Tahap Pertama Audisi Beasiswa Djarum, Ratusan Remaja Lolos Babak Seleksi Awal

Sebanyak 143 peserta yang berasal dari enam kategori kelompok umur, lolos tahap screening Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di GOR Hevindo, Balikpapan, Sabtu (14/4). (dok.PB Djarum)

Balikpapan- Total 362 peserta yang berasal dari enam kategori yakni U-11 Putra, U-11 Putri, U-13 Putra, U-13 Putri, U-15 Putra, dan U-15 Putri mengikuti tahap screening Audisi Umum Beasiswa Djarum Bulutangkis 2018 di GOR Hevindo, Balikpapan, Sabtu (14/4). Sebanyak 143 peserta dinyatakan lolos dan siap mengikuti tahap selanjutnya. Pada tahap awal ini para peserta diberi kesempatan unjuk gigi pada laga dengan lawan yang sesuai dengan kategori usia masing-masing. Para peserta mendapatkan waktu 10 menit untuk unjuk kemampuan di hadapan tim pencari bakat PB Djarum terdiri atas Christian Hadinata, Fung Permadi, Yuni Karika, Sigit Budiarto, Lius Pongoh, Denny Kantono, Tri Kusharyanto, Hastomo Arbi, Sulaiman, dan Engga Setiawan. Tujuan tahap ini adalah mengetahui teknik dasar bermain bulutangkis. Adapun penilaian lolos atau tidaknya tidak berdasarkan hasil pertandingan melainkan teknik dan daya juang peserta. Hasilnya 143 peserta dinyatakan lolos dari tahap screening. Jumlah tersebut tersebar di berbagai kategori yakni U-11 Putra 13 orang, U-11 Putri delapan orang, U-13 Putra 52 orang, U-13 Putri 16 orang, U-15 Putra 26 orang, dan U-15 Putri 10 orang. “Para pebulutangkis muda datang dan berkumpul untuk mengikuti Audisi Umum di Balikpapan tahun ini. Saya ucapkan terima kasih kepada anak-anak, terlebih para orangtua yang telah mendorong dan mengembangkan bakat putra-putri mereka melalui olahraga bulutangkis,” kata Denny Kartono, dilansir bola.com, pada Sabtu (14/4). “Berkaca dari Audisi Umum yang digelar di Balikpapan dua tahun lalu, antusiasme dan semangat juang dari anak-anak ini tidak pernah kendor,” ujar pebulutangkis asal Samarinda, Kalimantan Timur itu. Nantinya, para pebulutangkis yang mampu memberikan penampilan apik berhak mendapatkan super tiket untuk final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 yang akan berlangsung di Kudus, Jawa Tengah pada 7-9 September 2018. (Art)

Minim Dana dan Tanpa TC, 10 Atlet Muda Indonesia Turun di Kejuaraan Senam Junior Asia 2018

Jakarta- Sebanyak 10 atlet junior senam Indonesia akan mengikuti 15th Junior Artistic Gymnastics Asian Championships 2018. Event itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Istora Senayan, pada 25-28 April. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (Kabid Binpres PP Persani), Dian Arifin, mengatakan menyiapkan lima atlet putra dan lima atlet putri berpartisipasi. “Kami berharap, setidaknya satu atlet putra dan satu atlet putri, bisa lolos dalam Kejuaraan Asia Senam Artistik Junior 2018, sehingga dapat mengikuti Olimpiade Junior di Buenos Aires, Argentina, pada Oktober 2018,” kata Dian. Sepuluh atlet junior yang disiapkan PB Persani berasal dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Riau, dan Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan. “Atlet-atlet junior kita selama ini, belum punya peringkat di Asia. Kami memilih dengan ketat atlet-atlet junior untuk mengikuti Kejuaraan Asia tahun ini,” tambahnya. Mereka disebutkan Dian, terpaksa berlatih di daerah masing-masing karena terdapat sejumlah kendala apabila melakukan pemusatan latihan di Jakarta. “Kami belum sanggup memusatkan pelatihan 10 atlet itu di Jakarta, lagi-lagi karena keterbatasan tempat dan dana,” ujar Dian. Atlet-atlet junior Indonesia, lanjut Dian, akan mencoba arena pertandingan di Stadion Istora Senayan pada 21 April. Kesempatan itu mereka dapatkan setelah arena pertandingan selesai didirikan. “Selain kami, atlet-atlet Jepang dan Korea Selatan, akan mencoba arena pertandingan lebih awal dibanding jadwal yang disediakan untuk para peserta pada 22 April,” tutur Dian. Terdapat 23 negara Asia yang diundang dalam Kejuaraan ini. Responsnya pun cukup baik karena 21 negara sudah mengonfirmasi kehadiran. (Art)

PJ Pilih GOR Soemantri Jadi Homebase, Final IBL 2018 Bergulir Pekan Depan

Grand final Indonesian Basket League (IBL) 2017/2018, akan mulai berlangsung pada Kamis (19/4) di Britama Kelapa Gading, Jakarta. (instagram)

Jakarta– Babak Final supremasi basket nasional segera berlangsung. Dua tim terbaik telah terpilih untuk melakoni babak Grand Final Indonesian Basket League (IBL) 2017/2018. Satria Muda (SM) Jakarta dari Divisi Merah lolos ke partai puncak dan menantang delegasi Divisi Putih, Pelita Jaya (PJ) Jakarta. Kedua tim akan bertarung dalam format best of three. Game pertama dilaksanakan pada Kamis (19/4), di markas SM, Britama Arena Sportsmall Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dan game kedua dihelat pada Sabtu (21/4) di homebase PJ yang memilih Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GOR Soemantri), Kuningan, Jakarta Selatan, sebagai kandang mereka. Sebelumnya, PJ memakai GOR C’Tra Arena Bandung sebagai markas mereka. Jika skor pada dua game tersebut imbang, game ketiga berlanjut pada Minggu (22/4) yang tetap akan digelar di GOR Soemantri, Kuningan. (Art)

Siapkan Program Team Building, PBSI Umumkan Skuad Bayangan Piala Tomas dan Uber 2018

Anthony Sinisuka Ginting masuk menjadi kandidat tim Piala Thomas 2018 yang akan berlangsung di Bangkok, Thailand. (tempo.co)

