Zahra Muzdalifah Masuk Nominasi Pemain Terbaik Kualifikasi Piala Asia Wanita

Zahra Muzdalifah Masuk Nominasi Pemain Terbaik Kualifikasi Piala Asia Wanita

Penyerang timnas putri Indonesia, Zahra Muzdalifah, masuk dalam daftar Pemain Terbaik versi AFC pada Kualifikasi Piala Asia Wanita 2022. Zahra Muzdalifah menjadi salah satu di antara enam pemain yang masuk dalam nominasi. Pemain kelahiran 4 April 2001 tersebut sukses mengantarkan Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia Wanita 2022 yang rencananya akan digelar di India pada bulan Januari mendatang. Pada rilis AFC, selain Zahra juga terdapat nama-nama beken pemain timnas wanita negara lainnya seperti Moon Mi-ra (Korea Selatan), Pham Hai Yen (Vietnam), Janista Jinantuya (Thailand), Behnaz Taherkhani (Iran), dan Chandler McDaniel (Filipina). “Inti dari keberhasilan Indonesia adalah penyerang 20 tahun, Zahra Muzdalifah. Pergerakannya yang cerdan dan umpannya yang presisi mampu menciptakan peluang untuk dirinya dan rekan setimnya dalam dua pertandingan (melawan Singapura),” tulis AFC, dikutip dari laman resmi PSSI. “Dia dengan jelas memperlihatkan kebahagiaan, kelegaan, dan kegembiraan, saat mengakhiri kebuntuan di kualifikasi dalam sebuah wawancara setelah pertandingan,” demikian pernyataan AFC saat mendeskripsikan peran Zahra di timnas putri Indonesia. Zahra mengaku bangga dan bersyukur atas apresiasi yang diberikan oleh AFC. “Alhamdulillah sangat senang masuk dalam nominasi Pemain Terbaik kualifikasi Piala Asia Wanita 2022,” kata Zahra. “Saya mohon dukungan dan vote dari semuanya. Ini menjadi penambah motivasi saya agar terus memberikan yang terbaik untuk timnas Indonesia,” tutur Zahra. Publik sepak bola Tanah Air bisa mendukung Zahra Muzdalifah untuk menjadi pemain favorit yang paling bersinar pada Kualifikasi Piala Asia Wanita 2022. Berikut tautan untuk memberikan dukungan kepada Zahra Muzdalifah: LINK.

Jalani Debut Level Senior, Viny Silfianus: Rasanya Campur Aduk!

Jalani Debut Level Senior, Vinny Silfianus: Rasanya Campur Aduk!

Viny Silfianus Sunaryo masih belum bisa berkata-kata saat dirinya ditunjuk pelatih Timnas Wanita Indonesia, Rudy Eka Priyambada menjadi starter pada laga melawan Singapura di leg pertama kualifikasi Piala Asia Wanita 2021 di Tajikistan Jumat (24/9) lalu. Selama 80 menit Viny dipercaya pelatih tampil untuk pertama kali dalam debutnya di Timnas Wanita. Pemain kelahiran 3 Juli 2003 ini merasakan langsung atmosfer pertandingan yang sesungguhnya, apalagi yang dihadapi merupakan laga krusial yang menentukan lolos tidaknya Timnas Wanita ke Piala Asia Wanita 2022. “Saat saya terpilih untuk dibawa ke Tajikistan, tentu rasa campur aduk saya rasakan. Tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, yang pasti bangga, senang dan terharu karena ini merupakan perjuangan dari awal pemusatan latihan (TC) pertama hingga ketiga. Semua terasa lengkap dan saya tak berhenti bersyukur diberi kepercayaan bermain selama 80 menit dalam debut saya di level senior,” ujar Viny. Memperkuat Timnas di level senior memang menjadi pengalaman pertama Viny selama bermain sepak bola. Namun sesungguhnya memperkuat skuad Garuda Pertiwi pada level kelompok usia sudah pernah ia rasakan, tepatnya saat memperkuat Timnas Putri U-15 pada ajang Piala AFF U-15 di Laos pada 7-20 Mei 2017 silam. Namun penampilannya di level senior saat mengikuti kualifikasi Piala Asia inilah yang menjadi momen tak terlupakan sepanjang karirnya “Ketika masuk sebelas pertama di laga leg pertama, bangga dan tidak menyangka saya rasakan secara bersamaan. Rasanya saya benar-benar mendapatkan kepercayaan pelatih untuk berjuang dan dari situ saya ingin buktikan bahwa pilihan pelatih tidak salah. Saya harus tampilkan yang terbaik dan rasanya senang di laga kualifikasi kemarin bisa berkontribusi untuk tim,” lanjut Viny. Viny memang berkontribusi pada kemenangan skuad Garuda Pertiwi di laga leg pertama kontra Singapura. Dirinya menyumbangkan satu assist, atas gol yang dicetak oleh Baiq Amiatun saat laga baru berjalan empat menit. Bermain dengan motivasi tinggi menjadi bekal Viny yang juga memperkuat skuat tim sepakbola putri DKI Jakarta untuk gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON). “Sempat galau karena harus meninggalkan tim DKI Jakarta saat PON sudah di depan mata. Tapi ini adalah momen membela negara, saya harus bermain bagus, mengurangi kesalahan sendiri, membanggakan keluarga dan orang tua dirumah, dan jika Allah berkehendak, saya ingin membawa Indonesia lolos dari babak kualifikasi dan bertanding di Piala Asia Wanita 2022 di India,” ungkapnya. Di Timnas Wanita, Viny menggunakan nomor punggung 20. Ada sedikit rasa sedih karena dirinya tidak menggunakan angka 19, angka yang dirasa selalu membawa keberuntungan untuknya. Ternyata di balik angka 19, ada alasan tersendiri yang membuat nomor itu spesial di mata Viny. “Nomor 19 akan selalu menjadi angka favorit saya, karena 19 selalu saya artikan sebagai tahun 2019. Tahun berarti saya karena banyak momen comeback di dunia sepakbola, seperti memperkuat tim Persija putri untuk Liga 1 Putri, masuk tim Putri DKI Jakarta untuk kompetisi Pra PON dan PON, hingga menjadi kapten saat bermain di Liga 1 lalu. Tahun penting buat saya,” jelas Vinny yang baru saja diterima di Universitas Negeri Jakarta jurusan Pendidikan Jasmani tahun 2021 ini. “Tim ini sudah menjadi keluarga bagi saya. Rasa kekeluargaan begitu kental karena kita sudah melewati suka duka bersama ketika berada di TC. Saya harap perjuangan kami tidak sia-sia dan kami bisa lolos ke Piala Asia Wanita tahun depan,” tutup Viny.

