Pembangunan Perkampungan Atlet di Jakabaring Sport City Terus Di Kebut

wisma atlet 1

Jakarta dan Palembang terus berkoordinasi, berbenah dalam persiapan event olahraga terbesar di Asia yakni Asian Games 2018. Seperti halnya pilot project di Jakabaring Sport City. Nantinya, di Jakabaring Sport City akan melangsungkan beberapa cabang olahraga (cabor) seperti women football, sepak takraw, tenis/soft-tennis, voli indoor/voli pantai, kano/kayak, dayung, menembak, trialthon, sport climbing, dan rollersports. Pembangunan perkampungan atlet pun, terus dikebut untuk memenuhi target penyelesaian. Pada proses pembangunan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin sempat mengatakan, bahwa proses pembangunan akan selesai akhir tahun ini. “Insya Allah, pada saat Asian Games nanti tidak akan ada bau cat lagi,” ujar Alex seperti dikutip Tempo.com. Sekitar 3.000 atlet bakal ditampung di perkampungan atlet ini. Para atlet Asian Games pun, akan mudah menuju perkampungan atlet yang terletak di Jakabaring Sport City melalui Bandara Sultan Mahmud Badruddin II dengan menggunakan Light Rapid Transit (LRT). “Nanti akan melewati 13 stasiun, dan dalam waktu 26 menit 30 detik, ini sudah kami hitung, sudah sampai ke Jakabaring,” kata Alex. Perkampungan atlet ini, dibagi dalam tiga zona yakni zona A, zona dua dan zona tiga. Di zona A bisa menampung 1.178 atlet dengan total kamar 369. Selanjutnya, di zona dua bisa menampung 960 atlet dengan jumlah kamar 320 unit. Dan, untuk zona tiga terdapat 278 kamar dan bisa menampung 963 atlet. Sementara itu Direktur II Athlete Village and Services INASGOC, Bambang Supriyanto, mengatakan, zona A merupakan wisma atlet pada ajang Sea Games 2011 lalu. Dan, untuk pembangunan zona tiga ditargetkan rampung pada tahun depan 2018. “Sekarang sedang tahap toping up. Sampai bulan Maret itu sudah selesai semua. Dan, semua kamar setarat dengan standar hotel bintang empat,” jelasnya. (pah/adt)

Tujuh Tahun Geluti Sepakbola, Dhika Berhasil Kibarkan Merah Putih Di Perancis

Andhika Dwi Kartika

Indonesia patut berbangga hati, terkadang mengibarkan nama negara di negara orang lain tidak semudah apa yang kita inginkan. Bahkan ada bahasa yang menyatakan “bahwa keinginan mesti sesuai dengan kemampuan.” Kisah Atlet muda dan bertalenta ini bernama lengkap Andhika Dwi Kartika, ia sudah menjadi kebanggaan orang tuanya, di umurnya yang masih terbilang muda ini sudah berhasil membawa nama Indonesia sampai ke negara Perancis melalui ajang sepakbola Danone. Andhika Dwi Kartika atau yang biasa disebut Dhika ini telah menekuni dunia sepak bola sejak umur 7 tahun. Melalui sekolah sepakbola yang di geluti nya yaitu SSB Salfas Soccer. Dan saat ini Dhika masih tercatat sebagai murid di sekolah menengah pertama SMPN 16 Cikokol, Kota Tangerang “Dari umur 7 tahun langsung ikut SSB, dari hati sendiri terus juga di tambah dukungan dari orang tua. “Ujar Dhika kepada nysnmedia.com, Selasa (28/11/2017). Selain prestasi dari ajang Danone 2016, Dhika juga berhasil mendapatkan 14 trophy dari berbagai ajang perlombaan mulai dari tingkat Kabupaten hingga nasional, dan tidak luput juga dari prestasi dirinya di sekolah yang menjuarai kompetisi Kemenpora se-Kota Tangerang dan timnya mendapat juara 3 serta juara 1 di Kota Tangerang Selatan menggebut bersama tim serpong City. ” Iya saya dan tim berhasil mendapatkan juara se-Kota Tangerang, tapi hanya mendapatkan juara 3, terus juga menjadi juara 1 di Kota Tangerang Selatan ikut sama tim Serpong FC tapi timnya dari anak-anak sekolah aku,”ujar Dhika yang juga memiliki hobi badminton Dengan semua gelar serta prestasi yang sudah di raih oleh atlet muda yang satu ini, tentu Dhika tidak pernah lupa berbagi pengalaman, dhika pun sempat memberikan pesan dan saran untuk pemain – pemain muda yang ingin menjadi pemain berkelas dan berbakat seperti dirinya. “Pesannya sih, mesti rajin latihan, terus berusaha dan tetap semangat, lalu ikuti saja arahan pelatih,”tutupnya.(cil/adt)

Mantabkan Olahraga Woodball Pada PON Ke-20 Di Papua, Tangsel Menjadi Tempat Premier Championship 2017

Indonesia-woodball-championship-2017

Setelah menjadi cabor eksebisi pada PON ke 19 di Jawa Barat 2016 yang lalu, rencananya olahraga Woodball akan resmi dipertandingkan dalam PON ke-20 di Papua tahun 2020 mendatang. Tangsel mendapat kepercayaan menggelar event Indonesia Woodball Premier Championship 2017, yang digelar pada 1-3 Desember berlokasi di Pamulang. Sebanyak 100 atlet dari 13 pengurus Provinsi woodball turut berpatisipasi. Terdapat dua kategori yakni single stroke dan team stroke. Olahraga woodball memang masih terbilang baru di Indonesia, akan tetapi sudah mampu berbicara di tingkat Internasional. Woodball hampir mirip dengan golf. Tapi, woodball menggunakan tongkat kayu dan bola kayu, serta mendapatkan poinnya harus mengenai sasaran kayu yang bergerak. Wakil Ketua Pengurus Besar Indonesia WoodBall Asosiation, Okta Hendarji mengatakan, meskipun olahraga ini masih terbilang baru di Indonesia, tetapi para atlet Indonesia sudah mampu berbicara banyak di pentas Internasional dan bersaing dengan negara lain. “Atlit-atlit Indonesia sudah dapat bersaing dengan negara lain, seperti China, Thailand dan negara asal olahraga woodball ini yaitu Taiwan,” ucap Okta. Untuk itu Pengurus Besar Indonesia woodball akan mempersiapkan atilit-atlitnya untuk berpartisipasi di PON Papua 2020 mendatang. Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi Indonesia Woodball Banten Suhendar Wijaya mengatakaan, bahwa olahraga yang terbilang baru ini akan terus dikembangkan agar bisa menambah prestasi dan mengangkat olahraga woodball. “Olahraga woodball akan terus dikembangkan, agar dapat menambah pundi-pundi medali dalam turnamen di tingkat Nasional maupun Internasional,” tutupnya.(pah/adt)

Terungkap Kasus Match Fixing Di Indonesian Basketball League (IBL)

