Ratusan Atlet Bersaing di Test Event, Cabang Kurash Incar Satu Medali Emas Asian Games 2018

Sebanyak 8 negara mengikuti test event Asian Games 2018 cabang kurash di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, 5-6 Mei 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar Kurash Indonesia (PBKI) menggelar Test Event Asian Games 2018, di Hotel Sultan Senayan, Jakarta, 5-6 Mei 2018. Pada test event ini setidaknya 8 negara turut berpartisipasi yakni Indonesia selaku tuan rumah, Korea Selatan, Taiwan, India, Afghanistan, Iran, Vietnam, Palestina, dan Singapura. Sedangkan kelas yang dipertandingkan di putra adalah di kelas berat -66 kg, -90 kg, +90 kg. Dan, di putri yakni -52 kg, -63 kg, dan -78 kg. “Dari 8 negara ini, masing-masing mengirimkan 14 atlet, kecuali Singapura yang hanya mengirimkan 3 atlet. Jadi, sekitar 100 atlet yang mengikuti test event ini,” ujar Barnes Mahardika, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PBKI, Sabtu (5/5). Ia melanjutkan test event ini merupakan persiapan menuju Asian Games 2018. “Ini adalah pertandingan internasional Kurash pertama di Indonesia dan kami akan berjuang keras untuk kegiatan ini sehingga bisa mencapai prestasi di Asian Games mendatang,” lanjutnya. Sebelumnya, PBKI melaksanakan Seleksi Nasional (Seleknas) pada Januari 2017, guna mencari atlet-atlet terbaik yang diproyeksikan ke Asian Games 2018, di Pusat Latihan Nasional Judo Ciloto, Jawa Barat. Dan, telah menjaring 8 atlet yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang menjalani persiapan sebelum mengikuti pertandingan Kurash di pesta olahraga akbar empat tahunan di Asia itu. Terkait peluang di Asian Games 2018, PBKI mentargetkan meraih satu medali emas. “Peluang terbesar itu ada di kelas putri. Untuk putra masih butuh lebih banyak pelatihan dan pengalaman bertanding guna bersaing dengan negara-negara Asia,” tambahnya. “Kami juga akan mengirimkan 14 atlet untuk melakukan try out ke Iran, Taiwan dan Korea selama 3 pekan, pada Juni hingga Juli 2018,” tutup Barnes. (Adt)

Dijajal Pebalap Timnas, Velodrome Asian Games 2018 Mulai Bisa Digunakan

Pembangunan Jakarta Internasional Velodrome (JIV) Rawamangun, Jakarta Timur, kini telah mencapai 87 persen, dan dijadwalkan rampung pada bulan Mei mendatang. (Pras/NYSN)

Jakarta- Jakarta Internasional Velodrome (JIV) Rawamangun, Jakarta Timur, yang akan digunakan untuk Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, 18 Agustus – 2 September mulai diuji pebalap timnas karena pembangunannya mendekati final. “Memang benar, hari ini velodrome dicoba oleh pebalap timnas. Mereka yang pertama kali merasakan velodrome ini sebelum pebalap lain. Keren banget,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari, Kamis (3/5). Pebalap timnas yang bisa dikatakan mendapat berkah untuk mencoba lintasan balap yang terbuat dari kayu untuk pertama kalinya ini adalah tiga pebalap putra yaitu Projo Waseso, Puguh Admadi, Terry Yuda, Crismonita Dwi Putri dan Elga Kharisma Novanda. Menurut dia, VIJ yang dibangun khusus untuk kejuaraan empat tahunan ini sesudah mendapatkan sertifikasi khususnya untuk panjang lintasan balap. Adapun panjang dari lintasan adalah 250,0007 meter dan untuk empat putaran sepanjang 1.000, 0028 meter. Berdasarkan sertifikasi awal yang ditandatangani per 30 April ini, VIJ direkomendasikan ke federasi balap sepeda dunia atau United Cycling Internasional (UCI), untuk dijadikan velodrome kategori satu, atau bisa menggelar world class. Harapannya sertifikasi dari UCI secepatnya keluar. “Terkait status sertifikasi dari UCI, kami belum tahu. Yang jelas prosesnya terus berjalan setelah tes ini. Mungkin sekitar dua pekan kedepan,” kata pria yang juga menjadi ketua penyelenggara Asian Paragames 2018 atau INAPGOC itu. Tes lintasan balap di VIJ melibatkan banyak pihak. Selain pebalap pemusatan latihan nasional (pelatnas) dan PB ISSI, pelaksanaannya dipantau langsung oleh sang arsitek velodrome, Ralph Schuurman serta dari perwakilan UCI, Erik Weispfennig. Saat ini, kata Okto pihaknya masih akan menunggu surat resmi dari UCI. Kata dia, selama tes lintasan sudah memberikan pandangan positif terhadap velodrome tertutup pertama kali di Indonesia ini. “Tantangan terbesar adalah menjaga agar kelembaban suhu selalu 50-70 persen. Selain itu harus steril dari burung maupun tikus,” kata pria yang juga promotor tinju profesional itu. Cabang balap sepeda merupakan salah satu cabang yang diharapkan mampu menyumbangkan medali emas untuk kontingen Indonesia. Selain dari disiplin trek, harapan medali juga datang dari road race, BMX, cross country dan downhill. (Adt)

Asian Games Goes to School Sambangi SMPN 115 Tebet, Tanamkan Nilai Olahraga ke Pelajar

Jakarta- Sebagai bagian dari upaya menyemarakkan gelaran Asian Games 2018, Agustus-September, Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) mengadakan kunjungan ke 18 sekolah terpilih di Jakarta dan Palembang (Sumatera Selatan) dalam event bertajuk ‘Asian Games Goes to School’. Tujuan event ini adalah menanamkan nilai-nilai olahraga pada para pelajar Indonesia yakni sportifitas, disiplin dan kerja keras. Pada Kamis (3/5), INASGOC mengunjungi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 115, Tebet Timur, Jakarta Selatan. Dalam event itu, INASGOC menggelar kompetisi, games, serta coaching clinic yang menghadirkan dua punggawa Klub Bola Basket Pelita Jaya (PJ) Andrey Mahardika dan Gabriel Batistuta Risky, serta storytelling. Melalui kegiatan ini, INASGOC berharap dapat memberikan dampak positif bagi kaum pelajar di Tanah Air. Yurianto, Kepala Sekolah SMPN 115, mengatakan pihaknya menyambut positif event ini dan berharap pada pelaksanaan Asian Games 2018, Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lain untuk menjadi yang terbaik. “Event ini menanamkan cinta olahraga kepada generasi muda terutama kalangan pelajar. Mereka juga bisa menerapkan disiplin dan kerja keras dalam meraih prestasi,” ujar Yurianto. “Harapannya tentu saja Indonesia tak hanya sukses menggelar Asian Games 2018, tapi juga sukses dalam mengukir prestasi. Sehingga dengan demikian bisa bersaing dengan negara-negara lain yang memang sudah lebih maju olahraganya dari Indonesia,” tambahnya. Sementara, Najeela Shihab, Pegiat Pendidikan, menegaskan perhelatan Asian Games 2018 memberikan dampak sangat positif bagi anak Indonesia karena bisa menjadi inspirasi dan sumber belajar tentang nilai-nilai yang penting dari olahraga. “Bukan hanya soal kekuatan fisik, tapi juga kecerdasan intelektual berkait strategi permainan, kecerdasan sosial-emosional saat menghadapi tekanan,” tuturnya. “Tidak semua anak akan berprestasi gemilang di bidang olahraga, tapi pembiasaan hidup sehat, apresiasi terhadap kerja keras dan juga kebanggaan sebagai warga negara bisa tumbuh dari perhelatan olahraga seperti Asian Games ini,” tambah Najeela. (Adt)