Jakarta- Piala Thomas dan Uber 2018 semakin dekat, ajang perebutan supremasi beregu putra dan putri paling bergengsi ini akan dilangsungkan di Bangkok, Thailand, pada 20-27 Mei 2018. Tim Piala Thomas Indonesia menduduki peringkat ketiga di daftar unggulan, di bawah Tiongkok dan Denmark. Sedangkan Tim Uber Indonesia ada di posisi ketujuh, di bawah Jepang, Tiongkok, Korea, Thailand, Taiwan dan India. Hingga saat ini, PP PBSI masih terus mencari komposisi terbaik menjadi pemain tim inti yang akan diterbangkan ke Bangkok untuk membela Merah-Putih. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti membuka daftar nama-nama atlet yang dinominasikan menjadi bagian tim inti Piala Thomas dan Uber 2018. Empat atlet tunggal dan enam atlet ganda (tiga pasangan) akan masuk ke dalam daftar tim inti Piala Thomas dan Uber 2018 yang bakal diumumkan dalam waktu dekat. Dari 32 atlet yang masuk nominasi, akan dipilih 20 atlet untuk mengisi 10 slot tim Piala Thomas, dan 10 slot tim Piala Uber. BWF (Federasi Bulutangkis Dunia) menetapkan tanggal 6 Mei 2018 sebagai hari terakhir penyerahan nama tim inti Piala Thomas dan Uber 2018. “Kami membuka kesempatan bagi semua, untuk menjadi bagian tim Piala Thomas dan Uber, yang penting pokoknya untuk Indonesia,” kata Susy kepada Badmintonindonesia.org. Program persiapan jelang Piala Thomas dan Uber juga dijalankan, terutama mereka yang absen kejuaraan Badminton Asia Championships 2018 di Wuhan, Tiongkok. Rencana pelaksanaan sesi team building pun diungkapkan Susy. Hal ini dimaksudkan guna memperkuat kebersamaan tim jelang tampil di pertengahan Mei mendatang. “Kemungkinan akan ada sesi untuk team building, dan nanti akan dilihat dan disesuaikan lagi, dengan jadwal dan program latihan atlet-atlet,” tutur Susy. (Art) Nominasi Tim Piala Thomas dan Uber 2018: Tim Thomas Tunggal: Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Tommy Sugiarto, Ihsan Maulana Mustofa, Firman Abdul Kholik, Sony Dwi Kuncoro Ganda: Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Berry Angriawan, Hardianto Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira, Ade Yusuf Santoso, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Angga Pratama, Rian Agung Saputro Tim Uber Tunggal: Fitriani, Hanna Ramadini, Gregoria Mariska Tunjung, Dinar Dyah Ayustine, Ruselli Hartawan Ganda: Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Anggia Shitta Awanda, Della Destiara Haris, Rizki Amelia Pradipta, Nitya Krishinda Maheswari, Yulfira Barkah, Rosyita Eka Putri Sari Jadwal Pertandingan Piala Thomas dan Uber 2018 dilansir dari Badminton World Federation (BWF): Minggu, 20 Mei 2018 : Piala Thomas Grup B : Indonesia vs Kanada. Pukul 09.00 WIB – Lapangan 4. Senin, 21 Mei 2018 : Piala Uber Grup D : Indonesia vs Malaysia. Pukul 14.00 WIB – Lapangan 2 (TV). Selasa, 22 Mei 2018 : Piala Uber Grup D : Indonesia vs Perancis. Pukul 09.00 WIB – Lapangan 4. Piala Thomas Grup B : Indonesia vs Thailand. Pukul 19.00 WIB – Lapangan 1 (TV). Rabu, 23 Mei 2018 : Piala Uber Grup D : Indonesia vs Tiongkok. Pukul 09.00 WIB – Lapangan 2 (TV). Piala Thomas Grup B : Indonesia vs Korea. Pukul 14.00 WIB – Lapangan 2 (TV) Kamis, 24 Mei 2018 : Perempat final Piala Thomas dan Uber  Sesi 1 : QF Piala Uber. Pukul 09.00 WIB – Lapangan 1 dan 2. Sesi 2 : QF Piala Uber. Pukul 14.00 WIB – Lapangan 1 dan 3. QF Piala Thomas. Pukul 14.00 WIB – Lapangan 2. Sesi 3 : QF Piala Thomas. Pukul 19.00 WIB – Lapangan 1, 2 dan 3. Jumat, 25 Mei 2018 : Semifinal Piala Thomas dan Uber Sesi 1 : SF Piala Uber : Pukul 12.00 WIB – Lapangan 1 dan 2. Sesi 2 : SF Piala Thomas : Pukul 18.00 WIB – Lapangan 1 dan 2. Sabtu, 26 Mei 2018 : Final Piala Uber. Pukul 13.00 WIB Minggu, 26 Mei 2018 : Final Piala Thomas. Pukul 13.00 WIB

Jadi Host Piala Dunia FIBA 2023, Perbasi ‘Blusukan’ Cari Pemain Lebih Dari 2 Meter

Penampilan Vincent Rivaldi Kosasih, salah satu pemain basket Indonesia yang bertinggi badan di tas 2 meter lebih. (republika.co.id)

Jakarta- Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Bola Basket 2023, bersama Jepang dan Philipina. Demi menatap gelaran bergengsi itu, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) mencari pemain berpostur di atas 2 meter. “Indonesia sudah lolos sebagai tuan rumah FIBA World Cup 2023. Tapi, tidak langsung lolos sebagai peserta. Karena dianggap harus lebih ditingkatkan level permainan bola basketnya, terutama tinggi tubuh pemain Indonesia,” ujar Danny Kosasih, Ketua Umum PP Perbasi, di Jakarta, Selasa (10/4). “Selain itu, syarat utama untuk bisa main di FIBA World Cup 2023, maka Indonesia harus lolos FIBA Asia 2021, serta bisa mengalahkan Philipina. Itu sangat berat,” sambungnya. Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 63 tahun silam itu, mengungkapkan pihaknya masih terus mencari pemain yang memiliki postur di atas 2 meter. “Saya sudah keliling Indonesia dan maksimal tinggi pemain itu hanya 2 meter. Padahal, kalau kita melihat beberapa negara di Asia para pemain tingginya sudah 2,10 meter atau paling tidak 2,05 meter,” tambah pria yang mulai bermain basket di Klub Kumala Jaya itu. Diakuinya, selama empat bulan lalu, dirinya blusukan mencari pemain dengan postur yang tinggi. Bahkan, ia telah memberikan surat ke Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbasi seluruh Indonesia guna mendapatkan pemain yang dimaksud. “Untuk yang tinggi di atas 2 meter itu memang tidak ada. Maksimal 1,99 meter atas nama Calvin dari Riau. Sebab, kalau pemain center tingginya cuma 2 meter, maka tugasnya hanya sebagai playmaker,” terang pria yang pernah membawa Jawa Tengah juara pada Kejurnas Mini Bola Basket di Jakarta itu. “Jadi mulai Desember ini, Perbasi mulai melakukan gerakan ke Pengprov bahwa nanti pada Kejurnas U-18 setiap tim harus punya pemain yang tingginya minimal 1,90 meter. Tim yang tak punya pemain dengan tinggi 1,90 meter, tidak usah ikut Kejurnas,” tegas pria berkepala plontos itu. Sementara, opsi lainnya, menurut Danny, adalah menaturalisasi pemain asing. Dan, aturan FIBA tentang naturalisasi pemain asing ke Indonesia, sebut Danny, yaitu kebebasan Indonesia untuk mengambil pemain berusia di bawah 16 tahun dari negara manapun. “Kami ingin mencari pemain dari Afrika. Mengapa tidak negara lain? Ya, kalau kami dari Perbasi inginnya mengambil dari Amerika. Tapi, kalau Amerika harganya tidak terjangkau. Apalagi pemain yang umurnya 15 sampai 16 tahun yang bagus, mereka lebih memilih bermain di NBA,” ungkap Danny. Sedangkan George Fernando Dendeng, Kepala Bidang Hukum PP Perbasi, menuturkan Perbasi akan mengikuti aturan hukum Indonesia serta mengikuti aturan FIBA terkait naturalisasi pemain asing. “Nama-nama pemain asing yang akan masuk dalam tim elit itu sudah ada, lebih dari 10 pemain. Keputusan siapa satu atau dua orang yang akan diambil itu ada pada kepala pelatih Perbasi,” papar George tanpa menjelaskan negara asal pemain-pemain itu. Ia menambahkan untuk pemain asing berusia di bawah 16 tahun yang akan masuk sebagai pemain naturalisasi harus sesuai Pasal 20 Undang-Undang (UU) No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. “Jangan sampai Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia FIBA 2023, tapi timnas Indonesia tidak tampil, bisa malu. Ini kesempatan yang baik dan mengapa tidak dimanfaatkan dengan baik,” timpal Danny. (Adt)

