Takluk di Laga Terakhir Lawan Hongkong, Timnas Basket Pelajar Putra dan Putri Indonesia Raih Posisi Juru Kunci

Pebasket Timnas Pelajar Putra Indonesia, Neo Putu Satria (11), harus mengakui keunggulan Hongkong dengan skor 54-66, dalam pertandingan terakhir babak penyisihan Kejuaraan Basket Pelajar Asia 2018, di GOR Amongrogo, pada Selasa (11/9). (ivoox.id)

Yogyakarta- Pertandingan sengit penuh tensi, disuguhkan dalam fase penyisihan terakhir Kejuaraan Basket Pelajar Asia 2018. Sempat memimpin, timnas basket pelajar putra Indonesia harus kembali menelan kekalahan. Tampil di GOR Amongrogo, Selasa (11/9), pebasket muda Indonesia menghadapi Hong Kong, yang sama-sama mengincar kemenangan perdana di penyisihan. Pertandingan berjalan dengan tensi tinggi sejak awal kuarter pertama. Bahkan, Saddam Asyruna dan kawan-kawan sempat memimpin dengan skor 15-14 di awal kuarter kedua. Hanya, dalam tiga kuarter selanjutnya, Indonesia justru berperan sebagai tim yang mengejar. Hong Kong yang dikejar pun lambat laun berlari makin jauh. Pada akhirnya, Indonesia harus takluk dengan skor 54-66. Menurut pelatih tim pelajar putra, Rifki Antolyon, anak asuhnya itu kembali kalah mental. “Saat para pemain itu sudah main bagus, balik lagi ke mental mereka,” ucap coach Rifki. “Saya juga tadi beri mereka kebebasan untuk defense, semua skema permainan, karena saya ingin lihat, seperti apa mereka main. Kita ‘kan nanti ketemu lagi di perebutan peringkat 3 pada Kamis (13/9),” tambahnya. Sehari sebelumnya, Tim basket pelajar putra Indonesia mengikuti kegaglan tim putri dan gagal mengatasi tim Gajah Putih Thailand, pada partai pertandingan kedua, di GOR Among Rogo Yogyakarta, Senin (10/9). Meski memiliki postur seimbang dengan lawan, anak asuh Rifki itu menyerah 52-68 (32-43). Serupa dengan nasib Timnas basket pelajar putra Indonesia, jejak negatif Timnas basket pelajar putri pun makin kental, usai gagal meraih satu pun kemenangan dari tiga partai babak penyisihan kejuaraan basket pelajar Asia. Di duel terakhir babak penyisihan, tim yang dimotori anggota tim Asian Games 2018 Adelaide “Lady” Wongsohardjo, menyerah 54-78 (21-39) dari Hongkong, di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Selasa (11/9). Dengan kekalahan tersebut, tim putri dipastikan berada di peringkat terakhir, dari empat negara peserta. Srikandi Indonesia hanya akan bertarung memperebutkan peringkat ketiga menghadapi China, pada pertandingan hari terakhir, Kamis (13/9). Sementara Hong Kong dipastikan tampil sebagai juara grup, dan ditantang Thailand untuk perebutan gelar juara. Pada babak pertama, Hong Kong yang sebelumnya berhasil merobohkan tembok China, unggul cukup jauh dengan skor 39-21. Sebagian skor tersebut dihasilkan melalui lemparan tiga angka yang akurat, serta serangan serangan di bawah ring yang dibangun dengan strategi lebih efektif. Memasuki babak kedua, Hongkong makin konsisten dan melalui kemampuan pemain yang merata, mereka semakin sulit dibendung dan setiap serangan selalu menghasilkan angka. Ketika pertandingan tersisa lima menit, Hongkong makin menjauh dengan selisih 27 angka dan mengakhiri perjuangan Srikandi Indonesia dengan kemenangan 78-54. “Fisik mereka tak siap bertanding tiga game secara beruntun,” ujar pelatih Indonesia, Tjetjep Firmansyah mengomentari kekalahan timnya. “Kalau kondisi fisik sudah jatuh, maka otomatis permainan dan skill mereka ikut jatuh,” kata mantan pelatih klub Aspac Jakarta itu menambahkan. Adelaide yang akrab disapa Lady masih menjadi motor Indonesia dengan menyumbang 18 angka dan enam rebound, disusul Sophia Rebecca dengan sepuluh angka. Sementara Yan Man Chan, kembali menjadi topskor Hong Kong, dengan 16 angka dan enam rebound. (Adt)

Usai Raih Emas Asian Games 2018, Jonatan Christie Langsung Telan Pil Pahit di Jepang Open

Jonatan Christie harus menelan pil pahit di kejuaraan Jepang Open 2018 BWF World Tour Super 750. Peraih medali emas Asian Games2018 dipaksa menyerah oleh Prannoy H.S, straight game, 18-21, 17-21, dalam tempo 45 menit. (Humas PBSI)

Jakarta- Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting berhasil melenggang ke babak kedua (16 besar) kejuaraan bulutangkis Jepang Open 2018 BWF World Tour Super 750. Bertanding di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, pada Selasa (11/9), pemain asal PB SGS PLN Bandung, Jawa Barat (Jabar) itu menyingkirkan atlet Hongkong sekaligus unggulan delapan, Ng Ka Long Angus, dalam duel berdurasi 43 menit, dengan skor 21-14, 21-15. Sebelumnya, dari enam kali bentrok dengan Ng, Ginting, sapaan akrabnya, hanya mengoleksi dua kali kemenangan, masing-masing di Badminton Asia Team Championship 2016 (25-23, 21-14), dan Korea Open 2017 (21-18, 21-18). Di babak 16 besar, peraih gelar Indonesia Masters 2018 itu menantang wakil India Prannoy H.S. Terakhir, mereka melakoni duel di ajang Indonesia Open 2017. Ketika itu, penghuni Pelatnas PBSI Cipayung itu tumbang, straight game, 13-21, 18-21. Sementara itu, Jonatan Christie harus menelan pil pahit. Peraih medali emas Asian Games XVIII/2018 dipaksa menyerah oleh Prannoy H.S, straight game, 18-21, 17-21, dalam tempo 45 menit. Ini menjadi kekalahan beruntun bagi pebulutangkis kelahiran Jakarta, 15 September 1997 atas tunggal India, yang menempati ranking 13 dunia itu. Sebelumnya, mereka bertemu di nomor beregu cabang bulutangkis Asian Games XVIII/2018. Jojo, sapaan akrabnya, takluk dalam pertarungan rubber game, dengan skor 15-21, 21-19, 19-21, di babak perempat final. (Adt) Hasil Jepang Open 2018, Selasa (11/9): Tunggal Putra Anthony Sinisuka Ginting vs Ng Ka Long Angus (Hongkong/8) Skor : 21-14, 21-15 Tommy Sugiarto vs Chen Long (China/6) Skor : 21-12, 17-21, 14-21 Jonatan Christie vs Prannoy H.S (India) Skor : 18-21, 17-21 Tunggal Putri Gregoria Mariska Tunjung vs Evgeniya Kosetskaya (Rusia) Skor : 21-18, 21-17 Lyanny Alessandra Mainaky vs Ksenia Polikarpova (Israel) Skor : 21-10, 21-8 Ganda Campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Robin Tabeling/Cheryl Seinen (Belanda) Skor : 21-15, 22-20 Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (8) vs Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich (Jerman) Skor : 21-13, 21-17 Ricky Karandasuwardi/Debby Susanto vs Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China/1) Skor : 14-21, 12-21

