Enam Wakil Indonesia Ke Perempat Final China Open 2018, Gregoria Mariska Satu-satunya Tersisa di Tunggal Putri

Gregoria Mariska Tunjung menjadi salah satu wakil yang tersisa bagi Indonesia, melaju ke babak perempat final perempat final China Open 2018 BWF World Tour Super 1000, di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou. (Humas PBSI)

Changzhou- Indonesia sukses meloloskan 6 wakilnya melaju ke babak perempat final perempat final China Open 2018 BWF World Tour Super 1000. Sayangnya, sejumlah pilar andalan Merah Putih justru harus tumbang dan gagal melanjutkan kiprahnya, di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou. Hanya 6 dari 12 wakil Indonesia yang bertarung pada hari ini, sukses menggenggam tiket babak perempat final China Open 2018. Bahkan Indonesia menyisakan masing-masing satu wakil pada empat sektor. Hanya ganda putra yang menyisakan dua wakil yang keduanya bertarung satu sama lain untuk memperebutkan tiket semifinal. Dalam laga babak 16 besar pada Kamis (20/9), nasib sial diderita ganda campuran terbaik Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Duet unggulan ketiga ini dipermalukan duo Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino dalam laga rubber game, 12-21, 21-14 dan 12-21 dalam durasi 51 menit. Sementara itu sektor ganda putra menyumbang dua wakilnya ke fase delapan besar. Kevin Sanjaya/Marcus Gideon serta Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama terus menjaga asa untuk merebut gelar. Sedangkan di sektor tunggal, hanya Anthony Sinisuka Ginting dan Gregoria Mariska Tunjung menjadi wakil yang tersisa bagi Indonesia. “Saya terus mencoba untuk tak melakukan kesalahan sendiri. Rasa percaya diri di lapangan masih hilang muncul, karena terlalu memikirkan cara main. Padahal, saya harus berkonsentrasi dengan permainan yang saya jalani,” ujar Gregoria, usai menyingkirkan tunggal Amerika Serikat, Zhang Beiwen dengan skor 23-21 dan 22-20. Ia bakal menantang wakil Jepang, Nozomi Okuhara, unggulan delapan. Ini jadi kesempatan bagi dara kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 11 Agustus, 19 tahun silam itu untuk membalas kekalahan di pertemuan pertama ajang Asia Team Championship 2018. Ia kalah rubber game dari Juara Dunia 2017, dengan skor 5-21, 21-19, 21-15. (Adt) Hasil lengkap wakil Indonesia di babak 16 besar China Open 2018 Tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting [INA] vs Viktor Axelsen (1) [DEN] 21-18, 21-17 Ng Ka Long Angus (8) [HKG] vs Jonatan Christie [INA] 21-18, 21-16 Tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung [INA] vs Zhang Beiwen [USA] 23-21, 22-20 Ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (1) [INA] vs Tinn Isriyanet/Kittisak Namdash [THA] 21-13, 21-13 Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama [INA] vs Goh V Shem/Tan Wee Kiong [MAS] 21-14, 17-21, 21-19 Han Chengkai/Zhou Haodong [CHN] vs Berry Angriawan/Hardianto [INA] 8-21, 25-23, 24-22 Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (INA) vs Huang Kaixiang/Wang Yilyu (CHN) 11-21, 12-21 Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (INA) vs He Jiting/Tan Qiang (CHN) 17-21, 21-12, 17-21 Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu (INA/4) vs Chang Ye-na/Jung Kyung-eun (KOR) 24-22, 21-18 Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (2) [JPN] vs Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta [INA] 19-21, 21-13, 21-13 Ganda campuran Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto [INA] vs Lu Kai/Chen Lu [CHN] 21-18, 21-19 Yuta Watanabe/Arisa Higashino [JPN] vs Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (3) [INA] 21-12, 14-21, 21-12

Setelah Liga 1 U-16 Berputar, Mulai 29 September LIB Segera Gulirkan Liga 1 U-19 2018

Persija Jakarta U-19 tergabung dalam Grup A dalam kompetisi Liga 1 U-19 2018, yang akan diikuti 18 tim. 18 tim tersebut ditetapkan ke dalam tiga grup, dan mulai kick-off pada Sabtu (29/9). (goal.com)

Jakarta- PT Liga Indonesia Baru (LIB) menetapkan pembagian grup untuk Liga 1 U-19 2018, yang akan diikuti 18 tim. 18 tim tersebut telah ditetapkan ke dalam tiga grup, dan kick-off pada Sabtu (29/9). Fase awal digelar dengan sistem home tournament, dengan tuan rumah Sriwijaya FC, Bali United, Persib Bandung dan Arema FC. Dua tim teratas dari tiap grup melaju ke delapan besar, serta dua peringkat tiga terbaik. Babak awal yang memakai sistem home tournament, akan melewati dua putaran, sementara saat memasuki fase delapan besar juga tetap menggunakan sistem home tournament, namun format pertandingan berlaku setengah kompetisi saja. Dua tim teratas babak delapan besar akan melakoni semi-final, yang diadakan mulai 15 Desember. Sementara laga final dihelat pada 18 Desember. Tiap tim diperbolehkan untuk mendaftarkan 30 pemain, plus pemain senior. Namun, ada regulasi khusus bagi pemain senior itu. Syaratnya, pemain senior itu harus tercatat masih berusia 20 tahun dan lahir pada 1998. “Dari kuota maksimal 30 pemain, klub bisa additional 5 pemain U-20. Syaratnya harus berusia 20 tahun dan lahir di sepanjang tahun 1998. Dan pemain itu pernah terdaftar di Liga 1 U-19 musim 2017,” kata Tigorshalom Boboy, CEO LIB. “Persyaratan kedua, pemain senior itu harus terdaftar pada kompetisi musim 2017. Pemain senior masih usia 20 tahun itu, juga boleh tampil di kompetisi U-19,” tutur Tigor, pada Kamis (20/9). Contoh pemain senior klub U-20 yang terdaftar pada Liga 1 U-19 2017 adalah duo Sriwijaya FC, Syahrian Abimanyu dan Samuel Christianson. Dua pemain itu pada musim lalu, memperkuat Persija Jakarta U-19 pada 2017. Sementara itu, Sriwijaya FC mendapat keuntungan pada fase awal, karena mereka akan menjadi tuan rumah untuk dua putaran penuh. “Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan dari semua,” pungkas Tigor. (art) Liga 1 U-19 2018 Fase Awal 29 September Delapan Besar: 5 Desember Semi-Final: 15 Desember Final: 18 Desember. Pembagian Grup Liga 1 U-19 2018 Grup A Sriwijaya FC (tuan rumah) Persija Jakarta Bhayangkara FC PSIS Semarang PS TIRA PSMS Medan Grup B Bali United (tuan rumah putaran pertama) Persib Bandung (tuan rumah putaran kedua) Barito Putera Madura United Persebaya Surabaya Persela Lamongan Grup C Persipura Jayapura Perseru Serui Borneo FC Mitra Kukar Arema FC (tuan rumah putaran pertama) PSM Makassar *) Tuan rumah putaran kedua belum ditentukan  Sistem Kompetisi – Fase awal dimainkan home tournament, sebanyak dua putaran – Dua tim teratas tiap grup melaju ke delapan besar, didampingi dua peringkat tiga terbaik – Delapan besar dimainkan dengan sistem home tournament, satu putaran – Dua tim teratas dari masing-masing grup delapan besar melaju ke semi-final – Semi-final dimainkan home & away – Final netral venue Subsidi Kompetisi – Tuan rumah mendapat Rp200 juta dan wajib mengakomodasi transportasi kegiatan resmi tim lain – Tuan rumah home tournament wajib menyediakan dua stadion – Setiap tim yang bukan tuan rumah mendapat Rp150 juta Regulasi Pemain – Setiap tim maksimal mendaftarkan 30 pemain – Setiap tim diperbolehkan mendaftarkan lima pemain kelahiran 1 Januari 1998-31 Desember 1998 – Pemain dengan kategori di atas harus sudah terdaftar pada kompetisi Liga 1 U-19 musim sebelumnya Hadiah – Juara 1 Rp300 juta – Runner-up Rp200 juta – Ketiga Rp100 juta – Pemain Terbaik Rp50 juta – Topksorer Rp50 juta

