Janice Tjen Juara Ganda WTA Hobart

Katarzyna Piter dan Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen membawa modal berharga jelang tampil di turnamen Grand Slam Australian Open 2026 setelah menjuarai sektor ganda putri WTA 250 Hobart International bersama pasangannya asal Polandia, Katarzyna Piter. Bermain di Hobart International Tennis Centre, Australia, Sabtu, Janice/Piter tampil dominan pada partai final dengan menundukkan pasangan Belgia–Republik Ceko, Magali Kempen/Anna Siskova, dalam dua set langsung 6-2, 6-2. Gelar juara di Hobart menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Janice yang akan langsung bertolak ke Melbourne untuk mengikuti Australian Open 2026, turnamen Grand Slam pertama musim ini yang akan berlangsung pada 18 Januari hingga 1 Februari. Keberhasilan tersebut juga mengantar Janice meraih gelar ganda WTA ketiga sepanjang kariernya, sekaligus menjadi gelar kedua yang diraih bersama Katarzyna Piter. Sebelumnya, Janice dan Piter sukses menjuarai turnamen WTA 250 Guangzhou Open 2025 di China. Sementara satu gelar ganda lainnya diraih Janice di Chennai Open 2025, India, saat berpasangan dengan Aldila Sutjiadi. Pada turnamen yang sama, Janice juga berhasil merebut gelar sektor tunggal putri. Gelar Hobart International turut mengerek peringkat ganda Janice ke posisi 67 dunia, sekaligus memperkuat posisinya menjelang persaingan ketat di Australian Open 2026. Di Melbourne Park, Janice dijadwalkan kembali tampil bersama Piter di sektor ganda putri dan akan menghadapi pasangan tuan rumah Australia, Daria Kasatkina dan Arina Rodionova, pada babak pertama. Sementara di sektor tunggal, Janice akan berjumpa petenis Kanada Leylah Fernandez. Indonesia juga memiliki satu wakil lainnya di Australian Open 2026, yakni Aldila Sutjiadi. Aldila akan turun di sektor ganda putri bersama petenis Italia Giuliana Olmos dan dijadwalkan menghadapi pasangan tuan rumah Maddison Inglis dan Destanee Aiava pada laga pembuka. Sebelumnya, Aldila/Olmos harus terhenti di perempat final Hobart International setelah kalah dari pasangan unggulan ketiga Eri Hozumi/Wu Fang Hsien dengan skor 1-6, 3-6.

Janice Tjen Tutup Tahun 2025 Dengan Peringkat 50an Dunia

Janice Tjen

Tahun 2025 menjadi tahun yang manis bagi petenis muda Indonesia, Janice Tjen. Bisa tampil di arena Grand Slam dan WTA Tour, menjuarai turnamen WTA 250, dan menempati ranking 53-54 an dunia, hingga mempersembahkan dua medali emas di SEA Games 2025 Thailand. Olahraga tenis Indonesia punya bintang baru di arena profesional, Janice Tjen. Pada 2025, petenis berusia 23 tahun ini mendapat banyak pengalaman yang membanggakan. Dia tampil di arena Grand Slam dan WTA Tour, menjuarai turnamen WTA 250, dan membuatnya naik 350+ peringkat dan menempati ranking 54 dunia. Momen-momen itu didapatnya pada tahun pertama dalam persaingan WTA Tour, tepatnya sejak Agustus lalu. Prestasinya tidak berhenti di situ, di pentas tenis Asia Tenggara, Janice Tjen berhasil mempersembahkan dua medali emas dan satu perunggu untuk Indonesia. Dua medali emas diraih dari nomor beregu putri dan ganda putri di ajang SEA Games Thailand. Dua medali emas menjadi bukti nyata kerja kerasnya sepanjang tahun. “Mengakhiri turnamen terakhir tahun ini dengan dua medali emas dan satu medali perunggu di SEA Games adalah prestasi yang membanggakan” kata Janice Tjen. Catatan prestasi ini tentu menjadi modal besar bagi Janice Tjen untuk melanjutkan perjalanannya membawa harum olahraga tenis Indonesia di kancah dunia. Bonus Rp1 miliar dari pemerintah atas prestasinya telah mendapat peruntukan yang jelas dan strategis untuk biaya turun di Women’s Tennis Association (WTA) Tour musim depan. “Saya senang di SEA Games Thailand ini bisa mempersembahkan medali emas. Prestasi dan penghargaan ini akan menjadi modal saya untuk mengikuti turnamen berikutnya dan bisa berprestasi,” ujar Janice.

Thalita Ramadhani Wiryawan Bersinar di Musim Perdana

Thalita Ramadhani Wiryawan

Tunggal putri muda Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, mencuri perhatian pada musim pertamanya bersama timnas bulu tangkis Indonesia. Atlet kelahiran Surabaya, 21 September 2007, itu mampu menorehkan prestasi gemilang dengan mengoleksi empat gelar internasional sepanjang 2025. Tiga gelar diraih Thalita dari level International Challenge, masing-masing di Cameroon International Challenge, Indonesia International Challenge, dan Astana International Challenge. Sementara satu gelar lainnya dipersembahkan dari ajang Ghana International Series. Pencapaian tersebut menjadi penanda kuat debut Thalita di level senior bersama pelatatnas. Performa konsisten di berbagai turnamen internasional juga mengantarkannya menembus peringkat 74 dunia tunggal putri. Di peringkat itu Thalita memiliki total raihan 25.560 poin berdasarkan rilis peringkat terbaru. Thalita mulai mengenal bulu tangkis sejak usia lima tahun. Proses panjang pembinaan yang dijalaninya kini mulai berbuah manis, seiring peningkatan signifikan performa dan mental bertanding di level internasional. Musim 2025 menjadi fondasi penting bagi Thalita untuk melangkah lebih jauh. Modal empat gelar internasional di tahun pertamanya bersama timnas memberikan kepercayaan diri besar bagi sang atlet muda untuk membidik target yang lebih tinggi pada 2026. Dengan usia yang masih sangat muda dan grafik prestasi yang terus menanjak, Thalita Ramadhani Wiryawan diproyeksikan menjadi salah satu bintang masa depan tunggal putri Indonesia. “Terima kasih kepada semua yang sudah memberi dukungan. Terima kasih untuk orang tua, pelatih, dan tim pendukung,” kata Thalita.

Kejurnas PBSI 2025: Salsabila Sabet Dua Medali

Salsabila Zahra Aulia

Pebulutangkis putri asal Jawa Tengah, Salsabila Zahra Aulia menjadi pemain tersukses di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2025, dengan merebut dua gelar juara. Pada babak final, Sabtu (20/12), Salsabila meraih gelar ganda campuran dengan Ikhsan Lintang Pramudya. Kemudian di ganda putri, Salsabila juga menang dengan pasangannya Adelia Nirul. “Perasaannya happy dan bangga. Karena di akhir tahun di Kejurnas semua pasti mau juara. Terus di sini juga yang main rangking 32 besar, jadi pasti happy bisa menang di dua sektor,” kata Salsabila ditemui di Malang Badminton Arena, Malang, Jawa Timur. “Saya punya motivasi yang besar, karena Kejurnas ini kan penting. Jadi saya benar-benar fokus satu minggu ini untuk Kejurnas. Saya juga sama partner sama-sama mau menang,” ujar Salsabila. Bersama Lintang, Salsabila mengalahkan Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti (Jawa Barat) dengan skor 21-23, 21-17, 21-13. Sementara di ganda putri, Salsabila/Adelia mengalahkan rekannya sesama Jawa Tengah, Selsi Josika/Yasintha Ristyna Putri, 21-18, 21-10. “Hasil ini sesuai target. Kalau di ganda putri pas lihat bagan, sama seperti Sirnas Premier. Dan di finalnya ketemu dengan lawan yang sama. Tapi kalau di mixed kan saya baru main lagi sama Lintang. Jadi saya ada motivasi tersendiri lagi buat juara juga di campuran,” ungkap Salsabila. Salsabila mengatakan, dua gelar ini menjadi modal baik baginya untuk menghadapi Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI tahun depan. Ia berharap bisa terus menunjukkan tren positif dan berhasil lolos menjadi bagian tim nasional di Cipayung, Jakarta Timur. “Ini modal yang bagus buat ke Seleknas. Hasil ini membuat saya lebih percaya diri di Seleknas nanti, dan saya mau terus menjaga konsistensi di lapangan,” pungkas Salsabila.