Menang Tipis 1-0 Dari Mauritius, Poin Indonesia di Peringkat FIFA Bertambah 1001

Aksi winger Timnas Senior asal klub Persebaya Surabaya, Irfan Jaya (18), saat menaklukkan Timnas Mauritius 1-0, dalam laga pertandingan uji coba internasional, di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Selasa (11/9). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas Senior unggul tipis 1-0 dari Mauritius, saat melakoni laga persahabatan internasional di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Selasa (11/9). Selain untuk persiapan Piala AFF 2018, laga ini penting karena bisa mendongkrak Indonesia di ranking FIFA. Merunut ranking FIFA per 16 Agustus 2018, Indonesia masih terkunci di urutan ke-164 dengan 992 poin. Sementara sang lawan yang berjuluk Club M (Mauritius) dan Les Dodos (burung Dodo khas Mauritius), ada di peringkat ke-155 dengan 1.028 poin. Pada uji coba ini, Indonesia yang mendominasi jalannya pertandingan baru bisa mencetak skor pada menit akhir waktu normal. Berawal dari sepakan striker Arema FC, Dedik Setiawan, yang belum semenit memasuki lapangan sebagai pemain pengganti, yang bisa ditepis kiper Mauritius, Jean-Louis Kevin. Bola rebound Dedik, akhirnya dituntaskan Evan Dimas menjadi gol, di menit ke-89. Dikutip dari Labbola, Stefano Lilipaly dkk menguasai duel ini. Mereka mencatat 67 persen penguasaan bola, berbanding 33 persen milik Mauritius. Indonesia mampu mencatat 10 peluang berbahaya dan 7 di antaranya mengarah ke gawang. Sementara sang lawan, hanya mengemas enam peluang, dengan tiga shot on target. Dari sisi akurasi umpan, Tim Merah Putih sanggup menyentuh kisaran angka 84 persen, berbanding 72 persen catatan para pemain tim tamu. Yakni, 472 dari 556 umpan pemain Indonesia mengarah tepat sasaran. Catatan itu terbilang timpang, jika dibandingkan peforma negara kepulauan di kawasan pantai timur Benua Afrika itu. Tim tamu bahkan ‘hanya’ mengalirkan 196 operan sukses, alias nyaris tiga kali lipat di bawah timnas Indonesia. Lantas, apa yang membuat timnas Indonesia “hanya” menang tipis? Jawabannya adalah kepiawaian Jean-Louis dalam melindungi gawangnya. Kiper klub Pamplemousses SC di Liga Mauritania ini, mampu melakukan 6 penyelamatan! Salah satu aksi terbaik pria bertinggi 189 cm, itu terjadi pada menit ke-30, saat dengan berani mementahkan peluang Stefano Lilipaly, yang sudah berhadapan satu lawan satu. Meski demikian, Pelatih Mauritius, Francisco Filho mengaku jika Timnas Indonesia memiliki materi pemain yang lebih baik dari timnya. Filho menyebut permainan Indonesia sangat agresif. Ia merasakan tekanan yang luar biasa dari serangan Indonesia, sepanjang pertandingan. “Indonesia…. mereka punya pemain yang bagus. Mereka menang beruntung, hahaha,, tapi itu hanya lelucon saya saja. Ya Indonesia luar biasa, dan berhak menang kali ini,” ujar Filho selepas pertandingan. “Kami berhasil menahan gempuran Indonesia. Pada menit akhir kami melakukan kesalahan dan kesalahan itu membuat kami kebobolan,” tandasnya. Les Dodos mengakhiri dua pertandingan kalender FIFA di Asia Tenggara, tanpa kemenangan. Sebelumnya, Mauritius bermain imbang 1-1 atas Singapura. Sementara Asisten Pelatih Timnas, Kurniawan Dwi Yulianto, mengaku bersyukur karena anak asuhnya bisa tampil sabar. Ia menjelaskan bukan perkara mudah bisa membongkar pertahanan tim yang bermain solid (compact defense) seperti Mauritius. Menurutnya, butuh kesabaran untuk bisa mendapatkan peluang. “Saya ucapkan terima kasih kepada para pemain, karena butuh kesabaran membongkar pertahanan yang bagus itu tidak gampang. Tapi pemain mengikuti instruksi dan bermain sabar. Saya salut kepada tim Mauritius yang bermain bertahan dengan bagus. Ini jadi bahan evaluasi jelang AFF,” ujar Kurniawan, pada Selasa (11/9). Hasil Kemenangan di stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi itu, diperkirakan segera mendongkrak peringkat tim Garuda di rangking FIFA. Itu artinya, Hansamu Yama dan kawan-kawan berhasil menambah poin, dari 992 menjadi 1.001. Dengan raihan poin sebanyak itu, tim asuhan kuartet legenda Indonesia Danurwindo, Kurniawan Dwi Yulianto, Kurnia Sandi dan Bima Sakti ini, berpeluang naik dua tingkat ke posisi 162 ranking FIFA. Serta menggeser Belize dan Vanuatu. (Ham)

Sempat Tertinggal, UII Atasi Perlawanan Ketat UIN Malang di Laga Perdana LIMA Football 2018

Kapten tim Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Reza Pratama (5), mencetka gol balasan, saat menundukkan tim Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang, pada Minggu (9/9). (LIMA)

Malang- LIMA Football resmi bergulir di regional Jawa Timur. Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang, Jawa Timur, menjadi rumah event laga perdana LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018 ini. Di laga perdana, pada Minggu (9/9), Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dengan apik membuka kompetisi ini dengan kemenangan 2-1 atas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang. Babak pertama belum menunjukkan hasil bagus untuk kedua tim. Baik UII maupun UIN Malang tampak masih membaca permainan di laga perdana mereka. Hingga akhir babak ini, kedua tim belum bisa keluar dari kekosongan gol. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, UIN Malang berhasil memecah kebuntuan. Tembakan sang kapten, Arman Safril Adam (4), pada menit ke-55 membuat UIN Malang unggul lebih dahulu dengan skor 1-0. Butuh waktu lama untuk UII, tim yang sebelumnya telah memiliki pengalaman bermain di LIMA Football regional Jakarta Raya, menyusul keunggulan lawannya. Tim asal Yogyakarta itu baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-78 lewat Reza Pratama (5), sang kapten. Satu gol kembali disarangkan UII pada menit ke-88, melalui sepakan Muhammad Fikri M. Basri (9). UIN Malang belum bisa menambah gol di sisa waktu pertandingan. UII akhirnya memenangi laga perdananya dengan skor 2-1. “Di babak pertama saya intsruksikan pemain untuk menguasai laga. Di babak kedua, kami sempat tertinggal, tapi kami bisa membalikkan kedudukan lewat rotasi pemain yang efektif. Saya melihat perkembangan pemain lebih pesat, dibanding musim pertama kami di LIMA Football,” kata Radian Zakir, pelatih kepala UII. Sementara itu, saat UII harus bersusah payah meraih tiga poin pertamanya, Universitas Brawijaya (UB) justru dengan mudah mendapat kemenangan atas 3-0 atas Universitas Darussalam (Unida) Gontor. UB menraih poin penuh pertamanya karena menang walk over (WO) atas Unida. Keputusan Unida untuk WO terkait kesalahan teknis yang dibuat tim asal Gontor itu. Alhasil, kedua tim tak sempat merasakan duel di hari pertama ini. (Adt)

Tekuk Unggulan Empat, Duet Lucky/Helena Asal PB Djarum Rebut Tiket Perempat Final Sirnas U-19 Jakarta Open 2018

M. Lucky Andres Apriyanda/Helena Ayu Puspitasari (PB Djarum Kudus) melaju ke perempat final usai menang atas Dejan Ferdinansyah/Tsavanne Bethalia Putri Mertoso (PB Exist Jakarta/4), 21-14, 17-21, 21-13, di ajang Sirnas Premier Jakarta Open 2018, Kategori Usia 19 Tahun (U19), Selasa (11/9). (PB Djarum)

Jakarta- Duet taruna M. Lucky Andres Apriyanda/Helena Ayu Puspitasari asal PB Djarum Kudus menghadirkan kejutan pada ajang Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018, Kategori Usia 19 Tahun (U19). Berlaga di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), Selasa (11/9), Lucky/Helena merebut tiket perempat final usai memulangkan wakil PB Exist Jakarta sekaligus unggulan empat, Dejan Ferdinansyah/Tsavanne Bethalia Putri Mertoso, dalam duel rubber game 45 menit, dengan skor 21-14, 17-21, 21-13. Di pertandingan babak kedua (16 besar), kendati mampu mencuri kemenangan di gim pertama, dengan skor 21-14, namun Lucky/Helena harus mengakui ketangguhan lawan di gim kedua, dengan skor 17-21. Memainkan gim penentu, Lucky/Helena berusaha bangkit dan tidak mudah menyerah. Hasilnya, mereka menutup gim penentu dengan kemenangan meyakinkan 21-13. Usai laga, Helena menyebut kunci kemenangan mereka adalah yakin dan fokus. “Kami yakin dan fokus. Permainan depan lawan tadi sangat bagus, tapi saya berusaha untuk ambil alih,” ujar pebulutangkis putri kelahiran Sleman, 1 Maret 2001 itu. Lucky menambahkan, dirinya dan kolega mampu merebut gim pertama karena menerapkan tempo permainan cepat serta tidak mau kalah start dari lawan. Namun, akibat salah menerapkan tempo di gim kedua, mereka dipaksa menyerah oleh Dejan/Tsavanne. “Di gim ketiga coba dipaksain mainnya, karena kami tak mau kalah lawan mereka,” terang Lucky. Di perempat final, Lucky/Helena akan menantang Viorel Joan Fernando/Dhea Bunga Anjani asal PB Jaya Raya Jakarta yang menyingkirkan wakil PB Djarum Yoggi Pamungkas/Fauzia Kartikasari, rubber game, 12-21, 21-13, 21-12, dalam tempo 41 menit. Ini menjadi pertemuan pertama bagi kedua pasangan. “Pertandingan nanti kami yakin dan optimis saja,” tegas Lucky. Sedangkan Helena mengungkapkan akan berusaha maksimal pada laga perempat final nanti. “Semoga bisa memberikan permainan terbaik,” tukas Helena. (Adt) Hasil 16 Besar Ganda Campuran Sirnas Premier Jakarta Open 2018, Kategori Usia 19 Tahun (U19): M. Juan Elgiffani/Windi Siti Mulyani (PB Victory Bogor/1) vs Caesar Bagus Sadewa/Nur Aisyah (PB Exist Jakarta) Skor : 21-9, 22-20 Muchammad Choirunnizar Chan/Denisa Dwi Syawaliah Budiani (PB Jaya Raya Jakarta) vs Ari Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi (PB Mutiara Cardinal Bandung/5) Skor : 21-14, 25-23 Naufal Ligo Saufik/Ayu Gary Luna Maharani (PB Djarum Kudus/3) vs Genta Gusti Pidriansyah/Hilda Nur Fadilah (PB SGS PLN Bandung) Skor : 22-20, 21-14 Ferdian Mahardika Ranialdy/Annisa Mubarokah (PB Jaya Raya Jakarta-PB Fifa BC Sidoarjo/6) vs Ghiyats Afif Waliyudin/Alma Andrawina A (PB Victory Bogor) Skor : 21-18, 21-14 Viorel Joan Fernando/Dhea Bunga Anjani (PB Jaya Raya Jakarta) vs Yoggi Pamungkas/Fauzia Kartikasari (PB Djarum Kudus) Skor : 12-21, 21-13, 21-12 M. Lucky Andres Apriyanda/Helena Ayu Puspitasari (PB Djarum Kudus) vs Dejan Ferdinansyah/Tsavanne Bethalia Putri Mertoso (PB Exist Jakarta/4) Skor : 21-14, 17-21, 21-13 Dwiki Rafian Restu/Aldira Rizki Putri (PB Djarum Kudus/8) vs Yoga Prasetyo/Regina Abela Rullyanda (PB Daihatsu Candra Wijaya) Skor : 21-18, 19-21, 21-16 Alif Rafsyah Mauthuthihona/Rayhan Vania Salsabila (PB Mutiara Cardinal Bandung/2) vs Joshua David Wardana/Tessa Anjali Karouw (PB Tangkas Intiland Jakarta) Skor : 19-21, 21-9, 21-19

