Drama Final dan Lahirnya Juara Baru Hiasi Seri Puncak MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya & Yogyakarta

Para champion dan runner-up MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya Seri 1 2026 - 2027 KU 10 dan KU 12 merayakan kemenangan di podium usai pertandingan final di Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (20/9).

JAKARTA & YOGYAKARTA, – Panggung sepak bola putri usia dini kembali membara! Turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Raya dan Yogyakarta Seri 1 2026 – 2027 resmi menyelesaikan partai puncaknya pada Minggu (20/9). Gelaran yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini menghadirkan aksi-aksi memukau, drama adu penalti, hingga lahirnya deretan juara baru. Di Jakarta Raya, kejutan manis tercipta saat SDN Gedong 03 berhasil menisbatkan diri sebagai jawara di Kategori Usia (KU) 10, sementara SDN Cipayung 02 sukses mengamankan podium tertinggi di KU 12. Sementara itu, persaingan di regional Yogyakarta tak kalah sengit; SD Tarakanita Bumijo I keluar sebagai juara anyar KU 10, sedangkan SD Muhammadiyah Sapen membuktikan dominasinya dengan kembali merengkuh gelar juara di KU 12. Sengit dan Dramatis di Jakarta Raya Partai final KU 10 MLSC Jakarta Raya menyajikan dominasi mutlak SDN Gedong 03 yang mengandaskan perlawanan UPTD SDN Mampang 1 dengan skor telak 3-0. Penyerang andalan mereka, Keenar, tampil gemilang lewat torehan brace cepat di babak pertama (menit ke-10 via penalti dan menit ke-15). Neha Rayadinata kemudian melengkapi kemenangan SDN Gedong 03 di babak kedua memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan. Tensi panas dan penuh drama tersaji pada laga final KU 12. SDN Cipayung 02 sempat memimpin cepat lewat gol Keisha Rizky Ramadani di menit ke-3. Namun, SDN Kebayoran Lama Selatan 19 melakukan comeback kilat lewat gol Maura Jihan Athifa (6’) dan Alesha Kaysha Salsabila (7’) yang menutup babak pertama dengan skor 2-1. Pantang menyerah, Gildas Syauqillah menjadi pahlawan bagi SDN Cipayung 02. Ia menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit ke-19 lewat sepakan terukur. Skor imbang bertahan hingga peluit panjang, memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti. Empat penendang SDN Cipayung 02 sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gildas yang maju sebagai eksekutor penentu memastikan kemenangan timnya dengan skor akhir 4-2. “Di babak pertama kami agak ragu karena lawannya banyak yang jago. Tapi pelatih meminta kami tetap semangat sampai akhir pertandingan dan akhirnya kami bisa menjadi juara karena kerja sama tim,” ujar Gildas, yang juga menyabet gelar Top Scorer KU 12 MLSC Jakarta Raya. Aksi Memukau dan Dominasi Yogyakarta Bergeser ke Yogyakarta, SD Tarakanita Bumijo I tampil perkasa di kategori KU 10. Sang striker andalan, Alisya Natalia Bandari, tampil meledak dengan memborong tiga gol (hattrick) pada menit ke-5, 24, dan 29, sekaligus menyegel kemenangan 3-1 atas SD Muhammadiyah Sapen. Alisya pun