Mulai Ketat, Master International Kini Pimpin Kategori Terbuka Kejurnas Catur ke-47 di Banda Aceh

MI Roni Gunawan dari Jawa Timur (kiri) sedang bertanding ketat dengan MN Sodung Tampubolon (Banten) di kategori veteran babak ke-5, Kejurnas Catur ke-47, di Banda Aceh, Sabtu (13/10). (waspadaaceh.com)

Banda Aceh- Pecatur bergelar Master International, memimpin babak ke-empat hari kedua, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Caturke-47 yang digelar di Hall Serbaguna, komplek Stadion Harapan Bangsa, Jumat (12/10). Master International (MI), Mohamad Ervan, dari Jawa Timur memimpin di kategori terbuka (bebas usia), dengan raihan point skor (Pts) 4, dan MI Rony Gunawan juga dari Jatim, memimpin di kategori veteran (usia 55 tahun ke atas). Di kategori terbuka, empat pecatur yang terdiri satu Master International (MI), tiga Master FIDE (MF) dan seorang master nasional (MN), sementara berhasil mengamankan empat poin. Ke-empat pecatur tersebut yaitu Master International, Mohamad Ervan dari Jawa Timur di urutan pertama, setelah di babak ke empat menuntaskan perlawanan keras pecatur kontingen tuan rumah Aceh, MN Chairil Nardi. Pada babak ke lima kategori Terbuka yang dimainkan Sabtu (13/10), di meja satu bertarung dua pecatur Jawa Timur, MF Catur Sagita dengan MI Mohammad Ervan. Di meja dua, MF Khairul Anam ditantang Nelson Roganda. Disusul tiga pecatur lainnya dengan poin empat yaitu MF Catur Sagita, MF Khairul Anam (Jawa Timur) dan Nelson Roganda dari Riau. Sementara Chairil Nardi tetap poin 3 bersama seorang pecatur Aceh lainnya, yaitu MN Irwandi. Dua pecatur ini telah kehilangan satu poin di kategori terbuka yang mempertandingkan 10 babak sistem Swiss. Pecatur Aceh lainnya, MF Zulkhairi kehilangan 1,5 angka karena sekali remis dan sekali kalah, sehingga mengantongi nilai 2,5. Miftalahuddin, Zafrullah, Nurcholis, Musliadi Pts 2, Deni Hartono poin 1,5. Hidayat, Saiful Bahri, Zulfadli Pts 1 dan Marie Muhammad Pts 0,5. Di kategori yunior kelompok Usia (KU) 19 putra, pecatur Aceh, Rezi Fernanda memiliki poin 3 membayangi dua pecatur Jawa Timur Andika Yogi Setiawan Pts 4 di urutan pertama dan Kurnia Robi Firdaus Pts 3. Senior Putri, pecatur Aceh MN Wita Rahayu dan Klarisa Sabila di kelompok Umur (KU) 17 putri memiliki poin 3. Sedangkan di KU 7, 9, 11, 13, 15, 17, 19 putra-putri sementara masih bersaing ketat pecatur dari sejumlah provinsi diantarannya dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan. Di kategori veteran (55 tahun ke atas) persaingan juga seru, Master International Roni Gunawan yang mendapat parlawanan keras dari rival-rival berhasil memimpin sendiri di kategori dengan poin 4, dibayangi MN Sudung Tampubolon dari Banten dengan nilai 3,5. Pecatur Aceh, MN A Fahmi Jauhari membayangi di tempat ke tiga dengan Pts 3, setelah babak keempat kalah atas MI Roni Gunawan lewat permainan alot selama hampir empat jam. Pecatur Aceh tersebut ditempel ketat Abraham Bollegraf dari Sulawesi Utara juga memiliki poin 3. Dua pecatur Aceh lainnya, Ismed dan Idaman Anhar pts 2,5, kehilangan 1,5 setelah sekali kalah dan remis atas lawannya. Syahhrumsyah dan Nyak Ruswan masing-masing meraih Pts 1,5 dan Pts 1. (Adt)

Bek Kiri Asal Medan Sumbang Dua Gol Kemenangan, Timnas U-19 Masih Kalah Jauh dari Yordania

Full bek kiri Timnas U-22 kelahiran Medan 11 Mei 1999, Firza Andika, dilaporkan sudah sudah lolos seleksi trial dan memilih tim untuk berlabuh di antara klub Spanyol dan Belgia. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 akhirnya sukses memutus rentetan hasil minor dalam persiapan jelang tampil di Piala AFC U-19 2018, mulai Kamis (18/10). Usai bermain imbang 2-2 kontra Thailand dan kalah 0-3 dari China pada PSSI Anniversary Cup U-19 2018, Timnas U-19 kembali takluk, saat berjumpa Arab Saudi U-19 di laga uji coba terakhir. Namun, menjamu Yordania U-19, pada Sabtu (13/10) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Nurhidayat dan kolega meraih kemenangan, paska unggul 3-2. Full bek kiri asal PSMS Medan, Firza Andika sukses menjadi aktor dalam pertandingan itu, berkat dua gol cantik yang ia ciptakan melalui sepakan keras, dari luar kotak penalti. Firza adalah generasi baru sepak bola dari Medan, yang memiliki gaya bermain yang lebih modern dari seniornya. Selain cepat, Firza pun memiliki kecerdasan bermain yang sangat baik. Yang paling spesial dari pemuda kelahiran 11 Mei 1999 ini, adalah kotrol bola dan akurasi melepas umpan yang terukur. Meski mampu melumat Yordania, sejatinya Timnas U-19 masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Dari data situs penyedia data statistik labbola, Timnas U-19 masih kalah jauh dalam hal duel udara. Garuda Nusantara hanya mencatatkan 20% aerials won, berbanding 80% milik Yordania. Hal itu harus segera diperbaiki, sebab Indonesia berada satu grup, dengan tim-tim yang unggul duel udara, seperti Uni Emirat Arab (UEA) dan juga Qatar. Tak hanya itu, dua dari tiga gol kemenengan Timnas U-19 kontra Yordania U-19, justru dihasilkan Firza, yang notabene adalah pemain bertahan. Laga uji coba ini merupakan yang terakhir sebelum Piala Asia U-19 yang dimulai pada 18 Oktober 2018. Di sana, Timnas U-19 berada dalam Grup A bersama Uni Emirat Arab, Qatar, dan Taiwan. Partai perdana Timnas Indonesia U-19 melawan Taiwan bakal dihelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Kamis (18/10), pukul 19.00 WIB. (Art)

Remaja Belanda Keturunan Wonosobo Ini, Blak-blakan Bicara Peluang Bela Timnas Indonesia

Satu lagi pemain Belanda berdarah Indonesia, menyatakan bersedia membela Timnas Sepak Bola Indonesia. Ia adalah Darren Sidoel, pemain 20 Tahun yang saat ini membela klub Liga Inggris, Reading. (readingfc.co.uk)

Jakarta- Satu lagi pemain berdarah Indonesia yang menyatakan bersedia membela timnas Indonesia. Ia adalah Darren Sidoel, pemain muda yang saat ini membela klub Liga Inggris, Reading. Dalam wawancara ekslusif dengan Goal, pemuda 20 tahun itu menceritakan asal-usulnya yang mempunyai garis keturunan Indonesia. “Saya lahir di Belanda. Ibu saya berasal dari Suriname, dan ayah saya adalah orang Jawa. Kakek buyut saya dari kabupaten Wonosobo di Jawa Tengah, kami masih memiliki keluarga di sana,” ujarnya dilansir BolaSport.com dari Goal. Dirinya juga tak menampik peluang membela Timnas Indonesia karena merasa dirinya masih menjadi bagian dari Indonesia. “Jika PSSI ingin mengundang saya membela Timnas, maka saya akan senang untuk berbicara dengan mereka soal peluang tersebut, dan mempertimbangkan bermain untuk Timnas Indonesia,” ujarnya. Sidoel mengawali karier di tim muda kota kelahirannya, Ado Den Haag, di Den Haag, sejak musim 2012-2013. Semusim kemudian ia bergabung dengan Ajax U-17 hingga 5 tahun dan menembus sejumlah level dari U-19 hingga U-21. Pada Juli 2018, klub asal Inggris, Reading membelinya dan mengontrak sang pemain dengan durasi 3 tahun. Kini pemuda kelahiran The Hague, 10 Maret 1998 ini, membela Reading U-23 di Premier League 2, sebuah kompetisi untuk tim cadangan Liga Inggris. Pada musim 2018-2019, pemain yang sanggup bermain di 3 posisi bertahan (Bek, Libero dan Gelandang bertahan) ini telah mengoleksi 4 penampilan. “Ada beberapa klub yang tertarik pada saya, tetapi Reading datang dengan rencana menarik. Ketika saya mengunjungi mereka, saya tahu akan menjadi klub yang tepat bagi perkembangan saya,” ujarnya. (art)

