Pertajam Rekor Nasional di Jepang, Lalu Muhammad Zohri Lolos Olimpiade 2020

Sprinter berusia 18 tahun Lalu Muhammad Zohri lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang setelah meraih medali perunggu di Seiko Grand Prix 2019, Minggu (19/5). (idntimes)

Jakarta- Sprinter muda Indonesia Lalu Muhammad Zohri berhasil lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Torehan itu didapat setelah ia meraih medali perunggu nomor 100 meter di ajang Seiko Grand Prix 2019, Osaka, Jepang, pada Minggu (19/5), dengan catatan waktu 10,03 detik. Hasil itu sekaligus mempertajam rekor nasional (Rekornas) yang selama ini dipegangnya yakni 10,15 detik. Rekornas sendiri dipecahkan pria kelahiran Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), 1 Juli 2000 itu pada Kejuaraan Atletik Asia 2019, di Doha, Qatar, Senin (21/4). Rekor sebelumnya dipegang Suryo Agung dengan catatan waktu 10,17 detik serta bertahan selama 10 tahun. Sedangkan medali emas Seiko Grand Prix 2019 diraih Justlin Gatlin (Amerika Serikat). Sprinter dunia pemegang medali emas Olimpiade 2004 dan medali perak Olimpiade 2016 itu membukukan catatan waktu 10,00 detik. Diikuti Yoshinide Kiryu (Jepang) yang mencetak waktu 10,01 detik, dan berhak atas medali perak. Dengan prestasi gemilang yang dicetak Zohri tersebut membuat dirinya dipastikan berlaga di Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. “Lalu Zohri fix lolos ke Tokyo karena catatan waktunya di Osaka masuk limit. Limit Olimpiade itu 10,05 detik. Kejuaraan di Osaka masuk kualifikasi Olimpiade,” ungkap Hendri Firzani, Humas PB (Pengurus Besar) PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia), pada Minggu (19/5). Zohri telah membuktikan dirinya mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Jika konsisten, bukan tidak mungkin, anak didik Eni Nuraeni itu berpulang memberikan medali bagi Indonesia di ajang pesta olahraga terbesar sejagat di Negeri Sakura pada 2020. (Adt)

Program Garuda Select Angkatan Pertama Sukses Wujudkan Mimpi Pesepakbola Muda Indonesia

Tim Garuda Select kembali ke Indonesia setelah selama lima bulan berlatih di Inggris. (PSSI)

Jakarta- Tim Garuda Select telah kembali ke Tanah Air pada Rabu (15/5). Sebelumnya, mereka berlatih di Inggris selama lima bulan. Selama berada di Negeri Ratu Elizabeth tersebut, sebanyak 24 pemain dipastikan mendapat pengalaman dan kesempatan luar biasa selama periode Januari hingga Mei 2019. Para pemain ini dilatih Dennis Wise sebagai Direktur Program, dan Des Walker sebagai Pelatih Tim. Mereka telah mendapatkan pelatihan dengan standar Eropa, baik di dalam dan di luar lapangan. Program Garuda Select merupakan kerja sama PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) dan SuperSoccer TV. Ratu Tisha Destria, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PSSI, mengatakan Garuda Select adalah bagian dari Program Elite Pro Academy (EPA) Klub Liga 1 U-16 dan U-18. Tisha menambahkan bahwa program akselerasi pengembangan usia muda ini adalah langkah menuju target Olimpiade 2024 dan lolos Piala Dunia 2030. Sehingga, jelas Tisha, fokus pada pengembangan pemain, bukan pembentukan tim. “PSSI berterimakasih atas dukungan SuperSoccer TV di program Garuda Select. Setiap tahunnya, 25 Pemain terbaik dari hasil kompetisi EPA U-16 dan U18 mendapatkan beasiswa belajar, berlatih dan bertanding di Inggris selama minimal 5 bulan, tergantung jadwal kompetisi yang ada di Indonesia. Selain itu, pemain mendapatkan kursus kepelatihan FA Level 1 coaching badge,” ujar Tisha, di Jakarta, Jumat (17/5). Sementara itu, Mirwan Suwarso selaku SuperSoccer TV Business Development Director, mengungkapkan bahwa dukungan SuperSoccer TV dalam memberikan liputan menyeluruh bertujuan agar para pencinta sepak bola Tanah Air bisa ikut menyimak dan mengambil pelajaran dari kegiatan tim Garuda Select di Inggris. Tayangan dari program Garuda Select ini terbukti diminati oleh pemirsa SuperSoccer TV melalui hasil streaming yang luar biasa, baik Live Match ataupun liputan dokumenter mingguannya. “Dari 17 laga yang dimainkan selama program, pertandingan puncak melawan Chelsea U-16 meraih jumlah rekor penonton terbesar yang pernah diraih SupeSoccer TV yaitu sebanyak 4.778.982 penonton. Sementara untuk liputan dokumenter berjudul Dream Chasers di SuperSoccer TV, angka tertinggi diraih dari episode 13 yang tayang tanggal 23 April 2019 dan meraih 6.612.942 penonton,” terang Mirwan. “Semua keberhasilan ini merupakan buah dari keseriusan tim SuperSoccer TV dalam memberikan yang terbaik bagi semua program tayangan Garuda Select, mulai dari memberikan tayangan Live Match dengan kualitas tinggi, menghadirkan komentator ternama Paul Dempsey, Lee Hendrie bahkan pengisi suara game FIFA 19 Alan Smith,” lanjut Mirwan. Tahun 2019, Garuda Select dilatih oleh Dennis Wise dan Des Walker. Setelah lima bulan, pemain akan kembali berkompetisi di EPA U-18 dan U-20. Kembali, Tisha menyatakan bahwa ke depannya, 25 pemain terbaik selanjutnya hasil Kompetisi EPA akan dikirim kembali. “Kami harap pada 2024, akan ada 250 pemain yg telah memiliki pengalaman bermain dan berlatih di level sepak bola dunia. 23 pemain dari 250 pemain terbaik. Yang Insha Allah akan mengantarkan Indonesia menuju Olimpiade 2024,” tutup Tisha. (Adt)

Bima Sakti Optimis Dapatkan Pemain untuk Mengisi Kerangka Timnas U-16

Sebanyak 41 pemain mengikuti seleksi dan pemusatan latihan Timnas U-16, di Lapangan Timnas PSSI, Sawangan, Depok, Jawa Barat, di bawah asuhan Bima Sakti. (PSSI)

