kantor pusat perusahaan tersebut di Indonesia. Donasi ini dilakukan atas kerja sama dengan Yamaoka Scholarship Foundation, sebuah organisasi yang didirikan oleh pendiri Yanmar, Magokichi Yamaoka untuk berkontribusi pada kesejahteraan nasional dan perdamaian di dunia dengan mendukung pengembangan dan pendidikan siswa dan generasi muda. Beberapa penerima beasiswa Yamaoka Foundation menghubungi salah satu anak perusahaan Yanmar di Indonesia untuk menginisiasi donasi ini. “Ketika saya menerima permintaan tersebut, saya merasa sangat tersanjung dengan kenyataan bahwa tim tersebut mempercayai perusahaan kami karena hubungan kerja sama yang telah dibangun melalui program beasiswa Yamaoka Foundation.” kata Shuji Nishimura, Presiden Direktur dari PT. YANMAR AGRICULTURAL MACHINERY MANUFACTURING INDONESIA. “Sumbangan bola ini tidak hanya akan mendukung para siswa” penerima dan lulusan beasiswa Yamaoka Foundation, tetapi juga banyak tim lainnya di area lokal sekitar. “Tentu kami sangat senang bisa membantu para anak muda yang mencintai sepak bola ini.” Setelah menerima permintaan tersebut, tidak tanggung-tanggung perusahaan pun memutuskan untuk tidak hanya menyumbang bola pada tim tersebut tetapi juga pada 26 tim lainnya. Sebanyak 300 bola diserahkan pada tim-tim yang tersebar di Jawa Timur dan Jakarta. Perwakilan dari Yamaoka Scholarship Foundation juga menyambut baik dukungan Yanmar untuk generasi pemain sepakbola Indonesia berikutnya. Nobuyoshi Fujita, Direktur Eksekutif Yamaoka Scholarship Foundation, mengatakan “Kami berharap dapat mendukung generasi muda yang terlibat dalam sepak bola Indonesia, tidak hanya melalui program beasiswa kami, tetapi juga bisa membantu kebutuhan mereka dengan keterlibatan masyarakat melalui program-program seperti ini. Adanya komunikasi dan hubungan baik yang kami jaga terus, memungkinkan kami dapat terus mendukung dan membantu sepak bola Indonesia melalui para anak didik penerima beasiswa Yamaoka Foundation.” Melintasi budaya, bahasa, dan batasan nasional, Yanmar berupaya untuk memelihara semangat sportifitas, kerja tim, dan keunggulan individu yang dapat diperoleh melalui olahraga ini, yang di mana sejalan dengan nilai-nilai Yanmar Group sendiri. Yanmar mendukung sepak bola baik melalui dukungan langsung dari Yanmar Group, dan melalui Yamaoka Foundation, yang didirikan oleh pendiri Yanmar dari sumber daya pribadinya, untuk mewujudkan masyarakat yang kaya akan pengalaman-pengalaman menarik. ■ Tentang PT. YANMAR AGRICULTURAL MACHINERY MANUFACTURING INDONESIA Didirikan pada tahun 1976, dengan lokasi kantor dan pabrik di Pasuruan, Jawa Timur, PT. YANMAR AGRICULTURAL MACHINERY MANUFACTURING INDONESIA memproduksi berbagai macam mesin pertanian berkualitas untuk pasar Indonesia dan luar negeri. ■ Tentang Yamaoka Foundation Yamaoka Scholarship Foundation, lembaga milik Yanmar Group bertugas memberikan beasiswa kepada generasi muda yang berprestasi di bidang sepak bola dan ilmu pengetahuan di negara-negara tempat Yanmar Group beroperasi. Sejak 2013, Yamaoka Scholarship Foundation telah membantu para siswa menengah pertama Indonesia yang berbakat di bidang sepak bola, di Jakarta dan Surabaya. Mulai 2018, Yamaoka Scholarship Foundation juga telah bekerja sama dengan Universitas di Indonesia untuk memberikan bantuan bagi mahasiswa yang berprestasi. ■ Tentang Yanmar Co., Ltd. Didirikan di Osaka pada 1912, Yanmar berhasil membuat mesin diesel kecil dan praktis pertama di dunia pada tahun 1933. Sejak saat itu, Yanmar menjadi produsen mesin industri yang cukup luas dengan memberikan solusi yang mengintegrasikan industri mesin diesel sebagai pilar bisnis, produk, layanan, dan pengetahuan untuk berbagai pasar. Yanmar memiliki tujuh produk seperti mesin kecil, mesin besar, mesin dan fasilitas pertanian, mesin konstruksi, sistem energi, kelautan, peralatan dan komponen mesin, serta kami mengembangkan bisnis tersebut secara global. Kami memiliki misi “secara harmonis hidup berdampingan dengan alam, memecahkan masalah konsumen di bidang produksi makanan, dan konversi energi, berkontribusi kepada masyarakat yang mengarah kepada masa depan dan gaya hidup yang lebih sejahtera” serta dengan tujuan dapat berkontribusi untuk menciptakan kesadaran masyarakat untuk melakukan daur ulang “A SUSTAINABLE FUTURE” di dunia bisnis “kota”, “bumi”, dan “laut”.

