Mahasiswa Unesa Sabet Medali Emas di Rusia

Atlet Jawa Timur (Jatim), sekaligus Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), terus mengukir prestasi olahraga untuk Indonesia di tingkat international. Muhammad Daffa Golden Boy, meraih prestasi internasional cabang olahraga wushu. Daffa, panggilan Muhammad Daffa Golden Boy, tercatat sebagai mahasiswa S-2 Pendidikan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa baru saja merebut medali emas dan perak pada ajang Moscow Wushu Stars 2024, di Moskow Wushu Palace, Moscow, Rusia, pada 28 Februari hingga 5 Maret 2024. Kejuaraan Moscow Wushu Stars 2024, diikuti 750 atlet wushu dari berbagai negara, Daffa salah satu atlet wushu asal Jatim ini menyabet 1 emas pada nomor jianshu putra dan perak pada nomor qiangshu putra. “Atlet Jatim atau Indonesia borong 13 medali dengan rincian 5 emas, 5 perak, 3 perunggu. Saya meraih satu emas dan satu perak,” terang Daffa, Senin (18/3/2024). Daffa menuturkan, dirinya punya tantangan saat turun di ajang Moscow Wushu Stars 2024. Ajang ini, dinilai memiliki perbedaan dan kesan tersendiri dari kejuaraan dunia pada umumnya. Selain banyak dan beragamnya peserta yang terlibat, juga kondisi tim Indonesia yang juga diperkuat atlet junior. “Banyak pengalaman dalam kejuaraan kali ini, selain kompetitif, juga dibutuhkan kekompakan dan saling memotivasi untuk mengharumkan Merah Putih di kancah dunia,” papar Daffa, yang juga alumnus S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unesa ini. Ia mengungkapan, dirinya bekerja keras saat latihan untuk bisa tampil di Moscow Wushu Stars 2024. Ia harus berlatih selama 9 bulan sebelum mengikuti kejuaraan. “Kuncinya saya upayakan untuk konsisten berlatih dan rutin mengikuti kejuaran-kejuaraan lainnya. Sehingga kemampuan bisa terus saya ditingkatkan. Selain itu, disiplin juga sangat penting,” beber Daffa. Daffa mengatakan, para atlet Indonesia tampil perkasa saat tampil di arena pertandingan Moscow Wushu 2024. Dirinya dkk tidak gentar meladeni kemampuan atlet asal China. Setelah tampil di Moscow Wushu Starts 2024, Daffa akan mempersiapkan diri untuk menghadapi event internasional selanjutnya. Salah satunya, Asean University Games (AUG), pada akhir Juni mendatang yang akan digelar di Surabaya dan Malang. “Saya berharap bisa meraih medali emas karena kita sebagai tuan rumah,” harap Daffa. Daffa, merupakan atle wushu yang berkualitas. Sebelumnya, ia meraih 2 medali perunggu World Wushu Championships di Fort Worth, Texas, Amerika Serikat, pada November 2023, hingga medali emas SEA Games 2023 di Kamboja. Sumber: Kanal Satu

Pemkab Nunukan Gelar Kejuaraan Tinju Amatir Demi Temukan Talenta Muda

ilustrasi_tinju

Pemkab Nunukan sedang mengincar talenta-talenta baru di dunia tinju. Kejuaraan tinju amatir pun siap diselenggarakan demi tujuan tersebut. “Berdasarkan informasi dari para senior tinju Nunukan, pertandingan terakhir digelar pada sekitar 2011 atau 2012, atau kurang lebih 12 tahun lalu,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Nunukan, Abdul Halid dikutip dari Antara, Minggu, 10 Maret. Menurutnya, kejuaraan ini adalah langkah maju dalam pembinaan mental dan spiritual generasi muda dan meningkatkan prestasi tinju amatir di Nunukan. Kejuaraan bertajuk “Boxing Day” ini berlangsung sejak 8 Maret 2024 ini mempertandingkan berbagai kelas seperti light flyweight, junior featherweight, lightweight, dan super middleweight. Abdul Halid mengatakan, turnamen ini dapat menjadi tanda kebangkitan kembalinya geliat tinju amatir di Nunukan setelah lebih dari satu dekade tidak diselenggarakan. Dia mengatakan, Boxing Day akan menjadi kejuaraan tahunan resmi dan dapat memperkuat persatuan para pecinta tinju. Ketua Panitia, Hendi mengharapkan agar pada musim kedua tahun depan, lebih banyak petarung yang bergabung, dan menekankan pentingnya dukungan dari keluarga. “Kami bersemangat untuk menghidupkan kembali tradisi tinju di Nunukan yang terakhir kali terjadi sekitar tahun 2011-2012,” kata Hendi. Turnamen Boxing Day ini diharapkan dapat menjadi tonggak sejarah baru dalam dunia tinju amatir di Nunukan, membuka jalan bagi atlet-atlet muda berbakat untuk meraih mimpi mereka menjadi atlet tinju profesional. Lebih dari itu, ia optimistis Kabupaten Nunukan bisa menemukan bakat-bakat baru yang akan mengangkat prestasi tinju amatir nasional dan melahirkan petinju profesional yang akan membawa harum nama Nunukan dan Indonesia. Sumber; VOI

8 Pegolf Muda Indonesia Raih Prestasi di Malaysia

Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) memberikan laporan hasil dari U.S. Kids Cup Malaysian International Championship 2024, di Selangor, Malaysia. “Dari 12 atlet junior yang dikirim, beberapa nama pegolf mampu naik podium juara,” demikian keterangan PB PGI seperti dikutip dari akun resmi instagram @pb.pgi. Sebanyak delapan pegolf yang berprestasi yaitu Renoctoviana Ramadhiani Said dari DKI Jakarta yang berhasil menjadi 1st runner up. Lalu Caithlyn Ong dari Banten yang finis menjadi 2rd runner up di kategori usia 15-18 tahun. Pada kategori usia 13-14 tahun, pegolf Theodore Pradjoto Tan asal Semarang finis di posisi 4th runner up. Gelnfinan Patterson asal Batam mampu finis di posisi 3rd runner up pada kategori usia 11-12 tahun. Selain itu, dua wakil dari DKI Jakarta Amira Permadi dan Milanka Azwar yang tampil di kategori 8 tahun mampu menyudahi pertandingan masing-masing di posisi 2nd runner up dan 3rd runner up. Podium tertinggi juara berhasil diperoleh Annabella Leimena asal Surabaya yang bertanding di kategori usia 9-10 tahun. Setelah itu disusul Alletta Kahfi asal Bekasi yang finis menjadi 2nd runner up. PB PGI juga menyampaikan terima kasih kepada para atlet golf junior yang telah berjuang mengharumkan nama Indonesia pada ajang kompetisi internasional itu. “Indonesia bangga dengan kalian. Mari bersama terus berjuang mewujudkan prestasi golf Indonesia ke tingkat yang lebih mendunia,” tulis PB PGI. Kepala Bidang Kejuraan dan Prestasi PB PGI, Adi Saksoni, dikutip dari ANTARA, mengatakan bahwa federasi terus mendukung pegolf Indonesia untuk bisa berkompetisi di kejuaraan internasional. Semakin banyak kejuaraan yang diikuti maka akan semakin menambah jam terbang. Adi mengatakan, dari sisi pembinaan atlet, PB PGI juga telah menambah intensitas perhelatan kejuaraan nasional (kejurnas) dari sebelumnya satu kali menjadi tiga kali dalam setahun mulai 2024. Semakin banyak kejuaraan yang diikuti maka akan semakin menambah jam terbang. Adi mengatakan, dari sisi pembinaan atlet, PB PGI juga telah menambah intensitas perhelatan kejuaraan nasional (kejurnas) dari sebelumnya satu kali menjadi tiga kali dalam setahun mulai 2024. Sumber: ANTARA, PB PGI

