Ajang China Master 2018, Jadi Bahan Evaluasi PP PBSI Sektor Ganda Putri

Pasangan ganda putri Anggia Shitta Awanda (kiri), saat masih berpasangan dengan Ni Ketut Mahadewi Istarani. (badmintonindonesia)

Jakarta- Turnamen China Masters 2018, pada 10-15 April nanti, Indonesia bakal menurunkan tiga pasangan ganda putri. Yakni Nitya Krishinda Maheswari/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Anggia Shitta Awanda/Meirisa Cindy Sahputri dan Rosyita Eka Putri Sari/Yulfira Barkah. Di ajang itu, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan melakukan evaluasi terhadap ketiga pasangan tersebut, karena duet-duet itu merupakan kombinasi baru. Sebelumnya, Anggia berpasangan dengan Ketut, Nitya bersama Yulfira. Sedangkan Cindy bersama Nisak Puji Lestari. Sementara bagi Rosyita, ini adalah turamen pertamanya setelah mengalami cedera lutut di SEA Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia. Pada turnamen Osaka International Challenge 2018, Anggia/Cindy harus terhenti dilaga pertama, dan Nitya/Ketut di babak kedua, sedangkan Rosyita/Yulfira di babak perempat final. Chafidz Yusuf, Asisten Pelatih Ganda Putri PP PBSI yang mendampingi para pemain di Osaka, menyebut penampilan para pemain ganda putri akan kembali dievaluasi di China Masters 2018. “Kombinasi pasangan baru ini baru bisa dievaluasi di dua atau tiga turnamen. Itu pun diawali dari turnamen level international challenge. Beda dengan pasangan junior, yang disiapkan untuk jangka panjang,” ujar Chafidz seperti dikutip situs resmi PBSI, Jumat (6/4). “Mereka yang tampil di Osaka, memang pasangan baru. Tapi, secara individu sudah sering ikut turnamen. Jadi, fase penyesuaian, mestinya bukan masalah lagi. Coach Eng Hian juga beberapa kali memberikan kesempatan kepada pemain-pemain ini,” sambungnya. “Kami lihat nanti di China Masters. Faktor usia para pemain yang tak terpaut jauh, dan pengalaman, saya rasa waktu menyesuaikan diri itu bisa diatasi, karena mereka juga dilatih di Pelatnas,” terang Chafidz. Setelah China Masters 2018, nantinya beberapa pemain Indonesia itu akan mengikuti turnamen Malaysia International Challenge 2018, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 17-22 April 2018. (Adt)

Duel Ketat Hingga Rubber Set, Tunggal Putri U-15 PB Exist Kalah Dari Unggulan Asal India

Tunggal putri (U-15) Trianisa Kania Nurhasanah (kuning) takluk dari pebulutangkis unggulan dua asal India Meghana Reddy Mareddy lewat partai rubber game. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pemain tunggal putri (U-15) Trianisa Kania Nurhasanah masih belum berhasil merobohkan pebulutangkis unggulan dua asal India Meghana Reddy Mareddy, dibabak 32 besar turnamen bulutangkis ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’, pada Jumat (6/4). Pebulutangkis asal PB Exist Cibinong itu menyerah dalam drama pertarungan tiga gim berdurasi 45 menit, dengan skor 15-21, 21-19, dan 8-21 atas Mareddy. Di gim pertama, Nurhasanah membentang asa usai memimpin dalam interval skor 11-9. Namun, Mareddy berhasil memaksa skor imbang 12-12. Kedudukan kembar 15-15 kembali terjadi akibat bola pengembalian Nurhasanah keluar. Selanjutnya, perolehan angka pebulutangkis India itu menjauh dan menutup gim pertama dengan skor 21-15. Memainkan gim kedua, anak asuh Jonathan itu merubah strategi. Hasilnya, Nurhasanah mampu mencuri angka terlebih dahulu yakni 1-0. Kedua pemain terus mencari cara untuk bisa memberikan tekanan pada lawan. Akibatnya, pertarungan berlangsung ketat, begitu juga dengan skor yang selalu sama hingga kedudukan 7-7. Saat kedudukan 12-9 sempat terjadi rely panjang. Akhirnya pertarungan berakhir setelah bola pengembalian Mareddy tak mampu melewati net. Kedudukan berubah menjadi 12-9.Berkat instruksi dari sang pelatih yang harus lebih sabar dalam meladeni lawan membuahkan hasil. Nurhasanah sukses membungkus kemenangan di gim kedua dengan skor 21-19. Memainkan gim ketiga, Nurhasanah berada dalam tekanan. Mareddy dengan mudah mengumpulkan angka demi angka, hingga kedudukan 11-2. Pebulutangkis Bogor kerap melakukan kesalahan sendiri. Akhirnya, Mareddy yang memang berada di atas angin berhasil memastikan kemenangan setelah smash tajamnya tak mampu dikembalikan Nurhasanah. Pertandingan berakhir dengan skor 21-8. “Saya main memang agak tegang karena lawan pemain unggulan dua. Apalagi, secara fisik juga lebih bagus dan tinggi dari saya. Lawan juga terus melakukan tekanan,” ujar Nurhasanah usai pertandingan. “Di gim kedua, saya inisiatif untuk menekan dari awal. Bola saya turunin duluan terus dicepetin. Itu efektif dan saya bisa menang. Tapi di gim ketiga, saya sudah nggak fokus karena lawan bisa ngumpulin angka cepat dan akhirnya kalah,” sambungnya. Sementara, Jonathan, Pelatih PB Exist, mengaku puas dengan penampilan anak didiknya tersebut. Menurutnya, ajang ini bisa dijadikan sarana untuk menambah pengalaman bertanding bagi Nurhasanah. “Ini ajang internasional yang bagus, terutama untuk pebulutangkis pemula. Saya melihat ini adalah pengalaman buat Nurhasanah. Apalagi, lawannya menempati unggulan dua. Memang berat bagi Nurhasanah untuk bisa mengalahkan pemain India tersebut,” terangnya. “Tapi di gim ketiga, karena ketinggalan jauh, mainnya makin tak terkontrol. Dan lawan statusnya juga unggulan, sehingga pengalaman saat-saat poin kritis dan tahu bagaimana menghadapinya,” tuturnya. Ia menambahkan paska pertandingan ini pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap penampilan anak didiknya itu. “Perlu ditingkatkan lagi untuk fisiknya, terutama bertemu lawan yang memiliki postur lebih tinggi. Harus lebih sabar mainnya, dan dilihat juga Nurhasanah tadi angkanya didapat darimana,” pungkasnya. (Adt)

Kembali Hadirkan Kejutan, Dobel Putri Jaya Raya U-17 Tekuk Unggulan Enam asal Taiwan

