Kejurnas Balap Sepeda 2021 Lahirkan Atlet Muda Berbakat

Kejurnas Balap Sepeda 2021 Lahirkan Atlet Muda Berbakat

Pengurus Besar (PB) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) menyebut sejumlah bibit atlet muda potensial lahir dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Sepeda 2021 di Garut dan Ciamis, Jawa Barat, 23-31 Oktober. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PB ISSI, Budi Saputra mengatakan, sejak hari pertama lomba atlet muda dari berbagai daerah telah menunjukkan talenta yang luar biasa dalam persaingan menjadi juara. “Animo Pengurus Provinsi (Pengprov) pada Kejurnas Balap Sepeda 2021 sangat tinggi dan yang terpenting adalah potensi-potensi atlet muda bermunculan,” kata Budi kepada ANTARA, Selasa. Selain prestasi atlet yang berasal dari Pulau Jawa, sambung Budi, yang membuat PB ISSI senang adalah keberhasilan tim Kalimantan Selatan menjuarai nomor Cross Country Team Relay (XCR). Dalam lomba tersebut, Rizaldi Ashshadiqqi Ridha, Ramadhana, Nanda Nur Apriliyani, dan Yunia Angelly Syahdat meraih medali emas seusai membukukan catatan waktu 16 menit 10,875 detik. Kalimantan Selatan mengalahkan tim Jawa Timur dan Jawa Barat yang masing-masing meraih perak dan perunggu. “Potensi atlet daerah keluar semua setelah hampir dua tahun tak ada lomba. Terlebih lagi di PON Papua juga tak ikut serta. Semuanya terobati dengan Kejurnas ini,” ujar Budi menambahkan. “Banyak sekali potensi atlet muda, terutama sektor putri bermunculan. Mereka masuk di bank data kami dan akan kami tindak lanjuti untuk proyeksi tiga sampai lima tahun ke depan,” Budi menuturkan. PB ISSI juga bakal menjalankan program pembinaan berkelanjutan alias jangka panjang untuk disiplin balap sepeda. “Kami punya Pelatnas jangka panjang yang sekarang sudah berjalan seperti BMX junior yang sedang lomba di World Cup di Turki,” pungkas Budi.

Menang atas Nepal, Modal Timnas U-23 Indonesia Tantang Australia

Menang atas Nepal, Modal Timnas U-23 Indonesia Tantang Australia

Tim Nasional Sepak Bola U-23 Indonesia kembali meraih hasil positif pada pertandingan uji coba menjelang Kualifikasi Piala Asia U-23 2022. Setelah menang 2-1 atas Tajikistan pada Selasa lalu, timnas U-23 Indonesia kini mengalahkan Nepal U-23 d Hisor Central Stadium, Jumat (22/10/2021) malam WIB. Dalam pertandingan itu, skuad Garuda Muda menang 2-0 berkat gol-gol Hanis Saghara (55′) dan Witan Sulaeman (90+3′). Sebanyak dua kemenangan tersebut menjadi modal berharga timnas U-23 Indonesia untuk melawan Australia di babak Kualifikasi Piala Asia U-23. “Hasil tersebut tentu hal yang positif bagi kami. Pada uji coba ini, saya sengaja memberikan kesempatan hampir semua pemain untuk bermain meski hanya sebentar,” kata pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, dilansir dari PSSI. Meski timnas U-23 Indonesia selalu meraih kemenangan pada laga uji coba, Shin Tae-yong mengungkapkan masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki. Kekurangan-kekurangan itulah yang menjadi fokus Shin Tae-yong dan tim pelatih untuk memoles pemain pada sisa waktu menjelang lawan Australia. “Pada dua laga uji coba ini, kami telah mengetahui perkembangan pemain dalam memainkan pola permainan sesuai keinginan kami,” kata pelatih asal Korea Selatan itu. “Banyak evaluasi dan kami akan perbaiki saat latihan nanti. Melawan Australia jelas harus lebih kerja keras dan fokus,” tutur Shin Tae-yong. Timnas U-23 Indonesia akan berhadapan dengan Australia di babak Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 pada 26 dan 29 Oktober 2021. Semua pertandingan antara Indonesia dan Australia akan berlangsung di Republican Central Stadium Dushanbe, Tajikistan. Apabila mampu mengalahkan Australia, timnas U-23 Indonesia akan lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2022 yang direncanakan digelar di Uzbekistan.

Menang Tips, Garuda Muda Taklukkan Tajikistan

Menang Tips, Garuda Muda Taklukkan Tajikistan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-23 memetik hasil manis pada laga uji coba perdana mereka jelang Kualifikasi Piala Asia U-23 2022. Garuda Muda berhasil membekuk Tajikistan dengan skor tipis 2-1 di Republican Central Stadium, Dushanbe, Selasa (19/10/2021) malam WIB. Indonesia tertinggal terlebih dahulu 0-1 pada pertandingan ini sebelum dua gol kemenangan dicetak oleh Hanis Saghara Putra pada menit ke 35′ dan Bagus Kahfi menit ke 64′. Selanjutnya, Indonesia U-23 akan melakukan uji coba melawan Nepal pada 22 Oktober mendatang. Seusai laga, pelatih Shin Tae-yong mengatakan bahwa para pemain telah bekerja keras demi meraih kemenangan. Ia menyebut meski tertinggal terlebih dahulu, timnya bisa membalikkan keadaan menjadi 2-1 dan perkembangaannya kelihatan sangat baik. “Saya melihat karena ini uji coba pertama, jadi para pemain ada yang merasa grogi. Apalagi pada pertandingan ini kita menggunakan lapangan sintetis dan memang beda lingkungan seperti makanan dan cuaca, jadi memang masih dalam proses adaptasi,” kata Shin Tae-yong. Pada pertandingan ini, pelatih asal Korea Selatan tersebut menyatakan bahwa ada beberapa evaluasi yang masih menjadi pekerjaan rumah Garuda Muda. Terutama dalam sektor pertahanan. “Kami akan terus perbaiki kekurangan dari tim ini. Semoga di laga uji coba selanjutnya dapat lebih baik lagi dan puncaknya saat melawan Australia mendapatkan performa terbaik. Pada pertandingan ini juga kami tekankan pemain untuk bermain fair play. Jadi tidak boleh terpancing emosi dan menghargai pemain lawan,” imbuh pelatih berusia 52 tahun tersebut. Selanjutnya, timnas U-23 kembali akan menggelar laga uji coba pada 22 Oktober 2021. Kali ini, yang menjadi lawan adalah Nepal. Dua pertandingan uji coba itu digelar untuk mematangkan persiapan timnas U-23 menuju Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 melawan Australia pada 27 dan 30 Oktober. Bila mampu melewati Australia akan lolos ke putaran final Piala AFC U-23 2022 mendatang. Starting XI timnas U-23 vs Tajikistan: Ernando Ari; Asnawi Mangkualam (c), Rizky Ridho, Alfeandra Dewangga, Pratama Arhan, Mohammad Kanu, Gunansar Mandowen, Ramai Rumakiek, Witan Sulaeman, Bagus Kahfi, Hanis Saghara Pelatih: Shin Tae-yong (KOR)

