Ingin Menjadi Polisi, Alam Buktikan Dirinya Dengan Prestasi

Alam saat memenangkan kejuaraan nasional di Malang 2016

Alam Dwi Putra yang kesehariannya kerap di sapa dengan panggilan Alam ini merupakan siswa di SMK Islamic Village Kota Tangerang. mempunyai segudang prestasi di olahraga volley ball atau bola volly, remaja yang mempunyai postur tubuh 181cm ini amatlah ideal untuk menjadi seorang pemain volley. Perjalanan prestasinya diawali ketika Alam masih bersekolah di SMPN 1 Serpong, Tangsel di bawah asuhan seorang guru olah raga bernama Karman. Atas instruksi latihan rutin dari Karman, si kecil Alam sudah mendapatkan tempat berkiprah diturnamen volly tingkat nasional yang mewakili sekolahnya Prov Banten. Alam mengatakan kepada NYSN bahwa mengikuti turnamen volly tingkat Nasional merupakan kebanggaan tersendiri. “Ya mas, mengikuti turnamen merupakan kebanggan tersendiri buat saya yang terpilih mewakili Prov Banten, apalagi ketika itu masih berumur 14 tahun. Saya berhasil lolos ditingkat provinsi Turnamen O2SN yang di selenggarakan di Samarinda beberapa waktu lalu.” Ujar Alam.(22/5) Alam menambahkan bahwa masuk dalam 5 besar merupakan hasil dari latihan yang rutin ia jalankan. “Masuk dalam posisi 5 besar kala itu berkat kekompakan tim dan seringnya latihan yang kami lakukan.Turnamen demi turnamen saya lalui, dan alhamdullilah kami selalu membawa trophy juara.” Tambah Alam Berhasil menghantar nama sekolah dengan prestasi, menjadikan nama Alam di kenal sewilayahnya. Remaja yang sangat menyukai ayam goreng ini juga menuturkan bahwa keberhasilan yang alam dapatkan saat ini tidak lah mudah latihan yang rutin dan tekun adalah resepnya. “Atas bimbingan guru dan dukungan ayah, semua ini berhasil saya lalui, di tahun 2015 turnamen antar SMK tingkat provinsi yang di gelar di makasar, saya menjadi juara 2, sedangkan di turnamen kejuaraan nasional kami berhasil merebut juara 1 melawan tim dari jawa barat antar Club volly di Malang.” Tegas Alam Dan hingga saat ini, Alam yang duduk di bangku kelas 3 ini memutuskan untuk bergabung Club Vobgard Ragunan, bermain dengan posisi sebagai Spike Alam sangat ingin bercita cita menjadi seorang polisi. (bgs/adt)

Rizqul Karim Kecil Semangat Untuk Raih Juara Pertama

Menampakan progres yang kian membaik merupakan bagian dari memahami potensi bakat yang di miliki seseorang, lalu berhasil mendapatkan kebanggaan, serta di percaya bisa meningkatkan kepercayaan diri. Seperti yang di alami oleh remaja Pamulang, Muhammad Rizqul Karim, yang sering di panggil oleh teman temannya dengan sebutan Karim. Karim adalah siswa yang sekarang duduk dibangku kelas 2, dan bersekolah Yayasan Islam Al mursyidiyyah, Pondok benda, Pamulang. Dan bergelut dengan olahraga Bulu tangkis adalah pilihannya. Dia pernah menyandang gelar menjuarai turnamen OSSO (Olimpiade Sain Seni dan Olahraga) dalam turnamen bulu tangkis tunggal putra. Karim putra Palembang ini merupakan buah hati dari pasangan Asmawi Irwan Maulana dan Yuningsih, menceritakan pengalamannya sewaktu duduk di bangku Sekolah Dasar. “Semenjak SD pernah mendapatkan juara se kecamatan, antar sekolah di Prabumulih Palembang. Sosok ayah yang mengarahkan saya sewaktu kecil, dan hingga akhirnya melekat menjadi hobby.” Tutur Karim. Karim yang sangat menyukai minum teh manis kala berlatih amatlah berharap ingin menjadi pemain Nasional yang dapat membanggakan kedua orangtuanya. Sementara itu Gojali sebagai guru olahraga mengatakan, sudah mempunyai firasat bakat yang di miliki Karim. “Saya sudah melihat bakat yang di miliki oleh Karim, dan saya hanya tinggal menyalurkan bakat tadi ke dalam ajang kejuaraan.” Ujar Gojali kepada NYSN (24/5) Berbekal menjuarai turnamen osso antar sekolah menengah pertama Se-Tangsel Gojali terus memuji anak didiknya. “Baru saja ikut turnamen, sudah bisa menjadi juara 3, mudah mudahan tahun depan bisa jadi juara satu ya.”Harap Gojali yang di temui di area sekolah.(bgs/adt)

