Indonesia Masters II 2025: Ganda Putra Indonesia Juara

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, menjuarai Indonesia Masters II 2025 berkat kemenangan atas pasangan “gado-gado” asal Korea Selatan dan Malaysia, Choi Sol Gyu/Goh V Shem, Bertanding di GOR PBSI, Medan, Sumatra Utara, Raymond/Joaquin menang tiga gim 21-18, 17-21, 24-22 dalam durasi 66 menit. “Pertama-tama, puji Tuhan kita bisa bermain dengan lancar dan tidak ada cedera. Permainan tadi sungguh menegangkan buat kami,” tanggap Joaquin kepada tim Humas dan Media PP PBSI. Di gim pertama, menurut Joaquin, mereka bermain agresif karena berada di posisi “menang angin”. Namun, di gim berikutnya, meski sempat unggul 11-9, mereka terburu-buru menyerang sehingga Choi/Goh dapat mengantisipasi pukulan, akhirnya kalah 13-21. “Gim ketiga, kita juga mengunakan pola yang sama, yaitu menyerang dan ketika kita berpindah tempat di poin 11, kita di posisi ‘kalah angin’. Kita mencoba bermain sabar dan itu berhasil cuman di pon kritis ketika kita unggul 20-19,” tuturnya. “Saya servis nyangkut dan tangan saya sempat gemetar. Tapi pelatih dan partner saya terus meyakinkan saya untuk mengambil kesempatan ini untuk menjadi juara Super 100,” Joaquin, menuturkan. Di poin-poin kritis, lanjutnya, mereka sempat unggul tiga kali dan diminta untuk menunggu bola lawan sambil tetap tenang dan sabar. Meski begitu, mereka tetap memilih menyerang, percaya bahwa strategi terbaik dalam pertahanan adalah dengan terus menekan lawan. Sementara, menurut Raymond, Choi/Goh memiliki keunggulan pengalaman, yang membuat mereka tetap tenang meski tertinggal, berkat seringnya mereka tampil di turnamen tingkat tinggi. “Tadi di poin kritis, saya kayak deja vu aja, karena saya pernah tiga kali final dan kalah terus di poin mepet-mepet gitu, rasanya bebannya berat aja gitu ke sendiri, karena pengin menang banget,” tuturnya. “Akhirnya lega banget saya bisa juara Super 100. Sebelumnya dengan partner yang beda, gagal dua kali di final dengan Joaquin juga sudah gagal sekali untuk juara. Dukungan penonton sangat memberikan semangat buat kita, apalagi Papa dan Mamanya Joaquin juga hadir di sini,” Raymond, menjelaskan. Di sisi lain, Joaquin menyatakan, kemenangan ini dipersembahkan untuk Indonesia, PBSI, dan skuad ganda putra pratama, menyusul gelar juara perdana mereka di turnamen Super 100. Ia berharap bersama Raymond, prestasi tersebut dapat meningkatkan performa dan grafik perkembangan mereka ke depan. “Minggu depan kita akan berangkat ke Korea Super 300. Karena kita sudah ada gelar di sini kita mau lebih pede tampil di Korea, dan bisa lebih baik dari penampilan sebelumnya di Macau Super 300,” pungkasnya.

Indonesia Masters II 2025: Marwan/Aisyah Juara

Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata

Ganda campuran Indonesia, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, menempati podium teratas Indonesia Masters II 2025, berkat kemenangan di partai puncak atas pasangan Malaysia, Jimmy Wong/Lai Pei Jing, Minggu (26/10). Bertanding di GOR PBSI, Medan, Sumatra Utara, pasangan unggulan teratas tuan rumah itu menang tiga gim 16-21, 21-19, 21-3 dalam tempo 49 menit. “Pertama-tama bersyukur bisa meraih gelar di rumah sendiri. Tahun lalu kami ada di final, hari ini kami bisa juara. Kepuasan tersendiri bisa juara di Indonesia,” tanggap Marwan melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI. Lebih lanjut Marwan menjelaskan, di gim pebuka, mereka mengalami kesulitan karena banyak melakukan kesalahan sendiri saat servis, tercatat hingga enam kali. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat ritme permainan menjadi tidak nyaman dan turut memengaruhi performa mereka secara keseluruhan. “Hawa mainnya juga kurang dapat gitu, kayak greget mainnya kurang. Main serba datar-datar aja,” kata pemain kelahiran Kuningan, Jawa Barat, pada 05 Mei 2004 itu. “Di gim kedua, kita berusaha untuk meyakinkan diri dan pikiran untuk bisa kembali fokus ke permainan dan akhirnya kami bisa keluar dari tekanan,mengejar ketertinggalan dan berakhir dengan kemenangan 21-19,” Marwan, menambahkan. Marwan menjelaskan, di gim penentuan, mereka mulai menemukan ritme permainan dan tampil lebih percaya diri, dan mampu mengambil kendali sejak awal gim dengan terus menekan lawan melalui serangan agresif, baik dari permainan depan maupun belakang, hingga membuat pasangan negeri jiran itu berbalik tertekan. Sementara, Aisyah mengutarakan, menghadapi Lain, pemain berpengalaman di sektor ganda campuran menjadi pengalaman berharga baginya. Ia mengaku sudah pernah berhadapan dengan Lai bersama pasangan yang berbeda, dan meski kemampuan lawan kali ini dinilainya tidak terlalu merata, laga tersebut tetap menjadi ajang penting untuk menambah jam terbang di level tinggi. “Dukungan penonton berarti banget untuk kami dan kami tidak mau mengecewakan penonton apalagi hari ini di final penontonnya lebih penuh,” ujarnya. Bagi Aisyah, kemenangan ini menjadi persembahan bagi keluarga, pelatih, rekan-rekan, serta bangsa Indonesia, dengan torehan gelar juara. Adapun bagi Marwan, kemenangan di final turnamen bulu tangkis level BWF Tour Super 100 menjadi hadiah bagi orang tua dan orang-orang terdekatnya. Ia mengakui perjuangannya tidak mudah, terlebih setelah sempat tertinggal dan harus beradaptasi dengan pasangan baru. “Semoga ke depannya saya lebih percaya diri,” ujarnya. “Target ke depan pengin di level Super 300 kita bisa lebih bersaing karena sebelumnya kita belum tembus-tembus kerap kalah di babak 16 besar, jadi kita pengin lebih baik dari itu,” demikian Marwan.

Rekap Kejuaraan Dunia BWF Junior 2025, China Jadi Juara Umum

Chen Jun Ting/Liu Jun Rong

Rekap final Kejuaraan Dunia BWF junior 2025 berakhir pilu bagi wakil Indonesia yang belum mampu mempersembahkan gelar, Minggu (19/10/2025). Zaki Ubaidillah alias Ubed dari sektor tunggal putra yang berhasil ke partai final Kejuaraan Dunia BWF junior 2025 berakhir sebagai runner-up. Otomatis tak ada medali emas yang dibawa pulang oleh delegasi Indonesia dalam gelaran junior ini. Berbanding terbalik dengan China yang tampil digdaya dalam gelaran individu. Sebanyak tiga wakil China lolos ke final dan semuanya keluar sebagai juara. Pertama ada Tan Ke Xuan/Wei Yue Yue (China) dari nomor ganda putri. Kemudian gelar kedua dibukukan oleh penakluk Ubed, Liu, di tunggal putra. Terakhir, Chen Jun Ting/Liu Jun Rong (China) nomor ganda campuran keluar sebagai juara. Chen/Liu mengalahkan utusan Korea, Cho Hyeong Woo/Lee Hyeong Woo, dua gim langsung. Delegasi Asia Timur selain China yang membawa pulang medali emas ada utusan Korea. Yakni Lee Hyeong Woo/Cheon Hye In yang menumbangkan Hung Bing Fu/Chou Yun An (Taiwan). Wajah Asia Tenggara atau ASEAN diselamatkan oleh wakil Thailand di nomor tunggal putri. Anyapat Phichitpreechasak (Thailand) keluar sebagai juara setelah menang dari Tanvi Sharma (India). Hasil laga final BWF World Championships 2025 kategori individu, Minggu (19/10/2025): Tunggal putra Mohammad Zaki Ubadillah (Indonesia, 1) vs Liu Yang Ming Yu (Cina, 3): 10-15, 11, 15 Tunggal putri Tanvi Sharma (India, 1) vs Anyapat Phichitpreechasak (Thailand, 2): 7-15, 12-15 Ganda putra Cho Hyeong-woo/Lee Hyeong-woo (Korea Selatan, 3) vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong (Cina, 4): 14-16, 12-15 Ganda putri Tan Ke Xuan/Wei Yue Yue (Cina) vs Low Zi Yu/Noraqilah Maisarah (Malaysia, 3): 15-13, 19-17 Ganda campuran Hung Bing-fu/Chou Yun-an (Taiwan) vs Lee Hyeong-woo/Cheon Hye-in (Korea Selatan, 2): 9-15, 15-11, 10-15