Depok – Bima Sakti selaku Pelatih Kepala Timnas U-16, mengaku optimis bakal mendapatkan pemain pada program seleksi dan pemusatan latihan timnas (tim nasional) U-16, di Lapangan Timnas PSSI, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Pada Selasa (14/5), seleksi dan pemusatan latihan memasuki hari kedua, dan sebanyak 41 pemain yang mengikuti seleksi makin intens berlatih. “Melihat perkembangan dan kemampuan pemain selama dua hari ini, saya optimis bisa mendapatkan pemain untuk mengisi kerangka tim,” ujar Bima dilansir situs resmi PSSI, Rabu (15/5). Seleksi yang dimulai sejak Senin (13/5) tersebut dan akan berlangsung hingga Minggu (26/5) mendatang tersebut, Bima dibantu dua asisten pelatih, yakni Indriyanto Nugroho dan Firmansyah serta Gilang sebagai pelatih fisik. Sementara itu, Firmansyah mengungkapkan bahwa anak didiknya menunjukkan progres yang terus membaik selama menjalani seleksi. “Hari ini, kami terus memantapkan latihan kami, anak-anak menunjukkan progres yang terus membaik. Saya berharap mereka bisa lebih baik lagi hingga hari terakhir nanti. Mereka beradaptasi terhadap menu latihan sangat positif,” tutur Firmansyah. Kembali, Bima menegaskan anak asuhnya tersebut akan menjalani internal game pada Jumat (17/5) mendatang. “Esoknya saya akan mulai penilaian terhadap para pemain dan akan ada pengurangan pemain,” terangnya. Sedangkan pada hari terakhir atau Sabtu (25/5), dijelaskan Bima, timnya akan mengadakan uji coba. “Untuk lawan, akan saya tentukan dan beritahukan nanti,” tukas Bima. (Adt)

Shopee Liga 1 2019 Siap Bergulir, 18 Klub Papan Atas Bersaing Raih Gelar Juara

Turnamen sepak bola paling bergengsi di Tanah Air, Shopee Liga 1 2019 segera bergulir pada Rabu (15/5). (Adt)

Jakarta- Turnamen sepak bola paling bergengsi di Tanah Air, Shopee Liga 1 2019 siap bergulir. Kompetisi kasta tertinggi dari sepak bola yang akan memasuki musim ketiganya ini akan diikuti 18 klub bola terbaik di Indonesia dengan mengadopsi sistem kompetisi home and away demi memperebutkan piala bergengsi Shopee Liga 1 2019. Laga perdana akan berlangsung pada Rabu (15/5), yang mempertemukan PSS Sleman melawan Arema FC, di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta. Liga 1 2019 akan disiarkan secara langsung oleh Emtek Group yang akan menghadirkan 306 pertandingan. Sebanyak 160 laga akan ditayangkan secara eksklusif di Indosiar dan 78 pertandingan lainnya melalui O’Channel. “Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya kami sepakat dengan Shopee sebagai sponsor utama Liga 1 2019. Kami berharap kesepakatan ini menjadi tonggak untuk menuju prestasi dan tolak ukur yang lebih baik lagi. Dengan kata lain, kualitas kompetisi jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Kami juga berharap bisa menyajikan kompetisi yang bersih, kompetitif, fair play dan menjadikan hiburan yang berkelas bagi seluruh penikmat sepak bola nasional,” ujar Dirk Soplanit, Direktur PT LIB (Liga Indonesia Baru), di Jakarta, Senin (13/5). Sedangkan Pandu Sjahrir, Presiden Komisaris SEA Grup, Induk perusahaan Shopee, mengatakan dengan dukungan Shopee pihaknya percaya niatan dari PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) dan PT LIB untuk menciptakan iklim sepak bola Indonesia yang lebih professional bisa cepat terlaksana. “Pada kesempatan ini kami ingin menegaskan bahwa Shopee mendukung penuh perbaikan sepak bola Indonesia dengan menjadi sponsor utama Liga 1 2019. Semoga dengan dukungan Shopee, e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan maka sepak bola Indonesia bisa menjadi lebih baik,” terang Pandu. Sementara itu, Harsiwi Achmad, Direktur Programming SCM, menjelaskan tayangan sepak bola nasional sudah menjadi signature Emtek khususnya Indosiar. “Konsistensi Indosiar ini berbuah semakin meluasnya penggemar tayangan sepak bola di seluruh lapisan masyarakat,” tutur Harsiwi. Disisi lain, Gatot S. Dewa Broto, Sekertaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), berharap Shopee Liga 1 2019 berjalan transparan dalam pengelolaan keuangan karena hal tersebut menjadi prioritas. “Kami berharap liga ini berjalan baik dari skill permainan dan keuangan agar transparan pendistribusian pendapatan sponsor, operatornya (PT LIB) dan yang tidak kalah jangan ada pengaturan skor karena ujungnya adalah kepercayaan masyarakat,” terang Gatot. Sedangkan Ratu Tisha Destria, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PSSI, mengapresiasi dukungan semua pihak yang mengawal sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik, sehingga memungkinkan kondisi patnership bisa terjalin. “PSSI memiliki target Timnas Indonesia bisa berlaga di Olimpiade 2024, tapi juga bisa bersaing pada top 5 Liga di Asia pada 2022 ini bisa terwujud dari kerja keras, kerja cerdas, dan sinergi berbagai pihak serta dukungan penuh pemerintah,” tukas Ratu. (Adt)

Ini Rekomendasi BOPI untuk Penyelenggaraan Kompetisi Sepak Bola Liga 1

BOPI melalui Ketua Umum Richard Sambera mengeluarkan surat rekomendasi penyelenggaraan Liga 1 2019 kepada PT LIB. (Adt/NYSN)

Jakarta- Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memberikan surat rekomendasi untuk penyelenggaraan Liga 1 2019. Acara penyerahan surat rekomendasi juga dibarengi penyerahan pakta integritas dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator kompetisi, dan perwakilan klub serta suporter kepada BOPI, di Media Center Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), Senayan, Jakarta, Jumat (10/5). Rekomendasi itu diberikan terkait dengan telah selesainya verifikasi yang dilakukan BOPI sejak pengajuan PT LIB pada April 2019. Dalam kesempatan itu, Richard Sambera, Ketua Umum BOPI menyampaikan harapannya terkait penyelenggaraan liga sepak bola kasta tertinggi di Indonesia tersebut. “Pertama, BOPI berharap bahwa operator dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab agar tidak ada kekacauan disekitar pertandingan sehingga setiap pertandingan berjalan dengan aman dan nyaman untuk seluruh keluarga Indonesia,” ujar Richard. Kedua, ungkap Richard, PSSI sebagai lembaga atau federasi yang menaungi persepak bolaan Indonesia harus tegas dan mampu memberikan pengadil (wasit) yang berintegritas. Ia melanjutkan, ketiga, klub-klub berkompetisi dan berbisnis dengan profesional sehingga tidak ada lagi kejadian penunggakan gaji pemain. “Keempat, kepada pemain kedepankan sportif dan memberikan contoh kepada masyarakat dan suporter untuk saling menghormati,” terang pria berusia 47 tahun. Dan, kelima, sebut Richard, para suporter jangan anarkis, rasis, dan tawuran, semua hendaknya duduk damai menikmati dengan aman dan nyaman. “Terakhir, pesan kepada media massa hendaknya dapat terus memberitakan dengan baik agar kompetisi dapat berjalan dengan tajam dalam suasana yang kondusif,” tegas peraih medali perak kejuaraan dunia renang 2000, di Hong Kong. Richard menjelaskan BOPI telah melakukan verifikasi semua klub yang akan berlaga di Liga 1 sesuai kewenangan yang dimiliki institusi yang dipimpinnya tersebut, sehingga hasilnya rekomendasi dapat dikeluarkan. “Saya menyampaikan harapan kepada semua yang terlibat, mari kita sukseskan Liga 1 tahun 2019 ini dan semoga menjadi liga tersukses sepanjang sejarah,” tutur Richard. Sedangkan Dirk Soplanit, Direktur Interim PT LIB, mengatakan dengan keluarnya surat rekomendasi dari BOPI, maka Liga 1 bisa dipastikan segera bergulir pada 15 Mei mendatang, dimana kick off pertama akan mempertemukan PS Sleman dengan Arema FC. “Alasan kedua klub ini sebagai laga pembuka kompetisi karena juara Liga 1 tahun 2018 Persija ada agenda AFC, sementara durasi jadwal tahun ini sangat mepet yaitu berakhir 22 Desember, maka kick off tanggal 15 Mei mempertandingkan Juara Liga 2 dengan Juara Piala Presiden,” jelas Dirk. Sementara itu, terkait PT LIB yang belum menunaikan kewajiban pembayaran kepada sejumlah klub pada musim lalu, Dirk menyebut akan segera diselesaikan sesuai komitmen. “Kalau bicara soal utang piutang. Sebagai sebuah korporasi, karena LIB ini sebuah PT, maka utang piutang itu sesuatu yang biasa dan wajar saja. Namun sampai sejauh mana utang itu dapat diselesaikan dengan baik, dan pada saatnya diselesaikan sesuai dengan komitmen,” tukas Dirk. (Adt)