Timnas Pelajar Putri Tumbang Dua Kali, Pelatih Akui Gara-Gara Salah Strategi

Pelatih Cecep Firmansyah sedang memberikan instruksi, kepada timnas basket pelajar putri Indonesia yang bertanding di ajang Kejuaraan Basket Pelajar Asia 2018 di Yogyakarta, 7-15 September. (tempo.co)

Yogyakarta– Tim Basket Pelajar Putri Indonesia terpaksa menjadi lumbung poin bagi lawan-lawannya pada Kejuaraan Basket Pelajar Asia 2018, di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Ini karena mereka tidak mampu bersaing hingga game kedua, hingga akhirnya menyerah Thailand 58-76, pada Senin (10/9). Sehari sebelumnya, Srikandi Indonesia itu takluk dari China 50-62. Tanda-tanda Indonesia inferior atas Thailand bisa dilihat sejak tip off. Adelaide Wongsohardjo dkk tidak bisa mengimbangi permainan tim asal Negeri Gajah Putih di kuarter pertama. Hingga akhirnya kuarter pertama ditutup dengan skor 25-11, untuk kemenangan Thailand. Superioritas Thailand berlanjut di kuarter kedua. Tim pelajar Indonesia hanya mampu mencetak 14 poin sementara Thailand melesat dengan 19 poin. Kuarter kedua ini pun menjadi milik Thailand dengan kedudukan 44-25. Pelatih tim Srikandi Indonesia mendapatkan wejangan dan motivasi di pinggir lapangan memasuki kuarter ketiga. Harapannya, waktu istirahat 12 menit dan suntikan motivasi itu meledakkan permainan Adelaide Wongsohardjo dkk di kuarter ketiga. Sempat membuka kran poin di kuarter ini melalui dua kali free throw Salsabila Oktavia Adi Tisar. Konsistensi ini tidak bertahan lama. Namun, Ledakan di awal itu tidak membuat perolehan poin Indonesia membalikkan kondisi. Para Srikandi Muda Indonesia itu dipaksa akui kehebatan tim asal Negeri Gajah Putih 35-57. Hegemoni berlanjut sampai kuarter akhir. Para Srikandi Indonesia yang tampak lelah, semakin sulit mengimbangi permainan cepat Thailand. Pertandingan ini pun ditutup dengan kedudukan 76-58 untuk Thailand. Dengan hasil ini, berat bagi tim puteri Indonesia melaju ke final mengingat Thailand sudah mengemas dua kemenangan. “Kita parah (bermain buruk) di kuarter 1 dan 2. Mental anak-anak down sejak kuarter pertama kalah terlalu jauh. Sehingga ke sininya mudah baca lawan. Ini salah saya yang salah terapkan game plan,” ungkap Pelatih Timnas Basket Pelajar Putri, Tjetjep Firmansyah, usai pertandingan. Kesalahan yang dimaksud Tjetjep adalah game plan saat defense. Dia berpatokan permainan Thailand melawan Hongkong sehari sebelumnya. Ketika itu, shooter three point mereka jelek. Strategi zona defense pun dipakai untuk meredam amukan pemain Thailand. Eh ternyata, saat melawan Indonesia shooter three point mereka hidup. “Kita salah pakai zona marking di awal, setelah melihat three point mereka saat lawan Hongkong sepertinya gak bagus. Eh pas mereka lawan kita, malah three point nya bagus. Inilah basket. Cina yang mengalahkan kita saja, bisa takluk 81-73 kepada Hongkong,” jelasnya. (Adt)

Susul Tim Basket Pelajar Putri, Indonesia Juga Kalah Dari China di Laga Perdana

Tim basket Pelajar Indonesia (putih), saat melakukan sesi ujicoba dengan klub NSH Jakarta, jelang tampil di 8th Asian school Basketball Championship 2018, di GOR Among Rogo, Yogyakarta. (jakartainformer.com)

Yogyakarta- Tim basket pelajar Indonesia harus kembali menelan kekalahan, di hari pertama 8th Asian school Basketball Championship 2018. Kali ini, giliran tim basket pelajar Putra merah putih yang kembali takluk dari Cina. Bermain di GOR Amongrogo, pada Minggu (9/9), Indonesia belum mampu mengalahkan lawan mereka di hari pertama, yakni Cina. Sebelumnya, tim basket pelajar putri Indonesia juga menelan kekalahan dari lawan yang sama, siang tadi. Berharap bisa membalas kekalahan tim srikandi muda, tim basket pelajar putra malah mengalami hal yang sama. Michael James dan kawan-kawan harus takluk dengan skor 71-99. Di kuarter pertama, Indonesia secara mengejutkan bisa mengimbangi permainan para pebasket muda Cina. Namun, sama seperti tim putri, faktor perbedaan postur tubuh yang kentara dan stamina, membuat anak asuh Rifki Antolyon itu pun harus mengakui keperkasaan pelajar negeri tirai bambu. Tim basket pelajar Indonesia akan menghadapi Thailand pada hari kedua, kejuaraan basket Pelajar Asia ke-8 ini. Pada Senin (10/9), tim putri akan bermain lebih dulu di sesi siang, sedangkan tim putra akan bermain di sesi sore. (Adt)

50 Peserta Lolos Final Audisi Umum, Mulai Besok Masuk Karantina di Asrama PB Djarum

50 peserta Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018, di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, yang berakhir pada Minggu (9/9), akhirnya dinyatakan lolos ke babak grand final, dan memasuki tahap karantina, mulai 10 - 15 September 2018. (antaranews.com)

Kudus– Rangkaian Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, berakhir pada Minggu (9/9). Sebanyak 50 peserta akhirnya dinyatakan lolos ke babak grand final, dan akan memasuki tahap karantina, mulai 10 hingga 15 September 2018. Puluhan calon peraih beasiswa bulutangkis dari Djarum Foundation itu, akan berpisah dari orangtua, dan berdomisili di Asrama PB Djarum. Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menyatakan, para peserta akan diliburkan selama sehari, pasca rangkaian pertandingan di babak grand final. Keesokan harinya, di bawah pengawasan pelatih PB Djarum, atlet belia ini mulai menjalani berbagai jenis latihan. “Program yang kami terapkan mencakup tes fisik, yang melibatkan ahli nutrisi dan gizi serta pelatih fisik, dan kami pantau konsistensi dan semangat adik-adik selama Tahap Karantina,” ujar Fung, pada Minggu (9/9) Final Audisi Umum dimulai pada Jumat (7/9), mempertemukan 219 pebulutangkis hasil Audisi Umum di delapan kota. Para pelatih tim PB Djarum sepakat untuk meloloskan para peserta tersebut. Keesokan harinya, Babak I digelar dengan hasil 91 peserta lolos di fase awal ini. Para pebulutangkis yang lolos, masih harus melalui Babak II yang digelar pada hari yang sama. Di babak ini, para finalis menuntaskan satu pertandingan. Pada Sabtu, 8 September 2018, tim pelatih PB Djarum meloloskan 65 peserta yang kemudian akan bertanding di Babak Grand Final, Minggu 9 September 2018. Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, Budi Darmawan mengucapkan terima kasih kepada para orangtua yang mengantarkan anaknya untuk mengikuti Audisi Umum ini, menyalurkan dan mengembangkan bakat anak-anaknya melalui olahraga bulutangkis. “Melalui Audisi Umum yang kami gelar tiap tahunnya di berbagai kota di Indonesia, merupakan tahap awal merintis cita-cita menjadi pebulutangkis yang andal,” katanya. Melalui program tahunan Djarum Foundation ini, lanjut Budi, diharapkan kelak muncul pemain-pemain bulutangkis yang dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. “Bagi kami akan jadi sebuah kebanggaan tersendiri jika anak-anak hasil Audisi Umum yang kemudian dibina di PB Djarum, dapat menjadi bagian dari sejarah dunia melalui prestasi bulutangkis,” ujar Budi. (Adt) U-11 Putri 0032 – Jolin Angelia (Kota Medan) 0049 – Rumaisya Farra Assajida (Kabupaten Boyolali) 0052 – Khalisha Nur Hanifah Ramadhani (Kabupaten Klaten) 0065 – Mayla Cahya Afiliani Patiwi (Kabupaten Bandung) 0111 – Madinah Dell Azzahra (Kota Kendari) 0115 – Azifa Ploy Stacy (Kabupaten Klaten) 0127 – Charlieta Aline Sumarko (Kota Semarang) 0151 – Jane Maira Faiza (Kabupaten Banyumas) 0158 – Halifia Usni Pratiwi (Kabupaten Kudus) 0188 – Nathania Prasetya (Kota Kediri) U-13 Putri 0001 – Iffah Amalia Azzahra (Kabupaten Cirebon) 0002 – Chelsea Veby Andela (Kabupaten Ngawi) 0005 – Aura Zalfa Syafiya (Kabupaten Bekasi) 0039 – Delvi Tasya Subrata (Kota Jakarta Selatan) 0042 – Lintang Ari Rahmawati (Kabupaten Sukoharjo) 0063 – Renata Dama Kusuma (Kabupaten Banyumas) 0119 – Sheila Lidia (Kabupaten Nganjuk) 0138 – Sausan Dwi Ramadhani (Kota Depok) 0156 – Salsabila Amiradana (Kota Jakarta Selatan) 0180 – Laudya Chelsea Griselda (Kabupaten Sleman) 0205 – Elsa Auriya (Kota Balikpapan) 0211 – Azranaysha Pandya Adhita (Kabupaten Sukoharjo) 0215 – Nadia Pritasari (Kabupaten Tanah Laut) U-15 Putri 0007 – Meylissa Dwi Auliya (Kabupaten Pati) 0056 – Septia Ningrum Rahmadani (Kabupaten Jepara) 0061 – Aurelia Salsabila (Kota Surabaya) 0121 – Chelsea Putri Mairera Sensa (Kabupaten Banyuwangi) U-11 Putra 0004 – Muhammad Hazeral Masyhur (Kota Gorontalo) 0026 – Alvin Febryan Santoso (Kota Tangerang Selatan) 0053 – Raziq Ibnu Sabri (Kabupaten Karanganyar) 0062 – Fredy Marcello Cesar (Kabupaten Wonogiri) 0067 – Muhammad Nashrulloh Alhabsyi (Kabupaten Boyolali) 0081 – Briliano Taufiq Daffa Al Rasyid (Kabupaten Pati) 0090 – Muhammad Arya Bimasena (Kabupaten Banyumas) 0102 – Grendly Alkatib Lumintang (Kota Kotamobagu) 0110 – Nazwan Abdillah (Kota Samarinda) 0133 – Calvin Chandra Irawan (Kota Bekasi) 0137 – Radithya Bayu Wardhana (Kota Tanjung Pinang) 0141 – Satria Adi Nugroho (Kabupaten Banyumas) 0145 – Livio Cicero Benedicto Paat (Kota Manado) U-13 Putra 0006 – Mohamad Rafly (Kabupaten Gorontalo Utara) 0089 – Muhammad Raihan Nur Alamsyah (Kota Bekasi) 0099 – Devin Artha Wahyudi (Kabupaten Merangin) 0186 – Bryan Dave Limbowo (Kabupaten Parigi Moutong) 0196 – Kevin Satrio Wibowo (Kabupaten Kudus) 0198 – Alfa Wahyudinata (Kabupaten Banyumas) 0212 – Muhammad Pranandha Adhitya (Kabupaten Cilacap) U-15 Putra 0060 – Muhammad Faqih Anshori (Kota Samarinda) 0168 – Fabian Dimas Indrastata (Kabupaten Batang) 0199 – Muhamad Gayuh Wijaya (Kabupaten Sragen) Rincian jumlah peserta berdasarkan kategori usia: U-11 PUTRI = 10 U-13 PUTRI = 13 U-15 PUTRI = 4 U-11 PUTRA = 13 U-13 PUTRA = 7 U-15 PUTRA = 3 TOTAL = 50