Cari Bibit Pebasket SMA Berbakat, Kadispora Cup 2018 Tingkat Nasional Jadi Ajang Regenerasi Atlet Bali

Eks pebasket Nasional, Cokorda Raka Satrya Wibawa bersama ASW (All Star Winners) siap menggelar turnamen bola basket antar SMA (putra putri) tingkat nasional Kadispora Cup 2018, di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada 22 - 28 Oktober 2019. (ilustrasi)

Denpasar- Pada era 90’an hingga awal 2000, nama-nama pebasket putra seperti Cokorda bersaudara, I Made Lolik Sudiadnyana, Riko Hantono, Tri Adnjaadi Lokatanaya, Suwandi Menara, merupakan legenda basket dari Pulau Dewata yang tak hanya dikenal sebagai pemain kunci di klub mereka, namun juga pilar di timnas Indonesia. Eksistensi Bali sebagai penghasil pemain basket putra dilanjutkan oleh junior mereka saat ini yakni IGN Teguh Putra Negara, IGN Rusta Wijaya dan yang sekarang masih aktif bermain adalah Ponsianus “Koming” Nyoman Indrawan. Ironisnya, Bali yang dulu dikenal dengan para pebasket handalnya disektor putra, kini mulai redup. Menjawab keresahan sekaligus kerinduan untuk regenerasi pebasket Bali, baik putra dan putri, Cokorda Raka Satrya Wibawa bersama ASW (All Star Winners) akan menggelar turnamen bola basket tingkat nasional Kadispora Cup 2018, antar SMA (putra putri) yang berlangsung di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada 22 – 28 Oktober 2019. Cokorda mengatakan, adanya Kadispora Cup 2018 tidak hanya untuk menghidupkan kembali kompetisi basket di Bali semata, melainkan juga untuk upaya regenerasi pebasket Bali dimasa mendatang sekaligus untuk evaluasi kemampuan talenta muda kita saat ini. “Saya sering ditanya mengapa Bali tak punya klub basket putra yang berlaga di Kobatama, NBL, IBL, padahal menurut mereka, Bali itu gudangnya talenta pebasket handal di tanah air. Adanya Kadispora Cup ini, kami bisa menemukan bibit baru,” ujar Wiwin panggilan akrab Cokorda Raka, awal Oktober lalu. Wiwin sudah berpengalaman di basket tanah air. Sebagai pemain ia pernah memperkuat Aspac Jakarta, Garuda Bandung dan Satria Muda. Setelah pensiun sebagai pemain, Wiwin dipercaya untuk menangani Satria Muda. Hasilnya ia berhasil membawa tim ini menjadi juara NBL Indonesia 2014-2015. Kembali ke Bali dan mengembangkan basket di daerahnya, menjadi fokus Wiwin saat ini. “Semoga para pemain yang tampil di Kadispora Cup 2018 nantinya, bisa menggantikan kami dan muncul pemain baru untuk bermain di kejuaraan pelajar, PON, bahkan di kompetisi profesional,” ucap Wiwin. Pria yang bekerja sebagai staf di Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bali, sekaligus Direkur ASW Sport ini, berharap Kadispora Cup 2018 rutin digelar setiap tahunnya. Hal itu juga disampaikan Ali Santoso Wibowo, pemilik ASW Sport, yang peduli perkembangan bola basket, khususnya di Provinsi Bali. Melalui ASW Sport, Ali ingin memasyarakatkan olahraga serta meningkatkan prestasi dan memupuk sportivitas dikalangan siswa dan pelajar. Tak hanya itu, kedepannya ASW Sport berkomitmen ingin menggelar berbagai kejuaraan basket di Bali secara konsisten. “Kami ingin menjaring talenta basket pelajar di Provinsi ini baik sektor putra dan putri. Tak hanya itu, ASW ingin berperan mencetak generasi muda Bali yang baik jauh dari narkoba lewat berbagai olahraga khususnya basket,” komentar Ali, yang juga mantan atlet basket Bali dalam event tingkat nasional pada masanya. (Adt)

Gagal Raih Emas di Perorangan, Tidak Menghentikan Leani Untuk Meraih Medali Emas Bersama Khalimatus

Leani Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah Sukohandoko, meraih medali emas pada sektor ganda putri Bulutagkis SL3-SU5. (Rizal/NYSN)

Jakarta- Leani Ratri Oktila, pebulutangkis tunggal putri Indonesia kategori SL4, gagal mengukir medali emas cabang para bulutangkis, di Istora, Kompleks Gelora Bung Karno(GBK) Senayan, Jakarta, pada Jumat (12/10). Pada partai utama yang dihelat pukul 14.00 WIB, ia takluk dari wakil China Hefang Cheng, lewat duel rubber game, dengan skor 21-19, 18-21, 13-21. Yunita Ambar Wulandari, Pelatih Tunggal Para Bulutangkis, mengatakan anak didiknya tersebut sudah berusaha tampil maksimal. Menurutnya, Leani memang tidak ditargetkan meraih medali emas di nomor perorangan. “Dia memang sudah maksimal dan memang sebelumnya nomor tunggal tidak ditargetkan emas,” ujar Ambar, di Istora Senayan, Jakarta. Gagal meraih emas di perorangan, tak mengundurkan semangat Leani untuk mencetak prestasi gemilang di sektor ganda SL3-SU5. Berduet dengan Khalimatus Sadiyah Sukohandoko berhasil membayar kekecewaannya. Di babak final, yang memainkan pertandingan pada pukul 17.30 WIB, Leani/Sadiyah sukses membungkam perlawanan wakil China Hefang Cheng/Huihui Ma, straight game, 21-15, 21-12. Usai pertandingan, Leani/Sadiyah mengungkapkan kegembiraannya karena mampu menumbangkan dobel China. “Sebelumnya saya minta maaf atas kegagalan saya di partai final tunggal. Saya gagal menang atas Cheng Hefang,” tutur Leani. Ditambahkan wanita kelahiran 6 Mei 1991 itu, dirinya bersama kolega tampil tanpa beban, dan bermain all out guna memenangkan pertandingan kali ini. Sementara itu, Sadiyah mengaku bersyukur bisa memenangi laga dari pasangan Negeri Tirai Bambu itu, dan sukses meraih medali emas di hajatan Asian Para Games 2018. Keberhasilan ini sekaligus membalas kekalahan Leani/Sadiyah dari Cheng/Huihui pada kejuaraan dunia, tahun lalu. “Syukur Alhamdulillah, bisa menang dari pasangan China, Cheng Hefang/Huihui Ma, sebab di pertemuan sebelumnya, di kejuaraan dunia tahun lalu, kami kalah,” tukas Sadiyah. (Adt)

19 PPLP/SKO Berpartisipasi, Pantai Lakologou di Baubau Jadi Arena Kejurnas Dayung Pelajar 2018

Sebanyak 19 provinsi akan turut ambil bagian dalam kejuaraan nasional (Kejurnas) antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) 2018 se-Indonesia, di Baubau, Kendari, Sulawesi Tenggara. (metrotvnews.com)