Terungkap-Kasus-Match-Fixing-Di-Indonesia-Basketball-League-IBL-1

Dunia basket di Indonesia baru-baru ini digegerkan dengan kabar yang mengejutkan. Terdapat kasus match fixing atau pengaturan skor yang dilakukan 8 pemain basket dan 1 official pada klub JNE Siliwangi Bandung. Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) mengeluarkan surat sanksi kepada 9 nama pada ajang Indonesia Basketball League (IBL) yaitu, Ferdinand Damanik, Tri Wilopo, Gian Gumilar, Haritsa Herludityo. Untung Gendro Maryono, Fredy, Vinton Nolan Sarawi, Robertus Riza Raharjo dan Zulhimi Fatturohman. Kesembilan nama ini telah melakukan pelanggaran dengan mengatur skor pada Seri II IBL musim lalu. Mereka berbuat curang pada 4 sampai 5 pertandingan. Mereka diduga menerima uang hingga 900 juta rupiah dalam satu kali laga. Rumor kasus ini sudah berhembus sejak ajang pemanasan Perbasi Cup 2017 sebelum IBL regular tahun 2017-2018 dimulai. Sejumlah nama-nama pemain dari klub Siliwangi sudah hilang dari daftar pemain yang akan berlaga. Bahkan kasus ini diduga sudah terjadi sejak dahulu ajang basket nasional Indonesia masih dengan nama National Basketball League (NBL) dan Kompetisi Bola Basket Utama (Kobatama). Namun, tidak pernah ada yang berani membuka kasus ini. Perbasi dan IBL Memberikan Sanksi Dalam surat yang dikeluarkan pada 21 November 2017 lalu, Perbasi memberikan sanksi tegas dengan membekukan pemain untuk mengikuti berbagai kegiatan basket di Indonesia baik sebagai pemain, official, pelatih dan sebagainya. Sanksi yang diberikan berbeda, seperti Ferdinand dibekukan selama 5 tahun, Triwilopo, Gian Gumilar, Haritsa dan Untung dijatuhi sanksi dibekukan selama 4 tahun. Fredy, Vinton dan Robertus selama 3 tahun dan Zulhimi selama 2 tahun. Perbedaan waktu sanksi ini dilihat dari seberapa besar kontribusi individu masing-masing dalam kasus ini. Bahkan, IBL pun ikut memberikan sanksi kepada pemain yang terlibat yaitu larangan bermain IBL seumur hidup. Sanksi keras ini diberikan karena melanggar peraturan IBL bab 4 pasal 7 ayat 2 yang berbunyi: “Apabila terdapat salah satu personel klub IBL yang terbukti melakukan game fixing (pengaturan skor), maka personel klub IBL tersebut akan dikenakan sanksi minimal Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) dan tidak boleh mengikuti kegiatan PT BBI seumur hidup.” Pengakuan Dari Para Pelaku Kasus ini dibeberkan oleh salah satu nama dari 9 nama tersebut yang memberitahu kepada Perbasi dengan membawa bukti rekaman. Tetapi, Perbasi enggan memberitahukan siapa yang mengadu. Ia merasa bahwa tidak nyaman atas perbuatannya. 8 nama lainnya juga sudah mengaku kesalahannya. 9 pelaku meminta kepada Perbasi untuk tidak membeberkan apa saja yang sudah mereka lakukan dan mereka tetap menerima resiko dari perbuatan haram tersebut. Dalam pengakuannya, mereka sangat terpaksa melakukan hal tersebut karena mereka tidak dibayar oleh klubnya. Namun, pihak manajemen klub Siliwangi membantah hal tersebut dan mengaku tidak terlibat dalam match fixing. Pihak manajemen klub Siliwangi merasa kecewa atas perbuatan anggota dari klub Siliwangi. Bahkan pihak manajemen klub Siliwangi sangat mengapresiasi tindakan dari Perbasi dan IBL dengan memberikan sanksi dan mengusut tuntas kasus ini. Klub JNE Siliwangi Bandung memang gagal melaju ke playoff setelah kalah dalam 10 pertandingan dari 14 pertandingan yang dilakukan. Hingga saat ini, Perbasi masih melakukan investigasi dan sudah mengantongi 13 nama lain yang diduga terlibat. Perbasi juga mengajak kerja sama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mengusut kasus ini yang bisa berlanjut ke pengadilan. Selain itu, Perbasi mencurigai ada 5 pemain asing dari Amerika dan Kanada yang ikut terlibat. Perbasi merasa dalang atau bandar yang mengatur skor dari kasus ini bukanlah orang Indonesia. IBL 2017/2018 Terancam Ditunda Ajang IBL 2017/2018 rencananya akan mulai diselenggarakan pada 8 Desember mendatang dan akan diikuti 10 tim nasional. Dengan adanya kasus yang masih terus bergulir ini menimbulkan banyak komentar tentang ajang IBL 2017/2018 yang terancam ditunda. Seperti tweet dari akun @jalapag13 yang memberikan balasan dari akun @mainbasket. Dalam tweetnya ia setuju jika IBL 2017/2018 untuk ditunda hingga kasus match fixing tuntas. Ada juga tweet dari akun @legolard yang tidak setuju jika ditunda karena melakukan investigasi bisa sambil berjalan dengan liga IBL. Semoga kasus ini bisa cepat terselesaikan dan pihak-pihak terkait bisa menerima hukuman yang adil untuk mewujudkan basket Indonesia yang bersih.(put)

