Kembali Dipanggil Timnas U-19, Pemain Keturunan Jerman Ini Antusias

Kembali Dipanggil Timnas U-19, Pemain Keturunan Jerman Ini Antusias

Kelana Noah Mahessa menjadi salah satu pemain yang dipanggil oleh Shin Tae-yong untuk mengikuti pemusatan latihan/training camp (TC) di Negeri Matador, Spanyol. Seolah tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Kelana langsung memenuhi panggilan tersebut dan mengaku bangga. Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab ini merupakan panggilan kedua baginya setelah sebelumnya mengikuti TC di Kroasia. Namun, pada pemanggilan kali ini hanya dirinya saja, sang saudara kandung, Luah Fynn Jeremy Mahesa, tidak termasuk ke dalam skuat Garuda Muda. “Ya saya senang dan bangga dapat kembali bergabung bersama Timnas U-19 setelah sebelumnya ikut TC saat di Kroasia lalu. Saya dalam kondisi baik dan tidak masalah dalam kebugaran,” kata Kelana Noah Mahessa dikutip dari laman resmi PSSI. “Saya bertekad untuk memberikan yang terbaik selama TC ini. Tentu saya harus selalu bekerja keras dan berjuang demi sebuah tempat di timnas Indonesia,” ujar Kelana. Sementara itu, Shin Tae-yong, dalam keterangan pers di Jakarta, menyebut masih akan memanggil salah satu dari Mahessa bersaudara. Saat itu ia menilai Kelana bermain lebih baik ketimbang adiknya. Saat ini Kelana masih memegang paspor Jerman dan harus melepas jika mau memperkuat Timnas Indonesia di ajang resmi. Belum diketahui apakah ia masih akan mau melakukannya setelah ia tak punya kesempatan lagi tampil di Piala Dunia U-20. Kelana sudah tak punya peluang tampil karena usianya sudah mencapai 22 tahun saat Piala Dunia U-20 digelar pada 2023 mendatang. Biodata: Nama: Kelana Noah Mahessa Tanggal Lahir: 30 Januari 2001 Tempat Lahir: Köln Posisi: Gelandang Klub Saat Ini: Bonner SC (Jerman) Idola: Hector Bellerin & Thiago Alcantara

Laga Uji Coba Kembali Batal, Timnas U-19 Lanjut Latihan

Laga Uji Coba Kembali Batal, Timnas U-19 Lanjut Latihan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali batal menggelar laga uji coba pertamanya di Spanyol. Ini adalah pembatalan kedua uji coba Garuda Muda di Negeri Matador. Sebelumnya, Bagas Kaffa cs dijadwalkan untuk melawan Gimnastic Tarragona, Minggu (3/1), namun diundur menjadi Kamis (7/1). Karena penundaan tersebut, maka yang menjadi lawan timnas berikutnya yaitu Lleida Esportiu U-19, pertandingan yang seharusnya digelar hari ini, Selasa (5/1). Namun, laga yang direncanakan digelar di Stadium of CE Futbol Salou ini ternyata juga mengalami penundaan. “Timnas U-19 pada, Selasa (5/1) belum akan melakoni laga uji coba. Sebelumnya Garuda Nusantara dijadwalkan akan menjalani laga uji coba melawan Lleida Esportiu U-19, namun harus ditunda,” tulis pernyataan resmi PSSI. Tak ada informasi lanjutan soal nasib penjadwalan ulang laga melawan Lleida Esportiu U-19 yang ditunda. Mau tak mau Timnas U-19 pun cuma akan melanjutkan latihannya. “Untuk itu tim pelatih kembali menggenjot latihan kepada David Maulana dan kawan-kawan,” lanjut keterangan tertulis PSSI. Tim nasional Indonesia U-19 saat ini sedang menjalani pemusatan latihan/training camp (TC) di Spanyol. TC yang berlokasi di kota Salou, Tarragona tersebut direncanakan hingga 31 Januari 2021 mendatang. Selain menjalani TC, skuat Garuda Nusantara rencananya akan melakoni beberapa laga uji coba. Rangkaian TC ini pada awalnya merupakan bagian dari persiapan jelang dua ajang besar yakni Piala Dunia U-20 dan Piala AFC U-19. Namun, beberapa waktu lalu, FIFA telah secara resmi menunda gelaran Piala Dunia U-20 dikarenakan pandemi yang belum juga mereda. Sementara Piala AFC U-19 masih simpang siur dan berembus kabar jika akan diundur sama seperti Piala Dunia U-20. Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan juga mengatakan bahwa PSSI tetap berkomitmen terhadap timnas U-19. Meskipun Piala Dunia U-20 diundur ke tahun 2023, pemain ini adalah cikal bakal timnas U-23 maupun timnas senior nantinya. “Kami berharap pemain terus bersemangat dan terus bekerja keras. TC Spanyol juga jadikan ajang untuk menambah pengalaman, skill, fisik dan lain-lainnya,” kata Iriawan.

PSSI Mendapat Pujian Dari AFC Berkat Empat Pilar Strategi

PSSI Mendapat Pujian Dari AFC Berkat Empat Pilar Strategi

Federasi sepak bola Asia (AFC) memberikan apresiasi untuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pembinaan usia dini pemain. PSSI sendiri sebelumnya menjalankan strategi pengembangan komprehensif yang fokus pada empat pilar. Empat pilar tersebut adalah kemitraan, program untuk pemain, kompetisi usia dini dan pendidikan kepelatihan. Tentu saja hal tersebut untuk memaksimalkan potensi dalam negeri khususnya pengembangan sepak bola usia dini. Menurut Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dengan adanya AFC Grassroot Charter menjadi hal baik untuk pihaknya. PSSI juga telah menyediakan panduan dalam pengembangan usia dini. Selain itu PSSI juga akan membangun kerja sama lebih erat lagi dengan AFC. “Saya yakin ini menjadi tolak ukur yang baik dalam meningkatkan pengembangan sepakbola usia dini di Indonesia. Dengan adanya AFC Grassroot Charter, PSSI telah menyediakan panduan untuk pengembangan sepak bola usia dini di Indonesia dan Asia,” katanya seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Selasa (5/1/2021). “PSSI akan melanjutkan kerja sama yang lebih erat lagi dengan AFC dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk memaksimalkan manfaat yang akan didapatkan bagi pegiat sepak bola Indonesia melalui sepak bola,” lanjutnya. PSSI menjadi anggota asosiasi AFC ke-31 yang telah disahkan oleh AFC Grassroots Charter, dimana program yang ada akan digunakan sebagai acuan bagi para anggota asosiasi AFC lainnya dalam upaya mendukung dan meningkatkan kualitas dari pengembangan program sepak bola usia dini. Sebelumnya, PSSI mengajukan aplikasi pada AFC Grassroot Charter panel Desember 2020. Penilaian AFC ini tidak hanya berdasarkan dari kegiatan-kegiatan pengembangan usia dini yang telah dilaksanakan PSSI, namun juga dari hasil menganalisa permasalahan yang terjadi pada sepak bola usia dini di Indonesia, solusi serta rencana program ke depan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut rincian empat pilar PSSI untuk pengembangan sepak bola usia dini: Kemitraan Komitmen PSSI dalam menjalankan program pengembangan sepakbola usia dini secara penuh didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Asosiasi Provinsi, sponsor, dan akademi sepak bola usia muda. Dengan bekerja sama dengan berbagai pihak otoritas setempat, PSSI telah melaksanakan berbagai aktivitas serta membuat buku panduan yang bisa digunakan oleh para guru olahraga, pembina pelatih dan anak-anak dengan tujuan mempromosikan sepak bola itu sendiri. Program untuk Pemain PSSI juga telah meluncurkan Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia) yang berkesinambungan dengan kurikulum pengembangan sepakbola Indonesia. Itu dilakukan dengan tujuan menjangkau semua komunitas sepak bola di seluruh Indonesia secara merata. Dalam upaya mempromosikan filanesia kepada para pelatih dan pemain, PSSI menginisiasi program Filanesia On The Road, yang diikuti oleh lebih dari 750 anak dan 250 pelatih dari lima kota, yakni Jakarta, Padang, Banjarmasin, Kupang dan Ambon. PSSI juga menyelenggarakan program pengembangan sepak bola usia dini lainnya seperti AFC Grassroots day dan festival sepak bola usia muda untuk anak-anak perempuan dan laki-laki. Kompetisi Usia Muda PSSI mengategorikan usia muda dalam tiga fase, yakni menyenangkan, akuisisi kemampuan dan permainan. Anak-anak berusia enam sampai sembilan tahun diperkenalkan dengan permainan terlebih dahulu sebelum diperkenalkan lebih lanjut pada fase pengembangan kemampuan yang dimulai pada kelompok usia 10 hingga 13 tahun. Fase permainan akan diterapkan pada kelompok usia 14 hingga 17 tahun, di mana pada fase ini menjadi langkah awal untuk melakukan seleksi bagi pemain. PSSI juga menyelenggarakan kompetisi secara regular untuk kelompok usia di bawah 8 tahun (U-8) dan di bawah 20 tahun (U-20), yang secara keseluruhan diikuti oleh 7.444 pemain dari 278 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Pendidikan Kepelatihan PSSI melaksanakan program pendidikan kepelatihan pada tahun 2018 yang dimulai dengan pendidikan kepelatihan AFC, yang memiliki tujuan jangka panjang, yakni melatih banyak instruktur lokal dalam upaya mempromosikan filanesia. Dalam tiga tahun terakhir, lebih dari 3.500 pelatih untuk sepakbola usia dini yang mendapatkan ilmu dan manfaat dari 137 pelaksanaan pendidIkan kepelatihan yang digelar oleh PSSI.

