Indonesia Kuasai Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship 2018, Korsel Rebut Tiga Gelar

Bobby Setiabudi, pemain tunggal asal PB Djarum harus mengakui ketangguhan Karono (1), di Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship 2018, straight game, 21-15, 21-8. (PB Djarum)

Jakarta- Indonesia raih hasil positif, pada kejuaraan bulutagkis bertajuk ‘Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship 2018′, di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), yang dihelat pada 3-8 September. Di kategori Usia 19 Tahun, skuat Merah Putih berhasil merebut tiga gelar juara, masing-masing dari nomor tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putra. Sedangkan Korea Selatan (Korsel) mengantongi gelar juara, dari nomor ganda putri dan ganda campuran. Di tunggal putra, wakil tuan rumah Karono (1) jadi kampiun, usai menekuk kompatriotnya Bobby Setiabudi (3). Memainkan laga berdurasi 35 menit, Karono menang straight game, dengan skor 21-15, 21-8. Bobby, pemain asal PB Djarum itu, mengaku kurang puas terhadap penampilannya pada pertandingan kali ini. “Terlalu kebawa pikiran mainnya. Padahal, lawan itu mainnya kuat. Tapi, saya sudah takut duluan,” ujar Bobby usai laga. “Coba main lepas, tapi malah nggak gereget juga mainnya, ya kurang melawan juga. Intinya kurang puaslah di pertandingan tadi,” lanjut pebulutangkis kelahiran Situbondo, Jawa Timur (Jatim), 22 Maret 2001 itu. Hasil positif juga diperoleh Yasnita Enggira Setiawan. Pemain tunggal unggulan enam asal tuan rumah itu menyingkirkan wakil Korsel Da Jeong Chung, rubber game, 21-19, 11-21, 21-14, dalam tempo 62 menit. Sedangkan di ganda putra, duet Viorel Joan Fernando/Ferdian Mahardika Ranialdy (2) hanya butuh waktu 44 menit, guna memastikan gelar juara usai mengandaskan perlawanan rekan senegara non unggulan, Dwiki Rafian Restu/Bernadus Bagas Kusuma Wardana, rubber game, 21-18, 14-21, 21-10. Sementara itu, Eun Seo Jang/Jung Hyun Lee (1) asal Negeri Ginseng, berhasil meraih gelar ganda putri, setelah melewati hadangan wakil tuan rumah, Rayhan Vania Salsabila/Putri Andini Wahyuningrum, dalam drama pertarungan rubber game berdurasi 59 menit, dengan skor 21-23, 21-15, 21-17. Dan, sektor ganda campuran, Korsel juga mengantongi gelar, melalui Dong Ju Ki/Jung Hyun Lee (1). Mereka terlalu perkasa bagi wakil tuan rumah non unggulan, Ferdian Mahardika Ranialdy/Annisa Mubarokah. Dong/Ju menang rubber game, 21-9, 16-21, 21-18, pada laga selama 45 menit. (Adt) Hasil Final Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship 2018: Usia 17 1. Tunggal Putra Sulistio Tegar (Indonesia) vs Riki Takei (Jepang) : 21-10, 21-19 2. Tunggal Putri So Yul Lee (Korea Selatan/2) vs Aisyah Sativa Fatetani (Indonesia/5) : 21-17, 21-17 3. Ganda Putra Galuh Dwi Putra/Gabriel Christopher Winta Wijaya (Indonesia/3) vs Naufal Daffa Dio Risqullah/Christopher David Wijaya (Indonesia/1) : 21-9, 29-27 4. Ganda Putri Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia (Indonesia/2) vs Hye Jin Choi/So Yul Lee (Korea Selatan) : 21-11, 21-12 5. Ganda Campuran Crissandy Santosa/Melanni Mamahit (Indonesia/3) vs Muhammad Gibran Arfiansyah/Aisyah Salsabila Putri Pranata (Indonesia) : 21-16, 21-16 Usia 15 1. Tunggal Putra Justin Shou Wei Hoh (Malaysia/1) vs Mohamad Razif M. Fazriq (Malaysia/3) : 21-19, 21-16 2. Tunggal Putri Pitchamon Opatniput (Thailand/8) vs Tasya Farahnailah (Indonesia/1) : 14-21, 21-18, 21-15 3. Ganda Putra Justin Shou Wei Hoh/Mohamad Razif M. Fazriq (Malaysia/1) vs Deandra Ikhsan Gunawan/Zaidan Arrafi Nabawi (Indonesia/7) : 21-18, 21-17 4. Ganda Putri Nethania Irawan/Jessica Maya Rismawardani (Indonesia/7) vs Meilysa Trisas Puspita Sari/Rachel Allessya Rose (Indonesia/2) : 21-19, 21-15

Masuk Skuat Kejuaraan Basket Pelajar Asia 2018, Siswa Sekolah Kharisma Bangsa Tangsel Optimis Indonesia Bisa Bersaing

Saddam Asyurna (kaos hitam) saat mengikuti training center jelang keberangkatan tim basket putra sekolah Kharisma Bangsa ke Paris, Perancis, mengikuti kejuaraan dunia basket antar SMA, Juli lalu. (Adt/NYSN)

Yogyakarta- Kejuaraan basket pelajar Asia, Asian School Basketball Championship (ASBBC) 2018 resmi dibuka. Peresmian ini dilakukan di Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Sabtu (8/9) malam. Ini merupakan kali kedelapan Asian School Basketball Championship digelar. Sebelum di Yogyakarta, ASBBC ketujuh digelar di Thailand. Dalam pembukaan kejuaraan basket pelajar ini, turut hadir juga Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Mulyana, yang mewakili Menpora Imam Nahrawi. Turut hadir juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Yogyakarta, Kadarmana Baskara Aji, yang mewakili Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Lewat Kadarmana, Sri Sultan Hamengkubuwuno X berharap, kompetisi seperti ini melahirkan atlet berprestasi bagi negara masing-masing. “Saya harap, dari kegiatan sekolah seperti ini, masing-masing negara bisa menghasilkan atlet yang berprestasi di masa depan,” tutur Kadarmana, mewakili pak gubernur. Kejuaraan ini berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Among Rogo, Yogyakarta. Kendati level Asia, namun kejuaraan tahunan ini hanya diikuti empat negara, yakni tuan rumah Indonesia, China, Hongkong, dan Thailand. Salah satu skuat tim basket putra, Saddam Asyurna, yang merupakan siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengaku pada kejuaraan basket pelajar Asia edisi kedelapan ini lawan yang dihadapi merupakan tim tangguh. Namun, remaja kelahiran 19 November 2001 itu tetap optimis bila Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara peserta lainnya. “Meski waktunya mepet , karena persiapan untuk TC (training center) itu hanya 10 hari, apalagi lawan yang dihadapi juga merupakan tim-tim tangguh,” ujar Saddam, Sabtu (8/9). “Tapi, kami sudah berlatih secara intensif. Mudah-mudahan semua bisa saling support untuk memberikan yang terbaik, sehingga bisa bersaing dengan peserta dari negara lain,” tambahnya. Ajang ini menggunakan sistem round robin, dimana tim yang bertanding saling bertemu. Menurutnya, China dan Hongkong memiliki kualitas materi pemain di atas Indonesia. Dan lawan juga unggul postur tubuh. “China dan Hongkong permainannya beda dengan Indonesia. Untuk Thailand, mudah-mudahan bisa imbang. Modal kami ya skill bagus, chemistry diantara sesama anggota tim, serta gameplay yang baik,” tegas Saddam. Hal senada diungkap Adelaide Callista Wongsohardjo. Penggawa putri Indonesia itu masih buta dengan kekuatan lawan. Menurut siswi SMA Katolik Santo Albertus Malang, Jawa Timur (Jatim), dirinya dan kolega belum pernah bertemu maupun menyaksikan permainan tim yang ikutserta, dalam kejuaraan pelajar Asia tersebut. “Semaksimal mungkin kami akan berusaha menampilkan permainan terbaik di kejuaraan Asia ini,” urai pebasket kelahiran Malang, Jatim, 12 Oktober 2001 itu. Diakui dara cantik yang baru saja memperkuat timnas basket putri Indonesia di Asian Games XVIII/2018 itu, waktu yang mepet membuat ia dan kawan-kawan sulit beradaptasi. Namun, Lady, sapaan akrabnya, meyakini saat pertandingan nanti bisa lebih baik. “Chemistry sekarang sudah mulai terbentuk. Semoga saat pertandingan nanti bisa lebih baik,” tukas amunisi klub Bima Sakti Malang itu. (Adt)

Sepekan Bertanding, Petenis Nasional Dominan di Kejurnas Tenis Junior Pelti Pati Open 2018

Para petenis yunior andalan tuan rumah, mendominasi daftar juara di beberapa kelompok umur (KU), pada kejuaraan nasional (kejurnas) bertajuk Junior Pelti Pati Open 2018, pada 3–9 September, di Lapangan Tenis Bakorwil I Pati, Jawa Tengah. (ISKnews.com)