Kejurnas Junior Hoki Digelar Usai Asian Games 2018, FHI : Masih Minim Pembinaan

Atlet Hoki Indonesia tengah melakukan pemusatan latihan nasional, jelang bergulirnya Asian Games 2018, pada Agustus-September mendatang.(Adt/NYSN)

Jakarta- Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Federasi Hoki Indonesia (FHI), Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Yus Adi Kamrullah, akan melakukan pembinaan junior dengan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur (KU). “Pembinaan junior akan kami gelar dalam event Kejurnas Kelompok Umur. Dan pembinaan usia matang, akan fokus bagi mereka kelas 2 atau 3 Sekolah Menengah Atas (SMA),” ujar Yus Adi, di Jakarta, Selasa (10/4). Diakuinya, bila pembinaan junior di cabang hoki masih tertinggal. Sehingga, menurut Yus Adi, untuk mereka yang sudah menjadi atlet nasional, pihaknya berharap para atlet ini dikhususkan bermain di turnamen internasional. “Untuk junior, kami berikan kesempatan dengan cara tampil rutin di Kejurnas Kelompok Umur. Kalau yang senior, mereka harus fokus bermain untuk turnamen-turnamen internasional,” tambah pria yang sehari-hari menjadi Staf Khusus Kasad ini. Yus menyebut agenda Kejurnas KU akan direncanakan dihelat pada September 2018. Namun, ia belum bisa memastikan tanggal pelaksanaannya. “Kami jadwalkan pada September 2018, setelah Asian Games,” terangnya. Soal lokasi penyelenggaraan Kejurnas KU, Yus Adi, menjelaskan bakal diselenggarakan di Jakarta. “Karena venue hoki terbaik dan bersertifikat internasional itu ada di Jakarta. Selain itu, ada juga di Surabaya (Jawa Timur) dan di Bandung (Jawa Barat),” ungkapnya. Namun, mantan Kepala Pusat Keuangan (Kapusku) TNI ini berharap Kejurnas KU ini berlangsung di Jakarta, sebab venue hoki yang akan digunakan sudah memenuhi standar internasional. (Adt)

Christopher Rungkat Jadi Kunci Bungkam Srilanka 3-1, ‘PR’ Pengurus Pelti Siapkan Petenis Muda

Christopher Rungkat masih menjadi andalan Indonesia mengalahkan Srilanka 3-1 pada Play-off Grup II Zona Asia-Oceania. Minggu (8/4). (net)

Jakarta- Tim Piala Davis Indonesia sukses membungkam Srilanka dengan skor 3-1 di Play-off Grup II Zona Asia-Oceania, di Lapangan Tanah Liat Asosiasi Tenis Srilanka, Kolombo, Minggu (8/4). Hasil itu memastikan Indonesia tetap bertahan di Grup II Zona Asia-Oceania sekaligus lepas dari ancaman degradasi. Pada hari pertama, Sabtu (7/4), tim Merah Putih bermain imbang 1-1 setelah petenis utama Indonesia Christopher Rungkat menumbangkan Sharmal Dissanayake dengan skor 6-4, 4-6, 3-0 (retired). Namun, David Agung Susanto tumbang di tangan Harshana Godamanna dengan skor 3-1, 1-6. Hari kedua, duet Christopher Rungkat/Justin Barki berhasil mengalahkan Sharmal Dissanayake/Harshana Godamanna dengan skor 6-4, 6-3. Kemenangan itu membuat Indonesia unggul 2-1 atas Srilanka. Dan, Christo menjadi pahlawan kemenangan usai menekuk petenis andalan Srilanka Harshana Godamanna pada partai keempat melalui laga rubber set, dengan skor 6-4, 4-6, 7-6(7), dalam waktu dua jam lima menit. Febi Widhiyanto, Non-Playing Captain Indonesia, mengatakan hasil tersebut sesuai dengan skenario tim. Dan, Christo selalu menjadi faktor penentu kemenangan. Hal ini merupakan formula klasik, guna bertahan di Grup II Zona Asia-Oceania seperti yang telah dilakukan dalam empat laga dibabak serupa, dalam lima tahun terakhir. “Kami bersyukur hasil ini sesuai skenario. Ganda Christo dan Justin mampu mengambil angka kemenangan dari partai ketiga. Tak ada pilihan yang lebih baik, selain memasang kembali Christo untuk memastikan kemenangan,” tutur Febi. Meski strategi untuk memainkan petenis utama Indonesia berperingkat 824 dunia itu berhasil, namun Febi, menegaskan tugas PP Pelti (Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia) dalam menyiapkan petenis muda sebagai pelapis senior. “Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan PP Pelti periode ini. Mereka harus terus menyiapkan petenis muda sebagai pelapis guna menggantikan Christo dimasa depan,” tukasnya. (Adt)

Peta Bulutangkis Dunia Kian Ketat, Susi Susanti : Level Pemain Muda Indonesia Nyaris Sempurna

Level permainan pemain muda Indonesia di ajang ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’, kini nyaris sempurna. (Pras/NYSN)

Jakarta- Legenda bulutangkis tunggal putri Indonesia, Susi Susanti, menilai positif terhadap turnamen bulutangkis ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’, akhir pekan lalu. Turnamen yang berlangsung di GOR PB Jaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, pada 3-8 April lalu, menyuguhkan kompetisi yang sangat baik untuk pemain-pemain muda Indonesia. “Secara teknis, level pemain muda sekarang sudah jauh lebih bagus. Bahkan hampir sempurna,” ujar peraih medali emas Olimpiade 1992, Barcelona, Spanyol itu, akhir pekan lalu. Perempuan kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 47 tahun silam itu, menyebut bila saat ini peta persaingan bulutangkis dunia cukup ketat. “Pebulutangkis Indonesia masih bisa bersaing dengan negara-negara lain,” tambah istri Alan Budikusuma itu. Wakil Merah Putih berhasil meraih lima gelar di ajang turnamen bulutangkis paling bergengsi di level junior itu. Lima gelar diperoleh lewat nomor Tunggal Putri U-17 (Aisyah Sativa Fatetani), Ganda Putra U-17 (Rian Cannavaro/Asghar Herfanda). Kemudian, Ganda Campuran U-17 (Muhammad Nendi Novantino/Triyola Nadia), Tunggal Putri U-15 (Ellena Manaby Yullyana), dan Ganda Putri U-15 (Mikala Kani/Febi Setianingrum). Selanjutnya, China mengantongi empat gelar (Tunggal Putri U-19, Ganda Putra U-19, Ganda Putri U-19, dan Ganda Campuran U-19). Lalu, India (Tunggal Putra U-15, dan Ganda Putra U-15), Malaysia (Tunggal Putra U-17), Korea Selatan (Ganda Putri U-17), serta Thailand (Tunggal Putra U-19). Sebanyak 1.054 atlet dari 19 negara turut serta di event ini. Hasil dari turnamen Jaya Raya ini, nantinya memberikan tambahan poin BWF (Federasi Bulutangkis Dunia) bagi pemain di Kategori U-19. Sedangkan, untuk pemain dengan Kategori U-15 dan U-17, akan mendapatkan poin untuk peringkat BAC (Federasi Bulutangkis Asia). (Adt)