Final LIMA Badminton Nasionals 2017 Berlangsung di Bandung

Final LIMA Badminton Nasionals 2017 diadakan di Bandung mulai 16-23 Mei 2017

Bandung – LIMA Badminton Nasionals 2017 resmi dimulai hari ini 16 Mei 2017 selama tujuh hari ke depan 23 Mei 2017 yang bertuan rumah di Bandung, tepatnya di GOR Tri Lomba Juang Bandung Pada tahun ini pertandingan dibagi menjadi dua kategori yaitu kategori beregu yang digelar pertama kali mulai 16 s/d 21 Mei 2017 dan perseorangan yang akan digelar di tahap kedua pada 22 s/d 23 Mei 2017. Rida Achmad selaku General Manager mengungkapkan bahwa adanya penambahan kategori perseorangan menambah semarak gelaran LIMA Badminton. Bandung, Tuan Rumah LIMA Badminton Nasionals 2017. “Adanya penambahan kategori perseorangan LIMA Badminton menambah berbeda gelaran ini, dan pastinya di LIMA Badminton Nasionals nanti akan semakin ramai dengan adanya kategori perseorangan. Para peserta tahun ini pastinya semakin bertambah dengan adanya penambahan kategori, dan pastinya akan lebih banyak lagi Perguruan tinggi yang mengikuti ajang LIMA,” ungkapnya. Para peserta LIMA Nasionals 2017 ini adalah juara dari LIMA Badminton regional dari tiap konferensi. Saat ini LIMA Nasionals diikuti oleh 20 perguruan tinggi, yaitu: Kategori Beregu Putra Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pasundan (STKIP) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Universitas Bina Nusantara (Binus) Universitas Surabaya (Ubaya) Universitas Semarang (USM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bina Bangsa (STIE BB) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Universitas Brawijaya (UB) Universitas Budi Luhur (UBL) Universitas Islam Indonesia (UII) Universitas Trisakti (Usakti) Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Kategori Beregu Putri Usakti UPI UNS Unesa Unikom UPH UNY UB Sementara itu untuk kategori perseorangan, LIMA Badminton Nationals mempertandingkan tiga nomor yaitu tunggal putra, tunggal putri, dan ganda campuran, yang dihuni oleh 16 pemain. Dari kategori perseorangan, terdapat beberapa Perguruan Tinggi yang tidak berpartisipasi di kategori beregu. Mereka adalah: Universitas Widya Mandala Universitas Universitas 17 Agustus 45 Semarang Universitas Soegijapranata Universitas Negeri Semarang Universitas Negeri Malang “Peraturan LIMA Badminton Nasionals 2017 masih mengacu pada sistem pertandingan PBSI, namun LIMA juga memiliki peraturan dan itu sedikit berbeda dari PBSI. Jadi, peraturan LIMA Badminton ini masih mengacu pada PBSI dan ditambah peraturan dari LIMA. Para peserta layak merasa sangat antusias dalam mengikuti LIMA Badminton ini,” ucap Tata Mulyana selaku perwakilan dari PBSI.