mengukuhkan dirinya sebagai pencetak gol tersubur dengan total 36 gol sepanjang turnamen! Meski gagal di KU 10, SD Muhammadiyah Sapen tidak membiarkan trofi KU 12 lepas. Lewat laga ketat melawan SD Kalasan 1, gol tunggal Ralin Adiba Fitria Sanjaya di menit ke-17 menjadi pembeda sekaligus mengunci gelar juara bertahan bagi timnya. Antusiasme Tinggi dan Fondasi Menuju Piala Dunia 2035 Edisi kali ini diikuti oleh ribuan talenta muda. Di Jakarta Raya, tercatat ada 1.928 atlet dari 111 SD/MI (176 tim), sedangkan Yogyakarta melibatkan 1.294 atlet dari 76 SD/MI (123 tim). Tak ketinggalan, ajang ini juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8 yang diikuti puluhan siswi usia dini. Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Welly Arisanto, mengapresiasi tinggi besarnya dukungan para orang tua dan sekolah yang kian membentuk ekosistem sepak bola putri Tanah Air. “Dukungan orang tua sangat luar biasa di setiap seri dan penting sekali untuk mental pemain. Kualitas permainan terus berkembang dan ekosistem sepak bola putri semakin terbentuk,” ungkap Welly. Senada dengan hal tersebut, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, menilai teknik dasar, kepercayaan diri, hingga pemahaman taktik para peserta melompat signifikan. “Teknik dasar mereka semakin baik, passing terarah, dan mereka mulai mengerti cara bermain sebagai tim. Jika kompetisi berkelanjutan seperti ini terus berjalan, target membawa Timnas Sepak Bola Putri Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2035 bukan hal yang mustahil,” tegas mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut. DAFTAR PEMENANG MLSC SERI 1 2026 – 2027 REGIONAL JAKARTA RAYA Kategori Usia 10 (KU 10) Champion: SDN Gedong 03 Runner-up: UPTD SDN Mampang 1 Top Scorer: Keenar Inara Alfiyah (SDN Gedong 03 – 28 Gol) Best Player: Valencia Ashalyna Prayoga (SDN Gedong 10 Pagi) Best Goalkeeper: Arsyila Wahyu Qiana (SDN Gedong 03) Fairplay Team: SDN Lenteng Agung 09 Kategori Usia 12 (KU 12) Champion: SDN Cipayung 02 Runner-up: SDN Kebayoran Lama Selatan 19 Top Scorer: Gildas Syauqillah (SDN Cipayung 02 – 14 Gol) Best Player: Maura Jihan Athifa (SDN Kebayoran Lama Selatan 19) Best Goalkeeper: Khanza Aqila Salsabila (SDN Kebayoran Lama Utara 13) Fairplay Team: SDN Cipinang Muara 19 REGIONAL YOGYAKARTA Kategori Usia 10 (KU 10) Champion: SD Tarakanita Bumijo I Runner-up: SD Muhammadiyah Sapen Top Scorer: Alisya Natalia Bandari (SD Tarakanita Bumijo 1 – 36 Gol) Best Player: Gendhis Annara Putri Bazuni (SD Muhammadiyah Sapen) Best Goalkeeper: Puput Widiana (SDN Ungaran 1) Fairplay Team: SD Idea Baru Kategori Usia 12 (KU 12) Champion: SD Muhammadiyah Sapen Runner-up: SDN Kalasan 1 Top Scorer: Fuanthiffa Husnia Dea Pramita (SDN Glagah), Khayla Labiba Nasjmi (SDN Baturetno), & Putri Selena Humaira Suryawan (SD Muhammadiyah Sapen) – Masing-masing 12 Gol Best Player: Afita Nur Inderasari (SDN Kalasan 1) Best Goalkeeper: Earlyta Arsyfara Fatiyaturrahma (SDN Kalasan 1) Fairplay Team: SDN Giwangan

