Final Yang Ditunggu-tunggu, Duel Jonatan Christie vs Anthony Ginting di Korea Open Super Series

Duel antara Jonatan Christie dengan Anthony Ginting di final Korea Open Super Series 2017 akhirnya bisa meningkatkan optimisme Indonesia. Negara ini kembali punya masa depan cerah di nomor tunggal putra. Harapan Indonesia untuk punya tunggal putra papan atas setelah Taufik Hidayat pensiun, akhirnya dilimpahkan ke nama-nama seperti Jonatan, Anthony, dan Ihsan Maulana Mustofa. Itu semua berkat performa apik mereka di Piala Thomas 2016. Namun usai Piala Thomas tersebut, performa mereka dalam tunggal putra muda Indonesia sempat menurun. Hingga akhirnya Jonatan dan Anthony yang mampu menciptakan All Indonesian Final di Korea Super Series. Jonatan lawan Anthony ini membuat Indonesia kembali memiliki juara super series untuk pertama kalinya setelah  April 2016 lalu, Sony Dwi Kuncoro memenangi Singapura Super Series. Anthony sendiri dalam menuju babak final di Korea Open Super Series telah menaklukkan sejumlah pemain unggulan seperti Ng Ka Long Angus dan pebulutangkis nomor satu dunia, Son Wan Ho. Sedangkan langkah Jonatan terbilang bagus juga dalam menuju babak final. Dia sukses menyingkirkan Lee Hyun Il dan Wang Tzu Wei. Pelatih tunggal putra Indonesia, Hendri Saputra gembira. Dia mengaku ini merupakan hasil latihan selama ini. “Puji Tuhan karena awalnya target mereka adalah babak semifinal namun melihat drawing yang ada, saya juga punya keyakinan mereka bisa melaju lebih dari itu dengan catatan bisa bermain bagus,” kata Hendri yang dilansir dari CNNIndonesia.com. Hendri menambahkan juga bahwa Jonatan dan Anthony terkadang masih menunjukkan tidak konsisten dalam bertanding. Namun, secara umum sudah ada peningkatan kualitas dalam permainan. Hal itu terlihat dari segi teknik dan strategi mereka. Final super series ini merupakan pertandingan pertama bagi Anthony dan Jonathan. Maka dari itu, duel ini juga akan berakhir pada titel super series perdana bagi salah satu dari mereka.

Selisih Satu Angka di Adu Penalti, Indonesia Gagal maju ke Final AFF U-18

Timnas Indonesia U-19 (Dok: PSSI)

Indonesia gagal melaju ke final Piala AFF U-18 2017. Pada semifinal yang berlangsung di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Jumat (15/9), tim Garuda Nusantara kalah dari Thailand dengan skor seimbang 3-2. dilansir dari CNN Indonesia, Pada babak pertama permainan Indonesia berlaga cukup meyakinkan. Berbagai peluang tercipta, namun itu belum menjadi penentu Indonesia dapat melaju kebabak selanjutnya. Pada babak pertama, peristiwa yang melibatkan Saddil Ramdani dan Wudtichai Kumkeam harus dibayar mahal dengan dijatuhkan kartu merah kepada Saddil yang baru masuk ke lapangan kurang dari satu menit. Timnas Indonesia U-19 gagal melangkah ke partai puncak Piala AFF U-18 2017. (Dok. PSSI)   Indonesia pun  harus berjuang dengan bermain dengan jumlah 10 orang di babak kedua. Kalah jumlah pemain, anak asuh Indra Sjafri tak patah arah, mereka tampil mengejutkan dengan mendominasi serangan dan beberapa kali mengancam gawang Thailand yang dikawal Kantaphat Manpati. Skor pun imbang tanpa gol hingga akhir dua babak pertandingan. Laga berlanjut ke babak adu penalti.   Timnas Indonesia U-19 akan kembali bertanding pada Minggu (17/9) memperebutkan peringkat ketiga di Piala AFF U-18 2017. (Dok. PSSI) Egy Maulana Vikri menjadi eksekutor pertama Indonesia sekaligus membuka keunggulan Merah Putih. Eksekusi penaltinya membuat Indonesia unggul 1-0. Thailand. Egy membuka asa Merah Putih maju ke final. Kapten Thailand, Kritsada Kaman gagal mengeksekusi tendangan penalti sehingga membuat Indonesia tetap unggul 1-0. Sayang tendangan pinalti kedua Indonesia yang dilakukan M Iqbal tidak mampu menambah angka bagi Indonesia. Sehingga kesempatan untuk mengungguli Thailand lebih jauh tidak terwujud. Justru skuat Gajah Perang yang menyamakan kedudukan setelah Nattawut Chootiwat menyamakan kedudukan. M Luthfi Kamal Baharsyah kembali mengantarkan Indonesia unggul 2-1. Tetapi keunggulan langsung dibalas oleh Chokanan Saima-In yang mampu membobol gawang Indonesia. Skor 2-2. Nurhidayat Haji Haris di posisi bek tengah yang tampil cukup apik di laga ini tidak dapat menyelesaikan penampilannya dengan sempurna. Tendangannya ditepis kiper Thailand Kanthapat Manpati. Teerapat Laohabut membuat Thailand berbalik unggul 3-2. Rifad Marasabessy yang menanggung beban sebagai penendang terakhir, tidak bisa menyelamatkan Indonesia. Indonesia kalah 2-3 di babak adu penalti dan gagal mengulang cerita berlaga di partai puncak seperti empat tahun lalu di Sidoarjo, Jawa Timur, ketika Evan Dimas dan kawan-kawan berjaya di hadapan suporter yang memadati Stadion Gelora Delta. Rachmat Irianto dan tim akan segera menjalani laga perebutan peringkat ketiga, Minggu (17/9), menghadapi kesebelasan yang kalah di laga semifinal antara Myanmar dan Malaysia.