Perbedaan Olahraga Beladiri dan Beladiri Murni Aikido

Pelatih-Senior-Aikido-dan-murid-muridnya

Saat ini olahraga beladiri Aikido masih di anggap eksklusif, pasalnya alat yang di gunakan dalam persiapannya tergolong khusus. Seperti halnya matras, dan atributnya lebih tebal jika di bandingkan baju beladiri lainnya. Ketebalan baju seragam aikido juga bukan tanpa alasan, untuk menjalani tehnik beladiri aikido lebih mengutamakan cengkraman yang kuat, dan tiga rumus pertahanannya. Yang pertama adalah kuncian, bantingan dan lemparan. Pelatih Aikido Indonesia Robinson G. Munthe mengatakan kepada nysnmedia.com bahwa tehnik aikido sendiri adalah persendian. “Dari keseluruhan bisa saya rumuskan secara spesifik tehnik aikido lebih mengarah ke persendian atau tulang sendi dan bagian tubuh yang dianggap fital, seperti leher,” papar Robinsoon Meski tergolong baru di Indonesia, aikido ini sudah menjadi idola di kalangan beladiri khusus di panggung MMA, yang memiliki karakteristik jenis olahraga ekstreem, oleh sebab itu aikido ini tidak memiliki ajang yang di pertandingkan, tetapi lebih menjadi perlindungan diri yang efektif bagi keselamatan jiwa dari orang-orang yang berniat jahat. Robinson juga nenambahkan bahwa aikido ini mulai masuk dari era tahun 70an, dan pada era 90an mulai banyak di pelajari oleh masyarakat umum. “Aikido ini mulai masuk sekitar tahun 1970, dan mulai marak di tahun 1990an. Dengan latar belakang para peminatnya adalah pertahan diri yang efektif untuk menjalankan aktifitas sehari-hari, guna menghindari penjahat, ataupun seseorang yang memiliki niat menyakiti orang lain,” tambah Robinson Beladiri asal negeri sakura ini di percaya dapat bersinergi kepada olahraga beladiri lainnya seperti muaythai, jujitsu, judo dan bahkan tinju. Karena basic pengetahuan tehniknya tergolong sama, maka dari itu ketika seseorang pernah ikut aikido, lalu beralih ke judo ataupun jujitsu tidak akan mendapatkan kesulitan. Secara dari ruh ataupun sejarahnya itu sama, antara aikido dan judo, ataupun jujitsu,” tambah Robinson Pada sejarahnya aikido ini adalah sekelompok pasukan tempur yang memakai pedang pada sebelum negara jepang di kuasai oleh Amerika, dan setelah di kuasai oleh Amerika hanya merubah sedikit gaya dalam bertarung, karena tehnik aikido ini tergolong lebih sadis di bandingkan sekarang. Artinya ada tehnik serangannya yang mulai di kurangi. Di bandingkan dengan olahraga beladiri lainnya aikido ini konsisten untuk tidak memasuki ranah olahraga, seperti halnya beladiri taekwondo ataupun karate. Karena merupakan penggabungan tehnik yang biasa di sebut grapling yang lebih efektif untuk beladiri, misalnya di pasar, mall, dijalanan ataupun di titik keramaian, karena tergolong dengan tehnik cepat mengantisipasi pukulan secara tiba-tiba. Beladiri merupakan permasalahan mindset, ketika seseorang belajar beladiri, pikirannya harus terbuka. Dan belajar mengkombinasikan tehnik terhadap beladiri lainnya, dimana masih terletak celah-celah kosong pertahanan dari satu beladiri yang kita pelajari. Bagi Robinson melatih dan mengajar itu sama dengan belajar, secara otomatis dirinya mengulas kembali tentang materi tehnik. “Bagi saya, mengajar itu sama dengan belajar, saya tidak pernah berhenti belajar, karena pada dasarnya kita mendapatkan ilmu tambahan dari orang lain, dan biasanya dari sanalah kita mendapatkan manfaat pada umumnya,” terang RobinsonDirinya mengaku telah menggabungkan hampir semua tehnik beladiri yang ada dan telah berhasil melahirkan tehnik baru bernama Combat Aikido, dimana unsur semua tehnik di dapatkannya dari metode menampung masukan dari tehnik beladiri yang ada. Karena pada dasarnya seluruh beladiri yang ada hampir semunya memiliki 3 pondasi dasar, yang pertama fleksibilitas, yang kedua adalah kekuatan, dan terakhir mobilitas. Artinya dengan begitu Robinson merumuskan bahwa beladiri harus bekerjasama dengan beladiri lainnya. “Saya berpendapat dari ketiga unsur di atas, artinya kita harus melengkapi base kita, dan bekerjasama dengan beladiri lainnya, tetapi bukan untuk mengenal beladiri lainnya, tetapi lebih kepada memperkuat base kita masing-masing, saya pribadi mempelajari tehnik lain dari beladiri apapun misalnya muaythai, bukan hanya untuk pengetahuan saja, tapi untuk memperkokoh dan melengkapi base saya sendiri yaitu aikido,”ucapnya Saat ini, Robinson telah memiliki 3 tempat atau cabang beladiri yang biasa di sebut “Dojo” lokasi latihan, diantaranya terletak di medang lestari Gading Serpong, kemudian hasil kerjasama dengan BSA yang terletak di Anggrek Loka BSD, lalu di spring club Gading Serpong, dan rencananya akan buka baru lagi di The Latinos BSD hasil kerjasama dengan BSA.(adt)

Kabupaten Sidoarjo Optimis Raih Medali di Kejurnas Tenis

Kabupaten-Sidoarjo-Optimis-Raih-Medali-di-Kejurnas-Tenis

Kali ini, Kabupaten Sidoardjo akan menurunkan empat atletnya dalam keikut sertaanya dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis di Blitar, pada 30 November hingga 4 Desember 2017 mendatang. Ke empat atlet tenis yang akan bersaing di Kejurnas merupakan binaan dari Pesatuan Lawan Tenis Indonesia (Pelti). Pelatih Khosim mengatakan, faktor kesiapan dan cuaca menjadi kendala dalam persiapan Kejurnas. Meski, ke empat atletnya memiliki potensi namun, apabila persiapan kurang tepat akan menjadi kendala yang berarti. “Terkendala hujan yang setiap hari mengguyur,” ujarnya seperti dikutip Jawa Pos. Alasannya menghentikan, karena ingin menjaga kondisi agar tidak menurunkan fisik atlet. Walaupaun terganggu, Khosim berharap atletnya dapat bersaing dalam perebutan medali. “Mudah-mudahan bisa meraih emas, usaha para atlet harus maksimal,” pungkasnya.(pah/adt)

Olahraga Dodgeball, Perkembangan di Indonesia dan Manfaatnya

dodgeball-in-HK-part-2-post-court

Pernahkah kalian mendengar olahraga dodgeball? Pasti, kalian akan bertanya-tanya olahraga apa itu dan bagaimana permainannya? Dodgeball merupakan olahraga yang unik, dimana para pemainnya harus melempar bola untuk mengenai lawan. Lawan pun, harus menghindar dari lemparan bola agar tidak tereliminasi dari lapangan. Namun, jika lawan berhasil menangkap lemparan dari lawannya, si pelemparlah yang akan tereliminasi. Olahraga yang sangat unik. Olahraga dodgeball yang mirip dengan olahraga handball ini memiliki tiga sistem cara menentukan pemenang, yang pertama sistem eliminasi dimana tim pertama yang bisa eliminasi seluruh pemain lawan. Yang kedua, dengan menggunakan sistem waktu. Dalam sistem waktu, jumlah pemain terbanyak yang masih berada di dalam lapangan itu yang akan menang. Dan yang ketiga, dalam penghitungan skor. Hampir sama dengan menentukan pemenang dengan sistem waktu. Dimana, pada akhir pertandingan akan dilakukan penghitungan jumlah pemain yang masih berada di lapangan. Satu tim terdiri dari empat orang dan dimainkan dalam empat babak masing-masing berdurasi tiga menit. Olahraga dodgeball sangat populer di Malaysia, Singapura dan Thailand. Lalu, bagimana dengan di Indonesia? Sebenarnya, dodgeball sudah mulai masuk Indonesia setelah ajang Sea Games 2011 Jakarta-Palembang. Emmanuel Robin Tan yang juga menjabat sebagai Presiden Asia Dodgeball Federation, mengajak para mahasiswa Palembang yang bekerja sebagai Liaision Officer Sea Games 2011 untuk mengembangkan dodgeball di Indonesia. Lambat laun, di Kota Palembang juga lah lahirnya klub dodgeball pertama yang bernama Palembang Dodgeball Club (PDC). Guna mengembangkan dodgeball di Indonesia, para anggota PDC yang mayoritas diisi oleh mahasiswa ini memberikan pelatihan kepada pelajar SMA di Palembang. Bahkan, di bulan Februari 2017 lalu, Prem Kumar pemilik Amped Trampoline Park, ingin membentuk asosiasi Dodgeball Indonesia dibawah naungan KONI Pusat. Dan, bahkan di Amped Trampoline Park, anak-anak sangat bergembira bermain dodgeball. Tapi, bukan hanya dimainkan anak-anak saja, olahraga ini juga eksis dikalangan remaja dan bahkan sudah mulai banyak yang tertarik olahraga dodgeball. Dan sampai saat ini, olahraga dodgeball terus berkembang. Terutama bagi para pemuda yang sudah mulai menekuni olahraga dodgeball. Salah satunya, di kampus Universitas Pelita Harapan (UPH) yang membuat kompetisi dodgeball antar jurusan. Lantas, apa manfaat yang akan kita dapat ketika bermain Dodgeball? Bagi anak-anak akan bermanfaat seperti gerakannya dapat memberikan manfaat terhadap kekuatan tangan dan kaki, gerakan refleks, serta menaikan tingkat konsentrasi pada anak. Nah, untuk para pemuda banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari olahraga dodgeball Latihan Aerobik Dimana pemain harus berlari kecil di atas trampolin untuk menghindari lemparan bola lawan. Gerakan ini, bisa meningkatkan kesehatan kardiovaskular dengan menurunkan tekanan darah dan denyut nadi, meningkatkan sirkulasi dan membakar kalori. Menurut “High Intensity Interval Training”, interval yang berjalan dapat menawarkan dorongan sementara pada metabolisme sekaligus meningkatkan kekuatan otot dan koordinasi. Agility dan Balance Pemain dodgeball tentunya harus menghindari lempar bola. Tentunya dengan begitu, pemain bisa meningkat kelincahan dan juga melatih keseimbangan diatas matras atau trampolin. Latihan Kekuatan Melempar bola karet kepada lawan, tentunya membutuhkan kekuatan yang besar. Ini yang terjadi di dodgeball. Pemain yang berulang kali melempar bola akan membangun otot di bahu, punggung, perut dan lengan. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S., latihan pembentukan otot secara teratur dapat mengurangi risiko penyakit seperti osteoporosis dan osteoartritis. Koordinasi Tangan-Mata Tentunya, dalam melempar bola. Para pemain, harus memiliki kordinasi tangan dan mata yang baik. Ini bisa melatih fokus serta kecepatan. Bagaimana tertarik untuk berolahraga dodgeball? Eits, jangan khawatir. Permainan dodgeball bisa kalian dapati di kawasan Kelapa Gading, Jakarta tepatnya di Amped Trampoline Park.(pah/adt)