10 Pebalap Belia Tembus Seleksi Astra Honda Racing School 2024

Proses seleksi program pembinaan balap berjenjang Astra Honda Racing School (AHRS) yang banyak dinanti oleh banyak calon pebalap muda potensial telah selesai dilaksanakan. Sebanyak 10 pebalap dari berbagai daerah berhasil lolos jadi siswa AHRS sebagai jalan mewujudkan mimpinya di arena balap. Melalu proses seleksi praktik yang ketat pada Selasa (7/2), para pebalap muda potensial berusia sekitar 10-14 tahun ini akan ditempa menjadi pebalap berprestasi yang siap membanggakan Indonesia di berbagai ajang balap internasional. Antusias anak muda pecinta balap sangat tinggi untuk bergabung dalam AHRS. Tercatat sebanyak 102 calon pebalap muda mendaftar pada seleksi awal tahun ini. Dalam tahap seleksi awal, sebanyak 48 calon peserta dari 16 provinsi terpilih mengikuti proses seleksi penerimaan siswa AHRS. Setelahnya, mereka berkompetisi secara ketat menunjukkan kemampuannya untuk dapat menimba ilmu balap di AHRS di Astra Honda Safety Riding & Training Center Deltamas, Jawa Barat pada Rabu (7/2). Pada seleksi pertama, tersaring 24 pebalap yang telah diuji dan dinilai berdasarkan kemampuan riding position, braking, racing line, cornering, body movement, dan spatial awareness. Para calon siswa yang lolos ini kemudian mengikuti seleksi kedua yang menguji catatan waktu terbaik, hingga terpilih 16 pebalap. Mereka kembali diuji pada seleksi akhir yang melihat kemampuan mereka beradaptasi pada lintasan baru. Pada setiap fase seleksi, para pebalap dievaluasi konsistensi dan durabilitasnya sehingga dapat dinilai berdasarkan performa terbaiknya. Setelah keseluruhan seleksi dilakukan terpilih 10 pebalap muda potensial yang terpilih menjadi siswa AHRS. Proses seleksi ini menjadi semakin spesial karena Gerry Salim, pebalap lulusan AHRS yang berhasil mencetak ragam prestasi membanggakan untuk Indonesia hingga tampil dalam balapan Grand Prix, turut serta dalam proses seleksi untuk memastikan hanya yang terbaik yang terpilih. “Saya sangat senang dapat lolos seleksi dan bergabung di Astra Honda Racing School 2024. Saya juga merasa bangga karena berasal dari Biak, Papua, salah satu daerah terjauh dibanding teman-teman yang mengikuti seleksi ini. Semoga saya bisa belajar banyak dari Astra Honda Racing School dan tentunya dapat lebih baik lagi dalam mengukir prestasi,” ujar Sean Delbert Jeremia Warikar. General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya menyampaikan AHRS menjadi pondasi kuat pada program pembinaan balap berjenjang yang dilakukan AHM dalam membina mental, kemampuan, dan fisik calon pebalap muda Indonesia yang siap mencetak berbagai prestasi membanggakan untuk Tanah Air. “Di Astra Honda Racing School, kami bukan hanya membentuk pebalap berprestasi, tetapi juga mengukir kisah-kisah gemilang di lintasan. Melalui program pembinaan kelas dunia ini, kami berkomitmen memberikan bekal terbaik bagi generasi muda Indonesia untuk meraih mimpi mereka di panggung balap internasional. Setiap langkah, setiap latihan, dan setiap pengalaman adalah bagian dari perjalanan luar biasa menuju kesuksesan untuk Indonesia,” ujar Andy. Pembinaan di AHRS tidak hanya fokus pada latihan skill di lintasan balapan saja, namun juga memberikan pembekalan pengetahuan dasar balap kepada para siswa yang akan menjadi modal penting bagi mereka saat terjun di ajang balap sesungguhnya. Ilmu yang diberikan meliputi manajemen balap, serta komunikasi dengan tim dan publik. Para siswa AHRS tahun ini kembali menggunakan NSF100 untuk latihan harian yang dikombinasikan dengan CRF150R untuk mengasah kemampuan kontrol kecepatan. Untuk mendukung performa balap, para siswa juga akan dimentori oleh instruktur balap nasional. Di sisi lain, AHM kembali menyelenggarakan program latihan yang komprehensif pada tahun ini. Dalam kegiatan camp selama empat hari di AHM Safety Riding Park, para siswa mendapatkan pelatihan fisik, mengendarai motor trail di arena flat track, dan diuji mentalnya melalui Honda Dream Cup. Hal ini merupakan langkah dalam membentuk mindset dan perilaku dengan mentalitas dasar yang tangguh. Sebagai atlet muda, siswa AHRS mendapatkan peningkatan standar secara fisik dengan latihan yang mengadopsi gaya latihan para pebalap hebat kelas dunia dari Benua Eropa. Mereka dilatih dalam berbagai pola di bawah bimbingan trainer profesional. AHRS telah membuktikan kesuksesannya sejak tahun 2010 dengan meluluskan ratusan pebalap yang kini bersaing di ajang balap Asia dan dunia. Alumni terkenal seperti Veda Ega Pratama, Mario Suryo Aji, Fadillah Arbi Aditama, Andi Farid Izdihar, dan Gerry Salim, yang merupakan lulusan AHRS, terus mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Menjadi pilar dalam kontribusi perusahaan, AHRS terus memantapkan posisinya menjadi sarana pembinaan balap terbaik di Indonesia. Sumber: Radar Tarakan

Jordan Indra Kembali Sabet Juara Kejurnas Golf Junior dan Cetak Rekor

Atlet golf putra, Jordan Indra Marcello kembali meraih gelar juara dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Golf Junior Indonesia 2024 yang berlangsung di Jababeka Golf & Country Club, Jawa Barat. “Jordan menang meyakinkan dengan total skor 203 pukulan atau 13 di bawah par,” kata Kepala Bidang Kejuaraan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) yang juga Ketua Pelaksana Kejurnas Golf Junior 2024, Adi Saksono ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Rabu. Gelar juara yang disabet Jordan merupakan kedua kalinya setelah meraih gelar juara Kejurnas Golf Junior Indonesia 2023 di Gading Raya Golf. Selain tampil sebagai juara, atlet golf binaan Pengurus Provinsi PGI Jawa Tengah itu juga memecahkan rekor course Jababeka Golf & Country setelah bermain delapan di bawah par pada hari pertama. Jordan menunjukkan superioritas pada hari pertama kejurnas yang berlangsung 4-7 Februari itu dengan mengoleksi enam birdie dan satu eagle selama 18 hole. Adi mengatakan, penampilan Jordan yang impresif menunjukkan semakin bermunculan bibit-bibit atlet golf junior unggulan di tanah air. Ia mengapresiasi atlet peraih gelar juara maupun semua atlet yang ikut dalam turnamen karena telah menunjukkan penampilan terbaik. “Semua atlet tampil jauh lebih baik dengan sedikit sekali pelanggaran yang dilakukan di lapangan,” katanya. Adi menambahkan, kejuaraan tersebut menjadi momentum bagi PB PGI untuk menyeleksi bibit-bibit unggulan pegolf muda untuk masuk dalam tim nasional. Kejuaraan tersebut diikuti sebanyak 91 atlet dari 16 provinsi yang diseleksi dari 133 pendaftar. “Jadi kejurnas ini diikuti para atlet yang diseleksi berdasarkan prestasi atau poin sehingga nantinya untuk menentukan layak atau tidaknya masuk tim nasional akan mengacu pada data statistik yang mereka miliki,” ujarnya. Sumber: ANTARA

