211 Atlet Siap Panaskan Persaingan Kejurnas Panjat Tebing di Solo, Berebut Tiket Olimpiade 2020 Tokyo

Sebanyak 211 atlet siap memanaskan Kejurnas Panjat Tebing XVII di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, yang mulai dihelat pada Rabu (27/11). Mereka juga akan berebut tiket Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. (Dok. Humas FPTI)

Solo- Sebanyak 211 atlet, terdiri dari 131 atlet putra dan 80 atlet putri dari 25 provinsi, tampil dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing XVII di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah. Mulai Rabu (27/11), mereka bakal berebut tiket Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Event ini diyakini induk organisasi panjat tebing Indonesia berlangsung ketat. Selain bertabur atlet terbaik, juga diramaikan atlet Asian Games 2018, mewakili daerah masing-masing. Momen ini juga dimanfaatkan PP (Pengurus Pusat) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menjaring atlet untuk pra-Olimpiade 2019 di Prancis dan Olimpiade 2020 di Tokyo. Nomor yang akan dipertandingkan di Olimpiade adalah combine, yakni setiap atlet akan memainkan lead, boulder, dan speed sekaligus. Sedangkan saat ini yang menjadi andalan Indonesia adalah nomor speed. “Kalau yang lalu didominasi atlet speed, maka di Kejurnas ini kami harus realistis mencoba atlet yang berangkat dari lead dan boulder,” ujar Pristiawan Buntoro, Wakil Ketua II PP FPTI, pada Selasa (26/11). Pris, sapaannya, mengatakan skema Pelatnas untuk pra-Olimpiade dan Olimpiade akan berbeda dengan pelatnas Asian Games. Ia menjelaskan, karakter otot atlet speed dengan lead dan boulder sangat berbeda. Sehingga, jelas Pris, treatment untuk para atlet menjelang Olimpiade juga akan sangat berbeda dengan saat Asian Games lalu. “Itu susahnya, tapi ini problem di semua negara. Saat atlet itu bagus di speed, maka lead dan bouldernya kurang. Begitu juga sebaliknya,” lanjutnya. Selain hasil Kejurnas, poin lain yang akan dipertimbangkan dalam seleksi atlet Pelatnas jelang Olimpiade adalah prestasi atlet di tingkat nasional. “Meski secara umum, hasilnya nanti tak jauh berbeda,” tambahnya. Disisi lain, kendati skema seleksi berubah, namun PP FPTI akan mempertahankan atlet andalan Indonesia, yakni spiderwomen Aries Susanti Rahayu, dan Aspar ‘Babon’ Jaelolo. Sebab keduanya merupakan atlet andalan di nomor speed dengan prestasi level dunia. Alasan lainnya, Aries dan Aspar dipertahankan untuk menambah tiket Indonesia di pra-Olimpiade dan Olimpiade. Karena kuota masing-masing negara di kejuaraan tersebut hanya 2 orang putra dan 2 orang putri. Namun ada kuota tambahan bagi pemegang peringkat 5 besar dunia di nomor speed, lead, maupun boulder. “Kita enggak bisa singkirkan Aries dan Aspar. Mereka berdua akan masuk jadi tulang punggung timnas karena sudah kuat,” tegas Pris. Saat ini, Aries memegang peringkat 4 dunia di nomor women’s speed, sedangkan Aspar peringkat 8 men’s speed. Untuk itu, Aries dan Aspar akan digenjot mengikuti seri Kejuaraan Dunia pada 2019 agar prestasi mereka semakin bagus. “Jadi selain Aries dan Aspar, nantinya akan ada 8 atlet lain, yang bakal dipilih untuk Pelatnas pra-Olimpiade,” tukas Pria. (Adt)

Picu Motivasi Atlet, Juara Dunia Junior Championships 2018 Leo Rolly/Indah Cahya Diganjar Bonus Total Rp 100 Juta

Djarum Foundation memberikan penghargaan berupa bonus senilai total Rp 180 juta kepada tujuh atlet muda PB Djarum Kudus yang sukses menorehkan prestasi di World Junior Championship 2018, di Markham Pan Am Center, Ontario, Toronto, Kanada. (Adt/NYSN)

Jakarta- Menjadi kampiun pada kejuaraan bulutangkis BWF World Junior Championships (WJC) 2018, di Markham Pan Am Center, Ontario, Toronto, Kanada, pada Minggu (18/11), memberi berkah bagi duet besutan PB Djarum Kudus, Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil. Leo/Indah yang baru sebulan berpasangan itu sukses meraih gelar juara, usai mengalahkan kompatriotnya sekaligus runner-up WJC tahun lalu Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, straight game, dengan skor 21-15, 21-9 (31 menit). Mereka diganjar bonus masing-masing berupa uang tunai senilai Rp 40 juta dan voucher dari Blibli.com, serta tiket.com senilai Rp 10 juta. Sehingga bonus untuk keduanya mencapai total Rp 100 juta. Tak hanya Leo/Indah yang mendapatkan bonus, dobel Rehan/Fadia juga diguyur bonus. Mereka masing-masing mendapatkan bonus uang tunai Rp 20 juta dan voucher blibli serta tiket.com sebesar Rp 5 juta. Dengan demikian, total bonus untuk keduanya mencapai Rp 50 juta. “Kejuaraan Dunia Junior tahun ini luar biasa karena terjadi all Indonesian final. Kedua pasangan atau empat pemain berasal dari PB Djarum Kudus, tapi semua prestasi ini untuk Indonesia,” ujar Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Jakarta Pusat, pada Senin (26/11). “Selamat untuk Leo dan Indah yang telah membuktikan diri mampu menjadi juara. Semoga penghargaan ini menjadi pemicu semangat kalian semua untuk terus meraih prestasi lebih banyak lagi,” lanjutnya. Selain medali emas dan perak di sektor ganda campuran, prestasi juga dicatat atlet PB Djarum Kudus Iainnya. Dobel Fadia/Agatha Imanuella, dan pasangan Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma, meraih medali perunggu di sektor ganda putri. Mereka juga mendapatkan bonus masing-masing berupa 1 unit televisi LED Polytron 50 inchi, ditambah voucher dari blibli.com dan tiket.com senilai Rp 2,5 juta. Bonus penghargaan juga diberikan kepada para pelatih Pelatnas PBSI, yakni Nova Widianto, Amon Santoso, dan Anggun Nugroho. Masing-masing mendapatkan voucher senilai Rp 2,5 juta dari Blibli.com dan tiket.com. Sementara itu, Leo mengaku senang dan bersyukur atas penghargaan yang diberikan Djarum Foundation. “Kami tak menyangka berhasil menjadi juara. Semoga kedepannya kami bisa lebih baik lagi dan meraih prestasi yang lebih besar,” terang Leo, yang diamini koleganya Indah. Sedangkan Gaery Undarsa, Chief Marketing Officer (CMO) & Co-Founder tiket.com, berharap para atlet muda ini terpacu jadi atlet berprestasi hingga ke level senior. “Semoga melalui prestasi yang mereka raih ini bisa memunculkan semangat atlet-atlet muda lainnya untuk ikut mengukir prestasi,” cetus Gaery. Senada, Budi Tjahjono, Event Director Blibli.com, menyatakan atlet-atlet muda harus terus mengasah skill guna meningkatkan prestasi di kejuaraan berikutnya. “Semoga prestasi yang mereka raih menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia lainnya,” tukas Budi. Kembali, Yoppy mengatakan keberhasilan para atlet muda di ajang World Junior Championships ini melengkapi prestasi atlet PB Djarum sepanjang 2018. Penghargaan ini, tambah Yoppy, sekaligus menandai pencapaian rekor pemberian penghargaan atlet PB Djarum berprestasi yang keenam kalinya sepanjang tahun ini. “Diawali Juara Ganda Putra All England 2018 untuk Kevin Sanjaya Sukomuljo, lalu berturut-turut Juara Ganda Campuran Blibli Indonesia Open 2018 Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir, Juara Ganda Putra Blibli Indonesia Open 2018 Kevin Sanjaya Sukomuljo, Juara Ganda Putri Asia Junior Championships (AJC) Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma, Juara Ganda Putra Asian Games 2018 Kevin Sanjaya Sukomuljo, dan saat ini Juara Ganda Campuran World Junior Championships 2018 Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil,” ungkapnya. (Adt)

Tampilkan Kategori Junior, Kejurnas Menembak Antar Provinsi 2018 Jadi Persiapan PON Papua

Tercatat 395 petembak dari 30 Provinsi bersaing untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam event Kejurnas Menembak antar Pengprov 2018 yang berlangsung 24-29 November, di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta. (mediaindonesia.com)