Perjuangan Zaki Ubaidillah Berbuah Medali Perak

Podium Tunggal Putra BWF World Junior Championships 2025

Sirna sudah harapan Indonesia untuk membawa pulang medali emas dari BWF World Junior Championships 2025. Satu-satunya harapan untuk meraih gelar juara, yakni tunggal putra Mohammad Zaki Ubaidillah, takluk di partai puncak. Ubed – begitu sapaan akrabnya – kalah dari wakil Cina, Liu Yang Ming Yu, dua gim langsung, 10-15, 11-15, pada laga di National Centre of Exellence, Guwahati, Assam, India, Minggu (19/10/2025). Meski berstatus unggulan pertama, Ubed gagal memperlihatkan dominasi atas lawan yang sejatinya pernah dia kalahkan di final Asia Junior Championships 2025, Juli lalu. Menurut Ubed, kegagalannya kali ini disebabkan kurangnya fokus dan terlalu bernafsu. “Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan hari ini tanpa cedera. Tapi tadi mainnya kurang maksimal dari segi fokus, dan pikirannya goyang. Mungkin tadi saya terlalu berambisi untuk juara,” kata Zaki Ubaidillah. “Secara teknik, lawan bisa menguasai pukulan bola atas dan dari awal sudah mengontrol speed, saya tidak siap dengan hal itu. Tadi buangan saya juga ragu-ragu, akhirnya saya diserang terus. Dibandingkan dengan pertemuan di AJC kemarin, lawan lebih siap dan tahu apa yang harus dilakukan jika bertemu saya,” tambahnya. Menyusul kekalahan ini, artinya Zaki Ubaidillah sudah dua kali gagal menyabet medali emas di BWF World Junior Championships. Pada 2024, dia hanya membawa pulang medali perunggu usai kalah dari tunggal Cina, Wang Zijun di semifinal. Belum tahu apakah Ubed bakal turun lagi di turnamen yang sama tahun depan. Remaja 18 tahun itu sepertinya sudah memikirkan untuk naik kelas ke level senior. “Banyak yang harus saya perbaiki di level senior, dari fisik hingga mental. Selain itu, main di senior juga butuh pikiran dan tekad yang kuat,” katanya. “Harapan ke depannya, semoga bisa lebih melejit lagi kariernya di level senior nanti,” dia memungkasi. Sementara itu, kompatriot Ubai, Richie Duta Richardo dan Zhi Hang Li asal Cina berbagi podium di posisi ketiga. Kegagalan Indonesia di turnamen individu BWF World Junior Championships 2025 sama seperti kategori beregu campuran alias Piala Suhandinata 2025, pekan lalu. Dipimpin oleh Zaki Ubaidillah sebagai kapten, skuad Merah Putih juga kalah dari Cina pada laga final dan gagal mempertahankan gelar juara.

Janice Tjen Sabet Gelar Juara WTA Pertama di China

Swafoto Janice Tjen Bersama Sang Pelatih

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen berhasil menjuarai WTA 125 Jinan Open di China, Sabtu, seusai mengalahkan petenis Hungaria Anna Bondar dengan 6-4, 4-6, 6-4. Unggulan ketiga dalam turnamen itu sukses menaklukkan lawannya yang merupakan unggulan kedua dalam dua jam 25 menit, demikian catatan WTA. Meski lawan mencatatkan ace lebih banyak, Janice menciptakan lebih banyak peluang break point — mengonversi tiga dari 11 — dengan servis menjadi senjata kuatnya. Dalam perjalanannya meraih gelar di Jinan, Janice harus berjuang keras pada babak pembuka. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu kemudian menang straight set pada babak kedua dan perempat final. Ia sempat kesulitan pada semifinal tetapi sukses menundukkan lawannya yang unggulan keenam untuk mencapai babak akhir. Kemenangan Jinan Open menjadi gelar pertama di sektor tunggal bagi Janice dalam sirkuit tur WTA. Sebelumnya, Janice bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi meraih gelar ganda WTA 125 Suzhou di China pada awal bulan ini. Sebelum tur Asia, petenis yang kini berada di peringkat 98 dunia itu menjadi runner up dalam debut WTA-nya pada ajang WTA 250 Sao Paulo di Brasil pada pertengahan bulan lalu, yang menjadi batu loncatan peringkatnya dari 130 dunia melesat ke-103 dunia. Gelar Jinan Open juga menambah daftar kesuksesan Janice pada tahun ini setelah berhasil tampil di Grand Slam perdananya, US Open. Di turnamen major lapangan keras Amerika Serikat itu Jancie tidak pernah kalah set pada tiga pertandingan babak kualifikasi untuk lolos ke babak utama. Ia tampil gemilang dengan kemenangan babak pertama atas Veronika Kudermetova sebelum dikalahkan oleh Emma Raducanu di babak kedua. Janice juga mencatatkan sejarah dengan mengakhiri penantian panjang Indonesia akan kehadiran petenis tunggal putri di Grand Slam, setelah terakhir kali diwakili oleh Angelique Widjaja pada US Open 2004. Menurut catatan WTA, sebelum tiba di New York untuk kualifikasi US Open, Janice telah memenangi 45 dari 50 pertandingan profesional terakhirnya. Selama periode tersebut, ia mencapai sembilan final ITF, memenangi enam gelar, dan naik lebih dari 200 peringkat — dari nomor 371 ke nomor 149. Sumber: ANTARA

Inilah Para Juara Sirkuit Nasional A Jawa Barat 2025

Salah Satu Podium Sirkuit Nasional A Jawa Barat 2025

Partai final Sirkuit Nasional A Jawa Barat 2025 telah selesai digelar di GOR KONI, Kota Bandung. Rangkaian sirnas ke-10 tahun 2025 ini, diikuti sebanyak 1,111 peserta yang bertanding sejak Senin 6 Oktober lalu hingga Sabtu 11 Oktober. PB Djarum dan PB. Jaya Raya Jakarta menyandang status juara umum, disusul tuan rumah, Mutiara Cardinal Bandung, Gideon Badminton Academy, Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya, PELATPROV PBSI Jawa Timur, Putra Mainaky, dan PB. Berkat Abadi. Seri Sirnas selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 1–6 Desember. Sirnas berlevel A ini akan menjadi seri pamungkas dan akan digelar di Kota Jakarta. Daftar Juara Sirnas A Jawa Barat 2025: TRA – Alvin Jefferson Kusuma (Jaya Raya Jakarta) TRI – Kharissa Widyanda Saputri (Mutiara Cardinal Bandung GRA – Dimas Jayawardana Hasan/Hamid (Pelatprov Jatim) GRI – Aqelatul Amaliyah Rahma/ Wilia Renasya (Djarum Kudus) GRC – Hazel Rizqi Prasetyo/ Halifia Usni Pratiwi (Djarum Kudus) TTA – Radithya Bayu Wardhana (Djarum Kudus) TTI – Mayla Cahya Afilian Pratiwi (Mutiara Cardinal Bandung) GTA – Christian Aldo Sanjaya/ Yugo Alvaro Gunawan (Jaya Raya Jakarta) GTI – Sheila Lidia/ Veren Irvana Daula (Jaya Raya Jakarta) GTC – Joseph Marcellino Kyta/ Syafiqa Aliya (Gideon BA) TDA – Krishna Adi Nugraha (DYS Candra Wijaya TDI – Stephanie Widjaja (Jaya Raya Jakarta) GDA – Hafiz Faisal/ Kenas Adi Haryanto (Jaya Raya Jakarta / Berkat Abadi, Banjar) GDI – Gloria Emanuelle Widjaya/Melati Daeva Oktavianti (Djarum kudus) GDC – Alden Lefilson Putra Mainaky/Gloria Emanuelle Widjaya (Putra Mainaky, Tangsel / Djarum, Kudus)

WJC 2025: Indonesia Lolos ke Final Usai Hajar India

Tim bulu tangkis Indonesia

Tim bulu tangkis Indonesia memastikan tiket final Piala Suhandinata 2025 setelah mengalahkan India dengan skor 2-0 (45-35, 45-21) pada semifinal di Guwahati, India, Jumat (10/10/2025). Pertarungan berlangsung seru sejak awal. Indonesia sempat tertinggal pada laga pertama, namun berhasil membalikkan keadaan dan menutup pertandingan dengan dominan di dua set yang dimainkan. Pasangan Muhammad Rizki Mubarok/Raihan Daffa Edsel Pramono yang turun di partai pembuka ganda putra menghadapi Bhargav Ram Arigela/Viswa Tej Gobburu, sempat tertinggal 6-9. Pada partai kedua, Thalita Ramadhani Wiryawan yang tampil di nomor tunggal putri juga belum mampu membawa keunggulan, meski memimpin perolehan poin di awal, hingga Indonesia masih tertinggal dua angka, 16-18. Momentum kebangkitan Indonesia terjadi pada laga ketiga saat Mohammad Zaki Ubaidillah tampil impresif melawan Rounak Chounan dan membalikkan kedudukan menjadi 27-23. Ketegangan sempat terjadi pada partai keempat ketika Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine berhadapan dengan C. Lalramsanga/Vishakha Toppo. Kedudukan sempat imbang 28-28 sebelum akhirnya pasangan muda Indonesia itu bisa lebih tenang dan membawa keunggulan 36-33. Penentu kemenangan Indonesia di set pertama datang dari pasangan ganda putri Rinjani Kwinnara Nastine/Riska Anggraini yang tampil solid dan memaksimalkan keunggulan tim. Mereka menutup set dengan skor 45-35 lewat pengembalian Riska yang tak mampu dijangkau lawan. Memasuki set kedua, semangat tim Merah Putih semakin membara. Pasangan Mubarok/Alexius Ongkytama Subagio langsung menghentak di laga pembuka dengan keunggulan 9-2. Kepercayaan diri tersebut menular ke rekan-rekannya. Thalita tampil menggigit dan membawa Indonesia unggul jauh 18-8, sebelum Zaki Ubaidillah kembali memperlebar jarak lewat kemenangan 27-15 atas Chounan. Indonesia semakin tak terbendung saat Ikhsan/Rinjani menambah keunggulan 36-19, dan akhirnya Rinjani/Riska menuntaskan laga dengan skor akhir 45-21. Kemenangan ini memastikan Indonesia melangkah ke partai puncak untuk menantang pemenang semifinal lainnya. Tim Merah Putih menatap peluang besar untuk kembali membawa pulang trofi Piala Suhandinata, setelah terakhir kali meraihnya pada 2019. Sementara itu, di partai final Indonesia kembali berjumpa dengan China. Pertandingan tersebut akan berlangsung pada Sabtu (11/10) pukul 15.30 WIB. Hasil lengkap pertandingan Indonesia vs India SET 1 MD 1: Raihan Daffa Edsel Pramono/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Bhargav Ram Arigela/Viswa Tej Gobburu 6-9 WS 1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Unnati Hooda 16-18 MS 1: Moh. Zaki Ubaidillah vs Rounak Chouhan 27-23. XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs C Lalramsanga/Vishakha Toppo 36-33. Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Vennala Kalagotla/Reshika Uthayasooriyan 45-35. SET 2 MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Alexius Ongkytama Subagio vs Bhargav Ram Arigela/Viswa Tej Gobburu 9-2. WS 2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Unnati Hooda 18-8. MS 2: Moh. Zaki Ubaidillah vs Rounak Chouhan 27-15. XD 2: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs C Lalramsanga/Vishakha Toppo 36-19. WD 2: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Aanya Bisht/Angel Punera 45-21.