Astana International Challenge 2025: Indonesia Borong Empat Gelar

Astana International Challenge 2025

Hasil babak final kejuaraan bulutangkis Astana International Challenge 2025 membuat Indonesia tersenyum. Indonesia tampil menjadi juara umum. Empat gelar bisa direbut oleh ponggawa merah putih dari kejuaraan yang dilaksanakan di Beeline Arena, Republik of Kazakhstan. Sektor tunggal putra malah berhasil menciptakan All Indonesian Final. Perang saudara pada babak puncak yang digelar hari ini (21/112) di sektor tunggal putra antara Muhamad Yusuf dengan Prahdiska Bagas Shujiwo memunculkan nama Muhamad Yusuf sebagai pemenang. Yusuf menjadi juara usai menjalani laga tiga gim. Thalita Ramadhani Wiryawan muncul sebagai yang terbaik dari sektor tunggal putri. Thalita mengalahkan unggulan pertama dari Kroasia, Polina Buhrova asal pada babak final. Ganda putra racikan baru Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat tidak mau kalah. Gelar juara ganda putra juga berhasil mereka rebut. Pasangan dari Rusia Rodion Alimov/Maksim Ogloblin bisa mereka taklukan pada babak final dengan dua game langsung. Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran dari sektor ganda campuran melengkapi kejayaan Indonesia dari kejuaraan ini. Hanya saja butuh perjuangan lama di karpet hijau. Ganda campuran asal Serbia MihajloTomic/Andjela Vitman memaksa unggulan pertama dari Indonesia bermain tiga gim. Usaha menyapu bersih gelar juara gagal. Pasangan ganda putri Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi belum berhasil meraih gelar juara. Lanny/Amalia dikalahkan pasangan dari Ukraina Polina Bugrova/Yevheniia Kantemyr. Hasil babak final Astana International Challenge 2025 Tunggal putri: Thalita Ramadhani Wiryawan [INA] – Polina Buhrova [KRO] : 21-7, 21-14 Tunggal putra: Muhamad Yusuf [INA] – Prahdiska Bagas Shujiwo [INA] : 21-19, 18-21, 21-16 Ganda campuran: Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran [INA] – MihajloTomic/Andjela Vitman [SER] : skor 19-21, 21-14, 21-13 Ganda putri: Polina Bugrova/Yevheniia Kantemyr [UKR] – Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi [INA] : 21-12, 11-21, 21-13 Ganda putra: Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat [INA] – Rodion Alimov/Maksim Ogloblin [RUS] : 21-10, 21-14.

SEA Games 2025: Bantai Malaysia, Tim Badminton Putra Indonesia Raih Emas

Tim badminton beregu putra Indonesia

Tim badminton beregu putra Indonesia berhasil meraih medali emas usai menggulung Malaysia 3-0 di tiga partai langsung pada final SEA Games 2025. Bertanding di Gimnasium 4, Thammasat University Rangsit Campus, Pathum Thani, Rabu (10/12), Indonesia berhasil mengunci kemenangan 3-0 atas Malaysia. Pada partai ketiga yang menjadi pertandingan pengunci kemenangan, tunggal putra Indonesia Muhammad Zaki Ubaidillah alias Ubed sukses mengalahkan wakil Malaysia Hoh Justin dengan skor 21-12, 21-14. Kemenangan ini membuat Indonesia sukses mengalahkan Malaysia 3-0 sekaligus meraih medali emas di nomor beregu putra badminton SEA Games 2025. Pada partai pertama, tunggal putra Indonesia Alwi Farhan sukses mengalahkan wakil pertama Malaysia Leong Jun Hao dengan skor 21-12, 21-19. Usai menang, Alwi Farhan melakukan selebrasi unik yaitu dengan seolah-olah mengeluarkan pistor dari saku celananya, lalu menembakkan ke kepala dan kemudian terjatuh. Setelah Alwi Farhan, bertanding ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Rea Pahlevi Isfahani melawan ganda putra andalan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Sabar/Reza pun sukses mengalahkan Aaron/Soh dengan skor 21-12, 21-12. Sebelumnya, tim badminton beregu putri Indonesia meraih medali perak usai kalah 1-3 dari Thailand pada final SEA Games 2025 di Gymnasium 4, Thammasat University Rangsit Campis, Pathum Thani, Rabu (10/12) siang. Di partai pertama, Indonesia sebenarnya sudah berhasil memimpin 1-0 usai tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani mengalahkan Pornpawee Chochuwong dengan skor 21-8, 13-21, 21-16. Kemudian pada partai kedua, ganda putri Indonesia Rachel Allessta Rose/Febi Setianingrum kalah 18-21, 21-11, 18-21 dari pasangan Thailand Benyapa Aimsaard/Supissara Paewsampran. Lalu di partai ketiga, tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung kalah 7-21, 15-21 dari Ratchanok Intanon. Di gim pertama, Gregoria tertinggal jauh 1-10 di awal permainan hingga akhirnya takluk 7-21. Kemudian di gim kedua, Gregoria juga kesulitan meladeni permainan Ratchanok Intanon, sampai-sampai Gregoria harus menutup wajahnya dengan tangan sendiri karena sulit keluar dari tekanan lawn. Di gim kedua, Gregoria akhirnya kalah 15-21. Pada partai keempat atau penentuan, ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari kalah 19-21, 18-21 dari Ornnicha Jongsathapornparn/Jhenicha Sudjaipraparat. Kekalahan ini membuat skor akhir Indonesia takluk 1-3 dari Thailand di final nomor tim putri badminton SEA Games 2025. Indonesia raih medali perak di nomor beregu putri SEA Games 2025.

Rangkaian Festival SenengMinton 2025 Berakhir di Magelang: Nyalakan Semangat Bulutangkis Sejak Dini

Suasana Festival SenengMinton Magelang 2025 yang berlangsung di GOR Djarum, Kamis (11/12). Sebanyak 480 siswa kelas 1 hingga kelas 3 dari 16 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Magelang ambil bagian dalam perlombaan berunsur bulutangkis yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah tersebut.

MAGELANG, 11 Desember 2025 – Kota Magelang menjadi tuan rumah terakhir Festival SenengMinton 2025, yang digelar di GOR Djarum Magelang pada Kamis, (11/12). Festival ini merupakan program pengenalan bulutangkis untuk siswa kelas 1–3 SD yang diinisiasi Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah dan Bakti Olahraga Djarum Foundation. Festival SenengMinton menghadirkan pembinaan olahraga usia dini dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan, sekaligus menumbuhkan minat serta kecintaan anak-anak terhadap bulutangkis. Gelaran di Magelang diikuti 480 siswa dari 16 SD dan MI, menutup rangkaian festival sepanjang 2025 yang sebelumnya digelar di Kudus (23-24 Juni), Solo (23 September), Purwokerto (8 November), dan Semarang (20 November). Total peserta yang mengikuti Festival SenengMinton ini sebanyak 2.266 peserta. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menjelaskan bahwa Festival SenengMinton merupakan bagian dari strategi pembinaan usia dini untuk menjaga kesinambungan regenerasi atlet bulutangkis Indonesia. Dengan metode berbasis permainan yang menyenangkan, program ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan kecintaan siswa terhadap bulu tangkis sejak tahap awal. “Regenerasi dan pembinaan atlet adalah proses jangka panjang yang tidak bisa diperoleh secara instan. Prosesnya harus dimulai secara konsisten sejak usia dini. Festival SenengMinton menjadi sarana pengenalan bulutangkis yang edukatif dan mudah diterima siswa, sehingga kecintaan pada olahraga dapat tumbuh lebih dahulu sebelum memasuki tahap latihan yang lebih serius,” ujar Yoppy. Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Basri Yusuf menyebut penyelenggaraan Festival SenengMinton di lima kota menuai animo positif dari peserta, guru maupun orang tua. Sepanjang perlombaan fun games itu berlangsung, ratusan siswa-siswi menyemarakkan gelaran terakhir Festival SenengMinton di Kota Sejuta Bunga. Hal ini menjadi angin segar yang melambungkan optimisme dalam menjaga mata rantai regenerasi atlet bulutangkis khususnya di Jawa Tengah. Menurut Basri, tingginya minat siswa menunjukkan bahwa pendekatan pengenalan bulutangkis di tingkat sekolah dasar merupakan langkah yang efektif untuk menjangkau lapisan grassroot yang selama ini belum tersentuh pembinaan formal. Ia menilai kehadiran festival ini bukan hanya membuka akses lebih luas bagi siswa-siswi untuk mencoba bulutangkis, tetapi juga memberikan keyakinan baru bagi PBSI bahwa upaya memperkuat mata rantai regenerasi atlet di Jawa Tengah berada pada jalur yang tepat. “Antusiasme para peserta untuk berkenalan dengan olahraga bulutangkis sangat luar biasa. Ini merupakan impian kami, karena selama ini pembinaan dilakukan oleh klub, sekarang kami bisa menjamah banyak sekolah. Hal ini adalah kesempatan bagus untuk menjaring atlet berbakat sejak dini, karena kita berharap mata rantai regenerasi atlet bulutangkis tidak terputus. Harapan kami, dari ribuan siswa yang telah menjajal permainan di Festival SenengMinton, banyak yang kemudian menekuni dunia bulutangkis. Selanjutnya, kami akan lebih sering menggalakkan kegiatan seperti ini dan mendorong sekolah untuk menciptakan ekstrakurikuler bulutangkis sehingga minat dan kemampuan siswa terakomodir,” ucap Basri Yusuf. Festival SenengMinton Magelang 2025 menerapkan sistem perorangan dengan penilaian pemenang berdasarkan catatan waktu tercepat. Untuk peserta kelas 3, terdapat lima jenis rintangan yakni Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock dan Zig Zag Run. Sementara, untuk peserta kelas 1 dan 2, perlombaan Service to Target ditiadakan. Pada Service to Target, peserta melakukan service lurus dengan memasukkan shuttlecock ke dalam bidang target warna yang ditentukan. Shuttle Run berlari dari titik tengah mengambil kok, kemudian memindahkan ke sisi seberangnya, siswa berhasil menyelesaikan rintangan ialah yang berhasil memindahkan semua kok. Pyramid Shuttlecock, menyusun kok berbentuk piramid sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Sementara Throwing The Shuttlecock melempar kok ke dalam lubang target. Zig Zag Run berlari melalui halang rintang secara zig zag. Usai menyelesaikan seluruh perlombaan tersebut, peserta harus menekan tombol timer selesai. Masing-masing permainan dirancang untuk melatih motorik, koordinasi, serta mengenalkan dasar-dasar teknik bulutangkis dalam bentuk permainan yang menyenangkan. Setiap sekolah mengirimkan 6 siswa kelas 1 yang terdiri dari 4 putra dan 2 putri. Sedangkan untuk kelas 2 terdapat 10 peserta tiap sekolah dengan komposisi 6 putra dan 4 putri. Pada kategori kelas 3, per sekolah mengirimkan 14 siswa yang terdiri dari  8 putra dan 6 putri.  Semangat Menularkan Rasa Cinta Terhadap Bulutangkis Semangat juang juga ditunjukkan SDN Kemirirejo 1 yang membawa 30 siswa untuk ikut dalam Festival SenengMinton 2025. Guru Olahraga SDN Kemirirejo 1 Zenuwardiyanto menuturkan proses pengenalan bulutangkis di sekolah mendapat sambutan positif dari para siswa. Meski belum memiliki ekstrakurikuler bulutangkis, Zenu berharap anak didiknya lebih mendapat motivasi untuk menekuni olahraga tepok bulu hingga bergabung dengan klub. “Bulutangkis merupakan hal yang baru di sekolah kami. Sewaktu kami umumkan ada informasi tentang Festival SenengMinton, ternyata pendaftarnya banyak sekali, kemudian kami lakukan seleksi. Lalu kami mencoba giat berlatih, bahkan mereka berinisiatif membawa raket sendiri untuk bermain di sekolah. Alhamdulilah, para siswa bisa melakukan yang terbaik. Semoga banyak siswa semakin tertarik bermain bulutangkis. Terima kasih Djarum Foundation, ini kesempatan berharga bagi sekolah kami untuk bisa mengikuti Festival SenengMinton,” kata Zenu. Berlomba dengan motivasi tinggi pun datang dari siswi SDN Magelang 6, Amelisa Candra Kirani. Amel berhasil menjadi yang tercepat untuk kategori kelas 3 putri dengan catatan waktu 00:55.77. Rupanya Amel tertarik pada olahraga bulutangkis sejak TK saat melihat sang kakak berlatih dengan giat. Menyaksikan keseruan sang kakak di lapangan bulutangkis, Amel akhirnya mencoba berlatih bersama. “Senang bisa ikut lomba di Festival SenengMinton, ada lari zigzag, menyusun shuttlecock, dan yang paling aku suka Service to Target. Aku merasa percaya diri saat servis karena sering bermain bulutangkis dengan kakak. Dulu aku lihat kakak main badminton dan sepertinya seru lalu aku suka. Cita-citaku jadi atlet badminton dan masuk pelatnas,” ucap Amel. Para pemenang Festival SenengMinton di tiap lomba mendapat piala, uang pembinaan, dan hadiah dari sponsor yaitu MilkLife, Dua Kelinci, Aice, Hundred dan produk Savoria. Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan goodie bag dari MilkLife, Dua Kelinci, produk Savoria dan Aice.  Berikut daftar pemenang Festival SenengMinton Magelang (nama peserta – nama sekolah – catatan waktu): Kelas 1 Putra Juara   : Hanif Tsani Nugraha – SD Muhammadiyah 1 Alternatif – 00:42.05 Runner-up : Andhanu Adi Al Syaqil – SDN Rejowinangun Selatan 1 – 00:43.16 Semifinalis : Muhammad Shauqi Nitimanta – SDN Kedungsari 5 – 00:43.25 Kelas 1 Putri Juara   : Maura Kanza Varizha – SDN Potrobangsan 2 – 00:44.21 Runner-up : Ayesha Zaara Nazila Ariyadi – SDN Magelang 6 – 00:45.05 Semifinalis : Kiyomi Vevania W – SDN Kemirirejo 1 – 000:46.33 Kelas 2 … Read more