Federasi Sepakbola Yaman Beri “Bocoran” Kejelasan Piala Asia U-19

Logo Piala Asia.

Setelah Piala Dunia U-20 sudah resmi diundur, kini Piala Asia U-19 tampaknya juga akan bernasib sama seperti Piala Dunia U-20. Kabar itu mulai tercium setelah Federasi Sepak Bola Yaman (Yemen FA), mengumumkannya di akun twitter resmi mereka. Bahkan, diduga kuat pembatalan tak hanya menimpa Piala Asia U-19, namun Piala Asia U-16 pada tahun ini juga disebut bakal diundur. Sekadar informasi, Piala Asia U-19 sedianya digelar di Uzbekistan pada 14-31 Oktober 2020, namun akhirnya ditunda ke 3-20 Maret 2021. Sementara Piala Asia U-16 di Bahrain seharusnya sudah digelar pada 16 September-3 Oktober, menjadi ditunda ke awal tahun 2021. الاتحاد الاسيوي لكرة القدم يُقرر رسمياً إلغاء كأس آسيا للشباب والناشئين بسبب تداعيات انتشار جائحة كورونا ، مع احتفاظ اوزباكستان والبحرين بحق الاستضافة في النسختين القادمتين. pic.twitter.com/trxDh8mbD3 — YemenFA (@Yemenfa) December 31, 2020 “Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) telah resmi memutuskan membatalkan Piala Asia U-19 dan Piala Asia U-16 karena penyebaran pandemi corona. Uzbekistan dan Bahrain akan tetap berhak menjadi tuan rumah pada edisi selanjutnya.” tulis akun Twitter @YemenFA. Sama seperti Piala Dunia U-20 2021, yang sebelumnya sudah batal digelar tahun ini dan mundur ke 2023, pembatalan Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19 2021 juga tak mengubah nasib tuan rumah penyelenggara. Meski begitu, belum keluar jadwal pasti yang diumumkan oleh AFC. Timnas Indonesia U-16 dan Timnas U-19 telah melakukan persiapan panjang untuk tampil di ajang ini. Timnas U-16 terakhir menggelar latihan di Yogyakarta hingga 22 Desember 2020, sementara Timnas U-19 kini tengah menggelar latihan di Spanyol sejak 26 Desember.

Jadwal “Reschedule”, Shin Tae-yong Susul Timnas U-19 ke Spanyol

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19

Pertandingan pembuka uji coba Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 di Spanyol batal digelar sesuai rencana. Garuda Muda seharusnya menghadapi Gimnastic Tarragona, Minggu (3/1/2021). Pertandingan yang rencananya digelar di Stadion Gimnastic Tarragona tersebut digeser menjadi hari Kamis (7/1/2021). Sementara empat pertandingan lainnya tak mengalami perubahan jadwal. Asisten pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto mengatakan bahwa dengan adanya perubahan jadwal uji coba ini timnya tidak ada masalah. Malah hal ini ia manfaatkan untuk menambah proses adaptasi para pemain di Spanyol. “Ya kami tidak jadi menjalani uji coba pada hari Minggu (3/1/2021). Dengan ini kami kembali menambah porsi latihan untuk persiapan uji coba hari Kamis (7/1/2021) mendatang,” kata Nova Arianto, dilansir dari laman resmi PSSI. Dengan begitu, pertandingan melawan Lleida Esportiu U-19 yang seharusnya menjadi rintangan kedua akan menjadi uji coba pertama Timnas Indonesia U-19. Laga yang akan dihelat di Stadion CE Futbol Salou, dijadwalkan pada Selasa (5/1). Timnas Indonesia U-19 berangkat ke Spanyol dari Jakarta pada Sabtu (26/12/2020). Mereka tiba pada Minggu (27/12) siang, waktu Spanyol, setelah menempuh perjalanan selama 18 jam. Nova Arianto mengambil alih komando Shin Tae-yong yang sedang menangani Timnas Indonesia U-23 yang juga sedang berlatih di Jakarta. Kini latihan Timnas U-23 sudah selesai dan dibubarkan akhir tahun lalu. Alhasil, Shin Tae-yong bisa menyusul Timnas Indonesia U-19 ke Spanyol, Minggu (3/1/2021) malam WIB. “Shin Tae-yong (Minggu, 3 Januari) malam berangkat ke Spanyol untuk menyusul Timnas Indonesia U-19,” kata Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri, dilansir dari Detik Sport. Timnas Indonesia U-19 menjalani pemusatan latihan/training camp (TC) di Negeri Matador sampai dengan 31 Januari 2021 mendatang. TC ini merupakan rangkaian persiapan Timnas Indonesia U-19 untuk berlaga di Piala AFC U-19 pada Maret 2021 di Uzbekistan. Jadwal Terbaru Laga Uji Coba Timnas Indonesia U-19 di Spanyol 5 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Lleida Esportiu U19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou 7 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Gimnàstic Tarragona Venue: Gimnàstic Tarragona Stadium 11 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Sabadell U-19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou 20 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Ceuta U-19 Venue: Field CE Futbol Salou 27 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Arab Saudi U-19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou

Piala Dunia U-20 Ditunda, Timnas U-19 Tetap TC di Spanyol

Shin Tae-yong & Timnas U-19

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 tak mengubah pemusatan latihan/training camp (TC) ke Spanyol meski Piala Dunia U-20 pada 2021 secara resmi ditunda oleh FIFA ke 2023. PSSI tetap memberangkatkan pemain dan staf kepelatihan untuk menggelar TC hingga 31 Januari 2021 nanti. “PSSI tetap berkomitmen terhadap timnas U-19. Meskipun Piala Dunia U-20 diundur ke tahun 2023, pemain ini adalah cikal bakal timnas U-23 maupun timnas senior nantinya,” kata Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. Sementara itu, Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, membenarkan program latihan ke Spanyol tak mengalami perubahan. TC ini merupakan tanggung jawab PSSI dalam membina pemain untuk masa depan. Di samping itu, PSSI juga tetap harus mempersiapkan para pemain U-19 karena masih ada satu turnamen lagi yang hingga saat ini belum mengalami perubahan yakni Piala AFC U-19 di Uzbekistan pada Maret 2021. “Maret kan ada AFC Cup di Uzbekistan, Insya Allah mereka akan ikut di AFC Cup di bulan Maret. Insya Allah kita menganggap mereka yang terbaik. Pada saat nanti anak-anak inilah yang akan menjadi pemain timnas U-23, senior, di waktu yang akan datang dan menjadi andalan kita,” katanya. Sementara itu, pelatih Timnas U-19 Shin Tae-yong akan menyusul ke Spanyol pada 2 Januari 2021 mendatang. Hal ini karena pelatih asal Korea Selatan tersebut masih memimpin timnas Indonesia persiapan SEA Games 2021 yang saat ini masih menjalani TC di Jakarta. “Timnas U-19 akan didampingi Direktur Teknik (Indra Sjafri) dan tiga pelatih lokal (Nova Arianto, Alex Alda, Sahari Gultom). Saya beserta tim pelatih asal Korea Selatan akan menyusul pada 2 Januari mendatang usai TC timnas Indonesia persiapan SEA Games berakhir,” kata Shin Tae-yong. Sebelumnya, pelatih asal Korea Selatan itu diagendakan akan ikut langsung bersama anak-anak asuhnya dari Jakarta. Namun, akhirnya ia memilih untuk memimpin lebih dulu pemusatan latihan timnas U-23 yang berlangsung hingga akhir bulan ini. Skuat Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 Untuk TC di Spanyol:

Disorot FIFA, Zahra Muzdalifah Disebut Prospek Sepak Bola Wanita Indonesia

Zahra Muzdalifah

Federasi Sepakb Bola Dunia (FIFA) baru-baru ini memuat sebuah artikel yang mengangkat sosok Zahra Muzdalifah. Melalui situs resminya, FIFA merilis artikel tentang Zahra dan menyebutnya sebagai pemain paling berprospek di sepak bola wanita Indonesia. Disadur dari fifa.com pada Sabtu (26/12/2020), Zahra Muzdalifah menceritakan pengalaman kariernya sebagai pesepak bola wanita. Kepada FIFA dia mengatakan telah mencetak gol pertama bagi timnas di usia 17 tahun. Saat itu, Zahra bermain untuk Timnas Wanita Indonesia di ajang Piala AFF Wanita 2018 melawan Filipina. Laga itu sendiri berakhir dengan skor imbang 3-3 dan membuat Timnas Wanita Indonesia tidak lolos karena sebelumnya mereka bermain imbang dan mengalami dua kekalahan. “Itu (saat melawan Filipina) adalah gol pertama yang saya cetak dengan sundulan. Saya pikir semua gol saya untuk tim nasional sejauh ini adalah sundulan. Kami tidak bermain buruk, tapi sayang kami gagal menang,” ucap Zahra. Dalam tulisan FIFA tersebut, Zahra disebut terus tampil mengesankan setelah membela Timnas Wanita Indonesia di Piala AFF 2018. Sebab, dia mampu menunjukkan tajinya di Asian Games 2018. Nasib Timnas Wanita Indonesia pun lebih baik karena sempat meraih kemenangan 6-0 melawan Maladewa. Di laga itu, Zahra berhasil mencetak dua gol. “Bahkan sekarang ketika saya mengingat momen itu, saya merinding. Lagipula, gol-gol itu dicetak untuk negara kami. Tentu saja, para pendukung telah bernyanyi untuk kami dan meningkatkan semangat kami,” ucapnya. Dalam perkembangan sepak bola wanita, Zahra adalah salah satu pemain yang terus ikut andil. Pasalnya, dia juga digaet Persija Putri untuk bermain dalam kompetisi Liga 1 Putri 2019. Sebagai bintang baru, Zahra memberikan pengaruh positif di skuat Persija Putri. Dia sempat membuat dua gol ketika Persija mengalahkan Persib Bandung dengan skor 2-1. Akan tetapi, Zahra mengalami cedera karena terjadi robekan di otot trisep. Hal itu membuatnya harus absen di sisa musim. Walau begitu, FIFA mengatakan bahwa penampilan Zahra yang brilian untuk klub dan timnas membuatnya sebagai salah satu pemain yang menjadi prospek terpanas di sepak bola wanita Indonesia. Pada kesempatan ini, Zahra juga menegaskan bahwa sepak bola wanita d Indonesia bisa berkembang pesat dan dapat memproduksi atlet top seperti Susy Susanti di cabang olahraga bulutangkis “Jika kita memberi kepercayaan kepada pemain wanita dan jika mereka diberi banyak peluang, maka perkembangan akan cepat. Saat ini sepak bola wanita sedang meningkat cepat dan saya yakin kami bisa lebih besar di masa depan. Kami bisa memproduksi Susy Susanti versi sepak bola wanita,” pungkasnya. Di luar lapangan hijau, dara yang kini berusia 19 ini memiliki kesibukan sebagai seorang YouTuber. Diketahui, Zahra memiliki sebuah channel Youtube bernama Zahmuz Official dengan jumlah subscriber saat ini sebanyak 145 ribu. Selain YouTube, Zahra juga aktif di Instagram, ia memiliki followers sebanyak 878 ribu di Instagram yang memiliki username @zahmuz12. Biodata Nama Lengkap: Zahra Muzdalifah Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 4 April 2001 Posisi: Sayap kiri/striker Klub: Persija Putri Pesepakbola Favorit: Marta Vieira da Silva, Neymar, Alex Morgan Klub Sepak Bola Favorit: Rosengard FC

Timnas U-16 Kemungkinan Besar Diambil Alih Shin Tae-yong

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 Bersama Para Staf Kepelatihan

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) secara resmi telah mengumumkan bahwa pelaksanaan Piala Dunia FIFA U-20 putra edisi 2021 diundur menjadi tahun 2023. Pandemi virus corona yang tak kunjung usai jadi penyebabnya. Keputusan FIFA membatalkan Piala Dunia U-20 2021 membuat PSSI mulai mempertimbangkan untuk menyiapkan skuad timnas Indonesia U-16 yang nantinya akan diturunkan di turnamen tersebut di edisi 2023. Kebijakan FIFA ini memberikan pengaruh terhadap timnas U-19 yang sejak awal disiapkan untuk Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20. Dengan adanya pembatalan ini, tentunya timnas U-19 kini hanya fokus ke Piala Asia U-19 yang akan berlangsung di Uzbekistan pada Maret 2021. Sedangkan untuk Piala Dunia U-20 2023 sudah tidak memungkinkan dari segi usia. Pelaksana tugas (Plt) Sekjen PSSI, Yunus Nusi menyebutkan, dari 30 pemain yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan/training camp (TC) timnas U-19 di Spanyol, sebagian besar akan melewati usia di atas 20 tahun. “Pertama, untuk yang U-19 berangkat, ada tiga pemain yang masih bisa bermain di Piala Dunia 2023. Ada Kakang Rudianto, Erlangga Setyo. Kemudian anak-anak ini juga dari direktur teknik merekomendasi sebagian akan bisa menjadi pemain timnas untuk SEA Games 2021,” ujar Yunus diwartakan laman Antara. Kondisi itu tidak menutup kemungkinan Shin Tae-yong bakal mengambil alih timnas U-16 yang ditangani Bima Sakti, dan sedang dipersiapkan menghadapi Piala Asia U—16 di Bahrain. Timnas U-16 dijadwalkan kembali menjalani TC pada awal 2021. Hanya saja, Yunus belum bisa memastikan kemungkinan tersebut direalisasikan. Yunus menyatakan, PSSI dalam waktu dekat akan menggelar rapat komite eksekutif (Exco) untuk membahas program timnas di semua kelompok umur. “Setelah tahun baru, Ketum PSSI akan menyampaikan ke Exco kembali untuk membuat program penyiapan di tahun yang akan datang, ketika ada perubahan jadwal Piala Dunia,” jelas Yunus. Di lain sisi, PSSI juga tidak mengabaikan timnas U-19. Mereka tetap disiapkan dengan serius untuk melakoni Piala Asia U-19. Selain itu, pemain yang ada sekarang merupakan cikal bakal skuad senior untuk masa mendatang. “PSSI tetap bertanggung jawab untuk membina anak-anak. Tetapi yang lebih penting, anak anak ini yang akan menjadi cikal bakal masa depan pemain timnas Indonesia,” tegas Yunus. Timnas U-16 sendiri telah menyelesaikan pemusatan latihan di Yogyakarta sejak 6 hingga 23 Desember. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi gelaran Piala AFC U-16 di Bahrain 2021 nanti.