WJC 2025: Hajar Taiwan, Indonesia ke Semifinal!

Wakil Indonesia di Piala Suhandinata 2025

Tim bulu tangkis junior Indonesia memenangkan laga perempat final Piala Suhandinata 2025. Skuad Garuda menang dengan agregat 2-0 atas Taiwan usai berlaga di National Centre of Excellence, India pada Kamis (9/10/2025). Moh. Zaki Ubaidillah dkk menang dengan capaian skor kembar 45-35, 45-35. Langkah skud muda Indonesia semakin dekat untuk mempertahankan titel juara dari Piala Suhandinata 2025. Indonesia akan jalani laga panas di semifinal Piala Suhandinata 2025. Skuad Merah-Putih akan berduel melawan wakil tuan rumah, India untuk berebut tiket final. India melaju ke semifinal usai memenangkan duel sengit. India membungkam Korea Selatan dengan skor 2-1. Tim Indonesia menjadi juara bertahan di Piala Suhandinata 2025. Pada edisi 2024 lalu, Indonesia menang atas China dalam laga final yang berlangsung di Nanchang International Sports. Moh. Zaki Ubaidillah dkk berharap bisa mempertahankan gelar di Piala Suhandinata 2025. “Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar tim ini bisa memberikan yang terbaik yaitu mempertahankan Piala Suhandinata,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian dalam keterangan tertulis. Hasil lengkap pertandingan Indonesia vs Chinese Taipei: SET 1 MS 1: Moh. Zaki Ubaidillah vs Yang Chieh Dan 9-6. WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hui Hsin Huang/Pin-Chen Liao 18-12. WS 1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Xiao-Ting Su 27-17. XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Bing Fu/Chou Yun An 36-31. MD 1: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Wei Ting Lee/Cheng Han Tsai 45-35. SET 2 MS 2: Moh. Zaki Ubaidillah vs Huang Jyun-Kai 9-2. WD 2: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Chou Yun An/Hui Hsin Huang 18-10. WS 2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Liao Jui-Chi 27-20. XD 2: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Bing Fu/Chou Yun An 36-30. MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Wei Ting Lee/Cheng Han Tsai 45-35.

Sembilan Atlet Bergabung PB Djarum

Setelah melewati perjuangan melalui rangkaian proses seleksi Audisi Umum PB Djarum 2025, terpilih sembilan atlet yang menerima Djarum Beasiswa Bulutangkis 2025.

KUDUS, 8 Oktober 2025 – Sebanyak sembilan atlet sukses meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis sekaligus resmi bergabung dengan klub PB Djarum. Para penghuni baru klub yang bermarkas di Kudus ini terdiri dari satu atlet U-11 Putra, dua atlet U-11 Putri, dua atlet KU 11 Putra, satu atlet KU 11 Putri, dua atlet KU 12 Putra, dan satu atlet KU 12 Putri. Mereka berasal dari berbagai daerah di Tanah Air, diantaranya Sorong, Balikpapan, Samarinda, Manado, dan Bantul. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengucapkan selamat kepada para atlet terpilih penerima beasiswa. Ia juga mengimbau bagi yang belum berhasil bergabung dengan PB Djarum agar tidak patah arang. Sebab masih ada jalan lain menggapai mimpi menjadi pebulutangkis profesional. “Selamat datang bagi para talenta muda yang resmi menjadi bagian dari keluarga besar PB Djarum. Jaga terus nyala api semangat kalian, karena ini merupakan titik awal untuk menapaki karier sebagai atlet bulutangkis dengan beragam prestasi. Untuk yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan lain. Tetap semangat dan #TeruskanSemangatJuara,” ungkap Yoppy. Para pebulutangkis belia ini terpilih dari 1.729 peserta Audisi Umum PB Djarum 2025 dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka melewati perjuangan cukup panjang selama mengikuti rangkaian seleksi mulai dari babak screening, turnamen, hingga tahap karantina selama lebih dari tiga minggu yang dimulai pada 13 September 2025 lalu. Penilaian ketat dan kompleks oleh Tim Pencari Bakat dan jajaran pelatih PB Djarum, mencakup tes fisik, kemampuan individu, karakter dan keseharian di asrama, serta tambahan tes kesehatan pada seleksi tahap karantina kedua. Sebelumnya pada penyisihan karantina tahap pertama (27/9), menyisakan 28 atlet dari 50 peserta yang meraih Super Tiket. Kemudian karantina tahap kedua ini kembali diseleksi hingga menjadi sembilan atlet terpilih. Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2025, Sigit Budiarto menegaskan bahwa para atlet yang berhasil lolos merupakan mereka yang mampu memenuhi penilaian ketat yang ditetapkan tim pencari bakat dan jajaran pelatih PB Djarum. Diantaranya ialah memiliki kombinasi teknik mumpuni, berkualitas super, dan jiwa petarung sejati yang tidak mudah menyerah. Ia menggambarkan proses seleksi ini layaknya jalan terjal menuju impian besar. “Audisi Umum PB Djarum 2025 mengalami peningkatan secara kualitas di seluruh kelompok usia baik putra dan putri, tapi di dalam klub kami punya standar-standar tertentu yang harus dimiliki atlet. Kami melihat persaingan bulutangkis dewasa ini semakin sengit. Kendati demikian kami harus menyiapkan atlet-atlet terbaik dengan kualitas super yang kelak bisa mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. Maka akhirnya terpilih lah sembilan atlet yang menurut kami memenuhi kriteria,” ujar Sigit. Juara Dunia tahun 1997 tersebut juga berpesan kepada atlet-atlet muda yang baru bergabung untuk terus mengasah potensi dan kemampuan agar mampu melanjutkan estafet kejayaan bulu tangkis Indonesia. PB Djarum, kata Sigit, tidak hanya memberikan pembinaan menyeluruh, tetapi juga rutin mengirimkan atletnya untuk bertanding di berbagai turnamen nasional hingga internasional. Mereka diharapkan mampu meneruskan bahkan melampaui prestasi para seniornya. “Audisi Umum PB Djarum bukan sekadar kompetisi mencari bibit unggul, tapi juga simbol ketekunan, pembuktian diri, sekaligus gerbang menuju panggung dunia. Di balik setiap raket yang terayun, tersimpan mimpi atlet Indonesia untuk membawa Merah Putih kembali berkibar di puncak bulutangkis dunia. Kami ingin adik-adik ini menjaga bara semangat juara. Jangan cepat puas, karena jalan menuju puncak prestasi masih panjang,” tambah Sigit. Salah satu atlet KU 12 Putra yang berhasil menggapai mimpinya bergabung dengan PB Djarum adalah Rafa Radithya Kusuma asal Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Atlet yang sebelumnya berlatih di PB Jaya Raya Ragunan ini merasa bangga impiannya untuk menjadi pebulutangkis dunia bersama PB Djarum mulai ditapaki.   “Enggak nyangka bisa masuk dan terpilih bergabung PB Djarum, karena memang menjadi harapan saya untuk masuk sini (PB Djarum) dan menjadi atlet bulutangkis profesional. Ini Audisi Umum pertama buat saya. Semoga saya bisa meraih mimpi untuk bisa sampai Olimpiade,” ungkap Rafa. Kegembiraan juga dirasakan Afiqa Dewi Humaira asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat dari U-11 Putri yang sukses mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis. Atlet asal PB Jimmy Hantu ini mengucap syukur karena bisa terpilih dari total 257 peserta U-11 Putri pada Audisi Umum PB Djarum 2025. “Saya suka bulutangkis dari usia lima tahun. Memang pengin banget masuk PB Djarum dan didukung juga sama orangtua serta pelatih klub. Bersyukur bisa terpilih dan saya berjanji akan maksimal untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya,” ujar peserta kelahiran 28 Mei 2015 tersebut. Berikut para peraih Djarum Beasiswa Bulutangkis 2025: (Kelompok Usia, Nama, Kabupaten/Kota Asal): U-11 Putra: Tristan Geovanni Pardosi – Kabupaten Tangerang U-11 Putri: Afiqa Dewi Humaira – Kabupaten Bogor Kesy Hanifa Ramadhani – Kota Bekasi KU 11 Putra: La Ode Muhammad Ahsan Kamil – Kota Sorong Muhammad Rafa Shirdi – Kota Balikpapan KU 11 Putri:  Shallom Angelica Sari – Kabupaten Jepara KU 12 Putra: Keith Ezequiel Lincoln Sumarauw – Kota Manado Rafa Radithya Kusuma – Kota Samarinda KU 12 Putri: Syauqia Aisya Inara – Kabupaten Bantul

PBSI dan PT Perada Swara Productions Jalin Kerjasama Selenggarakan Kejuaraan Bulutangkis Internasional dan Nasional 2026

PP Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) dan PT Perada Swara Productions menjalin kerjasama guna menyelenggarakan kejuaraan-kejuaraan bulutangkis nasional dan internasional sepanjang 2026.