Berhasil Kalahkkan Jepang, Praveen Jordan dan Debby Susanto Maju ke Semifinal

Praveen Jordan/Debby Susanto (badmintonindonesia)

Ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto meraih kesuksesan di babak perempat final Korea Open Super Series 2017. Keduanya berhasil menang dari Takuro Hoki/Sayaka Hirota, Jepang dan memastikan tiket keempat buat Indonesia ke semifinal. Sebelumnya, sudah ada Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang menang ke empat besar. Jordan/Debby lolos usai berhadapan dengan Takuro Hoki/Sayaka Hirota, Jepang, 21-17 dan 21-17. Keduanya pun mengaku tak menemukan kesulitan yang berarti. Bisa mencapai hingga babak semifinal, Jordan/Debby mengatakan mulai bisa menguasai kondisi lapangan. Sebelumnya menurut mereka, mereka cukup terpengaruh oleh angin yang ada di lapangan pertandingan. “Sejauh ini mainnya sudah enak. Dan saya juga tadi banyak cari pukulan, dengan kondisi seperti ini harus seperti apa,” ujar Jordan. “Dibilang mudah juga enggak sebenarnya. Cuma kami keuntungannya sudah pegang permainan dari awal, jadi mereka nggak enak duluan. Kalau dibilang gampang sih enggak,” kata Debby kepada badmintonindonesia.org usai bertanding (15/09). Pada ajang semifinal nanti, Jordan/Debby akan berhadapan dengan pasangan Jerman, Marvin Emil Seidel/Linda Efler. Melawan pemain non unggulan, dikatakan Jordan/Debby, mereka harus tetap fokus dan tak anggap enteng lawan. “Kalau melihat kans sih ada peluangnya. Tapi ya kami jadi nggak boleh santai juga, karena mereka kan bukan pemain unggulan tapi bisa mengalahkan pemain yang bisa dibilang bagus-bagus juga. Jadi kami harus bisa menjaga kondisi buat besok dan tidak menganggap enteng lawan,” jelas Debby. “Kalau pemain Eropa mereka mengandalkan strategi, jadi kami harus mengantisipasi hal tersebut,” lanjut Jordan

Taklukkan Tiongkok, Ganda Putra Bulutangkis Indonesia Maju ke Semi Final Korea Open Super Series

Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon (badmintonindonesia)

Setelah sebelumnya Anthony Sinisuka Ginting mengamankan posisi di semifinal Korea Open Super Series 2017, kini giliran pasangan ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon yang menyusul ke babak empat besar. Kevin/Marcus mengalahkan Liu Cheng dan Zhang Nan dari Tiongkok di SK Handball Stadium, Seoul pada Jumat (15/9), dua game langsung 21-16 dan 28-26. Kemenangan ini sekaligus menambah keunggulan 2-0, Kevin/Marcus atas pasangan juara dunia 2017 tersebut. Sebelumnya di Malaysia Open 2017, Kevin/Marcus menang dengan skor 23-21 dan 21-16. “Kami mainnya lumayan bagus, awalnya mungkin agak kagok karena mereka mainnya cepat. Tapi setelah poin 15 kami mulai menyusul, ya sudah lumayan enak. Pas game kedua kami sudah unggul lumayan jauh, tapi mereka mainnya lebih siap dan lepas, nggak terlalu tegang dan nggak mikirin. Akhirnya mereka malah lebih bagus,” kata Marcus kepada badmintonindonesia.org Berikutnya pada ajang semifinal, Kevin/Marcus masih menunggu lawan antara pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang. Tetapi saat melihat kekuatan di atas kertas, Kamura/Sonoda yang menjadi unggulan ketiga lebih berpeluang untuk bisa menang. “Kalau dengan Jepang kami sudah pernah ketemu beberapa kali, jadi sudah saling tahu satu sama lain. Harus lebih siap saja. Kalau pasangan Jepang mereka kuat, rapi dan nggak gampang mati,” ujar Kevin.