Pasangan ganda putri (U-17) asal Klub Jaya Raya Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia sukses mengalahkan unggulan enam asal Taiwan Hsu Li Ying/Ting Ya Yun, dua set langsung.(Adt/NYSN)

Jakarta- Turnamen bulutangkis ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’, pada Kamis (5/4), kembali menghadirkan kejutan. Kali ini, kategori U-17 ganda putri asal Klub Jaya Raya Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia sukses memaksa pasangan unggulan enam asal Taiwan Hsu Li Ying/Ting Ya Yun untuk segera angkat koper dari turnamen junior itu. Bertarung dihadapan publik sendiri, seolah memberikan energi tambahan bagi pasangan tuan rumah. Buktinya, Lanny/Nadia tidak menemukan kesulitan berarti kala melakoni gim pertama. Angka demi angka dengan mudah diraih dan berhasil memaksa ganda putri Taiwan itu menyerah di gim pertama dengan skor 21-10. Berlanjut, di gim kedua, Lanny/Nadia yang tampil konsisten serta terus menerus memberikan tekanan hingga tidak memberikan kesempatan pada Hsu/Ting untuk bisa mengembangkan permainan. Usai pertarungan berdurasi 20 menit, Lanny/Nadia unggul dengan skor akhir 21-10 atas pasangan Hsu/Ting. Berdasarkan catatan, ini merupakan pertemuan pertama bagi kedua pasangan. Lanny mengatakan, pasangan Taiwan itu merupakan pemain tunggal, sehingga tak terlalu kesulitan mengantisipasi bola dari lawan. “Tadi siang mereka main tunggal dan kalah (Hsu vs Shellin Salsabila Nurfazriah, 17-21, 13-21 dan Ting vs Siti Sarah Azzahra, 19-21, 13-21). Tak terlalu berat buat kami. Banyakin rely-rely aja pas ketemu mereka, dan kami mainnya jangan sampai kendur,” ujar Lanny usai pertandingan. Diakui Lanny, pasangan lawan yang berstatus unggulan membuat dirinya khawatir tidak mampu mengimbangi permainan lawan. “Tapi sama Papa dikasih tahu kalau mainnya harus berani, dan lawan cuma menang di pertandingan luar. Karena yang namanya unggulan, sering bertanding diberbagai turnamen di luar negeri,” sambungnya. “Dipertandingan tadi kami disuruh main cepat dan harus melakukan tekanan terus ke lawan. Mungkin karena mereka mainnya juga standar, jadi kami bisa mengantisipasi bola pengembalian dari mereka,” timpal Nadia. Terpisah, pemain tunggal putri (U-17) Sekar Maji Bening Nur Kholifah berhasil mengalahkan pemain unggulan pertama asal Selandia Baru Roanne Apalisok (21-6, 21-6). Disusul pemain tunggal putri (U-17) Irgi Aprillia Hizkia Putri yang sukses menumbangkan pemain unggulan tiga asal Taiwan Huang Yu Hsun (21-5, 21-12). Selanjutnya, pemain tunggal putri (U-17) Nurani Ratu Azzahra mampu menghempaskan pemain unggulan 11 asal Taiwan Huang Ching Ping (21-16, 21-16). Dan, pemain tunggal putra (U-15) Rizky Dwi Cahyo menaklukkan pemain tunggal unggulan dua asal Selandia Baru Daniel Yang (21-10, 21-8). Dan duet putri (U-15) Vicka Aryandini/Arlya Nabila Thesa Munggaran yang sukses menekuk dobel unggulan satu Selandia Baru Ashley Tan/Camellia Zhou (21-13, 21-8). (Adt)

Usai di Klub Golf Bogor Raya, IUGS 2018 Sambangi Gading Golf Serpong

Turnamen Indonesia Ultimate Golf Series (IUGS) 2018 selanjutnya akan hadir di Gading Raya Golf Club, Serpong pada 18 April. (Pras/NYSN)

Bogor- Mengikuti keberhasilan pada 2017 lalu, dengan menjadikan salah satu lapangan terbaik di dunia Royale Birkdale Golf Club, sebagai hadiah utamanya, Indonesia Ultimate Golf Series (IUGS) 2018 menghadiahkan pengalaman golf ke Selandia Baru, sebagai mahar pemenang. Pada 2017, lapangan The Open 2017 Royale Birkdale, London, Inggris, menjadi hadiah bergengsi IUGS. Pemain asal Palembang Sulaiman dan Raymond asal Jakarta, menjadi pemenang di negeri Britis itu. Gelaran kali ini, salah satu lapangan terbaik di dunia yang ada di Selandia Baru, bakal diperebutkan untuk dua orang pemenang. IUGS adalah turnamen golf amatir yang bertujuan menarik pendatang berkunjung ke Indonesia lewat permainan golf. Tahun ini, ada 11 lapangan yang dijadikan venue turnamen pada tiga babak kualifikasi. Venue itu tersebar di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali-Lombok, Jawa, dan Sulawesi. Kualifikasi pertama dimulai pada Kamis (5/4) di Klub Golf Bogor Raya, Bogor, dengan 102 peserta. “Pemilihan lapangan, masing-masing diwakili dengan 2 lapangan, berdasarkan review pemain dan commitee,” jelas Cahaya Oktora Marpaung, Founder IUGS saat konferensi pers, pada Kamis (5/4). Nantinya, masing-masing kualifikasi akan meloloskan 30 peserta, guna tampil di seri final, yang akan berlangsung di Bali National Golf Club, Nusa Dua, Bali. Proses kualifikasi bergulir dari April hingga September, dan setiap bulan akan dilakukan tiga kali turnamen di masing-masing lapangan. Setelah Bogor, turnamen selanjutnya akan hadir di Gading Raya Golf Club, Serpong, Tangerang Selatan, pada Rabu (18/4). “Harapannya, setiap tahun pesertanya selalu bertambah. Dibanding tahun lalu yang hanya memakai empat, kini sudah menjadi 11 lapangan,” kata Eddy Pantja, Turnament Officer IUGS 2018. Turnamen dimainkan dalam dua babak kualifikasi, dan hanya butuh satu putaran. Lalu, tiap pemain harus berada di posisi 30 besar, untuk lolos ke babak final. Dua peserta terbaik di fase final akan meraih hadiah bergengsi, perjalanan untuk 2 orang ke Selandia Baru dan bermain di salah satu golf course terbaik di dunia. (Adt)