JAKARTA, 9 Oktober 2025 – PP Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) dan PT Perada Swara Productions menjalin kerjasama guna menyelenggarakan kejuaraan-kejuaraan bulutangkis nasional dan internasional sepanjang 2026. Dengan ikatan kolaborasi yang harmonis ini, diharapkan memperkuat proses pembinaan atlet dan juga menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga bulutangkis di Indonesia. Dalam sesi jumpa pers di Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (9/10), Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menuturkan penunjukan PT Perada Swara Productions didasari oleh pengalaman dan rekam jejak yang positif dalam merancang, mengatur, mengelola, dan melaksanakan seluruh rangkaian kejuaraan-kejuaraan bulutangkis yang ada di Indonesia.  Untuk itu, PP PBSI mempercayakan PT Perada Swara Productions menggelar berbagai kejuaraan bulutangkis bergengsi seperti Indonesia Open Super 1000, Indonesia Masters Super 500, Indonesia Masters Super 100, Indonesia International Challenge, Kejuaraan Dunia Junior serta rangkaian Sirkuit Nasional hingga Kejuaraan Nasional. “Selama ini, PT Perada Swara Productions telah berpengalaman merancang, mengatur, mengelola, dan melaksanakan seluruh rangkaian kejuaraan-kejuaraan bulutangkis sebelumnya. Sehingga hal ini yang membuat kami yakin memberikan kepercayaan sebagai Event Organizer (EO) untuk turnamen-turnamen nasional dan internasional PBSI dengan durasi kerjasama sepanjang tahun 2026,” ujar peraih medali emas sektor ganda putra pada Olimpiade Atlanta 1996 tersebut. Ricky menambahkan, dengan hadirnya PT Perada Swara Productions untuk membantu PBSI dalam hal penyelenggaraan turnamen, maka PBSI selanjutnya bisa lebih berfokus pada pemutakhiran sport science dan pengembangan sarana serta prasarana sebagai bagian dari pengembangan dan pembinaan prestasi. “Kami berharap kerjasama ini dapat meningkatkan gairah masyarakat Indonesia terhadap olahraga bulutangkis yang selama ini sudah terbangun dengan baik. Sehingga dukungan untuk target besar di Olimpiade Los Angeles 2028 bisa semakin besar dan deras,” Ricky menjelaskan. Hal senada juga diutarakan oleh General Manager PT Perada Swara Productions, Gege Dhirgantara. Ia mengatakan, penunjukan PT Perada Swara Productions oleh PBSI merupakan sebuah kehormatan dan kepercayaan untuk menyelenggarakan event-event bulutangkis bergengsi sepanjang 2026. “Penunjukan ini adalah kehormatan bagi kami untuk melaksanakan event-event bergengsi dalam kalender bulutangkis di Indonesia sepanjang 2026. Tentunya, kepercayaan ini akan kami wujudkan dengan tanggungjawab yang tinggi melalui penyelenggaraan event yang berkualitas sehingga memberikan pengalaman berkesan bagi para penonton terutama badminton lovers,” ujarnya. Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin bertutur, jalinan kerjasama ini bertujuan guna memperkokoh kecintaan masyarakat terhadap bulutangkis Indonesia. Selain itu, kolaborasi ini juga ditargetkan untuk membantu roda ekosistem pembinaan atlet-atlet nasional berputar lebih pesat yang kelak melahirkan pahlawan-pahlawan bulutangkis Indonesia dengan torehan prestasi cemerlang di panggung dunia. “Muara dari jalinan kerjasama ini adalah agar atlet-atlet kita bisa mengukir prestasi yang berkilau di level dunia. Untuk itu, kehadiran Djarum Foundation dalam kolaborasi ini bertujuan membantu PP PBSI agar semakin tajam mengasah kemampuan pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia yang akan berjuang di level dunia dan juga memutar ekosistem pembinaan atlet-atlet muda serta menjaga nyala api semangat dan kecintaan terhadap bulutangkis tetap membara di hati seluruh masyarakat Indonesia. Karena kami percaya, bahwa olahraga ini adalah salah satu upaya mempersatukan bangsa,” tandas Yoppy.

WJC 2025: Indonesia Lolos Babak 8 Besar

Ikhsan Lintang Pramudya - Rinjani Kwinnara Nastine

Indonesia berhasil menuntaskan laga terakhir dengan kemenangan melawan Hong Kong pada fase grup F World Junior Mixed Team Championships 2025 yang berlangsung di National Centre of Excellence, Guwahati, India, Rabu (08/10). Laga ketiga Garuda muda, tak berjalan dengan mudah. Moh. Zaki Ubaidillah dan kawan-kawan dipaksa bermain 2-1 oleh Hong Kong dengan skor 44-45, 45-37, 45-23. Indonesia sempat kecolongan di set pertama dengan poin yang cukup dramatis. Sektor pertama yang diturunkan pada laga kali ini adalah ganda putra Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono yang harus mengakui kekuatan tim lawan dengan kedudukan 6-9. Hasil kurang baik juga didapatkan sang kapten Moh. Zaki Ubaidillah dan Thalita Ramadhani Wiryawan yang juga menelan kekalahan. Nafas Merah-Putih berhasil diselamatkan oleh pasangan ganda putri Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine yang berhasil meraih kemenangan ketat 36-35. Namun setelah berganti sektor, Rinjani yang langsung bermain ganda campuran bersama Ikhsan Lintang Pramudya harus menelan kekalahan tipis dengan skor 44-45. “Permainan hari ini cukup ketat dan menegangkan karena di set pertama kita kalah 0-1. Saya sendiri berusaha bermain tanpa beban dan mengeluarkan semua kemampuan saya,” ungkap pemain kelahiran Surabaya ini. “Lawan saya tadi cukup bagus dari segi serangan. Sempat ada protes di set ke-2, lawan tidak menerima keputusan wasit karena bolanya dinyatakan keluar,” tambah pemain yang akrab disapa Tali. “Set kedua meskipun tegang saya berusaha hadapi dengan tenang dan bermain bagus. Rally poin 9 ini mainnya harus bersih dan jangan sampai membuang poin terlalu banyak,” tuturnya. Pada laga penentuan grup F ini, Indonesia menurunkan 7 pemain andalannya yaitu: Moh. Zaki Ubaidillah, Muhammad Rizki Mubarrok, Raihan Daffa Edsel Pramono, Thalita Ramadhani Wiryawan, Riska Anggraini, Rinjani Kwinnara Nastine, dan Ikhsan Lintang Pramudya. Sempat kehilangan set pertama, performa tim muda Indonesia ini berhasil meningkat di dua set terakhir terutama di set ke-3 dimana Hong Kong hanya mendapatkan 23 poin. “Berada di partai penentu, pasti ada rasa tegangnya tinggal bagaimana saya mengatasinya. Set pertama kita kurang tenang padahal sudah balik unggul menjadi 44-43. Kendala saya sendiri di set 1 saya masih beradaptasi lapangan dan di dua set terakhir kami sudah lebih tenang dan enjoy,” ungkap Lintang. “Dengan Rinjani saya terus menjaga komunikasi, sebelum Rinjani main ganda putri kami juga pemanasan bareng. Menurut saya dengan sistem poin 9 yang terpenting kita harus langsung memegang kendali sejak poin pertama,” tambahnya. Kemenangan atas Hong Kong menjadikan Indonesia keluar sebagai juara grup dan dipastikan lolos ke babak 8 besar yang akan berlangsung pada hari Kamis, (09/10). Di babak 8 besar nanti Indonesia akan menghadapi juara dari grup E antara tim Denmark atau tim Chinese Taipei. “Kalau melihat performa Thalita Ramadhani Wiryawan, ini kali kedua dia diturunkan, pertama saat bertemu Filipina saya liat progresnya semakin bagus dengan adaptasi point 9 ini. Dia lebih bisa enjoy dan menyesuaikan diri, hari ini melawan Hong Kong dari ketiga laga yang dimainkan performannya juga selalu meningkat,” ucap Herli Djaenudin, selaku pelatih tunggal putri yang mendampingi Thalita. “Yang menjadi perbaikan dari sektor tunggal putri adalah dia harus lebih tenang lagi dan menjaga fokusnya. Karena ini poinnya pendek jadi pemanasannya harus maksimal dan kami saling berkoordinasi dengan pelatih fisik. Yang kedua harus bermain lebih rapi lagi karena dengan sistem poin pendek ini secara tekanan yang dirasakan akan lebih tinggi,” Tambah Herli. “Persiapan untuk besok kita jaga kondisi para atlet dan koordinasi dengan dokter gizi untuk asupan nutrisinya, apa yang diperlukan agar recovery berjalan bagus.” tutup Herli. Berikut hasil lengkap pertandingan tim Indonesia vs Hong Kong: MD 1: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Cheng Ying Kit/Deng Chi Fai 6-9 MS 1: Moh. Zaki Ubaidillah vs Lam Ka To 15-18 WS 1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Ip Sum Yau 26-27 WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Ho Yan/Wong Yan Lam Yanes 36-35 XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cheng Ying Kit/Hung Ho Yan 44-45 MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Cheng Ying Kit/Deng Chi Fai 9-8 MS 2: Moh. Zaki Ubaidillah vs Lam Ka To 18-15 WS 2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Ip Sum Yau 27-23 WD 2: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Ho Yan/Wong Yan Lam Yanes 36-33 XD 2: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cheng Ying Kit/Hung Ho Yan 45-37 MD 3: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Cheng Ying Kit/Deng Chi Fai 9-6 MS 3: Moh. Zaki Ubaidillah vs Lam Ka To 18-8 WS 3: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Ip Sum Yau 27-13 WD 3: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Ho Yan/Wong Yan Lam Yanes 36-18 XD 3: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cheng Ying Kit/Hung Ho Yan 45-23