PPLM Kirim 11 Mahasiswa ke Kejuaraan Dunia Sepak Takraw, Kemenpora: Jadi Peluang Unjuk Prestasi

Raden Isnanta, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga, melepas kontingen sepak takraw ke kejuaraan dunia King's Cup, di Nakhon Ratchasima, Thailand, 23-30 September 2018. (Kemenpora)

Jakarta- Raden Isnanta, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, melepas kontingen sepak takraw nasional untuk berlaga di Kejuaraan Dunia Sepak Takraw ke-33 King’s Cup, di Nakhon Ratchasima, Thailand, pada 23-30 September 2018. “Ini adalah peluang untuk menunjukkan prestasi di event bergengsi. Dan bermain di kasta pertama sepak takraw dengan performa terbaik. Pelatih silakan amati, ikuti rekam jejak para atlet secara total. Semoga menjadi pencatatan terbaik bagi tim pemandu bakat,” ujar Isnanta, di Gedung PPITKON, Senayan, Jakarta, Kamis (20/9). Menurutnya, sepak takraw bisa menjadi tontonan yang menarik dan berpeluang menjadi industri. Ia melanjutkan, nantinya atlet yang berstatus mahasiswa dan tak masuk Pelatnas, tetap diusahakan untuk diikutsertakan pada kejuaraan-kejuaraan sebagai program berjenjang. “Semua memiliki kesempatan bersama untuk berkembang. Selamat berlatih dan bertanding, jaga kekompakan,” tambah Isnanta. Sementara itu, Edi Suryanto, Kepala Bidang Pengelolaan PPLM, mengatakan tujuan para atlet mengikuti Kejuaraan Dunia Sepak Takraw di Thailand yakni untuk memberikan pengalaman bertanding di level internasional. Selain itu, lanjutnya, sebagai bahan evaluasi pelatihan atlet di Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM). Di kejuaraan yang sama pada 2017 lalu, Indonesia berhasil meraih 1 medali perak melalui nomor putra beregu, dan merebut 1 medali perunggu lewat nomor putri beregu. “Kontingen terdiri dari 11 atlet PPLM Nasional, 17 atlet hasil seleksi Kejurnas (Kejuaraan Nasional) Piala Menpora 2018, yakni 16 atlet putra dan 3 pelatih, serta 12 atlet putri dan 3 pelatih, 1 meassure, 1 pelatih fisik, 1 orang medis, dan 1 ofisial, sehingga totalnya sekitar 38 orang,” ungkap Edi. Pada 2018 ini, tim sepak takraw PPLM Indonesia akan mengikuti 5 nomor yang dipertandingkan, yaitu nomor tim even (pa-pi), nomor quadrant (pa-pi), nomor regu even (pa-pi), nomor double even (pa-pi) dan hoop putra. Sedangkan, Asnawi Abdulrahman, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI), menyebut kejuaraan King’s Cup Thailand 2018 dijadikan sebagai ajang seleksi bagi para atlet untuk masuk Pelatnas SEA Games 2019. Selain itu, tambahnya, akan dipersiapkan Pelatnas jangka panjang untuk Asian Games XIX/2022. “Terima kasih kepada Kemenpora karena memberangkatkan kontingen terbesar sepak takraw nasional ke kejuaraan dunia. Ini adalah sejarah dan pertama kali,” tegasnya. “Jaga semangat, kebersamaan, kekeluargaan, satu rasa, satu kata, satu tujuan meraih prestasi di King’s Cup 2018. Walaupun mendadak, tapi harus tetap optimis memberikan kejutan prestasi,” tukas Asnawi. (Adt)

Atlet 19 Tahun Jumpa Unggulan Satu di Perempat Final, Choirunnisa: Pemain Jepang Ulet, Tak Mudah Menyerah

Pemain Pelatnas PBSI Cipayung, Choirunnisa, berjumpa dengan wakil Jepang unggulan satu Minatsu Mitani, di perempat final Indonesia Masters 2018, pada Jumat (21/9). (badmintonindonesia.org)

Jakarta- Choirunnisa, tunggal putri Indonesia itu sukses mengunci tiket perempat final Indonesia Masters 2018. Penghuni Pelatnas PBSI Cipayung itu berjumpa dengan unggulan satu asal Jepang, Minatsu Mitani, pada Jumat (21/9). Ia menilai jika lawan memiliki semangat juang yang tinggi dan tidak mudah menyerah. “Pemain Jepang terkenal ulet dan tidak mudah menyerah. Saya harus mengantisipasi itu. Lawan dia besok, optimis saja,” ujar Choirunnisa, di Gelanggang Olahraga (GOR) Sahabudin, Pangkalpinang, Kamis (20/9). “Saya nggak mau mikirin kalau dia unggulan satu dan lebih tinggi dari saya. Saya mau fokus dan maksimal dulu saja di pertandingan,” lanjutnya. Diakuinya, ia kerap menyaksikan lawannya tersebut berlaga, sehingga tahu kekurangan dan kelebihan yang dimiliki Mitani. “Saya sudah sering lihat dia bertanding. Jadi, sudah lumayan tahu kekurangan dan kelebihannya dia itu apa. Pastinya saya harus lebih siap lagi,” terang pemain asal PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat (Jabar) itu. Remaja putri berusia 19 tahun itu lolos ke perempat final usai memulangkan wakil Taiwan Chen Su Yu sekaligus unggulan tujuh, di babak kedua (16 besar), pada Kamis (20/9). Dalam duel rubber game, Nisa unggul dengan skor 21-10, 17-21, 21-10, dalam laga berdurasi 44 menit. “Di gim kedua saya sempat memimpin, tapi karena banyak salah sendiri, saya panik. Fokusnya hilang, dan mainnya jadi serba salah,” ungkapnya. Kendati begitu, ia tetap memuji penampilan Chen yang dinilainya piawai pada bola atas yang kencang. “Tapi saat dikasih bola netting, lawan sedikit lambat,” tukas ranking 223 dunia itu. (Adt)

Bukukan Rekor Fantastis, Australia Cetak Skor 11-0 Kali Kedua Kontra Timnas Putri U-16

Timnas Putri U-16 (merah) harus mengakui ketangguhan Australia dengan skor telak 0-11, dalam laga ketiga babak kualifikasi Piala Asia U-16 Putri, di Stadion Dolon Omurkazov, Kirgizstan, pada Rabu (19/9). (istimewa)

Bishkek- Timnas Putri U-16 mengalami kekalahan telak pada matchday ketiga penyisihan Grup D putaran pertama kualifikasi Piala Asia U-16 2019. Bermain di Stadion Dolon Omurkazov, Kirgizstan, pada Rabu (19/9), Tim Garuda Pertiwi Muda menyerah 0-11 dari Australia. Sebagai catatan, ini kali kedua, dara Australia U-16 mencetak skor sama dengan torehan fantasits. Pada laga perdana, tim berjersey kuning ini, menenggelamkan tim Palestina 11 gol tanpa balas, pada Senin (17/9), di Stadion Dolon Omurkazov, Kirgizstan. Young Girls Socceroos U-16 mulai membuka keran gol menit kelima melalui Nia Stamatopoulos. Disusul gol Georgia Beaumont enam menit kemudian. Setelah itu gol-gol lawan seolah mengalir deras ke gawang Timnas putri Indonesia U-16 kawalan kiper Adinda. Nia mencatatkan hattrick dengan tiga golnya, menyusul gol menit kelima, ia mencetak dua gol lagi. Georgio juga menambah satu lagi gol, sehingga total ia menjaringkan dua gol pada laga ini. Kekalahan telak ini membuat Srikandi merah putih U-16 gagal mempertahankan puncak klasemen Grup D. Tiga pemain Australia lain yang mencatatkan namanya di papan skor adalah Isabella Wallhead (2 gol), Alana Jancevski (1 gol), dan Anna Hunt (3 gol). Tim asuhan Rully Nere ini kini turun ke posisi runner-up dengan enam poin hasil tiga laga, dengan mencetak enam gol namun kebobolan 13 gol. Australia untuk sementara berhasil naik ke puncak klasemen sementara dengan poin enam dari dua pertandingan, melesakkan 22 gol tanpa kebobolan. Garuda Pertiwi Muda masih memiliki peluang lolos ke putaran kedua kualifikasi mengambil jatah, sebagai dua tim berperingkat kedua terbaik. Peluang makin terbuka andai Thailand, yang menjadi tuan rumah Piala AFC Putri U-16 pada 2019, menjadi juara grup atau masuk satu sebagai dua tim runner-up berperingkat terbaik. Shafira Ika Putri dan koleha masih menyisakan satu pertandingan lagi, yakni kontra Taiwan, pada Jumat (21/9). Partai itu jadi duel terakhir di putaran pertama kualifikasi Piala AFC U-19 2019. Hanya kemenangan yang membuka peluang lolos ke putaran kedua kualifikasi. Enam tim juara grup serta dua tim runner-up terbaik, berhak tampil di putaran kedua kualifikasi Piala AFC U-19 2019 yang digulirkan mulai pekan terakhir Februari 2019. (art)