Indonesia Ultimate Golf Series 2018, Ajang Pegolf Amatir Indonesia Adu Prestasi

Cahaya Oktora Marpaung, founder Indonesia Ultimate Golf Series (tengah) secara simbolis menerima piala IUGS 2018 yang mulai bergulir sejak April hingga September 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Turnamen golf Indonesia Ultimate Golf Series (IUGS) 2018, merupakan salah satu ajang bagi pegolf-pegolf amatir Indonesia untuk unjuk kemampuan. IUGS pertama kali berlangsung pada 2016-2017 lalu. Pada 2018 ini, akan menghadirkan 30 pegolf amatir terbaik, untuk tampil berlaga di putaran final. Cahaya Oktora Marpaung, Founder IUGS mengatakan, setelah pertandingan, terdapat pembicaraan dengan golf course dari luar Jakarta dan Bali. “Spiritnya bahwa IUGS ini, menyatukan Indonesia lewat golf. Sehingga pegolf di Jakarta, juga familiar dengan pegolf di luar Jakarta,” ujar Cahaya, saat jumpa pers, Kamis (5/4). IUGS 2018 akan diadakan di 11 lapangan golf berbeda, yang terbagi menjadi lima region. Wanita yang akrab disapa Oca, ini menjelaskan masing-masing region, akan mengirimkan 30 pemenang. Nantinya, 30 pegolf pemenang ini akan bertanding pada November mendatang, di fase putaran final di Bali National Golf Club, Nusa Dua, Bali. “Tahun lalu, hadiah utamanya adalah ke London, Inggris, untuk tahun ini, juaranya berangkat ke Selandia Baru, karena disana ada lapangan golf terbaik di dunia,” lanjutnya. Cahaya juga mengucapkan terimakasih karena animo golf course di IUGS kali ini, cukup antusias untuk bekerjasama, demi memajukan pegolf-pegolf Indonesia. “Sumatera dan Kalimantan sedang persiapan. Sebenarnya, kami bangga sebagai anak Indonesia, dari ujung Sumatera sampai Papua, banyak bertebaran lapangan golf,” cetus Oca. Tahun depan, ia berharap IUGS proses penyelenggaraannya akan jauh lebih baik, lebih agresif, dan lebih update rules-nya. “Dari sisi pegolf-pegolfnya, momentum ini adalah event yang ditunggu-tunggu untuk level amatir di Indonesia,” pungkasnya. (Adt)

Duet Dadakan Anjani/Zahwa Bikin Kejutan, Singkirkan Unggulan Empat Asal Taiwan

Duet ganda putri Pinicha Anjani/Vici Husnia Zahwa (biru) membuat kejutan mengalahkan duet unggulan empat asal Taiwan Lai Chung Huei/Lai Tzu Yu, 21-19, 21-18. (Adt/NYSN)

Jakarta- Duet putri Pinicha Anjani/Vici Husnia Zahwa membuat kejutan di Turnamen Bulutangkis Kategori Usia (U)-17 Tahun ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’, pada Rabu (4/4). Pasangan asal klub Pusdiklat Telkom Bandung itu menyingirkan pasangan unggulan empat asal Taiwan, Lai Ching Huei/Lai Tzu Yu, dua gim langsung, dengan skor 21-19 dan 21-18. Memainkan laga di Gelanggang Olahraga (GOR) PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, pada gim pertama, Anjani/Zahwa yang tidak diunggulkan mampu mengimbangi perlawanan Huei/Yu. Bahkan, laga kedua pasangan ini berlangsung ketat. Kesalahan sendiri yang dibuat lawan membuat pasangan Indonesia itu berhasil mengoleksi angka demi angka, hingga akhirnya berhasil menutup gim pertama dengan skor 21-19. Berlanjut di gim kedua, pasangan Taiwan sempat memimpin 2-0. Namun, Anjani/Zahwa mampu mengejar ketertigalan hingga berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Setelah itu, pasangan Indonesia ini terus mendulang angka hingga kedudukan 8-5. Memasuki kedudukan 11-10 untuk keunggulan pasangan Merah Putih, terjadi rely panjang. Namun, bola pengembalian yang keluar dari Huei memperlebar jarak angka menjadi 12-10. Dan, setelah memainkan pertandingan selama 34, akhirnya Anjani/Zahwa sukses membungkus gim kedua dengan skor 21-18. “Senang bisa mengalahkan pasangan unggulan empat asal Taiwan. Karena kami bukan unggulan, jadi bermainnya lepas, nothing to lose saja. Pelatih cuma bilang kami harus main bagus saja, soal hasilnya menang atau kalah tidak masalah,” ujar Anjani usai pertandingan. “Saya sebenarnya pemain tunggal, dan baru saja dipasangkan dengan Anjani. Jadi main juga tanpa beban. Menang syukur, kalah juga nggak apa-apa. Kami ingin juara, meski kami juga tidak ditargetkan menjadi juara sama pelatih dan klub di turnamen ini,” tukas Zahwa. (Adt)

Bikin Turnamen Sepak Bola Big Stars U-16, Maria Lawalata Gandeng Kemenpora

Turnamen sepak bola Big Stars U-16 memperebutkan Piala Menpora, akan berlangsung pada 3-9 Mei, di kawasan Sunter, Jakarta Utara. (suarakarya.id)

Jakarta- Meski cabang olahraga atletik yang membesarkan namanya, tapi mantan atlet nasional, Maria Lawalata, justru siap membina sepak bola. Melalui Yayasan Big Stars Nusantara, peraih medali emas nomor Marathon putri pada SEA Games 1991, menggelar Turnamen Sepak bola Big Stars U-16 Piala Menpora. “Saya tertarik menggelar turnamen sepak bola karena saat saya menyumbang medali emas pertama bagi Kontingen Indonesia, sepak bola menutupnya dengan perolehan emas, di SEA Games Manila 1991. Dan, saya ingin sepakbola Indonesia berprestasi lebih baik nantinya,” kata Maria di Jakarta, pada Selasa (3/4). Kejuaraan yang melibatkan 24 tim dari berbagai daerah ini akan berlangsung di kawasan Sunter, Jakarta Utara, pada 3-9 Mei. Maria, yang juga pendiri Yayasan Big Stars, mengaku tujuan diadakannya turnamen ini adalah untuk melakukan pembibitan. Semua atlet yang berpotensi, akan dibina oleh Akademi Sepak Bola Big Stars. “Kami ingin seluruh insan sepak bola, para pemangku kepentingan yang terkait dengan olahraga dapat mendukung turnamen ini demi kemajuan prestasi nasional. Semua bentuk dukungan sangat dibutuhkan,” ujarnya. Selain Yayasan Big Stars Nusantara, turnamen ini juga didukung penuh pengusaha minuman sari buah apel, Juni Eko Susanto. “Saya sangat menyenangi sepak bola. Dan, saya akan mendukung penuh niat Maria Lawalata untuk menggelar Turnamen Sepak bola U-16 Piala Menpora,” kata Juni. Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi mengatakan kepastian diadakannya Big Stars Piala Menpora ialah setelah Yayasan Big Stars menjadi mitra Kemenpora pada tahun lalu. “Jangan lupa, Big Stars Piala Menpora diharapkan juga bisa ikut menyosialisasikan Asian Games 2018,” tutur Imam. Lewat Asisten Deputi Pembinaan Sentra Olahraga Kemenpora, Teguh Rahardjo mengatakan, pihak Kemenpora hanya mendukung pelaksanaan turnamen remaja ini. Alasannya, panitia tidak mengajukan proposal bantuan dana. “Kita hanya bantu doa saja,. Saat ini, kita belum bisa support dana,” kata Teguh saat menjawab pertanyaan tentang dukungan dana terhadap Turnamen Sepakbola U-16 Piala Menpora. (Art)