Kawal Bakat Muda Potensial, NYSNMEDIA Gelar Turnamen Basket Antar SLTA

NYSN-media-High-School-Basketball-2018-2

Jakarta- Sebagai media olahraga yang menjadi sumber inspirasi dan terpercaya bagi kalangan muda pecinta olahraga, NYSNMEDIA memiliki tanggung jawab besar mengawal bakat-bakat muda potensial di negeri ini. Guna mewujudkan hal itu, media yang berada di bawah naungan PT Nasional Yunior Sportindo Media akan menggelar turnamen basket bertajuk ‘NYSN High School Basketball Cup 2018”. Turnamen yang untuk pertama kalinya dihelat ini berlangsung di Lapangan Basket Sekolah Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan, Banten. Turnamen ini bertujuan agar generasi muda memiliki kegiatan positif sekaligus menjadi ajang mencari bibit-bibit muda potensial di cabang bola basket. Dan, peserta kompetisi basket antar SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) ini diharapkan mengedepankan jiwa sportifitas serta persahabatan dan kebersamaan. Selain turnamen basket putra dan putri. Event ini juga diisi kegiatan menarik lainnya, seperti 3 point competition, photo contest, serta awarding yakni untuk MVP Putra, MVP Putri dan Most Favourite Team.

PBSI Tak Khawatir Regenerasi Junior, Sekjen : Butuh Jam Terbang Asah Mental

Pasangan ganda campuran, Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja, menjadi salah satu calon pasangan masa depan Indonesia. (bolasport.com)

Jakarta- Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengaku tak khawatir dengan regenerasi pebulutangkis junior. Menurut Achmad Budiarto, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PP PBSI, untuk para pemain pelapis disemua sektor sudah cukup baik. “Artinya, kalau dilihat di ganda putra, setelah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, ada pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan mereka sudah bisa masuk 10 besar dunia,” ujarnya di Jakarta, Minggu (8/4). “Di junior ada beberapa pemain yang disiapkan seperti Muhammad Reza Pahlevi/Akbar Bintang Cahyono, kemudian Frengky Wijaya Putra/Sabar Karyaman Hutama. Lalu, di bawahnya masih ada 2 hingga 3 lapis sudah kami siapkan,” sambungnya. Di sektor putri, ia mengaku sangat optimis untuk bisa mendongkrak prestasi. Terlebih, junior putri yang masuk Pelatnas rata-rata berusia 15 tahun hingga 16 tahun. “Mereka punya talenta bagus. Andai bisa diarahkan dan dibina serta memiliki konsistensi yang kuat, maka mereka dalam kurun waktu 4 atau 5 tahun lagi, sudah bisa masuk tataran pemain yang diandalkan,” tambah Budiarto. “Contoh saat Kejuaraan Asia. Walau disemifinal kalah 3-0 dari Jepang, tapi semua laga berlangsung rubber game. Misalnya Fitriani yang kalah sama Akane Yamaguchi. Itu memunculkan optimisme,” cetusnya. Khusus di sektor ganda campuran, Budiarto menjelaskan saat ini masih milik Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, namun terdapat pasangan yang bisa diandalkan yakni Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja. “Namun semuanya butuh jam terbang, utamanya yang junior. Sehingga saat bertemu pemain-pemain dari negara lain, mereka tidak goyah, apalagi di akhir-akhir pertandingan,” ungkapnya. “Mental jadi yang utama. Para pemain hanya kalah di jam terbang. Karena secara teknik dan fisik tidak ada kendala. Jam terbang untuk menghadapi berbagai tipe permainan sehingga harus lebih siap,” tutup Budiarto. (Adt)

Strateginya Buntu, Tunggal Putra Pelatnas U-19 Akhirnya Harus Puas Jadi Runner-Up

Tunggal putra junior Indonesia, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (baju biru), meraih runner-up usai ditaklukkan Kunlavut Vitidsarn, 14-21 dan 9-21. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tunggal putra junior Indonesia, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, harus puas menjadi runner-up turnamen bulutangkis ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’. Di partai final, Minggu (8/4), pebulutangkis Pelatnas Cipayung itu gagal menaklukkan pemain unggulan satu asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, pada laga berdurasi 37 menit, dengan skor 14-21 dan 9-21. Ikhsan yang menempati unggulan dua mampu mengimbangi wakil Thailand itu di awal-awal gim. Lawan berhasil mengoleksi angka pertama 1-0, setelah bola pengembalian Ikhsan tak berhasil melewati net. Perolehan angka kedua pemain berlanjut. Bola pendek di depan net yang dilakukan Ikhsan gagal dikembalikan dengan sempurna oleh lawan. Skor pun berubah menjadi 3-4. Lalu, kedudukan kembar 5-5 tercipta, setelah siswa Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan Jakarta itu sukses membuat bola bergulir dibibir net tanpa mampu dikembalikan Kunlavut. Smash backhand tajam dari Ikhsan membuat ia unggul 6-5 atas pebulutangkis Negeri Gajah Putih itu. Namun, Kunlavut mampu menutup interval gim pertama dengan skor 11-8. Tekanan yang dilancarkan pebulutangkis Thailand itu terus memberikan ancaman ke jantung pertahanan Ikhsan. Akibatnya, angka demi angka dikumpulkan Kunlavut hingga kedudukan 19-13. Lalu, bola yang tak mampu melewati net dari ikhsan memastikan berakhirnya gim pertama dengan skor 14-21. Memasuki gim kedua, Ikhsan mencoba menerapkan strategi baru. Namun, kematangan yang dimiliki Kunlavut memaksa pebulutangkis asal PB Djarum Kudus itu menyerah di interval gim kedua dengan skor 4-11. Saat kedudukan 4-15, aksi brilian ditunjukkan pebulutangkis Thailand, saat ia mampu mengembalikan bola Ikhsan yang tipis bergulir di depan net, membuat kedudukan berubah menjadi 4-16. Gelar juara untuk Kunlavut makin dekat usai ia mampu melakukan smash keras menyilang yang tak mampu dikembalikan Ikhsan untuk terjadinya game point 20-9. Bola Ikhsan yang melebar jauh dari lapangan akhirnya memastikan Kunlavut menjadi kampiun di turnamen bergengsi junior itu dengan skor 21-9. “Tadi gim pertama angkanya masih kejar-kejaran karena saya sudah tahu pola permainan lawan. Misalkan bolanya mau kemana, terus saya antisipasinya bagaimana,” ujar Ikhsan usai pertandingan. “Pas angka 11 ke atas, lawan tiba-tiba merubah pola. Saya juga ikut merubah. Tapi, strategi saya juga nggak jalan, saya mulai nge-blank,” lanjut pebulutangkis yang juga pernah bermain di ganda campuran bersama Yasnita Enggira itu. Berdasarkan catatan, kedua pemain bertemu empat kali, dua diantaranya di turnamen ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold’. Pada 2016, Ikhsan tumbang dua gim dengan skor 21-23 dan 15-21. Kemudia, pada 2017, ia juga kalah dua gim dengan skor 17-21 dan 7-21. “Dari dulu kalau ketemu dia (Kunlavut) maunya menang. Ya, mungkin kalah jam terbang. Tapi, yang pasti, saya akan terus belajar dari setiap pertemuan dengan dia,” tutup Ikhsan. (Adt) Hasil Pertandingan Final, Minggu (8/4) : Kategori U-15: 1. Tunggal Putra Pranav Rao Gandham (India) vs Justin Shou Wei Hoh (Malaysia) 21-13, 21-16 2. Tunggal Putri Ellena Manaby Yullyana (Indonesia) vs Pitchamon Opatniput (Thailand) 19-21, 22-20, dan 22-20 3. Ganda Putra Pranav Rao Gandham/Sai Vishnu Pullela (India) vs Justin Shou Wei Hoh / Mohamad Razif M Fazriq (Malaysia) 24-22, 23-25, dan 21-16 4. Ganda Putri Mikala Kani/Febi Setianingrum (Indonesia) vs Farica Abela/Ester Nurumi Tri Wardoyo 23-21, 13-21, dan 21-18 Kategori U-17 1. Tunggal Putra Jacky Jing Hong Kok (Malaysia) vs Hak Joo Lee (Korea Selatan) 21-17, 22-20 2. Tunggal Putri Aisyah Sativa Fatetani (Indonesia) vs So Yul Lee (Korea Selatan) 15-21, 21-13, dan 21-19 3. Ganda Putra Rian Cannavaro/Asghar Herfanda (Indonesia) vs Muhammad Satria/Muhammad Haikal Zaki (Indonesia) 21-17, 21-18 4. Ganda Putri Hye Jin Choi/So Yul Lee (Korea Selatan) vs Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia (Indonesia) 18-21, 21-17, dan 21-13 5. Ganda Campuran Muhammad Nendi Novantino/Tryola Nadia (Indonesia) vs Galuh Dwi Putra/Nabila Putri Arsyillah (Indonesia) 21-7, 20-22, dan 21-19 Kategori U-19  1. Tunggal Putra Kunlavut Vitidsarn (Thailand) vs Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (Indonesia) 21-14, 21-9 2. Tunggal Putri Zhiyi Wang (China) vs Zhou Meng (China) 21-15, 21-16 3. Ganda Putra Di Zijian/Wang Chang (China) vs Guo Xinwa/Shiwen Liu (China) 21-13, 22-20 4. Ganda Putri Liu Xuanxuan/Yuting Xia (China) vs Chen Yingying/Zhang Shuxian (China) 21-16, 21-18 5. Ganda Campuran Shang Yichen/Yijing Li (China) vs Wang Chang/Yuting Xia (China) 21-19, 21-19