Pati– Kejuaraan nasional (Kejurnas) Tenis Junior Pelti Pati Open 2018 benar-benar menjadi ajang kebolehan para petenis di Indonesia, khususnya Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dari kejuaraan tersebut, pengurus Pelti Pati mengaku bangga, karena banyak bibit petenis dari Pati, untuk level KU-10 dan KU 12. Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Pelti Pati, Joni Kurnianto di sela penyerahan hadiah juara tunggal putra mengatakan, banyak atlit tenis dari Pati yang naik mengikuti level di atasnya. Ia mencontohkan petenis berbakat tuan rumah, Diah Ayu Novita Yosri Saputri, yang seharusnya masuk KU-14, namun juga turun dinomor KU-16. “Ini berarti mereka ingin menguji kemampuan dengan para pemain level di atasnya. Mereka ini ingin mendapat tantangan yang lebih,” ujar Joni, pada Sabtu (8/9). Ia menambahkan, capaian ini merupakan hal yang positif, mengingat pembinaan yang sudah dilakukan Pelti Pati selama ini. All Pati Final terjadi di nomor tunggal putra KU 12, yang mempertemukan Andika Rizky Putra melawan Michael Ihsan Wicaksana. Duel sekota itu akhirnya dimenangkan Andika Rizky Putra dengan skor 8-1, di Lapangan Tenis Bakorwil I Pati, Jawa Tengah. Andika, siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Pati, melenggang ke babak puncak setelah juga memenangi pertarungan menghadapi rekannya dari Pati, Natanael Santoso, 8-4. Sedangkan Michael Ihsan Wicaksana melaju ke final setelah mencatatkan kemenangan atas Ahmad Bey Nurmultazam. Petenis yunior Pati juga berhasil menjadi yang terbaik di nomor tunggal putra KU 10 tahun, yaitu Christian Dwi Widianto. Petenis yang saat ini bertengger di peringkat 9 nasional itu, menjadi juara setelah membukukan kemenangan atas Wicaksono Wahyu Trijati. Sementara itu, petenis asal Sukoharjo, Lucky Candra mengaku, jika kejurnas kali ini diikuti lebih sedikit pesera dari tahun sebelumnya. Namun, kualitas petenis jauh lebih baik. “Lebih sedikit dari tahun lalu, tapi kualitas pesertanya terbaik di Indonesia,” ungkap pemuda, yang menyabet juara dua ganda putra KU-18 ini. Selain itu, kejurnas yang diselenggarakan 3–9 September, ini dinilai para Pembina dan orang tua atlit sebagai kejuaraan dengan hadiah yang besar, dibanding kejuaraan serupa di daerah lain. Dalam kejuaraan tersebut, tak sedikit petenis nasional yang ikut ambil bagian, salah satunya Diah. Diah adalah petenis masa depan asli Pati, yang pernah mewakili Indonesia di ITF World Junior Tennis Competition, ITF Asia 14, dan Under Development Championship 2018. Remaja bertubuh kecil yang seharusnya turun pada KU-14, pada kejurnas kali ini memilih bertanding dinomor tunggal putrid KU-16. Meski ‘naik kelas’ di level usia bertanding, Diah sanggup mengunci partai final, meski akhirnya meraih juara kedua. Sementara dinomor ganda KU-16, petenis kelahiran Pati 9 November 2004, juga sukses membuat prestasi dan menyabet juara satu. (Adt)

219 Pebulutangkis Muda Bersaing di ajang Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018

219 peserta Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 saling bertarung meraih beasiswa bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. Final ini digelar sejak Jumat (7/9) pagi di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. (tribunnews.com)

Kudus- Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 mulai digelar sejak Jumat (7/9) pagi di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Sebanyak 219 peserta saling bertarung untuk mendapatkan beasiswa bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. Para atlet muda ini akan dipantau langsung para pelatih PB Djarum, selama tiga hari Final Audisi Umum. Pada acara seremonial pembukaan Final Audisi Umum, turut hadir Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Debby Susanto, Ihsan Maulana, Muhamad Ahsan, dan Kevin Sanjaya. Para atlet bulutangkis Indonesia hasil binaan PB Djarum yang berlaga di Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang tersebut, menyampaikan pesan motivasi kepada para finalis calon penerima beasiswa bulutangkis. “Masuk ke PB Djarum ini bagi kami adalah sebuah hal yang luar biasa. Adik-adik sudah melihat langsung prestasi yang dicapai kakak-kakak ini. Mereka adalah atlet-atlet yang sama seperti kalian nantinya, yang berasal dari PB Djarum,” jelas Tontowi. Sementara, Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi menyatakan apresiasi kepada ratusan peserta yang datang 107 provinsi tersebut. Fung juga mengucapkan terima kasih kepada orangtua serta para pelatih, yang telah mempersiapkan dan melatih calon-calon penerima Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 tersebut. “Selamat datang pada peserta yang sudah jauh-jauh datang ke Kudus. Siapkan diri kalian, tak hanya fisik. Karena ini adalah tahap akhir dari rangkaian Audisi Umum pada tahun ini,” ungkap Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi, saat membuka Final Audisi Umum untuk kota Kudus. “Selamat bertanding, keluarkan semua kemampuan kalian pada Final Audisi Umum kali ini,” tutur atlet peraih gelar juara Kanada Terbuka 1990, Jerman Terbuka 1990, dan Swiss Terbuka 1993 ini. Selain Fung, para pelatih PB Djarum yang terlibat dalam pemantauan terhadap atlet-atlet bulutangkis ini. Diantaranya yakni Ari Yuli Wahyu Hartanto, Hastomo Arbi, Lukman Hakim, Agung Susilo, Imam Tohari, Ellen Angelina, Engga Setiawan, Ferry, Roy Djojo Effendy, Sulaiman, Rusmanto Djoko Semaun, Juniar Setyo Trenggono, dan Bandar Sigit Pamungkas. Pada hari pertama Final Audisi Umum, Jum`at (7/9), digelar Babak I. Para peserta akan bertanding sebanyak dua kali, sesuai kategori umur dengan sistem full games(poin 21 atau sampai dengan selesai). Berlanjut ke Babak II digelar pada Sabtu (8/9), saat para peserta kembali bertanding sebanyak dua kali sesuai kategori umur, juga dengan sistem full games. Usai pertandingan di masing-masing hari tersebut, akan diumumkan para peserta yang lolos ke babak berikutnya. Keputusan tim pencari bakat mutlak, tidak dapat diganggu gugat. “Keputusan lolos atau tidak lolos, bukan semata berdasarkan atas hasil menang atau kalah dalam permainan. Sebab yang menjadi tolak ukur adalah teknik, strategi, dan daya juang, dari para peserta,” jelas Fung. Babak III digelar pada Minggu (9/9). Khusus babak ini, para peserta akan dipertandingkan sebanyak satu kali, sesuai kategori umur, juga dengan sistem full games (poin 21 atau sampai dengan selesai). Setelah tiga hari gelaran Final Audisi Umum, para pelatih PB Djarum akan mengumumkan para atlet yang lolos ke Tahap Karantina. Peserta yang lolos ke Tahap Karantina akan langsung masuk ke asrama atlet pada 10-15 September 2018. (Adt) Data jumlah peserta berdasarkan kota-kota Audisi Umum, dengan provinsi dan kabupaten/kota: PEKANBARU Provinsi 13 Kabupaten 53 BALIKPAPAN Provinsi 17 Kabupaten 41 MANADO Provinsi 7 Kabupaten 25 PURWOKERTO Provinsi 9 Kabupaten 53 SURABAYA Provinsi 12 Kabupaten 60 CIREBON Provinsi 12 Kabupaten 63 SOLO RAYA Provinsi 12 Kabupaten 59 KUDUS Provinsi 25 Kabupaten 113

Rider 15 Tahun Asal Lumajang, Ikut Undangan Latihan Bersama Valentino Rossi

Yamaha Indonesia mengutus Muhammad Faerozi Toreqottullah, pembalap 15 tahun asal Lumajang, Jawa Timur, mengikuti pelatihan balap dari Yamaha Motor Co. Ltd di markas Valentino Rossi, melalui program Yamaha VR46 Master Camp. (aripitstop.com)

Jakarta- Untuk kali keenam akademi Valentino Rossi, VR46 Academy menggelar Master Camp. Kali ini, Master Camp VR46 2018 bergulir pada 12-16 September di MotoRanch, Tavullia, Italia. Pembalap asal Indonesia, Muhammad Faerozi Toreqottullah (15) dipastikan ikut meramaikan. Akademi Valentino Rossi memang rutin menggelar Master Camp, untuk mengasah bakat-bakat pembalap muda. Pada edisi 2018, ada empat pembalap muda dari Asia, yang akan ikut terlibat, salah satunya adalah Faerozi. Tiga pembalap lain yang bakal latihan bersama Rossi adalah Muhammad Aiman Bin Tahiruddin (16), Nazirul Izzat Bin Muhammad Bahauddin (18) asal Malaysia, dan Shota Yokoyama (16) asal Jepang. Keempatnya aktif sebagai pembalap di Asia Road Racing Championship. Seperti edisi sebelumnya, tujuan Master Camp dibuat adalah untuk menemukan dan mengembangkan bakat pembalap muda. Para peserta yang terpilih akan menjalani pelatihan selama satu pekan di Italia, di bawah bimbingan staf serta pembalap VR46 Riders Academy. Keterampilan mereka akan diuji langsung di tempat latihan Valentino Rossi, yakni Motor Ranch. Mereka akan diminta mengendarai Yamaha YZ250Fs di lintasan datar dan di lintasan motorcross dengan Yamaha YZ125s. Nantinya, mereka juga berkesempatan mengendarai Yamaha YZF-R3, di Sirkuit Marco Simoncelli. Serta menjajal Yamaha YZ85s di lintasan go-kart Misanino KCE. Selain latihan balapan, mereka juga diajarkan soal bagaimana menjaga fisik, dalam kondisi prima dengan sesi latihan di Fisio Gym. “Pekan depan kami memulai edisi keenam proyek Yamaha Master Camp VR46 yang merupakan pekan penuh aksi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Valentino, VR46 Riders Academy, dan semua sponsor yang berkontribusi dalam program pelatihan,” kata Lin Jarvis, Managing Director Yamaha Motor Racing, dilansir Yamaha MotoGP. Bagi Faerozi, menjadi peserta Master Camp VR46 tentu pengalaman yang berharga. Pemuda kelahiran Lumajang, Jawa Timur, pada 15 Desember 2002, itu bisa meningkatkan pengalamannya di lintasan. Sebelumnya, Faerozi sempat mengarungi petualangan di AARC AP250 2018 dan Indospeed Race Series Sport 250cc. (Adt)

