Jelang Porprov, Kabupaten Beltim Gelar Seleksi Atlet Futsal

Jelang Porprov, Kabupaten Beltim Gelar Seleksi Atlet Futsal

Kabupaten Belitung Timur (Beltim) telah melakukan seleksi untuk calon atlet futsal yang akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi VI di Bangka Barat 2022 mendatang. Dari seleksi tersebut, terpilih 18 orang yang merupakan hasil seleksi saat turnamen futsal divisi II, divisi I dan utama beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, 18 atlet terpilih tersebut merupakan hasil pemilihan dari dua Pelatih Tim Nasional Futsal U-20 Indonesia, Ade Lesmana dan Wahyu Kocoy. Bahkan selama dua hari, para pelatih ini memberikan pelatihan teknis baik teori maupun praktek. Ketua Pengurus Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Beltim Heri Susanto mengatakan mayoritas materi pemain futsal Porprov berusia muda. Atlet futsal yang terpilih merupakan pemain kelahiran tahun 2001 hingga 2005. “Awalnya kita pilih dan pelatih lokal 50 orang pemain, kemudian diambil hanya 27. Yang sisa 18 ini merupakan hasil pilihan dari coach Ade dan Coach Wahyu, kita tidak turut campur,” ungkap Heri, dilansir dari Kumparan. Seluruh pemain terpilih akan mulai diikutan dalam latihan insentif untuk persiapan Porprov. Latihan fisik dan teknik akan berlangsung hingga jelang Porprov 2022 mendatang. “Dibandingkan 3 tahun lalu saat persiapan Porprov 2018, kita agak susah cari pemain. Namun saat ini dengan liga futsal yang terus bergulir kita punya banyak pemain berbakat,” kata Heri. Saat Porprov V tahun 2018 di Bangka Tengah, tim futsal Kabupaten Beltim hanya mampu berada di peringkat ke 4. Namun untuk Porpov 2022 mendatang, Heri optimis tim futsal Kabupaten Beltim mampu minimal masuk babak final. “Saya rasa tim kita akan ikut Porprov nanti dengan lebih meyakinkan. Target kita final, dan Insyallah emas,” ujar Heri.

Ini Calon Lawan Timnas U-19 di Korea Selatan

Ini Calon Lawan Timnas U-19 di Korea Selatan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 saat ini tengah mempersiapkan diri jelang pemusatan latihan (TC) kembali. Belum diketahui secara pasti di mana Bagas Kaffa dan kawan-kawan akan menjalani TC. Namun, beredar kabar jika Timnas Indonesia bakal menjalani TC di Negara Gingseng. Kabar tersebut disampaikan oleh salah satu media Korea Selatan, Yeongnam. Rencanannya, Garuda Muda bakal menggelar TC di Kota Daegu, yang dikenal sebagai kota industri di Korea Selatan. Dari pihak Kota Daegu menjelaskan bahwa salah satu staf Timnas Indonesia telah mencari akomodasi hingga yang lainnya dari Kamis, 12 November lalu. Rencananya sebanyak 50 orang dari 30 pemain dan 20 staf pendamping itu akan datang ke Korea Selatan pada 25 November mendatang. Setelah itu rombongan Timnas Indonesia akan menjalani karantina selama 15 hari dan memulai latihan perdana pada 10 Desember 2020. TC yang dijadwalkan bakal berakhir Januari 2021 itu juga memiliki agenda uji coba yang telah disiapkan oleh Shin Tae-yong. Dalam kabar tersebut, disebutkan bahwa Timnas Indonesia akan melakoni pertandingan persahabatan dengan tim Divisi 2 Daegu FC selama masa latihan yang berlangsung hingga akhir Januari 2021. “Selain itu, mereka merencanakan pertandingan persahabatan dengan tim sepak bola Universitas Yeungnam, Universitas Daegu, dan Universitas Gyeongil,” tulis media Yeongnam. Selain sederet jadwal uji coba yang berlangsung hingga akhir Januari 2021 nanti, Shin Tae-yong juga telah menyiapkan program latihan juga untuk para anak asuhnya. Penguatan fisik hingga semangat kompetitif dalam setiap pertandingan ditekankan pada TC lanjutan di Korea Selatan nantinya. Sementara itu, Garuda Muda sudah berkumpul di Jakarta sejak Jumat (13/11/2020) lalu di Hotel Fairmont. Kemudian pada hari Senin (17/11/2020) mereka telah menjalani latihan perdana di Stadion Madya, Jakarta. Pada latihan perdana ini, pelatih Shin Tae-yong memantau anak asuhnya secara virtual. TC di Jakarta ini berlangsung hingga 23 November 2020 mendatang. Timnas Indonesia memiliki agenda cukup padat di tahun 2021. Mereka tengah dipersiapkan untuk menghadapi Piala AFC U-19 2020 yang rencananya akan digelar bulan Maret 2021 mendatang di Uzbekistan. Selain itu, Garuda Muda akan berlaga di ajang bergengsi yakni Piala Dunia U-20 yang notabene Indonesia menjadi tuan rumah.

Shin Tae-yong Panggil 38 Pemain Ikuti TC Timnas U-19 di Jakarta

Shin Tae-yong Panggil 38 Pemain Ikuti TC Timnas U-19 di Jakarta

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali menggelar pemusatan latihan (TC) di Jakarta pada 13-23 November 2020. Pelatih Shin Tae-yong memanggil 38 nama untuk mengikuti pemusatan latihan tersebut. Skuat Garuda Nusantara akan menjalani latihan di Stadion Madya, Jakarta. David Maulana dan kawan-kawan mulai berkumpul pada Jumat (13/11/2020). Sebelum TC di Jakarta, timnas U-19 menjalani virtual home training sejak 5 November lalu. “Kami memanggil sebanyak 38 pemain untuk TC di Jakarta. Para pemain merupakan pemain yang ikut serta pada virtual home training yang sudah berjalan hampir dua pekan ini,” kata Shin Tae-yong seperti dikutip situs resmi PSSI, Jumat (13/11/2020). “Mereka akan memulai latihan di lapangan pada hari Senin (16/11/2020). Saya memantau latihan secara virtual karena masih berada di Korea Selatan. Di lapangan nanti dibantu tim pelatih dari Indonesia,” tambahnya. TC di Jakarta ini sebagai persiapan menghadapi Piala AFC U-19 2020 yang rencananya akan digelar bulan Maret 2021 mendatang di Uzbekistan. Selain itu, Garuda Muda akan berlaga di ajang bergengsi yakni Piala Dunia U-20 yang notabene Indonesia menjadi tuan rumah. Sementara itu, salah satu pemain yakni Syukran Arabia Samual sangat senang dipanggil pelatih Shin Tae-yong pada TC kali ini. “Ini menjadi pemanggilan pertama saya untuk timnas. Saya bertekad untuk bekerja keras dan tentu memberikan hal yang terbaik. Kesempatan ini sangat penting bagi karier saya,” kata Syukran. 38 Nama Pemain Timnas U-19 di TC Jakarta, 13 – 23 November 2020 Rizky Ridho (Persebaya Surabaya) Erlangga Setyo (Persib Bandung) Bagas Kaffa (Barito Putra) Beckham Putra (Persib Bandung) Mohammad Kanu (Babel United) M. Adi Satrio (PSMS Medan) Mochammad Supriadi (Persebaya Surabaya) Irfan Jauhari (Bali United) Pratama Arhan (PSIS Semarang) Braif Fatari (Persija Jakarta) Bayu M Fiqri (Persib Bandung) Khairul Imam Zakiri Yudha Febrian (Barito Putra) Saddam Gaffar (PSS Sleman) Muhammad Fadhil (Semen Padang) Irfan (Tiga Naga) Sandi Samosir (Persija Jakarta) Komang Tri (Bali United) Andre Oktaviansyah Komang Teguh (Borneo FC) Brylian Aldama David Maulana (Barito Putra) Jack Brown Yofandani Damai (PSIS Semarang) Moh. Bahril Fajar PSIS Semarang) Salman Alfarid (Persija Jakarta) Rendy Juliansyah Titan Agung Bagus (Arema FC) Kakang Rudianto (Persib Bandung) Alfrianto Nico (Persija Jakarta) Genta Alparedo (Semen Padang) Fajar fathur Rahman (Borneo FC) Risky Sudirman (Persija Jakarta) Hamsa Lestaluhu (Bhayangkara FC) Serdy Fano (Bhayangkara FC) Pualam Bahari (Borneo FC) Arya Gerryan (Borneo FC) Syukran Arabia