Totalindo Purwokerto Open 2018 Jadi Ajang Hitung Peringkat Petenis Junior Indonesia

Petenis junior Nasional bersaing di turnamen tenis 'Totalindo Purwokerto Open 2018'. (net)

Jakarta- Petenis junior papan atas nasional turut meramaikan persaingan di turnamen tenis bertajuk ‘Totalindo Purwokerto Open 2018’, di Lapangan Tenis Gelanggang Olahraga Satria Purwokerto, Jawa Tengah, 2-8 April. Para petenis ini diantaranya penghuni peringkat nasional Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti), yang merupakan peringkat atas putra dan putri Kelompok Umur (KU)-16 tahun, yakni Lucky Chandra Kurniawan (Sukoharjo) dan Niken Ferlyana (Blora). Dan, KU-14 yaitu Adinda Satria Gamal (Kediri), dan Aurelya Chamsiayu (Sukoharjo). Sedangkan M. Aji Faizal Nizam (Tulungagung) dan Joanne Lynn (Bandung/6) pada KU-12. Selain petenis junior unggulan, juga diramaikan kehadiran 100 petenis junior yang datang dari berbagai penjuru nusantara. Johannes Susanto, Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti 2017-2022, mengatakan pihaknya tengah membenahi pembagian jenis kategori turnamen junior dan sistem pemeringkatan petenis. Agar, terangnya, akan mampu meningkatkan kualitas pembinaan usia muda. “Mulai tahun ini, poin peringkat hanya dihitung dari enam hasil terbaik masing-masing petenis. Dan kategori kejuaraannya, harus berlangsung seminggu penuh, seperti Totalindo Purwokerto Open ini, bukan dari turnamen dua atau tiga harian,” ujar Johannes, Senin (3/4). Sementara, Budhi Setiawan, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Banyumas, mengapresiasi gelaran turnamen tenis junior berlevel nasional itu dimana daerahnya dipilih menjadi tuan rumah. “Semoga event ini menjadi titik awal bagi kemajuan olahraga tenis di Banyumas,” cetusnya. “Kami cukup bangga memiliki sarana lapangan tenis yang memenuhi standar penyelenggaraan turnamen nasional dulu. Tentu, kami ingin ada petenis Banyumas yang mampu bersaing di ajang seperti ini,” tambah Budhi. Sedangkan, Dudi Rochjat, Direktur Turnamen Totalindo Purwokerto Open 2018, mengungkapkan andai waktunya tak mepet dengan pelaksanaan ujian akhir sekolah, kemungkinan peserta pada turnamen ini akan lebih banyak. “Tapi, persaingan menuju tangga juara ajang ini tetap akan sengit,” tukas Dudi. (Adt)

Pebulutangkis Junior Dari 19 Negara, Buru Poin BWF di ‘Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix Gold 2018’

Ribuan pebulutangkis junior ramaikan persaingan di Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix Gold 2018. (vavel.com)

Jakarta- Sebanyak 1.054 atlet dari 19 negara memastikan tampil pada turnamen bulutangkis bertajuk ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’. Event ini berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, 3-8 April 2018. Imelda Wiguna, Pengurus Harian PB Jaya Raya, mengatakan turnamen ini merupakan kesempatan besar bagi pemain-pemain, khususnya PB Jaya Raya untuk menguji kemampuan mereka. “PB Jaya Raya realistis dalam memasang target, yakni satu gelar di sektor Ganda Putra Kategori U-19, melalui pasangan Ferdian Mahardika Ranialdy/Giffari Anandaffa Prihardika,” ujar Imelda, Senin (2/4). Ia berharap anak didiknya seperti Stephanie Widjaja di sektor Tunggal Putri pada Kategori U-17 dan Tasya Farahnailah di Tunggal Putri untuk Kategori U-15, dapat membuat kejutan pada turnamen ini. Turnamen internasional ‘Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix Gold 2018’ bakal mempertandingkan tiga kategori, yakni U-15, U-17 dan U-19. Event ini sangat bergengsi, karena untuk Kategori U-19, poinnya langsung diperhitungkan dalam peringkat BWF (Federasi Bulutangkis Dunia). Dan untuk Kategori U-17 dan U-15, diperhitungkan dalam peringkat BAC (Konfederasi Bulutangkis Asia). Pada kalender BWF 2018, untuk di Asia event Junior Grand Prix Gold, hanya digelar di Indonesia, 2-8 April 2018, serta di India, 7-12 Agustus 2018. Tony Soehartono, Ketua Panitia Turnamen, menjelaskan status turnamen dengan level tertinggi untuk junior, maka pemain-pemain junior terbaik dari beberapa negara akan hadir pada turnamen ini. “Mereka mengincar poin untuk peringkat BWF. Turnamen ini menjadi persaingan sengit para pemain junior,” cetusnya. Di turnamen ini, para pebulutangkis junior Indonesia menjadi kontingen terbanyak yakni 751 pemain yang berasal dari Pelatnas dan klub. Mereka akan bersaing dengan peserta dari negara lain, seperti Tiongkok dan Korea Selatan yang mengirimkan 20 pemain. Sementara, India sebanyak 57 pemain, kemudian Jepang dengan 9 pemain. Selanjutnya, Thailand menerjunkan 47 pemain, Malaysia mengutus 25 pemain, serta Singapura berkekuatan 14 pemain. (Adt)

Dijanjikan Juara AFF 2018 dan Lolos Piala AFC, Hary Tanoe : Kensuke Dikontrak Jangka Panjang

Menjadi pelatih anyar timnas futsal Indonesia, Pelatih asal Jepang, Kensuke Takahasi (kiri) langsung menangani tiga tim sekaligus. (Ham/NYSN)