Jakarta- Tercatat 395 petembak dari 30 Provinsi bersaing untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam event Kejurnas Menembak antar Pengprov 2018 yang berlangsung 24-29 November, di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta. Menurut Ketua Komisi Perwasitan Perbakin Henry Oka yang juga menjadi Direktur Kompetisi Kejurnas Menembak, mereka yang menjadi peserta berhak mendapatkan poin yang diperlukan untuk bisa masuk PON 2020, jika tampil maksimal. “Kejurnas tahun ini jadi salah satu ajang pengambilan poin. Tahun depan ada lagi kejuaraan yang bisa jadi babak kualifikasi,” kata Henry, pada Sabtu (24/11). Dijelaskan Henry, karena setiap peserta mewakili provinsi, sudah bisa diperkirakan siapa saja atlet yang akan diturunkan ke PON 2020 di Papua. Ia mengatakan jika Kejurnas antarprovinsi pasti lah diibaratkan seperti PON mini. “Karena perebutan medali demi provinsi masing-masing,” katanya lagi. Adapun nomor yang dipertandingkan di Kejurnas kali ini, ialah 10 m air rifle, 50 m rifle 3 position, 10 m air pistol, 25 m rapid fire postol, dan 50 m pistol untuk kategori putra. Lalu, 10 m air rifle, 50 m rifle 3 position, 10 m air pistol, dan 25 m pistol untuk kategori putri. Kemudian untuk kategori campuran, ada dua nomor, yakni rifle dan pistol. “Kami juga mempertandingkan kategori junior, dengan usia maksimal 18 tahun. Kami bedakan putra dan putri dengan masing-masing nomor 10 air rifle dan 10 m air pistol. Dari 15 nomor itu, ada 10 yang dipertandingkan di olimpiade. Kejurnas ini juga jadi persiapan menuju ajang itu,” kata Henry. Selain merupakan agenda tahunan Pengurus Besar Persatuan Menembak Indonesia (PB. Perbakin), ajang ini diharapkan bisa menjaring petembak berbakat yang kelak menjadi andalan Indonesia di even internasional. Menurut Ketua Bidang Target & Prestasi PB.Perbakin, Silvy Husen, gelaran kali ini jadi sangat strategis karena pada tahun 2019 ada beberapa even penting akan diikuti petembak Indonesia seperti SEA Games dan kualifikasi Olimpiade. “Pada 2019 ada SEA Games di Filipina. Namun Indonesia dan beberapa negara Asean lainnya akan melakukan pertemuan dengan Federasi Menembak Asean dan panitia SEA Games Filipina guna memperjuangkan beberapa nomor agar tampil di SEA Games. Karena yang dipertandingkan justru nomor non olimpiade,” ujar Silvy di Jakarta, kemarin. Pertemuan yang akan berlangsung 29 Nopember mendatang di Filipina itu seperti dikatakan Silvy, juga akan membahas sejumlah cabang olahraga yang diusulkan Indonesia seperti catur dan bridge. Dalam kesempatan itu Silvy juga menjelaskan bila petembak nasional yang membela kontingen Indonesia di Asian Games 2018 lalu juga tampil, seperti Monika Damayanti, Muhammad Naufal Mahardika dan Fathur Gustafian. Kehadiran mereka jelas akan menambah senginya persainga ”Justru petembak daerah berambisi untuk bisa mengalahkan atlet nasional apalagi yang menjadi angota timnas Asian Games 2018 lalu. Motivasi mereka sangat besar, jadi para petembak eks Asian Games jangan menganggap enteng,” papar petembak nasional era 90’an ini. Sekedar informasi, cabang olahraga (cabor) menembak sukses meraih perak di Asian Games 2018 lalu dari nomor running target campuran 10 meter putra, melalui Muhammad Sejahtera Dwi Putra. (Adt)

Lakoni Debut Perdana, Drama Overtime Iringi Kemenangan Scorpio Jakarta Atas GMC Cirebon

Siti Getanamira (23), point guard Scorpio Jakarta, meluapkan ekspresi kegembiraan usai tim-nya meraih kemenangan atas GMC Cirebon, dengan skor 59-57, di GOR Merpati, Denpasar, Bali, pada Senin (26/11). (Srikandi Cup)

Denpasar- Tim pendatang baru Scorpio Jakarta membuktikan diri, bila mereka tak boleh diremehkan di ajang Srikandi Cup Musim 2018/2019. Hal itu dibuktikan pada laga perdana, Senin (26/11) sore, Scorpio berhasil unggul atas GMC Cirebon dengan skor 59-57. Laga kedua tim di Gelanggang Olahraga (GOR) Merpati, Denpasar, Bali itu berlangsung dramatis. GMC Cirebon yang musim ini ditangani pelatih asal Korea Tae Hi Han, sebenarnya tampil spartan dengan karakter permainan khas Negeri Ginseng yang mengandalkan kecepatan serta pertahanan yang ketat di daerah pertahanan lawan. Terbukti GMC mampu memimpin di tiga kuarter awal, masing-masing dengan skor 13-8, 33-22, dan 41-39. Kendati unggul, sesunguhnya laju anak-anak Cirebon mulai terkejar pada kuarter ketiga. Cedera yang dialami kapten tim, Christie Apriyani di pertengahan kuater kedua, menjadi penyebab performa tim asal Kota Udang itu menurun. Akibatnya, pelan namun pasti Scorpio mulai memperkecil margin ketertinggalan atas lawan. Meski GMC masih mampu unggul tipis satu bola di 10 menit berikutnya, namun Scorpio Jakarta mulai ‘panas’ menemukan irama permainan sesungguhnya. Siti Getanamira, point guard Scorpio yang musim lalu menjadi tulang punggung GMC Cirebon, memicu kebangkitan timnya. Puncaknya, pemain bernomor punggung 23 itu melepaskan tembakan tiga angka untuk menyamakan kedudukan 50-50 di sisa waktu 9 detik, hingga memaksa GMC Cirebon mengambil waktu time out. Sayangnya, pemain GMC tak mampu membuat angka tambahan lagi, dan memaksa laga memainkan waktu tambahan selama lima menit. Petaka bagi GMC, sebab dibabak overtime ini, Scorpio akhirnya berhasil menyudahi perlawanan GMC dengan skor 59-57. Usai pertandingan, Siti Getanamira mencatatkan dirinya menjadi pendulang poin terbanyak untuk timnya dengan 13 poin, sedangkan dari GMC, Nikytta Phillipus berhasil mencetak torehan double-double dengan 14 poin dan 15 rebound. “Saya pelatih yang berfilosofi bertahan. Diawal memang anak-anak terlambat panas dan defense mereka tidak terlalu bagus. Justru ketika saya memainkan para pemain lapis kedua mereka sangat menolong dengan defense dan rebound,” ujar Budi Wardoyo, arsitek Scorpio Jakarta usai laga, pada Senin (26/11). “Alasan tak memainkan Siti diawal, Saya tahu kemampuan dia. Secara psikologis juga supaya dia tampil ‘gereget’ melawan eks timnya musim lalu,” lanjutnya. Sementara itu, Siti menegaskan bila pertandingan ini bukan soal pembuktian apa-apa, mungkin dikarenakan game pertama dan tim terlambat panas serta masih penyesuaian. “Tadi saya tampil lepas saja, meski tahun lalu saya bemain bersama mereka,” jelas Siti. Sedangkan, Henki, Asisten Pelatih GMC Cirebon, mengungkapkan cedera Christie dikuarter kedua memang sedikit memberikan pengaruh bagi tim. Sebab, menurutnya, Christie merupakan pemain yang bisa mengangkat moral permainan dilapangan. “Anak-anak sebenarnya bermain bagus dengan ciri khas permainan ala Korea, namun mereka sedikit lengah saat bertahan pada kuarter keempat,” tukas Henki. Selanjutnya, Scorpio akan berhadapan dengan Sahabat Semarang, pada Rabu (28/11), Sedangkan GMC bakal kembali memainkan laga pada Kamis (29/11) melawan Flying Wheel Makassar. (Adt)

Loloskan Tiga Petinju Ke Final, Indonesia Sabet Dua Medali Emas di China

Tim tinju Indonesia akhirnya berhasil menyabet dua medali emas dalam kejuaraan tinju "The Belt and Road China-ASEAN Boxing Championship" di Kota Nanning, Guangxi, China, yang berlangsung pada 24-25 November 2018. (beritabali.com)

Denpasar- Tim tinju Indonesia berhasil menyabet dua medali emas dalam kejuaraan tinju “The Belt and Road China-ASEAN Boxing Championship” di Kota Nanning, Guangxi, China. Mereka bertolak ke Tiongkok atas undangan AIBA (Association Internationale de Boxe Amateur, badan tinju yang menaungi tinju amatir sedunia). Tim Indonesia berjumlah tiga orang yakni Gregorius Gheda Dende (64 kg), Kornelis Kwangu Langu (56 kg), dan Aldriani Beatrix Suguro (51 kg putri), serta pelatih Denisius Agustinus Hitarihun. “Mereka yakni Beatrichx (putri) dan Kornelis, sementara Gheda Dende meraih perak usai kalah dari petinju tuan rumah (Tiongkok),” kata Manajer Tim Tinju Indonesia yang juga Ketua PD Pertina Denpasar, Bali, Made Muliawan Arya di China, pada Senin (26/11). Muliawan Arya yang akrab dipanggil De Gadjah menjelaskan, di pertarungan sebelumnya Beatrichx berhadapan dengan Li Mingyan (China), sedangkan Kornelis bertarung dengan Muhmad Hafisz Bin Ahma (Singapura). Adapun Gheda melawan Ocana Sugar Ray Estroga (Filipina). Semua petinju Indonesia ini yang dikirim ini lolos babak final. Beatrichx menang angka atas Mingyan, Kornelis menang angka atas Hafiz dari Singapura. Sementara Gheda menang angka atas Estroga dari Filipina. “Kami memang targetkan mereka bertanding semaksimal mungkin dan harapannya pulang membawa emas,” ucap De Gadjah yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar. Menurut dia, semua kegiatan tim Indonesia selama di negri tirai bambu itu berjalan lancar. Begitu juga hubungan petinju, pelatih, dan manajer berjalan harmonis. Ini membuat petinju tampil lepas dan maksimal. De Gadjah memimpin tim Indonesia untuk bertarung di ajang kejuaraan tinju “The Belt and Road China-ASEAN Boxing Championship” yang berlangsung pada 24-25 November 2018. (Adt)