Inilah 21 Pemain yang Terpilih Masuk Tim Garuda Select Jilid Ketiga

Inilah 21 Pemain yang Terpilih Masuk Tim Garuda Select Jilid Ketiga

PSSI akhirnya resmi mengumumkan 21 nama pemain yang terpilih masuk ke tim Garuda Select jilid ketiga. Mereka terpilih usai melewati proses pencarian bakat dan rangkaian seleksi yang dimulai 29 Oktober 2020 dan selesai pada Selasa 3 November 2020 lalu. Para pemain ini nantinya akan mengikuti pemusatan latihan secara intensif yang rencananya akan berlangsung di Inggris hingga Mei 2021. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa PSSI bersyukur kembali melaksanakan program Garuda Select di tengah situasi pandemi Covid-19. “Alhamdulillah program seleksi Garuda Select jilid ketiga yang dilakukan PSSI bersama Mola TV berjalan lancar. PSSI terus berkomitmen untuk pengembangan sepak bola usia muda di Tanah Air. Selamat kepada 21 pemain yang terpilih berangkat ke Inggris. Yang belum terpilih kami harap tetap bersemangat, jangan menyerah, terus berlatih dan kerja keras,” ujar Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. “Selama proses seleksi, para pemain berjuang keras dan memperlihatkan kemampuan terbaik di hadapan pelatih. Tentu hal ini bagus untuk perkembangan sepak bola Indonesia. PSSI berharap pemain yang terpilih untuk berangkat ke Inggris nantinya bisa menimba ilmu sebanyak mungkin serta menjadi pemain masa depan timnas Indonesia nantinya,” lanjut pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut. Para pemain yang mengikuti seleksi Garuda Select berasal dari kompetisi yang dilakukan PSSI sebelum pandemi Covid-19. Kompetisi tersebut seperti Piala Soeratin U-15 dan rekomendasi klub-klub anggota Elite Pro Academy U-16. Selain itu ada dari hasil pantauan dari Dennis Wise serta tim pelatihnya. Sementara itu, Dennis Wise selaku Direktur Sepakbola Garuda Select telah melihat kemampuan semua peserta. Menurutnya, banyak yang harus dipertimbangkan untuk menentukan pemain yang akan masuk skuad di musim ketiga ini. “Tim pemandu bakat Garuda Select telah berkeliling ke berbagai daerah Indonesia untuk mencari bakat-bakat terbaik yang ada pada kompetisi Piala Soeratin dan kompetisi lain seperti Liga Topskor. Kami juga sudah melihat pemain-pemain yang dikirimkan oleh klub Elite Pro Academy Liga 1 U16. Indonesia memiliki banyak pemain potensial yang masih bisa dikembangkan. Tinggal bagaimana menuntun mereka ke arah yang tepat,” kata Wise dalam rilis Mola TV. “Kami sudah melakukan seleksi dan akhirnya terpilih 21 pemain terbaik yang akan diberangkatkan ke Eropa. Inilah pemain terbaik hasil seleksi yang sudah kami pilih berdasarkan pengamatan kami selama di Indonesia. Mereka adalah pemain-pemain terbaik yang akan melakukan serangkaian pelatihan intensif dan akan melawan tim-tim usia muda terbaik di Inggris dan Eropa,” sambungnya. Garuda Select merupakan program akselerasi pengembangan bakat-bakat muda terbaik Indonesia. Tujuan utama program Garuda Select bukan untuk membentuk sebuah tim, tapi untuk menanamkan profesionalisme sehingga mereka bisa berkembang dalam dunia sepak bola profesional baik di dalam maupun di luar negeri. Di setiap musim, Garuda Select memilih bakat-bakat terbaik Indonesia untuk ditempa secara intensif di Eropa. Mengejar segala ketinggalan mereka baik dari sisi mental, fisik, teknik, atau pun taktik. Kriteria pemilihan bakat dilakukan berdasarkan penilaian atas potensi mereka untuk berkembang di masa depan, bukan berdasarkan kemampuan yang mereka tunjukkan sekarang. Selamat kepada Garuda Muda yang terpilih! Berikut nama-nama pemain Garuda Select Jilid Ketiga: Wahyu Agung Drajat Mulyono – ex Persebaya U16 Hokky Caraka – PSS U16 Frezy Al-Hudaifi – Astam I Gusti Made Rendi Sanjaya Putra – Persebaya U16 Muhammad Faqih Maulana – Tajimalela Noval Junior Iskandar – FASS Junior Krisna Sulistia Budianto – SSB Djarum Kudus Adre Arido Geovani – Bina Taruna Ridwan Ansori – Persib U16 Dustin Pratama Bramantio – Persela U16 I Putu Dipa Yogi Arta- Bali United Ridho Syuhada Putra – PSIS U16 Daniel Naa – Bhayangkara U16 Kakang Rudianto – Garuda Select II Rafli Asrul – Garuda Select II Fernando Pamungkas – Garuda Select II Edgar Amping – Garuda Select II Ibnu Murarak – Kalimantan Timur I Gede Aditya Juli Antara – Persebaya U16 Muhammad Faiz Maulana – Bina Taruna Roki – Gabsis Sambas

Dukung Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional, PSSI-Kemenpora Rancang Database Statistik Pemain Muda

Dukung Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional, PSSI-Kemenpora Rancang Database Statistik Pemain Muda

PSSI selaku induk sepak bola tanah air dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sepakat akan segera menyusun database yang berisi statistik para pemain muda sejak berada di tingkatan sekolah sepak bola (SSB) hingga nasional. Database itu nantinya akan digunakan untuk memantau pemain yang berpotensi sehingga bisa dilibatkan dalam berbagai program pengembangan bakat. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, dalam webinar yang berlangsung Rabu, 4 November 2020. “Database yang sedang kami benahi, dulu sudah ada tapi mungkin kelengkapan dan tempat penyimpanannya. Sekarang ada di deputi teknik (PSSI) sedang melakukan itu, sehingga kita bisa tahu sesuai data mulai dari Asprov pemain mana yang berpotensi,” ujar Iriawan. Iriawan mengatakan pencarian bakat melalui teknologi olahraga atau sport science harus mulai dilakukan demi memonitoring bakat-bakat yang ada di seluruh penjuru negeri. Nantinya dalam database tersebut segala statistik seperti jumlah menit bermain, gol, stamina, hingga statistik pemain lainnya bisa dilihat secara terbuka. Dengan begitu, tak sulit bagi PSSI untuk memberi kesempatan bergabung di program yang dimiliki. “Itu menjadi sorotan kita sehingga kita tinggal buka saja seperti di AFC atau FIFA. Kita bisa tahu pemain ini bermain berapa menit menggolkan berapa-berapa. Ini menjadi bahan kami untuk mencari pemain yang kita butuhkan,” pungkas Iriawan. Senada dengan Iriawan, Menpora Zainudin Amali menyebut database itu sesuai dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan persepakbolaan nasional. Dalam Inpres itu pemerintah melalui Kemenpora mendesain pembinaan sepak bola secara terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan. Namun kata dia, program ini harus terus berjalan meski terjadi perubahan rezim agar upaya yang dilakukan tak menjadi sia-sia. “Saya berharap nanti saatnya berganti pemerintahan, Menko ganti, Menpora ganti, pemerintahan berganti, program ini akan tetap berjalan,” kata dia. “Jangan lagi kita mengulangi apa yang terjadi pada masa lalu. Kalau itu terus terjadi, kita tidak akan mungkin dapat sistem pembinaan yang sistematis, berkesinambungan, berkelanjutan, dan berjangka panjang,” ujarnya menambahkan.

