Tumbangkan UEA, Modal Positif untuk Garuda Muda

Tim U-23 Indonesia meraih kemenangan atas Uni Emirat Arab (UEA) dengan skor 1-0 pada laga uji coba jelang Piala Asia U-23 2024. Uji coba ini berlangsung di Stadion Shahab Al Ahli, Dubai, Senin (8/4) waktu setempat. Dalam laga tersebut, gol kemenangan skuad Garuda Muda dilesakkan oleh Witan Sulaeman. Sebelumnya, Indonesia takluk 1-3 dalam laga uji coba melawan Arab Saudi. Pelatih tim U-23 Indonesia, Shin Tae-yong, mengatakan starting eleven saat melawan UEA berbeda dengan saat kalah dari Arab Saudi. Ini merupakan starting eleven yang dipersiapkan untuk Piala Asia U-23 2024. Namun, pelatih asal Korea Selatan itu masih melihat ada beberapa masalah dalam Skuad Garuda Muda. Salah satunya soal finishing. “Memang ya para pemain inti yang dimainkan hari ini, jadi ya performa sangat baik, tetapi ya kurangnya mungkin, kurang fokus untuk cetak gol ya. Kalau fokus lebih ya mungkin harusnya cetak 3-4 gol lebih, tapi itu yang kurang. Tapi secara keseluruhannya sangat baik untuk performa,” kata Shin Tae-yong. “Ya, pemain semuanya telah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan permainan kita jadi tadi juga memang kelihatan menjadi baik juga dan tanggal 15 nanti akan pastinya menjadi lebih baik lagi,” tambahnya. Piala Asia U-23 2024 digelar di Qatar, 15 April sampai 3 Mei mendatang. Indonesia tergabung di Grup A bersama tuan rumah Qatar, Australia, dan Yordania. Indonesia akan menghadapi Qatar, pada laga perdana di Jassim Bin Hammad Stadium, Senin (15/4). Juara, runner-up, dan peringkat ketiga terbaik Piala Asia U-23 2024 berhak mentas di Olimpiade Paris 2024. Sedangkan posisi empat besar harus menjalani play-off melawan peringkat keempat Piala Afrika U-23 2023, Guinea. Sumber: PSSI

Perbasi Akan Kirim Atlet Muda untuk Jalani Latihan di Lithuania

Perbasi siapkan atlet-atlet muda untuk menjalankan latihan selama enam bulan di Lithuania. Hal ini dilakukan Perbasi untuk semakin mengembangkan bakat atlet-atlet yang dimilikinya. Ketua Umum Perbasi, Danny Kosasih, mengatakan pebasket berusia di bawah 18 tahun akan dikirim ke Lithuania untuk melakukan pelatihan. Keberangkatan tim ke Lithuania, kata dia, akan disesuaikan dengan hasil kompetisi SEABA U-18 maupun FIBA Asia Cup U-18 di Yordania. “Tujuan kami (mengirim atlet ke Lithuania) untuk menjalankan program kami mengembangkan atlet-atlet yang berbakat,” ucap Kosasih kepada wartawan di Jakarta, Jumat (5/4). Sementara, Manajer Timnas Basket Indonesia, Ronny Gunawan, menyambut baik program mengirim atlet ke Lithuania. Ronny menilai pelatihan di Lithuania akan menambah kuat skuad yang dimiliki Timnas. “Jadi ini program Perbasi kita persiapkan khususnya Indonesia Patriot untuk ikut program Lithuania. sebenernya secara berjenjang, juga untuk memperkuat timnas senior kita. Kita persiapkan untuk 5 tahun ke depan dan memang tidak sekarang langsung ada hasilnya. Jadi pemain bisa matang jika dibutuhkan,” tutupnya. Sumber: Kumparan

Garuda Muda Akui Keunggulan Arab Saudi

Tim U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan Arab Saudi dengan skor 1-3 dalam laga uji coba internasional di The Sevens Stadiun, Dubai, Uni Emirat Arab, Jumat (5/4) malam waktu setempat. Gol semata wayang Tim U-23 Indonesia sendiri dicetak oleh Komang Teguh pada menit ke-32. Uji coba ini sebagai persiapan mengikuti Piala Asia U-23 AFC 2024 di Qatar yang digelar pada 15 April hingga 3 Mei 2024 mendatang. Indonesia berada di grup A bersama tuan rumah Qatar, Australia, dan Yordania. Setelah melawan Arab Saudi, Indonesia akan menjalani satu laga uji coba melawan Uni Emirat Arab pada Senin (8/4) mendatang. Pemusatan latihan di Dubai akan berakhir pada 10 April mendatang sekaligus langsung bertolak ke Doha, Qatar. Pada Piala Asia U-23 2024 ini, laga perdana Indonesia akan melawan Qatar pada 15 April, Ialu menantang Australia (18/4) dan terakhir bertemu Yordania (21/4). PSSI menargetkan Garuda Muda lolos dari fase grup atau ke babak delapan besar. Namun jika sampai babak semifinal akan membuka peluang lolos ke Olimpiade Paris 2024. Rizky Ridho dan kawan-kawan minimal harus menjadi peringkat tiga untuk meraih tiket otomatis bersama juara dan runner-up turnamen. Sementara itu, tim yang kalah di laga perebutan tempat ketiga masih punya kesempatan berlaga di Paris. Caranya dengan memenangkan laga play-off menghadapi wakil Afrika. Sumber: PSSI

Cerita Alifa Zahwa Pevoli Pantai DIY Gabung Timnas di Kejuaraan Asia U-19

Kabar membanggakan datang dari cabang olahraga bola voli pantai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pevoli muda, Alifa Zahwa Arifin dipanggil untuk gabung Timnas Indonesia serta akan berkompetisi di Kejuaraan Asia U-19 2024. Masih berusia 16 tahun, Alifa Zahwa Arifin dipanggil Timnas Bola Voli Pantai Putri Indonesia untuk berlaga di Kejuaraan Asia U-19 2024 yang digelar di Thailand pada 1-5 Mei mendatang. Pevoli yang akrab disapa Zahwa itu saat ini mengenyam pendidikan di SMA 1 Sewon, Bantul. Dia juga bakal menjadi andalan DIY di cabor voli pantai pada ajang Pekan Olahraga Indonesia (PON) 2024 di Aceh-Sumut. Pevoli asal Bantul itu pun menceritakan bagaimana dia bisa terpilih menjadi bagian Timnas Indonesia di ajang Kejuaraan Asia U-19. “Saya dapat panggilan ketika ikut Pra PON di Oktober dan Kejurnas di Desember 2023. Dari situ saya mendapat panggilan gabung Timnas,” ujar Zahwa kepada wartawan, Selasa (2/4/2024). Zahwa pun merasa senang karena ini pertama kalinya dia dipanggil Timnas Indonesia dan mengikuti turnamen internasional. “Tentu bangga sekali, karena ini pertama kalinya saya gabung Timnas. Ini juga pertama kalinya saya ikut turnamen internasional,” tuturnya. “Harapannya semoga lancar dan mendapat hasil yang terbaik. Kalau persiapan saya full selama seminggu di Puslatda, lalu nanti gabung TC (training camp) di Sentul sebelum ke Thailand,” imbuh Zahwa. Di Kejuaraan Asia U-19, Zahwa akan berpasangan dengan pevoli asal Jawa Timur, Mido Maya Saputri yang sempat meraih juara di Kejuaraan Nasional Junior Voli Pantai 2023. Jelang berkompetisi di Kejuaraan Asia U-19, sang pelatih yang juga mantan atlet voli pantai nasional dan DIY, Dian Putra Santosa berharap Zahwa dapat menjaga nama baik Indonesia dan DIY di kancah internasional. “Alhamdulillah atlet kita bisa dipercaya untuk gabung Timnas mewakili Indonesia di Kejuaraan U-19 di Thailand,” kata Dian dalam kesempatan yang sama. “Suatu kebanggaan buat Jogja. Pesan saya jaga nama baik Indonesia dari sikap dan semangat latihannya. Mainnya all out saja lawan tim mana dan tidak usah takut lawan mereka,” pungkas Dian. Sumber: Detiksport