Kendari– Kawasan Pantai Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), dijadikan arena dayung kejuaraan nasional (Kejurnas) antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) 2018 se-Indonesia. “Hasil peninjauan tim, tempat tersebut terlindung dari ombak, yang dikhawatirkan akan mengganggu jalannya lomba. Rencananya, titik start berada ujung Pulau Makasar, dan finish-nya disekitar Pantai Lakologou. Untuk peralatan akan ditempatkan di area Terminal Lakologou,” jelas Kadispora Sultra, Jaya Bhakti, pekan lalu. Pantai Kelurahan Lakologou terpilih, usai Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Sultra menyurvei, serta dianggap layak melangsungkan kejuaraan berskala nasional. Venue lokasi Kejurnas di Baubau ini pun langsung ditetapkan oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi, setelah dilantik secara resmi. Rencananya, kegiatan itu akan menjadi rangkaian program seratus hari gubernur. Pihaknya sudah melakukan persiapan agar kompetisi pelajar nasional itu sukses. Kejurnas ini akan berlangsung mulai Sabtu (13/10), hingga 18 Oktober 2018. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Baubau untuk pelaksanaan kegiatan lomba ini. Alhamdulillah, mereka memberikan respon positif dalam menyelenggarakan Kejurnas ini,” tambah Jaya Bhakti. Sebanyak 19 provinsi akan turut ambil bagian dalam Kejurnas ini. Diantaranya, Aceh, Jambi, Riau, PPLP DKI Jakarta, PPLPD DKI Jakarta, Jawa Barat PPLPD, Indramayu Jabar PPLPD, Demak Jateng PPLPD, Jawa Timur, Maluku, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tengah SMANOR, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, SKO Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Papua, Kukar PPLPD. Kepala Bidang Olahraga Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sultra, Asyari Achmad mengatakan, saat ini 19 daerah itu telah menyatakan kesiapan untuk mengikuti Kejurnas dayung 2018 antar PPLP dan SKO, di Kota Baubau ini. “Saat ini 19 provinsi telah menyampaikan kesiapannya tampil di Baubau nanti. Kami harapkan dengan banyaknya peserta ini akan bisa memeriahkan ajang tersebut,” jelas Asyari. Ia menuturkan, pelaksanaan Kejurnas dayung 2018 antar PPLP dan SKO ini, merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan di Sultra. Sebelumnya, pada 2005 lalu yang dilaksanakan di Kota Kendari dan pada 2018 ini digelar di Kota Baubau. Selain itu, dalam Kejurnas kali ini akan mempertandingakan 14 nomor. Setiap daerah hanya diperbolehkan mengikuti satu nomor saja. “Dari 14 nomor ini dibagi dalam tiga kategori yakni kategori Rowing, Kayak dan Cano,”tuturnya. Prestasi cabang olahraga dayung Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sudah banyak menghasilkan atlet handal membuat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menunjuk Sultra sebagai tuan rumah Kejurnas dayung 2018 antar PPLP dan SKO tersebut. Kasubid Olahraga Nasional Kemenpora RI Juliana mengatakan, saat ini Kemenpora tengah memantau daerah-daerah yang memiliki potensi cabang olahraga prestasi. Saat ini Sultra sebagai daerah yang memiliki banyak atlet dayung handal menjadi salah satu perhatian dari Kemenpora. Kemenpora menilai, dengan seringnya event cabang olahraga dayung di Sultra akan menarik perhatian anak muda menggeluti olahraga ini. “Kami selalu mendukung daerah yang memiliki potensi di sebuah cabang olahraga. Sultra sebagai gudangnya atlet dayung menjadi salah satu perhatian kami,” kata Juliana beberapa waktu lalu. (Adt)

SKO Ragunan 42 Tahun Berdiri, Dispora DKI Jakarta: 2019 Segera Direvitalisasi

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta Ratiyono, menegaskan jika Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta, segera direvitalisasi. Pihaknya tengah mengusulkan anggaran agar awal 2019, proses revitalisasi bisa direalisasikan. (tempo.co)

Jakarta- Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta Ratiyono, menegaskan jika Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta, segera direvitalisasi. Ia mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengusulkan anggaran sehingga awal 2019, proses revitalisasi SKO dan kompleks olahraga Ragunan bisa direalisasikan. “SKO Ragunan diresmikan pada 1976 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin. Saatnya sudah direhab total. Masterplan-nya sudah dibuat pada 2011. Baru satu yang sudah direnovasi yakni tempat makan atlet. Kita berharap 2018 kita usulkan, tahun 2019 bisa langsung dieksekusi,” kata Ratiyono pada Jumat (12/10). Ratiyono mengatakan, pada tahap revitalisasi atau modernisasi, SKO Ragunan tetap mengedepankan lingkungan yang hijau. Dengan fasilitas yang modern, yang baru, tapi tidak meninggalkan sisi lingkungannya. Dengan harapan atlet bisa berlatih di tempat yang rindang, dan suplai oksigen yang cukup,” ucapnya, dilansir tribunews.com. SKO Ragunan, yang mempunya luas 20 hektare, lanjut Ratiyono, nantinya akan direvitalisasi secara serentak dengan menghabiskan dana yang tak terlalu besar, namun tetap memperhatikan kenyamanan, dan keunggulannya. “Akan direnovasi secara serentak. Dari 20 hektar, 30 persennya bangunan. Supaya nanti kalau selesai, atlet serentak juga berlatihnya. Ketika nanti saat renovasi, atlet kita pindahkan lebih dahulu, ke gelanggang-gelanggang yang ada di Jakarta,” bebernya. Ratiyono meyakini, renovasi SKO Ragunan yang dilakukan pada 2019 nanti tak akan menghambat persiapan atlet DKI Jakarta pada persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua 2020. “Kami memiliki sejumlah gelanggang-gelanggang yang tersebar di beberapa wilayah. Saya rasa ini tidak akan menghambat mereka,” ucapnya. Di sisi lain, Fasilitas SKO Ragunan saat ini semakin memburuk tanpa adanya sentuhan renovasi. Seperti di hall badminton, yang tampak bagian dindingnya sudah berlubang, begitu juga dengan kondisi alas lapangan badminton, baik karpet maupun kayu, yang terlihat sangat tak terurus. Persoalan infrastruktur venue di komplek GOR Ragunan jadi kewenangan Pemprov DKI, sehingga Pemprov harus lebih memperhatikan fasilitas yang ada. Terlebih berdasarkan data, banyak atlet berprestasi lahir dari komplek itu, termasuk fakta 40 persen atlet SKO Ragunan, telah menyumbang medali di ajang SEA Games dan 60 persen di PON. (Adt)

Turnamen Pramusim IBL 2018-2019 Digelar di Solo, Jadi Ajang Kemampuan Pemain Ruki

Indonesia Basketball League (IBL) menggelar draft pemain asing dan rookie musim depan dari ajang LIMA, yang akan meramaikan persaingan kompetisi basket di Tanah Air untuk musim 2018-2019. (Pras/NYSN)