Inilah Para Juara Sirkuit Nasional Seri Penutup 2025

PB. Djarum Kudus

Setelah bergulir di 10 kota, rangkaian Sirkuit Nasional (Sirnas) PBSI sepanjang tahun 2025 mencapai puncaknya pada gelaran Wondr by BNI Sirnas Premier PBSI 2025. Kejuaraan ini berlangsung di Gelanggang Remaja Tanjungpriuk, Sunter, Jakarta Utara, 1–6 Desember 2025. Wondr by BNI Sirkuit Nasional Premier 2025 resmi ditutup oleh Ketua umum PP PBSI, Mohammad Fadil Imran yang juga didampingi oleh Sekretaris Jendral PP PBSI, Ricky Achmad Soebagdja, Sabtu (06/12). PB. Djarum Kudus berhasil keluar sebagai juara umum dengan total 16 gelar juara berhasil diraih oleh punggawa dari klub yang bermarkas di kota Kudus dari 23 wakil yang berhasil menempatkan diri di babak final. Kemudian, diikuti oleh PB. Jaya Raya, PB. Exist Jakarta, PB. Mutiara Bandung, Jaya Raya Satria, Jaya Raya Solo, Tjakrindo Sony Dwi Kuncoro, WIMA, dan Bayu Kencana. Sementara Tim Pelatnas membawa satu gelar juara di sektor ganda dewasa putri. Daftar Juara di Wondr by BNI Sirkuit Nasional Premier 2025 UDPA: M. Lazar Abrizam Adhyasta (JAYA MUSTIKA, BLORA) vs Tristan Geovanni Pardosi (DJARUM, KUDUS) 12-21, 20-22. UDPI: Keysha Almirah Dewi (DJARUM, KUDUS) vs Afiqa Fathiyyaturahma (JAYA RAYA JAKARTA) 21-18 21-16. TAPA: Ghathfaan Rizqie Ramadhan Haryanto (DJARUM, KUDUS) vs Khoirul Dwi Fahmi (JAYA RAYA JAKARTA) 21-14, 18-21, 18-21. TAPI: Diajeng Putri Hartini (EXIST BADMINTON CLUB) vs Mikha Ribka Kasalang (DJARUM, KUDUS) 19-21, 26-28. GAPA: Alvian Ditya A/Shiddiq Alfarizi F (JAYA RAYA SOLO) vs Gavriel Aldrich A.L/Kevin Gunawan (DJARUM, KUDUS) 21-9 21-13. GAPI: Naraya Aisha K/Zora Rizqi P (TMSDKBA/Istimewa Badminton Club) vs Hafizah Hasanah Z/Mikha Ribka K (DJARUM, KUDUS) 20-22, 19-21. TPA: Adhy Hasmoro (DJARUM, KUDUS) vs Richardo Regino Mozes Munde (EXIST BADMINTON CLUB) 17-21, 18-21. TPI: Berlian Indah Pinastika (EXIST BADMINTON CLUB) vs. Kalia Rahmadani (DJARUM, KUDUS) 21-19 15-21 16-21. GPA: Deva Devandra Santosa/M. Ashil (DJARUM, KUDUS) vs Darell Fayi A/Han Liang G (MULYA MANDIRI) 21-14 18-21 21-19 GPI: Almaira Dzakira Wulanda L/Kalia Rahmadani (DJARUM, KUDUS) vs Aleyda Dwidyna P/Quinsa Juanita P (Jaya Raya Satria) 9-21, 16-21. GPC: Raynanda Laksmana/Malika Nur A (EXIST BADMINTON CLUB) vs Sultan Nazril/Wishell Zadine A. N (DJARUM, KUDUS) 19-21 21-12 21-15. TRA: Alif Akbar. M (DJARUM, KUDUS) vs M. Derajat Maulana (DJARUM, KUDUS) 21-19 10-21 21-14. TRI: Miftaqul Putri A (JAYA RAYA JAKARTA) vs Hani Miftasari (DJARUM, KUDUS) 21-18 21-17 GRA: Adhwin Arling R/Rizky Caesar R (DJARUM, KUDUS) vs Alfindo/Hazel Rizqi P (DJARUM, KUDUS) 12-21, 18-21. GRI: Nathania Prasetya/Wanda Subadra S. U (JAYA RAYA JAKARTA) vs Nur Hafidzah A/Shafira Atha A (DJARUM, KUDUS) 18-21, 11-21. GRC: Hazel Rizqi P/Halifia Usni P (DJARUM, KUDUS) vs Satya Candrarupa A/Ketty Rudianto (GIDEON BADMINTON ACADEMY) 21-16 17-21 21-14 TTA: Izza Al-Faruq A. M (EXIST BADMINTON CLUB) vs Radithya Bayu W. (DJARUM, KUDUS) 11-21, 4-21. TTI: Mayla Cahya A. P (MUTIARA CARDINAL, BANDUNG) vs Christabel Calista P (DJARUM, KUDUS) 21-8, 20-22, 21-18. GTA: Ghian Rizqy S/Ikhsan Lintang P (DJARUM, KUDUS) vs M. Rizki Mubarrok/Raihan Daffa E. P (DJARUM, KUDUS) 21-13, 18-21, 18-21. GTI: Adelia Nirul M/Salsabila Zahra A (DJARUM, KUDUS) vs Selsi Josika/Yasintha Ristyna P (DJARUM, KUDUS) 14-21, 15-21. GTC: Ghian Rizqy S/Salsabila Zahra A (DJARUM, KUDUS) vs Mitchel Rori M/Balqis Azzahra K. H 21-15 21-14. TDA: M. Rizky Akbar (TJAKRINDO MASTERS SONY DWI KUNCORO) vs M. Falen Ammar Rizki (JAYA RAYA JAKARTA) 21-8 14-21 21-12