Berkenalan Dengan Althaf Juara Nasional Kempo Asal Cirebon

Berkenalan Dengan Althaf Juara Nasional Kempo Asal Cirebon

Meski usianya masih muda, tidak menghalangi Althaf Akbar Wiadhyaksana untuk berprestasi. Sejumlah medali dan penghargaan berhasil ia raih berkat ketekunan dalam berlatih dan teknik tingkat tinggi yang dimilikinya. Lahir di Cirebon, 7 Mei 2010, Althaf menekuni olahraga kempo sejak usia lima tahun. Sejumlah prestasi didapat oleh siswa kelas VI di SDN Ketilang, Kota Cirebon tersebut. Yakni, juara dua Kejuaraan Nasional Kempo Tahun 2019 untuk divisi kata perorangan putra junior. Selain itu, juara dua Kejuaraan NBKO Kempo Nasional Tahun 2020 kategori kata beregu putra. Juara dua National Kempo Championship Tahun 2021 untuk divisi kata under IKF Rule. Serta juara pertama National Kempo Championship Tahun 2021 untuk divisi semikempo (tarung) kategori pra kadet putra. Alasan utama Althaf menekuni olahraga kempo adalah karena untuk bela diri, ingin berprestasi, bisa juara dan mengibarkan bendera Merah-Putih pada event kempo internasional. “Dalam kempo, gerakannya merupakan teknik tingkat tinggi, efektif untuk membela diri dalam segala situasi,” kata Altaf, dilansir dari Radar Cirebon. Oleh sebab itu, dia saat ini rajin berlatih, berusaha keras sekuat tenaga, serta berdoa. “Kalau dapat juara, itu anugerah dari Allah SWT,” ujar atlet yang juga hobi bersepeda, futsal dan badminton tersebut. Ketua National Kempo Federation of Indonesia (NFKI) Kota Cirebon, Bhakti Adhyaksana menyebut bahwa Althaf adalah atlet muda yang berpotensi. Gerakan-gerakannya sangat bagus dalam pertandingan. “Dia rajin latihan, punya kemampuan bagus untuk anak seusianya. Kalau dikembangkan, tidak menutup kemungkinan Kota Cirebon punya petarung kempo andalan,” ujar Bhakti Adhyaksana. Ke depan, dia berharap, Althaf bisa mempersembahkan prestasi bagi Kota Cirebon. Caranya adalah dengan melakukan pembinaan secara terus menerus. “Kami yakin, dengan pembinaan yang terus menerus, para atlet usia dini bisa berprestasi. Dan pada akhirnya, Kota Cirebon akan dikenal lewat olahraga kempo,” ungkapnya. Agar keyakinannya terkabul, Bhakti memohon dukungan semua pihak agar kempo lebih berkembang di Kota Cirebon, serta berprestasi di tingkat dunia. “Kempo berkembang karena ada dukungan semua pihak,” pungkasnya.

Dua Atlet Muda PTM Sukun Wakili Indonesia ke Kejuaraan Asia di Qatar

Dua Atlet Muda PTM Sukun Wakili Indonesia ke Kejuaraan Asia di Qatar

Dua atlet Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun terpilih mengikuti kejuaraan International Table Tennis Federation (ITTF) “25th Asian Table Tennis Championship 2021” di Doha, Qatar 28 September hingga 5 Oktober 2021 mendatang, setelah mengikuti Kamp Pelatihan Junior Nasional (KPJN) 2021 di GBK Arena Senayan Jakarta, sejak akhir Mei 2021. Kedua atlet PTM Sukun berasal dari level junior, masing-masing atas nama Siti Aminah dan Dwi Oktaviany Sugiarto. Keduanya akan didampingi Manajer PTM Sukun Agus Fredi Pramono, yang sudah beberapa bulan dipercaya Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) menjadi asisten pelatih mendampingi head coach Lee Ki-Woong dari Korea Selatan. PTM Sukun sebelumnya mengirim lima atlet junior untuk mengikuti KPJN bersama puluhan atlet dari klub tenis meja se-tanah air. Namun pada akhirnya hanya dua atlet tersebut yang terpilih untuk berlaga di kejuaraan junior tingkat Asia itu. Penunjukan dua atlet PT Sukun bersama dengan empat atlet lainnya (PTM Prima Nusantara satu orang dan PTM STONI tiga orang) tertuang dalam surat PP PTMSI nomor 083/PP.PTMSI/PP.09/2021 tertanggal 16 September 2021. Sedangkan penunjukan Manajer PTM Sukun sebagai ofisial timnas tertuang dalam surat PP PTMSI nomor 084/PP.PTMSI/PP.09/2021 tertanggal 17 September 2021. Timnas Tenis Meja Indonesia bertolak menuju Doha, Qatar pada hari Kamis (23/9/2021) malam dan akan berada di sana selama 12 hari mulai, 24 September hingga 5 Oktober 2021. Sementara itu, rombongan dijadwalkan terbang kembali ke tanah air Rabu (6/10/2021) dini hari waktu setempat. “Mewakili Direksi, kami menyatakan rasa bangga terhadap atlet kami yang akan berlaga di kejuaraan tersebut. Dan kami mengucapkan terima kasih kepada PP PTMSI yang telah memberikan kepercayaan kepada manajer dan dua atlet kami untuk turut serta mewakili Indonesia di even mayor itu,” jelas Corporate Secretary PR Sukun Deka Hendratmanto. Pihaknya pun mendoakan yang terbaik untuk seluruh kontingen timnas. “Apapun hasilnya, pengiriman atlet ke even internasional ini adalah sebuah wujud konkret dari kerja keras pembinaan atlet tenis meja tanah air di bawah kepemimpinan Pak Oegroseno,” lanjutnya.

Mengenal Elias Maublanc, Salah Satu Pebulutangkis Termuda Sudirman Cup 2021

Mengenal Elias Maublanc, Salah Satu Pebulutangkis Termuda Sudirman Cup 2021

Pebulu tangkis tunggal putra asal Tahiti, Elias Maublanc, menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian pada Sudirman Cup 2021, 26 September-3 Oktober di Vantaa, Finlandia. Bagaimana tidak, diusianya yang baru menginjak 14 tahun, ia akan menjadi andalan Tahiti mengarungi Sudirman Cup. Mengutip laman BWF, Tahiti memang diperkuat delapan pemain berusia di bawah 20 tahun dan Elias Maublanc menjadi salah satunya. Ajang ini pun tak sekadar menjadi pembuktiannya sebagai pemain muda, tapi jalan kariernya menjadi pebulutangkis terbaik di dunia. “Saya suka segala sesuatu yang berhubungan dengan bulutangkis. Seperti suara shuttlecock, suara sepatu Anda di lantai, kecepatan, strategi, pola pikir, pokoknya semuanya,” kata Maublanc menukil laman BWF. Tak heran ketika namanya diumumkan masuk dalam tim, antusiasme Maublanc pun memuncak. Sampai-sampai ia rela menghabiskan waktunya selama berminggu-minggu untuk berlatih setiap hari dan itu dilakukan baik sebelum maupun seusai jam sekolah. “Saya bangun pukul 4.30 pagi dan melakukan latihan fisik sebelum berangkat ke sekolah pukul 6 pagi. Ketika saya kembali ke rumah pada pukul 14:45, saya akan menyelesaikan pekerjaan rumah lebih dulu, kemudian kembali melakukan latihan,” kata Maublanc. Selain latihan fisik, Maublanc juga kerap menonton pertandingan di Youtube untuk mengoreksi strategi dan gerakannya. “Hampir setiap malam saya berlatih dari pukul 06.00 pagi hingga 19.30 malam. Saya biasanya terus menonton dan belajar dari pertandingan online sampai saya tertidur,” dia mengungkapkan. Tim bulutangkis Tahiti sejatinya pernah tampil di Sudirman Cup edisi 2017 di Gold Coast, Australia. Tapi saat itu, Tahiti tak termasuk dalam grup elit yang bersaing memperebutkan gelar tersebut. Kini di Vantaa, Finlandia, Tahiti akan memulai kampanyenya dengan tergabung dalam Grup B melawan Taiwan pada 26 September. Sebelum akhirnya, mereka menghadapi juara empat kali Korea Selatan dan Jerman pada akhir pekan. Selain mempersiapkan tim untuk Sudirman Cup, Tahiti akan berjuang di kejuaraan final Thomas & Uber Cup 2020 yang berlangsung di Denmark, pada 9-17 Oktober 2021. Maublanc dkk tergabung dengan grup berat. Ia dan rekan-rekannya harus menghadapi unggulan teratas China di Grup C. Meskipun begitu, Maublanc bangga karena bisa bertanding dengan tim pebulutangkis favoritnya itu. “Saya terkesan dengan ketenangannya (Lin Dan) di lapangan. Dia benar-benar berbeda dari pemain lainnya. Saya selalu menyaksikan pertandingannya ketika ingin memperbaiki gerakan kaki atau teknik saya,” ujarnya menyoal idolanya tersebut. Sementara itu, pelatih Tahiti, Leo Cucuel, melihat peluang timnya secara realistis saat bertanding di Sudirman Cup 2021. Ia hanya berharap atletnya mampu bermain maksimal dan memetik pelajaran sebagai bekal di turnamen internasional berikutnya. “Kami tahu kami akan menghadapi beberapa (negara peserta) terbaik di dunia sehingga kami tidak memiliki harapan yang tidak realistis. Namun, kami berharap para pemain mendapatkan banyak pengalaman yang akan memotivasi mereka di turnamen bulutangkis ke depan,” kata Cucuel.