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Juara WTA 125 Suzhou

Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen

Duet atlet tenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen berhasil menjadi juara Ganda Putri WTA 125 Suzhou di Cina pada 5 Oktober 2025 usai menang dari pasangan petenis Polandia-Jepang, Katarzyna Kawa/Mokoto Ninomiya dengan skor 6-4, 6-3 pada pertandingan yang berlangsung 1 jam, 14 menit. “Selamat kepada Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen yang telah meraih gelar juara ganda putri WTA 125 Suzhou. Prestasi ini sangat membanggakan Indonesia di kancah dunia,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman. “Terima kasih atas kerja keras kalian, semoga ini menjadi motivasi untuk meraih gelar juara berikutnya,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman. “Momen ini menjadi bukti bahwa atlet tenis Indonesia mampu berprestasi di tingkat dunia. Saya berharap, akan muncul atlet-atlet tenis lainnya yang mengikuti jejak Aldila dan Janice,” sambungnya. Kedua pasangan ini juga merupakan peraih medali perunggu Asian Games 2023 Hangzhou. “Terima kasih atas pembinaan yang dilakukan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP.Pelti) yang dipimpin Bapak Nurdin Halid dan juga KONI Provinsi, karena melakukan pembinaan dengan baik, mulai sosialisasi, penjaringan, hingga penyaringan sampai mendapat atlet bertalenta,” lanjutnya.

WJC 2025: Indonesia Raih Kemenangan di Laga Perdana

Moh. Zaki Ubaidillah

Tim Indonesia berhasil memenangkan laga pertama Grup F World Junior Mixed Team Championships 2025 melawan Filipina. Berlangsung di National Centre of Excellence, Guwahati, Assam, India Moh. Zaki Ubaidillah dan tim berhasil menang 2 – 0 atas Filipina dengan skor 45-17, 45-40. Menjadi laga pembuka dan perdana serta berstatus sebagai kapten tim, Moh. Zaki Ubaidillah yang akrab disapa Ubed ini mengakui sudah bermain maksimal dan bersyukur bisa menyumbangkan poin untuk tim Merah-Putih. “Alhamdulillah cukup senang bisa bermain di World Junior Mixed Team Championships 2025 ini yang merupakan turnamen junior terakhir saya. Tadi mainnya sudah baik dan maksimal, saya juga bersyukur bisa menyumbangkan poin untuk tim,” ucap Ubed. Berbicara soal strategi, pemain kelahiran Sampang ini mengungkapkan pentingnya untuk selalu menjaga fokus dan pikiran serta rasa tidak mau kalah dengan kuat . Sementara kekompakan tim, dirinya merasa timnya sudah cukup kompak. “Strategi saya lebih ke menjaga fokus, lalu pikiran, dan rasa tidak mau kalahnya harus kuat. Melihat kekompakan tim saya rasa cukup oke, kami sering diskusi dan ada latihan bareng untuk yel-yel, saya juga tidak bosan untuk mengingatkan tim untuk menjaga semangat dan kekompakan baik di dalam maupun luar lapangan,” tambah Ubed. Langkah Garuda muda tidak semulus di game pertama yang berhasil menang telak 45-17. Meskipun diawal game kedua Richie Duta Richardo sudah berhasil unggul 9-5, sayangnya tidak berhasil diikuti pasangan XD 2 Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica yang harus kalah di poin krusial 17-18 oleh pasangan Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal. Pasangan Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono berhasil membalikkan keadaan dam membawa Indonesia kembali unggul menjadi 27-22. Menanggapi hasil baik tersebut pasangan yang juga turun pada game pertama ini berusaha tetap enjoy, fokus dan tetap percaya diri serta sudah mulai bisa mengatasi rasa tegang. “Tadi di game kedua sempat tertinggal 1 angka, disini kami berprinsip untuk tidak boleh kalah, berapapun poin tertinggal kami harus bisa menang dan kalau bisa menjauhkan point,” ungkap Mubarok. “Ikut kejuaraan beregu lagi disini kami sudah tidak terlalu tegang seperti halnya di Asia Junior 2025 kemarin. Kali ini kami sudah bisa mengatasi rasa tegangnya dan kedepanya semoga kami bisa terus konsisten,” pungkas Edsel. Sementara itu, Wiempie Mahardi yang turun mendampingi sektor tunggal putra mengakui ada rasa tegang dengan sistem baru yaitu 9 poin. Dirinya berharap agar tim Indonesia tetap fokus dan jangan kecolongan pada fase penyisihan grup karena hanya juara grup yang akan lolos ke babak selanjutnya. “Di sektor tunggal putra dengan sistem skor 9 poin memang diawal ada rasa tegang tetapi di game pertama Moh. Zaki Ubaidillah berhasil keluar dari rasa tegangnya dan bisa mengambil kemenangan. Sama halnya dengan Richie meskipun pointnya sempat ramai di awal tetapi akhirnya bisa mengatasi rasa tegangnya,” Ungkap Wiempie. “Jadi di fase grup ini hanya juara grup yang akan lanjut ke babak quarter final dan kemenangan hari ini akan menjadi modal untuk besok melawan Slovenia. Kita tetap fokus jangan sampai kecolongan terutama dari sektor tunggal putra,” ujar Wiempie. Indonesia sendiri masuk ke grup F bersama dengan Filipina, Slovenia, dan Hong Kong China. Wiempie menilai kekompakan tim saat pertandingan sudah terbentuk lewat team building dan kelas dengan psikolog. “Untuk tim sendiri secara kekompakan sudah bagus, kemarin sebelum berangkat para atlet ada kelas dengan psikolog dan juga team building, jadi kekompakan saat pertandingan sudah terbentuk.” tutup Wiempie. Berikut hasil lengkap pertandingan Indonesia vs Filipina MS 1: Moh. Zaki Ubaidillah vs Jamal Rahmat Pandi 9-4 XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal 18-9 MD 1: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono VS Ralph NiñO Dalojo/John Vincent Lanuza 27-10 WS 1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Fuentespina Christel Rei 36-15 WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine VS Hernandez Andrea Princess Mary Destiny Untal 45- 17 MS 2: Richie Duta Richardo vs Jamal Rahmat Pandi 9-5 XD 2: Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica vs Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal 17 – 18 MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Ralph Niño DALOJO/John Vincent LANUZA 27-22 WS 2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Fuentespina Christel Rei 36 -32 WD 2: Salsabila Zahra Aulia/Yasintha Ristyna Putri vs Hernandez Andrea Princess Mary Destiny Untal 45-40

PBSI Gelar Simulasi dan Pelepasan Tim Jelang WJC 2025

Pelepasan Tim World Junior Championships 2025

Menjelang Kejuaraan Dunia Junior (BWF World Junior Championships/WJC) 2025 yang akan berlangsung di Guwahati, Assam, India, pada 6–19 Oktober, tim junior Indonesia menggelar simulasi sekaligus acara pelepasan di markas besar Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2025) pagi. Acara ini dihadiri Ketua Umum PP PBSI, Moh Fadil Imran, Sekretaris Jenderal, Ricky Soebagdja, Wakil Ketua Umum I, Taufik Hidayat, Wakil Ketua Umum III, Armand Darmadji, jajaran pengurus, serta perwakilan sponsor. Dalam sambutannya, Fadil menekankan bahwa tugas atlet bukan hanya mengejar medali, tetapi juga menghadirkan optimisme bangsa di kancah dunia. Ia berharap tim Indonesia mampu mempertahankan Piala Suhandinata seperti tahun lalu. “Tugas kalian bukan hanya sekadar mengejar medali, tetapi menjadi wajah optimisme bangsa Indonesia di mata dunia,” kata Fadil Imran. “Tahun lalu Moh Zaki Ubaidillah dkk berhasil merebut Piala Suhandinata di Tiongkok setelah menundukkan tuan rumah di final. Tahun ini saya berharap kita kembali bisa membawa piala itu pulang. Berjuanglah dengan senyum, menangkan pertandingan dengan hati, dan pulanglah membawa kebanggaan. Apa pun hasilnya, yang penting berikan yang terbaik,” tambahnya. Turnamen WJC 2025 akan terbagi menjadi dua kategori, yaitu beregu campuran pada 6–11 Oktober 2025 dan individu pada 13–19 Oktober 2025. Berdasarkan laporan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Eng Hian, Indonesia mengirimkan 26 atlet, terdiri atas 14 putra dan 12 putri. Tim dijadwalkan berangkat ke India pada Jumat (3/10/2025). “Persiapan tim sudah dimulai sejak 22 September 2025. Dalam masa persiapan juga dilakukan simulasi sebanyak dua kali, termasuk hari ini. Mari kita bersama-sama memberikan doa dan dukungan agar tim mampu mengharumkan nama bangsa di ajang WJC 2025,” ujar Eng Hian. WJC 2025 kembali menggunakan format baru. Nomor beregu menerapkan sistem relay point 3×45, sedangkan kategori individu menggunakan format skor 15×3. Wakil kapten tim sekaligus juara bertahan beregu, Rinjani Kwinnara Nastine, menilai peluang juara tetap terbuka. “Kans juara di beregu pasti ada. Ini sistem baru, lawan juga masih meraba-raba. Jadi, siapa yang lebih cepat beradaptasi di lapangan akan lebih unggul. Tahun lalu dengan format baru kita bisa juara, semoga tahun ini juga bisa,” kata Rinjani yang akrab disapa Jani. Jani mengaku siap bermain rangkap di ganda putri dan ganda campuran. “Secara individu saya sudah siap bertanding. Untuk beregu, saya percaya tim bisa meraih hasil lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya. Senada dengan Jani, kapten tim, Zaki Ubaidillah menargetkan juara di beregu sekaligus hasil lebih baik di nomor individu. Ia menjadikan pengalaman bermain di turnamen level Super 500 sebagai bekal berharga. “Persiapan alhamdulillah lancar. Saya sempat ikut turnamen Korea Open dan Hong Kong Open Super 500. Pengalaman itu jadi pelajaran berharga menuju WJC,” kata Ubed. “Untuk beregu target kami juara seperti tahun lalu. Di individu saya ingin hasil lebih baik. Saya ingin menutup karier junior saya dengan gelar juara,” tegasnya.