Jonatan Christie Berhasil Melaju ke Semifinal Setelah Kalahkan Jepang di Korea Open Super Series 2017

Jonatan Christie (badmntonindonesia)

Satu lagi wakil Indonesia yang berhasil menuai kesuksesan dengan lolos ke semifinal Korea Open Super Series 2017. Jonatan Christie terus melaju setelah menumbangkan Kazumasa Sakai asal Jepang, lewat tiga babak pertandingan dengan skor 21-13, 16-21 dan 21-19. “Puji Tuhan setinggi-tingginya, dengan bantuan-Nya saya bisa menang kali ini. Saya akui permainan saya tadi belum matang. Dengan kondisi permainan saya yang tadi, saya seperti tidak bisa mengontrol harus menggunakan stroke seperti apa. Di situ saya sebenarnya paham harus main seperti apa, tapi yang keluar tidak sejalan dengan pukulan saya,” kata Jonatan tentang penampilannya kepada badmintonindonesia.org Kemenangannya di perempat final ini rupanya memiliki arti tersendiri buat Jonatan. Sebab pada hari yang sama, Jonatan merayakan hari ulang tahunnya yang ke 20 tahun. “Bersyukur banget ini jadi kado yang indah buat saya. Kemarin malam saya sempat tegang, sedih sama happy, nggak tahu kenapa. Senang karena di delapan besar bisa ketemu Sakai, jadi ada peluang buat lolos. Karena sebelum-sebelumnya saya pasti dapat lawan berat di babak-babak awal,” ungkap atlet kelahiran Jakarta tersebut saat ditemui di SK Handball Stadium, Seoul usai laganya, Jumat (15/9). Berikutnya pada pertandingan semifinal Korea Open Super Series, Jonatan akan berhadapan dengan Wang Tzu Wei, Taiwan. Sebelumnya, tiga kali berhadapan Jonatan belum pernah memperoleh kemenangan satu kali pun. Untuk itu, ia berharap laganya besok bisa membalas tiga kekalahan tersebut. “Pastinya saya akan berusaha semaksimal mungkin. Mudah-mudahan bisa membalas kekalahan sebelumnya, amin,” pungkas Jonatan.

Lolos ke Semifinal, Anthony akan Melawan Pembulutangkis Kelas satu Dunia Pada Ajang Korea Open Super Series

Anthony Sinisuka Ginting (badmintonindonesia)

Anthony Sinisuka Ginting sukses melangkah ke babak semifinal Korea Open Super Series 2017.Sebelum memastikan diri ke semifinal, Anthony melaju dengan mengalahkan pemain Jepang, Kenta Nishimoto. Tunggal putra Pelatnas Cipayung itu menang dua game langsung, 21-19 dan 21-13 dalam 39 menit. Dikatakan Anthony, Nishimoto mencoba merubah pola permainannya di tengah laga. Hal tersebut sempat membuat Anthony terpengaruh di lapangan. Beruntung akhirnya di poin-poin kritis, Anthony sukses berbalik memimpin lagi dengan 18-18, 20-19 hingga menang 21-19. “Pemain Jepang bola-bolanya lebih safe. Jadi saya harus lebih siap lagi. Siap capek dan siap segalanya. Karena di lapangan saya kan nggak tahu dia mau menerapkan strategi yang seperti apa,” ujar Anthony. Pada Semifinal Korea Open Super Series mendatang ia akan ditantang oleh pemain rangking satu dunia sekaligus tuan rumah, Son Wan Ho. Di atas kertas, posisi Son jelas lebih diunggulkan, dibanding Anthony yang berada di peringkat 24 dunia. Meski begitu Anthony mengaku siap untuk menghadapi situasi tersulitnya kelak di lapangan. Ia juga berharap bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya yang sudah dilatih selama ini. “Saya harus mempersiapkan mental dan pikiran yang lebih baik lagi. Yang penting siap capek dan siap susah. Karena besok lawannya kan top player juga, jadi sudah pasti akan capek dan susah. Besok saya mau coba lebih lepas aja. Buat nambah pengalaman juga dan apa yang dilatih selama ini bisa keluar semua dengan baik,” ujar Anthony kepada badmintonindonesia.org ditemui usai laganya, Jumat (15/9).

SMAN 7 Denpasar (Sisma) tembus Big 8 pada Ajang Honda DBL Bali

Tim putra SMAN 7 Denpasar (Sisma) tembus big 8 (delapan besar). Ini adalah prestasi terbaik tim putra Sisma sepanjang sejarah Honda DBL Bali Series. Menurut lansiran dblindonesia.com (13/09/2017), Sisma telah menunggu tujuh tahun untuk kembali maju ke kelompok elite Honda DBL Bali Series. Pasalnya, saat 2010, setelah masuk final party dan menjadi runner up. Baru tahun ini dapat big eight. Pasukan asuhan Bayu Sena Putra berhasil mengalahkan SMA Saraswari 1 Denpasar (SLUA) dengan skor 31-15. Meski menang, Bayu mengatakan tim belum sepenuhnya maksimal. Contoh dalam hal finishing masih buruk, under basket, banyak shooting airball, dan defense pun harus  dibenahi.

