Striker Timnas U-16 Trial di Tiga Klub Eropa, Rendy Juliansyah Menuju Klub La Liga Leganes

Striker Timnas U-16 kelahiran Tangerang Selatan 22 Juli 2002, Rendy Juliansyah, mengaku akan melakukan trial ke tiga klub Eropa. Satu di antara yang sudah pasti adalah klub Spanyol (La Liga), Leganes. (detiksport.com)

Jakarta- Striker Timnas U-16, Rendy Juliansyah, mengaku memiliki rencana terkait kariernya sebagai pesepak bola. Ia akan melakukan trial ke luar negeri, tepatnya ke Eropa dalam waktu dekat. Rendy tergabung dalam Timnas U-16 di bawah asuhan pelatih Fakhri Husaini, dalam Piala AFC U-16 2018. Bersama pasukan Garuda Asia, atlet kelahiran Tangerang Selatan 22 Juli 2002 ini, membukukan 19 penampilan dan mencetak 15 gol. Pemain ASIOP Apacinti itu mengaku akan melakukan trial ke tiga klub Eropa. Satu di antara yang sudah pasti adalah klub Spanyol (La Liga), Leganes. “Insya Allah, bulan depan akan trial ke klub luar negeri. Tujuannya sih ada tiga klub Eropa yakni di Spanyol, Italia, dan Belgia. Pokoknya saya akan mencari klub yang terbaik buat masa depan saya,” tukas siswa yang mengenyam sekolah di SMA Kartika X-1, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. “Untuk klub yang di Spanyol adalah Leganes. Untuk yang di Italia dan Belgia, saya belum tahu,” ujar Rendy. Demi mempertahankan kebugarannya usai tampil bersama Timnas U-16 paska Piala AFC U-16 2018, brand ambassador aplikasi pendidikan (ruangguru.com) ini memiliki program latihan sendiri. Putra bungsu dari empat bersaudara pasangan Rizal Alfansyah dan Rita Aryani ini aktif bermain bersama ASIOP di Liga Topskor U-16, agar kondisi fisik dan sentuhan bolanya  terjaga. “Saya mengikuti program latihan tersendiri, dan ada instruktur yang mengarahkan latihannya. Fokusnya buat ke strength,” ucapnya. Andai mendapatkan kesempatan bermain di Leganes, pemuda yang mengidolakan pemain Bayern Muenchen asal Polandia, Robert Lewandowski, akan mengikuti jejak Egy Maulana Vikri, yang berkiprah bersama klub di Eropa. Bintang Timnas U-19 itu saat ini menjalani kariernya bersama klub Polandia, Lechia Gdansk. (art) Biodata Nama : Rendy Juliansyah Lahir: Tangerang Selatan (Banten), 27 Juli 2002 Tinggi/Berat : 174 cm/58 Kg Agama: Islam Orang tua: Riza Alfansyah (ayah), Rita Aryani (ibu) Saudara: Vicky Utama Putra, Rio Renaldo, Bella Novtaria, Media sosial : Instagram @rendyjuliansyah Perjalanan Karir Klub: 2010 – .. : ASIOP Apacinti (Jakarta) 2017-2018 : Aomori Yamada High School Soccer Club (Jepang) Negara: 2017 – Sekarang: Timnas Indonesia U-16 Gelar dan Prestasi Internasional 2018 : Perempat Final Piala AFC U-16 2018 : Juara AFF Cup U-16 2017 : Juara Turnamen Jeneys Cup U-16 2017 : Juara Piala Tien Phong Plastik U-16 Individual 2017 : Top Skor Piala Tien Phong Plastik U-16 2016 : Player of the Month-Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 2016/17 2016 : Pemain Terbaik Menpora Cup 2016 2015 : Top Skor Liga Topskor 2015

Siswi Cantik SMAN 4 Depok Juara Piala Menpora-Emeralda 2018, Mulai Bidik Slot Skuat Timnas SEA Games 2019

Atlet golf amatir putri Indonesia, Viera Permata Rosada menjuarai Piala Menpora-Emeralda 2018, di lapangan Emeralda Golf Club di Tapos, Depok, Sabtu (27/10). OCha, sapaannya meraih gelar juara turnamen Piala Menpora-Emeralda tahun ketiga itu, usai mengoleksi total 214 pukulan atau dua di bawah par, dalam tiga hari perlombaan pada 25-27 Oktober. (instagram)

Jakarta- Atlet golf amatir putri Indonesia, Viera Permata Rosada, memasang target lolos seleksi tim nasional SEA Games 2019, setelah meraih gelar juara Piala Menpora-Emeralda 2018 yang berlangsung di lapangan Emeralda Golf Club di Tapos, Depok, pada 25-27 Oktober. “Saya ingin masuk tim nasional, karena saat ini saya adalah atlet pelapis kedua. Tapi, saya tak ingin terlalu memikirkan hal itu, karena dapat mempengaruhi permainan saya,” kata Ocha, sapaanya, selepas menerima Piala Menpora-Emeralda 2018, Sabtu. Ia meraih gelar juara Piala Menpora-Emeralda 2018 usai mengoleksi total 214 pukulan atau dua di bawah par dalam tiga hari perlombaan. Pada perlombaan hari pertama Kamis (25/10), Ocha mendapatkan par atau 72 pukulan. Atlet Banten itu mendapatkan birdie masing-masing pada hole tujuh, hole delapan, dan hole 17. Tapi, Ocha juga menemui bogey pada hole satu, hole enam, dan hole 14. Atlet kelahiran Jakarta, 21 Juni 2001 itu, menorehkan 70 pukulan, atau dua di bawah par pada hari kedua, Jumat (26/10). Empat birdie didapatkannya masing-masing pada hole tiga, hole tujuh, hole 12, dan hole 15. Siswi kelas XII SMA Negeri 4 Depok ini menutup turnamen dengan par atau 72 pukulan, pada perlombaan hari ketiga, Sabtu (27/10). Ia meraih masing-masing satu birdie pada hole lima, hole tujuh, dan hole 17, walau mencetak satu bogey pada hole sembilan dan double bogey pada hole enam. “Ini adalah pencapaian terbesar bagi saya, setelah berlatih golf sejak tujuh tahun lalu. Kunci kemenangan saya pada hari kedua dengan main dua di bawah par. Padahal, saya hanya menargetkan par saja,” kata dara yang mulai berlatih golf pada usia 10 tahun itu. Keluarnya Ocha sebagai juara memang tak diduga. Ia mengungguli senior-seniornya yang lebih berpengalaman seperti Marcella Pranovia, dan Nanda Winnet Soraya. Nanda pun harus puas menduduki peringkat kedua, setelah hanya mampu meraih dua over (+2) atau 218 pukulan. Peringkat ketiga diraih oleh Meva Helina Schmit dengan skor yang cukup jauh, delapan over (+8) atau 224 pukulan. Sementara itu, Marcella harus terpental ke peringkat kedelapan dengan skor 14 over (+14) atau 230 pukulan. Ocha mengaku mulai menyukai permainan golf, setelah diperkenalkan cabang olahraga itu oleh ibunya. “Saya diajak driving sama ibu yang menemani klien-nya. Saya mulai memukul bola dan berlanjut sampai sekarang,” ujar atlet yang kerap berlatih kawasan Serpong, Banten itu. Atas prestasinya meraih gelar juara Piala Menpora-Emeralda 2018 itu, Ocha mendapat hadiah berupa keikutsertaan gratis dalam kejuaraan golf tingkat Asia-Pasifik pada 2019. “Saya ingin terus mempertahankan skor di bawah par seperti ini. Saya akan terus berlatih dan menyiapkan mental menghadapi pemain-pemain unggulan,” katanya. Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PGI), I Gusti Putu Gede mengatakan, turnamen Piala Menpora-Emeralda 2018 jadi salah satu ajang uji coba bagi calon-calon atlet tim nasional golf Indonesia jelang SEA Games 2019. “Kejuaraan ini menjadi salah satu ajang uji coba, meski pelatnas SEA Games 2019 belum dimulai secara resmi,” kata Gusti yang menambahkan sebanyak 40 atlet amatir golf nasional berada di bawah pembinaan PB PGI. PB PGI, menurut Gusti, belum dapat menentukan jumlah maupun komposisi atlet yang akan masuk dalam tim nasional menuju SEA Games 2019 menyusul nomor perlombaan cabang golf yang belum ditentukan panitia SEA Games Filipina itu. “Kami tentunya memantau hasil dalam turnamen-turnamen seperti ini serta perkembangan peringkat dunia dari setiap atlet amatir. Kami ingin melihat perkembangan atlet-atlet pelapis juga,” kata Gusti.