ITF Widjojo Soejono ke-42 Digelar, Hadirkan 20 Negara dan 550 Atlet

ITF Widjojo Soejono ke-42

Turnamen tenis internasional bergengsi, ITF Widjojo Soejono International Junior Championships edisi ke-42, pada tahun ini resmi dimulai pada Senin (29/9/2025). Ajang warisan dari penggagas turnamen tenis berkelas internasional ini, almarhum Widjojo Soejono, kembali menjadi panggung bagi atlet muda berbakat dari dalam dan luar negeri. Putra Widjojo Soejono, Roy Pandu Widjojo menegaskan bahwa pelaksanaan turnamen ini adalah bentuk amanah keluarga untuk terus melanjutkan perjuangan Widjojo Soejono dalam memajukan tenis Indonesia. “Meskipun beliau sudah tiada, semangatnya tetap hidup. ITF Widjojo Soejono ini bukan hanya turnamen, tetapi juga kesempatan emas bagi atlet-atlet muda Indonesia untuk bertanding di level internasional tanpa harus keluar negeri,” ujar Roy. Turnamen yang masuk kalender resmi International Tennis Federation (ITF) dan Pengurus Pusat PELTI ini tercatat diikuti oleh 20 negara dengan total 550 atlet dari berbagai kelompok usia. Khusus kategori internasional junior, jumlah peserta mencapai 120 atlet yang siap bersaing memperebutkan poin ranking dunia. Ketua Pengprov PELTI Jatim, Ismed Jauhar, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan baik dari jumlah peserta maupun kualitas pertandingan. “Turnamen ini menjadi ajang berjenjang. Atlet usia 8 hingga 16 tahun di level nasional, kemudian bisa melanjutkan ke level internasional di usia 18. Banyak jebolan turnamen ini yang kemudian berprestasi di ajang dunia, seperti Aldila Sutjiadi dan Janice Chen,” katanya.

Audisi Umum PB Djarum 2025: 28 Peserta Melaju ke Tahap Terakhir Karantina

Peserta Audisi Umum PB Djarum 2025

Setelah menjalani proses karantina sejak Sabtu (13/9), sebanyak 50 peserta Audisi Umum PB Djarum 2025 diseleksi secara ketat untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke tahap karantina kedua. Hingga Sabtu (27/9), PB Djarum akhirnya mengumumkan hasil seleksi. Sebanyak 28 peserta dinyatakan lolos, sementara 22 peserta lainnya harus kembali ke klub asal masing-masing. Pelatih PB Djarum, Sigit Budiarto, menjelaskan bahwa penilaian selama tahap karantina pertama tidak hanya berdasarkan kemampuan teknis, tetapi juga mencakup aspek non-teknis. “Hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ada tes fisik, latihan rutin, dan pengamatan keseharian di asrama. Kami menilai karakter, disiplin, serta kemampuan individu. Secara keseluruhan, para peserta menunjukkan performa yang cukup baik, meskipun ada sedikit gejolak. Tapi itu wajar, namanya juga anak-anak,” ujar Sigit. Ia juga menyebutkan bahwa selama masa karantina, para peserta tidak langsung digabungkan dengan atlet PB Djarum. Namun, ada sesi latihan bersama yang dilakukan secara terbatas. “Selama karantina, latihan dilakukan terpisah dari atlet PB Djarum. Tapi ada beberapa kesempatan di mana mereka berlatih bersama,” tambahnya. Proses seleksi menuju karantina kedua diakui cukup menantang karena kemampuan para peserta dinilai relatif seimbang, terutama dari segi teknik pukulan. “Keputusan siapa yang lanjut dan siapa yang harus pulang itu sangat sulit. Kemampuan mereka, terutama dari sisi teknik, cukup merata. Jadi, proses seleksi ini benar-benar menguras energi tim pelatih,” jelas Sigit. Memasuki tahap karantina kedua, seleksi akan semakin ketat dengan penambahan tes kesehatan serta evaluasi yang lebih mendalam. “Di tahap kedua nanti akan ada tambahan tes kesehatan. Jumlah peserta akan semakin mengerucut, persaingan makin ketat, dan penilaiannya pun jadi lebih kompleks,” ujarnya. Sigit berharap para peserta yang lolos ke tahap karantina kedua mampu memaksimalkan kesempatan ini dan menunjukkan potensi terbaik mereka. “Harapan kami, baik dari tim pelatih maupun PB Djarum, peserta yang masuk tahap karantina kedua bisa memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin. Dengan begitu, kami bisa menilai mereka dengan lebih objektif dan menyeluruh,” tutup Sigit. Berikut 28 Peserta yang melaju ke tahap kedua Karantina: U11 Putra 647 Jisrel Elfiano Lumoindong, Kota Manado (PB Talenta) 663 Muh Rifky Harimurti Ramadhan, Kabupaten Kolaka (SBS Kolaka) 805 Tristan Geovanni Pardosi, Kabupaten Tangerang (PB Champion Gading Jaya) 853 Muhammad Lazar Abrizam Adhyasta, Kabupaten Blora (PB Apita Badminton Club) 888 Azka Adhitama, Kabupaten Bekasi (PB Bhinneka 2) 1725 Muhammad Marus Sulaiman, Kabupaten Pekalongan (Champion Klaten) KU 11 Putra 155 La Ode Muhammad Ahsan Kamil, Kota Sorong (PB Champion Kudus) 1322 Kendrick Danzell Otnayira, Kabupaten Sleman (Istimewa Badminton Club) 1412 Kadek Kevin Putra Adnyana, Kabupaten Buleleng (PB Menang Kalah Sehat Singaraja) 1459 Baron Baswara Putra Kota Yogyakarta (PB Griya Bugar Yogyakarta) 1502 Muhammad Ramdani Mubarok, Kabupaten Bandung (PB Victory Bandung) 1545 Fawwaz Sani Adhipramana, Kabupaten Ponorogo (PB Pms Solo) 1617 Muhammad Abidzar Alghifari, Kota Balikpapan (PB Terpadu Balikpapan) 1730 Muhammad Rafa Shirdi, Kota Balikpapan (Champion Klaten) KU 12 Putra 471 Aufar Ahmad Hamidzikri, Kota Cimahi (Jingga Badminton Academy) 607 Keith Ezequiel Lincoln Sumarauw, Kota Manado (PB Talenta) 1539 Kevin Maitimu, Kabupaten Sleman (PB Mataram Raya Sleman) 1551 Rafa Radithya Kusuma, Kota Samarinda (Jaya Raya Ragunan) U11 Putri 547 Anggi Yeputa. Kabupaten Klaten (PB Benggol Boyolali) 587 Afiqa Dewi Humaira, Kabupaten Bogor (PB Jimmy Hantu) 1472 Lungita Gelda Krisyuani, Kabupaten Gunung Kidul (PB Dewaruci Gunungkidul) 1586 Kesy Hanifa Ramadhani, Kota Bekasi (Champion Klaten) KU 11 Putri 494 Shallom Angelica Sari, Kabupaten Jepara (Champion Klaten) 825 Lubna Naffisah, Kabupaten Bogor (Kayp1 Champion Academy) 1374 Joylynn Jusuf, Kota Palu (PB Champion Klaten) 1563 Syarifah Adshila Nugroho, Kabupaten Sleman (Non Klub) KU 12 Putri 1333 Syauqia Aisya Inara, Kabupaten Bantul (Istimewa Badminton Club) 1340 Aqila Maiza Bazla, Kabupaten Banyumas (Kartika Purwokerto)