Dilema Olahraga Voli Yang Sering Di Alami Tacik

Eki-Ramdany-Fauzi-voli

Salah satu atlet voli Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2017, Eki Ramdany Fauzi atau yang akrab disapa Tacik berbagi cerita bagaimana ia melihat olahraga di Indonesia terutama olahraga voli. Ada beberapa atlet yang sengaja ditaruh di suatu tim berdasarkan kenalan dari pelatih. Ia berpendapat bahwa banyak atlet yang dipilih tidak berdasarkan kualitas namun berdasarkan kedekatan pelatih dengan atlet. “Jadi orang yang mempunyai kualitas bagus tidak bisa ikut di event-event yang bagus, cuma kalah sama orang-orang yang punya channel. Biasanya itu anak-anak titipan dari pelatih yang bisa ikut padahal kualitasnya biasa saja.”tuturnya Cowok yang berusia 19 tahun ini merasa bahwa kualitas atlet Indonesia tidak bisa maju jika hal ini terus terjadi. “Ya kapan bisa majunya kalau seperti itu. Kualitas pemain yang lebih penting daripada channel atau anak-anak titipan.”ujar Tacik Pada awalnya, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Semarang ini bermain voli sejak duduk dibangku sekolah dasar. Ia juga baru mengetahui bahwa sang ayah juga mantan pemain voli. Sebagai seorang atlet, Tacik pun tidak jauh dari cedera yang pernah alami dibagian kaki. “Waktu itu pas main pertandingan di Maluku, aku ngeblock tapi gak tau ke injek atau nekuk, engkel aku bengkak dan gak bisa lanjut main lagi. Ya agak sedikit kecewa dan langsung kalah tim aku saat aku udah dibawa keluar lapangan.”tutupnya(put/adt)

Kurash, Olahraga Bela Diri Paling Tua Di Dunia Tetapi Baru Akan Dipertandingkan di Asean Games 2018

Kurash-Olahraga-Bela-Diri-Terlatih-Paling-Tua-Di-Dunia-1

Pernahkah kamu mendengar olahraga bela diri Kurash? Jika kamu belum tau, olahraga Kurash ini akan menjadi salah satu cabang olahraga baru yang masuk di Asian Games. Kurash berhasil masuk berkat keputusan pada rapat Koordinasi Komite Asian Games ke-7 pada 18 Agustus 2017 lalu. Usulan Kurash masuk di Asian Games karena Kurash termasuk cabang olahraga tradisional dari Asia Tengah. Ini merupakan kesempatan bagi negara-negara Asia Tengah untuk mendapatkan medali. Namun apakah cabang olahraga Kurash tersebut? Yuk kita ulas Sejarah Kurash Kurash merupakan cabang olahraga asal Uzbekistan yang dahulu hanya digunakan sebagai kesenian dan acara hiburan tradisional. Kurash memiliki arti mencapai tujuan hanya atau dengan cara yang adil. Cabang olahraga ini juga dianggap sebagai salah satu olahraga bela diri terlatih tertua di dunia yang memiliki usia kurang lebih 3.500 tahun. Kurash sudah tercatat dalam berbagai buku sejarah, diantaranya dalam buku perjalanan Marco Polo yang menceritakan Kurash ketika menjelajah jalur sutra. Selain itu ada juga buku yang ditulis Ibnu Sina yang menyatakan Kurash adalah cara terbaik dalam menjaga kesehatan dan tubuh roh. Kurash memiliki pola dasar bela diri yang hampir sama dengan olahraga Judo dan Gulat. Namun yang membedakan Kurash ini hanya ada pada bantingan atas dan penilaian yang ketat untuk memperoleh nilai mutlak. International Kurash Association (IKA) berhasil berdiri pada tahun 1998 setelah melewati berbagai uji coba untuk penetapan standar olahraga. Di tahun 2017, anggota negara yang bergabung dalam IKA berjumlah 117 negara. Kurash memiliki hari bersejarah pada 24 Januari 2003 dimana Kurash mendapatkan pengakuan resmi dari Olympic Council of Asia (OCA) sehingga Kurash memiliki kemampuan untuk tampil di event olahraga terbuka. Setelah itu, Kurash pun mendapatkan pengakuan dari International Olympic Committe (IOC) pada tahun 2005. Jejak Kurash Di Indonesia IKA sempat mempromosikan Kurash ke Indonesia pada tahun 2011. Namun perkembangan Kurash mangkrak hingga tidak bisa melakukan pembentukan induk cabang olahraga.Di awal tahun 2016, salah satu atlet Judo Indonesia Krisna Bayu menginisiasi dan mengembangkan Kurash dengan nama Kurash Indonesia. Berdasarkan keputusan pada 15 Juni 2016 lalu, Kurash disepakati untuk berkembang dalam bentuk Anggaran Dasar  dan Anggaran Rumah Tangga Kurash Indonesia. Dr. Samsudin, M.Pd. untuk pertama kalinya menjadi ketua Pengurus Besar Kurash Indonesia (PBKI). Ia dianggap memiliki wawasan dan rencana yang kuat untuk mengembangkan Kurash di Indonesia dan dapat menyukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018. Krisna Bayu saat ini menjadi Sekretaris Jenderal PBKI. Dengan begitu, Indonesia dibutuhkan persiapan untuk mengikuti cabang olahraga Kurash ini pada Asian Games 2018. PBKI sudah mempersiapkan 4 putra dan 4 putri atlet Indonesia yang akan berlaga di cabang olahraga Kurash, mereka adalah Aprilianda Adi Timur,Moch Latif, Nanda Bagus Yuniarta, Bagas Ajaya Hartanto, Anggun Nurajijah, Maria Magdalena Ince, Heka Amaya Sari Sembiring dan Chandra Ariati.(put)

Rangsang Minat Olahraga Golf Kepada Pemuda, Pembinaan Atlet Golfer Muda Terus Di Gelorakan

Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) Bidang Pertandingan, Markus Anthony Chandra saat memberikan kata sambutan dalam acara launching Indogolf Passport di Restoran Manado Rarampa, Rabu 29/11/17.

