Riska Hermawan Bangga Bisa Lanjutkan Tradisi Emas Keluarga Pada Ajang SEA Games

Riska Hermawan Bangga Bisa Lanjutkan Tradisi Emas Keluarga di Ajang SEA Games

Raut wajah gembira tampak terlihat di wajah Riska Hermawan. Asanya melanjutkan emas yang menjadi tradisi keluarga terpenuhi setelah dirinya bersama Ririn Rinasih mempersembahkan medali emas pertama SEA Games 2021 dari cabang olahraga (cabor) pencak silat nomor seni ganda putri. Tampil pada partai final ganda putri nomor seni di Bac Tu Liem Gymnasium, Rabu (11/5), Riska/Ririn sukses meraih 9,955 poin. Jumlah tersebut lebih baik dari wakil Vietnam, Nguyen Thi Thu Ha/Nguyen Thi Huyen yang hanya meraih 9,925. Ini merupakan emas perdana Ririn/Riska dalam sejarah berpartisipasi di ajang SEA Games. Sebelumnya, mereka hanya mendapat perunggu pada edisi 2017. Ririn/Riska memang sudah cukup lama berpasangan tepatnya sejak tahun 2016. Namun keduanya baru kembali masuk pelatnas untuk SEA Games 2021 sejak Januari lalu. Bagi Riska, torehan ini juga membuatnya melanjutkan tradisi keluarga. Ia memang berstatus putri dari peraih medali emas SEA Games 1997, Cece Hermawan. “Perasaan aku seneng banget dan terima kasih buat seluruh rakyat Indonesia. Medali emas ini aku persembahkan khusus untuk ayah aku yang kebetulan juara SEA Games 1997 juga serta paman dan perguruan aku, hingga kabupaten Majalengka, Jawa Barat,” ujarnya Langkah pasangan Riska/Ririn untuk meraih medali emas memang cukup mulus. Mereka tampak tak terpengaruh dengan sejumlah hasil buruk yang diraih wakil Indonesia ini. Terkait hal ini, Riska mengungkaplan sebuah rahasia. Ia mengaku mendapat motivasi tambahan dari Puspa Arum Sari yang harus puas dengan raihan medali perak. “Alhamdulillah saya lebih rileks dibanding sebelumnya karena kan SEA Games sebelumnya sempat down juga pas lawan Singapura. Jadi sekarang lawan tuan rumah justru lebih rileks,” kata Riska usai bertanding. “Aku tidak down (dengan hasil teman-teman lain), tapi hanya sedikit gugup. Namun Puspa yakinin aku untuk tampil maksimal. Dia bilang kita sudah latihan setiap hari jadi harus tunjukkan hasilnya,” pungkasnya. Pada Rabu (12/05) Pukul 14.00, Tim Indonesia meraih 3 medali emas, 4 perak, dan 1 perunggu. Dengan hasil ini, Indonesia menempati ranking tiga di klasemen sementara perolehan medali di bawah Vietnam dan Malaysia yang menempati ranking satu dan dua.

Sengit! Syabda Bawa Skuad Garuda Jawara Grup

Sengit! Syabda Bawa Skuad Garuda Jawara Grup

Pemain debutan Syabda Perkasa Belawa jadi penentu kemenangan tim Piala Thomas Indonesia tampil sebagai jawara grup. Kemenangan di partai terakhir, mengantarkan tim Garuda menang 3-2 atas Korea Selatan. Syabda tampil luar biasa. Mentalitasnya juga prima. Kelebihan itu dia tunjukkan saat menghadapi Yun Gyu Lee di partai kelima pertandingan antara Indonesia dan Korea Selatan di penyisihan grup. Siapa yang menang bakal menjadi juara Grup A. Sebagai pendatang baru, Syabda seperti namanya begitu perkasa. Ketika kedudukan sama kuat, 2-2, saat tampil di partai kelima, dia dituntut menang untuk menyelamatkan Skuad Garuda dari kekalahan. Nyatanya, Syabda tampil mengilap. Bertanding di Impact Arena, Bangkok, Rabu (11/5), saat ketinggalan 6-11 di gim ketiga, tak membuat dirinya pasrah. Sebaliknya, bangkit dan akhirnya menang lewat laga tiga gim, 21-14, 11-21, 21-16. “Saat tertinggal 6-11 pada gim ketiga, saya hanya berpikir, seandainya kalah ya sudah kalah. Tetapi saya bertekad saya tidak mau menyerah begitu saja di tengah lapangan. Saya terus berusaha saja,” tutur Syabda. Hasilnya, luar biasa. Dia bisa menyusul dan akhirnya menang. Berkat sumbangan angka dari Syabda, Indonesia pun menang 3-2 dan jadi juara grup. “Senang dan bersyukur saya bisa menang dan bisa menyumbangkan angka penentu kemenangan Indonesia atas Korea 3-2. Pertandingan tadi ada tegang dan ada pressure, karena saya tampil pertama kali di ajang besar seperti Piala Thomas dan tampil di partai penentuan lagi,” sebutnya. “Senior-senior sekaligus idola-idola saya, terus mendukung saya dari pinggir lapangan. Supportnya luar biasa. Mereka mendukung penuh saya. Saya pun jadi tidak mau menyerah. Saya lihat Koh Hendra, Mas Kevin, Babah Ahsan dan lain-lain, berteriak dari pinggir lapangan mendukung saya, saya pun terus fight. Saya tidak mikir apa-apa, pokoknya berjuang terus dan tidak ragu-ragu seperti gim kedua yang membuat saya kalah,” tambah Syabda. Sebelumnya, Shesar Hiren Rhustavito yang turun di partai ketiga, mampu memperpanjang napas tim Indonesia. Kedudukan Indonesia dan Korea Selatan pun menjadi 1-2. Vito, sapaan akrab pemain tunggal ini sukses mengalahkan Jeon Hyeok Jin, 19-21, 21-8, 21-10. “Tadi kunci kemenangan saya, adalah bermain sabar dan tidak buru-buru menyerang. Saya harus bermain seefisien mungkin. Tidak terpancing bermain menyerang terus yang bisa menguras tenaga saya,” ujar Vito. Indonesia pun sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat sumbangan angka dari pasangan ganda kedua, Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto yang mengatasi perlawanan Yong Jin/Na Sung Seong, 23-21, 21-16. “Alhamdulillah bersyukur bisa menyumbang poin bagi Indonesia. Setelah ketinggalan 1-2, jadi 2-2. Di awal gim, kita memang kalah siap. Kita dari awal tertekan terus. Belum bisa mengatasi serangan lawan. Namun setelah itu, kita bermain lebih tenang dan bisa menang,” ucap Rian. Di dua laga awal tm Merah-Putih sempat tertinggal 0-2. Anthony Sinisuka Ginting kalah di tangan Heo Kwang Hee, 16-21, 21-15, 14-21 dan pasangan baru Kevin Sanjaya/Moh. Ahsan takkuk kepada Seo Sung Jae/Kang Min Hyuk, 18-21, 21-13, 12-21. “Kecewa dan sedih juga saya tidak berhasil ambil poin. Sejak dari pertandingan awal, saya juga belum berhasil menyumbangkan poin untuk tim. Saya sebenarnya sudah mencoba yang terbaik untuk bisa dapat poin, namun belum berhasil. Belum rejeki saya,” sebut Ginting. “Kita akui, pasangan Korea itu juga bagus. Mereka layak diwaspadai. Ini menjadi perhatian dan pekerjaan rumah kita. Ke depan, akan kita coba dengan ganda-ganda muda kita yang belum masuk tim ini,” sebut pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi. Piala Thomas Indonesia vs Korea Selatan (3-2) Anthony Sinisuka Ginting vs Heo Kwang Hee, 16-21, 21-15, 14-21. Kevin Sanjaya/Moh. Ahsan vs Seo Sung Jae/Kang Min Hyuk, 18-21, 21-13, 12-21 Shesar Hiren Rhustavito vs Jeon Hyeok Jin, 19-21, 21-8, 21-10. Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto vs Yong Jin/Na Sung Seong, 23-21, 21-16. Syabda Perkasa Belawa vs Yun Gyu Lee, 21-14, 11-21, 21-16.