PSSI Kembali Gelar Program Garuda Select

PSSI Kembali Gelar Garuda Select

Program pengembangan pemain muda Garuda Select akhirnya kembali dilakukan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Saat ini proses seleksi untuk Garuda Select sudah berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, sejak Selasa (27/10/2020) dan rencananya diakhiri pada Rabu (4/11/2020). Garuda Select merupakan program pengembangan pemain usia muda kerja sama PSSI dengan Mola TV. Ini merupakan edisi ketiga Garuda Select yang sebelumnya sudah dilakukan sejak awal tahun 2019. Proses seleksi ini dihadiri Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri dan ditangani langsung oleh Dennis Wise selaku Direktur Sepak bola Garuda Select beserta tim pelatihnya dari Inggris. Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri mengatakan bahwa PSSI bersyukur dapat melaksanakan program Garuda Select di tengah situasi pandemi Covid-19. Pada seleksi kali ini, PSSI menyeleksi sebanyak 130 pemain untuk program ini. “Para pemain ini berasal dari kompetisi yang dilakukan PSSI sebelum pandemi Covid-19. Kompetisi tersebut seperti Piala Soeratin U-15 dan rekomendasi klub-klub anggota Elite Pro Academy U-16. Selain itu ada hasil pantauan (scouting) dari Dennis Wise dan tim pelatihnya,” kata Indra Sjafri, dilansir dari laman resmi PSSI. “Proses seleksi, setiap hari ada pengurangan pemain. Pemain yang hari ini dinyatakan lulus seleksi, akan terus ikut program seleksi di hari berikutnya, sementara yang tidak lolos akan dipulangkan. Pada hari terakhir akan didapatkan para pemain yang memenuhi standar untuk melanjutkan program utama Garuda Select yang rencananya akan diberangkatkan ke Inggris,” tambahnya. PSSI berharap program Garuda Select akan memberikan banyak manfaat bagi pemain muda untuk belajar dan mendapatkan pelatihan intensif secara profesional. Program ini juga merupakan solusi dan sebagai muara dari kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-16 serta Piala Soeratin. Sementara itu, Direktur Sepak bola Garuda Select, Dennis Wise mengatakan di tengah situasi pandemi Covid-19, ia optimistis bersama PSSI dapat menggelar seleksi dan program Garuda Select edisi ketiga ini dengan baik. “Kami mencari pemain-pemain muda dari seluruh Indonesia yang sumbernya dari kompetisi usia muda PSSI dan pantauan kami. Mereka kami seleksi untuk kami bawa ke Inggris mereka harus menampilkan kemampuan terbaiknya di sini,” kata Dennis. “Kami mencari pemain-pemain dengan standar kemampuan tinggi seperti David Maulana, Brylian Aldama, Braif Fatari dan alumni Garuda Select lainnya. Semakin banyak pemain-pemain Indonesia yang bisa merasakan atmosfer berlatih dan bertanding di Eropa, tentu akan semakin baik. Kami berharap sepak bola di sini semakin meningkat dan tumbuh pemain-pemain muda berbakat untuk tim nasional Indonesia,” ujarnya.

Jaring Talenta Bulu Tangkis, Bupati Bangka Cup Digelar

Patuhi Protokol Kesehatan, Bupati Bangka Cup Digelar Tanpa Penonton

Kejuaraan bulu tangkis Bupati Bangka Cup 2020 akan dimulai besok, Selasa (27/10/2020) di Stadion Orom Sungailiat. Sebanyak 115 atlet dari berbagai wilayah Kabupaten Bangka memastikan ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Meski digelar ditengah pandemi, Bupati Bangka Cup akan digelar tanpa penonton demi mematuhi protokol kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia, Julian Saputra, Senin (26/10/2020) petang. “Kita gelar tanpa penonton di Lapangan Bulutangkis Orom yang mendaftar hingga penutupan sebanyak 115 atlet,” kata Julian Saputra, dilansir dari Bangkapos.com. 115 Pebulutangkis yang ambil bagian terbagi dalam 5 nomor. Untuk nomor tunggal putra kelahiran 2010 diikuti sebanyak 21 atlet, sementara untuk tunggal putri kelahiran tahun 2010 diikuti 11 atlet. Selanjutnya tunggal putra kelahiran 2008 diikuti 21 atlet, tunggal putri kelahiran 2004 diikuti 15 atlet, tunggal putra kelahiran 2004 diikuti 21 atlet. Kemudian ganda putra veteran diikuti 18 atlet dan ganda putra umum 8 atlet. Menurut Julian Saputra pihaknya telah berkeliling kecamatan kecamatan di Kabupaten Bangka mempromosikan kejuaraan termasuk memasang spanduk ditempat tempat strategis dan membagikan brosur. “Sudah kita informasikan sejak satu bulan ini intensif,” kata Julian Saputra. Diharapkan dari kejuaraan yang digelar setiap tahun ini akan muncul atlet atlet bulutangkis potensial. Dimana akan ditindaklanjuti dengan pembinaan oleh PBSI Bangka bekerjasama dengan klub bulutangkis tempat atlet bernaung. “Terus terang pebulutangkis usia muda di Kabupaten Bangka angkanya terus menurun tentunya lewat ajang ini kita bisa menjaring atlet potensial untuk dapat mengharumkan nama Kabupaten Bangka,” kata Julian.

Timnas U-16 Kembali Raih Hasil Kurang Maksimal

Timnas U-16 Kembali Raih Hasil Kurang Maksimal

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 kembali harus mengakui keunggulan Uni Emirat Arab (UEA) pada laga uji coba di Dubai, Sabtu (24/10/2020) waktu setempat. Kali ini, pasukan Bima Sakti itu babak belur dihajar UEA dengan skor 0-4. Hasil itu tentu saja lebih buruk dibandingkan pada pertemuan pertama melawan UAE, Rabu (21/10/2020) lalu. Kala itu, Timnas Indonesia U-16 kalah tipis 2-3. Pada laga kali ini, pelatih Timnas U-16, Bima Sakti, melakukan tiga perubahan susunan pemain dibandingkan pertandingan sebelumnya. Posisi penjaga gawang beralih ke Raka Okta. Kemudian Vito Ramadziky dan Ferre Murari dipercaya tampil sebagai starter. Perubahan susunan pemain justru membuat Timnas Indonesia U-16 tak mampu berbuat banyak pada babak pertama. Timnas U-16 kebobolan di menit ke-16 dan 26 di babak pertama melalui aksi Ahmed Moammed dan Abdulaziz Ali sehingga membuat UEA unggul 2-0 di paruh laga. Memasuki babak kedua, pelatih Bima Sakti melakukan rotasi pemain. Namun masih belum bisa membendung permainan menyerang yang diterapkan oleh lawan sehingga babak kedua timnas U-16 kembali kebobolan. Dua gol tuan rumah dicetak oleh Sultan Adel pada menit-75′ dan Ali Mohammed pada menit 79′. Timnas U-16 pun takluk 4-0. Meski kalah di pertandingan kedua, Bima Sakti melihat adanya progres performa bagi para pemain, terlebih ini menjadi laga internasional perdana timnas pada tahun 2020. “Secara performa anak-anak lumayan, dalam arti mereka bermain dengan cara yang kami inginkan.  Namun tim banyak melakukan kesalahan di pertandingan, ditambah kecerdikan tim lawan pada laga tadi dengan memanfaatkan free kick sehingga menyulitkan tim kami. Hal ini menjadi poin evaluasi yang harus diperbaiki,” ujar Bima Sakti seperti dilansir laman resmi PSSI. “Ini menjadi laga pertama bagi tim bertanding dengan tim luar. Bukan berarti mencari alasan dengan hasil hari ini. Uji coba internasional ini pada kesimpulannya bagus untuk kami, artinya kami punya kesempatan untuk bertanding melawan tim Arab, bagaimana kami menjadi tahu bahwa mereka suka memancing emosi pemain” tutup Bima. Setelah melakoni dua uji coba di UEA, timnas U-16 akan kembali ke Indonesia pada Minggu (25/10) pagi waktu setempat. Rencananya para pemain dan ofisial akan diliburkan terlebih dahulu sebelum melakukan persiapan lain jelang turnamen Piala Asia U-16 2020 yang akan digelar pada tahun depan. Susunan Pemain Indonesia U-16 (4-3-3): Raka Okta; Vito Ramadziky, Ferre Murari, Marcell Januar Putra, Alexandro Felix Kamuru; Muhammad Rafly, Resa Aditya, Marselino Ferdinan; Diandra Diaz, Raka Cahyana, Athallah Araihan | Pelatih: Bima Sakti Tukiman (IDN)