Inilah Lawan Timnas U-23 Berikutnya

Inilah Lawan Timnas U-23 Berikutnya

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-23 akhirnya telah menentukan siapa lawan mereka di laga uji coba internasional. Anak asuh Shin Tae-yong tersebut dipastikan akan menjalani dua pertandingan selama pemusatan latihan di Tajikistan. Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri mengatakan bahwa dua uji coba akan berlangsung pada 19 Oktober melawan Tajikistan U-23 dan 22 Oktober versus Nepal U-23. “Dua uji coba ini sebagai persiapan menghadapi Australia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2022. Dengan adanya uji coba, pelatih Shin Tae-yong akan mengetahui perkembangan para pemain,” kata Indra Sjafri. Selain pemusatan latihan, selama di Tajikistan Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan akan mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-23 2022. Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan terus mengingatkan kepada pemain yang mengikuti pemusatan latihan dan bertanding di ajang tersebut untuk menunjukkan performa terbaik. Apalagi ajang ini sangat penting bagi Indonesia demi asa lolos ke Piala AFC U-23 2022 yang rencananya akan digelar di Uzbekistan. “Saya mendapat laporan perkembangan pemain semakin baik. Fisik dan mental juga terus ditempa oleh pelatih Shin Tae-yong. Dengan adanya dua laga uji coba ini sangat bagus untuk melihat perkembangan pemain demi hasil terbaik saat melawan Australia nanti,” kata Iriawan. Dua uji coba ini akan berlangsung di Republican Central Stadium Dushanbe, Tajikistan. Venue stadion tersebut sama saat Indonesia akan melawan Australia pada 27 dan 30 Oktober mendatang. Grup G Kualifikasi Piala AFC U-23 2022 hanya diisi Indonesia dan Australia saja. Hal ini setelah Brunei Darussalam dan Tiongkok mengundurkan diri.

Belum Genap 17 Tahun, Nabilah Sabet Medali Perak PON XX

Belum Genap 17 Tahun, Nabilah Sabet Medali Perak PON XX

PON XX Papua 2021 memang selalu menghadirkan kejutan, terutama untuk atlet-atlet muda yang menjadikan ajang PON sebagai pembuktian menjadi yang terbaik, sekaligus mengalahkan seniornya. Salah satu kejutan besar terjadi di cabang olahraga renang artistik di nomor solo yang bertanding di Stadion Akuatik Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Selasa 05 Oktober 2021. Nomor solo open final artistic swimming PON XX Papua ini diikuti enam atlet terbaik dari enam provinsi yang telah lolos seleksi. Mereka merupakan atlet-atlet yang pernah tergabung di tim nasional, dan sebagian besar membela Indonesia di ajang Asian Games 2018 Jakarta. Namun ini tidak membuat nyali putri Ambon ciut, Nabilah Marwa Umarella. Usianya baru 16 tahun, belum memiliki KTP atau Kartu Tanda Penduduk. Justru melawan atlet senior, Nabilah yang akrab disapa Lala semakin percaya diri. “Memang sebenarnya perasaan saya awalnya deg-degan, ada groginya. Ini PON dan saya membawa nama besar kontingen Yogyakarta. Tapi saya tetap fokus untuk bertanding melupakan lawan, fokus pada diri sendiri,” ucap Lala yang lahir 24 Oktober 2004. Tidak hanya muda atletnya, Pelatihnya Ocha, juga pelatih kepala paling muda diantara pelatih kepala daerah lainnya. Ada dua nomor solo technical routine dan solo free routine, keduanya bernilai 50% kemudian digabung untuk mendapatkan nilai terbaik. Pada solo tecnical routine Nabilah atau yang akrab disapa Lala menari-nari di air diiringi lagu dari Meatlove berjudul ‘I Would do anything for love’ dan untuk free routine ada lagu Lathi – Weird Genius feat Sara Fajira, cover by Caramello Official. “Lagu pertama tentang kecintaan Lala pada renang artistik, yang melahirkan kekuatan untuk melewati segala tantangan yang ada. Jadi lagu dan koreografi menceritakan tentang nilai-nilai yang didapat dan akan terus dipegang di dunia olagraga, beserta cerita tentang tantangan-tantangan mempertahankan nilai-nilai tersebut,” ucap Pelatih Ocha. Usai lomba dewan juri akhirnya memberikan nilai kepada Lala dengan tota 71,3602 poin yang terdiri dari nilai technical routine 35,36015 ditambah nilai free routine 36,1. Dengan hasil ini Lala berhak membawa pulang medali perak untuk Kontingen D.I. Yogyakarta. Lala hanya kalah tipis dari sang juara Livia Lukito (Jatim) dengan total nilai 72,4986. Medali perunggu milik Nurfa Nurul Utami (Sulsel) dengan total nilai 71,13 poin. “Senang bisa mendapatkan perak. Saya berlatih setiap harinya di Yogya bersama klub JAQ Yogya. Ini semakin menambah motivasi saya untuk bisa terus berlatih mengejar prestasi dunia lainnya,” ujar Lala. “Ini jadi modal awal Lala, untuk terus giat berlatih karena target berikutnya Lala harus jadi nomor satu di Indonesia dan menggapai prestasi internasional,” harap kedua orang tuanya Muhamad Rizal Umarella dan Ully Pitaloka.

Silviana Sukses Sumbang Emas Cabor Biliar untuk Papua

Silviana Sumbang Emas Cabor Biliar untuk Papua

Silviana Lu sukses menambah medali emas Papua dari Cabang Olahraga Biliar pada nomor 10 ball single putri race to 7. Silviana butuh perjuangan berat untuk menaklukkan Pebiliar Jawa Barat Annita Kanjaya di partai final 10 ball single putri di Venue Biliar Timika, Rabu (6/10/2021). Keduanya saling berebut skor. Penonton yang memenuhi Gedung Biliar Timika juga dibuat tegang saat skor 6-6. Keduanya bersaing ketat mengakhiri pertandingan dengan kemenangan. Keberuntungan berpihak pada atlet kelahiran 29 September 1998 ini, karena terlebih dahulu menurunkan bola 10 dan dinyatakan sebagai pemenang. Skor berakhir 7-6 dengan kemenangan Silviana Lu. Setelah berhasil memasukkan bola kunci, Silviana langsung melompat kegirangan. Tangisnya memecah keharuan, apalagi saat bertanding keluarganya ikut menyaksikan secara langsung. Atlet berusia 23 tahun ini merupakan salah satu atlet biliar nasional yang pernah mewakili Indonesia pada Sea Games Philipine dan mendapatkan perunggu. Ia juga pernah mengikuti kejuaraan dunia. Silviana juga merebut dua medali emas pada PON Jabar 2016 ketika masih memperkuat Kalimantan Barat.

