KONI Tangsel Manfaatkan Pembinaan Teknologi Sport Science

Ketua-Umum-KONI-Tangsel-terpilih

Ketua Umum KONI Tangsel terpilih, Rita Juwita sudah menyusun pembinaan atlet-atlet yang ada di Tangsel selama empat tahun kedepan. Rita ingin, memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang di zaman sekarang untuk membina para atlet agar bisa menyeluruh. Ini sangat penting, dimasukan sebagai bahan acuan dalam misi yang akan diemban tahun-tahun mendatang agar garis komando dan garis kerja dapat sejalan dengan apa yang akan dicapai. “Optimalisasi alokasi sport science and technology di semua cabang olahraga dalam rangka memperoleh kesamaan dalam pola pembinaan dan peningkatan prestasi,” tukasnya. Tak kalah pentingnya, Rita ingin membangun karakter para atlet termasuk para pelatih agar memiliki rasa juang tinggi dalam mencapai prestasi. Rasa solidaritasnya wajib dibangun dengan tujuan rasa membangun, untuk menuju prestasi yang dilalui dengan kerjasama, bukan “one man show” atau kerja masing-masing. “Membangun karakter olahragawan yang baik bagi atlet, pelatih dan manajer guna memperbesar semangat juang, rasa nasionalisme dan militansi dalam setiap usaha meraih prestasi terbaik,” harap Rita.(pah/adt)

Penerus Keluarga Sugiarto di Bulutangkis Indonesia

Penerus-Sugiarto-di-Bulutangkis-Indonesia

Bagi para penggemar bulutangkis Indonesia, pastinya sudah tak asing dengan nama legenda hidup Icuk Sugiarto. Icuk merupakan atlet tunggal putra terbaik kepunyaan Indonesia di era 80-an. Berbagai prestasi mampu di dulangnya, untuk membawa nama harum Indonesia. Dikenal dengan staminanya yang kuat, membuat dirinya mampu memenangi Kejuaraan Dunia III di Denmark pada tahun 1983 melawan Liem Swie King. Pada tahun 1989, Icuk memutuskan pensiun sebagai atlet. Tetapi, generasi Sugiarto tak akan pernah sirna untuk membawa nama bulutangkis Indonesia berprestasi. Tommy Sugiarto dan Jauza Fadhilla Sugiarto, melanjutkan karir sang ayah sebagai pemain bulutangkis. Tommy Sugiarto – Tunggal Putra Indonesia Pria kelahiran 31 Mei 1988 ini merupakan, anak kedua dari legenda bulutangkis Indonesia. Di usiannya yang masih belia, Tommy sudah membawa klub Pelita Bakrie menjadi jawara di kejuaraan tingkat cabang PBSI Jakarta Barat. Bahkan di tahun 2008, Tommy masuk sebagai tunggal putra keempat tim Piala Thomas. Sering berjalannya waktu, Tommy mampu meraih gelar superseries pertamanya di tahun 2013 tepatnya di kejuaraan Singapura Open Superseries. Kini, prestasinya mulai sedikit meredup. Tommy masih kalah saing dengan juniornya seperti Jonatan Cristie yang menduduki peringkat 14 dunia dan Anthony Sinisuka Ginting peringkat 13 dunia. Sedangkan, Tommy hanya menduduki peringkat 25 dunia. Walaupun ia juga sempat menduduki peringkat tiga dunia pada tahun 2014. Jauza Fadhilla Sugiarto – Ganda Putri Indonesia Anak bungsu Icuk Sugiarto yakni, Jauza Fadilla Sugiarto sudah mulai menemukan prestasi bulutangkisnya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) DKI Jakarta tahun 2017. Dimana, Jauza mendapat tiga medali emas dari kategori tunggal putri, ganda putri dan beregu. Jauza lebih memilih bermain di sektor ganda putri berpasangan dengan Ribka Sugiarto. Ada yang unik, Ribka Sugiarto yang menggunakan nama belakang Sugiarto, ternyata bukan anak dari Icuk Sugiarto. Kendati demikian, pasangan cantik ini mampu memenangi Malaysia Internasional Junior Open 2017. Jauza dan Ribka kini menduduki peringkat 217 dunia. Tentunya, bagi masyarakat Indonesia hanya bisa berdoa agar penerus Sugiarto di bulutangkis bisa menyamai pencapain sang ayah, Icuk Sugiarto.(pah/adt)

Menpora Uji Sparing Atlet Bowling Dalam Persiapan Asian Games 2018

Tannya-Roumimper-Bersama-Imam-Nahrawi

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi datang mengunjungi arena cabang olahraga bowling yang bertempat di Jaya Ancol Bowling Center, Jakarta. Bersama atlet bowling nasional, Tannya Roumimper yang sangat senang saat Imam Nahwari datang pada Jumat, 5 Januari lalu. “Saya senang sekali didatangi pak Menteri, beliau sangat perhatian banget walaupun hingga malam padahal sudah kerja seharian,”ujar Tannya, seperti yang telah dilansir website Kemenpora.go.id Tak hanya itu, Tannya juga menambahkan bahwa ia sangat bersemangat dengan kehadiran Menpora disela-sela latihannya. “Buat saya ada arti tersendiri kehadiran pak menteri disini, saya ditelponin dan ikut latihan bareng. Saya terharu sehingga memacu semangat saya untuk terus latihan dan bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,”tambahnya Cabang olahraga bowling diprediksi akan menyumbangkan medali emas untuk Indonesia. Menpora Imam Nahrawi sangat senang melihat optimis dan kegigihan Tannya yang akan menghadapi Asian Games 2018. “Saya senang karena semangat dan optimisme Tannya sekaligus harapannya untuk menjadi yang terbaik betul-betul kelihatan, dan saya kira dia akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia,”tuturnya Imam Nahrawi pun langsung meminta Tannya untuk mengajarkannya bagaimana cara bermain bowling. Tak disangka, dilemparan pertama ia langsung mendapatkan strike. Di game satu, Imam Nahrawi berhasil mengumpulkan 136 poin sedangkan Tannya mendapatkan 166 poin. Lalu pada game selanjutnya, Tannya kembali memimpin dengan 180 poin dan Imam Nahrawi mendapatkan 152 poin.(put/adt)

Tehnik Mengajar Anak Usia Dini Yaitu Membiarkan Berlatih Dengan Fun

Dalam-melatih-anak-di-usia-dini,-tentunya-harus-mengikuti-cara-mereka.-Biarkan,-mereka-bermain-dengan-fun-terlebih-dahulu,-sebelum-berlatih-dengan-tingkatan-yang-lebih-serius