Tim putra SMA Soverdi Tuban sukses tebas Triska Di Honda DBL Bali

Tim putra SMA Soverdi Tuban sukses tebas SMKN 3 Denpasar (Triska) dengan skor 27-18 di playoff kemarin. Dengan hasil tersebut, tim Soverdi lolos big eight dan akan melawan SMAN 1 Negara (Smansa). Menurut lansiran dari dblindonesia.com (13/09/2017), euforia pertandingan di Honda DBL Bali kemarin cukup tegang. Kedua belah pihak sama-sama bersikeras untuk bisa memenangkan pertandingan. SMKN 3 Denpasar sedikit lebih unggul pada dua kuarter awal. Setelah di kuarter tiga dan empat, Soverdi menjadi lebih baik dan berhasil memenangkan pertandingan. Pelatih Tim Basket Putra Soverdi, I Gusti Ngurah Teguh Putra Negara mengatakan pertandingan anak asuhnya tersebut lebih baik dari pertandingan pertama melawan SMKN 3 Denpasar di grup G. Permainan mereka sudah lebih baik. Namun, masih jauh dari kata sempurna. Tim masih kurang di komunikasi antar pemain serta belum bisa mengambil keputusan di lapangan. Sedangkan di sisi pihak Pelatih Tim Basket Putra SMKN 3 Denpasar Rahmat Syafii mengaku permainan anak asuhnya hancur kali ini. Mereka bermain tidak sesuai intruksi yang diberikan.

Berkat Kegigihannya, Hartopo Di Berikan Hadiah Arena Sepatu Roda Oleh Walikota Bekasi

sepatu-roda-bekasi

Hartopo adalah sosok seorang coach cabang olahraga sepatu roda dari tim kota bekasi, yaitu tergabung dalam bhagasasi speed club. Dirinya mulai merintis karir sebagai pelatih club sepatu roda pada tahun 1996, juga sebagai pendiri club sepatu roda kota bekasi untuk yang pertama kali terbentuk pada tahun 2000 lalu. Di tahun 2006 club dan timnya mulai berkontribusi di ajang PORDA Jawa Barat hingga saat ini masih konsisten dalam mengembangkan olahraga sepatu roda. Berkat kegigihan dan perjuangannya coach Hartopo dalam melatih, anak didiknya menjadi atlet langganan yang selalu masuk kandidat dalam mewakili Kota Bekasi di ajang PORDA Jawa Barat ataupun di luar Jawa. Berikut beberapa kejuaraan sepatu roda yang pernah di raih oleh Hartopo dan tim bhagasasi speed club diantaranya: 1. Juara umum sepatu roda se-Indonesia 2. Piala Gubernur Jawa Barat 3. Piala Wali Kota Surabaya 4. Piala Gubernur Sumatera Utara 5. Piala Bupati Serang, Banten Selain menanggani tim Bhagasasi speed club, Hartopo juga aktif mengajar ekskul sepatu roda di sekolah Al-Azhar sentra timur, jakarta timur. Saat di temui oleh kontributor nysnmedia.com pada hari jum’at (8/9/18) kemarin, coach Hartopo bersama timnya bhagasasi speed club sedang melakukan latihan untuk persiapan PORDA kabupaten Bogor mengatakan bahwa target kedepannya akan mengharumkan nama bekasi. “Target kedepanannya saat ini adalah, kita ingin mengsuksekan tim kejuaraan porda di Kabupaten Bogor, dan mudah-mudahan target kita 5 emas berhasil pada 2018 nanti untuk Bekasi,”ujar coach Hartopo. Sedangkan pada porda tahun 2006 di Karawang, Hartopo dan timnya bhagasasi speed club berhasil mendapatkan 4 emas, 5 perak dan 3 perunggu. Sehingga membawa nama Kota Bekasi menjadi harum dan layak menjadi perhitungan bagi tim lainnya se-Jawa Barat, lalu sebagai penghargaan atas prestasi yang di raih tersebut Achmat Jurfaih selaku Walikota Bekasi memberikan hadiah arena sepatu roda di Kota Bekasi yang di gunakan sampai sekarang, yang berhasil membawa kontingen Kota Bekasi masuk di peringkat 4 besar se-Jawa Barat. (mrd/adt)