Indonesia Keluar Menjadi Juara Group A Setelah Imbang Melawan Myanmar Pada Laga AFF 2019

Imbang dengan Myanmar dengan skor 1-1, Indonesia berhasil menjadi juara Group A piala AFF 2019. Foto: Antara`

Timnas Garuda U-18 berhasil mendaratkan langkahnya sebagai juara Group A piala AFF 2019 setelah menghadapi Myanmar dengan skor imbang 1-1 di Thong Nhat Stadium, Ho Chi Mhin, Vietnam, Rabu (14/8/2019). Peluang pertama didapatkan oleh Amiruddin Bagus bekat umpan Fathur Rachman dari sisi kanan lapangan. Bagus yang berada persis di depa gawang lawan menyambut umpan tersebut dengan sundulan, tetapi amat disayangkan karena sundulan tersebut gagal menembus jala. Kemudian peluang kedua diraih kembali oleh Bagus pada menit ke 8 setelah menerima operan bola dari sisi kiri kotak penalty. Dengan sigapnya Bagus berhasil mengecoh salah satu pemain Myanmar dan lanjut dengan melepaskan tembakan kaki kirinya ke arah gawang Myanmar, akan tetapi Pyae Phyo Thu masih berhasil meredam tendangan Bagus tersebut. Pertandingan berjalan cukup alot bagi Myanmar pada 10 menit pertama, karena semua serangan yang mereka Bangun dari sisi sayap dapat dengan mudah dipatahkan oleh Timnas Indonesia. Selepas menit ke 10, tepatnya pada menit ke 13, Fathur Rahman juga berhasil mendapatkan peluang dengan sundulannya melalui sundulan bagus, tetapi hasilnya masih belum bisa menembus gawang Myanmar. Selanjutnya pertandingan berjalan dengan cukup tegang, bahkan di menit-menit terakhir Rendy Juliansyah juga nyaris membobol gawang Myanmar, namun serangan tersebut masih berhasil dipatahkan oleh bek lawan, hingga akhirnya babak satu ditutup dengan hasil imbang 0-0. Pada babak kedua, gawang Indonesia pun harus menerima hentakan kaki kanan Hein Htet Aung, setelah Adi Satryo selaku penjaga gawang Timnas Indonesia gagal menepis tendangan tersebut. Sehingga Myanmar unggul dengan skor 1-0. Walaupun sulit, tetapi Timnas Garuda pun akhirnya juga membobol gawang Myanmar melalui tendangan Kapten Rizky Ridho pada menit ke 69 melalui tendangan penalti. Skor pun menjadi 1-1. Hingga laga tuntas, tidak ada gol tambahan tercipta. Skor 1-1 menjadi hasil akhir Myanmar U-18 vs Indonesia U-18. Dengan skor itu, Indonesia dipastikan menjadi juara Grup A dengan raihan 13 poin dari lima laga, sama dengan Myanmar, namun unggul produktivitas gol. Myanmar pun cuma menjadi runner up. Berikutnya di semifinal, Indonesia akan berhadapan dengan runner up Group B antara Malaysia, Australia atau Vietnam, yang hasilnya akan diketahui setelah ketiganya menyelesaikan laga penentuan mereka kamis esok (15/8). (IHA)

Timnas Merah Putih U-18 Melaju ke Semifinal AFF Setelah Mengalahkan Myanmar 2-1

Timnas Indonesi melaju ke semifinal setelah mengalahkan Myanmar 2-1, Senin (12/08/19). Foto: Detik.com