Mempunyai cita-cita menjadi seorang atlet tentunya harus giat berlatih agar bisa menjadi atlet yang berprestasi. Tak hanya itu, tentunya peran seorang pelatih ikut andil dalam melatih dan juga mengembangkan potensi yang di miliki oleh sang atlet. Alangkah lebih baiknya karakter tersebut di bentuk sejak masa usia dini, sang atlet sudah diberikan ilmu-ilmu yang dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sang atlet. Namun, bagaimana cara melatih dan mengembangkan potensi dari sejak usia dini, sulitkah atau mudah? Tim nysnmedia.com sempat berbincang dengan pelatih sepakbola yakni Iwan Rukmana yang merupakan pelatih dari Sekolah Sepakbola (SSB) Serpong Jaya. Iwan yang sudah malang melintang di dunia kepelatihan, banyak berperan dalam mengembangkan pesepakbola di usia dini. Simak sesi tanya jawab tentang bagaimana cara mengajar anak usia dini berikut ini. Apakah sulit melatih sepakbola di usia dini? Tentunya ada kesulitan, tetapi ada juga kemudahan dalam melatih anak usia dini. Kesulitannya, mungkin mereka masih takut untuk bergabung bersama teman-temannya di lapangan. Ada yang masih pemalu atau canggung untuk berkenalan dengan teman-temannya. Kita sebagai pelatih, jika menghadapi kejadian seperti itu, tentunya tidak bisa memaksakan mereka. Karena, mereka masih anak-anak itu hal yang wajar. Lalu, bagaimana cara agar mereka mau berbaur dengan teman-temannya di lapangan? Melatih usia dini tentunya sangat berbeda dengan melatih usia remaja. Di usia remaja cara latihannya pun, sedikit berbeda sedikit agar keras. Tapi, di usia dini, biarkanlah mereka berlatih dengan fun dan biarkanlah mereka bermain dengan cara mereka. Dan, peran orangtua pun sangat berperan, jangan sampai memarahi sang anak. Serta, jangan sampai pelatih membentak, itu bisa membuat mereka down dan cara yang salah. Biarlah mereka, berlatih dengan fun dan menemukan ritme mereka. Banyak orangtua, yang bilang ke pelatih bahwa dirumah sang anak ingin sekali bermain sepakbola. Tetapi, pada saat di lapangan bertemu dengan teman-temannya malah tak mau berbaur. Ini yang harus diperhatikan, biarkan mereka datang ke lapangan dan melihat teman-temannya berlatih dahulu, jika memang sang anak sudah siap baru mulai berlatih dengan fun. Apakah peran pelatih sangat penting di lapangan maupun luar lapangan? Sangatlah penting, di dalam lapangan kita sebagai pelatih menganggap diri kita ini orangtua atau sahabat mereka. Kita melatih mereka, dengan cara mengikuti cara mereka. Seperti tadi yang saya bilang, biarkan mereka bermain dengan fun. Jika di luar lapangan, pelatih bisa seperti teman ataupun tempat sharing mereka. Intinya, jangan sampai momok pelatih di mata mereka itu menyeramkan. Jadi pada garis besarnya adalah membiarkan sang anak berlatih dengan fun, dan lebih mengenal permainan terlebih dahulu, jangan sampai ada paksaan serta cara melatih yang salah. (pah/adt)

Berharap Tahun 2018 Lebih Baik, Nysnmedia.com Gelar Syukuran

Setelah 7 bulan eksis di media online, nysnmedia.com mulai berbenah dalam rangka persiapan program kesinambungan di tahun 2018, dan juga dalam persiapan langkah verifikasi oleh dewan pers sebagai media online yang bersertifikat dan terdaftar sesuai amanat UU ITE. Berita demi berita yang di sajikan tak lepas ingin menjadi tempat sharing informasi, berbagi cerita dan juga menguak pengalaman para manusia unggulan (atlet). Di awal 2018, tentunya banyak keinginan yang bisa melebihi target di tahun 2017. Resolusi-resolusi untuk lebih baik pun, sudah dicanangkan dengan matang. Seperti halnya media olahraga yang menyediakan berita-berita khusus mengenai prestasi para atlet muda di seluruh Indonesia yakni National Youth Sport Network (NYSN) media dengan slogan share, inspire and dream. Media yang baru bergerak tujuh bulan ini, mempunyai target di tahun 2018. Mengusung tema “Kick Off 2018” NYSN yang berkantor di Ruko Renata, Jalur Sutera Timur melakukan potong tumpeng sekaligus berharap di tahun 2018 bisa lebih baik, Jumat (5/1). Dalam acara tersebut, hadir pula seluruh pegawai mulai dari para reporter, redaktur, pimpinan redaksi dan para bloger. Pimpinan Redaksi, Ivan Hanif Anwar mengatakan, di tahun 2017 menjadi pelajaran bagi tim nysn untuk bisa lebih baik lagi di tahun 2018. “Ini Kick Off di 2018 untuk tim nysn. Setelah di 2017 menjalaninya dengan baik, saya berharap di 2018 bisa lebih baik lagi dan bisa melebihi target,” ujar Ivan. Sementara itu, Manager Marketing Ignatius Eric sangat berharap agar seluruh tim nysn bisa kompak. Dan, bisa menjalani target di tahun 2018 dengan baik. “Kita ini tim, dan ini sebagai rumah kita, kita nysn bukan orang lain. Segala sesuatu yang ada, harus kita rundingkan terlebih dahulu. Jangan sampai ada kerenggangan dalam komunikasi. Semoga, di 2018 jadi lebih meningkat dan lebih baik lagi,” papar Eric. (pah/adt)

Optimisme Pertina Kota Sungai Penuh Dalam Ajang Porprov Jambi 2018

Pertina-Kota-Sungai-Penuh-Tinju

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi akan berlangsung pada bulan Juli mendatang di Kabupaten Bungo dan Tebo. Demi mematangkan kesiapannya, semua kontinten yang berpatisipasi di Porprov Jambi sudah mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk bisa membawa nama harum masing-masing kota/kabupaten. Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Persatuan Tinju Nasional (Pertina) Kota Sungai Penuh. Pertina Kota Sungai Penuh, yang sangat optimis bisa membawa harum nama Kota Sungai Penuh di ajang Porprov. Maka dari itu, Pertina Kota Sungai Penuh terus bekerja mempersiapkan segala sesuatunya. “Kita fokus mempersiapkan diri menyongsong Porprov Jambi 2018. Kita berharap hasil terbaik demi mengharumkan nama Kota Sungai Penuh,” jelas Ketua Pertina Kota Sungai penuh, Alpian. Alpian yang juga didampingi oleh Sekretaris Pertina, Dedi Iryanto, usai rapat pengurus dengan pelatih Pertina Kota Sungai Penuh. Seperti dikutip dari tribunjambi, segala persiapan dari mulai menggelar try out dan menambah fasilitas untuk latihan atlet. Dan, tentunya akan memberikan bonus kepada peraih medali Porprov 2018. “Kita juga akan melengkapi atlet dengan peralatan tanding yang di butuhkan,” sebutnya. (pah/adt)  