Berkat Kerja Keras dan Dukungan Sang Ibu, Rifda Borong Empat Medali Emas

Berkat Kerja Keras dan Dukungan Sang Ibu, Rifda Borong Empat Medali Emas

Rifda Irfanaluthfi berhasil memenuhi targetnya untuk membawa pulang empat medali emas senam artistik PON Papua. Emas keempatnya diraih di Istora Papua Bangkit, Senin, 4 Oktober 2021, lewat penampilannya di nomor lantai. Pesenam berusia 21 tahun tersebut mengungguli 7 peserta lainnya termasuk satu perwakilan dari DKI Jakarta, serta dari Riau, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Papua. Sebelumnya, Rifda sudah menyabet tiga medali emas yang berasal dari beregu, serba bisa perorangan putri, dan meja lompat. Tentu kemenangan itu menjadi suatu kebanggaan karena untuk nomor beregu putri setelah 25 tahun vakum, DKI Jakarta yang memutuskan kembali ikut ambil bagian dalam nomor itu justru mendapatkan kemenangan tertinggi. Kemenangan itu pun berhasil menjawab harapan Rifda yang memang sudah langganan memenangkan medali di setiap perlombaan yang ia ikuti. Di balik laguh lagah kegiatan para atlet senam yang berlangsung di arena Istora Papua Bangkit, ada banyak dukungan dari anggota tim lainnya hingga keluarga atlet yang hadir di bangku penonton hingga akhirnya para juara bisa muncul di PON XX Papua. Bagi Rifda, salah satu sistem pendukungnya yang paling setia yaitu ibunya Yulies Andriana telah mengirimkan energi baik yang akhirnya bisa membuatnya meraih prestasi gemilang di PON XX Papua. “Kalau ada bunda, aku tampil lebih tenang dan lebih fokus,” kata Rifda saat diwawancarai seusai menyelesaikan penampilannya. Ia pun dengan bangga mengenalkan sang bunda kepada awak media dan akhirnya kami pun bercengkrama mendengar sepotong kisah perjuangan ibu Yulies mengawal Rifda untuk tampil pada PON pertama yang diselenggarakan di Bumi Cendrawasih. Sudah menjadi semacam tradisi bagi Yulies yang kini berusia 53 tahun untuk menyaksikan Rifda bertanding menjadi seorang atlet. Berbagai arena perlombaan skala regional, nasional, hingga internasional sudah pernah ia sambangi untuk memberikan energi baik kepada putrinya kala berkompetisi sebagai seorang pesenam. Ia bahkan pernah menjadi satu-satunya pendukung Rifda dan Indonesia di ajang SEA Games Malaysia pada 2017 yang mengantarkan Indonesia meraih medali emas. Oleh karena itu, pada perhelatan PON Papua Yulies tak mau tertinggal untuk kembali mendukung Rifda. Awalnya Yulies memang urung untuk datang ke Papua karena harus merawat ibunya yang mengalami sakit keras jauh hari dari waktu PON XX digelar. Namun takdir berkata lain, sang ibu tutup usia mendekati pelaksanaan pesta olahraga skala nasional empat tahunan itu. Dalam kondisi itu, Yulies pun masih sangat ingin mendampingi putrinya dan mencari cara agar bisa tiba di Bumi Cendrawasih sebelum Rifda dan tim DKI Jakarta bertanding pada 1 Oktober. Setelah proses pencarian yang begitu mendadak dan tak gampang, Yulies akhirnya berhasil mendapatkan tiket untuk terbang satu hari sebelum pertandingan senam artistik digelar. Ia pun sangat bersyukur dan optimistis anaknya bisa gemilang di perhelatan PON XX Papua. “Bagi saya menerima rapor itu biasa, tapi ikut mendampingi anak ke sebuah pertandingan menjadi sesuatu yang saya tunggu-tunggu,” katanya.

PON XX Pembuktian Prestasi Atlet Muda, Kemenpora Fokus Pada Cabang Olahraga DBON

PON XX Pembuktian Prestasi Atlet Muda, Kemenpora Fokus Pada Cabang Olahraga DBON

Sesuai dengan isi yang ada dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) terkait pembinaan atlet dan fasilitas olahraga di daerah, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, berharap fasilitas PON XX bisa terjaga dengan baik agar bisa mewujudkan pembinaan atlet di masa mendatang. Hal itu disampaikan Amali usai meninjau langsung jalanya beberapa pertandingan PON XX Kamis (30/9/2021) petang kemarin. Amali menilai PON ini adalah ajang bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan prestasi yang terbaik sementara untuk atlet senior bisa digunakan untuk menjaga performa. “Sesuai dengan isi DBON, fasilitas yang ada di PON XX Papua ini sudah sangat luar biasa yang memiliki standart internasional. Saya harap setelah PON ini, fasilitasnya bisa terjaga dengan baik dan ada tim khusus yang menangani fasilitas PON,” kata Amali dilansir dari laman resmi Kemenpora.go.id Jumat (1/10/2021). Amali juga ingin ajang PON ini jadi pembuktian bagi atlet-atlet muda seluruh Indonesia untuk menunjukkan prestasi terbaiknya. “Saya ingin ada pecah rekor baru baik nasional atau internasional yang diukir atlet muda Indonesia. Ajang PON ini diharapkan jadi ajang pembuktian bagi atlet muda kita,” paparnya. Amali memang menjadikan DBON sebagai fondasi untuk pembinaan atlet muda Indonesia yang bisa melahirkan prestasi tertinggi di pentas dunia. PON sendiri menurutnya sebagai ajang kompetisi nasional yang diharapkan bisa melahirkan atlet muda berprestasi. Karena itu Amali selama PON akan melihat langsung pertandingan, khususnya cabang olahraga yang masuk dalam DBON. “Saya akan datang ke cabor untuk melihat pertandingan, khususnya pertandingan cabor yang masuk dalam DBON. Saya ingin PON ini digunakan sebagai wadah pembinaan dan pembibitan atlet-atlet muda Indonesia. Dari sini mereka harus bisa melahirkan prestasi agar bisa masuk menjadi atlet pelatnas,” tutup Amali.