Olahraga golf merupakan olahraga yang belum begitu banyak peminatnya. Mungkin di Negara-negara lain, olahraga golf menjadi olahraga yang digandrungi, tetapi tidak di Indonesia. Meski tidak begitu banyak peminatnya terhadap olahraga golf, saat ini perkembangan golf dan pembinaan golf di Indonesia sudah mulai membaik. Hal itu disampaikan langsung oleh Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) Bidang Pertandingan, Markus Anthony Chandra. “Pembinaan golfer, sekerang sudah mulai membaik dibandingkan periode sebelumnya. Tapi, kita belum puas, karena di Negara lain terus bergerak dengan cepat. Kita berusah mengejar ketertinggalan dari Negara lain,” ucap Anthony kepada nysnmedia.com seusai soft lauching Indo Golf Passport, Rabu (29/11). Lanjutnya, dalam hal pembinaan golfer muda semua stakeholder harus ikut bergabung. Karena, olahraga golf merupakan olahraga saja tetapi membutuhkan faktor lain. “Ini tugas stakeholder, bukan institusi saja yang bertanggung jawab. Golf ini harus spesifik dan bukan hanya pembinaan saja, tetapi psikologi, nutrisinya dan faktor lain yang harus dijaga,” ungkapnya. Mengingat prestasi golfer Indonesia masih di bawah peringkat 100 dunia, Anthony akan terus melakukan peningkatan dalam pembinaan dan pertandingan. “Setiap pertandingan sebagai pembinaan. Saat ini pemain kita ada di rangking ratusan dunia. Untuk masuk 100 besar saja, sudah baik. Tapi balik lagi, kita belum puas walaupun saat ini peningkatan sudah baik. Yang dipikirkan sekarang bagaimana lapis bawah (junior) mengisi gap dari senior-seniornya. Tentunya ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bersama kita,” jelas Anthony yang juga menjabat sebagai General Manager Gading Raya Golf. (pah/adt)

Rilis Aplikasi Berbasis Online, IndoGolf Passport Tawarkan Kemudahan Layanan Golf

IndoGolf-Passport

Aplikasi online, IndoGolf Passport rilis pada 29 November 2017 lalu. Aplikasi dan website ini bertujuan untuk mengatur agenda pegolf, belajar hingga mengatur jadwal turnamen yang bisa diikuti. Tak hanya itu, pegolf juga dapat memesan klub latihan dengan penawaran khusus. IndoGolf Passport bekerja sama dengan Jack Nicklaus Academy Of Golf, Jakarta (JNAG) membangun aplikasi dan website yang akan memudahkan para pegolf di Indonesia. David Kurniawan selaku pendiri IndoGolf Passport percaya IndoGolf Passport akan membawa nilai-nilai permainan golf dan bisa mengajarkan golf di Indonesia. David yang tinggal di China sejak tahun 1999 memang memiliki latar belakang dalam manajemen dan pembangunan resort golf di China. Ia bahkan telah membantu Jack Ma pendiri Alibaba dalam pembangunan The Fuchun Resort di Hangzhou, China. Ia percaya bahwa China dan Indonesia dapat memiliki hubungan yang baik dalam bidang pariwisata dan ia juga bisa mendukung golf di Indonesia. David Kurniawan bermimpi mengenalkan golf di Indonesia kepada pegolf di China. Ia mulai membangun model bisnis untuk membentuk bisnis yang berasal dari Indonesia. Ir. Hidayat Tjokrodjojo, pendiri PT Realta Chakradarma yang juga teman lama David setuju dengan ide David dan membantu seluruh desain untuk aplikasi mobile dan website IndoGolf Passport. Bersamaan dengan itu, David juga bertemu dengan Mr. Ted Simons dari Nicklaus Academies. Ia pun mengajak kerja sama dengan Jack Nicklaus Academy Of Golf, Jakarta (JNAG) yang akan dibuka tahun 2018 di Gading Raya Golf & Country Club. JNAG juga akan membantu para pegolf lokal untuk mengajarkan golf melalui program sertifikasi mengajar. Fokus utama dalam kerjasama ini adalah mengenalkan kepada masyarakat yang percaya bahwa golf dapat menghubungkan orang-orang sesama pecinta golf.(put/adt)

Kisah Inspirasi Dibalik Soeratin Cup dan Kontribusinya ke Tim Nasional Indonesia

soeratin2

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang dibentuk pada 19 April 1930 di Yogyakarta, merupakan organisasi olahraga yang dilahirkan pada zaman penjajahan Belanda. Ketua PSSI pertama yakni Ir. Soeratin Sosrosoegondo, belum banyak yang mengetahui, perjuangan Soeratin dalam memajukan perkembangan sepakbola di Indonesia. Pada masa itu Soeratin harus menentang pemerintahan Belanda. Pada 28 Oktober 1928 terdapat pertemuan pemuda Indonesia, moment ini sangat tepat bagi Soeratin untuk membangkitkan nasionalisme melalui sepakbola. Maka dari itu, Soeratin gencar melakukan pertemuan-pertemuan dengan para tokoh sepakbola di Indonesia. Butuh waktu yang lama bagi Soeratin untuk mengembangkan sepakbola bagi pemuda-pemuda Indonesia. Akhirnya, pada tanggal 19 April 1930, berdirilah organisiasi PSSI yang diketuai oleh Soeratin sendiri. Setelah diangkat menjadi ketua, Soeratin langsung menyusun program untuk mengembangkan sepakbola. Dan, lahirlah kejuaraan sepakbola antar perserikatan untuk menentang pemerintahan Belanda. Soeratin yang melihat sepakbola Indonesia kian berkembang, menambah pondasi kuat dengan membuat badan olahraga nasional yakni ISI (Ikatan Sport Indonesia). Dari ISI lah lahirnya PON di Solo pada tahun 1938. Sepakbola Indonesia pada saat itu kian memuncak. Hanya satu yang menjadi tujuan utama Soeratin yakni membuat sepakbola Indonesia tidak dianggap pecundang di negara besar. Alhasil, Indonesia mampu unjuk gigi dikancah sepakbola dunia yakni Piala Dunia 1938. Kala itu Indonesia masih menggunakan nama East Indies. Para pemain sepakbola Indonesia, mampu bersaing dengan negara besar. Hingga pada akhirnya, Soeratin melepaskan jabatannya menjadi ketua PSSI pada tahun 1942, karena sudah melihat perkembangan sepakbola Indonesia mulai pesat. Dan, diteruskan oleh Artono Martosoewignyo. Saat itu, kehidupan Soeratin menjadi serba sulit. Meski sempat bekerja di perusahaan kontruksi dengan gaji yang besar. Namun, karena kecintaannya terhadap Indonesia dan sepakbola, ia tinggalkan pekerjaan itu. Alhasil pada tanggal 1 Desember 1959, Indonesia berduka. Soeratin wafat dalam keadaan ekonomi yang mengenaskan. Pada tahun 1965, PSSI yang diketuai Maulwi Saelan menggelar Soeratin Cup untuk mengenang bagaimana perjuangan Soeratin menyatukan pemuda-pemuda Indonesia untuk sepakbola. Dari Soeratin Cup situlah muncul talenta muda berbakat, seperti Adjat Sudrajat – PERSIB Bandung, Ronny Pasla – PSMS Medan dan Sutan Harhara dari Persija Jakarta. Dan, menjadikan Soeratin Cup sebagai ajang rutin. Soeratin Cup sempat terhenti akibat kisruh PSSI tahun 2012. Cukup lama terhenti, Soeratin Cup kembali bergulir pada tahun 2014 dengan batasan usia 17 tahun. Hasilnya, banyak pesepakbola muda yang bermunculan seperti Gian Zola, Maldini Pali, Febri Hariyadi dan masih banyak lagi pemain berbakat yang lahir dari Soeratin Cup. Dan, yang paling terbaru ada nama Egy Maulana Vikri, bintang timnas u-19. Egy yang membela Persab Brebes berhasil keluar sebagai juara dan Egy juga menjadi top skor. Terima kasih Ir. Soeratin Sosrosoegondo atas jasanya dalam memajukan sepakbola Indonesia. Jasa-jasa mu dalam sepakbola Indonesia tidak akan masyarakat Indonesia lupakan. Semoga, sepakbola Indonesia semakin hari-semakin baik. Dan, pembinaan usia muda berjalan dengan baik. “Soeratin Engkaulah Pahlawan Sepakbola Indonesia !!!”(pah/adt)

