Bulutangkis: Meski Sempat Mengalami Demam, Vindra Tetap Bertahan Hingga Semi Final

Moch.-Revindra-Raynaldi-Bulutangkis

Menjaga kondisi kesehatan tubuh memang sangat diperlukan bagi seorang atlet. Termasuk kondisi fisik yang baik dibutuhkan jika ingin bertanding. Pria yang memiliki nama panjang Moch. Revindra Raynaldi atau Vindra, ia merupakan atlet badminton yang pernah mengalami sakit demam disaat ia bertanding. Namun, hal tersebut tidak menghalangi dirinya untuk melanjutkan pertandingan hingga membawanya ke babak semi final. “Saat berada di even Australia International Series 2015, saya sakit demam. Tapi bisa masuk semi final. Itu pengalaman berharga buat saya untuk bagaimana bisa menyelesaikan masalah saat turnamen,”ujarnya Vindra yang juga merupakan anak dari salah satu pelatih Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum, memang sudah tekun mengikuti badminton sejak usia 5 tahun. Ia sudah menjadi atlet badminton yang bisa di bilang professional sejak usia 13 tahun hingga sekarang. Saat ini, Vindra sedang menekuni kuliah di Universitas Negeri Semarang jurusan Kepelatihan Olahraga. Vindra sudah mengikuti berbagai kejuaraan nasional dan internasional. “Kalau turnamen nasional, dari kalender Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sudah sangat sering ikut jika tidak cedera. Kalau internasional saya pernah berpartisipasi di Asean School 2008, German Junior 2014, International Singapore Series dan masih banyak lagi,” tuturnya Tak jarang,Vindra juga mengalami duka dan kendala sejak menjadi seorang atlet. “Buat saya kendalanya itu konsistensi dari satu pertandingan ke pertandingan selanjutnya dan mempertahankan semangat dan tujuan sejak latihan. Belom lagi kena omelan pelatih saat mainnya jelek, disiplin dalam segala hal dan masih banyak lagi,”tutupnya(put/adt)

Sebanyak Seribu Dua Ratus Pelajar Turun Serta Lestarikan Olahraga Tradisional

pelajar-mengikuti-kegiatan-olahraga-tradisional

Apakah kalian mengenal permainan hadang atau gobak sodor, egrang, tarik tambang? Ternyata, permainan tersebut merupakan olahraga loh dan sudah dinaungi oleh organisasi. Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Tangerang mengadakan kegiatan Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat Pelajar Se – Kabupaten Tangerang bertempat di Rooftop Courts Mega Store BSD City, Senin (11/12). Sebanyak 35 sekolah baik itu SMP dan SMA Negeri maupun Swasta se-Kabupaten Tangerang ikut berpartisipasi dalam event rutin ini. “Lomba di acara Invitasi Olahraga Tradisional ini diikuti oleh pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Tangerang dengan total 35 sekolah dan total peserta hingga 1.200 orang,” jelas Stefanus Yanto, Wakil Ketua Penyelenggara Invitasi Pekan Olahraga Tradisional Pelajar se-Kabupaten Tangerang. Event ini merupakan event ke-empat yang berhasil diselenggarakan. Sebanyak lima cabang perlombaan akan dilombakan dalam event ini, seperti egrang, hadang atau gobak sodor, terompa panjang atau bakiak panjang, tarik tambang, dan dagongan atau dorong bambu. Yanto menjelaskan, bahwa kegiatan ini diadakan demi melestarikan budaya dan warisan leluhur Indonesia. “Olahraga rekreasi di Indonesia memang selama ini kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Oleh karena itu, melalui acara ini kita mencoba melestarikan dengan acara ini dan juga mengenalkan pada masyarakat,” paparnya. Lanjutnya, anak-anak sekolah di jaman sekarang lebih memilih bermain gadget. Mereka seakan tidak mengetahui, ada permainan yang menarik dibandingkan bermain gadget. “Mulai sekarang ayo kita gaungkan kembali olahraga tradisional kepada anak-anak dan masyarakat. Selain itu pemilihan acara yang di mall juga merupakan salah satu upaya untuk lebih mengenalkan dan mendekatkan olahraga rekreasi ke masyarakat,” tegas Yanto. Selain itu gelaran ini juga menjadi ajang seleksi potensi atlet olahraga rekreasi untuk tampil di Pekan Olahraga Provinsi dan Pekan Olahraga Tradisional Nasional. (pah/adt)

Srikandi Jetz Sukses Benamkan DBC di Lanjutan JJBC 2017

Pemain-Jetz-KU-16-Girls,-Jessica-(biru)-mendapat-penjagaan-yang-ketat-dari-pemain-DBC