Diwarnai 2 Kartu Merah, Timnas U-19 Menang Telak Atas Hajduk Split

Diwarnai 2 Kartu Merah, Timnas U-19 Menang Telak Atas Hajduk Split

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 mendapatkan kemenangan besar saat menghadapi Hajduk Split U-19 di Stadion Mravincem Split, Selasa (20/10/2020). Garuda Muda mampu mengandaskan perlawanan lawan dengan skor akhir 4-0. Tidak hanya diwarnai dua penalti, laga kali ini juga diwarnai dua kartu merah yang didapat oleh pemain Hajduk Split. Shin Tae-yong turut membawa dua amunisi baru Timnas U-19 yang baru saja bergabung pada Minggu (18/10/2020) dan ikut latihan Senin (19/10/2020). Keduanya adalah Kelana dan Luah Mahesa yang juga merupakan kakak adik keturunan Jerman. Kelana bahkan langsung menjadi starter pada pertandingan kali ini. Tampil dengan formasi andalan 4-4-2, timnas U-19 tampil menyerang sejak awal pertandingan. Beberapa kali timnas U-19 mampu melancarkan serangan berbahaya ke barisan pertahanan Hajduk. Peluang pertama Indonesia hadir melalui Supriadi. Winger lincah asal Persebaya Surabaya tersebut nyaris membuka skor pada menit ke 12′. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya tercipta di menit ke 19′. Berawal dari pergerakan lincah Witan Sulaeman yang mengelabui pemain lawan, ia kemudian memberikan umpan pendek ke Bagas Kaffa yang langsung melepaskan tendangan ke pojok gawang Hajduk Split sekaligus membuat skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Indonesia. Hingga babak pertama berakhir, tidak ada tambahan gol yang terjadi. Memasuki babak kedua, Indonesia kembali memainkan tempo cepat. Mengandalkan Witan dan Supriadi di sisi sayap, keduanya kembali menjadi momok menakutkan bagi barisan pertahanan lawan. Terus menyerang, Indonesia mendapatkan penalti pada menit ke 48′. Penalti tersebut didapatkan setelah Saddam Emiruddin dilanggar keras oleh kiper Hajduk Split, Ivan Brdar. Pratama Arhan yang maju sebagai algojo, sukses menceploskan bola ke gawang lawan dan membuat skor menjadi 2-0. Lima menit berselang, Indonesia kembali mendapatkan penalti. Kali ini pemain belakang Hajduk Split, Domagoj Goreta, dengan sengaja menghalau bola tendangan Supriadi dengan tangannya. Ia pun harus keluar pertandingan karena mendapatkan kartu merah. Tak menyiakan kesempatan, Beckham Putra yang menjadi eksekutor dan sukses mencatatkan namanya di papan skor untuk menambah keunggulan Indonesia menjadi 3-0. Unggul 3-0 tidak membuat timnas U-19 mengendurkan serangan. Jack Brown yang masuk pada babak kedua sukses mencetak gol keempat bagi Indonesia. Ini merupakan gol ketiga Jack Brown bersama Timnas Indonesia. Sebelumnya, ia mencetak dua gol ke gawang Makedonia Utara. Pada menit ke 89′, Hajduk Split kembali mendapat kartu merah, kali ini Simun Solic yang harus meninggalkan lapangan. Praktis, Hajduk Split kini harus bermain dengan 9 orang di sisa pertandingan. Namun, skor 4-0 bagi Indonesia tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Menanggapi kemenangan ini Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengapresiasi dan bangga dengan perjuangan skuat Garuda Muda. Ia menyatakan bahwa timnas U-19 makin menunjukkan perkembangan yang positif. “Luar biasa kemenangan timnas U-19 atas Hajduk Split. Lawan merupakan tim papan atas di Liga Kroasia. Meski begitu, para pemain jangan cepat puas, harus tetap fokus, kerja keras dan pertahankan konsistensi bermainnya,” kata Iriawan seperti dilansir dari laman resmi PSSI. Sementara itu, pelatih Shin Tae-yong menyatakan bahwa kunci kemenangan hari ini yakni pemain bekerja keras sepanjang pertandingan. Pergerakan tanpa bola pemain juga makin baik. “Pemain menunjukkan performa ciamik pada pertandingan hari ini. Untuk dua pemain baru yakni Kelana Mahessa dan Luah Mahessa saya rasa mereka bermain cukup baik terutama Kelana,” kata Shin Tae-yong. Selanjutnya Garuda Muda akan menjalani uji coba lagi pada Jumat (23/10/2020) mendatang. Seharusnya, pada pertandingan kali ini dan Jumat mendatang, Indonesia dijadwalkan untuk melawan Bosnia & Herzegovina namun karena pemain mereka ada yang terpapar virus corona, maka PSSI bergerak cepat mencari lawan pengganti bagi timnas U-19. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adisatryo (Erlangga Setyo 81′); Bagas Kaffa (Bayu Fiqri 81′), Rizky Ridho (Komang Teguh ’77), Elkan Baggott, Pratama Arhan, Witan Sulaeman, Kelana Mahesa (Jack Brown 64′), Beckham Putra (David Maulana 64′), Mochammad Supriadi (Khairul Zakiri 64′), Irfan Jauhari (Luah Mahesa 64′), Saddam Emiruddin Gaffar (Mohammad Bahril 64′) | Pelatih: Shin Tae-Yong (KOR)

Negara Ini Jadi Tujuan Berikutnya Timnas U-19 Untuk Gelar TC

Prancis Jadi Tujuan Berikutnya Timnas U-19 Untuk Gelar TC

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 yang telah menggelar pemusatan latihan/training camp (tc) di Kroasia sejak 30 Agustus 2020 lalu, mendapat agenda baru untuk bulan Desember mendatang. Bagas Kaffa dan kawan-kawan akan mengikuti sebuah turnamen di Eropa. Garuda Muda dijadwalkan untuk mengikuti Toulon Tournament di Prancis. Sebelum mengikuti turnamen tersebut, mereka akan kembali ke Tanah Air pada hari Rabu 28 Oktober 2020. Kemudian, para pemain akan dikembalikan ke klub masing-masing untuk bersiap mengarungi kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Meskipun, hingga saat ini pihak Kepolisian belum memberikan izin untuk lanjutan Liga 1 dan Liga 2. Dikarenakan kompetisi belum juga menemukan titik terang, maka PSSI telah menyiapkan rencana agar timnas U-19 setidaknya tetap bisa bertanding di suatu kompetisi. Mengingat mereka tengah digenjot untuk mengikuti dua ajang besar yakni Piala AFC U-19 di Uzbekistan dan Piala Dunia U-20 di Indonesia pada awal tahun 2021. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan saat live streaming di kanal Youtube Sekretariat Presiden dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan diikuti Wapres Ma’ruf Amin, para menteri, Kapolri, dan Panglima TNI, pada hari Senin (19/10/2020) kemarin. “Kami informasikan bahwa Timnas kan pulang ke tanah Air mungkin hari Rabu tanggal 28 Oktober 2020, Kkemudian akan kita kembalikan ke klub masing-masing, tentu untuk berkompetisi Liga 1 maupun Liga 2, itu rencana awalnya. Namun karena perizinan belum diberikan pihak kepolisian, jadi kompetisi kembali ditunda,” kata Iriawan. “Timnas akan kembali melakukan training camp ke Eropa pada 8 Desember 2020 hingga 22 Januari 2021. Kali ini timnas akan melakukan TC di Prancis sekaligus mengikuti Turnamen Toulon yang dimulai 21 Desember hingga- 1 Januari 2021,” lanjutnya. “Kita kemudian mencoba opsi cadangan dengan menerbangkan Timnas U-19 untuk TC kembali di Prancis. Kita akan berangkatkan pada 21 Desember 2020 disana sampai Januari 2021. Dan Garuda Muda akan mengikuti Toulon turnamen,” jelas Iriawan. Toulon Tournament sejatinya berlangsung pada 1-14 Juni 2020, namun urung terlaksana karena pandemi Covid-19. Alhasil, turnamen tersebut digeser waktu pelaksanaannya ke bulan Desember. Toulon Turnamen rencananya akan digelar di Bouches du Rhone, Prancis. Sejauh ini sudah ada 11 negara yang akan berpartisipasi pada ajang tersebut. Selain Indonesia, ada Vietnam negara asal Asia Tenggara yang ikut dalam turnamen tersebut. Lalu ada Jepang, Australia, Pantai Gading, Kongo, Maroko, Meksiko, Inggris, Rumania, dan tuan rumah Prancis.