Kisah Dua Bersaudara Atlet Fencer Yang Sarat Ambisi

Kisah Dua Bersaudara Atlet Anggar Yang Sarat Ambisi

Olahraga anggar sudah tak asing bagi Putri Faradilah dan Sandy Daffa Faradilah. Mewarisi bakat sang ayah yang merupakan fencer (atlet anggar) profesional era 1980-2000, dua bersaudara ini mulai mendunia. Orang tua merupakan role modele bagi anaknya. Pengalaman Hendra Faradilah melanglang buana ke berbagai penjuru negara, benar-benar memikat hati kedua anaknya. Ketertarikan berawal dari si sulung, Putri Faradilah. “Papa (panggilan Putri ke Hendra) kan pelatih. Awalnya ya iseng lihat, anggar itu bagaimana sih. Akhirnya tertarik, oh ternyata begini ya. Dari coba-coba malah ketagihan sampai sekarang,” ujar dara berusia 17 tahun itu, dikutip dari Jawa Pos Radar Solo. Sebelumnya, siswa kelas XII SMAN 4 Surakarta tersebut lebih tertarik ke dunia renang. Namun dia akhirnya beralih ke anggar saat duduk di bangku kelas I SD. Kini olahraga tersebut sudah menjadi bagian hidup Putri. Putri merupakan sosok yang tak kenal kata menyerah. Bisa dibilang tidak ada hari tanpa berlatih. Mulai dari matahari terbit, dari pukul 06.00-07.30. Dilanjutkan sesi kedua mulai 18.00-19.30. Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Fencer kelahiran Palembang ini sudah mengantongi banyak prestasi. Mulai dari daerah hingga internasional. Jadi tak usah kaget jika namanya tercatat sebagai wakil dari Indonesia. “Saya bakal bertanding di FIE Junior World Cup: Men’ and Women’s Foil, Individual, and Teams di Bangkok, Thailand. Tentu saya akan mempersiapkan diri. Terutama di fisik,” bebernya. Ini bukan kejuaraan dunia pertama bagi Putri. Sebelumnya putri dari Dessy Arisandy ini pernah terbang ke Negeri Jiran. Dan berhasil meraih juara II Beregu Sabel Putri SEAFF Malaysia 2017. Dara manis tersebut optimistis bisa tampil maksimal plus membanggakan Indonesia di Negeri Gajah Putih. Tak sendiri, Putri berangkat bersama dua atlet lainnya. Salah satunya sang adik, Sandy Daffa Faradilah. “Kalau ini merupakan kejuaraan dunia pertama bagi saya,” imbuh Sandy. Terpaut empat tahun dengan sang kakak, Sandy juga tak kalah hebat. Fencer kelahiran 30 Mei 2008 ini sudah sering terjun di kejuaraan nasional. Salah satunya di Kejurnas Anggar 2022, dia berhasil menyabet medali emas. Prestasi dua bersaudara ini tidak diraih secara instans. Keduanya intens berlatih bersama sang ayah di rumah. “Sandy itu dulu melihat kakaknya (Putri) berprestasi. Terus dia ingin (ikut anggar). Jadi sering latihan bersama. Meski kakak beradik dan berbeda jenis kelamin, mereka tak mau kalah saat latihan,” cerita sang ayah. Sejak kecil memang sudah tertanam jiwa kompetitif tinggi. Tentunya mereka ingin menang, siapapun lawannya. Hendra pun sering mengingatkan bahwa keduanya merupakan saudara. Jadi kompetisi tidak boleh dibawa ke luar lapangan. “Kadang saya ingatkan kalau mereka itu kakak adik. Mereka juga tak mungkin bertemu, kenapa harus seperti itu (saling berlomba menang). Tapi namanya anak-anak dan atlet, tetap aja tak mau kalah,” jelas Hendra. Sementara itu, Hendra sendiri memulai karirnya sebagai fencer sekitar 1987. Mulai 1988 dia sudah mengikuti kejurnas berlanjut PON. Terakhir mengikuti Sea Games di Manila tahun 2005. “Prestasi yang belum pernah saya ikuti itu olimpiade. Jadi saya ingin anak atau anak didik saya bisa mencapai level tersebut,” kata Hendra. Soal kejuaraan di Bangkok yang bakal berlangsung 16-18 Desember ini, Hendra terus mendorong mental plus strategi bagi kedua anaknya. Targetnya tak muluk-muluk, yakni lulus di sesi gugur. Sebab, lawannya bukan ecek-ecek. Peta kekuatan yang dominan di pegang oleh tim Eropa. Seperti Perancis, Italia, dan Amerika Serikat. “Mereka ranking 1-10 besar dunia. Kalau kami masih awal, apalagi dua tahun ini puasa kompetisi level internasional (imbas Covid-19). Sehingga kami harus merangkak dari bawah dulu,” beber pria yang menjabat sebagai kepala bidang pembinaan prestasi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Kota Solo.

Finish Tiga Besar, PB WI Masih Punya PR

Finish Tiga Besar, PB WI Masih Punya PR

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Ngatino, mengatakan pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah (PR) dalam menyejajarkan prestasi sanda dengan taolu. Ngatino mengaku sudah mengantongi sejumlah poin hasil dari evaluasi Kejuaraan Dunia Wushu Junior (WJWC) 2022 di ICE BSD, Tangerang, Banten, yang berakhir, Sabtu. “Kami akan canangkan ke depannya untuk program pembinaan. Bukan hanya taolu, tetapi juga sanda. Tetapi yang menjadi prioritas adalah sanda. Ini PR besar ke depannya agar dua-duanya jalan. Ada prestasi di taolu, demikian juga sanda,” kata Ngatino. Indonesia selaku tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 dapat dikatakan sukses besar dengan menempati posisi tiga besar setelah mengantongi 10 medali emas, 2 perak, dan 5 perunggu. Hasil tersebut juga melampaui target yang dicanangkan Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto yakni enam emas. Namun yang perlu digarisbawahi, semua emas yang diraih berasal dari atlet taolu atau seni. Sedangkan sanda atau nomor tarung, prestasi tertinggi di WJWC 2022 adalah mendapat perunggu. Meski secara umum target enam emas terlampaui, yang perlu diingat Airlangga Hartarto sempat mengatakan dua emas di antaranya berasal dari sanda. Namun nyatanya tak terpenuhi. Ngatino pun mengatakan pola pembinaan taolu dan sanda belakangan memang berbeda. Terlebih dengan adanya pandemi COVID-19. Atlet taolu yang tampil di WJWC 2022 merupakan atlet terbaik di kelas masing-masing yang terpilih masuk program pelatnas berkat prestasi yang ditunjukkan selama mengikuti kejuaraan secara virtual selama pandemi COVID-19. Berbanding terbalik dengan sanda yang memang mengharuskan atlet bertatap muka dan bertarung di atas ring. “Untuk sanda, karena pandemi kami tidak bisa mengikuti pola seperti taolu, karena mereka harus fight. Semoga setelah pandemi menghilang, kami bisa lakukan itu. Itulah peran dari dewan kehormatan yang mendukung selama ini,” kata Ngatino. Sebagai cabang yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Ngatino mengatakan wushu akan terus melanjutkan program pembinaan secara berkesinambungan. Selanjutnya, PB WI bakal melanjutkan program untuk persiapan atlet wushu Indonesia berlaga di Olimpiade Remaja di Dakar, Senegal pada 2026. “Kami akan mengambilnya dari yang sekarang, tetapi tidak menutup kemungkinan dari yang baru juga bisa kami orbitkan. Tinggal nomornya. Kami belum tahu nomor apa yang dipertandingkan di Youth Olympics Games 2026 nanti. Setelah atlet pulang ke daerahnya masing-masing, kami akan kembali melakukan pembinaan,” ujar Ngatino.

Indonesia Finis Posisi Tiga Besar Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022

Indonesia Finis Posisi Tiga Besar Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022

Indonesia selaku tuan rumah mengakhiri Kejuaraan Dunia Wushu Junior (WJWC) 2022 di posisi tiga besar dalam daftar perolehan medali. Secara keseluruhan, skuad Merah-Putih mengoleksi 10 medali emas, 2 perak, dan 5 perunggu dalam ajang yang secara resmi ditutup Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu. Iran menjadi negara peserta paling sukses dengan 13 emas, 5 perak, dan 5 perunggu. Kemudian Tiongkok di bawahnya dengan 10 emas, 2 perak, dan 5 perunggu. Prestasi Indonesia pada WJWC edisi kedelapan ini meningkat signifikan dibanding dengan edisi sebelumnya di Brazil pada 2018 ketika Indonesia berada di posisi 11 dengan mengantongi 2 emas, 10 perak, 7 perunggu. Adapun penyumbang emas terakhir Kontingen Indonesia di WJWC 2022 adalah Rainie Elena Liem dari nomor qiangshu kelompok junior B putri. Atlet asal Sasana Rajawali Sakti ini mengantongi 9,176 poin. Medali perak diraih Oubu Ishii dari Jepang dengan 9,100 poin dan Kim Caeyoung dari Korea Selatan meraih perunggu dengan 8,983 poin. Sementara itu, Direktur Eksekutif Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 Gunawan Tjokro mengatakan sebagai tuan rumah, Indonesia patut bersyukur berhasil menempati posisi tiga besar. “Indonesia dapat 10 medali emas. Sebenarnya tingkat medali emas kita sama dengan Tiongkok, tetapi kita kalah satu poin di perak. Sehingga secara keseluruhan kita di posisi tiga,” kata Gunawan. “Tetapi kalau dipisah antara taolu dan sanda, karena dengan perolehan 10 medali emas di taolu, Indonesia masih yang teratas. Karena kita tahu sandanya diborong Iran. Jadi sebagai tuan rumah, posisi ketiga kita syukuri. Artinya ada kemajuan. Dengan target 6 emas, kita sudah mendapat 10,” katanya menambahkan. Indonesia memang mendominasi nomor taolu dengan 10 emas. Sedangkan Tiongkok menghasilkan 7 emas dari taolu dan Iran mendapatkan 6 emas. Hanya saja, Iran memperkokoh dominasinya dengan meraih 7 emas dari nomor sanda atau tanding. Sementara itu, Airlangga Hartarto menyampaikan terima kasih kepada seluruh kontingen dari semua negara yang berpartisipasi pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada 60 kontingen yang telah hadir dan berpartisipasi kepada pemerintah, Kemenpora, Pemerintah Tangerang dan Banten, serta sejumlah donatur yang membantu acara ini terlaksana dengan baik,” ujar Airlangga. “Juga kepada sejumlah perusahaan yang datang dan untuk menyaksikan wushu, terima kasih. Karena tanpa dukungan kalian kegiatan ini tidak terlaksana,” pungkas Airlangga.