Para srikandi Jetz KU-16 Girls, sukses meraih kemenangan keduanya di lanjutan Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) 2017, ketika melawan DBC dengan skor 8-42 pada Minggu (10/12) malam. Disaksikan puluhan penonton yang memadati Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang, para pemain Jetz tampil dengan enjoy. Terbukti di awal quarter pertama, Jetz langsung memimpin dengan skor 0-13. Begitu juga pada quarter kedua, Jetz yang dilatih oleh Rico Hantono terus menerus menekan pertahanan DBC. Destine yang bernomor punggung 76 di percaya menjadi motor serangan bagi Jetz. Dan, berhasil menambahkan 6 poin sedangkan DBC hanya mendapat 1 poin. Selanjutnya pada quarter ketiga, pemain DBC terus mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari pemain Jetz. Srikandi Jetz berhasil menambah 10 poin dan DBC tak berhasil mendapatkan poin saat quarter ketiga. Dan akhirnya pada quarter penentu, DBC mampu memperkecil ketertinggalannya dengan mendulang 7 poin. Namun, tambahan 13 poin dari Jetz membuat skor quarter ke-empat menjadi 8-42 untuk kemenangan Jetz. Pelatih Jetz KU 16 Girls, Riko Hantono sangat puas dengan kemenangan yang diraih anak asuhnya. Ia, mengatakan para pemain bisa menambah jam terbang bermain. “Tadi sangat bagus mainnya, dari defense bagus, terus offense juga bagus. Ya, paling sedikit benahi posisi main saja. Dan, juga anak-anak ini banyak yang masih umur 14, dengan harapan bisa merasakan bermain di kelompok usia 16 dan menambah jam terbang mereka,” tutur Riko. Sementara itu pada hari yang sama, perhelatan JJBC juga menampilkan tim The Hawk yang menang mudah atas The Sky di KU-16 Girls. Setelah pertandingan DBC melawan Jetz berakhir. Tim The Sky menantang tim The Hawk. Di pertandingan ke-25 di hari kedua ini, berhasil dimenangkan oleh The Hawk dengan skor 9-51. Dimana, pemain The Hawk yakni Joan dan Yosa menjadi penyumbang poin terbanyak yakni 10 poin. (pah/adt)

JJBC KU-12 Boys, Jetz Raih Kemenangan Atas Eagles Academy

Pemain-Jetz,-Matthew-(kuning)-dan-pemain-Eagles-Academy,-Ryan-(putih)

Pertandingan ke-23 di hari kedua Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) 2017 menampilkan pertandingan yang tak kalah menarik di hari pertama. Dimana, pasukan Eagles Academy bertemu tuan rumah Jetz Basketball Club. Pertandingan tersebut akhirnya berhasil dimenangkan Jetz dengan skor 22-38, pada Minggu (10/12) malam di Jetz Stadium Gading Serpong, Tangerang. Dari pluit quarter pertama di mulai, pemain Eagles terkesan kurang percaya diri. Terbukti, banyaknya kesalahan passing yang dilakukan pemain Eagles. Dari kesalahan passing, peluang itu mampu dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Jetz dalam mendulang poin. Hasilnya, Matthew, bernomor punggung 26 membawa tim Jetz unggul dengan point 2-15 pada quarter pertama. Sedangkan pada quarter kedua, Eagles mulai bangkit untuk meraih poin. Motor serangan Eagles, Ryan nomor 8, terus melakukan tekanan dan berhasil membawa Eagles meraih poin. Eaglespun menambah 8 poin, sedangkan Jetz ketinggalan dengan perolehan 6 poin. Lalu saat quarter ketiga di mulai, Jetz mulai merubah pola strategi permainan. Beberapa kali, serangan mereka berhasil meraih poin. Quarter ketiga pun, ditutup dengan skor 0-12. Dan pada quarter puncak, Jetz yang merasa diatas angin sempat kehilangan fokus. Dan, mampu dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Eagles dengan mengoleksi 12 poin dan Jetz 4 poin. Meski begitu, hingga pertandingan berakhir, Eagles masih belum bisa menaklukan Jetz. Skor akhir untuk kemenangan Jetz dengan skor 22-38. (pah/adt)

JJBC KU-9 Cakra Sakti Sempat Menyamakan Skor, Namun Jetz Kembali Rengkuh Kemenangan

Cakra-Sakti-Vs-Jetz-KU-9

Pertandingan sengit di kategori umur 9 Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC). Jetz sebagai tuan rumah berhasil menumbangkan Cakra Sakti dengan skor tipis 38-44. (10/12) Di awal quarter pertama dibuka, dengan skor pembuka dari Jetz. Tak berapa lama, Cakra Sakti pun membalas dengan 2 skor. Pembalasan skor pun terjadi hingga Jetz berhasil unggul dengan point 9-13. Di quarter kedua Cakra Sakti mulai panas untuk mengejar skor, demikian juga Jetz yang terus upaya menambah skor. Hingga detik-detik berakhirnya quarter kedua, pertahanan Cakra Sakti mulai lenggah dan sering gagal upaya menyamai kedudukan. Jetz pun masih menang dengan skor 13-30. Pluit quarter ketiga pun di mulai, pertarungan bibit atlet ini semakin sengit, ketika Cakra Sakti terus menambah skor. Dan Jetz tetap menjaga pertahanan skornya. Lalu skor berubah menjadi 20-29. Sementara itu akhir babak permainan quarter empat, Cakra Sakti terus mencoba membalas di menit-menit awal. Upayanya membuahkan hasil dan Skor sempat sama, namun pemain Jetz, Efrael dengan nomor punggung 1 mampu mencetak dengan tembakan 3 poin. Pertandingan ini dimenangkan Jetz dengan skor 38-44. Justin dengan nomor punggung 30 dari Cakra Sakti menjadi pemain pencetak skor terbanyak dengan angka 25 poin. Selain itu, pertandingan sengit juga terjadi di kategori umur 9 Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) antara Rockstar Gym dan Phoenix. Skor pertama di buka dari Phoenix dengan 2 poin. Rockstar Gym pun membalas dengan 2 poin. Hingga quarter babak kedua berakhir skor tipis 9-10. Meski Rockstar Gym terus melakukan pertahanan, Phoenix tetap mampu menambah 10 poin di akhir quarter ketiga menjadi 10-20. Rockstar Gym kembali memperkuat pertahanan dan mengejar skor. Namun Phoenix mampu mengalahkan Rockstar Gym dengan skor 19-22.(put/adt)