Bawa Atlet Muda ke Piala Thomas dan Uber 2020, Ini Target PBSI

Bawa Atlet Muda ke Piala Thomas dan Uber 2020, Ini Target PBSI

Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menaruh harapan tinggi kepada atlet-atlet muda yang dikirim ke ajang Piala Thomas dan Piala Uber 2020. PBSI berharap agar para pemain muda berkontribusi untuk target meraih gelar dan membawa trofi turnamen beregu putra dan putri itu ke Tanah Air. Sejumlah pemain muda dibawa ke turnamen yang bakal berlangsung di Denmark tersebut. Mereka adalah kakak beradik Chico Aura Dwi Wardoyo (23 tahun) dan Ester Nurumi Tri Wardoyo (17 tahun), serta Leo Rolly Carnando (20 tahun), Daniel Marthin (20 tahun), Putri Syaikah (20 tahun), hingga Jesita Putri Miantoro (19 tahun). “Dasar pemilihan selain dari performa di turnamen terakhir, juga kami evaluasi dari latihan-latihan mereka. Secara individu, mereka yang paling siap dan mumpuni. Saya pastikan mereka siap untuk bertarung dan bukan hanya bertarung tapi mereka juga siap menyumbangkan poin untuk tim,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky. Rionny beranggapan, atlet muda yang sudah dipilih itu punya tingkat motivasi berjuang yang sangat baik. Selama persiapan juga terlihat mereka menjalani setiap program latihan secara optimal. Ia juga sudah memerintahkan tim pelatih untuk lebih menyiapkan program-program yang ketat agar para atlet muda ini bisa mengambil ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Rionny memahami, sebagai peserta debutan, tekanan dan rasa minder akan ada di pundak atlet muda. Sebab itulah, ia meminta para pelatih berusaha untuk menguatkan mental anak-anak asuhnya tersebut. “Supaya mereka tidak minder karena pertama kali ikut di ajang beregu, saya juga sudah meminta mereka dalam beberapa minggu terakhir ini untuk sparring bersama seniornya. Saya juga sering mengingatkan mereka secara pribadi, apa saja tekanan yang ada di dalam tim dan bagaimana mengantisipasinya. Ini untuk memperkuat mental mereka,” ujar Rionny. Piala Thomas dan Piala Uber rencananya akan digelar satu minggu setelah Piala Sudirman 2021. Turnamen akan digelar di Aarhus, Denmark, pada 9-17 November 2021. Berikut daftar lengkap tim Piala Thomas & Uber Indonesia: Tim Thomas 1. Anthony Sinisuka Ginting 2. Jonatan Christie 3. Shesar Hiren Rhustavito 4. Chico Aura Dwi Wardoyo 5. Marcus Fernaldi Gideon 6. Kevin Sanjaya Sukamuljo 7. Mohammad Ahsan 8. Hendra Setiawan 9. Fajar Alfian 10. Muhammad Rian Ardianto 11. Leo Rolly Carnando 12. Daniel Marthin Tim Uber 1. Gregoria Mariska Tunjung 2. Putri Kusuma Wardani 3. Nandini Putri Arumni 4. Ester Nurumi Tri Wardoyo 5. Greysia Polii 6. Apriyani Rahayu 7. Siti Fadia Silva Ramadhanti 8. Ribka Sugiarto 9. Nita Violina Marwah 10. Putri Syaikah 11. Febby Valencia Dwijayanti Gani 12. Jesita Putri Miantoro

Diisi Pemain Muda, Tunggal Putri Ingin Berikan Yang Terbaik

Diisi Pemain Muda, Tunggal Putri Ingin Berikan Yang Terbaik

Ajang Piala Sudirman 2021 semakin dekat dengan hari penyelenggaraan. Turnamen yang menjadi lambang supremasi beregu campuran itu bergulir pada 26 September hingga 3 Oktober mendatang di Finlandia. Tim bulutangkis Indonesia terus mengejar persiapan demi usaha merebut gelar juara. Tidak terkecuali sektor tunggal putri yang menurunkan pemain-pemain muda, seperti Gregoria Mariska Tunjung (22 tahun), Putri Kusuma Wardani (19 tahun), dan Ester Nurumi Tri Wardoyo (16 tahun). Dari tiga nama tersebut, hanya Gregoria yang berpengalaman bermain di ajang beregu, sementara Putri dan Ester adalah seorang debutan. Asisten pelatih tunggal putri utama, Herli Djaenudin menyampaikan kondisi terkini anak asuhnya tersebut. “Persiapan untuk saat ini karena sudah mendekati ke hari pertandingan sudah lebih ke strategi permainan. Juga lebih mengasah senjata-senjata yang dimiliki tiga tunggal putri kita, Gregoria, Putri dan Ester,” kata Herli. “Kondisi mereka sudah 90% dan siap turun di Piala Sudirman nanti,” lanjutnya. Herli menambahkan bahwa program-program khusus terus diberikan agar tim tunggal putri bisa memberikan yang terbaik dan menyumbang angka untuk Merah-Putih. Herli juga berharap para pemain bisa bermain lepas. “Mereka dalam latihan sudah intens dan fokus. Sekarang kembali lagi mereka sudah lebih banyak ke strategi permainan, untuk fisik dan stamina sudah diberikan pada sebelum-sebelumnya. Programnya dengan satu lawan dua, juga sparring dengan tim putra sudah kita lakukan,” ungkap Herli. “Semoga tunggal putri ini terutama Putri dan Ester yang baru pertama kali ikut Piala Sudirman bisa bermain lepas dan luar biasa,” tutur Herli. Tidak hanya itu, Ester yang masih berada di tim pratama sekarang menjalani latihan bersama tim utama. “Saya dan Rionny (Mainaky) sudah sepakat untuk meminta Ester yang masih di pelatnas pratama untuk latihan dengan tim utama. Tujuannya selain untuk meningkatkan kualitas latihan seperti tenaga, pola main dan sebagainya, juga untuk membiasakan diri untuk bergabung dengan Gregoria dan Putri. Agar ia tidak canggung dan merasa ada di dalam tim,” jelas Herli. Sedangkan sang pemain yang merupakan adik kandung dari Chico Aura Dwi Wardoyo ini merasa senang sekaligus tegang usai terpilih masuk ke dalam tim Piala Sudirman. “Rasanya campur aduk. Senang sekaligus tegang. Senangnya karena saya masih muda tapi dipercaya oleh pelatih dan PBSI untuk masuk ke dalam tim. Saya ingin mengambil pengalaman untuk ke depan,” sahut Ester. “Tapi ada tegangnya juga karena saya kalau dipercaya turun ingin menyumbang poin untuk Indonesia. Ketegangan ini saya coba ubah jadi motivasi, bukan beban,” ucap pemain kelahiran Jayapura, 26 Agustus 2005 itu.

