Emosi yang Berlebih, Sylvester Gagal Jadi Juara Karate

Perlu kita ketahui bahwa sumber kekuatan karate bertumpu kepada salah satu gerakan dasar yang sangat penting yang sering di sebut dengan istilah kuda kuda, karena kuda-kuda merupakan tumpuan dari semua gerakan. Sylvester Sumeru (21) merupakan karateka terbaik di dki Jakarta. Sylvester yang mengawali karate dari Lembaga karatedo indonesia (LEMKARI) lalu pindah ke institute karatedo nasional (INKANAS) Sylvester yang kerap di sapa Syl ini sudah memulai hobby dan karirnya semenjak usia 7 tahun, kala itu Syl masih duduk di kelas 1 sekolah dasar dan saat ini sudah dalam tingkatan sabuk hitam (expert). Berbagai kejuaraan tikat daerah, Provinsi sampai Nasional sudah di lalui sylvester. Sylvester mengatakan pada NYSN bahwa Forki Cup dan Gubernur Cup jadi saksi. “Waktu itu saat di Forki Cup saya sudah hampir jadi juara, saat perebutan juara satu dan dua. Namun saya di diskualifikasi karna saya melakukan sebuah kesalahan yang mengakibatkan lawan tanding saya cidera serius. Saya merasa sangat menyesal kejadian itu terjadi. Emosi yang berlebih membuat saya salah dan akhirnya kalah.” Ujar Sylvester Syl menambahkan bahea peran Sang pelatih yang telah memberikan dorongan, melatih Syl selama 14 tahun sampai saat ini, selalu memberikan motivasi bahwa seorang karateka harus berusaha dan tidak boleh patah semangat. Karenanya dengan olahraga hidup menjadi lebih sehat jasmani maupun rohani. “Saya mengucapkan sangat berterima kasih kepada sang guru Simpai Dirta yang telah melatih saya selama 14 tahun, hingga saya lebih mengerti arti kesabaran dan bisa menjadi seorang yang rendah hati. ilmu ini yang saya dapatkan selama menggeluti karate. Dan saya berharap banyak kepada karateka lain agar mengerti seni dan arti bela diri yang sebenarnya.” Harap sylvester (bam/adt)

Agung, Seorang Anak Penjual Bantal yang Mewujudkan Cita-Cita Melalui Sepakbola

Pasti semua orang mempunyai impian besar, dan banyak pula orang yang putus asa untuk menggapai keinginan mereka, tentunya menggapai harapan dapat di wujudkan melalui do’a dan juga niat yang bersungguh-sunguh. Agung Patara, Anak penjual bantal, kasur dan guling yang sering kita gunakan untuk menemani tidur, berangkat dari Medan yang berjuang keras untuk wujudkan cita citanya menjadi pemain sepakbola. Pengurus Unipapua DKI Jakarta yang akrab di sapa Bunda Hirma menjelaskan kepada NYSN melalui Hp selulernya bahwa Agung merupakan salah satu pilot project managemen Unipapua. “Ya, Agung Ini adalah salah satu pilot project management talent Unipapua ID GEN yang akan kami buktikan pada dunia, begitu banyak pengorbanannya sampai saat cidera dan bisa aktif kembali.” Tutur Hirma. Hirma juga menambahkan bahwa Agung Patara mempunyai skill yang amat complex dan berhasil lolos seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri 2017 (SNMPTN).(26/5) “Selain cepat memahami permainan olahraga sepak bola, Agung juga menguasai ilmu umum, dan buktinya dia berhasil lulus SNMPTN 2017 dengan nilai yang bagus, dan berhasil masuk perguruan tinggi negeri universitas negeri Jakarta.” Tambah Hirma. Agung Patara merupakan binaan Unipapua yang memiliki segudang Prestasi diantaranya, pernah menjadi juara 1 Yamaha Cup 2011 wilayah medan U 13, di tahun yang sama juga menjadi juara 3 Asean Cup Thailand U 13. Sedangkan di tahun 2012 Tim Agung mendapkan gelar juara 3 Aqua DNC wilayah Medan, lalu di tahun 2013 berhasil menjadi juara 1 Trofeo U 16 di Jakarta Timur, juara 1 Trofeo Ragunan U 16. Pada tahun 2014 kembali mendapatkan menjadi juara 1 POPDA Kabupaten Bekasi, sekaligus menjadi 5 besar Borneo Cup Malaysia U 14. Di susul pada tahun 2015 menjadi juara 3 Haornas Kota Bekasi U 15. Kemudian timnya masuk peringkat 8 besar MIC Cup di Spanyol U 15. Lalu pada tahun berikutnya 2016 Tim Agung juga meraih Prestasi yang gemilang menjadi juara 1 antar pelajar wijayakrama Cup, juara 2 antar pelajar tingkat Kodim U 16. lalu di teruskan mendapat peringkat 3 liga superball U 16, juara 2 se provinsi DKI Jakarta U 17. Bahkan dirinya sempat di nobatkan menjadi 10 pemain terbaik United training, dan menjadi perwakilan Indonesia di Allianz junior football camp U 16 pada tahun 2016.(adt)