Timnas Indonesia U-16 Akan Bersaing Dengan China di Kualifikasi Piala Asia U-16 2020

Timnas U-16 tergabung di dalam grup G dalam Kualifikasi Piala Asia U-16 2020.(AFC)

Federasi Sepak Bola Asia (AFC) telah melaksanakan drawing pembagian grup Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 bertempat di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (9/5/2019). Hasilnya, Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah dalam babak penyisihan Grup G yang berisikan China, Filipina, Brunei Darussalam, dan Kepualauan Mariana. Kendati demikian, PSSI selaku induk sepak bola Indonesia belum memutuskan stadion mana yang akan digunakan untuk menggelar sejumlah partai pada penyisihan Grup G. Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 rencananya digelar pada 14 September 2019, khusus untuk Grup G yang terdiri dari lima negara peserta. Sementara itu, grup yang hanya berisikian empat negara akan memulai kualifikasi empat hari kemudian atau pada 18 September 2019. Nantinya, hanya juara grup dan empat runner up terbaik yang akan tampil di Piala Asia U-16 2020. Satu tempat tersisa akan diisi oleh tuan rumah yang saat ini belum disebutkan AFC. Namun, bila tuan rumah ternyata lolos dari kualifikasi, jatah tiket tersebut diberikan kepada runner-up terbaik kelima. Untuk timnas U-16 Indonesia nantinya akan dilatih oleh Bima Sakti. Pelatih asal Balikpapan, Kalimantan Timur, itu akan melakukan seleksi tahap pertama dengan memanggil 45 pemain Timnas U-16 Indonesia. Pemusatan rencananya akan dimulai pada 12 Mei bertempat di National Youth Training Center (NYTC), Sawangan, Bojongsari, Jawa Barat. Sejauh ini, Bima Sakti masih merahasiakan nama-nama pemain yang akan dipanggilnya. (IHA)

Jersey Terbaru Uni Papua Resmi di Rilis Untuk Musim 2019/2020

Sepak bola social Uni Papua FC memperkenalkan jersey terbarunya untuk musim 2019/2020. Masih dengan dominasi warna putih, biru dan merah, Jersey baru ini diumumkan pada hari Pendidikan nasional tepatnya 2 Mei silam. Di bagian depan terpampang logo sponsor utama Uni Papua, serta logo uni papua diatasnya, selain itu juga ada logo dari beberapa sponsor lainnya. Pada bagian lengan sebelah kiri terdapat logo GP Ansor sebagai mitra dan IDSPORTS di lengan kanan yang merupakan perusahaan sports manajemen yang berafiliasi dengan Uni Papua. “Kita akan menggelorakan semangat Persatuan Indonesia di Hari Pendidikan Nasional 2 Mei ini. Menyebarkan virus perdamaian melalui Football For Peace,” kata Founder & CEO Uni Papua FC, Harry Widjaja. Jersey ini akan diproduksi secara konsisten dalam waktu dua tahun sebanyak 10 ribu buah yang akan dijual, dimana hasil penjualannya akan didonasikan sebagai bentuk dukungan program trauma healing bagi anak-anak yang menjadi korban bencana alam di Indonesia. Selain itu semua anggota Uni Papua yang sudah menjadi anggota selama satu tahun, dan masih aktif untuk mengikuti semua latihan dan program juga akan mengenakan jersey ini sebagai simblik dari kesetiaannya. Begitu juga denga para relawan, pelatih, dan pengurus cabang yang berada di lebih dari 30 lokasi di Indonesia dan juga 4 cabang Uni Papua di luar negeri juga akan berhak mendapatkan jersey sepakbola Sosial ini. Selain para relawan ada juga para mitra-mitra dan media partner dalam dan luar negeri yang juga berkesempatan mendapatkan jersey ini, seperti; FIFA Foundation, LaLiga, CD Numancia, Coaches Across Continents, Street Football World, Akademi Sepakbola Tiga Naga, DPP GP Ansor, Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, Sekolah Kristen Calvin Kemayoran, juga Royal Sport Medical Center Sunter Jersey ini juga akan dikenakan oleh team Uni Papua yang berada di Finlandia yang akan mengikuti laga tahunan di Helsinki. Sebelumnya jersey ini juga sudah diperkenalkan di ajang World Football Summit Asia di Kuala Lumpur pada 29-30 April silam. Perkenalan jersey ini diwakilkan oleh Gabriel Edoway selaku duta Uni Papua. Dalam ajang tersebut Gabriel mengatakan “Indonesia harus dibentuk oleh kita, bukan orang lain, karena kita adalah masa depan Indonesia yang bisa membangun Negara.” (IHA)

Joseph Simatupang, Pemuda 16 Tahun direkrut oleh Blackburn Rovers

Josep Simatupang Ferguson saat menandatangani kontrak bersama Blackburn Rovers. (Foto: Instagram @josephferguson1_)