Hari Kedua Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) 2017, Cakra Sakti dan Jetz Menang Telak

Warriors berhadapan dengan Cakra Sakti Di Hari Kedua Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) (10/12/17)

Dipertandingan hari kedua (10/12) ajang Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) untuk kategori umur 7 dibuka dengan pertandingan Warrior melawan Cakra Sakti. Quarter pertama dibuka dengan 2 poin dari Cakra Sakti yang diberikan oleh Jayden. Warrior tidak dapat membendung Cakra Sakti hingga quarter kedua yang ditutup dengan skor 0-24. Quarter ketiga, Warriors mencoba melawan hingga skor pertama untuk Warriors diberikan oleh Raihan. Tak lama, Riley dengan nomor punggung 1 memberikan 2 poin lagi untuk Warriors. Namun Cakra Sakti terus menambah skor hingga menjadi 4-34. Cakra Sakti kembali menambah poin pembuka quarter empat. Cakra Sakti terus menambah poin hingga quarter empat berakhir dengan skor 4-46. Jayden dari Cakra Sakti menjadi pemberi skor terbanyak untuk Cakra Sakti dengan 25 poin. Coach Rendy dari Cakra Sakti menuturkan ia tidak menyangka Cakra Sakti akan menang telak dan ia berharap bisa lolos ke final. “Gak nyangka sih skornya bisa jauh banget. Nih gak tau anak-anaknya dikasih makan apa. Bisa dibilang presentasenya bagus banget. Kedepannya saingan kita Jetz, dulu pernah kalah. Sebagian besar pemain juga kita rombak. Ya semoga bisa ketemu di final dan ngasih yang terbaik,” ujarnya Selain Cakra Sakti, Jetz sebagai tuan rumah juga menang dari Rockstar Gym. Skor pertama diberikan Noel dari Jetz dan berselang beberapa waktu, Faio kembali menambah skor untuk Jetz. Rommei pemain dari Rockstar Gym memberikan 2 poin pertama di 2 menit akhir. Rockstar Gym melakukan pertahanan hingga quarter dua berakhir dengam skor 2-12. Quarter ketiga, Rockstar Gym mengejar skor dan melakukan perlawanan balik. Namun gagal menyusul Jetz yang unggul dengan skor 5-16. Rockstar Gym kembali memberikan poin di 2 menit awal quarter empat. Skor sementara menjadi 7-16. Detik-detik akhir, Rockstar Gym berusaha kembali mengejar. Namun Rockstar Gym harus menerima kekalahan dengan skor 11-20. Coach Riska menuturkan bahwa tim Rockstar Gym merasa belum siap melawan tuan rumah. “Kedua tim ini bagus cuma ya kita belum siap. Pertandingan kemarin juga mereka masih kaget karena lapangan ini lebih besar dari biasanya. Akhirnya mental mereka agak turun. Selanjutnya persiapan kita berharap mereka lebih baik lagi mainnya,” tutur Coach Riska

Ini Dia Nama Penyumbang Poin Terbanyak Pada Hari Pertama JJBC 2017

Jumpball yang dilakukan untuk pertandingan antara Jetz dan Metro Starlight, Sabtu (09/12/17)

Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) 2017, untuk hari pertama sudah selesai. Terdapat total 13 pertandingan dari tujuh kategori kelompok umur (KU) dipertandingkan, yang bertempat di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang, Sabtu (9/12). Banyak klub-klub yang mampu meraih kemenangan dengan skor telak. Dan, tak hanya itu terdapat pula pemain-pemain handal yang mampu menyumbangkan poin terbanyak bagi timnya. Tentunya, pemain-pemain yang menyumbangkan poin terbanyak, hasil dari kegigihan mereka dalam berlatih dan semangat juang di lapangan ketika bertanding. Berikut nysnmedia.com berikan hasil sementara nama-nama pemain yang berhasil menyumbangkan poin terbanyak di hari pertama JJBC 2017: 1. Efrael, Jetz Basketball Club – 25 poin (KU-9) 2. Edu, Jetz Basketball Club – 16 poin (KU-7) 3. Jayden, Cakra Sakti – 16 poin (KU-7) 4. Justin, Cakra Sakti – 18 poin (KU-9) 5. Destin, Jetz Basketball Club – 10 poin (KU-16 Girls) 6. Kenneth, Jetz Basketball Club – 9 poin (KU-10 Boys) 7. Anderson, Cakra Sakti – 15 poin (KU-12 Boys) 8. Andrew, Learn – 16 poin (KU-13 Boys) 9. Rasyra, Indonesia Falcon – 12 poin (KU-13 Boys) 10. Achmad, Indonesia Falcon – 12 poin (KU-12 Boys) 11. Sola, The Hawk -15 poin (KU-16 Girls) 12. Yosua, Metro Starlight – 13 poin (KU-16 Boys) 13. Yuslifar, Hang Tuah – 13 poin (KU-16 Boys)(pah/adt)

Hang Tuah Sukses Tumbangkan Cakra Sakti di KU-16 Boys JJBC 2017

Yuslifar, pemain Hang Tuah, nomor punggung 16 (memegang bola) menjadi penyumbang poin terbanyak dengan koleksi 16 poin saat melawan Cakra Sakti.