Singkirkan SMA Kharisma Bangsa, Tim Putri SMA Saint John’s Melenggang ke Final

Tim putri SMA Saint John’s Serpong (putih) akhirnya tampil di final, pasca menyudahi permainan tuan rumah, SMA Kharisma Bangsa, dengan skor 33-10, pada (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putri SMA Saint John’s Serpong melangkah ke partai puncak turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Melakoni laga krusial di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Senin (30/4), mereka berhasil menyingkirkan SMA Kharisma Bangsa dengan skor 33-10. Mengawali kuarter pertama, skuat SMA Kharisma Bangsa langsung menggebrak. Hasilnya, dua angka cepat diraih Alisiah Rezky dkk, 2-0. Namun, SMA Saint John’s membalas lewat tembakan tiga angka, skor berubah 2-3. Devyne Evelyne dkk mampu menjaga jarak angka dengan SMA Kharisma Bangsa hingga berhasil menutup kuarter ini dengan skor 10-3. Memasuki kuarter kedua, tim asal Serpong itu masih mendominasi pertandingan. Beberapa kali Devyne membuat pembeda di partai penentu ini. Tambahan 10 angka cukup bagi SMA Saint John’s membungkus keunggulan pada kuarter kedua, 20-3. Di kuarter ketiga, pertandingan berjalan seru. Kedua tim saling memberikan ancama ke daerah pertahanan lawan. Namun, konsistensi yang ditunjukkan anak didik Agung Christyantho itu membuat skuat SMA Kharisma Bangsa kerepotan. Hasilnya, SMA Saint John’s mengunci kuarter ini dengan keunggulan 27-6. Pada kuarter akhir, SMA Saint John’s tak mengendorkan permainan. Para pemain juga berkontribusi untuk mencetak angka. Tambahan 5 angka sukses diraih SMA Saint John’s, beda satu angka dengan hasil yang diraih SMA Kharisma Bangsa. Kuarter inipun berakhir untuk keunggulan SMA Saint John’s, 33-10. “Gameplan sukses. Kami berhasil ke partai final bertemu dengan tim putri SMAN 6 Depok. Meski di pertandingan kali ini starting five tidak komplit, tapi kami masih bisa show-up dan memenangi laga penting ini,” terang Agung, arsitek SMA Saint John’s usai laga. “Para pemain juga mampu memperlihatkan kemampuannya. Ini dibuktikan tim dengan minimnya turn over. Menghadapi SMAN 6 Depok nanti, meski diawal pertandingan tim kami pernah mengalami kekalahan, namun di final kami akan melakukan persiapan lebih baik lagi. Perbaikan kami lebih kepada mental tanding,” lanjutnya. Sementara, walaupun timnya mampu unggul atas SMA Kharisma Bangsa, namun Devyne mengakui pertandingan tersebut berlangsung sengit. “Soalnya kedua tim tampil fight. Secara tim komunikasi diantara kami juga lancar. Selain itu, kondisi tubuh para pemain dalam kondisi fit,” tuturnya. “Meski beberapa pemain inti kami tak bermain. Tapi, saling percaya diantara sesama pemain, jadi siapapun yang dimainkan tidak masalah dan semua bisa berkontribusi untuk tim. Buktinya kami memenangkan pertandingan ini. Yang penting menjaga kondisi badan selalu fit. Semoga chemistry sesama pemain makin baik,” tutupnya. (Adt)

Tampil Militan, SMAN 3 Kota Tangerang Menang Tipis Dari SMA Saint John’s Serpong

Tim putra SMAN 3 Kota Tangerang (abu-abu) bermain militan, saat berjumpa SMA Saint John’s Serpong, dan unggul dengan skor akhir sangat ketat 40-39. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putra SMAN 3 Kota Tangerang bermain militan saat berjumpa SMA Saint John’s Serpong, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, pada Senin (30/4). Meski tertinggal di kuarter satu dan dua, namun anak didik Thomy Hendrawan merebut keunggulan di dua kuarter tersisa atas SMA Saint John’s. Mereka menang tipis 40-39. SMA Saint John’s langsung mengambil inisitif serangan pada kuarter pertama. Bahkan mereka mampu unggul lebih dahulu berkat tembakan tiga angka dari salah satu pemainnnya, 3-0. Tak tinggal diam, SMAN 3 mencoba mengimbangi hingga bisa menyamakan kedudukan 3-3. Di waktu lima menit tersisa, tim asal Serpong, Tangerang Selatan itu tetap memimpin hingga menutup kuarter pertama dengan keunggulan 13-10. SMAN 3 terus berusaha mengejar dan menipiskan ketertinggalan pada kuarter kedua. Beberapa kali serangan yang mereka lancarkan sempat merepotkan barisan SMA Saint John’s. Namun, SMAN 3 harus mengakui keunggulan skuat SMA Saint John’ s yang mengunci kuarter ini dengan skor 18-16. “Lawan tampil greget di awal-awal pertandingan. Angka kami selalu tertinggal di kuarter pertama dan kedua. Tapi, di kuarter berikutnya pertandingan sangat seru. Kami mulai menemukan momentum yang bagus, meski angkanya selalu beda tipis, tapi kami bisa memenangi pertandingan ini,” ujar Prawira Setyo, center SMAN 3 usai laga. Memasuki kuarter ketiga, SMAN 3 mampu membalikkan keadaan. Permainan Prawira dkk makin agresif. Mereka juga berhasil memaksimalkan kesempatan untuk menambah pundi-pundi angka. SMAN 3 terus memberikan ancama ke daerah pertahanan lawan. Prawira berhasil memanen dua angka setelah bola yang dilesakkan tepat masuk ke keranjang SMA Saint John’s. Kedudukan sama 18-18. SMA Saint John’s berhasil membalas lewat tembakan tiga angka dari Gunawan, 23-18. SMAN 3 makin tertinggal hingga skor 27-23. Daffa Dhaffran Hari, small forward SMAN 3 mampu membuat skor imbang 13-13. Sisa satu menit, SMA Saint John’s mencetak dua angka, 29-27. Dzulfiqar Farrel, shooting guard SMAN 3 sukses meraih tiga angka. Mereka pun memimpin 30-29. Akhirnya, SMAN 3 mampu membungkus kuarter ini dengan keunggulan 32-31. Di kuarter penentu, skuat SMA Saint John’s yang mulai kurang fokus hingga kerap gagal menuntaskan serangan dimanfaatkan oleh tim Kota Tangerang itu untuk sedikit menjauh. SMAN 3 langsung unggul 34-31. Calvin Gunawan, point guard SMA Saint John’s berhasil menyamakan kedudukan 36-36. Tembakan bebas, Prawira mampu menjaga marjin angka atas lawan, 40-36. SMA Saint John’s memangkas defisit angka dari SMAN 3, menjadi 40-39 yang sekaligus menandai berakhirnya kuarter ini. Abraham Alexander, point guard SMA Saint John’s, mengaku pada kuarter pertama dan kedua timnya masih fresh sehingga masih bisa fokus melakoni laga. “Masuk kuarter tiga dan empat kami mulai kelelahan. Dari angka kami juga tertinggal. Memang kami akui lawan memiliki fisik yang lebih baik. Pemain mereka juga mampu menciptakan kesempatan untuk menghasilkan angka demi angka. Mereka pantas untuk meraih kemenangan,” tutur Abraham. Sementara, juru ramu SMAN 3, Thomy Hendrawan, menyebut skuat yang dimiliknya mampu bermain lepas. “Lawan memiliki jam terbang lebih banyak. Mungkin itu yang membuat kuarter satu dan dua kami tertinggal. Istilahnya telat panas. Namun, disisa kuarter kami berhasil unggul. Laga ini para pemain juga tampil lebih percaya diri, terutama untuk Prawira dan Farrel. Semangat yang ditunjukkan sangat luar biasa,” tutup Thomy. (Adt)