Honda DBL Bali: Pelatih Adu Cerdas Strategi di Kampung Halaman

Honda Developmental Basketball League (DBL) 2017 Bali Series ternyata menjadi ajang adu cerdas strategi untuk para pelatih. kini ada dua sosok yakni Triadnjana Lokatanaya dan IGN Rusta Wijaya Menurut lansiran dari dblindonesia.com (13/09/2017), Triadnjana sosok yang tak asing lagi di pentas basket nasional. Ia adalah mantan pemain senior di Aspac Jakarta, serta mantan pemain BSC Jakarta. Triadnjana jadi angkatan pertama pebasket Bali yang pindah klub profesional. Dell Aspac Jakarta sendiri itu tim pertamanya dan terlama dari era Kobatama hingga IBL. Dari tahun 1989 sampai tahun 2004  mantan pemain nasional itu berada di Aspac. Tak hanya itu pengalamannya,  Dia  sempat memperkuat Timnas Basket Putra Indonesia dari medio 1989 hingga 2001. Saat Ia aktif sebagai pebasket profesional, memiliki compatriot dari Bali seperti I Made Sudiadnyana alias Lolik hingga terus berlanjut ke Cokorda bersaudara (Cokorda Raka Satria Wibawa dan Cokorda Rai Adi Pramartha, Red). Setelah masa-masa itu, Adnyana pun langsung berlanjut ke Rusta (IGN Rusta Wijaya, Red). Pebasket asal Tabanan itu pensiun saat di Mitra Kalila atau sekarang menjadi Pelita Jaya. Usai pensiun, Adnyana tidak langsung pergi dari dunia basket. Dia masih setia menetap menjadi pelatih di Stadium Jakarta. Pernah juga menjadi Asisten Pelatih Timnas basket Putri Indonesia tahun 2013 untuk Islamic Solidarity Games (ISG). Saat itu dia berhasil membawa Indonesia meraih medali emas. di tahun lalu, ia memantapkan diri untuk pindah ke Bali. tawaran pun datang dari tim SMA. Santo Yoseph, SMA Adnyana berlabuh. Disana dia tidak ingin dianggap sebagai pelatih kepala.  “Saya hanya bantu-bantu saja. Anak-anak yang minta saya bantu. Akhirnya saya bantu. Hitung-hitung untuk pembinaan juga,” ucapnya. Menurut Adnyana semangat anak asuhnya  tersebut sangatlah bagus. Sedangkan di sisi lain, seperti lansiran dblindonesia.com, IGN Rusta Wijaya adalah pelatih Tim Basket Putra SMAN 1 Denpasar.  Rusta dan Adnyana pernah beradu playoff. Rusta dikatakan generasi berbeda dari Adnyana. Dia baru terjun ke dunia basket profesional saat tahun 2002. “Setelah saya bawa Bali dapat perunggu PON 2000, banyak pemain yang diincar klub profesional. Awalnya saya ditawari ke Aspac. Tetapi saya masih belum siap karena masih muda akhirnya saja tidak jadi ambil tawaran itu. padahal sempat saya sudah di Jakarta,” jelasnya dari lansiran dblindonesia. Setelah itu, dia merubah jalannya. Tawaran dari Pelita Jaya pun ia ambil dan menjadi klub yang pertama-terakhir bagi Rusta. Diakhir, Rusta juga memutuskan balik ke Bali dan membentuk akademi basket bersama kompatriotnya saat PON 2000, dengan nama Elite Academy. Tawaran untuk melatih tim basket SMA tentu ada. Berkat didikannya, Smanela berhasil menjadi juara ketiga saat Porseni pada tahun 2014. Setelah itu Dia melanjutkan melatih Smansa.

Berikut Schedule Coaching Clinic Sepakbola Sosial, Ritual Tahunan Ini Pimpin Langsung Oleh Pelatih Amerika

jadwal-uni-papua

Coaching clinic yang rutin di adakan oleh Uni papua FC mendapatkan respon positive dari pelatih luar negeri. Unipapua yang tak lain di gagas oleh Harry Widjaja, CEO Uni Papua Indonesia FC/IDGEN, masih konsisten menebarkan rasa kepedulian terhadap sesama anak bangsa dengan sepakbola. Agenda rutin Unipapua kali ini di bantu oleh pelatih dari CAC Emily Kruger yang datang dari Amerika Serikat dan juga Tejas dari India, serta Frans Paraibabo yang tak lain merupakan pelatih berlisensi di PSSI yang memimpin langsung program ini melalui kerjasama dalam bidang sosial. Rencananya selama di Bali, materi yang diajarkan di antaranya adalah: 1. Circle of Friends 2. Mingle-Mingle 3. Marta for Conflict Resolution 4. Messi For Healthy and Awareness 5. Gaza Support System 6. Stamford Bridge, dan 7. Games For Children Dan setelah dari Bali, program Coaching Clinic CAC Uni Papua FC ini akan berlanjut di Kupang dan Belu, Nusa Tenggara Timur. Sedangkan untuk kegiatan di NTT telah bekerjasama dengan SSB Bintang Timur, yang didirikan oleh Ketua Komisi V DPR sekaligus Tokoh Masyarakat NTT dan Pengurus PSSI yang sangat cinta akan olahraga sepakbola, yaitu Fary Francis. Perkiraan, moment Coaching Clinic di NTT akan diselengarakan pada tanggal 18 – 22 September 2017. Menurut rilis yang di terima nysnmedia.com, kegiatan ini sekaligus menjadi penjajakan program sepakbola perbatasan IDGEN dengan BNPP yang telah mengadakan MOU pada 12 Juli 2017 lalu, antara Ketua BNPP Tjahjo Kumolo dengan CEO dan Pendiri Uni Papua FC, Harry Widjaja. Coaching Clinic CAC juga akan berlanjut di pulau Cenderawasih, tepatnya di Kepala Burung akan melibatkan para praktisi sepakbola sosial Uni Papua FC Sorong. Para guru-guru olahraga, pelatih Uni Papua dari Sorong dan Sorong Selatan serta Maybrat akan bergabung selama 5 hari untuk mengikuti program CAC ini. Coaching Clinic di Sorong, Papua Barat akan diadakan pada tanggal 25 – 29 September 2017 mendatang.     Sementara itu kegiatan Coaching Clinic Uni Papua Indonesia FC dengan CAC akan ditutup di Aceh, oleh Uni Papua FC Kuta Gle Aceh yang dikomandani oleh Fauzany. Dalam agendanya di Aceh, penyelenggaraan Coaching Clinic ini akan didukung oleh Pemerintah Kota Aceh, dan melibatkan Walikota Aceh H. Aminullah Usman SE membuka kegiatan ini, serta didukung oleh Asprov PSSI Aceh, Dispora Aceh, dan mitra-mitra kerja Uni Papua Aceh. Coaching Clinic akan berlangsung di Stadion Harapan Bangsa Aceh, pada tanggal 2-5 Oktober 2017, akan dihadiri juga oleh Pelatih PPLP dari Jawa Tengah Andreas Kristianto dan peninjau program sepakbola sosial dari Perancis.(red)