Jakarta- Federasi Futsal Indonesia (FFI) resmi menunjuk Kensuke Takahasi sebagai pelatih anyar timnas futsal Indonesia. Pelatih asal Jepang itu membubuhkan kontrak di Jakarta, pada Senin (2/4). Ia diikat hingga 2020 nanti. Durasi kontrak ini bisa saja diperpanjang oleh FFI, andai Kensuke sukses membawa timnas futsal Indonesia berprestasi selama musim 2018. Hal ini disampaikan Ketua Umum Federasi FFI, Hary Tanoesoedibjo. “Dia melatih Timnas putra putri, dan dikontrak jangka panjang,” ucap Hary Tanoe. “Kontrak tiga tahun yang opsinya bisa diperpanjang, jika jadi juara AFF 2018 dan lolos Piala Futsal AFC 2020,” tegas Ketua Partai Perindo ini. Kensuke akan mengawal Timnas pada empat ajang yang dilewati timnas futsal putra dan putri Indonesia, selama 2018. Keempat event itu adalah AFC Women’s Futsal Championship, Kualifikasi AFC Women’s Futsal Championship 2019, AFF Futsal Championship, Kualifikasi AFC U-20 Futsal Championship. Hary Tanoe sangat optimistis Kensuke bisa membawa kesuksesan berama timnas futsal Indonesia baik putra dan putri. Menurutnya Kensuke merupakan pelatih yang sangat komunikatif dan intes berbicara dengannya. “Dia itu tahu apa yang harus dikerjakan, dan punya pandangan kelemahan timnas futsal Indonesia,” tutur Hary Tanoe. “Konsepnya jelas disampaikan ke saya, yakni satu tahun itu akan lolos final Piala AFF 2018, lalu masuk empat besar Piala AFC 2020, dan meningkatkan kualitas futsal Tanah Air di dunia,” beber pria asal Surabaya ini Ia menambahkan bahwa Kensuke harus meningkatkan komunikasi dengan FFI. Eks arsitek klub futsal Jepang, Badral Urayasu itu tak akan bekerja sendiri selama membesut timnas futsal Indonesia. “Dia perlu kerja sama yang intens dengan pengurus FFI, dan dengan para anggota timnas,” pungkasnya. (Ham) Biodata Nama : Kensuke Takahasi Tanggal lahir: Hokkaido (Jepang), 8 Mei 1982 Tinggi/Berat : 173cm/62Kg Negara : Jepang Karir Pemain 2003-2004 Divertido Asahikawa 2004-2008 Predator FC (Bardral Urayasu) 2008-2010 Caja Segovia (Spanyol) 2010-2011 Guadalaraja (Spanyol) 2011-2015 Bardral Urayasu Prestasi Pemain AFC Futsal Championship Juara (2006, 2010, 2012) Runner-up (2005 dan 2007) Karir Timnas 2003-2012 Timnas Senior (60 caps) Piala Dunia Futsal 2004 (Fase Grup) 2012 (16 Besar) Karir Melatih 2016-2017 Bardral Urayasu (Direktur Teknik) 2017-2018 Bardral Urayasu (Tim Senior) 2018-.. : Timnas Indonesia Prestasi Melatih Bardral Urayasu – Peringkat 4 All Japan Futsal Championship 2018

Garuda Gemilang Soccer School Hadir Di Kawasan Jakarta Barat

Usai melakukan launching pada Sabtu (31/3), Garuda Gemilang Soccer School kini resmi hadir di lapangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. (Ham/NYSN)

Jakarta- Bertempat di Lapangan Bola Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Sabtu (31/3), Sekolah Sepak Bola (SSB) Garuda Gemilang Soccer School resmi berdiri. G2SS menjadi salah satu alternatif bagi peminat sepakbola untuk kalangan anak-anak hingga remaja. Tak hanya putra, bahkan SSB ini juga membuka wadah bagi tim putri menendang si kulit bundar. Grace Theodora, selaku manager G2SS mengatakan SSB ini sudah muncul sejak pertengahan 2017 lalu. Usai proses panjang, G2SS siap menampung bakat-bakat muda potensial di kawasan Jakarta Barat. “Garuda Gemilang Soccer School (G2SS) adalah wadah penyaluran minat dan bakat sepak bola. SSB ini tumbuh dari lingkungan orang tua yang peduli dengan sepak bola,” ungkap wanita kelahiran 22 November 1980. Terdapat beberapa kategori kelompok umur di G2SS, yakni Under (U)-8, U-10, dan U-13, untuk tim putra dan tim putri. Pada acara peresmian yang bertajuk Free Trial Session, pembukaan G2SS digelar sejak pagi hari. “Filosofi dari nama SSB ini adalah Garuda, yang melambangkan Indonesia, dan Gemilang yang berarti bersinar. Kami ingin meciptakan bibit pemain berprestasi sejak dini, untuk Indonesia,” tegas Grace. Pada hari pertama soft opening para peserta dan orang tua antusias berdatangan untuk menyaksikan anak mereka latihan perdana di G2SS. Dina, salah satunya, yang menghabiskan saat akhir pekan untuk menemani anaknya mengikuti acara soft opening G2SS. “Anak saya suka main bola dirumah, jadi ya saya bawa aja kesini. Lagi pula, selain mendapatkan teman baru, hobinya bisa tersalurkan” ujar Dina yang tinggal di kawasan Kembangan ini. Lain halnya dengan, Bayu, yang mendampingi putranya, ikut memberikan komentarnya perihal kegiatan dari G2SS ini. “Saya tau acara ini, dari teman anak saya. Dan anak saya mau ikut temanny berlatih di sini, jadi saya izinkan. Sebelummya, anak saya belum pernah ikut SSB, kebetulan ini masih trial juga kan,” tukas Bayu. Sementara itu, Agam Arafat, salah satu pelatih dari G2SS, mengaku pentingnya membina usia muda. “Kebetulan orang tua disini ada yang saya kenal, dan dulunya anaknya sempat saya didik, ya ini relasi dari dia. Ini gairah saya, terutama melatih usia muda, sebagai pondasi awal pemain,” kata pria kelahiran Jakarta 31 Agustus 1982 itu. Bermaterikan dua staf Manager serta empat pelatih berlisensi D Nasional, G2SS akan membina para pemain usia dini, setiap akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu, mulai pukul 11.00 WIB. “Kami akan keliling di sekolah-sekolah di Jakarta, untuk melakukan promosi. Ya mimpi besar kami, berkunjung ke seluruh Indonesia, tapi saat ini kami fokus dulu di Jakarta, khususnya di Jakarta Barat,” tambahnya. Dalam waktu dekat, G2SS menyiapkan turnamen sepak bola antar Sekolah Dasar dan Menengah se-Jakarta Barat. (Dre/Ham) Garuda Gemilang Soccer School Jadwal latihan : Rabu : Pukul 18.00 WIB – Selesai Sabtu : Pukul 11.00 WIB – Selesai Lokasi Latihan : Lapangan Bola Kebon Jeruk, Jakarta Barat Medsos IG : garudagemilangsoccerschool FB : Garuda Gemilang Soccer School Pendaftaran : Grace : 0816-11-14360