Menang WO Atas SMAN 13 Depok, Tim Putri SMAN 6 Depok Kunci Tiket Final

Tim putri SMAN 6 Depok (putih) melaju ke babak final NYSN High School Basketball Cup 2018, usai menang WO atas SMAN 13 Depok, Senin (30/4). (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putri SMAN 6 Depok meraih hasil sempurna pada turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (30/4). Anak asuh Reffvin Nuardy Erdiham itu menang walk over (WO) atas SMAN 13 Depok. Ini menjadi kemenangan keempat bagi Reihani Zaida dkk. Sebelumnya, mereka juga sukses meraih kemenangan yakni melawan SMA Saint John’s Serpong (44-390), SMA Kharisma Bangsa (52-8), dan SMA Yadika 2 Jakarta (WO). Dengan hasil itu mereka mengunci tiket final yang akan berlangsung pada akhir pekan ini. Reffvin, arsitek putri SMAN 6, mengatakan menghadapi pertandingan kali ini sebenarnya timnya telah mempersiapkan diri dengan baik. Namun, lanjutnya, tanpa kehadiran lawan membuat skuatnya merasa kecewa. “Tim kami sudah jauh-jauh datang pada hari ini untuk bertanding, tapi lawan tidak hadir. Ini cukup mengecewakan. Di pertandingan sebelumnya juga ada tim yang tidak hadir, sehingga kami menang WO,” tutur Reffvin. “Kami berharap mereka lebih bisa menghargai panitia turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ ini yang sudah mempersiapkan pertandingan kali ini,” lanjutnya. “Kemungkinan besar kami akan bertemu dengan SMA Saint John’s di final nanti. Persiapannya adalah memaksimalkan latihan serta selalu melakukan aktifitas bersama, sehingga sesama pemain bisa makin dapat chemistry-nya,” tambah saudara kembar Revin itu. Hal senada diungkapkan Reihani. Point guard SMAN 6 itu mengaku dirinya bersama tim telah mempersipkan gim ini dengan baik. “Kecewa pasti. Apalagi saya sebenarnya ada presentasi Biologi, tapi izin untuk mengikuti pertandingan hari ini. Yang pasti kami optimis menatap partai final siapapun lawan yang akan kami hadapi nantinya,” cetusnya. (Adt)

Soal Venue Asian Games 2018, Wapres Jusuf Kalla Optimis Kelar Juni

Wapres Jusuf Kalla didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Semenpora Gatot S Dewa Broto meninjau renovasi Stadion Patriot Candrabaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/4). (Kemenpora)

Jakarta- Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono serta Sekertaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Gatot S Dewa Broto meninjau renovasi Stadion Patriot Candrabaga, di Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (27/4) pagi. Salah satu tahapan renovasi stadion adalah selesainya proses penggantian rumput stadion berjenis Zoysia Matella, serta pembenahan saluran air pada bagian bawahnya agar tidak terjadi genangan ketika hujan turun. Selain itu, pemasangan kamera pengawas (CCTV) dari semula hanya 20 unit, kini ditambah menjadi 50 unit. Kemudian pemasangan papan skor, penomoran koridor, pembenahan lorong pemain, serta ruang ganti pemain. Wapres JK bersama rombongan berada di stadion sekitar 20 menit. Ia melanjutkan ke venue jet ski di Pantai Indah Ancol, Jakarta Utara. Sementara untuk venue cabang layar di Perumahan Metro Marina, Ancol Barat, Jakarta Utara. Untuk pembangunan infrastruktur venue layar yakni seluas 16,6 hektare yang terdiri dari gudang layar, bangunan kantor serta area penunjang. Sedangkan pembangunan infrastruktur venue jetski memiliki luas area 18,4 hektare yang terdiri dari bangunan utama, dermaga, serta bangunan penunjang. Wapres JK meyakini pembangunan serta renovasi venue atau arena yang akan digunakan untuk Asian Games 2018 bakal rampung pada Juni mendatang. “Tak ada kendala pembangunan infrastruktur venue dam persiapan keseluruhan Asian Games 2018,” ujar Wapres kepada pewarta. “Pembangunan venue jet ski dan layar untuk Asian Games 2018 akan selasai pada Juni. Apalagi cabor layar pada Juni akan mengelar test event di tempat ini, jadi Juni itu harus segera selesai,” lanjutnya. Sementara, Gatot Dewa Broto, mengatakan kunjungan ini dilakukan untuk memastikan bahwa tempat yang akan menjadi perhelatan akbar terbesar setelah olimdiade itu dapat berjalan dengan baik serta lancar dan sesuai target yang diharapkan. “Kunjungan ini adalah kunjungan yang bagus dari Wapres. Meskipun Wapres sudah berkali-kali datang kesejumlah venue, tapi paling tidak kunjungan ini bagi Wapres akan mendapatkan gambaran yang terbaru soal mana yang sudah siap dan mana yang belum,” tuturnya. Ia menambahkan bila makin cepat akan bagus karena sesuai janji Indonesia kepada OCA (Dewan Olimpiade Asia). “Bagi atlet akan lebih bagus lagi karena akan dipakai untuk latihan. Tapi yang jelas target penyelesain venue pada Juni. Kami optimistis dua venue itu bakal kelar Juni,” tutupnya. (Adt)

Lakoni Laga Ketiga, Putri SMA Kharisma Bangsa Kandaskan Perjuangan SMAN 13 Depok

Putri SMA Kharisma Bangsa (putih) menyudahi permaianan SMAN 13 Depok, pada Jumat (27/4), dengan skor 16-13, dalam lanjutan ‘NYSN High Scholl Basketball Cup 2018'. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim Putri SMA Kharisma Bangsa mampu mengandaskan perjuangan SMAN 13 Depok, di Hall Basket Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (27/4). Menderita kekalahan atas SMAN 6 Depok, lalu menang walk over (WO) atas SMA Yadika 2 Jakarta, memberikan pelajaran berharga bagi anak asuh Ludovika Ajeng itu untuk memaksimalkan laga di gim ketiga ini. Mengawali kuarter pertama kedua tim masih mencari celah untuk memundi angka. Srikandi SMA Kharisma Bangsa beberapa kali melakukan percobaan tembakan. Namun masih gagal. Begitu juga sebaliknya dengan SMAN 13. Sepuluh menit kuarter berakhir kedua tim berbagi angka sama 2-2. Melakoni kuarter kedua situasi masih belum berubah. Kedua tim tetap kesulitan menambah angka. Lepas lima menit berjalan, beberapa kali pemain menerapkan kerjasama umpan-umpan pendek cepat. Hasilnya, SMA Kharisma Bangsa mengoleksi 10 angka, sedangkan lawan hanya menambah dua angka. Kuarter ditutup dengan skor 12-4. “Belajar dari pertandingan sebelumnya kami sudah melakukan persiapan lebih baik. Pelatih juga memberikan semangat ke tim untuk bermain lebih agresif. Ekspektasi dipertandingan ini juga lebih tinggi dari sebelumnya,” ujar Alisiah Rezky, Kapten Tim SMA Kharisma Bangsa usai laga. Masuk kuarter ketiga, dominasi Alisiah dkk tetap berlanjut. Mereka berusaha mencetak angka. Meski lawan juga tak mau tinggal diam. Tambahan 4 angka sudah cukup bagi wakil Tangerang Selatan itu untuk mengunci kuarter ini dengan skor 16-8. Selanjutnya, hingga akhir pertandingan marjin angka kedua tim tak beda jauh. Meski sempat terjadi insiden benturan antar pemain hingga memaksa salah satu skuat SMAN 13 ditarik keluar lapangan, namun permainan tetap dalam tempo tinggi. SMAN 13 berhasil menambah dua angka saat dua menit sebelum pertandingan berakhir. Tapi, itu belum cukup untuk mengimbangi perolehan angka SMA Kharisma Bangsa yang mengunci kuarter ini dengan skor 16-13. “Alhamdulilah kami meraih kemenangan. Memang ada pembenahan dari pertandingan sebelumnya. Saya tekankan kepada mereka bahwa bagaimanapun caranya pertandingan hari ini harus seru. Dan, syukur kemampuan mereka tadi keluar semua,” jelas Ajeng, arsitek SMA Kharisma Bangsa usai laga. Sementara, Ari Adiska, juru racik SMAN 13, mengaku tidak memberikan beban tinggi kepada anak asuhnya itu. Ia hanya ingin para pemain mendapatkan pengalaman bertanding sebagai bekal menghadapi event-event berikutnya. “Kami mengakui lawan lebih unggul. Tim juga jarang latihan bersama, karena yang kelas 10 masuk pagi, sedangkan kelas 11 masuk siang, sehingga susah untuk menyatukan mereka bisa berlatih bersama. Tapi, target dapat 10 angka di laga ini sudah tercapai, bahkan dapat lebih yakni 13 angka,” terang Ari. “Kami juga apresiasi untuk lawan terutama nomor punggung 26 (Alisiah Rezky). Bagi kami yang terpenting adalah memberitahukan kepada semua bahwa SMAN 13 juga memiliki tim basket putri. Soal kalah ataupun menang itu bukan persoalan serius bagi tim putri SMAN 13,” tambah Ari. Hal yang sama diungkapkan Raahil Jihan, salah satu skuat SMAN 13. Ia mengungkapkan timnya baru terbentuk dan belum berlatih secara intensif. “Kami tim baru sehingga, butuh waktu untuk membuat tim ini solid. Kedepan kami optimis bisa berbuat lebih baik lagi di turnamen berikutnya,” tukasnya. (Adt)