Piala Sudirman Jadi Ajang Pembuktian 4 Pebulutangkis Muda Ini

Ini Dia Empat Pebulutangkis Muda Indonesia di Piala Sudirman

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah memilih 20 atlet terbaik untuk mengisi skuad tim Piala Sudirman 2021. Diantara 20 nama tersebut, ada 4 pebulutangkis muda yang siap membuktikan kapasitas mereka untuk membantu tim Indonesia membawa pulang kembali Piala Sudirman. Adalah Ester Nurumi Tri Wardoyo (17 tahun), Pitha Haningtyas Mentari (22 tahun), Putri Kusuma Wardani (19 tahun), dan Rinov Rivaldy (21 tahun) yang berhasil membuktikan kualitas mereka selama latihan hingga simulasi pertandingan yang diadakan PP PBSI dalam rangka persiapan jelang Piala Sudirman, yang akan digelar di Vantaa, Finlandia, pada 26 September-3 Oktober. Dengan bekal penilaian itu, Putri dan Ester, yang turun di nomor tunggal putri, serta ganda campuran Rinov/Pitha, mengantongi kesempatan untuk berjuang bersama para atlet senior di Piala Sudirman. Keempat pemain tersebut, menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky, mampu menunjukkan kualitas permainan mereka pada simulasi beregu. Mereka juga dinilai dapat mengeluarkan perlawanan yang agresif. Sekadar catatan, Putri dan Rinov/Pitha telah membuktikan diri dengan menjuarai Spain Masters di Mei 2021. Secara teknis dan kemampuan, seperti dilaporkan Antara, PBSI menilai mereka sudah bermain bagus dan siap untuk turun pada ajang beregu. Sementara, Ester diturunkan karena punya tipikal bermain menyerang, yang diharapkan dapat menjadi kejutan, lantaran permainannya belum banyak diketahui lawan. “Saya tekankan mereka yang muda ini sudah latihan dengan baik, setiap hari ada evaluasi. Penilaiannya juga dari kedisiplinan, teknik permainan, dan karakter,” jelas Rionny. “Kami pilih yang terbaik, itu jadi dasar pemilihan mereka berempat,” lanjut Rionny. Pada kesempatan yang sama, Putri mengaku sudah tidak sabar untuk berlaga di Piala Sudirman. Atlet berusia 19 tahun ini mengklaim pernah berkhayal untuk bertanding pada ajang bergengsi ini, saat masih di level junior. Putri pun sempat tidak percaya karena di tahun ini dia bisa mewakili Indonesia berlaga di Piala Sudirman, meski usianya masih remaja. “Kalau saya tidak bisa menilai kenapa bisa dipilih, pelatih yang menentukan. Tapi dengan keterlibatan ini saya siap untuk bertanding,” jelas Putri. “Saya tidak merasa terbebani, justru termotivasi dan berterima kasih kepada pelatih sudah memilih saya,” pungkasnya. Selain keempat pebulutangkis tersebut, di skuad Piala Sudirman Indonesia juga diisi oleh beberapa nama yang tergolong masih muda. Seperti Apriyani Rahayu (23 tahun), Gregoria Mariska Tunjung (22 tahun), Ribka Sugiarto (21 tahun), dan Siti Fadia Silva Ramadhanti (20 tahun). Berikut daftar lengkap skuad tim Piala Sudirman Indonesia: Putra: Anthony Sinisuka Ginting Jonatan Christie Shesar Hiren Rhustavito Marcus Fernaldi Gideon Kevin Sanjaya Sukamuljo Mohammad Ahsan Hendra Setiawan Fajar Alfian Muhammad Rian Ardianto Praveen Jordan Rinov Rivaldy Putri: Gregoria Mariska Tunjung Putri Kusuma Wardani Ester Nurumi Tri Wardoyo Greysia Polii Apriyani Rahayu Ribka Sugiarto Siti Fadia Silva Ramadhanti Melati Daeva Oktavianti Pitha Haningtyas Mentari

Sabet Gelar Juara US Open 2021, Berikut Profil Raducanu

Sabet Gelar Juara US Open 2021, Berikut Profil Raducanu

Nama Emma Raducanu sedang ramai dijagat olahraga usai menjuarai US Open 2021. Remaja 18 tahun asal Inggris itu mencatatkan sejarah menjadi petenis pertama yang merebut gelar Grand Slam dari fase kualifikasi. Raducanu memastikan gelar juara seusai mengalahkan petenis asal Kanada, Leylah Fernandez, pada partai final, Minggu (12/9/2021) pagi WIB. Bertanding di Arthur Ashe Stadium, New York, Amerika Serikat, Raducanu menumbangkan Leylah Fernandez dua gim langsung atau straight game dengan skor 6-4 dan 6-3. Kemenangan atas Leylah Fernandez menyempurnakan penampilan Raducanu yang memulai US Open 2021 dari babak kualifikasi. Raducanu harus berjuang melewati tiga pertandingan kualifikasi terlebih dahulu sebelum berhasil masuk babak utama US Open 2021. Meski berstatus non unggulan, Raducanu selalu tampil percaya diri hingga akhirnya berhasil menyapu bersih tujuh laga babak utama US Open 2021 untuk membawa pulang trofi. Simak profil singkatnya dari merintis karir hingga meraih gelar Grand Slam pertamanya berikut ini. Awal Karier Raducanu lahir pada 13 November 2002, di Toronto, Kanada. Ayahnya berasal dari Rumania sedangkan sang ibu dari Cina. Ia pindah ke London pada usia dua tahun dan mulai bermain tenis pada usia lima tahun. Raducanu memulai karir sebagai petenis profesional pada tahun 2018. Raducanu mencapai 20 besar di tingkat junior. Memenangi tiga gelar Federasi Tenis Internasional. Raducanu melakukan debut turnamen WTA-nya di lapangan rumput di Nottingham pada Juni 2021. Raducanu menjadi terkenal ketika dia membuat debut undian utama Grand Slam di Wimbledon pada Juli 2021. Memasuki turnamen sebagai wildcard berperingkat 338 dunia, dia maju hingga babak keempat. Dia mundur saat melawan petenis Australia Ajla Tomljanovic setelah menderita kesulitan bernapas. Raducanu mencapai final acara WTA 125K di Chicago pada Agustus 2021. Gelar Grand Slam Pertama Raducanu lolos ke undian utama US Open 2021 setelah membukukan kemenangan straight set di ketiga babak kualifikasi. Berperingkat 150 dunia, Raducanu menjadi petenis kualifikasi pertama yang memenangkan gelar Grand Slam. Dia menjuarai US Open tanpa kehilangan satu set pun, baik di kualifikasi atau dalam tujuh pertandingan undian utamanya. Raducanu menjadi wanita Inggris pertama yang memenangkan US Open sejak Virginia Wade menang pada 1968 dan yang pertama merebut gelar Grand Slam sejak Wade memenangkan Wimbledon pada 1977. Raducanu saat ini sudah naik ke peringkat 24 dunia setelah memenangi gelar US Open. Ia resmi mengakhiri posisi Johanna Konta, sebagai wanita Inggris berperingkat teratas dunia yang sudah berlangsung 310 minggu.