Liga 1 ELite U-16 Bergulir 15 September, PSSI Sebar Bibit Profesional Untuk Timnas

Persija Jakarta U-16 tergabung di Grup B, pada kompetisi Liga 1 Elite Pro Academy U-16 20188. Kompetisi tersebut mulai bergulir pada Sabtu (15/9), di beberapa kota di Indonesia. (media persija jakarta)

Jakarta– Terobosan baru digulirkan PSSI dengan melangsungkan Turnamen Liga 1 Elite Pro Academy U-16 2018, mulai 15 September hingga 16 Desember. Sebanyak 18 tim dibawah usia 16 tahun (U-16) dari klub peserta Liga 1 2018, akan mengikuti kompetisi remaja, yang dibagi dalam tiga grup ini. Managers meeting telah diselenggarakan di Sawangan, Depok, dan dihadiri perwakilan 18 klub yang akan bertanding. Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono, Direktur Teknik Danurwindo, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ratu Tisha Destria ikut hadir. “PSSI bangga dapat menyelenggarakan kompetisi U-16, yang mulai berlangsung di bulan September ini. Ini menjadi sejarah, yang untuk pertama kalinya mengadakan kompetisi di level usia tersebut,” kata Joko Driyono. Kompetisi ini adalah lanjutan dari festival Liga 1 Elite Pro Academy U-16 2018, yang telah diselenggarakan pada Juli lalu. Saat itu, 15 tim junior Liga 1 2018, ikut dalam festival yang diadakan di Sawangan, Depok. “Dari kompetisi ini, kami juga melakukan kerja sama dan koordinasi dengan Kemendikbud. PSSI berharap dengan adanya event ini, bisa membantu Tim Nasional atau klub-klub profesional, mencari pemain,” ungkap mantan Sekjen PSSI asal Ngawi itu. Pada turnamen yang juga disebut Liga 1 Elite U-16 2018 ini, tiap tim di grup A dan B bakal menjalani dua kali laga kandang dan tandang, dengan lawan yang sama di babak penyisihan grup. Pertandingan akan dilaksanakan tiap akhir pekan. Ini dilakukan, agar tiap tim memperoleh laga sebanyak 20 pertandingan. Khusus grup C, digelar dengan format home tournament, yang dilaksanakan dalam empat seri, dan sebanyak lima pertandingan tiap serinya. Namun, saat ini, belum ditentukan siapa yang akan menjadi tuan rumah grup C. Liga 1 Elite U-16 akan berdurasi 2×30 menit, dengan waktu turun minum selama 10 menit. Juara, runner-up, dan dua peringkat ketiga terbaik, akan melaju ke babak 8 besar. Pada fase ini, delapan tim akan masuk ke dalam dua grup, dengan sistem satu seri home tournament. Dua tim dari setiap grup, melaju ke babak semifinal, dan pemenang pada babak itu, akan melaju ke pertandingan final. Sementara itu, Persija Jakarta U-16 tergabung di Grup B dan akan bersaing dengan Bali United, Arema FC, Persela Lamongan, Barito Putera dan Madura United. Sedangkan 12 klub lainnya tergabung di Gru B dan Grup C yang juga diisi enam klub. Pelatih Persija U-16, Blitz Tarigan menyebut lolos ke 8 besar bukan tugas mudah. Meski Persija tak segrup dengan Persib Bandung, yang merupakan rival bebuyutan, namun aroma persaingan tetap hangat. Tim Macan Muda terbentuk sejak Juli lalu. Fajar Firdaus dan kawan-kawan bahkan sudah melakoni beberapa uji coba dengan klub junior Liga 1. “Siapa pun lawannya, kami pasti berusaha keras, untuk lolos ke babak 8 besar. Memang bukan tugas mudah, tapi saya memiliki keyakinan dengan usaha keras anak-anak, kami akan meraih hal itu,” ujar Blitz. (art) Grup Liga 1 Elite U-16 2018 GRUP A Bhayangkara FC PSIS Semarang PS Tira Persib Bandung Sriwijaya FC PSMS Medan GRUP B Bali United Arema FC Persija Jakarta Persela Lamongan Barito Putera Madura United GRUP C Borneo FC Perseru Serui Persipura Jayapura PSM Makassar Mitra Kukar Persebaya Surabaya

Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Basket Pelajar Asia, Indonesia Siapkan Dua Tim Hanya Sepekan

Kemenpora melepas keberangkatan tim pelajar Indonesia yang akan tampil dalam ajang 8th Asian School Basketball Championship, Kamis (6/9). Bertempat di GOR Among Rogo, Yogyakarta, event ini akan dihelat dari 7 hingga 15 September 2018. (Kemenpora)

Jakarta- Indonesia mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah kejuaraan basket pelajar Asia. Bertempat di Yogyakarta, 8th Asian Schools Basket Ball Championship 2018, akan dihelat dari 7 hingga 15 September 2018. Tim basket pelajar Indonesia dipimpin oleh Surono, yang merupakan Kepala Bidang Pembinaan PPLP. Dan didampingi oleh pelatih putra, Rifki Antolion dan Cecep Firmansyah, mantan pelatih nasional dan klub Aspac Jakarta, yang akan menangani tim putri. Namun, sebagai tuan rumah, Indonesia tidak dibebani target. Asisten Deputi Bidang Pembibitan dan Iptek Olahraga Kemenpora, Washinton Galingging, mengatakan tim ini berlatih untuk berkompetisi, bukan untuk menang. Perlu dicatat, Indonesia membawa pulang medali perunggu, pada 7th Asian School Basketball Championship, di Thailand “Sebagai pelajar, tim ini memang tidak dibebankan target juara, sesuai dengan kategori usia mereka. Itu karena mereka berlatih untuk berkompetisi, bukan berlatih untuk menang,” ujar Washinton, saat melepas keberangkatan kontingen, di Jakarta, Kamis (6/9). Berbicara peluang juara di kejuaraan pelajar ini, Cecep yang menangani tim putri, mengatakan dirinya sulit memprediksi kekuatan lawan, karena belum pernah berhadapan sebelumnya. “Kejuaraan pelajar memang beda, dibandingkan dengan kejuaraan senior, karena kekuatan mereka sulit dipantau,” tutur Cecep. Hal senada juga disampaikan Rifki Antolion. Ia mengaku faktor kesulitan yang dihadapi adalah sulitnya memantau kondisi kekuatan lawan. Apalagi Kejuaraan pelajar punya batasan usia 18 tahun, sehingga komposisi pemain, pasti berubah dibandingkan kejuaraan sebelumnya. “Kami tidak tahu kekuatan lawan, karena mereka bukanlah tim nasional di negara masing-masing. Persiapan kami juga cepat, sejak 29 Agustus, hanya 8-9 hari persiapan, putra dan putri. Tapi kami geber sehari dua kali latihan, dengan andalan dua pemain yang berlaga di ASEAN School Games 2018 Juni lalu,” kata Rifki. Ini kali kedelapan kejuaraan basket pelajar Asia digelar. Sebelumnya, 10 negara sudah mendaftar berlaga di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Namun, 6 negara mengundurkan diri, dan hanya menyisakan Cina, Hongkong, Thailand dan Indonesia. Ajang ini menggunakan sistem round robin, yang mengharuskan setiap tim saling bertemu. (Adt)

Delapan Pemain Senior Dampingi Skuat U-23, Jelang Laga Timnas Lawan Mauritius di Bekasi