Ini Dia Juara Kejurnas Bola Voli Antarklub U19 2025

Tim putra Pasundan

Pasundan di sektor putra dan Ganevo Yogya di sektor putri berhasil meraih gelar juara dalam Kejurnas Bolavoli Antarklub U19 Tahun 2025 di GOR Mastrip Probololinggo, Minggu (30/11/2025). Pasundan, klub asal Bandung itu menjadi juara setelah memenangkan laga melawan Porvid Kudus dengan skor 3-0 (26-24, 33-31, 25-21). Usai laga pelatih Pasundan, Fatah Ibrahim Suanda mengungkapkan timnya diinstruksikan untuk main lepas. “Tidak ada beban harus menang. Kalian main bebas saja. Itu instruksi saya kepada pemain,” kata Fatah. Dengan adanya instruksi itu, lanjut Fatah, timnya bermain tanpa beban. Meskipun sempat mendapat perlawanan di set pertama dan kedua. “Namun mereka bisa menyelesaikan dengan kemenangan,” jelasnya. Di sektor putri, Ganevo Yogya memenangi final dengan skor 3-1 atas Grobogan Mitra Bank Jateng, lewat angka 25-16, 25-13, 20-25, 25-18. Tidak ada perubahan strategi dari pertandingan semifinal melawan Petrokimia. Asisten pelatih Koko Prasetyo Darkuncoro memilih melanjutkan skema bertahan yang sebelumnya mereka adopsi, gaya yang ia sebut mirip permainan tim Jepang. “Kita tidak mengubah strategi… itu saya terapkan lagi di final ini,” ucapnya. Pasundan dan Ganevo sebagai juara putra dan putri, selain menerima piala dan medali, juga mendapat hadiah uang pembinaan sebesar Rp 35 juta. Sedangkan runner-up, Porvit Kudus dan Grobogan Mitra Bank Jateng, masing-masing putra dan putri menerima piala dan uang pembinaan sebesar Rp 25 juta. Di posisi ketiga putra, Indomaret dan Petrokimia putri mendapatkan piala dan hadiah pembinaan masing-masing Rp 20 juta. Sementara peringkat keempat putra, Privolley Gurita Kaur dan keempat putri, Lampung Phinisi mendapatkan Rp 15 juta. Susunan Pemain Terbaik (The Best) Putra:  Best outset hitter – Moch Alfian Deni Ansyah (Porvit) Best outset hitter – Fauzan Nibras (Pasundan) Best middle blocker – Putra Bagus Hidayatullah (Indomaret) Best middle blocker – Yusuf Bachtiar (Porvit) Best Opposite Spiker – Raffa Dwiyanto Putra (Pasundan) Best Setter – Irfan Fauzan (Pasundan) Best Libero – Bimo Reno Prakoso (Porvit) MVP – Fauzan Nibras (Pasundan) Putri: Best outset hitter – Azkiya Sanie Nur Hidayah (Ganevo) Best outset hitter – Davina Septianti Eka Putri (Grobogan) Best middle blocker – Syakirah Athania Putriiska (Petrokimia) Best middle blocker – Rafeyfa Alya Wibowo (Ganevo) Best Opposite Spiker – Farin Rizkyana Dewi (Grobogan) Best Setter –  Keysa Devi Arvena (Ganevo) Best Libero –  Lulu Callista Aurellia (Grobogan) MVP – Keysa Devi Arvena (Ganevo) Masing-masing terbaik di kategorinya menerima hadiah uang pembinaan sebesar Rp 1 juta. Sedangkan MVP Rp 1,5 juta.

Gresik Lahirkan Bibit Tenis Muda di Kejurnas TDP

IMTC Sukses Gelar Kejurnas Tenis Junior TDP Piala Dandim Gresik 2025

Ratusan atlet tenis junior dari berbagai daerah di Indonesia berkompetisi dalam Kejurnas Tenis Junior TDP IMTC-Piala Dandim Gresik. Turnamen ini berlangsung di Lapangan Tenis Petrokimia Gresik, 18-22 November 2025. Sebanyak 200 atlet dari 70 daerah unjuk kemampuan untuk menjadi yang terbaik di berbagai kelompok umur. Direktur Pertandingan Kejurnas, Irawati Moerid, berhasil menghadirkan sejumlah tokoh penting Gresik. Kapolres, Kajari, Ketua KONI Gresik, Ketua Pelti Gresik, dan perwakilan manajemen Petro Kimia Gresik turut hadir. Penutupan acara berlangsung meriah dengan pengumuman para juara. Dandim Gresik, Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, memimpin langsung upacara penutupan dan pemberian penghargaan. Ia menyerahkan trofi dan medali kepada para juara, termasuk M Aryasatya Dwi T (Sukoharjo), juara KU 16 Tahun Putra. Fadly Subur Karamaha mengapresiasi para atlet yang telah menunjukkan performa terbaiknya. “Bersyukur pada hari ini kita telah selesai melaksanakan pertandingan Kejurnas Tenis ini,” ujar Fadly. Irawati Moerid menegaskan bahwa Kejurnas ini membuktikan bahwa ‘Tak Ada Juara Tanpa Kompetisi’ di Kabupaten Gresik. “Insya Allah Event Piala Dandim Gresik akan berlanjut setiap tahunnya,” pungkas Irawati. Berikut daftar lengkap para juara Kejurnas Tenis Junior TDP IMTC-Piala Dandim Gresik 2025: Tunggal Putra KU 10 Tahun Nadees Arkana (Sleman) Zakky Hildan (Tranggalek) M Raffasya Al Busra (Malang) James Edrick (Surabaya) KU 12 Tahun Al Zayki Zio Asmara (Bogor) Raffasya Putra A (Banjarnegara) Ahza Danis Alby (Nganjuk) Iffat Naratama (Palembang) KU 14 Tahun Dwi Waseso P (Pati) M Falichul Isbah (Sukoharjo) Rafif Zakhwan (Surabaya) Danio Putra Lubis (Aceh) KU 16 Tahun M Aryasatya Dwi T (Sukoharjo) Raja AGB (Semarang) Syawal Noor Kaluku (DKI Jakarta) Raffa Rizky Ramadhan (DKI JKT) KU 18 Tahun Prawara Mulya Laksana (Batam) Noorsyahyana R Albana (Bantul) I Gusti Gde Satria P (NTB) Aidan Hana Indrayana (Semarang) Tunggal Putri KU 10 Tahun Kirana Nadya PW (Tanggerang) Freia Madison H (Surabaya) Maryam Aleena BS (Blitar) Zahira Zee Az Zahra (Gresik) KU 12 Tahun Carolina Lantemona (Kendari) Dewi Ayu Anargya (Gresik) Alyssa Shakira A (Bogor) Saafia Devani Putri (Solon) KU 14 Tahun Kirana Zahra W (Tulungagung) Anastasya P A (Purwokerto) Anisa Zahra (Bojonegoro) Putu Dyvania T (Tabanan) KU 16 Tahun Kheista Rizqi AS (Kediri) Getsa Zainie (Semarang) Amelia Putri T (Bogor) Khanza R Zahira (Batam) KU 18 Tahun Cantik Qurani RR (Batu) Faiza Queena S (Bandung) Noya Myeisha NR (Batu) RR Nashwa Nafeesha (Surabaya) Ganda Putra KU 10 Tahun Nadees AA (Sleman)/M Raffasya Al Busra (Malang). Zaky Hildan P (Tranggelek)/Prasena Wira Natakusuma (Sumenep). Albarra AG (Mataram)/Anakta Hasbi MN (NTB). James Edrick/Josh Antony (Surabaya) KU 12 Tahun M Hafidz Izzadin A (Pekalongan)/ Raffasya Putra AR (Banjarnegara). Azka Putra R (Pekalongan)/Raihan Noor Kaluku (DKI Jakarta) M Faid R (Makasar)/Faidzh RF (Aceh) Al Zayki Zio A (Bogor)/ M Gibran Widiandary (Tegal) KU 14 Tahun Rafif Zakhwan Affandi/Cristiano Federer Tjahyo (Surabaya) M Azka Pradita Pasha (Lampung)/ M Naufal A (Sampang) Dwi Waseso P/Aditrta GP (Pati) Danio Putra L (Aceh)/M Abrisam Tsaqib (Surabaya). KU 16 Tahun Ziyad Hammas (Solo)/Raffa RR (DKI Jakarta) Bima Putra W (Tulungagung)/Raka Aiustha GB (Semarang) Imam Al-Zikri Suwandi (Riau)/ M Aryasatya Dwi T (Sukoharjo) Revano Rhodez R (DKI JKT)/M Ghossan Islammaaleeq (Sleman). KU 18 Tahun Rangga Wisnu KR (Sukoharjo)/Aidan Hana Indayana (Semarang) Tyaga Hijra K/Dino Alex Vergusoen (Surabaya). I Gusti Gede Satria P (NTB)/Prawara Mulya Laksana (Batam) Tito Bima Adha A (Bojonegoro)/Noorsyahyana Rifqi A (Bantul)