Eko Yuli Irawan Ungkap Olimpiade Paris Jadi Laga Terkahirnya di Olimpiade

Atlet angkat besi putra Indonesia, Eko Yuli Irawan mengungkapkan bahwa Olimpiade Paris 2024 akan menjadi momentum kompetisi terakhir bagi dirinya untuk tampil dalam ajang kejuaraan olahraga tertinggi dunia itu. “Ini (Olimpiade Paris 2024) last Olympic buat saya kalau melihat persaingannya sekarang,” ujar Eko Yuli Irawan dalam siaran pers dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang diterima di Jakarta, Rabu. Eko (sapaan Eko Yuli Irawan) memastikan diri lolos ke Olimpiade Paris 2024 usai tampil di International Weightlifting World Cup di Phuket, Thailand, Selasa (2/4). Lifter andalan Indonesia berhasil menyelesaikan angkatan snatch 133 kilogram namun ia tidak menyelesaikan angkatan clean and jerk dengan sempurna karena masalah cedera lutut yang dialaminya belum sembuh secara total. Torehan prestasi itu membawa Eko kembali berkesempatan tampil di Olimpiade untuk kelima kalinya, setelah sebelumnya mengikuti Olimpiade Beijing 2008, Olimpiade London 2012, Olimpiade Rio de Janeiro 2016, dan Olimpiade Tokyo 2020. Eko mengatakan, berbagai negara seperti China, Malaysia, Thailand juga menjadikan kejuaraan dunia di Thailand itu sebagai ajang seleksi nasional mereka untuk menentukan atlet terbaik yang bisa lolos. Oleh sebab itu, lifter berusia 34 tahun itu memilih untuk bermain aman agar mengamankan posisi untuk lolos ke Olimpiade Paris 2024. “Alhamdulillah, bersyukur masih dikasih kesempatan sama Tuhan Yang Maha Kuasa buat ikut OIimpiade lagi untuk kelima kali,” ujarnya. Lebih lanjut, Eko mengatakan, dalam beberapa bulan ke depan, dirinya akan fokus memulihkan cedera lutut agar bisa menyuguhkan penampilan terbaik pada Olimpiade Paris. “Saya mau pulih dulu lutut saya, mau berusaha sembuh dulu, masih ada 3 bulan ke depan. Recovery lutut bisa selesai supaya nanti di Paris 2024 bisa main lebih lepas dan maksimal supaya hasilnya juga bisa maksimal,” pungkasnya. KOI mencatat, hingga saat ini sebanyak delapan atlet Indonesia sudah dipastikan lolos ke Olimpiade Paris yaitu atlet angkat besi Eko Yuli Irawan, atlet panahan Arif Dwi Pangestu serta Diananda Choirunisa, atlet panjat tebing Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rahmad Adi Mulyono, atlet senam Rifda Irfanaluthfi, atlet menembak Fathur Gustafian, dan atlet selancar Rio Waida. Sumber: ANTARA

Sabar/Reza Juara, Menang Dramatis Lawan Malaysia

Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Resza Pahlevi Isfahani berhasil jadi juara Spain Masters 2024 usai menang atas Arif Junaidi/Yap Roy King dengan skor 21-18, 17-21, 21-19. Sabar/Reza bisa memulai laga dengan keunggulan 2-0. Sempat disamakan oleh lawan, Sabar/Reza kemudian menjauh dengan skor 9-6 dan berlanjut menjadi 11-7. Sabar/Reza kemudian berhasil menutup interval gim pertama dengan keunggulan 11-7. Selepas interval, Junaidi/Roy langsung menghentak dan merebut tiga poin beruntun. Sabar/Reza akhirnya bisa menghentikan torehan poin beruntun lawan di kesempatan berikutnya. Sabar/Reza bisa keluar dari tekanan dan bisa menciptakan empat poin di kedudukan 16-12. Pukulan Sabar di depan net sukses mendarat telak di lapangan lawan. Namun Junaidi/Roy bisa mengejar dan menekan. Mereka bisa menyamakan kedudukan di angka 17-17. Sambaran Sabar berhasil membuat Sabar/Reza bisa kembali unggul 18-17. Poin ke-19 kemudian dihasilkan oleh Reza yang dengan cekatan menyambar shuttlecock di depan net. Sabar/Reza sukses merebut poin berikutnya dan meraih game point di angka 20-17. Sempat gagal di kesempatan pertama, pukulan Reza mengakhiri perlawanan Junaidi/Roy di gim pertama. Memasuki gim kedua, Sabar/Reza berganti tertekan oleh lawan. Mereka tertinggal 5-11 di interval. Selepas interval, Sabar/Reza coba memperbaiki permainan mereka. Sabar/Reza sempat memperkecil ketinggalan jadi tiga poin pada kedudukan 9-12. Sabar/Reza terus berupaya mengejar. Namun Junaidi/Roy bisa lolos dari kejaran Sabar/Reza dan meraih game point di angka 20-15. Sabar/Reza bisa menggagalkan dua game point lawan dengan baik. Namun mereka gagal di kesempatan berikutnya dan kalah 17-21. Memasuki gim penentuan, laga sengit tersaji sejak awal. Kedua ganda bertarung ketat dan skor imbang kerap terjadi, mulai dari 6-6, 8-8, dan 9-9. Sabar/Reza lalu bisa mengambil momentum dan merebut keunggulan 11-9 di interval. Seusai interval, Sabar/Reza terus berusaha menjaga keunggulan. Sayangnya lawan bisa menyamakan skor jadi 14-14 setelah smes Reza membentur net. Reza lalu membayar kesalahan di permainan berikutnya. Smes silang miliknya tidak bisa ditangkis oleh lawan. Skor berubah jadi 15-14. Poin ke-16 kemudian didapatkan Sabar/Reza di kesempatan berikutnya. Serangan tajam Sabar/Reza bisa menembus pertahanan lawan. Sayangnya setelah itu Sabar/Reza kehilangan tiga poin beruntun. Mereka balik tertinggal 16-17. Smes lurus dari Reza kemudian membuat skor sama kuat 17-17. Sabar/Reza lalu kembali memimpin pada angka 18-17 setelah lawan gagal mengembalikan shuttlecock dengan baik. Sergapan lawan di depan net membuat skor kembali imbang pada kedudukan 18-18. Pukulan Sabar yang memanjang keluar membuat lawan mendapat angka 19 terlebih dulu . Permainan Sabar yang cepat di depan net membuat angka kembali imbang 19-19. Penampilan Reza di depan net kembali membuahkan hasil. Sabar/Reza merebut match point terlebih dulu. Reza lagi-lagi menunjukkan kesigapan di depan net. Pukulan Reza mengakhiri perlawanan Junaidi/Roy dengan skor 21-19. Sumber: CNN