Usai Boyong 6 Emas Kejuaraan Dunia Junior, Atlet Angkat Besi Langsung Bersiap Ke Vietnam

Usai Boyong 6 Emas Kejuaraan Dunia Junior, Atlet Angkat Besi Langsung Bersiap Ke Vietnam

Rombongan atlet angkat besi Indonesia tiba di Tanah Air setelah berjuang di kejuaraan dunia kejuaraan angkat besi junior yang berlangsung di Yunani pada Minggu, 8 Mei 2022. Mereka langsung bersiap untuk berkompetisi dalam SEA Games di Vietnam. Windi Cantika dan kawan-kawan dijadwalkan mengikuti SEA Games 2021 Vietnam setelah membawa pulang enam medali emas dari kejuaraan di Yunani. Tiga medali dipersembahkan oleh Rizki Juniansyah dan tiga lainnya diraih lifter perempuan Windy Cantika Aisah. Windy menyumbangkan medali pada kejuaraan angkat besi putri kelas 49 kilogram, sedangkan Rizki tampil pada kelas 73 kilogram dan berhasil memecahkan rekor dunia Snatch dengan 156 kilogram. Kedatangan para lifter di Bandara Soekarno-Hatta disambut langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman dan jajaranya. “Mereka ini adalah atlet masa depan dan semoga ke depannya mereka akan terus membuat Indonesia bangga,” ujar Marciano dalam program Metro Siang di Metro TV, Senin 9 Mei 2022. Menurut Marciano mereka ada atlet masa depan Indonesia dan berharap dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga dunia. Tak lupa, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) yang dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI Mar. (Purn.) Djoko Pramono beserta jajarannya juga hadir menyambut kedatangan mereka. Melihat kesuksesan atlet angkat besi di kancah internasional, Marciano sangat mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan para juniornya. “Tentunya prestasi ini menjadi kebanggaan bersama untuk Bangsa Indonesia, rasa hormat dan terima kasih saya sampaikan untuk mereka,” ucapnya. Sementara itu, pertandingan angkat besi pada SEA Games kali ini akan berlangsung pada tanggal 19-22 Mei mendatang. Lawan terberat Windy cs kali ini adalah tuan rumah Vietnam dan juga Thailand. Pada ajang yang SEA Games edisi sebelumnya di Filipina, Vietnam menjadi juara umum dengan mengoleksi empat emas, lima perak, dan satu perunggu. Indonesia menempati peringkat kedua dalam perolehan medali dengan empat emas, satu perak, dan 5 perunggu. Tim Angkat Besi Indonesia Pada SEA Games Vietnam: Pria: Satrio Adi Inugroho (55 kg) Eko Yuli Irawan (61 kg) Mohammad Yasin (67 kg) Rizky Juniansyah (73 kg) Muhammad Zul Ilmi (89 kg) Rahmat Erwin Abdullah (73 kg) Wanita: Najla Khoi (45 kg) Siti Nafisatul Hariroh (45 kg) Windy Cantika Aisah (49 kg) Natasya Beteyob (55 kg) Sarah (59 kg) Tsabitha Alfiah (64 kg) Nurul Akmal (87+ kg)

Piala Uber 2022: Tak Hanya Menang, Skuad Muda Uber Petik Pengalaman Penting

Piala Uber 2022: Tak Hanya Menang, Skuad Muda Uber Petik Pengalaman Penting

Kemenangan Indonesia 5-0 atas Prancis di laga pembuka perebutan Piala Uber 2022 di Impact Arena, Bangkok, Minggu (8/5), sangat penting. Ini tak hanya untuk menjaga asa maju ke babak berikut, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para pemain yang melakoni pertandingan debut. Dalam pertandingan babak penyisihan Grup A, para pemain Indonesia tak hanya melawan musuh di tengah lapangan. Mereka juga harus bisa mengatasi tekanan, ketegangan, dan rasa nervous karena menjalani laga debut di Piala Uber. “Benar, saya melihat para pemain begitu tegang, nervous, dan dalam tekanan. Namun saya salut kepada mereka yang akhirnya bisa keluar dari tekanan dan mampu memenangi pertandingan. Ini pelajaran penting yang bisa dipetik dari laga pembuka Piala Uber,” papar manajer tim Hendro Santoso. Memang tidak mudah bagi Komang Ayu Cahya Dewi melakoni pertarungan perdana di perebutan Piala Uber melawan Prancis. Dia sempat dicekam ketegangan karena Komang menjadi pemain pertama yang turun bertarung. Syukurlah dia bisa menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Lewat perjuangan selama 72 menit, Komang sukses mempersembahkan angka pembuka bagi tim Uber Indonesia. Komang menang atas Qi Xuefei dengan skor 22-20, 19-21, 21-18. “Senang bisa menang dan mempersembahkan satu angka kemenangan bagi Indonesia. Tadi tegang juga karena ini untuk pertama kalinya saya tampil di ajang besar sekelas Piala Uber,” aku Komang. “Ketegangan sempat menghinggapi saya, terutama setelah unggul dan dikejar lawan, saya selalu panik dan gampang kehilangan banyak angka. Itu kelemahan saya. Saya lebih senang mengejar dan sering malah dapat angka,” tambah Komang. Angka kedua bagi tim Merah-Putih disumbangkan pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi yang sukses mengatasi perlawanan Vimala Heriau/Margot Lambert. Lewat laga selama 44 menit, Ana/Tiwi menang dengan 21-13, 27-25. “Tadi di gim pertama kita menang angin, sehingga lebih enak menyerang. Sementara di gim kedua, karena kalah angin, shuttlecock-nya kadang goyang sehingga tidak mudah untuk dipukul dan menyerang. Harus lebih hati-hati, tidak bisa sekali pukul bisa mematikan,” ujar Ana. “Yang pasti senang bisa menyumbangkan angka kemenangan. Memang tadi sedikit tegang juga di awal. Tetapi setelah itu karena kami fokus ke permainan, tidak ada tegang. Sebaliknya, termotivasi untuk menang di penampilan pertama kami di Piala Uber,” timpal Tiwi. Pemain tunggal kedua, Aisyah Sativa Fatetani tak mau ketinggalan menyumbangkan angka. Turun di partai ketiga, Sativa sukses mengatasi perlawanan Leonice Huet lewat laga tiga gim dengan 12-21, 21-13, 21-15. Tim Uber Indonesia pun unggul 3-0 atas Prancis. “Tadi di awal-awal sempat nervous juga. Karena ini pengalaman pertama bertanding di event besar. Tetapi setelah itu, saya bisa menemukan pola permainan dan bisa menang,” sebut Sativa. “Alhamdulillah bisa menang, meski sempat tegang dan kalah di gim pertama. Senang bisa menyumbangkan angka kemenangan. Semoga teman-teman yang lain juga bisa bertambah semangat untuk menang,” tutur Sativa. Pasangan kedua, Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari juga tidak mau ketinggalan menyumbang angka. Mereka sukses mengalahkan Flavie Vallet/Emilie Vercelot, 21-14, 21-11 dalam durasi 28 menit. “Senang bisa menang, apalagi hari ini ulang tahun saya. Semoga saya bisa memperoleh kado terbaik dari ajang ini,” sebut Lanny yang tepat merayakan ulang tahun ke-20. Indonesia memastikan menang 5-0 atas Prancis setelah pemain tunggal ketiga, Bilqis Prasista menang lewat rubber game atas Yaelle Hoyaux, 17-21, 21-14, 21-18. “Saya merasa tegang saat di gim pertama. Baru setelah pindah lapangan, saya bisa main lebih baik dan keluar dari tekanan. Di gim ketiga, sebenarnya saya juga sudah unggul. Tetapi karena tegang lagi, tersusul. Syukur akhirnya bisa tenang dan menang,” sebut Bilqis. Hasil Pertandingan Piala Uber Indonesia vs Prancis (5-0) Komang Ayu Cahya Dewi vs Qi Xuefei, 22-20, 19-21, 21-18. Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi vs Vimala Heriau/Margot Lambert, 21-13, 27-25. Aisyah Sativa Fatetani vs Leonice Huet, 12-21, 21-13, 21-15. Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari vs Flavie Vallet/Emilie Vercelot, 21-14, 21-11. Bilqis Prasista vs Yaelle Hoyaux, 17-21, 21-14, 21-18.