Evan Dimas (6), Irfan Jaya (18) dan Hansamu Yama (16) akan didampingi delapan pemain senior pilihan PSSI, jelang partai persahabatan melawan Mauritius, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Selasa (11/9). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas Indonesia akan menghadapi Mauritius pada pertandingan persahabatan persiapan Piala AFF 2018, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Selasa (11/9). Tim Garuda didukung statistik positif menghadapi tim asal Benua Afrika tersebut. Mauritius menjadi negara Afrika kelima, yang akan dihadapi Tim merah putih dalam kurun 11 tahun terakhir. Sebelumnya, Boaz Solossa dkk sudah pernah menjajal kekuatan Kamerun, Mauritania, dan Liberia. Hasilnya pun tak mengkhawatirkan. Skuat Garuda tercatat hanya kalah sekali melawan negara-negara asal Benua Afrika tersebut. Lalu menelan kekalahan tipis 0-1, ketika menghadapi Kamerun pada 25 Maret 2015. Adapun pada tiga laga sisanya, diakhiri dengan hasil dua kemenangan dan sekali imbang. Dua kemenangan diraih saat menekuk Liberia pada 30 Juni 2007 dengan skor 2-1, dan menang 2-0 atas Mauritania pada 17 Mei 2012. Dan raihan imbang 1-1 pernah diraih melawan Kamerun, pada 17 November 2012. Pada laga melawan Mauritius, Timnas akan ditangani asisten pelatih, Bima Sakti, dan Direktur Teknik PSSI, Danurwindo. Sebab, pelatih Luis Milla masih berada di Spanyol usai Asian Games 2018. Bima menyebut bakal membawa 22 pemain untuk laga uji coba tersebut. Seluruh pemain kabarnya akan dikumpulkan di Jakarta, pada Sabtu (8/9). Laga nanti menjadi edisi kedua yang dilakoni Timnas Indonesia pada 2018. Sebelumnya, anak asuh Milla takluk 1-4, ketika menjamu Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 14 Januari 2018. Mauritius bukan satu-satunya lawan yang dihadapi Indonesia, jelang mengikuti AFF 2018. Setelah menghadapi Mauritius, Timnas akan menghadapi Myanmar (9/10) dan Hong Kong (16/10). PSSI pun merilis 20 nama yang akan bermain untuk pertandingan uji coba ini. Dari 20 pemain itu, ada delapan nama pemain senior yang mendapat panggilan. Pemain dari Asian Games 2018 masih menjadi mayoritas yang mengisi skuad Timnas Indonesia pada partai ini. Delapan pemain senior yang mendapat panggilan itu adalah Muhammad Ridho (Borneo FC), Fachruddin (Madura United), Rizki Pora (Barito Putera), Bayu Pradana (Mitra Kukar), Alfin Tuasalamony (Arema FC), Boaz Solossa (Persipura) Stefano Lilipaly (Bali United) dan Dedik Setiawan (Arema FC). Sedangkan 12 pemain lainnya adalah para pemain yang berusia di bawah 23 tahun. “Kami memanggil dengan skuat kombinasi pemain usia 23 yang bermain di Asian Games lalu, dengan para pemain senior,” ujar Bima, dilansir dari situs resmi PSSI, pada Kamis (6/9). (art) Daftar 20 pemain Indonesia melawan Mauritius: Kiper 1. Muhammad Ridho (Borneo FC) 2. Awan Setho (Bhayangkara FC) Belakang 3. Fachrudin (Madura United) 4. Bagas Adi (Arema FC) 5. Hansamu Yama (Barito Putera) 6. Rizky Pora (Barito Putera) 7. Alfin Tuasalamony (Arema FC) 8. Gavin Kwan (Barito Putera) Tengah 9. Evan Dimas (Selangor FA) 10. Hanif Sjahbandi (Arema FC) 11. Bayu Pradana (Mitra Kukar) 12. Zulfiandi (Sriwijaya FC) 13. Irfan Jaya (Persebaya Surabaya) 14. Riko Simanjuntak (Persija Jakarta) 15. Febri Hariyadi (Persib Bandung) 16. Ilham Udin (Selangor FA) 17. Septian David (Mitra Kukar) 18. Stefano Lilipaly (Bali United) Depan 19. Boaz Solossa (Persipura Jayapura) 20. Dedik Setiawan (Arema FC)

Para Atletik Cabang Unggulan Indonesia di Asian Para Games 2018, Percaya Diri Bidik Tiga Medali Emas

Abdul Halim Dalimunthe (kiri), atlet para atletik optimistis meraih medali emas di nomor 100 dan 200 meter putra T11, di Asian Para Games 2018, pada 6-13 Oktober mendatang. (Adt/NYSN)

Solo- Para Atletik menjadi cabang olahraga unggulan Indonesia di ajang Asian Para Games III/2018. Mereka percaya diri membidik tiga medali emas di pesta multievent olahraga terbesar se-Asia, bagi kaum disabilitas, yang dihelat pada 6-13 Oktober mendatang. Selamet Widodo, Pengurus Atletik National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, mengungkapkan salah satu peluang Merah Putih dalam meraih medali emas, salah satunya berasal dari nomor 100 meter putra T11, atas nama Abdul Halim Dalimunthe. Sebab, jelasnya, pada Asian Para Games empat tahun lalu, di Incheon, Korea Selatan (Korsel), Halim (sapaan akrabnya) berhasil mendulang medali perak. Pria kelahiran Bandung 1984 ini, mengukir catatan waktu 11,9 detik. “Dan peraih emas adalah atlet asal China dengan catatan waktu 11,8 detik. Kami yakin di Asian Para Games 2018, Halim bisa dapat medali emas,” ujar Selamet, di Pelatnas Para Atletik, di Stadion Sriwedari, Kota Surakarta, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (6/9). Terlebih, terang Selamet, selama menjalani Pelatnas, catatan waktu Halim membaik, hingga mencetak 11,5 detik. “Dan atlet Cina catatan waktunya 11,6 detik. Jadi masih ada peluang di nomor ini,” urainya. Halim berhasil meraih medali emas pada ASEAN Para Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia. Dan meraih medali perunggu di Asian Para Games 2018, Incheon, Korea Selatan (Korsel). Sementara itu, Halim juga akan turun di nomor 200 meter putra. Atlet asal Jawa Barat (Jabar) itu meyakini bila dirinya bisa bersaing, serta mengalahkan pesaingnya di Asian Para Games 2018. “Sudah beberapa kali ketemu dengan lawan yang dari Cina, dan posisi dua terus. Insya Allah bisa mengalahkan, apalagi selisih waktunya hanya 0,1 detik. Doakan saja bisa mendapatkan medali emas,” cetus Halim. Menderita ablasio retina sejak usia 15 tahun, tak membuat Halim merasa minder. Meski memiliki kekurangan, ia tetap berprestasi tinggi di dalam maupun luar negeri. Halim adalah salah satu atlet andalan Indonesia di cabang atletik, yang tampil di Paralimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Ia pun tampil di ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XV di Jawa Barat. (Adt)

Tambah Pengalaman dan Teknik Tanding di Korsel, Delapan Atlet Boccia Indonesia Siap Tampil di Asian Para Games 2018

Kontingen Timnas Boccia Indonesia tengah berlatih di Pelatnas Boccia, di Kampus Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC), Solo, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (6/9), siap menghadapi persaingan di ajang Asian Para Games 2018 untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Indonesia. (Adt/NYSN)

Solo- Usai menjalani Training Center (TC) di Korea Selatan (Korsel), tim nasional (Timnas) Boccia Indonesia, siap menghadapi persaingan di ajang Asian Para Games III/2018, pada 6-13 Oktober mendatang. Andrian Margatha Kasi, Pelatih Boccia Indonesia, mengatakan selama menjalani TC di Negeri Ginseng, anak didiknya mendapatkan banyak pengalaman, terutama teknik-teknik bermain Boccia. “Kami baru saja kembali awal pekan ini dari Korea usai TC. Kami dapat banyak ilmu dan pengalaman berharga, terutama teknik bermain Boccia. Sebab, atlet Korea sudah puluhan tahun bergelut di cabor ini,” ujar Andrian, di Pelatnas Boccia, di Kampus Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC), Solo, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (6/9). Ia menjelaskan pelaksanaan Asian Para Games 2018 yang waktunya kurang dari satu bulan, Pelatnas Boccia sudah masuk pada tahap pra-kompetisi. “Kami sudah fokus pada suasana pertandingan. Intinya kami sudah siap 90 persen untuk berlaga di Asian Para Games 2018,” lanjutnya. Dikatakan Andrian, masyarakat Indonesia masih kurang familiar dengan olahraga Boccia. Namun, ia optimis atlet-atlet yang ada di Pelatnas bisa mempersembahkan yang terbaik untuk Merah Putih. Diketahui, Boccia adalah cabang olahraga (cabor) untuk atlet disabilitas gerak. Sejumlah atlet Celebral Palsy berupa adu lempar bola ke arah bola poin. Kemenangan ditentukan pada bola yang dilempar dan jatuh paling dekat dengan bola poin. Cabor Boccia menggunakan lapangan seluas 6 x 12,5 meter atau hampir sama dengan luas lapangan badminton. Adapun bola yang digunakan dalam cabang olahraga ini sebanyak 9 buah dengan bobot 263 – 276 gram. Sembilan bola tadi terdiri dari tiga warna, yakni putih sebagai bola poin, dan masing-masing empat bola berwarna biru dan merah. Di Asian Para Games 2018, cabor Boccia mempertandingkan 7 nomor. Yakni individu BC 1, individu BC2, individu BC3, individu BC4, Tim BC1 dan BC2, pasangan BC1 dan BC2, serta pasangan untuk BC4. “Tapi Indonesia tidak ikut untuk nomor BC3, karena atletnya tidak ada. Dan untuk Asian Para Games 2018, kami mengirimkan delapan atlet,” ungkap Andrian. Terkait lawan terberat di cabor Boccia, Andrian menyebut negara Thailand, Korea, Cina, dan Hongkong. “Mereka lebih dahulu menekuni Boccia, dan pemainnya punya ranking dunia yang tercatatat di Federasi Internasional Boccia. Tapi, kami harus optimis memberikan yang terbaik, saat laga di Asian Para Games 2018,” tukas Andrian. (Adt)