Kunci Titel Juara Umum APSKF, Bekal Indonesia ke Kejuaraan Dunia WSKF 2019

Tim Indonesia mampu menjadi juara umum pada Kejuaraan Karate Shitoryu Asia Pasifik (APSKF) ke-15. Mereka menjadi yang terbaik usai mengoleksi 17 medali emas, 12 perak, dan 15 perunggu atau total 44 medali pada pertandingan selama dua hari, Jumat-Sabtu (23-24/11). (sindonews.com)

Jakarta- Tim Indonesia mampu menjadi juara umum pada Kejuaraan Karate Shitoryu Asia Pasifik (APSKF) ke-15. Mereka menjadi yang terbaik usai mengoleksi 17 medali emas, 12 perak, dan 15 perunggu atau total 44 medali pada pertandingan selama dua hari, Jumat-Sabtu (23-24/11). Bahkan, Indonesia mampu mengungguli Jepang yang harus puas di tempat kedua dengan perolehan 16 medali emas, 3 perak, 2 perunggu atau 21 medali. Sementara posisi ketiga event Sithoryu Asia Pasifik Ke-15 itu menjadi milik China Taipei yang mengumpulkan 6 emas, 13 perak, dan 11 perunggu atau total 30 medali. Menurut Ketua Umum PB Shitoryu Indonesia Karate-Do (Shindoka) Iwan Setiawan, kesuksesan tim Merah Putih patut disyukuri. Sebab, selain sukses menjadi penyelenggara, Indonesia juga berhasil meraih prestasi membanggakan, yakni juara umum. Tentunya, itu prestasi yang sangat membanggakan bagi Indonesia. “Saya senang dan bangga dengan perjuangan segenap atlet Indonesia yang mampu dan berhasil meraih Juara umum, yaitu kedudukan teratas dan terhormat di antara 19 negara peserta,” ujar Ketua Umum PB Shindoka Iwan Setiawan, seusai penutupan acara, pada Sabtu (24/11) malam. Dari perolehan medali, terlihat perebutan medali emas dan perak yang cukup ketat antara Indonesia, Jepang, dan China Taipei. Iwan menilai, keberhasilan tim Indonesia tersebut hendaknya bisa menjadi pemacu semangat segenap atlet Indonesia untuk terus berlatih meraih prestasi optimal di kancah internasional. “Maret 2019, Shindoka/tim Indonesia akan mengikuti Kejuaraan Dunia Karate WSKF (World Shitoryu Karate-Do Federation) di Tokyo Budokan-Jepang, yang diikuti sekitar 60 negara anggota WSKF,” tegas Iwan yang baru terpilih sebagai Presiden APSKF. Iwan menyatakan, hasil di APSKF tentu akan menjadi modal berharga bagi kesiapan Indonesia di Kejuaraan Dunia WSKF. Namun, dia tetap menilai perlunya persiapan dan pelatnas lebih lanjut yang lebih intensif, guna meraih medali emas di kancah bergengsi tersebut. Terutama bersaing dengan tim Jepang, yang dipastikan akan tampil dengan kekuatan penuh. Selain perebutan medali, kata Iwan, pihaknya juga berusaha keras bisa meraih kepercayaan pimpinan puncak WSKF untuk menjadi tuan rumah (host) Kejuaraan Dunia Karate Shitoryu (WSKF) di Indonesia. “Tempatnya sebagai paparan /proposal kami akan gunakan Venue Mahaka yang memenuhi kriteria untuk digunakan sebagai lokasi ajang kejuaraan dunia. Selain lokasinya yang tidak jauh dari airport, juga dikelilingi oleh beberapa hotel, mal, dan tempat rekreasi untuk para peserta,” tegas Iwan. (Adt)

60 Atlet Bertanding, 4 Negara Ikut The 4th Indonesian Soft Tennis Championship di Bali

Petenis Indonesia Alexander Elbert Sie, mencoba mengembalikan bola, pada pertandingan final Soft Tenis pada Asian Games 2018, di Jakabaring Sports City. Elbert kembali turun dalam The 4th Indonesian Soft Tennis Championships di Denpasar, Bali, mulai 27 November hingga 2 Desember 2018. (Harnas.co)

Denpasar- Turnamen internasional bertajuk The 4th Indonesian Soft Tennis Championships, bakal berlangsung di Lapangan Tenis KONI Bali Denpasar, 27 November hingga 2 Desember 2018. Sekitar 60 atlet dari empat negara yakni Kanada, India dan Korea Selatan serta Indonesia turut meramaikan kejuaraan ini. “Sampai batas akhir pendaftaran, Sabtu (24/11), selain tuan rumah, baru tiga tim manca negara yaitu Kanada, India dan Korea Selatan yang mengkonfirmasi partisipasinya dalam turnamen ini,” ucap Ketua Panitia Penyelenggara (Panpel) The 4th Indonesian Soft Tennis Championships, Agus Rosadi di Jakarta, Minggu (25/11). “Sebenarnya ada beberapa negara lain yang menyatakan berminat mengikuti turnamen ini karena berlangsung di Pulau Dewata, yang sarat dengan pesona wisata, namun belum memberi informasi jadwal kedatangan. Panpel pun siap bila mereka akhirnya datang juga di Bali,” imbuhnya. Ajang The 4th Indonesia Soft Tennis Championship ini menggelar enam nomor yakni tunggal, ganda dan beregu, di sektor putra maupun putri. Para penyumbang medali bagi kontingen Merah Putih di Asian Games 2018 seperti Elbert Sie, Prima Simpatiaji dan Dwi Rahayu Pitri akan menjadi andalan Indonesia di event ini. “Namun persaingan akan sangat ketat terutama dengan kehadiran wakil Korea Selatan yang tidak saja merupakan kekuatan utama soft tenis Asia, namun juga dunia. Sementara pemain dari India dan Kanada bisa menjadi kuda hitam event ini,” tutur Agus. Bagi atlet tuan rumah, ajang ini menjadi salah satu kesempatan agar terpilih dalam skuat Timnas soft tenis yang mewakili Indonesia, di kancah internasional, terutama pada pesta olahraga antar bangsa Asia Tenggara, SEA Games 2019 di Filipina, akhir tahun depan. “Turnamen ini salah satu tahapan seleksi atlet pembentukan Timnas soft tenis Merah Putih menuju SEA Games 2019. Sebelumnya kami telah memantau penampilan mereka ketika mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Manado, awal bulan ini,” tandas pria yang menjabat venue manager soft tenis Asian Games 2018 di Palembang itu. (Adt)

Gelar Honda DBL Camp 2018, Lima Pelatih Basket Top Australia Latih ‘Student-Athlete’ Terbaik Indonesia

Mulai 28 November - 1 Desember, para campers, sebutan peserta Honda DBL Camp 2018, pemain dan pelatih terbaik dari 30 kota 22 provinsi berkumpul di Surabaya, Jawa Timur, dalam Honda DBL Camp 2018, bersaing menuju Amerika Serikat pada Februari 2019. (DBL)