Jakarta– Basket Tanah Air kembali diramaikan Indonesian Basketball League (IBL) yang akan menggelar turnamen pramusim di Solo. Sekitar enam bulan, kompetisi basket di Indonesia menjalani masa jeda kompetisi, tanpa Indonesian Basketball League (IBL). Ajang IBL GO-JEK Pre-Season Tournament 2018 menurut rencana akan digelar selama sepekan, pada 14-21 Oktober 2018. Sebanyak 10 tim peserta IBL, dijadwalkan bakal mengikuti kompetisi pramusim, yang berlangsung di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah. Turnamen Pra-Musim IBL GO-JEK 2018-2019 ini memakai sistem setengah kompetisi. 10 kontestan dibagi menjadi dua grup, yakni Merah dan Putih, lalu dua peringkat teratas dari masing-masing grup berhak lolos ke semifinal. Finalis IBL musim lalu, SM Pertamina Jakarta (Juara) dan Pelita Jaya Jakarta (Runner Up), bakal ditempatkan pada grup terpisah. Sementara delapan tim peserta lain, baru akan mengetahui nasib mereka, setelah technical meeting dilangsungkan. Menariknya, dalam turnamen ini semua tim menurunkan pemain lokal. Sebab pemain asing yang dipilih pada Draft IBL pada minggu lalu, belum datang. Hasan Gozali, Direktur Utama IBL, berharap jika turnamen pramusim ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh tim dengan sebaik mungkin. Meski tak seluruh pemain asing tampil, kompetisi ini digunakan menguji komposisi tim dan kemampuan pemain baru, terutama yang berstatus ruki. “IBL GO-JEK Tournament ini jadi kegiatan off season yang dapat dijadikan sebagai pemanasan jelang kompetisi IBL GO-JEK musim 2018-2019,” kata Hasan, dikutip BolaSport.com dari IBL. Dari daftar nama pemain (roster) yang dirilis IBL, beberapa tim tampak sudah melakukan perubahan. Ada beberapa pemain yang pindah dan kembali tampil, usai menghilang dari basket Indonesia. Bima Perkasa Yogyakarta diperkuat ada nama R. Azzaryan Pradhitya, Airlangga Sabara dan Galank Gunawan. Di tim Bogor Siliwangi, muncul nama Andy “Batam” Pedjakesuma, Daniel Timothy Wenas dan Andrey Rido Mahardika. Di kubu Garuda Bandung, ada nama Fendi Yudha Pratama, yang sudah bergabung di Turnamen Ulang Tahun Pacific Caesar Surabaya. Sedangkan Hangtuah, NSH Jakarta dan Pacific Caesar Surabaya, tidak mengubah susunan pemainnya. Namun, Pacific Caesar kehilangan Nuke Tri Saputra, yang memutuskan berhenti berkarir di basket profesional. Pelita Jaya memasukkan 13 nama pemain untuk Turnamen Pra-Musim. Dari daftar tersebut tidak ada nama baru, selain pemain ruki. Hal yang sama juga dilakukan oleh Juara IBL 2017-2018, Satria Muda Pertamina. Satya Wacana juga tidak mengubah susunan pemainnya. Hanya ada tambahan pemain ruki saja. Sementara itu, Stapac Jakarta, ada nama Kaleb Ramot Gemilang dan Yan Steven Pattikawa. Sementara itu, pihak panitia menyediakan sejumlah tiket bagi pencinta basket Indonesia yang ingin menyaksikan laga tersebut. Tiket terbagi dalam tiga kelas, dan harganya dibedakan antara tiket laga babak penyisihan, dengan partai semifinal serta final. (art)

Usai Sukses di Asian Games 2018, Aqsa dan Aero Raih Podium Kejuaraan Dunia Jetski 2018 di AS

Usai sukses meraih emas di Asian Games 2018, kakak beradik Aqsa Sutan Aswar dan Aero Sutan Aswar, kembali mengukir prestasi di Kejuaraan Dunia Jetski World Finals 2018 di Lake Havasu, Arizona, Amerika Serikat pada 7 Oktober lalu. (topskor.id)

Arizona- Usai sukses mempersembahkan emas di Asian Games 2018, kakak beradik Aqsa Sutan Aswar dan Aero Sutan Aswar, kembali mengukir prestasi di Kejuaraan Dunia Jetski World Finals 2018 di Lake Havasu, Arizona, Amerika Serikat, pada 7 Oktober lalu. Saiful Sutan Aswar ayah dari Aero dan Aqsa menyampaikan kabar itu, via Whatsapp, Jumat (12/10), seperti dilansir topskor.id. Aqsa, kelahiran Jakarta 31 Mei 1997, peraih emas Asian Games 2018, menempati posisi kedua di class Endurance Run About Open, kelas bergengsi di ajang Kejuaraan Dunia. Sementara sang kakak, Aero (23 tahun), berhasil duduk di peringkat tiga. Menurut Fuly, sapaan Saiful, peringkat pertama untuk nomor ini diraih Filipe, pejetski asal Portugal. “Alhamdulilah setelah Asian Games mereka langsung fokus ke Kejuaraan Dunia dan hasilnya cukup menggembirakan diperingkat kedua dan ketiga,” ujar Fully. Kejuaraan Dunia di Lake Havasu, Arizona, Amerika Serikat adalah agenda tahunan yang digagas Fedrasi Jetski Internasional IJSBA. Ajang ini menjadi penyelenggaraan yang ke-37, dan Indonesia sudah menjadi peserta tetap, dalam beberapa tahun terakhir ini. Sekjen PP Indonesia Jetsport and Boating Association (IJBA), Rinaldi Duyo, mengatakan, class endurance Run about adalah kelas yang paling bergengsi di tiap perlombaan jetski. “Di kelas ini, stamina dan fisik peserta benar-benar diuji ketahanannya,” tukas Rinaldi. Selain menurunkan Aero dan Aqsa, IJBA juga menyertakan Wisnu Dwihutomo, yang turun di kelas Amateur Run about 1100 stock, dan menempati peringkat ke-8. Pada Kejuaraan Dunia tersebut peserta mancanegara juga mengusulkan Indonesia masuk kegiatan kalender tahunan World Final IJSBA. “Mereka mendengar  Indonesia sukses menggelar Jetski di Asian Games dan berharap agar bisa ambil bagian di salah satu seri kejuaraan dunia,” jelas Rinaldi. (art)

Tantang Momota Lagi, Anthony Ginting Siap Lanjutkan Rekor Positif

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting (putih), kembali berduel dengan Juara Dunia asal Jepang, Kento Momota, dalam pada laga pembuka Denmark Open 2018 Super 750, yang akan dihelat di Odense Sports Park, 16-21 Oktober. (kompas.com)

Jakarta– Ajang bulutangkis Denmark Open 2018 Super 750 akan dibuka duel panas di babak pertama. Turnamen yang dihelat di Odense Sports Park, Odense, Denmark, pada 16-21 Oktober 2018 itu bakal dibuka pertarungan pilar Merah Putih, Anthony Sinisuka Ginting, menghadapi juara dunia asal Jepang, Kento Momota. Laga ini jadi duel ulangan partai puncak China Terbuka 2018, saat Ginting, sapaannya menang straight game dengan skor 23-21 dan 21-19. Tak cuma itu, pertarungan ini bakal jadi pembuktian Ginting, melanjutkan dominasi kemenangan dalam dua pertemuan terakhirnya. Bagi Momota, ia berambisi tetap menjaga keunggulan head to head dari pemuda kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 20 Oktober 1996, yang masih unggul 4-3. Jelang pertemuan ini, Kepala Pelatih tunggal putra PBSI, Hendry Saputra menyebut tak ada program khusus dan memfokuskan pola permainan Ginting seperti turnamen-turnamen sebelumnya. “Ketemu Momota lagi? Tidak apa-apa, memang hasil undiannya seperti itu. Soal undian berat, dia sudah biasa menghadapi ini. Pemain top mana yang belum pernah dia hadapi di lapangan? Dia sudah tahu beratnya seperti apa menghadapi pemain-pemain top,” ungkap Hendry Saputra, dalam rilis resmi PBSI, pada Jumat (12/10). “Terlepas dari undian bagus atau jelek, Ginting harus pegang self control, main bagus dulu dan fokus, ujungnya konsisten,” ujar pelatih yang turut membesut Jonatan Christie itu. Pemulihan fisik dan endurance menjadi fokus utama tim tunggal putra, jelang turnamen Eropa. Selain Ginting, Jonatan juga digembleng fisiknya. (Adt)

Tiga Kali Uji Coba Internasional Tanpa Kemenangan, Timnas U-19 Masih Percaya Diri