Joseph Simatupang Ferguson, merupakan bocah pemain berdarah Indonesia yang berhasil direkrut oleh salah satu club di Eropa, yaitu Blackburn Rovers. Joseph yang masih berusia 16 tahun itu sudah menandatangani kontrak bersama tim U-18 Blackburn Rovers. Blackburn Rovers merupakan salah satu tim raksasa di Inggris yang mimiliki tiga gelar juara divisi top Eropa. Sejak musim 2012/2013, Blackburn Rovers masuk ke divisi Championship dan di musim ini Rovers mampu bertahan di divisi Championship di peringkat 15. Kabar itu diumumkan olehnya di akun Instagramnya. View this post on Instagram A post shared by @josephfergusonsima “Hari yang membanggakan buat saya dan keluarga saya untuk menandatangani beasiswa untuk Blackburn Rovers. Mudah-mudahan hal-hal baik akan datang ke depannya,” tulis Joseph di akun josephferguson1_. Joseph yang berdarah batak, sejak usia 11 tahun sudah menimba ilmu di akademi Blackburn Rovers, dengan kontraknya ini maka perjalanan Joseph akan lebih dekat menuju tim utama. Walaupun begitu Joseph masih bisa memilih status kewarganegaraannya, apakah ia nantinya akan memilih untuk membela Timnas Inggris atau kembali ke tanah air Indonesia. (IHA)

Jeda Kompetisi Selama Ramadhan, Persija Jakarta U-16 Siapkan Agenda Ujicoba

Persija Jakarta U-16 siapkan agenda ujicoba saat jeda kompetisi selama Ramadhan. (persija.id)

Jakarta- Elite Pro Academy PSSI Liga 1 U-16 memasuki waktu libur selama Ramadhan. Kompetisi ini kembali bergulir sepekan usai Idul Fitri. Saat ini, Persija Jakarta U-16 menempati posisi kedua Grup A Liga 1 U-16 dengan raihan 12 poin. Dan selama Ramadhan, tim berjuluk Young Tiger itu tetap menggelar latihan. Terlebih, selepas jeda Ramadhan Persija Jakarta U-16 akan bertemu TIRA Persikabo sebagai pemuncak klasemen. “Kami tetap berlatih seperti biasa untuk waktunya nanti akan diinfokan lebih lanjut bisa mendekati magrib atau malam hari,” ujar Muhamad Jusuf, Pelatih Persija Jakarta U-16, pada Senin (6/5). “Kami akan juga menjalani beberapa uji coba sekaligus hal ini lebih matang saat menghadapi TIRA sang pemuncak klasemen,” lanjutnya. Pada laga terakhir, Persija Jakarta U-16 hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan PSIS Semarang. Jusuf menilai pada laga melawan PSIS Semarang timnya hanya kecolongan saja. Menurutnya, secara keseluruhan anak didiknya tersebut sudah tampil baik. “Kami memang kecolongan hal itu juga jadi perhatian kami untuk menghadapi laga melawan TIRA,” tukas Jusuf. (Adt)

Diusung Jadi Calon Ketua Umum PSSI, Rahim Soekasah Fokus Program Usia Muda

Sejumlah mantan pemain tim nasional (Timnas) Indonesia mendorong Rahim Soekasah maju dalam pencalonan Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). (Adt/NYSN)

Jakarta- Sejumlah mantan pemain tim nasional (Timnas) Indonesia mendorong Rahim Soekasah maju dalam pencalonan Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Beberapa nama mantan pemain Timnas Indonesia diantaranya Eli Idris, Yudo Hadiyanto, Patar Tambunan, Aries Renaldi, Johanes Auri, Simson Rumapasal, Nasir Salasa, Robby Binur, Oyong Liza, Sangap Surbakti, Benny Tomasoa, dan Hermansyah. Mereka mendorong Rahim untuk maju dalam perebutan kursi nomor satu induk organisasi sepak bola Tanah Air itu lantaran resah dengan kondisi PSSI yang carut-marut. Mulai dari prestasi Timnas yang tak kunjung membaik hingga kasus pengaturan skor yang melibatkan petinggi PSSI. Benny Tomasoa, salah satu mantan pemain nasional yang mengusulkan Rahim sebagai kandidat Ketua Umum PSSI, mengatakan Rahim memiliki pengalaman yang matang di dunia sepak bola Indonesia. Disisi lain, Benny dkk mengaku kecewa dengan kondisi PSSI saat ini yang terserang kasus pengaturan skor. “Kami ingin Ketua Umum PSSI dari insan sepak bola dan punya pengalaman. Namun yang paling penting kami ingin PSSI bersih,” ujar Benny, di Jakarta, Kamis (2/5). Senada, Nasir Salasa menyebut dirinya bersama para mantan pemain nasional mendorong Rahim lantaran eks Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI era Ketua Umum PSSI Nurdin Halid tersebut adalah orang yang sangat mengerti tentang sepak bola. “PSSI sekarang banyak orang yang tidak pernah berkecimpung di sepak bola. Sehingga kami merasa beliau sangat pantas dan bisa membawa sepak bola Indonesia lebih maju lagi,” tutur Nasir. Menanggapi dukungan tersebut, Rahim menyatakan kesiapannya maju sebagai Ketua Umum PSSI. “Saya siap (dicalonkan sebagai Ketua Umum PSSI), dan semua saya serahkan ke voters (pemilik hak suara). Saya sudah puluhan tahun mengurus sepak bola dan sudah paham betul persepak bolaan nasional,” tutur Rahim. Ditegaskannya, bahwa siapapun berhak untuk menjadi pengurus dan Ketua Umum PSSI, baik itu dari kalangan pengusaha, militer dan politisi. Namun Rahim mengingatkan jangan menjadikan jabatan di PSSI hanya sekadar mencari popularitas. “Di luar negeri, mereka yang menjadi pengurus sepak bola umumnya sudah mengabdi selama 10 sampai 25 tahun tahun. Dan tim penjaringan calon Ketua Umum PSSI harus jujur. Jangan sampai orang yang tidak pernah mengurusi sepak bola dibilang pernah mengurusi sepak bola. Tidak boleh ada lagi yang seperti itu,” cetus Rahim. Jika nantinya terpilih menjadi Ketua Umum PSSI, Rahim akan fokus melakukan pembinaan usia muda. Menurutnya, dalam melahirkan pemain hebat, maka perlu mendapatkan perhatian khusus sejak usia dini. “Saya akan fokus pada program pembinaan usia muda. Mereka harus mendapatkan perhatian khusus. Usia muda kita seperti U-16 dan U-19 perah menjadi juara. Sehingga perlu diberi pengawasan secara berkesinambungan,” tambahnya. “Dahulu, saya termasuk salah satu yang terlibat dalam menyeleksi pemain Primavera (program PSSI tahun 1993) selama kurang lebih 7 bulan. Dari puluhan pemain saya harus menyeleksi menjadi beberapa orang. Yang pasti melahirkan pemain bintang tidak mudah. Jadi pembinanan usia muda menjadi salah satu target saya nantinya,” tukas Rahim. Rahim yang mengawali karir di dunia sepak bola sebagai manajer klub UMS pada 1980-an pernah menjadi manajer Timnas pada 1990-an. Di era kompetisi sepak bola Galatama, ia merupakan manajer tim Pelita Jaya dan sukses mengantarkan klub tersebut juara empat kali. Selain itu, Rahim juga pernah menjadi Wakil Ketua Umum PSSI versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) pada 2012 serta Chairman klub sepak bola Brisbane Roar yang merupakan klub Liga Utama Australia. (Adt)