Polo Berkuda, Cabang Olahraga Yang Sempat Mati Suri Selama 50 Tahun di Indonesia

Polo-Berkuda-Cabang--Olahraga-Yang-Sempat-Mati-50-Tahun-1

Olahraga polo berkuda merupakan olahraga beregu dengan menunggangi kuda. Tugas pemainnya adalah menggiring bola kayu atau plastik ke gawang lawan dengan menggunakan tongkat pemukul atau yang biasa disebut mallet. Permainan dalam satu babak dihitung per 7 menit atau disebut dengan chukka. Biasanya, permainan berlangsung dalam 4 sampai 6 chukka tergantung dari jenis turnamen yang mengadakan pertandingan polo. Di Indonesia, polo berkuda sempat mati sampai 50 tahun. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Polo berkuda masuk di Indonesia saat masa penjajahan Belanda. Di tahun 1937, Belanda melakukan pertandingan dengan tim polo dari Malaysia dan bermain di Indonesia. Batavia Polo Klub merupakan klub polo berkuda yang didirikan di Lapangan Banteng, Jakarta. Dengan berdirinya Batavia Polo Klub, polo berkuda mulai merambah di Indonesia. Namun, saat terjadi perang dunia ke II dan Indonesia diambil alih Jepang, perkumpulan Batavia Polo Klub dibubarkan. Hal tersebut membuat polo berkuda mati karena tidak ada yang menjalankan Batavia Polo Klub. Hashim S. Djojohadikusumo dan James T. Riady kembali membangun polo di Indonesia pada tahun 1992. Mereka mendirikan Jakarta Polo And Equestrian Club (JPEC) yang bertempat di Bukit Sentul Selatan. Subiyakto Chakra Wardaya menjadi presiden Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi). Tak hanya itu, Hashim S. Djojohadikusumo pun terpilih menjadi Ketua Asosiasi Polo Indonesia. Dengan begitu, Indonesia pun menjadi bagian dari Federation Of International Polo (FIP). Di tahun 2002, polo kembali sempat terhenti karena Hashim Djojohadikusumo sibuk membangun bisnis di negara lain. Selang 3 tahun, Letnan Jendral (Pur.) Prabowo Subianto mendirikan Nusantara Polo Club. Di dalam klub ini lah atlet Indonesia berhasil membawa nama Indonesia ke turnamen internasional pertama yaitu Kings Cup 2006 yang diselenggarakan di Thailand dan Indonesia meraih peringkat ketiga. Tak hanya itu, tim nasional polo berkuda Indonesia juga menjadi runner-up di turnamen Mercedes Benz Thai Polo Open pada tahun 2008. Setelah itu, negara-negara yang tergabung di ASEAN sepakat untuk membuat cabang olahraga polo menjadi olahraga resmi yang akan dipertandingkan di Sea Games 2007 lalu. Di ajang Sea Games 2007 di Thailand,  Indonesian Polo Association  atau Pordasi memiliki peran penting dalam pembentukan South East Asian Polo Federation untuk memastikan kelangsungan kejuaraan polo berkuda ini. Pada bulan Februari 2007 Indonesia mengirimkan para calon atlet tim nasional polo berkuda Indonesia ke sekolah polo berkuda terbaik di dunia yaitu San Miguel Polo Club dan Las Aguilas Polo Club. Sekolah ini terletak di kita Del Monte, Argentina. Kuda-kuda yang akan dipertandingkan dipusatkan di Nusantara Polo Club. Keberadaan klub ini juga dimanfaatkan bagi masyarakat sekitar untuk mengumpulkan kotoran kuda bercampur serbuk organik yang akan menghasilkan pupuk organik. Kita tetap harus bangga polo berkuda bisa dikembangkan oleh orang Indonesia sendiri, meski cabang olahraga ini berasal dari negara lain.

Badminton: Di Pasangkan Oleh Orang Yang Belum Di Kenal, Beno Tetap Mampu Raih Medali Emas

Beno-Drajat-Badminton

Prestasi cemerlang berhasil diukir Beno pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2017. Pasalnya ia meraih 1 medali emas, 1 medali perak dan 1 medali perunggu. Beno yang pada saat itu mewakili wilayah Jawa Barat dalam cabang olahraga badminton. Cowok dengan nama lengkap Beno Drajat ini sudah menekuni badminton sejak duduk dibangku sekolah dasar. Dalam ajang POMNas di kategori ganda putra, Beno dipasangkan bersama partner yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Meski begitu, ia tetap mampu membawa pulang medali emas. “Di ganda putra saya bersama teman sekampus saya dan saya sebelumnya belum pernah main. Tapi alhamdulilahnya kita dapat medali emas. Emang sebelumnya kita bisa rame main lawan tuan rumah, tapi waktu itu emang harus adaptasi lagi sama partner. Sesudah itu kita bisa main enak sampai ke final,”ujarnya Meski sempat berhenti bermain badminton karena latihan fisik yang cukup keras, Beno pun kembali bangkit berkat dukungan keluarga dan teman-teman dekat. Beno yang kini telah meninggalkan club badmintonnya telah berfokus untuk mewakili kampus yang memberikannya beasiswa, Universitas Komputer Indonesia (Unikom) di Bandung. “Setelah saya keluar dari club dan memulai kuliah karena prestasi saya waktu itu lagi turun, saya harus banting setir. Tapi di kuliah masih badminton jadi ya sekarang kalo pertandingan bawa nama kampus. Apalagi saya dapat beasiswa juga, jadi saya harus banyak ngasih yang terbaik untuk Unikom,”ucap cowok yang berusia 20 tahun ini Beno yang saat ini mengambil jurusan Manajemen pun memiliki pandangan tentang bagaimana badminton di Indonesia. Menurutnya, olahraga badminton dalam sektor tunggal putri di Indonesia masih belum menonjol. “Pastinya badminton lebih bagus ya apalagi sebelumnya di ganda putri lagi turun dan sekarang sudah mulai naik lagi. Cuma tinggal di tunggal putri saja kayaknya masih belum terlalu menonjol gitu. Tapi kalau lebih giat dan berusaha yang maksimal pasti lebih bagus lagi dari sebelumnya,”tutupnya(put/adt)

