Singapore Open 2022: Apriyani/Fadia Naik Podium, Indonesia Juara Umum

Singapore Open 2022: Apriyani/Fadia Naik Podium, Indonesia Juara Umum

Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti menjuarai BWF Super 500 Singapore Open 2022. Mereka menaklukkan unggulan kelima asal China Zhang Shu Xian/Zheng Yu dalam laga final di Singapore Indoor Stadium, Minggu 17 Juli 2022. Apriyani/Fadia sukses menang dua gim langsung. Mereka menang 21-14, 21-17 dalam waktu 39 menit. Sempat tertinggal 1-3, Apriyani/Fadia benar-benar tak memberikan celah kepada pasangan China di gim pertama. Mereka unggul jauh 11-5 di interval. Apri/Fadia terus menunjukkan permainan memukau. Mereka menutup gim pertama dengan keunggulan 21-14. Masuk ke gim kedua, Apri/Fadia sempat tertinggal 4-8. Zhang/Zheng unggul tipis 11-10 di interval. Apri/Fadia mengambil alih permainan. Mereka berbalik unggul 17-14. Apriyani/Fadia akhirnya memastikan gelar Singapore Open 2022. Pasangan Indonesia menang. Ini merupakan gelar ketiga Apriyani/Fadia yang baru dipasangkan tahun ini. Sebelumnya, mereka merebut medali emas SEA Games 2021 dan juara Malaysia Open 2022. Sementara itu, Indonesia mampu memastikan tampil sebagai juara umum, usai Anthony Sinisuka Ginting menyabet gelar juara. Ginting berhasil menaklukkan Kodai Naraoka asal Jepang dengan straight games 23-21 dan 21-17. Gelar ini melengkapi raihan Apriyani/Fadia dari nomor ganda putri dan Leo/Daniel dari nomor ganda putra.

Singapore Open 2022: Kalahkan Fajar/Rian, Leo/Daniel Juara

Singapore Open 2022: Kalahkan Fajar/Rian, Leo/Daniel Juara

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tampil sebagai juara ganda putra Singapore Open 2022. The Babies menang tiga gim atas Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Final ganda putra Singapore Open 2022 mempertemukan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dengan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin di Singapore Indoor Stadium, Minggu (17/7/2022) sore WIB. Leo/Daniel membuka peroleh poin lebih dulu dan memimpin 4-1 di awal pertandingan. Fajar/Rian lantas melesat dengan enam poin beruntun. Leo/Daniel kesulitan membendung laju pasangan seniornya, yang lantas merebut enam poin lainnya berturut-turut. Fajar/Rian yang bermain lebih rapi menjaga keunggulan dan tak kesulitan mengamankan gim pertama. Mereka menang 21-9 dalam tempo kurang dari 15 menit. Leo/Daniel memulai gim kedua dengan merebut lima poin langsung. Tapi kesalahan sendiri membuat rangkaian itu terhenti, bahkan disusul sejumlah eror lainnya yang bikin Fajar/Rian mendapatkan angin segar. Fajri, sebutan pasangan Fajar/Rian, sempat menipiskan selisih menjadi hanya satu poin pada kedudukan 5-6. The Babies merespons dengan mempertahankan intensitas dan terus menekan, sampai akhirnya menutup interval gim kedua 11-7. Fajar/Rian gantian lebih banyak melakukan kesalahan di gim kedua. Beberapa pukulan Fajar terlalu panjang sehingga berakhir di belakang garis. Leo/Daniel merebut lima poin beruntun untuk memperlebar selisih jadi 17-8. Rangkaian itu terhenti saat servis Daniel tak sampai ke bidang permainan Fajar. Fajar/Rian mencoba menjadikannya momentum untuk mengejar. Namun meski sempat menipiskan jarak menjadi 14-19, mereka tak kuasa mencegah pasangan juniornya merebut gim ini 21-14. Leo/Daniel membuka keunggulan 3-1 di gim ketiga, namun Fajar/Rian tak membiarkan mereka menjauh. Berhasil menipiskan menjadi 3-4, Fajar menyelamatkan bola yang sempat berbelok usai mengenai net dalam duel drive. Ia lantas menempatkan bola ke pojok kiri untuk merebut poin dan menyamakan skor. Namun Fajar/Rian gagal menjadikannya momentum untuk berbalik memimpin. Leo/Daniel justru berhasil meraih empat angka untuk kembali melebarkan selisih, kini menjadi 8-4. Mereka lantas menutup interval 11-6. Fajar/Rian pelan-pelan mencoba keluar dari tekanan, meski diwarnai sejumlah kesalahan. Dalam posisi tertinggal 12-15, Fajar melakukan kesalahan servis sehingga perolehan poin terhenti setelah dua angka. Fajar/Rian terus berusaha menempel. Akan tetapi Leo/Daniel menjaga ketenangan bahkan saat sang senior menipiskan selisih 16-18. Mereka mengunci gelar juara setelah pukulan Fajar menyangkut di net, menutup gim ketiga 21-16. Dengan hasil ini, Leo/Daniel sekaligus mempertajam rekor pertemuan lawan Fajar/Rian menjadi 3-1.

Syarief Hasan Dorong Pembinaan Olahraga Voli Kepada Generasi Muda

Syarief Hasan Dorong Pembinaan Olahraga Voli Kepada Generasi Muda

Wakil Ketua MPR RI, Sjarifuddin Hasan atau Syarief Hasan bersama Presiden RI Ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyaksikan laga tanding persahabatan olahraga bola voli antara tim Pacitan Lavani Junior (PLJ) melawan tim SMK Negeri 2 Pacitan. PLJ adalah tim voli binaan SBY, yang berisi anak-anak muda bertalenta dan berpotensi menjadi atlet voli profesional. Mereka diambil dari beberapa daerah di Indonesia. Laga tanding yang digelar di lapangan voli SMKN 2 Pacitan, Sidoharjo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu, 9 Juli 2022 ini juga dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, keluarga SBY, beberapa petinggi Partai Demokrat, Kepala Sekolah, guru dan ratusan siswa-siswi SMKN 2 Pacitan. Pertandingan digelar dalam 5 set. Syarief Hasan dan SBY terlihat serius menyaksikan set demi set permainan kedua tim. Beberapa kali dua tokoh nasional ini mengepalkan tangan memberi semangat. Di sudut lain, ratusan siswa pendukung tim voli SMKN 2 juga tak mau kalah. Mereka terus riuh memberikan dukungan kepada tim kebanggaan mereka. Di set pertama, Lavani Junior mudah membekuk lawan dengan skor 25-13. Di set 2 dan 3, kedua tim sempat sengit kejar mengejar angka, yang kemudian dimenangkan oleh lavani dengan skor tipis 25-20. Di akhir pertandingan, lavani Junior berhasil mendominasi semua set dan memenangi laga tanding dengan skor total 116-86. Ada momen unik dilakukan Syarief Hasan. Seraya menunggu pertandingan dimulai, dia berkesempatan berkeliling menghampiri dan berbincang dengan beberapa pelajar. Kepada mereka, Pimpinan MPR dari Partai Demokrat ini mendorong agar terus rajin belajar, hormati orang tua dan guru agar tercapai cita-cita. Sebagai generasi muda harapan bangsa, Syarief Hasan juga mengingatkan agar para pelajar melek politik. “Banyak di antara kalian di tahun 2024, pasti sudah punya hak pilih di pemilu atau sudah menjadi pemilih pemula. Untuk itu persiapkan diri kalian. Mulai dari sekarang pelajarilah dengan baik seputar pemilu dan hak pilih, sehingga jika saatnya tiba kalian sudah bisa menggunakan hak itu dengan bijak,” ujar Syarief Hasan, dibarengi anggukan kepala para pelajar. Ditemui usai pertandingan, Profesor Bidang Ilmu Strategi Manajemen Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) ini mengatakan bahwa kegiatan tanding persahabatan itu, merupakan bagian dari pembinaan kepada generasi muda Indonesia di bidang olahraga. Pertandingan ini berdampak bagus untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman masing-masing tim. “Saya sangat mendorong upaya pembinaan olahraga voli kepada anak-anak muda Indonesia. Sebab, selain membuat sehat jiwa raga, jika ditekuni dengan baik mereka bisa berprestasi melalui olahraga ini,” ujarnya. Syarief memberi contoh, Tim Bola Voli Bogor Lavani binaan SBY yang dibentuk oleh beliau pada Desember 2019, berhasil menjadi Juara Proliga Putra 2022. Bahkan, lima pemainnya masuk memperkuat skuad Timnas Voli Putra Indonesia yang berhasil menambah raihan emas kontingen Indonesia di Sea Games 2021, setelah menaklukkan Vietnam 3-0 di laga final. “Apresiasi yang tinggi juga saya berikan kepada Bapak SBY. Sebab, sebagai tokoh bangsa, beliau masih bersemangat memberikan kontribusinya kepada bangsa dan negara. Salah satunya dengan membentuk dan membina Klub Voli Bogor Lavani sehingga bisa ikut mengharumkan nama bangsa di kancah dunia,” tuturnya.