Pertandingan terakhir di Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) 2017, menyuguhkan pertandingan menarik antara Hang Tuah melawan Cakra Sakti di kategori kelompok umur (KU) 16 Boys. Bertanding di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang, laga terakhir akhirnya menjadi milik Hang Tauh. Setelah berhasil mengunci kemenangan dengan skor 39-28. Perjalan pertandingan, sangatlah menarik pada quarter pertama. Saat itu Cakra Sakti berhasil menguasai jalannya pertandingan. Sedangkan, Hang Tuah seakan belum panas untuk menunjukan permainan terbaiknya. Quarter pertama pun, menjadi milik Cakra Sakti dengan skor 5-9. Mendapatkan motivasi dari pelatih, usai intruksi para pemain Cakra Sakti mulai percaya diri. Yuslifar nomor 16 dari pemain Hang Tuah, menjadi momok yang menakutkan bagi pemain Cakra Sakti. Hasilnya, quarter kedua menjadi milik Hang Tuah dengan skor 10-4. Sementara itu di quarter ketiga, permainan Cakra Sakti terus menurun performanya. Hal ini kembali dimanfaafkan dengan sangat baik oleh pemain Hang Tuah. Quarter ketiga pun, masih menjadi milik Hang Tuah dengan skor 10-3. Pada quarter terakhir, Cakra Sakti mulai menunjukan perlawanan yang seru. Saling berbalas poin, membuat permainan menjadi seru. Tambahan 12 poin dari Cakra Sakti tak berhasil membuat mereka lepas dari kekalahan. Karena, Hang Tuah berhasil menambah poin 14 poin. Skor pun, dikunci Hang Tuah dengan kemenangan 39-28.(pah/adt)

JJBC KU-13, Kali Ini Jetz Harus Akui Ketangguhan Indonesia Falcon

Salah satu pemain Indonesia Falcon (merah) berusaha melindungi bola dari pemain Jetz Basketball Club.

Masuk ke laga Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) 2017, pada moment ini kembali mempertadingkan kelompok umur (KU) 13 boys. Dalam pertandingan KU-13 Jetz selaku tuan rumah, harus mengakui keunggulan lawannya yakni Indonesia Falcon dengan skor 10-44 pada Sabtu (9/12) di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Pada pluit quarter pertama dimulai, Indonesia Falcon langsung menekan pertahanan Jetz. Hasilnya, Acmad mampu menyumbang enam poin dan membawa Indonesia Falcon unggul 1-11. Lalu di quarter kedua, Indonesia Falcon terus menjauh dengan menambah poin demi poin dan merubah keunggulan menjadi 1-21. Sedangkan pada quarter ketiga pun, Indonesia Falcon masih menguasai jalannya pertandingan. Hasilnya, di quarter ketiga ditutup dengan skor 3-36. Di quarter keempat, Indonesia Falcon terus menekan Jetz dengan permainan cantiknya. Pemain dari Indonesia Falcon, Ade kerap menunjukan kecepatan-kecepatan yang membuat penonton bersorak. Quarter keempat ditutup dengan kemenangan Indonesia Falcon dengan skor 10-44. Pelatih Indonesia Falcon, Christoper mengatakan, permainan tadi sangat bagus. Meski meraih kemenangan telak, Indonesia Falcon terus melakukan evaluasi di pertandingan selanjutnya. “Tadi lawan main bagus, kami juga bermain bagus. Selanjutnya, kamu harus lebih fokus, karena lawan selanjutnya pasti akan berat,” ujar Chris.(pah/adt)

Jetz Junior Basketball Champhionship KU-10, Metro Starlight Mengakui Kekalahan Pada Laga Perdananya

Tim Jetz (Kiri) menang melawan tim Metro Starlight (Kanan) dengan skor 31-9, pada hari pertama ajang JJBC 2017, di Jetz Stadium, Serpong (09/12/17)

Pada pertandingan perdana ajang Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) Tim Metro Stralight bertemu tim Jetz untuk kategori laki-laki usia KU-10 tahun di pertandingan ke-6 hari ini (9/12). Namun pada kenyataannya Metro Starlight menelan kekalahan dipenampilan perdananya. Pada quarter pertama, Metro Starlight kembali tertinggal 7 skor dari tim Jetz. Lanjut quarter kedua, tim Metro Starlight mencoba menambahkan penjagaan lini pertahanan. Namun hingga quarter kedua berakhir, Metro Starlight tetap tertinggal, skor yang dicetak pada papan skor menunjukan angka 13-4 untuk keunggulan tim Jetz. Babak quarter ketiga di mulai, metro terus mencoba membalap skor Jetz. Namun upayanya masih gagal, dan Jetz kembali memimpin dengan skor 21-8. Peluit berbunyi kembali di babak akhir, Jetz semakin melaju, dan akhirnya Metro Starlight harus menerima kekalahan dengan skor 31-9.(put/adt)

