30 Peserta Kursus Lisensi D Nasional di Villa 2000 FC Tunjukkan Antusias Tinggi

Kursus pelatih lisensi D Nasional gelombang pertama 30 April-6 Mei, berlangsung di markas Villa 2000 FC, dan Blitz Tarigan bertindak (biru) sebagai pelatih. (Ham/NYSN)

Tangerang Selatan- Demi menciptakan pelatih berbakat dan berkualitas, Villa 2000 FC bekerja sama dengan PSSI, mengadakan kursus pelatih lisensi D Nasional di markas Villa 2000 FC, Pamulang, Tangerang Selatan. Pelatihan ini diadakan dua gelombang, yakni gelombang pertama 30 April-6 Mei, dan gelombang kedua 8-15 Mei 2018, dengan Iwan Setiawan bertindak sebagai instruktur pelatih. Selain Iwan, Villa 2000 FC selain menjadi panitia penyelenggara, juga mengirimkan satu nama, yaitu Blitz Tarigan, yang bertugas asisten instruktur pelatih. “Total peserta ada 30 orang, dan ini sudah memenuhi kuota standar kursus pelatihan. Peserta datang dari berbagai daerah, dan dari luar Jawa, yakni Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera,” ungkap Blitz, usai hari pertama pelatihan, Senin (30/4). Lokasi Pamulang, sempat menjadi kendala bagi peserta yang memang jauh dari tempat tinggal. Villa 2000 FC tak menyediakan biaya tambahan untuk peserta yang jauh, tetapi merekomendasikan akomodasi penginapan. “Sejak awal, kami tak menyediakan akomodasi, transportasi, dan lain sebagainya. Tapi, kami merekomendasikan tempat tinggal. Mereka yang jauh dari rumah, kami tempatkan di mess kami,” tukasnya. Nantinya, 30 peserta ditempa selama sepekan, dan dimulai pukul 07.30 WIB – 18.00 WIB. Pada Senin (30/4) adalah menjadi hari pertama, gelombang pertama dilaksanakannya rangkaian kursus, dengan Blitz sebagai pelatih, dan Iwan sebagai pemateri utama. “Tujuan umum dilaksanakannya kegiatan menciptakan pelatih-pelatih yang berkualitas untuk bisa membina pemain usia dini, karena sepak bola untuk usia dini perlu mendapat perhatian khusus,” ujar Iwan. Menurut mantan Pelatih Borneo FC ini, pembinaan sepak bola pada usia muda perlu mendapat perhatian serius, dan event kursus ini menjadi ajang sekaligus tempat menimba ilmu, bagi wajah baru pelatih usia dini. “Yang saya lihat, bahwa tingkat antusias dari para peserta ini sangat tinggi. Mereka bersemangat ketika materi di kelas maupun praktek di lapangan, dan itu modal yang dibutuhkan, yakni semangat mereka” tambah pria kelahiran Medan 5 Juli 1968. Meski beberapa peserta ada yang mulai dari nol dan bukan dari pemain sepak bola, bahkan tidak tahu menahu seputar dunia sepak bola, namun mereka bersemangat untuk belajar. Metode baru yang digunakan pemateri yakni Villanesia, yaitu metode yang membuat siswa atau peserta terlibat langsung dalam proses belajar mengajar, dan tak hanya mendengarkan atau mencatat, namun bisa langsung dipraktekkan di lapangan. “Tak sekedar belajar jadi instruktur yang berdiri di depan berbicara, tapi mereka turun langsung ke lapangan, untuk mengaplikasikan materi yang sudah diberikan selama di kelas. Jadi keseharian mereka sudah bisa mengajar, bagaimana menjadi seorang pelatih,” tutup pria 50 tahun tersebut. (Dre/Ham)

Jadi Tuan Rumah AFF U-16 Girls Championship 2018, Timnas Putri U-16 Justru Tanpa Target

Timnas U-16 Putri berada di grup B bersama Thailand, Kamboja dan Laos, dalam AFF U-16 Girls Championship 2018. (pssi.org)

Palembang- Timnas Putri U-16 yang tampil di AFF U-16 Girls Championship 2018 tak dibebani target untuk menjuarai kompetisi antar negara-negara Asia Tenggara yang diikuti sembilan negara ini, karena terdapat wakil Asia di Piala Dunia Wanita 2015 dan 2019, yakni Thailand. Ketua Asosiasi Sepak Bola Wanita PSSI, Papat Yunisal, dalam konferensi pers di Palembang, Senin (30/4), mengatakan, meskipun bertindak sebagai tuan rumah, Tim Srikandi muda diharapkan mampu menembus semifinal. “Tim sudah disiapkan cukup matang dan berkelanjutan selama lima bulan oleh Pelatih Rully Nere. Saya optimistis dengan bermain di rumah sendiri akan membangkitkan semangat pemain,” kata Papat. Sementara Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, optimistis Timnas Putri U-16 bisa berprestasi. Ia menjelaskan bahwa ajang ini menjadi start awal rangkaian Indonesia menjadi tuan rumah berbagai ajang di tahun 2018 ini. “PSSI ingin Timnas Putri U-16 meraih hasil yang terbaik, apalagi persiapan dilakukan secara intensif dan lama. Dan AFF U-16 Girls Championship 2018 menjadi momentum dimana Indonesia menjadi tuan rumah,” kata Joko, pada Minggu (29/4). “Ini menjadi hal yang positif, karena laga perdana langsung melawan Thailand. Mereka ini akan menjadi masa depan srikandi Timnas Wanita Indonesia. PSSI kini sangat serius dan sepak bola wanita menjadi salah satu fokus perhatian,” jelas pria yang juga Wakil Presiden AFF ini. Sementara itu, pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere mengatakan, suatu kebanggaan bagi dirinya yang bisa mendampingi Indonesia untuk ikut serta pada AFF U-16 Girls Championship. Dirinya pun memberikan apresiasi kepada PSSI terkait perhatian selama ini. ā€œTerimakasih kepada PSSI yang selalu memberikan dukungan penuh kepada Timnas Putri U-16. Apalagi ada momentum yang yang tepat, kemarin kita baru merayakan hari ulang tahun PSSI, dan belum lama ini juga ada hari Kartini,” kata Rully. Indonesia selaku tuan rumah tergabung dalam Grup B bersama Thailand, Kamboja dan Laos. Untuk Grup A terdiri atas, Malaysia, Singapura, Vietnam, Fhilipina, dan Myanmar. Situasi ini membuat Papat yakin, peluang Indonesia untuk lolos grup sangat terbuka. “Ini keberuntungan, Timnas masuk Grup B dengan hanya empat tim, sehingga peluang makin terbuka. Setidaknya runner up di Grup,” ujar eks pesepakbola wanita era tahun 80-an ini. Salah satu pemain Timnas Putri U-16, Syafira Azzahra Ramadhanti mengaku bangga menjadi anggota Timnas Putri U-16. “Rasanya bangga, bisa masuk Timnas. Senang bisa mewakili indonesia di ajang bergengsi ini. Semoga kami menjadi juara pada ajang ini,” kata Syafira. Sedangkan, pelatih Thailand Naruephon Kaenshon mengatakan meski timnya diunggulkan tapi tetap bisa meremehkan tim lain. “Memang benar kami menjadi wakil Asia di piala dunia U-16 tapi bukan berarti kami boleh meremehkan tim lain. Apalagi saat ini terjadi perubahan komposisi pemain hampir 80 persen jika dibanding saat mengikuti Piala AFF U-15, pada 2017 di Laos,” kata dia. Menurutnya, semua tim berpeluang untuk memenangkan kompetisi ini. “Walau persiapan kami sangat minim, hanya satu bulan,” pungkasnya. AFF U-16 Girls Championship 2018 digelar di Palembang, Sumsel, 1-13 Mei 2018, menggunakan dua stadion yakni Stadion Bumi dan Stadion Atletik Jakabaring Sport City (JSC). (Dre/Ham) AFF U-16 Girls Championship 2018 Grup A Malaysia Philipina Vietnam Singapura Myanmar Grup B Indonesia Thailand Kamboja Laos

Dominan Menekan Lawan, Timnas Indonesia U-23 Kalah Dari Bahrain U-23 Gara-gara Winger Persib Bandung ?