Ini Lawan Timnas Indonesia U-19 Selama TC di Spanyol

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 Saat Melakukan Latihan Ringan di Spanyol.

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 saat ini menjalani pemusatan latihan/training camp (TC) di Spanyol. TC edisi ketiga ini dilaksanakan sebagai persiapan Garuda Nusantara mengikuti Piala AFC U-19 2020 yang berlangsung pada Maret 2021 mendatang di Uzbekistan. Anak asuh Shin Tae-yong tersebut dijadwalkan bakal memainkan lima laga uji coba selama menjalani pemusatan latihan (TC) di Spanyol sampai 31 Januari mendatang. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menyebut telah menyiapkan lima calon lawan uji coba Garuda Muda sudah disiapkan PSSI. Termasuk dengan pengaturan jadwal pertandingan uji cobanya. “Kami sudah mendapatkan info bahwa timnas U-19 akan melawan sejumlah klub di Spanyol dan tim Arab Saudi. Tentu ini lawan-lawan yang bagus dan kuat bagi timnas U-19,” kata Iriawan, dilansir laman resmi PSSI. “TC di Spanyol, kami harap dimanfaatkan dengan baik oleh pemain. Mereka harus bekerja keras dan terus bersemangat demi torehan positif di Piala AFC U-19. PSSI tetap berkomitmen terhadap timnas U-19. Meskipun Piala Dunia U-20 diundur ke tahun 2023, pemain ini adalah cikal bakal timnas U-23 maupun timnas senior nantinya,” tambahnya. Agenda uji coba timnas U-19 di Spanyol akan dimulai pada awal Januari. Gimnastic Tarragona dijadwalkan menjadi lawan pertama Timnas U-19, Minggu (3/1/2021). Mereka adalah peserta Segunda Division B atau kasta ketiga kompetisi sepakbola di Spanyol. Dua hari kemudian, mereka akan menghadapi Lleida Esportiu. Sama seperti Gimnastic Tarragona, juga merupakan peserta Segunda Division B. Baru pada uji coba ketiga Timnas Indonesia U-19 mendapatkan lawan dari kasta teratas kompetisi U-19. Adalah Sabadell U-19 dari División de Honor Juvenil de Fútbol yang bakal menguji kemampuan Timnas U-19 pada kesempatan ketiga. Lalu dilanjutkan dengan uji coba dengan peserta División de Honor Juvenil de Fútbol yakni Ceuta U-19. Uji coba Timnas U-19 kemudian ditutup dengan pertandingan melawan Arab Saudi U-19. Semua pertandingan rencananya akan digelar di Stadion CE Futbol Salou yang terletak di Kota Salou, tempat Timnas U-19 menggelar TC di Spanyol. Khusus pertandingan pertama saja yang akan dimainkan di Stadion Gimnastic Tarragona. Jadwal uji coba Timnas Indonesia U-19 di Spanyol 3 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Gimnàstic Tarragona Venue: Gimnàstic Tarragona Stadium 5 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Lleida Esportiu U19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou 11 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Sabadell U-19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou 20 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Ceuta U-19 Venue: Field CE Futbol Salou 27 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Arab Saudi U-19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou

Breaking News! FIFA Resmi Tunda Piala Dunia U-20 dan U-17

Logo FIFA

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) akhirnya memberikan kejelasan mengenai kelanjutan Piala Dunia FIFA U-20 dan Piala Dunia FIFA U-17 putra edisi 2021. Akibat pandemi COVID-19 yang belum juga mereda, Biro Dewan FIFA hari ini (24/12/2020) akhirnya memutuskan untuk menunda pelaksanaan dua ajang bergengsi bagi para pemain muda tersebut menjadi tahun 2023. Mengutip pernyataan di laman resmi FIFA, pandemi COVID-19 terus menghadirkan tantangan bagi penyelenggaraan acara olahraga internasional dan berdampak pada pembatasan perjalanan internasional. Oleh karena itu, FIFA secara teratur berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan terkait, termasuk Asosiasi Anggota tuan rumah serta Konfederasi yang terlibat dalam kedua turnamen yang semula dijadwalkan berlangsung pada tahun 2021. Dengan demikian, menjadi jelas bahwa situasi global saat ini gagal untuk dinormalisasi ke tingkat yang memadai dalam mengatasi tantangan terkait dengan penyelenggaraan kedua turnamen, termasuk kelayakan jalur kualifikasi yang relevan. Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengapresiasi dan menghormati keputusan FIFA, mengingat kelancaran acara serta keselamatan dan keamanan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Indonesia 2021 adalah prioritas utama. “Sebetulnya seluruh persiapan terkait penyelenggaraan dan menyambut Piala Dunia U-20 Indonesia tahun 2021 sudah kami lakukan dengan maksimal dan matang. PSSI menghormati dan mendukung keputusan FIFA untuk membatalkan Piala Dunia U-20 FIFA pada tahun 2021. Bersama dengan FIFA, INAFOC, dan kota-kota tuan rumah di seluruh Indonesia, PSSI berharap dapat bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk menyelenggarakan turnamen edisi berikutnya pada tahun 2023,” kata Iriawan. Iriawan pun berharap dengan pembatalan ini, Timnas Indonesia bisa memanfaatkan waktu untuk mematangkan persiapan sebelum bertanding di turnamen 2023 mendatang. “Menyusul pembatalan Piala Dunia U-20 FIFA pada 2021, Timnas yang akan kita persiapkan nantinya, dapat memanfaatkan waktu tambahan dan melanjutkan program untuk persiapan Piala Dunia U-20 FIFA pada 2023. Saya berharap semoga persiapannya bisa lebih menyeluruh, matang, dan nanti bisa menjadi juara,” tambah Iriawan. Sementara itu, Wakil Ketua PSSI, Iwan Budianto, menyatakan bahwa FIFA akan terus berkoordinasi dengan PSSI dan Local Organizing Committee (LOC) demi kelancaran ajang ini di tahun 2023. “Agar pada tahun 2023 program akan berjalan dengan lancar, komunikasi dan koordinasi yang erat antara FIFA, PSSI, dan LOC tetap berjalan. Sesuai keputusan Biro Dewan FIFA, PSSI segera melapor kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, sembari menunggu surat resmi tentang pembatalan ini dari FIFA,” kata Iwan. Iwan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua INAFOC menambahkan, PSSI sangat mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Indonesia 2021 dan memastikan koordinasi antara PSSI dan INAFOC terus berjalan dengan lancar. “PSSI mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia khususnya Presiden Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga, dan semua pihak yang telah mendukung persiapan FIFA U-20 World Cup Indonesia 2021. PSSI dan LOC akan terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan INAFOC untuk memastikan semuanya berjalan lancar di tahun 2023,” tutup Iwan.

PSSI dan Kemenpora: Piala Dunia U-20 Masih Sesuai Jadwal!