Festival SenengMinton 2025 Sambangi Solo, Ratusan Siswa Antusias

Festival SenengMinton 2025

Setelah sukses terselenggara di Kudus, Festival SenengMinton 2025 meluas ke empat kota di Jawa Tengah, yakni Solo, Magelang, Semarang, dan Purwokerto. Khusus di Solo, terdapat 451 siswa kelas 1 hingga kelas 3 dari 16 Sekolah Dasar (SD) yang berpartisipasi. Ajang yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah ini bergulir di GOR FKOR UNS, Selasa 23 September 2025. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan Festival SenengMinton digelar sebagai upaya menyebarkan virus positif kepada siswa untuk mencintai olahraga bulu tangkis sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Ia berharap, kompetisi berbalut fun games ini menjadi langkah awal yang terstruktur dan sistematis dalam proses pembibitan hingga bermuara pada regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia di masa mendatang. “Kami berkomitmen untuk mendukung keberlangsungan ekosistem bulu tangkis yang menjadi cabang olahraga andalan Indonesia di mata dunia. Festival SenengMinton merupakan salah satu upaya kami dalam memasyarakatkan bulu tangkis dari level grassroot yang dikemas dengan cara menyenangkan. Melalui perlombaan ini, kami berharap para peserta secara gembira berkenalan dengan olahraga bulu tangkis dan termotivasi untuk menekuninya lebih serius,” kata Yoppy dalam keterangan resmi penyelenggara event. Wakil Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika, menyambut gembira antusiasme para peserta Festival SenengMinton di Kota Bengawan. Menurutnya, Solo dipilih karena dinilai sebagai salah satu kota aktif dalam melakukan pembibitan maupun penyelenggara kejuaraan bulu tangkis. Kemudian, Yuni pun optimistis kecintaan pada olahraga tepok bulu dapat segera menular dan mengakar dalam benak para peserta. “Kami memandang pentingnya mengenalkan olahraga bulu tangkis sejak usia dini untuk dibina lebih lanjut. Kami ingin agar para peserta Festival SenengMinton bisa enjoy belajar hal tentang bulu tangkis. Melihat tingginya antusiasme peserta pada seri ini, diharapkan minat bulu tangkis semakin bergema sejak usia dini, sehingga nantinya di sekolah-sekolah dapat tercipta ekstrakulikuler bulu tangkis dan mereka yang punya bakat bisa bergabung dengan klub,” tutur Yuni. Usai Solo, Festival SenengMinton juga akan terselenggara di Magelang, Semarang, dan Purwokerto. Tujuannya, imbuh Yuni, agar pembibitan maupun pembinaan bulu tangkis dapat berjalan secara merata dan menjadi supply calon atlet untuk bergabung ke klub, khususnya di Jawa Tengah. “Festival SenengMinton adalah salah satu cara menjaring kesenangan dan minat anak untuk bermain bulu tangkis. Kalau kami lihat secara garis besar, Jawa Tengah pembibitan klubnya berjalan, tapi secara pembibitan awal perkenalan bulu tangkisnya yang belum ada. Dan kita mencari kota besar karena minatnya bagus, klub sudah banyak. Kami akan terus aktif mengadakan berbagai kegiatan dan turnamen dari level pengenalan, pembinaan dan prestasi,” papar Yuni. Berbeda dengan penyelenggaraan Festival SenengMinton di Kudus yang mengadopsi sistem beregu, Festival SenengMinton Solo 2025 menerapkan sistem perorangan dengan penilaian pemenang berdasarkan catatan waktu tercepat. Untuk peserta kelas 3, terdapat lima jenis rintangan, yakni Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock dan Zig Zag Run. Sementara untuk peserta kelas 1 dan 2, hanya ditiadakan perlombaan Service to Target. Service to Target merupakan lomba servis lurus dengan memasukkan shuttlecock ke dalam bidang target warna yang ditentukan. Shuttle Run, berlari dari titik tengah mengambil kok, kemudian memindahkan ke sisi seberangnya. Pyramid Shuttlecock, menyusun kok berbentuk piramid sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Throwing The Shuttlecock, melempar kok ke dalam lubang target. Sedangkan Zig Zag Run, berlari melalui halang rintang secara zig zag. Usai menyelesaikan seluruh perlombaan, peserta harus menekan tombol timer selesai. Masing-masing gim dirancang untuk melatih motorik, koordinasi, serta mengenalkan dasar-dasar teknik bulu tangkis dalam bentuk permainan yang menyenangkan. Kehadiran Festival SenengMinton di Solo mendapat sambutan positif dari sejumlah sekolah, terutama SD Negeri Joglo Surakarta yang mengirimkan total 30 siswa-siswi untuk mengikuti semua kategori. Mereka antusias menyelesaikan tantangan demi tantangan untuk menjadi yang tercepat di arena perlombaan. Daya juang itu tak lepas dari peran tim guru yang selalu memberikan motivasi dari pinggir lapangan. “Yang terpenting, kami selalu menanamkan bahwa bermain bulu tangkis itu menyenangkan dan kami melihat para siswa sangat antusias untuk mengenal cabang olahraga ini. Dengan perlombaan ini, kami ingin menggencarkan ekstrakurikuler di sekolah dan berharap ajang Festival SenengMinton dapat berkelanjutan,” kata Guru Olahraga SD Negeri Joglo Surakarta, Sugeng. Juara kategori kelas 3 putra, Nidan Ahmad dengan catatan waktu 00:59.92 detik mengaku senang ikut serta dalam Festival SenengMinton Solo 2025. Siswa SD Negeri Mangkubumen Wetan 63 Surakarta itu rupanya telah jatuh hati pada olahraga bulu tangkis dan tekun berlatih di salah satu klub di kota Solo bernama PB Tangkis Jaya. “Aku suka bulu tangkis dari umur 5 tahun, soalnya selain karena olahraganya seru, juga bisa menambah teman. Semua tantangan di Festival SenengMinton seru banget dan aku berhasil jadi yang tercepat. Aku ingin terus latihan bulu tangkis supaya nantinya bisa masuk Pelatnas,” kata Nidan yang mengidolakan pebulu tangkis Indonesia, Mohammad Ahsan. Kemenangan juga diperoleh Raffasya Naura Ainayya siswi kelas 2 SD Negeri Panularan yang berhasil mencatatkan waktu terbaik 00:44.69 detik untuk menyelesaikan tantangan di ajang Festival SenengMinton Solo 2025. Dukungan dari guru dan orangtua serta kecintaannya pada bulu tangkis menjadi modal untuk percaya diri dalam mengikuti berbagai jenis perlombaan yang disuguhkan. “Aku senang bisa menang karena ini pertama kali aku ikut lomba bulu tangkis. Awalnya deg-degan takut tidak juara tapi karena memang suka bermain bulu tangkis sejak kelas 1 SD, aku mencoba untuk secepat mungkin menyelesaikan rintangannya,” bilang Raffasya. Para pemenang Festival SenengMinton di tiap lomba mendapat piala, uang pembinaan, dan hadiah dari sponsor yaitu MilkLife, Kenko, Aice, dan Hundred. Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan goodie bag dari MilkLife, Kenko, Dua Kelinci dan Aice. Berikut daftar pemenang Festival SenengMinton Solo 2025 (nama peserta – nama sekolah – catatan waktu): Kelas 1 Putra Juara: Dimas Putra Febriandi – SD Negeri Kemasan 1 Surakarta (00:39.54) Runner-up: Muhammad Athallah Akbar Ramadhan – SD Djama’atul Ichwan (00:40.36) Semifinalis: Aditama Raka Hananto – SD Al Azhar Syifa Budi Solo (00:41.03) Kelas 1 Putri Juara: Miqaila Azahra Bilqis Ayunda – SD Negeri Mojosongo 5 Surakarta (00:42.79) Runner-up: Fatimah Aulia Safitri – SD Negeri Mojosongo 5 Surakarta (00:44.07) Semifinalis: Naura Salsabila Sutisna – SD Negeri Slembaran (00:44.21) Kelas 2 Putra Juara: Arsyaka Kalandra Kurniawan – SD Negeri Mojosongo 5 Surakarta (00:39.49) Runner-up: Azlan Fajar Al Ayubi – SD Negeri Joglo (00:41.52) Semifinalis: Kilua D Gabriel Setiawan – SD … Read more