Dua Atlet Muda PTM Sukun Wakili Indonesia ke Kejuaraan Asia di Qatar

Dua Atlet Muda PTM Sukun Wakili Indonesia ke Kejuaraan Asia di Qatar

Dua atlet Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun terpilih mengikuti kejuaraan International Table Tennis Federation (ITTF) “25th Asian Table Tennis Championship 2021” di Doha, Qatar 28 September hingga 5 Oktober 2021 mendatang, setelah mengikuti Kamp Pelatihan Junior Nasional (KPJN) 2021 di GBK Arena Senayan Jakarta, sejak akhir Mei 2021. Kedua atlet PTM Sukun berasal dari level junior, masing-masing atas nama Siti Aminah dan Dwi Oktaviany Sugiarto. Keduanya akan didampingi Manajer PTM Sukun Agus Fredi Pramono, yang sudah beberapa bulan dipercaya Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) menjadi asisten pelatih mendampingi head coach Lee Ki-Woong dari Korea Selatan. PTM Sukun sebelumnya mengirim lima atlet junior untuk mengikuti KPJN bersama puluhan atlet dari klub tenis meja se-tanah air. Namun pada akhirnya hanya dua atlet tersebut yang terpilih untuk berlaga di kejuaraan junior tingkat Asia itu. Penunjukan dua atlet PT Sukun bersama dengan empat atlet lainnya (PTM Prima Nusantara satu orang dan PTM STONI tiga orang) tertuang dalam surat PP PTMSI nomor 083/PP.PTMSI/PP.09/2021 tertanggal 16 September 2021. Sedangkan penunjukan Manajer PTM Sukun sebagai ofisial timnas tertuang dalam surat PP PTMSI nomor 084/PP.PTMSI/PP.09/2021 tertanggal 17 September 2021. Timnas Tenis Meja Indonesia bertolak menuju Doha, Qatar pada hari Kamis (23/9/2021) malam dan akan berada di sana selama 12 hari mulai, 24 September hingga 5 Oktober 2021. Sementara itu, rombongan dijadwalkan terbang kembali ke tanah air Rabu (6/10/2021) dini hari waktu setempat. “Mewakili Direksi, kami menyatakan rasa bangga terhadap atlet kami yang akan berlaga di kejuaraan tersebut. Dan kami mengucapkan terima kasih kepada PP PTMSI yang telah memberikan kepercayaan kepada manajer dan dua atlet kami untuk turut serta mewakili Indonesia di even mayor itu,” jelas Corporate Secretary PR Sukun Deka Hendratmanto. Pihaknya pun mendoakan yang terbaik untuk seluruh kontingen timnas. “Apapun hasilnya, pengiriman atlet ke even internasional ini adalah sebuah wujud konkret dari kerja keras pembinaan atlet tenis meja tanah air di bawah kepemimpinan Pak Oegroseno,” lanjutnya.

Bawa Atlet Muda ke Piala Thomas dan Uber 2020, Ini Target PBSI

Bawa Atlet Muda ke Piala Thomas dan Uber 2020, Ini Target PBSI

Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menaruh harapan tinggi kepada atlet-atlet muda yang dikirim ke ajang Piala Thomas dan Piala Uber 2020. PBSI berharap agar para pemain muda berkontribusi untuk target meraih gelar dan membawa trofi turnamen beregu putra dan putri itu ke Tanah Air. Sejumlah pemain muda dibawa ke turnamen yang bakal berlangsung di Denmark tersebut. Mereka adalah kakak beradik Chico Aura Dwi Wardoyo (23 tahun) dan Ester Nurumi Tri Wardoyo (17 tahun), serta Leo Rolly Carnando (20 tahun), Daniel Marthin (20 tahun), Putri Syaikah (20 tahun), hingga Jesita Putri Miantoro (19 tahun). “Dasar pemilihan selain dari performa di turnamen terakhir, juga kami evaluasi dari latihan-latihan mereka. Secara individu, mereka yang paling siap dan mumpuni. Saya pastikan mereka siap untuk bertarung dan bukan hanya bertarung tapi mereka juga siap menyumbangkan poin untuk tim,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky. Rionny beranggapan, atlet muda yang sudah dipilih itu punya tingkat motivasi berjuang yang sangat baik. Selama persiapan juga terlihat mereka menjalani setiap program latihan secara optimal. Ia juga sudah memerintahkan tim pelatih untuk lebih menyiapkan program-program yang ketat agar para atlet muda ini bisa mengambil ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Rionny memahami, sebagai peserta debutan, tekanan dan rasa minder akan ada di pundak atlet muda. Sebab itulah, ia meminta para pelatih berusaha untuk menguatkan mental anak-anak asuhnya tersebut. “Supaya mereka tidak minder karena pertama kali ikut di ajang beregu, saya juga sudah meminta mereka dalam beberapa minggu terakhir ini untuk sparring bersama seniornya. Saya juga sering mengingatkan mereka secara pribadi, apa saja tekanan yang ada di dalam tim dan bagaimana mengantisipasinya. Ini untuk memperkuat mental mereka,” ujar Rionny. Piala Thomas dan Piala Uber rencananya akan digelar satu minggu setelah Piala Sudirman 2021. Turnamen akan digelar di Aarhus, Denmark, pada 9-17 November 2021. Berikut daftar lengkap tim Piala Thomas & Uber Indonesia: Tim Thomas 1. Anthony Sinisuka Ginting 2. Jonatan Christie 3. Shesar Hiren Rhustavito 4. Chico Aura Dwi Wardoyo 5. Marcus Fernaldi Gideon 6. Kevin Sanjaya Sukamuljo 7. Mohammad Ahsan 8. Hendra Setiawan 9. Fajar Alfian 10. Muhammad Rian Ardianto 11. Leo Rolly Carnando 12. Daniel Marthin Tim Uber 1. Gregoria Mariska Tunjung 2. Putri Kusuma Wardani 3. Nandini Putri Arumni 4. Ester Nurumi Tri Wardoyo 5. Greysia Polii 6. Apriyani Rahayu 7. Siti Fadia Silva Ramadhanti 8. Ribka Sugiarto 9. Nita Violina Marwah 10. Putri Syaikah 11. Febby Valencia Dwijayanti Gani 12. Jesita Putri Miantoro