Cerita di Balik Medali Asian Games 2026: Ada Pesan Persatuan dan Lingkungan

Medali Asian Games 2026

Medali menjadi simbol pencapaian tertinggi bagi atlet di ajang olahraga. Namun, medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 memiliki cerita yang lebih luas. Di balik desainnya, terselip pesan tentang persatuan Asia dan kepedulian terhadap lingkungan. Medali tersebut terinspirasi slogan ‘Imagine One Asia’ yang menggambarkan semangat persatuan dalam keberagaman melalui olahraga. Desainnya mengambil inspirasi dari kepingan keramik yang dipecahkan dan kemudian disusun menjadi bentuk yang alami. Konsep ini menggambarkan perjalanan atlet yang penuh tantangan, usaha, dan perjuangan hingga akhirnya mencapai sebuah prestasi. Karena itu, medali tidak hanya menjadi tanda keberhasilan di arena pertandingan. Setiap keping juga membawa cerita mengenai proses panjang yang dilalui atlet untuk mencapai podium. Pesan keberlanjutan juga menjadi bagian dari medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Melalui Proyek Medali Daur Ulang, sebagian logam untuk pembuatan medali berasal dari perangkat elektronik kecil yang dikumpulkan melalui sumbangan dari berbagai kota madya. Penggunaan material daur ulang tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan semangat keberlanjutan dalam penyelenggaraan Asian Games 2026. Konsep ini juga dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan ekonomi sirkular. Dengan demikian, medali Aichi-Nagoya 2026 membawa makna lebih dari sekadar hasil pertandingan. Di dalamnya terdapat pesan tentang perjuangan atlet, persatuan Asia, serta kepedulian terhadap lingkungan. Saat medali dikalungkan kepada para atlet, yang bersinar bukan hanya pencapaian di arena, tetapi juga cerita tentang perjuangan dan semangat membangun masa depan yang berkelanjutan.

23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia

Kepala pelatih Timnas Indonesia, John Herdman resmi memanggil 23 pemain Timnas Indonesia untuk menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026. Pada turnamen kali ini, skuad Garuda diperkuat perpaduan pemain yang berkompetisi di Eropa dan sejumlah pemain dari klub-klub Indonesia. Nama-nama seperti Emil Audero, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, dan Ole Romeny akan menjadi bagian dari skuad. Mereka akan bergabung dengan para pemain yang saat ini berkompetisi di dalam negeri. Sejumlah pemain juga akan kembali bekerja sama setelah tampil pada ASEAN Championship sebelumnya. Di antaranya Rayhan Hannan, Egy Maulana Vikri, dan Dony Tri Pamungkas. FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Sebagai tuan rumah, Indonesia akan menjalani seluruh pertandingan fase grup di Stadion Utama Gelo Bung Karno, Jakarta. Skuad Garuda dijadwalkan mengawali kiprah dengan menghadapi Singapura pada 25 September 2026. Berikut 23 pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026: Penjaga gawang Emil Audero – Rayo Vallecano Maarten Paes – AFC Ajax Nadeo Argawinata – Persija Jakarta Belakang Kevin Diks – Borussia Mönchengladbach Dean James – Go Ahead Eagles Elkan Baggott – Millwall Justin Hubner – Fortuna Sittard Nathan Tjoe-A-On – Willem II (Eredivisie) Dion Markx – Persita Tangerang Dony Tri Pamungkas – Persija Jakarta Rizky Ridho – Persija Jakarta Yakob Sayuri – Java United FC Calvin Verdonk – LOSC Lille Tengah Joey Pelupessy – Lommel SK Egy Maulana Vikri – Dewa United Ivar Jenner – Dewa United Jordi Amat – Persija Jakarta Rayhan Hannan – Persija Jakarta Thom Haye – Persib Bandung Depan Ole Romeny – Fortuna Sittard Luke Vickery – Macarthur FC Mitchell Baker – NCAA Georgetown Ragnar Oratmangoen – Persib Bandung