Kandaskan Juara Musim Lalu, SMAN 14 Impresif Di Laga Perdana DBL 2018 Jakarta East Region

SMAN 14 Jakarta (putih) sukses di laga perdana Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region. Miqdad Ismail dan kolega sukses mengalahkan SMAN 22 Jakarta, dengan skor 29-20 di GOR Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (26/10). (Pras/NYSN)

Jakarta- SMAN 14 Jakarta berhasil tampil gemilang di laga perdana Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region. Miqdad Ismail dan kolega sukses mengalahkan SMAN 22 Jakarta, dengan skor 29-20 di GOR Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (26/10). Pelatih tim basket SMAN 14 Jakarta, Andi Ilham, mensyukuri keberhasilan anak asuhnya yang meraih kemenangan di partai pembuka. Padahal, lawan yang mereka hadapi adalah kampiun East Region musim lalu. Namun, Andi tak puas dengan kinerja yang ditunjukan oleh anak asuhnya di lapangan. “Sebenrnya sedikit kecewa dengan penampilan mereka, karena apa yang sudah diberikan di latihan tapi diterapkannya hanya beberapa,” kata Andi Ilham, Jumat (26/10). Andi menilai perfoma anak asuhnya belum menunjukan penampilan terbaik karena mengalami demam panggung lantaran bermain di laga pembuka. “Mungkin karena pertandingan pertama, jadi grogi, Grogi ikut turnamen bergengsi seperti ini, ditambah lawannya juara tahun kemarin. Kesempatan menang itu 50-50 dalam lapangan, gimana mereka bisa mengaplikasikan yang saya berikan di dalam lapangan,” kata Andi menambahkan. Lebih lanjut, Andi siap mengevaluasi beberapa kesalahan yang ditunjukan di laga perdana kali ini. “Lumayan, tapi tadi puas karena ada faktor cedera nanti kita evaluasi kekurangannya. Kekurangan lainnya yaitu kerja sama antar pemain di lapangan harus ditingkatin lagi,” papar Andi. (Adt)

Tekuk Mutiara Cardinal 3-1, Exist Jakarta Tantang Juara Bertahan Djarum Kudus di Final Junior Pembangunan Jaya Cup 2018

Putri Kusuma Wardani, wakil tunggal PB Exist Jakarta, akhirnya menjadi penentu kemenangan klubnya, usai sukses mengalahkan Saifi Rizka Nurhidayah (PB Mutiara Cardinal Bandung), 21-17, 19-21, 21-17. (Adt/NYSN)

Ciputat- PB Exist Jakarta mengunci tiket final kejuaraan bulutangkis nasional antar klub beregu junior ‘Pembangunan Jaya Cup 2018’. Mereka menyingkirkan PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat, di semifinal, pada Jumat (26/10), dengan skor 3-1. Di pertandingan lain, PB Djarum Kudus menembus partai puncak, usai menyingkirkan tuan rumah PB Jaya Raya Jakarta, dengan skor tipis 3-2. Putri Kusuma Wardani, wakil tunggal PB Exist Jakarta yang diturunkan pada partai keempat, menjadi penentu kemenangan klubnya. Namun, sukses dara kelahiran 20 Juli 2002 itu tak mudah. Menghadapi Saifi Rizka Nurhidayah, Putri dipaksa kerja keras melakoni pertarungan melelahkan tiga gim, selama 75 menit. Mampu memetik kemenangan di gim pertama, dengan skor 21-17, namun Putri justru tak berdaya di gim kedua. Ia takluk dengan skor 19-21. Pertandingan di gim ketiga pun juga berlangsung sengit. Bahkan kedua pemain kerap melakukan rally panjang. Melalui smash keras yang tak mampu dikembalikan Saifi dengan sempurna, membuat Putri berhasil menyegel kemenangan dengan skor 21-17. “Tadi, saya mainnya agak tegang. Mungkin karena kebawa pikiran, misalkan kehilangan satu poin, tapi yang ada dipikiran itu kayak hilang sampai lima poin. Jadi makin tegang kalau sampai banyak buang poin,” ujar Putri ditemui usai laga, di Gelanggang Olahraga (GOR), Jaya Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten itu. “Lawan juga memiliki kontrol serta motong bolanya bagus, jadi waktu gim ketiga, meski tegang menjelang akhir permainan, tapi saya berusaha main nekat saja,” lanjutnya. Runner-up Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018 itu berjanji akan tampil maksimal, jika dirinya dipercaya bermain di partai pamungkas. “Harapannya tampil maksimal dan menyumbang poin untuk tim. Semoga klub juara di kejuaraan beregu junior ini,” tambah Putri. Kemenangan PB Exist juga disumbang Yonathan Ramlie. Tungga putra yang memainkan partai kedua itu menekuk wakil PB Mutiara Cardinal Bandung Arya Kusuma, straight game, dengan skor 21-18, 21-17, selama 45 menit. Duet Caesar Bagus Sadewa/Dejan Ferdinansyah berhasil menambah keunggulan PB Exist. Mereka menghentikan Ari Kusuma/Bagas Febrian Sani, usai memainkan laga selama 39 menit, straight game, dengan skor 21-13, 21-13. Sedangkan satu-satunya kekalahan diperoleh dari dobel campuran yang memainkan Dejan Ferdinansyah/Nita Violina Marwah. Mereka takluk dari Alif Rafsyah Mauthuthihona/Rayhan Vania Salsabila, straight game, 20-22, 15-21, di partai pertama. Dan, partai kelima yang sejatinya mempertemukan ganda putri Nita Violina Marwah/Putri Syaikah Ulima Hidayat (PB Exist) dengan Amalia Cahaya Pratiwi/Rayhan Vania Salsabila, tidak dimainkan. Sementara itu, di partai semifinal lainnya, juara bertahan PB Djarum Kudus unggul lebih dahulu lewat Leo Rollycarnando/Indah Cahya Sari Jamil. Dobel campuran yang turun di partai pertama itu mampu membungkam wakil tuan rumah, Ghifari Anandaffa Prihardika/Dinda Dwi Chayaning, rubber game, 19-21, 21-16, 21-16. Pertandingan ini berlangsung 80 menit. PB Jaya Raya lalu mampu menyamakan kedudukan 1-1, setelah Karono menyingkirkan Muhammad Aldo Apriyandi dalam duel berdurasi 56 menit, straight game, dengan skor 21-16, 21-16. Diakui Karono, jika kondisi fisiknya masih kurang fit, namun sudah jauh lebih baik dibandingkan hari sebelumnya. “Saya bersyukur bisa memberikan poin untuk tim. Ini sesuai target pelatih,” ujar Karono. Ia menyebut kemampuan lawan seimbang dengan dirinya. “Kami sama-sama taruna, sehingga levelnya juga sama dengan lawan,” lanjutnya. Pada partai ketiga, duet Daniel Marthin/Leo Rollycarnando memperlebar jarak atas PB Jaya Raya menjadi 2-1. Daniel/Leo menang dalam duel ketat tiga gim dari Ferdian Mahardika Ranialdy/Ghifari Anandaffa Prihardika, dengan skor 21-16, 22-24, 21-19. Tunggal putri PB Jaya Raya Maharani Sekar Batari menyamakan kedudukan 2-2. Ia menyudahi Nandini Putri Arumni setelah unggul rubber game, dengan skor 21-16, 15-21, 21-19, selama 65 menit. Di partai kelima sekaligus penentuan, PB Djarum Kudus berhak melangkah ke partai final, usai wakilnya Indah Cahya Sari Jamil/Lisa Ayu Kusumawati memastikan kemenangan, straight game, dengan skor 21-19, 21-11, atas Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia. Pertandingan itu berlangsung dalam 35 menit. Laga puncak antara PB Exist dan PB Djarum Kudus bakal berlangsung pada Sabtu (27/10), mulai pukul 14.00 WIB. Dan, pertandingan PB Jaya Raya dengan PB Mutiara Cardinal Bandung yang memperebutkan posisi ketiga juga berlangsung pada hari yang sama, yakni mulai pukul 10.00 WIB. (Adt)

Atlet 9 Tahun Kelahiran Kepri, Berpeluang Sabet Juara Gokart Asia 2018 di Malaysia

Pegokart cilik Indonesia andalan tim Gandasari Racing, Aditya Wibowo (9 tahun), berpeluang menjuarai kelas Micro Max seri Rotax Asia Max Challenge (AMC) 2018, di sirkuit Elite Speedway Plus, Subang Jaya, Malaysia, akhir pekan ini. (inilah.com)

Subang Jaya- Pegokart cilik dari Indonesia, Aditya Wibowo, berpeluang menjuarai kelas Micro Max seri Rotax Asia Max Challenge (AMC) 2018. Andalan tim Gandasari Racing kelahiran Tanjungpinang, Kepri, 30 Juli 2009, hanya berselisih 4 poin dari pimpinan klasemen, Ranvir Singh, asal India. Seri 6 yang merupakan penentuan balapan, akan dilangsungkan di sirkuit Elite Speedway Plus, Subang Jaya, Malaysia, pada Sabtu (27/10) dan Minggu (28/10). Peringkat siswa kelas 4 SD Bakti Mulia, Pondok Indah, Jakarta Selatan ini didapat, dengan asumsi menghitung 4 hasil balapan terbaiknya, dari 5 seri yang telah dilangsungkan. Seperti diketahui, regulasi penentuan juara umum AMC 2018, dengan menentukan 5 terbaik hasil balapan, dari total 6 seri yang telah diselesaikan. Dengan demikian, seri 6 pada akhir pekan ini, menjadi sangat menentukan. Saat ini, Ranvir mengumpulkan poin 346 berada pada peringkat pertama, lalu Aditya dengan 342 (kedua), serta pegokart Indonesia lainnya, Kimi Rae Fitriansyah dengan 321 (keempat), dan Calvin Wibowo dengan 316 (keenam). Sebenarnya, dengan perolehan poin yang relatif rapat ini, pegokart di posisi 6 besar, memiliki peluang hampir sama untuk menyandang gelar juara Asia 2018. Hanya saja, Aditya masih berusia 9 tahun ini, paling berpengalaman di antara 3 pegokart, yang berlaga di Micro Max tahun ini. Pada 2016 lalu, Adit, sapaanya, mencuri perhatian kalangan olah raga motor. Meski berusia 7 tahun, ia meraih IMI Award 2016, berkat prestasinya menjuarai sejumlah even gokart tingkat nasional dan level internasional. Salah satunya, menjadi juara nasional termuda kelas Kadet Rok Kejurnas Eshark Rok Cup National Championship 2016. (Adt)