Hari Pertama Ajang Jetz Junior Basketball Champhionship , Jetz dan Cakra Sakti Berhasil Petik Kemenangan

Club Jetz (Seragam Putih), saat bertanding melawan Club Gading Muda (Seragam Hijau) pada ajang JJBC 2017 di Stadiun Jetz, Serpong (9/12/17). Foto : Putri

Ajang Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) telah dimulai. Hari ini sebanyak 4 tim di kategori KU-7 tahun telah bertanding. Tim Jetz sebagai tuan rumah menang atas tim Warrior dengan skor akhir 29-1. Tim Jetz pada quarter pertama telah unggul dengan skor 8-1. Begitupun dengan quarter kedua tim Jetz menambahkan 8 skor lagi menjadi 16-1. Di quarter ketiga kembali menambah skor menjadi 20-1. Hingga akhir pertandingan tim Warrior tidak mampu menambah skor dan ditutup dengan skor 29-1. Coach Romy Chandra sebagai pelatih tim Warrior menuturkan bahwa ini pertandingan pertama bagi Warrior sebagai bentuk pengenalan diri. “Ini sebagai pengenalan diri mereka kepada pertandingan basket. Mereka kan baru memulainya, ya adanya pertandingan ini menjadi pertama kali. Seminggu sebelum tanding kita baru kumpulin, ya segini yang bisa main. Jadi mereka tahu ini ajang positif dan mereka cukup senang, kita pun support,”ujar Coach Romy Tak hanya tim Jetz, tim Cakra Sakti pun menyusul keberhasilannya atas tim Rockstar Gym. Hingga pada quarter kedua, tim Rockstar Gym tidak mampu menambah skor. Sedangkan pada quarter ke-3, tim Rockstar Gym baru mampu membuat skor pertama dan kedua. Lalu pada quarter ke-4, tim Rockstar Gym masih berusaha mengejar ketertinggalannya. Namun, tim Cakra Sakti mampu bertahan hingga menutup quarter ke 4 dengan skor 24-4.(put/adt)

Targetkan Juara Umum Pada Kejurnas , Tim Hockey Kaltim Akan Datang Dengan Percaya Diri

tim hockey kaltim

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hockey akan berlangsung di Lapangan Hockey Astro Turf Senayan, Jakarta pada 9-12 Desember mendatang. Beberapa tim hockey dari berbagai Provinsi, terus matangkan persiapan dalam target meriahkan hasil maksimal di Kejurnas Hockey nanti. Seperti halnya tim hockey Kalimantan Timur (Kaltim) yang terus mempersiapkan atlet-atletnya dengan serius. Sebanyak 36 atlet putra dan putri akan mewakili Kaltim di ajang Kejurnas Hockey. Tim hockey Kaltim datang dengan penuh percaya diri dan mematok target juara umum. Target tersebut sepertinya bisa terjadi, karena prestasi atlet Kaltim di level Nasional sudah terbukti menunjukan taringnya. “Kami berharap tim putra agar bisa mempertahankan medali emas. Tim putri saat Kejurnas sebelum Pra-PON 2015 lalu kita mendapat medali emas. Semoga prestasi ini ditingkatkan. Target kami kalau bisa juara umum,” ungkap Pelatih Kepala Hockey Outdoor Muhammad Natsir seperti di kutip Tribun Kaltim. Meski begitu, Natsir tak ingin terlalu percaya diri. Kegagalan tim putri pada PON Jabar 2016 yang ditargetkan meraih emas, dan hasilnya mereka harus puas dengan medali perunggu. “Iya kami melihat itu, dan kami berharap prestasi tim putri ditingkatkan, supaya kita bisa meraih juara umum di Kejurnas,” ujar Natsir. Lanjutnya, peta kekuatan tim hockey masih sama dan tak ada yang berubah setelah PON Jabar 2016. Ada nama DKI Jakarta, Papua dan Jawa Barat yang akan menyulitkan Kaltim. Kendati demikian, Kaltim mendapat suntikan pengalaman dari atlet-atlet yang tampil di Sea Games Malaysia 2017 lalu.(pah/adt/tbn)