Animo Peserta Tinggi, 24 Tim Incar Juara Turnamen Futsal Kapolres Tangerang Selatan Cup 1

Kapolres Tangerang Selatan Akbp Ferdy Irawan, SIK, M.Si (tengah) membuka langsung turnamen Futsal Kapolres Cup 1, yang memperebutkan Piala bergilir Kapolres Tangerang Selatan. (contrasnews.com)

Tangerang Selatan- Turnamen Futsal Kapolres Tangerang Selatan Cup 1, yang memperebutkan Piala bergilir Kapolres Tangerang Selatan, resmi berputar mulai Sabtu (7/4), hingga Minggu (8/4). Even ini adalah even pertama kali yang diselenggarakan Polres Tangerang Selatan, dan memakai MS Soccer Indoor Stadium sebagai venue pertandingan, selama dua hari. Meski baru pertama kali berputar, namun antusias peserta, khususnya dari Tangerang Selatan sangat baik. Total peserta yang berpartisipasi mencapai 45 klub, dan dibagi dalam dua kategori. “Ini yang pertama dan akan rutin diadakan. Ada 24 tim untuk kategori umum, dan 21 tim kategori executive,” ungkap AKP Alexander Yuricho, selaku ketua pelaksana Turnamen Futsal Kapolres Tangerang Selatan Cup 1, pada Sabtu (7/4). Untuk katagori executive merupakan tim yang berasal dari komunitas, instansi dan juga para pewarta. Untuk umum, adalah tim futsal yang berdomisli di wilayah hukum Tangsel. Turnamen ini dibuka langsung oleh Kapolres Tangerang Selatan Akbp Ferdy Irawan, SIK, M.Si, pada Sabtu (7/4). Pemenang dari kategori umum, berhak mewakili wilayah Tangerang Selatan, dalam ajang Kapolda Metro Jaya Futsal Cup, pada Juli nanti. Pemenang akan diganjar hadiah Rp. 10juta dan difasilitasi tampil di Kapolda Metro Jaya Futsal Cup. “Juara di kategori umum, akan menjadi wakil Tangsel di Kapolda Cup pada bulan Juli. Dan, jika wakil Tangsel bisa juara di Kapolda Cup, bakal tampil di Kapolri Cup,” tambahnya. (Dre) Hadiah Kategori Umum Putra  Juara 1 : Rp.10.000.000 + Piala bergilir + Medali + Mewakili Polres Tangerang Selatan di Kejuaraan Piala Kapolda Metro Jaya Cup. Juara 2 : Rp. 5.000.000 + Medali. Juara 3 : Rp. 2.500.000 + Medali Hadiah Kategori Eksekutif Putra +25 (Instansi Perusahaan dan Media)  Juara 1 : Rp. 10.000.000 + Piala Bergilir + Medali. Juara 2 : Rp. 5.000.000 + Medali. Juara 3 : Rp. 2.500.000 + Medali

Takluk Dari Non Unggulan Asal Thailand, Tunggal Putri U-15 PB Jaya Raya Gagal ke Final

Tunggal putri U-15 asal PB Jaya Raya, Tasya Farahnailah (hijau), gagal ke final usai kalah dari pebulutangkis Thailand, Pitchamon Opatniput, 18-21, dan 12-21. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pebulutangkis tunggal putri U-15 asal PB Jaya Raya Jakarta sekaligus unggulan lima, Tasya Farahnailah harus menelan pil pahit. Ia gagal melangkah ke babak final turnamen bulutangkis ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’. Tasya takluk pada babak semifinal dari pebulutangkis non unggulan asal Thailand Pitchamon Opatniput, Sabtu (7/4), lewat pertarungan dua gim, dengan skor 18-21 dan 12-21, dalam waktu 28 menit. Bermain di gim pertama, kedua pebulutangkis itu tampil impresif. Angka keduanya bahkan tak berselisih jauh, hingga Pitchamon berhasil unggul diinterval gim pertama dengan skor 11-10. Tasya mengambil inisitif untuk memberikan tekanan pada lawan. Namun, pebulutangkis Thailand itu mampu meladeni permainannya, sehingga skor kembar terjadi saat kedudukan 12-12. Pitchamon berhasil menambah dua angka menjadi 14-12, dan smash yang dilancarkan Tasya bergulir dibibir net untuk kemudian mengejar ketertigalan menjadi 13-14. Saat kedudukan 16-17 untuk keunggulan wakil ‘Gajah Putih’ itu sempat terjadi rely panjang. Sayang, Tasya yang ingin menempatkan bola di depan net gagal, kedudukan berubah 16-18. Akhirnya, game point menjadi milik Pitchamon 20-17. Dan, bola pengembalian Tasya yang keluar mengakhiri pertandingan di gim pertama dengan skor 21-18. Pada gim kedua, Tasya memimpin perolehan angka 2-0. Kemudian serobotan bola di depan net yang dilakukan Tasya merubah kedudukan menjadi 4-3. Lalu, Pitchamon menyamakan kedudukan 4-4. Lagi-lagi, wakil Thailand itu mampu menutup interval kedua dengan unggul 11-9. Selepas itu, permainan wakil Merah Putih mulai goyah. Kelelahan fisik serta kehilangan feeling bermain yang dialami Tasya, memberi keuntungan bagi Pitchamon. Ia terus menambah angka hingga game point 20-11 dan menutupnya dengan skor 21-12. Pitchamon akan menantang pebulutangkis tuan rumah, yang menempati unggulan tiga Ellena Manaby Yullyana. Ellena lolos ke final usai menyingkirkan kompatriotnya, Farica Abela, dengan skor 23-21 dan 21-18. “Saya mainnya kurang sabar, feeling juga lagi tidak enak. Jadi serba salah. Apalagi fisik saya sudah habis. Lawan juga mainnya bagus,” ujar Tasya usai pertandingan. Sementara, Taufiq Hidayat Akbar, Pelatih Tunggal Putri PB Jaya Raya, mengaku kemampuan anak didiknya saat bertemu pebulutangkis asal Thailand, seperti terlihat kelelahan. Padahal, lanjut Taufiq, secara kualitas permainan Tasya di atas lawannya. “Kondisi Tasya menurun, jadi banyak mati sendiri bolanya. Kalau keluar kualitasnya, saya yakin bisa menang jauh,” tuturnya. Ia menilai Tasya bermain ngotot. “Ini jadi pengalaman berharga buat Tasya. Ada kesempatan tapi tak dimanfaatkan dengan baik. Dan soal fisik, ya harus ditingkatkan lagi,” tutup Taufiq. (Adt)