Logo Piala Dunia U-20

Belum meredanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat beredar kabar pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021 yang akan berlangsung di Indonesia mengalami penundaan dari jadwal semula yang rencanya digelar pada 20 Mei sampai 12 Juni 2021. Pasalnya, hingga lima bulan jelang kick-off Piala Dunia U-20 2021, perwakilan FIFA belum juga datang ke Indonesia. Namun, PSSI dan Kemenpora mengumumkan jika hingga saat ini Piala Dunia U-20 masih akan berlangsung sesuai jadwal. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Plt Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa perhelatan Piala Dunia U-20 2021 masih on schedule. “Sebelum ada surat pernyataan resmi dari FIFA, Piala Dunia U-20 2021 masih on schedule,” kata Yunus Nusi saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (15/12/2020). Lebih lanjut, saat ditanya bagaimana kabar terakhir komunikasi dengan FIFA khususnya soal kehadirannya ke Indonesia, Yunus mengatakan hal itu bukan lah kewenangan PSSI. “Itu ranahnya Inafoc,” singkat Yunus. Senada, Kemenpora memastikan bahwa belum ada pengumuman perubahan agenda Piala Dunia U-20 2021. Seskemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan sejauh ini FIFA masih on the track menjalankan ajang piala dunia usia muda itu pada 20 Mei-12 Juni 2021. Oleh karena itu pemerintah tetap berusaha untuk menyelesaikan proses renovasi venue Piala Dunia U-20 sesuai dengan tahapan bahwa ajang ini dihelat pada 20 Mei-12 Juni. “Sepanjang tidak ada perubahan (jadwal Piala Dunia U-20, red) dari FIFA, seperti arahan Pak Menteri Zainudin Amali, show must go on, renovasi terus berjalan,” ucap Gatot, Rabu (16/12). Sejauh ini PSSI dan pemerintah telah menunjuk enam Stadion sebagai perhelatan Piala Dunia U-20. Stadion-stadion tersebut pun kini tengah dikebut proses renovasinya. Keenam stadion tersebut yakni Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Gelora Sriwijaya (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Surakarta), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion I Wayan Dipta (Bali).

Tiga Pemain Muda Ini Akan Jalani Trial di Klub Turki

Muhammad Yoan Saputra Arifin, Emir Eranoto Dipasena, dan Aryandra Senna

Pesepakbola muda asal Indonesia kembali mendapat kesempatan untuk menjalani trial atau uji coba di Eropa. Rencananya, Mereka akan menghabiskan waktu selama delapan bulan mengikuti trial bersama Antalya Hal Spor. Klub tersebut merupakan jawara kompetisi U-19 di Turki. Ketiga pemain tersebut adalah Muhammad Yoan Saputra Arifin, Emir Eranoto Dipasena, dan Aryandra Senna. Tiga pemain muda ini difasilitasi tiga pihak dan akan berangkat 22 Desember mendatang. Pihak pertama adalah Futboltours yang merupakan agen perjalanan sepak bola. Kedua, Xten Indonesia, yang merupakan penyedia apparel lokal, yang turut serta menyediakan peralatan latihan. Dan terakhir yakni ACT See Com sebagai pengurus keberangkatan pemain Indonesia ke luar negeri. Selain mendapat kesempatan untuk trial, kesempatan untuk bermain di Eropa juga terbuka lebar. Antalya Hal Spor memiliki akses langsung menyediakan pemain muda untuk klub Turki Super Lig, Antalyaspor. Selama menjalani trial nanti, Muhammad Yoan Saputra Arifin, Emir Eranoto Dipasena, dan Aryandra Senna akan ditangani langsung oleh pelatih profesional. Mereka akan bertanggung jawab langsung dengan metode latihan, gaya hidup, hingga gizi dari para pemain Indonesia itu. “Kegiatan ini menawarkan training session untuk menjadi pesepak bola profesional. Program ini bakal dikontrol langsung oleh pelatih Antalyaspor U-19 yang merupakan klub Super Lig Turki,” kata perwakilan dari Futbol Tours, Margie Ferrari, dalam konferensi pers, Senin (14/12/2020). “Pelatih dari Antalyaspor akan selalu datang selama latihan bersama Antalya Hal Spor. Dia bertanggung jawab dan akan melihat siapa saja yang nantinya layak untuk direkrut Antalyaspor. Namun, dalam perjalanannya mereka nanti akan bermain di Antalya U-19 League bersama Antalya Hal Spor,” tegas Margie Ferrari. Eropa sebenarnya bukan tempat yang asing buat ketiga pemain. Yoan pernah menimba ilmu di Spanyol bersama klub Palamos CF, Emir di ISM Academy, Perugia, sementara Senna di Valencia Soccer Academy. Sementara itu, Emir mengaku antusias menyambut kesempatan ini. Ia berharap bisa mengikuti jejak-jejak pemain muda Indonesia lainnya yang sudah lebih dulu ke Eropa. “Kesempatan ini adalah langka karena tidak banyak pemain Indonesia yang bisa seperti ini. Kalau saya sendiri melihatnya sebagai step saya ke depan untuk belajar sebanyak mungkin,” tutur Emir. “Ketika kembali ke Indonesia saya bisa memberikan ilmu yang sudah didapat di Eropa sana. Serta ke depannya bisa memberikan tidak hanya keluarga saya sendiri tetapi bangsa Indonesia agar mempunyai nama di Eropa,” ucapnya.

Timnas Indonesia U-19 Hampir Dipastikan Lakukan TC di Negara Ini

Timnas Indonesia U-19 Hampir Dipastikan Lakukan TC di Negara Ini

Dalam rangka persiapan jelang Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20, timnas Indonesia U-19 kembali akan melakukan pemusatan latihan atau training camp (TC) di luar negeri. Sebelumnya, anak asuh Shin Tae-yong ini telah melakukan TC di Krosia selama kurang lebih satu bulan. Selama di Kroasia, Timnas Indonesia U-19 sudah melakukan deretan laga uji coba. Setidaknya sudah 10 laga uji coba telah mereka lalui. Sepuluh laga uji coba yakni melawan Bulgaria (0-3), Kroasia (1-7), Arab Saudi (3-3), serta dua kali melawan Qatar (2-1 dan 1-1), Bosnia Herzegovina (0-1), Dinamo Zagreb (1-0), NK Dugopolje (3-0), dan Makedonia Utara (4-1 dan 0-0). Kali ini, Garuda Muda rencananya kembali akan ke Eropa tepatnya ke Spanyol. TC tersebut akan dimulai Desember ini, namun PSSI belum bisa memastikan tanggal keberangkatan timnas U-19. Sejauh ini PSSI masih menunggu kehadiran Shin Tae-yong selaku pelatih dari timnas U-19. Sosok asal Korea Selatan itu akan menyempurnakan rancangan program untuk timnas U-19, termasuk untuk TC di Spanyol. Yunus Nusi selaku pelaksana tugas sekretaris jenderal PSSI menyatakan, belum ada lawan uji coba yang bisa dikonfirmasi untuk menghadapi Garuda Muda. Namun, PSSI sudah punya daftar siapa saja yang akan dilawan. “Kami dalam proses komunikasi dengan beberapa klub, kami belum bisa memastikan karena ada permintaan mereka untuk jangan menyampaikan karena mereka dalam proses izin ke Federasi Spanyol (RFEF),” ujar Yunus Nusi, dilansir dari DetikSport, Kamis (10/12/2020). “Karena ini kan menyangkut kerja sama antar federasi. Kami kemudian ingin Federasi Spanyol menghubungi klub-klub dan kami secara langsung ke klub-klub. Nanti kalau sudah resmi kami umumkan,” ujarnya menambahkan. PSSI baru bisa memastikan Spanyol sebagai destinasi Timnas U-19 setelah melakukan korespondensi dengan pihak di sana. Spanyol diklaim PSSI siap menerima Timnas U-19 dengan tangan terbuka. Yang masih menjadi kendala saat ini adalah proses pengurusan visa. Selain itu, PSSI juga masih menunggu kedatangan Shin Tae-yong ke Jakarta. “Kami dalam proses administrasi. Korespondensinya sudah tuntas dengan Federasi Spanyol, kami akan ke Catalunya. Kami masih menunggu visa anak-anak dan kedatangan Shin Tae-yong,” tutur Yunus Nusi. “InsyaAllah sebelum tahun baru anak-anak sudah berangkat ke Spanyol. Harapan kami sih ada beberapa negara yang di Eropa dan sekitar Spanyol bisa ikut (beruji coba melawan Timnas U-19),” ucapnya.