Sempat Unggul 2 Kali, Timnas U-16 Akui Keunggulan UAE

Sempat Unggul 2 Kali, Timnas U-16 Akui Keunggulan UEA

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 harus mengakui keunggulan Uni Emirat Arab pada laga uji coba internasional di Lapangan UEA FA Stadium, Dubai, Uni Emirat Arab, Rabu (21/10/2020), pukul 20.00 WIB. Marcell Januar dan kawan-kawan terpaksa menyerah dengan skor akhir 2-3. Pada laga ini, pelatih Bima Sakti menurunkan komposisi pemain inti yang menjadi langganan sebagai starter. Beberapa nama tersebut diantaranya Putra Kaice, Marcell Januar Putra, Alexandro Felix Kamuru, Marselino Ferdinan Philipus, dan Athallah. Timnas Indonesia U-16 berhasil membuka gol pertama melalui Raka Cahyana Rizky. Raka berhasil mencetak gol pada menit keempat sekaligus membuat skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Indonesia. Usai tertinggal, tim tuan rumah langsung memberikan perlawanan sengit. Hasilnya, UEA berhasil menyamakan kedudukan melalui striker andalan mereka, Sultan Adel Muhammad, pada menit ke 25′. Indonesia tak tinggal diam, beberapa menit jelang turun minum Attalah Raihan mampu menceploskan bola ke gawang lawan dan membuat Indonesia kembali unggul. Kedudukan 2-1 bagi Indonesia bertahan hingga peluit tanda berakhirnya babak pertama dibunyikan. Memasuki babak kedua, UEA tampil lebih agresif. Sultan Adel kembali menujukkan ketajamannya setelah mencetak gol keduanya pada menit ke 52′. Skor kembali menjadi imbang 1-1. Petaka pun hadir pada menit ke 74′. Lagi-lagi Sultan Adel menjadi pelaku utama. Ia berhasil mencetak hat-trick ke gawang Indonesia yang dikawal I Made Putra. UEA balik unggul 2-3 dan skor tersebut bertahan hingga akhir laga. Meski mendapat hasil kurang maksimal pada laga ini, Timnas Indonesia U-16 berkesempatan untuk melakukan revans akhir pekan nanti. Mereka dijadwalkan untuk kembali menghadapi UEA pada Sabtu (24/10/2020). Rangkaian uji coba internasional kontra Timnas UEA U-16 ini menjadi rangkaian persiapan menuju putaran final Piala AFC U-16. Gelaran ini rencananya akan berlangsung di Bahrain pada awal tahun 2021 mendatang. Indonesia masuk Grup D bersama Jepang, Arab Saudi, dan Tiongkok. Sementara UEA berada di Grup B bersama Yaman, Oman, dan Tajikistan. Susunan Pemain Indonesia U-16 (4-3-3): I Made Putra; M. Aditya Rangga Saputra, Marcell Januar, Alexandro Felix Kamuru, M. Rafly Ikram; Resa Aditya Nugraha, Marselino Ferdinan Philipus, Diandra Dia Dewari; Dimas Juliono, Raka Cahyana Rizky, Ahmad Athallah Araihan | Pelatih: Bima Sakti (IDN)

Inilah Jadwal Uji Coba Timnas U-16 Indonesia di UEA  

Inilah Jadwal Uji Coba Timnas U-16 Indonesia di UEA

Tim Nasional Sepak Bola U-16 Indonesia akan bertolak ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk agenda uji coba internasional. Skuat arahan Bima Sakti tersebut telah dilepas secara resmi oleh Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan di Oakwood Residence, Cikarang, pada Senin (19/10) pagi. Marcell Januar Putra dan kawan-kawan saat ini sudah berangkat dan dijadwalkan untuk tiba di Dubai, UEA pada pukul 22.55 waktu setempat. Ketua Umum PSSI pun berharap para pemain dapat memberikan hasil maksimal dengan terus menjaga mental dan sikap selama di lapangan. “Lambang Garuda di dada jauh lebih berarti dibanding nama kalian di punggung. Kakak-kakak senior U-19 tengah dalam pemusatan latihan di luar negeri dan kali ini kalian juga mendapat kesempatan yang sama. Jaga mental kalian, fokus dan jangan sia-siakan kesempatan untuk belajar dari laga uji coba ini,” ungkap Iriawan dilansir dari laman resmi PSSI. Sementara itu, Bima Sakti mengucapkan terima kasih kepada PSSI yang telah memfasilitasi anak asuhnya untuk bisa mengadakan uji coba di luar negeri. “Saya mewakili Timnas U-16 mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ketua Umum PSSI, Plt. Sekjen dan jajaran PSSI yang sudah memberikan kesempatan dan senantiasa memonitor perkembangan timnas U-16. Kami menambah pengalaman dalam uji coba melawan Timnas UEA U-16 nanti, dan kami saling menjaga agar semua sehat sebelum dan setelah pertandingan nanti,” jelas Bima Sakti. Sebelum ini, timnas U-16 sudah melakukan rangkaian pemusatan latihan di Cikarangan selama dua pekan, pada September hingga awal Oktober. Termasuk latihan secara virtual dalam persiapan sebelum bertolak ke UEA. “Ini menjadi kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin bagi pemain karena tim akan beruji coba di luar negeri, apalagi, Timnas UEA U-16 juga salah satu kontestan putaran final Piala Asia U-16. Kami membawa nama negara, sehingga semua harus disiplin, bukan hanya menjaga kondisi fisik tetapi juga menerapkan protokol kesehatan, sehingga semua sehat sebelum dan sesudah sampai di Indonesia,” ungkap Bima. Rencananya, Timnas Indonesia akan melakoni dua laga uji coba, semuanya melawan UEA di Dubai di Stadion UEA FA, Dubai, Uni Emirat Arab. Adapun skuad Timnas U-16 Indonesia ini dipersiapkan untuk menghadapi Piala Asia U-16 2020 yang akan digelar pada awal 2021. Jadwal Laga Uji Coba Timnas Indonesia U-16: 21 Oktober 2020 | UEA U-16 vs Indonesia U-16 24 Oktober 2020 | UEA U-16 vs Indonesia U-16 Skuad Timnas Indonesia U-16 di UEA: I Made Putra Kaicen – Bali United Raka Octa Bernanda – PSS Sleman Mochamad Aditya Rangga Saputra – Persebaya Surabaya Marcell Januar Putra -Bali United Mikael Alfredo Tata – Waanal Bintuka FC Alexandro Felix Kamuru – Barito Putera Ferre Murari Albahar -Bhayangkara FC Aditiya Daffa Al Haqi – Barito Putera Dimas Juliono Pamungkas -Persib Bandung Resa Aditya Nugraha – Persija Jakarta Mochamad Faizal Shaifullah -Persela Lamongan Raka Cahyana Rizky -Persija Jakarta Marselino Ferdinan Philipus – Persebaya Surabaya Diandra Diaz Dewari – Persib Bandung Ahmad Athallah Araihan – SKO Ragunan Vito Ramadyzky Chairil – Persikabo Valeroen Irwan Yamin – Persib Bandung Fahmi Alvin Setyawan – PSS Sleman Muhammad Rafly Ikram Selang – SSB Insan Cendikia Wibi Alprahmudi Mulyono – SSB Gemars Muhammad Tezar Briantama – SSB Asiop Jakarta Muhammad Raufa Aghastya – SSB Por Uni Bandung