Uni Papua FC Jalin Kerjasama dengan Coaches Across Continents

uni-papua

Dalam menjaga konsistensi dan program berkelanjutan komunitas sepakbola sosial Indonesia Uni Papua Indonesia, yang berada dibawah payung organisasi IDGEN mengadakan ritual tahunan yang ke-5 kalinya sejak tahun 2012. Secara rutin moment ini menjadi agenda tahunan yang bernama Coaching Clinic untuk Para Pelatih Sepakbola Sosial bersama Organisasi Dunia, Coaches Across Continents (CAC). CAC adalah NGO dari Amerika Serikat untuk pelatihan pelatih sepakbola sosial, organisasi ini didirikan oleh Nick Gates, yang tak lain merupakan mantan Pemain Liga Inggris, CAC saat ini adalah Organisasi yang terbesar di dunia dan menjalankan programnya lebih dari 50 Negara. Tujuan Uni Papua dan CAC pada pelatihan ini diantaranya untuk memperlengkap para insan pelatih sepakbola secara sosial, dan juga untuk memperdalam materi-materi baru yang berhubungan dengan kehidupan sosial anak-anak untuk dapat memahami tentang masalah-masalah sosial yang berkembang dan diajarkan melalui permainan sepakbola. Rabu,13 September 2017. Menurut rilis yang di terima oleh nysnmedia.com, pada opening ceremoni pertama diadakan pada hari senin kemarin 11 September 2017, hingga sampai dengan 15 September 2017 mendatang di Denpasar Bali. Coaching Clinic itu diikuti oleh para pelatih Uni Papua FC Bali yang berasal dari penjuru Denpasar dan sekitarnya, ada juga pelatih Uni Papua cabang Surabaya, Probolinggo, Blitar, hingga pelatih asal Afrika Selatan, Perancis yang bergabung, serta dari organisasi mitra Uni Papua FC yang tersebar di Bali.(red)

POPNAS 2017 Jadi Tahun Pertama Panjat Tebing di Pertandingkan

Panjat tebing yang diadakan di kompleks Stadion Manahan. (Foto: Bramantyo/Okezone)

Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV 2017 yang digelar di Jawa Tengah pada 10 hingga 21 September 2017 Kemarin. Ada Penambahan Cabang olahraga (Cabor) yang di pertandingkan pada tahun ini, salah satunya panjat tebing. Tahun ini merupakan Tahun pertama panjat tebing di pertandingkan di POPNAS. Hal itu pun dikonfirmasi Ketua Bidang Kompetisi PP Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Rudy Fitrianto. “Ini pertandingan perdana panjat tebing masuk POPNAS. Alhamdullilah, semoga mampu menghasilkan bibit baru di dunia panjat tebing,” jelas Rudi kepada tim Okezone, di Solo, Rabu (13/9/2017). Penyelenggaraan  pertandingan panjat tebing khusus digelar di Stadion Manahan Solo pada 13-16 September 2017. Pemilihan Stadion Manahan Solo sebagai lokasi pertandingan menurut Rudy, karena venue panjat tebing di Stadion Solo yang paling siap dibanding wilayah lain. Cabor panjat tebing yang baru digelar ini diikuti 101 atlet dari 22 Provinsi di Indonesia. Ada beberapa nomor yang dipertandingkan. “Pesertanya adalah para pelajar dengan umur maksimal 18 tahun,” terang Rudi. Technical meeting telah dilakukan pada Selasa 12 September 2017 kemarin dan dilanjutkan dengan practice untuk nomor speed. “Dalam speed world record perorangan putra diikuti oleh 29 atlet putra dan 19 atlet putri dari beberapa Provinsi di Indonesia,” pungkasnya.

Honda DBL 2017: SMAN 4 Kupang Siap Bersaing

Tim basket putra maupun putri SMAN 4 Kupang menyatakan kesiapan dalam bersaing di Honda DBL tahun ini. Menurut yang dilansir dari Dblindonesia.com (12/09/2017), Aprili Lay perwakilan dari Kapten Putri maupun Roland Elkana Linggi selaku kapten tim putra, menyatakan kesiapan mereka untuk bersaing dengan tim basket sekolah lain. Tim basket SMAN 4 jelas Aprili, telah berlatih rutin tiga kali seminggu dan siap tampil di Honda DBL. Begitupun Roland, Dia mengatakan tim putra sudah berlatih maksimal dan tim optimis bisa bersaing dengan tim lain menjadi yang terbaik. Dalam roadshow perkenalan, yang paling ditunggu yaitu atraksi tim Dance SMAN 4 Kupang. Tim Dance itu sendiri juga menunjukkan kesiapan mereka dalam bersaing dengan tim Dance sekolah lain dalam UBS Gold Dance Competition tahun ini.