Safwan, Atlet Atletik Yang Pernah Melawan Usain Bolt, Pelari Tercepat di Dunia

Safwan-Atlet-Atletik2

Salah satu pengalaman yang luar biasa bagi seorang atlet adalah saat berkesempatan untuk bertanding melawan atlet yang sudah tersohor di bidangnya. Hal ini sempat dialami oleh Safwan, seorang atlet muda berbakat yang berasal dari Nusa Tenggara Barat. Pengalaman bertanding bersama dengan pelari tercepat dunia, Usain Bolt merupakan pengalaman berharga bagi Safwan. Atlet atletik dengan nama lengkap Sapwaturrahman ini pernah berlaga di seri 100 m dalam kejuaraan senior tingkat dunia pada tahun 2013 lalu. “Ditahun 2013 saya ikut kejuaraan senior tingkat dunia pertama. Saya berlari bareng Usain Bolt di seri 100 m. Itu serasa mimpi jadi kenyataan. Walaupun saya ditinggal jauh sama dia, tapi saya dapat pengalaman luar biasa. Dia tinggi besar dan ramah,”ujarnya Safwan yang saat ini berfokus di olahraga lompat jauh pada ajang Asian Games 2018 mendatang, pernah mengikuti beberapa turnamen seperti Pekan Olahraga Nasional, Kejuaraan dunia atletik tingkat remaja dan senior di Perancis dan Moscow. Meski sudah 3 kali gagal menyabet medali di ajang Sea Games, Safwan tetap belajar menerima kekalahan. “Saat Sea Games 2013, Ayah saya nonton langsung di Myanmar. Tapi saya tetap belajar disitu, kalau mau juara kita juga harus siap kalah,”tuturnya Mahasiswa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Mataram ini pernah mengalami cedera sepanjang tahun 2015. Kejadian tersebut membuatnya terpaksa harus mengundurkan diri dari Pemusatan Latihan Nasional (PELATNAS). Ia harus membangun prestasi dari nol lagi. Meski begitu, ia tetap merasa beruntung selalu diberikan support dari orang-orang yang ada disekitarnya. “Saya memilih keputusan yang berat yaitu mengundurkan diri secara terhormat dari PELATNAS. 2 tahun saya kembali berjuang di Nusa Tenggara Barat. Beruntung saya lahir disini provinsi yang mensupport atlet berprestasi. Saya banyak belajar bagaimana memahami diri secara fisik dan spiritual. Dan tentu support dari orang tua, pelatih dan Pak Hasan sebagai ketua umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Itu sebabnya saya semangat dan ingin membalas budi dan menjadi sejarah di dunia atletik di Indonesia,”tutupnya (put/adt)

Ini Hasil Pertandingan dan Klasemen Sementara Pekan 17 Liga Kompas U-14

Klasemen-Liga-kompas-gramedia

Liga Kompas U-14 sudah memasuki pekan ke-17. Dimana terdapat banyak pertandingan seru, dan banyak sekali kejutan pada pekan ke-17 yang dibuat oleh tim-tim papan tengah, Minggu (3/12) di Stadion Ciracas, Jakarta Timur. Sementara ini, JFA masih kokoh dipuncak klasemen, walaupun hanya mendapatkan satu poin dari hasil imbang 1-1 melawan Cibinong Raya kemarin. JFA masih kokoh di peringkat pertama dengan koleksi 40 poin dari hasil 12 kali menang, 4 kali seri dan 1 kali menelan kekalahan. Sedangkan duduk pada peringkat kedua, ada nama Asiop Apacinti, yang menguntit dengan koleksi 35 poin dari 10 kali menang, 5 kali imbang dan 2 kali kalah. Sementara pada posisi dasar klasemen, masih dihuni oleh SSJ Kota Bogor dengan koleksi 4 poin, dari hasil 1 kali menang, 2 kali imbang dan 14 kali menelan kekalahan. Berikut nysnmedia.com berikan hasil dan klasemen Liga Kompas U-14: (pah/adt)

JFA Hanya Mampu Bermain Imbang 1-1 Melawan Cibinong Raya

JFAvsCibinong

Lanjutan Liga Kompas U-14 pekan 17, banyak terjadi kejutan. Seperti pada laga JFA yang menjadi pemuncak klasemen melawan Cibinong Raya, yang berakhir imbang 1-1, Minggu (3/12) di Stadion Ciracas, Jakarta Timur. Cibinong Raya yang menduduki klasemen 11, tak gentar melawan pemuncak klasemen. Di babak pertama, Cibinong Raya terus menekan pertahanan JFA. Hasilnya dimenit 13, Cibinong Raya unggul melalui Imam Afif Faizal dan merubah skor menjadi 1-0. JFA yang tertinggal 1-0, berusaha bermain menyerang, akan tetapi serangan yang dibangun selalu kandas. Skor 1-0 pun, bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, JFA mulai bangkit dengan mengurung pertahanan Cibinong Raya. Anak-anak JFA pun, melakukan variasi serangan dengan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Sementara, Cibinong Raya mengandalkan serangan balik berbahaya. Pertahanan Cibinong Raya lengah dan hilang fokus. Kelengahan ini, berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh JFA. Hasilnya, Riski Praganta Ginting berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit 52. Tak ada gol tambahan di sisa waktu. Skor 1-1 pun, bertahan hingga usai pertandingan. Pelatih Cibinong Raya, Sairan mengatakan, sangat puas dengan permainan anak asuhnya. Menurutnya, anak asuhnya dapat memperagakan permainan sesuai dengan arahannya. “Saya puas dengan permainan anak-anak, mereka menerapkan strategi yang saya instrusikan, dan kami menempatkan beberapa pemain yang mampu mendobrak pertahanan JFA, hingga kami unggul terlebih dahulu,” tutur Sairan seperti dikutip akun resmi ligakg.kompas.id. Sementara Pelatih JFA, Zulkifli mengatakan, ada beberapa penyebab anak asuhnya tak menunjukan permainan terbaiknya. “Beberapa pemain datang terlambat, beberapa menit pertandingan akan dimulai, sehingga skema pemain berubah,” ujarnya.(pah/adt)