Binus juarai CL Badminton Bandung lewat drama tiga gim

Tim Universitas Bina Nusantara Jakarta naik podium

Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta menjuarai Campus League Badminton Regional Bandung setelah menaklukkan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui drama tiga gim pada final kategori beregu di GOR Bandung, Jawa Barat, Jumat. Binus yang sempat kehilangan gim pertama akhirnya membalikkan keadaan untuk menang 45-55, 55-44, 55-53 sekaligus memastikan tiket ke Campus League Badminton The Nationals yang bergulir di tempat yang sama pada 21-25 September. “Luar biasa performa para student-athlete. Mereka memanfaatkan kesempatan ini. Jatuh bangun di lapangan, semangat, dan motivasi mereka tinggi,” kata Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat. Menurut Ricky, format pertandingan dengan sistem poin 55 turut menonjolkan kekompakan antar-pemain dalam satu tim sekaligus menuntut strategi yang berbeda dibandingkan pertandingan bulu tangkis pada umumnya. Pelatih Binus Haryadi Abu mengatakan target awal timnya sebenarnya hanya lolos ke The Nationals. Namun, keberhasilan menjadi juara membuat timnya semakin percaya diri menghadapi putaran nasional. “Strategi kami, yang pasti setelah selesai bertanding, langsung recovery. Istirahat cukup, makan cukup, dan dijaga. Tantangan berikutnya, jaga semangat di The Nationals,” ujar Haryadi. Binus selanjutnya akan bersaing di The Nationals bersama tiga tim lainnya dari Regional Bandung yakni UNJ, Universitas Budi Luhur Jakarta, dan Universitas Gunadarma. Mereka akan bertemu empat tim terbaik Regional Semarang yakni juara Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Sebelas Maret (UNS), serta Universitas Negeri Surabaya (UNESA). CEO Campus League Ryan Gozali memperkirakan persaingan di The Nationals akan lebih ketat karena setiap tim sudah memiliki gambaran mengenai kekuatan calon lawan. “Persiapan untuk The Nationals sudah matang. Performa para student-athlete di tingkat regional bagus semua. Saya yakin coach dan student-athlete mulai berstrategi karena sudah melihat lawan-lawan mereka nanti seperti apa,” kata Ryan.

Balas Dendam Tuntas! Putri BSI Rebut Kembali Takhta DBL South Sumatra

SMA BSI Palembang

Srikandi SMA Bina Sriwijaya Indonesia (BSI) Palembang berhasil merebut kembali takhta tertinggi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sumatra sektor putri. Setelah musim lalu harus merelakan gelar juara berpindah tangan ke SMAN 2 Lahat (Smandala), BSI sukses menuntaskan misi revans lewat kemenangan telak 70-44 pada partai final yang berlangsung di GOR Jakabaring, Palembang, Sabtu, 19 September 2026. Hasil manis ini tak sekadar membawa trofi Ratu Sumatra Selatan kembali ke pelukan BSI, tetapi juga menggagalkan ambisi back-to-back champion yang diusung skuad Smandala. Kemenangan dominan ini sekaligus mempertegas kembalinya dinasti kejayaan BSI di panggung basket pelajar paling bergengsi se-Sumatra Selatan. Kendati mengakhiri laga dengan selisih poin mencolok, BSI sejatinya sempat mendapatkan perlawanan sengit di awal pertandingan. Pada kuarter pertama, Smandala mampu mengimbangi permainan cepat BSI hingga kuarter awal ditutup dengan keunggulan tipis BSI, 16-12. Momentum kebangkitan BSI baru tercipta saat memasuki kuarter kedua. Bermain lebih agresif sekaligus memperketat tembok pertahanan, BSI sukses membendung skema serangan Smandala. Gelombang serangan BSI menghasilkan tambahan 24 poin, sementara Smandala hanya membalasnya dengan delapan angka. Paruh pertama pun ditutup dengan keunggulan jauh BSI, 40-20. Loncatan poin di kuarter kedua ini yang menjadi titik balik BSI untuk melesat dan meninggalkan perolehan angka lawan. Meski Smandala sempat berupaya memangkas jarak di kuarter ketiga, BSI kembali menunjukkan mental juara di kuarter pemungkas. Kombinasi serangan mematikan membuat BSI terus menjauh hingga mengunci kemenangan akhir 70-44. Kemenangan BSI tak lepas dari meratanya dominasi para pemain bintang. Syafira Dwita Meydianti, yang juga merupakan penggawa Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026, impresif dengan mencatatkan double-double lewat torehan 13 poin dan 11 rebound. Shaffana Ramadhanty Vaniera memimpin perolehan angka tim dengan 16 poin, disusul Aqila Sabita yang menyumbang 12 poin dan 7 steal, serta Rinda Anggraini yang mengemas 10 poin. Di kubu Smandala, perlawanan gigih ditunjukkan oleh Andini Maharani yang mengukir double-double dengan 12 poin dan 17 rebound. Penampilan solid juga ditunjukkan Afiyah Nazifa Putri dengan sumbangan 11 poin, serta Nadila Adelia Azzahra yang mengumpulkan 6 poin dan 9 rebound. DBL South Sumatra 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia.