Football For Peace : Acara Sepakbola Internasional Pertama Kali di Indonesia

Piala Football for Peace

Jakarta – Football for Peace sebuah acara yang bertemakan sepak bola sosial Internasional pertama kalinya akan diadakan di Indonesia pada tanggal 20-21 Mei 2017, tepatnya di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta. Dengan bantuan dari Kementerian Luar Negeri, Football for peace ini diadakan dalam rangka pertandingan persahabatan antar 30 negara yang akan berlaga untuk mempromosikan dan menggalang dana demi misi perdamaian dan kemanusiaan melalui sepak bola. Salah satu hal yang unik dari pertandingan ini adalah, semua peserta yang berpartisipasi akan mendapatkan medali, baik dari pihak yang menang ataupun pihak yang kalah. Ini adalah suatu simbolik atau tanda terimakasih atas partisipasi para peserta dari berbagai negara yang telah membantu mempromosikan misi sepakbola sosial tersebut. “Football for Peace ini bertajuk persahabatan, sehingga tujuan acara ini bukannya menentukan yang mana yang terbaik dan bukan, tetapi demi mempererat persahabatan dan rasa fun diantara negara sahabat, sehingga semua peserta akan mendapatkan medali, dan Piala hanya diperuntukkan untuk pemenang” ujar Andi Hartono selaku Operation Manager Uni Papua FC. Football for Peace ini diselenggarakan oleh ID Gen (International Indonesia Generation Foundation) salah satu NGO / Non Govermental Organization yang juga mengepalai Uni Papua FC, yang berfokus untuk pendidikan dan pengembangan karakter masyarakan Indonesia melalui sepak bola sebagai wadahnya. Selain itu ID Gen juga berfokus untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berbasis pada pengembangan karakter anak-anak dan para pemuda di Indonesia. Selain diikuti oleh 30 negara, JKT 69 sebuah tim sepakbola yang beranggotakan para selebritis tanah air seperti Ficky Notonegoro, Riko Ceper, Judika, Delon Idol, Roky Putiray, Darius Sinatria, dan Ibnu Jamil akan turut meramaikan acara yang bertajuk kedamaian tersebut di akhir pekan nanti. Bagi Anda yang berminat untuk menghadiri acara tersebut dapat menghubungi Fuad (0813 8656 3286), Wondo (0813 1129 6939) atau Andi (0823 1234 7890) atau dapat langsung menuju ke GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta pada tanggal 20-21 Mei 2017 nanti. Untuk bisa mengikuti acara ini Anda akan diminta untuk berdonasi seikhlasnya untuk mendapatkan tiket masuk sekaligus wristband football for peace. (iha)  

Kevin Rose Nasution Optimis Anak Didiknya Maju Mewakili DKI Jakarta

kevin rose nasution

Ajang penyeleksian Swimming Open 2017 yang di adakan di gor mahasiswa Soemantri Brodjonegoro berlangsung semarak, sorak sorai pendukung dan suara pluit menambah ketegangan antara persaingan Club renang menuju pekan olahraga nasional (POPNAS) dan PON remaja. Salah satu panitia Swimming Open 2017 H. Turmuji mengatakan kepada NYSN bahwa ajang penyeleksian berdasarkan limit waktu kecepatan. “Atlet yang terpilih mewakili DKI Jakarta berdasarkan limit waktu yang dicapai atau berdasarkan kecepatan, lalu akan mendapatkan 36 nomor dari masing masing kategori renang, diantaranya gaya dada, punggung, bebas dan kupu kupu.” Pungkas Turmuji Hal senada juga di ungkapkan oleh atlet Nasional putri yang juga merupakan pemilik Club Pari Sakti sempat menjelaskan kepada NYSN bahwa untuk lolos dan mewakili nama DKI Jakarta hanya memiliki kuota sebanyak 20 atlet muda. “Untuk menuju ke ajang POPNAS, DKI selalu membina melalui tiga tahapan, dan juga memiliki kuota paling banyak sama dengan tiga daerah lain diantaranya Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yaitu memiliki kuota sebanyak 20 orang atlet dengan komposisi 10 laki laki dan 10 perempuan per Provinsi dan juga mengirimkan 8 pelatih.” Ungkap Kevin Kevin menambahkan bahwa pari sakti akan berlatih keras untuk mewujudkan prestasi dalam cabang olah raga renang. “Dalam catatan pari sakti banyak klub besar yang berhasil mengirim atlit tercepat dalam ajang seleksi ini diantaranya, millenium, parisakti dan klub lainnya. Intinya semua Club turut memberikan kontribusi mengirimkan kandidat untuk merebut gelar juara POPNAS dan PON remaja mrndatang.”Tambah Kevin Rencananya nama Dwiky Anugrah dari Club pari sakti yang saat ini berumur 17 tahun, yang bergabung ke pari sakti semenjak kelas tiga SD akan di gadang untuk mewakili pari sakti dan sekaligus mewakili DKI.(adt)⁠⁠⁠⁠

Swimming Open 2017 Jakarta Championship Siapkan Bibit ke Arena Olimpiade & PON

Para peserta Swimming Open 2017 saat sedang berlaga di GOR SOemqantri Brodjonegoro, 5/26/17 (NYSY Media)