Tim U-23 Indonesia Jalani Latihan Perdana di Dubai

Tim U-23 Indonesia telah tiba di Dubai, Uni Emirat Arab pada Selasa (2/4) dinihari (WIB). Pada petang harinya, Garuda Muda langsung menjalani latihan perdana. Latihan dilaksanakan di Lapangan Humaidal Tayer Stadium di kawasan komplek Al Nasr SC Dubai. Pada latihan perdana ini menu latihan yang diberikan pelatih Shin Tae-yong fokus untuk recovery pemain dan penyesuaian fisik keseluruhan. “Semua berjalan lancar, latihan perdana cuaca juga baik, kondisi para pemain pun juga baik,” kata Shin Tae-yong. Ketika ditanya lebih detail mengenai kondisi para pemain, usai menjalankan laga bersama tim di kompetisi lokal dan luar negeri, pelatih asal Korea Selatan itu mengatakan, kondisi pemain secara umum baik. “Tetapi beda-beda taktikal setiap tim dan warnanya pun berbeda. Sebenarnya pekerjaan rumahnya adalah itu, harus dijadikan satu, menjadi kompak. Dan fokus juga disitu apakah kita ini bisa menjadi satu dalam tim,” tambahnya. Selama di Dubai, UAE, Indonesia akan menjalani dua laga uji coba tertutup melawan Arab Saudi di tanggal 5 April 2024 dan Uni Emirat Arab, tanggal 8 April 2024. “Ya memang walaupun ada dua laga uji coba, kita fokus lebih dahulu ke dua pertandingan itu. Namun, fokus utama kita adalah pertandingan perdana melawan Qatar pada 15 April,” ujar Shin. “Pertandingan pertama di Piala Asia nanti. Jadi ya fokus kita adalah bagaimana meningkatkan fisik pertandingan para pemain, dan kekompakan mereka selama di dua laga uji coba nanti,” tuturnya. Dalam tim juga masih menunggu beberapa pemain yang bermain di kompetisi luar negeri. “Untuk Ivar Jenner dan Rafael Struick akan sampai besok, Arhan di tanggal 4, untuk Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On sampai saat ini belum ada kepastian, jadi harus lihat situasi terlebih dahulu,” tutupnya. Skuad Garuda Muda menjalani pemusatan latihan di Dubai hingga 10 April sebelum tanding di Piala Asia U-23 AFC 2024 di Qatar pada 15 April hingga 3 Mei 2024. Indonesia berada di grup A bersama tuan rumah Qatar, Australia dan Yordania. Setelah kaga perdana melawan Qatar pada 15 April, Indonesia akan melawan Australia (18/4) dan Yordania (21/4). Daftar 28 pemain Indonesia untuk persiapan Piala Asia U-23 Qatar 2024: Ernando Ari, Persebaya Adi Satryo, PSIS Erlangga Setyo, Persis Daffa Fasya, Borneo FC Rizky Ridho, Persija Alfeandra Dewangga, PSIS Justin Hubner, Cerezo Osaka Komang Teguh, Borneo FC Muhammad Ferarri, Persija Pratama Arhan, Suwon FC Dony Tri Pamungkas, Persija Haykal Alhafiz, PSIS Dzaky Asraf, PSM Ilham Rio, Persija Bagas Kaffa, Barito Putera Ivar Jenner, FC Utrecht Arkhan Fikri, Arema FC Rifky Dwi, Persita Rayhan Hannan, Persija Ikhsan Nur, Borneo FC Witan Sulaeman, Bhayangkara FC Jeam Kelly, Persik Marselino Ferdinan, KMSK Deinze Fajar Fathurahman, Borneo FC Rafael Struick, ADO Den Haag Ramadhan Sananta, Persis Hokky Caraka, PSS Nathan Noel, SC Heerenveen Sumber: PSSI

Lanny dan Ribka Cetak Sejarah di Swiss Open 2024

Pasangan ganda putri Indonesia mampu menyumbangkan gelar juara di Swiss Open 2024. Gelar tersebut dipersembahkan oleh Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto. Lanny/Ribka juara di nomor ganda putri usai mengalahkan Hsu Ya Ching/Lin Wan Ching di final. Dalam pertandingan di St. Jakobshalle, Basel, Minggu (24/3/2024) malam WIB, Lanny/Ribka menang lewat rubber game dengan skor 13-21, 21-16, 21-8. Ini jadi gelar pertama bagi Lanny/Ribka di turnamen BWF World Tour Level Super 300. Mereka juga menjadi ganda putri Indonesia pertama yang menjuarai Swiss Open sejak pertama kali ganda putri dipertandingkan pada 1957. “Gelar ini yang pertama pasti buat keluarga, buat pelatih, buat teman-teman ganda putri dan buat PBSI. Terima kasih sudah selalu mendukung. Semoga kami bisa terus konsisten mainnya dan bisa lebih baik lagi di setiap turnamennya mau di level mana pun,” ujar Ribka. “Gelar juara ini saya ingin persembahkan untuk almarhum Papa saya karena dia ingin sekali melihat saya bisa juara. Ke depan saya ingin juara di level yang lebih tinggi,” timpal Lanny. Sementara itu, dari ganda putra, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana harus puas jadi runner-up. Bagas/Fikri kalah dari Ben Lane/Sean Vendy lewat duel ketat 22-24, 26-28. Gregoria Mariska Tunjung juga meraih posisi runner-up di final tunggal putri. Gregoria harus mengakui keunggulan juara dunia tiga kali, Carolina Marin, lewat laga sengit tiga gim. Hasil Final Swiss Open 2024 MD: Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana vs Ben Lane/Sean Vendy: 22-24, 26-28 WD: Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto vs Hsu Ya Ching/Lin Wan Ching: 13-21, 21-16, 21-8 MS: Lin Chun-Yi vs Chou Tien Chen: 7-21, 22-20, 23-21 WS: Gregoria Mariska Tunjung vs Carolina Marin: 19-21, 21-13, 20-22 XD: Chen Tang Jie/Toh Ee Wei vs Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie: 16-21, 13-21

Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026: Indonesia Bekuk Vietnam