Ini Target Azzahra Permatahani di PON Papua

Ini Target Azzahra Permatahani di PON Papua

Pekan Olahraga Nasional atau PON XX 2021 di Papua dijadwalkan berlangsung mulai 2 Oktober sampai 15 Oktober nanti. PON Papua nantinya akan diikuti oleh 6.442 atlet dari seluruh provinsi di Indonesia pada 37 cabang olahraga. Salah satunya yakni renang.Para atlet pun sudah tidak sabar turun bertanding, salah satunya Azzahra Permatahani. Perenang nasional yang turun di Olimpiade Tokyo 2020 ini pun mengaku mempunyai misi pribadi untuk memecahkan rekor nasional (rekornas). “Jadi bagaimana caranya bisa memperbaiki waktu saya. Bagaimana bisa memperbaiki waktu-waktu saya yang sebelumnya lagi memecahkan Rekornas,” ujarnya. Di PON XX Papua, Azzahra mengaku akan lebih fokus memperbaiki waktu-waktu yang sebelumnya ia torehkan. “Jadi menurut saya kalau misalkan kita fokus ke waktu kita dulu. Medali akan menyusul. Medali akan mengikuti dengan sendirinya. Jadi fokus ke waktu dulu,” katanya, dalam acara Webinar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) belum lama ini. Menurut Azzahra, PON XX 2021 di Papua sangat penting guna memberikan kebanggaan untuk provinsinya masing- masing. Setiap atlet pun pasti berharap bisa memberikan yang terbaik. Bicara soal olahraga renang, Azzahra mengaku bahwa orang tuanya telah mengenalkan olahraga renang sejak usia tiga tahun. “Saya pribadi itu menyukai olahraga renang dan mulai mencoba olahraga renang itu dari umur 3 tahun,” kata dia. Setelah masuk sekolah dasar (SD), orang tuanya pun memasukan Azzahra ke klub renang. Menurut Azzahra, selain karena suka dan hobi, kedua kakaknya yang merupakan atlet renang pun membuat Azzahra bersemangat untuk menjadi atlet renang. Setelah duduk di bangku SMP, Azzahra pun mulai mengikuti lomba- lomba renang. Pada saat itulah, ia meraih medali pertama dalam lomba renang. Diakuinya, menjadi atlet renang membuat hidupnya lebih disiplin dan mandiri. Terlebih jika saat mengikuti lomba yang mengharuskan jauh dari keluarga dan orang tua. “Terus juga dari olahraga renang ini saya juga bisa menambah pengalaman saya. Bisa belajar untuk menjadi disiplin, mandiri,” tutur Azzahra.

Dipimpin Langsung Shin Tae-yong, TC Timnas U-18 Tahap Ketiga Dimulai

Pemusatan Latihan Timnas U-18 Tahap Ketiga Dimulai

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-18 kembali memulai pemusatan latihan, pada hari Senin (13/9) di Stadion Madya. Sebanyak 36 pemain telah hadir dan mengikuti latihan yang dipimpin pelatih Shin Tae-yong. Shin Tae-yong mengatakan pada latihan perdana di tahap ketiga ini dirinya memberikan tes fisik kepada para pemain. “Semua tahap sama, standar seleksi, saya memberikan kesempatan kepada pemain-pemain ini, saya juga akan melihat kemampuan sebenarnya mereka pada pertandingan internal besok. Nanti akan ada tiga laga, saya ingin tahu dan melihat kemampuan pemain,” jelas Shin. Untuk diketahui, tahap pertama telah berlangsung dari tanggal 29 Agustus hingga 3 September 2021 dengan 36 pemain, kemudian berlanjut ke tahap kedua yang berlangsung dari tanggal 6 sampai 10 September 2021, juga dengan 36 pemain yang dipanggil. Shin Tae-yong terus berpesan kepada setiap pemain yang mengikuti seleksi timnya. Dia berharap bisa mendapatkan pemain yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan tim dalam menghadapi turnamen Piala Dunia U-20 tahun 2023. “Pertama, mereka tidak boleh gampang menyerah, akan dilihat kemauan tinggi mereka seperti apa, karena kita akan mempersiapkan tim untuk bermain di Piala Dunia, bukan liga, jadi harus kuat mental juga, postur tubuh juga, harus menjaga nutrisi dan makan banyak karena itu bisa menguatkan pemain, baru nanti kita bisa mendapatkan hasil yang baik untuk Piala Dunia mendatang,” tuturnya. Pemusatan latihan (TC) tahap ketiga ini akan berlangsung hingga 18 September 2021 mendatang.

Tim Indonesia Turunkan Petenis Muda Saat Lawan Barbados Di Piala Davis

Tim Indonesia Turunkan Petenis Muda Saat Lawan Barbados Di Piala Davis

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) memberi kesempatan kepada pemain muda untuk memperkuat tim Piala Davis Indonesia. Indonesia memutuskan untuk menyimpan pemain-pemain senior seperti Christopher Rungkat, David Agung Susanto, dan Anthony Susanto pada pertandingan yang akan berlangsung pada 17-18 September 2021. Bertandang ke markas Barbados di National Tennis Centre, Saint Michael, Tim Merah-Putih akan menurunkan Ali Fahresi (19 tahun), Gunawan Trismurwantara (18 tahun), dan Justin Barki (21 tahun). Pemain muda ini bakal didampingi oleh Febi Widhiyanto sebagai kapten tim. “Target kami pemain bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Febi melalui keterangan tertulis, Selasa, 7 September 2021. Meski masih berusia muda, semua petenis Indonesia telah memiliki pengalaman bermain di ajang yang berlabel Piala Dunia Tenis Beregu ini. Justin Barki yang bermukim di Amerika Serikat, telah menjadi skuad andalan Merah-Putih saat menjamu Filipina dan menantang tuan rumah Srilanka pada tahun 2018. Selain itu, Gunawan tampil di Playoff Grup II Davis Cup 2020 saat Indonesia versus Kenya di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Senayan. Sedangkan untuk Ali Fahresi, turun saat Indonesia menjamu Selandia Baru pada Grup II Davis Cup 2019 Zona Asia-Oseania. Ketua Umum (Ketum) PP Pelti, Rildo Ananda Anwar, mengaku pihaknya tak memancang target muluk saat melawan Barbados. Yang terpenting, menurut dia, para pemain muda ini menunjukkan kemampuan terbaik mereka sebagai bekal mengarungi turnamen di waktu mendatang. “Kami mengharapkan para pemain Indonesia tampil maksimal saat berhadapan dengan Barbados,” ucap Rildo Ananda Anwar. Adapun Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali memastikan bahwa pemerintah akan mendukung penuh terhadap upaya-upaya untuk menorehkan prestasi olahraga di tingkat internasional. “Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya dari cabang olahraga terutama yang akan ikut event-event internasional, baik single event maupun multi event sebagaimana yang kita lakukan selama ini,” kata dia. Selain itu, Amali akan memantau secara langsung latihan terakhir tim Piala Davis pada 7 September di stadion Gelora Bung Karno (GBK) sebelum keberangkatannya menuju Barbados. Pemenang antara Barbados vs Indonesia akan berlaga dalam babak playoff Grup I Piala Davis 2022.

