Cerita Atlet Termuda Indonesia di Asian Games 2026

Mikhayla Shanum Caya

Ada yang menarik dari keikutsertaan Indonesia di Asian Games 2026 beberapa waktu lalu. Di antara para atlet yang bersiap mengharumkan nama bangsa, ada sosok atlet muda dengan usia yang masih sangat belia. Dialah Mikhayla Shanum Caya. Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Mikhayla menjadi atlet termuda Indonesia yang masuk dalam kontingen untuk Asian Games 2026. Ia bertanding pada cabang olahraga skateboard nomor Park Putri. Lahir dan besar dalam lingkungan olahraga yang kental, bakat Mikhayla merupakan warisan dari sang ayah, Anthony Adam Caya, yang juga merupakan sosok atlet skateboard nasional. Dukungan penuh keluarga yang solid inilah yang menjadi fondasinya untuk menekuni papan luncur sejak dini hingga akhirnya mampu menembus level internasional. Sebelum tampil di panggung Asia, ketajaman teknik Mikhayla sudah mulai terasah di kancah domestik dan Asia Tenggara. Ia sempat mencuri perhatian saat mewakili Papua Pegunungan dalam nomor ekshibisi skateboard pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 serta menembus final SEA Games Thailand 2025. Keikutsertaan Mikhayla menjadi salah satu gambaran regenerasi atlet Indonesia. Di usia yang masih sangat muda, ia akan mendapatkan pengalaman berharga dengan berkompetisi bersama atlet-atlet dari berbagai negara Asia. Bagi Mikhayla, Asian Games 2026 juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan di level internasional sekaligus membawa nama Papua Pegunungan, Indonesia ke pentas Asia. Usai mengikuti Asian Games 2026, Mikhayla diharapkan dapat menikmati pengalaman bertanding dan terus berkembang sebagai atlet muda Indonesia. Kehadirannya juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan regenerasi atlet nasional.

Asian Games 2026: Desak Made tambah satu medali emas Indonesia

Desak Made Rita Kusuma Dewi

Kontingen Indonesia menambah satu medali emas pada pada rangkaian pertandingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 hari ke-12, Rabu (30/9) waktu setempat. Satu emas didapatkan Indonesia dari cabang olahraga panjat tebing nomor speed putri yang diamankan oleh atlet Desak Made Rita Kusuma Dewi, demikian catatan Asian Games 2026. Desak Made menjadi yang tercepat dalam perebutan medali emas dengan catatan waktu 6,062 detik, mengungguli atlet China Li Juan Deng yang meraih medali perak dengan catatan waktu 6,064 detik. Sementara itu, medali perunggu diraih atlet Korea Selatan Jeong Jimin dengan catatan waktu 6,18 detik. Perjalanan Desak Made menuju podium tertinggi berlangsung sejak babak perempat final. Ia berada di heat empat bersama Tamara Ulzhabayena dari Kazakhstan, Hanareum Sung dari Korea Selatan, dan Jeanette Frances Koh dari Singapura. Dalam heat tersebut, Desak Made finis di posisi pertama dengan catatan waktu 6,39 detik sehingga berhak melaju ke semifinal. Pada semifinal, Desak Made kembali tampil sebagai yang tercepat di heat dengan membukukan waktu 6,36 detik. Sebelumnya, pada babak kualifikasi nomor speed putri, Selasa (29/9), Desak Made menempati peringkat ketiga dengan catatan waktu terbaik 6,29 detik dari empat kali pemanjatan di empat jalur. Sejauh ini, Indonesia sudah mengumpulkan total 5 medali emas.

Asian Games 2026: Indonesia tambah satu emas dari panahan

Nurisa Dian Ashrifa

Torehan satu medali emas dari cabang olahraga panahan menambah perolehan medali bagi kontingen Indonesia dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, Kamis. Berdasarkan statistik penyelenggara, medali emas itu diperoleh melalui nomor compound individual putri oleh Nurisa Dian Ashrifa. Perolehan tersebut membuat Indonesia menutup rangkaian perlombaan pada Kamis di posisi ke-13 alias tetap dalam peringkat yang sama sehari sebelumnya, dengan torehan total 5 emas, 8 perak, dan 21 perunggu, dengan total sebanyak 34 medali. Selain satu emas, kontingen Merah Putih juga mendapatkan masing-masing-masing satu perak dan perunggu dari cabang olahraga esports dan menembak. Medali perak diraih tim mobile legends Indonesia setelah pada final dikalahkan Myanmar dengan skor 0-4. Sedangkan perunggu melalui nomor 25m rapid fire pistol beregu putra. Tim Indonesia menorehkan total 1.720 poin dengan 36 tembakan X (inner ten). Sementara itu emas dari Nurisa menjadi pencapaian tertinggi tim panahan Indonesia sepanjang keikutsertaan di Asian Games, sekaligus menjadi catatan penting bagi perkembangan cabang olahraga tersebut menuju persaingan dalam level dunia.