Targetkan 1000 Atlet Ikut Serta, IKASI Jabar Gelar Kejuaraan Anggar Internasional di Sentul

Kejuaraan anggar Internasional bertajuk Jabar Open 2018, akan berlangsung pada 28-29 April medatang di Sentul, Bogor, Jawa Barat. (net)

Bandung- Enam negara Asia dipastikan akan mengikuti kejuaraan anggar Internasional bertajuk Jabar Open 2018. Ajang ini rencananya digelar pada 28-29 April 2018 di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Enam negara yang sudah memastikan ikut adalah Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam. Sementara Hongkong masih dalam penjajakan. Hal itu dikatakan Ketua Pengprov IKASI (Ikatan Anggar Seluruh Indonesia) Jawa Barat, Asyanti Rozana Thalib, pada Jumat (6/4) malam, di Bandung. Menurut Asyanti, kejuaraan ini dihelat guna mengukur kemampuan atlet anggar di Indonesia, khususnya Jabar agar bisa bersaing di tingkat internasional. “Selama ini IKASI Jabar hanya menggelar Sirkuit anggar di beberapa daerah di Jabar. Sekarang kami mencoba menggelar event internasional dengan nama Jabar Open,” jelas Asyanti. Asyanti berharap seluruh atlet anggar perwakilan daerah di Indonesia bisa tampil di even internasional ini. “Target kami atlet yang ikut kejuaraan anggar internasional ini sebanyak 750 sampai 1000 atlet, karena kejuaraan anggar sirkuit saja rata-rata diikuti 500 atlet,” tegas politisi Fraksi PDIP ini. Asyanti juga berharap kejuaraan ini bisa membuat para atlet anggar di Indonesia bisa lebih baik lagi dan mampu bersaing hingga ke tingkat internasional. Dengan jumlah peserta yang banyak, ia berharap menjadi tantangan bagi atlet Indonesia. “Saya melihat Indonesia ini masih bisa menjadi juara kejuaraan anggar tingkat internasional asal rutin digelar. Rencananya Jabar Open ini akan menjadi agenda rutin IKASI Jabar,” tukas Ketua Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Jawa Barat ini memaparakan. Kejuaraan ini akan mempertandingan Kelompok Usia 12 sampai 14 tahun (KU) dan semua yang ikut akan ambil bagian merupakan para atlet yang disiapkan daerah untuk PON 2020 mendatang. “Ini sangat bagus buat mengasah persiapan mereka, dan sebelum diturunkan di ajang nasional nanti seperti PON,” tambahnya. “Dan semua nomor akan kita tampilkan yaitu, degen, floret serta sable. Atlet-atlet kita di Jawa Barat akan diturunkan semua, karena ini sangat penting bagi mereka untuk persiapan PON dan Asian Games, sekaligus untuk memberikan kesempatan bagi para atlet pelatnas,” ujar 75 persen atlet anggar sudah masuk daftar sebagai peserta. “Kita berharap, Sumsel, Sulses dan Jatim yang saat ini menjadi daerah terkuat bisa mengikuti kejuaraan ini. Agar persaingan makin ketat dan bagus untuk menguji atlet muda kita,” pungkasnya. (Art)

Ajang China Master 2018, Jadi Bahan Evaluasi PP PBSI Sektor Ganda Putri

Pasangan ganda putri Anggia Shitta Awanda (kiri), saat masih berpasangan dengan Ni Ketut Mahadewi Istarani. (badmintonindonesia)

Jakarta- Turnamen China Masters 2018, pada 10-15 April nanti, Indonesia bakal menurunkan tiga pasangan ganda putri. Yakni Nitya Krishinda Maheswari/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Anggia Shitta Awanda/Meirisa Cindy Sahputri dan Rosyita Eka Putri Sari/Yulfira Barkah. Di ajang itu, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan melakukan evaluasi terhadap ketiga pasangan tersebut, karena duet-duet itu merupakan kombinasi baru. Sebelumnya, Anggia berpasangan dengan Ketut, Nitya bersama Yulfira. Sedangkan Cindy bersama Nisak Puji Lestari. Sementara bagi Rosyita, ini adalah turamen pertamanya setelah mengalami cedera lutut di SEA Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia. Pada turnamen Osaka International Challenge 2018, Anggia/Cindy harus terhenti dilaga pertama, dan Nitya/Ketut di babak kedua, sedangkan Rosyita/Yulfira di babak perempat final. Chafidz Yusuf, Asisten Pelatih Ganda Putri PP PBSI yang mendampingi para pemain di Osaka, menyebut penampilan para pemain ganda putri akan kembali dievaluasi di China Masters 2018. “Kombinasi pasangan baru ini baru bisa dievaluasi di dua atau tiga turnamen. Itu pun diawali dari turnamen level international challenge. Beda dengan pasangan junior, yang disiapkan untuk jangka panjang,” ujar Chafidz seperti dikutip situs resmi PBSI, Jumat (6/4). “Mereka yang tampil di Osaka, memang pasangan baru. Tapi, secara individu sudah sering ikut turnamen. Jadi, fase penyesuaian, mestinya bukan masalah lagi. Coach Eng Hian juga beberapa kali memberikan kesempatan kepada pemain-pemain ini,” sambungnya. “Kami lihat nanti di China Masters. Faktor usia para pemain yang tak terpaut jauh, dan pengalaman, saya rasa waktu menyesuaikan diri itu bisa diatasi, karena mereka juga dilatih di Pelatnas,” terang Chafidz. Setelah China Masters 2018, nantinya beberapa pemain Indonesia itu akan mengikuti turnamen Malaysia International Challenge 2018, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 17-22 April 2018. (Adt)

Duel Ketat Hingga Rubber Set, Tunggal Putri U-15 PB Exist Kalah Dari Unggulan Asal India