Diisi Pemain Muda, Tunggal Putri Ingin Berikan Yang Terbaik

Diisi Pemain Muda, Tunggal Putri Ingin Berikan Yang Terbaik

Ajang Piala Sudirman 2021 semakin dekat dengan hari penyelenggaraan. Turnamen yang menjadi lambang supremasi beregu campuran itu bergulir pada 26 September hingga 3 Oktober mendatang di Finlandia. Tim bulutangkis Indonesia terus mengejar persiapan demi usaha merebut gelar juara. Tidak terkecuali sektor tunggal putri yang menurunkan pemain-pemain muda, seperti Gregoria Mariska Tunjung (22 tahun), Putri Kusuma Wardani (19 tahun), dan Ester Nurumi Tri Wardoyo (16 tahun). Dari tiga nama tersebut, hanya Gregoria yang berpengalaman bermain di ajang beregu, sementara Putri dan Ester adalah seorang debutan. Asisten pelatih tunggal putri utama, Herli Djaenudin menyampaikan kondisi terkini anak asuhnya tersebut. “Persiapan untuk saat ini karena sudah mendekati ke hari pertandingan sudah lebih ke strategi permainan. Juga lebih mengasah senjata-senjata yang dimiliki tiga tunggal putri kita, Gregoria, Putri dan Ester,” kata Herli. “Kondisi mereka sudah 90% dan siap turun di Piala Sudirman nanti,” lanjutnya. Herli menambahkan bahwa program-program khusus terus diberikan agar tim tunggal putri bisa memberikan yang terbaik dan menyumbang angka untuk Merah-Putih. Herli juga berharap para pemain bisa bermain lepas. “Mereka dalam latihan sudah intens dan fokus. Sekarang kembali lagi mereka sudah lebih banyak ke strategi permainan, untuk fisik dan stamina sudah diberikan pada sebelum-sebelumnya. Programnya dengan satu lawan dua, juga sparring dengan tim putra sudah kita lakukan,” ungkap Herli. “Semoga tunggal putri ini terutama Putri dan Ester yang baru pertama kali ikut Piala Sudirman bisa bermain lepas dan luar biasa,” tutur Herli. Tidak hanya itu, Ester yang masih berada di tim pratama sekarang menjalani latihan bersama tim utama. “Saya dan Rionny (Mainaky) sudah sepakat untuk meminta Ester yang masih di pelatnas pratama untuk latihan dengan tim utama. Tujuannya selain untuk meningkatkan kualitas latihan seperti tenaga, pola main dan sebagainya, juga untuk membiasakan diri untuk bergabung dengan Gregoria dan Putri. Agar ia tidak canggung dan merasa ada di dalam tim,” jelas Herli. Sedangkan sang pemain yang merupakan adik kandung dari Chico Aura Dwi Wardoyo ini merasa senang sekaligus tegang usai terpilih masuk ke dalam tim Piala Sudirman. “Rasanya campur aduk. Senang sekaligus tegang. Senangnya karena saya masih muda tapi dipercaya oleh pelatih dan PBSI untuk masuk ke dalam tim. Saya ingin mengambil pengalaman untuk ke depan,” sahut Ester. “Tapi ada tegangnya juga karena saya kalau dipercaya turun ingin menyumbang poin untuk Indonesia. Ketegangan ini saya coba ubah jadi motivasi, bukan beban,” ucap pemain kelahiran Jayapura, 26 Agustus 2005 itu.

Ini Target Azzahra Permatahani di PON Papua

Ini Target Azzahra Permatahani di PON Papua

Pekan Olahraga Nasional atau PON XX 2021 di Papua dijadwalkan berlangsung mulai 2 Oktober sampai 15 Oktober nanti. PON Papua nantinya akan diikuti oleh 6.442 atlet dari seluruh provinsi di Indonesia pada 37 cabang olahraga. Salah satunya yakni renang.Para atlet pun sudah tidak sabar turun bertanding, salah satunya Azzahra Permatahani. Perenang nasional yang turun di Olimpiade Tokyo 2020 ini pun mengaku mempunyai misi pribadi untuk memecahkan rekor nasional (rekornas). “Jadi bagaimana caranya bisa memperbaiki waktu saya. Bagaimana bisa memperbaiki waktu-waktu saya yang sebelumnya lagi memecahkan Rekornas,” ujarnya. Di PON XX Papua, Azzahra mengaku akan lebih fokus memperbaiki waktu-waktu yang sebelumnya ia torehkan. “Jadi menurut saya kalau misalkan kita fokus ke waktu kita dulu. Medali akan menyusul. Medali akan mengikuti dengan sendirinya. Jadi fokus ke waktu dulu,” katanya, dalam acara Webinar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) belum lama ini. Menurut Azzahra, PON XX 2021 di Papua sangat penting guna memberikan kebanggaan untuk provinsinya masing- masing. Setiap atlet pun pasti berharap bisa memberikan yang terbaik. Bicara soal olahraga renang, Azzahra mengaku bahwa orang tuanya telah mengenalkan olahraga renang sejak usia tiga tahun. “Saya pribadi itu menyukai olahraga renang dan mulai mencoba olahraga renang itu dari umur 3 tahun,” kata dia. Setelah masuk sekolah dasar (SD), orang tuanya pun memasukan Azzahra ke klub renang. Menurut Azzahra, selain karena suka dan hobi, kedua kakaknya yang merupakan atlet renang pun membuat Azzahra bersemangat untuk menjadi atlet renang. Setelah duduk di bangku SMP, Azzahra pun mulai mengikuti lomba- lomba renang. Pada saat itulah, ia meraih medali pertama dalam lomba renang. Diakuinya, menjadi atlet renang membuat hidupnya lebih disiplin dan mandiri. Terlebih jika saat mengikuti lomba yang mengharuskan jauh dari keluarga dan orang tua. “Terus juga dari olahraga renang ini saya juga bisa menambah pengalaman saya. Bisa belajar untuk menjadi disiplin, mandiri,” tutur Azzahra.