Aquino Lolos dalam Pertandingan Dramatis Dalam DBL Indonesia

Pertandingan DBL Indonesia antara SMA Aquino Amurang melawan SLA Advent Tompaso berlangsung dramatis. Seperti yang dilansir dari dblindonesia.com (12/09/2017), Waraney Langkun, dkk dalam tim Aquino Amurang, sempat direpotkan dengan beberapa kali pick and roll dari skuad Tompaso. Beruntung dengan konsentrasi penuh tim Aquino bisa mempertahankan pertahanannya. Pertandingan putri ini saling kejar mengejar poin sejak kuarter awal. Aquino sempat leading di kuarter dua dengan perolehan 11-6 oleh tim asuhan Robert Sagay. Kuarter ketiga, berakhir dengan skor 15-11 untuk keunggulan Smanix. Di kuarter terakhir, memasuki dua menit akhir, Smanix unggul tipis 15-14 dengan Aquino. Hingga akhirnya bisa membalikkan keadaan saat waktu tersisa satu menit. Dengan perolehan 21-16 untuk Aquino. Hingga titik akhir Aquino, yaitu skor berubah 23-22 dari tembakan bebas. Menurut lansiran dari DBL Indonesia, pelatih Smanix Robert Sagay mengakui keunggulan tim lawan. Dalam pertandingan tadi bisa merasakan bagaimana tim asuhannya leading maupun tertinggal. Menurutnya, anak-anak juga sudah bermain sangat baik, namun ternyata masih ada yang lebih baik dari tim Smanix. Sedangkan menurut pelatih Aquino Amurang Stenly Makawimbang, menjelaskan “Pertandingan yang menegangkan dan terlihat anak-anak sempat grogi. Tentu dari bench terus menginstruksikan agar tetap tenang. Bersyukur mereka mampu menerapkannya dalam permainan dan memperoleh poin penentu kemenangan saat over time,” terang pelatih

Turnamen Golf South East Asian Amateur Golf Team Championship 2018 Akan di Adakan Di Myanmar

Pidato-pembukaan-Presiden-Golf-Indonesia-Murdaya-Widyawimarta

Turnamen golf South East Asian Amateur Golf Team Championship yang di gelar sejak 5-8 September 2017 di lapangan Gading Raya Padang Paramount, Kabupaten Tangerang berlangsung penuh keakraban antar 12 Negara asia. Presiden Golf Indonesia, Murdaya Widyawimarta mengatakan bahwa biasanya moment rutin ini selalu di tanggung oleh negara, tetapi kali ini organisasi yang mendanai. “Pada umumnya negara sebagai tuan rumah yang membiayai event penyelenggaraan acara cabang olahraga golf tiap tahunnya. Tapi kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang mendanai lebih mengarah kepada perkumpulan asosiasi golf ,” pungkas Murdaya Asosiasi Internasional yang sudah berdiri sejak tahun 1961 ini selalu rutin mengadakan kompetisi golf tiap tahunnya. Dan untuk tahun 2018 mendatang turnamen serupa akan kembali digelar di Negara Myanmar sebagai tuan rumah pada golf amateur.(adt)

Tinjau Lebih Dalam Penamaan Kategori Turnamen Golf South East Asian Amateur Golf Team Championship 2017

piala-kartini-dari-Indonesia

Acara kompetisi golf south east asian amateur golf team championship 2017 yang berlangsung di kawasan pemukiman gading raya padang golf di ikuti oleh 12 negara secara tim, masing-masing perwakilan negaranya membawa para atletnya per-tim. Dalam kejuaraan yang di gelar dibagi menjadi 4 kategori diantaranya menyimpan history atau sejarah dari perwakilan untuk menghormati beberapa negara. Diantaranya Putra, Santi, lalu Lions dan terakhir Kartini untuk putra-puteri yang berumur 16 tahun ke bawah (U -16). Asal usul nama piala kejuaraan, nama Putra diberikan dari Malaysia, Lions dari Singapura, lalu Santi dari Thailand, dan Kartini dari Indonesia. (adt)

Thailand Berhasil Juarai Semua Kategori Turnamen golf South East Asian Amateur Golf Team Championship 2017