PP PBVSI Yakini Kejurnas Voli Antarklub U-17 Bakal Sengit, Menuju Persiapan Kejuaraan Junior Asia 2019

Tim Putra Vobgard DKI Jakarta (hijau) menjadi juara pada Kejurnas Voli Antarklub U-17, edis 2017 lalu, usai menekuk Pasundan Jabar dengan skor 3-0, di GOR Amongrogo, Yogyakarta. Pada 2018, event ini akan berlangsung di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada 20-24 November 2018. (bolapsort.com)

Jakarta- Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) meyakini Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Antarklub U-17, pada 20-24 November, bakal berlangsung sengit. Hal itu dikatakan Hanny S. Surkatty, Ketua Bidang Pertandingan PP PBVSI, di Jakarta, pada Kamis (25/10). “Kejurnas U-17 lebih sengit, karena itu memang turnamen yang mempertemukan klub dengan materi pemain muda,” ujar Hanny. Diungkapkannya, saat ini negara lain di dunia tengah gencar melakukan pembinaan pemain usia muda. “Sekarang itu dunia memang sedang menggalakan pembinaan di bawah U-17. Sehingga mau tidak mau, Indonesia juga harus fokus untuk melakukan hal yang sama dengan negara-negara lain. Supaya nantinya jangan sampai tertinggal prestasinya,” jelasnya. Turnamen voli junior ini akan berlangsung di Jakarta, tepatnya di Gelanggang Olahraga (GOR) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada 20-24 November 2018. Ajang bergengsi yang masuk agenda PBVSI itu, akan melibatkan total 32 tim dari seluruh Provinsi di Tanah Air, dengan rincian, 16 tim putra dan 16 tim putri. Event ini sebelumnya dihelat di Malang, Jawa Timur (2015-2016), dan Yogyakarta (2017), serta diharapkan melahirkan bibit-bibit unggul voli Indonesia. “Dari event ini nantinya yang menjadi juara, akan kami ikutsertakan, pada Kejuaraan yunior Asia untuk tahun depan,” tukas Hanny. Untuk kategori U-17, beberapa klub tanah air sudah menyiapkan skuatnya. Diantaranya klub Maluku dan JVC, yang akan mewakili tim putra DKI Jakarta, pada event ini. Disusul Klub Vobgard dan Satria Muda, di bagian putri. Lalu Bali, yang akan diwakili Klub putra Kartini Batik Club (KBC) asal Gianyar. Sementara, tim asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan diwakili oleh tim Yuso Yogya putri remaja U-17, yang pada medio Juli 2018, berhasil menjadi juara pada event Kejurda bola voli remaja antarklub se-DIY. (Adt)

Jonatan Christie Nikmati Permainan, Gregoria Mariska Main Sabar di French Open 2018

Gregoria Mariska Tunjung. (Rizal/NYSN)

Paris- Melakoni duel di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Perancis, pada Kamis (26/10), tunggal Merah Putih Jonatan Christie dan Gregoria Mariska Tunjung berhasil menjejak ke perempat final kejuaraan bulutangkis French Open 2018 BWF World Tour Super 750. Di babak kedua (16 besar), Jonatan sukses membuat wakil India Sai Praneeth B, tak berkutik. Pemegang medali emas Asian Games XVIII/2018 itu menang dua gim langsung yang memakan waktu 42 menit, dengan skor 21-16, 21-14. Hasil positif itu menambah catatan keunggulan penghuni Pelatnas PBSI Cipayung tersebut atas Praneeth menjadi 2-1. Pemain India ranking 26 dunia itu mengalahkan Jonatan pertama kali di Thailand Open 2017, rubber game, dengan skor, 17-21, 21-18, 21-19. Lalu, Jonatan membalas di ajang New Zealand Open 2018, rubber game, dengan skor 14-21, 21-19, 21-8. “Puji Tuhan saya main lebih enak dari kemarin. Jujur saya agak trauma dengan kekalahan di babak pertama, babak kedua. Sekarang saya nggak mau sia-siakan kesempatan. Saya mengatur pola pikir bahwa main di Paris ini enak, harus nikmati permainannya,” ujar Jojo, sapaannya, dikutip situs resmi PBSI, Jumat (26/10). Selanjutnya, Jojo bakal menantang wakil China sekaligus unggulan enam Chen Long. “Saya memang kurang konsisten, ini yang saya jaga terus. Saya jaga pola pikir di lapangan, nggak pikirkan yang kemarin-kemarin, yang penting hari ini,” lanjutnya. “Sekarang saya fokus recovery dan akan diskusi sama Anthony (Sinisuka Ginting) yang dua pertemuan terakhir bisa menang dari Chen. Tapi, speed saya dan Anthony kan beda, jadi harus saya sesuaikan juga dengan pola main saya sendiri,” tambah Jojo. Sementara itu, Gregoria sukses mengamankan tiket perempat final usai menyingkirkan pemain Denmark Mia Blichfeldt. Anak didik Minarti Timur itu butuh waktu 55 menit untuk mengunci kemenangan dalam duel tiga gim, dengan skor 13-21, 21-14, 21-11. “Di gim pertama lawan lebih menekan, sepertinya dia sudah mempelajari permainan saya di pertemuan sebelumnya. Dia dapat start-nya dan saya terbawa permainan dia yang cepat. Dia posturnya tinggi, jadi maunya ‘sabet-sabet’ saja,” terang Gregoria. “Saya mencoba main lebih sabar di gim kedua dan ketiga. Kalau sudah bisa lewati ini, lawan seperti bingung sendiri,” tambah pemegang gelar juara dunia junior 2017 itu. Berikutnya, Gregoria akan berduel dengan unggulan dua asal Jepang Akane Yamaguchi. Berdasarkan statistik, pemain kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 11 Agustus 1999 itu masih memimpin rekor pertemuan dengan pebulutangkis Negeri Sakura itu. Kemenangan Gregoria tercipta ketika tim beregu putri Indonesia berjumpa Jepang di Asian Games XVIII/2018. Gregoria menang rubber game, dengan skor 21-16, 9-21, 21-18. Diakuinya, Akane merupakan tipikal pemain kuat serta ulet, sehingga dirinya harus siap capek melakoni laga nanti. “Saya tidak berpikir kalau pernah menang dari dia. Siapa tahu sebelumnya dia sedang tidak in. Jadi kalau ketemu lagi, anggap saja skornya 0-0,” tukas peraih gelar juara Singapore International Series 2015 itu. (Adt)

Tembus Perempat Final Indonesia International Challenge 2018, Remaja 17 Tahun di Luar Dugaan Berhasil Tumbangkan Lawan Seniornya Dari Negeri Sakura

Surabaya- Tunggal Putra besutan PB Djarum Kudus Syabda Perkasa Belawa, sukses menembus perempat final kejuaraan bulutangkis ‘Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challenge 2018’. Melakoni laga babak ketiga (16 besar), pada Kamis (25/10), ia berhasil memulangkan wakil Jepang Takuma Obayashi, dua gim langsung, lewat duel berdurasi 50 menit, dengan skor 21-16, 22-20. Remaja kelahiran Jakarta, 25 Agustus 2001 itu, mengaku tak menyangka bisa memenangi duel dengan pemain asal Negeri Sakura itu. Sebab, menurutnya, lawan memiliki ranking lebih baik darinya. Berdasarkan catatan, Obayashi menempati ranking 201 dunia, sedangkan Syabda merupakan penghuni ranking 473 dunia. “Hasil ini di luar dugaan. Kalau dilihat dari ranking lawan lebih baik, dia juga lebih senior dari saya. Tak menyangka saja bisa menang,” ujar Syabda di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudirman Surabaya, Jawa Timur, dikutip situs resmi PB Djarum, pada Kamis (25/10). Lolos ke perempat final, semifinalis India Junior International Grand Prix 2018 (tunggal putra) itu, berharap bisa terus menghadirkan kejutan. “Masuk perempat final belum puas. Harapannya bisa terus melaju,dan memberikan perlawanan,” imbuh lulusan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2013 itu. Berikutnya, ia akan saling ‘bunuh’ dengan wakil Indonesia lainnya, Chico Aura Dwi Wardoyo, yang menempati unggulan 11, guna memperebutkan tiket semifinal. “Besok (Jumat, 26/10) ketemu Chico. Kalau melihat peluang, tentu saja masih ada. Tinggal bagaimana di lapangannya saja nanti. Saya harus siap main alot,” tukas Syabda. (Adt)