Malaysia Masters 2022: Giliran Chico Berjaya di Malaysia

Malaysia Masters 2022: Giliran Chico Berjaya di Malaysia

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Chico Aura Dwi Wardoyo meraih gelar juara di ajang bulutangkis Malaysia Masters 2022. Ini merupakan gelar pertama Chico di turnamen level BWF World Tour Super 500. Chico meraih titel juara usai dalam partai final yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Minggu (10/7), berhasil mengalahkan Ng Ka Long Angus dari Hong Kong dua gim langsung 22-20, 21-15. “Sedikit tegang saat masuk lapangan, tapi alhamdulillah saya bisa mengatasinya akhirnya bisa main enjoy dan rileks di lapangan. Di gim pertama poinnya kan mepet-mepet, saya fokus poin demi poin dan saat di poin kritis coba konsisten dengan pola main,” kata Chico. “Di gim kedua, lawan sepertinya tidak enak juga dengan kondisi menang angin jadi saya manfaatkan kesempatan itu,” lanjutnya. Perjalanan Chico merebut gelar Malaysia Masters 2022 tidak bisa dikatakan mudah. Setelah mendapat promosi dari kualifikasi ke babak utama, Chico dihadapkan pada lawan-lawan tangguh seperti Lee Cheuk Yiu (Hong Kong), Kantaphon Wangcharoen (Thailand), Lu Guang Zu (China) hingga rekan satu pelatnas, Anthony Sinisuka Ginting. Tapi ia berhasil melewati mereka walau harus berjuang dengan rubber game. “Pastinya senang dan bangga bisa meraih gelar pertama di Super 500. Saya tidak menyangka bisa juara di sini tapi ini juga berkat persiapan saya yang menurut saya cukup baik jelang turnamen ini,” ungkap Chico. “Saya berharap ini menjadi bentuk tambahan kepercayaan diri menuju turnamen-turnamen selanjutnya. Saya ingin lebih enjoy dalam setiap permainan yang saya jalani,” harapnya. Selain gelar pertama di BWF World Tour Super 500, Chico juga mencetak sejarah dengan menjadi pebulutangkis Papua pertama yang meraih gelar juara di ajang bulutangkis internasional. Chico pun mempersembahkan gelar ini untuk semua pihak yang sudah mendukungnya. “Gelar ini mau saya persembahkan untuk orang tua, mama, papa, kakak dan adik. Semua keluarga. PBSI juga pastinya. Terima kasih untuk coach Irwansyah, Koh Jonatan (Christie), Aa Ginting (Anthony Sinisuka), Mas Vito (Shesar Hiren), dan semua tim tunggal putra,” ucap pebulutangkis kelahiran Jayapura, 15 Juni 1998 itu. “Untuk masyarakat Indonesia, khususnya Papua, terima kasih doa dan dukungannya selama ini. Semoga apa yang saya raih, bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi anak-anak di sana,” pungkas Chico.

Malaysia Open 2022: Apri/Fadia Berjaya di Malaysia

Malaysia Open 2022: Apri/Fadia Berjaya di Malaysia

Perjalanan ganda putri kebanggaan Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti pada turnamen bulutangkis Malaysia Open 2022 berakhir sempurna. Mereka sukses keluar sebagai kampiun di ajang BWF World Tour Super 750 itu. Ini menjadi gelar World Tour pertama Apri/Fadia sejak dipasangkan. Hebatnya lagi, mereka meraih gelar hanya setelah mengikuti tiga turnamen. Apri/Fadia pun tak henti mengucap syukur. “Alhamdulillah, kita memang ingin juara. Setiap pertandingan pasti ada target dan hari ini tercapai menjuarai Malaysia Open. Tapi kami belum berpuas diri. Masih ada Malaysia Masters minggu depan, kita harus menyiapkan lagi. Perjalanan kami baru dimulai, ketika turun dari podium kita balik dari nol lagi,” ungkap Apri di sesi wawancara. “Rasanya sangat senang karena di awal pas mau dipasangkan, Kak Apri ada sedikit cedera. Jadi harus menunda debut. Tapi alhamdulillah saat partneran di empat pertandingan pertama bisa langsung juara SEA Games dan sekarang juara World Tour. Semoga ke depan makin percaya diri, makin baik lagi dan saya akan terus belajar,” janji Fadia. Sebelum memastikan gelar juara, Apri/Fadia harus terlebih dahulu menjalani laga sengit kontra pasangan China, Zhang Shu Xian/Zheng Yu di partai final. Dalam laga yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Minggu (3/7) siang itu, Apri/Fadia menang rubber game, 21-18, 12-21, 21-19 dalam durasi waktu 71 menit. “Tadi di pertandingan kita sama-sama pressure, tegang pastinya. Terutama di gim ketiga kita unggul satu dan dua poin terus mereka terus mengejar. Tetapi coba kita lawan dengan komunikasi dan saya yakin saja kalau mereka tidak bisa mengembalikan pukulan kita. Saya terus tekankan seperti itu ke Fadia, satu poin demi satu poin. Kuncinya adalah kesabaran,” jelas Apri. “Mereka juga terlihat tegang. Jadi saya mikirnya ketika unggul tipis itu, tidak apa buang satu poin tapi harus dapat satu poin lagi,” sambung Fadia. Yang paling mengharukan adalah hari ini ribuan publik Malaysia yang hadir di Axiata Arena kompak mendukung Apri/Fadia. Bahkan teriakan, “Indonesia, Indonesia,” menggema di seluruh stadion. “Hari ini kita seperti main di rumah sendiri, terima kasih untuk semua penonton di Axiata Arena. Juga terima kasih kita kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mendukung kita dari rumah,” ujar Apri. “Gelar juara ini untuk PBSI, pelatih, Kak Greysia (Polii), keluarga, dan semua orang-orang tercinta dan tersayang,” tutup Apri. Sementara itu, wakil Indonesia lain di partai puncak yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus mengakui keunggulan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Fajar/Rian takluk lewat pertarungan rubber game, 24-22, 16-21, 21-9.