Asean School Games 2025: Indonesia Raih Dua Emas

Tim Bulutangkis Indonesia

Tim bulutangkis Indonesia meraih sukses ganda di nomor beregu ajang Asean School Games 2025 yang berlangsung pada 21-24 November di Brunei Darussalam. Indonesia meraih dua medali emas dari beregu putra dan beregu putri. Di babak final, Senin (24/11), beregu putra menang telak 3-0 atas Malaysia sedangkan beregu putri unggul 3-1 dari Thailand. Atas raihan ini, Ellen Angelina, pelatih yang mendampingi, mengungkapkan apresiasinya kepada para atlet. “Daya juang anak-anak bagus sekali, meski mereka dari beberapa klub tapi secara tim mereka bersatu berjuang untuk Indonesia,” kata Ellen. “Perkembangan bulutangkis di pelajar-pelajar Asean sendiri cukup bagus dan merata. Untuk putra Indonesia sepertinya cukup dominan ya. Untuk putri yg harus diwaspadai, khususnya di tunggal putri ada Thailand bagus. Filipina juga ada tunggal putri yg cukup bagus,” lanjut Ellen. Namun perjuangan tim bulutangkis Indonesia belum selesai. Setelah ini tim akan melanjutkan pertandingan di nomor perorangan yang berlangsung pada Selasa (25/11) hingga Rabu (26/11) mendatang. Ellen berharap punggawa Merah-Putih bisa menyapu bersih medali emas. “Recovery yang harus diperhatikan karena besok sudah main perorangan dan ada beberapa anak yg waktu di beregu ada sedikit cedera. di sini sangat dibantu sekali recoverynya dari tim medis Indonesia,” jelas Ellen. “Target mau sapu bersih. Kerja keras di tunggal putri, semoga bisa buat kejutan lagi seperti di penyisihan group. Lawan terkuat Thailand ada satu tunggal putri yang ranking empat junior BWF,” kata Ellen lagi. Asean School Games adalah Pesta Olahraga Tahunan Pelajar Asia Tenggara yang tahun ini bergulir pada 20-28 November. Indonesia mengirimkan 152 atlet pelajar yang akan berlaga pada sejumlah cabang olahraga seperti atletik, badminton, wushu, renang, pencak silat, basket, dan sepak takraw. Berikut hasil final beregu bulutangkis Asean School Games 2025: Beregu Putra: Indonesia 3-0 Malaysia BS1: Denis Azzarya vs Muhammad Nur Azhar Zunaide 21-16, 21-16 BD1: Anju Siahaan/Faizal Pangestu vs Daniel Tan Ying Enn Tan/Muhammad Luqman Hakim Yusof Daneel 21-11, 21-15 BS2: Fardhan Rainanda Joe vs Kashah Bin Khairul Azlan 21-15, 21-12 BD2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Ahmad Qaid Darwisy Ahmad Fuad/Syed Harraz Sayed Muzir (Tidak Dimainkan) BS3: Radithya Bayu Wardhana vs Chong Lee Qian (Tidak Dimainkan) Beregu Putri: Indonesia 3-1 Thailand GS1: Jolin Angelia vs Tonrug Saeheng 16-21, 18-21. GD1: Selsi Josika/Yasintha Ristyna Putri vs Aphichaya Wannasupphaphon/Thipchira Chaiwichitworakhun 21-13, 21-13 GS2: Christabel Calista Purwanto vs Ratnacha Sompoch 21-18, 21-13 GD2: Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri vs Piyatida Chosuwanchart/Surada Vechpanich 21-19, 21-14 GS3: Shaafiya Yasmin Maitsaa vs Dolbundarn Kullathumneab (Tidak Dimainkan)

Rekor Baru? Ini Calon Pevoli Termuda Tampil di Proliga

Arimbi Syifana Andayani

Proliga 2026 diprediksi menjadi titik balik pelatihan atlet muda Indonesia setelah Jakarta Livin Mandiri resmi merekrut lawan main seorang pemain muda dari 02C Rajawali. Ia bernama Arimbi Syifana Andayani yang baru berusia 13 tahun. Sebelumnya, Arimbi mencuri perhatian publik saat tampil mengesankan di Livoli Divisi Utama 2025. Di usia yang masih belia, kualitas serangannya dianggap setara dengan pevoli dewasa yang sudah berpengalaman. Langkah berani ini tidak hanya mencetak sejarah, tetapi juga menjadi sinyal bahwa klub-klub besar mulai menata ulang strategi regenerasi. Keputusan ini juga berpotensi memecahkan rekor pemain termuda Proliga, menggeser torehan Nurlaili Kusumah yang debut pada usia 14 tahun. Asisten Pelatih Jakarta Livin Mandiri, Octavian, menegaskan bahwa ketajaman Arimbi bukan didorong ambisi mencatatkan rekor, melainkan bagian dari proyek pelatihan jangka panjang. “Kami melihat potensi luar biasa pada Arimbi. Dia pemain dengan paket komplit, punya power dan insting bermain yang bagus,” ujar Octavian pada Sabtu (22/11). “Usianya yang sangat muda membuat kami harus ekstra hati-hati dalam manajemen beban latihan dan ekspektasi.” jelasnya. Octavian, yang sebelumnya mengenal Arimbi saat masih di klub O2C, menegaskan bahwa tim tidak akan memberikan target muluk-muluk di musim perdananya. “Kehadiran Arimbi adalah investasi jangka panjang, baik untuk klub maupun masa depan voli Indonesia,” tambahnya. Arimbi Syifana Andayani lahir di Semarang, Jawa Tengah pada 16 Maret 2012. Ia bermain sebagai opposite di Rajawali O2C. Sejak kecil, Arimbi Syifana telah menyukai olahraga bola voli. Ia telah menekuni olahraga ini sejak bersekolah di SD Negeri Karangayu 02 Semarang. Selain itu, Arimbi Syifana bergabung dengan akademi voli BIN O2C sejak usia sangat muda. Bakatnya mulai terlihat sejak kecil. Pemain dengan tinggi 176 cm ini telah dikenal volimania khususnya saat Kejurda Bola Voli Indoor Antar Klub U14 Jawa Barat 2025. Arimbi Syifana berhasil meraih penghargaan individu sebagai pemain terbaik Kejurda Bola Voli Indoor Antar Klub U14 Jawa Barat 2025 lalu. Arimbi sering disebut mengikuti jejak idolanya, bintang Timnas Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi. Meski belum ada kepastian tanggal debut, kehadirannya telah menjadi magnet baru bagi penonton yang penasaran melihat aksi “bocah ajaib” ini di kasta tertinggi voli nasional. Musim Proliga sendiri akan digelar pada 8 Januari – 6 April 2026 di 10 kota di Indonesia.

Debut Super 500, Raymond dan Joaquin Langsung Juara

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Podium Australia Open 2025

Ganda putra muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi juara setelah mengalahkan seniornya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di final Australian Open 2025, 22-20, 10-21, 21-18. Pada pertandingan yang berlangsung di di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Minggu (23/11), Raymond/Nikolaus tampil ngotot. Di gim pertama Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil menuntaskan gim dengan skor 22-20. Namun di gim kedua, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri langsung tancap gas dan menyudahi permainan dengan skor 21-10. Memasuki gim ketiga, pertarungan sengit kembali terjadi. Saling curi poin tak terelakan hingga gim ketiga berhasil dimenangkan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dengan skor 21-18. Hasil ini menjadikan Indonesia sudah memastikan kedua gelar ganda baik putri maupun putra. Raymond / Nikolaus lolos ke partai puncak setelah tampil gemilang menghadapi pasangan Malaysia peringkat keempat dunia Goh Sze Fei / Nur Izzuddin yang menjadi unggulan kedua di turnamen ini. Ini merupakan debut perdana mereka di final turnamen BWF Seri 500 dan berhasil meraih juara.

Menyemai Rasa Cinta Bulutangkis di Kota Atlas Sejak Usia Dini 

Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah menyelenggarakan Festival SenengMinton Semarang 2025