Sukses Tontonkan Skill Individu, Nama M Rafly Duduk Dalam Bursa Transfer Pemain

Rafly-pemain-timnas-u-19

Meski timnas Indonesia hanya mendapat peringkat tiga di ajang Piala AFF U-19. Namun, anak-anak besutan Indra Sjafri ini, mempunyai skill olah bola yang aduhai, dan berhasil membuat klub-klub top Liga 1 kepincut untuk menggunakan jasa mereka di Liga 1 2018. Bisa di lihat sebelumnya bahwa nama Hanis Saghara Putra dan Febi Eka Putra telah resmi dikontrak oleh runner-up Liga 1 Bali United. Dan, Egy “Kelok Sembilan” Maulana Vikry akan berguru ke ranah Eropa. Namun, ada satu penyerang timnas U-19 yang masih jadi rebutan klub Liga 1, yakni M Rafly Mursalim yang mendapat julukan si Santri asal Kota Tangsel. Meski santer dikabarkan akan bergabung ke PS TNI, ayah Rafly yakni Faisal Risal mengungkapkan bahwa belum ada tanda tangan kontrak dari PS TNI. “Sementara belum ada tangan kontrak dan belum deal,” ujar Faisal kepada tim nysnmedia.com melalui pesan whatsapp, Selasa (5/12). Rafly pernah memperkuat Porda Tangsel dan juga liga Soeratin Tangsel. Faisal juga mengatakan, tak hanya PS TNI saja yang ingin mengontrak Rafly. “Ya, bukan hanya 1 klub yang minat, Alhamdulillah ada beberapa klub Liga 1 yang dari awal minat sama M Rafly,” ucapnya. Tak hanya klub Liga 1 saja yang aktif dalam bursa transfer pemain. Tetapi, klub luar juga sedang aktif untuk memperkuat pondasi demi merengkuh juara. Saat ini, klub luar juga sudah mulai melirik pemain Indonesia, seperti Evan Dimas dan Ilham Udin yang baru saja dikontrak oleh Selangor FC (Malaysia). Melihat banyaknya minat klub luar akan kehebatan pemain Indonesia, tak terkecuali sang santri Rafly. Namun, sang ayah ingin Rafly berkarir di Indonesia dan merasakan atmosfir Liga 1. “Sementara biar berkarir dulu di dalam negeri dan merasakan atmosfir Liga Indonesia. Masalah nanti ada tawaran main keluar negeri, kita liat aja perkembangannya seperti apa,” jelas Faisal. (pah/adt)

Persiapan Matang, Ajang Tahunan JJBC Siap Digelar 9 Desember Mendatang

Logo JJB 2017

Melihat perkembangan olahraga basket di usia dini mulai berkembang pesat, banyak pula event-event kejuaraan yang digelar demi mencari bibit potensial. Usia-usia 7 tahun hingga 16 tahun, merupakan usia emas para pebasket muda untuk mengembangkan bakat mereka. Seperti contohnya kejuaraan Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) yang merupakan kejuaraan tahunan bagi usia dini. JJBC selalu rutin diadakan tiap tahun dan selalu menjadi daya tarik bagi klub-klub basket yang ada di Jabodetabek maupun luar Jabodetabek untuk turut berpartisipasi. Rencananya JJBC sendiri akan digelar pada tanggal 9 Desember mendatang di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Dimana terdapat enam kategori umur yang dipertandingkan, yakni KU 7, KU 8, KU 9, KU 10, KU 12, KU 16. Ketua Panitia JJBC, Awi mengatakan, sejak tahun 2014 ajang JJBC sudah digelar. Ajang ini, bertujuan untuk mengasah bakat para pebasket dan juga sebagai ajang silahturahmi antar klub basket. “Iya setiap tahun kita mengadakan JJBC mulai tahun 2014, jadi tahun ini sudah tahun ke-4,” ujar Awi. Lanjutnya, untuk di tahun 2017 ini JJBC akan dibuat menjadi 3 season. Dengan begitu, JJBC akan dibuat menjadi meriah. Nantinya, akan ada beberapa klub yang bertanding dalam JJBC 2017 dan memperebutkan Piala JJBC 2017 “Sebanyak 14 klub yang mengikuti JJBC ini, dan terbagi menjadi 34 tim dalam 7 kategori pertandingan. Saya harapkan, masing-masing klub mempersiapkan segala keperluan teknis, agar pada saat pertandingan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” terangnya. (pah/adt)

Hindari Kecurangan, JJBC Rancang Rules Of The Games Lewat NISN

Technical-Meeting-(TM)-diikuti-oleh-para-peserta-klub-basket

JJBC (Jetz Junior Basketball Championshop) sudah mulai melakukan Technical Meeting (TM) kepada tim-tim yang berpartisipasi. TM sendiri berlangsung di Ruang Rapat Jetz Stadium, Gading Serpong, Sabtu (2/12) pada sore hari. Dalam TM ini, Ketua Panitia Awi menjelaskan berbagai peraturan ketat yang ada di JJBC. Mulai dari kategori umur, aturan main, pemilihan bola, tinggi ring basket dan yang lainnya. Nantinya dalam JJBC akan memainkan beberapa kategori yakni kelompok umur (KU) 7, KU 8, KU 9, KU 10, KU 12, KU 16. Awi menjelaskan akan memperketat aturan main dalam JJBC, guna menghindari kecurangan-kecurangan yang dapat mencoreng slogan sportifitas fair play. Karena, dalam kejurnas saja memang sudah ketat “Sebenarnya aturannya standard saja, karena di kejurnas jauh lebih ketat screeningnya,” ujar Awi. Selain itu juga, peraturan-peraturan pertandingan di rundingkan dengan para perwakilan tim agar tidak terjadi miss pada saat pertandingan. “Kami meminta tiap klub menyantumkan NISN (Nomor Induk Siswa Sekolah) para pemain, agar tidak terjadi kecolongan umur. Karena, banyak kejadian seperti itu,” jelasnya. (pah/adt)