Empat Pertandingan Duel Penuh Gengsi, Buka Laga DBL 2018 DKI Jakarta East Region

Juara bertahan Seri Jakarta 2017, SMAN 22, akan bergabung bersama 29 tim (21 putra dan 8 putri) guna mengarungi perjalanan panjang Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region. Bertempat di GOR Pulo Gadung, Jakarta Timur, liga basket Pelajar se tanah air seri DKI Jakarta ini akan dihelat 26 Oktober - 2 November. (DBL)

Jakarta- Sebanyak 29 tim (21 putra dan 8 putri) siap mengarungi perjalanan panjang Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region. Bertempat di GOR Pulo Gadung, liga basket bergengsi se tanah air seri DKI Jakarta akan dihelat 26 Oktober – 2 November. Empat laga pada sektor putra akan tersaji pada opening party, Jumat (26/10). Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region jadi rangakain terakhir, dari tiga regional lainnya, sebelum babak Champoonship. West Region (area Jakarta Barat), North Region (area Jakarta Utara dan Pusat), dan South Region (area Jakarta Selatan), telah lebih dulu menyelesaikan rangkaian pertandingan. Empat tim (dua tim putra dan dua tim putri) yang masuk babak final, nantinya akan bergabung dengan tiga region lainnya. Mereka akan bertarung di babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 pada 10-17 November mendatang di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta Selatan. Petualangan panjang itu dibuka oleh laga antara sang juara bertahan, SMAN 22 Jakarta, yang akan meladeni SMAN 14 Jakarta. Lalu, dilanjutkan laga dua debutan yang baru ambil bagian di Honda DBL DKI Jakarta tahun ini. Antara SMAN 12 Jakarta kontra SMA Labschool Jakarta. Serta salah satu big match di Jakarta Timur, yang mempertemukan SMAN 21 Jakarta kontra SMAN 36 Jakarta. Laga opening party akan ditutup oleh SMA Fons Vitae 1 melawan SMAN 42 Jakarta. Sebagai juara bertahan, SMAN 22 Jakarta berjanji akan tampil ngotot demi menjaga asa mempertahankan gelar. Kapten tim Riverside (julukan SMAN 22) merasa beruntung bisa bermain di hari pembuka. “Jujur, saya deg-degan menghadapi opening. Tapi, ya ini adalah langkah awal demi mempertahankan gelar,” ujar Daffa Rizky, kapten tim SMAN 22. Duel penuh gengsi pun jadi tajuk utama pada salah satu laga opening party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 East Region, pada Jumat (26/10), di GOR Pulogadung. Finalis tiga tahun silam, SMAN 21 Jakarta, akan meladeni perlawanan dari sang rival, SMAN 36 Jakarta. Kedua tim sudah sering berjumpa sebelumnya. Termasuk pada Honda DBL DKI Jakarta edisi 2014. Pada pertemuan terkhir itu, tim asuhan Rizqy Almushaddieq harus bertekuk lutut di hadapan SMAN 36. Mereka takluk dengan skor tipis 28-26, SMAN 21 kalah satu bola. Kekalahan yang sangat membekas bagi Dust (julukan SMAN 21) itu, jadi misi utama mereka untuk menebusnya. Ditambah, prestasi tim yang bermarkas di daerah Kayu Putih itu terus tergerus usai menembus babak final pada 2015 lalu. Setahun setelah masuk final, Dust tersungkur oleh SMAN 3 Jakarta. Lalu, pada tahun 2017, lagi-lagi mereka harus angkat koper di awal usai kalah dengan lawan yang sama di tahun sebelumnya. Sebagai kapten tim Dust, Rizki Andika menuturkan pertandingan hari ini merupakan laga hidup mati bagi timnya. “Kemenangan melawan SMAN 36 itu hal mutlak yang harus dicapai oleh kami. Target kami tahun ini juara. Artinya, kami harus bermain dengan lebih fokus dan all out untuk dapat memenangkan laga hari ini,” tegasnya. Rizki menilao, SMAN 36 bukanlah lawan yang mudah. Kedua tim saling membunuh saat head to head. Rizki menyatakan SMAN 36 memiliki skuat yang kompeten. “Semua pemainnya bagus sih, hanya saja sang kapten Bari Daffa patut dikawal dengan ketat,” ujar student athlete berusia 17 tahun itu. Sementara dari sang lawan, SMAN 36. Bertemu salah satu rival menjadi hal yang menarik bagi tim asal Rawamangun tersebut. Bukti bila mereka mampu menyingkirikan salah satu pesaing terberatnya demi trofi di Jakarta Timur. “Kami telah ikut DBL dari tahun 2014, namun belum pernah menyicipi final. Karena itu, jika kami bisa mengalahkan mereka, tentu kami lebih percaya diri menggapai juara, ujar Bari Daffa, kapten tim SMAN 36. Jika menilik pada sejarah, prestasi terbaik SMAN 36 adalah lolos babak 8 besar Honda DBL DKI Jakarta tahun 2016. Namun, kala itu perjalanan mereka terhenti oleh salah satu tim kuat SMAN 3 Jakarta. Sementara pada tahun 2017, mereka harus menelan pil pahit dari SMAN 34 Jakarta, pada babak awal. “Mereka (re: SMAN 21) memiliki first dan second team yang sama bagusnya. Terutama salah satu pemainnya yang menonojol, Irfan Fadilah, kami tak boleh lengah demi meraih Championship. Kami tak mau gagal lagi,” tegas Bari. Sang pelatih SMAN 36, Frangky de Fretes berharap agar timnya berjuang hingga akhir. “Intinya jangan nyerah dan nggak perlu takut. Team work dan percaya sama Tuhan,” ujarnya untuk para anak asuhnya. Dengan persiapan serta motivasi juara dari kedua tim, tentu mereka siap saling terkam pada laga pembuka. Bersamaan dengan itu, terdapat pula tiga pertandingan yag tak kalah seru. Di antaranya SMAN 12 Jakarta kontra SMA Labschool Jakarta, lalu ada SMAN Fons Vitae 1 Jakarta yang akan menjajal SMAN 42 Jakarta. Dan tentunya laga antara sang jaura bertahan SMAN 22 Jakarta melawan SMAN 14 Jakarta. (Adt)

Jadi Calon Lawan di Babak 8 Besar Piala AFC U-19, Jepang Punya Memori Buruk Menantang Indonesia

Menyandang status juara bertahan Piala AFC U-19, membuat skuat Masanaga Kageyama jadi unggulan teratas di Piala AFC U-19 2018. Tiap kontestan disinyalir bakal inferior saat menghadapi tim sekaliber Jepang, yang kini dimotori Lionel Messi Asia, Takefusa Kubo. (AFC.com)