Malaysia Open 2022: Apri/Fadia Semakin Dekat Dengan Gelar Juara

Malaysia Open 2022: Apri/Fadia Semakin Dekat Dengan Gelar Juara

Satu langkah lagi bagi ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti untuk memastikan gelar juara di ajang bulutangkis Malaysia Open 2022. Apri/Fadia baru saja memastikan satu tiket final usai mengalahkan ganda putri Korea Selatan, Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong dengan skor 21-14, 22-20. Apri/Fadia membuka laga yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Sabtu (2/7) sore dengan baik. Mereka unggul jauh di gim pertama, 21-14. Namun di gim kedua, pertandingan seperti akan berlanjut ke gim penentuan saat Apri/Fadia tertinggal 13-17. Tapi kesabaran membuat mereka berhasil menyamakan kedudukan 17-17. Setelah itu, kejar-kejaran angka terus terjadi. Pasangan asal Negeri Ginseng itu meraih gim poin terlebih dahulu 19-20. Namun, Apri/Fadia sukses merebut tiga angka beruntun untuk menutup laga dengan kemenangan 22-20. “Rasanya senang dan bangga, tapi masih ada satu langkah lagi besok. Kita mau terus konsisten dan tidak mau cepat puas,” kata Apri selepas pertandingan. “Di gim kedua tadi kita cuma fokus sama pertandingan. Kita sudah tahu pola permainan mereka dan di saat itu mereka tidak mengubah pola, sementara kita terus cari celah kelemahan mereka, dan akhirnya bisa menang,” sambungnya. Bagi Apri/Fadia, ini merupakan final ketiga dalam empat turnamen pertama yang mereka ikuti. Final lain terjadi di SEA Games Vietnam 2021 dimana Apri/Fadia berhasil merebut medali emas dan saat Daihatsu Indonesia Masters 2022 lalu yang berakhir dengan podium runner up. “Alhamdulillah kita selalu bersyukur dan setiap pertandingan kita mau juara, mau kasih prestasi yang terbaik. Fadia bisa membawa saya sejauh ini, kembali ke final lagi, itu saya juga bersyukur. Kita terus menjaga komunikasi, berusaha semaksimal mungkin dan menata apa yang harus kita perbaiki,” sahut Apri. “Ada rasa tidak menyangka bisa masuk final tiga kali dalam empat turnamen pertama kita. Saya kira bakal pelan-pelan, perlu proses tapi saya juga percaya ini berkat latihan yang sungguh-sungguh karena saya tahu tidak ada usaha yang mengkhianati hasil,” ujar Fadia. Di babak final, Apri/Fadia akan bersua Zhang Shu Xian/Zheng Yu asal China. Apri/Fadia unggul dalam rekor pertemuan 1-0. Mereka menang di babak 16 besar East Ventures Indonesia Open 2022 dengan rubber game 21-16, 16-21, 21-18. “Kita sudah pernah ketemu mereka, jadi sudah sedikit banyak tahu pola masing-masing,” ucap Fadia. “Jadi besok harus all out dan buat semuanya enak biar di lapangannya ikut enak,” pungkas Apri.

Indonesia Menghelat Turnamen Tenis International Junior

Indonesia Menghelat Turnamen Tenis International Junior

Indonesia kembali menggelar turnamen tenis Internasional Junior, mulai kemarin, Sabtu (25/6). Turnamen digelar pada tanggal 25 Juni – 2 Juli 2022 di lapangan tenis Epicentrum Jakarta. Turut hadir sejumlah petenis Junior dari berbagai negara seperti Asia dan eropa. Sebelumnya, Jakarta juga mengadakan turnamen tenis junior nasional dengan tajuk JITA National Junior Tennis Tournament yang diselenggarakan tanggal 19 – 26 Juni 2022 di lapangan tennis Epicentrum, Jakarta. Turnamen yang cukup bergengsi ini mempertandingkan kelas tunggal dan ganda putra dan putri kelompok umur 12 tahun ke bawah, 14 tahun ke bawah dan 16 tahun ke bawah. Ketua Pengda Pelti DKI Jakarta, Erwin Suryadi, yang menyempatkan diri hadir untuk menyaksikan sekaligus memberikan hadiah kepada para pemenang pertandingan ini menyampaikan bahwa Turnamen Junior dengan skala nasional ini merupakan sebuah turnamen yang harus diapresiasi dan didukung oleh Pelti DKI Jakarta. Sebab, ajang ini khususnya untuk menemukan bibit-bibit pemain junior yang nantinya bisa menjadi pemain yang bisa memiliki prestasi internasional maupun nasional. Erwin dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa apreasiasi yang sangat tinggi juga diberikan kepada sekolah tenis JITA (Jakarta International Tennis Academy) yang dikomandani oleh Goenawan T Sutikno dan Revel Yehezkia, di mana selain turnamen Junior nasional ini. “Semoga dengan semakin semaraknya turnamen nasional dan internasional, khususnya di Jakarta akan semakin menggairahkan tenis lapangan di Indonesia ini,” ungkap Erwin. Sumber: Medcom.id

Malaysia Open 2022: Gregoria Tumbangkan Peringkat Satu Dunia

Malaysia Open 2022: Gregoria Tumbangkan Peringkat Satu Dunia

Kemenangan meyakinkan diraih tunggal putri muda Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, pada babak 32 besar turnamen bulutangkis Malaysia Open 2022. Tidak tanggung-tanggung, Gregoria menyingkirkan unggulan pertama sekaligus tunggal putri nomor satu dunia, Akane Yamaguchi asal Jepang. Berlaga di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Selasa (28/6) pagi, Gregoria menang dua gim langsung 21-14, dan 21-14. Kemenangan ini juga sekaligus memutus rekor delapan kali kekalahan beruntun yang dialami Gregoria dari Akane. Walau menang, Gregoria mengaku lawannya tidak tampil maksimal. Ia pun tidak menyangka bisa memenangkan pertandingan dengan relatif cepat. “Puji Tuhan hari ini main lepas, tapi mungkin ada sedikit keuntungan karena lawan di gim pertama belum bisa maksimal. Jadi tidak bisa memberikan saya tekanan. Dia akhirnya tidak bisa berkembang permainannya. Lalu dengan kemenangan yang saya raih di gim pertama, di gim kedua saya lebih percaya diri,” kata Gregoria usai pertandingan. “Saya juga tidak menyangka Akane bermain di bawah levelnya. Di beberapa turnamen terakhir pun saya melihat walau dia tidak juara tapi kalahnya juga selalu tiga gim. Tadi berpikirnya, kalaupun menang hari ini pasti harus dengan usaha yang lebih dengan main tiga gim,” lanjutnya. Di babak 16 besar, Gregoria menunggu pemenang antara dua pebulutangkis Tiongkok, He Bing Jiao dan Wang Zhi Yi. Gregoria tahu calon lawannya tidak mudah, sehingga dia bertekad untuk tampil lebih baik. “Di babak selanjutnya pasti mau lebih baik karena lawan juga tidak mudah. Mau lebih maksimal lagi. Untuk target step by step saja dulu,” pungkas Gregoria.