Acara yang di buka pada tanggal 23 Mei 2017 kemarin masih berlangsung ketat di Gelanggang renang Gor mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta. (25/5) Swimming open 2017 Jakarta Championship yang berhasil menyerap kurang lebih 40 Club Se Indonesia di harapkan mampu mewakili Indonesia di ajang Olimpiade maupun Pekan Olahraga Nasional (PON). Dari tiap Club yang mewakili Kota, Kabupaten ataupun Provinsi di Indonesia antara lain, hampir mengikuti semua kategori gaya. Gaya dada, gaya punggung, gaya kupu kupu dan gaya bebas. Dalam renang sendiri, lebih untuk sebuah olahraga yang melombakan kecepatan atlet dalam berenang. Faturmuji selaku panitia pelaksana kegiatan mengatakan kepada NYSN, bahwa ajang tersebut guna mempersiapkan atau menseleksi atlit menyambut Olimpiade dan PON mendatang. “Atlit atlit muda yang mengikuti limba ini merupakan perwakilan club dari berbagai macam kota, kabupaten yang tersebar hampir seluruh pelosok negeri. Dan para Atlit yang ikut sudah melalui tahapan seleksi dan yang paling berprestasi di wilayahnya masing masing. Lalu acara ini di dedikasikan untuk mempersiapkan olimpiade dan PON mendatang.” Ungkap Fatur. Event Swimming open 2017 Jakarta Championship yang di gagas oleh FINA, AASF, PRSI dan KUMANG ini di percaya mampu akan menyalurkan dan mewakili nama besar Indonesia di ajang olahraga Nasional PON dan Internasional tiap empat tahunan yang mempertandingkan cabang-cabang olahraga musim panas dan musim dingin serta diikuti oleh ribuan atlet yang berkompetisi dalam berbagai pertandingan olahraga.(bgs/adt)

Anindya Bakrie Kukuhkan Pengganti Sandiaga Uno Sebagai Ketua PRSI DKI Jakarta

Erwin Eka nomor dua dari kiri, saat pelantikan pengurus di acara Swimming Open 2017, di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kamis 25/05/17. (NYSN Media)

Persatuan Renang Seluruh Indonesia yang disingkat PRSI merupakan  organisasi yang mengatur kegiatan olahraga renang di Indonesia. PRSI sendiri berdiri pada tanggal 21 Maret1951 di Jakarta dengan ketua umum pertamanya  Prof. dr. Poerwo Soedarmo, dan hingga saat ini di pimpin oleh Anindya Bakrie. PRSI di bawah kepemimpinan Anindya Bakrie mengukuhkan pengurus PRSI Prov DKI Jakarta di Gor Soemantri Brodjonegoro, Kuningan Jakarta, selepas ajang penyeleksian atlet junior swimming Open 2017. (25/5) Jabatan Ketua Umum PRSI Jakarta periode 2017-2021 resmi dipegang oleh Erwin Eka. Semangat yang terlontar membuatnya optimis dapat mengembalikan kejayaan renang pada masa lalu. “Dengan Motto Bring Back Glory” kita akan mengembalikan kemenangan pada masa itu, dengan kerja keras secara tim betul-betul kejayaan renang di DKI Jakarta akan kembali, kami butuh prestasi” Ujar Erwin dalam sambutannya. Sementara itu di tempat yang sama Ketua Umum PRSI Anindya Bakrie selain berikan ucapkan selamat juga mengatakan kepada wartawan bahwa PRSI akan focus menjaring potensi atlet dari gambaran piramida. “Pertama, saya ucapkan selamat kepada Erwin Eka yang telah menggantikan posisi Sandiaga Uno karena berakhir masa waktu, dan saya berharap, terpilihnya Sandiaga menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta lebih leluasa lagi mendorong atlet renang menuju pintu kemenangan. Dan PRSI akan focus dalam segitiga piramida, memperkuat lini tengah dan bawah, yaitu atlet akan di ambil tingkat Kabupaten, Kota” Tegas Anindya. (bgs/adt)