Timnas Indonesia membekuk Vietnam 1-0 pada pertandingan Grup F kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (21/3/2024) malam WIB. Egy Maulana Vikri jadi pahlawan lewat golnya di babak kedua. Hasil ini membuka peluang Indonesia melangkah ke putaran ketiga kualifikasi. Saat ini anak asuh Shin Tae-yong mengoleksi empat poin dari tiga laga. Mereka unggul satu angka atas Vietnam, dengan Irak menduduki puncak lewat raihan enam nilai. Indonesia dan Vietnam kembali bertemu di Hanoi, Selasa (26/3/2024). Pertandingan dimulai. Indonesia mengenakan seragam kandang merah-merah, dengan Vietnam memakai jersey putih-putih. Salman Falahi dari Qatar bertindak sebagai wasit. Laga sudah berusia 10 menit. Kedua tim masih meraba-raba kekuatan lawan, dengan Vietnam mengambil inisiatif penguasaan bola. Indonesia sesekali coba melancarkan serangan balik tapi sulit keluar dari tekanan. Vietnam tidak hanya mengancam melalui permainan terbuka. Anak asuh Philippe Troussier juga berbahaya lewat situasi bola mati, entah itu lemparan ke dalam, sepak pojok, atua tendangan bebas. Indonesia belum menunjukkan tajinya. Timnas Indonesia bermain lebih tenang dan mulai menguasai bola. Sementara Vietnam mulai bermain keras, meski wasit tidak memberikan kartu kuning. Merah Putih mendapat kesempatan pertama dari Rafael Struick di menit ke-30. Menerobos dari sisi kanan pertahanan lawan, dia melepas tembakan yang masih tepat ke arah kiper. Selanjutnya giliran Yakob Sayuri yang mengancam di sisi kiri pertahanan Vientam. Dia coba melepas umpan ke Hokky Caraka, sayang masih bisa dipotong. Dari sepak pojok, tendangan Marselino Ferdinan juga dapat diblok lawan. Ivar Jenner mendapat kartu kuning pertama di laga ini pada lima menit terakhir babak pertama. Dari sepak pojok, kiper Muhammad Adi Satryo melakukan kesalahan dengan menjatuhkan bola. Beruntung blundernya tidak berbuah gol. Skor tidak berubah di sisa waktu dengan pertandingan masih imbang. Babak kedua dimulai. Indonesia melakukan pergantian pemain dengan Pratama Arhan, Sandy Walsh, dan Egy Maulana Vikri masuk. Keluar Yakob Sayuri, Hokky Caraka, dan Nathan Tjoe-A-On. Masuknya Pratama Arhan membuat Indonesia memiliki senjata baru yakni lemparan ke dalam. Dari usaha pemain Suwon FC itu, bola muntah tiba di kaki Ivar Jenner. Sayang tendangan Ivar masih melenceng. Lemparan ke dalam Pratama Arhan kembali membahayakan. Pertahanan Vietnam kesulitan mengantisipasi dengan bola jatuh ke kaki Egy Maulana Vikri yang tidak kesulitan memasukkan bola di menit ke-52. Justin Hubner masuk catatan wasit dan diganjar kartu kuning. Namun, gol Egy membuat Indonesia lebih tenang. Lewat build up sabar, peluang didapat Jay Idzes. Vietnam merespon dengan melakukan pergantian pemain. Nguyen Dinh Bac dan Nham Manh Dung keluar. Nguyen Tien Linh dan Vu Van Thanh masuk. Namun, laga masih ketat hingga menit ke-65. Kolaborasi Witan Sulaeman dan Marselino Ferdinan berbuah peluang bagi Indonesia. Marselino melepas tendangan, sayang dalam sudut sempit sehingga eksekusinya tepat ke arah kiper. Vietnam kembali merombak personel. Masuk Le Pham Thanh Long dan Ho Tan Tai menggantikan Vo Minh Trong dan Do Hung Dung. Di 10 menit akhir, Rizky Ridho diganti Ricky Kambuaya. Sementara Vietnam menarik bek Bui Tien Dung dan memasukkan striker Nguyen Van Toan. Witan kemudian diganjar kartu kuning karena melakukan tekel. Indonesia melakukan pergantian terakhir dengan hadirnya Ramadhan Sananta sebagai pengganti Rafael Struick. Jelang berakhirnya waktu normal, Egy Maulana hampir memperbesar keunggulan timnas. Tidak ada tambahan gol di tambahan lima menit. Indonesia memetik kemenangan berharga di SUGBK. Susunan Pemain Indonesia: Muhammad Adi Satryo, Jay Idzes, Justin Hubner, Rizky Ridho, Yakob Sayuri, Ivar Jenner, Marselino Ferdinan, Nathan Tjoe-A-On, Rafael Struick, Witan Sulaeman, Hokky Caraka Vietnam: Filip Nguyen, Vo Minh Trong, Bui Tien Dung, Pham Xuan Manh, Phan Tuan Tai, Bui Hoang Viet Anh, Do Hung Dung, Nguyen Hoang Duc, Nguyen Thai Son, Nham Manh Dung, Nguyen Dình Bac Sumber: Liputan 6

Mahasiswa Unesa Sabet Medali Emas di Rusia

Atlet Jawa Timur (Jatim), sekaligus Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), terus mengukir prestasi olahraga untuk Indonesia di tingkat international. Muhammad Daffa Golden Boy, meraih prestasi internasional cabang olahraga wushu. Daffa, panggilan Muhammad Daffa Golden Boy, tercatat sebagai mahasiswa S-2 Pendidikan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa baru saja merebut medali emas dan perak pada ajang Moscow Wushu Stars 2024, di Moskow Wushu Palace, Moscow, Rusia, pada 28 Februari hingga 5 Maret 2024. Kejuaraan Moscow Wushu Stars 2024, diikuti 750 atlet wushu dari berbagai negara, Daffa salah satu atlet wushu asal Jatim ini menyabet 1 emas pada nomor jianshu putra dan perak pada nomor qiangshu putra. “Atlet Jatim atau Indonesia borong 13 medali dengan rincian 5 emas, 5 perak, 3 perunggu. Saya meraih satu emas dan satu perak,” terang Daffa, Senin (18/3/2024). Daffa menuturkan, dirinya punya tantangan saat turun di ajang Moscow Wushu Stars 2024. Ajang ini, dinilai memiliki perbedaan dan kesan tersendiri dari kejuaraan dunia pada umumnya. Selain banyak dan beragamnya peserta yang terlibat, juga kondisi tim Indonesia yang juga diperkuat atlet junior. “Banyak pengalaman dalam kejuaraan kali ini, selain kompetitif, juga dibutuhkan kekompakan dan saling memotivasi untuk mengharumkan Merah Putih di kancah dunia,” papar Daffa, yang juga alumnus S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unesa ini. Ia mengungkapan, dirinya bekerja keras saat latihan untuk bisa tampil di Moscow Wushu Stars 2024. Ia harus berlatih selama 9 bulan sebelum mengikuti kejuaraan. “Kuncinya saya upayakan untuk konsisten berlatih dan rutin mengikuti kejuaran-kejuaraan lainnya. Sehingga kemampuan bisa terus saya ditingkatkan. Selain itu, disiplin juga sangat penting,” beber Daffa. Daffa mengatakan, para atlet Indonesia tampil perkasa saat tampil di arena pertandingan Moscow Wushu 2024. Dirinya dkk tidak gentar meladeni kemampuan atlet asal China. Setelah tampil di Moscow Wushu Starts 2024, Daffa akan mempersiapkan diri untuk menghadapi event internasional selanjutnya. Salah satunya, Asean University Games (AUG), pada akhir Juni mendatang yang akan digelar di Surabaya dan Malang. “Saya berharap bisa meraih medali emas karena kita sebagai tuan rumah,” harap Daffa. Daffa, merupakan atle wushu yang berkualitas. Sebelumnya, ia meraih 2 medali perunggu World Wushu Championships di Fort Worth, Texas, Amerika Serikat, pada November 2023, hingga medali emas SEA Games 2023 di Kamboja. Sumber: Kanal Satu