Sembilan Cabor Akan Ikuti Test Event Asian Games 2018

AFF SUZUKI CUP 2016 Final Rounds Final Leg 1, Indonesia 14 December 2016

Beberapa bulan lagi, pagelaran event olahraga terbesar kedua yakni Asian Games akan dihelat. Indonesia menjadi tuan rumah pada pagelaran Asian Games 2018 ajang empat tahunan ini. Demi kelancaran event tersebut dan pemanasan para atlet, Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) bersiap menggelar test event bagi sembilan cabang olahraga (cabor) dan mempertandingkan 105 nomor. Total terdapat 1.991 atlet yang akan mengikuti test event pada Februari 2018 di Jakarta. “Saat ini KOI mempersiapkan perangkat untuk seleksi atlet yang akan ikut test event Asian Games 2018. Kami akan berkoordinasi dengan para manajer dan Chief de Mission masing-masing,” tutur pelaksana tugas Sekjen KOI, Hellen Sarita Delima, di kantor INASGOC seperti dikutip bola.com. INASGOC akan terus bekerja keras untuk mengkebut perbaikan venue yang sedang dalam tahap renovasi. Meski dalam tahap renovasi, terdapat beberapa cabor yang sudah menggelar test event terlebih dahulu. Karena, jika menurut jadwal test event akan berakhir pada bulan Maret mendatang. Berikut sembilan cabang olahraga yang akan menggelar test event Asian Games 2018:  Sepak Bola  Voli Indoor  Taekwondo  Angkat Besi  Pencak Silat  Panahan  Basket  Tinju  Atletik (pah/adt/blc)

Ini Daftar Nama Pemain Indonesian Basketball League Pertalite All Star 2018

Ini-Dia-Daftar-Pemain-Indonesian-Basketball-League-(IBL)-Pertalite-All-Star-2018-1

Ajang Indonesian Basketball League (IBL) Pertalite All Star akan segera dimulai pada hari Minggu, 7 Januari 2018 mendatang. Turnamen basket nasional ini akan diadakan di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta. Pemilihan pemain dilakukan melalui vote secara online melalui Instagram @pertalite_90. Pemungutan suara ditujukan kepada siapa saja yang sudah memfollow dan memberikan like di postingan @pertalite_90. Pemilihan ini dilakukan selama 4 hari, setiap pukul 12.00 WIB pada 24 hingga 27 Desember 2017 lalu. Sedangkan pengumuman pemain sudah dipublikasikan pada 30 Desember 2017 kemarin. Para pemain akan dibagi menjadi dua divisi, yaitu divisi merah dan divisi putih. Dari kedua tim tersebut, para pemain akan dibagi menjadi 5 posisi. Pemain-pemain yang terpilih di tim utama merupakan pemain yang memiliki suara terbanyak dan pemain-pemain cadangan dipilih oleh pihak IBL dan tim clubnya sendiri. Berdasarkan hasil voting, pemain dari tim Satria Muda dan Pelita Jaya akan mendominasi pertandingan IBL Pertalite All Star 2018. Berikut daftar nama-nama pemain yang terpilih dan jumlah suara yang diperoleh pemain yang dilansir pada website mainbasket.com: Divisi Merah Guard Hardianus Lakudu (8027) Diftha Pratama (7987) Abraham Wenas (2778) Wendha Wijaya (2158) Forward Arki Wisnu (9767) Avan Seputra (7410) Surliyadin (3605) Yanuar Priasmoro (1352) Center Christian Ronaldo (8968) Kevin Yonas (8010) Reza Guntara (3781) Galank Gunawan (3051) Small Man Keenan Palmore (9066) Devin Matthews (8089) Anthony McDonald (7526) Brachon Griffin (6608) Big Man Dior Lowhorn (13884) Nahshon George (8514) Roderick Flemings (7444) Emilio Park (3293) Divisi Putih Guard Abraham Grahita (8849) Andakara Prastawa (7753) Respati Ragil (4437) Nuke Saputra (2014) Forward Xaverius Prawiro (9382) Daniel Wenas (8915) Rizky Effendi (3331) Indra Muhammad (1956) Center Ponsianus Indrawan (9936) Adhi Pratama (9429) Isman Thoyib (2511) Henry Lakay (1897) Small Man David Seagers (11751) Wayne Bradford (11481) Dominic Williams (10909) Madarious Gibbs (5072) Big Man C.J Giles (10966) Mike Fey (8308) Nate Barfield (8188) Jontaveous Sulton (7301) Semoga ajang nasional basket ini berjalan dengan lancar dan bisa menumbuhkan rasa kebersamaan pada basket Indonesia. (put/adt)

Batal Latihan di Komplek GBK, Pelatnas Renang Bertolak ke Bali

renang (sportku.com)

Sebelumnya, pelatnas renang Indonesia sudah siap tahun 2018 ini untuk menggelar pelatnas di Stadion Renang di kompleks Gelora Bung Karno. Namun, rencana itu batal, dan pelatnas akan dilakukan di Kolam Renang Tirta Arum, Gianyar, Bali setelah libur tahun baru dan akan berkumpul kembali pada 4 Januari besok. Dalam kutipannya di jpnn.com, Pelatih renang Albert Sutanto menjelaskan, bahwa terjadi kesalahan teknis yang membuat pelatnas batal di komplek GBK. ”Ada salah pemasangan posisi bucket,” ucapnya. Selain itu, Albert juga menuturkan akan mengirim beberapa atletnya ke luar negeri untuk mengikuti pelatnas. Negara Amerika Serikat dan Australia menjadi tujuan pelatnas tersebut guna memberikan prestasi gemilang di Asian Games 2018. Nantinya, para atlet akan dilatih oleh dua orang pelatih yakni Dave Selo akan membantu menangani pelatnas di Amerika Serikat. Sedangkan, Gavin Urquhart yang akan melatih di Australia. Tetapi, pelatnas di luar negeri masih menunggu hasil rapat dari PB PRSI. Karena, dana yang diberikan untuk tim renang Indonesia hanya Rp 2 miliar. ”Namun, kami masih menunggu hasil rapat internal PB PRSI,” katanya. (pah/adt)