Winger Timnas U-23, Septian David Maulana (29) gagal memberi kontribusi usai dikalahkan 0-1 oleh Bahrain U-23, dalam PSSI Anniversary Cup 2018 di Stadion Pakansari, Bogor, pada Jumat (27/4). (Ham/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 takluk 0-1 dari Bahrain U-23 dalam PSSI Anniversary Cup 2018 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (27/4). Gol yang bersarang ke gawang Timnas dilesakkan oleh Mohammed Marhoon pada menit ke-4. Pasukan Luis Milla gagal menyarangkan gol balasan, kendati dominan dalam menguasai bola (64%) maupun soal tekanan ke pertahanan musuh. Menurut statistik Labbola, Tim Garuda Muda sepanjang laga mampu melepaskan 18 tembakan. Indonesia bahkan unggul penguasaan bola sepanjang pertandingan sebesar 56%. Selain penguasaan bola, Indonesia memiliki catatan positif soal akurasi umpan. Presentase sebesar 81% untuk akurasi umpan dimiliki oleh Indonesia. Jumlah itu membuktikan serangan deras mampu dilakukan Febri Hariyadi cs ke pertahanan musuh, dibanding 13 percobaan yang dilesakkan kubu Bahrain. Sebanyak 18 upaya yang dilepaskan tim merah putih terdiri atas 8 tembakan akurat, 6 percobaan melenceng, dan sisanya berhasil diblok. Jumlah total 18 shots itu terbagi menjadi milik 8 pemain. Osvaldo Haay yang kerap menusuk dari lini kedua di sisi kiri pertahanan Bahrain, merupakan penembak paling banyak dengan angka 4 percobaan. Hal menarik yang patut menjadi bahan introspeksi adalah minimnya sokongan para penyerang terhadap penciptaan peluang tim. Lerby Eliandry dan pemain pengganti, Ilija Spasojevic, kesulitan mendapatkan ruang, akibat barikade rapat pertahanan musuh. Ada banyak hal yang bisa memengaruhi hasil pertandingan. Namun, keputusan pemain dalam mengambil tindakan –menggiring, mengumpan, atau menendang– di menjadi yang paling krusial. Dan itu terbukti pada laga semalam. Mari sepakati bersama, pada pertandingan ini Febri bermain luar biasa. Kelincahan dan dribel-dribel ciamiknya membelalakkan mata pencinta sepak bola nasional. Bola yang menggelinding kencang dan diprediksi tidak mungkin diambil nyatanya masih bisa dia kejar. Intinya, pemain Persib Bandung itu mempertontonkan aksi-aski yang luar biasa bagusnya. Namun, sekali lagi, tidak ada gol yang dicetak berarti ada masalah yang terjadi. Dan itu berkenaan dengan pengambilan keputusan yang salah. Febri beberapa kali melakukannya. Setelah berhasil mengelabui lawan-lawannya, Febri mendapatkan ruang yang cukup terbuka. Alhasil, dia punya banyak opsi yang bisa diambil –menggiring bola lebih ke dalam, memberikan umpan silang, atau menendang bola. Nah, di sinilah letak masalahnya. Febri kerap mengambil keputusan yang salah. Ketika harus menyodorkan umpan silang membuat peluang untuk mencetak gol lebih besar, Febri malah menembak bola atau sebaliknya. Namun, kesalahan itu tidak sepenuhnya milik Febri. Pemain-pemain lain macam Osvaldo, Muhammad Hargianto, dan Lerby pun berkali-kali selalu memilih opsi yang tidak tepat. “Ketika sudah beberapa meter dekat gawang, semua keputusan ya tergantung dari para pemain. Sebab, saya tidak tahu situasi di lapangan seperti apa,” kata Luis Milla dalam jumpa pers seusai laga. “Intinya, saya harap pengambilan keputusan seperti itu bisa diperbaiki ke depan. Saya harap juga kami tak punya masalah lagi untuk mencetak gol pada laga selanjutnya,” ujar pelatih berpaspor Spanyol itu. Kekalahan dari Bahrain U-23 membuat Timnas Indonesia U-23 tercecer di dasar klasemen sementara PSSI Anniversary Cup 2018. Pada laga selanjutnya, Hansamu Yama dkk. akan menghadapi Korea Utara U-23, Senin (30/4). (Dre/Ham) Kontribusi Pemain Timnas U-23 vs Bahrain U-23 : Osvaldo Haay: 4 M. Hargianto: 3 Febri Hariyadi: 3 Septian David Maulana: 2 percobaan Hansamu Yama Pranata: 2 Evan Dimas: 2 Rezaldi Hehanussa: 1 Zulfiandi: 1

Timnas U-16 Masuk Grup C, Iran Jadi Saingan Terberat Ajang Piala AFC U-16

Timnas U-16 akhirnya tergabung di Grup C di ajang Piala AFC U-16, bersama Iran, India dan Vietnam. (net)

Jakarta– Timnas U-16 masuk ke dalam Grup C di event AFC Cup atau Piala Asia U-16 2018, usai drawing yang dilakukan di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (26/5). Indonesia satu grup dengan Iran, Vietnam, India. Iran diperkirakan akan menjadi lawan kuat Indonesia. Meski Vietnam dan India juga tak bisa diremehkan. Timnas U-16 tampil di Piala Asia U-16, setelah menjadi juara Grup G babak kualifikasi pada September 2017. Status itu disandang setelah menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan. Di laga pertamanya, Indonesia menggilas Kepulauan Mariana Utara 18-0 sebelum mengalahkan Timor Leste 3-1, Thailand 1-0, dan Laos 3-0. Total 25 gol dibuat oleh anak asuh Fakhri Husaini. Indonesia masuk pot keempat sebelum pengundian dilakukan bersama dengan Tajikistan Yordania, dan Afghanistan. Sementara pot pertama diisi tuan rumah Malaysia, Irak, Iran, dan Korea Utara. Pot kedua diisi Jepang, Oman, Vietnam, dan Korea Selatan, sedangkan pot ketiga diisi Yaman, India, Thailand, dan Australia. Piala Asia U-16 2018, digelar 20 September sampai 7 Oktober 2018, di Malaysia. Empat tim semifinalis mewakili Asia di Piala Dunia U-17 2019, di Peru. Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini, menilai persaingan Piala AFC tidak mudah. Kekuatan semua tim, kata dia, hampir merata. “Yang penting, pemain harus fokus dan berusaha menampilkan permainan terbaik mereka,” katanya, seperti dikutip laman resmi PSSI. Fakhri menambahkan, target empat besar menjadi misi utama. ā€œYa, kami akan berusaha keras untuk mencapai target itu,ā€ ujar Fakhri. Timnas Garuda Remaja akan menjalani pemusatan latihan pada Sabtu (28/4), di Cijantung. (Dre/Ham) Berikut Pembagian Grup: Grup A Malaysia, Jepang, Thailand, Tajikistan Grup B Korea Utara, Oman, Yaman, Yordania Grup C Iran, Vietnam, India, Indonesia Grup D Irak, Korea Selatan, Australia, Afghanistan

Imbang lawan Tim Putra Senior, Satia Bagja: Pemain Tidak Meliuk-liuk Seperti Kemarin

Melawan tim putra Gunungkidul United Senior (merah), hasil imbang 1-1 diraih Timnas Putri Senior, pada Rabu (25/4). (Ham/NYSN)