Jhezekel Jason Wakili Indonesia di Bangkok

Jhezekel Jason Wakili Indonesia di Bangkok

Prestasi membanggakan diukir petenis meja junior Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Jhezekel Jason Christian. Petenis 13 tahun itu jadi salah satu atlet yang akan mewakili Indonesia di ajang Seatta Table Tennis Championships U-15 di Bangkok, Thailand, 17-22 Juni mendatang. Keberhasilan Jason itu didapat setelah dirinya lolos dalam seleksi nasional (Seleknas) kelompok umur 15 tahun di Kudus, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Atas prestasi itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ memberikan apresiasi berupa penghargaan dan uang saku kepada petenis muda asal Kota Jogja itu. Ketua Umum (Ketum) KONI DIJ, Djoko Pekik Irianto mengatakan, prestasi yang dicatatkan Jason di Seleknas sangat membanggakan. Dari banyak atlet muda yang ikut seleksi, wakil DIJ sukses menempati peringkat tiga bersama (empat besar). “Harapannya Jason bisa mengibarkan bendera Merah-Putih di Thailand. Bahkan kalau bisa, jangan hanya mengibarkan bendera, tapi memperdengarkan lagu Indonesia Raya di luar negeri. Artinya, bisa jadi juara, kalau bendera kan bisa peringkat dua atau tiga,” ujarnya di sela acara di ruang rapat KONI DIJ kemarin sore (3/6). Dalam kesempatan tersebut, Djoko mengucapkan rasa terima kasih yang besar kepada Pengda PTMSI DIJ. Menurutnya PTMSI DIJ sukses melakukan pembinaan kepada atlet-atletnya. Itu dibuktikan dengan keberhasilan Jason menembus Seleknas dan masuk tim Indonesia. Sementara itu, Ketum Pengda PTMSI DIJ Bagiya Rakhmadi menuturkan, keberhasilan Jason merupakan kebanggaan dan keberhasilan PTMSI DIJ dalam memenuhi janji ke Ketum PTMSI untuk melahirkan atlet berkualitas. Sebab, kali terakhir DIJ mewakilkan atlet ke nasional yakni pada 2009. “Dan, baru 2022 ini kami kembali mampu mengirimkan lagi,” terangnya. Sementara itu Jason yang didampingi kedua orang tuanya, Andy Kristiyanto dan Yessy Wijaya sangat bangga dan senang bisa mewakili Indonesia di ajang tersebut. Dia pun berjanji akan bekerja lebih keras dan siap memberikan yang terbaik untuk Merah-Putih. “Impian saya bisa masuk tim Indonesia sejak kelas 6 SD, tapi tertunda dan akhirnya masuk saat sudah kelas 1 SMP. Saya bertekad meraih hasil terbaik dan meraih medali emas,” tegas anak pertama dari tiga bersaudara itu.

Atlet Binaan Akademi Marcus Gideon akan Wakili Indonesia di Turkey Junior Championship 2022

Atlet Binaan Akademi Marcus Gideon akan Wakili Indonesia di Turkey Junior Championship 2022

Kabar gembira datang untuk bulu tangkis Indonesia. Atlet binaan akademi Marcus Gideon yakni Indihome Gideon Badminton Academy (IGBA) akan mewakili Indonesia di Turkey Junior Championship 2022. Indonesia akan diwakili dua atlet dari nomor tunggal putra dan putri di Turkey Junior Championship 2022. Mereka adalah Muhammad Ibrahimnauvic R. Sopyan dan Ardini Cantika Putri yang berasal dari Gideon Badminton Academy (IGBA). Kepastian itu didapat setelah Muhammad Ibrahimnauvic R. Sopyan dan Ardini Cantika Putri menjadi juara pada The Second Pulau Intan Home Tournament Single Junior U-17 South Jakarta Region 2022. Turnamen bulu tangkis yang digelar pada 21 dan 22 Mei 2022 itu diikuti oleh atlet dan klub bulu tangkis yang ada di Jakarta Selatan. Turnamen tersebut dijadikan ajang seleksi untuk mengirimkan atlet yang akan mewakili Indonesia di Turkey Junior Championship 2022. Atlet yang meraih gelar juara akan dikirim untuk mewakili Indonesia pada turnamen bergengsi tersebut. Selain Muhammad Ibrahimnauvic R. Sopyan, ada dua atlet lain Indihome Gideon Badminton Academy (IGBA) yang meraih prestasi. Mereka adalah Kevin F Santoso yang meraih peringkat tiga dari nomor tunggal putra dan Malyaraisa Andaradigdo yang meraih peringkat keempat dari nomor tunggal putri. Turkey Junior Championship 2022 akan digelar pada Oktober mendatang. Ajang ini diprediksi akan melahirkan bakat-bakat baru di dunia bulu tangkis. Sementara itu, untuk tahun ini kalender kejuaraan resmi sudah berlangsung dan berjalan sesuai agenda dari PBSI. Para atlet IndiHome Giedon Badminton Academy (IGBA) akan mengikuti kejuaraan untuk meraih podium juara di tingkat Nasional. Namun, perjuangan para atlet IGBA tak akan mudah. Mereka akan bersaing dengan klub besar di seluruh Indonesia Akademi milik Marcus Gideon yaitu IndiHome Giedon Badminton Academy (IGBA) mengalami perkembangan yang signifikan. Untuk menempa atletnya menjadi profesional dan berkualitas, IGBA mendatangkan pelatih elite. Legenda bulu tangkis Indonesia, Pia Zebadiah Bernadet menjadi satu di antaranya. Pia mulai bertugas di IGBA sejak April 2022. Selain itu, ada pula nama beken bulu tangkis yang menjadi mentor di akademi tersebut. Sebut saja Irfan Fadhilah, Kurniahu Gideon, Muhammad Ali Mu’min, Gusti Ali, Muhammad Rizky, dan Ricky Pehong.

Sembilan Atlet Muda PB Djarum Boyong Berbagi Gelar Juara dari Tiga Turnamen di Eropa

Sembilan Atlet Muda PB Djarum Boyong Berbagi Gelar Juara dari Tiga Turnamen di Eropa

Sejumlah pebulu tangkis muda Tanah Air dari klub PB Djarum menuai prestasi membanggakan yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dengan menyumbang sembilan gelar dari tiga turnamen internasional yang berlangsung di Eropa. Sebanyak 11 atlet unjuk kebolehan di Stockholm Junior International Series 2022, Luxembourg Open International Series 2022, 3 Borders International U19 2022 di Saint Louis, Prancis. “Kemenangan atlet muda di tiga turnamen Eropa membuktikan semangat terbaik dari bulu tangkis untuk terus berprestasi. Kami berharap kemenangan ini dapat semakin merekatkan persatuan di Tanah Air,” kata Ketua Umum PB Djarum Yoppy Rosimin dilansir dari Antara, Jumat (20/5/2022). Yoppy merinci gelar yang diraih yaitu tiga dari Stockholm Junior International Series 2022, satu dari Luxembourg Open, serta lima gelar lainnya disabet dari 3 Borders International U19. Bagi PB Djarum, mengirim atlet muda bertanding di kejuaraan internasional merupakan hal yang rutin dilakukan dengan tujuan menambah jam terbang, meningkatkan ketahanan mental dan kemampuan para atlet dalam menghadapi lawan yang bervariasi sebelum memasuki fase dewasa. Sementara itu, Chiara Marvella Handoyo yang memperoleh gelar dari Luxembourg Open menuturkan bahwa gelarnya ini menjadi yang pertama diraih dari ajang internasional. Atlet kelahiran Klaten, Jawa Tengah menjuarai nomor tunggal putri setelah mengalahkan rekan senegara yaitu Aura Ihza Aulia di babak final. “Tentu sangat senang, selain menjadi gelar juara internasional perdana saya, juga sebagai pembuktian diri dari berbagai proses yang telah saya jalani. Saya juga dapat banyak pelajaran, termasuk tahu bagaimana ketatnya persaingan bulu tangkis di level internasional. Ke depan saya juga harus meningkatkan kemampuan agar bisa terus juara,” kata Chiara. Sedangkan dari sektor ganda putra, pasangan M. Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindorindo meraih gelar di Stockholm Junior dan 3 Borders International U19, serta runner-up Luxembourg Open. “Sangat bangga bisa memenangi gelar juara di level internasional, apalagi ini gelar perdana bagi kami. Ini akan menjadi motiviasi kami untuk meraih gelar juara di turnamen yang lebih bergengsi lagi,” ujar Patra, yang juga menjuarai ganda campuran bersama Titis Maulida di Stockholm. Berikut daftar gelar juara yang diraih pebulu tangkis muda PB Djarum: Stockholm Junior 2022 1. Patra Harapan Rindorindo/Titis Maulida – Juara Ganda Campuran 2. Jessica Maya/Puspa Rosalia – Juara Ganda Putri 3. M. Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindorindo – Juara Ganda Putra Luxembourg Open 2022 1. Chiara M. Handoyo – Juara Tunggal Putri Borders International U-19 2022 1. Jason Christ Alexander – Juara Tunggal Putra 2. Chiara M. Handoyo – Juara Tunggal Putri 3. M. Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindorindo – Juara Ganda Putra 4. Puspa R. Damayanti/Jessica Maya – Juara Ganda Putri 5. Marwan Faza/Jessica Maya – Juara Ganda Campuran