Orleans Masters 2024: Rachel/Trias Juara

Kabar baik dari dunia bulu tangkis juga hadir dari Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allessya Rose. Keduanya berhasil menjuarai Orleans Masters 2024. Trias/Rachel mengalahkan wakil Jepang, Rui Hirokami/Yuna Kato, di final dengan skor 21-12 dan 21-18. Trias/Rachel bersyukur bisa meraih gelar ini. Mereka merasa mendapat banyak pelajaran dan mendedikasikan gelar ini untuk keluarga, pelatih, dan senior mereka. “Puji Tuhan kami bisa memenangkan pertandingan dan menjadi juara Orleans Masters 2024. Kami senang dan sangat bersyukur kepada Tuhan, karena kalau bukan Tuhan yang membantu kami, kami tentu tidak akan bisa bermain dan juara,” ujar Rachel. “Kami berterima kasih kepada orangtua, pelatih, kakak-kakak ganda putri di Pelatnas PBSI, dan teman-teman dekat yang terus mensupport dan mendoakan kami sampai akhirnya bisa juara di Orleans Masters ini,” ungkapnya. “Kami bersyukur, senang, dan banyak pelajaran yang bisa kami ambil dari pertandingan di Orleans Maaters ini. Bukan hanya di partai finalnya saja, kami selalu bersyukur dengan hasil ini,” ujarnya. “Kunci kemenangan tadi, kami memainkan pola permainan yang tidak buru-buru mau menyerang. Kami sabar dan fokus pada setiap bola dan pukulan kami. Kami juga terus mengingatkan satu sama lain untuk stay focus, dan puji Tuhan akhirnya bisa menang,” tutupnya. Sementara itu, dua wakil Indonesia lain di partai puncak harus menerima kekalahan dari lawannya. Adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari yang harus mengakui keunggulan Cheng Xing/Zhang Chi dengan skor akhir 21-16, 18-21, 15-21. Kemudian, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang harus takluk atas Choong Hon Jian/Muhammad Haikal dengan skor 15-21, 21-18, 14-21.

All England 2024: Fajar/Rian Back to Back Juara!

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto kembali mendominasi dan berhasil menutup perjuangan Indonesia di final All England Open 2024 dengan manis. Bertarung di partai penutup final All England Open 2024 pada Minggu (17/3/2024), Fajar/Rian tampil dengan baik. Duo asal Indonesia itu berhasil menumbangkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Dalam laga tersebut, Fajar/Rian berhasil tampil unggul sejak gim pertama. Fajar/Rian memang sempat kehilangan poin pertama lebih dulu. Tapi setelah berhasil menyusul di posisi skor 1-1, duo Indonesia itu terus memimpin hingga jeda interval dengan skor 11-6 Usai jeda, Fajar/Rian terus mempertahankan keunggulan mereka hingga akhir gim pertama. Di gim kedua, Fajar/Rian kembali memimpin perolehan poin di awal gim. Namun, Aaron/Soh mulai menyamakan keadaan di skor 9-9. Aaron/Chia terus memepet ketat Fajar/Rian, walau akhirnya wakil Indonesia itu kembali memimpin di jeda interval gim kedua dengan skor tipis 11-10. Usai jeda interval, Fajar/Rian terus mempertahankan keunggulannya meski Aaron/Chia terus mengejuar. Duo Indonesia itu pun akhirnya menutup laga dalam dua gim dengan skor kembar 21-16, 21-16. Hasil ini memastikan Fajar/Rian juara dan Aaron/Soh harus puas dengan posisi runner-up. Kemenangan Fajar/Rian ini juga diiringi sejumlah fakta manis. Mereka menjadi ganda putra yang berhasil back-to-back juara All England setelah Ricky/Rexy dan Marcus/ Kevin. Selain itu, kemenangan Fajar/Rian ini juga memastikan Indonesia berhasil meraih dua gelar juara di All England Open 2024. Raihan ini menjadi kali pertama dalam satu dekade. Sumber: Juara.net

All England 2024: Jojo Juara, Sejarah 30 Tahun Kembali Terukir

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie sukses menjuarai ajang bulu tangkis tertua dunia All England 2024. Prestasi tersebut ia raih setelah menundukkan rekan senegara Anthony Sinisuka Ginting pada fase final, Minggu 17 Maret malam WIB. Jalannya pertandingan berlangsung menarik di Lapangan Minoru Yoneyama Utilita Arena Birmingham, Inggris. Ginting yang berstatus sebagai unggulan kelima malah kerap tertekan sebelum akhirnya kalah dengan skor 15-21, 14-21 dalam tempo 55 menit. Jojo–sapaan Jonatan sempat tertingggal 0-1 ketika memainkan gim pertama. Tapi setelah itu, dia merebut lima angka secara beruntun untuk membuat keunggulan 8-3 dan tidak membiarkan Ginting mendekati perolehan poinnya sampai gim pertama selesai. Sama seperti gim pertama, Ginting juga tampil cukup meyakinkan ketika unggul 2-0 lebih dulu saat memulai gim kedua. Sebab tidak lama kemudian, Jojo langsung membalikkan keadaan untuk menyabet empat poin secara beruntun dan tidak pernah membiarkan Ginting menyalip perolehan poinnya lagi. Meski hanya menjadi runner-up, Ginting tetap bisa berbangga karena turut terlibat untuk menciptakan All Indonesian Final di turnamen berlevel BWF World Tour Super 1000 ini yang terakhir terjadi pada 30 tahun silam. Sementara itu, Jojo masuk sejarah sebagai pebulu tangkis tunggal putra Indonesia yang pernah menjuarai All England selain Haryanto Arbi (1993, 1994), Ardy B. Wiranata (1991), Liem Swie King (1978, 1979, 1981), Rudy Hartono (1968, 1969, 1970, 1971, 1972, 1973, 1974, 1976), dan Tan Joe Hok (1959). Selain itu, indonesia menjadi negara pertama yang melahirkan  pemain tunggal putra (Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting) yang pernah berjaya di level Super 1000, 750, 500, dan 300.