Sawangan- Timnas Putri Indonesia Senior kembali merumput pada Rabu (25/4) sore, dalam laga uji coba kontra tim putra Gunungkidul United Senior, yang berlangsung di NYTC Sawangan Depok, Jawa Barat. Pasca kalah 1-2 melawan tim putra U-13 dari SSB Villa 2000, anak asuh Satia Bagdja pada laga ini dapat mengimbangi tim lawan, yang mayoritas bermaterikan pemain berusia diatas 50 tahun, dengan skor akhir 1-1. Sempat unggul di awal babak kedua dengan gol tunggal dari Tugiyati, namun sayang pada akhir babak si kulit bundar berhasil membobol jala Timnas yang dijaga Riska Yulianti. “Kesalahan kemarin sudah diperbaiki, pemain fokus dengan keputusan yang harus diambil. Tak perlu lagi meliuk-liuk seperti kemarin, permainan membaik,” ujar Satia Bagja, pelatih Timnas Putri Senior, pada Rabu (25/4). Menurut Satia, para pemain mulai memahami skema permainan, penempatan posisi, dan pemanfaatan lebar lapangan. Hal ini sudah bisa dikuasai dengan baik, meski tim terus mendapat tekanan dari lawan. Satia juga memberikan komentarnya soal rencana keberangkatan timnya ke Palembang, Sumatra Selatan, jelang AFF Women’s Championship 2018 atau Piala AFF Wanita 2018. “Belum tau kapan berangkat dan berapa lama disana. Lagipula disini (Sawangan) enak, latihan bisa tiap hari, penginapan juga ada. Kalau kami datang lebih awal di Palembang, nanti bingung latihan dimana, menginap harus sewa hotel,” jelas pria yang berprofesi dosen UNJ ini. Kepastian Tim Srikandi Merah Putih terbang ke Palembang, bakal diketahui usai melakoni laga uji coba versus klub profesional Putri dari Thailand, pada 30 Mei mendatang. AFF Women’s Championship 2018 atau Piala AFF Wanita 2018, akan dihelat mulai 1 Juli – 14 Juli, di Palembang, Sumsel. Hingga saat ini total pemain Timnas Putri Senior berjumlah 36 orang. (Dre) Rekap Hasil Uji Coba Timnas Putri Timnas Putri vs Tim Pelatih Lisensi B : 1-3 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 0-4 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 1-4 Timnas Putri vs SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) : 3-1 Timnas Putri vs UNJ 50 tahun ke atas: 4-0 Timnas Putri vs SSB Goal Axis: 23-0 Timnas Putri vs Univ Bina Nusantara (Putri) : 21-0 Timnas Putri vs Legend Timnas U-50: 3-2 Timnas Putri vs Villa 2000 U-13: 1-2 Timnas Putri vs Gunungkidul United Senior : 1-1

Timnas U-23 Tidak Komplit, Winger Persebaya Ditukar Kiper

Timnas U-23 saat menggelar latihan hari kedua, di Lapangan A, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 24 April 2018. (Ham/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 sudah memulai persiapan menuju Anniversary Cup 2018. Event ini akan bergulir di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, 27 April-3 Mei 2018, dan akan diikuti Bahrain, Korea Utara, dan Uzbekistan. Pemusatan latihan (TC) Timnas U-23 dimulai sejak Senin (23/4), di Lapangan A Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. Meski belum semua pemain hadir, sesi latihan yang dipimpin pelatih Luis Milla dan para asistennya berlangsung intensif. Skuad Merah putih U-23 memiliki waktu untuk persiapan selama beberapa hari. Mereka baru akan melakoni laga perdana melawan Bahrain, pada Jumat (27/4). Setelah itu, mereka akan melawan Korut, Senin (30/4), dan Uzbekistan, Kamis (3/5). Meski hanya bertajuk turnamen, Evan Dimas dkk tetap menargetkan hasil maksimal. Milla pun menyertakan 24 pemain yang juga dihuni tiga pemain senior. Mereka adalah Lerby Eliandry (Borneo FC), Ilija Spasojevic (Bali United), dan Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta). Namun, pengganti Irfan Jaya yang sedang sakit akhirnya disampaikan asisten pelatih Timnas U-23, Bima Sakti Tukiman. Ia adalah penjaga gawang milik Persebaya Surabaya, Miswar Saputra. Irfan, yang juga membela Persebaya, mengalami gejala tifus sehingga gagal bergabung bersama Timnas U-23. “Kemarin ada informasi gitu (Miswar sebagai pengganti Irfan), Coach Edu (Eduardo PĆ©rez, pelatih kiper) melihat performa Persebaya bagus sekali,” tutur Bima usai latihan, Selasa (24/4) Dengan dipanggilnya Miswar, berarti akan ada empat kiper pada pelatnas bulan ini. Sebelumnya sudah ada Awan Setho, Satria Tama dan Andritany yang masih fokus membela Persija Jakarta di Piala AFC. “Sementara kami tunggu Andritany, untuk memudahkan sesi latihan kami panggil penggantinya (Miswar). Kami masih menunggu, dan Coach Luis sudah berkomunikasi dengan (Persebaya), semoga segera di sini,” ucapnya. (Dre) Jadwal Anniversary Cup 2018 Jumat, 27 April 2018 16.00 WIB: Uzbekistan vs Korea Utara 19.30 WIB: Indonesia vs Bahrain Senin, 30 April 2018 16.00 WIB: Bahrain vs Uzbekistan 19.30 WIB: Indonesia vs Korea Utara Kamis, 3 Mei 2018 16.00 WIB: Korea Utara vs Bahrain 19.30 WIB: Indonesia vs Uzbekistan Daftar 24 Pemain Kiper 1. Andritany Ardhiyasa, Persija 2. Satria Tama, Madura United 3. Awan Setho Raharjo, Bhayangkara FC Belakang 4. Hansamu Yama Pranata, Barito Putera 5. Andy Setyo, PS Tira 6. Bagas Adi, Arema FC 7. Ricky Fajrin, Bali United 8. I Putu Gede, Bhayangkara FC 9. Gavin Kwan Adsit, Barito Putera 10. M Rezaldi Hehanusa, Persija 11. Firza Andika, PSMS Medan Tengah 12. Evan Dimas, Selangor FA 13. Zulfiandi, Sriwijaya FC 14. Muhammad Hargianto, Bhayangkara FC 15. Hanif Sjahbandi, Arema FC 16. Saddil Ramdani, Persela 17. Septian David, Mitra Kukar 18. Egy Maulana, Lechia Gdansk 19. Osvaldo Haay, Persebaya 20. Irfan Jaya, Persebaya 21. Febri Hariyadi, Persib Depan 22. Ilham Udin, Selangor FC 23. Lerby Eliandry, Borneo FC 24. Ilija Spasojevic, Bali United

Latihan Timnas U-23 Masih Belum Lengkap, Empat Pemain Absen

Timnas U-23 saat menggelar latihan hari kedua, di Lapangan A, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 24 April 2018. (Ham/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 memulai pemusatan latihan (training camp) di Lapangan A, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, sejak Senin (23/4). Memasuki hari kedua jelang Anniversary Cup 2018, empat dari 24 pemain yang dipanggil Luis Milla, masih absen. Keempat pemain itu adalah Rezaldi Hehanusa dan Andritany Ardiyasha dari Persija Jakarta, Saddil Ramdani dari Persela Lamongan, dan Irfan Jaya dari Persebaya Surabaya. Khusus untuk Irfan, Milla dikabarkan harus mencoretnya, karena mengalami sakit tifus. Masih belum dipastikan siapa pengganti Irfan. “Kita tadi latihan diawali dengan rondo, lalu dibagi dua tim kecil. Agar transisi saja bagi mereka,” ujar Asisten Pelatih Timnas Indonesia U-23 Bima Sakti Tukiman, saat ditemui usai latihan, Selasa (24/4). Dua punggawa Selangor FA, Evan Dimas dan Ilham Udin Armayin juga telah nampak berlatih. Pun halnya dengan Ilija Spasojevic dan Ricky Fajrin dari Bali United yang absen di latihan perdana kemarin. Meski masih minus empat pemain, namun Bima mengatakan hal ini tak terlalu bermasalah. Sisa waktu sebelum Timnas U-23 bermain melawan Bahrain pada Jumat, dinilai masih cukup. “Skema (permainan) tetap sama. Tapi memang pemain lain bisa menggantikan dan memang coach Luis memberikan kesempatan untuk pemain yang membela klubnya di AFC,” kata Bima. Pemain yang harus absen untuk klubnya adalah Andritany dan Rezaldi dari Persija Jakarta. Keduanya akan membela skuad Macan Kemayoran di laga penyisihan Piala AFC 2018 malam ini. Satu pemain lain yang absen dari latihan Timnas U-23 adalah Saddil Ramdani. Saddil yang masih berumur 18 tahun, dikabarkan harus absen karen harus mengikuti Ujian Nasional SMA. Rencananya ia baru akan bergabung pada Jumat mendatang. (Ham)