SEA Games 2021. Leo/Daniel Menangkan Laga All Indonesian Final

Pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin memenangkan laga all Indonesian final pada ajang bulutangkis SEA Games Vietnam 2021. Laga digelar di Bac Giang Gymnasium hari Minggu (22/5) sore. Mereka mengalahkan ganda putra Indonesia lainnya Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dengan skor 21-17, 21-19. Leo/Daniel mengucap syukur atas pencapaian ini. Mereka pun mempersembahkan medali emas untuk orang tuanya. “Puji Tuhan kita bisa juara di sini. Emas ini saya persembahkan untuk Mama saya yang dari kemarin menanti saya juara,” ucap Daniel. “Alhamdulillah sudah dikasih podium tertinggi di SEA Games. Ini untuk seluruh pendukung dan seluruh masyarakat Indonesia. Terus ini juga buat Mama saya yang tahun kemarin sudah tidak ada,” sambung Leo. “Sebenarnya kita tidak terlalu memikirkan teman-teman yang kita yang sudah juara, karena kita tahu pasti akan ada waktunya. Kita tidak mau terlalu terburu-buru, kita nikmati saja prosesnya,” ungkap Daniel. “Belum puas dengan pencapaian ini karena buat saya kalau sudah turun dari podium, semua dari nol lagi. Terus berusaha, terus kerja keras,” kata Leo. Dengan hasil ini bulutangkis Indonesia total meraih sembilan medali dengan rincian dua emas, dua perak dan lima perunggu.   Sumber: PBSI

SEA Games 2021. Apriyani/Fadia Naik Podium Tertinggi

Pasangan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil naik ke podium tertinggi pada ajang bulutangkis SEA Games Vietnam 2021. Mereka menyabet medali emas di nomor perorangan usai mengalahkan pasangan Thailand, Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard dengan skor  21-17, 21-14. “Mengucap syukur kepada Allah SWT, kita diberikan kemenangan, diberikan juara tanpa ada cedera. Terima kasih untuk semua doa rakyat Indonesia untuk kita,” kata Apri setelah pertandingan yang berlangsunh di Bac Giang Gymnasium hari Minggu (22/5). “Kita di sini mau menyatukan hati, mau menyatukan pola permainan. Tanpa target apapun. Kita sama-sama belajar, bagaimana berkomunikasi, bagaimana bermain di lapangan. Kita sama-sama mau menaikkan level kita,” lanjutnya. Diungkapkan Apri/Fadia bahwa salah satu kunci sukses mereka menjadi juara di turnamen pertama ini adalah selalu mengeluarkan aura positif. “Saya selalu bilang ke Fadia, kita harus terus mengeluarkan aura positif di luar lapangan sehingga bisa masuk ke dalam lapangan. Itu juga yang saya lakukan di Olimpiade lalu. Semangat itu yang saya bawa ke Fadia,” tutur Apri. Sementara, Fadia merasa Apri selalu membrikan dukungan penuh baginya. Ia menganggap Apri sangat mempercayainya. “Pertama-tama grogi pasti ada pasangan sama kak Apri, tapi balik ke diri sendiri bahwa saya bisa, percaya diri. Kak Apri juga selalu yakinkan saya, itu yang buat saya yakin,” kata Fadia.

Jelang SEA Games 2021, Apriyani Siap Debut Bersama Fadia

Apriyani Rahayu & Siti Fadia Silva Ramadhanti

Setelah tertunda sejak Jerman Terbuka 2022 bulan Maret lalu karena Apri mengalami cedera betis, akhirnya pasangan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti benar-benar akan menjalani debutnya. Tidak tanggung-tanggung, pasangan ini akan debut di Pesta Olahraga Terbesar di Asia Tenggara, SEA Games Vietnam 2021 yang bergulir 16-22 Mei mendatang. Selain Apri/Fadia, Ribka Sugiarto juga menjalani debut bersama Febby Valencia Dwijayanti Gani di ajang ini. Apri, sang peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Greysia Polii mengaku tidak sabar untuk berpasangan dengan juniornya itu. “Saya merasa excited akan bermain bersama pasangan baru yaitu dengan Fadia. Kami mau menunjukkan yang terbaik untuk diri sendiri dan untuk Indonesia jadi fokusnya tidak mau ke banyak hal, fokus ke situ saja,” ucap Apri. “Fadia adalah sosok yang semangat dan saya berharap kiranya dia bisa mempertahankan semangat itu untuk menjadi seorang juara,” tambah Apri. Disinggung mengenai cedera betisnya, Apri menegaskan bahwa ia sudah sembuh total. “Alhamdulillah cedera betis saya sudah sembuh total, sehingga persiapan kami sudah maksimal dan kami sudah siap bertanding,” tutur Apri. “Kalau ditanya fokusnya apa di pertandingan nanti, yang terpenting adalah komunikasi sebagai partner. Di dalam lapangan, di luar lapangan, dan saat evaluasi,” jelas Apri. Sementara, pelatih ganda putri Eng Hian atau yang akrab disapa Didi meyakini tidak ada turnamen pemanasan untuk pasangan racikan barunya, tidak akan mempengaruhi performa mereka. “Persiapan berjalan baik, tidak ada cedera apapun. Menurut saya, semua turnamen sama saja, sama pentingnya,” kata Didi. “Saya fokus memberikan latihan pembentukan pola permainan. Untuk hal-hal lain seperti kemistri atau non teknis yg lain nanti akan terlihat di pertandingan,” jelas Didi. “Ini turnamen pertama Apri/Fadia dan Ribka/Febby, saya akan lebih melihat ke pola permainan dan komunikasi mereka di lapangan,” tutup Didi. SEA Games Vietnam 2021 sedianya digelar tahun 2021 lalu, tapi ditunda ke tahun 2022 ini karena pandemi virus Covid-19.