Stamina Kendor dan Takluk dari China, Tim Pelajar Putri Indonesia Raih Hasil Minor di Laga Perdana

Sesi foto bersama jelang laga pertandingan 8th Asian School Basketball Championship (ASBBC) 2018 antara tim basket putri pelajar Indonesia (putih) melawan China. Pada laga Kejuaraan basket pelajar Asia 2018 ini, Indonesia takluk 50062. (krjogja.com)

Yogyakarta- Meski sempat memimpin sepanjang babak pertama, tim basket putri pelajar Indonesia akhirnya gagal merobohkan tembok China dan menyerah 50-62 (30 – 27) pada pertandingan pertama kejuaraan basket pelajar Asia di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Minggu (9/9). Sejak awal kuarter pertama, tim asuhan mantan pelatih nasional dan klub Aspac Cecep Firmansyah itu selalu memimpin perolehan angka tanpa pernah tersusul. Tapi memasuki pertengahan kuarter ketiga, China mulai mengancam dan secara perlahan mengejar ketinggalan. Untuk pertama kalinya, China pun menyusul perolehan angka 37-36 ketika kuarter ketiga terisa tiga menit Walau kembali unggul, putri Indonesia yang dimotori anggota tim Asia Games 2018 Adelaide “Lady” Wongsohardjo menyerah 44 – 46 pada kuarter ketiga. Memasuki kuarter terakhir, kembali terjadi pertarungan ketat dan China berhasil mempertahankan keunggulan perolehan angka. Ketika pertandingan menyisakan dua menit, tembok China semakin sulit dirobohkan dan memperbesar jarak keunggulan 56-50. Stamina menjadi salah satu titik lemah tim Indonesia menghadapi China dan akhirnya menyerah dengan skor akhir 50-62. Lady yang menjadi inspirator tim berkat pengalaman sebagai anggota tim Asian Games Indonesia, menyumbang 13 angka dan delapan rebound, disusul Lydia Maulida dengan mencetak delapan angka. Sementara angka tertinggi untuk tim China diraih pemain jangkung Zhang Ye Yao (20), disusul Liu Qi Yan (11). Usai pertandingan, pelatih Cecep Firmansyah mengaku sudah cukup puas dan permainan anak asuhnya karena setidaknya mereka sudah memperlihatkan daya juang dan pantang menyerah. “Pada babak pertama sudah bagus, tapi kondisi stamina sangat berpengaruh terhadap permainan, sehingga sulit mengembangkan permainan saat lawan sudah menemukan ritme mereka,” kata Cecep. Melihat peforma anak asuknya saat menghadapi China yang sejak awal memang sudah diunggulkan, Cecep berkeyakinan tim asuhannya bisa tampil lebih baik saat berhadapan dengan Thailand, Senin (10/9). “Menghadapi Thailand kita harus habis-habisan dan saya yakin bisa mengatasi lawan,” kata Cecep yang pernah mengantar tim senior putra Indonesia ke tangga juara Asia Tenggara (SEABA) pada 1996 di Surabaya. Setelah laga ini, srikandi Indonesia akan menjajal kekuatan Tim Putri Thailand pada Senin (10/9). Perjuangan tak kalah berat karena Thailand sebelumnya menang atas Tim Putri Hongkong China 70-69. Mereka dipastikan berjuang total guna memetik kemenangan untuk amankan posisi puncak di kejuaraan edisi kedelapan ini. (Adt)

Jadi Host Fase Nasional, Enam Tim Ikuti LIMA Football Region Jawa Timur di Malang

LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018 akan meramaikan Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Jawa Timur, pada 9-15 September 2018. Enam Universitas turut meramaikan kompetisi sepak bola tahunan antarmahasiswa ini. (LIMA)

Malang- Sukses menggelar LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018 pada 23-30 Agustus lalu, pada musim keenam ini, LIMA menunjuk Malang Raya sebagai lokasi kedua penyelenggara LIMA Football, selain di Jakarta. Event yang bertajuk LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018 itu akan meramaikan Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada 9-15 September 2018. Enam tim turut meramaikan kompetisi sepak bola tahunan antarmahasiswa ini. Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yang pada musim lalu bergabung di Greater Jakarta Conference, kini masuk ke dalam peta persaingan regional Jawa Timur. Tak hanya UII, Universitas Darussalam (Unida) Gontor, juga menjadi peserta dari luar kota pergelaran. Empat tim lainnya yakni Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, dan Universitas Negeri Malang (UM). Prosesi upacara pembukaan LIMA Football: McDonald’s EJC 2018 menandakan dimulainya ajang ini. Rida Achmad, selaku General Manager LIMA, menegaskan bahwa LIMA tak hanya datang untuk menggelar kompetisi, tapi juga menjadi agen perkembangan manusia. “Ini kali pertama kami menggelar LIMA Football di Malang. Sebagai human development agents, kami tak hanya mencari prestasi, tapi juga mengajarkan pada mahasiswa soal pentingnya memiliki hard skill dan soft skill,” kata Rida pada sambutannya dalam upacara pembukaan yang digelar di Stadion Gelora Brantas, Batu, Minggu (9/9). Tak hanya dihadiri seluruh peserta dan perangkat pertandingan, perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, Rita Triana, juga turut memberi kata sambutan dalam prosesi ini. “Kami berterima kasih kepada LIMA karena memberikan kontribusi perkembangan sepak bola, khususnya di tingkat mahasiswa di Jawa Timur. Kami berharap bisa melakukannya secara optimal dengan bersinergi antara perangkat pertandingan dan juga para peserta di sini. Kalian adalah tiket kemajuan Indonesia,” kata Rita. LIMA Football: McDonald’s EJC 2018 telah resmi bergulir. Nantinya, empat dari enam tim terbaik dari fase conference ini, akan kembali membuktikan kemampuannya di LIMA Football Nationals, yang masih akan berlangsung di tempat yang sama, pada 18-25 September 2018. (Adt)

Uji Coba Kedua Timnas U-19 Menang, Indra Sjafri Tunggu Satu Laga Lagi Jelang Mini Turnamen di Jakarta

Striker Timnas U-19 Todd Rivaldo Ferre (20), berebut bola dengan pemain Persibara Banjarnegara, pada laga uji coba kedua TC Piala Asia U-19, di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (8/9). Timnas U-19 menang tipis 2-1 pada laga ini. (kampiun.id)