Rilis Pemain Timnas Putri U-16 Disiapkan, Stadion Atletik Jadi Venue AFF U-16 Wanita

Pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere, akan merilis daftar pemain terpilih dalam event AFF U-16 Girls Championship 2018, pada Kamis (26/4). (Pras/NYSN)

Jakarta- Dua minggu jelang event AFF U-16 Girls Championship 2018, pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere akan merilis daftar pemain terpilih, pada Kamis (26/4). Hingga kini, total pemain sudah mengerucut menjadi 24 nama, namun bongkar-pasang pemain dalam tim, masih menjadi kendala, terutama saat latihan. “Sulit mencari pemain putri U-16, karena tak ada kompetisi di sektor ini. Dan, saat didapat, kami harus ajarkan lagi dari awal,” ucap Rully pada Jumat (20/4). Solusinya, ia dan PSSI, mencoba melakukan kontak dengan pihak sekolah di berbagai daerah, termasuk sekolah nasional maupun internasional, untuk menyumbang pemain. Meski cara ini tidak cukup efektif, Rully sanggup mengumpulkan pemain, yang terhitung memiliki skill bermain bola, dalam level pemain putri remaja. Rencananya, rilis nama pemain Timnas Putri U-16, akan diumumkan pada Kamis (26/4). Lalu Carla Bio Pattinasarany dkk bertolak ke Palembang, dan menjalani sesi latihan perdana, pada Jumat (27/4) pagi. Dengan total skuad 24 orang, bagi Rully dirasa sudah cukup. Namun ia akan mencoret satu nama lagi, dalam kurun waktu sepekan kedepan, sebelum pengumuman. “Jumlah maksimal pemain yang didaftarkan 23 orang. Namun, sebagai tuan rumah, jika bisa membawa 23 pemain ya kenapa tidak. Tapi kalau cuma 20 orang kompeten, ya hanya 20 yang dibawa,” tambahnya. AFF U-16 Girls Championship 2018 dihelat pada 1 – 13 Mei 2018, dengan sistem setengah kompetisi. Menurut Pengurus Asprov PSSI Sumsel, Faisal Mursyid, kegiatan ini akan diikuti oleh 9 negara. Indonesia tergabung di grup B bersama tim Thailand, Kamboja, dan Laos. Lima negara lain berada di grup A, yakni Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, dan Myanmar. ā€œKegiatan event ini, akan dilaksanakan di Stadion Atletik Jakabaring Sport City (JSC),ā€ ujarnya saat dikonfirmasi, pada Jumat (20/4). Faisal melanjutkan, saat ini belum ada permintaan dari PSSI, untuk meminjam lapangan guna menggelar Training Camp (TC), bagi timnas yang akan berlaga. Namun, pihaknya telah mengantisipasi jika diminta untuk menyediakan lapangan untuk berlatih, maka Stadion cabor Baseball yang ada di kompleks JSC, menjadi pilihannya. ā€œAndai itu pun tak memungkinkan, bisa memakai Stadion Bumi Sriwijaya. Sebab dua lapangan itu diproyeksikan untuk Asian Games 2018,ā€ ungkap Faisal. Ia menuturkan, kegiatan ini jadi semacam agenda test event. Sebab, panitia yang terlibat saat ini, akan sama dengan panitia yang akan bekerja pada saat Asian Games 2018. ā€œKami berharap, panitia yang akan terlibat dalam Asian Games 2018 khususnya di cabang olahraga sepakbola wanita, agarbisa lebih siap,ā€ pungkasnya. (Dre)

Takluk 1-2 Dari SSB Villa 2000 U-13 Putra, Pelatih Timnas Putri : Anak-anak Kurang Cerdas !

Melawan tim putra SSB Villa 2000 U-13 (oren), Timnas Putri Senior masih belum padu dan solid, sehinga akhirnya menyerah dengan skor akhir 1-2. (Ham/NYSN)

Sawangan- Timnas Putri Indonesia Senior kembali merumput kontra tim putra SSB Villa 2000 U-13, dalam laga uji coba, di komplek National Youth Training Camp (NYTC), Sawangan, pada kamis (19/4) sore. Uji coba kali ini Zahra Muszadalifah dan skuat, harus menerima kekalahan dengan skor akhir 1-2. Gol tunggal milik tim Srikandi Indonesia, diciptakan oleh Dwi Apriliani. “Kepercayaan anak-anak kurang, dan personality (mental individu) terlihat belum matang. Yang seharusnya passing, tapi malah meliuk-liuk, akhirnya bola lepas,” jelas pelatih Timnas Putri Senior, Satia Bagja, pada Kamis (19/4). Satia memastikan jika yang perlu diperhatikan oleh pemain adalah membaca kemampuan lawan. Momentum melakukan passing, shooting dan defending, masih sangat perlu untuk dipelajari. “Memilih dan menentukan keputusan, itu nanti yang akan kita tekankan. Hari ini ada beberapa hal seharusnya tidak perlu, malah dilakukan. Kiper juga gitu, ada lawan di tengah, malah dia oper kasih ke tengah,” tambahnya. Laga sparring kali ini dilakukan tiga babak dan tiap babak berjalan 30 menit. Babak pertama berjalan, Timnas Putri sudah tertinggal 1-0. Saat babak kedua dimulai, kembali Villa 2000 U-13 mampu merobek jala Kiper Timnas yang dijaga Norvince Boma. Beruntung, di babak pamungkas, Dwi Apriliani dapat mengurangi selisih skor. Sementara itu, Ibnu Wibowo selaku pelatih Villa 2000 U-13, mengomentari peforma anak asuhnya meladeni Laskar Kartini. “Soal mental saja, karena yang mereka hadapi levelnya sudah nasional, meski itu wanita. Sebelum bermain, pemain ada yang sempat down, tapi setelah tampil, justru santai,” cetus Ibnu. Menjelang laga uji coba melawan klub sepak bola putri asal Thailand pada 30 April nanti, Satia berharap akan ada uji coba dengan negara lain sebelumnya, mengingat Thailand pernah lolos ke putaran Piala Dunia Wanita. “Harus sadar, level kita sampai mana. Idealnya ada pra uji coba, sebelum match. Walau kalah 8-0, tapi tahu apa yang harus diperbaiki. Melawan Thailand itu, uji coba yang tak main-main,” pungkas pria 57 tahun tersebut. (Ham) Rekap Hasil Uji Coba Timnas Putri Timnas Putri vs Tim Pelatih Lisensi B : 1-3 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 0-4 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 1-4 Timnas Putri vs SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) : 3-1 Timnas Putri vs UNJ 50 tahun ke atas: 4-0 Timnas Putri vs SSB Goal Axis: 23-0 Timnas Putri vs Univ Bina Nusantara (Putri) : 21-0 Timnas Putri vs Legend Timnas U-50: 3-2 Timnas Putri vs Villa 2000 U-13: 1-2

Panggil Bek 18 Tahun, Timnas U-23 Siapkan 24 Pemain Di Anniversary Cup 2018 PSSI

Bek 18 tahun asal PSMS Medan, Firza Andika (11), akhirnya dipanggil Timnas U-23 masuk dalam skuad persiapan Turnamen PSSI Anniversary Cup 2018. (liputan6.com)