Bilqis Prasista, Anak Mantan Peringkat 1 Dunia yang Jadi Sorotan Pada Piala Uber

Bilqis Prasista, Anak Mantan Peringkat 1 Dunia yang Jadi Sorotan Pada Piala Uber

Nama Bilqis Prasista mendadak jadi buah bibir Badminton Lovers. Situasi tersebut terjadi setelah dirinya mengalahkan jagoan Jepang Akane Yamaguchi di penyisihan Grup A Piala Uber 2022, Rabu (11/5/2022) pagi WIB. Bilqis dipercaya jadi wakil Indonesia pertama saat melawan Jepang. Dia berhadapan dengan tunggal putri ranking satu dunia, Akane Yamaguchi. Bilqis yang tampil pada partai pembuka, tampil meyakinkan untuk menang dua gim langsung 21-19 dan 21-19 atas ratu bulutangkis dunia itu hanya dalam waktu 35 menit. Lantas siapa sosok Bilqis? Mengutip dari berbagai sumber, ia lahir di Magelang, Jawa Tengah 24 Mei 2003. Bilqis merupakan anak dari pasangan legenda bulu tangkis Indonesia, Joko Suprianto dan Zelin Resiana. Tak bisa dipungkiri, darah bulutangkis sudah mengalir dalam dirinya. Pemilik rangking 333 dunia itu mendapat bakat dan keinginan menjadi atlet olahraga tersebut dari kedua orang tuanya. Supriyanto diketahui mantan pemain pelatnas di era 90an. Salah satu prestasi tertingginya, yakni menjadi juara dunia 1993 pada cabang tunggal putra. Sementara sang ibu, Zelin Resiana juga aktif di awal 90an dan bergabung ke dalam tim putri Indonesia yang menjuarai Uber Cup 1994 dan 1996. Selain itu, Bilqis merupakan keponakan dari mantan peringkat satu dunia ganda putra, Bambang Supriyanto. Bilqis juga ternyata mempunyai saudara kembar dengan nama yang hampir mirip, yaitu Bilqis Pratista. Keduanya sama-sama bermain bulutangkis dan bergabung dengan klub PB Djarum pada 2018. Meski demikian, baru Bilqis yang berhasil menembus pelatnas PBSI. Bilqis bergabung dengan PBSI pada 2020. Ia mampu menyita perhatian tim pelatih PBSI usai menjuarai beberapa kompetisi bergengsi. Kejuaraan itu meliputi, Juara Jakarta Junior International Series 2019 (U-17), Juara Tunggal Remaja Putri Djarum Sirnas Sumatera Selatan Open 2019, Juara di Bangladesh Junior International Series 2021, hingga runner-up Denmark Junior. Selain itu, terbaru yang membuatnya semakin dikenal publik khususnya para pecinta bulutangkis yakni menjadi bagian tim Indonesia yang memenangkan ajang BATC di Malaysia pada 15-20 Februari 2022. Bilqis menjadi bagian dari tim Indonesia yang berjuang di Piala Uber 2022 di Thailand. Dalam tiga laga yang dilakoni, ia selalu berhasil menyumbang angka untuk Indonesia.

Sengit! Syabda Bawa Skuad Garuda Jawara Grup

Sengit! Syabda Bawa Skuad Garuda Jawara Grup

Pemain debutan Syabda Perkasa Belawa jadi penentu kemenangan tim Piala Thomas Indonesia tampil sebagai jawara grup. Kemenangan di partai terakhir, mengantarkan tim Garuda menang 3-2 atas Korea Selatan. Syabda tampil luar biasa. Mentalitasnya juga prima. Kelebihan itu dia tunjukkan saat menghadapi Yun Gyu Lee di partai kelima pertandingan antara Indonesia dan Korea Selatan di penyisihan grup. Siapa yang menang bakal menjadi juara Grup A. Sebagai pendatang baru, Syabda seperti namanya begitu perkasa. Ketika kedudukan sama kuat, 2-2, saat tampil di partai kelima, dia dituntut menang untuk menyelamatkan Skuad Garuda dari kekalahan. Nyatanya, Syabda tampil mengilap. Bertanding di Impact Arena, Bangkok, Rabu (11/5), saat ketinggalan 6-11 di gim ketiga, tak membuat dirinya pasrah. Sebaliknya, bangkit dan akhirnya menang lewat laga tiga gim, 21-14, 11-21, 21-16. “Saat tertinggal 6-11 pada gim ketiga, saya hanya berpikir, seandainya kalah ya sudah kalah. Tetapi saya bertekad saya tidak mau menyerah begitu saja di tengah lapangan. Saya terus berusaha saja,” tutur Syabda. Hasilnya, luar biasa. Dia bisa menyusul dan akhirnya menang. Berkat sumbangan angka dari Syabda, Indonesia pun menang 3-2 dan jadi juara grup. “Senang dan bersyukur saya bisa menang dan bisa menyumbangkan angka penentu kemenangan Indonesia atas Korea 3-2. Pertandingan tadi ada tegang dan ada pressure, karena saya tampil pertama kali di ajang besar seperti Piala Thomas dan tampil di partai penentuan lagi,” sebutnya. “Senior-senior sekaligus idola-idola saya, terus mendukung saya dari pinggir lapangan. Supportnya luar biasa. Mereka mendukung penuh saya. Saya pun jadi tidak mau menyerah. Saya lihat Koh Hendra, Mas Kevin, Babah Ahsan dan lain-lain, berteriak dari pinggir lapangan mendukung saya, saya pun terus fight. Saya tidak mikir apa-apa, pokoknya berjuang terus dan tidak ragu-ragu seperti gim kedua yang membuat saya kalah,” tambah Syabda. Sebelumnya, Shesar Hiren Rhustavito yang turun di partai ketiga, mampu memperpanjang napas tim Indonesia. Kedudukan Indonesia dan Korea Selatan pun menjadi 1-2. Vito, sapaan akrab pemain tunggal ini sukses mengalahkan Jeon Hyeok Jin, 19-21, 21-8, 21-10. “Tadi kunci kemenangan saya, adalah bermain sabar dan tidak buru-buru menyerang. Saya harus bermain seefisien mungkin. Tidak terpancing bermain menyerang terus yang bisa menguras tenaga saya,” ujar Vito. Indonesia pun sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat sumbangan angka dari pasangan ganda kedua, Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto yang mengatasi perlawanan Yong Jin/Na Sung Seong, 23-21, 21-16. “Alhamdulillah bersyukur bisa menyumbang poin bagi Indonesia. Setelah ketinggalan 1-2, jadi 2-2. Di awal gim, kita memang kalah siap. Kita dari awal tertekan terus. Belum bisa mengatasi serangan lawan. Namun setelah itu, kita bermain lebih tenang dan bisa menang,” ucap Rian. Di dua laga awal tm Merah-Putih sempat tertinggal 0-2. Anthony Sinisuka Ginting kalah di tangan Heo Kwang Hee, 16-21, 21-15, 14-21 dan pasangan baru Kevin Sanjaya/Moh. Ahsan takkuk kepada Seo Sung Jae/Kang Min Hyuk, 18-21, 21-13, 12-21. “Kecewa dan sedih juga saya tidak berhasil ambil poin. Sejak dari pertandingan awal, saya juga belum berhasil menyumbangkan poin untuk tim. Saya sebenarnya sudah mencoba yang terbaik untuk bisa dapat poin, namun belum berhasil. Belum rejeki saya,” sebut Ginting. “Kita akui, pasangan Korea itu juga bagus. Mereka layak diwaspadai. Ini menjadi perhatian dan pekerjaan rumah kita. Ke depan, akan kita coba dengan ganda-ganda muda kita yang belum masuk tim ini,” sebut pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi. Piala Thomas Indonesia vs Korea Selatan (3-2) Anthony Sinisuka Ginting vs Heo Kwang Hee, 16-21, 21-15, 14-21. Kevin Sanjaya/Moh. Ahsan vs Seo Sung Jae/Kang Min Hyuk, 18-21, 21-13, 12-21 Shesar Hiren Rhustavito vs Jeon Hyeok Jin, 19-21, 21-8, 21-10. Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto vs Yong Jin/Na Sung Seong, 23-21, 21-16. Syabda Perkasa Belawa vs Yun Gyu Lee, 21-14, 11-21, 21-16.