Superliga Junior 2025: PB Djarum dan Banthongyord Juara Kategori U19

Tim U19 Putri Banthongyord

Tim U19 putra PB Djarum dan tim U19 putri Banthongyord keluar sebagai Polytron Superliga Junior 2025. Dalam partai puncak kejuaraan beregu yang di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (21/9) tersebut, tim tuan rumah menang 3-2 atas Jaya Raya Jakarta dan berhak memboyong Piala Liem Swie King, sementara Banthongyord, klub bulu tangkis asal Thailand, mengalahkan PB Djarum setelah melalui laga sengit yang berakhir dengan skor 3-2 dan berhak atas Piala Susy Susanti. Laga ketat antara PB Djarum dan Jaya Raya tersaji sejak partai pertama yang mempertemukan Radithya Bayu Wardhana dengan Denis Azzarya, yang berakhir dengan kemenangan bagi Radithya. Namun, Jaya Raya Jakarta bangkit dan merebut dua kemenangan beruntun melalui Akmal Nurrahman/Revand Harianto dan Maharishiel Timotius Gain. Pertarungan kian memanas di partai keempat antara Muhmmad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono dan Muhammad Vito Annafsa/Yugo Alvaro Gunawan. Laga yang juga diwarnai pemberian kartu merah kepada Yugo ini, berujung kemenangan bgi Mubarrok/Raihan dengan skor 17-21, 21-10, 21-18. Pada partai penentuan, Yarits Al Kaaf Rengganingtyas berhasil mengalahkan Yusack Christian melalui dua gim 18-21 20-22, sekaligus memastikan podium teratas bagi PB Djarum. “Secara keseluruhan, target kita adalah menjadi juara. Dengan hasil ini kita sangat bersyukur, sementara dari sisi kami sebagai pelatih, kita sangat mengapresiasi perjuarangan atlet-atlet yang bertarung sampai partai kelima hingga akhirnya menang 3-2,” kata pelatih tunggal putra PB Djarum, Dionysius Hayom Rumbaka. “Kalau dari tunggal, saya menilai peluangnya 50-50. Sementara di final tadi di ganda kita kecolongan satu dan itu di luar prediksi kami. Tapi untungnya di tunggal terakhir, kita mmendapatkan jalan yang terbaik,” Hayom, menambahkan. Sementara, Banthongyord berhasil mengulangi prestasi gemilang yang diraih pada Polytron Superliga Junior 2023, ketika skuad putri U-17 asal Negeri “Gajah Putih” itu tampil sebagai juara di Magelang. Kali ini, Banthongyord kembali diperkuat Anyapat Phichitpreechasak memenangi tiga dari lima partai final melawan PB Djarum. Anyapat menyumbang poin pertama berkat kemenangan atas Christabel Calista Purwanto lewat dua gim 21-6, 21-17 dalam 34 menit. Setelah partai pembuka, kedua tim saling berbalas kemenangan hingga laga final ini harus ditentukan melalui partai kelima yang mempertemukan Peeraya Wechawong dengan Shaafiya Yasmin Maitsaa. Dalam pertarungan yang menguras tenaga selama 76 menit ini, Peeraya akhirnya memastikan kemenangan lewat duel tiga gim dengan skor 21-18, 16-21, 21-16.

Superliga Junior 2025: Exist dan Granular Juara Kategori U17

Tim U17 putra Exist Badminton Club

Tim U17 putra Exist Badminton Club dan tim U17 putri Granular menjuarai Polytron Superliga Junior 2025. Dalam pertandingan final kejuaraan beregu itu di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (21/9), Exist Badminton Club meraih kemenangan 3-2 atas PB Djarum dan berhak atas Piala Hariyanto Arbi. Sementara Granular, klub bulu tangkis asal Thailand, menang 3-0 atas PB Djarum dan membawa pulang Piala Yuni Kartika. Pertarungan ketat antara Exist Badminton Club dan PB Djarum tersaji di Lapangan 3 di gedung olahraga yang terletak di kawasan Jati tersebut. Tunggal pertama Exist Badminton Club, Ghaisan Haidar Tsaqib, meraih poin pertama berkat kemenangan ats Alif Akbar M melalui rubber game 21-15, 17-21, 21-10 dalam tempo 58 menit. Namun, PB Djarum dapat membuat skor imbang lalu memimpin melalui ganda Faza Iwadh Kurnia Ramdhan/Muhammad Lutfhi Habibi dan pemain tunggal Farel Fadhilah Ukasyah. Exist Badminton Club memaksa laga menuju partai kelima setelah Allong Ardian menundukkan Afiq Amali Bintang Pratama melalui tiga gim 19-21, 21-17, 21-15. Titel juara kategori U17 putra bagi Exist Badminton Club dipastikan oleh Ghaisan Haidar Tsaqib/Raynanda Laksamana setelah menang dua gim langsung 21-10, 21-17 atas Alfindo/Hazel Rizqi Prasetyo dalam tempo 34 menit. Dengan hasil ini, Exist Badminton Club memboyong dua gelar juara dari Kudus. Di kategori U15 putri, para pemain klub bulu tangkis yang bermarkas di kawasan Cibinong, Jawa Barat ini, menang atas PB Djarum dengan skor 3-1. Sementara, Granular memastikan podium teratas kejuaraan beregu ini melalui tiga pemain tunggal pertama mereka, Kungkaew Kakanik, Nathida Buramart, dan Lalita Sattayathadakoon. Mereka meraih tiga kemenangan tanpa balas dari PB Djarum, yang menurunkan Raisya Affatunisa, Frisca Adelia Arifah, serta Hani Miftasari. “Pertandingan final ini sangat menarik, tetapi juga tekanannya cukup tinggi buat para pemain, termasuk para pelatih,” ujar manajer tim Granular Pornsak Glanrit. “Kejuaraan ini adalah salah satu kesempatan yang baik dalam meningkatkan performa para pemain kami, di masa junior mereka menuju tim nasional. Begitu pun sebaliknya, di Thailand, ada beberapa turnamen level junior yang juga diikuti oleh berbagai negara, termasuk Indonesia. Jadi menurut saya kedua negara memiliki komitmen yang baik dalam mempersiapkan pemain-pemain mereka menuju jenjang yang lebih tinggi,” Pornsak, menjelaskan. Pornsak juga menyebutkan kejuaraan beregu ini tidak hanya menjadi ajang persaingan di lapangan, tetapi juga kesempatan reuni dan bertukar pikiran antara pelatih-pelatih mancanegara dan para pelatih Indonesia, khususnya PB Djarum, yang telah menjalin hubungan baik dengan mereka selama kurang lebih 30 tahun terakhir. “Terima kasih kepada PB Djarum, kepada semua pemain dan pelatih. Terima kasih kepada semua, termasuk juga pengemudi yang mengantarkan kami ke berbagai tempat di Indonesia, yang telah membuat kami nyaman selama di Kudus,” pungkasnya.

Djarum Foundation Siapkan Turnamen Campus League

Victor Hartono

Djarum Foundation mengumumkan rencana besar untuk menggulirkan kompetisi bulu tangkis antarkampus yang diberi nama Djarum Campus League. Ajang bergengsi ini dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2026 mendatang. Konsepnya terinspirasi dari kesuksesan turnamen basket universitas di Amerika Serikat. Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor Hartono, menjelaskan bahwa kejuaraan ini akan diselenggarakan di empat pusat perguruan tinggi utama. Wilayah tersebut meliputi Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada potensi besar untuk melahirkan atlet muda berbakat. Tujuan utama Djarum Campus League adalah memberikan jaminan pendidikan sekaligus jalur karier bagi para atlet. Ini menjadi solusi bagi mereka yang tidak berhasil menembus level profesional bulu tangkis. Atlet dapat mengembangkan kemampuan olahraga sambil mengejar gelar sarjana melalui beasiswa universitas. Victor Hartono menyoroti tantangan yang dihadapi atlet muda bulu tangkis yang tidak selalu berhasil masuk ke pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Ia menyatakan bahwa Djarum Campus League hadir sebagai solusi alternatif bagi para pemain tersebut. Kompetisi ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan bakat yang berkelanjutan. Melalui ajang Djarum Campus League, para atlet bulu tangkis berkesempatan untuk mewakili universitas mereka. Victor berharap universitas-universitas tersebut dapat menyediakan beasiswa pendidikan. Dengan demikian, atlet bisa tetap berprestasi di bidang olahraga tanpa mengabaikan jenjang akademik. Konsep ini memungkinkan atlet untuk memiliki “jalan tengah” jika gagal menembus level profesional tertinggi. “Kalau jadi pemainnya kayak Jojo, Ginting, Fajar, Fikri, Bagas, Leo, Daniel gitu ya, alhamdulillah. Tapi kalau nggak, dapat S1. Oke juga kan?” ujar Victor. Ini menunjukkan komitmen Djarum Foundation terhadap masa depan atlet secara holistik. Victor Hartono menjelaskan bahwa Djarum Campus League tidak hanya akan terbatas pada cabang bulu tangkis saja. Rencananya, kompetisi ini juga akan merangkul berbagai olahraga lain yang populer di kalangan mahasiswa. Cabang-cabang seperti futsal, voli, sepak bola, bahkan panjat tebing dan panahan akan turut dipertimbangkan. Dengan konsistensi dalam penyelenggaraan, Djarum Foundation berharap ajang ini dapat berkembang pesat. Victor memimpikan Djarum Campus League bisa mencapai level seperti liga basket kampus NCAA di Amerika Serikat. Model NCAA telah terbukti berhasil melahirkan banyak atlet profesional sekaligus menjamin pendidikan mereka. “Kalau itu makin banyak beasiswanya, makin banyak jenisnya juga, nggak hanya badminton tapi juga sepak bola dan panjat tebing dan lain-lain, itu Indonesia ada kemungkinan untuk maju di banyak olahraga sekaligus,” tutur Victor. Pernyataan ini menegaskan visi jangka panjang untuk kemajuan olahraga nasional. Selain fokus pada pengembangan kompetisi, Djarum Foundation juga membuka peluang untuk menghadirkan infrastruktur penunjang. Victor mengakui animo penonton yang hadir di sejumlah turnamen junior sangat tinggi. Hal ini mendorong pertimbangan pembangunan fasilitas olahraga yang lebih memadai. Ke depan, pihaknya mempertimbangkan pembangunan gedung olahraga baru di Jakarta. Gedung tersebut diharapkan memiliki kapasitas 15 lapangan dengan tribun yang lebih luas. “Kita kalau ada kesempatan bikin gedung lagi di Jakarta. Yang 15 lapangan, dengan tribun yang lebih luas. Dan daya beli penonton baik ya,” ujarnya. Meskipun demikian, Victor Hartono menegaskan bahwa rencana pembangunan gedung olahraga baru ini belum menjadi prioritas utama dalam waktu dekat. Fokus utama saat ini adalah mematangkan konsep dan pelaksanaan Djarum Campus League. Pembangunan infrastruktur akan menjadi agenda setelah kompetisi berjalan stabil.