Timnas Indonesi U-18 lanjut melangkah ke semifinal AFF U-18 2019 setelah sukses menundukkan Laos sebesar 2-1 dalam rangka memperebutkan babak empat besar. Indoesia berhasil mengalahkan Laos pada laga keempat Group A di Thong Nhat Stadium, Ho Chi Minh City, Vietnam, Senin (12/8/2019). Walaupun pada awalnya Tim Merah Putih sempat tertinggal oleh gol Alounnay Lounlasy di menit ke-69, tetapi kemudian Tim Garuda berhasil membalik keadaan melalui gol yang dihasilkan oleh Bagus Kahfi dan ditutup dengan gol bunuh diri dari Anoulack Vannalath. Berkat kemenangan ini Timnas Indonesia kini berada di urutan teratas Group A dengan 12 poin dari empat laga, yang diikuti oleh Myanmar di posisi kedia dengan Sembilan poin dari total tiga laga, pertandingan berikutnya antara Myanmar dengan Brunei baru akan dilangsungkan malam ini. Dengan ini Timnas Muda U-18 mengkukuhkan posisinya untuk meraih tiket ke semifinal. Walaupun Myanmar menang terhadap Brunei, maka Indonesia tetap akan lolos sebagai runner up di Group A, mengingat Tim Merah Putih masih punya selisih gol yang cukup banyak (16-6). Pada laga terakhir Indonesia akan berhadapan dengan Myanmar pada hari Rabu esok (14/8). Sedangkan yang bertengger di posisi ketiga adalah Laos dengan total enam poin dari empat pertandingan. Kesempatan Laos pun untuk maju ke semifinal masih terbuka andaikan Myanmar kalah dari Brunei yang sudah dipastikan akan tersingkir bersama Filipina karena tidak ada poin sama sekali. (IHA)

Indonesia Akan Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034?

Stadin Utama Gelora Bung Karno. Foto:Prass/NYSN

Indonesia saat ini memiliki rencana untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 bersama Australia. Perihal ini diskusi sudah mulai dilakukan antara pihak PSSI dan Federasi Sepakbola Australia (FFA) untuk mewujudkan hal ini. Akan tetapi tentunya yang akan menjadi sorotan pastinya adalah fasilitas dan ketersediaan stadionnya, karena itu adalah tempat para pesepakbola top kelas dunia yang nantinya akan berlaga. Karena FIFA memiliki standar khusus untuk stadion-stadion yang akan dipakai, jika merujuk pada buku panduan Bidding Piala Dunia 2026 yang digelar di Meksiko, Kanada dan Amerika Serikat, ada berbagai macam syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah terkait dengan kapasitas. FIFA memiliki standar untuk stadion yang akan dipakai baik dari prosesi pembukaan hingga pertandingan final adalah minimal berkapasitas 80 ribu kursi. Sedangkan untuk pertandingan fase grup, babak 32 besar, 16 besar dan perempatfinal, stadion yang dipakai harus berkapasitas minimal 40 ribu kursi. Untuk pertandingan semifinal, stadionnya minimal berkapasitas 60 ribu. Sementara perebutan tempat ketiga minimal 40 ribu, dan laga puncak atau final minimal 80 ribu kursi. Sampai saat ini, jika diperhatikan Indonesia belum memiliki stadion yang berkapasitas minimal 80 ribu, bahkan sekelas Stadion Utama Bung Karno yang menurut design awal bisa menampung hingga 90 ribu tetapi sudah berubah menjadi 77 ribu, karena renovasi besar-besaran demi ajang Asian Games 2018 lalu. Walaupun begitu Indonesia punya beberapa stadion yang memang memiliki daya tampung minimal 40 ribu, yaitu Stadion Palaran, Gelora Bung Tomo, Stadion Kanjuruhan, dan Stadion Batakan. Walaupun stadion tersebut butuh renovasi akan tetapi masih layak untuk digunakan. Selain persyaratan stadion, FIFA juga mensyaratkan tuan rumah untuk menyiapkan fasilitas lainnya seperti hotel dan juga pusat latihan, jika melihat jumlah peserta di Piala Dunia 2024, maka Indonesia harus menyiapkan minimal 48 hotel dan pusat latihan. Selain itu, FIFA juga meminta venue latihan di masing-masing kota penyelenggara. Menilik Piala Dunia 2018 di Rusia, tiap kota punya 3 kompleks latihan. Sementara untuk Piala Dunia 2026, FIFA meminta antara 2 hingga 4 lokasi. Belum sampai di situ, FIFA juga meminta dibuatkan satu hingga 2 venue latihan dan hotel khusus untuk wasit. Diluar itu semua, ada kemungkinan persyaratan FIFA berubah dan beradaptasi dengan kondisi calon tuan rumah, namun dengan banyaknya fasilitas yang harus disediakan, apakh Indonesia mampu untuk mempersiapkannya?