Luar Biasa, Javier Borong 5 Medali Kejuaraan Renang Jakarta Open 2021

Luar Biasa, Javier Borong 5 Medali Kejuaraan Renang Jakarta Open 2021

Atlet renang muda asal Kabupaten Bangkalan, Ahmad Javier Hamid pulang dengan membawa hadiah lima medali. Kepulangannya disambut dengan sangat bahagia oleh Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Imron pada Kamis (9/9) yang bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional. Atlet yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) itu menunjukkan lima medali yang dibawa pulang dari kejuaraan Renang Jakarta Open 2021 kepada Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron di Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan. Lima medali yang dipersembahkan untuk Kabupaten Bangkalan ini diantaranya satu medali emas, dua perak dan dua perunggu. Perenang berusia 11 tahun itu turun di kelompok umur (KU) – 4 yang mempertandingkan perenang muda maksimal usia 11 tahun. Medali emas didapat Javier setelah menjadi yang tercepat pada nomor 50 Meter Gaya Punggung Putra dengan catatan waktu 35.96 detik. Dia berhasil mengalahkan perenang asal Sumedang, Vito Maximius Simbolon dan perenang Bekasi, Shoko Khaidir Rayyaramadan. Kedatangan Javier langsung mendapat apresiasi dari Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron. Ia mengucapkan rasa bangga dengan pencapaian yang didapatkan Javier, apalagi Javier masih duduk di bangku SD. “Selamat atas keberhasilan Javier terbukti dengan hari ini kedua putra terbaik Kabupaten Bangkalan telah membawa medali untuk daerahnya. Kalau terus seperti ini prestasi yang diciptakan insyaallah pasti hasilnya akan baik pula,” katanya. Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangkalan, Moch Fauzan Ja’far. Ia menuturkan prestasi yang didapatkan oleh Javier kali ini bisa menjadi pelecut semangat bagi atlet-atlet lainya dan akan memberikan jaminan kepada atlet yang berprestasi. “Tentunya komitmen KONI dan Pemkab akan memberikan jaminan baik pendidikan dan yang lainnya pada semua atlet yang berprestasi,” ucapnya. Sumber: Madura Raya

TC Selesai Digelar, Ini Harapan Ronaldo dan Edgard

TC Selesai Digelar, Ini Harapan Ronaldo dan Edgard

Tahap kedua pemusatan latihan (TC) Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-18 boleh saja telah usai, namun ada harapan dan asa masing-masing pemain disitu. Tahap kedua ini adalah lanjutan dari tahap pertama yang telah berlangsung dari tanggal 29 Agustus hingga 3 September 2021 dengan 36 pemain. Kemudian di tahap kedua ini berlangsung dari tanggal 6 sampai 10 September 2021, juga dengan 36 pemain yang dipanggil. Dua nama pemain sebagai perwakilan dari 36 pemain lain, mengungkapkan harapan dan asanya. Adalah Ronaldo Joybera R Junior dan Edgard Amping yang bercerita mengenai hal itu. Ronaldo menjadi yang paling bersyukur bisa dilatih oleh Shin Tae-yong. “Pertama-tama, saya bersyukur bisa dipanggil dan dipercaya oleh coach Shin untuk melakoni pemusatan latihan sampai dengan hari ini, saya belajar banyak darinya. Mulai dari kontrol dan passing bola saja sudah diperhatikan dengan detail dan seksama, terus dari segi fisik juga,” buka Ronaldo, Jumat (10/9). Di timnas dirinya langsung diberikan test dan materi fisik mulai hari pertama, sangat berbeda dengan saat bersama klub. “Sangat berbeda sih, hari pertama sudah dikasih materi fisik, cukup berat juga, tiga hari berturut-turut juga ada gim internal, baru hari ini recovery. Ya cukup beda,” ungkap pemain Madura United itu. Selain bicara mengenai peluang, Ronaldo juga berpesan kepada teman-temannya. “Untuk peluang, yang penting saya memberikan yang terbaik saja, untuk masalah dipilih atau tidaknya, saya serahkan kepada tim pelatih, dan semoga saya bisa dipilih masuk tim ini. Saya akan terus berlatih lagi secara konsisten, agar motivasi saya tercapai,” tuturnya. “Untuk teman-teman yang lain, saya hanya bisa katakan untuk tetap semangat latihan disini dan harus bisa lebih semangat lagi semoga kita bisa bertemu kembali,” jelasnya. Sementara bagi Edgard, selain senang bisa dipanggil untuk pemusatan latihan ada hal lain. “Bersyukur dan bangga sudah tentu, selain itu disini juga saya bisa bermain bola lagi dengan level berbeda bersama-sama teman-teman lain yang berasal dari daerah beragam. Tentu ada kepuasan tersendiri,” buka Edgard. Pemain yang sudah merasakan pengalaman berlatih dan bermain bola di klubnya PSM Makassar dan juga Garuda Select itu menuturkan perbedaan tipis latihan diantara keduanya dengan saat di timnas. “Perbandingannya tidak terlalu banyak, hanya disini lebih ketat dan disiplin serta disini kita dianjurkan pantang menyerah. Yang didapat selama TC adalah untuk tidak cepat menyerah, terus kerja keras di lapangan dan berusaha semaksimal mungkin,” tambahnya. Terakhir, dirinya memotivasi pribadinya sendiri dan memberikan pesan-pesan kepada teman-temannya yang lain. “Motivasi saya pastinya ingin dipanggil kembali untuk pelatihan timnas ini, bisa masuk skuat ini dan berjuang untuk negara. Saya sangat yakin bisa masuk timnas. Semoga juga teman-teman juga bisa sama seperti saya, bisa mendapatkan pelajaran di TC ini,” tutupnya.

Pertama Kali Ikut TC Timnas Wanita, 2 Pemain Muda Ini Berbagi Cerita

Pertama Kali Ikut TC Timnas Wanita, 2 Pemain Muda Ini Berbagi Cerita

Dua pemain Tim Nasional Sepak Bola Wanita Indonesia, Adelita Veronika dan Sela Seviany tak pernah menyangka bisa ikut pemusatan latihan (TC) untuk persiapan Kualifikasi Piala Asia 2022. Diusianya yang masih muda, keduanya masih tak percaya bersaing bersama pemain senior di skuat Garuda Pertiwi. Adel, sapaan akrab Adelita, merasakan suka duka ketika dirinya sudah bergabung kurang lebih satu pekan bersama skuat Garuda Pertiwi. “Pertama kali gabung di Timnas, jujur saya senang sekali, puji Tuhan saya bisa bergabung dan mewakili daerah saya Kalimantan Tengah. Ini pengalaman yang berkesan dan menegangkan karena saya berada ditengah-tengah pemain yang bagus, disisi lain saya juga berada jauh dari orang tua,” ungkap pemain berusia 20 tahun tersebut. Rasa haru dan tak percaya juga dialami Sela, pemain yang baru berusia 18 tahun ini. Pertama kali mendapatkan kesempatan mengikuti TC, pemain yang memperkuat klub Putri Surakarta ini awalnya kaget mendapatkan kabar dari pelatih klub, jika dirinya akan segera bergabung dalam TC ini. “Rasa percaya dan tidak percaya saat mendapat kabar pemanggilan. Apalagi kompetisi yang dihadapi adalah kualifikasi Piala Asia Wanita di Tajikistan nanti. Bersyukur karena bisa dapat kesempatan ini, apalagi bisa berlatih bersama para pemain-pemain senior,” ujar Sela. Meski dipenuhi rasa suka dan duka ketika dipanggil mengikuti TC Timnas, Adel dan Sela sama-sama merasakan atmosfer persaingan namun berlimpah ilmu saat mengikuti TC dibawah arahan pelatih Rudy Eka. “Coach Rudy Eka sosok yang tegas ketika berada di dalam dan luar lapangan. Sebagai pemain yang baru pertama kali bergabung, saya bisa mendapatkan ilmu yang banyak, apalagi ada sesi kelas bagi para pemain, setiap pemain benar benar diperhatikan dan diberi tahu posisi dan pos masing-masing. Hal ini sangat membantu saya dan teman-teman untuk lebih memahami taktik dan visi bermain,” tutup Adel Selama TC, pelatih Rudy Eka memang tak hanya menggelar sesi latihan di lapangan. Selain sesi latihan di pagi dan sore hari, Rudy Eka bersama tim pelatih beberapa kali menggelar sesi kelas yang juga dihadiri para pemain. Materi yang diberikan menyangkut visi bermain, taktik, serta strategi yang akan dijalankan pemain ketika latihan dan bertanding nanti. Timnas Wanita kini tengah memantapkan persiapan jelang babak kualifikasi Piala Wanita Asia yang akan berlangsung akhir September nanti. Skuat Garuda Pertiwi akan terus melakukan TC hingga 18 September 2021 mendatang sebelum bertolak ke Tajikistan, dimana Timnas Wanita tergabung dalam grup C, bersama Irak dan Singapura.