Makasar Sukses Pertahankan Gelar Juara Kejurprov NPC Sulsel

makassar-kembali-jadi-juara-umum-paralympic-se-sulsel

Nasional Paralympic Committee (NPC) Sulsel sukses menggelar ajang Kejuaraan Provinsi (Kerjurprov) Sulawesi Selatan, (30/12) lalu. Sebanyak 135 atlet dari 15 kontingen atlet kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan berpartisipasi dalam ajang Kejurprov bagi para penyandang difabel. Terdapat delapan cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, yakni atletik, tenis meja, bulu tangkis, catur, show down tunanetra, angkat berat, panahan, dan renang. Kontingen Makasar kembali sukses merengkuh juara dan menobatkan mereka sebagai juara bertahan, dengan perolehan medali 14 medali emas, 11 perak, dan lima perunggu. Diikuti oleh Kabupaten Bantaeng yang berada di posisi kedua dengan perolehan 14 emas, empat perak, dan delapan perunggu. Di posisi ketiga bercokol kontingen Maros dengan perolehan 11 emas, tujuh perak, dan enam perunggu. Ketua NPC Sulsel, Sonny Sandra, dalam sambutannya saat menutup Kejurprov Sulsel di GOR Sudiang, Makassar, mengucapkan selamat kepada kontingen Makasar. “Selamat kepada NPC Makassar yang menduduki juara umum dan tidak ada yang pecahkan rekornya. Bantaeng sukses mempertahankan posisinya dan di posisi ketiga, Maros yang berhasil menyalip Sinjai, ” katanya, seperti dikutip okezone.com. Lanjutnya, pagelaran ini diluar ekspetasinya. Karena, jumlah atlet dan juga tim kabupaten maupun kota terus meningkat. “Tadinya saya prediksi hanya 11 kabupaten/kota yang mengikuti. Tapi, Alhamdulillah mencapai 15 kabupaten/kota. Kemudian atlet yang tadinya saya prediksi hanya sekira 120-an ternyata naik sampai 135 atlet. Ini saya mengapresiasi teman-teman di daerah, dengan keterbatasannya tetap menghadiri acara ini,” ujar Sonny yang juga menjadi ketua panitia penyelenggara kompetisi ini. Sonny juga berharap, ajang ini sebagai pencarian atlet berbakat yang ada di Sulsel. Dengan begitu, akan lebih mudah membina atlet-atlet yang berpotensi membawa nama Sulsel di kancah Nasional. “Karena itu diharapkan kepada NPC kabupaten/kota untuk mencari bibit-bibit muda agar bisa berprestasi hingga ajang nasional,” terangnya. Adanya Kejurprov NPC ini menjadi ajang pemanasan jelang pelaksanaan Pekan Paralympic Provinsi (Pepaprov) di Kabupaten Pinrang 2018. Sementara Official NPC Makassar, Alam Raya, mengapresiasi usaha para atletnya untuk memberikan prestasi yang gemilang bagi Makasar. “Saya berbangga kepada atlet-atlet saya karena mampu memberi prestasi gemilang untuk Makassar,” tukas Alam. (pah/adt)

Perserosi Sidoarjo Kembali Targetkan Juara Umum di Kejurprov 2018 di Tuban

perserosi-yakin-pertahankan-juara-umum-kejurprov-sepatu-roda-radar-surabaya

Setelah sukses menggenggam predikat juara umum pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) yang berlangsung di Malang. Kini, Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Sidoarjo kembali menargetkan untuk mempertahankan juara umum Kejurprov 2017 di Tuban. Sekretaris Perserosi Sidoarjo, Masunu mengatakan, para atlet rencanannya akan diikut sertakan dalam semua kategori. Maka dari itu, Perserosi akan intens melakukan seleksi atlet. “Saat ini kami masih proses seleksi,” ujarnya, seperti dikutip oleh Radar Surabaya. Sejumlah persiapan sudah mulai dilakukan akhir tahun ini. Meski banyak kendala fasilitas yang harus dihadapi oleh para atlet dalam hal latihan, tidak menurunkan semangat para atlet untuk berlatih pagi dan sore hari. Selain itu, Perserosi harus berbagi waktu dengan para pedagang di sekitar GOR Sidoarjo dan membuat waktu latihan berkurang. Namun, target juara umum terus ditancapkan Perserosi Sidoarjo. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin,” pungkasnya. (pah/adt)

Lima Bek Tangguh Yang Dimiliki Dunia Sepakbola Indonesia Versi NYSN Media

bek-indonesia

Menjadi seorang defender atau seorang bek dalam pertandingan sepakbola tentunya harus mempunyai fisik yang kuat dan tangguh. Bukan hanya itu, mereka diharapkan bisa mengambil keputusan untuk menggagalkan serangan lawan dengan cara halus. Di luar negeri, legenda seperti Javier Zenetti, Ivan Cordoba, Jaap Stam, Nemanja Vidic, Rio Ferdinand, Paolo Maldini merupakan sosok bek tangguh. Namun, di Indonesia juga memiliki bek tangguh yang ditakuti para penyerang. Nysnmedia.com telah mengumpulkan lima bek tangguh asal Indonesia: Fachrudin Wahyudi Aryanto Fachrudin mengawali kariernya sebagai pesepakbola profesional Indonesia bersama PSS Sleman pada tahun 2007 sampai 2012. Pemain kelahiran Klaten, 19 Februari 1989 kemudian hijrah ke klub Madura Utama hingga pada tahun 2012 sampai 2014. Klub papan atas Sriwijaya pun, pernah menggunakan jasa Fachrudin untuk mengawal tembok pertahanan dalam mengarungi kompetisi 2014-2017. Setelah di Sriwijaya selama tiga musim, ia berlabuh ke tim Madura United. Disana, peran Fachrudin tak tergantikan. Tangguhnya Fachrudin dalam mengawal pertahanan Madura United berhasil membawa timnya menembus papan atas klasemen Liga 1. Di level Timnas sendiri, Fachrudin sudah melakoni debutnya pada saat Piala AFF 2012. Kini, ia dipercaya menjadi kapten di Timnas Indonesia. Meski, menjadi seorang bek, Fachrudin kerap mencetak gol. Ahmad Jufriyanto Tohir Ahmad Jufriyanto atau biasa disapa Jupe ini mempunyai syarat komplit menjadi seorang bek. Tak jarang, klub-klub besar dari dalam negeri dan luar negeri tertarik menggunakan jasanya. Jupe pernah membela Persita Tangerang sebagai kota kelahirannya pada tahun 2005-2008, Arema Malang 2008-2009, Pelita Jaya 2009-2010. Pernah juga bolak balik ke tim Sriwijaya dan saat ini membela Persib Bandung. Jupe merupakan bek yang komplit, selain tangguh di lini pertahanan. Jupe juga mempunyai tendangan akurat. Beberapa kali gol nya, terlahir dari tendangan bebasnya. Kini, Jupe pun kerap mengisi di deretan nama pemain Timnas Indonesia. Hansamu Yama Pranata Hansamu Yama Pranata atau yang lebih dikenal dengan Hansamu Yama lahir di Mojokerto, 16 Januari 1995. Sejak kecil, Yama sapaan akrabnya sudah bercita-cita menjadi pemain sepakbola. Bakatnya sudah mulai diasah di SSB Mokokerto Muda pada tahun 2010 hingga 2011. Lambat laun, Yama terus menunjukan peningkatan yang signifikan dan sukses berlatih di Uruguay bersama tim SAD Indonesia. Sejak itu, permainan Yama terus meningkat ditambah mempunyai postur yang tinggi, sehingga Indra Sjafri kepincut jasa Yama di timnas Indonesia U-19. Tak salah pilih, timnas U-19 berhasil menjuarai Piala AFF U-19 2013. Konsisten dalam bermain, mantan pelatih Timnas Indonesia senior, Alfred Riedl juga ingin menggunakan jasa Yama di Piala AFF 2016 meski usianya tergolong masih muda. Kini, Yama tetap setia di tim Barito Putera. Meski, banyak tawaran dari berbagai klub. M Rezaldi Hehanusa – Persija Jakarta Pria yang akrab disapa Bule ini, merupakan pemain Persija Jakarta. Mengisi posisi bek sayap kiri, Bule kerap membantu serangan Persija dengan cepat yang bermain dari kaki ke kaki. Bule juga baru saja dinobatkan sebagai pemain muda terbaik di Liga 1 Indonesia. Pemain kelahiran Jakarta, 7 November 1995 ini mencatatkan diri bermain bagi Persija sebanyak 19 kali bermain, mencetak satu gol dan tiga assist. Tentunya, masih ingat ketika Bule mencetak gol spektakuler pada ajang Sea Games, Kuala Lumpur, Malaysia 2017. Tendangan jarak jauhnya berhasil Indonesia meriah perunggu dan mengalahkan Myanmar 3-1. Permainannya yang sangat sederhana, membuat Bule mendapat sorotan dari pelatih Luis Milla. Ia pun, dipanggil untuk masuk ke timnas U-23 untuk mempersiapkan diri menghadapi Asian Games 2018. Johan Alfarizi Johan Alfarizi merupakan pemain sepak bola Indonesia yang lahir dan besar di Malang. Pemain yang lahir pada tanggal 25 Mei 1990, ini merupakan pemain yang besar dan juga berkembang berkat akademi Arema. Pemain dengan nomor punggung 87 ini memulai karir nya di sebuah SSB Kitaro di Jatigul, Sumberpucung, Malang. Mempunyai identik yang khas pada rambut gondrongnya, pernah dipinjamkan ke Persija Jakarta untuk meningkatkan permainannya. Alhasil, Alfarizi sukses menunjukan perkembangan yang pesat, sehingga Arema menarik kembali. Dari situ, tipe bek sayap yang tenang dan mempunyai akurasi umpan baik membuat dirinya sering membantu penyerangan tim. Dan, Alfarizi juga dipercaya menjadi kapten Arema hingga sekarang.(pah/adt)