Jakarta- Status juara bertahan Piala AFC U-19, membuat skuat Masanaga Kageyama jadi unggulan teratas di Piala AFC U-19 2018. Setiap kontestan disinyalir bakal inferior ketika dihadapkan dengan tim sekaliber Jepang. Jepang menunjukan tajinya. Dalam tiga pertandingan Piala AFC U-19 2018, Yuta Taki dan kolega menyapu bersih semua laga dengan kemenangan. Teranyar, Jepang menggasak Irak lima gol tanpa balas, ketika melakoni matchday terakhir Grup B, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (25/10). Total selama penyisihan grup, tim negri bunga matahari ini sudah menggelontorkan 13 gol, dan baru kebobolan 3 kali. Satu-satunya negara yang sanggup menempel jumlah torehan gol Jepang adalah Qatar, yang ‘cuma’ mencatatkan 11 gol. Performa menawan Jepang sejatinya sudah terlihat sebelum dimulainya turnamen itu. Tim Samurai Biru menunjukan peforma mengkilap ketika menjalani tiga laga uji coba kontra Canary Islands, Republik Ceko, dan Spanyol. Jepang memetik kemenangan atas Canary Island dan Republik Ceko. Namun, Jepang takluk 0-2 dari Spanyol, dalam laga uji coba tersebut. Masanaga cukup jeli dalam memanfaatkan materi pemain Jepang. Pakem formasi 4-4-2 pun dipilih sang pelatih untuk melewati setiap pertandingan di Piala AFC U-19 2018. Taktik 4-4-2 membuat permainan Jepang begitu cair. Para penggawa mereka leluasa bertukar posisi saat menyerang lini pertahanan lawan. Startegi berjalan sesuai rencana karena Jepang juga didukung sejumlah pemain yang punya teknik yang mumpuni. Satu di antaranya adalah Takefusa Kubo. Sosok yang dijuluki Lionel Messi dari Jepang itu, punya kecepatan di atas rata-rata. Dia tak ragu menggiring bola dan melewati sejumlah pemain, demi merangsek ke kotak penalti lawan. Dengan kemampuannya, Takefusa dengan mudah mengancam pertahanan lawan. Dia pun telah menorehkan satu gol untuk Jepang, sepanjang turnamen bergulir. Namun, tidak hanya Takefusa, pemain yang patut diwaspadai Timnas U-19. Jepang juga memiliki penyerang andalan produktif di Piala AFC U-19 2018, yakni Koki Saito. Saito menyumbang tiga gol saat ini. Teranyar, dia mencatatkan namanya di papan skor usai melibas Irak 5-0. Timnas U-19 harus menyiapkan strategi jitu untuk meredam agresivitas Jepang, dalam pertandingan nanti. Meski terbilang sulit, Garuda Nusantara masih punya peluang menembus semifinal, jika tampil efektif dan maksimal. Timnas U-19 pun sebenarnya menyimpan catatan rekor yang bagus, kala menghadapi negara-negara dari Timur Asia. Sejak 1960 hingga 2004, dalam turnamen resmi, Indonesia sanggup mengimbangi negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, China, hingga Taiwan. Bukan hanya mengimbangi, bahkan jika dilihat dari statistik, skuat Garuda Nusantara bahkan unggul, dengan catatan tujuh kemenangan, empat imbang, dan lima kali kalah. Meladeni Jepang pun, Indonesia saling mengalahkan. Namun, skuat Jepang terkini, memang jauh lebih unggul dan meyakinkan. (art) Rekor Pertemuan Timnas U-19 vs Negara Asia Timur (turnamen resmi) Indonesia 1-5 China 27 September 2004 Grup B Piala Asia U-19 2004 Korea Utara 5-1 Indonesia 6 November 1990 Grup A Piala Asia U-16 1990 China 1-1 Indonesia 22 April 1976 Grup B Piala Asia U-19 1976 Korea Selatan 1-1 Indonesia 3 Mei 1976 Perempat Final Piala Asia U-19 1976 Indonesia 3-1 Taiwan 16 April 1972 Grup C Piala Asia U-19 1972 Indonesia 1-2 Korea Selatan 26 April 1972 Perempat Final Piala Asia U-19 1972 Indonesia 1-0 Taiwan 23 April 1970 Grup D Piala Asia U-19 1970 Korea Selatan 0-1 Indonesia 30 April 1970 Semifinal Piala Asia U-19 1970 Indonesia 4-2 Hongkong 16 April 1967 Grup B Piala Asia U-19 1967 Indonesia 3-0 Korea Selatan 18 April 1967 Grup B Piala Asia U-19 1967 Indonesia 0-0 Korea Selatan 17 April 1962 Grup B Piala Asia U-19 1962 Hongkong 0-2 Indonesia 19 April 1962 Grup B Piala Asia U-19 1962 Indonesia 2-2 Korea Selatan April 1961 Grup A Piala Asia U-19 1961 Indonesia 2-1 Jepang April 1961 Grup A Piala Asia U-19 1961 Korea Selatan 4-2 Indonesia 4 April 1960 Grup B Piala Asia U-19 1960 Jepang 3-2 Indonesia 7 April 1960 Peringkat Ketiga Piala Asia U-19 1960

Jojo, Satu-satunya Pemain Tunggal Putra Yang Lolos Sebagai 16 besar di Ajang French Open 2018

Jonathan Christie saat bertanding di ajang Asian Games 2018, Agustus silam (Prass/NYSN)

Paris – Jonatan Christie, tunggal putra Pelatnas PBSI Cipayung, lolos ke babak kedua (16 besar) kejuaraan bulutangkis ‘French Open 2018 BWF World Tour Super 750’, di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Perancis, pada Rabu (24/10). Jojo, sapaannya, setidaknya butuh waktu 61 menit untuk melewati rintangan pertama ketika berjumpa dengan pemain India Sameer Verma. Remaja kelahiran Jakarta, 15 September 1997 itu menang rubber game, dengan skor 16-21, 21-17, 21-15. Berdasarkan statistik pertemuan, laga di Paris, merupakan perjumpaan ketiga antara Jojo dan Verma. Keduanya bertemu pertama kali tiga tahun lalu, tepatnya di Vietnam Open 2015. Ketika itu, Jojo takluk rubber game, dengan skor 21-16, 19-21, 20-22. Dan, terakhir di ajang Denmark Open 2018, pekan lalu, Verma mempermalukan Jojo di babak kedua usai menang rubber game, 23-21, 6-21, 22-20. “Sebetulnya saya punya kans menang waktu di Denmark, tapi saya tidak bisa mengatasi di akhir gim ketiga. Saat itu saya juga merasa kurang beruntung. Saya banyak belajar dari kekalahan itu, salah satunya adalah tetap fokus, meski sedang memimpin jauh,” ujar Jojo usai laga dikutip situs resmi PBSI, pada Rabu (24/10). Keberhasilannya ini juga tak lepas dari hasil diskusi Jojo dengan koleganya, yakni Anthony Sinisuka Ginting, terkait kondisi lapangan dan shuttlecock yang cukup berat. “Saya banyak dapat masukan dari Anthony, katanya bolanya agak lambat, jadi jangan terlalu forsir menyerang. Dan ini benar terjadi pada saya di gim pertama, lawan memancing saya untuk terus menekan dan tenaga saya terkuras. Saya mengubah permainan di gim kedua dan ketiga,” tuturnya. Anak pasangan Andreas Adi Siswa (ayah) dan Marlanti Djaja (ibu) itu, menjadi satu-satunya tunggal putra Indonesia yang lolos ke babak 16 besar French Open 2018. Sebab, dua wakil Indonesia lainnya, Anthony Sinisuka Ginting dan Tommy Sugiarto harus angkat koper di babak pertama. (Adt)

Tekuk FIFA BC 4-1, PB Jaya Raya Hadapi PB Exist Perebutkan Juara Grup Pembangunan Jaya Cup Junior 2018

Dobel Ferdian Mahardika Ranialdy/Viorel Joan Fernando (kaos hitam) memastikan PB Jaya Raya Jakarta menang 3-0 atas FIFA BC Sidoarjo usai menaklukan Muhammad Rafi Rabbani Putera/Raveno Bagas Prayoga, 21-11, 21-8. (Adt/NYSN)

Ciputat – PB Jaya Raya Jakarta berhasil meraih kemenangan kedua pada kejuaraan beregu campuran ‘Pembangunan Jaya Cup Junior 2018’, di Gelanggang Olahraga (GOR) Jaya Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (24/10). Mereka sukses menekuk FIFA BC Sidoarjo, Jawa Timur, dengan skor 4-1, pada pertandingan siang hari. Di pertandingan pertama yang berlangsung pagi hari, PB Jaya Raya Jakarta menumbangkan PB SGS PLN Bandung, Jawa Barat, dengan skor 5-0. Menjalani laga kontra FIFA BC Sidoarjo, empat wakil PB Jaya Raya Jakarta mampu meraih kemenangan dalam tempo kurang dari 30 menit. Di partai pertama, duet campuran Ghifari Anandaffa Prihardika/Dhea Bunga Anjani menuntaskan laga selama 20 menit kontra Deri Yulianto/Alfina Putri Nurmalitasari. Mereka menang dua gim langsung, dengan skor 21-15, 21-10. Muhammad Febriansyah, yang turun di partai kedua meraih kemenangan atas Alfian Ridlo Rabbany, dua gim langsung, dengan skor 21-12, 21-13, dalam duel berdurasi 26 menit. Di partai ketiga, dobel Ferdian Mahardika Ranialdy/Viorel Joan Fernando mampu menyegel kemenangan usai melewati pertarungan selama 20 menit. Dika/Viorel yang memastikan PB Jaya Raya Jakarta memetik kemenangan 3-0 atas FIFA BC Sidoarjo itu mengakhiri duel mudah dengan Muhammad Rafi Rabbani Putera/Raveno Bagas Prayoga, 21-11, 21-8. “Saya baru pertama kali main tadi. Karena Dika dipertandingan sebelumnya sama Daffa (Ghifari Anandaffa Prihardika). Main lepas saja dahulu sekalian nyocokin lapangan. Meskipun latihan disini, tapi kalau suasana pertandingan berbeda,” ujar Viorel usai laga. “Intinya memberikan yang terbaik untuk PB Jaya Raya. Semoga dipertandingan berikutnya bisa main bagus dan maksimal. Dan, yang paling penting step by step dulu,” lanjut remaja kelahiran Yogyakarta, 7 Juni 2000. Di partai keempat, Maharani Sekar Batari tak mendapatkan banyak kesulitan ketika berjumpa Fadilla Ridhatul Hayati. Maharani menelan waktu 24 menit untuk mengunci kemenangan, straight game, dengan skor 21-13, 21-10. Sayang, kemenangan beruntun PB Jaya Raya harus ternoda. Duet Dhea Bunga Anjani/Dinda Dwi Cahyaning tak berdaya kontra Annisa Mubarokah/Rakhmatul Fuadah, rubber game, 11-21, 21-10, 19-21, dalam waktu 52 menit. Berikutnya, PB Jaya Raya akan menghadapi PB Exist Jakarta di pertandingan ketiga babak penyisihan group A, pada Kamis (25/10). Duel itu sekaligus menentukan siapa yang nantinya menyandang juara dan runner-up group. (Adt) Hasil Pertandingan Pembangunan Jaya Cup Junior 2018, pada Rabu (24/10): Pertandingan Pagi: 1. PB Exit Jakarta vs FIFA BC Sidoarjo: 4-1 2. PB Jaya Raya Jakarta vs PB SGS PLN Bandung: 5-0 3. PB Djarum Kudus vs Daihatsu Candra Wijaya: 4-1 4. PB Mutiara Cardinal Bandung vs PB Victory Bogor: 5-0 Pertandingan Siang: 1. PB Djarum Kudus vs PB Victory Bogor: 3-1 2. PB Mutiara Cardinal Bandung vs Daihatsu Candra Wijaya: 3-1 3. PB Jaya Raya Jakarta vs FIFA BC Sidoarjo: 4-1 4. PB Exist Jakarta vs PB SGS PLN Bandung: 5-0