Timnas U-19 Ditahan Imbang Makedonia Utara

Timnas U-19 Ditahan Imbang Makedonia Utara

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 gagal meneruskan tren kemenangan yang didapat pada dua laga sebelumnya. Garuda Muda ditahan tanpa gol Timnas Makedonia Utara U-19 di Stadion NK Uskok Klis, Split, Rabu (14/10) malam WIB. Laga ini merupakan pertandingan kedua antara Timnas Indonesia melawan Makedonia Utara. Pada pertandingan sebelumnya yang berlangsung, Minggu (10/10/2020), Indonesia menang dengan skor telak 4-1. Meski tampil dengan formasi andalan 4-4-2, pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong, melakukan rotasi anak asuhnya. Beberapa nama seperti Bayu Fiqri, Beckham Putra, dan M Bahril mendapat kesempatan untuk bermain sejak menit pertama. Namun, keputusan Shin Tae-yong, untuk mengubah komposisi pemain di laga tersebut tidak berjalan lancar. Para punggawa Timnas Indonesia U-19 terlihat kurang mampu mengimbangi permainan Makedonia Utara yang tampil menyerang sejak menit awal pertandingan. Pertahanan Timnas Indonesia U-19 yang dikawal Elkan Baggott dan Komang Teguh, dipaksa untuk bekerja keras. Indonesia mendapatkan dua peluang emas yang hampir membuat mereka unggul. Peluang pertama hadir pada menit ke 10′. Menerima umpan lambung dari Saddam, Bahril yang berdiri bebas di depan gawang Makedonia Utara hampir mencetak gol. Tetapi, kipper lawan, Ivan Nikoloski, dengan sigap mampu menghalau bola yang datang. Peluang emas selanjutnya hadir pada menit 36′ yang lagi-lagi melalui Bahril. Kali ini, Bahril berhasil melepaskan sebuah tendangan keras ke arah gawang lawan, namun sayang, tendangannya masih mengenai mistar gawang Makedonia Utara. Skor 0-0 pun bertahan hingga babak pertama berakhir. Memasuki babak kedua, Shin Tae-yong melakukan sejumlah pergantian pemain. ia memasukkan Rizky Ridho dan Bagas Kaffa untuk menggantikan Komang Teguh dan Bayu Fiqri. Pelatih asal Korea Selatan tersebut juga turut memainkan David Maulana untuk menggantikan Mohammad Kanu. Pergantian yang dilakukan tersebut membuat permainan Timnas Indonesia U-19 menjadi sedikit berkembang. Beberapa peluang tercipta antara dua kesebelasan. Indonesia nyaris membuka skor melalui Saddam Emiruddin pada menit ke 53′ usai terjadi kemelut di depan gawang lawan. Namun, sontekannya masih belum menemui sasaran. Makedonia Utara balik mengancam pada menit ke 60′. Berawal dari Todorovski yang berhasil melakukan tusukan, ia kemudian sukses mengirim umpan ke arah Behar Peta yang kemudian melepaskan tendangan. Beruntung, Elkan Baggott bisa melakukan blok terhadap tendangan Peta. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, tidak ada gol yang tercipta. Duel uji coba kedua Timnas Indonesia vs Makedonia Utara pun berakhir dengan skor 0-0. “Pemain sudah bekerja keras, namun belum menunjukkan performa terbaik. Hari ini lapangan kurang bagus, jadi pemain tidak bisa optimal,” kata pelatih timnas U-19, Shin Tae-yong, dilansir dari laman resmi PSSI. Shin Tae-yong menambahkan jika anak asuhnya masih banyak kekurangan terutama masalah tenaga, passing yang lebih detail, dan cepat mencari ruang kosong di pertahanan lawan. “Untuk mental, fisik, stamina saya kira pemain sudah lebih baik. Kedepan kami harus perbaiki kekurangan yang ada,” ujarnya. Pada pertandingan uji coba berikutnya, Garuda Muda kembali akan melawan Bosnia-Herzegovina. Pada kesempatan kali ini, kedua negara akan bertemu sebanyak dua kali yaitu pada Selasa (20/10/2020) dan Jum’at (23/10/2020) mendatang. Pada pertandingan sebelumnya, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bosnia-Herzegovina dengan skor tipis 0-1. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adisatryo; Bayu Fiqri (Bagas Kaffa 46′), Komang Teguh (Rizky Ridho 46′), Elkan Baggott, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, Beckham Putra, Mohammad Kanu (David Maulana 46′), Irfan Jauhari; Saddam Emiruddin, M. Bahril Faresa (Jack Brown 43′) | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR)

Jack Brown Cetak Dua Gol, Garuda Muda Gilas Makedonia Utara 4-1

Jack Brown Cetak Dua Gol, Garuda Muda Gilas Makedonia Utara 4-1

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali raih catatan positif. Setelah beberapa hari lalu sukses mengandaskan NK Dugopolje 3 gol tanpa balas, kali ini skuat arahan Shin Tae-yong sukses menaklukkan Timnas Makedonia Utara U-19 dengan skor 4-1 dalam lanjutan laga uji coba di Stadion NK Njunak Sinj, Split, Minggu (11/10/2020). Pada pertandingan kali ini, pemain keturunan Indonesia-Inggris, Elkan Baggott yang sudah bergabung ke pemusatan latihan (TC) pada Rabu (7/10/2020), turun sebagai starter. Elkan tampil sebagai tandem dari Rizky Ridho di jantung pertahanan Timnas Indonesia U-19. Sejak peluit dibunyikan, Timnas Indonesia tampil cukup menggebrak. Peluang pertama hadir melalui Irfan Jauhari yang mencoba menanduk umpan tendangan bebas Witan Sulaeman, tetapi bola masih melebar ke sisi kiri gawang Makedonia Utara. Terus tampil menekan, gol perdana bagi Timnas Indonesia pun hadir pada menit ke 13′. Kerja sama apik Saddam Emiruddin dan Braif Fatari berhasil dituntaskan oleh Witan Sulaeman sekaligus merubah skor menjadi 1-0 untuk Timnas Indonesia. Usai unggul satu gol, Timnas Indonesia tidak mengendurkan serangan. Melalui pergerakan lincah Irfan Jauhari dan Witan Sulaeman di sisi sayap, keduanya terlihat beberapa kali merepotkan pertahanan lawan. Sayang, pada menit ke 20′ Braif Batari harus ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Jack Brown. Jual beli serangan terjadi di sisa babak pertama. Makedonia Utara terus berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, barisan pertahanan Timnas Indonesia tampil solid. Kedudukan 1-0 untuk keunggulan Timnas Indonesia U-19 pun bertahan hingga peluit babak pertama berakhir dibunyikan. Memasuki babak kedua, Makedonia Utara mendapatkan tendangan penalti setelah salah satu pemain mereka dijatuhkan Bagas Kaffa di dalam kotak terlarang. Adisatryo yang bertugas di bawah mistar gawang Indonesia sempat menepis tendangan penalti kapten Makedonia Utara, Dimitar Todorovski. Namun, eksekusi harus diulang karena Adisatryo bergerak lebih dahulu. Tak menyia-nyiakan kesempatan kedua, Todorovski sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Makedonia Utara menyamakan skor menjadi 1-1. Pada menit ke 58′, Timnas Indonesia kembali unggul. Kali ini pemain pengganti, Jack Brown, sukses mencatatkan namanya di papan skor usai memanfaatkan kemelut di depan gawang Makedonia Utara. Peluang emas kembali hadir, kali ini giliran Saddam Gaffar yang melepaskan tembakan voli pada menit 65. Sayang, tembakan volinya masih membentur tiang gawang. Empat menit berselang, Jack Brown kembali menjadi bintang usai mencetak gol keduanya. Umpan tarik Bagas Kaffa dari sisi kanan berhasil diselesaikan dengan manis olehnya. Skor berubah menjadi 3-1 dan membuat Indonesia kian menjauh. Garuda Muda menutup pesta kemenangan mereka lewat gol Irfan Jauhari pada menit ke 83′. Irfan berhasil memanfaatkan bola muntah hasil sepakan keras Beckham Putra. Skor 4-1 bertahan hingga pertandingan usai. Ini merupakan kemenangan ke-4 Timnas Indonesia U-19 selama melakukan TC di Kroasia. Usai memetik dua kemenangan beruntun ini, semoga Garuda Muda kian percaya diri dalam bermain. Selanjutnya, mereka kembali akan menghadapi Timnas Makedonia Utara pada hari Rabu, 14 Oktober 2020. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adi Satryo; Bagas Kaffa, Rizky Ridho, Elkan Baggott, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, David Maulana (Brylian Aldama 54′), Mohammad Kanu (Beckham Putra 54′), Irfan Jauhari; Saddam Emiruddin (Khairul Zakiri 81′), Braif Fatari (Jack Brown 20′) | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR)

Selangkah Lagi Jadi WNI, Marc Klok Ingin Menginspirasi Pesepak Bola Muda Indonesia

Selangkah Lagi Jadi WNI, Marc Klok Ingin Menginspirasi Pesepak Bola Muda Indonesia