Tolak Timnas Putri, Tiga Pemain Ini Dapat Restu Manajer Bela Futsal

Kapten Timnas Futsal Putri Indonesia, Maulina Novryliani (9), yang menolak bergabung bersama Timas Putri Senior. (bolalob.com)

Jakarta- Pelatih Timnas Putri Senior, Satia Bagja, mengaku ada tiga pemainnya yang menolak bergabung dengan Srikandi Senor mengikuti TC di NYTC, Sawangan, Jawa Barat. Mereka adalah Suciana Yuliani, Rani Mulyasari, dan Maulina Novryliani. Ketiga pemain itu sedang berlaga di Liga Futsal Wanita Profesional Indonesia 2018. Satia menyayangkan penolakan mereka. Menurutnya ketiga pemain itu memiliki kemampuan individu yang baik, dan berpotensi membuat Timnas Putri Senior lebih kuat. “Secara tegas mereka menolak,” ucap Satia. “Jika untuk bangsa dan negara, kenapa menolak. Kami juga butuh pemain bagus lainnya,” ucap Satia menambahkan. Satia tak terlalu mengetahui apa penyebabnya ketiga pemain itu menolak panggilan timnas wanita Indonesia. Mantan asisten Rahmad Darmawan itu menyerahkan permasalahan ini kepada PSSI dan Federasi Futsal indonesia (FFI). “Jangan tanya saya, karena itu urusan antar federasi. Biar mereka yang menindaklanjuti tentang permasalahan ini,” ucap Satia. Namun, kondisi ini tak dipermasalahkan oleh manajer Timnas Putri Senior, Papat Yunisal. Papat menilai bila alasan ketiga pemain ini sudah ia pahami, karena disampaikan lewat keterangan resmi. “Sejak awal, mereka memilih aktif di cabor Futsal. Selain ada rutinitas event, mereka juga sudah terikat kontrak dengan klub,” jelas Papat pada Jumat (30/3). Dosen mata kuliah sepak bola di Kampus STIKP Pasundan, Cimahi ini, bahkan menilai mereka juga sudah ikut mengharumkan negara dalam event internasional. “Saat SEA Games 2017, mereka skuat utama peraih perunggu. Berprestasi artinya. Tak ada masalah. Biar sepak bola putri, mencari pemainnya secara natural lewat ajang sepak bola saja, meski tidak mudah,” tegasnya. (Art)

Diminta Rp 1,4 Miliar Pakai Stadion Madya, PB PASI Batal Gelar Kejurnas Atletik ?

Mohammad Bob Hasan, Ketua Umum PB PASI, keluhkan biaya Stadion Madya Senayan, yang jumlahnya miliaran rupiah untuk Kejurnas Atletik, pada Mei 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Jelang pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Remaja, Junior dan Senior, 6-12 Mei 2018, Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), diharuskan membayar Rp 1,4 miliar untuk penggunaan Stadion Madya, Senayan, Jakarta, selama enam hari. “Kami belum tahu Kejurnas jadi atau tidak. Mengapa? Karena kalau kami memakai Stadion Madya untuk Kejurnas, kami diminta membayar Rp 1,4 miliar. Jadi satu hari itu kami keluar dana Rp 300 juta,” terang Muhammad Bob Hasan, Ketua Umum PB PASI di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3). Dengan dana sebesar itu, menurut suami dari Pertiwi Hasan, terlalu berat bagi PB PASI. Untuk itu, ia berencana mencari alternatif lain soal tempat pelaksanaan Kejurnas ini. “Jadi untuk apa kami keluarkan begitu banyak uang. Lebih baik kami cari lapangan di kampung saja. Kami menggelar Kejurnas bukan untuk mencari uang. Atletik itu tidak ada uangnya,” sambungnya. Dia menyebut Kejurnas ini bakal mendatangkan atlet-atlet junior, remaja, dan pra-remaja agar PB PASI tidak kekurangan dalam mencari bibit-bibit muda dengan bakat yang baik. “Kalau begini terus nanti Asian Games susah dapat medali. Negara lain terus yang dapat, sedangkan Indonesia makin tertinggal,” tambahnya. Bob Hasan menyebut pelaksanaan Kejurnas akan mendatangkan atlet-atlet yang berasal dari daerah. Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah (Jateng), 87 tahun lalu itu, mengaku pihaknya menanggung biaya penginapan, akomodasi, dan makan atlet selama pelaksanaan Kejurnas. “Kemungkinan atlet yang ikut Kejurnas itu jumlahnya sampai ribuan. Bayangkan biaya yang harus kami keluarkan,” tukasnya. Untuk itu, PB PASI akan meminta bantuan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) guna memecahkan persoalan ini. “Solusinya itu kami harus dibantu Menteri Keuangan. Gelora Bung Karno (GBK) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) itu bukan untuk mencari uang. GBK itu dibangun untuk olahraga,” tutup Bob Hasan. (Adt)

Kensuke Takahashi Jadi Pelatih Timnas Futsal, Sekjen FFI : Lagi Disusun Prosesnya

Kensuke Takahashi dikabarkan segera mengikat kontrak dengan Timnas Futsal Indonesia pekan ini. (net)

Jakarta- Nama pelatih asal Jepang, Kensuke Takahashi, dikabarkan segera menduduki kursi pelatih Timnas futsal Indonesia. Kabar itu disampaikan oleh salah satu tim Liga Futsal Jepang, Badral Urayasu, yang menyebutkan jika mantan pelatihnya itu segera menekan kontrak dengan timnas futsal Indonesia. Sebelumnya Kensuke memang dikabarkan menjadi salah satu calon pelatih timnas futsal Indonesia. Hal itu tak lepas dari Badral Urayasu dan federasi sepak bola Jepang (JFA) menawarkan Kensuke sebagai salah satu bentuk kerjasama dengan Federasi Futsal Indonesia (FFI). “Hari Kamis (29/3), saya akan ke Jakarta dan akan menandatangani kontrak dengan Federasi Futsal Indonesia di hari berikutnya,” kata Kensuke seperti dilansir dari laman resmi Bardral. Kensuke sebelumnya pernah datang ke Indonesia pada akhir 2016 untuk memberikan materi kepada dua tim futsal Tanah Air, Vamos Mataram, dan Mataram FC di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meski belum mengiyakan status Kensuke, Sekjen FFI Edy Prasetyo, tak membantah bila nama pria Jepang 35 tahun itu akan segera menangani Timnas Futsal. “Nanti lah ya.. Kita susun dulu persiapannya. Nanti segera diberitahu,” ujar Edy pada Kamis (29/3), saat dikontak lewat ponselnya. Mantan pemain timnas futsal Jepang itu baru menjadi pelatih pada 2017 setelah memutuskan pensiun. Pada musim 2018, Kensuke akan menangani tiga tim sekaligus yakni AFC Futsal Women Championship, AFF Futsal Championship, dan Kualifikasi AFC U-20 Futsal Championship Zona Asean. (Art)