Raih Emas di Usia 20 Tahun, Empat Atlet Ini Turut Ukir Sejarah Indonesia Dalam Asian Games 2018

Sebagai pebulutangkis nomor 15 dunia, Jonatan Christie tak diunggulkan di nomor perorangan Asian Games 2018. Namun, lajunya tak terhentikan melawan pemain-pemain unggulan, hingga akhirnya ia meraih emas nomor tunggal putra. (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesia mengukir prestasi dalam ajang multievent Asian Games 2018. Kontingen Tanah Air melampaui target yang ditetapkan pemerintah karena mendulang total 31 medali emas hingga Sabtu (1/9) atau H-1 penutupan. Pencak silat menjadi pendulang emas terbanyak bagi Indonesia. Dari 16 nomor yang dipertandingkan, 14 di antaranya dijuarai para atlet Tanah Air. Torehan 31 emas ini, menempatkan Indoensia di peringkat keempat klasemen akhir. Kontingen Tanah Air mengungguli Uzbekistan, yang duduk diposisi kelima dengan selisih 10 emas. Prestasi ini jauh lebih baik, dibandingkan saat Indonesia menjadi host Asian Games 1962. Kala itu, Indonesia hanya 11 kali menjadi juara. Kesuksesan Indonesia tentunya tidak lepas dari peran para atlet-atlet muda. Usia belia bukan menjadi halangan bagi mereka untuk mengukir prestasi. Setidaknya, ada empat atlet muda Indonesia yang usianya belum genap 21 tahun, namun sudah mencuri perhatian karena berprestasi di Asian Games 2018. Siapa sajakah mereka? Berikut ini adalah ulasannya. Rio Rizki Darmawan Jumat (24/8), venue dayung Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, kembali riuh. Anak-anak asuh pelatih Boudewijn van Opstal dan Muhammad Hadris, berhasil meraih medali emas pada laga final nomor dayung kelas ringan delapan putra di ajang Asian Games 2018. Kontingen Merah Putih yang beranggotakan Tanzil Hadid, Muhad Yakin, Jefri Ardianto, Ali Buton, Ferdiansyah, Ihram, Ardi Isadi, Ujang Hasbulah, dan Rio Rizki Darmawan, mengalahkan Uzbekistan dan Hong Kong dengan catatan waktu 6 menit dan 08,88 detik. Pundi-pundi emas kembali disumbangkan untuk Indonesia. Di antara ingar-bingar di Jakabaring, di antara riuh-rendah sorakan penonton, nama Rio menjadi sorotan. Putra kebanggaan Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, menjadi yang termuda di antara teman-temannya. Semula memang tak terpikir di benak Rio, untuk mengharumkan nama Indonesia melalui olahraga dayung. Andai ia menolak ajakan Jufri, Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR) Tadulako Palu, mungkin teriakan ‘Rio’ ‘Rio’ ‘Rio’ dari penonton di venue tak akan muncul. Postur tubuhnya yang besar dan berprestasi selama di SMANOR, membuat Jufri yakin, bila pemuda asal Desa Tompi Bugis, Sigi, 27 November 1998 itu, bisa menjadi atlet dayung. Jonatan Christie Sebagai pebulutangkis tunggal putra nomor ke-15 dunia, Jonatan Christie memang kurang diunggulkan di nomor perorangan Asian Games 2018. Namun, lajunya tak terhentikan melawan pemain-pemain unggulan. Dia mengalahkan Shi Yuqi (peringkat kedua dunia asal China) di babak kedua, dan Khosit Phetpradab (runner-up SEA Games 2017) di babak ketiga. Di fase perempat final, giliran Wong Wing Ki Vincent (Hong Kong), yang dilewati Jojo, sapaannya. Lanjut ke semifinal, ia melumat peringkat ke-10 dunia asal Jepang, Kenta Nishimoto. Jojo, lalu menyudahi perlawanan sengit Chou Tienchen (Taiwan), di babak final, di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Selasa (28/8). Tunggal nomor enam dunia itu menyerah dari Jojo, usai melewati drama pertarungan ketat tiga gim, dengan skor 21-18, 20-22, 21-15. Dari lompatan Asian Games ini, pemuda kelahiran Jakarta 15 September 1997, boleh optimistis menatap target selanjutnya, yakni turnamen BWF World Tour Super Series. Di Indonesia Open 2018 Juli lalu, ia langsung gugur di babak pertama oleh Viktor Axelsen (Denmark). Raihan tertinggi Jojo adalah final New Zealand Open 2018 pada Mei, meski kandas dari Lin Dan (China). Rifki Ardiansyah Arrosyiid Rifki Ardiansyah Arrosyiid mengharumkan nama Indonesia pada Asian Games 2018. Peraih emas cabang olahraga Karate nomor kumite 60kg itu turut membanggakan kesatuannya sebagai anggota di korps Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Rifki yang saat ini berpangkat sersan dua (serda) akan naik pangkat menjadi sertu pada 1 Oktober nanti, usai mendapat penghargaan percepatan kenaikan pangkat, merupakan prajurit TNI peraih emas di Asian Games 2018. Rifki menetap di Surabaya, dan sehari-harinya bertugas sebagai Babanmin 2 Pokbanmin Jasdam Kodam V/Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Putra dari pasangan Surya dan Dwi ini menempuh pendidikan Bintara pada 2016 lalu. Ajang Asian Games 2018 bukan hanya menjadi pembuktian bagi para atlet dari kalangan sipil. Sejumlah atlet berlatar belakang militer pun berjuang dalam ‘pertempuran’ di arena olahraga demi mengangkat prestasi Merah Putih. Rifki adalah salah satu prajurit yang juga bersaing dengan para atlet luar negeri di ajang olahraga multicabang se-Asia tersebut. Arek Suroboyo kelahiran 24 Desember 1997 ini, mampu meraih emas bagi Indonesia usai mengalahkan karateka asal Iran, Amir Mahdi Zadeh, di fase final dengan skor 9-7. Sebelumnya, Rifki pernah meraih medali perunggu di SEA Games 2017, dan medali Emas dari kelas Kumite 55 Kg, dalam Kejurnas Karate Piala Panglima TNI tahun 2017 lalu. Hanifan Yudani Kusumah Pencak Silat menambah lagi pundi-pundi medali Indonesia di Asian Games 2018. Kali ini atas nama Hanifan Yudani Kusumah. Dalam laga perebutan medali emas nomor Tarung Putra Kelas C (55-60Kg) di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/8), Hanifan menang 3-2, atas pesilat Vietnam, Thai Linh. Dalam pertarungan tiga ronde itu, Hanifan sempat mendapat kartu merah, karena dinilai menyerang wajah lawannya. Hanifan adalah pesilat berusia 20 tahun, namun sudah berhasil mengharumkan nama Indonesia. Remaja yang tumbuh di Bandung ini lahir pada 25 Oktober 1997. Sebelum tampil di Jakarta, Hanifan tercatat sebagai pesilat yang meraih medali emas pada Silat World Championships 2016 di Denpasar, Bali. Pada 2017, ia menyabet perunggu di Asian Championships yang digelar di Korea. Hanifan juga membawa perunggu pada Sea Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Atlet asal Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang dikenal usai selebrasinya yang membuat calon presiden Prabowo Subianto, dan Presiden Indonesia Joko Widodo, saling berpelukan dan berselimutkan bendera Merah-Putih, ternyata merupakan seorang jockey balap motor handal, saat masih duduk di SMA. (Adt)

Kirab Obor Asian Para Games 2018 Dimulai, Solo Gelorakan Semangat Peduli Disabilitas

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharni, menerima api abadi dari Mrapen, Kabupaten Grobogan, Jateng, untuk dinyalakan di lentera, dan segera diarak dalam acara kirab obor Asian Para Games 2018, yang dimulai di kota Solo, Jawa Tengah. (Adt/NYSN)