Inilah Lima Sosok Gelandang Sepakbola Terbaik Versi NYSN di Liga 1 Indonesia

gelandang-liga-1

Sosok gelandang sangatlah berpengaruh dalam membangun serangan dan juga memutus serangan dari lawan. Meski mempunyai tugas pengatur serangan dan pemutus serangan lawan, para pemain di posisi gelandang ini bisa membuat gol yang dapat membantu timnya meraih kemenangan. Jika di luar ada Paul Pogba, Luca Modric, Andres Iniesta, yang merupakan deretan para gelandang di Liga top dunia. Di Liga 1 Indonesia juga mempunyai gelandang terbaik. Berikut nysnmedia.com berikan 5 gelandang terbaik: Willem Jan Pluim – PSM Makasar Pluim datang ke PSM Makasar dengan predikat marquee player. Bergabung dengan PSM, sejak pagelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 lalu, Wiljan Pluim merupakan mantan pemain dari Roda JC dan Vitesse klub dari Belanda. Meski memiliki postur tubuh yang bagus, Pluim mempunyai visi permainan brilian, dan kualitas individu luar biasa. Statistiknya di Liga 1 pun tak bisa dianggap remeh. Gelandang berkembangsaan Belanda ini, dapat menjadi bukti bahwa ia benar-benar susah untuk diatasi. Di Liga 1 mencetak 12 gol dan 9 assist yang merupakan terbaik dibandingkan pemain PSM lainnya. Evan Dimas Darmono Nama Evan Dimas kian mencuat ketika menjadi kapten timnas Indonesia U-19 di ajang Piala AFF U-19, dimana Indonesia keluar sebagai juara. Dibawah pelatih Indra Sjafri, Evan terus menjadi gelandang andalan bagi timnas. Tepatnya, pada saat Qualifikasi Piala Asia U-19 menghadapi Korea Selatan. Evan mencetak hattrick dan menobatkan Indonesia juara grup sekaligus lolos ke Piala Asia. Evan yang bermain di Bhayangkara FC, tetap tak tergantikan perannya. Evan pun, mampu membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 2017. Pria kelahiran, Surabaya 13 Maret 1995 ini sudah menjadi andalan timnas U-23 dan mampu menembus skuad timnas senior. Adapaun statistik Evan selama di Liga 1 sukses menyumbangkan 1 gol dan 5 assist dengan akurasi operan mencapai 88%. Kini, Evan akan mengarungi Liga Malaysia bersama Selangor FC dan akan ditemani rekannya Ilham Udin yang juga di kontrak oleh Selangor FC. Bayu Pradana Andriatmo Bayu Pradana Andriatmo merupakan pemain dari tim berjuluk Naga Mekes yakni Mitra Kukar. Bayu sapaan akrabnya, mempunyai ketenangan yang sangat bagus dalam memotong serangan lawan dan juga kekuatan yang sangat baik untuk berduel dengan lawan. Pemain kelahiran Salatiga, 19 April 1991 ini sudah menjadi langganan mengisi sektor tengah Timnas Indonesia sejak tahun 2016. Sang Kapten Mitra Kukar ini mempunyai catatan yang baik selama putaran Liga 1 2017 berlangsung yakni 27 kali bermain, menciptakan satu gol dan satu assist. Febri Haryadi Febri Haryadi adalah pemuda asli Bandung, ia adalah jebolan SSB Pro UNI Bandung. Pada saat memperkuat Persib U-21, tak butuh waktu lama bagi Febri untuk meyakinkan Djajang Nurjaman pelatih Persib Bandung kala itu, untuk masuk ke tim senior. Pada saat ajang Sea Games di Kuala Lumpur, Febri berhasil mencetak gol cantik melalui tembakan kerasnya dari luar kotak penalti. Meski bermain di posisi sayap, kecepatan Febri hampir mirip dengan Boaz pada saat muda. Kekuataan kaki kiri dan kaki kanan, membuat pemain lawan harus mencari cara untuk menutup pergerakannya. Selama penampilannya di Persib, Febri mencatatkan 21 kali bermain, mencetak empat gol dan empat assist. Fadil Sausu – Bali United FC Bali United tengah mempersiapkan diri mengikuti kualifikasi Liga Asia 2018. Bali United yang meraih runner-up di Liga 1, mempunyai statistik operan terbaik dibandingkan klub lain yakni 10.768 operan sukses. Ini tak lepas dari peran sang jendral lini tengah yakni Fadil Sausu yang berhasil mencatatkan 1.415 operan sukses diikuti duet tengahnya. Sedangkan nama M. Taufik berhasil mencatatkan 1.315 kali operan sukses. Pria kelahiran Palu 19 April, 1985 ini sangat dominan di lini tengah Bali. Tak hanya itu, tendangan bebas dari Fadil selalu membahayakan penjaga gawang dan juga umpan-umpannya yang sangat akurat. Di lihat dari statistik Liga 1, Fadil mencatatkan 32 kali main, mencetak tiga gol dan lima assist. Tentunya, catatan ini sangat baik di usia Fadil yang sudah berkepala tiga. (pah/adt)

Egy Maulana Incar Klub Eropa, Mana Yang Dipilih?

Egy Maulana Vikri.