5 Detik! Atlet Indonesia Pecahkan Rekor di Kualifikasi Piala Dunia Panjat Tebing

5 Detik! Atlet Indonesia Pecahkan Rekor di Kualifikasi Piala Dunia Panjat Tebing

Luar biasa. Hanya perlu lima detik saja bagi atlet muda asal Indonesia, Kiromal Katibin untuk memecahkan rekor di Kualifikasi Piala Dunia Panjat Tebing, Jumat (06/05/22) di Korea. Atlet panjat tebing asal Indonesia, Kiromal Katibin memecahkan rekor dunia dalam ajang Kejuaraan Dunia International Sport Climbing (IFSC) 2022 di Seoul, Korea Selatan. Kiromal Katibin mencatatkan waktu tercepat dalam sesi kedua kualifikasi dengan catatan waktu hanya 5,17 detik saja di nomor speed. View this post on Instagram A post shared by Indonesian Climbing Federation (@fpti_official) ”Rekor ini sekaligus melewati rekor sebelumnya yang diraih oleh atlet asal Indonesia, Leonard Veddriq di WC IFSC tahun lalu di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat (AS),” tertulis di rilis @ftpi.official. Kejuaraan Dunia IFSC di Seoul ini memasuki seri kedua. Hanya 210 atlet yang berhak ke puncak podium dan ikut Kejuaraan Dunia. Tercatat, sebanyak 74 pemanjat, terdiri dari 39 pria dan 35 wanita, akan bertarung di babak pembuka, lalu memperebutkan medali nomor speed putra dan putri. Sementara untuk nomor boulder, kualifikasi Kejuaraan Dunia ini akan diikuti oleh 127 pemanjat, terdiri dari 62 pria dan 65 wanita. Pemegang rekor dunia sebelumnya, Veddriq Leonardo (Indonesia) dan juga Aleksandra Miroslaw (Polandia) berada di posisi awal. Mereka akan menghadapi lawan sengit, John Brosler dan Emma Hunt dari AS, juara dunia IFSC 2019 Ludovico Fossali dari Italia, dan juara dunia 2021 Natalia Kalucka dari Polandia. Seperti diketahui, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) memang fokus di kategori speed pada Climbing World Cup 2022 nanti. Biodata: Nama: Kiromal Katibin Tempat, Tanggal Lahir: Batang, Jawa Tengah, 21 Agustus 2000. Prestasi: 2022: Medali perak IFSC Climbing World Cup Seoul (Korea Selatan) 2021: Medali perak IFSC Climbing World Cup Salt Lake City (USA) 2019: Medali perak Asian Championship 2019 (Bogor) 2019: Medali perak Asian Championship 2019 (Bogor) nomor Speed Relay 2019: Medali perak PRA-PON XX Zona 2 (Surabaya) 2018: Medali emas Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 (Solo)

Indonesia Sapu Bersih Podium Nomor Speed di Piala Dunia Panjat Tebing 2022

Indonesia Sapu Bersih Podium Nomor Speed di Piala Dunia Panjat Tebing 2022

Indonesia menyapu bersih podium salah satu seri Piala Dunia Panjat Tebing 2022 yang diselenggarakan di Jungnang Sport Climbing Stadium, Seoul, Korea Selatan, Jumat. Veddriq Leonardo memastikan podium teratas nomor speed putra setelah finis dengan waktu 6,96 detik. Ia juga cukup diuntungkan karena rekan senegaranya, Kiromal Katibin, mencuri start dalam laga final perebutan medali emas, demikian catatan IFSC. “Tentu saja saya sangat senang karena ini merupakan kompetisi pertama pada musim ini. Saya merasa sangat percaya diri selama laga final tadi, dan (kemenangan) ini terasa luar biasa,” ungkap Veddriq. Sementara itu bagi Katibin, meski final kali ini berakhir antiklimaks dan mengecewakan, dia bisa bernapas lega berkat rekor dunia yang dia diciptakan pada babak kualifikasi dengan catatan waktu 5,17 detik, 0,03 detik lebih cepat dari rekor sebelumnya milik Veddriq yang dibukukan di Piala Dunia 2021 di Salt Lake City, Utah, AS. Podium nomor speed putra Piala Dunia Panjat Tebing kali ini makin lengkap berkat kemenangan atlet lainnya dari Indonesia, Rahmad Adi, yang mengalahkan Ludovico Fossali asal Italia dalam laga perebutan medali perunggu dengan catatan waktu 5,58 detik. Sementara itu, atlet putri Indonesia belum mampu naik podium dalam seri Piala Dunia kali ini. Rajiah Sallsabillah dan Desak Made Rita Kusuma Dewi, yang masuk tiga besar di babak kualifikasi, hanya mampu finis masing-masing di posisi kelima dan kesembilan saat final.