Misi Sukses, SMAN 13 Depok Hempaskan SMAN 3 Kota Tangerang

SMAN 13 Depok sukses mengunci perlawanan SMAN 3 Tangerang (abu-abu), pada Jumat (27/4), dengan skor 43-38, dalam lanjutan ‘NYSN High Scholl Basketball Cup 2018'. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- SMAN 13 Depok mengemban misi meraih kemenangan saat melakoni laga kelima turnamen basket ‘NYSN High Scholl Basketball Cup 2018′, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Jumat (27/4). Berjumpa SMAN 3 Kota Tangerang, anak didik Ari Adiska itu sukses menghempaskan lawan dengan skor 43-38. Kedua tim menurunkan formasi terbaik. Hasilnya, pertandingan berjalan ketat sejak wasit melakukan jump ball. Kedua tim saling ‘jual beli’ serangan. Lima menit berjalan skor 6-4 untuk SMAN 13. Jarak poin itu perlahan terkejar oleh SMAN 3, hingga mampu menyamakan kedudukan 10-10 di sisa dua menit pertandingan. Wakil Kota Tangerang itu menutup kuarter ini setelah tembakan bebas small forward Dhaffran masuk ke dalam keranjang SMAN 13, skor berakhir 11-10. “Di kuarter pertama kami masih bersaing dengan lawan. Setelah itu mereka lebih dapat momentum dan kuarter berikutnya menjadi milik SMAN 13. Catatan untuk tim adalah soal box out serta rebound yang buruk. PR kami menghadapi turnamen berikutnya,” ujar Thomy Hendrawan, arsitek SMAN 3 usai laga. Di kuarter kedua SMAN 13 berbalik unggul 16-13 usai tembakan salah satu pemainnya masuk. Angka kedua tim hanya selisih 1 angka di tiga menit sisa pertandingan 16-15 berkat aksi Dylan, point guard SMAN 3 yang memanen dua angka. Ilham yang sempat diistirahatkan kembali dimasukan oleh coach Ari di empat menit pertandingan berjalan. Point guard SMAN 13 itu berhasil menjauhkan angka timnya dari lawan usai melakukan ‘lay-up, skor berubah 22-17, dan menandai berakhirnya kuarter ini. Usai jeda, fast break SMAN 13 efektif. Lagi, Ilham mampu menjauhkan skor menjadi 27-17 usai melesakkan bola ke keranjang SMAN 3. Ia juga mampu memaksimalkan tembakan tiga angka. Skor tim berjuluk ‘Satelite’ itu menjauh 30-17. Kuarter ketiga ditutup SMAN 13 dengan skor 30-20. Pertarungan sengit kembali terjadi di kuarter akhir. Kedua tim tak mau mengalah. Wira, power forward SMAN 3 mampu menjaga jarak angka usai memanen dua angka, 32-25. Tembakan tiga angka shooting guard, Dzulfiqar Farrel, membuat marjin angka 36-30. Namun, tembakan bebas Ilham disisa 10 detik pertandingan mengunci kuarter keempat, 43-38 untuk keunggulan SMAN 13. “Kami berpikir di pertandingan ini bisa menang. Tapi, faktanya tim kami kalah bersaing. Kami banyak turn over. Meski bisa unggul di kuarter pertama, tapi di kuarter selanjutnya justru kami tertinggal jauh dari lawan. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi hasilnya kami belum beruntung,” tutur Farrel, Kapten Tim SMAN 3. Sementara, coach Ari menyebut keberhasilan timnya memenangkan pertandingan akibat gameplan berjalan sukses. Ia juga memberikan kesempatan kepada pemain cadangan untuk lebih banyak merasakan aura pertandingan para hari ketujuh turnamen. “Misi kami mencuri satu kemenangan di pertandingan hari ini sukses. Gameplan dan rotasi pemain berjalan baik. Kami sengaja melakukan rotasi hampir semua pemain agar pemain cadangan merasakan aura kompetisi, sehingga mereka tidak canggung lagi saat bertanding di turnamen berikutnya,” cetusnya. “Selebihnya saya memberikan apresiasi untuk Ilham. Memang dia salah satu pemain yang memiliki skill di atas rekan-rekan setimnya. Dia juga memiliki leadership yang baik saat berada di lapangan. Kehadirannya berguna untuk membangun komunikasi dan kerjasama tim,” pungkasnya. (Adt)

Lumat SMA Saint John’s, SMAN 13 Depok Incar Satu Kemenangan ke Partai Pamungkas

SMAN 13 Depok (abu-abu) tinggal meraih 1 kemenangan lagi guna menuju laga pamungkas NYSN High School Basketball Cup 2018, usai menekuk SMA Saint Johns’s Serpong (hitam) 30-15. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim basket putra SMAN 13 Depok memenangi laga melawan SMA Saint Johns’s Serpong, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, pada Kamis (25/4), dengan skor 30-15. Tim berjuluk Satelite itu mengincar satu kemenangan untuk bisa menjejak ke partai pamungkas. SMAN 13 mengawali laga langsung unggul 5-0, namun SMA Saint John’s tak menyerah dan mendekati perolehan poin lewat tembakan tiga angka, skor menjadi 7-3 untuk keunggulan lawan. Akhirnya SMAN 13 unggul 10-7 menutup kuarter pertama. SMA Saint John’s coba tancap gas di kuarter kedua. Mereka mendekat dalam perolehan angka 12-9. Tapi, SMAN 13 tak panik yang membungkus kuarter ini dengan skor 19-13. SMAN 13 terus mendominasi perolehan angka. Tambahan 7 angka dari anak asuh Aria Adiska itu sudah cukup untuk menyudahi perlawanan SMA Saint John’s yang hanya mampu memundi 2 angka dikuarter ketiga, skor akhir 26-15. Di kuarter akhir, SMA Saint John’s punya peluang, namun tak berhasil dimaksimalkan. Mereka bahkan tak berhasil memanen satu angka pun dikuarter ini. Sebaliknya, meski hanya mampu menambah 4 angka, namun itu sudah cukup bagi SMAN 13 untuk memenangi laga dengan skor 30-15. “Alhamdulillah bisa menang dipertandingan ini. Sebenarnya peluang banyak tapi gagl dimaksimalkan untuk menambah angka. Kami mengincar satu kemenangan lagi melawan SMA 3 Tangerang untuk pertandingan Jumat (27/4) sehingga bersaing ke partai puncak dengan SMAN 6 Depok,” terang Ari, arsitek SMAN 13 usai laga. “Meski kami memang, tapi saya masih kurang puas dengan pertandingan hari ini. Banyak kesempatan yang terbuang sia-sia. Selanjutnya kami harus bisa menang dipertandingan melawan SMAN 3 Kota Tangerang pada pertandingan berikutnya,” timpal Bagus Kumala Aji, shooting guard SMAN 13. Sementara, Kevin James, Kapten SMA Saint John’s, mengaku salah satu faktor penyebab timnya menderita kekalahan akibat kurangnya latihan ditambah jadwal pertandingan yang padat sehingga menguras fisik para pemain. “Masih perlu latihan lebih keras lagi. Untuk saya sendiri kurang puas karena tidak bisa memberikan kontribusi lebih bagi tim. Begitu juga dengan gameplan yang tidak berjalan mulus. Benar-benar butuh latihan yang lebih keras untuk bisa memenangi setiap laga,” cetus Kevin. (adt)