Ingin Menjadi Polisi, Alam Buktikan Dirinya Dengan Prestasi

Alam saat memenangkan kejuaraan nasional di Malang 2016

Alam Dwi Putra yang kesehariannya kerap di sapa dengan panggilan Alam ini merupakan siswa di SMK Islamic Village Kota Tangerang. mempunyai segudang prestasi di olahraga volley ball atau bola volly, remaja yang mempunyai postur tubuh 181cm ini amatlah ideal untuk menjadi seorang pemain volley. Perjalanan prestasinya diawali ketika Alam masih bersekolah di SMPN 1 Serpong, Tangsel di bawah asuhan seorang guru olah raga bernama Karman. Atas instruksi latihan rutin dari Karman, si kecil Alam sudah mendapatkan tempat berkiprah diturnamen volly tingkat nasional yang mewakili sekolahnya Prov Banten. Alam mengatakan kepada NYSN bahwa mengikuti turnamen volly tingkat Nasional merupakan kebanggaan tersendiri. “Ya mas, mengikuti turnamen merupakan kebanggan tersendiri buat saya yang terpilih mewakili Prov Banten, apalagi ketika itu masih berumur 14 tahun. Saya berhasil lolos ditingkat provinsi Turnamen O2SN yang di selenggarakan di Samarinda beberapa waktu lalu.” Ujar Alam.(22/5) Alam menambahkan bahwa masuk dalam 5 besar merupakan hasil dari latihan yang rutin ia jalankan. “Masuk dalam posisi 5 besar kala itu berkat kekompakan tim dan seringnya latihan yang kami lakukan.Turnamen demi turnamen saya lalui, dan alhamdullilah kami selalu membawa trophy juara.” Tambah Alam Berhasil menghantar nama sekolah dengan prestasi, menjadikan nama Alam di kenal sewilayahnya. Remaja yang sangat menyukai ayam goreng ini juga menuturkan bahwa keberhasilan yang alam dapatkan saat ini tidak lah mudah latihan yang rutin dan tekun adalah resepnya. “Atas bimbingan guru dan dukungan ayah, semua ini berhasil saya lalui, di tahun 2015 turnamen antar SMK tingkat provinsi yang di gelar di makasar, saya menjadi juara 2, sedangkan di turnamen kejuaraan nasional kami berhasil merebut juara 1 melawan tim dari jawa barat antar Club volly di Malang.” Tegas Alam Dan hingga saat ini, Alam yang duduk di bangku kelas 3 ini memutuskan untuk bergabung Club Vobgard Ragunan, bermain dengan posisi sebagai Spike Alam sangat ingin bercita cita menjadi seorang polisi. (bgs/adt)

Luar Biasa, Anak Penjual Nasi Uduk ini Mengukir Prestasi ke Jepang

Irvan yang mentorehkan prestasi saat menjadi 5 besar di Jepang mewakili DKI Jakarta

Muhammad Irvan Maulana yang kesehariaannya sering di sapa dengan panggilan Irvan adalah remaja yang duduk di kelas 3 SMA Darusalam Ciputat, Tangsel. Remaja ini menyenangi sepak bola sedari kecil, di mulai saat dirinya berumur 6 tahun. Bergabung di SSB villa 2000 Pamulang, Ivan pernah menjuarai turnamen futsal antar sekolah menengah pertama se Kota Tangsel saat dirinya masih duduk di bangku SMP tahun 2013, kala itu Ivan bersekolah di SMP Arayisa Pamulang. Pada tahun yang sama tahun 2013, Ivan terpilih mengikuti turnamen Sister city yang berlangsung di Jepang, mewakili DKI Jakarta yang dipilih dari tiap sekolah sepak bola (SSB). Turnamen Sister city yang diikuti oleh 16 negara ini berlangsung selama kurang lebih 2 minggu dan tim Irvan berhasil masuk dalam urutan 5 besar. Remaja yang juga sangat menyukai sate ayam ini mengatakan kepada NYSN bahwa olah raga Futsal tidak sulit. “Menekuni sepak bola dan futsal tidak sulit kok, aturan mainnya sangat sederhana, apalagi saya di arahkan oleh pelatih futsal yang berpengalaman.” Papar Irvan yang tak lain anak dari ibu Sawi yang kesehariannya berprofesi sebagai penjual nasi uduk. Atas prestasinya ini Irvan berharap mendapatkan hasil yang baik bagi masa depannya, guna membantu ekonomi orangtuanya. “Saya berharap dengan prestasi yang berhasil saya raih, akan mampu membantu ekonomi keluarga, dan semoga ke depan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak bagi saya.” Harap Irvan yang telah berhasil menyabet gelar juara 1 dalam ajang perebutan trophy Dispora Kota Tangerang Selatan.(bgs/adt)

Kota Bogor Konsisten Mengusung Pemain Muda Melalui AFN

Bogor kembali mengusung bakat pemain muda pemain futsal handal untuk Akademi Futsal Nusantara (AFN) Selain menyandang sebagai Kota hujan, bogor bisa dikatakan berhasil dengan memunculkan nama-nama, seperti Redita Lukiyana, Nurhadi hingga Muhammad Iqbal muncul ke pentas nasional. Berbagai kejuaraan tingkat kabupaten, kota dan nasional pun pernah mereka juarai. Wahyu Nusantoro selaku manajer di AFN menyatakan bahwa jika mereka tidak akan berhenti memunculkan para pemain muda yang berbakat dan berprestasi dari kota Bogor. “Kami takkan berhenti untuk memunculkan bakat talenta pemain muda dari Kota Bogor, prestasi akan selali kami raih.” Tegas Wahyu. Mereka pun telah melatih para pemain-pemain yang baru tergabung dalam akademi yuniornya, dan siap melesat pesat untuk naik ke tingkatan senior. Pola pelatihan, kondisi kesehatan, pemain muda telah di persiapkan bersama pemain senior untuk ikut serta dalam beberapa turnamen nasional untuk menambah pengalaman mereka adalah visi dan misi AFN.(bam/adt)