Asian Games 2026: Indonesia tambah tiga perak hari ini

Tim sepak takraw putra Indonesia

Kontingen Indonesia menambah tiga medali perak pada penyelenggaraan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Sabtu. Medali perak pertama tim Merah Putih hari ini disumbangkan dari tim kuadran putra sepak takraw Indonesia. Hasil tersebut diraih Skuad Merah Putih, setelah takluk dari tim tuan rumah Jepang dengan rubber set 15-17, 15-9 dan 13-15. Perak kedua disumbangkan pasangan ganda voli pantai putra Indonesia, Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi. Dalam babak final yang berlangsung di Hekinan Ryokuchi Beach Court, Hekinan, Sabtu, Bintang/Sofyan berjuang keras menghadapi pasangan Qatar Cherif Samba/Ahmed Janko. Pertandingan itu berakhir lewat drama tiga set, 1-2 (21-19, 16-21, dan 8-15) untuk Tim Indonesia. Kemudian, medali perak ketiga diraih pasangan padel putri Indonesia, Fitriani Sabatini/Fadona Kusumawati setelah kalah dari ganda Jepang Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto pada laga final di Nagoya City Higashi Sport Center. Selain mengamankan dua medali perak, Indonesia juga mengunci satu medali perunggu. Medali perunggu tersebut diraih setelah pasangan padel putri Indonesia Beatrice Gumulya/Novela Putria. Beatrice/Novela meraih medali perunggu Asian Games 2026 menyusul kemenangan telak atas wakil Filipina Danna Abad/Joshea Malazarte dengan skor 6-0, 6-0 di Nagoya City Higashi Sport Center. Tambahan medali tersebut menambah koleksi sementara tim Merah Putih menjadi lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu dengan total 39 medali.

Asian Games 2026: Indonesia tambah tiga perunggu dari bulu tangkis dan BMX

Jasmine Azzahra Setyobudi

Kontingen Indonesia menambah koleksi tiga medali perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tiga medali tersebut diraih oleh tim Merah Putih dari cabang bulu tangkis dan balap sepeda BMX. Perunggu pertama diraih lewat aksi dari atlet balap sepeda BMX Racing Indonesia, Jasmine Azzahra Setyobudi pada nomor BMX Racing putri. Jasmine menempati posisi ketiga dengan catatan waktu 34,932 detik. Medali emas diraih pembalap Jepang Sae Hatakeyama dengan waktu 33,401 detik, sedangkan perak menjadi milik Wanyi Liao dari China dengan waktu 34,500 detik. Sementara itu dua medali perunggu lainnya bagi kontingen Indonesia didapatkan dari cabang bulu tangkis. Pada sektor ganda putra, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri terhenti pada semifinal, setelah dikalahkan ganda putra asal China Liang Weikeng/Wang Chang dengan rubber game 17-21, 21-13, 9-21. Lalu di sektor tunggal putra, Alwi Farhan yang menjadi unggulan keenam harus mengakui ketangguhan tunggal putra Kunlavut Vitidsarn asal Thailand dengan dua gim langsung 13-21, 15-21. Hingga Rabu, 30 September 2026 pukul 15.00 WIB, Indonesia mengoleksi total 30 medali yang terdiri dari 3 emas, 7 perak, dan 20 perunggu. Torehan tersebut mengantarkan tim Merah Putih untuk sementara menempati peringkat ke-15 dalam klasemen perolehan medali.

Bulu tangkis sumbang emas pertama Asian Games 2026!

Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia

Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia sukses meraih medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026, setelah mengalahkan tim China pada babak final Ichinomiya, Aichi, Jepang. Hasil membanggakan tersebut tak terlepas dari peran tunggal putra, Mohammad Zaki Ubaidillah, yang menuntaskan partai kelima dengan kemenangan 23-21, 21-13 atas wakil China Weng Hongyang. “Pastinya sangat senang dan bangga juga, alhamdulillah bisa diberi kemenangan tanpa cedera juga. Sempat tertinggal 0-2, tapi tidak mau memikirkan yang negatif terlebih dulu,” kata Ubaidillah selepas pertandingan. Pada babak final yang berlangsung selama total enam jam tersebut, pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu menutup perjuangan beregu putra Indonesia dengan manis. Kemenangan Indonesia di nomor beregu putra tersebut sekaligus menggagalkan ambisi China untuk mengawinkan gelar dari bulu tangkis nomor beregu Asian Games 2026, setelah menyabet medali emas dari nomor beregu putri. Ubed mengaku tak merasa tertekan karena tampil pada partai terakhir dan menjadi penentu nasib beregu putra Indonesia. Tekanan tersebut berhasil ia atasi dan mampu bermain dengan baik. Ubed menampilkan kematangan mental yang apik dari seorang atlet. Sejak awal gim pertama ia bermain tanpa beban dan bisa mengatasi perlawanan Weng. Sedangkan Weng terlihat tidak tenang, membuatnya berulang kali menciptakan kesalahan sendiri. “Kalau ketegangan pasti ada, awal-awal sempat tegang juga. Saya terus meyakinkan diri sendiri untuk tetap tenang di lapangan, pelatih juga memberikan keyakinan buat saya,” ungkap Ubed. Men’s Team – Final Indonesia 3-2 China MS1: Jonatan Christie vs Shi Yu Qi 13-21, 18-21 MD1: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Liang Wei Keng/Wang Chang 20-22, 21-19, 14-21 MS2: Alwi Farhan vs Li Shi Feng 23-21, 15-21, 21-16 MD2: Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs He Ji Ting/Liu Yi 23-21, 21-10 MS3: Moh Zaki Ubaidillah vs Weng Hong Yang 23-21, 21-13

Asian Games 2026: Sumaya Raih Perak Pertama Indonesia

Sumaya

Atlet teqball Indonesia, Sumaya, menambah pundi-pundi medali Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah meraih medali perak nomor tunggal putri di Nagoya City Higashi Sports Center, Aichi, Jepang, Minggu. Sumaya harus mengakui keunggulan wakil Myanmar Wai Khin Hnin dalam pertandingan final yang berlangsung ketat hingga set penentuan dengan skor 12-10, 8-12, 9-12. “Alhamdulillah, tetap disyukuri. Buat seluruh pendukung di Indonesia saya belum bisa memberikan emas,” ujar Sumaya. Pada set pertama, Sumaya sempat memegang kendali permainan dan unggul 5-1. Namun, Wai Khin Hnin perlahan mengejar hingga kedudukan menjadi 8-8. Sumaya kembali mengambil momentum setelah memanfaatkan kesalahan lawan untuk unggul 10-8. Pertandingan kemudian berlangsung semakin ketat ketika atlet Myanmar menyamakan kedudukan menjadi 10-10. Dukungan penonton dan suasana pertandingan yang semakin panas membuat persaingan kedua pemain berlangsung sengit. Sumaya akhirnya mengamankan set pertama 12-10 melalui bola yang ditempatkan dengan baik. Memasuki set kedua, Sumaya justru tertinggal sejak awal setelah beberapa kesalahan membuat Myanmar unggul 3-0. Sumaya sempat memperkecil ketertinggalan melalui kegagalan lawan mengembalikan bola, tetapi Wai Khin Hnin mampu mempertahankan keunggulan hingga 7-4. Sumaya kemudian bangkit melalui reli panjang dan servis ace untuk memperkecil jarak menjadi 6-7. Serangan berikutnya membuat skor kembali ketat hingga 7-8 dan Myanmar meminta time-out. Setelah itu, Myanmar kembali menjauh 11-7. Sumaya hanya mampu menambah satu angka sebelum Wai Khin Hnin menutup set kedua dengan kemenangan 12-8 sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Pada set penentuan, kedua pemain kembali terlibat pertarungan sengit. Myanmar membuka keunggulan sebelum Sumaya membalas melalui serangan yang tidak mampu dikembalikan lawan. Sumaya kemudian sempat memimpin 4-1, tetapi Myanmar mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4 dan berbalik unggul 6-4. Sumaya terus memberikan perlawanan dan melalui reli panjang berhasil menyamakan kedudukan 6-6. Permainan bola yang ditempatkan dengan baik kemudian membawa Indonesia unggul 7-6. Myanmar kembali menyamakan kedudukan 7-7 dan berbalik memimpin 8-7. Persaingan semakin ketat ketika kedua pemain saling mengejar angka hingga kedudukan 10-9. Namun, Sumaya tidak mampu mempertahankan momentum. Myanmar akhirnya mengamankan set penentuan dengan skor 12-9 untuk memastikan kemenangan sekaligus meraih medali emas. “Saya banyak melakukan kesalahan sendiri. Untuk next-nya, saya akan berlatih lebih keras lagi, akan banyak event-event,” ujar Sumaya. “Tetap bangga sama diri sendiri.” pungkasnya.