Beckham Putra Diharapkan Dapat Tampil di Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20

Beckham Putra Diharapkan Dapat Tampil di Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20

Pesepakbola muda asal Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, terpaksa harus menepi dari lapangan lantaran cedera. Seperti diketahui Beckham mengalami cedera saat menjalani latihan virtual bersama tim nasional Indonesia U-19 pada awal November. Persib Bandung telah memeriksa cedera yang dialami oleh gelandang mudanya tersebut, dan diketahui bahwa yang bersangkutan menderita masalah meniskus, bukan anterior cruciate ligament (ACL). Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts berharap cedera meniskus yang dialami Bekcham bisa segera pulih. Tim medis pun bergerak cepat agar ia bisa tampil bersama Timnas U-19 di Piala Asia U-19 2020 dan Piala Dunia U-20 2021. “Beckham memang menjadi pemikiran kami, karena kami mencoba untuk mendukungnya sebisa mungkin supaya dia bisa bermain bersama tim nasional Indonesia dan bermain di Piala Dunia U-20,” kata Robert, dilansir dari Bola.com, Kamis (10/12/2020). Robert berharap Beckham bisa segera bergabung kembali bersama tim asuhan Shin Tae Yong tersebut. Saat ini adik dari Gian Zola Nasrulloh itu terus mendapatkan perhatian khusus dari dokter tim agar bisa segera pulih. “Tim medis kami, dokter Rafi, Beni (fisioterapis), dan dokter Alvin (dokter olahraga) terus memantau Beckham. Kami selalu berkomunikasi dengannya dan mencoba memastikannya agar tidak kehilangan kepercayaan dirinya,” ucap Robert. Pelatih asal Belanda ini berharap pemulihan Beckham berjalan dengan lancar, sehingga pemain yang akrab disapa Etam ini segera pulih. “Untungnya dia tidak operasi dan itu menjadi suatu keuntungan. Kami juga tidak boleh lupa bahwa laga internasional menuntut banyak. Jadi saya harap Beckham bisa memenuhi itu dan tidak menderita cedera lagi,” harap Robert. Rencananya, Piala Dunia U-20 2021 akan dihelat di Indonesia pada sekitar mulai bulan Mei 2021. Sementara untuk Piala Asia U-19 yang sebelumnya ditunda akan diselenggarakan di Uzbekistan antara 3 hingga 20 Maret 2021. Pelatih Shin Tae-yong pun telah menyiapkan dan meramu skuad untuk dua ajang bergengsi tersebut. Biodata Nama Lengkap: Beckham Putra Perdana Tanggal Lahir: 29 Januari 2001 Tempat Lahir: Bandung Klub: Persib Bandung Posisi: Pemain Tengah Pesepakbola Idola: Andik Vermansyah dan Firman Utina Fact Beckham Putra pernah menyabet gelar top skor Liga 1 U-19 2018.

Jalani Latihan Perdana, Timnas Indonesia U-16 Langsung Digembleng

Jalani Latihan Perdana, Timnas Indonesia U-16 Langsung Digembleng

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 menggelar latihan perdana pada pemusatan latihan di Yogyakarta, Senin (7/12/2020) pagi WIB. Pada latihan yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman itu, para pemain langsung digenjot materi penting oleh pelatih Bima Sakti. Pemusatan latihan di Yogyakarta ini merupakan lanjutan dari program Timnas Indonesia U-16. Kegiatan ini dilakukan untuk mematangkan persiapan jelang tampil di Piala AFC yang bakal digelar tahun depan. Sebanyak 26 pemain diberikan latihan-latihan evaluasi dari latihan sebelumnya dan juga dua kali uji coba Internasional melawan Uni Emirat Arab U-16 beberapa bulan yang lalu. Adapun pada latihan perdana mereka dijejali beberapa materi latihan penting. “Latihan perdana hari ini kami isi dengan small sided game, drill masalah penguasaan bola dan juga transisi negatif,” kata Bima Sakti, Senin (7/12/2020). “Kami masih terus mempertajam permainan tim, serta terus evaluasi diri dari beberapa pemusatan latihan sebelumnya dan juga dari dua kali uji coba melawan UAE U-16,” ujar Bima. “Intensitas latihan yang kami lakukan masih sedang, karena ini masih awal latihan setelah libur beberapa hari dari sejak TC sebelumnya, jadi belum banyak materi terkait taktik,” tambah Bima. Selain itu, pelatih Bima Sakti juga memberikan materi tes fisik untuk pemain Timnas Indonesia U-16, Hal ini dilakukan Bima Sakti untuk mengukur kondisi fisik para pemainnya. “Dengan test ini saya dan tim pelatih jadi mengetahui sejauh mana kondisi fisik pemain. Saya harapkan nanti hasilnya semua baik, pemain melakukannya dengan tertib, dan semua pemain turut ikut menjalani test fisik ini,” ucap Bima Sakti. Timnas U-16 tengah disiapkan untuk menghadapi tantangan berat di Piala AFC nanti. Tim Merah Putih berada di Grup D Piala AFC U-16 bersama Jepang, Arab Saudi, dan China. 26 Pemain Pemusatan Latihan Timnas U-16 I Made Putra Kaicen – Bali United (Kiper) Muhammad Raufa Aghastya – Persib Bandung (Kiper) Raka Octa Bernanda – PSS Sleman (Kiper) Alexandro Felix Kamuru – Barito Putera (Bek) Ferre Murarri – Bhayangkara FC (Bek) Kadek Arel Priyatna – Bali United (Bek) Marcell Januar Putra – Bali United (Bek) Mikael Alfredo Tata – Waana Bintuka FC (Bek) Mochammad Aditya Rangga Saputra – Persebaya Surabaya (Bek) Muhammad Tezar Briantama – SSB Asiop Jakarta (Bek) Jovan Adestya – PSS Sleman Aditiya Daffa Al Haqi – Barito Putera (Gelandang) Fidelis Davin Dhaniswara – PSS Sleman Arkhan Fikri – Barito Putera (Gelandang) Diandra Diaz Dewari – Persib Bandung (Gelandang) Dimas Juliono Pamungkas – Persib Bandung (Gelandang) Marselino Ferdinan – Persebaya Surabaya (Gelandang) Mochammad Faizal Syaifullah – Persela Lamongan (Gelandang) Muhammad Rafly Ikram Selang – SSB Cipta Cendikia (Gelandang) Raka Cahyana Rizky – Persija Jakarta (Gelandang) Resa Aditya Nugraha – Persija Jakarta (Gelandang) Sandy Kusuma Triandy – SSB New Star Salam (Gelandang) Victor Jonson Benjamin Dethan – PSM Makassar Lugas Satrya Pratama – SSB Gasliko (Depan) Ronaldo Joybera Kwateh – Persib Bandung (Depan) Farhan Arif Musthofa – PSS Sleman

Cegah Pemain Cedera Jelang Piala Asia, Timnas U-16 Terapkan Sport Science

Cegah Pemain Cedera Jelang Piala Asia, Timnas U-16 Gunakan Sport Science

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 yang saat ini sedang menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta menerapkan sport science yang bertujuan untuk melihat kekurangan pemain serta sebagai upaya untuk mengurangi potensi cedera. Apalagi, Marcell Januar dkk tengah dipersiapkan untuk mengikuti Piala Asia awal tahun mendatang. PSSI menggandeng team ahli kinetics dari Surabaya yang bekerjasama dengan Vald Performance, lembaga sport science technology dari Australia. “Dengan test ini saya dan tim pelatih jadi mengetahui sejauh mana kondisi fisik pemain, dan saya harapkan nanti hasilnya semua baik, pemain melakukannya dengan tertib, dan semua pemain turut ikut menjalani test fisik ini,” kata pelatih timnas U-16, Bima Sakti, dilansir dari laman resmi PSSI. Ada beberapa komponen tes yang dilakukan yaitu, tes komposisi tubuh (persentase lemak tubuh, massa otot, dll), tes kekuatan eksentrik otot hamstring (nordbord test), tes kekuatan + vertical jump dengan force plate, tes kekuatan otot isometric hip abductor-adductor dengan force frame, 3D movement analysis dengan humantrack system. “Harapannya, bisa mempermudah fisioterapis dan pelatih fisik untuk membuat program pencegahan cedera serta peningkatan kemampuan dari si pemain itu sendiri,” ujar Bima. “Terima kasih kepada PSSI, KINETICX, dan Vald Performance dimana mereka sudah membantu tim kami,” lanjutnya. Timnas U-16 akan tampil di putaran final Piala AFC U-16 yang rencananya akan berlangsung di Bahrain awal tahun 2021 mendatang. Garuda Muda tergabung di D bersama Jepang, Arab Saudi, dan China. Sebagai tambahan, Indonesia merupakan satu-satunya negara dari ASEAN yang tampil pada salah satu turnamen usia muda Asia bergengsi ini dan tergabung di grup D bersama Jepang, Arab Saudi dan Tiongkok.