Cetak Atlet Berkualitas, INKAI Klungkung Gelar Kejuaraan Karate

Cetak Atlet Berkualitas, INKAI Klungkung Gelar Kejuaraan Karate

Menjelang pelaksaan kejuaraan Karate INKAI Dandim Klungkung Cup I 2022 antar Dojo Bali Timur, Klungkung, Gianyar dan Karangasem, INKAI Klungkung pun terus menggeber pembinaan dan pengembangan karateka muda. Ketua INKAI Klungkung, Anak Agung Gde Bagus Mahendra Putra menjelaskan bahwa pihaknya akan melaksanakan Kejuaraan Karaten INKAI Dandim Klungkung Cup I 2022 antar Dojo Bali Timur, Klungkung, Gianyar dan Karangasem pada tanggal 15 Mei 2022 mendatang dan mengambil tempat di GOR Swecapura. Dengan mengambil tema ‘Mewujudkan Generasi Karate Yang Memiliki Kapasitas Fisik dan Mental Bushido Yang Berprestasi’, kejuaraan tersebut digelar sebagai ajang silaturahmi antar karateka INKAI se- Bali. “Juga sekaligus untuk pembinaan dan pengembangan atlet karateka INKAI muda sebagai bagian dari pencarian atlet baru untuk INKAI Klungkung yang berada dibawah naungan FORKI Klungkung dan juga menjaring atau menyiapkan karateka-karateka muda INKAI Klungkung lebih berprestasi menuju ajang pertandingan Regional maupun Nasional,” tegasnya Jumat (6/5). Agung Mahendra juga menambahkan diselenggarakan kejuaran Karate INKAI tersebut adalah untuk menjaring bibit atlet sejak dini dan mempersiapkan atlet-atlet terbaik Klungkung untuk menghadapi kejuaran nasional maupun internasional. “Ini juga momen untuk mempersiapkan atlet-atlet terbaik Klungkung untuk berlaga di kejuaraan nasional maupun internasional, sehingga bisa memberikan penampilan terbaiknya,” lanjutnya. Adapun kejuaraan Karate INKAI Dandim Klungkung Cup I 2022 ini dapat diikuti dengan beberapa persyaratan, diantaranya mengikuti ajang Latih Tanding cabang INKAI di bawah naungan Inkai Klungkung, Gianyar, Karangasem dan mendapat rekomendasi dari pengurus INKAI cabang masing-masing. “Batas akhir pendaftaran itu hari Sabtu 7 Mei 2022, kemudian Technical Meeting, hari Minggu 8 Mei 2022,” sebutnya. Lebih lanjut dirinya menjelaskan jika kelas yang dipertandingakan adalah: Pra usia dini 6 tahun (kelahiran 1 Januari 2015 – 31 Desember 2015) Usia 7 tahun (kelahiran 1 Januari 2014 – 31 Desember 2014) Usia dini 8 tahun (kelahiran 1 Januari 2013 – 31 Desember 2013) Usia 9 tahun (kelahiran 1 Januari 2012 – 31 Desember 2012) Prapemula 10 tahun (kelahiran 1 Januari 2011 – 31 Desember 2011) Usia 11 tahun kelahiran (1 Januari 2010 – 31 Desember 2010) Pemula usia 12 tahun (kelahiran 1 Januari 2008 – 31 Desember 2008) Usia 13 tahun (kelahiran 1 Januari 2009 – 31 Desember 2009) Cadet usia 14 tahun (kelahiran 1 Januari 2007 – 31 Desember 2007) Usia 15 tahun (kelahiran 1 Januari 2006 – 31 Desember 2006) Junior 16 tahun (kelahiran 1Januari 2005 – 31 Desember 2005) Usia 17 tahun (kelahiran 1 Januari 2004 – 31 Desember 2004)

Tim U-23 Indonesia Akui Keunggulan Tuan Rumah

Tim U-23 Indonesia Akui Keunggulan Tuan Rumah

Tampil belum sepenuhnya kompak, tim U-23 Indonesia harus mengakui ketangguhan tuan rumah Vietnam 0-3 pada laga pertama di Stadion Viet Tri, Phu Tho, di cabang olahraga sepak bola SEA Games 2021 malam ini. Tiga gol bisa dicetak oleh Vietnam pada babak kedua, Nguyen Tien Linh mencatatkan nama di papan skor pada menit ke-54. Dung Do Hung menggandakan keunggulan pada menit ke-74. Le Van Do mencetak gol hoki pada menit ke-88. Meski menang, Vietnam berada di posisi kedua Grup A, setelah di laga pembuka Filipina menang telak 4-0 atas Timor Leste. Sedangkan Indonesia di posisi ketiga dan Timor Leste di posisi keempat. Indonesia akan kembali memainkan laga kedua melawan Timor Leste, Selasa (10/5) pukul 18.15 WIB. Untuk mengamankan peluang lolos ke semifinal, tim Garuda Muda harus mengalahkan mantan provinsi ke-27 Republik Indonesia itu. “Lupakan kekalahan di laga pertama. Ada kekurangan iya. Ini yang harus diperbaiki di pertandingan selanjutnya. Saya minta Shin Tae-yong perbaiki itu dan bisa menang di laga-laga selanjutnya,” ujar Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Iriawan pun masih menyimpan optimisme untuk skuad Garuda Muda ini. Ia juga meyakini kemenangan akan diraih saat melawan Timor Leste, Filipina (13/5), dan Myanmar (15/5).