804 Atlet Bertarung di Kejuaraan Karate Junior Kaltim 2022

804 Atlet Bertarung di Kejuaraan Karate Junior Kaltim 2022

Sebanyak 804 atlet karate junior ambil bagian dalam Kejuaraan Karate Junior Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2022. Kejuaraan tersebut berlangsung di Atrium Plaza Balikpapan, mulai Rabu hari ini, 7-10 Desember 2022. Dibuka oleh Asisten Sekda Kaltim Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat HM Syirajudin, mewakili Gubernur Kaltim Isran Noor. Dalam sambutannya Syirajudin mengapresiasi atas terselenggaranya kejuaraan ini. Menurutnya, event ini sangat luar biasa. Terlebih dilaksanakan di tempat umum. “Sangat luar biasa. Anak-anak akan diuji mentalnya karena bertarung dihadapan orang banyak. Tentunya ini akan membentuk karakter mereka,” kata Syirajudin. Syirajudin juga berharap event seperti ini terus dilakukan. Terutama dari junior, karena mereka akan menjadi penerus atlet karate Provinsi Kaltim di masa mendatang. “Apresiasi kepada Forki Kaltim yang telah melaksanakan kegiatan ini. Sesering mungkin dilaksanakan. Karena dari sini akan melahirkan bibit atlet berbakat yang tentunya akan mengharumkan nama Kaltim juga Indonesia. Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, jangan hanya mencari juara, persaudaraan yang utama,” ungkapnya. Ketua Panitia Aries Ardianto menuturkan, kejuaraan ini diikuti oleh perwakilan Forki Kabupaten dan Kabupaten seluruh Kalimantan Timur. Serta perwakilan club atau dojo perguruan karate di bawah naungan Forki selaku induk organisasi karate Indonesia. “Peserta yang mengikuti 804 atlet seluruh Kaltim. Semoga lewat ajang ini muncul bibit-bibit atlet junior berprestasi. Menjadi atlet yang tangguh dari Kalimantan Timur, sehingga bisa berkiprah di tingkat nasional dan bahkan internasional,” tutur Aries. Kejuaraan ini sengaja digelar di pusat perbelanjaan. Dengan tujuan untuk memperkenalkan lebih dekat olahraga bela diri karate di masyarakat umum. “Masyarakat dapat melihat secara langsung, serta menilai sportivitas olahraga yang ditunjukkan oleh atlet-atlet junior seluruh Kaltim,” pungkasnya.

Kejuaraan Dunia Wushu Junior: Target Medali Emas Tercapai, Menpora Harapkan Indonesia Tambah Lagi

Kejuaraan Dunia Wushu Junior: Target Medali Emas Tercapai, Menpora Harapkan Indonesia Tambah Lagi

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, berharap atlet wushu Indonesia bisa menambah kembali medali emas pada hari ketiga yang berlangsung hari ini Kamis (8/12/2022). Ia menyebut Kontingen Wushu Junior Indonesia sudah meraih sukses prestasi dengan mengoleksi 6 medali emas dan 1 perunggu pada hari kedua Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII/2022 yang berlangsung di ICE BSD City Tangerang, Banten, Rabu (7/12/2022). Ajang yang melibatkan 60 negara dan 2 region (Hongkong dan Macau) ini memperebutkan 71 medali emas (45 Taolu dan 17 Sanda) baru akan berakhir Sabtu, 10 Desember 2022. “Saya kira sukses prestasi sudah kita raih dengan keberhasilan Kontingen Wushu Junior Indonesia mengoleksi 6 emas dan 1 perunggu pada hari kedua pelaksanaan Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. Dan, saya berharap medali emas bisa bertambah lagi karena waktu pelaksanaan masih panjang,” kata Menpora Amali yang hadir langsung menyaksikan penampilan atlet-atlet wushu Indonesia. Apa yang telah dicapai Pasukan Garuda Muda tersebut, kata Menpora Amali, sebagai bukti bahwa program pembinaan olahraga wushu Indonesia yang dilakukan PB WI sudah semakin baik. Apalagi, cabang olahraga (cabor) wushu masuk dalam daftar cabor Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). “Saya kira luar biasa. Mudah-mudahan akan semakin baik pembinaannya ke depan. Karena ini kejuaraan junior dan tujuannya ada yakni Road to Youth Olynmpic Games 2026 Dakkar, Senegal, mereka dipersiapkan lebih baik lagi,” imbuh Menpora Amali. Selain sukses prestasi, kata Menpora Amali, Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto juga telah meraih sukses penyelenggaraan dan sukses ekonomi. “Saya mendapatkan informasi baik dari Wakil Presiden IWUF dan Sekjen IWUF bahwa mereka sangat senang dengan penyelenggaraan yang dilakukaan Indonesia,” kata Amali. Sementara itu, Direktur Media Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022, Ilham Permana mengatakan, PB WI meraih tiga sukses tidak terlepas dari peran dan dukungan media. “Atas nama panitia dan PB WI, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan teman-teman wartawan dari media cetak, elektronik maupun online,” kata Ilham Permana yang juga Wakil Ketua Umum II PB WI.

Medali Emas Dari Thalia Marvelina untuk Indonesia dan Orang Tua

Medali Emas Dari Thalia Marvelina untuk Indonesia dan Orang Tua

Torehan membanggakan mampu diukir atlet wushu putri junior, Thalia Marvelina Tanzil, yang berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 di ICE BSD, Tangerang, Banten, (7/12) siang. Thalia Marvelina berhasil meraih medali emas dari cabang Taolu Nomor Daoshu Grup B Putri. Thalia mengatakan bahwa, dirinya tidak pernah menyangka akan mendapat medali emas. Sangat bangga bisa persembahkan medali emas. Medali ini saya persembahkan untuk Indonesia dan kedua orang tua saya yang telah membimbing sejak kecil. Pada kejuaraan dunia wushu jujior tahun ini Thalia Rainie Elena Liem akan berkompetisi di nomor taolu kategori Junior B Putri. Bagi Thalia Marvelina Tanzil ini kedua kalinya masuk dalam Timnas Wushu Indonesia untuk Kejuaraan Dunia Wushu Junior. Ia sudah ambil bagian pada World Junior Wushu Championship (WJWC) sebelumnya, yakni persaingan ketujuh di Brasilia, Brasil. Pada WJWC VII 2018 itu remaja putri kelahiran Surabaya, Jatim, 3 April 2008 ini berhasil meraih medali perunggu. “Saya kali ini berhasil mempersembahkan medali emas. Besok masih ada satu nomor lagi, semoga saya bisa kembali lagi mendapat emas,” kata Thalia Marvelina Tanzil. Pelajar SMPK Angelus Custos 1 Surabaya yang menggeluti olahraga wushu sejak kecil ini dipanggil ke Pelatnas Wushu Junior setelah meraih 3 medali emas di Junior Grup B Putri pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu 2022 memperebutkan Piala Presiden.