Kemenpora Optimis Persiapan Stadion Untuk Piala Dunia U-20 Akan Tepat Waktu

Kemenpora Optimis Persiapan Stadion Untuk Piala Dunia U-20 Akan Tepat Waktu

Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 yang rencananya akan berlangsung pada bulan Mei mendatang. Berbagai persiapan pun telah dilakukan jelang event dua tahunan itu. Salah satunya yaitu pembangunan dan renovasi fasilitas yang digunakan, dari mulai pembenahan stadion yang bakal menjadi venue, hingga perbaikan lapangan untuk latihan tim. Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia rutin meninjau untuk memastikan venue rampung tepat waktu. Setelah beberapa waktu lalu Menpora Zainudin Amali menyambangi langsung beberapa kota yang menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021, kali ini giliran Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto, yang melakukan inspeksi. Ia menyambangi Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari yang berada di Solo, Rabu (3/12/2020). Dalam hasil pantauannya, Gatot menilai puas dengan progres pengerjaan dari Kementerian PUPR. “Kami sangat puas dan mengapresiasi, dengan pihak Kementerian PUPR bersama dengan kontraktor yang mendapatkan kepercayaan untuk melakukan renovasi di beberapa stadion utama dan stadion pendukung di beberapa kota. Di Kota Solo ini Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari,” ujar Gatot, dilansir dari laman resmi Kemenpora. Tak hanya menilai puas, ia juga optimistis pengerjaan bakal selesai tepat waktu. Sesuai dengan target yang pernah disampaikan oleh Kementerian PU PR saat penandatanganan kontrak dan kick off renovasi stadion dan lapangan sepakbola, baru-baru ini. Renovasi pembangunan venue Piala Dunia U-20 ditargetkan selesai dalam waktu enam bulan. “Dalam Kepres Piala Dunia penanggung jawab masalah infrastruktur adalah Menteri PUPR. Infrastruktur akan selesai di bulan April 2021. Sejauh ini kami optimis untuk itu,” ujarnya. Gatot lantas menjelaskan setelah venue rampung nantinya akan dilakukan uji coba lebih dulu. Dengan begitu jika ada kekurangan bisa diantisipasi sebelum digunakan untuk acara sebenarnya. “Semisal April selesai, maka di bukan itu digunakan oleh klub dari sini, entah Persis atau yang lainnya, karena tidak bisa dinyatakan selesai tanpa adanya percobaan terlebih dahulu,” dia menjelaskan. “Jadi seumpama sudah ada yang pakai dan masih ada kekurangan itu masih dalam masa pemiliharaan. Sama dengan infrastruktur PON di Papua. Venuenya disana sudah selesai dan dinyatakan hingga 6 bulan kedepan sebagai masa percobaannya,” Gatot menegaskan. Sementara itu, ajang Piala Dunia U-20 direncanakan terselenggara di Indonesia pada 20 Mei-12 Juni 2021 dan akan menggunakan enam stadion yakni Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Gelora Sriwijaya (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya) dan Stadion I Wayan Dipta (Bali).

Melalui Jirex’s Football Academy, Kementerian Perdagangan Bina Talenta Muda Sepak Bola

Melalui Jirex's Football Academy, Kementerian Perdagangan Bina Talenta Muda Sepak Bola

Jirex’s Football Academy Indonesia yang merupakaan binaan dari Kementerian Perdagangan hadir sebagai wadah pembinaan dan mengembangkan potensi anak-anak daerah yang berprestasi di sepak bola, guna mewujudkan mimpinya menjadi pemain profesional. Akademi sepak bola yang dibentuk pada 6 Januari 2019 lalu ini mengakomodir anak-anak daerah yang potensial, yang kurang terakomodir untuk bersaing di nasional. Mereka akan dibina secara profesional dan masuk program reguler. Tentu dengan fasilitas yang tergolong bagus dan lengkap. Usia yang dibina mulai dari anak kelahiran tahun 2006, 2007 dan 2008. Bagi anak-anak yang lolos ke akademi ini akan tinggal di dalam mes. Selain latihan (termasuk gym), sekolah anak-anak pun diperhatikan. Selain itu, anak-anak tidak hanya diasah bakat sepak bola, mereka juga akan diperhatikan dari sisi karakter. Harapannya, para anak-anak ini tidak hanya berbakat di lapangan saja melainkan di luar lapangan juga memiliki karakter yang baik. “Senin mereka latihan sore, Selasa latihannya pagi dan sore, hari Rabu mereka renang, hari Kamis latihan pagi dan sore, di Jumat, mereka akan Gym, Sabtu ada latihan pagi dan sore, sedangkan Minggu ada game, baik itu ikut turnamen, trofeo dll,” ujar Yendra Gandi selaku ketua Jirex’s Football Academy Indonesia, yang juga ASN di Kementerian Perdagangan, dilansir dari Tribun News. Ingin memberikan sumbangsih bagi negara di bidang sepak bola, akademi ini pun ketat dalam mengontrol anak khususnya berkaitan dengan sosial media. Di dalam mes tim, aturan belajar, berlatih pun telah tertata. Anak-anak hanya memegang handphone saat jam belajar baik pagi dan malam. “Di mes, kala pagi anak-anak latihan, kemudian belajar. Disini kami mengizinkan mereka menggunakan Handphone karena belajar saat ini kan sistem online. Setelah belajar usai, handphone kami kumpulkan. Sore kami salat berjamaah. Malam kami makan bersama dan baca Alquran bagi agama muslim, setelahnya kami memberikan handphone guna mereka belajar online, lalu akan kami kumpulkan jam 21.00 WIB,” ucapnya. Etika seorang atlet pun diajarkan kepada anak-anak. Karakter seorang atlet, baik disiplin dan sikap menjadi program utama di akademi ini sebelum masuk ke tahap teknik dan taktikal. Saat ini, dalam tim reguler berisikan 18 pemain yang berasal dari daerah Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, Bengkulu, Sumatera Barat dan Riau.