Piala Uber 2022. Skuad Merah Putih Gilas Jerman 5-0

Para pemain muda Piala Uber Indonesia yang belum banyak memiliki pengalaman ternyata mampu memetik kemenangan 5-0 atas Jerman. Performa para pemain hari ini memang lebih baik dan terasa lebih nyaman. Tidak ada ketegangan lagi seperti ketika lawan Prancis “Senang bisa dipercaya turun dan menyumbangkan angka pembuka bagi Indonesia. Secara permainan, saya juga lebih nyaman dan tidak tegang lagi,” aku Komang Ayu Cahya Dewi, usai menekuk Yvonne Li, 21-15, 21-13. “Cuma sayang pertandingan tadi terganggu lampu yang berkali-kali mati. Lebih dari lima-enam kali lampu mati. Hal ini cukup mengganggu konsenstrasi saya. Untung saya sudah unggul jauh,” tambahnya. Hal serupa dialami Amalia Cahaya Pratiwi yang main bersama Febriana Dwipuji Kusuma. Ganda pertama ini menang atas Linda Efler/Emma Moszczynski, 21-11, 21-2 “Alhamdulillah bisa menang dan sumbang poin yang membuat Indonesia unggul 2-0. Hari ini kami bisa bermain maksimal dan all out, bisa mengeluarkan seluruh kemampuan. Hari ini rasanya bisa lebih baik dibanding penampilan kemarin,” tutur Tiwi, sapaan akrab Amalia Cahaya Pratiwi.   Hasil positif juga ditampilkan Aisyah Sativa Fatetani. Pemain tunggal kedua ini sukses menggusur Ann-Kathrin Spoeri lewat laga rubber game 21-7, 14-21, 21-14 untuk memastikan Indonesia lolos ke perempatfinal. “Kemenangan ini bisa jadi modal saya lawan Jepang besok. Saya juga makin baik beradaptasi dengan lapangan dan tidak tegang lagi seperti kemarin. Kalau diturunkan lagi, saya akan siap dan fight,” ujar Tiva. Pasangan ganda kedua, Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari membawa Indonesia unggul 4-0 dengan mengalahkan Annabella Jaeger/Leona Michalski, 21-10, 21-10. “Alhamdulillah bisa menang dan membawa Indonesia jadi unggul 4-0. Senang dan lega rasanya bisa main baik dan menang. Tadi kami main sangat nyaman. Bisa enjoy karena posisi Indonesia sudah unggul 3-0 dan memastikan lolos ke perempatfinal. Kami bisa tampil maksimal dan bisa menang,” kata Lanny. “Kalau diturunkan lawan Jepang besok, saya tentu siap. Kemenangan ini makin membuat kami lebih semangat untuk lawan Jepang,” tambah Lanny. “Setelah memastikan lolos ke perempatfinal, target berikutnya adalah bisa lolos ke semifinal. Semoga target ini bisa terwujud. Kami siap kerja keras dan penuh semangat menghadapi laga-laga selanjutnya yang tidak enteng. Lawan Jepang, saya juga siap dan main tanpa beban saja,” ujar Nita Violina Marwah. Di partai penutup. Bilqis Prasista menyempurnakan skuad Merah-Putih menang 5-0 atas Jerman setelah menekuk Florentine Schoffski, 21-12, 12-21, 21-7. “Wah lega rasanya bisa menang, meski lewat rubber game. Saya sebenarnya bisa enjoy saat gim pertama. Gim kedua malah tegang sendiri dan membuat permainan kurang fokus hingga akhirnya kalah. Bersyukur di gim ketiga bisa kembali main seperti gim pertama dan menang,” tukas Bilqis. “Untuk lawan Jepang, kalau dipercaya diturunkan saya siap. Saya akan fight dan main tanpa beban saja,” tambahnya.   Piala Uber Indonesia vs Jerman (5-0) Komang Ayu Cahya Dewi vs Yvonne Li, 21-15, 21-13. Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi vs Linda Efler/Emma Moszczynski, 21-11, 21-2. Aisyah Sativa Fatetani vs Ann-Kathrin Spoeri, 21-7, 14-21, 21-14. Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari vs Annabella Jaeger/Leona Michalski, 21-10, 21-10. Bilqis Prasista vs Florentine Schoffski, 21-12, 12-21, 21-7.   Sumber: PBSI

Piala Thomas 2022. Duet Bagas Maulana/Kevin Sanjaya Hempaskan Thailand

Pada pertandingan yang berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Senin (9/5) malam hingga Selasa (10/5) dini hari tim putra bulutangkis Indonesia sukses menekuk tuan rumah Thailand dengan 4-1. Sebelumnya di pertandingan pembuka penyisihan Grup A, Indonesia juga menang 4-1 atas Singapura. Keberhasilan Tim Merah-Putih dengan mengatasi tuan rumah, juga ditentukan oleh dua pasangan baru yang diturunkan pelatih kepala Herry Iman Pierngadi terbuktibpasanhan Bagas Maulana/Kevin Sanjaya Sukamuljo sukses menyumbangkan angka kemenangan. Hendra/Ahsan lewat drama seru di gim kedua, berhasil menekuk Chaloempon Charoenkitamorn/Nanthakarn Yordphaisong dengan skor 21-12, 26-28, 21-11. “Alhamdulillah bisa menang dan menyamakan kedudukan 1-1. Lawan kita akui juga tidak mudah dikalahkan dan bermain baik. Mereka memberikan perlawanan ketat, terutama di gim kedua,” kata Ahsan. “Gim pertama kita menang angin dan bisa memegang kendali permainan. Kita langsung start dan memimpin poinnya bisa jauh,” ujar Hendra. “Gim kedua, kita keserang terus karena kalah angin. Sudah berusaha keras, tetapi kalah juga. Di gim ketiga, saat berada di posisi menang angin kita kembali ke permainan kita dengan menyerang dan mengumpulkan angka banyak. Setelah pindah tempat di interval ketiga, biar tidak terserang, kita main panjang-panjang dan itu berhasil hingga akhirnya menang,” tambahnya. Sementara Bagas/Kevin juga sukses memetik kemenangan atas Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, 24-22, 21-11. “Bersyukur bisa menang. Memang meski sering main bareng Bagas, tentu ada beda dengan pertandingan resmi. Cuma dari sisi bagaimana pola permainan sih saya sudah tahu,” komentar Kevin. Dari sektor tunggal, hanya Ginting yang belum berhasil menyumbangkan angka setelah dikalahkan Kunlavut Vitidsarn, 12-21, 21-15, 9-21. “Rasanya sedih juga tidak bisa menang dan sumbang poin. Tadi pertandingannya juga ketat sejak awal. Kita tahu posisinya saling menang dan kalah angin yang berpengaruh besar terhadap permainan. Cuma di gim ketiga saat pindah lapangan, saya sudah tertinggal jauh. Saat mau mengejar, lawan sudah percaya diri,” kata Ginting. Indonesia kemudian unggul 2-1 setelah Jonatan Christie di partai ketiga mengatasi Kantaphon Wangcharoen, 22-20, 21-16. “Puji Tuhan bisa membuat Indonesia unggul 2-1. Tetapi, secara jujur dari sisi permainan saya hari ini masih jauh dari permainan terbaik saya. Meskipun menang pun, terus terang saya tidak puas. Bisa dibilang kalau memakai angka 100, penampilan saya hari ini hanya 50 saja. Tidak memuaskan saya,” ucap Jojo. Shesar Hiren Rhustavito menggenapkan Indonesia menang 4-1 usai menggusur Sitthikom Thammasin, 21-19, 21-14. “Dari awal saya percaya diri bisa mengatasi dia. Sebelumnya, saya juga selalu menang di empat pertemuan,” tutur Vito. Piala Thomas Indonesia vs Thailand (4-1)   1. Anthony Sinisuka Ginting vs Kunlavut Vitidsarn, 12-21, 21-15, 9-21.   2. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan vs Chaloempon Charoenkitamorn/Nanthakarn Yordphaisong, 21-12, 26-28, 21-11.   3. Jonatan Christie vs Kantaphon Wangcharoen, 22-20, 21-16.   4. Bagas Maulana/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, 24-22, 21-11.   5. Shesar Hiren Rhustavito vs Sitthikom Thammasin, 21-19, 21-14.   Sumber: PBSI