Solo- Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), memulai rangkaian pelaksanaan Asian Para Games III/2018, pada Rabu (5/9). Dipilihnya Solo sebagai kota pertama kirab obor Asian Para Games III/2018, bukan tanpa alasan. Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games (INAPGOC), mengatakan jika kota Solo merupakan kota tempat lahirnya prestasi olahraga Indonesia. Selain itu, kota ini menjadi yang pertama ramah terhadap kaum disabilitas. “Kota Solo, merupakan ‘pabriknya’ prestasi olahraga Indonesia, dan ramah bagi disabilitas. Bahkan, klub bolanya berdiri sebelum adanya PSSI. Dan, yang tak kalah penting untuk diketahui YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) berdiri pertama kali di Solo,” ujar Okto, sapaan akrabnya, di Balai Kota Surakarta, Jateng, Rabu (5/9). Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) itu melanjutkan, kota Solo tak hanya melakukan rangkaian pertama pelaksanaan pesta olahraga terbesar empat tahunan bagi kaum disabilitas di kawasan Asia itu. Namun, ungkapnya, Solo juga menjadi saksi sejarah bahwa kota ini penanda awal digelarnya Asian Para Games III/2018. “Setelah ini, lentera ini akan kami bawa dan nyalakan torch, di Ternate (Maluku Utara) yang bertepatan dengan Haornas (Hari Olahraga Nasional),” tambah Ketua Umum HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) periode 2011-2014 itu. Usai pengambilan api abadi dari Mrapen, Kabupaten Grobogan, Jateng, kemudian api Asian Para Games III/2018, yang diletakan di lentera itu dibawa ke Jalanutami, markas NPC (National Paralympic Comittee) Indonesia. Api lalu diserahkan kepada Senny Marbun (Ketua Umum NPC Indonesia), sebelum diarak keliling kota. Api lalu dibawa oleh atlet Para Atletik, Nanda Mei Solikhah, Brigjend Pol Ahmad Lutfi (Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jateng), Brigjend TNI Bakti Agus Fadjari (Kepala Staf Daerah Militer IV Diponegoro), Zaenal Arifin (Atlet Para Atletik), dan Bertrand Antholin (Duta obor). Lalu ada Amandra Syah Arwan (Wakil Ketua Kejaksaan Tinggi Jateng), dan Rizal Bagus (Atlet para atletik) ke Kantor Wali Kota Surakarta di Jalan Selamet Riadi. Obor itu selanjutnya diserahkan kepada Puan Maharani (Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), dan diterima oleh FX. Hadi Rudyatmo (Wali Kota Surakarta). Setelah itu, api abadi akan melintasi berbagai kota di Indonesia seperti Ternate, Makassar (Sulawesi Selatan), Denpasar (Bali), Pontianak (Kalimantan Barat), Medan (Sumatera Utara), Pangkal Pinang (Kepulauan Bangka Belitung), dan Jakarta. Sementara itu, Puan menjelaskan Asian Para Games 2018 sebagai rangkaian dari Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, sebagai tuan rumah Indonesia sukses penyelenggaraan, prestasi, dan pembukaan serta penutupan. “Usai Asian Games 2018, untuk pelaksanaan Asian Para Games 2018 waktunya sangat pendek, kurang lebih 30 hari lagi. Dan sukses Asian Games 2018, Insya Allah akan disertai dengan sukses Asian Para Games 2018,” jelasnya. “Kalau Asian Games 2018 yang hadir bisa mencapai 17 ribu orang, Insya Allah di Asian Para Games 2018 bisa 5 ribu orang. Jumlahnya memang sepertiga, tapi semoga tidak mengurangi semangat kita semua untuk mensukseskan Asian Para Games 2018,” tambahnya. Puan menyebut, api obor Asian Para Games 2018 ini sejatinya melambangkan sebuah kekuatan dalam keberagaman semangat inspirasi energi Asia. “Maskotnya Momo (Burung Elang Bondol/Bald Eagle). Momo singkatan dari mobility dan movement yakni mobilitas dan gerakan. Pesan saya mari sama-sama mensukseskan Asian Para Games 2018,” tukas Puan. (Adt)

Siapkan Event Pemanasan Piala Asia U-19, PSSI Gelar Turnamen Mini Timnas U-19 di Pakansari

Jelang berlangsungnya Piala Asia U-19 2018, PSSI mengajak dua negara yakni China dan Thailand, dalam sebuah event turnamen mini, di Stadion Pakansari, Cibinong, pada 21-26 September. (goal.com)

Jakarta- Jelang event Piala Asia U-19 2018, PSSI berencana menggelar turnamen mini untuk Timnas U-19, bersama tiga negara lainnya. Indonesia akan menjadi tuan rumah ajang Piala Asia U-19 yang digelar pada 18 Oktober – 4 November, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Garuda Jaya diharapkan meraih target empat besar, demi lolos ke Piala Dunia U-20 setahun kemudian. Untuk mencapai target itu, anak asuh Indra Sjafri telah menjalani serangkaian laga uji coba dengan tim lokal. Teranyar, Timnas U-19 menghadapi klub Liga 2, Semen Padang. Pada pertandingan yang digelar di Stadion H. Agus Salim, Padang, Sumatra Barat, pada Sabtu (25/8), Nurhidayat dan kawan-kawan, akhirnya harus kalah adu penalti 3-4, setelah dalam waktu normal, kedua tim bermain imbang 3-3. Usai uji coba di Padang, PSSI mengajak dua negara Asia dalam event turnamen mini, di Stadion Pakansari, Cibinong, pada 21-26 September. “Kami sudah menghubungi Sekjen PSSI untuk melaporkan agenda ini. Dua negara sudah past ikuti, yakni Thailand dan China. Satu negara lainnya antara Korea Selatan dan Suriah,” ujar Manajer Timnas U-19, Daconi Chotob, pada Rabu (5/9). Turnamen ini akan menjadi persiapan terakhir bagi Timnas U-19, sebelum tampil di Piala Asia U-19. Tim merah putih, berada di Grup A bersama Taiwan, Uni Emirat Arab, serta Qatar. Daconi menyebut, jika Tim Garuda Jaya ingin meraih hasil yang lebih baik dibanding edisi 2014. “Semuanya merupakan lawan tangguh. Meski demikian, kami akan berupaya keras untuk bisa lolos dari babak penyisihan grup. Ini momen yang pas, apalagi bermain di hadapan publik sepakbola Indonesia,” kata Daconi. (art)

Berlaga di Asian Para Games 2018, Sebanyak 1.100 Atlet Wajib Diklasifikasi

dr. Christofer Muliadi Siagian (Direktur Klasifikasi INAPGOC/kiri) menyebut sebanyak 1.100 atlet yang akan bertanding di Asian Para Games 2018 wajib melewati proses klasifikasi guna menentukan cabor kelas mana mereka bertanding. (Adt/NYSN)

Solo- Sebanyak 1.100 atlet dari 41 negara bakal menjalani proses klasifikasi sebagai persyaratan wajib, mengikuti Asian Para Games III/2018 , yang dihelat pada 6-13 Oktober mendatang. Nantinya, terdapat 84 klasifikator yang telah bersertifikasi serta berpengalaman, di bidangnya masing-masing. Para Klarifikator ini akan menentukan pada kelas apa, atlet itu bertanding. Pada Asian Para Games III/2018, terdapat 18 cabang olahraga yang dipertandingkan dengan nomor pertandingan mencapai 337, serta memperebutkan 568 medali. “Klasifikasi ini meliputi visual impaired, wheelchair, amputees, cerebral palsy, dan intellectual disable. Dan, proses klasifikasi untuk atlet yang kecacatannya tetap, membutuhkan waktu empat hari,” ujar dr. Christofer Muliadi Siagian, Direktur Klasifikasi Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games (INAPGOC), Rabu (5/9). “Para klasifikator ini akan mulai bertugas pada 2 Oktober nanti. Mereka kelak yang menentukan, atlet itu akan bertanding diklasifikasi yang mana,” lanjutnya, di acara Media Gathering Indonesia 2018 3rd Asian Para Games, di Hotel Best Western Premier Solo, Jawa Tengah (Jateng). Ia menambahkan meski sang atlet sudah melewati proses klasifikasi, namun tak tertutup kemungkinan pada saat pertandingan, ada pihak yang mengajukan keberatan atas klasifikasi itu. “Bisa saja melakukan keberatan atas klasifikasi yang ditetapkan, tapi tak sembarangan orang bisa mengajukan keberatan itu. Yang boleh itu, hanya CdM (Chief de Mission/Ketua Kontingen), dan harus membayar 200 dollar AS (Amerika Serikat),” tegasnya. “Dan tak semua atlet menjalani proses klasifikasi, salah satunya adalah cabor wheelchair tennis (tenis kursi roda). Karena cabang ini memakai sistem seeded atau peringkat, karena kejuaraannya juga rutin digelar, serta sesuai aturan yang berlaku,” tambah pria berkaca mata itu. Terkait hal itu, Waluyo, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, menyebut atlet Indonesia pernah merasakan gagal lolos klasifikasi, saat pelaksanaan Asian Para Games 2014, di Incheon, Korea Selatan (Korsel). Akibatnya, ungkap Waluyo, mereka tak bisa turun bertanding membela kontingen Indonesia. “Sistem klasifikasi pada saat itu, mengizinkan atlet masuk dulu (terdaftar), lantas dokumen pelengkap menyusul. Tapi, kalau di Asian Para Games kali ini, semua administrasi para atlet, sudah harus lengkap sejak awal,” terangnya. Lanjutnya, di Asian Para Games kali ini, Waluyo optimistis tak ada kendala yang dihadapi anak didiknya terkait proses klasifikasi. “Kami percaya diri dengan atlet yang ada karena sudah sesuai dengan klasifikasi yang ditetapkan,” imbuhnya. Sebagai tuan rumah, ia menegaskan Indonesia akan turun disemua cabang pertandingan, kecuali bola basket kursi roda putri. “Jujur, kami belum punya atletnya. Dan, kalau dipaksakan malah hasilnya tidak maksimal. Apalagi lawannya China, wah bisa sangat mencolok sekali nanti skornya,” pungkas Waluyo. (Adt)