Winger Timnas U-19, Todd Rivaldo Ferre (25), saat ditempel ketat bek Arab Saudi U-19, dalam laga uji coba jelang Piala AFC U-19 2018, di Stadion Wibawa Mukti, Rabu (10/10). Timnas U-19 harus menelan kekalahan 1-2 pada pertadingan ini. (Pras/NYSN)

Jakarta- Laga Timnas U-19 kontra Arab Saudi berakhir 1-2, pada laga uji coba di Stadion Wibawa Mukti, Rabu (10/10). Hasil negatif ini menegaskan langkah tim asuhan Indra Sjafri terseok-seok jelang perhelatan Piala AFC U-19 2018. Dua gol kemenangan Arab Saudi dicetak oleh Abdullah Alhamdan pada menit ke-37 dan 69′. Tim Merah-Putih hanya mampu membalas satu lewat gol Saddil Ramdani, menit ke-45. Secara beruntun, ini kali ketiga Timnas U-19 gagal meraih kemenangan di laga uji coba jelang Piala AFC U-19 2018. Sebelumnya, Tim Garuda Nusantara imbang 2-2 kontra Thailand, dan takluk 0-3 dari China, pada ajang PSSI Anniversary Cup U-19 2018. Namun, Indra tak risau dengan pencapaian kurang memuaskan ini. “Saya tak cari kemenangan di laga uji coba. Fokus saya membangun tim. Memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada, agar saat berlaga di ajang sesungguhnya timnas bisa menyajikan permainan terbaik,” ujar pelatih asal Sumatra Barat itu. Indonesia bertindak sebagai tuan rumah Piala AFC U-19 2018 yang dihelat 18 Oktober-4 November 2018. Indonesia berada di Grup A bersama Uni Emirat Arab, Qatar, dan Taiwan. Tim Merah-Putih dibebani target lolos ke semifinal, agar bisa berlaga di Piala Dunia U-20 pada 2019, di Polandia. Piala Dunia U-20 2019 yang digelar di Polandia, akan berlangsung pada bulan Mei-Juni tahun depan. AFC mendapat jatah empat wakil untuk turnamen ini. Bertindak sebagai tuan rumah Piala Asia U-19 jelas menguntungkan posisi Indonesia, untuk merebut tiket ke Piala Dunia. Syarat untuk bisa lolos ke Polandia adalah menjadi semifinalis Piala Asia U-19 2018. Untuk bisa mencapai target itu, jelas tak mudah. Pertama, Timnas U-19 harus lolos dulu dari Grup A. Setelah itu, Timnas U-19 harus menang di babak perempat final, melawan juara atau runner-up Grup B. Timnas U-19 menyisakan satu uji coba lagi sebelum turun di Piala Asia U-19 2018. Garuda Nusantara ini akan berhadapan dengan Yordania, pada Sabtu (13/10). Sebagai catatan, prestasi tertinggi Yordania di ajang Piala Asia remaja ini adalah lolos semifinal Piala Asia U-19 2016. Indonesia sekali bertemu dengan Yordania saat Piala Asia U-19 1978. Saat itu, merah putih muda sukses membekap Yordania 4-0, dan Indonesia lolos ke Piala Dunia U-20 1979 di Jepang, menggantikan posisi Irak. (Art)

496 Atlet Bertarung di Kejurnas ke-47 2018 di Aceh, Pecatur Tuan Rumah Kumpulkan Nilai 2

Disaksikan Pj Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT (bertopi), sebanyak 496 pecatur dari 25 provinsi, bertarung dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-47 di Hall Serbaguna, Komplek Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, dari 10 - 16 Oktober 2018. (serambiindonesia.com)

Banda Aceh- Sebanyak 496 pecatur dari 25 provinsi bertarung dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-47 di Hall Serbaguna, Komplek Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, dari 10 hingga 16 Oktober 2018. Kejurnas itu dibuka Pj Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, pada Rabu (10/10) malam. Ketua Panitia Kejurnas, Aldin NL, Rabu (10/10) mengatakan, selain Kejurnas, juga digelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-40, penataran pelatih, dan wasit. Rakernas dipusatkan di Hotel 88 Banda Aceh, sejak Kamis (11/10). Dan dilanjutkan dengan penataran pelatih dan wasit, pada Jumat (12/10) hingga Minggu (14/10) juga di Hotel 88. Aldin mengatakan sebanyak 496 pecatur akan berlaga dalam 17 kategori. Kejurnas mempertandingkan kategori terbuka (untuk semua umur), senior putri, veteran, kategori yunior tujuh kelompok usia (KU) yaitu KU 7 tahun, 9, 11, 13, 15, 17 dan 19 putra dan putri. Sementara Rakernas diikuti 60 peserta dari 30 provinsi, dan masing-masing provinsi mengirimkan dua peserta. “Untuk penataran pelatih dan wasit diikuti 60 peserta,” ujarnya. Kejurnas, katanya, menghadirkan 40 juri catur nasional, sebanyak 30 juri dari luar Aceh dan 10 juri dari Aceh. Namun mereka berstatus juri catur nasional. Pembukaan Kejurnas dan Rakernas dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Percasi, GM Super Utut Adianto. Sementara itu empat pecatur Aceh berhasil mengumpulkan nilai 2, dari dua babak pertandingan pada hari pertama, pada Kamis (11/10). Empat pecatur senior Aceh itu adalah Master Nasional (MN) Chairil Naldy, Master Fide (MF) Zulkhairi, Miftalahuddin, dan MN Wita Rahayu. Mereka mengalahkan lawan-lawan tangguh dari provinsi lain. Chairil menang atas pacatur nongelar Hidayat (Aceh), dan MF Zulkhairi mengalahkan pecatur non-gelar Imran (Sulawesi Tenggara). Lalu, Miftalahuddin menyudahi MF Muhammad Miftahul Hudany, dari Kalimantan Selatan. Namun, pecatur senior Aceh lainnya, MN Irwandi tunduk pada pecatur nonunggulan dari Sumatera Barat, J Manurung. Adapun Master Internasional (MI) Denny Juswanto G (Banten), secara mengejutkan kalah dari MN Kleo Patra (Sumatera Selatan). Empat pecatur Aceh yang turun pada kategori veteran yakni Ismed, Idaman Anhar, Syahrum Syah, dan Nyak Ruswan, yang unggul di babak pertama, akhirnya tumbang di babak kedua. Pada hari ini, masih melangsungkan babak ketiga dan keempat dari 9 babak yang dipertandingkan. (Adt) Nomor Pertandingan & Batasan Usia CATUR STANDAR 1. Kelompok Terbuka – Tanpa batasan usia 2. Kelompok Wanita – Tanpa batasan usia 3. Junior A Terbuka/Putri – Umur 19 tahun (kelahiran tahun 1999 dan sesudahnya) 4. Junior B Terbuka/Putri – Umur 17 tahun (kelahiran tahun 2001 dan sesudahnya) 5. Junior C Terbuka/Putri – Umur 15 tahun (kelahiran tahun 2003 dan sesudahnya) 6. Junior D Terbuka/Putri – Umur 13 tahun (kelahiran tahun 2005 dan sesudahnya) 7. Junior E Terbuka/Putri – Umur 11 tahun (kelahiran tahun 2007 dan sesudahnya) 8. Junior F Terbuka/Putri – Umur 9 tahun (kelahiran tahun 2009 dan sesudahnya) 9. Junior G Terbuka/Putri – Umur 7 tahun (kelahiran tahun 2011 dan sesudahnya) 10. Kelompok Veteran – Umur 55 tahun (kelahiran tahun 1963 dan sebelumnya) Keterangan: Istilah Putra diubah menjadi Terbuka, karena pecatur Putri juga diperbolehkan bertanding di kelompok Terbuka

Besok Bonus Atlet dan Pelatih Asian Para Games 2018 Cair, Ini Besarannya

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi saat memberikan informasi terkait bonus atlet dan pelatih Asian Para Games 2018. (Rizal/NYSN)