Kejurnas Panjat Tebing KU 2018 di Inhu Riau Siap Dihelat, Ratusan Peserta Bersaing Rebutkan 90 Medali

Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XII 2018 diikuti ratusan peserta akan memperebutkan 90 medali dari 30 spesifikasi nomor yang dipertandingkan, di Indragiri Hulu (Inhu), Riau, 22-29 September. (FPTI)

Jakarta- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XII 2018, siap dihelat di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, pada 22-29 September mendatang. Yudhi, Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pengurus Provinsi (Pengprov) Riau, mengatakan sudah ada sekitar 300 peserta yang mendaftar, dan berasal dari 28 propinsi se-Indonesia. “Ada 30 spesifikasi nomor yang dipertandingkan. Speed, lead, boulder, combine untuk junior, youth, dan kids,” ujar Yudhi, yang juga menjabat Sekretaris Panitia Kejurnas KU, dalam rilis yang diterima redaksi nysnmedia.com, Rabu (19/9). Pada Kejurnas KU tersebut, usia untuk kategori junior adalah 18-19 tahun, youth A: 16-17 tahun, youth B: 14-15 tahun. Kemudian untuk kategori kids yakni youth C: 12-13 tahun dan youth 10-11 tahun. Yudhi menambahkan untuk nomor combine hanya akan dipertandingkan di kategori junior dan youth A. Sedangkan youth C dan youth D hanya akan bertanding di nomor speed classic dan lead. Sehingga total ada 90 medali yang diperebutkan. “Para peserta wajib mengikuti technical meeting yang akan digelar pada Sabtu (22/9), pukul 16.00 WIB. Dan, saat ini lokasi lomba sudah siap digunakan. Para pembuat jalur juga sudah menuju ke lokasi dan segera mempersiapkan jalur pemanjatan,” ungkapnya. Sementara itu, Rudy Fitriyano, Kepala Bidang Kompetisi PP FPTI, mengimbau pada masyarakat turut serta meramaikan pesta olahraga tersebut. Sebab, menurutnya, selain pertandingan juga akan ada festival kuliner di lokasi. “Bagi seluruh masyarakat khususnya yang berada di Riau, mari saksikan Kejurnas Kelompok Umur. Karena selain bisa nonton perlombaan, masyarakat juga bisa melakukan pesta kuliner,” tukas Rudy yang juga Technical Delegate (TD) Kejurnas KU itu. (Adt)

Jarang Berpasangan, Duet PB Djarum Pramudya/Ribka Singkirkan Unggulan Lima Indonesia Masters 2018

Duet asal PB Djarum Kudus, Pramudya Kusumawardana Riyanto/Ribka Sugiarto menghadirkan kejutan usai menumbangkan unggulan lima Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami, di babak pertama, Indonesia Masters 2018, Rabu (19/9). (PB Djarum)

Pangkalpinang- Menghadapi unggulan, tak membuat Pramudya Kusumawardana Riyanto/Ribka Sugiarto, kehilangan semangat juang, kala berjumpa dengan rekan senegara Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami, di babak pertama (32 besar), pada Indonesia Masters 2018, pada Rabu (19/9). Berduel di Gelanggang Olahraga (GOR) Sahabudin, Pangkalpinang, duet asal PB Djarum Kudus itu sukses menyingkirkan pasangan yang diplot sebagai unggulan lima dalam laga rubber game berdurasi 49 menit, dengan skor 21-19, 11-21, 21-19. Diakui Ribka, bila ia bersama kolega berusaha tampil lepas. Terlebih, lawan yang dihadapi merupakan senior di Pelatnas PBSI Cipayung. “Tadi mainnya nothing to lose, pokoknya nggak mikir menang kalah. Apalagi lawan kami senior, jadi kami berusaha bermain tanpa beban di pertandingan tadi,” ujar dara kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah, 22 Januari 2000 itu. Kemenangan itupun menjadi sesuatu yang tak terduga. Sebab, mereka tak pernah berlatih bersama. “Kami nggak pernah latihan bareng, sebelum berangkat ke turnamen ini,” terang Pramudya. “Tapi, kami saling percaya dengan kemampuan masing-masing. Dilapangan kami bisa saling mengcover,” tukas remaja kelahiran 13 Desember 2000 itu. Selanjutnya, Pramudya/Ribka berjumpa dengan seniornya di Pelatnas PBSI Cipayung, Andika Ramadiansyah/Bunga Fitriani Romadhini, di babak kedua (16 besar). Andika/Bunga sukses memulangkan wakil Thailand Weeraphat Phakjarung/Chasinee Korepap, di babak pertama (32 besar), pada pertandingan straight game, 21-17, 21-14. (Adt)

Menang 3-1, Jadi Angka Penuh UMM Buka LIMA Football Nationals 2018

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengawali LIMA Football Nationals 2018 dengan kemenangan cukup meyakinkan,3-1, atas Univ. Padjdjaran (Unpad) pada hari pertama perhelatan, pada Selasa (18/9). (LIMA)