Surabaya- Gelaran Honda Developmental Basketball League (DBL) 2018 memasuki tahapan puncak. Mulai 28 November – 1 Desember, pemain dan pelatih terbaik dari 30 kota 22 provinsi berkumpul di Surabaya untuk bersaing dalam Honda DBL Camp 2018. Inilah camp basket pelajar terbesar tanah air, sebagai seleksi tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Pemusatan latihan basket pelajar terbesar ini rutin digelar sejak 2008 di Surabaya. Saat itu, masih bernama Indonesia Development Camp yang diselenggarakan atas kerja sama DBL Indonesia bersama NBA. Dilatih langsung oleh Danny Granger, anggota tim NBA All-Star 2009. Sejak 2010, DBL Indonesia bekerjasama dengan World Basketball Academy (WBA) Australia. Dipimpin legenda basket Australia Andrew Vlahov, yang bakal didampingi oleh Shane Froling, CJ Jackson, Mark Heron, dan Makailah Dyer. Kelima pelatih top WBA ini jadi camp coordinator berkolaborasi dengan tim pelatih dari DBL Academy, satu-satunya akademi basket profesional berstandar internasional di Indonesia. Honda DBL Camp merupakan tahap akhir dari penyelenggaraan Honda DBL 2018. Seperti tahun sebelumnya, dari 30 kota 22 provinsi penyelenggaraan Honda DBL, terpilih DBL First Team, yaitu pemain dan pelatih terbaik. Masing-masing berisi lima pemain putra, lima pemain putri, dan dua pelatih. Total 303 student-athlete dan pelatih yang akan mengikuti Honda DBL Camp 2018. Selama empat hari, para campers, sebutan peserta Honda DBL Camp, berlatih dan bersaing. Mereka bekerja keras mengerahkan kemampuan terbaik. Puncaknya, akan dipilih 12 putra, 12 putri, serta empat pelatih sebagai tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Tim elit tersebut akan belajar dan bertanding di Amerika Serikat! “Sudah 10 tahun kami konsisten mengumpulkan pemain muda terpilih dari seluruh Indonesia. Kami cari pemain yang punya kemampuan basket dan fisik terbaik dan berkarakter menjadi tim Honda DBL All-Star 2018. Mereka akan kami terbangkan ke Amerika mengikuti rangkaian program di bulan Februari ,” ungkap Masany Audri, Direktur DBL Indonesia. Melalui Honda DBL Camp, Masany meyakini bahwa jadi wadah penting bagi para student-athlete untuk bisa mengembangkan kemampuan mereka. ”Honda DBL Camp ini adalah sebuah pencapaian, satu langkah lagi mereka menjadi pemain terbaik dari yang terbaik di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (Adt)

Siapkan Atlet Karate Potensial ke Kejuaraan Dunia, Kandaga Sarana Gelar Kejurnas

Kejurnas Karate Perguruan Kandaga Prana 2018 digelar di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada 24-25 November 2018. Sebanyak 317 atlet dari 18 Pengurus Provinsi Kandaga Prana di Indonesia, tampil dalam 60 kelas, dari usia dini hingga senior. (tempo.co)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Perguruan Kandaga Prana menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Perguruan Kandaga Prana, yang berlangsung di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat, 24-25 November. Perguruan Kandaga Prana merupakan salah satu dari 25 perguruan karate di bawah naungan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki). Ketua Dewan Guru Kandaga Prana, Aldrin Tando menyampaikan, agar atlet terus menempa diri. “Karate ini satu-satunya cabang olahraga yang tak tergantung alat, tergantung pada diri sendiri, selamat bertanding, tantangan terbesar anda adalah mengalahkan diri sendiri”, ujar Aldrin di Jakarta, Minggu (25/11). “Tahun 2020 untuk pertama kali karate dipertandingkan di Olimpiade yaitu di Jepang, kami berharap dari ajang ini atlet muda kami meniti karir sebagai atlet karate. Dan bisa bertanding di Olimpiade serta ajang nasional, dan internasional bahkan lainnya,” tutur Rocky Pesik, Ketua Pengurus Provinsi Kandaga Prana DKI. Wakil Ketua Panitia Kejurnas Harison Mocodompis, menyatakan kejuaraan ini diikuti oleh atlet Kandaga Prana dari seluruh Indonesia. “Selama dua hari ini akan bertanding 317 atlet dari 18 Pengurus Provinsi Kandaga Prana di Indonesia, mempertandingkan 60 kelas, dari usia dini hingga senior,” ungkap Harison. Kandaga Prana yang berdiri pada 1971 adalah salah satu dari 20 perguruan pendiri PB Federasi Karatedo Indonesia (Forki). Namun perguruan ini tak berkembang, dan hanya punya 5 pengurus provinsi sebelum pembenahan menejemen pada 2015 oleh Aldrin. Saat ini Kandaga Prana tersebar di 17 provinsi. Selain Kejurnas, juga diselenggarakan tiga event penting, yakni penataran untuk wasit dan guru dalam rangka penyegaran, ujian DAN, oleh Shuseki-Shihan & Direktur Federasi Shotokan Karate-Do International, Manabu Murakami (dan 8) dari Jepang. (Adt)

Festival Sepak Bola U-12 Putra dan U-16 Putri Semarakkan HUT Kota Tangsel, Wali Kota: Temukan Bibit Unggul Sepak Bola Nasional

Festival Sepak Bola Usia (U)-12 Putra dan U-16 Putri yang diikuti 30 tim, dihelat di Stadion Mini Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada 24-25 November 2018. (Riz/NYSN)

Ciputat- Festival Sepak Bola Usia (U)-12 Putra dan U-16 Putri yang diikuti 30 tim, dihelat di Stadion Mini Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada 24-25 November 2018. Festival se-wilayah Kota Tangerang Selatan itu memperebutkan Piala Wali Kota sekaligus rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangerang Selatan Ke-10. Airin Rachmi Diany, Wali Kota Tangerang Selatan, mengatakan Festival Sepak Bola U-12 dan U-16 menjadi wadah untuk mengembangkan potensi bibit muda di bidang olahraga. “Mudah-mudahan dengan event ini kita bisa menemukan bibit-bibit yang unggul untuk persepak bolaan Indonesia,” ujar Airin saat hadir disela-sela Festival Sepak Bola U-12 Putra dan U-16 Putri, di Stadion Mini Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu (25/11). Menurut perempuan kelahiran Banjar, Jawa Barat, 28 Agustus, 42 tahun silam itu, animo peserta usia muda untuk menyemarakkan Festival Sepak Bola U-12 dan U-16 sangat luar biasa. “Kondisi ini sangat membanggakan karena anak-anak bukan hanya dididik di bidang keilmuan dengan menimba ilmu di sekolah, melainkan juga prestasi di bidang olahraga. Inilah bentuk keseimbangan. Kedepan, generasi muda Indonesia akan jauh lebih baik,” lanjut Mojang Parahyangan Bandung pada 1995 itu. Airin menambahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan akan terus mendorong semua potensi yang ada, terutama di bidang olahraga, untuk membentuk generasi muda yang sehat dan tangguh. “Yang paling penting adalah anak-anak bisa memilih apa yang menjadi mimpi dan harapan mereka sebagai bekal di masa depan sebagai atlet nasional yang membela Indonesia nantinya,” tutur alumni Fakultas Hukum Universitas Parahyangan Bandung, Jawa Barat itu. Sementara itu, Entol Wiwi Kartawijaya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Selatan, menyebut dengan festival sepak bola anak usia dini diharapkan terbangun pemain, tim, dan pelatih yang berkarakter. “Festival sepak bola yang merupakan kerjasama dengan Uni Papua ini tidak hanya menciptakan sportifitas, tapi juga membentuk karakter pemain yang tangguh dengan talenta yang menjadi bahan bibit untuk pesepak bola nasional,” tuturnya. Ia menambahkan pihaknya sangat mendukung upaya semua kalangan untuk menyelenggarakan kegiatan yang dapat memicu semangat anak-anak muda untuk mengembangkan potensi diri, khususnya di bidang olahraga. “Kami yakin bibit-bibit muda sangat banyak tersebar terutama di Kota Tangerang Selatan ini, dan tugas kami yakni selalu berusaha untuk memfasilitasi semangat mereka untuk terus meningkatkan skill yang dimiliki,” tukas Kartawijaya. (Adt)

Tuah Tulisan ‘Indonesia’ di Jersey Eibar Bawa Hoki, Kalahkan Real Madrid 3-0

Striker SD Eibar, Sergi Enrich (9) memperlihatkan bagian belakang jerseynya yang bertuliskan 'Indonesia' di punggung bawah, usai mencetak gol ke gawang Real Madrid. Tim arahan Jose Mendilibar itu mampu menggulung juara Liga Champions musim lalu dengan skor 3-0, di Stadion Ipurua, Basque, Spanyol. (en.as.com)