Tunggal putri (U-15) Trianisa Kania Nurhasanah (kuning) takluk dari pebulutangkis unggulan dua asal India Meghana Reddy Mareddy lewat partai rubber game. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pemain tunggal putri (U-15) Trianisa Kania Nurhasanah masih belum berhasil merobohkan pebulutangkis unggulan dua asal India Meghana Reddy Mareddy, dibabak 32 besar turnamen bulutangkis ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’, pada Jumat (6/4). Pebulutangkis asal PB Exist Cibinong itu menyerah dalam drama pertarungan tiga gim berdurasi 45 menit, dengan skor 15-21, 21-19, dan 8-21 atas Mareddy. Di gim pertama, Nurhasanah membentang asa usai memimpin dalam interval skor 11-9. Namun, Mareddy berhasil memaksa skor imbang 12-12. Kedudukan kembar 15-15 kembali terjadi akibat bola pengembalian Nurhasanah keluar. Selanjutnya, perolehan angka pebulutangkis India itu menjauh dan menutup gim pertama dengan skor 21-15. Memainkan gim kedua, anak asuh Jonathan itu merubah strategi. Hasilnya, Nurhasanah mampu mencuri angka terlebih dahulu yakni 1-0. Kedua pemain terus mencari cara untuk bisa memberikan tekanan pada lawan. Akibatnya, pertarungan berlangsung ketat, begitu juga dengan skor yang selalu sama hingga kedudukan 7-7. Saat kedudukan 12-9 sempat terjadi rely panjang. Akhirnya pertarungan berakhir setelah bola pengembalian Mareddy tak mampu melewati net. Kedudukan berubah menjadi 12-9.Berkat instruksi dari sang pelatih yang harus lebih sabar dalam meladeni lawan membuahkan hasil. Nurhasanah sukses membungkus kemenangan di gim kedua dengan skor 21-19. Memainkan gim ketiga, Nurhasanah berada dalam tekanan. Mareddy dengan mudah mengumpulkan angka demi angka, hingga kedudukan 11-2. Pebulutangkis Bogor kerap melakukan kesalahan sendiri. Akhirnya, Mareddy yang memang berada di atas angin berhasil memastikan kemenangan setelah smash tajamnya tak mampu dikembalikan Nurhasanah. Pertandingan berakhir dengan skor 21-8. “Saya main memang agak tegang karena lawan pemain unggulan dua. Apalagi, secara fisik juga lebih bagus dan tinggi dari saya. Lawan juga terus melakukan tekanan,” ujar Nurhasanah usai pertandingan. “Di gim kedua, saya inisiatif untuk menekan dari awal. Bola saya turunin duluan terus dicepetin. Itu efektif dan saya bisa menang. Tapi di gim ketiga, saya sudah nggak fokus karena lawan bisa ngumpulin angka cepat dan akhirnya kalah,” sambungnya. Sementara, Jonathan, Pelatih PB Exist, mengaku puas dengan penampilan anak didiknya tersebut. Menurutnya, ajang ini bisa dijadikan sarana untuk menambah pengalaman bertanding bagi Nurhasanah. “Ini ajang internasional yang bagus, terutama untuk pebulutangkis pemula. Saya melihat ini adalah pengalaman buat Nurhasanah. Apalagi, lawannya menempati unggulan dua. Memang berat bagi Nurhasanah untuk bisa mengalahkan pemain India tersebut,” terangnya. “Tapi di gim ketiga, karena ketinggalan jauh, mainnya makin tak terkontrol. Dan lawan statusnya juga unggulan, sehingga pengalaman saat-saat poin kritis dan tahu bagaimana menghadapinya,” tuturnya. Ia menambahkan paska pertandingan ini pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap penampilan anak didiknya itu. “Perlu ditingkatkan lagi untuk fisiknya, terutama bertemu lawan yang memiliki postur lebih tinggi. Harus lebih sabar mainnya, dan dilihat juga Nurhasanah tadi angkanya didapat darimana,” pungkasnya. (Adt)

Kembali Hadirkan Kejutan, Dobel Putri Jaya Raya U-17 Tekuk Unggulan Enam asal Taiwan

Pasangan ganda putri (U-17) asal Klub Jaya Raya Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia sukses mengalahkan unggulan enam asal Taiwan Hsu Li Ying/Ting Ya Yun, dua set langsung.(Adt/NYSN)

Jakarta- Turnamen bulutangkis ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’, pada Kamis (5/4), kembali menghadirkan kejutan. Kali ini, kategori U-17 ganda putri asal Klub Jaya Raya Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia sukses memaksa pasangan unggulan enam asal Taiwan Hsu Li Ying/Ting Ya Yun untuk segera angkat koper dari turnamen junior itu. Bertarung dihadapan publik sendiri, seolah memberikan energi tambahan bagi pasangan tuan rumah. Buktinya, Lanny/Nadia tidak menemukan kesulitan berarti kala melakoni gim pertama. Angka demi angka dengan mudah diraih dan berhasil memaksa ganda putri Taiwan itu menyerah di gim pertama dengan skor 21-10. Berlanjut, di gim kedua, Lanny/Nadia yang tampil konsisten serta terus menerus memberikan tekanan hingga tidak memberikan kesempatan pada Hsu/Ting untuk bisa mengembangkan permainan. Usai pertarungan berdurasi 20 menit, Lanny/Nadia unggul dengan skor akhir 21-10 atas pasangan Hsu/Ting. Berdasarkan catatan, ini merupakan pertemuan pertama bagi kedua pasangan. Lanny mengatakan, pasangan Taiwan itu merupakan pemain tunggal, sehingga tak terlalu kesulitan mengantisipasi bola dari lawan. “Tadi siang mereka main tunggal dan kalah (Hsu vs Shellin Salsabila Nurfazriah, 17-21, 13-21 dan Ting vs Siti Sarah Azzahra, 19-21, 13-21). Tak terlalu berat buat kami. Banyakin rely-rely aja pas ketemu mereka, dan kami mainnya jangan sampai kendur,” ujar Lanny usai pertandingan. Diakui Lanny, pasangan lawan yang berstatus unggulan membuat dirinya khawatir tidak mampu mengimbangi permainan lawan. “Tapi sama Papa dikasih tahu kalau mainnya harus berani, dan lawan cuma menang di pertandingan luar. Karena yang namanya unggulan, sering bertanding diberbagai turnamen di luar negeri,” sambungnya. “Dipertandingan tadi kami disuruh main cepat dan harus melakukan tekanan terus ke lawan. Mungkin karena mereka mainnya juga standar, jadi kami bisa mengantisipasi bola pengembalian dari mereka,” timpal Nadia. Terpisah, pemain tunggal putri (U-17) Sekar Maji Bening Nur Kholifah berhasil mengalahkan pemain unggulan pertama asal Selandia Baru Roanne Apalisok (21-6, 21-6). Disusul pemain tunggal putri (U-17) Irgi Aprillia Hizkia Putri yang sukses menumbangkan pemain unggulan tiga asal Taiwan Huang Yu Hsun (21-5, 21-12). Selanjutnya, pemain tunggal putri (U-17) Nurani Ratu Azzahra mampu menghempaskan pemain unggulan 11 asal Taiwan Huang Ching Ping (21-16, 21-16). Dan, pemain tunggal putra (U-15) Rizky Dwi Cahyo menaklukkan pemain tunggal unggulan dua asal Selandia Baru Daniel Yang (21-10, 21-8). Dan duet putri (U-15) Vicka Aryandini/Arlya Nabila Thesa Munggaran yang sukses menekuk dobel unggulan satu Selandia Baru Ashley Tan/Camellia Zhou (21-13, 21-8). (Adt)

Usai di Klub Golf Bogor Raya, IUGS 2018 Sambangi Gading Golf Serpong

Turnamen Indonesia Ultimate Golf Series (IUGS) 2018 selanjutnya akan hadir di Gading Raya Golf Club, Serpong pada 18 April. (Pras/NYSN)