Seleksi Tahap Kedua Timnas U-16 yang Diikuti oleh 37 Pemain Resmi Digelar

Pelatih TImnas Indonesia U-16, Bima Sakti.

Seleksi tahap kedua Timnas U-16 dimulai. Total 37 pemain dipanggil oleh pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti untuk mengikuti seleksi. Seleksi tahap kedua tersebut diselenggarakan di stadion Wibawa Mukti Cikarang, Rabu (19/6/2019) yang diambil dari Skuat Garuda Muda untuk menghadapi piala AFF U-15 Bima Sakti fous untuk mencari pemain untuk semua posisi, karena Ia ingin memiliki pemain yang punya kemampuan setara. “Seleksi tahap kedua ini diisi gabungan antara pemain yang sudah menjalani seleksi tahap pertama dan beberapa orang pemain baru. Tujuannya adalah untuk melihat dan mencari lagi pemain lain dalam mengisi pos-pos yang saya rasa perlu,” ujar Bima yang dilansir dari situs PSSI. “Hari ini (kemarin) kami latihan penyesuaian, dan pemulihan kondisi. Di sisi lain, saya sudah memiliki kerangka tim. Nantinya saya ingin di setiap posisi di isi dua sampai tiga pemain dengan kualitas dan kemampuan yang setara,” kata dia. Timnas U-16 akan berlaha pada ajang Piala AFF 2019 yang akan diadakan pada 19 Juli hingga 9 Agustus 2019 di Thailand. Indonesia duduk di Grup A yang akan bersaing dengan Myanmar, Vietnam, Timor Leste, Singapura, dan Filipina. Sementara pada bulan September mendatang ada kualifikasi Piala Asia, Indonesia tergabung dalam Grup G bersama China, Brunei Darussalam, Filipina, dan Kepulauan Mariana Utara. Dimana Indonesia yang akan menjamu sebagai tuan rumah. Berikut adalah daftar nama pemain seleksi tahap kedua Timnas Indonesia U-16: Kiper: I Made Putra Kaicen (Bali United), Muhammad Assyurah Al Faqih (PSM) Nevin Geraldo Kosasih (Perseru). Belakang: Marcell Januar Putra, Kadek Arel Priyatna (Bali United), Muhammad Khakim Al Mukhasibi (Bhayangkara FC), Andhika Dwi Kartika (TIRA Persikabo), M Fajar Setiawan (Persija), Mochamad Aditya Rangga Saputra (Borneo FC), Ferre Murari (Binter Football Academy), Isya Alfiah Dattul Kahfi (PPLP Sumbar). Tengah: Resa Aditya Nugraha (TIRA Persikabo), Marselino Ferdinan, Ruy Arianto (Persebaya), Fiore Rafli Alifasyah Zainal, Tangguh Chesta Adabi (Persija), Dimas Juliono Pamungkas, Diandra Diaz Dewari (Persib), Mikael Alfredo Tata, Richardo Kaka Izecson Youwe (Persipura), M Risman Firman (Bontang), Muhammad Syadid Makamirulmu’ayyad (Elite Soccer Academy Jawa Power), Ahmad Athallah Araihan (SKO Ragunan), Ade M Nur Saitua (Binter Football Academy), Muhammad Aulia Abidarda (Tenggarong). Depan: Wahyu Agung Drajat Mulyono (Persebaya), Mochamad Faizal Shaifullah (Persela), Nindya Nur Lukito (PSS), Franciscus Valentino Amaral (PIS), Alexandro Felix Kamuru, Adil Nur Bangsawan, Aditya Daffa Al Haqi (Barito Putera), Achmad Diaz Trianto (Elite Soccer Academy Jawa Power), Muhammad Valeron, Dafa Fikri Maulana (Persib), Wahyu Pratama (Borneo FC), Muhammad Aristya Alfareza (Surabaya).(IHA)