H Bahrudin: Kejurda Banten Drag tahun 2018 Mendatang Akan Lebih Istimewa

Pertamax-Motorsport-Drag-Bike-Team-Action1

Pergelaran event Final Kejurda Banten Drag Bike 201M Open 2017 yang berlangsung selama dua hari yakni pada tanggal 25-26 November lalu berjalan lancar di Sirkuit Lapan Cicangkal, Tangsel, Banten. Ratusan pembalap junior maupun senior turut ambil bagian dalam kejuaraan ini. Kejurda Banten Drag Bike ini diselenggarakan oleh Bodisa Motorsport yang masuk dalam rangka menyambut HUT Tangsel ke-9. Ketua Penyelenggara, H Bahrudin mengatakan, sangat bersyukur bisa menyelesaikan babak final Kejurda Banten Drag Bike 2017. “Allhamdulilah tahun ini kita bisa menyelesaikan event ini sampai selesai, dari seri 1 sampai seri 5 ini banyak sekali lika-likunya dalam menggelar event kejurda ini, namun dengan semangat saya yang tinggi semua bisa berjalan dengan baik dan meriah” tutur Bahrudin. Ajang ini merupakan, ajang untuk mengasah kemampuan para pembalap pemula untuk bisa bersaing dengan pembalap senior. Dan, untuk di tahun 2018 mendatang, Kejurda Drag Bike akan terasa istimewa. “Tahun 2017 kejurda drag ini full seri oleh Bodisa, untuk tahun depan insya allah kita akan kembali buat gebrakan untuk hadiahnya. Rencana untuk kelas open dan Kejurda akan diberikan voucher Umroh dan pada tahun 2018 akan kita glar sebanyak 6 seri. semoga pada tahun depan akan lebih baik lagi dan semua yang diinginkan tercapai,”tutupnya. (pah/adt)

Bulutangkis: Sosok Ibunda Menambah Semangat Rezha Meraih Prestasi

Rezha-Arzhan-Hidayat-Saat-Bertanding-Di-Liga-Mahasiswa

Kerja keras seorang ibu memang tidak bisa terbayarkan oleh apapun yang ada di dunia ini. Kasih sayang dan ketulusan menjadi dasar bahwa cinta yang di miliki seorang ibu, niscaya sebuah cahaya dalam kegelapan yang dapat menuntun menuju arah kesuksesan. Rezha, cowok dengan nama lengkap Rezha Arzhan Hidayat ini merupakan salah satu atlet bulutangkis Indonesia yang pernah mengikuti berbagai kejuaraan seperi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas), Brawijaya Malang Open, Liga Mahasiswa Nasional dan masih banyak lagi. Rezha yang juga adalah salah satu mahasiswa berprestasi di Universitas Negeri Yogyakarta, baginya perjuangan sang ibunda yang mengantarkan ia dari Yogyakarta ke Gunung Kidul merupakan pengalaman yang tidak pernah ia lupakan. “Dulu saya pernah diantar mama naik motor dari Jogja ke Gunung Kidul. Saya menginap disana tapi mama langsung pulang, karena masih ada kerjaan. Terus mama nyusul lagi, dan ikut menginap dengan teman-teman satu tim saya. Saya gak nyangka saat itu saya mendapatkan juara pertama ditingkat provinsi. Sosok mama memberikan kesan semangat, yang mengantar dan menjaga saya untuk terus fokus dipertandingan,”ujarnya Ibunda Rezha selalu hadir disetiap pertandingan Rezha, baik yang diselenggarakan di dalam ataupun luar kota. Namun, saat bertanding di Semarang adalah pertandingan terakhir yang ibunda Rezha hadiri dan ikut menginap. Sehabis pulang dari Semarang, ibunda Rezha di vonis mengalami gagal ginjal. “Semenjak mama sakit, mama hanya hadir berikan support, tapi ketika saya masuk babak semi final atau final. Saya sangat semangat, dulu sebenarnya sebelum mama sakit agak gak seneng, karena pasti bikin saya gak tenang. Namun semenjak mama sakit, saya pengennya ditonton mama, karena mama juga senang nonton saya dan bisa jadi hiburan untuk mama.”tutur cowok yang berusia 22 tahun ini Rezha yang saat ini menempuh pendidikan di jurusan Pendidikan Olahraga, sudah menggeluti bulutangkis sejak 13 tahun lalu. Meski pernah mengalami cedera, Rezha mampu bangkit jika menginggat bahwa cedera atau kalah merupakan rezeki dari Tuhan. “Saya ingat kalau rezeki sudah Allah atur. Ingat saya juga banyak dikasih rezeki dan bisa diluar dugaan saya.”tutupnya(put/adt)