Bogor- Mengikuti keberhasilan pada 2017 lalu, dengan menjadikan salah satu lapangan terbaik di dunia Royale Birkdale Golf Club, sebagai hadiah utamanya, Indonesia Ultimate Golf Series (IUGS) 2018 menghadiahkan pengalaman golf ke Selandia Baru, sebagai mahar pemenang. Pada 2017, lapangan The Open 2017 Royale Birkdale, London, Inggris, menjadi hadiah bergengsi IUGS. Pemain asal Palembang Sulaiman dan Raymond asal Jakarta, menjadi pemenang di negeri Britis itu. Gelaran kali ini, salah satu lapangan terbaik di dunia yang ada di Selandia Baru, bakal diperebutkan untuk dua orang pemenang. IUGS adalah turnamen golf amatir yang bertujuan menarik pendatang berkunjung ke Indonesia lewat permainan golf. Tahun ini, ada 11 lapangan yang dijadikan venue turnamen pada tiga babak kualifikasi. Venue itu tersebar di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali-Lombok, Jawa, dan Sulawesi. Kualifikasi pertama dimulai pada Kamis (5/4) di Klub Golf Bogor Raya, Bogor, dengan 102 peserta. “Pemilihan lapangan, masing-masing diwakili dengan 2 lapangan, berdasarkan review pemain dan commitee,” jelas Cahaya Oktora Marpaung, Founder IUGS saat konferensi pers, pada Kamis (5/4). Nantinya, masing-masing kualifikasi akan meloloskan 30 peserta, guna tampil di seri final, yang akan berlangsung di Bali National Golf Club, Nusa Dua, Bali. Proses kualifikasi bergulir dari April hingga September, dan setiap bulan akan dilakukan tiga kali turnamen di masing-masing lapangan. Setelah Bogor, turnamen selanjutnya akan hadir di Gading Raya Golf Club, Serpong, Tangerang Selatan, pada Rabu (18/4). “Harapannya, setiap tahun pesertanya selalu bertambah. Dibanding tahun lalu yang hanya memakai empat, kini sudah menjadi 11 lapangan,” kata Eddy Pantja, Turnament Officer IUGS 2018. Turnamen dimainkan dalam dua babak kualifikasi, dan hanya butuh satu putaran. Lalu, tiap pemain harus berada di posisi 30 besar, untuk lolos ke babak final. Dua peserta terbaik di fase final akan meraih hadiah bergengsi, perjalanan untuk 2 orang ke Selandia Baru dan bermain di salah satu golf course terbaik di dunia. (Adt)

Indonesia Ultimate Golf Series 2018, Ajang Pegolf Amatir Indonesia Adu Prestasi

Cahaya Oktora Marpaung, founder Indonesia Ultimate Golf Series (tengah) secara simbolis menerima piala IUGS 2018 yang mulai bergulir sejak April hingga September 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Turnamen golf Indonesia Ultimate Golf Series (IUGS) 2018, merupakan salah satu ajang bagi pegolf-pegolf amatir Indonesia untuk unjuk kemampuan. IUGS pertama kali berlangsung pada 2016-2017 lalu. Pada 2018 ini, akan menghadirkan 30 pegolf amatir terbaik, untuk tampil berlaga di putaran final. Cahaya Oktora Marpaung, Founder IUGS mengatakan, setelah pertandingan, terdapat pembicaraan dengan golf course dari luar Jakarta dan Bali. “Spiritnya bahwa IUGS ini, menyatukan Indonesia lewat golf. Sehingga pegolf di Jakarta, juga familiar dengan pegolf di luar Jakarta,” ujar Cahaya, saat jumpa pers, Kamis (5/4). IUGS 2018 akan diadakan di 11 lapangan golf berbeda, yang terbagi menjadi lima region. Wanita yang akrab disapa Oca, ini menjelaskan masing-masing region, akan mengirimkan 30 pemenang. Nantinya, 30 pegolf pemenang ini akan bertanding pada November mendatang, di fase putaran final di Bali National Golf Club, Nusa Dua, Bali. “Tahun lalu, hadiah utamanya adalah ke London, Inggris, untuk tahun ini, juaranya berangkat ke Selandia Baru, karena disana ada lapangan golf terbaik di dunia,” lanjutnya. Cahaya juga mengucapkan terimakasih karena animo golf course di IUGS kali ini, cukup antusias untuk bekerjasama, demi memajukan pegolf-pegolf Indonesia. “Sumatera dan Kalimantan sedang persiapan. Sebenarnya, kami bangga sebagai anak Indonesia, dari ujung Sumatera sampai Papua, banyak bertebaran lapangan golf,” cetus Oca. Tahun depan, ia berharap IUGS proses penyelenggaraannya akan jauh lebih baik, lebih agresif, dan lebih update rules-nya. “Dari sisi pegolf-pegolfnya, momentum ini adalah event yang ditunggu-tunggu untuk level amatir di Indonesia,” pungkasnya. (Adt)

Duet Dadakan Anjani/Zahwa Bikin Kejutan, Singkirkan Unggulan Empat Asal Taiwan

Duet ganda putri Pinicha Anjani/Vici Husnia Zahwa (biru) membuat kejutan mengalahkan duet unggulan empat asal Taiwan Lai Chung Huei/Lai Tzu Yu, 21-19, 21-18. (Adt/NYSN)

Jakarta- Duet putri Pinicha Anjani/Vici Husnia Zahwa membuat kejutan di Turnamen Bulutangkis Kategori Usia (U)-17 Tahun ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’, pada Rabu (4/4). Pasangan asal klub Pusdiklat Telkom Bandung itu menyingirkan pasangan unggulan empat asal Taiwan, Lai Ching Huei/Lai Tzu Yu, dua gim langsung, dengan skor 21-19 dan 21-18. Memainkan laga di Gelanggang Olahraga (GOR) PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, pada gim pertama, Anjani/Zahwa yang tidak diunggulkan mampu mengimbangi perlawanan Huei/Yu. Bahkan, laga kedua pasangan ini berlangsung ketat. Kesalahan sendiri yang dibuat lawan membuat pasangan Indonesia itu berhasil mengoleksi angka demi angka, hingga akhirnya berhasil menutup gim pertama dengan skor 21-19. Berlanjut di gim kedua, pasangan Taiwan sempat memimpin 2-0. Namun, Anjani/Zahwa mampu mengejar ketertigalan hingga berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Setelah itu, pasangan Indonesia ini terus mendulang angka hingga kedudukan 8-5. Memasuki kedudukan 11-10 untuk keunggulan pasangan Merah Putih, terjadi rely panjang. Namun, bola pengembalian yang keluar dari Huei memperlebar jarak angka menjadi 12-10. Dan, setelah memainkan pertandingan selama 34, akhirnya Anjani/Zahwa sukses membungkus gim kedua dengan skor 21-18. “Senang bisa mengalahkan pasangan unggulan empat asal Taiwan. Karena kami bukan unggulan, jadi bermainnya lepas, nothing to lose saja. Pelatih cuma bilang kami harus main bagus saja, soal hasilnya menang atau kalah tidak masalah,” ujar Anjani usai pertandingan. “Saya sebenarnya pemain tunggal, dan baru saja dipasangkan dengan Anjani. Jadi main juga tanpa beban. Menang syukur, kalah juga nggak apa-apa. Kami ingin juara, meski kami juga tidak ditargetkan menjadi juara sama pelatih dan klub di turnamen ini,” tukas Zahwa. (Adt)