Malang- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengawali LIMA Football Nationals 2018 dengan kemenangan cukup meyakinkan,3-1, atas Univ. Padjdjaran (Unpad) pada hari pertama perhelatan, pada Selasa (18/9). UMM tampil dominan sejak awal laga. Adaptasi yang lebih baik terhadap lapangan Stadion Gelora Brantas, Batu, yang menjadi venue mereka saat meraih gelar East Java Conference pekan lalu, memudahkan UMM menguasai permainan. UMM segera menunjukkan bukti keunggulan. Mereka memimpin saat laga baru memasuki menit kelima. Berawal dari operan jarak jauh dari lini belakang, Ghana Ardya Wangsa (nomor punggung 96) menjebol gawang Unpad. UMM masih menguasai sisa paruh pertama dengan penguasaan bola dan peluang yang lebih banyak daripada lawan yang merupakan peringkat keempat LIMA Football Greater Jakarta Conference itu. Semenit sebelum injury time babak pertama, Bagas Dwi Wicaksono (29) menggandakan keunggulan timnya memanfaatkan kelengahan lini tengah Unpad. Padjadjaran mengejutkan setelah jeda antarbabak. Serangan pertama mereka membuahkan penalti akibat pelanggaran bek UMM, Ahmad Rifal (21), terhadap Iqbal Nandaresta (17). Dari titik putih, kapten Unpad, Zulfikar Yalofa Ali (6), memperkecil jarak pada menit ke-48. Walau kebobolan, UMM masih dominan sampai jeda turun minum. Setelah water break, Unpad menaikkan tempo permainan dan frekuensi serangan. Namun, UMM kembali memperlihatkan keunggulan teknis. Dari tendangan bebas pada menit ke-83, Jaenal Abidin (7) kembali memperlebar keunggulan timnya. Skor 3-1 bertahan sampai akhir laga. “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun, pertahanan UMM cukup rapat dan tampil disiplin. Kami berkesulitan membua ruang dan kecolongan dari serangan balik UMM. Kami akan membenahi transisi permainan dan penyelesaian akhir,” ucap pelatih Unpad, Luqkman Sobaryanto Maulidin, setelah pertandingan. “Alhamdulillah kami meraih tiga poin. Anak-anak bermain bagus, spartan, dan sportif. Tak ada hal-hal yang tak diinginkan dalam pertandingan. Mudah-mudahan selanjutnya anak-anak bermain lebih baik lagi. Saya memotivasi untuk selalu fokus pada bola, bukan mengedepankan emosi,” tutur pelatih UMM, Syafruddin Mustain. Poin penuh ini menempatkan UMM di puncak klasemen Pul Merah LIMA Football Nationals. Pada Kamis (20/9), UMM akan menghadapi Univ. Negeri Malang (UM), sementara Unpad melawan Univ. Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Sementara itu, Universitas Negeri Malang (UM) mengukir kemenangan pertama di laga perdana LIMA Football Nationals 2018. UM meraih angka penuh paska menekuk Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), di laga kedua hari pertama, Selasa (18/9). Setelah tampil lima kali di gelanggang yang sama di ajang LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC), pekan silam, UM cukup mengenali karakter lapangan dan kondisi di stadion itu. UMunggul lewatduo strikernya, Prasetyo Rizki Ramadhan pada menit 35. Lalu Septi Sugiarto menambak skor saat injury time paruh pertama. “Alhamdulillah anak-anak sudah mulai menemukan ritme dan kekompakan permainan tim. Mungkin karena jeda conference dan Nationals tak terlalu jauh sehingga mereka sudah langsung bisa memberikan permainan terbaiknya. Saya cukup puas dengan performa tim hari ini,” ucap Fahrial Amiq, pelatih UM. Dengan angka penuh ini, UM mengikuti jejak UMM yang sebelumnya juga membukukan kemenangan (atas Univ. Padjadjaran) di laga pertama Pul Merah. Dengan selisih gol yang sama, UMM masih unggul jumlah gol memasukkan daripada UM. Dan pada Kamis (20/9), kedua tim sudah harus saling berhadapan, melakoni laga kedua. (art)

Masuki Tahun Kedua, Delapan Tim Berlaga di LIMA Football Nationals 2018

Univ. Muhammadiyah Malang (biru) tergabung dalam pul merah, di ajang LIMA Football Nationals 2018 yang akan digelar di tempat yang sama dengan LIMA Football EJC, yakni di Stadion Gelora Brantas, Batu, Jawa Timur, pada 18-25 September. (LIMA)

Malang- Setelah LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018 merampungkan perhelatan, LIMA menggelar LIMA Football Nationals 2018 yang akan digelar di tempat yang sama dengan LIMA Football EJC 2018, yakni di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang, Jawa Timur, pada 18-25 September. Delapan tim, yang terbagi dalam dua conference (East Java Conference dan Greater Jakarta Conference), akan beradu taktik di lapangan hijau untuk menjadi yang terbaik. Sebelum perhelatan sepak bola antarmahasiswa ini dimulai, dilaksanakan pembagian grup saat technical meeting, pada Senin (17/9). Delapan tim ini terdiri atas dua pul, yakni Pul Merah dan Pul Putih. Masing-masing pul akan menggelar setengah kompetisi, dan akan mengirim dua tim ke semifinal, yang dijadwalkan digelar pada Senin (24/9). Final akan digelar sehari kemudian. LIMA Football memasuki musim keduanya tahun ini. Di musim perdananya, LIMA hanya menyelenggarakan kompetisi di Greater Jakarta Conference. Kini, menjadi Nusantara Conference, seturut kehadiran Univ. Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang nota bene hadir di EJC musim ini. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjadi yang terbaik dalam musim debut LIMA Football saat itu. (Adt) Pul Merah 1. Univ. Muhammadiyah Malang 2. Univ. Muhammadiyah Jakarta 3. Univ. Negeri Malang 4. Univ. Padjadjaran Pul Putih 1. Univ. Negeri Jakarta 2. Univ. Islam Indonesia 3. Univ. Pelita Harapan 4. Univ. Brawijaya

Persija Jakarta U-16 Dua Kali Menang, Liga Elite Pro Academy U-16 2018 Resmi Bergulir

Striker Persija Jakarta U16, Ahmad Paisal (45), nyaris mencetak gol kemenangan bagi timnya. Persija akhirnya mengalahkan Persela Lamongan U16 dengan skor 2-1, di laga perdana Kompetisi Elite Pro Academy U-16 2018, di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (15/9). (Pras/NYSN)

Jakarta- Liga Elite Pro Academy U-16 2018 akhirnya resmi bergulir dengan melibatkan semua tim remaja, dari klub-klub yang berkompetisi di Liga 1 2018. PSSI membagi kompetisi remaja ini menjadi tiga grup, bagi seluruh peserta. Bhayangkara FC, PSIS Semarang, PS Tira, Persib Bandung, Sriwijaya FC, dan PSMS Medan berada di Grup A. Laga pertama di grup A yang juga dimulai pada Sabtu (15/9), Bhayangkara FC menghadapi PSIS, PS Tira menghadapi Persib, dan Sriwijaya FC menghadapi PSMS. Sementara di Grup B, ada Bali United, Arema FC, Persija Jakarta, Persela Lamongan, Barito Putera, dan Madura United. Keenam tim yang tergabung di grup ini juga memulai laga pada hari ini. Sementara di Grup C ada Borneo FC, Perseru Serui, Persipura Jayapura, PSM Makassar, Mitra Kukar, dan Persebaya Surabaya. Untuk Grup C, partai perdana dilangsungkan pada Minggu (23/9). Mengingat kompetisi ini melibatkan remaja dibawah usia 16 tahun, maka tiap pertandingan digelar hanya 2×30 menit. Namun, setiap tim akan menghadapi lawan yang sama, sebanyak dua kali setiap pekannya. Persija kontra Persela misalnya. Keduanya saling berhadapan pada Sabtu (15/9) dan Minggu (16/9). Laga tersebut bukan laga putaran kedua, karena Persija akan bertandang ke markas Persela pada putaran kedua, yang digelar pada Sabtu (27/10) dan Minggu (28/10). “Di level usia ini, butuh 25 – 30 laga dalam satu musim kompetisi. Kami buat dua partai sekaligus agar jumlah pertandingan banyak dan berkualitas. Jika durasinya tetap 2×45 menit, recoverynya terlalu pendek. Lagipula kualitas pemain tetap terjaga,” ujar Direktur Teknik PSSI, Danurwindo, penanggung jawab Elite Pro Academy U-16. Persija Jakarta U-16 sukses menjalani awal bagus di kompetisi Elite Pro Academy U-16. Mereka sukses menaklukkkan perlawanan ketat Persela Lamongan U-16 dengan skor 2-1 di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (15/9). Dalam laga ini Persija unggul terlebih dahulu, melalui tendangan bebas Muhammad Fajar Firdaus, pada menit ke 10. Namun, Persela sempat menyamakan kedudukan 1-1 lewat gol gelandangnya, M. Ulil Abshor Abdalla. Macan Muda bisa memetik kemenangan usai Muhammad Amar Fadzillah, yang menjadi pemain pengganti, mampu mencetak gol pada masa injury time babak kedua. Hingga peluit akhir dibunyikan skor tak berubah, dan Persija mengunci kemenangan 2-1. Pelatih Persija U-16, Blitz Tarigan mensyukuri kemenangan anak asuhnya. Menurut dia kemenangan ini tak lepas dari kerja keras yang dilakukan oleh semua pemain yang berjuang di pertandingan kali ini. Toh pria kelahiran Medan, 5 Oktober 1969, ini menilai timnya masih ada catatan kedepannya. “Saya bersyukur hasilnya menang, tapi ya memang belum maksimal. Saya akui pertandingan perdana sulit, tapi saya tidak mau tahu alasannya. Pemain yang diharapkan tidak tampil maksimal, justru yang pengganti malah lebih bermain maksimal,” ucap Blitz. Langkah Persija makin mantap, usai lanjutan laga berikutnya, tim ibukota kembali menekuk Persela dengan skor tipis 1-0, pada Minggu (16/9). Ini jadi bekal positif bagi Ikhsan Febrian Rizola dan kolega, yang kembali menjadi tuan rumah saat menghadapi Bali United U-16, pada Sabtu (22/9) dan Minggu (23/9), di Stadion PTIK. (art) Klasemen Liga Elite Pro Academy U16 2018 Grup A No              Tim                 P      Gol     Poin 1   PSMS Medan U16           2      4:0       6 2   PS Tira U16                   2      1:0       6 3   PSIS Semarang U16       2      3:3       3 4   Bhayangkara FC U16      2      3:3       3 5   Persib Bandung U16       2      0:1       1 6   Sriwijaya FC U16            2      0:4       0 Grup B No             Tim                   P      Gol      Poin 1   Persija Jakarta U16         2      3:1          6 2   Bali United  U16             2      3:1          6 3   Madura United U16         2      2:2          3 4   Barito Putera U16           2      2:2          3 5   Persela Lamongan U16    2      1:3          0 6   Arema FC U16                2      1:3          0 Grup C No             Tim                     P      Gol      Poin 1   Persebaya Surabaya U16   0      0:0          0 2   Borneo FC U16                 0      0:0          0 3   Mitra Kukar U16               0       0:0         0 4   PSM Makassar U16           0       0:0         0 5   Persipura Jayapura U16     0      0:0          0 6   Perseru Serui U16             0      0:0          0 #Grup C partai perdana baru akan dilangsungkan pada Minggu (23/9)