Jakarta- Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan olahraga (Kemenpora) secara resmi mengumunkan besaran bonus untuk atlet dan pelatih Asian Para Games 2018. Nilai bonus yang diberikan kepada atlet penyandang disabilitas itu setara dengan peraih medali medali Asian Games 2018, Jakarta-Palembang. Hal itu dikatakan Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), di GBK Arena, Senayan, Jakarta, pada Jumat (12/10). “Pemerintah telah menyiapkan bonus sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet yang telah mengorbankan segalanya demi mengharumkan nama bangsa,” ujar menteri berusia 45 tahun itu. “Pencairan akan dilakukan besok (Sabtu, 13/10), sebelum keringat mengering sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan nanti akan diberikan di Istana Negara. Nominal tersebut bersih setelah dipotong oleh pajak dan jumlahnya tidak berbeda dengan bonus yang diberikan kepada atlet-atlet Asian Games 2018 karena ini adalah rangkaian pesta olahraga terbesar se-Asia,” lanjutnya. Selain itu, pemerintah, tambah Imam, juga akan memberikan rumah dan pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Tapi, bagi atlet yang berusia di atas 35 tahun, maka akan dialihkan menjadi pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” urainya. Imam menjelaskan terhitung per 12 Oktober 2018 pukul 13.00 WIB, total Indonesia telah mengoleksi 24 emas, 34 perak, dan 39 perunggu. “Target Indonesia meleset, tapi meleset ke atas. Alhamdulillah,” imbuhnya. Menurut menteri yang hobi bulutangkis itu, total raihan tersebut adalah sejarah baru bagi Indonesia. Sebab, ungkapnya, di ajang Asian Para Games 2010, Guangzhou, China, Indonesia meraih 11 medali, yakni 1 medali emas, 5 perak, dan 5 perunggu. “Sedangkan pada Asian Para Games 2014, Incheon, Korea Selatan, total raihan Indonesia adalah 38 medali, yaitu 9 medali emas, 11 perak, dan 18 perunggu,” jelas Imam. Selain sukses meraih medali, suami dari Shobibah Rohmah itu, mengungkapkan terdapat sejarah lainnya dari para pahlawan olahraga disabilitas itu. “Atletik bisa ‘pecah telur’ medali di Asian Para Games. Bahkan menjadi cabang olahraga yang paling banyak menyumbangkan medali bagi Indonesia dengan 6 medali emas, 11 perak, dan 8 perunggu. Ada pula Rica Octavia yang memecahkan rekor Asia di nomor lompat jauh T20 Putri dengan lompatan sejauh 5,25 meter. Prestasi ini melewati Siti Noor Radiah asal Malaysia dengan lompatan sejauh 5,20 meter,” terangnya. “Kemudian, Putri Aulia memecahkan rekor Asian Para Games di nomor lari 100 meter T13 putri dengan catatan waktu 12,49 detik. Ia melampaui rekor pelari China Zhu Lin 13,13 detik. Indonesia juga menyapu bersih di nomor lari 100 meter T13 Putri (Putri Aulia, Ni Made Ariani Putri, Endang Sari Sitorus),” tegasnya. Sedangkan Sapto Yogo Purnomo, terang Imam, memecahkan rekor Asia di nomor lari 100 meter T37 putra dengan catatan waktu 11,49 detik, melampaui rekor pelari China Yongbin Lian dengan waktu 11,51 detik. “Karisma Evi Tiarani juga memecahkan rekor Asia di nomor lari 100 meter T47/T63 putri dengan catatan waktu 14,93 detik, mengungguli rekor pelari Jepang Kaeda Maegawa yang membuat catatan waktu 16,74 detik,” tukas menteri alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, 1989-1991 itu. (Adt) Besaran Bonus Asian Para Games 2018 (Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 63 Tahun 2018): 1. Atlet Perorangan: Emas : Rp 1,5 miliar Perak : Rp 500 juta Perunggu : Rp 250 juta 2. Atlet Ganda: Emas : Rp 1 miliar per orang Perak : Rp 400 juta per orang Perunggu : Rp 200 juta per orang 3. Atlet Beregu: Emas : Rp 750 juta per-orang Perak : Rp 300 juta per orang Perunggu : Rp 150 juta per orang 4. Pelatih Perorangan/Ganda: Emas : Rp 450 juta Perak : Rp 150 juta Perunggu : Rp 75 juta 5. Pelatih Beregu: Emas : Rp 600 juta Perak : Rp 200 juta Perunggu : Rp 100 juta 6. Pelatih untuk medali kedua dan seterusnya: Emas : Rp 225 juta Perak : Rp 75 juta Perunggu : Rp 37,5 juta 7. Asisten Pelatih Perorangan/Ganda: Emas : Rp 300 juta Perak : Rp 100 juta Perunggu : Rp 50 juta

Rebut Emas Nomor Women’s Speed, Spiderwoman Grobogan Aries Susanti Rahayu Kawinkan Emas di China

Indonesia sukses mengawinkan medali emas nomor men’s speed dan women’s speed kejuaraan The Belt and Road International Climbing Master Tournament 2018, di Huaian, China. (FPTI)

Huaian– Dua atlet panjat tebing andalan Indonesia sukses mengawinkan medali emas nomor men’s speed dan women’s speed pada kejuaraan bertajuk ‘The Belt and Road International Climbing Master Tournament 2018’, di Huaian, China, pekan ini. Kemenangan ini dipersembahkan untuk korban gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu. Pangeran Septo Wibowo, yang turun di nomor men’s speed, sukses meraih medali emas setelah mengunci catatan waktu 6,33 detik, di partai final. Ia menyingkirkan Rukin Sergei asal Rusia yang mengalami fall saat final. Sedangkan Sabri harus puas diposisi ketiga karena hanya mampu menciptakan catatan waktu 6,28 detik, mengalahkan rekannya Muhammad Hinayah yang mencetak catatan waktu 6,37 detik. Sementara itu, spiderwoman Grobogan, Aries Susanti Rahayu, berhasil mengawinkan gelar. Ia menjadi yang tercepat di nomor women’s speed usai membuat catatan waktu 7,93, di partai pamungkas. Atlet kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 21 Maret 1995 itu, mengalahkan He Cuilian asal China yang mengukir waktu 8,86 detik. Kemudian, peringkat ketiga dihuni Agustina Sari dan Nurul Iqamah. Agustina unggul usai menorehkan catatan waktu 6,28 detik berbanding 11, 21 detik. Hendra Basir, Pelatih Speed Indonesia, mengatakan, atlet yang berangkat ke Negeri Tirai Bambu guna mengikuti kompetisi internasional, yakni Aspar Jaelolo, Alfian M Fajri, Sabri, Muhammad Hinayah, Veddriq Leonardo, Pangeran Septo Wibowo, Puji Lestari, Aries Susanti Rahayu, Rajiah Sallsabillah, Agustina Sari, dan Nurul Iqamah. Faisol Riza, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), menambahkan kompetisi yang diikuti para atlet Indonesia di luar negeri memberikan manfaat yang sangat besar. “Olimpiade Jepang itu 2020. Kami tidak memiliiki cukup waktu untuk bersiap. Apalagi, Pemerintah belum menetapkan Pelatnas untuk (Olimpiade) itu. Sehingga kompetisi yang diikuti atlet-atlet Indonesia di luar negeri sangat penting untuk menjaga performa,” ujar Riza seperti keterangan yang diterima nysnmedia.com. (Adt)

Buah Latihan dan Kerja Keras, Catur Borong 6 Medali Emas Asian Para Games 2018

Hendy Wirawan (tengah) meraih medali emas cabang olahraga catur Asian Para Games 2018, di GOR Cempaka Putih, Jakarta, Rabu (10/10). (INAPGOC)