Xaverius 1 Resmi Sabet Quintuple DBL South Sumatra

SMA Xaverius 1 Palembang

Skuad putra SMA Xaverius 1 Palembang resmi mengukuhkan diri sebagai penguasa basket pelajar Sumatra Utara. Menghadapi tantangan SMAN 1 Unggulan Muara Enim (Tembesu) di partai puncak Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sumatra, Xaverius 1 tampil dominan dan mengunci kemenangan telak 76-32 di GOR Jakabaring, Palembang, Sabtu, 19 September 2026. Hasil manis ini tidak hanya mengamankan takhta Raja Sumatra Selatan, tetapi juga mengukir sejarah legendaris berupa raihan gelar juara lima musim beruntun alias quintuple. Di sisi lain, kekalahan ini memaksa Tembesu harus merelakan mimpi besarnya untuk mengakhiri dahaga juara. Misi Tembesu untuk membawa pulang kembali trofi yang hilang selama 13 musimm, sejak terakhir kali diraih pada DBL South Sumatra 2013 masih harus tertunda. Laga sejatinya dibuka lewat tembakan gratis dari pemain Xaverius 1, Nicholas Jodanny, yang memecah kebuntuan. Tembesu pun sempat merespons cepat dan mengambil alih keunggulan. Namun, situasi tak bertahan lama. Dalam hitungan detik, Xaverius 1 langsung menyamakan kedudukan dan mulai memegang kendali permainan hingga menutup kuarter pertama dengan keunggulan 23-12. Memasuki kuarter kedua, Xaverius 1 tampil kian ganas. Serangan bertubi-tubi membuat mereka melesat jauh dengan tambahan 27 poin, sementara lini pertahanan ketat Xaverius 1 membatasi Tembesu hanya mengemas enam angka. Paruh pertama pun ditutup dengan skor mencolok 50-18. Usai jeda turun minum, Tembesu tampak makin kehabisan akal untuk memangkas jarak. Selain tertekan oleh margin poin yang makin melebar, beberapa pemain pilar Tembesu mulai terancam foul trouble. Masalah efektivitas penyelesaian akhir juga menjadi persoalan krusial bagi Tembesu. Dari 53 percobaan tembakan ke arah ring, mereka hanya mampu mengonversi 14 di antaranya menjadi poin. Akurasi dari tembakan gratis mereka pun berada di bawah 50 persen. Sebaliknya, Xaverius 1 tampil mendominasi di segala lini. Mereka memimpin perolehan rebound, assist, hingga steal. Nicholas Jodanny, yang dinobatkan sebagai back-to-back Most Valuable Player DBL South Sumatra 2026, tampil luar biasa dengan mencatatkan double-double fantastis lewat raihan 23 poin dan 17 rebound. Dua penggawa Xaverius 1 lain juga turut menyumbang dua digit angka, yakni Alvert Gunawan dengan 16 poin dan Glen Johnson yang mengemas 10 poin. Hingga peluit panjang dibunyikan, keunggulan 76-32 memastikan dinasti SMA Xaverius 1 Palembang belum tergoyahkan. Rekor kemenangan mereka dalam lima musim terakhir menjadi bukti nyata bahwa dominasi sang raja masih terus berlanjut. DBL South Sumatra 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia.