Kampiun di Jepang Open 2018, Kevin/Marcus ‘Nodai’ Dominasi Wakil Tiongkok

Ganda nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon meraih gelar juara di Jepang Open 2018, pada Minggu (16/8), di Musashino Forest Sport Plaza Arena, Tokyo, yang juga menjadi venue pada Olimpiade Tokyo 2020. (Humas PBSI)

Jakarta- Ganda nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon meraih gelar juara di Jepang Open 2018, pada Minggu (16/8). Berduel di partai puncak dengan wakil Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen sekaligus unggulan dua itu, meraih kemenangan straight game, 21-11, 21-13, lewat laga berdurasi 38 menit. Selain mempertahankan gelar, kemenangan atas dobel Negeri Tirai Bambu itu, mengokohkan dominasi Penghuni Pelatnas Cipayung atas Li/Liu. Sebelumnya, Kevin/Marcus meraih tujuh kemenangan beruntun atas ganda utama Tiongkok itu. Sedangkan, Li/Liu hanya mencuri satu kemenangan saat bertemu pertama kalinya di ajang Vietnam Open 2015 (15-21, 23-21, 21-18). Gelar di ajang Kejuaraan Bulutangkis Jepang Open 2018 BWF World Tour Super 750 itu juga melengkapi rentetan gelar yang dikantongi Kevin/Marcus sepanjang tahun ini. Mulai dari Daihatsu Indonesia Masters 2018, India Open 2018 BWF World Tour Super 500, All England 2018 BWF World Tour Super 1000, Indonesia Open 2018 BWF World Tour Super 1000, hingga terakhir di Asian Games XVIII/2018. Kevin mengaku senang bisa mempertahankan gelar di Negeri Sakura itu. “Apalagi ini turnamennya di Jepang, kami bisa memberikan hasil yang terbaik untuk sponsor kami,” ujar Kevin, di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Minggu (16/9). Pemain asal PB Djarum Kudus itu menyebut di pertandingan ini lawan mengubah permainan yang membuat penampilan Li/Liu berbeda dari biasanya. “Mereka lebih banyak main bertahan. Tapi kami sudah siap dengan semua strategi mereka. Jadi lebih yakin,” tambah Kevin. Senada, Marcus menjelaskan kendati lawan mengubah strategi, namun dirinya bersama Kevin bisa mengantisipasi hal itu. “Buktinya perolehan skor cukup jauh di penutup gim pertama dan gim kedua,” urai Marcus. Diakui Marcus, bila Li/Liu dipertandingan ini banyak mengarahkan bola ke atas. “Mungkin karena bolanya berat. Tapi, kami sudah persiapkan tenaga, kami tahu ini pasti akan terjadi,” lanjut suami dari Agnes Amelinda Mulyadi itu. “Kami mempelajari penampilan mereka, saat mereka melawan Fajar (Alfian)/Rian (Ardianto). Model mainnya mirip-mirip, ya sudah, kami bisa prediksi,” tukas pebulutangkis berusia 27 tahun itu. Pada Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang, bulutangkis akan memakai venue yang sama di Jepang Open 2018 yakni Musashino Forest Sport Plaza Arena. “Suasananya enak, kami cukup nyaman bermain di sini. Walaupun bolanya berat. Tapi kami bisa mengatasi,” tukas Kevin. Musashino Forest Sport Plaza mempunyai kapasitas tempat duduk lebih dari 10.000 kursi dan mencakup berbagai fasilitas lain. Seperti kolam renang, gym, arena olah raga multi guna, dan pusat kebugaran yang semuanya tersedia dan dapat digunakan oleh publik. Stadium ini juga menggunakan atap Panel surya dan teknologi mutakhir lainnya, yang membantu mengurangi emisi karbon rumah kaca. (adt) Hasil Final Jepang Open 2018: Tunggal Putra Kento Momota (Jepang/3) vs Khosit Phetpradab (Thailand): 21-14, 21-11 Tunggal Putri Carolina Marin (Spanyol/6) vs Nozomi Okuhara (Jepang/8): 21-19, 17-21, 21-11 Ganda Putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia/1) vs Li Junhui/Liu Yuchen (China/2): 21-11, 21-13 Ganda Putri Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang/1) vs Chen Qingchen/Jia Yifan (China/3): 21-15, 21-12 Ganda Campuran Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China/1) vs Wang Yilyu/Huang Dongping (China/2): 21-19, 21-8

Sirnas Premier Jakarta Open 2018 Rampung, Kekuatan Klub Besar Kian Merata

Pebulutangkis PB Mutiara Cardinal Bandung, Abdul Kadir Zailani menjadi juara Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018, kategori dewasa, pada Sabtu (15/9) di GOR Tanjung Priok, usai unggul dari Nyoman Tryadnya Arya Kurniawan (PB Jaya Raya Jakarta), dengan dua game langsung 21-13 dan 21-11. (kompas.com)