SEMARANG, 20 November 2025 – Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah menyelenggarakan Festival SenengMinton Semarang 2025 yang berlangsung di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro, Kamis (20/11). Sebanyak 510 siswa kelas 1 hingga 3 sekolah dasar dari 17 SD di Semarang ambil bagian dalam perlombaan berformat fun games tersebut. Selain Semarang, Festival SenengMinton juga telah diselenggarakan di berbagai kota di Jawa Tengah seperti Kudus (23-24 Juni) Solo (23 September) dan Purwokerto (8 November).  Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan penyelenggaraan Festival SenengMinton bertujuan untuk menyemai rasa cinta terhadap olahraga bulutangkis dengan cara yang menyenangkan agar siswa dapat menikmati permainan sambil belajar. Menggunakan format fun games yang inklusif, Yoppy berharap perlombaan ini menjadi titik awal proses pembinaan hingga terlahir regenerasi pebulutangkis handal untuk masa depan Indonesia. “Dalam Festival SenengMinton ini kami ingin mengobarkan semangat dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bulutangkis dari level usia dini, dengan harapan proses pembibitan dapat dimulai dengan cara yang terstruktur dan masif. Kami yakin membentuk atlet yang tangguh dan handal dimulai dari rasa senang terhadap jenis olahraganya. Melalui festival ini, kami ingin kenalkan dan membawa perlombaan yang dapat memicu motivasi siswa untuk menggeluti dunia bulutangkis,” kata Yoppy. Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Basri Yusuf menuturkan Festival SenengMinton menjadi salah satu langkah untuk mendeteksi dan menumbuhkan bibit-bibit pebulutangkis berbakat sejak usia dini. Menurutnya, perlombaan ini juga menjadi sarana edukatif yang dirancang agar para siswa lebih mengenal dan mencintai olahraga bulutangkis. “Seluruh rangkaian kegiatan Festival SenengMinton kami kemas dengan unsur-unsur yang berkaitan langsung dengan bulutangkis, sekaligus sebagai upaya untuk mensosialisasikan olahraga ini kepada siswa sekolah dasar. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan minat bermain bulutangkis baik di kalangan anak-anak maupun orang tua mereka. Melalui dukungan masyarakat terhadap kegiatan di tingkat kabupaten dan kota, kami yakin proses pembinaan atlet dari akar rumput akan semakin kuat,” ungkap Basri. Terpilihnya Kota Semarang bukan tanpa alasan. Untuk itu, Basri berharap melalui gelaran Festival SenengMinton ini, calon pebulutangkis dapat teridentifikasi secara cepat sehingga para siswa dapat menjadi bagian dalam proses regenerasi atlet bulutangkis yang terstruktur dan  berkelanjutan. “Kota Semarang dipilih karena menjadi salah satu lumbung atlet-atlet berbakat. Melihat peta pembinaan, selama ini regenerasi berjalan di klub saja. Melalui ajang ini, kami ingin menyentuh level akar rumput dengan mendorong sekolah dan guru untuk menggalakkan ekstrakurikuler bulutangkis. Dari Festival SenengMinton akan berkelanjutan dengan kejuaraan di tingkat SD, SMP hingga SMA sehingga harapan kami, atlet yang jago dari sekolah-sekolah bisa diarahkan masuk ke klub,” terang Basri. Festival SenengMinton Semarang 2025 menerapkan sistem perorangan dengan penilaian pemenang berdasarkan catatan waktu tercepat. Untuk peserta kelas 3, terdapat lima jenis rintangan yakni Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock dan Zig Zag Run. Sementara untuk peserta kelas 1 dan 2, perlombaan Service to Target ditiadakan. Pada Service to Target, peserta melakukan service lurus dengan memasukkan shuttlecock ke dalam bidang target warna yang ditentukan. Shuttle Run berlari dari titik tengah mengambil kok, kemudian memindahkan ke sisi seberangnya, siswa berhasil menyelesaikan rintangan ialah yang berhasil memindahkan semua kok. Pyramid Shuttlecock, menyusun kok berbentuk piramid sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Sementara Throwing The Shuttlecock melempar kok ke dalam lubang target. Zig Zag Run berlari melalui halang rintang secara zig zag. Usai menyelesaikan seluruh perlombaan tersebut, peserta harus menekan tombol timer selesai. Masing-masing permainan dirancang untuk melatih motorik, koordinasi, serta mengenalkan dasar-dasar teknik bulutangkis dalam bentuk permainan yang menyenangkan. Setiap sekolah mengirimkan 6 siswa kelas 1 yang terdiri dari 4 putra dan 2 putri. Sedangkan untuk kelas 2 terdapat 10 peserta tiap sekolah dengan komposisi 6 putra dan 4 putri. Pada kategori kelas 3, per sekolah mengirimkan 14 siswa yang terdiri dari  8 putra dan 6 putri. Usai Kudus, Solo, Purwokerto dan Semarang, Festival SenengMinton 2025 juga akan berlangsung di Magelang pada 11 Desember mendatang. Antusias Berkenalan dengan Dunia Bulutangkis Semangat tinggi untuk ikut dalam Festival SenengMinton Semarang 2025 salah satunya datang dari SDN Bangunharjo yang mengirimkan 30 siswanya untuk berkompetisi menjadi yang tercepat. Guru Olahraga SDN Bangunharjo, Sumadi, mengapresiasi dukungan penuh dari pihak sekolah dan wali murid yang antusias untuk terlibat dalam upaya mengenalkan olahraga bulutangkis kepada para siswa yang sudah berjalan selama satu tahun kebelakang. “Alhamdulilah kami mendapatkan support dari semua pihak untuk perlahan membangun kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis. Untuk pertama kalinya sekolah kami mengikuti Festival SenengMinton dan semoga ke depan hasilnya lebih baik. Kami berharap kegiatan perlombaan ini bisa terus berkelanjutan karena kami pasti akan ikut serta dalam kegiatan olahraga bulutangkis,” kata Sumadi. Dari tengah lapangan, antusiasme tinggi tergurat di wajah Muhammad Abdul Karim Jaelani. Siswa kelas 3 SDN Bendan Ngisor itu berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 00:47.72. Rupanya Jae, sapaan akrabnya didorong oleh sang ibu untuk berlatih bulutangkis sejak duduk di bangku kelas 2 SD. “Seru banget, karena permainannya banyak, mulai dari lari zigzag, lempar kok lalu service, terus harus cepat-cepat lari untuk pencet tombol. Dari semua tantangan, aku paling suka service karena seru sekali mukul-mukul bolanya,” cerita Jae.  Para pemenang Festival SenengMinton di tiap lomba mendapat piala, uang pembinaan, dan hadiah dari sponsor yaitu MilkLife, Dua Kelinci, Aice, Hundred dan produk Savoria. Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan goodie bag dari MilkLife, Dua Kelinci, produk Savoria dan Aice.  Berikut daftar pemenang Festival SenengMinton Semarang (nama peserta – nama sekolah – catatan waktu): Kelas 1 Putra Juara   : Aulian Zhafif Rafasya Wahyudi – SDN Tugurejo 01 – 00:42.41 Runner-up : Arzan Naufal Putra – SDN Tanjung Mas – 00:44.29 Semifinalis : Althaf Arkahfi Firzatullah – SDN Brumbungan – 00:44.51 Kelas 1 Putri Juara   : Audreena Hasna Kamila – SDN Petompon 02 – 00:43.36 Runner-up : Rafeeza Arsyzilla Putri – SD Islam Tunas Harapan – 00:43.62 Semifinalis : Alika Putri Dinanti – SDN Brumbungan – 00:44.74 Kelas 2 Putra Juara   : Azzam Fahri Ardana – SD Islam Tunas Harapan – 00:41.53 Runner-up : Arkana Rajendra – SDN Bangunharjo – 00:41.83 Semifinalis : Ahmad Surya – SDN Bandarharjo 01 – 00:42.38 Kelas 2 Putri Juara   : Afareen Chelsea Navalia – SD Bina Nusantara Semarang – 00:43.95 Runner-up : Cantika Putri Setiawan – … Read more

Raih 16 Gelar, PB Djarum Juara Umum Polytron Muria Cup Sirnas C 2025

PB Djarum berhasil menjadi juara umum dengan memborong 16 nomor pertandingan dari 23 yang dipertandingkan pada Polytron Muria Cup Sirnas C 2025 yang berlangsung di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah pada 11 hingga 16 November 2025.