Egy Maulana Vikri, Bintang Timnas U-19 akan menuju salah satu klub sepakbola di benua Afrika. Dalam akun instagram, Egy telah mengunggah foto bersama Duzan Bogdanovic Egy Maulana Vikri masih belum fix menentukan klub mana yang akan menjadi tempat untuk Ia mengembangkan bakatnya. Egy saat ini masih belum berkontrak dengan klub manapun di Eropa dan masih dengan status tanpa klub. Target pemuda asal Medan ini bergabung dengan klub Eropa.Karena itu, Egy sempat menolak tawaran dari klub asal Thailand, Chainat Hornbill. Bintang Timnas U-19 ini dibantu Kemenpora dalam mencari  klub mana yang pas untuknya. Saat proses pencarian tersebut, Egy mengunggah foto diri di tempat yang dikelilingi salju bersama agen, Duzan Bogdanovic. Penunjukkan Duzan menjadi agen untuk Egy Maulana, merupakan instruksi kemenpora sebagai perantara Egy dengan klub-klub Eropa. “Skenario awal untuk Egy adalah masuk liga yang profesional. Artinya dari sisi umur, kami harus tunggu sampai 18 tahun ke atas,” ujar Isnanta yang dilansir dari Indosport. Pemuda kelahiran Medan ini memang banyak menjadi incaran klub-klub papan atas. Egy dengan usia yang masih begitu muda, ingin bakatnya bisa dijajal ke klub-klub luar negeri agar mendapat pengalaman bertanding yang lebih menantang. Selain itu, yang terpenting bisa mengharumkan nama Indonesia di Eropa.  

Ini Kata Pebasket Cokorda Raka Tentang Perkembangan Basket di Indonesia

cokorda-raka

Basket memang masih belum bisa menyaingi olahraga sepakbola, bulutangkis ataupun futsal di Indonesia. Berbeda dengan negara Filipina yang menjadikan olahraga basket sebagai olahraga paling populer. Namun, jika dibina dengan sangat baik bukan tidak mungkin basket bisa menjadi olahraga paling populer di Indonesia. Pebasket nasional Cokorda Raka yang juga pernah melatih Satria Muda (SM) ketika dijumpai tim nysnmedia.com beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa perkembangan dunia basket di Indonesia memang masih sangat kurang. “Perkembangan basket di usia dini, saya melihat masih kurang. Tapi dengan adanya kompetisi antar klub maupun kategori usia yang sangat bagus harus diperbanyak,” ujarnya. Lanjutnya, kompetisi usia dini seharusnya menjadi ranah dari Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi). Perbasi harus bekerja mulai dari bawah, karena pengalaman bertanding yang dibutuhkan pebasket usia dini. “Khusus di Banten sendiri harus lebih sering, mengadakan kompetisi. Memang, seharusnya ini ranah perbasi. Harusnya dari bawah, saya melihat masih kurang kompetisi antar SD hingga SMP. Usia mereka harus banyak tanding,” papar Cokorda atau biasa disapa Wiwin. Ia juga berpendapat, sosok pelatih untuk menangani pebasket di usia muda harus mempunyai pengalaman dan juga visi misi untuk bisa memberikan pelajaran yang berharga bagi pemain. “Pelatih juga harus dibina secara benar. Kalau, seperti itu pemain akan menjadi pemain bagus,” ucapnya. Perihal match fixing yang terjadi baru-baru ini, Cokorda mengatakan sangat berpengaruh bagi perkembangan basket di Indonesia. Terlebih bagi pebasket-pebasket muda. “Match fixing, sedikit pasti memberikan pengaruh ke basket itu sendiri. Perbasi sudah bagus memberikan sanksi tegas, tetapi bandarnya juga harus dibasmi. Kalau tidak, akan sama saja,” tuturnya. (pah/adt)

PBSI Rilis Tim Atlet Pelatnas Tahun 2018

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah merilis daftar tim pemusatan latihan nasional (Pelatnas) 2018. Pemain kelas utama masih diisi tim ternama seperti Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Greysia Polii, Jonatan Christie, dan sebagainya. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan bernomor SKEP/070/0.3/XII/2017 tentang Promosi Atlet Bulu Tangkis untuk Masuk Pelatnas PBSI Tahun 2018. Atlet pelatnas akan mendapatkan ketentuan baru dalam hal sistem pembinaan yang dimulai 2018, yaitu: Bagi atlet-atlet yang tertera di SK (surat keputusan) seluruh pembiayaan latihan dan pertandingan selama setahun akan dibiayai oleh PBSI. Atlet dengan SK Pemantauan, di mana pembiayaan pelatihan dan pertandingan akan dibiayai oleh PBSI selama enam bulan kemudian dipantau dan dievaluasi prestasinya, jika tak memenuhi target maka statusnya akan berubah menjadi pemain magang atau bahkan dipulangkan ke klub masing-masing (degradasi). Pemain magang yang seluruh pembiayaan latihan ditanggung PBSI, sementara untuk pertandingan dibiayai klub masing-masing. Pemain magang pun dievaluasi penampilannya selama enam bulan, kecuali jika indisipliner, dapat dipulangkan ke klub sewaktu-waktu. Jika berprestasi akan naik menjadi pemain dengan SK Pemantauan. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti berkata tak hanya perubahan dari segi pembinaan, juga perubahan dari segi kuota. Pada tahun 2018, jumlah atlet penghuni pelatnas sebanyak 104 atlet. Mereka dipilih dari penilaian potensinya, attitude, kemauan dan progres selama di pelatnas. Susy juga berkata bahwa prestasi atlet tersebut di tahun 2017 sudah cukup baik. Tahun ini dapat 38 gelar dari level international series hingga super series premier. Susi berharap di tahun 2018 tentu akan lebih baik lagi dan ada regenerasi lebih cepat. Prestasi sepanjang 2017, atlet bulutangkis nomor ganda putra berprestasi dengan luar biasa, begitu juga untuk ganda campuran, mendulang gelar pada event-event penting. Nomor ganda putri pun menunjukkan peningkatan yaitu ada tiga gelar yang diraih dari ganda putri tahun ini. Menurut lansiran, semua ini harus diapresiasi dan tetap harus kerja keras. Seperti halnya untuk Jonatan Christie, Anthony Ginting, dan Ihsan Maulana Mustofa diharapkan lebih stabil, bukan cuma di ranking 20 besar dunia, tetapi juga harus top 10. Mereka adalah pemain yang punya kesempatan ke Olimpiade 2020.

Awal Tahun 2018, Timnas Indonesia Akan Tampil di Dua Ajang Penting

Di awal tahun 2018, Timnas Indonesia akan hadapi dua ajang penting. Pada Januari, Tim Garuda Indonesia akan hadapi timnas Islandia, sedangkan satu lagi, pada Februari, akan tampil pada laga uji coba lokasi pertandingan Asian Games 2018. Menurut Direktur Teknik PSSI Danurwindo bahwa dua ajang tersebut sebagai bagian dari persiapan sebelum tampil di ajang Asian Games 2018. Ajang penting itu dijadikan juga pemantapan tim Merah Putih, sehingga nantinya akan tahu kekurangan yang harus diperbaiki dan kelebihan yang akan dipertajam. Ajang Test event Asian Games memberikan gambaran tentang kekuatan Timnas Indonesia. Dari situlah Timnas terpantau sejauh mana level permainannya. Hal ini baik untuk bahan pengembangan menuju Asian Games. Untuk mengejar ketertinggalan, Danur berkata Timnas Indonesia harus menang, kemudian menjadikan kekuangan dari tim papan atas sebagai bahan evaluasi. Dengan begitu, bisa dijadikan motivasi dalam meraih hasil maksimal di pertandingan terbesar Asia tersebut. Rencananya PSSI akan undang tujuh tim untuk ikuti tes event Asian Games 2017 bersama Tim Garuda Indonesia. Tiga negara yaitu China, Korea Selatan, Vietnam pun sudah menyatakan kesiapannya.