Rizqul Karim Kecil Semangat Untuk Raih Juara Pertama

Menampakan progres yang kian membaik merupakan bagian dari memahami potensi bakat yang di miliki seseorang, lalu berhasil mendapatkan kebanggaan, serta di percaya bisa meningkatkan kepercayaan diri. Seperti yang di alami oleh remaja Pamulang, Muhammad Rizqul Karim, yang sering di panggil oleh teman temannya dengan sebutan Karim. Karim adalah siswa yang sekarang duduk dibangku kelas 2, dan bersekolah Yayasan Islam Al mursyidiyyah, Pondok benda, Pamulang. Dan bergelut dengan olahraga Bulu tangkis adalah pilihannya. Dia pernah menyandang gelar menjuarai turnamen OSSO (Olimpiade Sain Seni dan Olahraga) dalam turnamen bulu tangkis tunggal putra. Karim putra Palembang ini merupakan buah hati dari pasangan Asmawi Irwan Maulana dan Yuningsih, menceritakan pengalamannya sewaktu duduk di bangku Sekolah Dasar. “Semenjak SD pernah mendapatkan juara se kecamatan, antar sekolah di Prabumulih Palembang. Sosok ayah yang mengarahkan saya sewaktu kecil, dan hingga akhirnya melekat menjadi hobby.” Tutur Karim. Karim yang sangat menyukai minum teh manis kala berlatih amatlah berharap ingin menjadi pemain Nasional yang dapat membanggakan kedua orangtuanya. Sementara itu Gojali sebagai guru olahraga mengatakan, sudah mempunyai firasat bakat yang di miliki Karim. “Saya sudah melihat bakat yang di miliki oleh Karim, dan saya hanya tinggal menyalurkan bakat tadi ke dalam ajang kejuaraan.” Ujar Gojali kepada NYSN (24/5) Berbekal menjuarai turnamen osso antar sekolah menengah pertama Se-Tangsel Gojali terus memuji anak didiknya. “Baru saja ikut turnamen, sudah bisa menjadi juara 3, mudah mudahan tahun depan bisa jadi juara satu ya.”Harap Gojali yang di temui di area sekolah.(bgs/adt)

Swimming Open 2017 Jakarta Championship Siapkan Bibit ke Arena Olimpiade dan PON

swiminng open 2017

Acara yang di buka pada tanggal 23 Mei 2017 kemarin masih berlangsung ketat di Gelanggang renang Gor mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta. (25/5) Swimming open 2017 Jakarta Championship yang berhasil menyerap kurang lebih 40 Club Se Indonesia di harapkan mampu mewakili Indonesia di ajang Olimpiade maupun Pekan Olahraga Nasional (PON). Dari tiap Club yang mewakili Kota, Kabupaten ataupun Provinsi di Indonesia antara lain, hampir mengikuti semua kategori gaya. Gaya dada, gaya punggung, gaya kupu kupu dan gaya bebas. Dalam renang sendiri, lebih untuk sebuah olahraga yang melombakan kecepatan atlet dalam berenang. Faturmuji selaku panitia pelaksana kegiatan mengatakan kepada NYSN, bahwa ajang tersebut guna mempersiapkan atau menseleksi atlit menyambut Olimpiade dan PON mendatang. “Atlit atlit muda yang mengikuti lomba ini merupakan perwakilan club dari berbagai macam kota, kabupaten yang tersebar hampir seluruh pelosok negeri. Dan para Atlit yang ikut sudah melalui tahapan seleksi dan yang paling berprestasi di wilayahnya masing masing. Lalu acara ini di dedikasikan untuk mempersiapkan olimpiade dan PON mendatang.” Ungkap Fatur. Event Swimming open 2017 Jakarta Championship yang di gagas oleh FINA, AASF, PRSI dan KUMANG ini di percaya mampu akan menyalurkan dan mewakili nama besar Indonesia di ajang olahraga Nasional PON dan Internasional tiap empat tahunan yang mempertandingkan cabang-cabang olahraga musim panas dan musim dingin serta diikuti oleh ribuan atlet yang berkompetisi dalam berbagai pertandingan olahraga.(bgs/adt)

Raih Beasiswa, Nabila Kapten Tim Futsal Putri Ajak Kaum Perempuan Bersahabat Dengan Bola

Nabila bersama tim Futsal Putri SMK Letris

Perlu kita ketahui, bahwa menjadi seorang kapten dalam tim bukan hanya sekedar ikatan di lengan berban karet, tapi juga merupakan sentral komunikasi dimana harus menyerang dan juga mengatur waktu untuk bertahan. Nabila (16) yang tak lain merupakan siswi SMK Letris, dan sekaligus kapten futsal putri di tim sekolah nya. Nabila adalah seorang putri yang berprestasi dalam olahraga futsal, kecintaannya dalam bermain bola di mulai sejak menduduki bangku SMP. Berlatar belakang hobby, menjadi satu satunya alasan untuk menekuni olahraga permainan futsal. Prestasi menjadi tim futsal putri berhasil di raih, diantaranya turnamen Dubesta Cup yang laksanakan di universitas budi luhur awal maret 2016 lalu. Prestasinya berawal dari keberhasilannya menjadi juara 1 tingkat futsal putri dan sekaligus mendapatkan beasiswa sebesar Rp. 34 juta dari panitia penyelenggara Universitas Budi Luhur. Nabila mengatakan kepada NYSN bahwa kaum perempuan jangan pernah merasa minder untuk menekuni olahraga yang di dominasi oleh kaum pria.(23/5) “Buat cewek-cewek yang lain jangan pernah takut mencoba olahraga yang di minati oleh banyak kaum pria. Bersahabatlah dengan bola dan lapangan, kerja sama yang baik dan konsisten dalam latihan adalah awalan yang baik untuk berprestasi di olah raga futsal.” Tegas Nabila Di balik keberhasilan Nabila meraih prestasi gemilang, tak luput berkat strategi sang pelatih Ahmad rifai dan imron nurhadi, yang selalu mengajarkan kedisiplinan dan latihan fisik. “Dua kali seminggu adalah bekal latihan fisik ataupun mental yang wajib di jalani oleh tim futsal putri di Letris. Segala tehnik passing, shooting dribbling juga di tekankan pelatih untuk tim putri.” Ujar Rifai. (bam/adt)