Kembangkan Silat Modern MMA, Brotherhood dan Black Ant Akan Gelar Seminar Untuk Ormas

Brotherhood-dan-black-ant

Brotherhood Camp dan Black Ant merupakan camp bela diri yang berada di Tangerang Selatan. Salah satu bela diri yang diajarkan adalah Mix Matrial Art (MMA) yang saat ini sedang populer. Salah satu atlet jebolannya adalah Gunawan Sutrisno Putra yang saat ini menjadi juara nasional di One Pride MMA Tv One. Selain menjadi tempat bela diri, camp ini juga sering mengadakan berbagai kejuaraan dan seminar kepada masyarakat umum terkait bela diri. Tahun ini, sudah 5 event yang diadakan dan di tanggal 26 Desember mendatang akan diadakan event ke-6 dengan nama Tangerang Fight Night Series 3. Irwan Taufik, selaku pembina dan tim manajemen dari Brotherhood Camp dan Black Ant menjelaskan tujuan dari acara ini yang berfokus kepada organisasi masyarakat untuk tidak dipandang negatif oleh masyarakat. “Kalau di acara seminar, kita lebih mengenalkan ke masyarakat umum, dan disitu ada pengenalan pencak silat karena di Indonesia sudah banyak bela diri yang datang dari negara lain yang masuk. Lalu merangkul para organisasi masyarakat di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan, karena ya kita tahu bagaimana penilaian masyarakat tentang organisasi masyarakat. Jadi kita satukan di bela diri agar tidak ada hal-hal negatif kedepannya, dan terakhir lebih ke arah stop bullying dan women defense,”tutur Irwan Acara ini terbukti telah menarik ratusan peserta dari berbagai wilayah untuk mewakili camp masing-masing. Irwan juga menjelaskan kategori yang akan dipertandingkan. “Acara ini berbentuk seminar dan pertandingan. Untuk pertandingan akan ada 3 kategori, silat modern, boxing dan MMA amatir. Peserta yang pernah ikut ada yang dari Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Bali, Yogyakarta, Bandung dan sisanya Tangerang.”ucapnya Irwan pun menurturkan harapannya kepada pihak pemerintah agar mendukung acara ini sehingga dapat menumbuhkan bibit-bibit atlet baru yang dapat mengukir prestasi. “Harapan kita kedepan semoga event ini dikawal dalam bentuk dukungan oleh pemerintah daerah untuk sarana dan pra sarana. Karena di Tangerang ini kan belum banyak yang tau MMA dan ini tidak dibina oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tetapi dengan Badan Olahraga Professional Indonesia (BOPI). Nah BOPI sendiri belum bisa berkembang, jadi sepertinya pemerintah daerah harus turun tangan untuk mewujudkan masyarakat yang terdidik, terlatih baik dan juga berprestasi tentunya.”tutupnya (put/adt)

Mimpi Pangya Yang Bertekad Mengembangkan Olahraga Rugby Di Indonesia

Pangya-Rugby

Pria yang memiliki nama lengkap Christoper Aditya Hardwika, atau yang biasa disapa dengan Pangya ini merupakan salah satu pemain cabang olahraga rugby yang mewakili Indonesia di berbagai kejuaraan nasional dan internasional. Ia pernah mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON), Sea Games, Tim Nasional U-20 dan masih banyak lagi. Pangya berpendapat bahwa rugby saat ini sudah mulai berkembang di masyarakat, dan ia pun bertekad untuk membuat rugby semakin populer di Indonesia. “Rugby di Indonesia pasti akan berkembang pesat. Melihat orang Indonesia yang punya spirit dan terlebih sekarang sudah banyak juga kegiatan get into rugby di berbagai daerah. Tujuannya untuk mengembangkan dengan mengadakan penyuluhan ke anak-anak sekolah, bahkan universitas supaya rugby semakin populer dan berkembang di Indonesia.”ujarnya Berawal dari bergabung di Jakarta Banteng Rugby Club, Pangya merasa sangat tertantang bermain rugby yang dapat dikatakan olahraga baru di Indonesia. Berlatar belakang rasa kekeluargaan sangat terasa, dan juga terbentuknya karena memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengembangkan rugby di Indonesia. “Saya merasa tertantang serta enjoy saat sedang bermain rugby. Rugby itu fair banget, dilapangan kita saling hajar, cuma kalau sudah selesai pertandingan ya kita ngobrol dan bercanda. Di lapangan memang serius banget, gak kenal teman. Tapi semua nya punya tujuan yang sama buat mengembangkan olahraga rugby di Indonesia.”tutur cowok yang berusia 22 tahun ini. Mahasiswa Teknik Industri Universitas Atma Jaya Jakarta ini, ternyata juga akan membela Indonesia di ajang Asian Games 2018 mendatang. Ajang PON 2016 merupakan salah satu momen yang tidak terlupakan bagi Pangya dan tim rugby Banten. Ketika melawan tim rugby Papua, jumlah pemain tim Banten sangat sedikit sehingga tidak bisa mengganti pemain yang cedera. Meski begitu, tim rugby Banten berhasil mengalahkan tim rugby Papua. “Pas eksibisi PON kemarin, tim Banten dengan pemain yang seadanya bisa menang lawan Papua di babak Semi Final, karena pertandingannya weekday dan banyak yang tidak bisa hadir. Ya walaupun menang kita dibalas di final. Pas dibalas di final, ya kita mengakui mereka lebih hebat dibanding kita. Fisik mereka lebih fit mungkin tapi kita menang di teknik saja,” tutup Pangya.(put/adt)