Persija Jakarta U-16 Ingin Lanjutkan Tren Positif di Elite Pro Academy Liga U-16

Tim Persija Jakarta U-16 ingin melanjutkan tren kemenangan saat bertandang ke markas Perseru Badak Lampung pada lanjutan Elite Pro Academy U-16. (persija.id)

Lampung- Persija Jakarta U-16 melakoni laga tandang ke markas Perseru Badak Lampung pada lanjutan Elite Pro Academy Liga U-16, di Lapangan Yonif 143, Lampung, pada 27-28 April 2019. Young Tiger, julukan Persija Jakarta U-16, ingin melanjutkan tren kemenangan, dimana mereka sukses menyapu bersih dua kemenangan sebelumnya saat bertandang ke markas Semen Padang. Muhammad Arief, Pelatih Kiper Persija Jakarta U-16, mengatakan anak didiknya tersebut tak mau pulang dengan tangan hampa di perjalanan jauh yakni away perdana ke Lampung. “Kami datang melawan tim yang bagus mengingat mereka sempat mencuri poin saat bertemu TIRA yang juga bagus. Kami ingin berusaha sebaik mungkin mengambil poin di Lampung,” ujar Arief, di Wisma Lampung Sakti, Lampung, Jumat (26/4). Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Ghesenk itu menegaskan persiapan Fiore Rafli Cs berjalan dengan baik. Ia juga menyebut tidak masalah ada satu pemain yakni Muhammad Rafli yang absen karena mengalami kartu merah di pertandingan sebelumnya. “Seminggu ini kami sudah persiapan dengan baik, baik itu di tim dan juga melihat kekuatan lawan melalui rekaman video. Total kami membawa 19 pemain dan satu pemain kami absen karena mengalami kartu merah, tapi kami memiliki pemain yang kualitas sama, jadinya kami tidak khawatir akan hal itu,” tutup pria asal Tangerang itu. (Adt)

ISA Fossbi Trisakti Juara, Tekuk Asiop Apacinti di Final Liga Hansaplast Topskor U-13

ISA Fossbi Trisaksi sukses menjadi juara Liga Hansaplast Topskor U-13 musim 2018/2019. (Istimewa)

Jakarta- Imran Soccer Academy (ISA) Fossbi Trisakti berhasil menjadi juara Liga Hansaplast Topskor U-13 musim 2018/2019 setelah menaklukkan tim kuat Asiop Apacinti dengan skor akhir 2-1. Pertandingan babak final ini tersaji di Lapangan Sepak Bola Universitas Trisakti, Nagrak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (21/4). ISA unggul lewat kecerdikan sang striker Rizaldi Putra sebelum disamakan gelandang serang ASIOP Ray Raffa dari titik putih. Gol penentu kemenangan di babak kedua dicetak lewat titik penalti. Skor 2-1 tak berubah hingga pertandingan usai. Kemenangan ini disambut sujud syukur Zuchli Imran Putra, Head Coach yang selalu setia memberikan motivasi dan mendampingi anak asuhnya hingga partai puncak ini . “Alhamdullilah, ini buah prestasi bersama dari pembinaan yang berjenjang. Kekompakan anak anak ditambah support yang luar biasa dari orangtua dan pelatih membuat kita bisa juara untuk dua tahun berturut-turut. Pertandingan terasa sulit, karena kami bermain tanpa tujuh pemain inti yang absen karena alasan satu dan lain hal. Tapi anak-anak tetap tampil percaya diri dan kompak untuk menutup lubang yang ada. Subhanallah,” ujar Imran terbata-bata dengan penuh rasa haru. Kekompakan memang sangat terlihat dalam tim asal Cibubur ini. Ratusan pemain ISA Fossbi Trisakti dari kelompok usia U-6 hingga U16 dan orangtua ikut hadir memberikan support langsung kepada rekan-rekannya yang bertarung di lapangan. “Ya, memang kita menginstrusikan agar seluruh pemain dan orangtua hadir untuk memberikan support. Saya sempat berseloroh di grup WA, bila ada pelatih nggak hadir akan saya pecat. Terbukti mereka kompak datang, dengan teriakan dan sorakan mereka di pinggir lapangan, membuat pemain tampil menggila. Terimakasih untuk semuanta,” lanjutnya. Pelatih multi talenta ini juga menekankan bahwa kunci kemenangan anak-anak adalah doa. “Kita tadi juara adalah berkah semua karena anak anak yang muslim menjalankan sholat Dhuha sebelum pertandingan. Jika melibatkan Allah SWT, Insya Allah pasti memudahkannya,” tuturnya. Dengan pertandingan final ini, Liga Hansaplast Topskor U-13 musim 2018/19 telah berakhir. Partai final Liga Hansaplast Topskor ini juga dihadiri oleh beberapa sosok legenda sepak bola Indonesia, seperti Markus Horison, serta penjaga gawang Timnas Indonesia sekaligus Persija, Andritany Ardhiyasa. Selain itu, laga puncak ini turut disaksikan dua pelatih Timnas usia muda Indonesia yakni Fakhri Husaini (Timnas U-19) dan Bima Sakti (U-16). Liga Hansaplast Topskor U-13 musim ini diikuti 24 tim yang berasal dari Jabodetabek. Dari 24 peserta tersebut kemudian dibagi menjadi dua grup. Kompetisi juga berjalan penuh dengan memainkan 22 pekan. Usai partai final, direktur kompetisi Liga Hansaplast Topskor, Yusuf Kurniawan, mengungkapkan bahwa Liga Hansaplast Topskor adalah kompetisi yang berjenjang dan akan terus membantu perkembangan sepak bola usia dini. “Liga Topskor adalah kompetisi berjenjang. Kalian para pemain tidak akan berhenti di sini saja dan akan terus berkembang,” ungkap Yusuf. Dengan menjadi juara di Liga Hansaplast Topskor U-13 musim 2018/19, ISA Fossbi berhasil mempertahankan gelarnya. Di kompetisi musim lalu, ISA juga sukses menjadi juara. (Adt)

Dua Skuat Muda Persija Jakarta U-18 Jalani Seleksi Timnas U-18

Dua pemain muda Persija Jakarta U-18, Fikri Irvanuddin dan Muhammad Rifqi Adira akan menjalani seleksi Timnas U-18, di Cikarang, Jawa Barat. (persija.id)