Jakarta- Pelatih Timnas U-23, Luis Milla Aspas memanggil 24 pemain untuk persiapan menghadapi turnamen PSSI Anniversary Cup 2018. Turnamen ini akan dimulai pada 27 April hingga 3 Mei, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Selain Indonesia, turnamen yang juga ajang test event Asian Games ini diikuti Uzbekistan, Bahrain dan Korea Utara. Ajang ini menjadi persiapan, sekaligus tantangan bagi Garuda Muda jelang tampil di Asian Games mendatang. ā€œKami memanggil 24 pemain untuk persiapan mengikuti PSSI Anniversary Cup 2018. Ini turnamen bagus buat kami, apalagi diikuti Uzbekistan, Bahrain dan Korea Utara, yang merupakan tim kuat di Asia,” kata Luis Milla. “Saya memanggil tiga pemain senior yakni Andritany, Lerby, dan Spaso. Kami ingin pemain belajar dari turnamen ini, jadi bukan soal menang atau kalah. Namun saya dapat melihat sampai dimana level dan perkembangan permainan mereka,”tambah pelatih asal Spanyol itu. Sebagian besar pemain yang dipanggil untuk PSSI Anniversary Cup 2018, merupakan pemain yang juga pernah mengikuti pemusatan latihan sebelumnya yang dihelat pada bulan Januari, Februari dan Maret lalu. Seperti Awan Setho, Ricky Fajrin, Hansamu Yama, Evan Dimas, M Hargianto, Septian David, Egy Maulana, Ilham Udin dan lain-lain. Bhayangkara FC merupakan klub penyumbang pemain paling banyak disusul oleh Bali United, Barito Putera, Persebaya, Persija, Selangor FA dan klub-klub lainnya. Pada pemanggilan ini, ada muka baru yakni pemain PSMS Medan, Firza Andika, yang juga pilar belakang Timnas U-19. Selain itu, striker senior Borneo FC, Lerby Eliandry juga dipanggil untuk menemani dua pemain senior lainnya yakni Andritany dan Ilija Spasojevic. Pemusatan latihan untuk PSSI Anniversary Cup dimulai pada 23 April nanti. Sebagai persiapan Asian Games 2018, Timnas U-23 menjalani program TC secara bertahap, yakni selama tujuh hingga 10 hari, dalam setiap bulan. Hal ini memberi kesempatan pemain tampil di kompetisi bersama klubnya. Setiap TC, timnas U-23 selalu melakukan agenda ujicoba lokal maupun internasional. Pada ujicoba terakhir, M Hargianto dkk menang telak 3-0, atas tuan rumah Singapura. (Dre/Ham) Skuat Timnas U-23 Kiper 1. Andritany Ardhiyasa, Persija 2. Satria Tama, Madura United 3. Awan Setho Raharjo, Bhayangkara FC Belakang 4. Hansamu Yama Pranata, Barito Putera 5. Andy Setyo, PS Tira 6. Bagas Adi, Arema FC 7. Ricky Fajrin, Bali United 8. I Putu Gede, Bhayangkara FC 9. Gavin Kwan Adsit, Barito Putera 10. M Rezaldi Hehanusa, Persija 11. Firza Andika, PSMS Medan Tengah 12. Evan Dimas, Selangor FA 13. Zulfiandi, Sriwijaya FC 14. Muhammad Hargianto, Bhayangkara FC 15. Hanif Sjahbandi, Arema FC 16. Saddil Ramdani, Persela 17. Septian David, Mitra Kukar 18. Egy Maulana, Lechia Gdansk 19. Osvaldo Haay, Persebaya 20. Irfan Jaya, Persebaya 21. Febri Hariyadi, Persib Depan 22. Ilham Udin, Selangor FC 23. Lerby Eliandry, Borneo FC 24. Ilija Spasojevic, Bali United

Pelatih Indonesia Berusaha Raih Lisensi AFC Pro PSSI, Apa Keuntungannya?

Seperti yang #sobatmudaNYSN ketahui, bahwa kini pelatih-pelatih Indonesia sedang berusaha loh meraih lisensi AFC Pro PSSI. Program ini merupakan yang pertama kalinya hadir di Indonesia dalam pelatihan lisensi AFC Pro yang digelar diĀ Universitas Negeri Yogyakarta pada 14 sampai 20 April 2018. Para pelatih dibina untuk mempunyai kualitas dan andil yang cukup besar dalam membina pesepakbola muda Indonesia. Lalu, apa saja ya keuntungan yang didapat bagi peraih lisensi AFC Pro ini? Berdasarkan lansiran dari indosport.com, sederet keuntungan yang diraih bisa mulai dari gaji hingga jangkauan karier ranah kepelatihan. Hm, sungguh menarik bukan? Deretan Keuntungan tersebut berasal dari beberapa lisensi, yakniĀ Lisensi D PSSI, C AFC, B AFC, A AFC, dan juga AFC Pro. Setiap tahapan, memiliki persyaratan yang harus dipenuhi. Syarat tersebut tergantung pada tingkat kepelatihan masing-masing (jam terbang si pelatih), hal ini lah yang nanti akan menentukan besar gaji yang didapat hingga jangkauan karier pelatih yang dapat diambil atau ditangani. Tiap perolehan lisensi memiliki pendapatan yang berbeda-beda. Misal, pada lisensi D, besar pendapatan mencapai 3-4 juta Rupiah, sedangkan untuk pelatih yang bisa meraih lisensi AFC Pro bisa mempunyai pendapatanĀ 250-300 juta rupiah. Wow… Pelatih top Indonesia sendiri dikabarkan telah masuk dalam daftar peserta kepelatihan lisensi Pro AFC tersebut. Seperti pelatih klubĀ PSMS Medan Djajang Nurjaman, pelatih Arema FC Joko Susilo, eks pelatih Borneo FC Iwan Setiawan, pelatih Bali United Widodo C Putro, hingga mantan pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri. Yap, semoga ajang lisensi AFC pro ini memang menjadi momentum Indonesia untuk bisa mengupgrade kualitas pesepakbola ke arah yang lebih baik. sobatmudaNYSN, yuk kita doakan yang terbaik bagi para pelatih Indonesia. Tetap Semangat!     (indosport.com)  

Timnas U-23 Butuh Bima Sakti, PSSI ‘Seleksi’ Gerd Zeise Latih Timnas U-19 ?

Bima Sakti Tak lagi tangani Timnas U-19, jabatan pelatih untuk Egy Vikri Maulana dkk sementara ini kosong. (net)

Jakarta- PSSI akhirnya tak memperpanjang kontrak Bima Sakti Tukiman menukangi Timnas U-19. Bima akan fokus menemani Luis Milla menangani Timnas U-23 yang diproyeksikan tampil di Asian Games 2018. PSSI belum memutuskan siapa yang bakal mengisi posisi Bima di Timnas U-19. Keputusan soal pengganti Bima akan dipastikan usai rapat anggota Komite Eksekutif PSSI. Praktis Bima kurang dari 2 bulan menempati jabatan aristek Egy Vikri Maulana dkk. Eks pemain PSSI Primavera ini menangani Timnas U-19 pada Februari dan Maret. PSSI dikabarkan membidik Gerd Zeise. Pelatih asal Jerman itu berprestasi luar biasa. Dia mengusung Timnas Myanmar U-19 lolos ke Piala Dunia U-20 pada 2015. “PSSI telah memutuskan Bima fokus membantu Timnas U-23 sesuai apa yang memang dibutuhkan tim dalam persiapannya menuju Asian Games. Dengan demikian, persiapan tim bisa dilakukan secara maksimal dan matang,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, seperti dikutip dari situs resmi PSSI, Selasa (10/48). Kiprah Bima sejatinya amat bermanfaat, jika fokus melatih Timnas U-23. Evan Dimas dkk segera tampil dalam turnamen Anniversary Cup, pada 27 April hingga 3 Mei, di Stadion Pakansari, Bogor. Menurut Ratu Tisha, turnamen ini menjadi rangkaian persiapan tim menuju Asian Games 2018. Apalagi roster Timnas U-23 sebetulnya berhimpitan dengan jadwal padat kompetisi Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. “Laga Turnamen Anniversary Cup ini, jadi bagian terpenting dari persiapan Timnas U-23 untuk Asian Games, sekaligus tampil di kandang sendiri. Setidaknya, atmosfir laga resmi bisa dirasakan tim,” tutur Ratu Tisha. Meski belum resmi, 28 negara konon akan mendaftarkan diri tampil di Anniversary Cup. Korea Selatan, Korea Utara dan Irak termasuk dalam calon lawan Timnas Indonesia U-23 di turnamen tersebut. (Art)