Asian Games 2026: Indonesia tambah dua perunggu

Eugina Diva Widodo

Kontingen Indonesia menambah koleksi medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan mengamankan dua medali perunggu pada Senin. Tambahan medali ini pertama diraih lewat cabang wushu setelah Eugina Diva tampil impresif pada nomor changquan putri. Tambahan satu medali perunggu lainnya diperoleh lewat cabang mixed martial arts (MMA) setelah Valensia Fahira Hotmauli tampil begitu menjanjikan di nomor modern putri kelas 54 kg. Saat ini Indonesia total telah mengoleksi tujuh medali dengan rincian satu perak, dan enam perunggu. Torehan tersebut membuat tim Merah Putih kini berada di peringkat ke-13 klasemen sementara. Pada Senin tersaji juga sejumlah perebutan medali di berbagai cabang. Pada cabang renang final 50 meter gaya punggung putra, Jason Donovan Yusuf sudah tampil maksimal dengan finis di peringkat keenam. Jason menyelesaikan lomba dengan waktu 25,16 detik, terpaut 1,12 detik di belakang perenang China Xu Jiayu yang merebut medali emas dengan waktu 24,04 detik. Kemudian pada cabang menembak nomor 10m air rifle beregu putra, Kanurian Al Ghozi Anang Febrian, dan Kanurian Al Ghozi mengumpulkan total 1882,5 poin, terpaut tipis di bawah Korea Selatan yang menempati peringkat ketiga dengan 1884,2 poin. Lalu pada cabang triathlon Indonesia finis peringkat kelima pada beregu campuran setelah Martina Ayu Pratiwi, Kayla Nadia Shafa, Hauqalah Fakhal, dan Rashif Amila Yaqin finis dengan catatan waktu 1 jam 31 menit. Dilansir dari laman resmi timnas Indonesia, Senin, berikut tambahan medali kontingen Indonesia di Asian Games 2026: – Eugina Diva (perunggu- wushu nomor changquan putri) – Valensia Fahira Hotmauli (perunggu – MMA nomor modern putri kelas 54 kg).

Cerita di Balik Medali Asian Games 2026: Ada Pesan Persatuan dan Lingkungan

Medali Asian Games 2026

Medali menjadi simbol pencapaian tertinggi bagi atlet di ajang olahraga. Namun, medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 memiliki cerita yang lebih luas. Di balik desainnya, terselip pesan tentang persatuan Asia dan kepedulian terhadap lingkungan. Medali tersebut terinspirasi slogan ‘Imagine One Asia’ yang menggambarkan semangat persatuan dalam keberagaman melalui olahraga. Desainnya mengambil inspirasi dari kepingan keramik yang dipecahkan dan kemudian disusun menjadi bentuk yang alami. Konsep ini menggambarkan perjalanan atlet yang penuh tantangan, usaha, dan perjuangan hingga akhirnya mencapai sebuah prestasi. Karena itu, medali tidak hanya menjadi tanda keberhasilan di arena pertandingan. Setiap keping juga membawa cerita mengenai proses panjang yang dilalui atlet untuk mencapai podium. Pesan keberlanjutan juga menjadi bagian dari medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Melalui Proyek Medali Daur Ulang, sebagian logam untuk pembuatan medali berasal dari perangkat elektronik kecil yang dikumpulkan melalui sumbangan dari berbagai kota madya. Penggunaan material daur ulang tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan semangat keberlanjutan dalam penyelenggaraan Asian Games 2026. Konsep ini juga dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan ekonomi sirkular. Dengan demikian, medali Aichi-Nagoya 2026 membawa makna lebih dari sekadar hasil pertandingan. Di dalamnya terdapat pesan tentang perjuangan atlet, persatuan Asia, serta kepedulian terhadap lingkungan. Saat medali dikalungkan kepada para atlet, yang bersinar bukan hanya pencapaian di arena, tetapi juga cerita tentang perjuangan dan semangat membangun masa depan yang berkelanjutan.