Aldila Banjir Prestasi Jelang SEA Games Vietnam

Aldila Banjir Prestasi Jelang SEA Games Vietnam

Petenis putri asal Indonesia, Aldila Sutjiadi, mampu mengukir sejumlah prestasi menjelang tampil pada SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam. Terbaru, Aldila Sutjiadi membawa pulang gelar juara sektor ganda dalam turnamen ITF World Tennis Tour W100 di Charleston, Amerika Serikat, pada Minggu (1/5/2022) pagi WIB. View this post on Instagram A post shared by Aldila Sutjiadi (@dila11) Aldila Sutjiadi meraih gelar tersebut bersama petenis asal Polandia, yakni Katarzyna Kawa. Duet Aldila Sutjiadi dan Katarzyna Kawa sukses membungkam wakil tuan rumah Sophie Chang/Angela Kulikov dengan kemenangan straight set (6-1, 6-4) dalam laga final berdurasi 59 menit. Sebelum mengalahkan Sophie/Angela dan meraih gelar juara, Aldila/Kawa lebih dulu menang telak (6-1, 6-0) pada semifinal kontra pasangan Olivia Tjandramulia (Australia) dan Marcela Zacarias (Meksiko). “Terima kasih dukungannya, kami main solid hari ini meski nyaris kecolongan di set kedua,” kata Aldila Sutjiadi terkait jalannya laga final kontra Sophie/Angela, dikutip dari Antara News. View this post on Instagram A post shared by Aldila Sutjiadi (@dila11) Bagi Aldila, ini merupakan gelar juara kedua sepanjang 2022. Sebelumnya, dia lebih dulu meraih juara pada turnamen WTA Copa Colsanitas di Bogota, Kolombia. Aldila berpasangan dengan petenis asal Australia Astra Sharma ketika menjuarai ajang tersebut. Setelah meraih gelar juara pada WTA 250 Copa Colsanitas, Aldila bertengger di posisi ke-86 dalam tabel peringkat ganda WTA. Selanjutnya, Aldila disebut akan kembali naik peringkat setelah meraih gelar juara pada ITF 100 Charleston. Antara News menulis, Aldila akan menempati peringkat ke-77 dunia pada awal pekan depan. Aldila mengatakan bahwa rentetan prestasi ini bisa menjadi modal berharga untuk tampil pada SEA Games 2021 Vietnam. Selain itu, Aldila juga akan berjuang pada turnamen bergengsi lainnya, yakni Grand Slam Roland Garros. “Modal bagus untuk tampil di SEA Games Vietnam nanti dan Grand Slam Roland Garros,” ujar Aldila. Pada SEA Games 2021 Vietnam, Aldila berpeluang mempertahankan raihan emas yang didapat pada edisi sebelumnya. Aldila berhasil meraih emas tunggal putri pada SEA Games 2019 Filipina. Selain itu, dia juga mampu menyumbangkan medali emas bersama Christopher Rungkat di nomor ganda campuran. Pretasi yang diukir Aldila melengkapi raihan timnas tenis Indonesia yang ketika itu menjadi juara umum. Pada SEA Games 2019 Filipina, timnas tenis Indonesia juga memperoleh emas dari buah perjuangan ganda putri Beatrice Gumulya/Jessy Rompies. Timnas tenis Indonesia bertekad mempertahankan gelar juara umum dalam SEA Games 2021 Vietnam yang akan berlangsung pada 12-23 Mei mendatang.

Tim U-23 Indonesia Langsung Bentrok Lawan Vietnam di Laga Perdana SEA Games

Timnas U-23 Langsung Bentrok Lawan Vietnam di Laga Perdana SEA Games

Tim U-23 Indonesia akan memulai laga perdana SEA Games 2022 melawan tuan rumah Vietnam yang akan berlangsung Jumat (6/5). Tim U-23 Indonesia sendiri sudah berangkat ke Vietnam Selasa pagi bersama tim rowing. Manajer Timnas Sepak Bola Indonesia untuk SEA Games, Uden Kusuma Wijaya menjelaskan bahwa kondisi timnya dalam keadaan baik. Pelatih Shin Tae-yong, kata dia, akan segera menjadwalkan sesi latihan setibanya di Vietnam. “Anak-anak dalam keadaan baik dan kami juga terus memotivasi mereka. Kami akan memanfaatkan peluang sekecil apa pun selama di SEA Games nanti,” tutur Uden. Garuda Muda berada dalam satu grup bersama tuan rumah Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste dan akan menjalani laga perdana menghadapi tuan rumah Vietnam pada Jumat (6/5) malam WIB di stadion Viet Tri. Tim U-23 Indonesia telah menjalani uji coba di Korea Selatan, melawan tiga klub sepak bola setempat namun hanya sekali menang dan dua kali kalah. Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk SEA Games, Ferry J Kono, melalui keterangan tertulisnya, menjelaskan Timnas sepakbola dan rowing berangkat lebih awal untuk kebutuhan adaptasi. Tim sepak bola akan melewati laga perdana pada 6 Mei, sedangkan rowing 9 Mei, sebelum upacara pembukaan dimulai pada 12 Mei. “Hari ini kami melepas kloter pertama menuju Vietnam ada dua rombongan di kloter perdana, yaitu tim advance bersama 40 orang dari cabang rowing dan sepak bola berjumlah 20 atlet, 8 ofisial dan 10 extra ofisial,” kata Ferry usai melepas timnas sepak bola di Jakarta, Selasa. Ferry menambahkan bahwa kondisi para atlet yang berangkat dalam keadaan bugar dan siap berlaga di SEA Games ke-31 itu. Dia juga memastikan tim CdM siap untuk melayani kebutuhan para atlet ketika tiba di Vietnam. “Insyaallah kedua cabang ini sampai di Vietnam mereka dapat langsung diurus oleh tim CdM yang sudah berada di sana sehingga kami dapat memastikan mereka mendapat layanan terbaik dari tim CdM,” ucapnya. Tim Indonesia untuk SEA Games Vietnam berkekuatan 499 atlet yang akan berpartisipasi pada 32 dari 40 cabang olahraga yang dipertandingkan. Kontingen Indonesia ada penambahan atlet dengan masuknya futsal putra (14), balap sepeda (6), dan renang (1).

Pertahankan Gelar, Windy Juara Dunia Angkat Besi Junior 2022

Pertahankan Gelar, Windy Juara Dunia Angkat Besi Junior 2022

Pengorbanan lifter Indonesia Windy Cantika Aisah merayakan hari raya Idul Fitri jauh dari keluarga berbuah hasil manis. Windy sukses menjadi juara dunia angkat besi junior 2022 di Yunani pada Selasa (3/5/2022) dini hari WIB. Windy Cantika Aisah kembali menjadi yang terbaik di kelas 49kg. Windy merebut medali emas Kejuaraan Dunia Junior Angkat Besi 2022 dengan begitu dominan. Total angkatan Windy 185kg. Pada angkatan snatch, Windy mengangkat beban 83kg. Sedangkan di clean and jerk, angkatan Windy mencapai 102kg. View this post on Instagram A post shared by International Weightlifting Federation (@iwfnet) Windy mengungguli dua atlet India Gyaneshwari Yadav dan V Rithika yang harus puas menerima medali perak dan perunggu. Total angkatan Windy jauh di atas kedua wakil India itu. Total angkatan Gyaneshwari 156kg, sedangkan Rithika 150kg. Total Windy mendapat tiga medali emas di Kejuaraan Dunia Junior Angkat Besi 2022 kelas 49kg putri. Pasalnya angkatan Windy di snatch maupun clean and jerk juga merupakan yang terbaik. Sukses Windy ini membuatnya mempertahankan medali emas Kejuaraan Dunia Junior Angkat Besi 2022 kelas 49kg putri. Tahun 2021 lalu di Tashkent, Uzbekistan, Windy juga menyabet tiga medali emas. Namun dibandingkan tahun lalu, total angkatan Windy menurun. Di Kejuaraan Dunia Junior Angkat Besi 2021, total angkatannya 191kg. Prestasi apik Kejuaraan Dunia Junior Angkat Besi 2022 menjadi modal berharga Windy yang akan turun di SEA Games 2021 di Hanoi Vietnam. Windy dan rekan-rekannya akan langsung terbang ke Vietnam selepas dari Yunani. Kejuaraan Dunia Junior Angkat Besi 2022 berlangsung pada 2-10 Mei 2022 atau tepat saat hari raya Idul Fitri. Windy dan tiga lifter Indonesia lain pun harus melewatkan momen Lebaran bersama keluarga.