Pemkab Nunukan Gelar Kejuaraan Tinju Amatir Demi Temukan Talenta Muda

ilustrasi_tinju

Pemkab Nunukan sedang mengincar talenta-talenta baru di dunia tinju. Kejuaraan tinju amatir pun siap diselenggarakan demi tujuan tersebut. “Berdasarkan informasi dari para senior tinju Nunukan, pertandingan terakhir digelar pada sekitar 2011 atau 2012, atau kurang lebih 12 tahun lalu,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Nunukan, Abdul Halid dikutip dari Antara, Minggu, 10 Maret. Menurutnya, kejuaraan ini adalah langkah maju dalam pembinaan mental dan spiritual generasi muda dan meningkatkan prestasi tinju amatir di Nunukan. Kejuaraan bertajuk “Boxing Day” ini berlangsung sejak 8 Maret 2024 ini mempertandingkan berbagai kelas seperti light flyweight, junior featherweight, lightweight, dan super middleweight. Abdul Halid mengatakan, turnamen ini dapat menjadi tanda kebangkitan kembalinya geliat tinju amatir di Nunukan setelah lebih dari satu dekade tidak diselenggarakan. Dia mengatakan, Boxing Day akan menjadi kejuaraan tahunan resmi dan dapat memperkuat persatuan para pecinta tinju. Ketua Panitia, Hendi mengharapkan agar pada musim kedua tahun depan, lebih banyak petarung yang bergabung, dan menekankan pentingnya dukungan dari keluarga. “Kami bersemangat untuk menghidupkan kembali tradisi tinju di Nunukan yang terakhir kali terjadi sekitar tahun 2011-2012,” kata Hendi. Turnamen Boxing Day ini diharapkan dapat menjadi tonggak sejarah baru dalam dunia tinju amatir di Nunukan, membuka jalan bagi atlet-atlet muda berbakat untuk meraih mimpi mereka menjadi atlet tinju profesional. Lebih dari itu, ia optimistis Kabupaten Nunukan bisa menemukan bakat-bakat baru yang akan mengangkat prestasi tinju amatir nasional dan melahirkan petinju profesional yang akan membawa harum nama Nunukan dan Indonesia. Sumber; VOI

8 Pegolf Muda Indonesia Raih Prestasi di Malaysia

Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) memberikan laporan hasil dari U.S. Kids Cup Malaysian International Championship 2024, di Selangor, Malaysia. “Dari 12 atlet junior yang dikirim, beberapa nama pegolf mampu naik podium juara,” demikian keterangan PB PGI seperti dikutip dari akun resmi instagram @pb.pgi. Sebanyak delapan pegolf yang berprestasi yaitu Renoctoviana Ramadhiani Said dari DKI Jakarta yang berhasil menjadi 1st runner up. Lalu Caithlyn Ong dari Banten yang finis menjadi 2rd runner up di kategori usia 15-18 tahun. Pada kategori usia 13-14 tahun, pegolf Theodore Pradjoto Tan asal Semarang finis di posisi 4th runner up. Gelnfinan Patterson asal Batam mampu finis di posisi 3rd runner up pada kategori usia 11-12 tahun. Selain itu, dua wakil dari DKI Jakarta Amira Permadi dan Milanka Azwar yang tampil di kategori 8 tahun mampu menyudahi pertandingan masing-masing di posisi 2nd runner up dan 3rd runner up. Podium tertinggi juara berhasil diperoleh Annabella Leimena asal Surabaya yang bertanding di kategori usia 9-10 tahun. Setelah itu disusul Alletta Kahfi asal Bekasi yang finis menjadi 2nd runner up. PB PGI juga menyampaikan terima kasih kepada para atlet golf junior yang telah berjuang mengharumkan nama Indonesia pada ajang kompetisi internasional itu. “Indonesia bangga dengan kalian. Mari bersama terus berjuang mewujudkan prestasi golf Indonesia ke tingkat yang lebih mendunia,” tulis PB PGI. Kepala Bidang Kejuraan dan Prestasi PB PGI, Adi Saksoni, dikutip dari ANTARA, mengatakan bahwa federasi terus mendukung pegolf Indonesia untuk bisa berkompetisi di kejuaraan internasional. Semakin banyak kejuaraan yang diikuti maka akan semakin menambah jam terbang. Adi mengatakan, dari sisi pembinaan atlet, PB PGI juga telah menambah intensitas perhelatan kejuaraan nasional (kejurnas) dari sebelumnya satu kali menjadi tiga kali dalam setahun mulai 2024. Semakin banyak kejuaraan yang diikuti maka akan semakin menambah jam terbang. Adi mengatakan, dari sisi pembinaan atlet, PB PGI juga telah menambah intensitas perhelatan kejuaraan nasional (kejurnas) dari sebelumnya satu kali menjadi tiga kali dalam setahun mulai 2024. Sumber: ANTARA, PB PGI

Nathan Tjoe-A-On Resmi Jadi WNI

Nathan Tjoe-A-On resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI). Kepastian ini setelah dirinya melakukan pengambilan sumpah dan janji pewarganegaraan di Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta, Senin (11/3). “Hari ini Nathan sudah diproses juga untuk mendapatkan paspor dan KTP sebagai WNI. Satu langkah lagi yaitu mengurus perpindahan federasi untuk Nathan bisa membela timnas Indonesia. Terima kasih atas dukungan semua lembaga yg membantu proses berjalan dengan baik,” kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Setelah menjadi WNI, pemain yang saat ini bergabung di klub SC Heerenveen tersebut berpeluang besar melakukan debut bersama Indonesia saat laga melawan Vietnam pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 babak kedua. Pada pertemuan pertama, Indonesia terlebih dahulu menjamu Vietnam. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (21/3). Kemudian gantian skuad Garuda yang melawat ke markas Vietnam. Laga tersebut dilaksanakan di Stadion Nasional My Dình, Selasa (26/3). Biodata: Nama: Nathan Tjoe-A-On Tempat, Tanggal Lahir: Rotterdam, 22 Desember 2001 Tinggi: 1,82 m Posisi: Bek Kiri Klub Saat Ini: SC Heerenveen (Dipinjamkan dari Swansea FC) Sumber: PSSI