23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia

Kepala pelatih Timnas Indonesia, John Herdman resmi memanggil 23 pemain Timnas Indonesia untuk menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026. Pada turnamen kali ini, skuad Garuda diperkuat perpaduan pemain yang berkompetisi di Eropa dan sejumlah pemain dari klub-klub Indonesia. Nama-nama seperti Emil Audero, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, dan Ole Romeny akan menjadi bagian dari skuad. Mereka akan bergabung dengan para pemain yang saat ini berkompetisi di dalam negeri. Sejumlah pemain juga akan kembali bekerja sama setelah tampil pada ASEAN Championship sebelumnya. Di antaranya Rayhan Hannan, Egy Maulana Vikri, dan Dony Tri Pamungkas. FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Sebagai tuan rumah, Indonesia akan menjalani seluruh pertandingan fase grup di Stadion Utama Gelo Bung Karno, Jakarta. Skuad Garuda dijadwalkan mengawali kiprah dengan menghadapi Singapura pada 25 September 2026. Berikut 23 pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026: Penjaga gawang Emil Audero – Rayo Vallecano Maarten Paes – AFC Ajax Nadeo Argawinata – Persija Jakarta Belakang Kevin Diks – Borussia Mönchengladbach Dean James – Go Ahead Eagles Elkan Baggott – Millwall Justin Hubner – Fortuna Sittard Nathan Tjoe-A-On – Willem II (Eredivisie) Dion Markx – Persita Tangerang Dony Tri Pamungkas – Persija Jakarta Rizky Ridho – Persija Jakarta Yakob Sayuri – Java United FC Calvin Verdonk – LOSC Lille Tengah Joey Pelupessy – Lommel SK Egy Maulana Vikri – Dewa United Ivar Jenner – Dewa United Jordi Amat – Persija Jakarta Rayhan Hannan – Persija Jakarta Thom Haye – Persib Bandung Depan Ole Romeny – Fortuna Sittard Luke Vickery – Macarthur FC Mitchell Baker – NCAA Georgetown Ragnar Oratmangoen – Persib Bandung

Asian Games 2026: Seraf Naro pastikan medali pertama Indonesia

Seraf Naro Siregar

Atlet wushu Indonesia, Seraf Naro Siregar memastikan medali pertama bagi kontingen Merah Putih pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah meraih medali perunggu nomor changquan putra di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Jepang, Minggu. Naro menempati posisi ketiga dari 21 atlet yang tampil pada nomor tersebut setelah membukukan skor 9,720 poin. “Pertama-tama saya melayangkan rasa syukur saya kepada Tuhan Yesus karena telah melindungi saya dan memimpin saya sepanjang perjalanan saya untuk persiapan Asian Games,” kata Naro seusai pertandingan. Tampil sebagai atlet pertama, Naro mampu menjalankan rangkaian gerakannya dengan mulus dan langsung memasang patokan tinggi bagi para pesaingnya. Ia memperoleh nilai 5,00 untuk quality of movement, 2,720 untuk overall performance, dan 2,00 untuk degree of difficulty sehingga mengumpulkan total skor 9,720. Catatan tersebut membuat Naro sempat memimpin klasemen sementara. Bahkan, posisinya tetap berada di urutan teratas hingga enam atlet berikutnya menyelesaikan penampilan. Namun, dua atlet Makau yang tampil setelahnya mampu menggeser posisi Naro. Kuong Chi Hin mencatat skor 9,723 untuk merebut medali emas, sementara Song Chi Kuan membukukan 9,720 dan meraih medali perak. Bagi Naro, medali tersebut memiliki arti besar karena Asian Games merupakan salah satu ajang paling bergengsi yang menjadi impian para atlet. “Ini buat saya segalanya karena kita tahu pertandingan Asian Games ini bukan pertandingan biasa bagi atlet,” ujar Naro. “Jadi atlet manapun untuk berkompetisi di sini saja sudah banyak yang bermimpi, apalagi dapat medali.” ungkapnya. Ia mengatakan medali perunggu tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karirnya karena selama ini dirinya mendedikasikan kehidupan untuk mempersiapkan diri menghadapi ajang besar. “Jadi arti dari medali ini mungkin adalah seluruh karir saya. Saya sangat mendedikasikan semua hidup saya hanya untuk event terbesar ini,” ujar Naro. Medali di Aichi-Nagoya 2026 juga menambah koleksi prestasi Naro pada ajang multicabang olahraga internasional. Sebelumnya, ia meraih perunggu Asian Games Hangzhou 2022 dari nomor kombinasi daoshu dan gunshu. Naro juga meraih medali perak pada The World Games 2025 di Chengdu, China, dari nomor kombinasi changquan-daoshu-gunshu putra.