KUDUS, 16 November 2025 – PB Djarum berhasil menyandang gelar juara umum pada Polytron Muria Cup Sirnas C 2025 yang diselenggarakan di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah pada 11 hingga 16 November 2025. Kesuksesan tersebut diraih usai memastikan langkah menempati podium teratas di 16 nomor pertandingan dari 23 yang dipertandingkan.  Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo mengucapkan selamat kepada para pemenang Polytron Muria Cup Sirnas C 2025. Diharapkan melalui turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation, Polytron, dan PBSI ini mampu menjadi lecutan motivasi para atlet untuk lebih berprestasi di kancah yang lebih tinggi. “Melalui Polytron Muria Cup Sirnas C 2025, kami ingin meneruskan semangat dari Jawa Tengah, semangat kebersamaan, sportivitas, dan pantang menyerah. Semoga lewat turnamen ini, semangat itu terus terjaga. Dukungan kami pada turnamen ini bukan sekadar bentuk partisipasi, tetapi wujud nyata dari komitmen kami untuk terus hadir, mendukung, dan bertumbuh bersama masyarakat Jawa Tengah,” ujar Tekno. Ketua Pengurus Provinsi PBSI Jawa Tengah, Basri Yusuf menyambut gembira kesuksesan terselenggaranya Polytron Muria Cup Sirnas C 2025. Ia berharap pengalaman bertanding serta poin nasional yang diraih para atlet pada turnamen ini mampu menjadi bekal mereka untuk lebih berjaya sebagai atlet profesional yang kelak membanggakan nama bangsa di panggung dunia. “Alhamdulillah penyelenggaraan Polytron Muria Cup Sirnas C 2025 berlangsung lancar dan sangat menarik untuk disaksikan karena perebutan gelar juara sangat ketat. Kami mengucapkan selamat kepada PB Djarum yang berhasil menjadi juara umum, serta seluruh atlet yang telah bertanding sekeras tenaga sepanjang turnamen. Kami juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PP PBSI dan seluruh sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan ini. Jayalah bulutangkis Indonesia,” ujar Basri. Deputy Manager PB Djarum, Leonard Holvy De Pauw mengapresiasi semangat dan daya juang 115 atlet PB Djarum di berbagai sektor yang diturunkan pada Polytron Muria Cup Sirnas C 2025. Pada partai final, PB Djarum sukses menempatkan 26 wakil di 17 nomor pertandingan dari 23 yang dipertandingkan. Menurutnya, turnamen ini menjadi ajang tepat untuk para atlet muda, khususnya di level dasar menambah jam bertanding sebelum memasuki turnamen dengan persaingan yang lebih ketat. “Kami memang sudah mempersiapkan para atlet agar bermain all out pada Polytron Muria Cup Sirnas C 2025, baik dari segi fisik, teknik, strategi, maupun mental. Karena sebagai tuan rumah, targetnya tentu menjadi juara umum. Walaupun beberapa pemain kami di U-19 tidak ikut serta karena bertanding di Indonesia International Challenge 2025, tapi di kelompok usia lain kami masih memiliki banyak atlet unggulan,” kata Holvy. Ia menambahkan, selain juara umum, target lainnya menambah poin nasional sebagai modal berlaga di Sirnas Premier serta Kejurnas PBSI 2025 dalam waktu dekat. Di samping itu, Holvy beserta jajaran pelatih juga ingin memantau progress dari lulusan Audisi Umum PB Djarum. “Karena syarat untuk bermain Sirnas Premier itu harus 35 besar dan Kejurnas PBSI pemain top 20. Jadi ini turnamen selain agar mendapat poin nasional juga sebagai salah satu bahan seleksi kami untuk menurunkan pemain di turnamen mendatang. Sementara para atlet yang baru bergabung dengan PB Djarum juga hasilnya jauh bagus dari ekspektasi kami,” imbuh Holvy. Salah satu atlet yang berhasil menjadi juara Polytron Muria Cup Sirnas C 2025 ialah Syadza Bella Zerlinda Jagadita. Lulusan Audisi Umum PB Djarum 2024 ini menjuarai sektor Tunggal Anak Putri U-13 usai mengalahkan rekan satu klub yang merupakan jebolan Audisi Umum PB Djarum 2025, Syauqia Aisya Inara di partai final yang berlangsung ketat hingga rubber game. Meski sempat tertinggal dan kelelahan di gim penentuan, Bella berhasil bangkit dan membalikkan keadaan berkat fokus dan ketenangannya sepanjang pertandingan dan memastikan kemenangan dengan skor akhir 17-21, 21-6, 24-22.  “Saya senang banget bisa juara di Polytron Muria Cup Sirnas 2025, soalnya di final tadi pertandingannya berat banget. Saya kalah di gim pertama dan sempat ketinggalan di gim ketiga, rasanya juga capek banget, tapi saya berusaha nggak mati sendiri, tetap fokus, dan main tenang. Tadi sempat hampir mau menyerah karena sudah lelah dan napas habis, tapi saya ingat pesan pelatih supaya jangan panik dan jangan kasih poin gratis,” ucap Bella. Di pertandingan final, Bella juga menunjukkan kedewasaan mental sebagai atlet muda yang terus berkembang. Ia mengaku turnamen ini memberinya banyak pelajaran berharga tentang bagaimana menjaga fokus dan mengontrol permainan. “Dari pertandingan ini, saya tahu kalau masih suka melakukan kesalahan sendiri terutama di awal pertandingan. Jadi, ke depan harus bisa lebih sabar dan lebih siap sejak gim pertama. Semoga tahun depan bisa ikut Sirnas lagi dan meraih lebih banyak prestasi sampai bisa masuk pelatnas,” ujarnya. Sementara pemain andalan dari PB Cahaya Lumajang, Ahza Catur Anugrah sukses menorehkan pencapaian besar pertamanya di turnamen skala nasional karena berhasil menjadi juara di Polytron Muria Cup Sirnas C 2025. Keberhasilan itu diraihnya ketika membuat kejutan dengan memenangi partai final Tunggal Pemula Putra U-15 melawan unggulan pertama, Rafi Qabilah Fathurrahman asal PB Taqi Arena Badminton Academy. Catur menyudahi perlawanan tangguh Rafi selama 57 menit dan memastikan status juara lewat drama tiga gim 19-21, 21-17, 21-16. “Luar biasa senang rasanya bisa juara di turnamen level nasional seperti Polytron Muria Cup Sirnas C 2025 ini. Sebelumnya saya sering mengalami kegagalan di turnamen-turnamen lain dan baru kali ini saya bisa juara di tingkat nasional. Saya bersyukur karena pencapaian ini berkat doa dan dukungan keluarga yang selalu diberikan untuk saya. Di final saya sempat tegang karena lawannya sering menjadi juara, tapi saya berusaha untuk sabar, main tenang, dan nggak buang-buang bola,” tutur Catur. Bagi atlet berusia 14 tahun ini, kesuksesan menjadi juara di Polytron Muria Cup Sirnas C 2025 adalah hasil dari latihan konsisten, evaluasi diri, dan semangat pantang menyerah. Ia mengaku selalu berusaha memperbaiki kesalahan dari setiap pertandingan. Keberhasilannya bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama PB Cahaya Lumajang semakin dikenal di kancah nasional. Atlet muda yang mengidolakan Jonatan Christie ini juga berharap prestasinya menjadi awal dari perjalanan panjang menuju mimpi yang lebih besar.  “Saya ingin terus berkembang, masuk pelatnas, kemudian suatu hari bisa jadi juara dunia. Kemenangan ini juga saya persembahkan untuk orangtua dan klub Cahaya Lumajang. Mereka selalu support saya, dan semoga kemenangan ini bisa bikin klub kami makin dikenal di Indonesia,” ucapnya. Diikuti oleh 1.238 atlet dari berbagai daerah di Indonesia, … Read more

Festival SenengMinton Kembangkan Bakat Muda Lewat Cinta Bulu Tangkis Sejak Dini

Para pemenang Festival SenengMinton Purwokerto 2025 yang berlangsung di Gedung Serba Guna GOR Satria Purwokerto, Sabtu 8 November 2025

PURWOKERTO, 8 November 2025 – Antusiasme bulu tangkis di kalangan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) terus berlanjut. Usai sukses digelar di Kudus dan Solo, Festival SenengMinton kini menyambangi kota Purwokerto untuk menularkan kecintaan terhadap olahraga bulu tangkis sejak dini. Sabtu (8/11), Gedung Serba Guna GOR Satria Purwokerto menjadi saksi keceriaan 480 siswa SD kelas 1–3 dari 16 sekolah, yang berpartisipasi dalam ajang SenengMinton Purwokerto 2025 yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah.  Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan Festival SenengMinton berawal dari niat sederhana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga bulu tangkis sejak belia melalui pendekatan yang ringan dan menyenangkan. Yoppy menuturkan format fun games dipilih agar para siswa dapat menikmati permainan sambil belajar. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal dari proses pembinaan yang berkesinambungan, sehingga kelak melahirkan regenerasi pebulutangkis berprestasi bagi Indonesia. “Melalui Festival SenengMinton, kami ingin menanamkan semangat sportivitas dan kecintaan terhadap bulu tangkis sejak dini. Kami percaya bahwa mencetak atlet hebat dimulai dari menumbuhkan rasa gembira saat berolahraga. Dengan pendekatan yang fun dan inklusif, kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang bermain, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya generasi penerus bulu tangkis Indonesia yang tangguh dan berprestasi,” kata Yoppy. Wakil Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika, menyambut gembira antusiasme peserta Festival SenengMinton Purwokerto 2025. Pemilihan Purwokerto sebagai tuan rumah kali ini didasari atas semangat dan aktivitas bulu tangkis yang tinggi. Antusiasme yang ditunjukkan oleh para siswa dan guru menurutnya menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga bulu tangkis di kawasan Purwokerto. “Purwokerto kami pilih karena kami melihat semangat bulu tangkis di kota ini begitu hidup, baik dari kalangan murid maupun para guru. Melalui Festival SenengMinton, kami ingin membangun pathway di akar rumput yang kuat agar anak-anak bisa mengenal dan mencintai bulu tangkis sejak dini. Kegiatan ini memang bukan sekadar perlombaan, tetapi juga upaya menumbuhkan minat di lingkungan sekolah agar lahir kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis. Dengan begitu, para peserta dapat berkembang hingga ke klub dan menjadi bagian dari sistem pembinaan yang berjenjang,” ujar Yuni. Yuni menambahkan, meskipun proses pembibitan di tingkat klub di Jawa Tengah telah berjalan cukup baik, namun tahap pengenalan di akar rumput masih perlu diperkuat agar regenerasi atlet dapat berjalan secara menyeluruh, terstruktur, dan berkelanjutan. “Melalui Festival SenengMinton, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi siswa untuk merasakan pengalaman pertama bermain bulu tangkis dengan cara yang menyenangkan dan penuh semangat. Kami yakin dari kota-kota seperti Purwokerto akan tumbuh talenta-talenta bulu tangkis yang berkarakter, tangguh, dan kelak mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Kami ingin memastikan bahwa prestasi bulu tangkis Indonesia akan terus terjaga dan berkembang di masa depan,” tutupnya. Festival SenengMinton Purwokerto 2025 menerapkan sistem perorangan dengan penilaian pemenang berdasarkan catatan waktu tercepat. Untuk peserta kelas 3, terdapat lima jenis rintangan yakni Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock dan Zig Zag Run. Sementara untuk peserta kelas 1 dan 2, perlombaan Service to Target ditiadakan dari kelima perlombaan. Pada Service to Target, peserta melakukan service lurus dengan memasukkan shuttlecock ke dalam bidang target warna yang ditentukan. Shuttle Run berlari dari titik tengah mengambil kok, kemudian memindahkan ke sisi seberangnya, siswa berhasil menyelesaikan rintangan ialah yang berhasil memindahkan semua kok. Pyramid Shuttlecock, menyusun kok berbentuk piramid sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Sementara Throwing The Shuttlecock melempar kok ke dalam lubang target. Zig Zag Run berlari melalui halang rintang secara zig zag. Usai menyelesaikan seluruh perlombaan tersebut, peserta harus menekan tombol timer selesai. Masing-masing games dirancang untuk melatih motorik, koordinasi, serta mengenalkan dasar-dasar teknik bulu tangkis dalam bentuk permainan yang menyenangkan. Setiap sekolah mengirimkan 6 siswa kelas 1 yang terdiri dari 4 putra dan 2 putri. Sedangkan untuk kelas 2 terdapat 10 peserta tiap sekolah dengan komposisi 6 putra dan 4 putri. Pada kategori kelas 3, per sekolah mengirimkan14 siswa yang terdiri dari  8 putra dan 6 putri. Usai Kudus, Solo dan Purwokerto, Festival SenengMinton 2025 juga akan diselenggarakan di kota Semarang pada 20 November dan Magelang pada 11 Desember mendatang. Adu Kecepatan, Raih Hasil Terbaik Tak hanya peserta, antusias dan semangat membara dalam ajang Festival SenengMinton Purwokerto juga datang dari sekolah, salah satunya SDN Pangebatan yang mengirimkan 30 siswa untuk ikut berpartisipasi. Bukan tanpa alasan, Guru Olahraga SDN Pangebatan Nely Fajrijah mengakui pihak sekolah telah membuka ekstrakulikuler bulu tangkis untuk siswa kelas 1 hingga kelas 5. Nely yang juga mencintai dunia bulu tangkis dengan sabar memperkenalkan hal apa saja yang ada dalam badminton kepada para muridnya setidaknya seminggu sekali. “Kebetulan di sekolah kami menggunakan Balai Desa Pangebatan untuk berlatih bulu tangkis dan respon para siswa sangat antusias. Mereka belajar bagaimana cara memegang raket, cara melempar kok melewati net hingga service. Saya berharap siswa yang ikut Festival SenengMinton tidak hanya berhenti di sini tapi bisa meneruskan bergabung dengan klub, apalagi melihat dukungan penuh dari orang tua jadi saya yakin mereka bisa menggapai impian mereka jadi atlet bulu tangkis,” kata Nely. Di sisi lain, Naufal Cahya Ramadhan dari SDN 1 Jurangbahas Wangon mencatatkan waktu terbaiknya 00:59.89 detik dan menjadi juara Festival SenengMinton Purwokerto 2025 kategori kelas 3. Naufal mengaku mempersiapkan diri untuk ikut perlombaan ini lantaran ingin menekuni lebih dalam dunia bulu tangkis. “Memang suka bulu tangkis sejak kelas 2, sering bermain dengan teman-teman di GOR hanya main aja. Soalnya main badminton itu seru banget. Latihan di GOR itu juga aku sendiri yang pengen karena cita-citanya mau jadi atlet bulu tangkis,” kata Naufal. Para pemenang Festival SenengMinton di tiap lomba mendapat piala, uang pembinaan, dan hadiah dari sponsor yaitu MilkLife, Dua Kelinci, Aice, Hundred dan produk Savoria. Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan goodie bag dari MilkLife, Dua Kelinci, produk Savoria dan Aice.  Berikut daftar pemenang Festival SenengMinton Purwokerto (nama peserta – nama sekolah – catatan waktu): Kelas 1 Putra Juara   : Hafizh Zikri Ramadhan – SDN 1 Karangpucung – 00:44.43 Runner-up : Mika Mustafa Bakri – SDN Patikraja 000:44.66 Semifinalis : Praga Sagan Pratama – MI Ma’arif NU 1 Pageraji – 00:44.83 Kelas 1 Putri Juara   : Adzkiya Khansa Pramita – SDN 1 Jurangbahas Wangon – 00:47.72 Runner-up : … Read more