Indra Sjafri Panggil 37 Pemain untuk Pemusatan Latihan di Jakarta

Pelatih tim U-20 Indonesia, Indra Sjafri, memanggil 37 pemain untuk pemusatan latihan (TC) di Jakarta mulai 13 Maret hingga 5 April mendatang. “Kami memulai pemusatan latihan tim U-20 Indonesia hari ini. Selain pemain-pemain yang sudah mengikuti pemusatan latihan sebelumnya, kami memanggil sejumlah nama-nama pemain baru dan pemain-pemain keturunan yang bermain di luar negeri,” kata Indra Sjafri. “Pada pemusatan latihan kali ini, kami ada dua kali uji coba internasional melawan Tiongkok pada tanggal 22 dan 25 Maret mendatang di Stadion Madya,” tambah Indra Sjafri. Sebelumnya pada tanggal 8-10 Maret lalu, ada seleksi yang dilakukan oleh Asprov Sumut, Lampung, Yogyakarta, Balikpapan, Makassar, Papua, Maluku, dan Jawa Barat untuk potensi pemain-pemain tim U-20 Indonesia. Tim U-20 Indonesia dipersiapkan untuk mengikuti Piala AFF 2024, Kualifikasi Piala AFC U-20 2025, dan tentunya berharap lolos ke Piala Dunia U-20 2025 mendatang. Berikut daftar 37 nama pemain tim U-20 Indonesia pada pemuasatan latihan di Jakarta: Ikram Algiffari (Semen Padang) Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta) Alexandro Felix Kamuru (Barito Putera) Kadek Arel Priyatna (Bali United) Sulthan Zaky Pramana Putra Razak (PSM Makassar) M. Iqbal Gwijangge (Barito Putera) Muhamad Ibrah Ardiansyah Ohorella (Persija Jakarta) Muhammad Mufli Hidayat (PSM Makassar) Arlyansyah Abdulmanan (Persija Jakarta) Ji Da Bin (Asiop) Muhammad Kafiatur (Dewa United) Muhammad Riski Afrisal (Madura United) Ferre Murari (Bhayangkara Fc) Muhammad Nabil Asyura (Persija Jakarta) Rizdjar Nurviat Subagia (Borneo Fc) Arkhan Kaka (Persis Solo) Fitrah Maulana Ridwan (Persib Bandung) Muhammad Ragil (Bhayangkara) Dani Saputra (Dewa United) Figo Dennis Saputrananto (Persija Jakarta) Tony Firmansyah (Persebaya Surabaya) Basajum Latuconsina (PSIS Semarang) Meshaal Hamzah Bashier Oman (Persija Jakarta) Rahmat Syawal (Persas Sabang) Fandi Bagus Pamungkas (Bhayangkara Fc) Muhammad Mufdi Iskandar (Malut Selection) Tri Juli Santoso (Persibangga Purbalingga) I Wayan Artha Wiguna (Bali United) Marselinus Ama Ola (UD Logrones) Taufik Rustam (Sada Sumut Fc) Eros Dermawan (Ud Logrones) Muhammad Alfahrezi Buffon (Borneo Fc) Adinda Mustika Suryatama (Safin Pati) Muhammad Faza Al Firdaus (Persis Solo) Welberlieskott De Jardim (Sao Paolo Fc) Chow Damanik (Lausanne Sport) Dillan Yabran Rinaldi (SV Bergisch Cladbach 09) Sumber: PSSI

PSS Sleman Rengkuh Juara EPA U-18

Jika di U-16 Borneo FC Samarinda berjaya, tidak demikian di U-18 Elite Pro Academy (EPA) Liga 1. Borneo takluk 1-2 dari PSS Sleman pada laga final di Akademi Garudayaksa, Bekasi, Rabu (6/3). Kemenangan PSS Sleman ini juga memutus catatan negatif kala bersua Borneo di EPA Liga 1 musim ini. Dalam empat pertemuan terakhir, PSS Sleman hanya mampu meraih dua hasil seri dan menelan dua kali kekalahan. Dua gol PSS Sleman dicetak oleh Fajar Akhmad Khusen pada menit ke-36 dan ke-60. Sedangkan satu gol Borneo FC dicetak oleh Muhammad Narendra Tegar pada menit ke-66. “Alhamdulillah kami diberi kemenangan. Di pertandingan Borneo mendominasi, kami sudah prediksi sebelumnya. Tetapi, kami bisa antisipasi dengan serangan balik,” kata pelatih PSS Sleman Anang Hadi. Menurut Anang, kehadiran suporter yang mendukung langsung anak asuhnya menjadi salah satu faktor yang mendorong tim Super Elja tersebut tampil maksimal. “Teman-teman suporter selalu mendukung baik di kendang maupun tandang. Ketika kami main di kandang ada 1.000 suporter. Itu cukup memotivasi pemain untuk menampilkan pemain terbaik,” imbuh Anang. Anang berharap dengan kehadiran Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri yang menyaksikan langsung pertandingan final, ada nama-nama pemain yang dipanggil ke tim Garuda Muda. “Semoga ada yang dilirik untuk bisa membela tim U-20,” ujar Anang. Pelatih Borneo FC, Mokh Fakhrudin mengaku hasil yang didapat oleh anak asuhnya di lapangan kurang maksima. Namun, ia akan melakukan evaluasi ke depannya. “Hasil tidak memihak kami, tapi itulah sepak bola. Kami akan evaluasi dan jalankan proses berikutnya dengan baik,” jelas Fakhrudin. Fakhrudin mengungkapkan seusai gelaran EPA, Borneo FC akan mengikat pemain dengan kontrak jangka panjang. Pemain ini akan dipersiapkan untuk pembinaan klub ke depan. “Banyak pemain yang kami kontrak jangka panjang, kami tingkatkan levelnya lebih tinggi,” ujar pelatih yang sempat bermain untuk Sriwijaya FC tersebut. Sumber: PSSI

Harapan Dika Adi Usai Bantu Borneo FC Juara EPA U-16

Striker Borneo FC, Dika Adi Nurdiansyah, menargetkan bisa masuk tim nasional Indonesia di kelompok usia setelah mengantarkan Borneo FC juara Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-16. Borneo FC Samarinda merengkuh juara seusai menang 2-1 atas Persis Solo di Lapangan Akademi Garudayaksa, Bekasi, Rabu (6/3). “Alhamdulilah tadi di pertandingan mencetak gol. Gol itu untuk orang tua, tim dan masyarakat Samarinda. Targetnya saya ke depan bisa masuk timnas,” kata Dika. Dalam duel itu, Dika mencetak dua gol pada menit ke-33 dan 39. Persis hanya bisa membalas satu gol lewat gelandang Lockna Janu Syahriat pada masa perpanjangan waktu babak pertama. Dika mengatakan selama menjalani kompetisi EPA Liga 1 memperoleh pengalaman yang luar biasa untuk menambah pengalaman menuju jenjang kariernya ke depan. “Ini pengalaman luar biasa. Baru pertama kali ikut EPA juga dan mendapatkan juara di tahun ini. Terima kasih buat tim, pelatih, dan semua tim di Borneo sudah mau kasih kesempatan di sini,” ujar Dika Adi. Pelatih Borneo FC U-16, Furqon menilai EPA Liga 1 adalah kompetisi yang cocok buat pemain muda mengenal sistem liga. “Jujur ini baru tahun pertama saya ikut EPA dan melatih tim EPA. Itu bagus dengan sistem kendang tandang. Dengan pertandingan yang lebih banyak ini sangat bagus sekali untuk peningkatan kemampuan pemain,” jelas Furqon. “Jadi para pemain bisa terbiasa dengan sistem liga main dari minggu ke minggu, evaluasi,” tambahnya. Sumber: PSSI