Antisipasi Kecurangan, XTC FC dari SMPN 6 Punya Kiat Khusus

Menjadi kapten bukan hanya mempunyai tanggung jawab yang besar, tapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik bagi tim, membuat tim lebih terkoordinir dan juga mencegah konflik internal. Satrio yudha (16) adalah seorang kapten dari club futsal sekolah smp negeri 6 Tangerang Selatan berhimpun dalam tim bernama club XTC FC. Kepada NYSN Satrio menceritakan perjalanan dari sebuah perjuangan untuk merebut gelar juara dalam pertandingan sebanding kategori Sekolah Menengah Pertama (SMP). (22/5) Satrio mengatakan bahwa berbagai turnament usia setara telah di lewatinya bersama club yang ia naungi, sesekali satrio meluapkan kekesalannya yang tersimpan lama di dalam hati. “Lewat kerjasama tim yang baik maka mudah mengalahkan lawan, tapi susah untuk menang jika, lawan curang memakai pemain cabutan, terkadang anak SMA di pakai untuk memperkuat club musuh, pertandingan jadi tidak fair, karena club SMP yang seharusnya melawan club SMP namun lawan memakai tim cabutan dari SMA.”Tegas satrio dengan nada menyesal. Sementara itu,Sutrisno sang pelatih satrio beserta club XTC FC mengajarkan tentang antisipasi terhadap kecurangan lawan. “Yang penting selalu kompak, sportif, gerak cepat, kerjasama bagi tugas maka anak SMA pun juga bisa kalah. Jangan memikirkan tentang apapun yang bisa mengganggu mental, percaya diri yang paling utama.” Kata Sutrisno Sutrisno juga menambahkan bahwa Club XTC FC akan terus mengukir prestasi yang membanggakan. “Sepanjang perjalanan Club XTC FC ini sudah melewati 11 kali ajang turnament futsal khusus SMP dan berhasil menjuarai 7 turnament se-Kota Tangerang Selatan, saya yakin bahwa tim ini akan terus berprestasi lebih dari waktu ke waktu.” Tutup Sutris (bam/adt)⁠⁠⁠⁠

Tak Disangka Pemain Cabutan ini Menyabet Gelar Juara Bola Basket

Amelia Hernanda Suryana, Gadis belia kelahiran pamulang, 7 febuari 2004 ini sangat mengidolakan pemain basket NBA Kyrieirving Cavaliers Basketball. Nanda panggilan akrabnya menceritakan kepada NYSN di kediamannya tentang rutunitas jadwal latihan basket bersama teman timnya St. Diciassette SMPN 17 Tangerang Selatan. “Jadwal latihan bola basketku agak padat, yang rutin di sekolah yaitu hari rabu dan jumat. Di mulai dari jam 15.00 sampai dengan jam 17.30 sore, sedangkan jadwal di luar sekolah, yaitu hari sabtu di saat libur jam 8.00 pagi hingga jam12.00 di Gor ciputat.” Kata Nanda. Nanda yang menyukai makanan bakso ini juga menceritakan bahwa mempunyai harapan untuk masuk di Club besar basket di Indonesia. “Harapannya sih masuk Club Victoria ragunan. Sepertinya bisa menambahkan skill basketku ke depan. Dahulu kami sempat patungan 20 rb/murid. Campuran cewek- cowok untuk bermain basket.” Tambah Nanda Gadis belia ini sempat memaparkan prestasinya yang di raih. Diantaranya pernah menyabet gelar Juara 2 turnamen basket putri tingkat Tangsel dengan kategori gabungan SMA dengan SMP. “Awalnya sih di ajak, tapi lama lama senang. Kemudian sering ikut Sparing dengan tingkatan yang lebih tinggi, walaupun melawan tingkat SMA kami selalu menang. Bahkan saya sering di hubungi oleh tim di luar sekolah, di pinjam menjadi pemain cabutan untuk memperkuat tim sekolah lain.” Sementara itu Herlina ibunda nanda sempat khawatir. Pernah melihat kondisi fisik putrinya sempat drop atau dalam kondisi kurang sehat. “Saya pasti khawatir melihat kondisi Nanda kala itu, Namun ketika di larang masih tetap saja dengan kemauannya berlatih. Tapi akhirnya nanda mengikuti saran saya untuk istirahat demi kesehatan tubuhnya.” Tutup Lina. (bgs/adt)