Jakarta- Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018 telah sukses digelar dan secara resmi ditutup. Seri kelima ini berlangsung sejak 10-15 September. Pada kejuaraan yang berlangsung di Gelanggang Remaja Tanjung Priok ini, memperlihatkan persaingan yang kian merata dari beberapa klub bulutangkis ternama Indonesia. Tercatat ada tiga klub besar yang sama-sama berhasil mengoleksi lima gelar juara dari 19 nomor dan kategori yang dipertandingkan pada Djarum Sirkuit Nasional Premier Li-ning Jakarta Open 2018. Yakni, PB Djarum Kudus, Jaya Raya Jakarta dan Exist Jakarta Utara. Nama-nama seperti Hanna Ramadini (Mutiara Cardinal), Dian Fitriani/Nadya Melati (Pertamina Fastron), Asghar Herfanda/Rian Canna Varo (PB Djarum Kudus) dan Naufal Ligo Saufik/Yoggi Pamungkas (PB Djarum Kudus) masih memperpanjang catatan sebagai juara bertahan. Sementara yang lainnya dihuni jajaran juara-juara anyar. Sementara kejutan hadir dari peraih gelar tunggal dewasa putra, Abdul Kadir Zailani. Pebulutangkis besutan klub Mutiara Cardinal Bandung ini, akhirnya sukses mencicipi tahta juara di Sirkuit Nasional, setelah penantian panjang tiga tahun lamanya. “Alhamdulillah, rasanya senang bisa juara. Bersyukur sekali karena ini gelar juara saya yang pertama, sejak 2016 turun di level dewasa. Ada rasa sedikit tak menyangka saya bisa juara. Sebelum bertanding, saya sudah siap dengan hasil apapun, mau menang atau kalah, saya sudah siap,” ungkap Zai, sapaan Zailani. Mutiara Cardinal Bandung pun sukses mengawinkan gelar di nomor tunggal dewasa putri, setelah wakilnya, Hanna Ramadini berhasil merebut gelar Sirnas yang ketiga kalinya secara beruntun tahun ini, usai di final, menundukan lawannya asal PB Exis Jakarta, Putri Kusuma Wardani, dengan kemenangan rubber game 21-12, 17-21, dan 21-18. Sebelum di Jakarta, Sirnas bergulir di Purwokerto (Premier) pada 12-17 Maret, Pekanbaru 23-28 April, Tasikmalaya 23-28 Juli (Premier), dan Makassar 6-11 Agustus. Sirnas akan berlanjut di GOR Hevindo, Balikpapan pada 1-6 Oktober, lalu menuju Denpasar pada 5-10 November, kemudian Sirnas Premier Surabaya menjadi penutup pada 12-17 November. (adt) Hasil Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018 Kategori Pemula (U15) Tunggal Pemula Putra: Muhammad Halim As Sidiq (PB Victory Bogor, Jaktim) Tunggal Pemula Putri: Deswanti Hujansih Nurtertiati (Exist, Jakarta) Ganda Pemula Putra: Marwan Faza/Muhammad Rayhan Nur Fadillah (PB Djarum, Kudus) Ganda Pemula Putri: Jessica Maya Rismawardani/Nethania Irawan (PB Djarum, Kudus) Kategori Remaja (U17) Tunggal Remaja Putra: Muhammad Akbar Firdaus (Exist, Jakarta) Tunggal Remaja Putri: Aisyah Sativa Fatetani (PB Djarum, Kudus) Ganda Remaja Putra: Asghar Herfanda/Rian Canna Varo (PB Djarum, Kudus) Ganda Remaja Putri: Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia (Jaya Raya Jakarta, Jakpus) Ganda Remaja Campuran: Crisandy Santosa/Melani Mamahit (Exist, Jakarta) Kategori Taruna (U19) Tunggal Taruna Putra: Karono (Jaya Raya Jakarta, Jakpus) Tunggal Taruna Putri: Yasnita Enggira Setiawan (Exist, Jakarta) Ganda Taruna Putra: Naufal Ligo Saufik/Yoggi Pamungkas (PB Djarum, Kudus) Ganda Taruna Putri: Melani Mamahit/Putri Larasati (Exist, Jakarta) Ganda Taruna Campuran: Ferdian Mahardika Ranialdy/Annisa Mubarokah (Jaya Raya Jakarta, Jakpus/FIFA BC) Kategori Dewasa Tunggal Dewasa Putra: Abdul Kadir Zailani (Mutiara Cardinal, Bandung) Tunggal Dewasa Putri: Hanna Ramadini (Mutiara Cardinal, Bandung) Ganda Dewasa Putra: Amri Syahnawi/Rian Swastedian (Jaya Raya Jakarta, Jakpus) Ganda Dewasa Putri: Dian Fitriani/Nadiya Melati (Pertamina Fastron, Jakut) Ganda Dewasa Campuran: Irfan Fadhillah/Pia Zebadiah Bernadet (Jaya Raya Jakarta, Jakpus)

Diwarnai Hujan Kartu Merah, UMM Kudeta Peringkat UII di Puncak Klasemen

Diwarnai keluarnya empat kartu merah, laga antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kontra Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, menutup hari keempat LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018, Kamis (13/9), di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang. (LIMA)

Malang- Laga panas dengan tensi tinggi antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kontra Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, menutup hari keempat LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018, Kamis (13/9), di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang. UMM, yang tampil menekan sepanjang laga, sukses menaklukkan UII, tim yang telah menyapu bersih tiga laga terakhirnya, dengan skor 2-0. Hasil ini mengantar UMM ke pucuk klasemen sementara, menyingkirkan UII. Sengitnya duel ditampilkan kedua tim sejak awal. UMM berhasil mengambil kendali permainan di sepanjang babak pertama. Lawannya, UII, dipaksa bertahan mengatasi perlawanan UMM. Namun, belum mencapai paruh waktu babak pertama, wasit telah mengeluarkan dua kartu kuning untuk UMM, yakni Ghana Ardya Wangsa (8’) dan Hendra Putra (11’). Berselang satu menit, pada menit ke-12, striker UMM, Rachmad Hidayat (9), justru menjadi yang pertama diusir keluar. Sepanjang laga UMM terus menekan dan nyaris menciptakan peluang di gawang tim asal Yogyakarta itu. Hingga akhirnya, bek tengah UMM, Ahmad Rifal (21), berhasil merobek jala UII dua menit sebelum turun minum. Gol Ahmad menutup paruh pertama dengan skor 1-0 untuk UMM. Memasuki babak kedua, UMM tak mengendurkan serangan. Tampil dengan 10 pemain, tim berkostum merah itu malah mendominasi duel panas ini. Namun, UMM kembali kehilangan satu pemainnya, pada menit ke-74. Bagas Dwi Wicaksono (29) terpaksa dijatuhi kartu merah, paska melakukan pelanggaran keras pada pemain UII. Dengan komposisi sembilan pemain, UMM masih mampu mengendalikan laga. UMM bahkan sukses melesakkan satu gol tambahan, yang kembali dicetak oleh Ahmad pada menit ke-85. Berselang dua menit, wasit kembali mencabut kartu merah, lagi-lagi untuk tim asal Kampus Putih itu. Sang kapten, Andy Cahya Kurniawan (5), harus keluar arena pada laga ini. Total, sudah tiga pemain UMM gagal menyelesaikan pertandingan kali ini. Tak lama berselang, giliran pemain UII bernomor punggung 88, Bima Yudha, menyusul Andy Cahya ke arena bench pemain, setelah menerima kartu merah dari wasit. Di sisa waktu, UMM hanya menyisakan delapan pemain, sementara sang lawan dengan 10 orang. Peluit panjang pun menyudahi laga panas ini dengan kemenangan 2-0 untuk UMM. Meski keduanya mengantungi sembilan poin, namun UMM lebih unggul dalam hal selisih gol, serta berhasil menyalip UII, di puncak klasemen sementara. “Hari ini kami kalah. Komunikasi antar pemain masih minim. Support dari lini ke lini juga minim. Mental mereka down sehingga beberapa dari mereka terpancing emosi. Pertandingan hari ini terlihat keras di menit awal. Tapi, saya mengarahkan ke anak-anak untuk tetap tenang apapun kondisinya,” kata Radian Zakir, arsitek tim UII. Hasil ini menjadi kekalahan perdana UII selama perhelatan LIMA Football: McDonald’s EJC ini. “Kami menerima kekalahan ini. Saya menekankan ke mereka bila hubungan antara UII dan LIMA sangat baik. Saya ingin teman-teman untuk tidak membuat masalah. Dan hubungan UII dan UMM harus baik, terlepas hasil laga di lapangan,” pungkasnya. (adt)

Batal Gelar Turnamen Mini, PSSI Sodorkan Turnamen Segitiga Untuk Timnas U-19

Winger Timnas U-19, Aulia Hidayat (merah) berusaha melepaskan sepakan ke arah gawang Persibara Banjarnegara, dalam laga uji coba di Stadion UNY, Depok, Sleman, pada Sabtu (8/9). Timnas U-19 berhasil menang 2-1 pada laga itu. (kampiun.id)