Pelti jadikan Piala Davis 2026 bekal pematangan petenis muda

Tim Piala Davis Indonesia

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) menjadikan kekalahan dari Rumania pada Grup II Dunia Piala Davis 2026 sebagai bahan evaluasi sekaligus bekal pematangan para petenis muda Indonesia. “Memang kelihatan bahwa dari sisi pengalaman pertandingan kita kalah dibandingkan dengan Rumania yang jam terbangnya jauh lebih banyak. Sehingga ini akan menjadi masukan bagi Pelti untuk terus mempersiapkan diri,” kata Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar Asti di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu. Indonesia kalah 0-4 dari Rumania dengan mengandalkan sejumlah pemain muda, yakni Gunawan Trismuwantara, Rafalentino Ali Da Costa, Lucky Candra Kurniawan, Ethan David Zapp, dan Claudio Renardi Lumanauw. Menurut Andi, salah satu pekerjaan rumah Pelti adalah memperbanyak jam terbang para pemain melalui turnamen agar mereka semakin terbiasa menghadapi lawan di level internasional. “Tentu dengan menyiapkan turnamen-turnamen untuk tim kita, biar mendapatkan banyak pengalaman juga,” ujar Andi. Meski kalah, Andi menilai penampilan para pemain muda tetap memberikan gambaran positif untuk pengembangan tim Piala Davis Indonesia dalam jangka panjang. “Pelti sangat optimistis ke depannya. Kalau kita persiapkan dengan baik, tentu Davis Cup yang rencananya akan dimulai tahun depan, Februari kira-kira, kita akan lebih matang lagi,” kata Andi. Rafalentino juga mengakui pertandingan melawan Rumania memberikan pengalaman penting, terutama karena menjadi kesempatan pertamanya membela Indonesia pada Piala Davis. “Kami senang sekali pertama kalinya bisa membela Indonesia di ajang Piala Davis. Sayang hasilnya kurang memuaskan. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami,” ujar Rafalentino. Menurut dia, perbedaan pengalaman menjadi salah satu tantangan terbesar ketika menghadapi pemain Rumania. “Dari segi pengalaman maupun usia sangat berbeda. Kami sudah mencoba yang terbaik,” katanya. Pada pertandingan hari kedua, Rafalentino berpasangan dengan Ethan dan kalah 2-6, 1-6 dari Stefan Horia Haita/Radu David Turcanu. Sementara itu Lucky Candra Kurniawan menunjukkan perlawanan ketat terhadap Gabriel Ghetu sebelum kalah 6-7(2), 6-7(1). Indonesia akhirnya kalah 0-4 dan harus menjalani play-off Grup II Dunia Piala Davis pada 2027.