Benamkan SMAN 6 Depok, SMA Kharisma Bangsa Jaga Asa ke Partai Puncak

Meski jatuh bangun, tim SMAN 6 Depok (puith) takluk dari tim tuan rumah SMA Kharisma Bangsa dengan skor akhir 56-32 di NYSN High School Basketball Cup 2018. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan – SMA Kharisma Bangsa memelihara asa menuju partai puncak turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Pada hari keenam di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (26/4), mereka menundukan SMAN 6 Depok, 56-32. SMA 6 sempat memberi perlawanan sengit di awal kuarter. Dua angka berhasil dicetak, skor berubah 2-0. Namun, SMA Kharisma Bangsa membalas lewat aksi spektakuler pemain bernomor 9, Saddam Asyruna. Beberapa kali tembakan tiga angka dari pemain berpostur 176 cm itu sukses. SMA Kharisma Bangsa menutup kuarter ini dengan skor 18-10. Saddam dkk kembali menggebrak saat half time. Tambahan dua angka kembali dipanen anah asuk Ari Adiska itu masing-masing melalui Aofar, Satria dan Juzar, skor 35-21. SMAN 6 mencoba memangkas selisih angka dari pemain bernomor punggung 12, Fathan Ardani. Namun, SMA Kharisma Bangsa membungkus kuarter ini, 35-23. “Saya hanya berusaha melakukan ofensif shoot dan hasilnya maksimal. Sebenarnya di pertandingan hari ini adalah memperbaiki kekurangan dari sebelumnya seperti passing, ofensif, dan defensif,” ujar Saddam usai laga. “Soal lawan mereka bermain bagus, karena mau kerja keras dan memiliki semangat tinggi untuk mengejar ketertinggalan angka dari kami. Tapi, kami lebih beruntung dan bisa memenangkan gim ini,” lanjutnya. Perolehan angka SMA Kharisma Bangsa makin jauh meninggalkan lawan di kuarter ketiga. Didukung penuh suporter, aksi ‘lay-up’ dari Kurniawan membuat selisih 17 angka atas SMAN 6. Mereka mengunci kuarter ini dengan skor 44-26. Di akhir kuarter, SMAN 6 berusaha memperkecil angka. Meski demikian, usaha keras yang dilakukan Ibnu Fajar dkk belum mampu mengejar defisit angka. Justru SMA Kharisma Bangsa memanen angka lewat Saddam dan Aofar yang menutup pertandingan, 56-32. Kevin Nuardy Erdiham, Pelatih Putra SMAN 6, menyatakan bila timnya selalu gagal bila bertemu dengan SMA Kharisma Bangsa. Namun, ia mengaku puas dengan penampilan tim secara keseluruhan. “Sebelumnya sudah pernah ketemu dengan SMA Kharisma Bangsa, dan memang kami selalu kalah. Secara penampilan tim kami puas, karena mereka lebih baik, lebih percaya diri, dan lebih enjoy,” tuturnya. “Saya memberikan kredit ke Daffa (Nayudhistira). Sebab, dia bermain dengan tenang dan sabar. Tidak terlalu cepat mengambil keputusan untuk mengeksekusi bola. Lagi-lagi evaluasi kami adalah fisik pemain,” tambahnya. “Diawal-awal itu pertandingan sengit. Kami juga tahu kalau lawan itu mainnya bagus. Tapi kami berusaha keras menghadapi pertandingan tadi, meski hasilnya kami kalah. Selain defensif dan ofensif, mungkin dalam pertandingan harus lebih sabar untuk untuk bisa menghasilkan angka,’ cetus Ibnu, kapten tim SMAN 6. (Adt)

Benahi Performa Usai Laga Pertama, Putri SMA Saint John’s Gulung SMAN 13 Depok

Tampil dominan dalam lanjutan ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, Kamis (25/4), tim putri SMA Saint John’s (putih) menggulung lawannya SMAN 13 Depok, dengan skor 45-2. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tak ingin mengulang kekalahan di pertandingan sebelumya melawan SMAN 6 Depok, tim basket putri SMA Saint John’s Serpong, sukses tampil dominan pada laga hari keenam turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, Kamis (25/4). Turun bermain di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, mereka membenamkan SMAN 13 Depok, dengan skor menyolok 45-2. Saat wasit mulai melakukan jump ball tanda pertandingan dimulai, Devyne Evelyne dkk tak memberi kesempatan pada lawan untuk berkembang. SMA Saint John’s mengunci kuarter pertama, 13-0. Situasi belum berubah pada kuarter kedua. SMAN 13 yang berusaha mengimbangi perlawanan SMA Saint John’s hanya memundi dua angka, sedangkan SMA Saint John’s mendapatkan tambahan 6 angka. Kuarter ini berakhir dengan skor 19-2. Pertandingan berlanjut di kuarter ketiga. SMA Saint John’s mampu menjaga marjin angka atas Raysita Marhanda dkk dengan selisih 27 angka. SMA Saint John’s akhirnya mengemas kuarter ini dengan skor 29-2. Wakil Serpong itu makin percaya diri di kuarter akhir. Angka demi angka disumbangkan para pemain SMA Saint John’s untuk menutup pertandingan, dengan skor 45-2. Devyne, Kapten Tim Putri SMA Saint John’s, mengatakan untuk pertandingan kali ini timnya memang jauh lebih siap. “Senang bisa menang dipertandingan ini. Setelah kekalahan sebelumnya (melawan SMAN 6 Depok), kami langsung melakukan evaluasi. Kami lebih keras lagi dalam berlatih. Fisik kami juga sudah lebih baik. Komunikasi sesama pemain berjalan lancar,” ungkap Devyne usai laga. “Penilaian saya soal lawan. Mereka punya semangat tinggi di gim. Meski ketinggalan jauh, tapi mereka tetap berusaha untuk mendapatkan angka. Boleh dibilang mereka itu pantang menyerah,” lanjutnya. Sementara, Raysita, Point Guard SMAN 13, mengaku kecewa atas kekalahan timnya melawan SMA Saint John’s. Ia menegaskan timnya harus lebih giat lagi dalam berlatih. “Jujur saja kami kecewa atas kekalahan dipertandingan hari ini. Masih harus banyak latihan. Secara permainan kami sudah cukup baik. Kalaupun harus kalah, tapi angkanya jangan sampai terlalu jauh,” jelas siswi kelas 10 SMAN 13 itu. (Adt)

Pelatnas Asian Games Sepak Takraw Gelar Eksibisi, Mulyana : Atlet Harus Fokus Berlatih Ukir Prestasi

Mulyana (Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga) mewakili Menpora meninjau Eksibishi Tim Sepak Takraw Asian Games, di GOR Markas Korps (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (26/4). (Kemenpora)