Demi Masa Depan, Tiga Pemain Timnas Putri Cuti 4 Hari Ikut UNBK

Dhanielle Daphne (depan) mendapat izin libur selama 4 hari meninggalkan TC Timnas Putri senior, untuk mengikuti UNBK di sekolahnya. (Pras/NYSN)

Sawangan- Pada Senin (9/4), menjadi hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Bebasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), di seluruh Indonesia. Hal ini juga berlaku bagi para atlet yang tengah mengikuti TC dan Seleksi sepak bola putri, jelang event Piala AFF Wanita 2018, pada awal Mei nanti, di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Sumsel. Timnas Putri Indonesia yang tengah melakukan pemusatan latihan di NTYC, Sawangan,Ā  juga dihuni oleh beberapa atlet yang masih mengenyam pendidikan sekolah menengah. Diantaranya adalah Rizky Amalia Putri, Dhanielle Daphne dan Ade Mustikiana Oktaviani. Ketiga srikandi Indonesia ini dipulangkan, guna mengikuti UNBK, di sekolahnya masing-masing. Hal ini diungkapkan Rizki. “Iya, saya izin pulang mengikuti UNBK. Sebab, ujian ini kan tidak bisa dilakukan ditempat lain. Jadi, ya sesuai dengan aturan, maka saya harus pulang,ā€ kata Rizki pada Senin (9/4). Rizki adalah siswa kelas 12 IPA di SMA Negri 1 Manyar Gresik, Jawa Timur. ā€œSaya pulang ke Gresik, sejak Minggu (8/4), dan kembali ke pelatnas setelah UNBK selesai,ā€ jelas dara berposisi gelandang serang ini. Sementara itu, Kepala SMA Negri 1 Manyar Abdul Gofur menyatakan pihaknya memang meminta siswanya tersebut pulang ke Gresik agar bisa mengikuti UNBK. ā€œSebelum dilaksanakan UNBK, kami mengirimkan surat kepada PSSI, agar siswa kami bisa pulang, untuk mengikuti UNBK, dan diizinkan,ā€ jelas Abdul. ā€œPelaksanaan UNBK berbeda dengan USBN, karena pesertanya harus melaksanakannya disekolah asalnya. Tidak bisa ditempat lain, sebab aturannya seperti itu,ā€ jelasnya lagi. Komentar serupa disampaikan Dhanielle Daphne. Pemain jangkar asal Jakarta, juga harus mengkuti UNBK. Dhanielle adalah siswa kelas 12 SMA Global Sevilla, Pulomas, Jakarta Timur. “Agak ribet sih, soalnya aku harus mondar-mandir dari mess, ke sekolah, juga ke rumah. Tapi, sudah komit, ya harus dijalanin”, ujar Dhanielle yang tertarik menjadi disain interior ini. Manajer Timnas Putri Senior, Papat Yunisal memaklumi kondisi ini dan turut mendukung para pemain. “Mereka harus ikut UNBK di sekolahnya masing-masing, sesuai aturan yang berlaku. Dan kami berikan waktu libur selama 4 hari,” ujar Papat pada Senin (9/4). Meski dipulangkan, para pemain tak sekadar pulang dan libur. Mereka diwajibkan menjalani latihan. “Selesai UNBK pagi hari disekolahnya, mereka tetap diwajibkan latihan sore dengan tensi ringan”, ujar Papat. (Dre)  

Jelang Piala Dunia Rusia 2018, PSSI Dukung Anak Indonesia Tampil di F4F

Football for Friendship (F4F) International Children`s Social Project keenam yang digelar pada 8-15 Juni 2018, di Moskow, Rusia. (hargo.net)

Jakarta- PSSI mendukung keikutsertaan anak Indonesia dalam program persahabatan internasional lewat ajang Football for Friendship (F4F) International Children`s Social Project yang keenam, yang digelar pada 8-15 Juni 2018, di Moskow, Rusia. “Program yang bagus. Sepak bola bisa menjadi instrumen penting dan selalu relevan bagi generasi muda di seluruh dunia, untuk mempererat pertemanan demi masa depan yang baik,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Ketum PSSI Joko Driyono, dilansir Antara pada Sabtu (7/4). Football for Friendship (F4F) International Children`s Social Project merupakan program yang digagas perusahaan milik Pemerintah Rusia Gazprom, yang merupakan sponsor Piala Dunia 2018. Event ini dimulai sejak 2013, dan untuk edisi keenam pada 2018 ini, F4F akan melibatkan ratusan anak berusia 12 tahun dari 211 negara dan kawasan. Sebagai informasi untuk Indonesia keterlibatan di edisi keenam ini, menjadi yang pertama. Nantinya, ada satu orang anak yang menjadi duta Indonesia, berpartispasi di kegiatan tersebut. Di Moskow, anak-anak perwakilan negara tersebut akan dilibatkan dalam banyak kegiatan seperti pertandingan sepak bola Football for Friendship World Championship, diskusi dalam forum internasional Football for Friendship Children`s Forum keenam, dan mendapatkan pendidikan tentang nilai-nilai F4F. Khusus Football for Friendship World Championship digelar mulai 12 Juni dan diikuti 32 tim. Dalam satu timnya beranggotakan enam pemain (kiper, dua bek, dua gelandang, dan penyerang), anak Indonesia yang terpilih masuk dalam tim “Grizzly Bear” bersama perwakilan Kosovo, Eritrea, Ghana, Qatar, dan Guyana. Selain berbeda negara, para pemain di tim ini juga berbeda jenis kelamin dan kemampuan fisik. Hal lain yang unik, tim ini akan dilatih oleh pesepak bola muda berusia 14-16 tahun dari berbagai negara. Lainnya, nama-nama ke-32 tim itu, diambil dari hewan-hewan yang terancam punah dari seluruh benua Sementara terkait pemilihan perwakilan anak Indonesia untuk F4F, PSSI menyatakan itu merupakan wewenang dari penyelenggara. Tak ada keterlibatan Timnas Indonesia di dalamnya. “Gazprom yang memimpin inisiatif ini,” tutur Joko. Program F4F telah mendapat dukungan dari FIFA. Menurut Sekretaris Jenderal FIFA Fatma Samoura, F4F menunjukkan jik sepak bola adalah olahraga yang bisa memberikan harapan bagi anak-anak, di seluruh dunia. “Program ini contoh yang sangat bagus. Ada proses bagaimana sepak bola membuka pintu bagi semua anak dari bermacam latar belakang,” kata Fatma. (Art)

Unggul 3-2 Dari Legenda Timnas Indonesia, Sekjen PSSI : Timnas Putri Kurang Kencang Mainnya

Timnas Putri Senior berhasil mengalahkan Legenda Timnas Indonesia yang telah berusia 50-60 tahun (Indonesian Football Ambassador) dengan skor 3-2, di laga uji coba pada Kamis (5/4). (kumparan.com)