Bagus Kahfi Cetak Hattrick, Timnas U-16 Pede Jajal Oman di Laga Uji Coba Terakhir

Timnas U-16 meraih kemenangan kedua 4-0 atas tim remaja, Felda United FC U-17, di di Stadion MMU, Selangor, pada Selasa (4/9). Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi mencetak hattrick pada laga itu. (PSSI.org)

Kuala Lumpur– Jelang tampil di Piala Asia U-16 2018 yang berlangsung di Malaysia, pada 20 September – 7 Oktober 2018, Timnas U-16 menjalani pemusatan di Negeri Jiran sejak Kamis (30/8). Selama pemusatan latihan di Kuala Lumpur itu, tim asuhan Fakhri Husaini tak hanya menjalani game internal. Garuda Asia –julukan Timnas U-16– juga mengagendakan tiga laga uji coba. Pada Jumat (31/8), Timnas U-16 menjalani laga uji coba perdana, kontra tim lokal, yakni Sime Darby FC U-17. Pada laga itu, David Maulana dan kolega menang 4-0. Gol-gol Timnas Indonesia U-16 dilesakkan Brylian Aldama, Rendy Juliansyah, Mochammad Supriadi dan Amiruddin Bagus Kahfi. Dalam laga itu, Fakhri menurunkan semua 23 pemain yang dibawa ke Malaysia, termasuk empat personel baru. Mereka ialah Fatah Aji (PPLP DKI), Muhammad Uchida Sudirman (Patriot 165 FC), Subhan Fazri (Posila Lokhseumawe) dan Cecep Maulana (ASAD 313). Selanjutnya di uji coba kedua, Timnas U-16 meraih kemenangan 5-0, atas Felda FC U-17, di Stadion MMU, Selangor, pada Selasa (4/9). Gol Indonesia dicetak oleh hattrick Amiruddin Bagus Kahfi pada babak pertama. Lalu dua gol lagi dilesakkan oleh Amanar Abdillah, dan Muhammad Salman. Dan Rabu (12/9), peraih titel kampiun Piala AFF U-16 2018 ini, dijadwalkan meladeni kontestan Piala Asia U-16 2018, Oman, sekaligus menutup rangkaian laga uji coba merah putih, di Kuala Lumpur. Fakhri mengaku cukup senang dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Ia berharap dua kemenangan itu menjadi stimulus bagi para pemain untuk tampil maksimal saat berlaga di Piala Asia U-16. “Saya berharap kemenangan ini menjadi suntikan motivasi bagi para pemain, sekaligus menjaga konfedensi mereka, jelang uji coba lawan Oman,” ujar Fakhri, pada Rabu (5/8). Persiapan matang memang wajib dilakukan Timnas U-16. Sebab, target besar diberikan PSSI kepada mereka. Tim merah putih remaja ditargetkan lolos ke fase semifinal agar ikut ambil bagian di Piala Dunia U-17 2019, yang berlangsung di Peru. (art)

Targetkan 17 Medali Emas, Ini Cabang Olahraga Unggulan Indonesia di Asian Para Games 2018

Indonesia membidik posisi enam besar dengan target 17 medali emas, dalam Asian Para Games III/2018, pada 6-13 Oktober. Cabang olahraga seperti tenis meja, atletik, catur, bulutangkis, renang, menjadi unggulan untuk mendulang medali emas. (Pras/NYSN)

Solo- Indonesia membidik posisi enam besar dengan target 17 medali emas dalam Asian Para Games III/2018, pada 6-13 Oktober. Hal itu ditegaskan Senny Marbun, Presiden National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, pada Selasa (4/9). “Target kontingen Indonesia bisa berada diposisi 6 besar dengan jumlah 17 medali emas. Mudah-mudahan targetnya bisa melesat ke atas,” ujar Senny, dalam acara Media Gathering Indonesia 2018 3rd Asian Para Games, di Hotel Best Western Premier Solo, Jawa Tengah (Jateng). Ia menjelaskan Indonesia memiliki cabang olahraga ungggulan yang diharapkan mampu mendulang medali emas pada ajang pesta multievent empat tahunan bagi para penyandang disabikitas itu. “Cabang olahraga yang menjadi unggulan seperti atletik, catur, bulutangkis, renang, tenis meja, powerlifting, dan sepeda,” lanjutnya. Senny optimistis, anak didiknya mampu berbicara banyak di Asian Para Games edisi ketiga ini. “Kami susah menggelar training center sekitar 8 bulan, sejak Januari tahun ini. Hasil limit juga sangat menggembirakan, karena sesuai dengan limit yang diharapkan,” ungkap Senny. Sementara itu, Setyo Budi Hartanto, atlet disabilitas lompat jauh dan lompat tinggi, berharap mencetak prestasi tinggi di Asian Para Games kali ini. “Asian Para Games 2014, Incheon, Korea Selatan, saya dapat perunggu di nomor lompat jauh. Semoga prestasi di Asian Para Games ini lebih baik dan dapat medali emas,” tegas Setyo. (Adt)

Diikuti 39 Negara Dengan 714 Atlet, Cabor Para Atletik Asian Para Games 2018 Jadi yang Terbanyak

Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games (INAPGOC) berpose dalam acara Media Gathering Indonesia 2018 3rd Asian Para Games, di Hotel Best Western Premier Solo, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (4/9). (Adt/NYSN)

Solo- Sebanyak 714 atlet dari 39 negara akan bersaing menjadi yang terbaik di cabang olahraga (Cabor) Para Atletik Asian Para Games III/2018, pada 6-13 Oktober. Jumlah ini menjadi yang terbanyak, dibandingkan 17 cabor lainnya, di ajang pesta multievent, bagi para penyandang disabilitas terbesar di Asia. “Para Atletik ini menarik, karena pesertanya paling banyak, hampir 714 orang dari 39 negara peserta. Dan, atlet Indonesia, Setiyo Budi Hartanto, jadi salah satu atlet unggulan yang akan ikut bertanding di cabang ini,” terang Fanny Irawan, Direktur Sport Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games (INAPGOC), Selasa (4/9). Selain Para Atletik, ungkap Fanny, cabor yang menyumbang atlet terbanyak yakni Para Swimming. “Para Swimming itu atletnya 275 orang dan diikuti oleh 26 negara. Jumlah ini yang terbanyak setelah Para Atletik,” lanjutnya dalam acara Media Gathering Indonesia 2018 Asian Para Games, di Hotel Best Western Premier, Solo, Jawa Tengah. Ia menambahkan pada penyelenggaraan Asian Para Games kali ini terdapat cabang olahraga yang sangat menarik untuk disaksikan, salah satunya ialah Boccia. “Bahkan kami sampai melakukan studi banding untuk mempelajari Boccia. Nantinya cabang ini akan diikuti 14 negara dengan 83 atlet,” ungkapnya. Fanny juga menjelaskan untuk venue pertandingan, pihaknya memastikan sudah siap. “Untuk status venue, 90 persen siap. Tapi, ada beberapa yang dipercepat renovasinya seperti arena untuk cabang menembak (shooting) yang ada di kawasan Senayan. Dan, Minggu depan sudah mulai dikerjakan,” imbuhnya. “Untuk venue eks Asian Games, sudah tak ada masalah, mungkin beberapa venue yang masih kurang akan disiasati,” ucapnya. Mantan Deputi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI ini berharap, Pelatnas Asian Para Games III/2018 yang saat ini dilakukan di Solo, Jateng, bisa segera bergeser ke Jakarta. “Kami inginnya, para atlet Indonesia di Asian Games III/2018, bisa segera berlatih di Jakarta, agar mereka bisa beradaptasi dengan venue yang ada di Jakarta,” tukas Fanny. Asian Para Games 2018 ini akan diselenggarakan di 11 venue terpisah. Meski begitu, hampir semua venue berlokasi di Jakarta. Komplek Gelora Bung Karno masih menjadi arena utama untuk sebagian besar cabang. Lokasi terjauh ada di Sirkuit Sentul yang akan mempertandingkan cabang Balap Sepeda Road Race. (Adt) Cabang Olahraga Asian Para Games III/2018: 1. Archery (21 negara, 128 atlet) 2. Atletik (39 negara, 714 atlet) 3. Badminton (18 negara, 156 atlet) 4. Boccia (14 negara, 83 atlet) 5. Chess (10 negara, 90 atlet) 6. Cycling (11 negara, 60 atlet) 7. Goalball (10 negara, 89 atlet/tim) 8. Judo (16 negara, 113 atlet) 9. Lawnball (6 negara, 54 atlet) 10. Powerlifting (27 negara, 166 atlet) 11. Shooting (19 negara, 109 atlet) 12. Swimming (26 negara, 275 atlet) 13. Tenpinbowling (11 negara, 134 atlet) 14. Tenis Meja (25 negara, 253 atlet) 15. Sittting Volleyball (10 negara, 145 atlet) 16. Wheelchair Basketball (12 negara, 190 atlet) 17. Wheelchair Fencing (10 negara, 77 atlet) 18. Wheelchair Tennis (9 negara, 52 atlet)

Bonus Asian Games 2018 Rp 210 Miliar Cair, Atlet Dijamin Jadi PNS Tanpa Tes

Pemberian bonus bagi atlet dan pelatih yang berperstasi di Asian Games 2018 yang langsung diberikan Presiden Joko Widodo, sebelum upacara penutupan, menjadi yang tercepat sepanjang sejarah pemberian penghargaan bagi pahlawan olahraga Indonesia. (ivoox.co.id)