Jakarta- Sebagai pemanasan sekaligus pematangan latihan menuju Asian Games 2018, pada Agustus-September. Tim sepak takraw Asian Games melakukan eksibisi di Gelanggang Olahraga (GOR) Markas Korps (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (26/4). Mereka akan melaksanakan Training Camp di Thailand, pada 29 April – 11 Mei 2018. “Asian Games 2018 adalah 56 tahun kesempatan yang muncul, setelah 1962. Ini momentum ukiran sejarah seluruh atlet termasuk sepak takraw. Berikan yang terbaik pada AG 2018 nanti demi Merah Putih,” ujar Mulyana, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mewakili Imam Nahrawi (Menpora). Ia menambahkan pemerintah sangat konsen dan mendukung penuh apa yang diperlukan untuk mencapai prestasi terbaik, termasuk dalam memberikan dukungan Pelatnas TC ke luar negeri. “Manfaatkan dengan baik dukungan pemerintah dan berbagai pihak, termasuk training camp ke luar negeri. Jangan pernah takut kepada lawan. Lawan kita bukan Thailand, bukan Myanmar, akan tetapi lawan kita yang sesungguhnya adalah ketakutan itu sendiri. Darah kita merah pikiran kita putih, terus berlatih dan berprestasi,” cetusnya. Sementara, Brigjen Abdul Rakhman Baso, Wakil Komandan Korps (Wadankor) Brimob menyebut eksebisi di GOR Mako Brimob adalah sebagai wujud nyata dukungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), terhadap suksesnya hajat besar bangsa Indonesia yakni Asian Games 2018. “Apa yang kami lakukan ini tak lain adalah wujud nyata semboyan TNI-Polri siap menyukseskan Asian Games 2018. Dan, pada sepak takraw juga ada atlet yang merupakan anggota Brimob. Para atlet adalah pahlawan bagi 250 juta penduduk Indonesia. Selamat berlatih, dan saatnya mempersembahkan prestasi terbaik,” tuturnya. Sedangkan Tri Gunawan Hadi, Manajer Pelatnas Sepak Takraw Indonesia, mengungkapkan sejak Januari lalu telah dilaksanakan Pelatnas di Sekolah Pelatihan Icuk Sugiarto (ISTC) Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat. “Dari 42 atlet berbagai daerah telah terseleksi 24 atlet dengan komposisi 12 atlet putra dan 12 atlet putri yang selanjutnya terus diasah kemampuannya dengan berbagai pertandingan dan training camp ke luar negeri,” terang Tri. (Adt)

Turunkan Skuad Lapis Dua, SMAN 6 Tampil Nothing To Lose Ungguli SMAN 3

Turunkan beberapa pemain lapis dua, Tim basket putra SMAN 6 Depok (puith) terlalu tangguh bagi SMAN 3 Kota Tangerang, dan unggul 41-23. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim basket putra SMAN 6 Depok meraih kemenangan atas SMAN 3 Kota Tangerang, pada hari kelima pelaksanaan turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (25/4). SMAN 6 unggul cepat hingga 5-0 di awal kuarter. Meski SMAN 3 berusaha mengejar, namun tim berjuluk Hexa Kingdom’s itu menutup kuarter pertama dengan keunggulan 9-4. Memasuki kuarter kedua, pertandingan tetap berlangsung dalam tensi tinggi. Percobaan tembakan tiga angka dari pemain bernomor 11, Hardianto dari SMAN 6 gagal, namun bola rebound berhasil dimaksimalkan Ibnu Fajar Setiawan meraih tambahan dua angka, 11-4. Mereka menutup kuarter 16-6. “Dari awal persiapan kami sudah matang untuk menghadapi SMAN 6. Ternyata dilapangan situasinya berbeda. Meskipun kami berusaha untuk mengimbangi, tapi memang belum berhasil. Apalagi, tim kami juga banyak melakukan turn over,” ujar Thomy Hendrawan, juru ramu SMAN 3 usai laga. Dikuarter ketiga, SMAN 6 kembali memperlihatkan kolektivitas yang lebih baik dari lawan. Terbukti, Daffa dkk mendapatkan tambahan 17 angka, berbanding 10 dari SMAN 3. Kuarter ini ditutup dengan skor 23-16. “Kami kurang fokus. Padahal, kami sudah melakukan evaluasi hasil pertandingan terakhir melawan SMA Kharisma Bangsa. Para pemain juga kurang tenang sehingga banyak melakukan foul. Evalusianya, kedepan kami akan memperbaiki kemampuan tim, terutama finishing touch,” tutur Dzulfiqar Farrel, Kapten Tim SMAN 3. Pada kuarter akhir, kesalahan demi kesalahan dilakukan skuat SMAN 3. Meski defisit 9 angka dari lawan, tim yang berlokasi di Kota Tangerang itu tak mau menyerah. Sayang, aksi individu ‘ciamik’ dari pemain bernomor punggung 8, Alif Semrani Timur, makin memperlebar jarak angka SMAN 6 atas lawan, 33-21. Dan, disisa 55 detik pertandingan, Ibnu Fajar Setiawan berhasil memanen dua angka, untuk mengunci kuarter ini dengan skor 41-23. “Gameplan efektif. Tim juga tidak mau kalah dari lawan, meskipun kami menurunkan bench player. Mereka main enjoy dan nothing to lose,” tukas Kevin Nuardy Erdiham, arsitek SMAN 6. “Dengan menurunkan pemain cadangan, intinya kami ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk menambah pengalaman serta jam terbang. Terlebih di turnamen seperti ini,” tutup pelatih kelahiran Jakarta, 19 Januari 1996 itu. (Adt)

Kevin-Reffvin, Si Kembar Juru Racik SMAN 6 Depok

Duo pelatih kembar yakni Kevin Nuardy Erdiham dan Reffvin Nuardy Erdiham, menangani tim basket SMAN 6 Depok, Jawa BArat. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Ada pemandangan berbeda di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, tempat berlangsungnya turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, 21 April – 6 Mei. Adalah tim basket SMAN 6 Depok, Jawa Barat. Mereka memiliki pelatih kembar yakni Kevin Nuardy Erdiham dan Reffvin Nuardy Erdiham. Sekilas sulit membedakan. Namun, satu-satunya cara adalah ketika pertandingan. Bila tim putra yang bertanding, maka Kevin menjadi arsitek tim, sedangkan Reffvin menjadi asisten. Begitu pula sebaliknya, bila tim putri yang berlaga. Sejauh ini, keduanya memberikan performa yang cukup baik bagi timnya di turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Buktinya, dibagian putra, dari tiga laga yang dilakoni, tim berjuluk Hexa Kingdom’s itu berhasil meraih dua kemenangan, masing-masing atas SMAN 3 Kota Tangerang serta SMA Saint John’s Serpong, dan hanya kalah dari SMAN 13 Depok. Sedangkan dibagian putri, Hexa Queen’s sukses melibas lawan yakni SMA Saint John’s Serpong dan SMA Kharisma Bangsa. Di lapangan, duet kembar inipun sangat kompak. Kegemarannya pada olahraga negara Presiden Donald Trump itu bermula saat keduanya menempuh pendidikan di SMPN 13 Depok. Kevin terkenal memiliki speed serta dribel bola yang bagus. Dan, seiring berjalannya waktu, hingga kemudian mereka dipercaya menjadi juru racik di SMAN 6 Depok. “Kebetulan saya alumni SMPN 13 Depok. Nah, anak-anak dari SMPN 13 itu banyak yang masuk ke SMAN 6 Depok. Jadi kami berlatih bersama,” tutur pria kelahiran Jakarta, 19 Januari 1996 itu. Diketahui, ekstrakurikuler basket SMAN 6 Depok sudah berdiri sejak 2005 yang dibina oleh salah satu guru. Berusaha membentuk tim dari nol, tak mengherankan bila mereka menemukan banyak kendala. “Kalau tim putra untuk kendala bisa diminimalisir. Mungkin di putri yang justru banyak kendalanya. Kami sadar bila tim kami bukan yang terhebat. Karena kami memulai semua dari nol hingga sampai seperti ini butuh keseriusan untuk membentuk tim yang kuat,” bebernya. (Adt)