Basque- Kemenangan 3-0 SD Eibar atas Real Madrid diwarnai dengan jersey Eibar bertuliskan ‘Indonesia’ di punggung bawah, ternyata ini alasannya. SD Eibar sukses membuat kejutan pada pekan ke-13 Liga Spanyol, Sabtu (24/11) di Stadion Ipurua, Basque, Spanyol. Menjamu Real Madrid yang meraih dua kemenangan beruntun, SD Eibar tampil perkasa. Buktinya, tim arahan Jose Mendilibar itu mampu menggulung juara Liga Champions musim lalu dengan skor 3-0. Gol kemenangan Eibar dilesatkan oleh Gonzalo Escalante (16′), Sergi Enrich (52′), dan Kike (57′). Ada hal menarik yang terjadi sepanjang laga Eibar vs Real Madrid tersebut. Jersey merah-biru yang dikenakan Eibar memuat tulisan “Indonesia” di bagian punggung bawah. Apa alasannya? Dilansir dari laman resmi klub, Eibar memakai logo kampanye “Football for Peace” dari Yayasan Uni Papua di atas tulisan “Indonesia”. Alasannya, pihak Eibar ingin memberi sorotan lebih untuk kampanye “Football for Peace” (sepak bola untuk perdamaian). Kampanye “Football for Peace” ini diprakarsai oleh Yayasan Uni Papua bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Tujuannya yaitu mewujudkan sepak bola damai, melawan diskriminasi, membangun karakter peri kemanusiaan, jiwa saling menghargai, serta berjiwa satria di antara sesama pemuda Indonesia. Selain itu, Eibar juga menunjukkan perhatian untuk korban bencana alam yang terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. “Setelah bencana alam yang melanda Indonesia musim panas lalu, di mana 2.000 orang tewas akibat tsunami dan gempa bumi, kami ingin memperlihatkan Yayasan Uni Papua,” tulis pernyataan Eibar. Sementara CEO Uni Papua, Harry Widjaja, mengatakan SD Eibar mempersembahkan belakang jersey mereka untuk aksi solidaritas. Melalui situs resminya, Eibar merilis info dan foto jersey ‘Merah Biru’ yang bertuliskan “Football for Peace Indonesia” dari Perkumpulan Sepak Bola Uni Papua Indonesia. Menurut Harry, Football For Peace Indonesia adalah kampanye sepak bola untuk perdamaian yang dilakukan Uni Papua Indonesia sejak 2017. Aksi itu didukung oleh berbagai komunitas sepak bola Tanah Air. “Tujuan Football for Peace adalah menyebarkan benih-benih perdamaian dan kemanusiaan melalui sepak bola,” tukas Harry, pada Sabtu (24/11). Menurut Harry, SD Eibar secara resmi mencantumkan dan menjelaskan tujuan menampilkan Football For Peace Indonesia. Setelah bencana alam yang menimpa Indonesia dan menewaskan 2.000 orang pada beberapa bulan lalu, klub asal Spanyol itu dapat berkenalan dengan Yayasan Uni Papua secara langsung. Asosiasi ini memastikan integrasi dan perkembangan pendidikan anak-anak pada daerah-daerah terdampak bencana dan terbelakang melalui pelatihan sepak bola. Dengan memberikan ruang di belakang jersey pada laga melawan Real Madrid, SD Eibar berharap dapat memberikan sorotan yang lebih luas bagi Yayasan Uni Papua dan program Football for Peace. “Saya berharap melalui ekspose ini akan memberikan dukungan bagi Uni Papua untuk lebih banyak menolong anak-anak di daerah bencana agar mendapatkan kembali kegembiraan dengan bermain sepak bola,” ujar Harry. Selain menggelar festival tahunan pada 22 September, aksi gerakan Football For Peace Indonesia tahun ini juga menggelar kegiatan trauma healing atau program pemulihan trauma bagi anak-anak yang terdampak bencana alam gempa bumi dan tsunami di Lombok (NTB) dan Sulawesi Tengah. Sebelum dikenakan Eibar, tim Liga 3, Persijap Jepara, telah lebih dulu mengkampanyekan “Football for Peace” di jersey mereka. Pada laga babak 64 besar Piala Indonesia 2018 melawan PSIS Semarang, pada Jumat (23/11), Laskar Kalinyamat pun turut memakai jersey berlogo “Football for Peace” di bagian belakang. (Adt)

Sukun Muda Jawa Timur dan Bandung Tectona Kampiun Kejurnas Bola Voli U-17, PBVSI Saring 30 Atlet untuk Kejuaraan Asia 2019

Tim putra Sukun Muda Jawa Timur menjadi kampiun Kejurnas Bola Voli Usia (U)-17 Tahun, usai mengalahkan Elektrik PLN Sulawesi Utara, dengan skor 3-2 (20-25, 25-18, 25-14, 23-25, dan 17-15). di Gelanggang Olahraga (GOR) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (24/11). (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim putra Sukun Muda Jawa Timur dan tim putri Tectona Bandung, sukses menjadi kampiun Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Usia (U)-17 Tahun, di Gelanggang Olahraga (GOR) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (24/11). Kemenangan itu membuat masing-masing tim berhak membawa pulang hadiah uang tunai senilai Rp 10 juta. Memainkan laga final, Sukun Muda mematahkan peforma klub Elektrik PLN Sulawesi Utara, dengan skor 3-2 (20-25, 25-18, 25-14, 23-25, dan 17-15). Indrajaya, juru racik Sukun Muda, mengaku puas dengan performa anak didiknya di pertandingan final ini. Terlebih, ungkapnya, pertandingan kedua tim berjalan ketat dan seru. “Kami akui lawan layak menjadi finalis. Apalagi kekuatan kedua tim sama kuat,” ujar Indrajaya usai tim-nya meraih kemenangan, pada Sabtu (24/11). Diakuinya, salah satu pemain lawan memiliki kemampuan di atas rata-rata, yakni Jordan. Ia menginstruksikan anak didiknya untuk ‘mematikan’ Jordan. “Alhamdulilah anak-anak bisa menjalankan itu. Sebenarnya keunggulan kami itu ada pada tosser dengan postur yang tinggi, sehingga bisa menekan lawan,” lanjut Indrajaya. Sementara itu, Tectona Bandung yang bermaterikan pemain debutan berhasil menyudahi perlawanan Bharata Muda Jakarta dengan skor 3-2 (16-25, 23-25, 25-15, 25-22, dan 15-4). Emiel Sanger, arsitek Tectona Bandung, mengatakan kemenangan anak didiknya itu merupakan sebuah kejutan. “Ini surprise bagi kami selaku pelatih. Karena secara umur mereka masih bisa bermain kembali di Kejurnas U-17 tahun depan. Dan, hampir semua pemain adalah wajah-wajah baru. Tapi, kami bisa menang di Kejurnas tahun ini. Sangat luar biasa,” tegas Emiel. Menurutnya, dengan materi pemain muda dan baru pertama kali mengikuti Kejurnas ini, maka yang dibutuhkan adalah ketenangan untuk bisa memenangi setiap laga. “Secara materi pemain berimbang, tapi kami punya kelebihan di quicker, serta kami bermain cepat pada saat lawan tertekan,” cetusnya. Usai Kejurnas Bola Voli U-17, Pengurus Pusat (PP) PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) bakal menjaring 30 atlet untuk dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Junior Asia pada 2019. “Setelah Kejurnas ini kami akan menjaring 30 atlet yang akan kami persiapkan untuk menghadapi Kejuaraan Junior Asia tahun depan. Kejurnas ini menambah motivasi bagi para atlet muda untuk terus giat berlatih,” terang Denny Hendri Wijaya, Ketua Panitia Pelaksana 2018 Kejurnas Bola Voli U-17 itu. Kembali, Indrajaya menyambut baik keinginan PP PBVSI yang akan menjaring 30 atlet guna menghadapi Kejuaraan Asia. “Sangat bagus karena memotivasi pembina bola voli di daerah untuk terus melakukan pembinaan atlet usia dini. Apalagi atlet-atlet muda potensial justru paling banyak berada di daerah,” tegas Indrajaya. Hal senada dikatakan Emiel. Menurutnya, hal itu akan memotivasi atlet-atlet muda untuk semangat berlatih. “Pembinaan memang harus terus berjalan. Sedangkan bagi kami akan terus melakukan pembinaan, sehingga regerasi atlet voli nasional terus terjaga,” tukas Emiel. (Adt) Hasil Final Kejurnas Bola Voli U-17: Putra Juara I: Sukun Muda Jawa Timur Juara II: Elektrik PLN Sulawesi Utara Juara III: Rajawali Yogyakarta Juara IV: Vobgard Jakarta Putri Juara I: Tectona Bandung Juara II: Bharata Muda Jakarta Juara III: Jenggolo Jawa Timur Juara IV: GMSBS Musi Banyuasin

Terinsiprasi Kadispora Cup di Bali, Giliran NTT Jaring Pebasket Berbakat

Kejuaraan basket tingkat pelajar di Bali Oktober lalu, jadi momentum menemukan pemain berbakat. Mantan pemain Pro Kobatama era 2000-an, Regi Jeffray Nomleni tertarik untuk menemukan bibit dari kota asalnya Kupang, Nusa Teggara Timur (NTT), dengan menggagas event Free Basketball Coaching Clinic “DARI BETA UNTUK TANAH TIMOR 2”. (tribunnews.com)