Thailand-banyak-menjuarai-turnamen-golf

Dalam olahraga Golf, point yang terendah malah menjadi pemenang. Skor terendah itu punya alasan karena lebih sedikit melakukan pukulan dari start awal terdiri dari beberapa hole ke hole yang lain mengarah ke lobang (hole) dialah yang menjadi juara. Dan Thailand berhasil menjuarai semua kategori turnamen golf South East Asian Amateur Golf Team Championship 2017. Dari perhelatan ajang rutin golf south east asian amateur team championship 2017 yang berlangsung di gading raya padang golf kabupaten Tangerang, Thailand berhasil menang dari semua kategori yaitu Putra Cup Thailand yang berhasil mengumpulkan skor 803, Singapura 812, dan Indonesia dengan 832. Sedangkan dalam kategori Santi Cup Thailand memperoleh skor 546, lalu di susul oleh Indonesia dengan nilai 555, dan juga Malaysia 594. Begitu juga dari Lion City Cup Thailand masih memimpin dengan skor 552, dan Malaysia 566, lalu di susul oleh Indonesia dengan angka 573. Di kategori Kartini Cup Thailand juga memimpin di angka 552 lalu Malaysia 568 dan Indonesia dengan 572. Maka dengan hasil demikian, Thailand berhasil mengambil gelar juara dari tuan rumah Indonesia.(adt)

Begini Komentar David Milne Pelatih Nasional Golf Indonesia Di Ajang Turnamen golf South East Asian Amateur Golf Team Championship 2017

David Milne Pelatih Nasional Indonesia dari Pro Tour Golf College, Connolly Western Australia

Turnamen golf South East Asian Amateur Golf Team Championship 2017 yang di gelar di lapangan gading padang raya golf, kabupaten Tangerang, Banten pada 3 hari berturut turut sejak tanggal 5 September lalu menyimpan catatan penting bagi pelatih nasional golf Indonesia. David Milne Pelatih Nasional Indonesia dari Pro Tour Golf College, Connolly Western Australia mengatakan kepada nysnmedia.com bahwa pada turnamen golf ini atlet Indonesia menjadi pemain termuda, dan ajang seperti ini digunakan untuk pengembangan potensi diri. “Tentu saja, jika kamu lihat kedua tim tersebut, khususnya Singapura. Rata-rata usia mereka adalah 24 tahun. Dan untuk atlet Indonesia usianya sekitar 17,4 tahun. Tim kami lebih muda. Ini adalah kali pertama mereka ( tim indonesia) mengikuti event internasional. Tapi mereka memperlihatkan kalau mereka bisa berkompetisi, khususnya para pemain wanitanya. Kevin (19) , Joey (16), dan Gie (17) Mereka mendapatkan medali perak dan perunggu.”terang David David menambahkan permainan yang tenang dapat mendukung kontrol (emosi) untuk tetap stabil dan berhasil mendapatkan 32 par. “Yang terpenting dalam mendapatkan nilai diturnamen ini, mereka sangat tenang dan luar biasa penampilannya. Dilihat dari nilai utamanya adalah 32 par.  2 tahun yang lalu saat mendapatkan medali perunggu di Sea Games, total nilai lebih dari 19. Kamu tau itu apa? Itu adalah 32,15 shoot berbeda.”Tambah David Pada kesempatan itu David mengakui bahwa tim Thailand memang sangat kuat, tetapi Indonesia siap membuntuti dan akan merebut gelar juara. “Ya, memang kami tidak menang melawan Thailand. Sekarang memang kita mendapat 1 medali perak dan 1 medali perunggu. Tapi mereka (tim Indonesia) tidak tau tentang penilaian. Mereka (tim Indonesia) sangat mampu bersaing. Tapi mereka masih sangat muda, butuh pembuktian. Kami di belakang mereka, harus mendorong mereka, bukan hanya mendorong ke para pemain, tapi juga harus membangun pool nya. Yang terpenting sekarang, kami punya Michaella, di shoot 66, dia mendapat nilai terbaik melawan Thailand hari ini. Patty 67 melawan Thailand urutan kedua terbaik. Kami tidak menang melawan Thailand sebagai tim, tapi lain waktu pasti kami bisa mengalahkan Thailand.”tutup David.(adt)

Audisi Umum PB Djarum 2017: 112 Peserta ke Final Tahap kedua

Euforia peserta PB Djarum (Foto: bulutangkis.com)

Pada tahap kedua final Audisi Umum PB Djarum 2017 dipastikan 112 pemain telah lolos dari tahap tersebut. Selanjutnya, mereka akan kembali diuji di dua pertandingan terakhir. Menurut yang dilansir dari cnnindonesia.com (9/9/2017), Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menjelaskan, hasil tersebut dari perdebatan yang cukup panjang para tim pelatih. Hingga akhirnya, mengeliminasi 27 dari 139 atlet yang lolos ke final. Ada juga pertimbangan tambahan dalam tahap kedua ini. “Selain teknik dasar, semangat juang hari ini kalah-menang di tiga pertandingan jadi tambahan pertimbangan. Kalau menang terus tapi kami gugurkan rasanya kurang adil,” kata Fung seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com Dua pertandingan selanjutnya dalam tahapan kedua final audisi, tim pelatih akan lebih selektif dalam memberikan penilaian  Penentuan atlet yang berhak masuk ke karantina. Fung juga menjelaskan materi peserta putra U-11 dan U-13 di audisi kali ini begitu berkualitas daripada materi peserta putri. Dalam perdebatan akan lebih banyak menentukan peserta putra yang lolos karena kualitas putra kali ini cukup merata. Fung menambahkan, apapun hasil nanti, tetap semangat dalam membina dengan bahan animo bulutangkis di Indonesia yang sudah cukup berkembang ini.