Sepuluh Atlet Kalsel Siap Bersaing di Kejurnas Atletik Pada Desember Mendatang

Atlet atletik Kalsel

Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mempersiapkan para atletnya di cabang olahraga atletik untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik, tanggal 6-9 Desember mendatang, yang rencananya akan diselenggarakan di Stadion Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur. Ke 10 atlet atletik Kalsel ini, merupakan para atlet yang sudah menghasilkan prestasi di ajang Porprov X di Tabalong, beberapa waktu lalu. Demi mempersiapkan atletnya dengan baik, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) mengadakan pertemuan dengan KONI Kalsel. Pada kesempatan itu Ketua Umum Pengprov PASI, H Rusdi Aziz mengatakan, pertemuannya dengan KONI Kalsel sebagai bentuk laporan para atlet yang akan pentas di Kejurnas Atletik di Jakarta. “Rapat ini sekaligus laporan kepada KONI Kalsel, dan meminta dukungan mengenai dana keberangkatan para atlet,” ucap H Rusdi yang dikutip dari portal banjarmasinpost.co.id. Saat ini, atlet atletik Kalsel sedang menjalani pemusatan latihan dan berangkat ke Jakarta pada 5 Desember mendatang. H Rusdi pun, berharap agar atlet Kalsel dapat berbicara banyak di Kejurnas Atletik. “Kami tidak menargetkan hasil yang tinggi, semoga mampu berbicara di tingkat nasional, ya minimal medali perunggu,” harapnya. Berikut Nama-nama atlet atletik Kalsel yang dikirim ke Kejurnas Jakarta 2017 No-Nama-Nomor Atletik 1. Mardiansyah (HST) -lari 100 meter, 200 meter, dan estafet 2. Ahmad Rofikudin (Baritokuala) -lompat jauh 3. Aif Rahman Rifani (Banjar) -estafet 4. M Surya Ariandy (Banjarmasin) -estafet 5. Nofarin (Banjarmasin) -lompat tinggi 6. M Syaifullah (Tabalong) -lari 5000 meter 7. Ayu Sri Ningsih (Baritokuala) -estafet 8. Desy Ratnasari (Tabalong) -lari 100 meter, estafet 9. Mujalifah (HST) -estafet, lari 100 meter. 10 Ismi (Banjarbaru) -estafet(pah/adt/bmp)

Perkembangan Bola Basket di Usia Dini Mulai Pesat, U-12 Dianggap Sebagai Peluang Emas

Jetz-Basketball-Club-2

Perkembangan olahraga bola basket saat ini, mulai banyak digandrungi oleh usia-usia dini. Bermula dari tayangan televisi atau ajakan dari orangtua, membuat anak-anak ini mulai tertarik menekuni olahraga basket. Seperti di lakukan oleh Jetz Basketball Club, yang sering berlatih di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Jetz Stadium sendiri sudah memiliki fasilitas yang baik, membuat Jetz Basketball Club ini menjadi tujuan pengembangan para orangtua untuk melatih bakat sang anak dalam olahraga bola basket. Penting untuk di catat, bahwa Jetz Stadium selalu menjadi pilihan berlatih timnas pelajar Indonesia. Di Jetz Basketball Club, terdapat pembinaan atlet basket mulai dari usia 4 tahun hingga 18 tahun. Khusus untuk U-10 dilatih oleh pelatih berpengalaman yakni Awi. Awi sendiri sudah melatih di Jetz Basketball Club sejak 2016. Selama berkecimpung di dunia basket, Awi melihat perkembangan basket di usia dini sudah mulai pesat. “Perkembangan basket di usia dini saat ini sudah pesat. Di klub-klub basket saat ini, usia 12 tahun kebawah peminatnya sangat banyak. Ini merupakan, perkembangan yang bagus bagi basket Indonesia untuk membina atlet di usia dini,” terang Awi. Lanjutnya, usia-usia 4 hingga 12 merupakan usia emas mereka untuk melatih bakat dan juga mendapatkan ilmu basket. Tak terkecuali di Jetz Basketball Club yang mempunyai 50 anak usia 10 tahun. “Usia 12 tahun kebawah atau kelahiran 2008, merupakan usia emas mereka untuk melatih gerakan mereka di basket. Mereka akan dengan mudah menerap ilmu basket, walaupun masih berlatih dengan fun,” jelasnya. Dengan pesatnya perkembangan bola basket di usia muda, tentunya akan menjadi nilai plus bagi kemajuan basket Indonesia. Jaya selalu basket Indonesia. (pah/adt)

Jetz Basketball Club Targetkan Anak Binaannya Menjadi Juara di JJBC 2017

Jetz-Basketball-Club

Jetz Junior Basketball Championship (JJBC), merupakan sebuah ajang para pebasket usia muda untuk unjuk kebolehan. Rencananya ajang tersebut di laksanakan bulan Desember mendatang, bertempat di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Nantinya, sebanyak sembilan klub akan bertanding dalam tujuh kategori usia, yakni U-7 hingga U-16. Jetz Basketball Club sendiri sudah mulai mempersiapkan diri dengan baik. Pelatih U-10 Jetz Basketball Club, Awi mengatakan, akan mempersiapkan anak-anaknya untuk meriah juara. Terlebih, di tahun sebelumnya anak-anak U-10 tidak mendapatkan juara. “Kami mempersiapkan dengan baik, berlatih seminggu dua kali, Sabtu dan Minggu. Meski begitu, ada kendala dalam latihan di hari weekend,” ucap Awi. Event JJBC selalu menjadi daya tarik bagi klub basket di wilayah Jabodetabek. Sang pelatih pun, menargetkan akan menjadi juara di JJBC, Desember mendatang. “Target pasti juara yah, maka dari itu kami akan persiapkan diri dengan baik di setiap umur,” katanya. (pah/adt)

Sepak Takraw: Latihan Keras Cici Hingga Larut Malam Akhirnya Membuahkan Hasil

cici-sepak-takraw2

Bermula dari keingintahuan tentang cabang olahraga yang ditekuni sang kakak, Cici Herfiyuli atau yang akrab disapa Cici, berhasil menjadi salah satu atlet sepak takraw perwakilan wilayah Riau pada berbagai turnamen nasional. Gadis yang berusia 20 tahun ini berbagi cerita kepada nysnmedia.com tentang awal mula ia menekuni cabang olahraga sepak takraw. “Dulu saya hanya berlatih di kampung, Taluk Kuantan, Riau. Disana ada penerimaan pembibitan sepak takraw cewek dan saya diajak abang kandung untuk bermain. Dulu untuk pengen jadi atlet sepak takraw gak ada sama sekali keinginan, cuma karena rasa penasaran akhirnya saya mencoba mendalami apa itu sepak takraw. Tanding demi tanding antar kabupaten, dan akhirnya saya terpilih masuk Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Riau.”ujarnya Sebagai seorang gadis, Cici pun kerap dilarang orang tua untuk mengikuti sepak takraw terutama jika latihan hingga sore dan malam hari. “Pernah saya dan abang telat pulang latihan. Sampai rumah kena marah sama bapak. Dan saya pernah dilarang bermain sepak takraw sama orang tua. Kami kan latihan suka pulang lambat. Untuk seorang cewek apalagi di kampung gak boleh pulang lewat dari magrib. Sedangkan kami latihan mulai jam 4 sampai 6 sore.”tutur atlet yang membawa medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2017 lalu. Cici yang saat ini berkuliah di Universitas Lancang Kuning, jurusan Administrasi Negara, memang sudah 7 tahun menekuni sepak takraw. Cici bersama tim riau pernah mengalami kejadian yang kurang enak saat mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 lalu ketika melawan tim Jawa Barat. “Pas PON melawan Jawa Barat ada masalah dengan teman tim saya yang dibilang memakai kalung. Wasit menganggap itu kalung dari dukun atau semacamnya untuk pegangan tim kita. Padahal itu cuma kalung bola takraw dan Riau sudah memimpin jauh. Karena ada masalah itu jadi gak fokus dalam bermain. Akhirnya kami kalah dalam final lawan Jawa Barat.”tuturnya(put/adt)