Redam Saint John’s, Keperkasaan Tim Putra SMAN 6 Belum Terbendung

Tim putra SMA Saint John’s, Serpong, takluk dengan skor 56-25, dari SMAN 6 Depok, pada lanjutan ‘NYSN High School Basketball Cup 2018', Selasa (24/4). (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Keperkasaan tim basket putra SMAN 6 Depok, masih belum terbendung di turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018′. Tampil di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (24/4), tim asuhan Kevin Nuardy Erdiham sukses meredam SMA Saint John’s Serpong, dengan skor 56-25. Tak mengherankan Saint John’s memiliki hasrat lebih untuk memenangi laga ini. Sebab, dipertandingan pertama pada Senin (23/4), mereka juga menelan kekalahan atas SMA Kharisma Bangsa. Memulai kuarter pertama, marjin angka kedua tim hanya beda tipis setelah Saint John’s menutup kuarter ini dengan skor 9-7. Di kuarter kedua, Saint John’s berusaha melakukan tekanan ke daerah pertahanan lawan. Alih-alih mampu mengejar ketertinggalan, justru harus membagi 21 angka ke lawan, sementara mereka hanya meraup 4 angka. SMAN 6 membungkus kuarter kedua 28-13. Tak nyaman dengan perbedaan angka, berapa kali punggawa Saint John’s melakukan percobaan tembakan tiga angka di kuarter ketiga, tapi usaha mereka tak berbuah manis. Di kubu lawan, SMAN 6 malah tampil makin impresif. Dafa Nayudhistira dkk mengakhiri kuarter ini dengan 49-20 usai memanen 21 angka tambahan. SMAN 6 tetap menjaga momentum di kuarter akhir. Meski hanya menghasilkan 7 angka, berbanding 5 angka yang dicetak Saint John’s, namun cukup menutup pertandingan ini dengan skor 56-25. Kevin mengatakan timnya belum pernah sekalipun bertemu dengan lawan. Sehingga, di kuarter pertama, menurutnya, anak didiknya masih mencari pola permainan yang pas untuk mengimbangi permainan Saint John’s. “Ini pertemuan kami pertama. Malah sebelumnya kami dengar mereka merupakan salah satu tim basket yang bagus. Ya, kami hanya berusaha bermain sebaik mungkin. Dan mampu memimpin terutama di kuarter kedua dan selanjutnya,” ujar Kevin. “Tim kami juga sudah melakukan persiapan sejak lama, begitu juga dengan gameplan yang berjalan mulus. Sebenarnya dipertandingan tadi kami memberikan kepercayaan penuh kepada Ibnu Fajar Setiawan, namun penampilannya tak maksimal, sehingga penampilannya tetap harus dibantu oleh senior yakni M. Dzaky Darmawan,” tuturnya. Sementara, di kubu lawan, Gavriel Gulo, Kapten Tim Basket Saint John’s, menyebut beberapa pemain di timnya yang mengalami cedera menjadi salah satu penyebab mengapa timnya harus menelan kekalahan untuk kedua kalinya. “Jujur saja Saint John’s kurang siap menghadapi laga ini. Kami telat datang sehingga pemanasan kurang. Selain itu, beberapa pemain kami ada yang cedera. Kami berusaha memberi perlawanan, tapi sepertinya lawan sudah lebih siap,” tukasnya. “Evaluasi dari pertandingan ini mungkin harus lebih siap untuk segi mental. Saya percaya tim kami bisa berbuat yang lebih baik dari pertandingan hari ini,” tutup Gavriel. (Adt)

Persiapan Tak Maksimal, SMA Kharisma Bangsa Telan Kekalahan Atas SMAN 6 Depok

Meski berstatus tuan rumah, tim putri SMA Kharisma Bangsa (hitam), kalah telak 8-52 dari SMAN 6 Depok, pada Selasa (24/4). (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putri SMA Kharisma Bangsa menelan kekalahan dari SMAN 6 Depok pada hari keempat turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Minimnya persiapan dinilai jadi faktornya. Melakoni duel dipertandingan kedua di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (24/4), SMAN 6 langsung menggebrak di kuarter pertama. Mereka tak memberi peluang kepada SMA Kharisma Bangsa untuk mengejar ketertinggalan. Aksi ‘lay-up’ pemain bernomor punggung 5, Reihani Zaida, memastikan mereka menutup kuarter pertama 13-2. Memasuki kuarter kedua, SMA Kharisma Bangsa mencoba memperkecil ketertinggalan. Tiga kali percobaan tembakan tiga angka dari pemain bernomor punggung 18, Audira Syafana Khadijah gagal. Dari SMAN 6, Dinda Tri Nurbayeti menjadi pemain yang paling banyak mencetak angka di kuarter kedua, 7 angka, dan menutup paruh pertama dengan 23-2. SMAN 6 berhasil mengamankan keunggulan di kuarter ketiga. Tim berjuluk ‘Hexa Queen’ itu menambah 21 angka, sedangkan angka lawan tak berubah. Kuarter ini ditutup SMAN 6 dengan skor 44-2. Duel seru terjadi di kuarter keempat. SMA Kharisma Bangsa yang berusaha semangat mendapatkan tambahan dua angka lewat Biyani Nurkhalisah, 44-4. Namun, sekolah yang berlokasi di wilayah Depok, Jawa Barat itu mengunci kemenangan dengan skor terpaut jauh 52-8. “Hari ini laga kedua, dan Alhamdulliah kami menang dan main lebih enjoy. Meski lawan kemampuannya berada jauh dari kami, tapi tim tetap bermain dengan semangat tinggi,” terang Reffvin Nuardy Erdiham, Pelatih SMAN 6 usai laga. Sementara, Ludovika Ajeng, juru racik SMA Kharisma Bangsa, mengaku timnya untuk pertama kalinya mengikuti event ini. Sehingga, menurutnya, performa mereka dibandingkan dengan lawan sangat jauh, ditambah persiapan timnya yang minim dalam menghadapi event ini. “Jujur saja penampilan tim kami masih jauh dari harapan. Apalagi ini pertama kali main di kandang terlebih untuk turnamen seperti ini. Kami mengapresiasi semangat mereka terutama di kuarter terakhir saat bermain penuh semangat,” cetusnya. “Karena tidak ada target, maka event ini akan kami jadikan pengalaman serta menambah jam terbang untuk tim. Semoga kedepannya permainan mereka makin baik,” tambahnya. Sedangkan Alisiah Rezky, Kapten Tim SMA Kharisma Bangsa, mengungkapkan bila persiapan timnya masih belum matang dalam menghadapi event basket ini. “Kami baru pertama kali ikut event seperti ini. Jadi masih nervous, tapi yang penting, kami bermain semaksimal mungkin. Dan soal hasil itu belakangan. InsyaAllah selanjutnya ada perubahan di tim,” tutur dara manis yang akrab disapa Aiko itu. (Adt)

Dua Kali Curi Kemenangan, Tim Putra SMA Kharisma Bangsa Pede Libas SMAN 13 Depok

Tim basket putra SMA Kharisma Bangsa (putih) makin percaya diri dan berhasil meraih kemenangan kedua, usai melibas SMAN 13 Depok, dengan skor 57-14. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Hari keempat turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, pada Selasa (24/4), tim basket putra SMA Kharisma Bangsa makin percaya diri. Mereka meraih kemenangan kedua, usai melibas SMAN 13 Depok, 57-14. Memainkan laga di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, dua menit kuarter pertama berjalan, SMA Kharisma Bangsa berhasil mengubah angka 3-0 lewat tembakan tiga angka pemain bernomor punggung 5, Satria. Disusul pemain bernomor pungung 16, Bagja, hingga menambah angka SMA Kharisma Bangsa, 5-0. Lagi, Satria sukses melesakkan tembakan tiga angka, 8-0. SMAN 13 hanya mampu memundi satu angka melalaui Bagas, skor 8-1. Dan, aksi ‘lay up’ Aofar menjaga marjin angka SMA Kharisma Bangsa Atas SMAN 13, menjadi 13-1, serta menutup kuarter ini dengan 15-1. Memasuki kuarter kedua, SMA Kharisma Bangsa tetap tampil ‘ngotot’, tambahan tiga angka didapat lewat aksi Saddam, ketika pertandingan baru berjalan tiga menit. Aofar dkk terus memanen angka hingga kedudukan 24-1. SMAN 13 mencoba mengembangkan permainan disisa lima menit kuarter, namun usaha mereka masih sia-sia, justru SMA Kharisma Bangsa mampu menambah angka 26-1. Tambahan dua angka dihasilkan SMAN 13. Kuarter kedua berakhir 30-3. Lepas half kuarter, Ilham menambah tiga angka bagi timnya SMAN 13 setelah melesakkan tembakan tanpa mendapatkan pengawalan ketat, skor berubah 34-6. Dikuarter ini, tim berjuluk Satelit itu hanya mampu menambah tiga angka, sementara SMA Kharisma Bangsa menambah 10 angka sekaligus mengakhiri dengan skor 40-6. Dua poin disumbang Reno hingga membuat angka SMA Kharisma bangsa makin tak terkejar, 48-8. Bagas dkk mencoba menambah angka. Hasilnya, dua angka tambahan diperoleh SMAN 13, skor 48-10. Kerjasama ‘apik’ antara Saddam dan Juzar menambah angka 52-12 untuk SMA Kharisma Bangsa. Sebelas detik tersisa, Saddam kembali mengubah angka, 56-14. SMA Kharisma Bangsa menutup kuarter akhir dengan skor 57-14. “Kami percaya diri pada laga ini, dan bisa menang dari SMAN 13. Gameplan dan teamwork berjalan dengan baik,” ujar Muhammad Soleh Bagja, Kapten Tim SMA Kharisma Bangsa usai laga. Sedangkan Dava Prayoga, Kapten Tim SMAN 13, mengaku timnya terlambat start sehingga angka sudah tertinggal jauh dan sulit untuk mengejar. “Kami kurang puas dengan pertandingan hari ini. Karena kemampuan tim tidak sepenuhnya bisa keluar, dan kurang maksimal dalam melakukan transisi dari defensif ke ofensif,” cetus Dava. (Adt)