Tim Indonesia Turunkan Petenis Muda Saat Lawan Barbados Di Piala Davis

Tim Indonesia Turunkan Petenis Muda Saat Lawan Barbados Di Piala Davis

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) memberi kesempatan kepada pemain muda untuk memperkuat tim Piala Davis Indonesia. Indonesia memutuskan untuk menyimpan pemain-pemain senior seperti Christopher Rungkat, David Agung Susanto, dan Anthony Susanto pada pertandingan yang akan berlangsung pada 17-18 September 2021. Bertandang ke markas Barbados di National Tennis Centre, Saint Michael, Tim Merah-Putih akan menurunkan Ali Fahresi (19 tahun), Gunawan Trismurwantara (18 tahun), dan Justin Barki (21 tahun). Pemain muda ini bakal didampingi oleh Febi Widhiyanto sebagai kapten tim. “Target kami pemain bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Febi melalui keterangan tertulis, Selasa, 7 September 2021. Meski masih berusia muda, semua petenis Indonesia telah memiliki pengalaman bermain di ajang yang berlabel Piala Dunia Tenis Beregu ini. Justin Barki yang bermukim di Amerika Serikat, telah menjadi skuad andalan Merah-Putih saat menjamu Filipina dan menantang tuan rumah Srilanka pada tahun 2018. Selain itu, Gunawan tampil di Playoff Grup II Davis Cup 2020 saat Indonesia versus Kenya di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Senayan. Sedangkan untuk Ali Fahresi, turun saat Indonesia menjamu Selandia Baru pada Grup II Davis Cup 2019 Zona Asia-Oseania. Ketua Umum (Ketum) PP Pelti, Rildo Ananda Anwar, mengaku pihaknya tak memancang target muluk saat melawan Barbados. Yang terpenting, menurut dia, para pemain muda ini menunjukkan kemampuan terbaik mereka sebagai bekal mengarungi turnamen di waktu mendatang. “Kami mengharapkan para pemain Indonesia tampil maksimal saat berhadapan dengan Barbados,” ucap Rildo Ananda Anwar. Adapun Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali memastikan bahwa pemerintah akan mendukung penuh terhadap upaya-upaya untuk menorehkan prestasi olahraga di tingkat internasional. “Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya dari cabang olahraga terutama yang akan ikut event-event internasional, baik single event maupun multi event sebagaimana yang kita lakukan selama ini,” kata dia. Selain itu, Amali akan memantau secara langsung latihan terakhir tim Piala Davis pada 7 September di stadion Gelora Bung Karno (GBK) sebelum keberangkatannya menuju Barbados. Pemenang antara Barbados vs Indonesia akan berlaga dalam babak playoff Grup I Piala Davis 2022.

Tim BMX Junior Indonesia Mampu Menembus Semifinal Kejuaraan Dunia

Timnas BMX junior buat sejarah dengan tembus semifinal Kejuaraan Dunia

Dua dari empat atlet tim nasional BMX junior Indonesia mencetak sejarah dengan menembus babak semifinal dalam 2021 BMX World Championships, Belanda pada 21-22 Agustus lalu. Kedua atlet tersebut adalah Jasmine Azzahra dan Amelia Nur Sifa. Namun, baik Jasmine Azzahra maupun Amelia Nur Sifa belum mampu bersaing di babak final setelah keduanya gagal menempati posisi pertama saat semifinal. Dalam laga semifinal yang berlangsung Minggu (22/8), Jasmine menempati posisi keenam dari delapan peserta yang tergabung dalam Heat 1. Lalu, Amelia finis di urutan kedelapan Heat 2, demikian catatan resmi Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI). Hasil tersebut menjadi catatan sejarah bagi Indonesia sebagai satu-satunya negara Asia yang meloloskan atlet junior putri ke semifinal Kejuaraan Dunia. Sementara itu, dua atlet putra timnas BMX junior, yakni Aditya Putu dan Alfauzan kandas sejak babak penyisihan. Adapun gelar juara kelas men dan women junior masing-masing direbut oleh pebalap Prancis Louison Rousseau dan Mariane Beltrado. Di kelas elite, podium utama Kejuaraan Dunia di Papendal diraih oleh pebalap Inggris Raya Bethany Shriever dan pebalap tuan rumah Niek Kimmann yang sebelumnya memenangi medali emas di Olimpiade Tokyo. Selain berlatih di Belanda, para atlet Indonesia juga diagendakan mengikuti berbagai kejuaraan BMX di Eropa, mulai dari kejuaraan level C1 Series, European Series, hingga World Cup dan World Championships. Usai Kejuaraan Dunia, timnas BMX junior tidak akan langsung pulang ke Tanah Air. Mereka akan bermukim selama tiga tahun di Belanda untuk melanjutkan program pelatihan (staycamp) demi mengumpulkan poin supaya lolos kualifikasi Olimpiade 2024 Paris. Belanda dipilih sebagai tempat pelatihan karena merupakan salah satu negara terbaik di dunia untuk balap sepeda. Pada Olimpiade Tokyo 2020, Negeri Kincir Angin itu meraih medali perunggu di kategori BMX putri dan medali emas BMX putra hanya dengan berlatih di sirkuit supercross mereka di Papendal.

Timnas Indonesia Cari Pengalaman di FIBA 3×3 World Cup

Timnas Indonesia Cari Pengalaman di FIBA 3x3 World Cup

PP Perbasi tidak menargetkan apa pun untuk timnas bola basket 3×3 putra dan putri Indonesia di FIBA 3×3 World Cup U-18 2021 pada 24-29 Agustus mendatang. Menurut manajer timnas bola basket junior, Wahyu Gunarto, itu terjadi karena ketatnya persaingan di sana. Jadi, event tersebut hanya dimanfaatkan untuk menambah jam terbang dan pengalaman bertanding bagi para pemain junior dan bekal menyambut berbagai kejuaraan di masa mendatang, termasuk kualifikasi Olimpiade Paris 2024. “Memang, ada tiga nama dari U-16 dan kami berharap mereka bakal punya lebih banyak pengalaman,” kata Wahyu dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Sabtu (21/8/2021). “Kami tidak ada target. Target utama kami memberikan pengalaman kepada pemain karena 3×3 ke depan akan menjadi industri yang luar biasa. Meski enggak ada target tapi paling tidak mereka harus memberikan yang terbaik,” tambahnya. Empat pemain putra akan mewakili Indonesia di FIBA 3×3 World Cup U-18, yaitu Rafael Pasha, Franciscus Gerick Fernando, Aaron Nathanael, dan Mikail Jaydra Muhammad. Sementara untuk roster 3×3 putri diisi oleh Margareth Rachel Janna dan tiga pemain U-16 seperti Angelica Jennifer Candra, Vanissa Renata Siregar, dan Syarafina Ayasa Sjahril. Kedua tim sudah menjalani pemusatan latihan sejak 8 Agustus di GMC Basketball Arena, Cirebon, Jawa Barat. Timnas 3×3 putri tergabung di Grup C bersama Jerman, Latvia, Sri Lanka, dan Israel. Namun, Sri Lanka telah mengundurkan diri karena terdapat pemainnya yang terpapar covid-19. Sementara itu, timnas 3×3 putra berada di Grup A yang ditempati juga oleh Kazakhstan, Prancis, Brasil, dan Ukraina. Sumber: Medcom.id