NTB Bersiap Cetak Pembalap Kelas Dunia

NTB Bersiap Cetak Pembalap Kelas Dunia

Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB bertekad melahirkan pembalap berprestasi yang bisa bersaing di kancah nasional maupun dunia. “Mimpi besar kami, ada pembalap dari NTB yang ikut dalam perhelatan dunia sekalas MotoGP, Motto2, dan WSBK,” harap Ketua Pengprov IMI NTB, Nur Haedin. Harapan menghasilkan pembalap berbakat mendapat angin segar. Itu menyusul program IMI Pusat bersama FIM dan Dorna Sport akan menyelenggarakan FIM MiniGP 2022 di Sirkuit Mandalika. Menurut pria yang akrab disapa Edo ini, mimpi besar ini harus diikuti dengan kesungguhan menyiapkan pebalap berbakat sejak dini dengan terencana. Strategi yang baik dan dukungan semua pihak. Termasuk meyakinkan sponsor. Juga dukungan dari Pemprov NTB dan Pemda. Untuk mewujudkan harapan itu, ada beberapa hal yang harus disiapkan. Salah satunya anggaran sebagai investasi. Dana itu untuk berlatih, try out, mengikuti kejuaraan nasional, kejuaraan Asia, tour kejuaraan kelas dunia. Bahkan diberi kesempatan training khusus peningkatan skill untuk menjadi pembalap MotoGP. “Kami memiliki puluhan atlet berbakat usia dini. Kini terus berlatih. Mereka sering mengikuti kejuaraan nasional dan ada yang sudah ikut Asia Talent. Saat ini ada beberapa atlet yang mulai mencoba motor sport,” katanya. Ketua IMI Pusat Bambang Soesatyo mengatakan mulai 2022 IMI bersama Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) dan Dorna Sports sebagai penyelenggara MotoGP akan menyelenggarakan FIM MiniGP Indonesia Series-Road to MotoGP di Mandalika. Ini sebagai ajang pencarian bakat pembalap muda Indonesia untuk bisa berlaga dalam ajang MotoGP. Event ini merupakan kejuaraan balap motor dunia yang akan diikuti pebalap muda berusia 10-14 tahun. Negara yang ingin berpartisipasi, harus menyelenggarakan Series FIM MiniGP di negaranya masing-masing terlebih dulu. Pemenang dari masing-masing negara mengikuti final FIM MiniGP World Series, pada 2022 yang rencananya diselenggarakan di Valencia, Italia. Kejuaraan ini menjadi gerbang pembuka bagi para talenta muda Indonesia menuju pentas bergengsi MotoGP. Sumber: Lombok Post/Jawa Post

Tampil Sejak Menit Awal, Bagus Kahfi Borong Dua Gol

Tampil Sejak Menit Awal, Bagus Kahfi Borong Dua Gol

Luar biasa! Bagus Kahfi mencetak dua gol dalam kemenangan 5-2 Jong FC Utrecht atas La Louviere Centre pada laga uji coba di Zoudenbalch Sportcomplex, Jumat (3/9). Ini merupakan laga kedua bagi Bagus bersama Jong FC Utrecht. Tampil menggunakan nomor punggung 9, Bagus dipercaya oleh sang pelatih, Darije Kalezic, untuk tampil sebagai starter pada laga tersebut. Bagi Bagus Kahfi, ini menjadi kesempatan emas untuk unjuk gigi di hadapan staf pelatih dan rekan-rekannya di Jong FC Utrecht. Laga baru berjalan empat menit, Bagus Kahfi sudah mencetak gol melalui tendangan penalti, usai salah satu pemain La Louviere Centre terlihat handsball dan wasit menunjuk titik putih untuk Jong FC Utrecht. Maju sebagai eksekutor, ia dengan tenang melepas tendangan ke sisi kiri kiper lawan, 1-0 untuk Jong FC Utrecht. Menit ke-27, Jong FC Utrecht mampu menambah keunggulannya lewat gol Rijks. Selang enam menit kemudian, La Louviere Centre berhasil memperkecil ketertinggalannya lewat gol dari salah satu pemainnya melalui tendangan bebas. Pada menit ke-36, Bagus Kahfi mencetak gol keduanya melalui kemelut di depan gawang La Louviere Centre, sekaligus kembali memperlebar keunggulan timnya. Setelah gol tersebut, Jong FC Utrecht kian tak terbendung dan memperjauh keunggulannya menjadi 4-1 pada menit ke-42 lewat gol kedua Rijks sekaligus menutup babak pertama. Sayang, pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-62, Bagus Kahfi ditarik keluar. Setelah itu, Jong FC Utrecht kembali kemasukan pada menit ke-72 melalui tendangan penalti, skor berubah menjadi 4-2. Gol penutup Jong FC Utrecht dicetak oleh Bernadina pada menit ke-90. Ini merupakan pertandingan kedua Bagus Kahfi bersama Jong FC Utrecht setela menjalani debut pada saat melawan Telstar, Jumat (28/8/2021). Pada laga tersebut, Bagus Kahfi diberikan kepercayaan bermain pada menit ke-87 menggantikan Nick Venema di Sportpark Zoudenbalch Veld 4. Bagus Kahfi tidak mencetak gol dalam laga itu. Jong FC Utrecht menang dengan skor 3-0 atas Telstar.