Jakarta – Cabang olahraga catur berhasil meraih enam medali emas pada hari keempat hajatan Asian Para Games 2018, di Gelanggang Olahraga (GOR) Cempaka Putih, Jakarta, pada Rabu (10/10). Pecatur tuan rumah menjadi kampiun dari kategori standar perorangan (VI-B1) putra dan beregu putra (VI-B1) atau buta total. Hendy Wirawan berhak atas medali emas setelah mengemas 5,5 poin akhir melewati torehan pecatur yang sebelumnya mengalahkannya di putaran keenam asal Filipina, Francis Ching, yang meraih 5 poin. Dengan total raihan 10,5 bersama pecatur andalan Edy Suryanto, membuat Indonesia meraih medali emas di kategori VI-B1. “Keberhasilan ini merupakan kerja keras latihan selama ini. Saya senang dapat memberikan medali emas untuk kontingen Indonesia,” ujar Edy usai memastikan poin tertinggi 5 sekaligus mengunci gelar juara. Sebelumnya, empat medali emas diraih dari kategori beregu putri VI-B1 (buta total), dan PI (daksa) standar perorangan putri. Debi Ariesta mendominasi pertandingan standar perorangan putri setelah tidak terkalahkan dalam pertandingan tujuh putaran. Dipertandingan lain, Debi bersama Tati Karhati juga berhasil mempersembahkan emas beregu setelah mengemas total 12,5 poin tim. Sedangkan Simanja Nasip Farta mendominasi kategori PI perorangan putri. Simanja bersama Roslinda Br Manurung juga memastikan medali emas di nomor beregu. Debi mengatakan kemenangannya ini, ia dedikasikan untuk masyarakat Indonesia. “Lega dan bahagia sekali dapat merebut emas. Kemenangan ini untuk seluruh bangsa Indonesia,” cetus Debi. Sementara itu, Heri Isranto, Manajer Catur Indonesia, mengungkapkan sejak awal pihaknya meyakini bisa melampaui target emas. “Ini buah latihan keras dan kebersamaan yang selalu kami tanamkan dalam persiapan,” tegasnya. Ia menambahkan Indonesia masih memiliki peluang meraih medali emas dari nomor catur cepat. “Masih ada catur cepat yang tentunya juga tidak boleh dilewatkan untuk terus meraih medali. Semoga bisa kembali meraih medali emas, karena Indonesia juga kuat di catur cepat ini,” tukas Heri. (Adt)

Skuat Timnas U-16 Bubar, Striker Ini Berpeluang Gabung Akademi di Belgia

Striker Timnas U-16, Sutan Zico, dikabarkan mendapat tawaran menggiurkan dari manajemen JSSL Chelsea FC. Zico santer dikabarkan akan menempuh pendidikan sepakbola di Belgia. (AFC.com)

Jakarta- Para pemain Timnas U-16 makin mengkilap sejak menjuarai Piala AFF U-16 2018, Agustus lalu. Bahkan meski gagal merebut gelar Piala AFC U-16 2018 di Malaysia dan gagal lolos ke Piala Dunia U-17 2019, tim asuhan Fakhri Husaini itu tetap mendapat apresiasi yang luar biasa. Timnas U-16 memang telah dibubarkan. Namun, tak berarti mereka berhenti berkiprah di dunia sepak bola. Winger lincah asal Surabaya, Jawa Timur, M. Supriadi, rencananya pekan depan terbang ke Liverpool, Inggris, untuk menuntut ilmu sepakbola. Sedangkan empat pemain skuad asuhan Fakhri lainnya, tengah diproyeksikan bergabung dengan akademi di Eropa. Empat pemain itu adalah Sutan Zico, Brylian Aldama, Bagus Kahfi dan Bagas Kaffa. Zico menjadi salah satu bomber andalan Timnas U-16 pada Piala Asia U-16 2018. Total pemuda bernama lengkap Sutan Diego Armando Ondriano Zico ini mencetak dua gol dari empat gol yang dicetak Timnas U-16 di Piala Asia U-16. Selain Zico, keempat pemain itu, berada dalam naungan agensi yang berasal dari Singapura. Zico santer dikabarkan akan menempuh pendidikan sepakbola di Belgia. Pemain kelahiran Jakarta, 7 April 2002, memang mendapat tawaran dari manajer JSSL Chelsea FC. Hanya, Zico belum mengiyakan tawaran itu. Kabar itu dibenarkan oleh ayah Zico, Oriyanto Jhosan. Menurut Oriyanto, Zico belum sembuh total dari cedera pangkal pahanya. ”Ada tawaran ke Belgia atau Australia. Tapi Zico memilih untuk memulihkan cedera pahanya terlebih dahulu. Mungkin nanti bulan November atau Desember, dia bisa menerima tawaran itu,” tutur pria yang juga eks pemain Semen Padang itu. Itu juga yang menjadi alasan Zico jarang di turunkan di ajang Piala AFF U-16 2018. Bahkan di Piala AFC U-16 September lalu, Sutan Zico hanya sekali turun full time. Itu saat Garuda Asia ditahan Imbang 0-0 oleh India (27/9). ”Ada ototnya yang sobek dan tak bisa dioperasi, harus istirahat. Itu berpengaruh di pergerakan dia (Zico, Red) saat di lapangan,” ucap Oriyanto. Selain itu, ada beberapa tim Liga 1 yang melakukan pendekatan ke Sutan Zico. Salah satunya Persija Jakarta. Namun, lagi-lagi tawaran itu masih belum diiyakan oleh Zico. (art)

Atlet Berjilbab 21 Tahun Tak Menyesal Gagal di Asian Para Games 2018, Menpora: Judo Harus Cari Terobosan

Jakarta- Miftahul Jannah, atlet blind judo Indonesia, mengaku tak menyesal harus gagal bertanding pada babak 16 besar, di kelas 52 kg putri kategori low vision Asian Para Games 2018. di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Senin (8/10). Miftah, sapaanya, didiskualifikasi jelang tampil lantaran ia menolak membuka hijab saat bersiap menghadapi Oyun Gantulga, asal Mongolia. Sesuai regulasi Federasi Judo Internasional (JJF), memang terdapat aturan yang tidak memperbolehkan atlet judo mengenakan penampahan busana atau atribut di kepala saat tampil, termasuk jilbab. Hal itu dinilai bisa membahayakan atlet judo, akibat leher tercekik atau cedera lainnya, di bagian kepala. “Rasa menyesal tidak ada, itu sudah jadi pendirian Miftah. Pelatih tidak memberitahu ke Miftah kalau ada aturan membuka jilbab sebelum pertandingan dimulai,” ujar Miftah, di GBK Arena Senayan, Jakarta, Selasa (9/10). “Tapi, ketika mendengar di technical meeting, ada aturan yang melarang pemakaian jilbab, ya sudah Miftah memegang prinsip tak ikut bertanding jika harus buka jilbab,” lanjutnya. Atlet disabilitas kelahiran Aceh Besar, 4 Mei 1997 itu, menegaskan regulasi harus ditegakkan, namun ia menilai prinsip keyakinannya juga harus dihormati.nij “Miftah ingin mempertahankan prinsip. Ini tidak hanya untuk Miftah sendiri, tapi untuk atlet-atlet muslimah lainnya, agar mereka bisa terus mempertahankan jilbabnya,” tambah peraih medali emas Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2016, Bandung, Jawa Barat (Jabar) itu. Sementara itu, Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), berharap federasi judo internasional mencari terobosan agar membuat hijab yang bisa dimodifikasi, sehingga bisa dipakai oleh para pejudo wanita, tanpa melepas indentitasnya sebagai muslimah. “Harapanya adalah kedepan Federasi Judo Internasional bisa membuat regulasi yang lentur. Penggunaan jilbab bagi atlet muslimah harusnya ada dengan desain yang tidak membahayakan, seperti pada cabang olahraga lainnya,” cetus menteri yang hobi bermain bulutangkis itu. Menteri asal Bangkalan Madura, Jawa Timur itu, menegaskan pemerintah dan semua pihak harus menghormati keputusan dara yang pernah mengikuti program pertukaran pelajar Inggris-Amerika-Indonesia pada 2015, untuk tidak bertanding karena memegang teguh prinsip. “Pemerintah dan kita semua harus menghormati Miftah yang memegang teguh prinsip. Ini menjadi pelajaran berharga untuk kita semua. Dan, regulasi yang ada harus membuat rasa aman dan nyaman bagi para atlet,” tukas suami dari Shobibah Rohmah itu. (Adt)