Jakarta- Basket menjadi olahraga populer di kalangan anak muda Indonesia. Seiring waktu, mempopulerkan olahraga ini terus terjadi di beberapa daerah, seperti yang dilakukan Bali dengan menggelar Kejuaraan basket antar SMA tingkat Nasional putra-putri, bertajuk Kadispora Cup 2018. Kejuaraan basket tingkat pelajar itu jadi momentum menemukan pemain berbakat. Regi Jeffray Nomleni pun kini tertarik menemukan bibit dari kota asalnya, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Eks pemain klub Utama Jogja (tampil di Pra Kobatama di era 2000-an), pun menggagas event free Basketball Coaching Clinic “DARI BETA UNTUK TANAH TIMOR 2 ” di tiga kota di NTT, sebagai lanjutan event yang sama pada Juli silam. “Saya ingin basket di NTT lebih maju dari sebelumnya. Tujuan lainnya mengajak generasi muda di tanah kelahiran saya mencintai olahraga dan menjauhi hal negatif. Jika di sepak bola ada Yabes Roni, mudah-mudahan di basket juga ada calon atlet potensial baik putra dan putri seperti dia,” kata Regi dalam rilisnya. Kegiatan pelatihan yang diikuti pelajar ini akan digelar di tiga kota di NTT. Pelatihan bola basket ini diberikan secara gratis dan akan dilaksanakan di Kupang, Soe dan Kefa. (Kupang, 1-2 Dec 2018 pk. 14.00-21.00; Kefa, 4 Dec 2018 pk. 15.00-20.00; Soe, 6 Dec 2018 pk. 15.00-20.00). Soal keterbatasan prasarana, pelatih privat khususnya bagi anak-anak usia dini, tim kampus BSI, Klub AirOne Basketball, dan salah satu perusahaan minyak asing British Petroleum, ini mengaku tak risau. Yang terpenting, kata dia, kaum muda NTT gemar berolahraga salah satunya lewat basket. Meski demikian, defense_id, produsen t-shirt bertema basket yang digemari anak anak muda di ibukota, aktif mendukung. Juga Intiland, Tbk memberi dukungan penuh untuk kegiatan ini dengan menyediakan 30 bola size 5 dan 30 tas yang nantinya akan di berikan kepada beberapa peserta terbaik. Pria kelahiran Kupang, 10 Januari 1978 memiliki kerinduan agar basket di NTT dibina sejak usia dini tak hanya mengajarkan skill semata, tetapi juga membentuk karakter mereka menjadi pribadi yang tak mudah menyerah dan memiliki attitude yang baik. Sejak informasi mengenai kegiatan ini disampaikan melalui sosial media (Facebook dan Instagram), sudah lebih dari 200 peserta mendaftarkan diri. Bahkan untuk Chapter Kota Kupang, pendaftaran sudah ditutup mengingat kuota yang disediakan cukup terbatas. “Tak ada yang tak mungkin untuk membangun basket di NTT. Yang penting, mau mencoba dan berusaha. Meski kami hanya didukung beberapa donatur saja, itu tak menyurutkan mimpi, membangkitkan basket di tanah kelahiran saya,” pungkas suami dari Tirza Halapiry dan salah satu pelatih di program Junior NBA ini. (Adt) Jadwal Free Basketball Coaching Clinic “Dari Beta Untuk Tanah Timor 2” KUPANG (GOR Pitoby Sport Centre) Kategori TK dan SD Minggu, 2 Dec 2018 pk. 15.30 – 17.30 Kategori SMP/SMA Sabtu, 1 Dec 2018 pk 14.00 – 19.00 Kategori Mhs/Umum Sabtu, 1 Dec 2018 pk 19.00 – 21.30 KEFA Kategori TK dan SD Selasa, 4 Dec 2018 pk. 15.00 -16.30 Kategori SMP/SMA Selasa, 4 Dec 2018 pk. 16.30 – 19.00 Kategori Mhs/Umum Sabtu, 1 Dec 2018 pk 19.00 – 21.30 SOE Kategori TK dan SD Selasa, 4 Dec 2018 pk. 15.00 -16.30 Kategori SMP/SMA Selasa, 4 Dec 2018 pk. 16.30 – 19.00 Kategori Mhs/Umum Sabtu, 1 Dec 2018 pk 19.00 – 21.30

Indonesia Targetkan Juara Umum 15th APSKF 2018 Dan Incar Posisi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia

Tim Kata beregu putra Indonesia yang terdiri dari Erlando Stefano, Muhammad Wisnu Hidayat dan Chogun Miyagi, meraih emas di hari pertama ajang 15 Asia Pasific Shitoryu Karate-do Federation (APSKF) 2018 yang digelar di Britama Arena, 23-24 November 2018. (tribunnews.com)

Jakarta- Indonesia menargetkan juara umum ajang 15 Asia Pasific Shitoryu Karate-do Federation (APSKF) 2018 yang digelar, 23-24 November 2018 di Britama Arena, Mahaka Square, Kelapa Gading Jakarta. Ketua umum Shitoryu Indonesia Karate-do (Shindoka), Iwan Setiawan, pada Jumat (24/11) di Jakarta menyatakan, sebagai tuan rumah Indonesia membidik gelar juara umum. “Kita pernah menempati peringkat kedua. Kali ini kita yakin juara umum. Apalagi Jepang tak menurunkan tim kata yang utama,” terang Iwan. Iwan yang juga presiden Asia Pasifik Shitoryu Karate Federation (ASKF), berharap setelah sukses menggelar APSKF 2018 Indonesia bisa menjadi tuan rumah kejuaraan dunia. “Melalui ajang ini kita yakinkan Presiden World Shitoryu Karate Federation, bahwa Indonesia layak menjadi tuan rumah kejuaraan dunia. Tahun depan kejuaraan dunia Shitoryu akan digelar di Tokyo, Jepang, dan diikuti sekitar 70 negara. Kita akan meninjau kesana. Kita yakin bisa menggelar kejuaraan dunia,” lanjutnya. 15th APSKF 2018 diikuti oleh 459 peserta dari 19 negara. Sebagai tuan rumah, Indonesia menurunkan 56 atlet putra dan putri. Ajang ini juga untuk memberi kesempatan tampil bagi atlet usia dini, pemula, kadet dan junior. Ajang ini juga mempertandingkan kelas senior dan Veteran. Sekjen PB.FORKI Lumban Sianipar usai acara pembukaan menyatakan sangat gembira dengan kejuaraan ini. “Saya sangat senang dengan ajang ini. Kita berharap Indonesia mampu merebut gelar juara disini”. “Kita tengah mempersiapkan tim untuk pelatnas. Baik itu untuk SEA Games 2019 dan Olimpic 2020. Makin banyak kejuaraan, tentu kita bisa lihat lebih banyak calon atlet yang akan masuk Pelatnas,” terangnya. Selain Lumban, sejumlah pejabat yang hadir dalam acara pembukaan antara lain, Presiden World Shitoryu Karate Federation Sensei Iwata Genzo, Grand Master Soke Ken Yu Mabuni, dan Senior Advisor Shindoka Sensei Rusmanhadi. Di hari pertama laga, Indonesia meraih dua medali emas nomor bergengsi, dari Kata Beregu Putra dan Putri. Kata beregu putra yang terdiri dari Erlando Stefano, Muhammad Wisnu Hidayat dan Chogun Miyagi, di partai final menang 5-0 atas tim Srilanka. Sedangkan kata beregu Putri yang terdiri dari Navita Azzahra, Marzella Sekar Damayanti, Cintya Auraria, merebut emas usai unggul 4-1, dari Kata Beregu Hong Kong. (Adt)

Tampil Superior, Tectona Bandung dan Vobgard Jakarta Melenggang ke Semifinal Kejurnas Bola Voli U-17

Tim putri Tectona Bandung (hijau/kanan) lolos ke semifinal Kejurnas Bola Voli U-17 usai mengalahkan Yuso Sleman dengan skor 3-0 (25-21, 25-19, 25-17), di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/11). (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim putri Tectona Bandung dan tim putra Vobgard Jakarta, tampil superior pada laga perempat final Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Usia (U)-17 Tahun, pada Jumat (23/11). Bertanding di Gelanggang Olahraga (GOR) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Tectona tanpa kesulitan membungkam Yuso Sleman dengan skor 3-0 (25-21, 25-19, 25-17). Emiel Sanger, Arsitek Tectona Bandung, mengatakan kemampuan anak didiknya sedikit di atas lawan. “Jadi memang secara recieve maupun spike kami lebih unggul dibandingkan lawan. Apalagi block lawan juga kurang rapat, sehingga saya biarkan anak-anak main secara terbuka di pertandingan tadi,” ujar Emiel usai laga, pada Jumat (23/11). Diakui Emiel, pihaknya belum menerapkan strategi khusus pada pertandingan kontra Yuso. “Kami tidak ada strategi khusus untuk pertandingan tadi. Yang kami lakukan ada melakukan bongkar pasang pemain. Jadi siapa yang siap dan tidak siap untuk dimainkan pada semifinal nanti,” lanjutnya. “Selain untuk menghemat fisik dan tenaga mereka menghadapi laga selanjutnya,” tambahnya. Memainkan laga semifinal, Emiel meminta anak didiknya bermain tenang. “Jangan sampai mainnya terburu-buru, dan benar-benar konsentrasi ke pertandingan,” tegas Emiel. Sementara itu, Vobgard menghentikan kekuatan Borneo Kalimantan Timur, dengan skor 3-0 (25-18, 25-20, 25-21). Ikhsan Pascal, arsitek Vobgard Jakarta, mengapresiasi anak didiknya yang bermain gemilang di pertandingan ini. “Kekhawatiran kami soal fisik tak terbukti di pertandingan hari ini. Mereka sangat fight menghadapi Borneo,” cetus Ikhsan. Bermain di semifinal, Ikhsan tak ingin anak didiknya itu menganggap remeh lawan. Menurutnya, semua tim yang melaju ke semifinal merupakan tim-tim terbaik. “Pertandingan selanjutnya pasti akan sulit, karena tim yang lolos semifinal adalah tim kuat dan terbaik. Apalagi kami juga belum tahu kekuatan lawan yang kami hadapi nanti. Sehingga kami belum bisa menyusun strategi guna menghadapi semifinal pada sore (Jumat, 23/11) nanti,” jelas Ikhsan. (Adt)