Yorrys Raweyai, Bangga Dengan Prestasi yang Dicapai Brigade Beringin

Yorrys Raweyai saat diminta keterangan oleh NYSN saat pemberian piala kepada Brigade Beringin sebagai pemenang di acara Football for Peace 2017, Minggu 21/05/17. (NYSN Media)

Brigade Beringin yang keluar menjadi juara 1 Football For Peace 2017 ini tak henti hentinya menuai pujian dari berbagai pihak. Celebrasi dengan cara melompat lompat menjadi ciri khas sekaligus sebagai tanda bahwa pertandingan telah berakhir dengan sucses. Di lapangan inti pusat celebrasi terlihat sosok yang akrab di kalangan anak muda yang sering di panggil dengan sebutan bang Yoris turut hadir memberikan semangat bermain sportif. Yorrys Raweyai kepada NYSN mengatakan bahwa dirinya salut dan bangga kepada anak muda yang menjunjung tinggi Sportifitas. “Pandangan saya terhadap anak muda yang suka dengan olahraga itu sangat baik, menang atau kalahpun patut di apresiasi, karena mereka semuanya telah bermain dengan baik dengan menjunjung tinggi nilai sportifitas”Kata Yoris Yoris menambahkan bahwa dirinya juga mengapresiasi acara Football For Peace 2017 yang di selenggarakan oleh Unipapua Community dan juga di dukung oleh kementerian terkait. “Semoga acara seperti ini dapat menginspirasi seluruh pelaksana kegiatan, selanjutnya saya berharap bahwasannya Unipapua harus mampu menciptakan output setelahnya, menciptakan perdamaian sesama warga negara dan juga menjaga semangat damai itu sendiri.”Tambah Yoris. Dalam hal ini, Yoris juga mengatakan bahwa dirinya sangat bangga kepada seluruh Tim Panitia dan Tim Brigade Beringin. “Selamat untuk kalian semua.” Tutup Yoris seraya pergi meninggalkan lapangan. (adt)

Keluar Sebagai Pemenang, Brigade Beringin Jemput Piala

Tim Brigade Beringin berfoto bersama saat menerima piala bergulir Football for Peace 2017, Minggu 21/05/17. (NYSN Media)

Final piala Football For Peace, tim Uncle berhadapan dengan 7 punggawa tim Berigade Beringin. Tim asuhan Andri dan Iqbal bertemu rival terberat berseragam kuning dalam kompetisi damai besutan Henkur kurniawan dan Avner. Dalam pertandingan tersebut Uncle terlihat kurang dapat mengimbangi serangan yang di lancarkan bertubi tubi oleh Brigade. Terbukti dalam waktu yang baru berjalan 5 menit tim berseragam merah ini mengalami kebobolan atas tendangan jarak dekat bernomor pungggung 09 M. Kholik Firmansyah. Kemudian diakhir babak pertama, gol kembali terjadi atas tendangan jarak jauh yang tercipta dari yadison lambe. Hingga babak kedua Uncle benar-benar di buat tak berdaya menahan serangan demi serangan, dan gol ketiga kembali tercipta oleh pemain depan Brigade Andro Levandy dengan nomor punggung 14, dan skor 5-0 untuk kemenangan Brigade Beringin di tutup oleh Hilman. Dengan demikian Tim Brigade Beringin akhirnya berhasil memenangkan pertandingan dan keluar sebagai juara 1 Kompetisi Football For Peace 2017 yang di selenggarakan oleh Unipapua community.   Mayjen TNI ( Purnawirawan ) Albert Inkiriwang, di berikan kesempatan untuk menyerahkan kepada pemenang, lalu Al Busyra Basnur yang tak lain adalah Direktur diplomasi publik kementerian luar negeri turut ambil bagian, Taher Hamed Wakil kedutaan besar Palestina, dan juga Elias Ginting yang mewakili Patron Unipapua. (bgs/adt)

Anak Gawang di Boyong Roadshow ke Spanyol Valencia

Gabriel saat bertugas sebagai Ball Boy pada acara Football For Peace, Minggu 21/05/17. (NYSN Media)

Gabriel Nicolas Honin (12) yang mengawali jejaknya menjadi anak gawang Unipapua tiap waktu makin menampakkan kemajuan yang signifikan. Seiring berjalannya waktu, Gabriel menjadi murid terbaik Unipapua dari 400 anak didikan di NGO Unipapua. Dan mendapatkan kesempatan training di spanyol merupakan kebanggaan tersendiri baginya. “Kecintaan aku di dunia bola sejak usia 10 tahun, meskipun masih terbilang baru namun akhirnya aku mampu berprestasi. Aku bangga menjadi salah satu anak Indonesia yang pernah latihan di Valencia.” Ungkap Gabriel dengan nada lugu. Dengan latihan yang rajin, serta selalu mengikuti instruksi pelatih adalah hal yang selalu gabriel jalankan demi mewujudkan keinginan yang lain. Sementara itu Yana Efendi yang juga merupakan pelatihnya selalu mengajarkan tehnik tehnik baru dalam bermain bola. “Di Unipapua kami selalu mengarahkan sesuai dengan usia si anak tersebut dalam dasar bermain bola, seperti Passing, control, dribble, tehnik dan strategi lainnya yang baru.”Ujar Yana Sedangkan pelatihan yang baik menurut koordinator Unipapua cabang cengkareng adalah kesabaran dalam menghadapi pertandingan adalah hal utama, agar anak anak dapat bermain dengan tenang bebas tanpa tekanan. “Hal yang perlu di perhatikan adalah mood si anak, bagaimana caranya bisa memberikan semangat agar si anak tersebut dapat leluasa bermain dengan sportif.” Di internal Unipapua cabang Cengkareng sampai saat ini berjumlah 80 anak didik. Dan metode pelatihan mengikuti arahan dari Unipapua pusat. (bam/adt)