PB WI Proyeksikan Atlet Junior di WJWC 2022 untuk Olimpiade 2032

PB WI Proyeksikan Atlet Junior di WJWC 2022 untuk Olimpiade 2032

Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Airlangga Hartarto mengatakan wakil Merah Putih yang turun dalam Kejuaraan Dunia Wushu Junior (WJWC) 2022 adalah atlet yang dipersiapkan untuk Olimpiade 2032. Wushu sejauh ini memang belum masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Namun, Airlangga optimistis olahraga bela diri asal China itu bisa dipertandingkan pada Olimpiade 2032. Peluang ini terbuka mengingat wushu sudah tersebar di lebih dari 50 negara. Terlebih lagi, wushu sudah terdaftar sebagai cabang yang dipertandingkan di Olimpiade Remaja V/2026 di Dakar, Senegal. “Mereka yang tampil di Kejuaraan Dunia Junior adalah atlet masa depan Indonesia dan dalam 10 tahun ke depan mereka yang akan mewakili Indonesia di Olimpiade 2032. Dan, saya akan melaporkannya kepada Pak Presiden Jokowi,” kata Airlangga dalam acara Pelepasan Kontingen Wushu Indonesia untuk WJWC 2022 di kawasan Widya Chandra, Jakarta, Kamis (1/11/2022) malam. Untuk itu, Airlangga berharap atlet wushu Indonesia yang tampil di WJWC 2022 yang bergulir di ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, 5-10 Desember, bisa memberikan yang terbaik, sekaligus mempersembahkan target meraih empat medali emas bagi Indonesia. “Bertanding dengan sepenuh hati, semangat tinggi dan percaya diri untuk kebanggaan dan kehormatan diri, keluarga, daerah, bangsa dan negara Indonesia serta tetap mengedepankan sportivitas untuk mencapai prestasi terbaik,” ujar Airlangga. Secara keseluruhan, Indonesia bakal menurunkan 23 atlet yang terdiri dari 12 atlet taolu dan 11 atlet sanda. Mereka adalah yang terbaik setelah PB WI sebelumnya melakukan berbagai tahapan seleksi. Selama persiapan, atlet taolu dengan masing-masing enam atlet putra dan putri berada di bawah arahan pelatih asal China, Zhang Yong Sheng dibantu David Hendrawan (DKI Jakarta) dan Probo Muljono (Jawa Timur). Sementara 11 atlet yang terdiri dari delapan putra dan tiga putri juga diasuh pelatih China Xia Hong dibantu Hermansyah Mongisidi (Jawa Tengah), Mohammad Selamat (Jawa Tengah), dan Hotma Dearma Purba (Sumatera Utara). “Kondisi atlet semuanya dalam kondisi siap dan semangat. Tidak ada cedera dan semuanya siap bertanding. Saya optimistis target tiga emas taolu dan satu dari sanda bisa terpenuhi,” kata Chef de Mission Indonesia (CdM) Kontingen Wushu Indonesia, Doddy Rahadi. “Ya, kami optimistis bisa memenuhi target yang dicanangkan pak Airlangga Hartarto,” tambah Manajer Taolu, Herman Wijaya. Kesiapan Pasukan Garuda juga disampaikan pelatih Taolu, Probo Muljono dan pelatih Sanda, Muhammad Slamet. “Seluruh atlet Taolu sudah tampil. Banyak kemajuan yang dialami mereka selama menjalani program latihan yang diberikan Zhang Yong Sheng baik fisik maupun teknik,” kata Probo. “Anak-anak Sanda memamg belum.punya pengalaman bertanding di ajang internasional. Mereka bukan hanya ditopang dengan kondisi fisik tetapi teknik serta mental bertandingnya sudah siap menghadapi pertarungan ketat di kejuaraan dunia nanti,” timpal Muhammad Slamet. Kontingen Wushu Junior Indonesia: Chef de Mission (CdM): Doddy Rahadi Team Manager Taolu: Herman Wijaya Team Manager Sanda: Sudarsono Psikolog: dr Henny Setyawati Pelatih Taolu: 1. Zhang Yong Sheng (Tiongkok) 2. David Hendrawan (DKI Jakarta) 3. Probo Muljono (Jawa Timur) Pelatih Sanda: 1. Xia Hong (Tiongkok) 2. Hermansyah Mongisidi (Jawa Tengah) 3. Mohammad Selamat (Jawa Tengah) 4. Hotma Dearma Purba (Sumatera Utara) Atlet Taolu Junior A Putra: 1. Josh Tiesto Tanto (DKI Jakarta) 2. Rainer Reinaldy Ferdiansyah (Jawa Timur) Junior A Putri: 1. Kylie Suyoyo Kwok (DKI Jakarta) 2. Ivana Beatrice Liestio (DKI Jakarta) Junior B Putra: 1. Zamurai Alkensoe Damara (Jawa Tengah) 2. Carlson Ong (Jambi) Junior B Putri: 1. Thailia Marvelina Tanzil (Jawa Timur) 2. Rainie Elena Liem (DKI Jakarta) Junior C Putra: 1. Bradley Jason (Jawa Timur) 2. Richard Dean Kurnia (DKI Jakarta) Junior C Putri: 1. Billie Karina The (DKI Jakarta) 2. Anasera Zahraa Haryoso (Bali) Atlet Sanda Pra Junior Putra: 1. Kiemas Sakti Negara – 45 kg (Jawa Tengah) 2. Shaddam Achmad Assegaf – 48 kg (Jawa Tengah) 3. Rizki – 52 kg (Jawa Barat) Junior Putri: 1. Aurella Calysta Purnomo – 48 kg (Jawa Tengah) 2. Nasya Aulia Zahra Wahana – 52 kg (Jawa Tengah) 3. Nabila Puspa Annastasya – 56 kg (Jawa Tengah) Junior Putra: 1. Dewangga Lindu Saputra – 48 kg (Jawa Tengah) 2. Denis Darmawan – 52 kg (Jawa Tengah) 3. Pandu Dian Saputra – 56 kg ,(Jawa Tengah) 4. Ragesta Ganang Pangestu – 60 kg (Jawa Tengah) 5. Yanto Rizel Silaban – 65 kg , (Sumatera Utara)

Jelang Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022, Ini Target Tuan Rumah Indonesia

Jelang Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022, Ini Target Tuan Rumah Indonesia

Indonesia akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 5-11 Desember mendatang. Untuk menyambut ajang yang semakin dekat tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait di Kemenpora, Jakarta, pada Selasa (22/11/2022). Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) dan panitia penyelenggara Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. Menpora Amali menginginkan Kejuaraan Dunia Wushu Junior tahun ini di Indonesia dapat berjalan lancar, aman, dan sukses. “Sore ini saya mengundang PB Wushu Indonesia dan panitia penyelenggara Kejuaraan Dunia Wushu Junior untuk memastikan kegiatan berjalan dengan lancar dan agar tahu juga seberapa jauh persiapan yang telah dilakukan,” kata Menpora Amali dalam siaran pers yang diterima, Rabu (23/11/2022). Menpora Amali menambahkan, target Indonesia sebagai tuan rumah tidak hanya memastikan kejuaraan berjalan lancar dan sukses. Namun, Indonesia juga ingin meraih prestasi pada ajang tersebut. “Kami sama-sama ingin bagaimana kejuaraan dunia ini sukses, lancar, dan tidak ada hambatan. Sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Atlet dijaga betul ya jangan sampai ada yang cedera,” tutur Amali. Sementara itu, Sekjen PB Wushu Indonesia, Ngatino, menyampaikan bahwa pihaknya sudah siap untuk menggelar Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. Ngatino menuturkan, persiapan kompetisi yang akan diikuti oleh 61 negara tersebut sudah mencapai 90 persen. “Hari ini rapat koordinasi yang dipimpin pak Menpora Zainudin Amali. Semuanya sudah dilaporkan baik kesiapan pelaksanaan, keamanan, hingga persiapan atlet dan lainnya,” ucap Ngatino. “Semua harus disiapkan dengan sebaik mungkin, segala hal harus diantisipasi,” imbuh dia. Pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior tahun ini, Indonesia bakal menurunkan 23 atlet yang diberi target meraih empat medali emas. “Persiapan kami sudah 90 persen. Peserta yang ikut ada 61 negara. Semua atlet kami sudah siap. Mereka direkrut dari ajang-ajang pertandingan sebelumnya,” ujar Ngatino. “Target kami bisa meraih empat medali emas. Mohon doanya agar pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar dan kami juga sukses prestasinya,” kata Ngatino mengakhiri.

Alvaro Bautista Juara Dunia WorldSBK 2022

Pebalap Ducati asal Spanyol Alvaro Bautista menjadi juara dunia superbike di Pertamina Mandalika International Circuit. Pebalap tim Aruba.it itu jadi juara setelah mengumpulkan total 553 poin pada hari Minggu (13/11). Kemenangan ini adalah kemenangan pertama bagi Ducati setelah tahun 2011 dengan pebalap Carlos Checa. Balapan yang berlangsung sengit di sirkuit internasional Pertamina Mandalika tersebut dimenangkan oleh Toprak Razgatlioglu (Pata Yamaha – Brixx WorldSBK) disusul oleh Alvaro Bautista. Akan tetapi poin yang dikumpulkan Bautista tidak terkejar oleh Toprak. Kemenangan Toprak di sikuit Pertamina Mandalika sekaligus menjadikan dirinya mencetak hat trick setelah pada race pertama sehari sebelumnya juga mengamankan podium pertama. Dengan demikian Toprak Razgatlioglu berhasil meraih total 487 poin. Sumber: WorldSBK. Foto: WorldSBK.

(Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022) Inilah Skuad Merah-Putih

(Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022) Inilah Skuad Merah-Putih

Indonesia selaku tuan rumah menyiapkan 49 atlet terbaik untuk Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 yang berlangsung di ICE Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, 5-11 Desember. Berdasarkan keterangan tertulis dari Pengurus Besar Persatuan Wushu Indonesia (PB WI), Jumat, dari jumlah tersebut, 33 di antaranya bakal tampil pada nomor taolu, sisanya berjumlah 16 untuk nomor sanda. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Taolu PBWI, Herman Wijaya, mengatakan 33 atlet taolu terdiri atas 17 putra dan 16 putri. Sementara dari sanda masing-masing 12 putra dan 4 putri. “Mereka merupakan atlet terbaik yang dijaring dari hasil Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu 2022 di Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu,” kata Herman. Indonesia menargetkan empat medali emas dalam Kejuaraan Dunia Wushu Junior edisi kedelapan tersebut. Berbicara peta persaingan, Herman mengatakan nomor taolu terbilang ketat. “Terlebih pesertanya cukup banyak. Saingan terberat itu datang dari Malaysia, Vietnam, China, Korea, Amerika Serikat dan Rusia,” ujarnya. Sementara Pelatih Sanda Timnas Wushu Indonesia, Mohammad Selamet, mengatakan untuk nomor sanda, China dan Iran memiliki atlet hebat. “Semoga kami bisa memberikan yang terbaik,” ujar Selamet. Direktur Eksekutif Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022, Gunawan Tjokro, mengatakan hingga saat ini sudah tercatat 72 negara yang mendaftar. “Kami belum bisa memastikan berapa jumlah atlet yang akan tampil di Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 nanti. Dari data yang diterima dari IWUF sudah tercatat 72 negara yang mendaftar,” ujarnya. Jumlah negara yang tampil, lanjut Gunawan, merupakan yang terbanyak. “Selama ini hanya sekitar 40 negara yang ikut. Di Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-VIII ini tercatat menjadi negara paling banyak. China juga akan menurunkan atletnya,” Gunawan menjelaskan. Berikut skuad Indonesia di Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022: Chef de Mission: Doddy Rahadi Tim Satgas: 1. Herman Wijaya (DKI Jakarta) 2. Sudarsono (Jawa Tengah) 3. Henny Setyawati (Jawa Tengah) Pelatih Taolu: 1. Zhang Yong Sheng (China) 2. David Hendrawan (DKI Jakarta) 3. Billy Erdianto (Jawa Tengah) 4. Probo Muljono (Jawa Timur) Pelatih Sanda: 1. Xia Hong (China) 2. Hermansyah Mongisidi (Jawa Tengah) 3. Mohammad Selamat (Jawa Tengah) 4. Hotma Dearma Purba (Sumatera Utara) Atlet Taolu Junior A Putra: 1. Arya Gita Santoso (DKI Jakarta) 2. Lawrence Dean Kurnia (DKI Jakarta) 3. Josh Tiesto Tanto (DKI Jakarta) 4. Keane McLaren Lee (DKI Jakarta) 5. Kenneth Christovani Wijaya (DKI Jakarta) 6. Nabil Fa’i Salman Al Farizi (Jawa Timur) 7. Rainner Renady Ferdiansyah (Jawa Barat) Junior A Putri: 8. Ivana Beatrice Liesto (DKI Jakarta) 9. Koleta Mikaella Sandrina Prasetyo (Jawa Timur) 10. Kyle Suyoto Kwok (DKI Jakarta) 11. Allysa Amalia (DKI Jakarta) 12. Aqila Ghaida Fuaizah (Jawa Timur) 13. Salwa Dhana Azalia (DKI Jakarta) 14. Angelica Calista Putri Julianto (Jawa Tengah) Junior B Putra: 15. Carlson On (Jambi) 16. Nathan Ryuu Santoso (Jawa Tengah) 17. Case Maximillah Chen (Jawa Timur) 18. Zamurai Alkensoe (Jawa Tengah) 19. Jovan Purnomo (Jawa Timur) 20. Tomy Benino Wiljono (Jawa Timur Junior B Putri: 21. Thalia Marvelina Tanzil (Jawa Timur) 22. Christina Maria Gweneth Samudi (DKI Jakarta) 23. Raine Elena Liem (DKI Jakarta) 24. Mehrunnisa Nazeha (Jawa Barat) 25. Devia Nalini Firdaus (Jawa Tengah) Junior C Putra: 26. Richard Dean Kurnia (DKI Jakarta) 27. Ecclesio Ryuu Erdest (DKI Jakarta) 28. Bradley Jason (Jawa Timur) 29. Ayrton Jones (Jawa Timur) Junior C Putri: 30. Billie Karina The (DKI Jakarta) 31. Raisa Alia Salsabila (Jambi) 32. Maidah Tangguh (Jawa Barat) 33. Anasera Zahraa Haryoso (Bali) Atlet Sanda Pra-Junior Putra: 1. Saddam Muda Putra Lubay (42kg-DKI Jakarta) 2. Kemas Sakti Negara (45kg – Jawa Tengah) 3. Shaddam Achmad Assegaf (48kg- Jawa Tengah) 4. Rizki (52lkg-Jawa Barat) 5. Maulana Saddam Rauf (56kg- Jawa Tengah) Sanda Junior Putri: 6. Aurella Calysta Purnomo (48kg- Jawa Tengah) 7. Nasya Aulia Zahra Wahana (52kg-Jawa Tengah) 8. Nabila Puspa Annastasya (56kg- Jawa Tengah) 9. Azizah Aulia (60kg-Sumatera Utara) Sanda Junior Putra: 10. Dewangga Lindu Saputra (48kg- Jawa Tengah) 11. Denis Darmawan (52kg – Jawa Tengah) 12. Pandu Dian Saputra (56kg-Jawa Tengah) 13. Ragesta Ganang Pangestu (60kg- Jawa Tengah) 14. Yanto Rizel Silaban (65kg- Sumatera Utara) 15. Muhammad Rahian Zaky Robbani (70kg- Jawa Tengah) 16. Muhammad Rifqi Alfandrah (75kg- Sumatera Selatan)

Timnas Indonesia Juara Umum Kejuaraan Wing Chun Dunia 2022

Timnas Indonesia Juara Umum Kejuaraan Wing Chun Dunia 2022

Kabar menggembirakan datang dari Tim Nasional Wing Chun Indonesia yang membawa pulang gelar juara umum pada Kejuaraan Dunia Wing Chun 2022 di Hong Kong. Kejuaraan tersebut diselenggarakan oleh induk organisasi wing chun dunia, Ving Tsung Athletic Association alias VTAA pada Ahad, 30 Oktober 2022. Torehan prestasi ini banjir apresiasi, salah satunya dari Menteri Agama sekaligus Ketua Umum Federasi Wing Chun Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas. “Alhamdulillah, Timnas Wing Chun Indonesia berhasil menyabet Juara Umum dengan lima emas, enam perak, dan delapan perunggu. Selamat dan terus berprestasi,” kata Yaqut seperti dikutip dari situs resmi Kemenag. Yaqut turut menambahkan bahwa dalam Kejuaraan Dunia Wing Chun 2022, Indonesia menerjunkan 22 atlet untuk bertanding di 9 kategori pertandingan. “Kami kirimkan 22 atlet untuk sembilan jenis pertandingan yang dibuka pada kelas Junior, Female Adult, dan Male Adult, pada kategori Siu Lim Tao, Chum Kiu, dan Biu Gee,” ujar Yaqut menambahkan. Dikutip dari Antara, dalam pertandingan tersebut, Indonesia setidaknya berhadapan dengan 11 negara secara daring karena situasi COVID-19 di Hong Kong yang belum menentu. Kesebelas negara tersebut adalah Singapura, Malaysia, Myanmar, Jepang, Macao, Taiwan, Hongkong, Tiongkok, Inggris, Prancis, dan Spanyol. Mengutip laporan Antara, lima medali emas yang diperoleh oleh Timnas Wing Chun Indonesia disumbangkan oleh Christoffer Austin Neilthong pada nomor chum kiu junior, Deviyana Leman pada nomor chum kiu putri, Lie Revano pada chum kiu putra, Odilia Calista Ruby Wuriandono pada nomor biu gee junior, dan Rizky Fitria Al Fahmi pada nomor biu gee senior. Menurut manajer Timnas Indonesia, Maulana Zaenal, torehan prestasi belasan atlet tersebut merupakan sebuah kebanggan sebab bertepatan dengan perayaan Hari Sumpa Pemuda pada beberapa hari lalu. “Puji syukur. Timnas Wing Chun Indonesia berhasil menyabet kembali juara umum pada Kejuaraan Dunia (Wing Chun) kali ini. Ini sebagai hadiah untuk Indonesia pada momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober kemarin,” kata Zaenal dalam rilis pers yang diterima oleh Kantor Berita Antara. Adapun daftar lengkap nama-nama atlet peraih medali dalam Kejuaraan Dunia Wing Chun 2022 di Hong Kong adalah sebagai berikut: Rizky Fitria Al Fahmi (Emas, Biu Gee dan Perunggu, Siu Lim Tao) Christoffer Austin Neilthong (Emas, Chum Kiu dan Perak, Siu Lim Tao) Deviyana Leman (Emas, Chum Kiu dan Perak, Siu Lim Tao) Lie Revano (Emas, Chum Kiu, dan Perak, Siu Lim Tao) Odilia Calista Ruby Wuriandono (Emas, Biu Gee) Trinity Eleanor Kawiran (Perak, Chum Kiu dan Perunggu Biu Gee) Clarissa Christy Kusnadi (Perak, Chum Kiu dan Perunggu, Biu Gee) Danin Christianto (Perak, Chum Kiu) Verrell Georgen Hermawan (Perunggu, Chum Kiu) Pinka Zuhdiana Hapsari (Perunggu, Chum Kiu) Jason Nicholas Winata (Perunggu, Siu Lim Tao) Rizky Adiyono (Perunggu, Chum Kiu)