Lima Kiper Terbaik Versi NYSN di Liga 1 Indonesia

5-kiper-liga-1

Sosok kiper merupakan benteng terakhir dalam pengamanan menjaga gawang dari ancaman lawan untuk membuat gol. Pentingnya sosok kiper menjadi salah satu faktor penentu dalam sistem pertahanan tim sepak bola. Oleh karena itu, rasanya perlu bagi kita untuk mengetahui siapa saja kiper terbaik yang ada di Liga 1 Indonesia. Berikut ini adalah lima nama penjaga gawang atau kiper terbaik selama Liga 1 berlangsung versi NYSN Media. Berikut nama-namanya: Choirul Huda – Persela Lamongan Sepakbola Indonesia berduka setelah kehilangan satu penjaga gawang terbaiknya yakni Choirul Huda. Huda sapaan karibnya, menghembuskan nafas terakhirnya setelah bertabrakan dengan Ramon Rodrigues saat melawan Semen Padang. Sempat mendapat perawatan dari tim medis, nyawa Huda tak tertolong. Pria kelahiran Lamongan, 2 Juni 1979 ini sepanjang karier sepakbolanya hanya membela satu klub saja yaitu Persela Lamongan. Berbagai penyelamatannya pun, membuat Persela Lamongan pernah bertengger di posisi empat pada Liga Super Indonesia tahun 2011-2012. Berkat penampilan terbaiknya, Huda mendapat panggilan untuk memperkuat timnas Indonesia pada tahun 2014-2015. Di Liga 1 2017 pun, Huda kerap menunjukan penyelamatan terbaiknya meski umurnya sudah tak lagi muda pada usia 38 tahun. Huda merupakan panutan bagi kiper-kiper di Indonesia dan legenda sepakbola Lamongan maupun Indonesia. Muhammad Ridho – Borneo FC Muhammad Ridho punya ambisi besar tahun depan bersama Borneo FC usai mendapatan kontrak baru. Ridho yang musim lalu mencatatkan 106 save di Liga 1, mendapatkan perpanjangan kontrak 2 tahun dari manajemen klub. Kiper kelahiran Pekalongan, 21 Januari ini dinobatkan sebagai kiper terbaik Liga 1 2017. Penampilan dan penyelematannya bersama Borneo FC sangat-sangat mengesankan dari semua pengamat serta pecinta sepakbola Indonesia. Berkat, penampilannya banyak klub untuk menggunakan jasanya bahkan, klub Malaysia disinyalir tertarik merekrut Ridho. Dengan penampilannya yang cemerlang bersama Borneo FC, bukan tidak mungkin Ridho akan masuk dalam skema timnas Indonesia dibawah pelatih Luis Milla. Andritany Ardhiyasa – Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa adalah pemain sepak bola Indonesia yang memiliki kemampuan di atas rata-rata untuk seorang penjaga gawang. Andri sapaan akrabnya lahir di Jakarta, 26 Desember 1991. Pernah membela Persik Kuningan (2007) dan Sriwijaya (2008-2010), Andritany pulang untuk membela tim kota kelahirannya yakni Persija Jakarta. Sampai saat ini, Andritany menjadi kiper utama Persija. Di Liga 1, Persija Jakarta menjadi tim paling sedikit kebobolan yakni hanya kemasukan 24 gol. Predikat ini, tak lepas dari penampilan Andritany dibawah mistar. Kini, berkat penampilan yang konsisten dibawah mistar, Andritany menjadi kiper utama Timnas Indonesia asuhan Pelatih Luis Milla. Wawan Hendrawan – Bali United FC Wawan Hendrawal, kiper kelahiran Brebes, 8 Jamuari 1983 ini menjadi kiper terbaik yang dimiliki runner-up Liga 1 yakni Bali United FC. Usia yang tidak muda lagi, Wawan bisa menunjukan penyelamatan terbaiknya kepada kiper-kiper muda. Saat melawan PSM Makasar (6/11), tangguhnya Wawan dibawah mistar membuat pemain PSM Makasar frustasi dibuatnya. Berbagai penyelematan apiknya, membuat Wawan terpilih menjadi “Man Of The Match” dipertandingan tersebut. Awan Setho Raharjo – Bhayangkara FC Kiper muda Bhayangkara FC, Awan Setho Raharjo tampil gemilang saat membawa The Guardian menang tipis 1-0 atas PS TNI di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (3/9) malam. Tercatat, Awan membuat rekor penyelamatan terbanyak dalam satu pertandingan di Liga 1, yaitu sebanyak 14 kali. Kiper kelahiran Semarang, 20 Maret 1997 ini, terus konsisten dibawah mistar Bhayangkara FC. Hingga membuat dirinya menjadi kiper kepercayaan pelatih Simon McMenemy. Penampilannya, tercium oleh pelatih timnas Indonesia, Luis Milla dan memanggilnya pada laga uji coba melawan Kambija, 4 Oktober lalu. Kiper berusia 20 tahun itu bangga mendengar kabar pemanggilannya ke Tim Garuda.(pah/adt)

Satlantas Tangsel Drag Bike Competition Siap Dilaksanakan Pada Januari 2018

Drag-bike-competition

Mengawali tahun 2018, Kota dari pemekeran Kabupaten Tangerang yakni Kota Tangsel akan menggelar event drag bike competition yang di yakini dapat merangkul para pembalap muda. Event ini merupakan gagasan dari Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin H, SH.SIK dengan tajuk Satlantas Tangsel Drag Bike Competition, 27-28 Januari 2018 bertempat di Lapangan Sunburst, BSD City, Serpong, Tangsel. Drag bike ini menempuh jarak 201 meter dan akan memperlombakan 19 kelas yang dikelompokkan dalam 4 kelas, seperti kelas utama, supporting, bracket dan eksebisi. AKP Lalu Hedwin mengatakan, adanya event ini dapat menyalurkan bakat para pembalap muda. Dan, juga dapat merangkul para pembalap untuk mengikuti event resmi. “Saya ingin melihat bakat-bakat pembalap muda yang ada di Tangsel dan sekitarnya untuk beradu kecepatan di event resmi ini. Dari pada mereka mengikuti balap liar, lebih baik saya wadahi di event balap resmi,” tuturnya. Lebih lanjut, event ini akan membuka pendaftaran bagi para pembalap yang ingin memenangkan tropi dan sejumlah uang pembinaan. “Mulai 1 Januari pendaftaran sudah dibuka. Dan, untuk pendaftaran 1 Januari hingga 21 Januari akan ada biaya promo pendaftaran,” ujar AKP Lalu. Jika event ini mendapat apresiasi yang sangat bagus, bukan tidak mungkin Kota Tangsel mempunyai agenda rutin tiap tahunnya untuk menyelenggarakan event balap drag bike. Sementara itu, Ketua Panitia H Ipul Syaepullah sangat mengapresiasi gagasan dari Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin untuk merangkul para pembalap muda. “Bapak Kasat Lantas ingin event drag bike competition, ini bisa menjadi wadah buat para pecinta drag bike menyalurkan hobi. Menangkal balap liar khususnya di Tangerang Selatan. Menciptakan Tangerang Selatan bebas balap liar, mencegah genk motor yang biasanya berawal dari balap liar, menciptakan jalan raya yang tertib lalu lintas,” tutut H Ipul. Ia pun, berharap bisa mewadahi para pembalap drag bike di Tangsel. “Kelas yang ada ini kami harapkan bisa mewadahi pecinta drag bike di Tangerang Selatan,” tutupnya. (pah/adt)