Indonesia Juara Umum Kejuaraan Bulu Tangkis di Stockholm

Indonesia Juara Umum Kejuaraan Bulu Tangkis di Stockholm

Indonesia menjadi juara umum dalam kejuaraan bulu tangkis FZ Forza Junior Stockholm 2022 di Täby, Stockholm, Swedia. Dalam perhelatan yang digelar 29 April hingga 1 Mei ini, para pemain junior Indonesia telah merebut 14 medali. “Sungguh luar biasa prestasi dan raihan atlet atlet junior Indonesia dalam turnamen internasional di Stockholm, Swedia ini,” kata Duta Besar RI untuk Kerajaan Stockholm, Kamapradipta Isnomo, dalam keterangan tertulis kepada Diplomasi Republika, Senin (2/5/2022). “Ini membuat warga dan diaspora Indonesia di Swedia bahagia dan bangga,” katanya menambahkan. Perhelatan olahraga ini diikuti 15 atlet bulu tangkis junior Indonesia dari Klub Djarum dan Klub Jaya Raya. Mereka bertanding bersama puluhan atlet junior mancanegara lainnya. Pertandingan berlangsung di lapangan indoor Täby Racket Centre, Täby, Stockholm. Selama tiga hari dan tiga malam, atlet bulu tangkis Indonesia telah memberikan dan bermain yang terbaik untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan hasil yang sangat memuaskan. Cabang bulu tangkis yang di sapu bersih oleh altlet junior Indonesia adalah tunggal putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Berikut hasil Kejuaraan FZ Forza Junior Stockholm International 2022: Men’s Single Mohamad Halim Sidiq (INA) vs Jason Alexander (INA): 21-16 & 21 18 Women’s Single Anwesha Gowda [IND] vs Lucia Rodriguez [ESP]: 21-17 & 21-12 Men’s Double Patra Rindorindo dan Putra Erwiansyah [INA] vs Jonathan Gosal dan Adrian Pratama [INA]: 21-19 & 21-11 Women’s Double Jessica Rismawardani dan Puspa Damayanti [INA] vs Titis Rahma dan Bernadine Wardana [INA]: 21-15 & 21-13 Mix Doubles Patra Rindorindo dan Titis Rahma [INA] vs Verrell Mulia dan Bernadine Wardana [INA]: 12-21, 21-14 & 21-9

Pramudya/Yeremia Taklukkan Asia

Pramudya/Yeremia Taklukkan Asia

Pasangan ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan menuntaskan Kejuaraan Asia 2022 dengan kalungan medali emas. Hal ini mereka dapat usai di laga final menaklukkan peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Aaron Chia/Soh Wooi Yik asal Malaysia dua gim langsung, 23-21, 21-10. Bertanding di Muntinlupa Sports Complex, Manila, Minggu (1/5), Pramudya/Yeremia memulai laga dengan terus tertinggal, 7-11, 10-14 hingga 13-17. Beruntung mereka mampu bangkit dan membalikkan keadaan di akhir-akhir laga. Bermula dari skor 18-18, 19-19 lalu setting dan akhirnya berakhir dengan 23-21. “Di gim pertama kami memang masih kurang tenang, terlalu terburu-buru,” ucap Yeremia. “Tadi di gim pertama kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Tetapi pelan-pelan kami bisa mengejar mereka. Menang di gim pertama menjadi kunci kami bisa mengalahkan mereka. Di gim kedua kami coba menekan terus karena sudah enak mainnya dan mereka sepertinya jadi tidak percaya diri dan goyah,” tambah Pramudya. Gelar ini membuat Merah-Putih melepas dahaga juara Asia selama tujuh tahun. Terakhir, Indonesia meraih gelar di ajang ini adalah pada tahun 2015 melalui ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Sedangkan di ganda putra, Pramudya/Yeremia meneruskan takhta Markis Kido/Hendra Setiawan yang menjadi juara di tahun 2009. “Kami sangat senang bisa juara di sini. Kami datang dengan status underdog, bukan unggulan tapi bisa sampai juara. Kemarin setelah final saja kami sudah bersyukur,” kata Pramudya. “Terima kasih untuk semua tim PBSI dan pelatih karena kami bisa juara berkat mereka juga. Dan yang paling penting gelar ini untuk Indonesia,” sahut Yeremia. Pramudya/Yeremia memang pantas menjadi juara. Setelah mendapat bye di babak 32 besar, mereka secara beruntun mengalahkan unggulan-unggulan. Dimulai dari Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (6/Malaysia) di babak 16 besar, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (2/Jepang) di perempat final, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (4/Indonesia) di semi final hingga Aaron Chia/Soh Wooi Yik (5/Malaysia) di final. “Kami melihat Bagas/Fikri luar biasa mampu juara All England. Kami termotivasi dari sana dan ingin menunjukkan bahwa kami juga bisa,” ungkap Pramudya. “Semoga gelar ini menjadi pacuan kami untuk lebih baik di turnamen-turnamen selanjutnya dan bisa konsisten,” timpal Yeremia.

Tim U-23 Indonesia Terus Matangkan Strategi

Tim U-23 Indonesia Terus Matangkan Strategi

Tim U-23 Indonesia menjalani latihan pematangan strategi di Lapangan B, Jakarta, Sabtu (1/5) malam. Pada latihan ini trio pemain yakni Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, dan Saddil Ramdani sudah ikut bergabung. Latihan berlangsung selama kurang lebih dua jam dengan intensitas tinggi. Para pemain tampak bersemangat dan antusias mengikuti latihan dibawah instruksi pelatih Shin Tae-yong. “Hari ini, program latihan dengan intensitas tinggi. Dua hari ini intensitas tinggi. Ketika pindah ke Vietnam, fokus conditioning,” kata Shin Tae-yong. “Untuk kondisi (tiga) pemain tersebut baik, performa dan kondisinya,” sambung Shin Tae-yong. Namun dari ketiganya, Saddil Ramdani harus terus dijaga. Mengingat belum lama harus melakoni pertandingan bersama Sabah FC. Ada pun Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri sudah lebih dahulu beristirahat. Keduanya sudah berada di Indonesia selama sepekan. “Mereka sudah dapat libur dan kondisinya baik. Untuk Saddil sebelumnya ada pertandingan, jadi perlu dikontrol agar kondisi tetap fit,” jelasnya. Garuda Muda juga terus terus membiasakan diri menggunakan bola resmi SEA Games 2021. Bola bermerek Dong Luc seri UHV 2.07 sudah dipergunakan sejak menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan.