Jakarta- Pemerintah telah mencairkan bonus bagi atlet dan pelatih yang mengikuti Asian Games 2018 dengan total Rp 210 miliar. Pencairan bonus ini menjadi yang tercepat sepanjang pemberian penghargaan bagi pahlawan olahraga Indonesia. Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), mengatakan, ajang multievent seperti SEA Games misalnya, bonus dicairkan setelah seluruh rangkaian pertandingan berakhir. “Jadi kira-kira butuh waktu dua bulan. Khusus, bonus Asian Games 2018 diberikan sebelum penutupan Asian Games 2018. Ini pemberian bonus kepada atlet yang tercepat. Dan besaran bonus kali ini naik dari sebelumnya,” ujar Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, di Istana Negara, Minggu (2/9). Menurutnya, anggaran bonus bagi atlet dan pelatih yang terlibat di pesta multievent olahraga empat tahunan itu berasal dari anggaran Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) ditambah dari Belanja Anggaran Umum Negara (BUN). “Termasuk di dalamnya bonus bagi atlet non medali yang besarannya Rp 20 juta,” lanjutnya. Bonus bagi peraih medali emas sebesar Rp 1,5 miliar secara penuh tanpa dipotong pajak. Untuk pasangan atau ganda memperoleh Rp 1 miliar perorang, dan beregu Rp 750 juta perorang. Sementara itu, peraih medali perak tunggal mendapatkan Rp 500 juta, ganda Rp 400 juta, serta beregu Rp 300 juta perorang. Peraih perunggu diberikan Rp 250 juta, ganda Rp 200 juta, dan beregu Rp 150 juta perorang. Lal, untuk pelatih yang atletnya meraih emas mendapatkan Rp 450 juta, perak Rp 150, dan perunggu Rp 75 juta. Dan, asisten pelatih perorangan atau ganda mendapatkan Rp 300 juta untuk emas, Rp 100 juta untuk perak, dan Rp 50 juta untuk perunggu. “Pelatih dan asisten pelatih dapat, mestinya cair hari ini, semua penerima per hari ini bisa melihat angkanya di buku tabungan,” tegas Imam. “Kalau untuk bonus rumah, kami masih bicarakan lagi dengan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), tapi yang jelas secepatnya akan direalisasikan,” tambahnya. Selain itu, ia menambahkan semua peraih medali, akan di angkat menjadi PNS (pegawai negeri sipil). Dan, proses pengangkatan PNS tanpa perlu mengikuti tes, melainkan lewat formasi khusus PNS. Namun, pria kelahiran 8 Juli 1973 itu, awal pengangkatan atlet tersebut harus berdinas di Kemenpora. Dan usai setahun bertugas di Kemenpora, bila mereka ingin pindah ke kementerian lain atau daerah asalnya, hal itu bisa dilakukan. Selain itu, meski berstatus PNS serta kerjanya bukan di ruangan, tapi mereka bisa tetap berlatih atau bekerja di Pelatnas (pemusatan latihan nasional). (Adt) Rincian Bonus Asian Games XVIII/2018: 1. Atlet Perorangan: – Emas Rp 1,5 miliar – Perak Rp 500 juta – Perunggu Rp 250 juta 2. Atlet Beregu: – Emas Rp 750 juta perorang – Perak Rp 300 juta perorang – Perunggu Rp 150 juta perorang 3. Pelatih Perorangan atau Ganda: – Emas Rp 450 juta – Perak Rp 150 juta – Perunggu Rp 75 juta 4. Pelatih Beregu: – Emas Rp 600 juta – Perak Rp 200 juta – Perunggu Rp 100 juta 5. Pelatih untuk Medali Kedua dan Seterusnya: – Emas Rp 225 juta – Perak Rp 75 juta – Perunggu Rp 37,5 juta 6. Asisten Pelatih Perorangan atau Ganda: – Emas Rp 300 juta – Perak Rp 100 juta – Perunggu Rp 50 juta 7. Asisten Pelatih Beregu: – Emas Rp 375 juta – Perak Rp 125 juta – Perunggu Rp 62,5 juta 8. Asisten Pelatih untuk Medali Kedua dan Seterusnya: – Emas Rp150 juta – Perak Rp 50 juta – Perunggu Rp 25 juta

Kandaskan SMK PGRI 1 Cibinong Di Laga Pembuka, Tim Basket Putra Kharisma Bangsa Unggul Pengalaman

Tim putra SMA Kharisma Bangsa (putih) mengalahkan SMK PGRI 1, Cibinong, dengan skor 91-22, dalam laga pembuka turnamen bola basket ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, di lapangan Basket SMAN 13, Depok, pada Sabtu (1/9). (Adt/NYSN)

Depok- Tim putra SMA Kharisma Bangsa mengawali laga pembuka kompetisi bola basket bertajuk ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, pada Sabtu (1/9), dengan hasil positif. Bermain di Lapangan Basket SMAN 13 Depok, Jawa Barat, Fajar Satria dan kolega menang telak 91-22 atas SMK PGRI 1, Cibinong, Jawa Barat. Satria, Kapten Tim, mengatakan performa timnya pada pertandingan itu dalam kondisi baik. “Di kuarter pertama kami masih butuh adaptasi dengan lapangan. Tapi, selebihnya kami bermain sangat baik,” ujar Satria. Menurutnya, lawan merupakan tim yang cukup bagus. “Mungkin mereka kurang pengalaman, sehingga kami bisa manfaatkan kondisi itu meraih kemenangan,” lanjutnya. Senada, Abdurrasjid Juzar mengungkapkan, pada pertandingan perdana ia dan kolega masih diberi kemudahan dalam memenangkan laga. “Jam terbang dan pengalaman kami mungkin lebih banyak dibanding lawan,” terangnya. “Apalagi sebagian pemain kami juga berhasil dalam mengeksekusi lemparan tiga angka ke jaring lawan,” tukas Abdurrasjid. (Adt)

Satelite Cup 2018 Resmi Digelar, Ajang Pebasket Pelajar di Depok Tambah Pengalaman Tanding

Pemain tim basket putra tuan rumah SMAN 13 Depok, Bagas Nugroho (99) tengah melakukan tembakan ke arah jaring SMAN 26. Tim tuan rumah akhirnya unggul denga skor yang cukup jauh 61-31, pada laga perdana Satelite Cup 2018 Volume 2, pada Sabtu (1/9). (doc. SMAN 13)

Depok- Turnamen basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Jabodetabek bertajuk ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, yang diselenggarakan SMAN 13 Depok, Jawa Barat (Jabar), resmi digelar pada 1-23 September. Ajang ini menjadi kesempatan terutama kalangan pelajar yang memiliki bakat bermain basket untuk menambah pengalaman bertanding. “Event ini kedua kalinya diselenggarakan di sekolah kami. Pada Satelite Cup sebelumnya, berlangsung lancar dan bisa dijadikan sebagai upaya untuk menambah pengalaman bertanding, terutama bagi pelajar yang memang memiliki passion di basket, di Kota Depok,” ujar Bagus Kumala Aji, Humas ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, Rabu (5/9). Ia melanjutkan bahwa ajang ini sebagai upaya agar Pemerintah Kota Depok memberikan perhatian pada olahraga basket, mengingat banyak potensi pebasket di Kota peyangga Jakarta itu. “Sayangnya belum mempunyai wadah yang bagus untuk para pecinta basket ini. Kami berpikir untuk menggelar event ini secara berkala,” tambahnya. Terdapat 22 tim putra dan putri dari SMA se-Jabodetabek yang bersaing untuk menjadi yang terbaik. Bagus berharap event ini dapat berlangsung sukses. “Kompetisi ini digelar pada Sabtu dan Minggu, di Jalan P nomor 72, Kalimulya, Depok,” terang Bagus. “Untuk pertandingan pekan pertama, yakni pada 1 dan 2 September terlaksana dengan sukses. Dan laga berjalan sengit. Semua pemain menujukkan skill yang mereka miliki,” terangnya. “Semoga menjadi tolak ukur sekolah lain juga untuk membantu memberikan wadah bagi para pecinta basket, untuk berkembang lebih jauh lagi,” tegasnya. Sementara itu, pada laga perdana, tim basket putra tuan rumah SMAN 13 Depok meraih kemenangan usai menaklukkan SMAN 26 Jakarta, dengan skor 61-31. Duel kedua tim di pertandingan itu berjalan seru. Meski saling kejar mengejar angka, namun SMAN 13 Depok mampu menutup paruh kuarter dengan keunggulan 27-17. Tak tinggal diam, skuat SMAN 26 Jakarta berusaha menebar ancaman pada tim tuan rumah. Namun, Farid dan kolega masih terlalu tangguh bagi lawan. Mereka akhinrya mampu menutup dua kuarter sisa dengan skor akhir 61-31. Farid , Kapten Tim SMAN 13 Depok , mengatakan timnya bermain dengan kepercayaan diri penuh, terlebih mereka tuan rumah. “Kami juga lebih banyak memiliki pemain-pemain yang mau berkerja sama sebagai team bukan sebagai individu,” tukas Farid. (Adt)