Amelia Nur Sifa Ikuti UCI Championship, Sudah Jalani Training di Belanda

Amelia Nur Sifa Ikuti UCI Championship, Sudah Jalani Training di Belanda

Pembalap sepeda BMX putri Jateng, Amelia Nur Sifa optimistis tampil di UCI 2021 BMX World Championship di Sirkuit BMX Arnhem Papendallaan, Amsterdam, Belanda, Minggu (22/8). Sifa akan turun di kelas Women’s Junior U-18. Sifa bersama tiga atlet Indonesia lainnya yakni Jasmine Azzahra Setyobudi, Soekarno Aditya Fajar Putu, dan Muhammad Alfauzan. Pembalap asal Temanggung itu saat ini berada di peringkat 18 dunia kategori yunior. Wakil Ketua II Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jateng Suma Novendi mengatakan, Sifa menjalani program stay training camp UCI di Belanda sejak 10 Agustus lalu. “Sebuah kebanggan bagi Jateng, atlet BMX mewakili Indonesia turun di kejuaraan dunia,” tutur Suma saat dihubungi, Jumat (20/8). “Bagi Jateng, ini sebuah kesempatan emas. Sifa bisa semakin matang baik teknik maupun mental. Dia bisa belajar banyak di Belanda nanti. Lawan mereka pembalap yunior kelas dunia. Jadi ini kesempatan bagus untuk mendapatkan pengalaman. Jangan bicara target dulu, terpenting mampu tampil semaksimal mungkin,” tutur pengusaha asal Cepu, Blora itu. Tampilnya Sifa, kata dia, menjadi motivasi bagi atlet BMX lain di Jateng. Dengan latihan rutin dan kerja keras, prestasi akan bisa teraih. Suma menilai, Sifa punya potensi yang besar ke depannya. Harapan jauh yakni bisa tampil di Olimpiade Paris 2024. Karena itu, pihaknya akan mendorong dan menjaga Sifa semaksimal mungkin. “Belanda merupakan tempat latihan rider BMX kelas dunia dengan fasilitas latihan kelas internasional. Negara itu punya atlet putri Merel Smulders peraih perunggu olimpiade dan Niek Kimmann peraih emas. Sifa juga menjadi harapan kami di berbagai ajang. Semoga saja PON XXI 2024 nanti, balap sepeda diperlombakan,” ujar Suma. Sumber: Suara Merdeka

Atlet Muda Taekwondo Kota Probolinggo Berhasil Raih 7 Medali Emas

Atlet Muda Taekwondo Kota Probolinggo Berhasil Raih 7 Medali Emas

Atlet muda taekwondo Kota Probolinggo, Jawa Timur berhasil memboyong tujuh medali emas, satu perak dan empat perunggu dari berbagai nomor kejuaraan di Bandung International E-Poomsae Tournament 2021. “Sebanyak 12 medali berhasil kami boyong, padahal sejak tahun 2004 latihannya numpang dari tempat Kodim, kemudian Zipur,” kata Ketua Pengurus Taekwondo Indonesia Kota Probolinggo Lalu Purwadi di kota setempat, Sabtu. Ia mengatakan untuk mendapatkan atlet yang siap bertanding sebaiknya mengikuti pembinaan sejak usia 5 tahun dan sebenarnya pihaknya sangat senang kalau ada yang mau daftarkan anaknya dari taman kanak-kanak, “Kalau masuknya sudah SMP dan SMA boleh bertanding itu kan setelah sabuk kuning ke atas. Nah ini prosesnya jadi lama, tidak mungkin baru bertanding langsung juara 1,” tuturnya. Menurutnya Dojang atau tempat berlatih taekwondo di Kota Probolinggo sudah diakui sebagai yang terbaik oleh Pengurus Provinsi Jawa Timur dan tidak kalah dengan Surabaya. “Saya dapat penghargaan tahun 2020 dari Pengprov Taekwondo Indonesia Jatim yang diserahkan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia karena Kota Probolinggo pengembangan organisasi dan atlet terbaik,” katanya. Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, Kamis (12/8) berkesempatan mengunjungi Dojang yang terletak di Jalan Semeru nomor 74 itu dan juga mengalungkan medali dan penyerahan bonus prestasi bagi atlet. Wali kota yang akrab disapa Habib Hadi itu menyambut baik atas raihan prestasi atlet binaan Pengurus Taekwondo Indonesia Kota Probolinggo tersebut. “Tentunya saya hadir disini ingin melihat adik-adik yang sudah dididik oleh Pengurus Taekwondo Indonesia Kota Probolinggo. Itu suatu hal yang luar biasa, menjadi kebanggaan kita, apalagi adik-adik yang disini juara,” tuturnya. Ia sangat mendukung kegiatan pembinaan olahraga bagi anak-anak khususnya saat masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan tentunya itu adalah suatu wadah yang luar biasa untuk mengisi kekosongan waktu anak-anak, apalagi dalam situasi kondisi pandemi. Atlet taekwondo Kota Probolinggo lainnya akan mengikuti kompetisi tingkat internasional yakni Gorontalo International Virtual Championship 2021 pada September nanti.

Satu-satunya Tim Yang Menurunkan Pemain U-23, Tim Hoki Indoor Papua Janji Tampil Maksimal

Satu-satunya Tim Yang Menurunkan Pemain U-23, Tim Hoki Indoor Papua Janji Tampil Maksimal

Tim hoki indoor putri Papua tetap menjanjikan hasil terbaik untuk kontingen Papua pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, walaupun mereka satu-satunya tim yang akan tampil dengan mayoritas pemain U-23. Pelatih kepala tim hoki indoor Papua, Ritam Maay, mengatakan pada PON XX nanti timnya akan tampil dengan mayoritas wajah baru atau pemain U-23. Sejak jauh hari, Papua sebagai tuan rumah memang telah mengusulkan untuk cabor hoki harus memainkan para pemain U-23, dengan alasan untuk memberikan kesempatan pemain muda agar ada regenerasi atlet di olahraga hoki. Namun belakangan usulan tersebut tidak digubris oleh kontingen lain yang tetap akan memainkan para pemain senior. Karena hal itu, tim hoki indoor Papua lantas memanggil 3 pemain senior mereka, yakni Kristina Rumbiak, Bastiana Rumbiak, dan Anna Naap. “Di PON XX kali ini yang kita siapkan di indoor itu semua U-23, tapi nyatanya regulasi berubah dan kontingen lain bermain dengan pemain senior. Untuk itu kita di indoor putri ini ada 3 atlet senior yang kita tarik. Kita siapkan U-23 karena kami Papua sebagai tuan rumah itu punya keinginan untuk meregenerasi olahraga hoki di Indonesia, tapi di tengah jalan regulasi itu berubah,” kata Maay, Senin (16/8/21). Meski akan tampil dengan mayoritas pemain U-23 yang minim pengalaman, Maay mengaku timnya kian menunjukkan progres yang signifikan selama menjalani ujicoba dalam masa try out di Jakarta. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi Tanah Papua di PON XX nanti. “Kami sampai saat ini masih berada di Jakarta untuk berujitanding mematangkan tim. Untuk target kita akan berusaha memberikan yang terbaik bagi Papua di rumah sendiri,” pungkasnya. Sementara itu, Kristina Rumbiak, yang akan menyandang ban kapten di tim hoki indoor putri Papua akan bertugas memimpin rekan-rekannya yang mayoritas masih atlet junior atau U-23. Dengan segudang pengalaman yang ia miliki dan prestasi medali perak di PON XIX Jawa Barat tahun 2016, Kristina akan menjadi tumpuan bagi timnya untuk mempersembahkan medali emas. Meski belum juga menjajal venue PON XX di Doyo Baru, Kristina menjanjikan penampilan terbaiknya demi mempersembahkan medali emas untuk Papua di rumah sendiri. “Saya dan teman-teman akan melakukan yang terbaik untuk bisa mendapatkan medali emas. Soalnya kita main di tanah kita sendiri, ini kita punya harga diri, jadi kita pasti akan lakukan yang terbaik. Sekalipun itu darah yang keluar, kita akan berdiri tegar untuk bisa dapat medali bagi tanah kita,” tandasnya. Sumber: Jubi.co.id