Zohri Siap Persembahkan Medali Emas SEA Games Untuk Mendiang Bob Hasan

Zohri Siap Persembahkan Medali Emas SEA Games Untuk Mendiang Bob Hasan

Sprinter andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri mengincar medali emas di SEA Games Vietnam. Ia menyatakan akan mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dan mendiang Bob Hasan. Bob Hasan merupakan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Ia punya kontribusi yang besar terhadap kemajuan atletik di Indonesia. Pada Maret 2020 Bob Hasan meninggal di usia 89 tahun. Sprinter asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mengaku termotivasi dengan pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali saat berkunjung ke Pelatnas atletik di Jakarta belum lama ini. “Pesan Menpora Amali saya jadikan motivasi. Terlebih Menpora bilang persembahkan medali untuk almarhum Bob Hasan yang mendidik, memberikan semangat, dan banyak hal lainnya. Semoga saja pada SEA Games Hanoi bisa mencapai target membawa pulang emas untuk Indonesia,” ujar Zohri. Ihwal persiapan menghadapi SEA Games 2022, Zohri mengatakan terus berlatih meski sempat mengalami cedera hamstring. Cedera itu ia dapatkan saat tampil di Kejuaraan Dunia Atletik Indoor di Stark Arena, Belgrade, Serbia pada 18-20 Maret 2022. Kini, kondisi Zohri mulai membaik bahkan sudah melakukan latihan berupa jogging, strike, dan speed. Dia berharap bisa memperbaiki catatan waktu saat tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 pada nomor 100 meter putra yakni 10,46 detik. PB PASI menyiapkan 23 atlet untuk SEA Games 2022. Selain Zohri, pada sektor putra ada nama Sapwaturrahman, Abdul Hafiz, Halomoan B Simanjuntak, Hendro, Atjong Tio Purwanto. Lalu Agus Prayogo, Bayu Kertanegara, Eko Rimbawan, Sudirman Hadi, Wahyu Setiawan, dan Adit Rico. Sedangkan untuk putri yakni Emilia Nova, Maria Londa, Agustina Manik, Odekta Naibaho, Eki Febri Ekawati, Sri Mayasari. Lalu Tyas Murtiningsih, Erna Nuryanto, Jenny Agreta, Hasruni Rahim, dan Valentine Lonteng.

Rifda Irfanaluthfi Wakili Indonesia di SEA Games Vietnam

Rifda Irfanaluthfi Wakili Indonesia di SEA Games Vietnam

Atlet Senam Artistik, Rifda Irfanaluthfi merasa senang bisa mewakili Indonesia di SEA Games 2021. Menurutnya, dengan terpilihnya dirinya oleh tim review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kemenpora maka dirinya merasa lebih dipercaya dan menjadi pemacu semangat untuk berpretasi menuju olimpiade. “Saya merasa dipercaya dan itu menjadikan saya tanggung jawab lebih dibandingkan sebelumnya. Dan, menjadi semangat saya untuk bisa usaha lebih keras lagi untuk menuju olimpiade,” kata atlet berusia 22 tahun tersebut, Selasa (26/4) petang. Menurutnya, saat ini dirinya tengah fokus mempersiapkan diri menghadapi SEA Games 2021. Dia berharap bisa ikut mewakili Indonesia di Asian Games 2023 nanti dan lolos kulifikasi Olimpiade Paris 2024 mendatang. “Jadi sekarang fokus ke SEA Games dulu, setelah SEA Games baru fokus di Asian Games,” ujarnya. Dalam kesempatan ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan perubahan paradigma olahraga dimana SEA Games dan Asian Games menjadi sasaran antara menuju target utama yakni olimpiade. Menurutnya, pada multi event sebelumnya yakni SEA Games dan Asian Games Indonesia bangga mengirim atlet dengan jumlah yang banyak, sementara tidak semuanya berprestasi. Sehingga dengan adanya perubahan paradigma melalui panduan DBON dan UU Keolahragaan, maka atlet-atlet yang dikirim adalah atlet yang berpretasi dengan rekomendasi tim review berdasarkan data-data prestasi yang ditorehkan sebelumnya. “Sekarang ini perubahan paradigma besar-besaran di olahraga kita. Pengiriman atlet benar-benar didasarkan pada catatan-catatan yang objektif. Jadi gak ada karena menterinya suka dan tidak suka. Tapi berdasarkan catatan prestasi yang saya dapatkan dari tim review. Target kita sekarang Olimpiade, SEA Games itu step kita untuk ke Asian Games, dan Asian Games step kita menuju ke olimpiade,” kata Menpora Amali. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bhakti, Wakil Ketua Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia SEA Games 2022 Ade Lukman, dan Ketua tim review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kemenpora, Prof. Dr. Moch Asmawi. Hadir pula Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB PersanI) Dian Arifin dan pelatih tim nasional Eva Novalina. Sementara itu, Pengurus Besar (PB) Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) menargetkan 2 medali emas pada SEA Games 2021 yang digelar di Hanoi, Vietnam, 12-23 Mei 2022. Target ini sama dengan hasil yang disumbangkan pada Kontingen Indonesia pada SEA Games 2019 Filipina. “Kalau dari kita target tidak kurang dari SEA Games 2019 Filipina. Saat di SEA Gamas 2019, kita meraih 2 emas. Berarti untuk SEA Games 2021 Vietnam target 2 emas, tapi kalau bisa lebih dari 2 emas lebih bagus,” kata pelatih senam artistik putri nasional, Eva Novalina, saat di temui di GOR Senam DKI Jakarta, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (26/4/2022). Ia menambahkan, raihan 2 emas ini bisa mengandalkan dari atlet putra dan putri. “Untuk putri kita bisa mengandalkan Rifda Irfanaluthfi untul meraih 1 emas dan untuk 1 emas lagi bisa dari Dwi Samsul Arifin,” ujarnya.

Pemanasan Jelang SEA Games, Indonesia Kirim Empat Lifter ke Kejuaraan Dunia Junior

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), Djoko Pramono mengatakan empat lifter akan bersaing di Kejuaraan Dunia Junior di Heraklion, Yunani, 2-10 Mei sebelum bertolak ke SEA Games Hanoi, Vietnam. Mereka adalah Windy Cantika Aisyah (kelas 49kg), Najla Khoirunnisa (45kg), Juliana Clarissa (55kg) untuk sektor putri. Sementara satu lifter putra yakni, Rizki Juniansyah yang akan tampil di kelas 73kg. “Kami tidak mau menjanjikan target muluk-muluk. Yang penting mereka tampil all-out, syukur-syukur mampu memecahkan rekor dunia,” kata Djoko Pramono dalam keterangan tertulis, Rabu (27/4/2022). Pada sisi lain, Djoko Pramono bersyukur karena Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengabulkan permintaan PABSI untuk memberangkatkan 13 lifter untuk berlaga di SEA Games Hanoi yang akan berlangsung pada 12-23 Mei. “Ketatnya prosedur pengiriman atlet ke SEA Games berdasarkan pantauan tim review terhadap prestasi atlet di Vietnam nanti, kami berterima kasih telah mengabulkan permintaan kami. semoga para atlet membalasnya dengan prestasi gemilang,” ujar Djoko Pramono menambahkan. Dalam kesempatan ini, dia juga menyambut dengan tangan terbuka kehadiran kembali lifter Eko Yuli Irawan di Pelatnas PABSI. Ia mengatakan, Eko merupakan bagian dari PABSI juga. “Sebagai senior, Ia diharapkan mampu membimbing adik-adiknya di Pelatnas,” kata Djoko. Menyinggung soal peta persaingan di ajang SEA Games Hanoi, Djoko mengatakan pihaknya mewaspadai kemunculan kembali para lifter Thailand yang telah bebas dari sanksi doping. Lifter tuan rumah Vietnam dan Filipina juga diwaspadai.