Tampil Perdana di Youth Olympic Games 2018, Duet Voli Pantai Putra Indonesia Sikat Tim AS

Tim Voli Pantai Putra Indonesia di Youth Olympic Games 2018, yang diwakili Danang Herlambang (kiri) dan Akbar Bintang, sukses menekuk duet Amerika Serikat, Timothy Brewster dan John Schwengel, dengan skor tipis 23-21 dan 21-18. (Kemlu RI)

Buenos Aires- Wakil Indonesia di cabor Bulutangkis Tunggal putra dan Voli Pantai Putra, maju ke babak berikutnya, pada laga hari pertama Youth Olympic Games 2018, yang di gelar pada Minggu (7/1​​0). Ikhsan Rumbay Leonardo Imanuel, mengalahkan tunggal putra Vietnam, Nguyen Hai Dang, dua set langsung dengan skor 21-7 dan 21-19. Ikhsan selanjutnya menghadapi wakil Chile, Medel Alonso, pada Senin (8/10), di lapangan Tecnopark. Sementara itu, tim Voli Pantai Putra, yang diwakili Akbar Bintang dan Danang Herlambang, berhasil mengandaskan duet Amerika Serikat, Timothy Brewster dan John Schwengel, dengan skor tipis 23-21 dan 21-18. Cabang olah raga lain yang diikuti atlit muda Indonesia pada hari pertama adalah menembak (Muhammad Naufal Mahardika), renang 200 m putri-medley (Azzhara Permatasari), dan badminton putri (Maharani Sekar Batari). Naufal yg baru berusia 17 tahun menduduki ranking 14 dunia, sedangkan Maharani sudah harus menyerah dari Goh Jin Wei, dari Malaysia. Youth Olympic Games 2018 digelar dibeberapa stadion dan taman-taman kota, mempertandingkan 32 cabang olah raga, dan diikuti oleh atlet muda dari 224 tim. Tim Merah Putih membawa 18 atlet (10 putri dan delapan putra) dan tampil di delapan cabang olahraga, pada Olimpiade Remaja Musim Panas 2018. Kedelapan cabang olahraga itu ialah angkat berat, renang, atletik, basket 3 on 3, badminton, golf, menembak dan voli pantai. (Adt)

Pernah Aktif di Bowling dan Bulutangkis, Mella Windasari Raih Emas di Lawn Bowls

Mella Windasari menambah perbendaharaan medali emas Asian Para Games 2018 dari cabang olahraga Lawn Bowls, pada Senin (8/10). Atlet berusia 34 tahun itu, meraih emas di nomor tunggal putri di kelas B6. (INAPGOC)

Jakarta- Indonesia kembali menambah perbendaharaan medali emas Asian Para Games 2018 melalui Mella Windasari dari cabang olahraga Lawn Bowls, pada Senin (8/10). Atlet berusia 34 tahun itu, meraih medali emas di nomor tunggal putri di kelas B6, setelah mencetak poin sempurna sebanyak tiga kali. Tampil di Stadion Hoki, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Mella, sapaanya, sukses menyingkirkan atlet Indonesia, yakni Retnowati Yugia Sibarani dengan skor 21-4. Lalu, ia mengandaskan Faridah Binti Saleh asal Singapura dengan skor 21-2, dan wakil Hongkong, Tsz Wong Sum dengan skor 21-6. Sementara itu, di laga penentuan, Mella menekuk Rattna’Aizah Mohd Idris dari Malaysia, dengan skor 15-8. Berkat empat kemenangan telak itu, membuat total raihan angka Mella tak saingi oleh para lawannya. Padahal, Mella masih menyisakan satu pertandingan tersisa, melawan Jang Sun-Bun asal Korea Selatan (Korsel). Namun, laga itu tak memiliki pengaruh apapun bagi Mella untuk mengamankan medali emas. Kiprah Mella di lwan bowls belum terlalu lama. Terhitung setahun terakhir ini ia serius menekuni olahraga bowling lapangan itu. Sebelumnya, Mella aktif di cabang bowling dan bulutangkis. Ia bahkan tak menyangka, dirinya bisa mengukir prestasi menawan di Asian Para Games 2018 ini. “Saya kan masih baru, sedangkan yang lain sudah 10-15 tahun. Kalau target pribadi nggak ada, cuma kalau untmuk setiap pertandingan saya selalu ingin menang,” tukas Mella. (Adt)

Anak Penjual Tempe Raih Emas Asian Para Games 2018, Suparniyati: Ini Hasil Buruk

Suparniyati, atlet tolak peluru putri kategori F20 (keterbatasan kecerdasan/IQ), sukses menggenggam medali emas Asian Para Games 2018. Namun, wanita kelahiran Riau, 18 Agustus 1993 itu gagal memecahkan rekor. (Kemenpora)

Jakarta- Suparniyati, atlet tolak peluru putri kategori F20 (keterbatasan kecerdasan/IQ), sukses menggenggam medali emas Asian Para Games 2018. Namun, ia menyebut ini adalah hasil buruk. Mengapa? Meski sukses di pesta multi sport terbesar bagi para penyandang disabilitas se-Asia itu, Suparniyati mengaku prestasinya belum maksimal. Melakoni pertandingan di Main Stadium, Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada Senin (8/10), wanita kelahiran Riau, 18 Agustus 1993 itu, naik podium utama usai mengunci tolakan sejauh 10,75 meter. Berkaca pada ASEAN Para Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia, ia mampu memecahkan rekor Asia sejauh 11,03 meter. Torehan gemilang di Negeri Jiran itu menggeser rekor sebelumnya milik Nursuhana binti Ramlan (Malaysia) sejauh 10,71 meter yang diciptakan pada 2012. Saat latihan, ia mengaku pernah melempar sampai jarak 11 meter. “Ini buruk karena tak memecahkan rekor saya sendiri, yakni 11,03 meter di ASEAN Para Games 2017,” ujarnya, Senin (8/10). “Ini Asian Para Games pertama saya.Saya sangat bahagia meski tak sesuai keinginan melewati rekor di Malaysia,” lanjutnya. Sementara itu, atlet Indonesia Tiwa harus puas merebut medali perunggu setelah hanya mampu membuat tolakan sejauh 6,44 meter. Dan, Hiromi Nakada membawa pulang medali perak dengan tolakan sejauh 10,29 meter. Sejatinya Suparniyati adalah seorang anak penjual tempe. Hal itu terungkap dari salah satu akun Facebook Dit.PPKLK, “Suparniyati, anak dari seorang penjual tempe asal Riau ini merupakan salah satu atlet tolak peluru asal Indonesia”. “Hebatnya, segala keterbatasan yang dimilikinya tidak membuat Suparni berkecil hati,” tulisnya. Prestasi yang ditorehkan bukanlah produk instan. Ia sudah berlatih keras sejak mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar (SD). Seiring waktu, kemampuannya terasah. Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XIV, Riau 2012, menjadi pengalaman Suparniyati dalam mengasah kemampuan di level nasional. Kemudian berlanjut di ajang yang sama pada 2016 di Jawa Barat (Jabar). Pada Peparnas edisi kesepuluh itu, ia meraih dua medali emas dan satu perak. Sedang sang pelatih Purwoko, menegaskan bila anak didiknya tersebut memang ditargetkan membawa pulang medali. Dan, Suparniyati sukses menjawab tantangan itu. Ia berharap medali emas yang didapat di cabang atletik menjadi virus positif bagi atlet di cabang olahraga lainnya. “Untuk emas pertama hari ini cukup membanggakan,” cetusnya. “Mudah-mudahan bisa menambah motivasi bagi atlet atlet yang bertanding hari ini,” tukas Purwoko. (Adt)