Yogyakarta- Sebelum tampil di Piala Asia U-19 yang akan berlangsung 18 Oktober hingga 4 November, skuat Timnas U-19 melakukan persiapan demi meraih hasil maksimal. Tim asuhan Indra Sjafri itu menjadwalkan sejumlah pertandingan uji coba. Salah satunya kontra tim Liga 3, Persibara Banjarnegara, yang berlangsung pada Sabtu (8/9) sore. Bertanding di Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta, Saddil Ramdani dan kolega menang tipis dengan skor 2-1. Pada babak pertama, Indra banyak menurunkan para pemain lapis keduanya. Hanya nama Rifad Marasabessy, kiper Muhammad Riyandi, dan Muhammad Rafi Syarahil yang turun sebagai starter. Sedangkan Saddil Ramdani, Syahrian Abimanyu, hingga Todd Rivaldo Ferre, masih duduk di bangku cadangan. Dengan komposisi tersebut, Timnas U-19 kerap tertekan, namun Garuda Nusantara berhasil unggul lebih dulu di babak pertama. Sriker Aji Kusuma, sukses mengkonversi umpan mendatar dari Aulia Hidayat di menit ke 32 dan menghasilkan gol bagi Tim merah putih. Memasuki babak 2, Timnas U-19 mulai memainkan skuat utama yang di proyeksikan tampil di piala Asia 2018. Hasilnya, Todd Rivaldo Ferre menambah keunggulan. Persibara hanya mampu memperkecil ketertinggalan, di menit-menit akhir pertandingan. Skor 2-1 tak berubah hingga laga usai. Dalam uji coba sebelumnya, Timnas U-19 takluk dari Semen Padang, 25 Agustus lalu. Indra menilai, kini ada perkembangan pemain selama latihan. “Secara keseluruhan ada peningkatan dari pemain setelah latihan selama ini. Saya yakin semua pemain akan lebih bekerja keras dalam latihan,” ujarnya usai laga, Sabtu (8/9). Dalam laga ji coba ini, pelatih berusia 53 tahun itu menurunkan dua tim berbeda, pada masing-masing babak. Menurutnya, langkah itu dilakukan guna mencermati performa pemain secara individu. Sebanyak 30 pemain dipantau Indra selama TC di Yogyakarta. “Kami lihat seminggu lagi dan mungkin ada dua pemain yang dipulangkan. Kami ambil 28 pemain, dan nanti ikut Timnas U-19 dalam mini turnamen di Jakarta. Namun, sebelum itu akan ada pencoretan,” tegas pelatih asal Padang itu. Timnas U-19 pun berencana menggelar satu partai uji coba lagi, sebelum hijrah ke Jakarta. Indra mengaku masih menunggu status lawan, dalam uji coba pamungkas bagi Nurhidayat dan kawan-kawan. “Kami berencana ada satu uji coba lagi, pada Sabtu (15/9). Tapi masih belum tahu siapa lawannya,” ungkapnya. Paska menjalani satu uji coba yang direncanakan pada 15 September, Tim Merah putih akan langsung berpindah latihan ke Jakarta. Sedangkan, Egy Maulana Vikri, dipastikan tampil bersama Timnas U-19, dalam turnamen Piala Asi U-19. Indra mengaku telah berkomunikasi intens dengan pemain yang kini bermain untuk klub Polandia, Lechia Gdansk itu. “Insya Allah, Egy datang tanggal 15 (September),” bilangnya. Sebelumnya sempat beredar kabar Egy bakal absen membela Garuda Muda dalam Piala Asia U-19. Hal ini menyusul dengan munculnya kritik media setempat di Polandia yang menyesalkan, jika Egy terus bolak balik ke Indonesia, mengikuti berbagai kompetisi internasional. Namun Indra, mengaku secara personal sudah berkomunikasi intensif dengan Egy, sehingga optimistis pemain itu bisa kembali ke tanah air, untuk mengikuti pemusatan latihan sementara, bersama Timnas U-19. Komunikasi personalnya dengan Egy juga didukung dengan komunikasi institusional, antara PSSI dengan klub Egy, Lechia Gdansk. “Saya berharap Egy segera bisa ikut pada ujicoba Timnas U-19 berikutnya,” ujarnya. Saat ini, ia mengizinkan para pemain yang sekarang mengikuti pemusatan latihan di Yogya, untuk membela klub masing-masing jika diperlukan. Namun, kebebasan itu hanya berlaku hingga Sabtu (15/9). Indra ingin persiapan Piala Asia U-19 dilakukan penuh semua pemain, selama sebulan. (art)

Indonesia Kuasai Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship 2018, Korsel Rebut Tiga Gelar

Bobby Setiabudi, pemain tunggal asal PB Djarum harus mengakui ketangguhan Karono (1), di Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship 2018, straight game, 21-15, 21-8. (PB Djarum)

Jakarta- Indonesia raih hasil positif, pada kejuaraan bulutagkis bertajuk ‘Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship 2018′, di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), yang dihelat pada 3-8 September. Di kategori Usia 19 Tahun, skuat Merah Putih berhasil merebut tiga gelar juara, masing-masing dari nomor tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putra. Sedangkan Korea Selatan (Korsel) mengantongi gelar juara, dari nomor ganda putri dan ganda campuran. Di tunggal putra, wakil tuan rumah Karono (1) jadi kampiun, usai menekuk kompatriotnya Bobby Setiabudi (3). Memainkan laga berdurasi 35 menit, Karono menang straight game, dengan skor 21-15, 21-8. Bobby, pemain asal PB Djarum itu, mengaku kurang puas terhadap penampilannya pada pertandingan kali ini. “Terlalu kebawa pikiran mainnya. Padahal, lawan itu mainnya kuat. Tapi, saya sudah takut duluan,” ujar Bobby usai laga. “Coba main lepas, tapi malah nggak gereget juga mainnya, ya kurang melawan juga. Intinya kurang puaslah di pertandingan tadi,” lanjut pebulutangkis kelahiran Situbondo, Jawa Timur (Jatim), 22 Maret 2001 itu. Hasil positif juga diperoleh Yasnita Enggira Setiawan. Pemain tunggal unggulan enam asal tuan rumah itu menyingkirkan wakil Korsel Da Jeong Chung, rubber game, 21-19, 11-21, 21-14, dalam tempo 62 menit. Sedangkan di ganda putra, duet Viorel Joan Fernando/Ferdian Mahardika Ranialdy (2) hanya butuh waktu 44 menit, guna memastikan gelar juara usai mengandaskan perlawanan rekan senegara non unggulan, Dwiki Rafian Restu/Bernadus Bagas Kusuma Wardana, rubber game, 21-18, 14-21, 21-10. Sementara itu, Eun Seo Jang/Jung Hyun Lee (1) asal Negeri Ginseng, berhasil meraih gelar ganda putri, setelah melewati hadangan wakil tuan rumah, Rayhan Vania Salsabila/Putri Andini Wahyuningrum, dalam drama pertarungan rubber game berdurasi 59 menit, dengan skor 21-23, 21-15, 21-17. Dan, sektor ganda campuran, Korsel juga mengantongi gelar, melalui Dong Ju Ki/Jung Hyun Lee (1). Mereka terlalu perkasa bagi wakil tuan rumah non unggulan, Ferdian Mahardika Ranialdy/Annisa Mubarokah. Dong/Ju menang rubber game, 21-9, 16-21, 21-18, pada laga selama 45 menit. (Adt) Hasil Final Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship 2018: Usia 17 1. Tunggal Putra Sulistio Tegar (Indonesia) vs Riki Takei (Jepang) : 21-10, 21-19 2. Tunggal Putri So Yul Lee (Korea Selatan/2) vs Aisyah Sativa Fatetani (Indonesia/5) : 21-17, 21-17 3. Ganda Putra Galuh Dwi Putra/Gabriel Christopher Winta Wijaya (Indonesia/3) vs Naufal Daffa Dio Risqullah/Christopher David Wijaya (Indonesia/1) : 21-9, 29-27 4. Ganda Putri Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia (Indonesia/2) vs Hye Jin Choi/So Yul Lee (Korea Selatan) : 21-11, 21-12 5. Ganda Campuran Crissandy Santosa/Melanni Mamahit (Indonesia/3) vs Muhammad Gibran Arfiansyah/Aisyah Salsabila Putri Pranata (Indonesia) : 21-16, 21-16 Usia 15 1. Tunggal Putra Justin Shou Wei Hoh (Malaysia/1) vs Mohamad Razif M. Fazriq (Malaysia/3) : 21-19, 21-16 2. Tunggal Putri Pitchamon Opatniput (Thailand/8) vs Tasya Farahnailah (Indonesia/1) : 14-21, 21-18, 21-15 3. Ganda Putra Justin Shou Wei Hoh/Mohamad Razif M. Fazriq (Malaysia/1) vs Deandra Ikhsan Gunawan/Zaidan Arrafi Nabawi (Indonesia/7) : 21-18, 21-17 4. Ganda Putri Nethania Irawan/Jessica Maya Rismawardani (Indonesia/7) vs Meilysa Trisas Puspita Sari/Rachel Allessya Rose (Indonesia/2) : 21-19, 21-15

Masuk Skuat Kejuaraan Basket Pelajar Asia 2018, Siswa Sekolah Kharisma Bangsa Tangsel Optimis Indonesia Bisa Bersaing

Saddam Asyurna (kaos hitam) saat mengikuti training center jelang keberangkatan tim basket putra sekolah Kharisma Bangsa ke Paris, Perancis, mengikuti kejuaraan dunia basket antar SMA, Juli lalu. (Adt/NYSN)