Jakarta- Dua pemain Persija Jakarta U-18 yakni Fikri Irvanuddin dan Muhammad Rifqi Adira mendapatkan kesempatan menjalani seleksi untuk Timnas (tim nasional) Indonesia U-18. Fikri dan Rifqi akan menjalani Pelatnas (pemusatan latihan nasional) mulai Senin (22/4), di Cikarang, Jawa Barat. Kedua pemain muda Persija Jakarta itu dipanggil untuk menjalani seleksi Timnas berdasarkan surat resmi induk organisasi sepak bola Indonesia (PSSI) kepada manajemen Persija Jakarta. “Sehubungan dengan program Tim Nasional U-18 yang akan melakukan Pemusatan Latihan untuk mengikuti AFF U-18 Championship 2019 dan Kualifikasi AFC U-19 Championship 2020, PSSI akan melakukan seleksi dan pemantauan bakat pemain Tim Nasional U-18 pada tanggal 22-28 April 2019,” demikian bunyi surat tersebut. Fikri dan Rifqi merupakan skuat Persija U-16 yang sukses meraih peringkat ketiga kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-16 tahun lalu. Rifqi menegaskan bila dirinya tidak akan membuang kesempatan emas ini, dan siap memberikan yang terbaik saat menjalani Pelatnas nanti. “Tentunya memperkuat Timnas Indonesia merupakan sebuah mimpi yang menjadi nyata bagi saya. Sejak kecil saya memang memiliki mimpi untuk menjadi bagian dari Timnas Indonesia,” ujar Rifqi, Jumat (19/4). “Kesempatan ini saya pergunakan dengan baik dan akan memberikan 100 persen kemampuan terbaik saya,” tambahnya. Senada, Fikri juga mengaku siap untuk menjalani TC (training camp) di Cikarang, pada pekan depan. “Saya sangat antusias menjalani Pelatnas. Mudah-mudahan saya bisa lolos seleksi,” harap Fikri. (Adt)

Diikuti Lebih dari 1500 Pemain, IJL Musim 2019 Resmi Dibuka

IJL Resmi Dibuka dengan jumlah peserta lebih dari 1500 pemai dari 66 SSB pekan lalu (31/03/19). (Foto:IJL)

Indonesia Junior League (IJL) 2019 Resmi dibuka pekan lalu (31/3/19) di lapangan Nirwana Park Sawangan, Depok. Kompetisi musim ini diikuti oleh total lebih dari 1500 pemain dari 66 SSB yang siap berlaga di lapangan hijau. IJL sendiri terus membuktikan komitmentnya dalam berkontribusi untuk masa depan sepakbola Indonesia demi menciptakan iklim kompetisi yang sehat. IJL yang sudah memasuki musim keempatnya ini akan meluncurkan IJL Elite di akhir kompetisi. “Di musim keempat ini kami langsung menggelar tiga kategori yakni U-9, U-11 dan U-13. Tiap akhir kompetisi dirilis susunan pemain terbaik yang digabungkan menjadi satu tim dan diberi nama IJL Elite,” terang CEO Indonesia Junior League, Rezza Mahaputra Lubis. “IJL Elite ini yang kami harapkan nantinya bisa menjadi generasi penerus Timnas Indonesia di masa yang akan datang, database tiap pemain kami jaga tiap tahunnya,” ujar Rezza. “Bukan hal mudah memang menembus skuat IJL Elite, tidak hanya dari segi skill-teknik, visi bermain tapi juga attitude,” tambah Rezza. Washiyatul Akmal, Direktur Teknik IJL Elite yang juga mantan pemain Persija pun berkomentar bahwa dia selalu berharap bahwa proyek maya rantai IJL Elite ini akan berjalan mulus. “Tidak mudah memang menembus skuat IJL Elite, ibarat masuk Timnas, semua pemain terbaik berlomba-lomba dan benar-benar dipantau progresnya. Ini jadi semacam stimulus juga agar tiap SSB bisa menelurkan generasi terbaik tiap musimnya,” ujar Akmal. “Ini menariknya, saya pernah mengirim satu anak didik menembus skuat IJL Elite pada 2017 lalu. Ada satu kebanggaan besar tidak hanya dari sisi pemain tetapi juga orangtua,” tambah salah satu mantan pemain Persija lainnya, Aris Indarto. Menciptakan atmosfer kompetisi sepak bola usia dini yang segar dan sehat tetap jadi fokus utama IJL. Poin-poin khusus bahkan diciptakan untuk suporter dari tiap SSB. “Dinamika sepak bola usia muda Indonesia memang masih jadi pekerjaan rumah bersama. Penilaian untuk suporter bahkan kami jadikan rujukan mengakomodir keikutsertaan SSB di musim berikutnya, artinya harus ada sinergi agar kompetisi tidak hanya berjalan ketat tapi juga sehat, respect ke kawan, lawan juga perangkat pertandingan,” tegas Rezza. “IJL bebas dari intervensi karena semua SSB adalah mitra strategis kami,” tutup Rezza. Daftar Lengkap Tim Kontestan IJL 2019: U-9: 1. ASTAM 2. Salfas Soccer 3. Ragunan Soccer School 4. ASIOP 5. FU15FA Bina Sentra 6. M’Private Soccer School 7. All Star Galapuri 8. CISS 9. BMIFA 10. Pro:Direct Academy 11. Pelita Jaya SS 12. Indonesia Rising Star 13. Metro Kukusan 14. Garuda Muda Soccer Academy 15. Maesa Cijantung 16. Ocean Stars 17. Serpong Jaya 18. GRT Sitanala 19. Indonesia Muda Utara 20. SoccerEd 21. Cipondoh Putra 22. SSJ Kota Bogor 23. Alba FC 24. Fifa Farmel 25. Sparta 26. Garec’s 27. Remci 28. Kancil Mas Karawang 29. Young Warrior FA 30. D’Joe FC 31. Kembangan 8 32. Putra Agung 33. Abstrax FA 34. Atlas U-11: 1. ASTAM 2. Salfas Soccer 3. Ragunan Soccer School 4. ASIOP 5. FU15FA Bina Sentra 6. M’Private Soccer School 7. All Star Galapuri 8. CISS 9. BMIFA 10. Pro:Direct Academy 11. Pelita Jaya SS 12. Putra Sejati 13. Giras FC 14. Gagak Rimang 15. Maesa Cijantung 16. Ocean Stars 17. Serpong Jaya 18. Garuda Muda Soccer Academy 19. Indonesia Rising Star 20. Indonesia Muda Utara 21. Java Soccer Academy 22. GRT Sitanala 23. Tajimalela FA 24. Sparta 25. Remci 26. Young Warrior 27. Satria Muda FA 28. FIFA Farmel 29. Alba FC 30. Brazillian Soccer School 31. Stoni Indonesia 32. Garec’s 33. D’Joe FC 34. B24HABS. (IHA)

Putri Yusril Ihza Mahendra: “Saatnya Sepak Bola Wanita Mengharumkan Nama Bangsa”