Jakarta- Sehari paska menang telak dengan Universitas Bina Nusantara (BINUS), pada Kamis (5/4) Timnas Putri Senior kembali melakukan uji coba. Namun, kali ini pertandingan digelar di Lapangan C, Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta. Lawan yang dihadapi anak asuh Satia Bagja pun Legenda Timnas Indonesia yang telah berusia 50-60 tahun (Indonesian Football Ambassador). Srikandi Indonesia mendominasi pertandingan dan meraih hasil positif dengan skor akhir 3-2. Gol Timnas diciptakan Tugiyati pada babak pertama, kemudian Zahra Muzdalifah dan Dhanielle Daphne di babak kedua. “Ini pengalaman pertama bermain di luar. Hasilnya cukup bagus. Diawal, beberapa pemain mengaku agak nervous, karena ditonton banyak orang. Tapi itu bagus, tes mental buat mereka buat,” ungkap Satia, pada Kamis (5/4). Namun, ia mengaku jika anak asuhnya tampil sesuai arahannya. “Anak-anak sudah paham, bagaimana cara membangun permainan dari belakang hingga ke depan, terutama passing pendek yang seperti diajarkan saat latihan”, tambahnya. Tak hanya pelatih, pencetak gol terakhir pada laga ini, Dhanielle Daphne juga menanggapi laga uji coba kedelapan mereka. “Lawannya lebih baik dari kemarin, karena mereka berpengalaman. Kami ada tekanan yang lebih. Banyak belajar dalam segi mental dan juga kekompakkan tim”, ujar perempuan penggemar David Beckham tersebut. Sesuai informasi, dijadwalkan jika PLT PSSI (Joko Driyono), Sekjen PSSI (Ratu Tisha) Menpora (Imam Nahrawi), akan hadir untuk memantau laga ini. Tetapi, hingga usai laga, hanya Ratu Tisha, yang hadir. Ia juga menyatakan, akan membidik lawan yang lebih cepat, kuat, dan gesit. “Meski ini laga persahabatan, tapi Timnas Putri harus bermain keras, seperti pertandingan sesungguhnya. Saya masih melihat ini harus lebih kencang, dan serius lagi latihannya,” tegas Ratu Tisha usai pertandingan. “Uji coba International Match pertama, rencananya akan kami undang klub sepak bola putri Thailand, pada 30 Mei, dan main di Palembang. Jadi, bulan April ini, mereka fokus di pemusatan latihan terlebih dahulu”, tambahnya. Setelah melawan Thailand, nantinya timnas Putri Hongkong dan Korea Utara, juga dibidik menjadi sparing partner, sebagai ajang persiapan Asian Games 2018. (Dre) Rekap Uji Coba Timnas Putri Timnas Putri vs Tim Pelatih Lisensi B (Putra): 1-3 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya (Putra) : 0-4 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya (Putra) : 1-4 Timnas Putri vs SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) (Putra) : 3-1 Timnas Putri vs UNJ Alumni (Putra) : 4-0 Timnas Putri vs SSB Goal Axis (Putri) : 23-0 Timnas Putri vs Univ Bina Nusantara (Putri) : 21-0 Timnas Putri vs Legenda Timnas Indonesia (Indonesian Football Ambassador) : 3-2

Tolak Timnas Putri, Tiga Pemain Ini Dapat Restu Manajer Bela Futsal

Kapten Timnas Futsal Putri Indonesia, Maulina Novryliani (9), yang menolak bergabung bersama Timas Putri Senior. (bolalob.com)

Jakarta- Pelatih Timnas Putri Senior, Satia Bagja, mengaku ada tiga pemainnya yang menolak bergabung dengan Srikandi Senor mengikuti TC di NYTC, Sawangan, Jawa Barat. Mereka adalah Suciana Yuliani, Rani Mulyasari, dan Maulina Novryliani. Ketiga pemain itu sedang berlaga di Liga Futsal Wanita Profesional Indonesia 2018. Satia menyayangkan penolakan mereka. Menurutnya ketiga pemain itu memiliki kemampuan individu yang baik, dan berpotensi membuat Timnas Putri Senior lebih kuat. “Secara tegas mereka menolak,” ucap Satia. “Jika untuk bangsa dan negara, kenapa menolak. Kami juga butuh pemain bagus lainnya,” ucap Satia menambahkan. Satia tak terlalu mengetahui apa penyebabnya ketiga pemain itu menolak panggilan timnas wanita Indonesia. Mantan asisten Rahmad Darmawan itu menyerahkan permasalahan ini kepada PSSI dan Federasi Futsal indonesia (FFI). “Jangan tanya saya, karena itu urusan antar federasi. Biar mereka yang menindaklanjuti tentang permasalahan ini,” ucap Satia. Namun, kondisi ini tak dipermasalahkan oleh manajer Timnas Putri Senior, Papat Yunisal. Papat menilai bila alasan ketiga pemain ini sudah ia pahami, karena disampaikan lewat keterangan resmi. ā€œSejak awal, mereka memilih aktif di cabor Futsal. Selain ada rutinitas event, mereka juga sudah terikat kontrak dengan klub,ā€ jelas Papat pada Jumat (30/3). Dosen mata kuliah sepak bola di Kampus STIKP Pasundan, Cimahi ini, bahkan menilai mereka juga sudah ikut mengharumkan negara dalam event internasional. ā€œSaat SEA Games 2017, mereka skuat utama peraih perunggu. Berprestasi artinya. Tak ada masalah. Biar sepak bola putri, mencari pemainnya secara natural lewat ajang sepak bola saja, meski tidak mudah,ā€ tegasnya. (Art)

Indonesia Sport Expo and Forum 2018 Digelar, Jadi Ajang Bisnis Industri Olahraga

PT Expotama Sinergi berkolaborasi dengan PSSI mengadakan pameran Indonesia Sport Expo and Forum (ISEF) 2018 di ICE BSD Tangerang, pada Mei nanti. (net)

Jakarta- Pameran olahraga Indonesia Sport Expo and Forum (ISEF) 2018 kembali digelar mulai 2 hingga 6 Mei 2018, di Indonesia Convention Exhibtion (ICE) BSD City, Tangerang. Penyelenggaraan ini juga mendukung suksesnya berbagai agenda olahraga bertaraf internasional yaitu Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. “Pameran ISEF 2018 ini merupakan tahun ke tiga, dan pertama kali dilaksanakan pada 2016 lalu,” ujar Raditia Zafir Ahmad selaku Direktur PT. Expotama Sinergi ISEF 2018, Rabu (28/3). Raditia menuturkan adapun konsep yang akan dilaksanakan selama lima hari berutut-turut yaitu mulai pameran business to business (b to b) hingga pameran berkonsep business to customer (b to c) “Selama lima hari ada konsep pameran yang berbeda. Pada tiga hari pertama, sejak Rabu, Kamis dan Jumat pameran berkonsep b to b yaitu tak mengandalkan direct sales, tapi pada networking, pengenalan produk, seminar, hingga workshop. Dan pada Sabtu dan Minggu, pameran berkonsep b to c yaitu lebih kepada arah untuk konsumen, entertainment,” ungkapnya. Pada penyelenggaraan yang ketiga ini ISEF 2018 berkolaborasi dengan PSSI sebagai co-host. ISEF dan PSSI memiliki visi yang sama dalam pengembangan industri olahraga dan peningkatan prestasi olahraga di level internasional. “PSSI bangga dapat ikut serta dalam kegiatan ini dengan PT Expotama Sinergi. Lewat momentum ini kami ingin perkembangan industri sepak bola makin maju. Apalagi pada 2018, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games, Piala AFF Senior, U-19, U-16, Wanita, Futsal, dan sepak bola pantai, yang harus dipersiapkan dengan baik,” kata Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. “Dalam pameran nanti, PSSI akan mengadakan berbagai macam kegiatan. Diantaranya menggelar seminar, talkshow, coaching clinic, dan pertemuan dengan seluruh pelatih di Indonesia,” tambahnya. Tahun ini ISEF 2018 mengangkat tema Be The Future of Sport Business, yakni pameran yang menjadi jalan untuk para industri olahraga bagi sektor swasta dan pemerintah untuk menjaring bisnis. “ISEF juga merupakan bentuk dukungan terhadap perkebambangan industri olaharaga di Indonesia, mengingat peluang industri olahraga semakin besar, dan mempunyai pengaruh yang cukup besar,” sambungnya. Pameran ini akan menampilkan berbagai produk perlengkapan pendukung kegiatan olahraga dengan lima kategori yaitu sport venue and facilities, sport textile and material, sport tourism, fitness and health dan outdoor and sport equipment “Selain mengenalkan berbagai produk, ISEF juga mengadakan berbagai forum yang kami percaya. Mereka akan membahas tentang standar perencanaan bangunan gedung olahraga, stadion dan kolam renang, optimalisasi venuue olahraga sebagai sarana multifungsi, renovasi dan pemerliharaan bangunan gedung olarga, hingga potensi pengembagan wisata olahraga (sport tourism),” pungkas Raditia. (Art)

Jelang TC Timnas Futsal Putri di Purwokerto, Pelatih Dari Jepang Datang ?