Gelanda Persija Jakarta, Marc Klok selangkah lagi resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Proses naturalisasi pemain berusia 27 tahun tersebut nampaknya bakal segera rampung dalam waktu dekat. Pemerintah sudah memberikan lampu hijau untuk Marc Klok untuk segera mengantongi paspor Indonesia. Marc Klok sebelumnya sudah mengajukan proses naturalisasi sejak masih berseragam PSM Makassar pada tahun 2019 lalu. Proses yang dilalui Marc dalam pengajuan naturalisasi memang terbilang panjang. Bahkan, proses itu masih belum selesai hingga dia pindah ke Persija pada musim ini. Sejak Januari 2020, Kemenkumham kembali membahas proses naturalisasi sang pemain. Hanya saja, proses tersebut tak berjalan mulus, pemerintah bersama DPR baru memberikan lampu hijau pada bulan Oktober ini, saat kompetisi masih terhenti akibat pandemi COVID-19. Akhirnya, PSSI melalui Ketua Umum, Mochamad Iriawan pun turut membantu proses naturalisasi Marc. Pada Senin (5/10/2020), Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan didampingi Plt Sekjen Yunus Nusi dan Marck Klok berada di kantor PSSI, Jakarta, untuk menjalani virtual rapat kerja pemberian kewarganegaraan Republik Indonesia bersama Komisi III DPR bersama Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkunham), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ketiga lembaga negara tersebut telah menyetujui Marck Klok menjadi WNI. Selanjutnya, Marc tinggal menunggu keputusan dari Presiden Joko Widodo untuk kemudian sah menjadi WNI seutuhnya. Mochamad Iriawan mengatakan bahwa PSSI menyambut baik keinginan Marc untuk menjadi WNI. Terlebih pemain tersebut nantinya bisa bergabung dan memperkuat Tim Nasional Indonesia. “PSSI ikut senang Marck Klok selangkah lagi menjadi warga negara Indonesia. Tentu ini hal yang positif bagi PSSI karena Klok bisa saja dipanggil memperkuat timnas Indonesia. Klok merupakan pemain hebat, dia sudah menunjukkan talentanya saat bermain di beberapa liga di Eropa, lalu PSM Makassar dan saat ini bermain di Persija Jakarta,” kata Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. Sementara itu, Marc mengungkapkan rasa syukurnya karena selangkah lagi menjadi WNI. Ia pun turut mengutarakan keinginannya untuk menjadi inspirasi bagi pesepak bola Indonesia. “Saya berharap membawa pengaruh positif untuk sepak bola nasional dan menjadi inspirasi para pemain muda Indonesia,” kata Klok, dikutip dari laman resmi Persija di Jakarta, Rabu (7/10/2020). Selain itu, Marc juga berharap bisa memberikan banyak prestasi bagi persepakbolaan Indonesia. Ia ingin membawa Persija dan, jika dipanggil, tim nasional Indonesia meraup berbagai gelar juara. “Saya mau memberikan banyak piala,” ujar Marc. Biodata Marc Klok Nama Lengkap: Marc Anthony Klok Tempat, Tanggal Lahir: Amsterdam, 20 April 1993 Posisi Bermain: Gelandang Karir Junior: AVV Zeeburgia Jong FC Utrecht Karir Senior: Tahun Tim Jumlah Penampilan Gol 2011-2013 Jong FC Utrect U-21 17 2 2013-2014 Ross County 6 0 2014-2016 Cherno More 37 0 2016 Oldham Athletic 10 0 2017 Dundee 2 0 2017-2019 PSM Makassar 83 14 2020- Persija Jakarta 2 0  

Pangdam Cup Rampung, Sekolah Khusus Sepak Bola Segera Dibentuk

Pangdam Cup Rampung, Sekolah Khusus Sepak Bola Segera Dibentuk

Turnamen sepak bola U-12 dan U-14 bertajuk Panglima Kodam (Pangdam) XVII Cenderawasih Cup rampung digelar usai laga final yang mempertemukan SSB Papua United kontra SSB Mac Arthur, Senin (5/10/20) di lapangan sepak bola Makodam. SSB Mac Arthur mampu tempil sebagai juara usai mengandaskan SSB Papua United dengan skor tipis 1-0. Melalui Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab yang diwakili Kajasdam Kodam Letkol Inf Asep Supriyanto mengatakan, turnamen ini digelar untuk mencari bibit-bibit sepak bola muda yang akan dimasukkan ke dalam program pembentukan sekolah khusus sepak bola. “Mereka yang terbaik akan melanjutkan ke program pembentukan sekolah sepakbola seperti Diklat ragunan di Jakarta dengan berkerjasama bersama Pemerintah Kabupaten Jayapura di jenjang level mulai U-14,” ujar Asep, dilansir dari Jubi.co.id. Lebih lanjut, Asep berharap program tersebut akan melahirkan pesepakbola handal yang mampu berprestasu ditingkat nasional maupun Internasional. Selain itu, Pangdam Cup direncanakan akan digelar rutin setiap tahun. “Ini akan menjadi agenda tahunan yang mungkin bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah. Tapi kalau Pangdam Cup sendiri masih akan berlanjut nantinya. Soal pembentukan sekolah sepakbola kita masih sementara penjajakan dan masih sebatas mencari bibit atletnya dulu,” lanjutnya. Sementara itu, pada waktu yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Christian Sohilat, sangat mengapresiasi turnamen yang di gagas oleh Pangdam XVII/Cenderawasih ini. Menurutnya, acara olahraga seperti ini sangat dirindukan oleh masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Christian Sohilat juga menjelaskan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Pangdam Cendrawasih terkait pembentukan sekolah khusus sepak bola bagi para atlet muda berpotensi. “Pangdam cup ini telah menggelorakan kembali sepakbola di turnamen U-12 sampai U-14 tahun karena itu kita dinas pendidikan sangat mengapresiasi turnamen ini. Kami juga sudah mendiskusikan dengan Pangdam soal rencana membentuk sekolah yang khusus sepak bola,” ujar Sohilait.

Timnas U-19 Gilas NK Dugopolje 3 Gol Tanpa Balas

Timnas U-19 Gilas NK Dugopolje 3 Gol Tanpa Balas

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 berhasil memetik kemenangan telak saat melawan klub asal Kroasia, NK Dugopolje, dengan skor 3-0 di di Stadion NK Sukok Klis, Uskok, Kroasia, Kamis (8/10/2020). Tampil dengan formasi andalan 4-4-2, Indonesia langsung tampil menenkan sejak peluit awal pertandingan berbunyi. Pada menit ke 3′, Timnas Indonesia sudah mampu mencetak gol pertama mereka melalui penyerang Braif Fatari. Memanfaatkan umpan Bagas Kaffa dari sisi kanan, Braif langsung menyontek masuk bola ke gawang lawan. Indonesia memimpin 1-0 atas NK Dugopolje. Unggul satu gol tidak membuat anak asuh Shin Tae-yong mengendurkan serangan. Alhasil, pada menit ke 15′ Indonesia mendapat penalti usai Rizky Ridho dijatuhkan oleh pemain lawan. Brylian Aldama yang ditunjuk sebagai eksekutor, mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik sekaligus membuat skor menjadi 2-0. Garuda Muda kian mendominasi permainan. Menit ke 26′, terciptalah gol ke-3 untuk Indonesia yang semakin membuat NK Dugopolje tertinggal jauh. Memanfaatkan bola rebound hasil sundulan Irfan Jauhari yang membentur mistar, Witan Sulaeman sukses menceploskan gol ketiga Indonesia melalui sundulan terarah. Usai unggul 3-0, Indonesia harus kehilangan M. Supriadi. Winger Persebaya Surabaya itu mengalami cedera, dan harus digantikan Khairul Zakiri dan harus mendapatkan perawatan lebih lanjut. Tak berselang lama, Indonesia mendapatkan penalti kedua setelah pemain NK Dugopolje membuat handball. Namun, Rizky Ridho yang menjadi eksekutor gagal memaksimalkannya. Skor 3-0 pun menutup jalannya babak pertama. Memasuki babak kedua, NK Dugopolje bermain cenderung keras. Beberapa kali pemain lawan melancarkan tekel ke pemain Indonesia. Alhasil, Timnas Indonesia kembali harus kehilangan pemainnya karena cedera, kali ini giliran Bagas Kaffa yang mengalami cedera karena kena tekel keras pemain lawan. Bagas Kaffa pun tak bisa melanjutkan pertandingan karena mengalami kesakitan pada bagian ankle-nya dan harus digantikan oleh Bayu Fiqri. Usai insiden tersebut, kedua tim silih berganti melancarkan serangan. NK Dugopolje beberapa kali memiliki peluang emas untuk mempekecil skor, namun, eksekusi yang terburu-buru menggagalkan peluang tersebut. Sementara Timnas Indonesia masih bisa mencatat beberapa peluang meski ditekan. Dimotori oleh Witan dan Irfan Jauhari, keduanya kerap merepotkan barisan pertahanan NK Dugopolje. Akan tetapi, skor 3-0 tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Ini merupakan kemenangan ke-3 Timnas Indonesia U-19 selama melakukan TC di Kroasia. Selanjutnya, mereka akan menghadapi Timnas Makedonia Utara pada hari Minggu, 11 Oktober 2020. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adi Satryo (Yofandani Damai); Bagas Kaffa (Bayu Fiqri), Rizky Ridho, Komang Teguh, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, David Maulana (Mohammad Kanu), Brylian Aldama (Beckham Putra), M Supriadi (Imam Zakiri); Irfan Jauhari, Braif Fatari | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR)