Piala Uber 2022. Jangan Lengah Hadapi Jerman

Setelah menang 5-0 atas Prancis di laga pembuka perebutan Piala Uber 2022 tim Indonesia akan bertemu Jerman dipertandingan kedua. Pertandingan ini sangat penting bagi tim Uber Indonesia untuk maju ke babak berikutnya. Laga kedua babak penyisihan Grup A Piala Uber lawan Jerman ini akan berlangsung pada Selasa (10/5) mulai pukul 09.00 waktu setempat. “Kemenangan atas Prancis pantas disyukuri. Tetapi jangan sampai membuat pemain jadi lengah. Sebaliknya harus lebih waspada dan siap bekerja keras lagi saat lawan Jerman yang kekuatannya di atas kertas saya kira lebih baik dibanding Prancis,” kata manajer tim Hendro Santoso “Karena itu saya meminta kepada para pemain untuk lebih siap dan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik. Lawan Jerman itu bisa dibilang partai penentuan bagi tim Uber Indonesia untuk lolos ke babak selanjutnya. Maka, saya meminta pemain tampil habis-habisan,” tambah Hendro. Menurut pelatih tunggal putri, Morico Harda, ketiga pemainnya tampil bagus saat menghadapi Prancis. Komang Ayu Cahya Dewi, Aisyah Sativa Fatetani, dan Bilqis Prasista, meski sempat dicekam ketegangan dan nervous, akhirnya bisa keluar sebagai pemenang. “Secara umum ketiga pemain ini bermain baik saat lawan Prancis. Saya berharap mereka bisa mempertahankan performanya di laga-laga selanjutnya, termasuk saat lawan Jerman,” tutur Morico. Hanya, apakah Komang, Tiva, dan Bilqis akan kembali diturunkan ketika melawan Jerman, Morico belum mau membuka kartu. “Untuk menentukan siapa yang akan diturunkan melawan Jerman, semuanya harus dilihat dari bagaimana hasil latihan Senin sore ini,” ujarnya. “Kalau saya diturunkan lagi melawan Jerman, saya siap menyumbangkan angka lagi,” ucap Aisyah Sativa Fatetani, pemain tunggal putri. Sementara menurut pelatih ganda Prasetyo Restu Basuki, kondisi anak buahnya juga baik. Tidak ada yang sakit atau cedera. “Anak-anak kondisinya oke. Siap tempur lawan Jerman. Kemarin waktu melawan Prancis mereka juga bisa bermain lepas. Untuk menghadapi Jerman besok, harus lebih yakin saja,” kata Prasetyo. Sumber: PBSI

Piala Thomas 2022. Kerja Keras Demi Memenangkan Laga

Meski menang 4-1 atas Singapura di babak penyisihan Grup A perebutan Piala Thomas 2022, Skuad Merah-Putih harus bekerja keras untuk memenangi laga. Bertarung di Impact Arena, Bangkok, Minggu (8/5) sore, Indonesia harus kehilangan angka lebih dulu ketika tunggal pertama, Anthony Sinisuka Ginting takluk kepada Loh Kean Yew, andalan Singapura. Lewat laga selama 37 menit, Ginting menyerah kalah, 13-21, 14-21 dari sang juara dunia 2021 tersebut. Dalam pertandingan ini, tempo dan kontrol permainan semua dikuasi Loh. “Loh Kean Yew dari pertama memang bermain lebih nge-push, serta mengontrol tempo permainan. Dia juga cepat bisa membaca strategi saya. Dia terus menekan,” kata Ginting. “Sebenarnya di gim kedua, saya sudah berusaha keluar untuk meredam kecepatannya, tetapi lawan memang sudah menemukan pola permainan terbaiknya. Saya sendiri juga masih kurang konsisten,” tambah Ginting. Begitu pula di ganda pertama. Pasangan Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto harus berjuang tiga gim sebelum mengatasi Hee Yong Kai Terry/Loh Kean Hean, 21-14, 19-21, 21-12. Indonesia pun bisa menyamakan kedudukan 1-1 lawan Singapura. “Ahamdulillah bisa main bagus dan memenangkan pertandingan. Tadi di gim pertama kami nyaman dan bisa menerapkan strategi dengan baik karena berada di posisi menang angin,” kata Fajar. “Di gim kedua, saat kalah angin, tekanan kami tidak seperti gim pertama. Di gim ketiga, kami tidak mau kalah dan langsung mengambil start lebih dulu dan terus memimpin. Kami terus memegang kendali permainan hingga memenangkan pertandingan,” tambah Fajar. “Saya sendiri tidak terpengaruh dengan kekalahan Ginting di partai pertama. Kami fokus ke penampilan diri sendiri untuk bisa memenangkan pertandingan. Apalagi dari awal, saya selalu ingin berusaha menyumbangkan poin untuk Indonesia,” tutur Rian. Indonesia lalu memimpin 2-1 setelah Jonatan Christie yang tampil di partai ketiga berhasil menang atas Jia Heng Jason Teh, 21-19, 21-13. “Saya senang dengan kemenangan ini karena Indonesia berbalik jadi unggul 2-1. Bagas/Fikri yang akan main di partai keempat, bisa lebih rileks dan tidak tegang-tegang banget,” kata Jojo. Tim Garuda memimpin 3-1 setelah Bagas Maulana/Muh. Shohibul Fikri berhasil mengemas kemenangan. Juara All England 2022 itu menang 24-22, 21-14 atas Danny Bawa Chrisnanta/Jun Liang Andy Kwek di partai keempat. “Tadi di gim pertama, kami harus mengantisipasi hembusan angin lebih dulu. Setelah bisa menguasai keadaan, di gim kedua kami lebih nyaman untuk menerapkan strategi permainan dan menang lebih mudah dibanding gim pertama,” ujar Bagas. “Alhamdulillah bisa menang dan menyumbangkan angka kemenangan,” tutur Fikri. Di partai kelima, Shesar Hiren Rhustavito menggenapkan kemenangan 4-1 Indonesia atas Singapura. Vito, sapaan akrab tunggal ketiga ini berhasil mengatasi perlawanan Jia Wei Joel Koh dengan skor 21-16, 21-7. “Di gim pertama tadi saya memang harus beradaptasi dengan angin. Bagi pemain tunggal, menang angin itu justru menyulitkan. Setelah itu, semua berjalan sesuai rencana,” aku Vito. Skor Piala Thomas Indonesia vs Singapura (4-1) : Anthony Sinisuka Ginting vs Low Kean Yew, 13-21, 14-21.   Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto vs Hee Yong Kai Terry/Loh Kean Hean, 21-14, 19-21, 21-12.   Jonatan Christie vs Jia Heng Jason Teh, 21-19, 21-13.   Bagas Maulana/Muh. Shohibul Fikri vs Danny Bawa Chrisnanta/Jun Liang Andy Kwek, 24-22, 21-14.   Shesar Hiren Rhustavito vs Jia Wei Joel Koh, 21-16, 21-7.   Sumber: PBSI