Lolos ke Final Sirkuit Nasional Premier Jawa Timur U-17, Tunggal PB Djarum Akui Lampaui Target

Mochamad Fajar Ardi Pradana lolos ke final usai menyingkirkan rekan satu klubnya PB Djarum Kudus, Kana Luthfan Naufal, di semifinal, pada Jumat (23/11), rubber game, dengan skor 26-28, 21-15 dan 21-16. Ia berharap meraih gelar juara di Sirnas Premier Jawa Timur Open 2018. (kompas.com)

Surabaya- Mochamad Fajar Ardi Pradana, pebulutangkis tunggal remaja putra, besutan PB Djarum Kudus sukses melangkah ke partai final Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jawa Timur Open 2018. Melakoni semifinal, pada Jumat (23/11), Fajar sapaannya, yang menempati unggulan dua, menaklukan rekan satu klubnya Kana Luthfan Naufal (5), dalam drama pertarungan melelahkan tiga gim selama 69 menit, dengan skor 26-28, 21-15, 21-16, di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudirman, Surabaya, Jawa Timur. Sukses melenggang ke partai puncak, diakui pemuda yang bercita-cita menjadi polisi ini, sudah melampaui target yang dibidiknya. Ia berharap bisa membawa pulang gelar juara di ajang kejuaraan bulutangkis paling bergengsi di Tanah Air itu. Keinginan pemuda kelahiran Banyumas, 7 Maret 2002 ini bukan tanpa alasan. Sebab, perjuangannya selama 2018 ini kerap berakhir dengan posisi runner-up, yakni di Sirnas Riau Open 2018, dan Sirnas Sulawesi Selatan Open 2018. “Sudah melampaui target. Semoga saja di final nanti hasilnya bagus, karena 2018 ini belum pernah juara,” ujar Fajar usai laga, dikutip situs resmi PB Djarum, pada Jumat (23/11). Di partai utama, pada Sabtu (24/11), Fajar akan meladeni perlawanan wakil PB Jaya Raya Jakarta Yohanes Saut Marcelino (7) yang lolos ke final usai memulangkan wakil PB Djarum Kudus Muh. Asqar Harianto (3), rubber game, dengan skor 21-13, 13-21, 21-18, dalam tempo 69 menit. Ini menjadi pertemuan pertama Fajar dengan Yohanes. Fajar mengaku buta dengan kekuatan lawan. “Kawan-kawan yang pernah melawan Yohanes bilang kalau dia kuat tenaganya dan ulet. Harus mau capek serta optimis dipertandingan nanti,” pungkasnya. (Adt)

Indonesia Rebut 10 Medali Emas di Belgia, Siswi SMPN 1 Palasah Majalengka Jawara Kata Perorangan Putri U-14

Siswi SMPN 1 Palasah, Kabupaten Majalengka, Jabar, Lala Diah Pitaloka, meraih juara nomor kata perorangan putri usia (U)-14 tahun pada kejuaraan karate bertajuk ‘3rd Edition International Karate Open of the Province of Liege, di Kota Herstal, Provinsi Liege, Belgia, pada 17-18 November, pekan lalu. (Istimewa)

Liege- Kontingen atlet karate pelajar Indonesia sukses meraih 10 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu pada kejuaraan karate bertajuk ‘3rd Edition International Karate Open of the Province of Liege’, di Kota Herstal, Provinsi Liege, Belgia, pada 17-18 November, pekan lalu. Hasil itu menempatkan Indonesia berada diposisi empat setelah tuan rumah Belgia (24 emas, 27 perak, 56 perunggu), Belanda (12 emas, 9 perak, 17 perunggu), dan Perancis (10 emas, 9 perak, 12 perunggu). Di event itu, skuat Garuda Muda mengirimkan 18 atlet pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Salah satu medali emas Merah Putih disumbang Lala Diah Pitaloka, di nomor kata perorangan putri usia (U)-14 tahun. Prestasi gemilang siswi SMPN 1 Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar)itu, melengkapi prestasi yang pernah diraihnya di ajang International Banzai Cup Open Karate Championship 2015, di Jerman. Selain kategori putri, Indonesia melalui Christpher Edbert Setiabudi juga berhasil membawa pulang medali emas di kata perorangan putra U-14. Dan, Komang Sastrawan menambah koleksi medali emas, usai meraih gelar juara di nomor kumite putra U-14. Sedangkan di tingkat SD, Nandana Putra Purnaman menjadi kampiun di nomor kata perorangan dan kumite U-12 putra. Diikuti Erine Brythania Auroro yang tampil superior di nomor kata perorangan putri U-12. Sedangkan di tingkat SMA, medali emas disumbang Paramitha Nur Dea Pujiastuti di nomor kata putri U-21, Muhammad Rizaldi di nomor kata putra U-21, Maslikhah Surani di nomor kumite putri U-18 di kelas -48kg, dan Rizal Eka kumite putra U-18 di kelas -68kg. Yuri O. Thamrin, Duta Besar RI di Belgia, mengaku bangga atas prestasi pelajar Indonesia yang berlaga di ajang 3rd Edition International Karate Open of the Province of Liege ini. “Kami berharap para pelajar Indonesia sukses pada event berikutnya,” ujar Yuri seperti dikutip antaranews, pada Jumat (23/11). Sementara itu, Ade Indra Setiadi, pelatih yang menangani tim SMP, menilai perjuangan atlet pelajar Indonesia sangat berat. Selain harus menghadapi lawan yang memiliki postur tinggi besar, menurutnya, anak didiknya juga dihadapkan persoalan suhu yang dingin di Belgia. “Suhu di Hall Herstal Sportive tempat bertanding antara tiga sampai enam derajat. Tapi dengan semangat juang yang tinggi, para atlet dapat bertanding dengan maksimal. Sehingga mereka berhasil mengibarkan bendera Merah Putih,” jelas Ade. (Adt)

Kejurnas Panjat Tebing 2018 Siap Digelar di Solo, FPTI Yakini Persaingan Bakal Ketat dan Seru

Venue di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, siap digunakan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) XVII Panjat Tebing 2018, yang mulai berlangsung pada 27 November-2 Desember 2018. (Dok. Humas FPTI)

Solo- Event nasional panjat tebing tertinggi di Tanah Air, yakni Kejuaraan Nasional (Kejurnas) XVII Panjat Tebing 2018 siap dihelat di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, pada 27 November – 2 Desember 2018. Pristiawan Buntoro, Wakil Ketua II Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), mengatakan Kejurnas kali ini siap digelar meskipun harus memindahkan lokasi penyelenggaraan. “Awalnya diselenggarakan di Sulawesi Tengah. Namun, karena ada bencana gempa bumi dan tsunami, jadi venue kejuaraan kami pindahkan ke Solo,” ujar Pristiawan, seperti keterangan yang diterima nysnmedia, pada Kamis (22/11). Dalam kondisi tertentu seperti saat ini, penyelenggaraan akan diambil alih oleh PP FPTI. Ia melanjutkan bila pemindahan venue merupakan hal lumrah karena secara berkala, selalu dilakukan review mengenai kesiapan daerah yang bersangkutan. Dan, Solo dipilih, menurut Pristiawan, karena dinilai memiliki venue yang layak untuk penyelenggaraan kejurnas. “Kejurnas ini akan menggelar 18 nomor lomba,” terangnya. Adapun 18 nomor yang dipertandingkan yakni lead perorangan putra (pa), lead perorangan putri (pi), lead tim (pa), lead tim (pi), speed world record (WR) perorangan (pa), speed WR perorangan (pi), speed WR tim relay (pa), speed WR relay (pi). Lalu, boulder perorangan (pa), boulder perorangan (pi), speed klasik perorangan (pa), speed klasik perorangan (pi), speed track perorangan (pa), speed track perorangan (pi), combined perorangan (pa), dan combined perorangan (pi). Pristiawan menambahkan Kejurnas ini akan berlangsung ketat. “Atlet top juga akan turun termasuk atlet nasional yang mewakili Indonesia di Asian Games 2018. Mereka akan mewakili daerah mereka masing-masing,” ungkapnya. Bahkan, Pristiawan optimistis Kejurnas ini menyajikan kompetisi yang ketat dan seru. Sebagai event tertinggi nasional dan bergengsi, tiap daerah diharapkan mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Sementara itu, Her Suprabu, Ketua Umum FPTI Solo, menyebut sebagai tuan rumah, FPTI Solo siap menjamin kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan Kejurnas ini. “Untuk venue, kami sudah siap, dan lokasi sekarang lebih luas. Rekomendasi dari PP FPTI juga kami penuhi agar penyelenggaraan sukses,” cetusnya. Disisi lain, terang Suprabu, FPTI Solo juga akan memberikan sentuhan khas Solo dalam pelaksanaan. Dalam Kejurnas itu akan ada bazar makanan, cenderamata, dan oleh-oleh khas Solo. “Dari sisi atlet, ada tiga atlet Solo yang akan ikut serta, salah satunya Alfian M Fajri. Alfian ini merupakan atlet nasional. Kami harapkan dia dan atlet lainnya bisa memberikan prestasi yang terbaik,” tukas Suprabu. (Adt)