Jakarta- Turnamen mini yang sedianya dikuti Timnas U-19 beserta tiga negara undangan, akhirnya dipastikan batal. Namun, event ini tidak batal total, hanya konsep pertandingannya berubah menjadi turnamen segitiga. Ini terjadi karena dari tiga negara undangan, tercatat dua saja yang dipastikan hadir. Hal ini diungkapkan langsung oleh manajer Timnas U-19, Daconi Khotob, pada Jumat (14/9). “Dari informasi yang saya terima dari Ibu Sekjen PSSI (Ratu Tisha), turnamen akhirnya digelar bersama timnas Cina U-19 dan Thailand U-19 saja. Jadi formatnya juga berubah menjadi turnamen segitiga,” jelas Daconi. Adapun jadwal turnamen segitiga ini adalah akan digelar pada 21-25 September di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Pada laga pembuka akan saling berhadapan Timnas Cina U-19 melawan Timnas Thailand U-19 pada Jumat (21/9). Kemudian pada Minggu (23/9), Tim Garuda Nusantara akan berhadapan dengan Timnas Thailand U-19. Sedang pada matchday terakhir, yakni Selasa (25/9), Nurhidayat dan kolega dijajal oleh timnas Cina U-19. Setelah turnamen segitiga ini, PSSI masih menyiapkan satu agenda uji coba lagi untuk skuat asuhan Indra Sjafri. “Untuk uji coba lawan negara dari kawasan Arab, akan digelar Oktober yakni lawan Arab Saudi 6 Oktober dan Yordania pada 13 Oktober,” tambah Daconi. Dikatakannya, meski ada perubahan jumlah negara yang mengikuti turnamen ini, harapannya tentu saja tetap memberikan manfaat berarti bagi Timnas U-19 sebelum terjun di arena Piala AFC U-19 2018 mendatang. “Ini tentunya bagus dan positif untuk pemantapan tim, sebelum maju ke medan perang sesungguhnya nanti,” doa mantan CEO Semen Padang ini. Saat ini, timnas U-19 masih terus mematangkan diri di pemusatan latihan di Yogyakarta. (art) Jadwal Turnamen Segitiga Timnas U-19  Jumat 21 September Stadion : Pakansari, Cibinong, Bogor Timnas Cina U-19 vs Timnas Thailand U-19 Minggu 23 September Stadion : Pakansari, Cibinong, Bogor Timnas Indonesia U-19 vs Timnas Thailand U-19 Selasa 25 September Stadion : Pakansari, Cibinong, Bogor Timnas Indonesia U-19 vs Timnas Cina U-19

Persaingan Ketat Nomor Lompat Galah, Atlet 18 Tahun Idan Fauzan Tak Diprioritaskan ke Olimpiade 2020 Tokyo

Atlet lompat galah Idan Fauzan Richsan tak diprioritaskan menuju Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang, namun akan diikutsertakan dalam SEA Games dan Kejuaraan Asia. (antara)

Jakarta- Tigor M. Tanjung, Sekertaris Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), mengatakan atlet lompat galah, Idan Fauzan Richsan, tak diprioritaskan menuju Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. Menurutnya, persaingan standar lompatan di nomor lompat galah adalah enam meter. Sedangkan Idan memiliki rekor lompatan 5,30 meter. Diketahui, Idan mempertajam rekor dari 5 meter menjadi 5,30 meter, di ajang ASEAN School Games (ASG) 2018, di Stadion Mini Atletik Bukit Jalil, Malaysia, Juli lalu, dan berhak meraih medali emas. Torehan itu juga memecahkan rekornas (rekor nasional) atas namanya sendiri. Rekor sebelumnya hanya 5,20 meter yang diciptakan Idan pada kejuaraan uji coba Asian Games XVIII/2018. Sebelumnya, di Kejuaraan Atletik Asia Junior 2018, di Gifu, Jepang, Juni lalu, Idan mencetak lompatan 5,15 meter. Hasil itu membuat remaja kelahiran 1 November 2000 itu merebut medali perak. “Kami akan ikutsertakan Idan di kejuaraan lain, seperti SEA Games, maupun Kejuaraan Asia,” ujar Tigor, di Asrama PB PASI, di Kawasan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (13/9). Diungkapkan pria berkacamata itu, saat ini pihaknya fokus memperbaiki teknik para atlet sebagai program jangka panjang Pelatnas (pemusatan latihan nasional) atletik. “Karena teknik lari cepatnya sudah baik, maka Idan hanya perlu perbaikan pada lompatan. Apalagi, ia baru berumur 18 tahun,” ungkap Tigor. (Adt)

Pulang ke Kampung Halaman, Spiderwoman Grobogan Aries Susanti Beri Motivasi Pada Siswa SMP

Spiderwoman asal Grobogan peraih medali emas cabor panjat tebing kecepatan putri Asian Games 2018, Aries Susanti Rahayu memberi motivasi pada siswa SMP ini agar mereka terpacu untuk meraih prestasi setinggi mungkin. (FPTI)

Jakarta- Usai meraih medali emas cabor panjat tebing kecepatan putri Asian Games 2018, Aries Susanti Rahayu, kembali ke kampung halamannya di Grobogan, Jawa Tengah (Jateng). Spiderwoman Indonesia itu mengunjungi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), sebagai tempatnya menimba ilmu. “Beberapa waktu lalu, saya ke SMP 1 Grobogan. Saya bersilaturahmi dengan guru SMP saya dan berterima kasih atas bimbingan belajar selama saya bersekolah di sana,” ujar wanita berhijab peraih medali emas IFSC World Cup Series Chongqing, China, pada 2018, di nomor Speed WR, pekan ini. Selain bersilaturahmi, wanita kelahiran 21 Maret 1995 itu juga memberikan motivasi kepada siwa SMP. “Saya sedikit berbagi pengalaman di bidang olahraga dan memberi motivasi untuk adik-adik SMP agar mereka terpacu untuk meraih prestasi setinggi mungkin,” lanjut warga Desa Klambu, Grobogan, Jateng itu. Selepas Asian Games XVIII/2018, Aries tetap menjalani Pelatnas (pemusatan pelatihan nasional) untuk menghadapi pertandingan internasional, sekaligus persiapan menuju Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. Menurut Aries, prestasi tidak hadir begitu saja, melainkan sesuatu yang harus diperjuangkan. Sehingga, butuh jalan panjang serta berliku agar mampu meraih prestasi tertinggi. “Untuk meraihnya, juga diperlukan motivasi yang tinggi,” tegas mahasiswi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Muhammadiyah Semarang, yang meraih medali emas Asian Championship 2017, di Iran, nomor Speed WR Relay itu. (Adt)

Tak Peduli Suriah Mundur dari Mini Turnamen, Indra Sjafri Hanya Butuh Lawan Tanding

Timnas U-19 melakukan persiapan jelang Piala Asia U-19 2018, dengan melakukan uji coba dalam format mini turnamen memakai sistem trofeo, melawan Timnas U-19 China dan Thailand U-19, mulai 21 September, di Stadion Pakansari, Bogor. (kampiun.id)

Yogyakarta- Timnas U-19 terus melakukan persiapan jelang gelaran Piala Asia U-19 2018 pada Oktober nanti. Salah satunya event yang akan digelar oleh PSSI dengan mengadakan mini turnamen di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, mulai Jumat (21/9). Dalam mini turnamen itu, Timnas U-19 akan menghadapi Thailand dan China. Namun, Timnas U-19 Suriah, akhirnya dipastikan batal datang ke Indonesia karena padatnya jadwal pertandingan di Asia Barat. Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, tak ingin ambil pusing tentang batalnya Suriah dalam mengikuti mini turnamen. Pria kelahiran 2 Februari 1963 ini hanya ingin PSSI mengabulkan keinginannya supaya memcarikan lawan uji coba yang sama dengan peserta Piala Asia U-19 2018. “Saya tahu (kabar itu), cuma saya mau hal-hal seperti ini, PSSI yang merilis, dan bukan dari saya, karena itu pekerjaan dari PSSI. Saya hanya butuh uji coba dengan situasi yang sama dengan turneman yang sebenarnya,” ujarnya, dilansir Tribun Jogja. Dalam event ini, tim merah putih Junior akan bermaterikan sebanyak 28 pemain. Hal itu disampaikan Indra yang menyebut dirinya belum akan melakukan pencoretan didalam skuatnya. “Saat ini masih ada 28 pemain. Itu masih cukup,” tegas pria asal Lubuk Nyiur, Painan, Sumatera Barat. Hal serupa juga diungkap Manajer Timnas U-19, Daconi yang menyatakan, hanya dua negara yang menjadi lawan Saddil Ramdani dan kawan-kawan, jelang Piala Asia U-19 2018. Dua lawan tersebut adalah Thailand dan China, sedangkan Suriah menarik diri dari keikutsertaannya. “Baru saja saya dapat kabar dari Sekjen PSSI, jika Thailand dan China sudah pasti ikut. Tetapi Suriah kemungkinannya batal datang. Jadwal uji coba tetap dilaksanakan, tapi dengan sistem Trofeo saja,” sebut Daconi, pada Rabu (13/9). Sekadar informasi, Timnas U-19 terakhir kali bertanding resmi, pada 14 Juli 2018, dalam perebutan juara tiga Piala AFF U-18 Menghadapi Thailand, Nurhidayat Haji Haris dan kolega berhasil meraih kemenangan 2-1. Dalam gelaran Piala Asia U-19 2018, Tim Garuda Nusantara berada satu grup dengan Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Taiwan. Di laga perdana, Saddil Ramdani dan kawan-kawan akan bersua Taiwan, pada 18 Oktober 2018. (art)