PB IKASI Harap Kejurnas Anggar 2022 Jadi Momentum Lahirkan Atlet Berprestasi

PB IKASI Harap Kejurnas Anggar 2022 Jadi Momentum Lahirkan Atlet Berprestasi

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI), Agus Suparmanto, membuka Kejurnas Anggar 2022. Ajang ini digelar di di Gelanggang Olahraga (GOR) POPKI Cibubur, Jakarta Timur pada Jumat, 28 Oktober 2022. Sebanyak 620 atlet dari 24 provinsi ikut serta dalam Kejurnas Anggar 2022 yang berlangsung pada 27 Oktober hingga 3 November 2022 ini. Agus mengatakan ini adalah bagian dari pembinaan untuk atlet anggar di semua umur. Selain itu Kejurnas Anggar 2022 ini juga digelar untuk melahirkan atlet-atlet terbaik dari cabang olahraga (Cabor) Anggar. Adapun nomor-nomor yang dipertandingkan dalam kejuaraan ini antara lain Floret, Degen maupun Sabel untuk putra, putri dan beregu. “Dari seluruh daerah kita kumpulkan di sini, nanti kita pilih atlet-atlet mana saja yang potensial. Karena ini dari mulai tingkat pra-kadet, kadet, junior dan senior. Jadi seluruh umur,” kata Agus kepada awak media. Agus juga mengatakan ini merupakan salah satu cara yang dilakukan PB IKASI untuk memberikan pengalaman kepada para atlet demi mempersiapkan diri menghadapi event-event internasional seperti SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade. Selain itu, dalam rangka menemukan parter sparing yang lebih baik, PB IKASI juga berencana mengirim 24 atlet ke Korea Selatan. “Kami lakukan pelatihan-pelatihan dan dalam dua minggu lagi kami akan kirim atlet-atlet ini ke Korea Selatan untuk berlatih bersama sehingga mereka semua bisa menambah pengalaman,” kata Agus. Menurut Agus, atlet-atlet Anggar Indonesia akan mendapatkan pengalaman berharga jika bisa berlatih tanding dengan atlet-atlet Korea Selatan. Pasalnya, atlet anggar Korsel berhasil menyumbangkan banyak medali pada ajang Asian Games 2018 dengan rincian enam medali emas, tiga perak dan enam perunggu. Sumbangan medali tersebut berhasil membawa Korsel menjadi juara umum. “Mereka juga punya salah satu atlet yang juara dunia. Kami juga punya hubungan baik, di mana rutin setiap tahun ada pertukaran. Sehingga atlet-atlet senang dan bisa mengukur kemampuan mereka. Karena anggar ini perlu sparing parter yang bagus dalam bertanding,” ujarnya. Dia mengakui pandemi COVID-19 telah menghambat semua aspek kehidupan termasuk program-program yang dicanangkan oleh PB IKASI. Pasalnya, kata dia, Cabor Anggar ilmunya lebih banyak di luar. Namun dia memastikan pihaknya tidak menyerah untuk memberikan pembinaan dan pelatihan yang baik bagi para atletnya. “Pandemi ini memang jadi masalah. Selama dua tahun ini kami sulit mengadakan pertandingan, dan keluar negeri juga lebih susah, tapi kami tak bisa stop begitu aja jadi kami carikan jalan keluarnya. Jadi ini adalah Kejurnas pertama setelah pandemi. Mudah-mudahan kita bisa melaluinya dan tetap bersemangat,” kata Agus. Sementara itu, Komite Eksekutif NOC Indonesia, Rafiq Hakim Radinal mengatakan pihaknya menyambut baik Kejurnas Anggar 2022 yang merupakan Kejurnas pertama yang digelar setelah pandemi. Selain itu, dia juga mendukung PB IKASI yang berencana mengirim 24 atletnya ke Korea Selatan. “Ini satu kemajuan yang sangat baik. Karena ketika pandemi kita semua sulit ya. Semoga ini bisa kembali melahirkan prestasi yang lebih baik. Saya lihat juga Ikasi memprioritaskan kepada pelatihan untuk para pelatih dan kesejahteraan dari para pengurus, pelatih dan seluruh ofisial dari Cabor Anggar,” kata Rafiq di lokasi. Adapun untuk para atletnya, Rafiq menilai PB IKASI juga memberikan perhatian yang cukup di mana para atletnya diberikan kesempatan untuk berlatih di luar negeri. Selain itu, dengan hadirnya perwakilan dari 24 provinsi pada Kejurnas Anggar 2022, juga menunjukkan kepedulian PB Ikasi kepada potensi-potensi yang ada di daerah-daerah. “Saya juga dengar peralatan dikirim dari PB Ikasi ke daerah-daerah, sehingga pembinaan di daerah insyaallah bisa jauh lebih baik. Sekarang gimana kita bantu agar pelatih juga bisa masuk ke daerah, karena atlet ini gak bisa berlatih tanpa pelatih yang baik di setiap provinsi,” tandas Rafiq.

Jawa Tengah Juara Umum Kejuaraan Nasional Panahan Junior

Jawa Tengah Juara Umum Kejuaraan Nasional Panahan Junior

Kontingen Jawa Tengah tampil sebagai juara umum Kejuaraan Nasional Panahan Junior 2022, dengan 26 emas 16 perak dan 21 perunggu. Sementara posisi kedua ditempati DKI Jakarta, dengan mengumpulkan 12 emas 12 perak dan 6 perunggu, menyusul posisi III tuan rumah DIY, dengan 8 emas 7 perak dan 4 perunggu. Kejurnas berlangsung sejak 16 Oktober lalu di Lapangan Yonif Mekanis 403/WP Kentungan Yogyakarta dan diikuti 598 peserta dan 150 official dari 28 provinsi yang terdaftar di PB Perpani. Secara resmi Kejurnas Panahan Junior ditutup hari ini (Senin 24/10) ditutup oleh Ketua panitia sekaligus Ketua Umum Pengda Perpani DIY, BPH Kusuma Bimantoro. “Alhamdulillah kejuaraan ini telah terlaksana dengan baik, berkat dukungan dari berbagai pihak. Kami selaku panitia mohon maaf bila selama penyelenggaraan ada hal-hal yang kurang berkenan,” kata Mas Suryo, sapaan Kusuma Bimantoro. Ia berharap, Kejuaraan Nasional Junior ini menjadi agenda rutin dan sebagai wadah untuk kompetisi para atlet panahan muda menuju jenjang internasional. Sementara Sekum Perpani DIY, KMT A. Tirtodiprojo, mensyukuri karena tim DIY mampu melampai target 7 emas. “Kita bersyukur, karena atlet kita tetap semangat hingga akhir lomba,” kata pria yang akrab disapa Joko itu. Kabid Binpres Pengda Perpani DIY, Danang Dwi Asmoro menuturkan banyak pengurus Pengda Perpani dari daerah lain memuji penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Junior di Yogyakarta ini. “Banyak yang mengatakan sukses penyelenggaraan kejurnas ini,” ujarnya.