Jadi Host Kejuaraan Asia Senam Artistik Junior 2018, Bekal Tanding Atlet Muda Indonesia

Aksi salah satu atlet senam junior DKI Jakarta, dalam nomor senam artistik PON Jawa Barat, pada 2016. (liputan6.com)

Jakarta- Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia Senam Artistik Junior, 25-28 April 2018, di Istora, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Bagi pesenam junior Indonesia, ajang ini sekaligus dimanfaatkan untuk menambah pengalaman bertanding di turnamen internasional. Pada kejuaraan senam level Asia itu, untuk kelompok putra dibatasi usia 14-17 tahun (kelahiran 1 Januari 2001-31 Desember 2004). Bagi putri berusia 13-15 tahun (kelahiran 1 Januari 2003-31 Desember 2005). Ilya Avianti, Ketua Umum Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani), mengatakan pihaknya bangga dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan bertajuk 15th Junior Artistic Gymnastics Asian Championship tersebut. “Kejuaraan ini merupakan single event Gymnastics Internasional pertama di Indonesia,” ujar Ilya, Rabu (28/3). Khusus bagi pesenam junior Indonesia, Ilya menyebut, ajang ini sekaligus digunakan guna mendapatkan pengalaman bertanding di turnamen internasional. “Indonesia akan menurunkan lima pesenam putra dan lima pesenam putri junior. Mereka sampai dengan saat ini masih terus berlatih secara intensif,” sambungnya. Faisal Reza, Manajer Tim Nasional (Timnas) Senam Junior, mengungkapkan pihaknya telah mempersipakan diri dengan baik pada ajang Kejuaraan Asia Senam Artistik itu. Ia berjanji anak didiknya menunjukkan penampilan terbaiknya. “Kami  mempersiapkan tim dengan baik. Kami berusaha akan memberikan penampilan yang terbaik di 15th Junior Artistic Gymnastics Asian Championship,” cetusnya. Event ini sekaligus menjadi prakualifikasi Youth Olympic Games di Argentina. Dan, rencananya 23 negara bakal turut meramaikan persaingan, seperti Kazakhstan, Korea Selatan, Arab Saudi, Vietnam, Iran, Irak, India, China, dan Jepang. (Adt)

21 Tim SMP Ramaikan Kompetisi Basket Bewustssein Reborn Cup 2018

21 Tim Basket SMP meramaikan kompetisi basket BRC 2018, di SMK Yadika 2, Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat. (Adt/NYSN)

Jakarta- Sebanyak 21 tim basket dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) turut meramaikan kompetisi basket bertajuk “Bewustssein Reborn Cup (BRC) 2018”, yang dihelat di Lapangan Basket, SMK Yadika 2, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kompetisi yang digelar pada 23-29 Maret 2018, terdiri dari 12 tim basket putra dan 9 tim basket putri itu bertujuan sebagai ajang silaturahmi sekaligus menanamkan nilai-nilai positif dalam bidang olahraga. “Event seperti ini memang sudah menjadi agenda sekolah. Kebetulan tahun ini kami menggelar kompetisi basket tingkat SMP. Alhamdulillah, sekolah juga sangat mendukung kegiatan ini,” ujar An’nisa Ruly, Ketua Pelaksana BRC 2018, Selasa (27/3). “Tujuan kami agar mereka bisa bersilaturahmi dengan pelajar dari SMP lain. Selain itu, dengan kompetisi basket ada nilai-nilai positif yang bisa mereka ambil seperti solidaritas dan sportifitas,” sambung siswi kelas 11 Jurusan Akuntansi. Dikatan Ruly, antusiasme pelajar SMP untuk mengikuti kompetisi basket ini cukup tinggi, ditambah pihaknya menggratiskan biaya pendaftaran. “Ketika kami tawarkan kompetisi ini ke sekolah-sekolah SMP, respon mereka sangat baik. Apalagi kami tidak menetapkan biaya pendaftaran. Sebenarnya banyak yang ingin mendaftar, tapi kami punya slot 12 baik untuk tim basket putra maupun putri,” ungkapnya. (Adt)

Berlangsung di DIY, Piala Bergilir Presiden Jadi Seleksi Asian Games Wushu

Pada 29 Maret-3 April diadakan Kejurnas Wushu Indonesia Junior & Senior untuk memperebutkan Piala Raja Hamengku Buwono X dan Piala Bergilir Presiden RI di DIY. (Instagram)

Jakarta- Untuk pertama kalinya Piala Bergilir Presiden diperebutkan pada Kejurnas Yunior dan Senior Wushu di GOR Among Raga, Yogyakarta, 29 Maret -3 April. Sebanyak 700 Peserta dari 27 Pengprov WI ikut berpartisipasi pada event yang bertajuk Kejurnas yunior dan senior Piala Bergilir Presiden dan Piala Tetap Raja Sultan Hamengkubuwono X. Sekjen PB Wushu Indonesia (WI) Ngatino mengatakan, jumlah peserta kali ini memecahkan rekor kejurnas sebelumnya. “Peserta kali ini diluar perkiraan biasanya hanya berkisar 600-an karena penggabungan antara yunior dan senior,” ujar Ngatino, pada Senin (26/3). Ngatino mengharapkan dengan diperebutkannya Piala Bergilir Presiden akan lebih memacu perkembangan Wushu di Daerah. “Mudah-mudahan pengprov daerah lebih termotivasi lagi,” jelasnya. Ketua Umum PB Wushu Indonesia Airlangga Hartarto dipastikan akan hadir pada acara pembukaan Kejurnas di GOR Among Raga, Kamsi (29/3) malam. Menurut Ngatino, Ketua Panitia Pelaksana Soekeno didampingi Ketua Pengprov WI Yogyakarta Muwardi, telah bertemu dengan Ketua Umum PB WI. “Panitia juga melalui Ketua Umum meminta kesediaan Presiden bisa hadir, tapi hingga saat ini kami masih menunggu kabar dari protokol Istana,” ujar Ngatino. Kejurnas Wushu Yunior dan Senior Piala Bergilir Presiden dan Piala Raja ini, juga sekaligus merupakan seleksi atlet untuk tim inti Asian Games 2018. Menurut Pelatih Kepala Novita, saat pelatnas Asian Games berjumlah 16 atlet, 9 di nomor Taulo dan 7 Sanda. “Jumlah komposisi tim inti Asian Games 13 atlet, 7 taolu dan 6 Sanda jadi masih harus seleksi untuk menjadi tim inti,” jelas Novita. Adapun yang mengikuti seleksi di nomor Changquan adalah Felda dan Monica. Kemudian nomor Taijiquan + Taijijian putera, Bobie Valentinus dan Nicholas, sedangkan nomor Sanda kelas 52kg puteri ada Rosalina Simanjuntak dan Selviah Pertiwi. (Adt)