UMM Menang 1-0, Buka Peluang Ke Empat Besar LIMA Football 2018

Tekuk Universitas Negeri Malang (UNM) dengan skor tipis 1-0, tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM/merah) memperbesar peluangnya ke empat besar, setelah di laga pertama LIMA Football: East Java Conference (EJC) 2018, menang 2-0 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. (LIMA)

Malang- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah poin kemenangan, dalam LIMA Football: East Java Conference (EJC) 2018, Rabu (12/9). Menghadapi tim satu kota, Universitas Negeri Malang (UNM), UMM sukses meredam lawannya dengan skor tipis 1-0, di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang. UMM mendominasi babak pertama. Tim berkostum merah itu memaksa UNM bermain bertahan di sepanjang babak. Pada menit ke-24, UMM mengatasi kebuntuannya. Sundulan Akbar Galang Mahardika bersarang di gawang UNM. Tim asal Kampus Putih itu berhasil mencatatkan gol tunggal di babak pertama. Skor sementara 1-0 untuk keunggulan UMM di akhir paruh pertama. UNM lalu bermain terbuka di babak kedua. Tim berkostum biru dongker kini bisa keluar dari tekanan UMM. Tercatat tujuh tembakan berhasil dilepaskan anak asuh Fahrial Amiq itu. Meski lebih agresif, UNM belum bisa mencetak gol. Skor 1-0 untuk UMM bertahan hingga akhir laga. Sebelumnya, UMM mengandaskan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, pada Senin (10/9) dengan skor 2-0. Tim asuhan Arif Trisandi itu makin memperbesar peluangnya ke empat besar, menyusul Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yang bertengger di puncak klasemen, hingga Rabu (12/9). (Adt)

Lolos ke Semifinal Sirnas U17 Jakarta Open 2018, Pebulutangkis 15 Tahun Asal PB Djarum Hanya Butuh 32 Menit

Muh Azahbru B. Kasra, asal PB Djarum Kudus, lolos ke semifinal Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018, Kategori Usia 17 Tahun (U17), pada Kamis (13/9), usai mengalahkan Iqbal Diaz Saputra asal PB Exist Jakarta, straight game, 21-9, 21-14. (PB Djarum)

Jakarta- Pemain tunggal unggulan tujuh, Muh Azahbru B. Kasra, yang berasal dari klub PB Djarum Kudus, hanya butuh 32 menit, untuk mengunci tiket semifinal Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018, Kategori Usia 17 Tahun (U17). Pertandingan yang dihelat pada Kamis (13/9), remaja kelahiran Kolaka, Sulawesi Tenggara, 24 Oktober 2002, itu sukses mengalahkan Iqbal Diaz Saputra, asal PB Exist Jakarta, straight game, 21-9, 21-14, di babak perempat final. Diakui pebulutangkis yang juga memiliki hobi renang itu bila dirinya bermain sabar di game pertama Ia juga mencari waktu yang tepat untuk melakukan serangan pada lawan. “Tapi, di game kedua lawan justru merubah dan bermain lebih safe, jadi ketinggalan lebih dulu tadi,” ujar semifinalis Wali Kota Surabaya International Open 2018 (Tunggal Remaja Putra), usai laga. “Untung di poin-poin kritis, saya lebih yakin mainnya. Itu mungkin kunci kemenangan pertandingan tadi. Coba main sabar, serta tidak terburu-buru, serta meraih satu poin perpoin di setiap pertandingan,” lanjut remaja bertangan kidal, di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Di laga semifinal, pada Jumat (14/9), lawan berat menanti Azahbru. Ia akan menantang unggulan satu asal PB Exist Jakarta, Tegar Sulistio, yang menaklukan Yohanes Saut Marcelino, unggulan 16 dari PB Jaya Raya Jakarta, straight game, 21-9, 21-15, dalam tempo 39 menit. “Berikan yang terbaik serta optimis. Harus mau capek lagi di lapangan. Karena juga tidak ada target khusus untuk saya, tapi ingin bermain bagus saja di Sirnas ini,” tukas Azahbru yang baru meraih satu kemenangan, dari tujuh kali pertemuannya dengan Tegar itu. (Adt)

Demi Olimpiade 2020 Tokyo, PB PASI Blusukan ke Daerah Cari Bibit Muda Potensial

Ketua Umum PB PASI, Mohammad Hasan, menyatakan akan blusukan ke daerah-daerah untuk mencari bibit muda potensial. Hal itu dilakukan demi persiapan menuju Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) bakal blusukan ke daerah-daerah untuk mencari bibit muda potensial. Hal itu dilakukan demi persiapan menuju Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. “Masih ada waktu 2 tahun untuk ke Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Dengan sisa waktu yang ada, kami akan turun ke daerah-daerah mencari bibit-bibit muda potensial baru. Mereka nanti akan langsung kami panggil masuk Pelatnas,” ujar Mohammad Hasan, Ketua Umum PB PASI, Kamis (13/9). Apakah dengan waktu 2 tahun cukup untuk membina atlet muda? Bob Hasan, sapaan akrabnya, menegaskan sangat cukup. “Waktu 2 tahun cukup. Contohnya Lalu Muhammad Zohri. Dia kami bina sejak Oktober tahun lalu. Mudah-mudahan di daerah banyak bibit,” lanjut suami dari Pertiwi Hasan itu. Ia menyebut syarat mengikuti pesta multievent sejagat di Negara Sakura 2020 sangat berat. “Latihannya harus lebih keras. Misalnya untuk 100 meter itu harus di bawah 10 detik, dan untuk 4×100 meter perlu ditambah lagi kecepatannya. Begitu juga dengan nomor lompat. Nomor-nomor ini sementara yang menjadi andalan,” tambahnya. “Mungkin kami nanti akan tingkatkan ke nomor-nomor baru. Tapi harus kerja keras selama 2 tahun ini. Sebab, kalau tidak masuk kualifikasi Olimpiade sangat berat,” ungkap Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah (Jateng) 1931 itu. “Sehingga pertandingan yang masuk poin kualifikasi Olimpiade harus kami ikuti semua. Salah satunya kejuaraan dunia di Qatar, September tahun depan,” terang penerima Kalpataru 1997 itu. Ia menegaskan untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain, anak didiknya harus memperbaiki teknik. “Seperti bagaimana berdiri, larinya, hingga ayunan tangan. Itu yang harus diperbaiki,” imbuh Bob Hasan, di Asrama Atlet PB PASI, di Kawasan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. “Untuk nomor jarak pendek, masih dimonopoli atlet-atlet Jamaica, sedangkan jarak jauh itu dominasi Afrika. Belum lagi harus bersaing dengan Jepang, China, dan Korea. Mereka sudah sangat maju sekarang ini,” urainya. Selain itu, ungkap Bob Hasan, para atlet akan dikirim mengikuti berbagai ajang try out (ujicoba) ke luar negeri. “Para atlet terus kami kirim mengikuti try out. Tidak hanya di kawasan Asia, tapi juga Afrika dan Eropa,” urainya. (Adt)