16 Tim Ramaikan Persaingan Livoli 2018, Ajang Seleksi Atlet Muda SEA Games 2019 Filipina

PP PBVSI kembali menggelar kejuaraan nasional Livoli 2018, pada 28 Oktober - 4 November 2018, sekaligus menjadi ajang seleksi atlet muda untuk SEA Games 2019, Manila, Filipina. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) kembali menggelar kejuaraan nasional Livoli, pada 28 Oktober – 4 November 2018. Sebanyak 16 tim, terdiri dari 8 tim putra dan 8 tim putri bakal meramaikan persaingan event rutin tahunan itu. Sekaligus ajang seleksi jelang SEA Games 2019, Manila, Filipina. “Mudah-mudahan di ajang Livoli ini kami dapatkan pemain muda berbakat untuk regenerasi mengikuti event internasional. Ada waktu 10 bulan sebelum SEA Games Manila,” ujar Hanny S. Surkatty, Ketua Bidang Pertandingan PP PBVSI (demisioner), di Jakarta, Kamis (25/10). Livoli 2018 mengikutsertakan klub Divisi Utama dan Divisi Satu sebagai ajang pemanasan sebelum memulai Proliga 2019. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) masih menjadi sponsor utama untuk Livoli 2018. Pada Livoli 2018, delapan tim putra akan tampil yakni Bhayangkara Samator Surabaya, TNI AU Jakarta, Indomaret Sidoarjo, Sukun Yuso Gunadarma Yogyakarta, Berlian Bank Jateng Semarang, Surya Muda Salatiga, dan dua tim promosi dari Divisi Satu, yakni PU Grobogan Jateng, serta Bina Cijaura Bogor. Sedangkan delapan tim putri adalah Bank Jatim Surabaya, PGN Popsivo Polwan, TNI AU Jakarta, Petrokimia Gresik, TNI AL Jakarta, Alko Bandung, serta dua tim promosi dari Divisi Satu, yaitu JWS Sulut, dan LNG Bontang. Untuk Livoli Divisi Utama bakal dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Ki Mageti, Magetan, Jawa Timur, pada 28 Oktober – 4 November 2018. Dan, Livoli Divisi Satu bakal digelar di GOR Dimyati, Kota Tangerang, Banten, pada 12-18 November 2018. Hanny menegaskan Livoli tak kalah menarik dengan Proliga, sebab akan terjadi persaingan ketat diantara para peserta. Menurutnya, dua tim terbawah pada kejuaraan di Magetan, Jawa Timur, akan terkena degradasi ke Divisi Satu. Sedangkan dua tim teratas pada Livoli 2018 Divisi Satu, lanjut Hanny, bakal mendapatkan promosi di Divisi Utama. “Jadi dipastikan kejuaraan di Magetan nanti akan berlangsung ketat. Sebab, semua tim tidak ingin terlempar ke Divisi Satu,” tegas Hanny. Sementara itu, Santiaji Gunawan, Group Head Strategic Stakeholder Manajemen PT PGN, menyebut PGN Livoli memiliki peran strategis bagi pembinaan atlet nasional. Melalui kompetisi Livoli, ungkap Santiaji, para pemain muda dapat menimba ilmu dari para atlet senior yang telah berlaga di Proliga. “Seperti tahun lalu, Livoli juga berperan dalam meningkatkan kualitas para pemain untuk Asian Games. Kami menyadari untuk memajukan olahraga nasional khususnya bola voli dibutuhkan banyak kompetisi yang berjenjang, untuk itu PGN tetap berkomitmen menyelenggarakan PGN Livoli 2018,” terang Santiaji. (Adt)

Belum Bertemu Di Perempat Final Piala AFC U-19, Indonesia Sudah Babak Belur Dibantai Jepang 1-4

Gelandang Timnas U-19, Luthfi Akmal (7), saat berduel dengan skuat Timnas Jepang U-19, Hasioka Daiki (4/ketiga kiri). Indonesia takluk 1-4 dari Jepang U-19, pada partai uji coba jelang Piala AFC U-19, yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Minggu (25/3). (liputan6.com)

Jakarta- Timnas U-19 memastikan tiket ke perempat final Piala AFC U-19 2018, usai menang 1-0 atas Uni Emirat Arab (UEA), di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Rabu (24/10). Hasil tersebut membuat Indonesia menempati posisi runner-up Grup A. Adapun UEA harus gigit jari karena tersingkir meski sempat menguasai puncak Grup A beberapa hari. Posisi uara Grup A ditempati Qatar. Qatar unggul produktivitas gol (7-7), ketimbang Indonesia (6-6) dan UEA (2-2). Indonesia sudah ditunggu Jepang U-19, yang dipastikan menjadi juara Grup B, meski menyisakan satu laga melawan Irak. Laga itu kembali berlangsung di SUGBK, Jakarta, Minggu (28/10). Indonesia patut mewaspadai kekuatan Jepang. Pada Maret silam, Timnas U-19 babak belur dibantai Jepang pada partai uji coba persiapan Piala AFC U-19, pada Minggu (25/3), di SUGBK. Tim yang saat itu diasuh Bima Sakti, menelan kekalahan telak 1-4. Sejauh ini, Kyosuke Tagawa dan kawan-kawan menyapu bersih dua kemenangan, dan mencetak delapan gol. Bukan itu saja, Jepang pun berstatus juara bertahan di turnamen ini. Mereka menjuarai Piala Asia U-19 2016, yang berlangsung di Bahrain, 13-30 Oktober 2018. Selain itu, Jepang juga memiliki pemain andalan Takefusa Kubo. Pemain FC Tokyo itu, sempat menimba ilmu di akademi Barcelona, pada periode 2011-2015. Lebih dahsyat lagi, Jepang bahkan bagaikan sebuah monster, jika menilik rekam jejaknya di Piala Asia U-19. Terutama jika menyimak rekornya, sejak turnamen edisi 1988 di Bahrain. Sejak saat itu, Timnas U-19 Jepang tidak pernah gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-19. Pencapaiannya pun gila-gilaan. Sebelum menjadi juara untuk pertama kalinya pada 2016, Jepang tercatat 5 kali menjadi runner-up turnamen pada 1994, 1998, 2000, 2002, dan 2006. Jepang juga sempat menjadi peringkat 3 (1992 dan 2004), peringkat 4 (1996), dan selalu mencapai perempat final pada edisi 2008, 2010, 2012, dan 2014. Bagi Indonesia, lolos ke 16 besar jadi hasil terbaik sejak 1986. Dalam lima edisi terakhir, tim Merah Putih selalu kandas di babak grup. Tapi, torehan kali ini, memang bukan yang terbaik sepanjang sejarah. Sebelumnya, Timnas U-19 sudah pernah menjadi juara (1961), runner-up (1967 dan 1979), serta meraih posisi ketiga (1962). (art)

Maju Perempat Final Piala AFC U-19, 10 Orang Skuat Timnas U-19 Indonesia Pendam Ambisi UEA