AYCC 2022: Vietnam Juara Umum, Indonesia Tambah Tiga Emas

Asian Youth Chess Championship 2022: Vietnam Juara Umum, Indonesia Tambah Tiga Emas

Indonesia akhirnya berhasil menambah pundi emas mereka dengan raihan 3 medali emas pada hari terakhir di nomor Catur Kilat Asian Youth Chess Championship (AYCC) yang berlangsung di Hotel Grand Inna, Kuta, Bali, Jumat (21/10). Medali emas tersebut diraih oleh Laysa Latifah di nomor putri G16 (Individual) dan G16 Blitz Team atas nama Laysa, Adeeba dan Salwa Nadia Maharani. Serta nomor U16 Team, oleh pasukan catur Timnas, Arfan Bagus Aditya, Nayaka Budidharma dan Reynard Kristopher. Laysa sukses meraih medali duo emas setelah mampu melewati para pecatur asing seperti Mongolia, Kazakhstan dan 2 babak terakhir melangkahi 2 pecatur tangguh Vietnam, untuk memastikan emas individual putri G16. Laysa saling berbantu dengan pecatur Jatim asal kota Kediri Adeeba yang dendam menggilas lawan-lawan berat dari Kazakhstan, India dan tentu saja Vietnam, sehingga sukses meraih medali perak Individual G16. Untuk G16 Blitz Team, Laysa, bersama Adeeba dan Salwa Maharani, juga sukses merebut medali emas. Satu emas lainnya, diraih pasukan khusus catur dari Timnas Indonesia. Diperkuat Arfan Bagus Aditya, Nayaka, Karunia Bagus, Reynard, dan Fabian, mereka merajalela di nomor catur kilat U16. Tidak tanggung-tanggung mereka mampu menorobos kekuatan besar Vietnam yang tangguh. Adit, Nayaka, dan kawan-kawan bahu membahu menopang teman-temannya agar naik ke podium atas, mempersembahkan medali emas Tim U16 Catur Blitz. Namun demikian, pasukan khusus ini rupanya masih kesulitan menahan laju pecatur Vietnam yang sakti Vo Pham Thien Phuc Elo rating 2171 yang akhirnya lolos meraih medali emas U16 catur Blitz Individual. Sedangkan perak diraih oleh pecatur andalan Kazakhstan, Malygin Vladislav, yang meraih perak individual. Untuk kelompok U18 Open, individual, Indonesia harus puas merah medali perunggu, lewat pecatur pelatnas Zacky Diaulhaq. Pada babak terakhir, Zacky gagal menahan gempuran pecatur Mongolia Itgelt Khuyagtsogt yang akhirnya meloloskan duo Mongol ini meraih medali emas dan perak di nomor individual U16. Sedangkan Zacky harus puas dengan medali perunggu, kendati sejak awal dia memimpin klasemen sampai 5 babak. Medali perunggu juga diraih, Liuviann Cecilia Natalie yang tampil di nomor individual G16. Livi yang sempat menyodok ke puncak papan setelah menaklukkan pecatur Vietnam, namun akhirnya tersungkur oleh pecatur India WFM Bhagyashree Patil yang akhirnya meraih medali emas. Sementara itu, Vietnam tampil sebagai juara umum AYCC di nomor catur standard, yang berakhir, Jumat (21/10) malam. Vietnam tampi sebagai juara umum di nomor catur standard dengan perolehan 5 medali emas, 5 perak, 1 perunggu, disusul India 3 emas, 3 perak, 4 perunggu, dan Iran di urutan ke tiga 1 emas, 1 perak, 1 perunggu. AYCC ditutup secara resmi oleh Hisham Al Taher, General Secretary dari Asian Chess Federation. Meski Indonesia belum berhasil berada di posisi tiga besar, namun Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto merasa bangga dengan perjuangan para pecatur junior Indonesia. “Penyelenggaraan turnamen seperti ini untuk meletakan fundamental bagi para pecatur kita kedepannya. Kalau berbicara catur untuk kawasan Asia, persaingannya cukup berat. Kita harus memberikan peluang pemain junior kita berani menghadapi para petarung hebat dari luar,” ujarnya. Disampaikan Utut, Asia memiliki banyak atlet sangat kuat, bila tidak dimulai dari sekarang memberikan pelatihan yang baik, kesempatan pertandingan, dan membuat evaluasi terus-menerus, maka Indonesia akan tertinggal. “Siklus 3 hal tersebut harus kita lakukan terus menerus, jangan sampai terputus. Contohnya penyelenggaraan turnamen AYCC ini,” tandasnya. Secara keseluruhan pada ajang AYCC 2022, Indonesia mengumpulkan total 4 medali emas, 12 medali perak, dan 18 medali perunggu. Perolehan medali tersebut, masing-masing diraih dari nomor rapid dengan 1 medali emas, 4 perak dan 5 perunggu. Kemudian tambahan 5 medali perak dan 3 perunggu dari nomor catur standard. Sementara di catur kilat, Indonesia meraih hasil menggembirakan dengan torehan 3 medali emas, 3 perak, dan 10 perunggu.

Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022, Agar Bibit Baru Terus Tumbuh

Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022, agar Bibit Baru Terus Tumbuh

Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) terus mempersiapkan diri jelang digelarnya Kejuaraan Dunia Wushu Junior pada Desember 2022. Apalagi ini juga menjadi ajang yang juga penting untuk pembinaan calon atlet-atlet berprestasi. Kejuaraan Dunia Wushu Junior akan diselenggarakan di ICE BSD Tangerang pada 2-11 Desember 2022 mendatang. Ajang itu rencananya akan diikuti atlet dari 70 negara. Indonesia sendiri menurunkan 28 atlet terbaiknya. Mereka diharapkan merebut empat medali emas sesuai dengan target yang dicanangkan oleh Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI). Ketua PB WI Airlangga Hartarto mengatakan ajang ini sebagai bagian dari upaya peningkatan prestasi wushu dengan tujuan ke depan, yaitu Olimpiade. “Pemahaman terhadap pembinaan olahraga yang berjenjang dan berkesinambungan, program regenerasi atlet, dan peningkatan kualitas pelatih menjadi prioritas dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan prestasi wushu di masa yang akan datang,” kata Airlangga Hartarto dalam ketetangan tertulisnya, Jumat (21/10/2022). “PB Wushu Indonesia senantiasa memberikan perhatian yang seimbang, antara atlet senior dan atlet junior. Pembinaan atlet junior merupakan jaminan akan terwujudnya pencapaian prestasi dunia yang berkesinambungan,” imbuh Airlangga. Sejauh ini, Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto sendiri disebut cukup sukses memunculkan bibit-bibit atlet usia muda di Tanah Air. Hal itu tak lepas dari banyaknya stok atlet junior potensial yang dapat diterjunkan menghadapi single dan multievent. Mereka muncul dari sasana-sasana di Indonesia yang mengikuti berbagai kejuaraan yang diselenggarakan PB WI. “Apa yang telah dibangun Pak Airlangga Hartarto itu bukan hanya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) tetapi juga menyambut wushu yang akan dipertandingkan pada Olimpiade 2032,” kata Ketua Pengprov WI DKI Jakarta, Gunawan Tjokro, yang juga Direktur Eksekutif 8th World Junior Wushu Championship 2022. Tercatat selama beberapa tahun terakhir, atlet wushu Indonesia meraih banyak prestasi pada ajang internasional. Mulai dari SEA Games 2017 di Malaysia, Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, SEA Games 2019 Filipina dan SEA Games 2021 Vietnam. Berkat motivasi yang diberikan oleh Airlangga, tim wushu Indonesia berhasil membawa pulang 3 medali emas, 3 perak dan 3 perunggu di Kuala Lumpur. Begitu pun tahun berikutnya, 2018, berbagai prestasi berhasil diciptakan. Mulai dari Moscow Wushu Stars, Rusia (3 emas, 2 perak, 1 perunggu), The 7th World Junior Championship, Brazil (2 emas, 10 perak, 7 perunggu) hingga Asian Games 2018 Jakarta – Palembang. Kemudian kejuaraan bertajuk The 15th World Wushu Championship di Shanghai, China, 17-24 Oktober 2019. Tim wushu Merah Putih mampu membawa pulang 3 emas dan 1 perunggu. Begitu pula saat Festival Wushu bertajuk The 5th China – Asean Wushu Festival 2019. Atlet Indonesia sukses meraih 4 emas, 1 perak dan 7 perunggu. Kemudian pada SEA Games 2019 di Manila, Filipina, Indonesia meraih 9 medali. Rinciannya, 2 emas, 5 perak dan 2 perunggu. Pada Kejuaraan Dunia Wushu 2019 di China, Indonesia juga patut berbangga karena mampu membawa pulang 3 medali emas dan 1 perunggu. Ini semua tak lepas dari terus bergulirnya kejuaraan dan regenerasi berjalan dengan baik. Di SEA Games 2021 Vietnam, wushu Indonesia juga berhasil memenuhi target pemerintah dengan sumbangan 3 emas, 9 perak dan 3 perunggu.