Yogyakarta- Kejuaraan basket pelajar Asia, Asian School Basketball Championship (ASBBC) 2018 resmi dibuka. Peresmian ini dilakukan di Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Sabtu (8/9) malam. Ini merupakan kali kedelapan Asian School Basketball Championship digelar. Sebelum di Yogyakarta, ASBBC ketujuh digelar di Thailand. Dalam pembukaan kejuaraan basket pelajar ini, turut hadir juga Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Mulyana, yang mewakili Menpora Imam Nahrawi. Turut hadir juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Yogyakarta, Kadarmana Baskara Aji, yang mewakili Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Lewat Kadarmana, Sri Sultan Hamengkubuwuno X berharap, kompetisi seperti ini melahirkan atlet berprestasi bagi negara masing-masing. “Saya harap, dari kegiatan sekolah seperti ini, masing-masing negara bisa menghasilkan atlet yang berprestasi di masa depan,” tutur Kadarmana, mewakili pak gubernur. Kejuaraan ini berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Among Rogo, Yogyakarta. Kendati level Asia, namun kejuaraan tahunan ini hanya diikuti empat negara, yakni tuan rumah Indonesia, China, Hongkong, dan Thailand. Salah satu skuat tim basket putra, Saddam Asyurna, yang merupakan siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengaku pada kejuaraan basket pelajar Asia edisi kedelapan ini lawan yang dihadapi merupakan tim tangguh. Namun, remaja kelahiran 19 November 2001 itu tetap optimis bila Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara peserta lainnya. “Meski waktunya mepet , karena persiapan untuk TC (training center) itu hanya 10 hari, apalagi lawan yang dihadapi juga merupakan tim-tim tangguh,” ujar Saddam, Sabtu (8/9). “Tapi, kami sudah berlatih secara intensif. Mudah-mudahan semua bisa saling support untuk memberikan yang terbaik, sehingga bisa bersaing dengan peserta dari negara lain,” tambahnya. Ajang ini menggunakan sistem round robin, dimana tim yang bertanding saling bertemu. Menurutnya, China dan Hongkong memiliki kualitas materi pemain di atas Indonesia. Dan lawan juga unggul postur tubuh. “China dan Hongkong permainannya beda dengan Indonesia. Untuk Thailand, mudah-mudahan bisa imbang. Modal kami ya skill bagus, chemistry diantara sesama anggota tim, serta gameplay yang baik,” tegas Saddam. Hal senada diungkap Adelaide Callista Wongsohardjo. Penggawa putri Indonesia itu masih buta dengan kekuatan lawan. Menurut siswi SMA Katolik Santo Albertus Malang, Jawa Timur (Jatim), dirinya dan kolega belum pernah bertemu maupun menyaksikan permainan tim yang ikutserta, dalam kejuaraan pelajar Asia tersebut. “Semaksimal mungkin kami akan berusaha menampilkan permainan terbaik di kejuaraan Asia ini,” urai pebasket kelahiran Malang, Jatim, 12 Oktober 2001 itu. Diakui dara cantik yang baru saja memperkuat timnas basket putri Indonesia di Asian Games XVIII/2018 itu, waktu yang mepet membuat ia dan kawan-kawan sulit beradaptasi. Namun, Lady, sapaan akrabnya, meyakini saat pertandingan nanti bisa lebih baik. “Chemistry sekarang sudah mulai terbentuk. Semoga saat pertandingan nanti bisa lebih baik,” tukas amunisi klub Bima Sakti Malang itu. (Adt)

Sepekan Bertanding, Petenis Nasional Dominan di Kejurnas Tenis Junior Pelti Pati Open 2018

Para petenis yunior andalan tuan rumah, mendominasi daftar juara di beberapa kelompok umur (KU), pada kejuaraan nasional (kejurnas) bertajuk Junior Pelti Pati Open 2018, pada 3–9 September, di Lapangan Tenis Bakorwil I Pati, Jawa Tengah. (ISKnews.com)

Pati– Kejuaraan nasional (Kejurnas) Tenis Junior Pelti Pati Open 2018 benar-benar menjadi ajang kebolehan para petenis di Indonesia, khususnya Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dari kejuaraan tersebut, pengurus Pelti Pati mengaku bangga, karena banyak bibit petenis dari Pati, untuk level KU-10 dan KU 12. Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Pelti Pati, Joni Kurnianto di sela penyerahan hadiah juara tunggal putra mengatakan, banyak atlit tenis dari Pati yang naik mengikuti level di atasnya. Ia mencontohkan petenis berbakat tuan rumah, Diah Ayu Novita Yosri Saputri, yang seharusnya masuk KU-14, namun juga turun dinomor KU-16. “Ini berarti mereka ingin menguji kemampuan dengan para pemain level di atasnya. Mereka ini ingin mendapat tantangan yang lebih,” ujar Joni, pada Sabtu (8/9). Ia menambahkan, capaian ini merupakan hal yang positif, mengingat pembinaan yang sudah dilakukan Pelti Pati selama ini. All Pati Final terjadi di nomor tunggal putra KU 12, yang mempertemukan Andika Rizky Putra melawan Michael Ihsan Wicaksana. Duel sekota itu akhirnya dimenangkan Andika Rizky Putra dengan skor 8-1, di Lapangan Tenis Bakorwil I Pati, Jawa Tengah. Andika, siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Pati, melenggang ke babak puncak setelah juga memenangi pertarungan menghadapi rekannya dari Pati, Natanael Santoso, 8-4. Sedangkan Michael Ihsan Wicaksana melaju ke final setelah mencatatkan kemenangan atas Ahmad Bey Nurmultazam. Petenis yunior Pati juga berhasil menjadi yang terbaik di nomor tunggal putra KU 10 tahun, yaitu Christian Dwi Widianto. Petenis yang saat ini bertengger di peringkat 9 nasional itu, menjadi juara setelah membukukan kemenangan atas Wicaksono Wahyu Trijati. Sementara itu, petenis asal Sukoharjo, Lucky Candra mengaku, jika kejurnas kali ini diikuti lebih sedikit pesera dari tahun sebelumnya. Namun, kualitas petenis jauh lebih baik. “Lebih sedikit dari tahun lalu, tapi kualitas pesertanya terbaik di Indonesia,” ungkap pemuda, yang menyabet juara dua ganda putra KU-18 ini. Selain itu, kejurnas yang diselenggarakan 3–9 September, ini dinilai para Pembina dan orang tua atlit sebagai kejuaraan dengan hadiah yang besar, dibanding kejuaraan serupa di daerah lain. Dalam kejuaraan tersebut, tak sedikit petenis nasional yang ikut ambil bagian, salah satunya Diah. Diah adalah petenis masa depan asli Pati, yang pernah mewakili Indonesia di ITF World Junior Tennis Competition, ITF Asia 14, dan Under Development Championship 2018. Remaja bertubuh kecil yang seharusnya turun pada KU-14, pada kejurnas kali ini memilih bertanding dinomor tunggal putrid KU-16. Meski ‘naik kelas’ di level usia bertanding, Diah sanggup mengunci partai final, meski akhirnya meraih juara kedua. Sementara dinomor ganda KU-16, petenis kelahiran Pati 9 November 2004, juga sukses membuat prestasi dan menyabet juara satu. (Adt)

219 Pebulutangkis Muda Bersaing di ajang Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018

219 peserta Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 saling bertarung meraih beasiswa bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. Final ini digelar sejak Jumat (7/9) pagi di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. (tribunnews.com)

Kudus- Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 mulai digelar sejak Jumat (7/9) pagi di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Sebanyak 219 peserta saling bertarung untuk mendapatkan beasiswa bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. Para atlet muda ini akan dipantau langsung para pelatih PB Djarum, selama tiga hari Final Audisi Umum. Pada acara seremonial pembukaan Final Audisi Umum, turut hadir Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Debby Susanto, Ihsan Maulana, Muhamad Ahsan, dan Kevin Sanjaya. Para atlet bulutangkis Indonesia hasil binaan PB Djarum yang berlaga di Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang tersebut, menyampaikan pesan motivasi kepada para finalis calon penerima beasiswa bulutangkis. “Masuk ke PB Djarum ini bagi kami adalah sebuah hal yang luar biasa. Adik-adik sudah melihat langsung prestasi yang dicapai kakak-kakak ini. Mereka adalah atlet-atlet yang sama seperti kalian nantinya, yang berasal dari PB Djarum,” jelas Tontowi. Sementara, Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi menyatakan apresiasi kepada ratusan peserta yang datang 107 provinsi tersebut. Fung juga mengucapkan terima kasih kepada orangtua serta para pelatih, yang telah mempersiapkan dan melatih calon-calon penerima Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 tersebut. “Selamat datang pada peserta yang sudah jauh-jauh datang ke Kudus. Siapkan diri kalian, tak hanya fisik. Karena ini adalah tahap akhir dari rangkaian Audisi Umum pada tahun ini,” ungkap Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi, saat membuka Final Audisi Umum untuk kota Kudus. “Selamat bertanding, keluarkan semua kemampuan kalian pada Final Audisi Umum kali ini,” tutur atlet peraih gelar juara Kanada Terbuka 1990, Jerman Terbuka 1990, dan Swiss Terbuka 1993 ini. Selain Fung, para pelatih PB Djarum yang terlibat dalam pemantauan terhadap atlet-atlet bulutangkis ini. Diantaranya yakni Ari Yuli Wahyu Hartanto, Hastomo Arbi, Lukman Hakim, Agung Susilo, Imam Tohari, Ellen Angelina, Engga Setiawan, Ferry, Roy Djojo Effendy, Sulaiman, Rusmanto Djoko Semaun, Juniar Setyo Trenggono, dan Bandar Sigit Pamungkas. Pada hari pertama Final Audisi Umum, Jum`at (7/9), digelar Babak I. Para peserta akan bertanding sebanyak dua kali, sesuai kategori umur dengan sistem full games(poin 21 atau sampai dengan selesai). Berlanjut ke Babak II digelar pada Sabtu (8/9), saat para peserta kembali bertanding sebanyak dua kali sesuai kategori umur, juga dengan sistem full games. Usai pertandingan di masing-masing hari tersebut, akan diumumkan para peserta yang lolos ke babak berikutnya. Keputusan tim pencari bakat mutlak, tidak dapat diganggu gugat. “Keputusan lolos atau tidak lolos, bukan semata berdasarkan atas hasil menang atau kalah dalam permainan. Sebab yang menjadi tolak ukur adalah teknik, strategi, dan daya juang, dari para peserta,” jelas Fung. Babak III digelar pada Minggu (9/9). Khusus babak ini, para peserta akan dipertandingkan sebanyak satu kali, sesuai kategori umur, juga dengan sistem full games (poin 21 atau sampai dengan selesai). Setelah tiga hari gelaran Final Audisi Umum, para pelatih PB Djarum akan mengumumkan para atlet yang lolos ke Tahap Karantina. Peserta yang lolos ke Tahap Karantina akan langsung masuk ke asrama atlet pada 10-15 September 2018. (Adt) Data jumlah peserta berdasarkan kota-kota Audisi Umum, dengan provinsi dan kabupaten/kota: PEKANBARU Provinsi 13 Kabupaten 53 BALIKPAPAN Provinsi 17 Kabupaten 41 MANADO Provinsi 7 Kabupaten 25 PURWOKERTO Provinsi 9 Kabupaten 53 SURABAYA Provinsi 12 Kabupaten 60 CIREBON Provinsi 12 Kabupaten 63 SOLO RAYA Provinsi 12 Kabupaten 59 KUDUS Provinsi 25 Kabupaten 113