Kenia Khairunnisa Mahendra

Sepak bola hanya milik pria, itu adalah “mind set” dan tradisi yang tumbuh di kalangan orang saat ini, Sepak bola wanita sangatlah dipandang sebelah mata. Bahkan saat ini pelatih timnas wanita Indonesia, Rully Nere mengalami kendala yang besar dalam mencari potensi pemain sepak bola wanita. Dengan proses seleksi yang tiada henti, bongkar pasang, tuntutan turnamen internasional, Ia masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pemain untuk Timnas Wanita Indonesia. Salah satu alasan yang paling kuat adalah minimnya kompetisi yang diselenggarakan. Lain halnya dengan Kenia Khairunnisa Mahendra, Ia pun berharap Persija Jakarta bisa punya tim khusus wanita. Menurutnya peran wanita dalam mengharumkan nama bangsa melalui sepak bola harus dianggap serius. “Perempuan saat ini sudah mulai terlepas dari jeratan budaya patriarki. Dimana peran kami tidak sebatas menjadi pelengkap bagi kebutuhan pria. Layaknya laki-laki, perempuan harus mandiri dengan pendidikannya dan penghasilannya sendiri termasuk jika pilihannya menjadi atlet sepak bola,” ujar Kenia. “Terlebih lagi, justru saya menilai timnas wanita mempunyai kesempatan yang lebih untuk memajukan nama Indonesia,” tegasnya lagi. Kenia yang juga merupakan putri dari Yusril Ihza Mahendra berpendapat bahwa untuk membuat bangsa lebih maju adalah dengan mendengar suara Srikandi Tanah Air. Berlatar belakang dari keluarga yang kental dengan perputaran politik di Indonesia, membuat Kenia berani menyuarakan isi hatinya secara lantang. “The Girl Power” tegas Kenia yang juga kebetulan adalah anak cucu dari Jama Sandon, seorang penggawa Timnas Hindia-Belanda pada tahun 1922 silam. “Semakin banyak perempuan yang bersuara, maka akan semakin banyak pula hak-hak mereka yang terpenuhi. Ambil contoh, perempuan sudah memiliki keterwakilan sebanyak 30 persen di parlemen, hal tersebut tentu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menyuarakan aspirasi bagi Indonesia ke depan. Termasuk soal kepentingan untuk srikandi rumput hijau yang membawa nama bangsa,” harapnya lagi. Walupun Ia sadar bahwa suara lantang yang Ia suarakan tidaklah mudah untuk direalisasikan, butuh keberanian dan investasi yang luar biasa untuk mendobrak tradisi sepak bola yang di dominasi oleh kaum Adam ini. Dari sekian banyak tim yang ada Ia berharap Persija yang akan dapat membantu membangun mimpinya ini. Alasannya cukup logis, mengingat Jakarta adalah miniatur bangsa Indonesia, dimana semua pusat politik, ekonomi dan olahraga berpusat di Jakarta yang tentunya bisa jadi landasan kuat untuk terciptanya 11 srikandi yang akan berlaga diatas rumput hijau, hal ini akan dapat merubah animo dan atmosfer dunia sepak bola tanah air. “Di Eropa, klub-klub sepak bola seperti Manchester City, Manchester United, Inter Milan, Barcelona sudah mempunyai tim-tim sepak bola wanita. Itu menunjukkan bahwa, kaum hawa tidak bisa dipandang remeh, kami juga mempunyai potensi dalam olahraga atau pekerjaan yang notabenenya dilakukan oleh laki-laki,” tegas Kenia. “Jadi, cukup menarik ketika hal tersebut juga diterapkan oleh klub-klub sepak bola di Indonesia, khususnya Persija yang notabene adalah tim Ibu Kota. Pastinya hal tersebut bisa menjadi bahan rujukan klub lainnya nanti,” tandas Kenia yang mengaku ngefans dengan Persija sejak 2001 tersebut. (IHA)

Meski Gagal Masuk Final Piala Asia, Sepakbola Indonesia Tidak Akan Mati

Indra Sjafri saat konferensi Press di Hanoi, Vietnam.(foto:Istimewa)

Walaupun Timnas Garuda Muda U-23 tidak berhasil lolos untuk masuk ke putaran final Piala Asia U-23 2020, Indra Sjafri angkat bicara bahwa hal ini tak membuat sepakbola Indonesia mati. Timnas Indonesia kalah di laga Perdana bersaing melawan Thailand dengan skor 0-4, kemudian disusul dengan kekalahan saat melawan Vietnam di stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, pekan lalu (24/3/29) dengan skor 0-1 yang disumbangkan oleh Trieu Viet Hung yang sekaligus mengubur satu-satunya kesempatan bagi timnas Indonesia untuk masuk ke putaran final. Walaupun masih ada satu pertandingan lagi yang tersisa melawan Brunei, selasa (26/3/19) ini, Indonesia takkan mampu mengejar ketinggalannya terhadap Thailand dan Vietnam yang sudah mendulang 6 poin. Indra Sjafri selaku pelatih dengan lapang dada mengucapkan selamat kepada Vietnam yang akan lolos ke putaran final Piala Asia, dan Ia juga mengingatkan bahwa kekalahan ini tidak akan membuat sepakbola Indonesia mati. “Kami ucapkan selamat untuk Vietnam, saya pikir Vietnam akan lolos karena Thailand sebagai tuan rumah otomatis lolos,” kata Indra dalam konferensi pers usai laga. “Dengan kekalahan ini, sepakbola Indonesia tetap berkembang dan apa yang akan kami lakukan tentu ada target lain yang akan kami capai. Tapi yang kami pastikan, sepakbola Indonesia tidak akan mati dengan kekalahan ini,” tegasnya. (IHA)

Egy dan Saddil, Akan Memperkuat Serangan Timnas U-23

Egy Maulana Vikri.

Timnas Indonesia U-23 mendapat kepastian akan penambahan dua pemain yang diharapkan dapat menambah ragam pola serangan dalam kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Vietnam, yaitu Egy Maulana Vikri dan Saddil Ramdani. Selain dua nama tersebut ada beberapa nama baru yang juga akan dimasukkan ke Timnas U-23, mereka adalah; TM Ichsan, Febby Eka Putra, Kadek Raditya, Mahir Radja Djamaoedin dan Ezra Walian. Dengan kedatangan Saddil Ramdani dan Egy Maulana Vikri yang berpotensi menjadi starter, maka bisa di pastikan bahwa variasi serangan tim Garuda Muda nanti akan bertambah secara signifikan. Egy dan Saddil akan bersaing dengan nama lain seperti Witan Sulaeman, Osvaldo Haay, hingga Todd Rivaldo Ferre untuk posisi starter. Kombinasi antara Saddil dan Egy adalah kombinasi yang sempurna, karena dengan adanya mereka, posisi penyerang sayap kanan dan kiri terasa lengkap. Berkaca dari Piala Asia U-19, Saddil banyak bermain di sayap kanan sedangkan Egy di sayap kiri. Selain itu Indra Sjafri saat Timnas U-19 melawan Taiwan, juga menempatkan Egy sebagai playmaker di belakang penyerang utama Lini serang Timnas Indonesia U-23 dikenal dengan komposisi pemain yang baik dari segi kecepatan dan kualitas individu yang baik, seperti Witan Sulaeman, Egy Maulana, Saddil Ramdani, Todd Rivaldo Ferre, hingga Osvaldo Haay. Sadil selain memiliki kemampuan menyerang dari sisi lapangan juga memiliki tembakan jarak jauh yang keras, karena pemain Pahan FA itu bisa menekuk bola ke dalam saat melepaskan tendangan langsung ke gawang lawan. Dalam ajang kualifikasi ini formasi yang bakal jadi andalan Indra Sjafri adalah formasi 4-3-3, dan serangan akan gencar dijalankan dari sisi sayap. (IHA)