Timnas Futsal Putri saat melakukan TC di Purwekerto saat akan tampil di SEA Games 2017 silam. (detik.com)

Jakarta- Selain sepak bola, Timnas Futsal Putri juga segera menggelar Training Center (TC) dan seleksi, jelang event AFC Women’s Futsal Championship 2018, di Thailand pada bulan Mei nanti. TC futsal putri kabarnya akan dilaksanakan di Purwokerto, Jawa Tengah, mulai Senin (2/4). Namun, mendekati TC, para pemain belum mengetahui siapa sosok pelatih yang akan menanganinya nanti. Hal ini disampaikan kiper Timnas Futsal putri, Citra Adisti, yang mengetahui jika dirinya kembali masuk dalam daftar TC dan Seleksi kali ini. “Kami belum tau siapa pelatihnya, katanya sih dari Jepang. Dikasih taunya sebentar lagi, entah sebelum latihan, atau hari pertama latihan. Penasaran sih, tapi ya ditunggu aja,” ujar Citra, pada Senin (26/3). Purwokerto, Jawa Tengah, kembali dijadikan markas skuat Timnas Futsal Putri. Pada 2017, Timnas Futsal Putri yang dipersiapkan mengikuti SEA Games Malaysia, juga ditempatkan di Purwokerto. Nantinya, TC dan seleksi, berkahir pada akhir April, sebelum Turnamen untuk kategori wanita itu berputar pada 2-12 Mei 2018 di Bangkok, Thailand. Pada 2018, tiga timnas futsal Indonesia akan turun di beberapa ajang Internasional. Selain timnas futsal putra senior, dua tim lain akan dibentuk, yakni Timnas futsal U-20 dan Timnas Futsal putri. Pelatih baru timnas futsal Indonesia sekaligus menangani tiga tim itu dan dibantu asisten pelatih lokal. Artinya agenda pertama pelatih baru timnas adalah menyiapkan tim ajang AFC Women’s Futsal Championship 2018. AFC Women’s Futsal Championship 2018 digelar mulai 2-12 Mei di Bangkok, Thailand. Indonesia yang berada di grup A efektif hanya memiliki waktu sebulanĀ  mempersiapkan tim. Sedangkan ajang lainnya yakni AFF Futsal Championship dan kualifikasi AFC U-20 Futsal Championship zona Asean. (Dre) Pembagian Grup AFC Women’s Futsal Championship 2018: Grup A Thailand Hong Kong Indonesia Macau Grup B Malaysia Vietnam Taiwan Bangladesh Grup C Jepang Tiongkok Bahrain Lebanon Grup D Iran Uzbekistan Turkmenistan

Menang di Kandang Lawan, Pelatih Timnas U-19 Jepang Malah Kritik Timnya

Ekspresi striker Timnas U-19 asal klub Bali United U-19, Aji Kusuma, usai mencetak gol ke gawang Timnas U-19 Jepang, pada laga uji coba di SUGBK, pada Minggu (25/3). (Pras/NYSN)

Jakarta- Seperti seniornya (Timnas U-23) yang beruji coba ke Singapura pada Rabu (21/3), Timnas U-19 menggelar laga uji coba menantang Timnas Jepang U-19, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Dalam pertandingan ini, peforma Egy Maulana Vikri dkk tak semulus perjuangan Timnas U-23 di Singapura yang menang telak 0-3. Anak asuh Bima Sakti harus mengakui keunggulan dari tim Samurai Biru 1-4. Gol satu-satunya Timnas U-19, dicetak di injury time oleh striker asal klub Bali United U-19, Aji Kusuma. Bima mengaku bila banyak hal yang bisa dipetik dari laga hari ini. “Di menit awal kita kuasai pertandingan. Tapi, skema permainan jepang itu menunggu dulu di awal. Dan mereka high pressing, memaksa pemain belakang kami bikin kesalahan,”, ujar mantan alumni diklat Mandau Kalimanta Timur ini, pada Minggu (25/3). “Ini pelajaran berharga untuk para pemain. Semoga pemain mengambil hal positif dari Jepang. Bulan depan kami akan melakukan persiapan lagi. Kita evaluasi di sana,” ucap Bima selepas laga. Sebagai lawannya, Kageyama Masanaga, pelatih tim berjuluk matahari terbit tersebut mengkritik permainan Indonesia. “Setelah satu gol, Indonesia sempat kehilangan konsentrasi. Seharusnya bangkit. Tetapi, ini bukan kelemahan, justru sebagai upaya apa yang harus diperbaiki untuk timnas Indonesia,” sebut Kageyama. Kageyama pun ternyata kecewa dengan permainan anak asuhnya. Seharusnya timnya bisa mendapatkan kemenangan tanpa kebobolan. Lantaran kurang fokus di menit akhir pertandingan, Timnas U-19 mampu mencuri gol. Ia menjelaskan hasil yang didapatkan ini menjadi bahan evaluasi timnya, agar tak terulang pada laga berikutnya. “Babak pertama sulit, karena pertahanan Indonesia U-19 bagus. Kami berharap tidak kebobolan, tapi diakhir pertandingan kami bermain mengecewakan,” ucap Kageyama saat sesi jumpa pers. Uji coba Timnas U-19 kontra Jepang adalah rangkaian persiapan menuju event Piala AFC U-19 2018 yang akan digelar di Indonesia pada 18 Oktober-4 November. (Dre)

Mantan Anak Asuhnya Kalah, Indra Sjafri : Masa Kaos Ukuran S, Harus Pakai XL

Egy Maulana Vikri (10) dan kawan-kawan menerima pengalaman berharga usai takluk 1-4 dari Timnas U-19 Jepang, pada laga uji coba di SUGBK, pada Minggu (25/3). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 mendapat pelajaran berharga saat meladeni Timnas U-19 Jepang, dalam laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, pada minggu (25/3). Egi Maulana Vikri dan skuat harus menerima kekalahan takluk dengan skor akhir 1-4. Satu-satunya gol tunggal Timnas U-19, diciptakan oleh striker Bali United U-19, Aji Kusuma, di menit akhir babak kedua. Pada kesempatan yang sama, tampak mantan Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri hadir menyaksikan mantan anak asuhannya dalam pertandingan ini. Sempat diwawancarai awak media, namun pria asal Padang, Sumatera Barat ini, justru enggan berkomentar banyak. “Saya tak mau mengomentari permainan yang ada sekarang, saya hanya bisa mengira-ngira kenapa sebabnya bisa begitu. Semua tahu Jepang kualitasnya lebih bagus dari kita, masa iya kita kaosnya S harus pakai ukuran XL, kira-kira itu yang harus kita pahami,” ungkapnya di lobby SUGBK, pada Minggu (25/3). Sempat muncul momen yang tak diduga, di akhir pertandingan para suporter Timmas Indonesia meneriakkan nama Indra Sjafri sebagai tanda berharap akan kembali melatih para Garuda Muda. “Nggak usah pake gitu-gituan lah, nggak usah. Saya kan sudah ikhlas jadi tak perlu lagi diteriak-teriakan seperti itu. Saya apresiasi aksi seperti itu, mungkin mereka masih cinta saya,” ujar Indra seraya tersenyum. (Ham)