Timnas U-19 lolos babak perempat final Piala AFC U-19, usai menundukkan Uni Emirat Arab (UEA) U-19 dengan skor tipis 1-0, pada laga penutup grup A, fase penyisihan Piala AFC U-19 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Rabu (24/10). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 berhasil menekuk Uni Emirat Arab (UEA) U-19 dengan skor tipis 1-0, pada laga penutup grup A, fase penyisihan Piala AFC U-19 2018. Selain lolos ke perempat final, kemenangan ini membuat Egy Maulana Vikri dkk membalaskan dendam Evan Dimas Cs empat tahun silam. Empat tahun lalu di ajang yang sama, Timnas U-19 yang dihuni angkatan Evan Dimas dan kolega, juga bersua Uni Emirat Arab (UEA). Indonesia takluk 1-4 di Stadion Stadion Whunna Theikdi, Myanmar, 14 Oktober 2014. Gol semata wayang Timnas U-19 saat itu, dicetak striker Dimas Drajad. Dua laga sebelumnya Garuda Nusantara menelan dua kekalahan. Timnas U-19 takluk 1-3 dari Uzbekistan dan 0-1 dari Australia. Alhasil skuat yang juga dinakhodai Indra Sjafri terpuruk di papan bawah Grup B, tanpa koleksi sebiji poin pun. Kini, kekalahan Timnas U-19 angkatan Evan Dimas dan kolega, akhirnya bisa terbalas oleh penampilan imrepsif Egy Maulana dkk. Laga ini dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Rabu (24/10). Meski di menit ke-53 harus bermain dengan 10 orang, paska Nurhidayat Haji Haris dikartu merah, Indonesia mempertahankan kemenangannya, lewat gol semata wayang Witan Sulaeman (22′). Ini adalah gol ketiga Witan, pada Piala AFC U-19 2018. Sebelumnya, dia mencetak dua gol pada partai versus Taiwan U-19. . Timnas U-19 pun lolos dengan torehan enam poin, dari dua kemenangan dan satu kekalahan. Selanjutnya, kiprah Indonesia akan berlanjut menghadapi juara Grup B, Jepang, pada perempat final Piala AFC U-19. Laga itu berlangsung di SUGBK, Minggu (28/10) Tiga tim teratas Grup A, sebenarnya semua memiliki poin sama, yakni enam. Namun, Indonesia dan Qatar, justru yang berhak lolos karena keunggulan produktivitas gol yang dicetak ketimbang UEA. Lihat foto-foto pertandingan Indonesia vs UEA Disini Ini mengacu aturan “liga mini”, ketika ada tiga tim yang punya nilai sama, maka pemeringkatannya dihitung tanpa mengikutkan hasil lawan tim terbawah. Untuk event Piala AFC U-19, juru kunci dipegang Taiwan. UEA tersingkir karena hanya menorehkan dua gol, sementara Indonesia mengoleksi enam gol, dan Qatar menggelontorkan tujuh gol. Pelatih UEA U-19, Ludovic Batelli mengatakan, timnya bermain tak sesuai rencana mereka, yang mengharapkan hasil imbang. “Menurut saya kami bermain berbeda di dua babak pertandingan. Babak pertama kami bermain buruk,” ujar Ludovic selepas pertandingan. “Saya tak terkejut Indonesia mengalahkan kami. Mereka bermain baik. Target kami adalah seri, tapi kami kurang taktis dan harus menerima kekalahan,” jelasnya. Dengan kekalahan ini, UEA U-19 dipastikan tersingkir dari area Piala AFC U-19. Target Piala Dunia U-20 pun harus berakhir di babak penyisihan. Sejatinya, dalam penentuan lolos peringkat di Piala Asia U-19 2018, ada beberapa hal memengaruhi sebuah tim di posisi grup. Berikut ini tie breaker untuk penentuan fase grup Piala AFC U-19 2018: 1. Jumlah poin yang diperoleh dari pertandingan grup yang melibatkan kedua tim tersebut ( head-to-head ); 2. Selisih gol yang dihasilkan dari pertandingan grup yang melibatkan kedua tim tersebut; 3. Jumlah gol yang dicetak dari pertandingan grup yang melibatkan kedua tim tersebut; 4. Jika terdapat lebih dari dua tim dengan perolehan poin yang sama dan kriteria head-to-head di atas tetap sama, kriteria pemeringkatan diterapkan berdasarkan aspek berikut ini: – Selisih gol dari seluruh pertandingan grup; – Jumlah gol yang dicetak dari seluruh pertandingan grup; – Adu penalti jika dua tim dengan poin yang sama bertemu di pertandingan terakhir grup; – Poin fair play berdasarkan kartu kuning dan kartu merah yang dikumpulkan dari seluruh pertandingan grup dengan penilaian sebagai berikut: * Kartu kuning: 1 poin * Kartu kuning kedua/kartu merah tidak langsung: 3 poin * Kartu merah langsung: 3 poin * Kartu kuning dan diikuti kartu merah langsung: 4 poin * Undian. (art) Hasil Pertandingan Grup A Piala AFC U-19 2018 Kamis, 18 Oktober 2018 16:00 WIB Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Uni Emirat Arab 2-1 Qatar 19:00 WIB Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Indonesia 3-1 Taiwan U-19 Minggu, 21 Oktober 2018 16:00 WIB Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Taiwan U-19 1-8 Uni Emirat Arab U-19 19:00 WIB Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Qatar U-19 6-5 Indonesia Rabu, 24 Oktober 2018 19:00 WIB Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Indonesia 1-0 Uni Emirat Arab U-19 19:00 WIB Stadion Pakansari, Cibinong Qatar U-19 4-0 Taiwan U-19

Jelang Kejurnas Anggar Pada November, IKASI DKI Jaya Gelar Kejurprov 27-28 Oktober

Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) DKI Jaya di bawah komando Ketua Umum Suradji periode 2018-2022 yang terpilih dalam Musprov, segera menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada 27-28 Oktober. (tribunnews.com)

Jakarta- Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) DKI Jaya di bawah komando Ketua Umum yang baru, Suradji, periode 2018-2022 yang terpilih dalam Musprov, segera menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada 27-28 Oktober. Ketua Pengprov Ikasi DKI Jaya, Suradji mengatakan tujuan kejurprov ini digelar yakni  persiapan kejuaraan nasional (Kejurnas) pada 1-7 November yang akan berlangsung di Jakarta, dan ajang seleksi atlet pelatda menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua. “Kami harus bergerak cepat, karena kami harus mempersiapkan atlet menghadapi kejurnas yang waktunya sudah dekat. Selain itu, kami harus menggelar pelatda menghadapi PON 2020 mendatang,” kata Suradji, di sela-sela Rapat Persiapan Kejurprov di Jakarta, pekan lalu. Kejurprov mempertandingkan nomor, pra-kadet U-12-14 tahun (foil), kadet 14-17 (foil, EP, saber) putra-putri, yunior 17-20 tahun semua nomor, senior 20 tahun ke atas semua nomor. Sementara untuk pembinaan, akan dilangsungkan nomor usia dini di bawah 12 tahun, khusus untuk nomor foil. Sekretaris Umum Pengrov Ikasi DKI Jaya, Ganefiono mengatakan, diharapkan prestasi para atlet DKI Jaya menjadi barometer daerah lainnya. Ia juga mengatakan, khusus untuk Kejurprov ini, atlet SEA Games dan Asian Games, mendapat fasilitas wild card dalam kejurnas nanti. “Selama ini Ikasi DKI Jaya belum memberikan kontribusi yang maksimal untuk DKI Jaya maupun nasional. Namun, dengan kepengurusan baru ini prestasi akan lebih baik. Dan mudah-mudahan permintaan Ketua Umum Ikasi Pusat, agar DKI Jaya menjadi barometer bisa terjawab,” paparnya. (Adt)

Pegolf Amatir 11 Negara Bersaing di Depok, Indonesia Andalkan Ribka Vania Paska Tampil di Olimpiade Remaja Argentina

Ketua Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI) Mudjo Suwarno (kiri), Deputi III Kemenpora Raden Isnanta (kedua kiri), Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Golf Indonesia (PGI) I Gusti Putu Gede (ketiga kanan), perwakilan Emeralda Golf Club Fajarudin Simanjuntak (kedua kanan), dan CEO Rych Water Grup Rudy Chandra, dalam jumpa pers Turnamen Piala Menpora-Emeralda 2018 bersama atlet-atlet golf nasional, di Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta, Selasa (23/10). (Antaranews.com)

Jakarta- Sebanyak 144 pemain golf amatir dari 11 negara akan saling bersaing dalam Turnamen Piala Menpora-Emeralda 2018, yang akan berlangsung di lapangan Emeralda Golf Club, di Tapos, Depok, pada 25-27 Oktober. “Dengan kompetisi yang semakin intensif dan pembinaan merata, cabang golf di Indonesia akan semakin merata prestasinya dan makin banyak atlet yang akan mengikuti seri internasional,” kata Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Raden Isnanta di Jakarta, Selasa (23/10). Isnanta mengatakan turnamen Piala Menpora-Emeralda yang telah hadir selama tiga tahun berturut-turut itu membangkitkan semangat atlet untuk terus berkompetisi sehingga mampu mewakili Indonesia dalam setiap kejuaraan bergengsi internasional. Sejumlah negara yang akan mengikutsertakan pegolf amatirnya dalam turnamen bertajuk “Road to Asia-Pacific” itu antara lain dari Australia, China, India, Korea Selatan, Malaysia, dan Swedia. Ketua Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI) Mudjo Suwarno, selaku penyelenggara Turnamen Piala Menpora-Emeralda 2018 mengatakan, hanya 36 peserta terpilih yang akan masuk pada babak final dari 144 pemain yang menyatakan akan turun di Depok itu “Kami akan memberikan hadiah berupa pengiriman tiga pemain terbaik putra dan tiga pemain terbaik putri, ke turnamen tingkat ‘A’ di Jepang, Korea Selatan, atau Australia dengan biaya sepenuhnya dari PAGI,” kata Mudjo. Indonesia, lanjut Mudjo, akan mengikutsertakan atlet-atlet golf terbaiknya dari 24 provinsi. “Kami akan memberikan fasilitas bebas biaya pendaftaran, fasilitas antar-jemput dari bandara-hotel-bandara dan selama turnamen, serta bebas biaya akomodasi hotel,” katanya. Sedangkan Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Golf Indonesia (PGI) I Gusti Putu Gede mengatakan, event ini menjadi salah satu turnamen uji coba bagi atlet Pelatnas seperti Naraajie Emerald Ramadhan Putra, Kevin Akbar, Almay Rayhan, Marcella Pranovia, serta Ribka Vania, yang baru mengikuti Olimpiade Remaja di Argentina. “Kami berharap atlet-atlet nasional kami, bisa juara dalam turnamen itu, sehingga mereka dapat dikirim mengikuti turnamen Asia-Pasifik, sehingga menambah jam terbang untuk menyiapkan diri dalam SEA Games 2019,” tukas Putu Gede. Salah satu atlet muda potensial yang diproyeksikan PGI adalah Vania, atlet kelahiran Bandung 25 April 2000. Dara lulusan SMA Katolik Trinitas di Bandung ini, selain tampil di Argentina, juga menjadi andalan timnas Indonesia dalam event Asian Games 2018 lalu. Ia kini menjadi anggota skuat Pelatnas SEA Games 2019. Pemusatan latihan nasional PGI membidik keikutsertaan atlet nasional dalam dua turnamen hingga Desember 2018, sebagai bekal persiapan jelang SEA Games 2019. “Kami akan tampil di Piala Menpora-Emeralda 2018, dan kejuaraan di Pondok Indah pada akhir tahun nanti,” jelasnya Ia memastikan bila atlet-atlet Indonesia memang tak akan mengikuti event internasional hingga akhir 2018, dan hanya fokus mengikuti dua kejuaraan di Jakarta dan Depok itu. Pelatnas PGI terdiri dari 11 atlet yang terdiri dari enam atlet putra dan lima atlet putri, yang akan terus berlatih dan mengikuti SEA Games 2019, tanpa ada promosi ataupun degradasi. “Kami ingin pemain-pemain pelatnas dapat meraih gelar juara Piala Menpora-Emeralda 2018, sehingga mereka dapat mengikuti kejuaraan Asia-Pasifik dan menambah ilmu dalam kompetisi internasional,” pungkasnya. (Adt)