Sukses Digelar, Program Kemenpora RI ‘Main Bola Yuk’ Dibanjiri Peserta

Sukses Digelar, Program Kemenpora RI 'Main Bola Yuk' Dibanjiri Peserta

Sebanyak 310 anak-anak mengikuti kegiatan “Main Bola Yuk” yang merupakan program Kemenpora RI dan Youth Fun Juggling Competition di Ballroom Grand Artos Hotel Magelang, Jawa Tengah, Minggu (29/11). “Main Bola Yuk” menurut Menpora RI, Zainudin Amali, program ini merupakan bagian dari program untuk memberikan semangat kepada pemain usia dini. Program ini menjadi perhatian dan fokus pemerintah bersama PSSI dan seluruh stakeholder sepakbola Indonesia dalam rangka meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia menuju pentas dunia. Selain itu, “Main Bola Yuk” juga merupakan salah satu bentuk respon dari Instruksi Presiden (Inpres) No.3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional. “Tak cukup hanya slogan saja. Melalui program tersebut para pemain usia dini pun akan berkompetisi melalui Youth Fun Junggling Competition untuk menarik minat dan mencari bakat anak-anak muda Indonesia di sepak bola,” ujarnya dari laman resmi kemenpora.go.id, Senin (30/11). Menpora RI berharap, persepakbolaan nasional akan mendapatkan dukung secara penuh dari masyarakat. “Itulah tujuan Kemenpora RI melaksanakan Youth Fun Juggling Competition. Penyelengaraan ini kami gelar di 36 Kota dan Kabupaten. Khususnya daerah yang sepakbolanya sedang bergairah. Tidak menutup kemungkinan, ke depan di tempat lain juga akan kita gelar program semacam ini,” tambah Menpora RI. Sementara itu, kegiatan ini bagi Kabupaten Magelang dianggap sebagai sarana mencari bibit unggul pemain sepakbola usia dini. Lebih lanjut, Kadisparpora Magelang, Iwan Sutiarso, berharap jika nantinya akan bermunculan pesepakbola berprestasi asal Magelang seperti Bagus Kahfi dan Bagas Kaffa. “Terima kasih kepada Kemenpora RI. Kesempatan ini luar biasa, dari sekian banyak kabupaten/kota, Magelang terpilih menjadi salah satunya. Kegiatan ini merupakan bagian untuk mencari bibit unggul pemain sepak bola usia dini,” ujar Iwan Sutiarso saat membuka acara ‘Main Bola Yuk’. “Semoga adik-adik peserta semua juga bisa menjadi seperti Bagus, Bagas bahkan bisa lebih hingga ke tingkat internasional, semua butuh proses panjang dari usia dini, kami apresiasi kegiatan seperti ini. Ini juga sebagai adaptasi baru cara berlatih di tengah pandemi,” tutur Iwan menambahkan. Mantan pemain PSIS Semarang, M. Irfan, yang turut hadir juga mengapresiasi upaya Kemenpora menggelar acara ‘Main Bola Yuk’ dan Youth Fun Juggling Competition ini. “Kemenpora luar biasa menggelar kegiatan ini sebagai dasar pembinaan atlet usia dini. Dan merupakan sejarah membangun enam stadion untuk mendongkrak prestasi sepak bola nasional menuju pentas dunia,” ujar pria yang saat ini juga menjadi pelatih PON Jateng ini. “Fase grassroad seperti ini (pengenalan bakat, penemuan bakat, pembentukan bakat dan penetrasian bakat) bagus sekali dan harus ditaati dengan sesuai kurikulum yang baik. Makanya lisensi pelatih itu penting untuk melakukan pengembangan agar tidak sembarangan. Persepsinya untuk anak-anak usia 16 tahun kebawah ini adalah pengembangan, jangan ada tekanan, karena mereka akan berkreasi dengan sendirinya. Tetapi, harus tetap ditetapkan mental pemenang, kejujuran, patuh dan hormat kepada pelatih, guru dan orang tua,” terangnya. Sedangkan Ketua Askab PSSI Magelang, Rohman Rokhim, merasa bangga dan apresiasi kepada Kemenpora atas acara ‘Main Bola Yuk’ dan Youth Fun Juggling Competition yang digelar di Magelang. “Kegiatan ini menambah semangat dan motivasi kepada kami dan memberikan semangat kepada anak-anak bermain sepak bola. Semoga Kemenpora akan lebih banyak menggelar acara seperti ini, terlebih ada kompetisi yang sebenarnya maka anak-anak akan lebih semangat menggelorakan sepak bola ini,” jelasnya. Kegiatan ini diikuti peserta dengan usia 12-16 tahun dari 14 Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Magelang. Karena adanya dampak Pandemi Covid-19, maka hanya ada 30 peserta yang mengikuti secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, sementara 280 peserta lainnya mengikuti secara virtual. Anugrah Rizky dari SSB Indonesia Muda berhasil menjadi pemenang usai melakukan jugling selama 2 menit 13 detik. Pemenang akan mendapat hadiah berupa jersey resmi Tim Nasional Sepak Bola Indonesia.

Sempat “Tarik-Ulur”, Barito Putera Izinkan Bagus ke FC Utrecht

Usai "Tarik-Ulur", Barito Putera Izinkan Bagus ke FC Utrecht

Polemik antara Barito Putera dengan Bagus Kahfi terkait kepindahan sang pemain ke klub Belanda, FC Utrecht, akhirnya menemukan “titik terang”. Pihak Barito menyatakan pihaknya sudah melepas Bagus ke FC Utrecht. Hal ini diutarakan langsung oleh pemilik Barito Putera, Hasnuryadi Sulaeman, saat melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dan Bagus Kahfi di kawasan Kebayoran, Jakarta, pada Selasa (1/2/2020) malam. Hasnur menegaskan Barito sudah mengirimkan surat resmi ke FC Utrecht. “Kami sudah bersurat ke Utrecht semoga secepatnya karena ini juga untuk menangani cederanya bukan untuk bermain tapi buat tangani itu,” ucap Hasnur. Hasnur menegaskan, Barito akan menepati janji awalnya, yakni selalu mendukung pemainnya yang hendak bermain di luar negeri. Terlebih dengan bermain di Eropa bisa membawa perubahan untuk Bagus dan juga untuk Timnas Indonesia nantinya. “Bagus sebelumnya sudah silahtuhrami ke Banjarmasin terus kami minta waktu, kemarin trial dia merasa sudah cocok,” beber Hasnur. “Barito putera mendukung dan InsyAllah memberikan yang terbaik untuk karier Bagus bergabung dengan Utrecht semoga berkah dan membawa kebaikan untuk timnas indonesia,” pungkas Hasnur. Sementara itu, PSSI yang diwakili oleh Mochamad Iriawan mengaku mengapresiasi keputusan yang diambil oleh Barito Putera. Tentu PSSI selaku Federasi Sepak bola Tertinggi di Indonesia sangat mendukung keputusan Barito Putera. “Terima kasih dari PSSI kepada Barito Putera yang sudah membesarkan Bagus selama ini dan membikin klub Eropa tertarik untuk mengambilnya. Kami mendukung Bagus Kahfi berkarier di Eropa,” kata Iriawan. “Keikhlasan beliau (Hasnuryadi Sulaiman) luar biasa dan saya angkat topi. Ini tentu menjadi tauladan bagi tim yang lain. Untuk Bagus, kami berharap ia terus bersemangat, kerja keras dan selalu bermain maksimal. Dan saat panggilan ke timnas Indonesia ia harus kembali,” tambah Iriawan. Sebelumnya, FC Utrecht telah memberikan tawaran hingga Jumat (27/11/2020) kepada Barito Putera untuk melepas Bagus Kahfi. Namun, tim asal Banjarmasin itu belum bisa melepas Bagus. Rencana proses perpindahan ini dibantu oleh Mola TV. Seperti diketahui, Mola TV bekerja sama dengan PSSI membuat program Garuda Select untuk memberikan pelatihan terbaik kepada pemain Indonesia di Inggris selama enam bulan. Biodata: Nama: Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri Tanggal Lahir: 16 Januari 2002 Tempat Lahir: Magelang Posisi: Pemain Depan Prestasi: Top Skor Piala Soeratin U-15 (2017) Top Skor Piala AFF U16 (2018) Fun Fact: Bagus Kahfi memiliki saudara kembar yang juga merupakan seorang pesepakbola bernama Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi. Keduanya lahir pada tanggal dan tempat yang sama. Bagus merupakan kakak dari Bagas. Bagas dan Bagus secara fisik punya kemiripan yang identik. Namun, bila diamati lebih seksama, postur tubuh Bagas lebih tinggi daripada Bagus. Bagas juga memiliki codet bekas luka jahitan di bawah mata.