Raih Kemenangan Pertama, Tim Basket Putri SMAN 6 Tetap Waspada

Tim basket putri SMA Saint John’s Serpong (putih) harus mengakui perlawananan SMAN 6 Depok (oren), dengan skor akhir 39-44, dalam 'NYSN High School Basketball Cup 2018'. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Hari ketiga pelaksanaan turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2108’, pada Senin (23/4), mempertemukan tim basket putri SMAN 6 Depok, melawan SMA Saint John’n Serpong. Bermain di Hall Basket Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa, SMAN 6 Depok yang berjuluk Hexa Queen itu mengalahkan Saint John’s dengan skor 44-39. Memulai kuarter pertama, kedua tim berusaha keras mencuri angka terlebih dahulu. Sumbangan dua angka dari pemain Saint John’s bernomor punggung 8, Elisabeth, disisa satu menit sebelum pertandingan mampu menutup kuarter ini dengan skor 11-9. Saint John’s berusaha mempertahankan keunggulan. Namun, para pemain SMAN 6 berhasil menemukan momentum hingga memanen angka demi angka. Dua angka dicetak Reihan Zaida, begitu juga dengan Adinda Wihelmina yang menyumbang dua angka hingga mengubah skor 15-11, keunggulan SMAN 6. Mereka mengunci kuarter kedua dengan skor 26-19. Kuarter ketiga Saint John’s tetap berusaha mengejar, namun SMAN 6 berhasil menjaga marjin 39-25. Meski Saint John’s mendapatkan tambahan 14 angka, tapi di kuarter terakhir sekolah yang berada di wilayah Depok itu makin nyaman bermain dan menutup gim dengan skor 44-39. “Diawal kuarter kami tertinggal, tapi kami akhirnya menang. Mungkin karena fast break kami lebih unggul dari lawan. Sebenarnya lawan juga bagus, terutama memiliki akurasi tembakan yang bagus,” ujar Reffvin Nuardy Erdiham, arsitek tim basket putri SMAN 6 usai laga. Senada, Anayda Fitrianing Tasya, Kapten Tim Putri SMAN 6, mengakui dikuarter awal timnya terlambat ‘panas’, namun disisa kuarter mampu membalikan keadaan dan meraih keunggulan atas lawan. “Memang kuarter awal itu kami masih nervous. Tapi, bersyukur di kuarter selanjutnya kami bisa membalikkan keadaan. Untuk berikutnya, kami harap semua pemain tidak patah semangat,” cetusnya. Sementara, Devyna Avelyne, Kapten Tim Saint John’s, menyebut timnya kurang greget di pertandingan pertama melawan SMAN 6. Namun, ia optimis laga berikutnya timnya meraih kemenangan. “Mungkin setelah ini kami akan latihan lagi, terutama kami membenahi fisik. Dan, chemistry diantara pemain harus makin baik,” terang Devyna. (Adt)

Bermain Lepas, Tim Putra SMABA Unggul Jauh Dari Saint John’s

Tim basket putra Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa (SMABA) sukses menggulung perlawanan SMA Saint John’s Serpong (putih), dengan skor 64-16, dalam 'NYSN High School Basketball Cup 2018'. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim basket putra Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa (SMABA) sukses mencuri kemenangan dari SMA Saint John’s Serpong, pada lanjutan turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (23/4). Hingga tiga menit kuarter pertama, kedua tim belum berhasil memanen angka. SMABA memecah pundi angka, setelah Saddam, pemain bernomor punggung 9, berhasil melesakkan bola, skor berubah 2-0. Angka kembali tercipta untuk SMABA berkat aksi Timothy menjadi 4-0. Saint John’s berusaha mengejar, namun hanyamencetak dua angka dari akselerasi salah satu pemainnya, skor 4-2. Berkat aksi ‘lay-up’ Saddam dan Juzar makin memperlebar margin angka SMABA atas Saint John’s 11-4. Penampilan impresif pemain SMABA makin tak terbendung, hingga skor 15-4 dan menutup kuarter pertama. Kembali aksi ‘lay up’ Aofar berbuah manis, SMABA unggul 17-4. Pemain Saint John’s bernomor punggung tiga Calvin berhasil mencuri bola dari pemain SMABA untuk merubah skor 17-6. Fast break diselesaikan dengan manis oleh Samad, pemain bernomor punggung 7 itu membuat SMABA makin meninggalkan perolehan angka Saint John’s 21-6. Tembakan dua angka dari Brian asal Saint John’s mencoba memangkas jarak angka dengan SMABA, skor 24-7. Dan, half kuarter ditutup SMABA dengan skor meyakinkan 28-7. Meski sempat menambah dua angka lewat pemain bernomor punggung 8, Kevin, dimana skor menjadi 28-9, namun Saint John’s belum mampu keluar dari tekanan di kuarter ketiga. Sebaliknya, SMABA justru makin memperlihatkan ketangguhannya. Tim yang berlokasi di Kawasan Pamulang itu kembali menambah angka melalui tembakan tiga angka Saddam dan Aofar, skor 49-23. Saint John’s mencoba menetralisir permainan dengan meminta time out di sisa waktu 1 menit 15 detik. Namun, angka dari anak didik Ari Adiska terus melesat di kuarter ketiga dengan selisih 37 angka, dan mengunci kuarter ini dengan 49-12. Memasuki kuarter akhir, skuat SMABA tetap tampil ‘beringas’. Percobaan tembakan tiga angka tetap dilancarkan Satria dkk, hingga bola yang dilesakkan Aofar berbuah dua angka, skor 56-14. Alih-alih mengejar ketertinggalan, Saint John’s malah kecolongan. Lagi-lagi, fast break SMABA efektif, dua angka kembali tercipta melalui Samad, 58-14. Lalu, dua menit tersisa, Saint John’s hanya mampu menambah dua angka. SMABA akhirnya menutup kuarter ini dengan skor 64-16. “Hari ini mereka bermain lepas. 100 persen kemampuan mereka keluar semua. Bahkan, mereka bisa memaksimalkan peluang. Permainan mereka merata, teamwork sangat baik,” cetus Ari. “Lawan bermain bagus. Mungkin karena yang main itu anak kelas 10 dan 11, sedangkan kelas 12 tidak main, sehingga kemampuan mereka sedikit di bawah. Secara tim kami juga kompak, sehingga bisa menang di gim ini,” timpal Muhammed Aofar Hedyan, punggawa SMABA. Sementara, Calvin Christian Gunawan, Kapten Tim Saint John’s, mengaku timnya kalah secara fisik. Meski begitu, ia akan terus berjuang guna menghadapi gim-gim berikutnya. “Dari dulu kami selalu susah menang kalau bertemu Kharisma Bangsa. Secara fisik kami juga kalah. Di gim selanjutnya kami akan berusaha memberikan yang terbaik buat Saint John’s,” urai Calvin. (Adt)