Asa Lifter Muda Indonesia Pecahkan Rekor di Kejuaraan Dunia

Asa Lifter Muda Indonesia Pecahkan Rekor di Kejuaraan Dunia

Lifter muda Indonesia, Rizki Juniansyah, ingin memecahkan rekor dunia kelas 73 kilogram (kg) dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2022 pada 1-8 Mei di Yunani. Sebelumnya Rizki memecahkan tiga rekor dunia kelas 73kg junior dalam Kejuaraan Dunia Junior 2021. Lifter kelahiran Banten ini total membukukan 349kg, dengan rincian 155kg snatch dan 194kg clean and jerk. Adapun rekor dunia angkat besi kelas 73kg kategori senior dipegang Shi Zhiyong. Lifter asal China ini membukukan total angkatan seberat 364kg. Rekor itu dicetak Shi Zhiyong dalam Olimpiade 2020. Rinciannya, snatch 169kg dan clean and jerk 198kg. Mengingat usianya masih 18 tahun, anak dari mantan lifter nasional, Mohamad Yasin ini percaya diri ke depan bisa melampaui torehan Zhiyong. Untuk saat ini ia fokus memecahkan rekor kategori junior terlebih dahulu. “Sekarang, sih, angkatan snatch sudah 160kg dan clean and jerk 195kg. Itu yang terbaik sekarang untuk persiapan kejuaraan dunia di Yunani,” kata Rizky dilansir CNNIndonesia.com. “InsyaAllah kalau target di Yunani pecah rekor dunia lagi. Setelah itu nanti pulang ke Indonesia, istirahat beberapa hari untuk berangkat SEA Games. InsyaAllah bisa memperbaiki yang sebelum-sebelumnya,” ujarnya. Selain Rizki, PABSI akan mengirim tiga atlet putri di kejuaraan dunia ini. Ketiganya adalah Windy Cantika Aisyah di kelas 49kg, Najla Khoirunisa di kelas 45kg, dan Juliana Clarisa di kelas 55kg. Keempatnya akan berangkat ke Yunani pada Rabu (27/4). Windy Cantika yang meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 dengan total angkatan 194kg, yaitu 84kg snatch dan 110 kg clean and jerk, percaya diri bisa mengukir prestasi. Namun atlet asal Jawa Barat ini tak mematok target khusus. “Windi hanya ingin dan berusaha memberikan yang terbaik. Doakan semoga bisa memberikan prestasi,” ucap atlet kelahiran 11 Juni 2002 ini di sela-sela Pelatnas angkat besi di Jalan Kweni, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Kabar Baik! Asnawi Sudah Gabung Bersama Garuda Muda

Kabar Baik! Asnawi Sudah Gabung Bersama Garuda Muda

Bek kanan andalan Tim U-23 Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar, sudah bergabung dalam pemusatan latihan (TC) skuad Garuda Muda. Bahkan, pemain Ansan Greeners FC itu sudah mengikuti sesi latihan Tim U-23 Indonesia di Daejeon World Cup Stadium, Selasa (26/4). Asnawi akan ikut dalam uji coba terakhir Tim U-23 Indonesia melawan Daejeon Hana Citizen di Stadion Distrik Suseong, Daegu, Rabu (27/4). “Intinya sangat senang bergabung di sini, walaupun gabung di uji coba terakhir melawan Daejon (Hana). Setelah itu, saya akan kembali ke Ansan (Greeners), baru tanggal 3 (Mei) bergabung dengan (Tim U-23) di Vietnam untuk SEA Games (2021),” kata Asnawi. “Besok uji coba saya main, sambil menunggu informasi (dari Ansan) bisa atau tidak gabung (ke Timnas) tanggal 3 (Mei). Jadi saya berikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujarnya. “Mendapatkan hasil terbaik, tentu dengan kemenangan. Agar pemain percaya diri saat bertanding melawan Vietnam nanti di laga pembuka SEA Games. Dan tentunya agar semua pemain dalam motivasi yang bagus, setelah menjalani TC yang cukup lama di sini,” tambah pemain berumur 21 tahun tersebut. Di sisi lain, Asnawi juga bertekad memberikan yang terbaik untuk Tim U-23 Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam. “Harapannya dapat medali emas. Ini SEA Games ketiga saya. Pertama, saya dapat perunggu (Malaysia 2017), lalu perak tahun 2019 kemarin (Filipina), dan semoga kali ini emas,” harap Asnawi. Di SEA Games 2021, Tim U-23 Indonesia tergabung di Grup A cabang olahraga sepak bola putra, bersama tuan rumah sekaligus juara bertahan Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste. Skuad Garuda Muda akan melawan Vietnam, pada laga perdana SEA Games 2021, 6 Mei mendatang.

PBSI Akan Gelar Piala Presiden 2022, Buat Cari Bibit Muda

PBSI Akan Gelar Piala Presiden 2022, Buat Cari Bibit Muda

PBSI akan menggelar Piala Presiden Bulutangkis Bulan Agustus 2022. Tujuannya PBSI ingin mencari bibit-bibit pemain muda yang ke depannya akan dibina. Jika terlaksana, Piala Presiden ini akan menjadi yang pertama buat bulutangkis. Sebelumnya, turnamen dengan tajuk ini sudah lebih dulu digelar cabor lain seperti sepakbola hingga basket. Dijelaskan Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna menjelaskan bahwa Piala Presiden digelar secara nasional. Jadi turnamen ini bisa dibilang punya cakupan yang lebih luas ketimbang Sirkuit Nasional (Sirnas) yang sudah lebih lama eksis. “Yang paling penting ini (Piala Presiden) bagian pengayaan rekrutmen, merekrut bibit potensial sejak dini. Dari U-13, U-15, dan U-17. Kalau di pelatnas kan U-17 ke atas, jadi bisa merekrut bibit dan pembinaan,” kata Agung di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Senin (25/4/2022). “Kami memberi kesempatan ke seluruh provinsi yang nantinya akan mengawalinya terlebih dahulu dengan Piala Gubernur. Ini dalam rangka mendorong gairah bulutangkis setelah absen cukup lama akibat pandemi COVID-19. Selama ini kan sirnas, nah ini inovasinya,” ujarnya menambahkan. Menariknya, PP PBSI menggelar sayembara untuk trofi Piala Presiden. Untuk saat ini pemenang sayembara sudah didapat, tinggal menyusul teknis penyelenggaraan turnamennya saja. Meski begitu, Agung belum bisa memastikan bahwa nantinya seluruh provinsi akan mengirim wakilnya. Saat ini PP PBSI tengah berupaya keras untuk meluaskan gaung Piala Presiden ke seantero Indonesia. “Kami akan memberikan kesempatan kepada 34 provinsi, yang sudah pasti Jawa dan Sumatra. Tapi akan kami dorong untuk diikuti semua provinsi. Dengan terlebih dahulu seleksi Piala Gubernur yang diikuti klub,” tutur lulusan Universitas Indonesia itu. “Jumlah atlet dari provinsi akan menentukan berapa kontingen yang akan dikirim. Semakin banyak atlet, bisa semakin banyak yang bisa dikirim. Dan lebih penting lagi ini akan digelar Bulan Agustus, bagian penting HUT Kemerdekaan RI,” ucapnya.