NSL siapkan jalur talenta basket pelajar hingga level internasional

Nextgen Student League

Nextgen Student League (NSL) menyiapkan jalur pembinaan berjenjang bagi pebasket usia pelajar mulai dari kompetisi antarsekolah, Nextgen Camp, hingga NSL All Star yang membuka kesempatan mendapatkan pengalaman latihan tanding di luar negeri. Founder NSL, Sudiantowi Limanauw mengatakan kompetisi tidak hanya menjadi tempat bagi pemain mengejar gelar juara, tetapi juga membuka kesempatan bagi talenta muda untuk terus berkembang. “Kami ingin NSL menjadi tempat anak-anak bukan hanya bermain basket, tetapi juga menemukan potensi dan keberanian untuk bermimpi lebih jauh. Kompetisi adalah awalnya. Setelah itu, kami ingin memberikan mereka kesempatan untuk terus berkembang,” kata Sudiantowi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu. Pada musim keempat bertajuk Livin Next-G Presents Cleo Nextgen Student League With BG Gold Season 2026-2027, NSL akan digelar di Surabaya, Semarang, Banjarmasin, Tangerang, dan Jakarta dengan melibatkan lebih dari 500 sekolah, 750 tim, serta lebih dari 8.000 peserta. Kompetisi yang mencakup jenjang SD hingga SMA itu selanjutnya menjadi pintu menuju Nextgen Camp bagi pemain dan pelatih terbaik dari setiap seri. Program tersebut memadukan latihan basket dengan pengembangan kepemimpinan, kerja sama tim, ketangguhan mental, pendidikan, dan karakter. “Trofi adalah bentuk apresiasi atas pencapaian hari ini, sementara Nextgen Camp adalah investasi untuk perkembangan mereka setelah pertandingan selesai,” ujar Sudiantowi. Dari proses kompetisi dan pembinaan tersebut, pemain terbaik berpeluang terpilih menjadi NSL All Star dan memperoleh kesempatan mengikuti latihan tanding di luar negeri. Menurut Sudiantowi, konsep tersebut membuat jalur pembinaan NSL tidak berhenti setelah kompetisi selesai, tetapi berlanjut dari sekolah, kompetisi, Nextgen Camp, NSL All Star, hingga pengalaman internasional. Rangkaian NSL musim 2026-2027 akan dimulai melalui East Java Zone pada 3-25 Oktober 2026 di Nextgen Arena, Ciputra World Mall, Surabaya. NSL yang pertama kali digelar di Surabaya pada 2023 kini memasuki penyelenggaraan keempat dan memperluas jangkauan kompetisinya ke lima kota.

Asian Games 2026: Seraf Naro pastikan medali pertama Indonesia

Seraf Naro Siregar

Atlet wushu Indonesia, Seraf Naro Siregar memastikan medali pertama bagi kontingen Merah Putih pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah meraih medali perunggu nomor changquan putra di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Jepang, Minggu. Naro menempati posisi ketiga dari 21 atlet yang tampil pada nomor tersebut setelah membukukan skor 9,720 poin. “Pertama-tama saya melayangkan rasa syukur saya kepada Tuhan Yesus karena telah melindungi saya dan memimpin saya sepanjang perjalanan saya untuk persiapan Asian Games,” kata Naro seusai pertandingan. Tampil sebagai atlet pertama, Naro mampu menjalankan rangkaian gerakannya dengan mulus dan langsung memasang patokan tinggi bagi para pesaingnya. Ia memperoleh nilai 5,00 untuk quality of movement, 2,720 untuk overall performance, dan 2,00 untuk degree of difficulty sehingga mengumpulkan total skor 9,720. Catatan tersebut membuat Naro sempat memimpin klasemen sementara. Bahkan, posisinya tetap berada di urutan teratas hingga enam atlet berikutnya menyelesaikan penampilan. Namun, dua atlet Makau yang tampil setelahnya mampu menggeser posisi Naro. Kuong Chi Hin mencatat skor 9,723 untuk merebut medali emas, sementara Song Chi Kuan membukukan 9,720 dan meraih medali perak. Bagi Naro, medali tersebut memiliki arti besar karena Asian Games merupakan salah satu ajang paling bergengsi yang menjadi impian para atlet. “Ini buat saya segalanya karena kita tahu pertandingan Asian Games ini bukan pertandingan biasa bagi atlet,” ujar Naro. “Jadi atlet manapun untuk berkompetisi di sini saja sudah banyak yang bermimpi, apalagi dapat medali.” ungkapnya. Ia mengatakan medali perunggu tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karirnya karena selama ini dirinya mendedikasikan kehidupan untuk mempersiapkan diri menghadapi ajang besar. “Jadi arti dari medali ini mungkin adalah seluruh karir saya. Saya sangat mendedikasikan semua hidup saya hanya untuk event terbesar ini,” ujar Naro. Medali di Aichi-Nagoya 2026 juga menambah koleksi prestasi Naro pada ajang multicabang olahraga internasional. Sebelumnya, ia meraih perunggu Asian Games Hangzhou 2022 dari nomor kombinasi daoshu dan gunshu. Naro juga meraih medali perak pada The World Games 2025 di Chengdu, China, dari nomor kombinasi changquan-daoshu-gunshu putra.