Kaleidoskop: Momen Tak Terlupakan Dunia Olahraga Indonesia Sepanjang Tahun 2017

kaleideskop 2017

Tahun 2017 akan segera berakhir. Berbagai momen bersejarah dan tak terlupakan pun terjadi terutama di dunia olahraga Indonesia. Momen apa sajakah itu? Berikut momen-momen tak terlupakan yang dirangkum tim nysnmedia.com Match Fixing Indonesian Basketball League (IBL) Di bulan November lalu, kabar tak menyenangkan datang dari dunia basket Indonesia. Pasalnya, terdapat 8 pemain basket dan 1 official pada klub JNE Siliwangi Bandung yang tersandung kasus match fixing atau pengaturan skor. Mereka adalah Ferdinand Damanik, Tri Wilopo, Gian Gumilar, Haritsa Herludityo. Untung Gendro Maryono, Fredy, Vinton Nolan Sarawi, Robertus Riza Raharjo dan Zulhimi Fatturohman. Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi)mengeluarkan surat sanksi yaitu pembekuan paling lama 5 tahun dan IBL memberikan sanksi tidak memperbolehkan 9 nama tersebut berkontribusi di IBL seumur hidup. Hingga saat ini, kasus tersebut masih terus diselidiki. Kontorversi Liga 1 Kompetisi liga 1 mulai diadakan pada 15 April 2017 lalu memang menuai banyak kontroversi. Berbagai macam aturan yang diberlakukan dianggap menyulitkan seperti batasan usia pemain maksimal 35 tahun dan mewajibkan pemain U-23 bermain sebagai starter. Tak hanya itu, tidak konsisten dalam menggunakan wasit asing dan perubahan jadwal yang dadakan dianggap sangat tidak efektif. Bahkan supporter dari Persib Bandung pun juga sangat mencuri perhatian. Dan yang sangat kontroversi adalah perbedaan antara Liga 1 dan FIFA tentang penobatan juara liga 1. Kecurangan Yang Dilakukan Malaysia Terhadap Indonesia Di SEA Games Ajang olahraga tingkat Asia Tenggara 2017 lalu yang dilaksanakan di Malaysia dapat dikatakan sangat buruk. Malaysia melakukan berbagai kecurangan bukan hanya terhadap Indonesia namun juga negara-negara lain. Kecurangan yang menerpa Indonesia antara lain insiden posisi bendera Indonesia terbalik di buku panduan SEA Games, salah melakukan pemberian kartu kuning kepada Evan Dimas ketika melawan Timor Leste hingga kecurangan wasit dalam cabang olahraga sepak takraw. Chairul Huda Wafat Saat Bertanding Kiper legendaris Chairul Huda yang membela tim Persela Lamongan wafat saat bertanding melawan tim Semen Padang. Chairul Huda meninggal akibat benturan di bagian kepala dan leher dari rekan setim nya, Ramon Rodrigues. Kejadian tersebut sontak mengejutkan seluruh pihak yang saat itu menyaksikan Chairul Huda yang sempat memegangi dada dan kepalanya setelah terjadi benturan. Duka pun menyelimuti dunia sepak bola dengan kehilangan salah satu kiper panutan pemain-pemain muda Indonesia. Pembukaan Politeknik Olahraga Indonesia (POI) Politeknik Olahraga Indonesia resmi dibuka pada 21 November lalu. Politeknik yang berada di Palembang, Sumatera Selatan ini memiliki 3 program studi, yaitu Sport Industry, Perguruan Tinggi dan Kepelatihan. Ketiga program studi ini dianggap memiliki potensi yang menjanjikan dalam kenaikan prestasi olahraga di Indonesia. Dengan didirikannya POI, diharapkan Indonesia bisa mencetak atlet dan pelatih olahraga professional dimasa depan Dimas Ekky Pratama Mengikuti Ajang Moto2 Pembalap kelahiran tahun 1992 ini dengan bangga membawa nama Indonesia di ajang Moto2 yang diadakan di Sirkuit Sepang, Malaysia. Namun ia gagal melewati garis finish akibat jatuh di lap kedua. Saat itu, ia sedang berada diposisi ke-12. Meski gagal, ia tetap bangga bisa ikut dalam ajang balap motor Internasional. Kemenangan Kevin Sanjaya Dan Marcus Fernaldi Gideon Duet ganda putra terbaik Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon berhasil menjuarai turnamen BWF Super Series Finals 2017 pada 17 Desember lalu. Gelar Dubai Super Series Finals ini menjadi gelar juara ketujuh yang diraih Kevin/Marcus di ajang Super Series atau Super Series Premier sepanjang tahun 2017. Ini merupakan sejarah baru bagi Indonesia dan bagi pasangan berjuluk The Minions. Tujuh gelar yang diraih Kevin/Marcus masing-masing datang dari All England, India Terbuka, Malaysia Terbuka, Jepang Terbuka, China Terbuka, Hong Kong Terbuka, dan BWF Super Series Finals Indonesia Juara Umum ASEAN Para Games Indonesia menjadi juara umum diajang ASEAN Para Games 2017 yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Indonesia berhasil membawa pulang 125 emas, 75 perak, dan 50 perunggu. Hal tersebut menunjukkan bahwa atlet difabel bisa Indonesia mengharumkan nama bangsa. Dengan segala keterbatasan dan disabilitas, mereka menjadi sosok-sosok penting pembawa nama baik bangsa di hadapan dunia. Renovasi Venue Asian Games 2018 Menyambut Asian Games 2018, berbagai fasilitas olahraga di Indonesia terutama Jakarta dan Palembang melakukan renovasi besar-besaran. Di Jakarta, kompleks Gelora Bung Karno saat ini sudah mulai rampung, seperti Stadion utama Gelora Bung Karno, Training Facility, Stadion Tenis Indoor dan Outdoor, Stadion Madya, Softball, Gedung Basket dan Lapangan Baseball, Lapangan Hoki, Lapangan Panahan dan Sepakbola ABC serta Stadion Renang (Aquatic). Selain itu, pembangunan juga dilakukan di arena menembak dan danau dayung di Jakabaring Sport Center (JSC) Palembang, rehabilitasi 17 venue di Jawa Barat, dan pembangunan venue Jetski dan Dayung di Ancol, Jakarta. Beberapa momen diatas memang tak akan terlupakan. Semoga di tahun 2018, olahraga di Indonesia bisa terus berkembang hingga kembali mengukir sejarah.(put)