Kontrak Pelatih Asing, Perbasasi Bidik Perstasi di Level Asia

Aksi salah satu atlet softball di kejuaraan tingkat nasional. (extrajossbar.com)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Persatuan Baseball dan Softball Amatir Seluruh Indonesia (Perbasasi) mendatangkan dua pelatih asing, yakni Zenon Winters (Australia), dan Apolonia Rosales (Philipina). Harapannya, Indonesia bisa bersaing di level Asia. Winters merupakan pesoftball terbaik dunia pada 2015. Sedangkan Rosales pernah membawa Indonesia U-19 masuk tiga besar Asia pada 2017. Mereka bakal didampingi pelatih lokal, Leonard Djarkasih dan Agus Gumilar. Pada akhir April nanti, Indonesia bakal menjadi tuan rumah Kejuaraan Softball Asia ke-10. Kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang untuk mengikuti Kejuaraan Dunia di Republik Ceko, pada akhir tahun ini. Sejumlah negara telah memastikan untuk berpartisipasi di Kejuaraan Asia itu, seperti Malaysia, Singapura, Philipina, Brunai Darussalam, Thailand, Pakistan, India, Jepang dan China. Ripuji, Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi PB Perbasasi, mengatakan pihaknya belum berani memasang targetdi Kejuaraan Asia. Namun, ia menyebut, kehadiran dua pelatih asing ini membuat Timnas makin solid. “Bersama mereka (Winters dan Rosales), kami berharap, Indonesia bisa bersaing di level Asia,” tukas Ripuji seperti dikutip liputan6.com, Senin (26/3). (Adt)

Wow, Anak-Anak Terbaik MFC 2018 Dikirim ke Barcelona

Ajang kompetisi Milo Football Championship 2018 memberikan kesempatan lebih besar di tahun ini untuk anak-anak berbakat Indonesia agar bisa menimba ilmu persepakbolaan di Barcelona. Menurut lansiran dari tempo.co (25/03/2018), kejuaraan yang bekerja sama dengan Gerakan Ayo Olahraga dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) ini akan menyaring 18 pemain terbaik dari tiap kota untuk bisa lolos ikut final kompetisi sepakbola U-12 Piala Menpora 2018. Para pemain terpilih akan mendapatkan juga pelatihan eksklusif bersama pelatih dari FCBEscola Barcelona yang meliputi teknik dribbling, shooting, passing, turning, dan keeping. Menurut mantan striker nasional, Kurniawan Dwi Yulianto berkata bahwa 9 pemain terbaik yang berhasil lolos tahap seleksi juga dapat bergabung dengan puluhan anak dari seluruh dunia karna mendapatkan pelatihan intensif di FCBEscola Barcelona. Hal tersebut dikatakan merupakan bagian dari kerja sama Nestle Milo dengan FC Barcelona. Tujuannya agar mendorong hidup sehat dan aktivitas fisik kepada generasi muda di Asia, Oseania, Afrika, dan Amerika Latin. Business Executive Manager Beverages Nestle Indonesia, Prawitya Soemadijo berkata kejuaraan ini merupakan kontribusi bagi perkembangan sepakbola Indonesia dengan tanamkan kecintaaan olahraga pada siswa sejak dini. Selain itu juga tentu mendukung pemerintah dalam menemukan bibit pesepak bola yang hebat.

Nyaris Tertunda Karena Hujan, David Beckham Sumbang 10.000 Bola Bagi Anak Indonesia

Menpora Imam Nahrawi mendampingi Mega Bintang asal Inggris David Beckham di Stadion Soemantri Brojonegoro, pada Minggu (25/3). (Pras/NYSN)

Jakarta- Menyumbangkan 10.000 bola, gelaran “Sepak Bola untuk Negeri” yang diadakan oleh PT AIA Financial (AIA) memecahkan rekor MURI sebagai sumbangan bola terbanyak. Event ini mengundang AIA Global Ambassador, David Beckham, untuk mengampanyekan hidup sehat, di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, pada Minggu (25/3). AIA Global Ambassador, David Beckham, menyatakan berbagi kepada masyarakat, terutama anak-anak, dan memberikan contoh yang tepat tentang bagaimana menjalani hidup sehat merupakan dua hal yang dekat dengannya. David mengakui selalu menjalani hidup sehat sepanjang dan setelah kariernya. Sekarang, setelah selesai bermain, David ingin menjalani hidup yang lebih sehat dan bugar. “Saya memiliki empat anak, penting bagi saya untuk memberi teladan bagi mereka,” ujar David dalam keterangan yang diterima sehari sebelum ia datang ke Jakarta. Sumbangan bola tersebut ditujukan untuk untuk anak-anak akademi sepak bola di seluruh Indonesia. Momen penyerahan donasi ini dilakukan di hadapan hampir 1.000 pemain sepak bola muda berbakat dari Aceh hingga Papua. Kegiatan ini sejatinya dimulai sejak Minggu pagi. Namun, cuaca Jakarta yang sempat mendung, akhirnya acara justru sempat tertunda, karena hujan yang mengguyur Jakarta. Chief Marketing Officer PT AIA Financial, Lim Chef Ming, menuturkan kesadaran AIA bahwa olahraga memainkan peran penting dalam mempromosikan gaya hidup yang lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik. Sepak bola adalah olahraga yang sangat populer dan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. “Hal tersebut melatarbelakangi AIA mengadakan acara AIA Sepak Bola untuk Negeri,” tutur Lim. AIA secara konsisten mendukung perkembangan sepak bola di Indonesia melalui beberapa inisiatif, seperti Championship, yaitu sebuah kompetisi sepak bola tahunan yang memberi kesempatan bagi masyarakat yang berbakat untuk berkompetisi di liga internasional. AIA juga menggelar AIA Junior Cup, yang memungkinkan para pemain muda terbaik terpilih dari kejuaraan tersebut untuk diberangkatkan ke Phuket, Thailand, dan mendapatkan pelatihan dari tim pelatih resmi Tottenham Hotspurs. (Ham)