Inilah Jadwal Terbaru Timnas Indonesia U-19 di Kroasia

Inilah Jadwal Terbaru Timnas Indonesia U-19 di Kroasia

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 tengah bersiap untuk melakoni enam laga uji coba dalam lanjutan pemusatan latihan (TC) di Split, Kroasia. Pertandingan perdana bagi skuat arahan Shin Tae-yong tersebut direncanakan digelar pada hari Kamis (8/10/2020). Hal tersebut dikonfirmasi oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Ia mengatakan bahwa Timnas Indonesia U-19 akan menjalani 6 pertandingan selama bulan Oktober. “Ada total enam uji coba yang akan dijalani timnas U-19 pada bulan Oktober. Kami akan melawan klub NK Dugopolje, dua kali melawan Makedonia Utara, lalu dua kali dengan Bosnia Herzegovina dan satu lawan lagi masih menunggu kepastian dari federasi sepak bola Kroasia,” kata Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. Lebih lanjut, Iriawan berharap jika rangkaian pertandingan uji coba lanjutan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pemain. Mengingat mereka sedang dipersiapkan untuk mengikuti dua ajang bergengsi yakni Piala Asia U-19 yang digelar di Uzbekistan dan Piala Dunia U-20 yang berlangsung di Indonesia. Keduanya direncanakan akan berlangsung tahun depan. “Enam laga uji coba ini harus dimanfaatkan dengan baik bagi timnas U-19. Apalagi saat ini pemain terus berproses dan terus mengalami perkembangan yang positif. Pemain harus terus bekerja keras dan semangat untuk raihan prestasi timnas U-19,” kata Iriawan. David Maulana dkk telah menggelar TC di Kroasia sejak 30 Agustus lalu. Mereka sebelumnya telah menjalani 7 pertandingan uji coba di Kota Svati Martin na Muri dan Zagreb. Dari tujuh laga uji coba itu, Timnas Indonesia U-19 meraih dua kemenangan, dua imbang, dan tiga kali kalah. Sejatinya Timnas Indonesia U-19 direncanakan untuk pindah ke Turki untuk menjalani TC. Namun, ada beberapa kendala yang menyebabkan mereka batal untuk ke sana. Sebagai gantinya, Garuda Muda melanjutkan TC di Kroasia dan pindah ke Kota Split pada Jumat (3/10) dengan menempuh jalur darat selama enam jam menggunakan bus. Jadawal Pertandingan Uji Coba Timnas U-19 Oktober 2020:  Kamis, 8 Oktober 2020 Indonesia vs NK Dugopolje Minggu, 11 Oktober 2020 Indonesia vs Makedonia Utara Rabu, 14 Oktober 2020 Indonesia vs Makedonia Utara Selasa, 20 Oktober 2020 Indonesia vs Bosnia Herzegovina Jum’at, 23 Oktober 2020 Indonesia vs Bosnia Herzegovina Senin, 26 Oktober 2020 to be confirmed Skuad Timnas Indonesia U-19 di Kroasia: Penjaga Gawang Adi Satryo, Erlangga Setyo, Yofandani Damai Pemain Belakang Pratama Arhan, Yudha Febrian, Komang Tri, Ahmad Rusadi, M. Fadhil, Bayu M. Fiqri, Rizky Ridho, Bagas Kaffa, Komang Teguh Pemain Tengah Andre Oktaviansyah. David Maulana, Brylian Aldama, Beckham Putra, M. Kanu, Braif Fatari, Andi Irfan, Sandi Arta, Witan Sulaeman, Jack Brown, M. Supriadi Pemain Depan Irfan Jauhari, Khairul Zakiri, Saddam Gaffar, Moh. Bahril Pelatih: Shin Tae-yong (KOR)

Timnas U-16 Terancam Batal TC di Luar Negeri

Timnas U-16 Terancam Batal TC di Luar Negeri

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 telah menyelesaikan pemusatan latihan (TC) bulan September yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Skuat arahan Bima Sakti itu telah berlatih selama kurang lebih dua minggu. Namun, hingga sesi TC bulan September berakhir, Bima belum bisa mengonfirmasi jadwal pasti rencana TC Timnas Indonesia U-16 di luar negeri. Jika melihat pada agenda sebelumnya, Timnas Indonesia U-16 direncanakan untuk mengadakan TC di luar negeri pada bulan Oktober-November 2020. TC ini digelar dalam rangka mematangkan persiapan menjelang bertanding di Piala AFC U-16 2020 yang rencananya akan digelar pada awal tahun 2021 mendatang. Bima menyebut segala keputusan nantinya berada di PSSI. Selain itu, masih belum meredanya pandemi COVID-19 di seluruh dunia membuat rencana tersebut kian sulit untuk terwujud. “Untuk pemusatan latihan di luar negeri sampai sekarang belum pasti. Kami sekarang hanya menunggu kabar dari PSSI saja,” kata Bima Sakti, dilansir dari Bola.com. “Sebenarnya memang sudah direncanakan. Akan tetapi, situasi pandemi seperti sekarang membuat semuanya agak sulit jadinya,” tegas Bima Sakti. Berkaca pada hal tersebut, Bima merencanakan untuk kembali menggelar TC di dalam negeri sebagai alternatif pada bulan November mendatang. “Iya, rencananya untuk TC berikutnya di bulan November, awal Minggu atau di minggu kedua,” tutup Bima. Pada Piala AFC U-16 2020, Timnas Indonesia U-16 tergabung di Grup D bersama Jepang, Arab Saudi, dan Cina. Empat tim semi-final Piala AFC U-16 2020 akan lolos ke Piala Dunia U-17 2021 mendatang di Peru. Indonesia merupakan satu-satunya negara dari ASEAN yang tampil pada salah satu turnamen usia muda bergengsi di Asia tersebut.

Batal ke Turki, Timnas Indonesia U-19 Lanjutkan TC Di Kroasia

Batal ke Turki, Timnas Indonesia U-19 Lanjutkan TC Di Kroasia

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 dipastikan batal ke Turki dan melanjutkan pemusatan latihan atau training center (TC) di Kroasia. Keputusan Timnas U-19 untuk memperpanjang durasi TC di Kroasia selama bulan Oktober dikonfirmasi oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. “PSSI memutuskan Timnas U-19 terus melanjutkan TC di Kroasia. Mereka tidak jadi ke Turki karena belum ada kepastian lawan uji coba,” jelas Iriawan, dikutip dari laman resmi PSSI. Ketum PSSI yang kerap akrab disapa Iwan Bule ini mengatakan bahwa dirinya akan selalu memantau perkembangan timnas U-19 setiap harinya. “Saya senang pemain terus meningkat kemampuannya dan berproses dengan baik. PSSI akan terus mendukung program pelatih Shin Tae-yong demi torehan hasil yang maksimal timnas U-19,” lanjutnya. Timnas Indonesia U-19 telah menggelar TC di Kroasia sejak 30 Agustus lalu. Dalam kurun waktu satu bulan lebih, David Maulana cs juga telah merampungkan tujuh pertandingan uji coba melawan Bulgaria, Kroasia, Arab Saudi, Qatar dua kali, Bosnia-Herzegovina, serta terakhir Dinamo Zagreb. Dari tujuh pertandingan uji coba terakhir, Indonesia mampu meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Sementara untuk selisih gol yang didapat, Indonesia memasukkan delapan gol dan kemasukan 16 gol. Pada lanjutan pemusatan latihan di Kroasia nanti, Timnas Indonesia U-19 akan memiliki program yang sama dengan periode September lalu. Selain berlatih, Garuda Muda juga akan kembali mendapatkan uji coba selama di Kroasia. “Kami sudah mempersiapkan lawan-lawan uji coba yang berkualitas untuk timnas U-19 selama bulan Oktober ini di Kroasia,” ujar Iriawan. Timnas Indonesia U-19 saat ini tengah digodok jelang Piala AFC U-19 2020 yang rencananya akan digelar awal 2021 mendatang. Selain itu, Garuda Muda juga akan berlaga pada ajang bergengsi yakni Piala Dunia U-20 di Jakarta, Indonesia.