Libas Mitra Utama Jawa Timur 3-0, Vobgard Jakarta Kunci Predikat Juara Pool Kejurnas Bola Voli U-17

Tim putra Vobgard Jakarta (kanan) membukukan kemenangan ketiga pada laga penyisihan grup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Usia (U)-17 Tahun. Melakoni laga di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/11), anak didik Ikhsan Pascal itu melibas Mitra Utama Jawa Timur dengan skor 3-0. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim putra Vobgard Jakarta membukukan kemenangan ketiga pada penyisihan grup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Usia (U)-17 Tahun. Melakoni laga di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/11), anak didik Ikhsan Pascal itu melibas Mitra Utama Jawa Timur dengan skor 3-0. Pada set awal pertandingan berjalan seru, silih berganti serangan demi serangan dilancarkan kedua tim. Namun, Vobgard lebih siap dalam mengantisipasi kekuatan lawan. Hasilnya, set pertama berakhir dengan skor 25-21. Tak ingin mengulang kesalahan, Mitra Utama berusaha bangkit di set kedua. Bahkan smash keras dan tajam yang dilancarkan para pemain wakil Jawa Timur itu memundi angka. Namun, hal itu belum cukup untuk menghentikan perlawanan Vobgard. Tampil tenang serta percaya diri dalam mengeksekusi bola membuat wakil ibukota itu kembali membukukan kemenangan di set kedua dengan skor 25-20. Kembali Vobgard menunjukkan kelasnya sebagai tim juara bertahan. Memainkan set ketiga, Vobgard terus memimpin perolehan angka. Mitra Utama berusaha memangkas angka dengan lawan. Namun, kerja keras mereka belum membuahkan hasil. Vobgard justru mengunci kemenangan di set ini, dengan skor 25-23. Dengan hasil tiga kali menang atas Mitra Utama, dan sebelumnya dengan tim Maluku (Selasa, 20/11), serta tim Perkasa (Rabu, 21/11), otomatis Vobgard berhak menyandang predikat juara pool. Usai laga, Ikhsan mengaku senang tim-nya sukses meraih kemenangan ketiga pada laga penyisihan. Kendati demikian, ia menilai kondisi fisik anak didiknya itu menurun dibanding dua penampilan sebelumnya. “Alhamdulillah anak-ank bermain dengan baik di pertandingan tadi. Tapi memang kondisi fisik anak-anak tidak bisa dibohongi. Penampilan mereka menurun dibanding laga sebelumnya,” ujar Ikhsan. “Kami mampu menjadi juara pool, tapi tak otomatis kami mudah menghadapi laga berikutnya di fase gugur. Banyak yang harus diperbaiki. Semua tim yang lolos ke fase gugur pasti telah mempersiapkan diri dengan baik. Dengan sisa waktu yang ada akan kami manfaatkan sebaik-baiknua untuk recovery fisik,” terangnya. Ikhsan menambahkan pendeknya waktu persiapan menghadapi Kejurnas Bola Voli U-17 ini menjadi bahan evaluasia bagi tim pelatih. Bahkan, ia mengungkapkan kerap melakukan bongkar pasang tim inti hingga mengatur strategi jitu demi memaksimalkan performa anak asuhnya itu. “Karena mereka pelajar, sehingga fokus dan konsentrasinya terbagi antara sekolah dan pertandingan. Berbeda dengan atlet profesional yang fokus bertanding. Mungkin ini salah satu kendala yang kami hadapi, namun kami tidak ingin hal itu sebagai alasan. Semoga kami bisa tetap tampil baik hingga final nanti,” tukas Ikhsan. Kejurnas Bola Voli U-17 adalah ajang kejuaraan yang digagas Ikatan Atlet Voli Indonesia (IAVI) dan mendapatkan dukungan dari PB (Pengurus Besar) PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) serta Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga). Bahkan, Kejurnas Bola Voli U-17 sudah masuk dalam kalender resmi PBVSI dalam rangka pembinaan usia dini. Tahun ini merupakan edisi keempat yang sudah berlangsung sejak 2015. Sebelumnya event ini dihelat di Malang, Jawa Timur (2015, 2016), dan Yogyakarta (2017). Kali ini, Jakarta mendapat kehormatan sebagai tuan rumah. Ajang ini mengikutsertakan 16 tim putra dan 16 tim putri. Tak hanya dari Jawa, peserta juga muncul dari berbagai wilayah Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Tujuan utamanya adalah mencari atlet muda berbakat yang tersebar di seluruh Indonesia sekaligus mengukur pembinaan yang telah dilakukan di level klub. (Adt)

Shindoka Gelar Seminar Kata dan Kejuaraan Junior-Senior, Pada APSKF ke-15 di Kelapa Gading

Ketua Perguruan Shindoka Sumut, Zulkarnain (paling kiri), bersama kelima atlet binaanya, yang akan memperkuat Indonesia di Asia Pasific Shitoryu Karate Federation (APSKF) 2018 pada 22-24 November 2018, di Mahaka Mall Sport, Kelapa Gading, Jakarta. (tribunnews)

Jakarta- Perguruan Shitoryu Indonesia Karate-Do (Shindoka) menggelar seminar nomor kata dan Kejuaraan APSKF 2018, dalam rangkaian acara Asia Pacific Shitoryu Karate Federation (APSKF) ke-15 di Britama Arena Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta, 21-24 November. Tak tanggung-tanggung seminar kata yang digelar pada hari pertama perhelatam APSKF Ke-15, Rabu (21/11), itu dipimpin Direktur Teknik APSKF Sensei Kyoshi Sakamoto, pemilik Dan 8 Shitoryu. “Ini program penyeragaman kata. Khususnya nomor kata pappuren,” ujar Ketua Umum PB Shindoka Iwan Setiawan di sela-sela seminar kata. Seminar kata diikuti lebih dari 70 karateka dari 16 negara. Yang menarik, event seminar ini juga dihadiri para petinggi Shitoryu. Di antaranya Guru Besar Sithoryu Soke Ken Yu Mabuni, Presiden WSKF Genzo Iwata, dan Presiden APSKF Sensei George Tan. Menurut Iwan, setiap perhelatan APSKF, panitia selalu menggelar seminar kata seperti itu. Ini penting agar para karateka shitoryu di seluruh dunia, mampu memahami perkembangan teknik kata mereka. “Kebetulan di event APSKF ke-15 ini, kami menggelar seminar nomor kata pappuren, termasuk Bunkainya. Kami berharap karateka shitoryu di seluruh dunia bisa mempelajari nomor kata ini dengan baik,” ujar Iwan. Setelah seminar kata, pada hari yang sama Shindoka juga menggelar Referee & Coaches Clinic, di Ballroom Hotel Santika, Kelapa Gading. Termasuk pula ujian wasit juri. Sementara perhelatan Kejuaraan APSKF Ke-15 akan dilangsungkan pada 23-24 November, di Mahaka Mall Sport, Kelapa Gading, Jakarta. PB Shindoka mengikutsertakan lima karateka Shindoka Sumut memperkuat Tim Karate Shindoka Indonesia. Kejuaraan karate khusus Shitoryu tingkat Asia Pasifik ini tercatat akan diikuti 14 negara, termasuk Jepang, yang turun di semua kelas dan kategori, serta memilih Indonesia sebagai tuan rumah tahun ini. Kelima atlet Sumut itu yakni M. Dhijey Lexie (pra pemula 10-11 tahun), Azizul Akbar Lubis (kategori pemula 12-13 tahun), Ruth Meilani Hutabarat (pemula 12-13 tahun), Nicky Dwi Oktari (senior 18 tahun) dan Nur Intan (senior 18 tahun) Kelima atlet terbaik Shindoka itu didampingi pelatih Zeffry Nico Budiman ST, Ichwan Helmi Nasution SH, dan Fachri, serta turut mengirimkan seorang wasit Bambang Eko Prastiyo. “Kami dari Perguruan Shindoka Sumut merasa berbangga, sebab ini menunjukkan pembinaan yang sudah dilakukan dalam kurun tiga tahun terakhir ini mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan,” ungkap Ketua Perguruan Shindoka Sumut, Zulkarnain, pada Rabu (21/11). Dijelaskannya, kelima karateka yang dikirim tersebut merupakan atlet yang meraih juara dalam Kejurnas Shindoka beberapa waktu lalu dan dipilih berdasarkan perkembangan prestasi yang dipantau sebelumnya. “Perguruan Shindoka juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak yang ikut memberikan dukungan bagi perkembangan Shindoka di Sumut termasuk FORKI Medan dan Sumut,” tegasnya. Zulkarnain juga menyampaikan, karateka putri terbaik binaanya, Nicky Dwi Oktari, setelah mengikuti APSKF ini juga langsung akan dipersiapkan PB FORKI untuk mengikuti seri kejuaraan dunia karate APSKF, di Cina, pada Desember mendatang. (Adt)