Kondisi Belum Fit, Pemain 17 Tahun Asal PB Djarum Kudus Lolos ke Babak 32 Besar International Challange

Syabda Perkasa Belawa berhasil menaklukan Dean Bencha Wijaya, 21-6, 21-12, pada babak 32 besar 'Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challange 2018', di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (23/10). (PB DJARUM)

Surabaya- Syabda Perkasa Belawa, tunggal putra PB Djarum Kudus, berhasil lolos ke babak kedua (32 besar) dalam event kejuaraan bulutangkis bertajuk ‘Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challange 2018’, pada Selasa (23/10). Pemain kelahiran Jakarta, 25 Agustus 2001 itu, mampu menaklukan kompatriotnya Dean Bencha Wijaya, straight game, 21-6, 21-12, dalam tempo 21 menit, di babak pertama (64 besar), di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudirman, Surabaya, Jawa Timur. Semifinalis Malaysia Junior International Challenge 2018 itu mengaku kondisinya belum fit usai membela tim putra U-19 pada Superliga Junior 2018, pekan lalu. “Kalau musuh tidak menyulitkan saya. Tapi, kondisi belum fit usai pertandingan Superliga kemarin,” ujar Syabda, usai laga dikutip situs resmi PB Djarum, Selasa (23/10). Namun, ia berharap maksimal pada turnamen berhadiah total 25.000 dollar Amerika Serikat (AS) itu. ”Ingin tampil maksimal, dan mengeluarkan kemampuan yang dimiliki,” lanjutnya. Di babak 32 besar, pada Rabu (24/10), pemain berpostur 1,63 meter itu akan berjumpa dengan Jia Wei Tan, asal Malaysia sekaligus unggulan 15. “Lawan memang diunggulkan dari saya. Tapi, dipertandingan besok, ya sebisa mungkin saya akan memberikan perlawanan. Semoga bisa meraih kemenangan,” tukas pemuda yang kini duduk di rangking 468 dunia versi WBF. (Adt)

Jadi Runner-up di SYNC 2018, Saint John’s Catholic School Akui Kualitas Skuat SMA YP Karya

Kiper SMA Yayasan Pendidikan (YP) Karya Kota Tangerang (Hijau), saat menghadang pemain SMA Saint John’s Catholic School, dalam laga final ‘Saint John’s Youth Nation Cup (SYNC) 2018’ cabang futsal. SMA YP Karya menjadi juara, usai menang dengan skor telak 10-2, pada Selasa (23/10). (Riz/NYSN)

Serpong- SMA Yayasan Pendidikan (YP) Karya Kota Tangerang, Banten, menjadi kampiun di ajang ‘Saint John’s Youth Nation Cup (SYNC) 2018’. Tim futsal putra yang dimotori Bagus Setiadi itu, sukses mengalahkan SMA Saint John’s Catholic School, Serpong, dengan skor telak 10-2, di laga final, pada Selasa (23/10). Di partai krusial, pesta gol SMA YP Karya diawali oleh aksi Bagus yang melakukan tendangan terarah dan tepat bersarang disisi kanan gawang SMA Saint John’s Catholic School, membuat skor berubah 1-0. Gol yang diciptakan SMA YP Karya itu berhasil meruntuhkan mental bermain tim besutan Randy Djielyandi ini. Meski begitu, tim tuan rumah berusaha keras mengejar ketertinggalan. Sempat mendapatkan peluang, namun tembakan pemain SMA Saint John’s Catholic School masih jauh dari sasaran. Alih-alih mengejar ketertinggalan, justru gawang SMA Saint John’s Catholic School kembali bobol oleh sepakan Bagus. Bahkan tim sekolah yang berlokasi di Cipondoh, Kota Tangerang itu, kembali memanen gol masing-masing melalui Hasnan Habib, Ikhsan Nurhidayat, Abdul Kholis, dan Bagus. Babak pertama berakhir dengan skor 6-0. Memainan babak kedua, para pemain SMA Saint John’s Catholic School mencoba bangkit. Mereka menebar ancaman ke jantung pertahanan lawan. Hasilnya, Ariel Jetro Christo Manurung berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan. Skor berubah 1-6. Tak butuh waktu lama, SMA YP Karya mampu membalas lewat aksi individu Aris Sunandar. Satu gol kembali tercipta melalui kaki Bagus, yang tampil impresif sepanjang laga berlangsung. SMA Saint John’s Catholic School akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol ‘hiburan’ dari pemain yang akrab disapa Thegar. Meski berada di atas angin, tim tamu tak mengendurkan serangan. Bahkan, mereka berhasil menambah dua gol lewat Dendi Nugraha Prasetyo, dan Hasnan Habib. Skor 10-2 untuk SMA YP Karya ini bertahan hingga wasit meniup pluit tanda pertandingan berakhir, sekaligus memastikan meraih gelar juara di ajang ‘Saint John’s Youth Nation Cup (SYNC) 2018’. Sedangkan posisi tiga diraih SMK Al-Amanah, Setu, Kota Tangerang Selatan, yang menang atas SMKN 1 Kota Tangerang, Banten. Randy, juru racik tim futsal SMA Saint John’s Catholic School, menyebut tim lawan memiliki kualitas permainan yang bagus. “Peluang di pertandingan tadi sebenarnya ada, tapi kami mengakui lawan memiliki kualitas pemain yang bagus, baik secara individu maupun tim,” ujar Randy, usai laga. Namun, ia tetap memberi apresiasi anak asuhnya yang berjuang keras di final ini. “Kami tetap apresiasi para pemain yang sudah berusaha dan berjuang dengan keras untuk bisa meraih kemenangan. Tapi, memang hasilnya belum maksimal. Kedepan, mereka harus lebih fokus,” lanjutnya. Sementara itu, Hikmat, arsitek tim futsal SMA YP Karya, mengaku belum puas terhadap penampilan Bagus Setiadi Cs. Sebab, menurutnya, para pemain belum menemukan lawan yang seimbang, sehingga kualitas permainan mereka bisa lebih teruji. “Belum puas 100 persen melihat penampilan mereka tadi. Karena mungkin lawan pernah mereka kalahkan disaat penyisihan, sehingga karena sudah tahu kemampuan lawan, jadi mereka menganggap remeh,” terang Hikmat. “Inilah yang membuat masing-masing pemain ingin menunjukkan skill pribadi, bukan secara tim. Mungkin lain cerita kalau misalkan lawan memiliki kemampuan di atas tim kami, bisa lebih teruji,” tambahnya. Di pertandingan lainnya, tim futsal putra SMP Annisaa Kota Tangerang Selatan, menyabet gelar juara usai menaklukan tuan rumah SMP Saint John’s Catholic School, dengan skor 7-2. Dan, peringkat ketiga direbut SMP Global Islamic School, Serpong, Tangerang Selatan, usai menyudahi SMP Ehipassiko, Serpong, Tangerang Selatan. Nur Illahi, pelatih tim futsal SMP Annisaa, mengatakan prestasi skuatnya itu sudah sesuai target. “Hasil ini sesuai target bahwa kami harus juara. Padahal, di babak penyisihan kami ketemu dan kalah dengan skor 1-3. Tapi, hari ini anak-anak bermain lebih lepas dan enjoy,” tutur pria yang juga guru pendidikan jasmani (Penjas) itu. Disisi lain, Randy yang juga menukangi tim futsal SMP Saint John’s, menegaskan timnya hanya kalah mental, dan tak beruntung. “Kami juara pool, dan lawan runner-up pada saat penyisihan. Mental kami jelek, beberapa kali kebobolan, akibat bola lambung dari kiper yang dilempar langsung ke pertahanan kami,” imbuhnya. “Dipertandingan tadi para pemain juga kurang siap, dan sering ragu-ragu, sehingga hasilnya kurang memuaskan. Yang pasti kualitas permainan mereka meningkat sejak dari penyisihan hingga ke final,” pungkas Randy. (Adt)