Dilema dan Persiapan Liga 2 Yang Akan Dimulai Seminggu Lagi

Liga 2 akan segera bergulir, akan tetapi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) belum bisa memberikan pernyataan khusus tentang ini dikarenakan ada beberapa masalah yang terjadi di badan klub. Rencananya akan ada 23 klub yang akan bermain di kompetisi tersebut yang terbagi menjadi, sebelas klub untuk timur, dan 12 lainnya bermain di wilayah barat. Walaupun kompetisi ini akan digelar pada 22 juni 2019 mendatang akan tetapi baru tiga klub yang sudah menyerahkan data, walaupun terbilang belum sempurna. Tiga klub tersebut adalah Persatu Tuban, PSIM Yogyakarta, dan Persis Solo dan sisanya masih memerlukan komitmen dan pakta integritas perihal kondisi internal masing-masing klub. “Kami belum bisa mengeluarkan rekomendasi karena belum layak. Banyak faktor khususnya bersifat administratif yang harus segera dilengkapi oleh klub,” kata pelaksana tugas Sekretaris Jenderal BOPI, Sandi Suwardi Hasan, yang dilansir dari Detiksports, di Kantor BOPI, Kemenpora, Senayan, Kamis (13/6/2019). “Kebanyakan itu izin usahanya tidak sesuai, beberapa daerah seperti Mitra Kukar. Kalau mau bikin PT kan jelas bergerak di bidang apa biar jelas. Klub sepak bola kan ada klausulnya, kalau Mitra Kukar (perusahaannya bidang) perdagangan barang dan jasa, Persiba Balikpapan ekspor dan impor, Solo perdagangan eceran. Tapi ada beberapa yang tertib seperti Serang badan hukumnya sepakbola. Itu kan sering kali bisa jadi modus mereka bikin-bikin biar dapat proyek di pemerintahan kota dan itu tidak sesuai,” dia menjelaskan. “Yang paling penting surat bebas tunggakan belum semua lengkap karena ada beberapa bermasalah, yang kami tahu kan Sriwijaya FC, PSPS Riau, PSMS Medan, masih kurang. Kami akan cek terus bila diperlukan, kami akan turun ke lapangan, baru diputuskan bakal keluarkan rekomendasi atau tidak,” ujarnya menambahkan. PT LIB selaku operator kompetisi tersebut diminta untuk lebih proaktif untuk menyempurnakan data-data tersebut ke klub masing-masing “Jadi hal-hal sebelumnya yang sudah ditemukan tidak boleh terjadi lagi. Kami ingatkan PSSI dan Komisi Disiplin untuk tidak main-main dengan hal ini. Intinya kami akan monitor itu semua,” kata Sandi mempertegas. (IHA)

Hambali, Atlet Sepakbola SKO Ragunan yang Mendunia

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menerima Ananda M Hambali Tolib di Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta. (Kemenpora)

Jakarta- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menerima Ananda M Hambali Tolib, atlet sepakbola muda yang akan mengikuti trail di Eropa. Pesepakbola yang kini bernaung di Persela Lamongan tersebut merupakan jebolan Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan Jakarta binaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Tak disangka, hasil kerja keras yang merupakan pilihan sendiri sejak kecil, sejak berlatih di SSB Tiga Raksa Soccer School kini bernama Bhayangkara Tiga Raksa Football School yang bermarkas di Kabupaten Tangerang, Banten itu berlanjut ke SKO Ragunan, kini mulai nampak hasilnya dengan pengakuan dunia khususnya dari belahan Eropa. “Pak Menteri tak disangka, Hambali dihubungi agen dari Eropa untuk trial selama satu bulan dari 13 Juni – 20 Juli, Insha Allah besok (Kamis, 13/6) jam 19.00 WIB berangkat. Mohon Pak Menteri berkenan melepas dan memberikan arahan,” pinta Sutrisna, ayah Hambali yang setia mendampingi. Mendengarkan penyampaian orang tua dan Hambali atas undangan uji latih dari Eropa tersebut, Imam menaruh harapan besar agar menorehkan kesuksesan dan sekembalinya dapat menjadi idola baru anak muda di dunia kulit bundar sebagai salah satu cabang olahraga yang sangat populer di masyarakat. “Sukses ya Hambali. Semoga berhasil menjadi pemain sepakbola yang mampu mengharumkan tidak saja keluarga, tapi untuk Merah Putih. Ini bukti dunia mengakui kualitas pemain Indonesia, sukses untuk SSB Tiga Raksa dan SKO Ragunan yang terus melahirkan atlet bertalenta,” tambahnya. “Mari kita lepas dengan doa agar Hambali sukses, dapat berkiprah di Timnas dan semoga dapat merumput di Madrid sebagaimana cita-citanya,” tukas menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu. Sedangkan Hambali menyampaikan terima kasih atas dukungan sekaligus doa dari Menpora dan seluruh yang hadir mengiringi keberangkatannya ke Eropa. (Adt)