Timnas Basket Junior Ikuti Kejuaraan FIBA 3×3 World Cup U-18 di Hongaria

Timnas Basket Junior Ikuti Kejuaraan FIBA 3x3 World Cup U-18 di Hongaria

Timnas Bola Basket Junior putra dan putri dibentuk untuk diikutkan pada ajang FIBA 3×3 World Cup U-18 di Hongaria, 24-29 Agustus 2021. Lalu, siapa sajakah yang berangkat untuk mewakili Indonesia? Untuk Timnas Bola Basket U-18 puteri diperkuat Angelica Jennifer Candra, Vanissa Renata Siregar, Syarafina Ayasa Sjahril, dan Margareth Rachel Janna. Mereka dipimpin Kepala Bidang Kepelatihan PP Perbasi Taufik Saleh sebagai team delegate. Kemudian, untuk Timnas Bola Basket U-18 Putera dipimpin Syafiq Ali Mubarak dengan pemain Rafael Pasha, Franciscus Gerick Fernando, Aaron Nathanael, dan Mikail Jaydra Muhammad. Kedua timnas ini sudah berlatih sejak 8 Agustus 2021 di GMC Basketball Arena, Cirebon, Jawa Barat. “Para pemain berlatih sampai 21 Agustus karena 22 Agustus sudah harus bertolak ke Hungaria. Merekalah yang akan mewakili Indonesia di FIBA 3×3 World Cup U-18 karena tidak ada promosi dan degradasi dalam training center ini,” kata Njoo Lie Wen, Ketua Badan Tim Nasional Junior PP Perbasi, Rabu (11/8). Pada ajang kali ini, diharapkan para pemain mendapat pengalaman bermain dengan atlet terbaik di dunia. Lebih dari itu, mereka bisa merasakan seperti apa level 3×3 U-18 World Cup. Dengan begitu, ajang ini bisa menjadi tolok ukur untuk mau berkembang lebih jauh lagi. Team Delegate Timnas Bola Basket U-18 Putera, Taufik Saleh menambahkan, pemilihan pemain dalam timnas ini kewenangannya ada di Badan Tim Nasional Junior PP Perbasi. Mereka dipercaya mewakili Indonesia karena sebelumnya sudah terpantau dan tersedia karena lolos kualifikasi dan terverifikasi oleh sistem FIBA 3×3. “Ini karena pemilihan pemain untuk Timnas 3×3 berbeda dengan 5×5. Ada syarat minimum tahun pembuatan passport, syarat ranking di FIBA 3×3 Play, dan lainnya,” terang Taufik. “Di 3×3 juga tidak ada istilah pelatih namun istilahnya Team Delegate yang bertugas untuk membantu latihan dan mendampingi tim selama TC dan berangkat untuk menggali banyak informasi dan pengetahuan di FIBA 3×3 U18 World Cup sehingga dapat bermanfaat untuk perkembangan 3×3 ke depan,” imbuh dia. Dalam pembentukan skuat ini, PP Perbasi memanggil tiga pemain yang masih tercatat sebagai penggawa Timnas Bola Basket U-16. Harapannya, mereka menimba pengalaman sebanyak mungkin dari ajang ini. “Kami membawa tiga orang pemain putri U-16 berada di Tim agar mereka semakin kaya pengalaman karena masih bisa diikutkan Timnas U18 untuk 2 tahun mendatang. Salah satunya selain untuk event FIBA 3×3 U18 berikutnya maupun FIBA Asia U18 Women’s Championship, di mana Timnas Putri U18 Indonesia masih tergabung dalam Level 1 (Division A) untuk FIBA Asian U-18 Women’s,” terang Taufik. Sekjen PP Perbasi Nirmala Dewi mengatakan, federasi mendukung penuh perjuangan Timnas Bola Basket U-18 di FIBA 3×3 World Cup. Pada ajang ini, para pemain diharapkan memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya pengalaman bertanding. Menimba ilmu sebanyak-banyaknya untuk perkembangan bola basket Indonesia ke depannya.

Menpora Beberkan Persiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Menpora Beberkan Persiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Indonesia baru saja menyelesaikan perjuangan di ajang olahraga internasional Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung pada Juli-Agustus 2021. Pada 2023, Indonesia akan kembali diramaikan oleh gelaran Piala Dunia FIFA U-20. Bahkan, Indonesia digadang menjadi tuan rumah kejuaraan sepak bola internasional tersebut. Menurut rencana, Piala Dunia FIFA U-20 2023 akan dilangsungkan di Jakarta. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora) pun tengah melakukan sejumlah persiapan. Persiapan tersebut dibahas dalam Dialog Produktif Rabu Utama di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) dengan tema “Kiat Berprestasi di Masa Pandemi”, Rabu (11/8/2021). Menteri Menpora Zainudin Amali mengatakan, gelaran Piala Dunia FIFA U-20 akan dilaksanakan dengan pelaksanaan protokol kesehatan ketat untuk menjamin kesehatan para staf dan atlet. “Semua (atlet dan staf) yang terlibat harus sudah divaksin dan melakukan tes swab. Tidak ada penonton di arena. Misal, stadion berkapasitas 20 ribu orang, maksimal 299 orang berkepentingan saja yang boleh masuk ke sana,” ungkap Zainudin melalui keterangan resmi. Selain itu, pemerintah juga tengah mematangkan persiapan untuk menjaring bibit unggul tim sepak bola nasional. Beberapa sentra pembinaan olahraga pun dibangun di berbagai daerah dengan tujuan untuk menjaring talenta-talenta muda di dunia olahraga. “Kejuaraan di daerah adalah sumber atlet nasional. Dari sekitar 250.000 atlet talenta daerah, kita saring bertahap, hingga akhirnya didapatkan 150 orang atlet elit nasional dari cabor unggulan,” papar Zainudin. Sumber: Bolasport