Rider 15 Tahun Asal Lumajang, Ikut Undangan Latihan Bersama Valentino Rossi

Yamaha Indonesia mengutus Muhammad Faerozi Toreqottullah, pembalap 15 tahun asal Lumajang, Jawa Timur, mengikuti pelatihan balap dari Yamaha Motor Co. Ltd di markas Valentino Rossi, melalui program Yamaha VR46 Master Camp. (aripitstop.com)

Jakarta- Untuk kali keenam akademi Valentino Rossi, VR46 Academy menggelar Master Camp. Kali ini, Master Camp VR46 2018 bergulir pada 12-16 September di MotoRanch, Tavullia, Italia. Pembalap asal Indonesia, Muhammad Faerozi Toreqottullah (15) dipastikan ikut meramaikan. Akademi Valentino Rossi memang rutin menggelar Master Camp, untuk mengasah bakat-bakat pembalap muda. Pada edisi 2018, ada empat pembalap muda dari Asia, yang akan ikut terlibat, salah satunya adalah Faerozi. Tiga pembalap lain yang bakal latihan bersama Rossi adalah Muhammad Aiman Bin Tahiruddin (16), Nazirul Izzat Bin Muhammad Bahauddin (18) asal Malaysia, dan Shota Yokoyama (16) asal Jepang. Keempatnya aktif sebagai pembalap di Asia Road Racing Championship. Seperti edisi sebelumnya, tujuan Master Camp dibuat adalah untuk menemukan dan mengembangkan bakat pembalap muda. Para peserta yang terpilih akan menjalani pelatihan selama satu pekan di Italia, di bawah bimbingan staf serta pembalap VR46 Riders Academy. Keterampilan mereka akan diuji langsung di tempat latihan Valentino Rossi, yakni Motor Ranch. Mereka akan diminta mengendarai Yamaha YZ250Fs di lintasan datar dan di lintasan motorcross dengan Yamaha YZ125s. Nantinya, mereka juga berkesempatan mengendarai Yamaha YZF-R3, di Sirkuit Marco Simoncelli. Serta menjajal Yamaha YZ85s di lintasan go-kart Misanino KCE. Selain latihan balapan, mereka juga diajarkan soal bagaimana menjaga fisik, dalam kondisi prima dengan sesi latihan di Fisio Gym. “Pekan depan kami memulai edisi keenam proyek Yamaha Master Camp VR46 yang merupakan pekan penuh aksi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Valentino, VR46 Riders Academy, dan semua sponsor yang berkontribusi dalam program pelatihan,” kata Lin Jarvis, Managing Director Yamaha Motor Racing, dilansir Yamaha MotoGP. Bagi Faerozi, menjadi peserta Master Camp VR46 tentu pengalaman yang berharga. Pemuda kelahiran Lumajang, Jawa Timur, pada 15 Desember 2002, itu bisa meningkatkan pengalamannya di lintasan. Sebelumnya, Faerozi sempat mengarungi petualangan di AARC AP250 2018 dan Indospeed Race Series Sport 250cc. (Adt)

Liga 1 ELite U-16 Bergulir 15 September, PSSI Sebar Bibit Profesional Untuk Timnas

Persija Jakarta U-16 tergabung di Grup B, pada kompetisi Liga 1 Elite Pro Academy U-16 20188. Kompetisi tersebut mulai bergulir pada Sabtu (15/9), di beberapa kota di Indonesia. (media persija jakarta)

Jakarta– Terobosan baru digulirkan PSSI dengan melangsungkan Turnamen Liga 1 Elite Pro Academy U-16 2018, mulai 15 September hingga 16 Desember. Sebanyak 18 tim dibawah usia 16 tahun (U-16) dari klub peserta Liga 1 2018, akan mengikuti kompetisi remaja, yang dibagi dalam tiga grup ini. Managers meeting telah diselenggarakan di Sawangan, Depok, dan dihadiri perwakilan 18 klub yang akan bertanding. Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono, Direktur Teknik Danurwindo, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ratu Tisha Destria ikut hadir. “PSSI bangga dapat menyelenggarakan kompetisi U-16, yang mulai berlangsung di bulan September ini. Ini menjadi sejarah, yang untuk pertama kalinya mengadakan kompetisi di level usia tersebut,” kata Joko Driyono. Kompetisi ini adalah lanjutan dari festival Liga 1 Elite Pro Academy U-16 2018, yang telah diselenggarakan pada Juli lalu. Saat itu, 15 tim junior Liga 1 2018, ikut dalam festival yang diadakan di Sawangan, Depok. “Dari kompetisi ini, kami juga melakukan kerja sama dan koordinasi dengan Kemendikbud. PSSI berharap dengan adanya event ini, bisa membantu Tim Nasional atau klub-klub profesional, mencari pemain,” ungkap mantan Sekjen PSSI asal Ngawi itu. Pada turnamen yang juga disebut Liga 1 Elite U-16 2018 ini, tiap tim di grup A dan B bakal menjalani dua kali laga kandang dan tandang, dengan lawan yang sama di babak penyisihan grup. Pertandingan akan dilaksanakan tiap akhir pekan. Ini dilakukan, agar tiap tim memperoleh laga sebanyak 20 pertandingan. Khusus grup C, digelar dengan format home tournament, yang dilaksanakan dalam empat seri, dan sebanyak lima pertandingan tiap serinya. Namun, saat ini, belum ditentukan siapa yang akan menjadi tuan rumah grup C. Liga 1 Elite U-16 akan berdurasi 2×30 menit, dengan waktu turun minum selama 10 menit. Juara, runner-up, dan dua peringkat ketiga terbaik, akan melaju ke babak 8 besar. Pada fase ini, delapan tim akan masuk ke dalam dua grup, dengan sistem satu seri home tournament. Dua tim dari setiap grup, melaju ke babak semifinal, dan pemenang pada babak itu, akan melaju ke pertandingan final. Sementara itu, Persija Jakarta U-16 tergabung di Grup B dan akan bersaing dengan Bali United, Arema FC, Persela Lamongan, Barito Putera dan Madura United. Sedangkan 12 klub lainnya tergabung di Gru B dan Grup C yang juga diisi enam klub. Pelatih Persija U-16, Blitz Tarigan menyebut lolos ke 8 besar bukan tugas mudah. Meski Persija tak segrup dengan Persib Bandung, yang merupakan rival bebuyutan, namun aroma persaingan tetap hangat. Tim Macan Muda terbentuk sejak Juli lalu. Fajar Firdaus dan kawan-kawan bahkan sudah melakoni beberapa uji coba dengan klub junior Liga 1. “Siapa pun lawannya, kami pasti berusaha keras, untuk lolos ke babak 8 besar. Memang bukan tugas mudah, tapi saya memiliki keyakinan dengan usaha keras anak-anak, kami akan meraih hal itu,” ujar Blitz. (art) Grup Liga 1 Elite U-16 2018 GRUP A Bhayangkara FC PSIS Semarang PS Tira Persib Bandung Sriwijaya FC PSMS Medan GRUP B Bali United Arema FC Persija Jakarta Persela Lamongan Barito Putera Madura United GRUP C Borneo FC Perseru Serui Persipura Jayapura PSM Makassar Mitra Kukar Persebaya Surabaya

Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Basket Pelajar Asia, Indonesia Siapkan Dua Tim Hanya Sepekan

Kemenpora melepas keberangkatan tim pelajar Indonesia yang akan tampil dalam ajang 8th Asian School Basketball Championship, Kamis (6/9). Bertempat di GOR Among Rogo, Yogyakarta, event ini akan dihelat dari 7 hingga 15 September 2018. (Kemenpora)