Derby Jawa Timur Warnai Drawing 8 Besar Piala Presiden 2019, Maruarar Sirait: Fair Play dan Tak Ada Pengaturan Skor

Maruarar Sirait (Ketua Steering Committe) mengatakan penyelengaraan Piala Presiden 2019 harus fair play dan tak ada pengaturan skor. (Adt/NYSN)

Jakarta- Gelaran Piala Presiden 2019 telah memasuki babak 8 besar atau perempat final. Induk organisasi sepak bola Tanah Air, PSSI selaku operator turnamen Piala Presiden 2019 juga telah melangsungkan undian perempat final, di ruang media Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada Selasa (19/3). Derby Jawa Timur (Jatim), yakni Persebaya kontra Tira-Persikabo mewarnai duel delapan tim yang lolos. Laga Persebaya versus Tira-Persikabo sendiri merupakan ulangan pada babak fase Grup A yang berakhir dengan skor imbang 0-0. Selain itu, adapula laga antara Persela Lamongan dan Madura United. Pada laga perempat final, empat tim teratas juara grup yaitu Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, Bhayangkara FC, dan Persija Jakarta akan menjadi tuan rumah pada pertandingan ini. Sedangkan Kalteng Putra, Madura United, Tira-Persikabo, dan Arema FC bakal bermain sebagai tim tamu. Pada babak 8 besar ini menggunakan sistem gugur dan hanya menggelar satu pertandingan yang dihelat pada 29-31 Maret 2019. Dan, empat tim pemenang nantinya melaju ke babak semifinal Piala Presiden 2019 yang nantinya digelar dengan sistem kandang-tandang. Candra Wahyudi, Manajer Persebaya, menanggapi hasil pengundian yang kembali mempertemukan timnya dengan Tira-Persikabo. “Pinginnya sebenarnya mau ketemu sama Arema. Tapi kalau finalnya ya lawan Persija,” tutur Candra. Sementara itu, Kalteng Putra yang akan menantang Persija Jakarta ditanggapi santai oleh Sigit Wido selaku manajer Kalteng Putra. Ia mengungkapkan pertemuannya dengan tim kebanggan ibukota itu tak menjadi masalah. Sebab, ungkap Sigit, pada fase penyisihan grup, timnya mampu menumbangkan tim-tim besar seperti Persipura dan PSM Makassar. “Lawan Persija nggak masalah, karena di babak penyisihan grup kami juga sudah buktikan bisa mengalahkan tim-tim besar,” tutur Sigit. Menurutnya, ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim asuhannya tersebut. “Kami bisa bertemu dengan salah satu tim peserta Piala AFC,” tambah Sigit. Sedangkan Maruarar Sirait, Ketua Steering Committe (SC), menyebut penyelengaraan turnamen Piala Presiden 2019 sudah sesuai jadwal dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. “Sebagai Ketua Steering Committe saya sudah mengecek satu persatu bahwa semua sudah sesuai jadwal. Ini bagus tepat waktu dan sangat disiplin,” cetus Maruarar. Begitu juga dengan animo masyarakat, yang dinilai Maruarar sangat tinggi untuk menyaksikan hajatan Piala Presiden ini. “Jumlah penonton cukup banyak. Apalagi terdapat aturan yang sangat tegas apabila ada tim yang melanggar aturan akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” lanjutnya. Ditambahkannya, pelaksanaan Piala Presiden di musim ini mendapatkan apresiasi besar dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). “Presiden meminta industri sepak bola harus bagus. Mafia harus dihabiskan karena tidak sehat untuk industri sepak bola,” terangnya. “Kami ingin membuktikan sebagai bangsa besar dapat menggelar sepak bola dengan fair play, transparan, dan tidak ada pengaturan skor,” tukas pria yang akrab disapa Ara itu. (Adt) Hasil Drawing Babak 8 Besar Piala Presiden 2019: 1. Persebaya Surabaya vs Tira-Persikabo 2. Persela Lamongan vs Madura United 3. Persija Jakarta vs Kalteng Putra 4. Bhayangkara FC vs Arema FC

Putaran Final Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 Segera Dimulai, Simak Jadwalnya

Timnas U-23 saat uji coba melawan Bali united di stadion Kapte I Wayan Dipta, Gianyar, Bali Sabtu lalu (18/3/19). Foto Kompas.com

Perjuangan Timnas U-23 Indonesia akan dimulai untuk memperebutkan putaran final babak kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Timnas merah putih ini akan bertemu lawan yang berat pada laga perdananya yaitu Thailand. Tim yang dijuluki sebagai Garuda Muda ini akan bersaing dengan Vietnam, Thailand dan Brunei Darussalam di Group K untuk memperebutkan dua posisi teratas agar dapat maju ke putaran final. Walaupun begitu sudah dipastikan bahwa Thailan akan dapat lolos ke putaran final tersebut, mengingat tim Gajah Putih yang juga selaku tuan rumah, sehingga secara otomatis akan mendapatkan tiket putaran final. Timnas Indonesia U-23 yang sebagian besar adalah jebolan timnas U-19 tersebut akan bertanding melawan Thailand pada 22 Maret 2019, kemudian dilanjutkan melawan Vietnam pada 24 Maret 2019 dan ditutup saat menghadapi Brunei Darussalam pada tanggal 26 Maret 2019 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi Vietnam. Hanya ada 16 tim yang bisa lolos menuju putaran final dan salah satunya sudah dimiliki oleh Thailand. Indonesia harus menjadi juara group untuk mendapatkan kepastian lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020, aka tetapi jika Tim Indonesia hanya menempati peringkat kedua, maka Indonesia masih harus bersaing poin dengan runner-up dari group yang lain. Pelatih timnas Indra Sjafri sendiri yakin bahwa timnya akan lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020. Hal ini berdasarkan pengalamannya saat masih menjadi pelatih timnas U-19 Indonesia 2013 lalu. “Ini siklus persis pada 2013 untuk saya. Ada tanggung jawab AFF waktu itu, kami juara,” ujar Indra yang dikutip dari BolaSport.com. “Setelah itu, ada Kualifikasi Piala Asia, jarak tiga pekan juga dan kami lolos setelah mengalahkan Korea Selatan. Kami lolos waktu itu (2013) dan saya yakin hal ini akan terulang,” ujarnya menambahkan. Berikut adalah dadwal lengkap kualifikasi Piala Asia U-23 2020 untuk Timnas Indonesia, yaitu: Jumat, 22 Maret 2019 – Thailand vs Indonesia pada pukul 17.00 WIB Minggu, 24 Maret 2019 – Indonesia vs Vietnam pada pukul 20.00 WIB Selasa, 26 Maret 2019 – Indonesia vs Brunei Darussalam pada pukul 17.00 WIB. (IHA)