Hasil Sementara Tournamen Football For Peace 2017

JKT69 saat melawan STEI pada pertanding persahabatan football for peace, sabtu 20/05/17. (NYSN Media)

Masuk ke semi final Tim A Unipapua kembali melenggang melawan Jakarta 69 FC hari ini di lapangan Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta (21/5) Tidak seperti biasanya, pintu utama Stadion di tutup dan di fungsikan hanya untuk tamu VIP. Selanjutnya dari pantauan NYSN hasil sementara pertandingan damai sebagai berikut, setelah berhasil menyingkirkan rival sebelumnya yaitu tim Arab league Tim B, kini Uncle FC segera di sambut oleh Jakarta 69 Senior. Sedangkan Jakarta 69 Fans akan bertemu dengan tuan rumah Tim A Unipapua, lalu Brigade Beringin berhasil melesat dan akan berhadapan dengan Jakarta 69 Fans Club. Lain dengan yang di alami oleh Timor Leste FC, setelah dewi fortuna berpihak dan mendapatkan Bye tanpa lawan, tim yang satu satunya mewakili dari negara luar akan di jamu oleh Sunros B siang ini. Sementara itu Saudi Arabia, North Korea, China, dan Iran belum berhasil masuk ke semi final (adt/bgs)

Esok, Tim For Peace 11-11 Dibentuk Oleh Panitia Sebagai Lambang Perdamaian

Brigade Beringin dan Perwakilan dari Amerika Latin saat hendak bertanding dalam acara Football for Peace, Sabtu 20/05/17. (NYSN Media)

Salah satu tujuan olah raga yang bertema football for peace 2017 yang di gelar Uni papua ini adalah untuk menjunjung tinggi nilai sportifitas diantara sesama pemain. Berusaha untuk menjadi pemenangan adalah harapan dan cita cita, tapi perlu kita garis bawahi bahwa misi olahraga di samping untuk mencari yang terbaik tetapi juga untuk menjaga yang baik. Menjaga yang baik yaitu menghormati peraturan yang telah di sepakati bersama. Esok hari semua tim yang mendaftarkan ke football for peace akan di libatkan kembali dengan cara di ambil satu pemain perwakilan dari timnya, lalu membentuk tim baru secara random oleh panitia, yang kalah ataupun yang menang dalam ajang kompetisi tournamen. Panitia Uni Papua selaku penyelenggara football for peace 2017 menghimbau melalui pengeras suara stadion Gor Soemantri brodjonegoro kuningan jakarta (20/5) “Kepada seluruh peserta di mohon untuk kembali lagi esok jam 8.00 hingga selesai, karena akan di bentuk tim baru sebagai simbol perdamaian, tim tersebut akan di bentuk dari seluruh tim yang terlibat dalam acara ini, dengan mewakili tim sebagai pemain dengan menjunjung tinggi sportifitas.” Katanya (adt)

Final, Tim Uncle Akan Berhadapan Dengan Brigade Beringin Sore Nanti

Brigade Beringin saat berhadapan dengan JKT69 akan meluncur ke final dengan tim Uncle

Tiba di suatu puncak pencapaian yang dapat mengukir nama dalam sejarah, kebanggaan yang membuahkan hasil mengangkat nama baik bagi individu maupun tim yang keluar menjadi pemenang dari sebuah nilai perjuangan. Tim Uncle yang tidak di unggulkan ternyata mampu melesat dan menunggu di babak final dari tournamen Football For Peace 2017 yang di selenggarakan oleh Unipapua, maju ke final setelah menekuk lutut Tim jakarta 69 fans A dengan skor 2-1. Gol yang terjadi diawal pertandingan melalui tendangan Munarto bernomor punggung 08. Lalu JKT 69 fans A tak mau ketinggalan dan membuahkan hasil gol balasan melalui tendangan dari kaki Bayu dengan nomer punggung 30. Di akhir babak penentu Tim Uncle kembali gencarkan serangan masif yang menciptakan gol cantik belum cukup untuk memastikan kemenangan Tim Uncle memasuki final. Akhirnya gol penentu terjadi lewat kaki pemain kanan Jackson yang bernomer punggung 25 sekaligus memastikan Tim Uncle lolos ke Final. Di final Tim Uncle akan berhadapan dengan Brigade Beringin yang sebelumnya berhasil menghentikan langkah Tim Timor Leste. (bgs/adt)