Asian Youth Games 2025: Bulu Tangkis Sumbang Emas Ketiga Indonesia

Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani

Ganda campuran bulu tangkis Indonesia, Pramono Raihan/Candani Athresia, sukses menyumbang medali emas ketiga bagi kontingen Indonesia di Asian Youth Games 2025. Mereka mengalahkan pasangan Hong Kong, Cheung Sai Shing/Chu Wing Chi, di final dengan skor 21-11 dan 21-17. Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi emas, tetapi juga mendongkrak posisi Indonesia ke peringkat 14 klasemen medali dengan total 26 medali. Tiga cabor yang mendapat medali tertinggi adalah Pencak Silat, Angkat Besi, dan Bulutangkis. Medali emas pertama untuk Indonesia di AYG 2025 diraih oleh Furgon Habbil Winata di cabor pencak silat nomor 51-55 kilogram putra. Sedangkan emas kedua dipersembahkan oleh Muhammad Rijal Abdilla di cabor angkat besi kelas 60 kilogram putra. Indonesia adalah negara Asia Tenggara ketiga dengan perolehan medali terbanyak sejauh ini. Di atas mereka, ada Thailand yang bertengger di posisi kelima klasemen sementara. Kemudian ada Filipina di posisi ke-11. Thailand mengemas 13 emas, 14 perak, dan 13 perunggu. Sementara Filipina mengantongi enam emas, tujuh perak, dan sembilan perunggu.

Janice dan Aldila Raih Gelar Juara Ganda Chennai Open

Janice dan Aldila

Duo petenis Indonesia Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi berhasil meraih gelar ganda WTA 250 Chennai Open di India. Janice/Aldila yang menempati unggulan kedua sukses mengalahkan unggulan teratas pasangan Australia-Rumania Monica Niculescu/Storm Hunter dengan skor 7-5, 6-4, demikian WTA. Keduanya sukses mengonversi empat dari enam break point atau sekitar 66,7 persen lebih banyak dari lawannya yang mengonversi dua dari empat peluang break point. Servis kuat masih menjadi senjata besar Aldila dan Janice dengan 77,5 persen poin servis pertama. Duet petenis Indonesia tersebut juga mencatatkan satu ace selama satu jam 21 menit laga final berlangsung. Dalam perjalanan meraih gelar, Janice/Aldila harus mengalahkan petenis Indonesia lainnya, yakni Priska Nugroho, yang berpasangan dengan Sofya Lansere pada babak pertama dengan rubber set. Selanjutnya, Janice/Aldila melangkah mulus ke semifinal dengan kemenangan straight set atas pasangan tuan rumah. Namun, mereka mendapatkan perlawanan cukup keras dari pasangan India lainnya pada semifinal untuk menyelesaikan pertandingan dengan rubber set. Gelar di Chennai merupakan gelar bersama pertama ganda WTA bagi pasangan Janice dan Aldila. Pada awal Oktober mereka sukses menjuarai ajang di Suzhou, namun gelar tersebut tidak masuk dalam hitungan WTA dikarenakan ajang level 125 WTA serupa dengan Challenger. Bagi Janice, kemenangan tersebut merupakan gelar kedua setelah meraih gelar ganda WTA 250 Guangzhou Open di China pekan lalu. Chennai Open juga menjadi saksi kesuksesan Janice meraih gelar tunggal WTA pertama, melengkapi kesuksesan sebelumnya, menjuarai WTA 125 Jinan di China pada pertengahan Oktober.

Janice Tjen Juara dan Cetak Sejarah di Chennai

Janice Tjen Juara dan Cetak Sejarah di Chennai Open 2025

Petenis muda Indonesia, Janice Tjen , mengukir sejarah usai keluar sebagai juara Chennai Open 2025. Pasalnya, Janice berhasil memecahkan puasa gelar tunggal putri di turnamen WTA Tour selama 23 tahun lamanya. Janice mengunci gelar juara usai kalahkan Kimberly Birrell lewat dua set langsung dengan skor 6-4 dan 6-3. Pertandingan tersebut berlangsung di SDAT Tennis Stadium, Chennai, India, Minggu (2/11/2025) malam WIB. Kemenangan yang berhasil dikunci itu juga sekaligus mengakhiri puasa gelar tunggal putri Indonesia di WTA Tour selama 23 tahun. Terakhir kali, petenis Indonesia yang menjuarai rangkaian WTA Tour adalah Angelique Widjaja pada 2002 silam. “Kemenangan ini memecah puasa gelar tunggal putri di WTA Tour selama 23 tahun sejak Angelique Widjaja menjuarai Pattaya Open tahun 2002,” tulis akun instagram resmi PELTI, Senin (3/11/2025). Kesuksesan Janice di Chennai Open 2025 sekaligus mempertegas bahwa dirinya sudah berada di level elite dunia. Gelar juara tersebut juga membuat ranking WTA dirinya melesat 29 tingkat ke peringkat 53 dunia. “Sangat fantastis dan mungkin belum pernah terjadi sebelumnya. Terus melangkah, Janice! Indonesia bangga padamu!,” lanjut PELTI.

Indonesia Masters II 2025: Ubed Podium Teratas

Moh. Zaki Ubaidillah

Pemain bulu tangkis tunggal putra Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah, sukses menjuarai Indonesia Masters II 2025, setelah menundukkan wakil China, Dong Tian Yao, Minggu (26/10). Bertanding di GOR PBSI, Medan, Sumatra Utara, Ubed, sapaannya, menang straight games 21-11, 21-8 dalam tempo 30 menit. “Pertama–tama saya mau mengucap syukur karena hari ini diberikan kemenangan tanpa cedera dan pertandingan berjalan cukup lancar,” kata Ubed melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI. Atlet asal Sampang, Madura, Jawa Timur ini menuturkan, awal pertandingan berlangsung ketat, tetapi ia tetap berupaya tenang dan meningkatkan fokusnya. Ia mengaku sudah menyiapkan strategi sejak awal, menyadari Dong dengan postur tinggi akan berusaha menyerang lebih dulu. “Jadi saya sudah siap dengan itu, saya ambil posisi lapangan ‘kalah angin’ dulu dengan mindset siap capek dan siap ngadu di lapangan,” ujarnya. “Dari buangan bola saya juga berusaha untuk mengontrol dan membatasi serangan lawan, dalam posisi menyerang pun saya tidak mau buru-buru,” Ubed, menambahkan. Setelah dua kali meraih medali perak pada BWF World Junior Championships 2025 beberapa pekan lalu, Ubed akhirnya sukses menjadi juara di Indonesia Masters 2025. Ia merasa sangat gembira dengan pencapaian ini, sekaligus mendapatkan semangat tambahan dari dukungan penonton yang memadati arena pertandingan. “Kemenangan ini saya persembahkan untuk kedua orang tua dan keluarga saya yang selalu mendoakan saya. Untuk Indonesia, PBSI, dan PB Djarum,” katanya. “Target ke depan, semoga lebih baik lagi dan bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi,” demikian Ubed. Selain itu, Indonesia mampu mengamankan gelar dari nomor ganda putri. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva mampu mengungguli juniornya, Isyana Meida/Rinjani Nastine. Apri/Fadia menang dengan skor 21-11, 21-17. Dengan demikian, Indonesia mampu mengamankan empat gelar juara.