Jakarta- Indonesia mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah kejuaraan basket pelajar Asia. Bertempat di Yogyakarta, 8th Asian Schools Basket Ball Championship 2018, akan dihelat dari 7 hingga 15 September 2018. Tim basket pelajar Indonesia dipimpin oleh Surono, yang merupakan Kepala Bidang Pembinaan PPLP. Dan didampingi oleh pelatih putra, Rifki Antolion dan Cecep Firmansyah, mantan pelatih nasional dan klub Aspac Jakarta, yang akan menangani tim putri. Namun, sebagai tuan rumah, Indonesia tidak dibebani target. Asisten Deputi Bidang Pembibitan dan Iptek Olahraga Kemenpora, Washinton Galingging, mengatakan tim ini berlatih untuk berkompetisi, bukan untuk menang. Perlu dicatat, Indonesia membawa pulang medali perunggu, pada 7th Asian School Basketball Championship, di Thailand “Sebagai pelajar, tim ini memang tidak dibebankan target juara, sesuai dengan kategori usia mereka. Itu karena mereka berlatih untuk berkompetisi, bukan berlatih untuk menang,” ujar Washinton, saat melepas keberangkatan kontingen, di Jakarta, Kamis (6/9). Berbicara peluang juara di kejuaraan pelajar ini, Cecep yang menangani tim putri, mengatakan dirinya sulit memprediksi kekuatan lawan, karena belum pernah berhadapan sebelumnya. “Kejuaraan pelajar memang beda, dibandingkan dengan kejuaraan senior, karena kekuatan mereka sulit dipantau,” tutur Cecep. Hal senada juga disampaikan Rifki Antolion. Ia mengaku faktor kesulitan yang dihadapi adalah sulitnya memantau kondisi kekuatan lawan. Apalagi Kejuaraan pelajar punya batasan usia 18 tahun, sehingga komposisi pemain, pasti berubah dibandingkan kejuaraan sebelumnya. “Kami tidak tahu kekuatan lawan, karena mereka bukanlah tim nasional di negara masing-masing. Persiapan kami juga cepat, sejak 29 Agustus, hanya 8-9 hari persiapan, putra dan putri. Tapi kami geber sehari dua kali latihan, dengan andalan dua pemain yang berlaga di ASEAN School Games 2018 Juni lalu,” kata Rifki. Ini kali kedelapan kejuaraan basket pelajar Asia digelar. Sebelumnya, 10 negara sudah mendaftar berlaga di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Namun, 6 negara mengundurkan diri, dan hanya menyisakan Cina, Hongkong, Thailand dan Indonesia. Ajang ini menggunakan sistem round robin, yang mengharuskan setiap tim saling bertemu. (Adt)

Delapan Pemain Senior Dampingi Skuat U-23, Jelang Laga Timnas Lawan Mauritius di Bekasi

Evan Dimas (6), Irfan Jaya (18) dan Hansamu Yama (16) akan didampingi delapan pemain senior pilihan PSSI, jelang partai persahabatan melawan Mauritius, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Selasa (11/9). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas Indonesia akan menghadapi Mauritius pada pertandingan persahabatan persiapan Piala AFF 2018, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Selasa (11/9). Tim Garuda didukung statistik positif menghadapi tim asal Benua Afrika tersebut. Mauritius menjadi negara Afrika kelima, yang akan dihadapi Tim merah putih dalam kurun 11 tahun terakhir. Sebelumnya, Boaz Solossa dkk sudah pernah menjajal kekuatan Kamerun, Mauritania, dan Liberia. Hasilnya pun tak mengkhawatirkan. Skuat Garuda tercatat hanya kalah sekali melawan negara-negara asal Benua Afrika tersebut. Lalu menelan kekalahan tipis 0-1, ketika menghadapi Kamerun pada 25 Maret 2015. Adapun pada tiga laga sisanya, diakhiri dengan hasil dua kemenangan dan sekali imbang. Dua kemenangan diraih saat menekuk Liberia pada 30 Juni 2007 dengan skor 2-1, dan menang 2-0 atas Mauritania pada 17 Mei 2012. Dan raihan imbang 1-1 pernah diraih melawan Kamerun, pada 17 November 2012. Pada laga melawan Mauritius, Timnas akan ditangani asisten pelatih, Bima Sakti, dan Direktur Teknik PSSI, Danurwindo. Sebab, pelatih Luis Milla masih berada di Spanyol usai Asian Games 2018. Bima menyebut bakal membawa 22 pemain untuk laga uji coba tersebut. Seluruh pemain kabarnya akan dikumpulkan di Jakarta, pada Sabtu (8/9). Laga nanti menjadi edisi kedua yang dilakoni Timnas Indonesia pada 2018. Sebelumnya, anak asuh Milla takluk 1-4, ketika menjamu Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 14 Januari 2018. Mauritius bukan satu-satunya lawan yang dihadapi Indonesia, jelang mengikuti AFF 2018. Setelah menghadapi Mauritius, Timnas akan menghadapi Myanmar (9/10) dan Hong Kong (16/10). PSSI pun merilis 20 nama yang akan bermain untuk pertandingan uji coba ini. Dari 20 pemain itu, ada delapan nama pemain senior yang mendapat panggilan. Pemain dari Asian Games 2018 masih menjadi mayoritas yang mengisi skuad Timnas Indonesia pada partai ini. Delapan pemain senior yang mendapat panggilan itu adalah Muhammad Ridho (Borneo FC), Fachruddin (Madura United), Rizki Pora (Barito Putera), Bayu Pradana (Mitra Kukar), Alfin Tuasalamony (Arema FC), Boaz Solossa (Persipura) Stefano Lilipaly (Bali United) dan Dedik Setiawan (Arema FC). Sedangkan 12 pemain lainnya adalah para pemain yang berusia di bawah 23 tahun. “Kami memanggil dengan skuat kombinasi pemain usia 23 yang bermain di Asian Games lalu, dengan para pemain senior,” ujar Bima, dilansir dari situs resmi PSSI, pada Kamis (6/9). (art) Daftar 20 pemain Indonesia melawan Mauritius: Kiper 1. Muhammad Ridho (Borneo FC) 2. Awan Setho (Bhayangkara FC) Belakang 3. Fachrudin (Madura United) 4. Bagas Adi (Arema FC) 5. Hansamu Yama (Barito Putera) 6. Rizky Pora (Barito Putera) 7. Alfin Tuasalamony (Arema FC) 8. Gavin Kwan (Barito Putera) Tengah 9. Evan Dimas (Selangor FA) 10. Hanif Sjahbandi (Arema FC) 11. Bayu Pradana (Mitra Kukar) 12. Zulfiandi (Sriwijaya FC) 13. Irfan Jaya (Persebaya Surabaya) 14. Riko Simanjuntak (Persija Jakarta) 15. Febri Hariyadi (Persib Bandung) 16. Ilham Udin (Selangor FA) 17. Septian David (Mitra Kukar) 18. Stefano Lilipaly (Bali United) Depan 19. Boaz Solossa (Persipura Jayapura) 20. Dedik Setiawan (Arema FC)

Para Atletik Cabang Unggulan Indonesia di Asian Para Games 2018, Percaya Diri Bidik Tiga Medali Emas

Abdul Halim Dalimunthe (kiri), atlet para atletik optimistis meraih medali emas di nomor 100 dan 200 meter putra T11, di Asian Para Games 2018, pada 6-13 Oktober mendatang. (Adt/NYSN)

Solo- Para Atletik menjadi cabang olahraga unggulan Indonesia di ajang Asian Para Games III/2018. Mereka percaya diri membidik tiga medali emas di pesta multievent olahraga terbesar se-Asia, bagi kaum disabilitas, yang dihelat pada 6-13 Oktober mendatang. Selamet Widodo, Pengurus Atletik National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, mengungkapkan salah satu peluang Merah Putih dalam meraih medali emas, salah satunya berasal dari nomor 100 meter putra T11, atas nama Abdul Halim Dalimunthe. Sebab, jelasnya, pada Asian Para Games empat tahun lalu, di Incheon, Korea Selatan (Korsel), Halim (sapaan akrabnya) berhasil mendulang medali perak. Pria kelahiran Bandung 1984 ini, mengukir catatan waktu 11,9 detik. “Dan peraih emas adalah atlet asal China dengan catatan waktu 11,8 detik. Kami yakin di Asian Para Games 2018, Halim bisa dapat medali emas,” ujar Selamet, di Pelatnas Para Atletik, di Stadion Sriwedari, Kota Surakarta, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (6/9). Terlebih, terang Selamet, selama menjalani Pelatnas, catatan waktu Halim membaik, hingga mencetak 11,5 detik. “Dan atlet Cina catatan waktunya 11,6 detik. Jadi masih ada peluang di nomor ini,” urainya. Halim berhasil meraih medali emas pada ASEAN Para Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia. Dan meraih medali perunggu di Asian Para Games 2018, Incheon, Korea Selatan (Korsel). Sementara itu, Halim juga akan turun di nomor 200 meter putra. Atlet asal Jawa Barat (Jabar) itu meyakini bila dirinya bisa bersaing, serta mengalahkan pesaingnya di Asian Para Games 2018. “Sudah beberapa kali ketemu dengan lawan yang dari Cina, dan posisi dua terus. Insya Allah bisa mengalahkan, apalagi selisih waktunya hanya 0,1 detik. Doakan saja bisa mendapatkan medali emas,” cetus Halim. Menderita ablasio retina sejak usia 15 tahun, tak membuat Halim merasa minder. Meski memiliki kekurangan, ia tetap berprestasi tinggi di dalam maupun luar negeri. Halim adalah salah satu atlet andalan Indonesia di cabang atletik, yang tampil di Paralimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Ia pun tampil di ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XV di Jawa Barat. (Adt)