Asiana Soccer School Juarai Liga Kompas Kacang Garuda U-14 2024

Setelah nyaris setiap pekan memimpin puncak klasemen, Asiana Soccer School akhirnya sukses menjuarai Liga Kompas Kacang Garuda U-14 2024. Mereka menikmati buah konsistensi yang sudah ditabur sejak pekan pertama. Konsistensi ini bermula dari standar tinggi pembinaan klub. Asiana keluar sebagai juara usai menahan imbang Intan Soccer Cipta dengan skor 4-4 di Lapangan Dewantara Sport Center, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (3/3/2024). Mereka membalikkan keadaan setelah tertinggal 1-4 di paruh pertama. Asiana (39) pun unggul satu poin atas Intan (38) di klasemen akhir. Penyerang Asiana, Sean Rahman Kastor, menjadi pahlawan dengan sumbangan sepasang gol (brace), termasuk gol pamungkas di penghujung paruh kedua. Gol itu sekaligus memastikan Sean sebagai pencetak gol terbanyak Liga Kompas (23 gol). Asiana mengakhiri musim dengan rekor tidak terkalahkan, yakni 12 menang dan 3 seri. Raihan ini membuat Sean dan kawan-kawan tampak begitu bahagia seusai peluit panjang. Sebagian pemain langsung bersujud, berpelukan, dan bahkan berteriak sekeras mungkin. Mereka seolah tidak percaya bisa bangkit setelah masih tertinggal tiga gol dalam 15 menit sisa. “(Raihan) ini berkat kerja sama semuanya. Di pikiran kami (saat babak kedua), kami mau dan harus juara,” ujar Sean seperti diberitakan Kompas.id, Minggu (3/3/2024). Skuad Asiana tampak tegang pada awal laga. Mereka kecolongan tiga gol beruntun yang dicetak penyerang Intan, M Habil Gaza Maulidyan. Gol ini bermula dari situasi serangan balik. Asiana pun seperti menghadapi misi nyaris mustahil seusai turun minum. Selain tampil buruk, pertahanan Intan terkenal kokoh. Mereka hanya kemasukan satu gol dari 14 laga. ”Saat turun minum, saya berkata kepada pemain untuk tampil lepas sesuai kapasitas. Kami hanya butuh hasil imbang untuk juara. Apakah mereka mau melepaskan kesempatan itu setelah memimpin hingga pekan terakhir? Mereka punya kesempatan membalikkan di babak kedua dan berhasil melakukannya,” jelas pelatih Asiana Iskandar Makmur. Pada kompetisi usia muda, seperti Liga Kompas, gelar juara bukan segalanya. Namun, pencapaian Asiana patut dirayakan. Mereka layak mendapatkan prestasi tertinggi itu. Mereka sukses melewati segala rintangan selama lebih dari tiga bulan dengan tampil konsisten setiap pekan, termasuk bangkit di tengah ketidakpastian pada laga pamungkas. Asiana merupakan tim paling konsisten sepanjang kompetisi. Mereka memimpin klasemen selama 13 dari total 15 pekan. Selain tidak terkalahkan, permainan ofensif nan kolektif mereka juga selalu terpancar setiap pekan. Terbukti, tim asuhan pelatih Iskandar tampil impresif dalam selisih gol dan kemasukan, yaitu 70-6. Meski unggul kualitas pemain, tampil secara konsisten tiap pekan tetap tidak mudah bagi Asiana. Mereka diwaspadai tim-tim lawan. Mereka pun harus menghadapi blok rendah atau strategi sangat defensif lawan hampir di setiap minggu. Namun, para pemain selalu bisa menemukan jawaban di lapangan, seperti saat menghadapi pertahanan kokoh Intan. Prinsip pembinaan Kesuksesan Asiana tidak terlepas dari standar klub yang diterapkan oleh sang pelatih. Dengan pengalaman sebagai mantan pemain profesional dan pelatih terbaik Liga Kompas 2017-2018, Iskandar tidak sekadar menargetkan kemenangan. Dia ingin para pemain bisa selangkah lebih dekat ke level nasional. ”Kemampuan teknik individu dan fundamental sudah keharusan. (Hal) yang paling penting, mereka harus paham prinsip permainan sejak usia sekarang. Seperti saat kehilangan bola, (mereka) harus (memutuskan) menunggu atau mundur. Kemampuan berpikir itu penting untuk ke level nasional sekarang. Jika sudah paham dari sini, nanti akan lebih mudah,” kata Iskandar. Standar Asiana terbukti berpengaruh besar terhadap perkembangan pemain. Pekan lalu, tiga pemain klub kelahiran 2009 terpilih mengikuti seleksi tim nasional U-16, yaitu Sean, M Mierza Firjatullah, dan Hadri Dimas Sulistyo. Mereka merupakan sosok kunci yang membuat Asiana berjaya di pertandingan pamungkas. Menurut Sean, inspirasi kemenangan justru berasal dari seleksi timnas. ”Di sana sangat capek. Fisik kami benar-benar diuji selama tiga hari. Ternyata, itu membawa pengaruh hari ini. Saya tidak capek sama sekali bermain sepanjang laga. Jadinya masih bugar dan bisa mencetak gol di saat akhir,” jelas pemain yang mengidolakan Filippo Inzaghi itu. Asiana memang dominan, tetapi belum sempurna. Ada hal yang harus diperbaiki di jenjang selanjutnya. Seperti saat mendapatkan jadwal bermain paling pagi, pukul 07.00, mereka dua kali ditahan imbang karena kurang siap tampil di pagi hari. ”Dari situ mereka belajar tentang persiapan fisik, termasuk makan dan tidur,” kata Iskandar. Saat skuad Asiana berpesta, para pemain Intan berduka. Habil dan kawan-kawan tertunduk karena tidak kuasa menahan kekecewaan. Intan selalu membayangi Asiana sejak pekan pertama, tetapi tidak mampu menaklukkan sang raja terakhir. Dalam kekecewaan, mereka tetap menunjukkan sportivitas dengan memberikan tepuk tangan saat selebrasi tim lawan. ”Kami belajar banyak di kompetisi ini. Pemain belajar bagaimana mengatasi ketidakpastian setiap pekan. Mental dan fisik juga diuji untuk tampil konsisten. Tidak hanya pemain, saya sebagai pelatih juga banyak belajar. Hari ini, harus diakui, saya salah merotasi pemain. Itu akan jadi pelajaran berharga,” kata pelatih Intan Yani Muhammad Yamin. Meski demikian, hasil pertandingan itu bukanlah akhir, baik bagi Asiana maupun Intan. Itu hanya permulaan. Perjalanan mereka masih panjang untuk mencapai mimpi jadi pesepak bola profesional. Asiana harus tetap rendah hati dan melanjutkan momentum prestasi. Intan bisa menjadikan kesedihan untuk bangkit dan jadi bahan bakar di masa depan. Sumber: Kompas