FIM MiniGP Berlangsung di Mandalika pada 2022, Kompetisi Buat Pembalap Muda

FIM MiniGP Berlangsung di Mandalika pada 2022, Kompetisi Buat Pembalap Muda

Federasi Balap Motor Internasional atau FIM akan menggelar FIM MiniGP di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 2022. Ini adalah kegiatan baru yang diadakan Ikatan Motor Indonesia atau IMI Pusat, bersama FIM dan Dorna Sport, penyelenggara balapan MotoGP. Ketua IMI Nusa Tenggara Barat, M. Nur Haedin mengatakan para pembalap internasional akan berlaga di Mandalika dalam berbagai event bapalan berturut-turut. Mulai dari World Superbike pada November 2021 serta MotoGP dan FIM MiniGP yang berlangsung tahun depan. “Ini momentum yang luar biasa bagi masyarakat NTB, terutama para atlet balap sepeda motor,” kata Haedin Mataram, Kamis 2 September 2021. IMI NTB, menurut dia, akan menyiapkan pembalap berbakat sejak dini karena FIM MiniGP akan diikuti oleh pembalap berusia 10-14 tahun. Sementara pemerintah daerah, Haedin berharap, dapat menyiapkan investasi untuk pengembangan bakat pembalap muda tadi. Hoedin menguraikan, butuh dana untuk berlatih, ujian, mengikuti kejuaraan nasional, kejuaraan Asia, tur kejuaraan kelas dunia, dan lainnya. Penting juga pelatihan atau training khusus peningkatan kemampuan untuk menjadi pembalap MotoGP. “Jika pembalap NTB berhasil ke arena MotoGP dan kejuaraan balap sepeda motor kelas dunia lainnya, maka memberi dampak luar biasa serta mengharumkan nama Indonesia dan NTB di tingkat dunia,” kata Hoedin. “NTB memiliki puluhan atlet pembalap berbakat berusia dini. Mereka remaja yang berprestasi dan kini terus berlatih,” ujarnya. Para pembalap muda itu, menurut Hoedin, kerap mengikuti kejuaraan nasional dan ada pula yang telah mengikuti Asia Talent. Saat ini, beberapa atlet pembalap mulai mencoba motor sport. Mengutip keterangan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia atau IMI Pusat, Bambang Soesatyo, mulai 2022, IMI bersama Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) dan Dorna Sports menyelenggarakan FIM MiniGP Indonesia Series – Road to MotoGP di Mandalika, Lombok, NTB. “Ini ajang pencarian bakat pembalap muda Indonesia untuk bisa berlaga dalam MotoGP,” katanya. Mereka yang lolos seleksi FIM MiniGP di negara masing-masing akan mengikuti final FIM MiniGP World Series pada 2022 di Valencia, Italia. Setidaknya ada 15 negara juga terlibat dalam FIM MiniGP World Series 2022. Kejuaraan FIM MiniGP Indonesia Series diselenggarakan minimal sebanyak 5 seri di sirkuit berbagai daerah, salah satunya Sirkuit Internasional Mandalika, NTB. Teknis penyelenggaraan dan persyaratannya sedang disiapkan oleh IMI. FIM MiniGP, MotoGP, Sirkuit Mandalika, NTB, Nusa Tenggara Barat, Pembalap Muda Indonesia, Lombok, Ikatan Motor Indonesia, Bambang Soesatyo. Sumber: Tempo Indonesia

Babak Baru Petualangan Egy di Eropa

Babak Baru Petualangan Egy di Eropa

EgyEgy Maulana Vikri menandai petualangan barunya di Slovakia dengan bergabung salah satu klub yakni FK Senica. Berita transfer Egy diumumkan klub pada Selasa (31/8/2021). Egy akan berkompetisi di Liga Super Slovakia, Fortuna Liga. Pemain 21 tahun itu dikontrak selama 6 bulan dengan opsi perpanjangan hingga 1,5 tahun. Sebelumnya, Egy berkarier selama 3 tahun di Polandia tepatnya bergabung dengan Lechia Gdansk. Namun di sana ia merasa kurang mendapat menit bermain. Egy hanya bermain dalam 10 pertandingan dengan total 133 menit selama 3 musim di Lechia Gdansk. “Semua tahu, saya tidak mendapat menit bermain di Polandia. Jadi saya langsung berbicara ke klub dan Direktur Olahraga (FK Senica), kalau saya ingin kesempatan di sini,” kata Egy Maulana seperti dikutip BolaSport.com dari Youtube FK Senica. “Mereka mengatakan akan memberikan saya kesempatan karena saya butuh waktu bermain untuk menunjukkan kemampuan terbaik.” ujar pesepakbola kelahiran Medan, Sumatera Utara tersebut. “Saya ingin dapat menit bermain. Saya ingin bermain dengan kemampuan terbaik dan menang bersama tim. Kami harus fokus pertandingan tiap pertandingan, dan berusaha menang dalam setiap pertandingan,” tambahnya. Berkarier di Slovakia merupakan pengalaman baru buat Egy Maulana Vikri. Beruntungnya, sambutan yang diberikan FK Senica sangat positif buat Egy. “Tentu saja, orang-orangnya sangat baik di sini, saya merasa ketika saya datang ke klub, sangat nyaman,” ujarnya. “Stadionnya bagus, orang-orang di dalamnya sangat ramah.” lanjutnya. Sementara itu, Liga Slovakia kasta teratas atau Slovak Super Liga musim 2021-2022 sudah bergulir dan FK Senica menempati peringkat 5 klasemen sementara. Egy Maulana Vikri juga berkesempatan bakal melawan eks Liverpool di liga tersebut, yakni Martin Skrtel.

Menpora Amali: Pabrik Prestasi Olahraga Itu Bernama DBON

Menpora Amali: Pabrik Prestasi Olahraga Itu Bernama DBON

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, berharap program besar olahraga yang tertuang dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) segera ditandatangani lewat Peraturan Presiden (Perpres). Ia juga berharap program ini dapat diluncurkan saat perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas 2021) pada 9 September mendatang. DBON merupakan tindak lanjut nyata dari Menpora Zainudin Amali dalam menjawab arahan Presiden Joko Widodo saat perayaan Haornas 2020 lalu. Pesan pentingnya ialah harus dilakukan perombakan total terhadap ekosistem olahraga Indonesia. Gerak cepat dilakukan Menpora yang menggandeng akademisi, praktisi olahraga, sampai dengan stakeholder olahraga untuk menjalankan arahan Presiden. Hasilnya, dalam hitungan bulan, DBON sudah disiapkan dan tinggal dituangkan dalam aturan yang berbentuk Peraturan Presiden (Perpres). “Mudah-mudahan Perpres-nya segera ditandatangani. Kami berharap, Presiden RI Joko Widodo bisa melaunching DBON ini pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September nanti,” ujar Menpora dalam keterangan tertulis, Rabu (1/9). DBON menjadi fondasi untuk melakukan sinergi dari Kemenpora dengan kementerian lainnya, sesuai tugas pokok dan fungsinya, sehingga pelaksanaan DBON bisa berjalan dengan lancar. Selain itu, dalam DBON juga diatur sinergi antara daerah dan pusat karena eksosistem itu yang selama ini belum berjalan maksimal. “DBON ini menjadi fondasi olahraga Indonesia yang dilakukan sinergis dari daerah sampai pusat, dari lembaga yang satu dengan yang lain dan dari cabor satu dengan cabor lainnya, untuk meraih prestasi ke depan yang by design, bukan by accident,” jelas Zainudin. DBON adalah peta jalan olahraga Indonesia yang selama ini memang belum pernah dibuat. Di dalamnya, tercantum fondasi untuk membangun olahraga Indonesia mulai dari pembinaan sampai dengan target tinggi meraih prestasi di Olimpiade. Paradigma Indonesia di DBON ini sudah jauh ke depan, bukan hanya mengejar prestasi di level SEA Games maupun Asian Games, tetapi sudah berorientasi Olimpiade. Dengan begitu, ajang-ajang regional itu hanya menjadi sasaran antara. Di dalam DBON, pemerintah menegaskan ada 14 cabor prioritas yang ditargetkan untuk bisa meraih medali di level Olimpiade. Untuk itu, dibuatlah kerangka pembinaannya mengacu kepada DBON. Mulai dari tahapan merekrut atlet, pelatihan, sampai sang atlet jadi dan siap tempur di gelanggang olahraga. Menpora memastikan bahwa DBON ini menjadi fondasi olahraga Indonesia. Karena sistem mulai dibangun, diperlukan waktu yang tak sebentar untuk mewujudkan cita-cita di dalam DBON tersebut. Menteri asal Partai Golkar ini menegaskan siap untuk tidak populer, tetapi ke depan olahraga Indonesia bisa meraih prestasi tinggi di Indonesia.